09 – Pertobatan
Ini adalah firman suci Tuhan Yang Maha Esa.
Kita tidak tertarik dengan kata-kata manusia.
Bagi siapa pun yang mengasihi Tuhan... inilah yang Tuhan katakan tentang: Pertobatan.
Ini adalah firman suci Tuhan Yang Maha Esa.
Kita tidak tertarik dengan kata-kata manusia.
Bagi siapa pun yang mengasihi Tuhan... inilah yang Tuhan katakan tentang: Pertobatan.
Aku berkata kepadamu: Bukannya begitu; tetapi jikalau tiada kamu bertobat, niscaya kamu sekalian pun akan binasa sedemikian itu juga."
”Dan jikalau tanganmu mendatangkan kesalahan padamu, keratlah dia; sebab lebih baik engkau masuk dengan tangan sebelah sahaja ke dalam hidup kekal, daripada engkau masuk dengan berdua belah tangan ke dalam jahanam, yaitu ke dalam api yang tiada terpadamkan, di tempat ulatnya pun tiada mati, dan apinya juga tiada terpadam.
”Maka Tuhan tiada berlambatan di dalam hal perjanjian itu sebagaimana ada beberapa orang yang membilangkan hal itu lambat, melainkan panjang sabar akan kamu, tiada Ia gemar akan seorang pun binasa, melainkan sehingga sekaliannya sampai kepada tobat.
”Maka berfirmanlah Tuhan Allah kepada manusia, kata-Nya: Adapun buah-buah segala pohon yang dalam taman ini boleh engkau makan sesukamu, tetapi buah pohon pengetahuan akan hal baik dan jahat itu janganlah engkau makan, karena pada hari engkau makan dari padanya engkau akan mati.
”Sebermula, setelah sampai sembilan puluh sembilan tahun umur Abram, maka kelihatanlah Tuhan kepadanya, lalu firman-Nya: Akulah Allah yang Mahakuasa; hendaklah engkau berjalan di hadapan hadirat-Ku dan hendaklah tulus hatimu,
”Maka kata Musa kepada mereka itu: Jangan takut, karena Allah telah turun hendak mencobai kamu, supaya takut akan Tuhan selalu adalah di hadapanmu, asal jangan kamu berbuat dosa.
”maka Musapun tinggal berdiri dalam pintu tempat perhentian tentara itu, lalu katanya: Barangsiapa yang cenderung kepada Tuhan, marilah kepadaku! Maka berhimpunlah kepadanya segala anak Lewi.
”Maka hendaklah ditumpangkannya tangannya kepada kepala korban bakaran itu, supaya ia itu mengadakan keridlaan baginya akan beroleh ampun.
”maka jikalau barang seorang telah bersalah dengan peri yang demikian itu, hendaklah ia mengaku dosa yang telah dibuatnya;
”Maka oleh imam akan diadakan gafirat atasnya di hadapan hadirat Tuhan, dan ia itu akan diampuni kepadanya; barang apapun baik dari pada segala perkara yang dibuatnya akan menjadikan dirinya bersalah demikian.
”Demikianlah diadakannya gafirat atas tempat yang suci itu sebab najasat segala bani Israel dan sebab segala kesalahannya, dan sebab segala dosanya, dan demikianpun hendaklah diperbuatnya akan kemah perhimpunan yang diam serta dengan mereka itu di tengah-tengah segala najasatnya.
”Karena pada hari itulah akan diadakan gafirat atasmu, supaya kamu disucikan, sehingga sucilah kamu dari pada segala dosamu di hadapan hadirat Tuhan.
”Karena nyawa daging itu adalah dalam darahnya, sebab itu Aku telah menentukan dia bagi kamu di atas mezbah, supaya dengan dia juga diadakan gafirat atas jiwamu, karena darah juga yang mengadakan gafirat atas jiwa.
”Sebab itu sucikanlah dirimu dan jadilah kamu suci, karena Akulah Tuhan, Allahmu!
”Maka pada hari itu jangan kamu bekerja, karena ia itulah hari gafirat, akan diadakan gafirat atasmu di hadapan hadirat Tuhan, Allahmu. Maka sebab itu barangsiapa yang tiada merendahkan hatinya pada hari itu, ia itu akan ditumpas kelak dari antara bangsanya.
”Maka pada masa itulah mereka itu akan mengaku segala salah dirinya dan salah nenek moyangnyapun, sebab ia mendurhaka kepada-Ku dengan degilnya dan melawan akan Daku dengan sengajanya.
”Katakanlah olehmu kepada bani Israel: Jikalau seorang laki-laki atau perempuan telah berbuat barang suatu dosa manusia dengan mendurhaka kepada Tuhan dan dirasai orang itu akan dirinya bersalah,
”Maka datanglah orang banyak mendapatkan Musa, katanya: Kami telah berbuat dosa sebab berbantah-bantah dengan Tuhan dan dengan dikaupun. Pintakanlah kiranya doa kepada Tuhan supaya diundurkannya ular ini dari pada kami. Maka Musapun mendoakanlah orang banyak itu.
”Maka pada masa itu kamu akan mencahari Tuhan, Allahmu, dari sana serta mendapat akan Dia, jikalau kiranya kamu mencahari Dia dengan segala yakin hatimu dan dengan segenap jiwamu. Apabila kamu dalam kesukaran dan segala perkara ini datang atas kamu, maka pada kemudian hari kamu akan kembali kepada Tuhan, Allahmu, serta mendengar akan bunyi suara-Nya. Maka tegal Tuhan, Allahmu, itu Allah yang rahmani, sebab itu tiada ditinggalkan-Nya kamu dan tiada dibinasakan-Nya kamu dan tiada dilupakan-Nya perjanjian yang telah dijanji-Nya kepada nenek moyang kamu pakai sumpah.
”Maka sekarangpun ingatlah kamu baik-baik, supaya kamu perbuat seperti firman Tuhan, Allahmu, kepadamu, dan jangan menyimpang dari padanya ke kiri atau ke kanan.
”Hendaklah kamu mengasihi akan Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segala kuatmu. Maka hendaklah dalam hatimu segala firman, yang kusuruh kepadamu pada hari ini. Dan hendaklah kamu mengajarkan dia akan anak-anakmu, dan berkata-katalah kamu akan halnya apabila kamu duduk dalam rumahmu atau apabila kamu berjalan di luar atau apabila kamu membaringkan dirimu hendak tidur atau apabila kamu bangun dari pada tidurmu. Dan hendaklah kamu mengikatkan dia pada tanganmu akan suatu tanda alamat dan hendaklah ia itu bagimu akan patam antara kedua belah matamu. Dan hendaklah kamu menyuratkan dia pada jenang rumahmu dan pada segala pintumu.
”Melainkan hendaklah kamu takut akan Tuhan, Allahmu, dan berbuat bakti kepada-Nya, dan bersumpah demi nama-Nya jua!
”Karena mereka itu kelak akan mengundurkan anakmu dari belakang Aku, sehingga ia berbuat bakti kepada dewata, maka begitulah murka Tuhan akan bernyala-nyala kelak kepadamu dan dibinasakannya kamu dengan segeranya. Melainkan hendaklah kamu berbuat akan mereka itu demikian ini: Pecahkanlah segala mezbah mereka itu dan hancur luluhkan segala tiang yang telah didirikan oleh mereka itu, dan tebangkanlah segala hutan-hutan mereka itu dan bakarkanlah segala patung mereka itu habis dengan api. Karena kamulah satu bangsa yang suci bagi Tuhan, Allahmu, dan telah dipilih Tuhan, Allahmu, akan kamu dari pada segala bangsa yang di atas bumi, supaya kamu menjadi baginya bangsa miliknya.
”Maka hendaklah kamu bersangkut-paut kepada Tuhan, Allahmu, dengan tiada bercabang hatimu.
”Maka Tuhan Allahmupun akan mengkhatankan hatimu dan hati segala anak buahmu, supaya kamu mengasihi akan Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu, supaya boleh kamu hidup.
”Tetapi sembah bani Israel kepada Tuhan: Bahwa kami telah berbuat dosa, biarlah Tuhan berbuat akan kami barang yang baik kepada pemandangan-Mu; sahaja tolonglah kiranya akan kami pada hari ini juga!
”Melainkan adalah hatiku tulus di hadapan hadirat-Nya, dan aku memeliharakan diriku dari pada kejahatan.
”Akan tetapi setelah sudah dibilangnya akan orang banyak itu, maka berdebarlah hati Daud, lalu sembah Daud kepada Tuhan: Bahwa aku sudah berdosa dalam berbuat begitu; tetapi sekarang, ya Tuhan! lalukan apalah kiranya salah hamba-Mu ini, karena perbuatan hamba ini sangat bodoh adanya.
”lalu katanya: Ya Tuhan, Allah orang Israel! tiada Allah melainkan Engkau, baik dalam langit di atas baik di atas bumi di bawah; Engkau juga yang menyampaikan perjanjian dan kemurahan kepada segala hamba-Mu, yang berjalan di hadapan hadirat-Mu dengan segenap hatinya.
”akan segala permintaan doa dan sembah yang datang dari pada seorang orang, atau dari pada segenap umat-Mu Israel, apabila masing-masing mengaku salah hatinya sambil menadahkan tangannya dalam rumah ini, pada masa itu hendaklah Engkau dengar dalam sorga, tempat kedudukan-Mu yang tetap itu, dan ampunilah kiranya, dan tentukanlah begitu, bahwa Engkau membalas kepada masing-masing seperti patut kepada jalannya dan setuju dengan pengetahuan-Mu akan hatinya, karena hanya Engkau jua yang mengetahui akan hati segala anak Adam.
”Hai, seluruh bumi! nyanyilah bagi Tuhan! kabarkanlah selamat yang dari pada-Nya itu dari pada sehari datang kepada sehari.
”Maka engkau, hai anakku Sulaiman, hendaklah engkau mengenal akan Allah bapamu dan beribadatlah kepadanya dengan hati yang tulus dan dengan batin yang benar, karena diselidik Tuhan akan segala batin dan diketahuinya akan segala angan-angan hati; jikalau engkau mencahari akan Dia, niscaya terdapatlah Ia olehmu, tetapi jikalau kiranya engkau meninggalkan Dia, niscaya dibuang-Nya akan dikau sampai selama-lamanya.
”Jikalau kiranya mereka itu sudah berdosa kepada-Mu (bahwasanya tiada seorang juapun yang tiada berdosa) dan murkalah Engkau akan mereka itu dan Kauserahkan mereka itu di hadapan musuhnya, sehingga oleh orang yang menawan mereka itu dibawa akan mereka itu tertawan ke dalam negeri musuh, entah jauh atau dekat, maka di dalam negeri tempat mereka itu dibawa tertawan itu diperhatikannya hal itu, sehingga mereka itu bertobat dan meminta doa kepada-Mu dalam negeri tempat mereka itu tertawan, sembahnya: Bahwa kami sudah berbuat dosa dan berbuat jahat dan kamipun sudah mendurhaka; maka bertobatlah mereka itu kepada-Mu dengan segenap hatinya dan dengan segenap jiwanya di negeri ketawanannya, yaitu di tempat mereka itu dibawa tertawan, dan mereka itu meminta doa arah ke kiblat tanahnya, yang sudah Kaukaruniakan kepada nenek moyangnya, dan ke kiblat negeri ini, yang telah Kaupilih, dan ke kiblat rumah ini, yang sudah kubangunkan bagi nama-Mu, pada masa itu hendaklah kiranya dalam sorga, tempat kedudukan-Mu yang tetap itu, Engkau dengar akan permintaan doa dan sembah mereka itu dan benarkan apalah halnya, dan ampunilah kiranya akan umat-Mu segala dosa yang telah dibuatnya kepada-Mu.
”tiba-tiba kelihatanlah Tuhan kepada Sulaiman pada malam serta firman-Nya kepadanya: Bahwa Aku meluluskan permintaanmu dan tempat ini telah Kupilih bagi-Ku akan bait alkorban. Maka jikalau kiranya Aku mengatupkan langit, sehingga tiada hujan, atau jikalau Kusuruh belalang makan habis hasil tanah, atau jikalau Kudatangkan bala sampar di antara umat-Ku, dan umat-Ku, yang tersebut nama-Ku atasnya, itu merendahkan dirinya dan meminta doa dan mencahari hadirat-Ku dan bertobat dari pada jalannya yang jahat itu, maka Aku juga mendengar dari dalam sorga dan mengampuni dosanya dan menyembuhkan negerinya. Maka mata-Ku akan terbuka dan telinga-Kupun mendengar akan permintaan doa di tempat ini;
”Maka berjanji-janjianlah mereka itu hendak dicaharinya Tuhan, Allah nenek moyangnya, dengan segenap hatinya dan dengan segenap jiwanya.
”Serta kudengar kata ini kucarik-carikkan jubah dan baju selimutku dan kucabut rambut kepalaku dan bulu janggutku, lalu akupun duduk termangu-mangu. Maka berhimpunlah kepadaku segala orang yang gentar akan firman Allah orang Israel sebab salah orang yang dipindahkan itu, tetapi duduklah juga aku termangu-mangu sampai kepada waktu persembahan pada petang hari. Maka kira-kira pada waktu persembahan petang bangkitlah aku dari pada percintaanku dengan jubah dan baju selimutku tercarik-carik, lalu tunduklah aku dan bertelut dan kutadahkan kedua belah tanganku kepada Tuhan, Allahku,
”Arakian, maka sementara Ezra meminta doa dan mengaku dosa serta menangis dan tersungkur di hadapan bait-Ullah, berhimpunlah kepadanya dari pada orang Israel kebanyakan orang laki-laki dan perempuan dan anak-anak, maka menangislah orang banyak itu dengan riuh rendah bunyi tangisnya.
”Demi kudengar segala perkataan ini maka duduklah aku sambil menangis dan berkabung beberapa hari lamanya, dan akupun berpuasa dan meminta doa di hadapan hadirat Allah yang di sorga. Sembahku: Ya Tuhan, Allah yang di sorga, Engkaulah Allah yang mahabesar dan haiban, yang memeliharakan perjanjian dan kemurahan kepada barangsiapa yang mengasihi akan Dikau dan yang memeliharakan segala firman-Mu. Hendaklah kiranya telinga-Mu mengeling dan mata-Mu menilik dan dengar apalah akan doa hamba-Mu yang hamba persembahkan sekarang di hadapan hadirat-Mu pada siang dan malam karena sebab segala bani Israel, yaitu segala hamba-Mu, tegal hamba mengaku segala dosa bani Israel yang telah diperbuatnya kepada-Mu, karena baik hamba baik segala orang isi rumah bapa hambapun, kami sekalian sudah berbuat dosa! Bahwa patut sekali kami disiksa oleh-Mu, sebab tiada kami memeliharakan segala firman dan syariat dan syarat yang sudah Kaupesan kepada Musa, hamba-Mu.
”Maka segala orang mereka itu yang lain, segala imam dan orang Lewi dan penunggu pintu dan biduan dan Netinim dan barangsiapa yang sudah menjauhkan dirinya dari pada bangsa segala negeri itu hendak menurut taurat Allah, dan segala bini mereka itu dan segala anaknya laki-laki dan perempuan, barangsiapa yang berpengetahuan dan berakal, ia itu berpaut dengan saudara-saudaranya, segala orang besarnya, serta masuklah janji dengan sumpah setia, bahwa mereka itu akan berjalan menurut taurat Allah, yang sudah diberikan oleh perintah Musa, hamba Allah itu, dan mereka itu akan memeliharakan dan melakukan segala firman Tuhan, yaitu Tuhan kita, dan segala hukum-Nya dan segala syariat-Nya;
”Berapa banyak kiranya salahku dan dosaku? berilah tahu aku segala kejahatanku. Apa sebabnya maka Engkau menyembunyikan wajah-Mu dan Engkau membilang aku akan seteru-Mu?
”dan setelah sudah hancur luluh kulit tubuhku ini, maka dari dalam badanku juga aku akan memandang Allah;
”hendaklah ditimbangnya aku di dalam neraca yang betul, supaya nyatalah kepada Allah, bahwa tiada aku bersalah.
”Orang itu akan melihat berkeliling di antara segala manusia sambil katanya: Bahwa aku sudah berbuat dosa dan sudah melangkahkan hukum, tetapi tiada dibalasnya kepadaku. Melainkan sudah dilepaskan Allah nyawaku dari pada turun ke dalam kebinasaan, sehingga jiwaku lagi melihat terang.
”Bahwa dengan pendengaran telingaku sudah kudengar bunyi-Mu, tetapi sekarang aku melihat Engkau dengan mataku. Maka sebab itu aku mencelakan diriku dan duduklah aku dengan sesalku dalam duli dan abu.
”Hai kamu, orang besar-besar! berapa lamakah kemuliaanku menjadi kehinaan? Berapa lamakah kamu kasih akan yang sia-sia dan menuntut dusta? -- Selah.
”Maka seteru itu telah dihabiskan dengan kebinasaan yang tertentu, dan negeri-negerinya telah Kaubongkar, dan peringatan akan dia telah hilangpun sertanya! Tetapi Tuhan akan bersemayam pada selama-lamanya, Ia telah melengkapkan arasy-Nya akan menghukumkan.
”Maka Tuhan akan tempat perlindungan yang tinggi bagi segala orang yang teraniaya, suatu tempat perlindungan yang tinggi pada segala masa kepicikan.
”Supaya jangan seteruku berkata demikian: Bahwa aku sudah menang dari padanya! dan jangan musuhku bersuka-sukaan apabila aku tergelincuh.
”Melainkan segala hukum-Nya adalah selalu di hadapanku, dan segala firman-Nyapun tiada kujauhkan dari padaku.
”Pimpinlah akan daku ke dalam kebenaran-Mu dan ajarkanlah akan daku, karena Engkaulah Allah, pohon selamatku; maka akan Dikau juga aku bernanti pada segenap hari.
”Maka janganlah Engkau ingat akan segala dosaku pada masa mudaku dan akan segala salahku, melainkan hendaklah Engkau ingat akan daku sekadar kemurahan-Mu, oleh karena kebajikan-Mu, ya Tuhan!
”Tilik apalah akan daku dalam hal berkesusahan dan berkesukaran, dan ampunilah kiranya segala dosaku.
”Berikanlah kepada Tuhan kemuliaan nama-Nya, sembah sujudlah kepada Tuhan dengan perhiasan tempat yang suci.
”Keluarkanlah aku dari dalam jaring yang telah disembunyikannya dari padaku, karena Engkau juga kuatku!
”Karangan Daud.
”Lalu aku mengaku dosaku kepada-Mu dengan tiada menyembunyikan kejahatanku. Maka kataku: Aku hendak mengaku segala salahku kepada Tuhan, maka Engkau juga lalu mengampuni kesalahan dosaku. -- Selah.
”Takutlah akan Tuhan, hai seluruh bumi! gentarlah akan Dia, hai segala isi dunia!
”Karena mata Tuhan ada memandang kepada segala orang yang benar dan telinga-Nyapun terbuka kepada doanya. Tetapi wajah-Nya Tuhan ada melawan segala orang yang berbuat jahat, hendak dikerat-Nya peringatan akan mereka itu dari atas bumi. Jikalau orang yang benar itu berseru, maka didengar Tuhan akan dia dan dilepaskan-Nya dari pada segala kepicikannya. Maka Tuhan itu hampirlah pada segala orang yang hancur hatinya, dan akan orang yang luluh lantak hatinyapun ditolong-Nya.
”Bahwa Tuhan menebus jiwa segala hamba-Nya, dan segala orang yang berlindung pada-Nya itu tiada akan dihukumkan.
”Karena aku ini sedia akan pincang dan sengsaraku adalah senantiasa di hadapanku.
”Bahwa Tuhan akan menghiburkan dia pada masa ia berbaring sakit; sementara ia sakit Tuhanpun mengubahkan rupa segenap tempat tidurnya.
”Mazmur Daud bagi biduan besar. Pada masa nabi Natan sudah datang mendapatkan dia, kemudian dari pada Daud berbuat zina dengan Bat-syeba. Kasihankanlah kiranya aku, ya Allah, sekadar kemurahan-Mu, dan hapuskan apalah segala durhakaku sekadar kebesaran segala rahmat-Mu! Basuhkanlah kiranya aku baik-baik dari pada salahku dan sucikanlah aku dari pada dosaku.
”Bahwanya aku telah diperanakkan dengan kesalahan dan dengan dosapun ibuku telah menerima aku.
”Sucikanlah kiranya aku dari pada dosa dengan zuf, maka akupun akan suci kelak; basuhkanlah aku, maka aku akan putih dari pada salju. Berilah aku mendengar pula kesukaan dan kegemaran; biarlah segar pula segala tulang, yang telah Kauhancurkan. Palingkanlah wajah-Mu dari pada dosaku dan hapuskan apalah segala kesalahanku.
”Adapun orang yang benci akan daku dengan tiada semena-mena itu terlebih banyak dari pada segala rambut kepalaku; amat banyaklah segala orang yang hendak membinasakan daku dan yang berseteru dengan aku bukan sebab; disuruhnya aku mengganti barang yang tiada kurampas.
”Tetapi Allah juga Rajaku dari dahulukala, yang telah mengadakan beberapa pertolongan selamat di atas bumi.
”Maka tiada mereka itu memeliharakan perjanjian Allah, dan engganlah mereka itu menurut jalan taurat-Nya.
”Jangan apalah Engkau ingat akan segala salah kami yang dahulu; bersegeralah, biar segala rahmat-Mu mendahului kami, karena kami sudah direndahkan amat. Tolonglah akan kami, ya Allah, pohon selamat kami! dari karena kemuliaan nama-Mu, dan luputkanlah kami dan adakanlah gafirat atas dosa kami oleh karena nama-Mu!
”Karena Engkau, ya Tuhan! baik dan Engkau suka mengampuni, lagi besarlah kemurahan-Mu akan segala orang yang berseru kepada-Mu.
”Bahwa Tuhan rahmani dan rahimi; Ialah panjang sabar dan besarlah kemurahan-Nya!
”Tiada dibuatnya akan kita sekadar segala dosa kita, dan tiada pula dibalasnya akan kita sekadar segala kejahatan kita. Karena seberapa banyak tinggi langit itu dari atas bumi, demikianpun besar kemurahan-Nya atas segala orang yang takut akan Dia. Maka sejauh timur dari barat, begitu jauhpun dibuang-Nya segala salah dari pada kita.
”Tetapi kemurahan Tuhan itu dari selama-lamanya sampai selama-lamanya atas segala orang yang takut akan Dia, dan setianyapun adalah dengan anak cucu cicit mereka itu. Yaitu dengan segala orang yang memeliharakan perjanjian-Nya dan yang ingat akan hukum-hukum-Nya, supaya dilakukannya. Bahwa Tuhan telah menegakkan arasy-Nya di dalam sorga dan kerajan-Nyapun di atas semesta alam sekalian.
”Bahwa kami telah berbuat dosa, seperti nenek moyang kamipun, kami telah bersalah dan kami telah mendurhaka.
”Bahwa takut akan Tuhan itulah permulaan segala hikmat; barangsiapa yang menuntut dia ia itu berbudi dengan sebenarnya, maka kepujian-Nya kekal selama-lamanya.
”Bukannya kami, ya Tuhan! bukannya kami, melainkan nama-Mu jua permuliakanlah, oleh karena kemurahan-Mu dan kebenaran-Mu.
”Berbahagialah segala orang yang jalannya betul dan yang melakukan dirinya setuju dengan hukum Tuhan. Berbahagialah mereka itu sekalian yang memeliharakan kesaksian-Nya serta mencari akan Dia dengan segenap hatinya. Yang tiada berbuat jahat, melainkan yang menurut jalan Tuhan.
”Maka segala firman-Mu telah kutaruh dalam hatiku, supaya jangan aku berdosa kepada-Mu.
”Bahwa air mata berlinang-linang dari pada mataku seperti pancaran; sebab tiada mereka itu memeliharakan taurat-Mu.
”Maka hendaklah orang Israel harap pada Tuhan, karena pada Tuhan adalah kemurahan dan pada-Nyapun adalah banyak pertolongan selamat.
”Melainkan berkenanlah Tuhan akan segala orang yang takut akan Dia dan yang harap akan kemurahan-Nya.
”Bahwa takut akan Tuhan itulah permulaan segala pengetahuan, maka orang bodoh itu benci akan hikmat dan pengajaran.
”Haraplah pada Tuhan dengan segenap hatimu, dan jangan engkau bersandar kepada akalmu. Ketahuilah akan dia pada segala jalanmu, maka Iapun akan meratakan jalanmu. Janganlah engkau pandang pandai akan dirimu, melainkan takutlah akan Tuhan dan jauhkanlah dirimu dari pada yang jahat.
”Janganlah engkau masuk kepada jalan orang fasik dan jangan berjejak pada jalan orang jahat. Lepaskanlah dirimu dari padanya; janganlah lalu dari situ, jauhkanlah dirimu dari padanya dan pergilah.
”Adapun peri takut akan Tuhan, ia itu membenci akan kejahatan, akan congkak dan kemegahan dan segala jalan yang jahat; maka sebab itu bencilah aku akan mulut yang mengadakan bencana.
”Orang yang memalingkan telinganya dan tiada mau mendengar akan hukum, jikalau doanya sekalipun maka menjadi suatu kebencian.
”Orang yang melindungkan dosanya itu tak boleh beruntung, tetapi orang yang mengaku dan membuangkan dia ia itu mendapat kasihan kelak. Berbahagialah orang yang takut selalu, tetapi orang yang mengeraskan hatinya itu akan jatuh ke dalam celaka.
”Bahwasanya di atas bumi seorangpun tiada yang benar begitu sehingga ia berbuat baik belaka dan tiada tahu berdosa.
”Maka kesudahan segala perkara yang didengar ia ini: Takutlah akan Allah dan peliharakanlah segala firman-Nya, karena itulah patut kepada segala manusia. Karena perbuatan tiap-tiap orang akan dihadapkan Allah kelak kepada hukum serta dengan segala perkara yang tersembunyi, dari pada baik dan jahat.
”Basuhkanlah dan sucikanlah dirimu, lalukanlah kejahatan perbuatanmu itu dari hadapan mata-Ku, berhentilah dari pada berbuat jahat.
”Kemudian, marilah kamu, hendaklah kita berhukum bersama-sama, demikianlah firman Tuhan, jikalau segala dosamu bagaikan warna kirmizi sekalipun, niscaya ia itu akan menjadi putih seperti salju; jikalau ia itu merah padma sekalipun, niscaya ia itu akan menjadi putih seperti bulu kambing domda.
”Wai bagi orang yang mengatakan jahat itu baik, dan akan baik itu jahat; yang menjadikan kegelapan itu terang dan akan terang itu kegelapan, dan yang menjadikan pahit itu manis dan akan manis itu pahit! Wai bagi orang yang bijak kepada pemandangannya sendiri, dan pada sangkanya dirinya juga budiman!
”Maka itu dikenakannyalah kepada mulutku, sambil katanya: Bahwasanya serta terkenalah ini kepada bibirmu, maka undurlah kesalahanmu dari padamu dan dosamupun sudah diampuni.
”Bahwa Aku ini, Tuhan, sudah memanggil engkau dengan kebenaran, Aku memegang tanganmu, Aku memeliharakan dikau dan Aku mengaruniakan dikau kepada umat itu akan perjanjian dan kepada segala orang kafir akan terang;
”Bahwa Aku ini, bahkan, Aku ini yang menghapuskan segala salahmu karena sebab kehendak diri-Ku, dan tiada lagi Aku ingat akan segala dosamu. Bicarakanlah perkaramu; mari kita berhukum bersama-sama; bawalah dalilmu, supaya engkau dibenarkan.
”Bahwa Aku menghapuskan segala kesalahanmu seperti sebuah awan dan segala dosamupun seperti kabut; hendaklah engkau kembali kepada-Ku, karena Akulah Penebusmu! Hai segala langit! hendaklah kamu memuji ramai-ramai, karena Tuhan juga yang sudah membuatnya; hai bumi yang di bawah! hendaklah engkau bersorak-sorak! hai segala gunung dan hutan dan segala pohon kayu yang didalamnya! hendaklah gempita bunyi suaramu! karena Tuhan sudah menebus Yakub dan sudah menaruh kemuliaan-Nya di dalam Israel.
”Marilah kamu, maklumkanlah dia, bicarakanlah dia bersama-sama: Siapakah gerangan sudah memperdengarkan dia dari pada awal zaman serta memaklumkan dia dari dahulukala? Bukankah Aku ini Tuhan? tiadalah Allah lain dari pada-Ku; kecuali Aku tiadalah Allah yang benar dan Juruselamat adanya. Berpalinglah dirimu kepada-Ku, supaya terpeliharalah kamu, hai segala ujung bumi! Karena Akulah Allah, tiadalah lain lagi.
”Demikianpun segala orang tebusan Tuhan akan kembali serta sampai ke Sion dengan bersorak-sorak, dan kesukaan yang kekal akan ada di atas kepalanya; keramaian dan kesukaan menjadi pendapatan mereka itu dan dukacita dan keluh kesah akan terbang dari padanya.
”Tetapi ia sudah kena luka karena sebab segala kesalahan kita, dan iapun dihancurkan karena sebab segala kejahatan kita; bahwa siksa yang mengadakan selamat bagi kita itu berlaku atas dia dan oleh segala bilurnya kitapun disembuhkan. Bahwa sesatlah kita sekalian seperti domba, masing-masing kita balik kepada jalannya sendiri, tetapi segala kejahatan kita ditempuhkan Tuhan kepadanya.
”Hendaklah kamu mencahari Tuhan sementara lagi boleh mendapat Dia, berdoalah kepadanya sementara lagi Ia hampir. Hendaklah orang fasik itu meninggalkan jalannya dan orang jahat itu kepikirannya, dan hendaklah ia bertobat kepada Tuhan, maka dikasihankan Tuhan akan dia kelak, dan kepada Allah kita, karena Iapun mengampuni dengan limpahnya. Karena kepikiran-Ku itu bukan kepikiranmu, dan jalanmu itu bukan jalan-Ku, demikianlah firman Tuhan. Melainkan seperti tinggi langit dari pada bumi, demikianpun tinggi jalan-Ku dari pada jalanmu dan kepikiran-Ku dari pada kepikiranmu.
”Karena demikianlah firman Yang Mahatinggi dan Yang Mahamulia, yang mengediami tempat yang kekal, dan sucilah nama-Nya: Sungguhpun Aku mengediami tempat yang tinggi dan suci, tetapi Aku diam juga serta dengan orang yang hancur dan rendah hatinya, supaya Aku menghidupkan hati orang yang rendah dan supaya Aku menghidupkan hati orang yang hancur.
”Bahwa Roh Tuhan Hua adalah padaku, sebab telah dilantik Tuhan akan daku, supaya aku membawa kabar selamat kepada orang yang teraniaya; disuruhnya aku mengobati orang yang pecah hatinya, dan berseru-seru kelepasan bagi orang yang tertawan dan kebukaan penjara bagi orang yang terbelenggu. Dan akan berseru-serukan tahun kesenangan Tuhan dan hari pembalasan Allah kita, dan akan menghiburkan segala orang yang berdukacita hatinya. Dan akan mengangkat segala orang Sion yang berdukacita, dan akan memberikan mereka itu perhiasan akan ganti abu dan minyak kesukaan akan ganti kedukaan dan pakaian indah-indah akan ganti hati yang picik; supaya mereka itu disebut pohon beraksa kebenaran, suatu tanaman Tuhan, sipaya Iapun dipermuliakan.
”Tetapi kami sekalian seperti seorang najis jua dan segala kebenaran kami seperti sehelai kain yang larah, sebab itu kami sekalianpun luruh seperti daun dan kami dibawa oleh kejahatan kami seperti diterbangkan oleh angin.
”Bukankah segala perkara itu perbuatang tangan-Ku juga adanya tatkala semesta alam Kujadikan? demikianlah firman Tuhan; tetapi Aku juga menilik kepada orang yang berdukacita hatinya dan yang termangu-mangu dan yang gentar akan firman-Ku.
”Sahaja hendaklah kamu ketahui akan salahmu, bahwa kamu sudah mendurhaka kepada Tuhan, Allahmu, dan sudah hanyut dengan orang helat ke sana ke mari di bawah segala pohon kayu yang hijau, dan tiada kamu dengar akan bunyi suara-Ku, demikianlah firman Tuhan.
”Bahwa kita terhantar dengan malu kita dan kitapun tertudung dengan kecelaan kita; sebab kita sudah berdosa kepada Tuhan, Allah kita, baik kita baik segala nenek moyang kita, dari pada kecil mula datang kepada hari ini, dan tiada kita mendengar akan bunyi suara Tuhan, Allah kita.
”Basuhkanlah hatimu dari pada kejahatan, hai Yeruzalem! supaya terpeliharalah engkau; berapa lamakah lagi kepikiran yang sia-sia kaubiarkan bermalam di dalam hatimu?
”Dengarlah olehmu, hai bumi! bahwa celaka yang Kudatangkan atas negeri ini, ia itu hasil segala kepikiran mereka itu sendiri; karena tiada diindahkannya segala firman-Ku dan dibuangnya akan hukum-Ku.
”Bahwa Aku sudah mengeling dan mendengar-dengar, maka sesungguhnya mereka itu mengatakan barang yang tiada betul, seorangppun tiada bersesal akan kejahatannya, serta katanya: Apakah yang sudah kubuat? Semuanya berlari ke sana ke mari pada jalannya, seperti kuda berlari kepada peperangan.
”Maka ia itu, demikianlah firman Tuhan, sebab sudah ditinggalkannya torat-Ku, yang sudah Kukaruniakan di hadapan mukanya dan tiada didengarnya akan bunyi suara-Ku dan tiada dipatutkannya kelakuannya dengan dia; melainkan mereka itu berjalan menurut kehendak hatinya yang jahat, dan sudah berbuat bakti kepada berhala, setuju dengan pengajaran bapa-bapanya kepadanya.
”Jikalau segala dosa kami naik saksi atas kami sekalipun, ya Tuhan, tolonglah juga oleh karena mama-Mu! bahkan, amat banyaklah segala sesatan kami, maka kepada-Mu juga kami sudah berdosa.
”Ya Tuhan! kami ketahui akan kejahatan kami, akan kesalahan segala nenek moyang kami, bahwa kami sudah berdosa kepada-Mu.
”Ya Tuhan, sembuhkan apalah aku, maka aku akan sembuh; peliharakan apalah aku, maka aku akan terpeliharalah, karena engkau juga kepujianku!
”Dan Aku akan mengaruniakan kepadanya hati akan mengenal Aku, bahwa Aku ini Tuhan, maka mereka itu bagi-Ku akan umat dan Akupun baginya akan Allah, karena mereka itu akan bertobat kepada-Ku dengan segenap hatinya.
”Bahwa karena sebab segala kemurahan Tuhan, maka tiada kita dibinasakan sama sekali, dan segala rahmat-Nyapun tiada berkeputusan adanya. Pada tiap-tiap pagi adalah ia itu baharu, dan besarlah setia-Mu!
”Lenyaplah sudah segala kesukaan hati kami, dan tepuk tari kami sudah berubah menjadi dukacita. Makota sudah gugur dari pada kepala kami! Wai bagi kami, maka kami sudah berbuat dosa begitu! Maka itulah sebabnya hati kami letih lesu, dan itulah sebabnya mata kamipun kaburlah!
”Bahwsanya segala jiwa orang Aku yang empunya dia, baik jiwa bapa baik jiwa anak, Aku yang empunya dia; maka jiwa yang berdosa itu juga akan mati!
”Orang yang berbuat dosa, ia itu juga akan mati; maka anak tiada akan menanggung kesalahan bapanya, dan bapapun tiada akan menanggung kesalahan anaknya; kebenaran orang yang benar akan tertanggung atasnya dan kejahatan orang fasikpun akan tertanggung atasnya.
”Tetapi jikalau orang fasik itu bertobat dari pada segala dosanya yang telah dibuatnya, lalu dipeliharakannya segala hukum-Ku dan dibuatnya mana yang benar dan betul, niscaya orang itu akan hidup juga, tiada ia akan mati dibunuh. Segala kesalahannya, yang dibuatnya dahulu itu, tiada lagi diihtisabkan kepadanya; maka oleh kebenaran yang telah dilakukannya itu iapun akan hidup juga. Masakan Aku suka akan mati orang fasik! demikianlah firman Tuhan Hua. Bukankah ini yang suka-Ku, apabila ia bertobat dari pada jalannya dan boleh ia hidup?
”Tetapi apabila orang yang benar itu balik dari pada kebenarannya, dan berbuat jahat dan menurut segala perkara keji, yang dibuat oleh orang fasik itu, patutkah ia hidup? Segala perkara benar yang telah diperbuatnya, itu tiada akan teringat lagi, karena sebab kejahatan yang telah dibuatnya dan karena sebab segala dosa yang telah dibuatnya, sebab itu juga ia akan mati.
”Mengapa maka katamu ini: Bahwa jalan Tuhan tiada betul adanya! Dengarlah olehmu, hai bangsa Israel! Bolehkah jalan-Ku tiada betul? bukankah istimewa pula segala jalan kamu tiada betul?
”Jikalau seorang yang benar baik dari pada kebenarannya dan berbuat jahat, lalu mati olehnya, bukankah ia mati karena sebab jahat yang telah dibuatnya?
”Dan jikalau seorang fasik bertobat dari pada kejahatannya, yang telah dibuatnya itu, lalu melakukan yang benar dan betul, serta memeliharakan hidup jiwanya; maka pada masa itu juga ia sudah ingat dan bertobat dari pada segala kejahatan yang sudah dibuatnya, niscaya hiduplah juga ia, tiada ia akan mati.
”Kendatilah, maka kata bangsa Israel juga: Bahwa jalan Tuhan tiada betul! Bolehkah jalan-Ku tiada betul, hai bangsa Israel! Bukankah istimewa pula segala jalan kamu tiada betul?
”Maka sebab itu, hai bangsa Israel! Aku akan menghukumkan kamu, masing-masing sekadar kelakuannya; demikianlah firman Tuhan Hua: Baliklah dan bertobatlah dari pada segala kesalahan kamu dan jangan lagi segala kejahatan itu menjadi suatu kesentuhan kepada kamu! Buanglah dari padamu akan segala kesalahanmu, yang telah kamu buat, dan adakanlah bagimu suatu hati yang baharu dan angan-angan yang baharu, karena mengapa gerangan kamu akan mati, hai bangsa Israel! Bahwa sesungguhnya tiada Aku suka akan kematian orang yang mati itu, demikianlah firman Tuhan Hua; sebab itu bertobatlah kamu dan hiduplah!
”Maka di sana kamu kelak ingat akan segala perbuatanmu, olehnya juga kamu sudah menajiskan dirimu, maka kamu kelak jemu akan dirimu dari karena segala kejahatan yang sudah kamu perbuat itu.
”Jikalau orang benar undur dari pada kebenarannya dan berbuat perkara yang jahat, lalu mati olehnya, dan jikalau orang fasik bertobat dari pada kejahatannya dan berbuat mana yang benar dan betul, lalu hidup olehnya,
”Dan Aku akan memercikkan air suci kepadamu, lalu kamu akan suci maka dari pada segala kecemaranmu dan dari pada segala berhala tahimu akan Kusucikan kamu, dan Aku akan mengaruniakan kepadamu hati yang baharu, dan roh yang baharupun akan Kukaruniakan di dalam batinmu, dan hati batu itu akan Kulalukan dari dalam tubuhmu, dan hati dagingpun akan Kukaruniakan kepadamu.
”Maka menengadahlah aku kepada Tuhan Allah, hendak mempersembahkan doa dan pemohon sambil berpuasa dan berpakaikan kain karung dan abu. Maka akupun meminta doalah kepada Tuhan Allahku serta aku mengaku salahku, kataku: Ya Tuhan! Engkau Allah yang mahabesar dan hebat, yang menyampaikan perjanjian dan kemurahan kepada mereka yang kasih akan Dikau, dan yang menurut segala hukum-Mu! Bahwa kami sudah berbuat dosa dan sudah bersalah dan sudah undur dengan khianat, tegal kami sudah menyimpang dari pada segala hukum-Mu dan pesan-Mu. Dan tiada kami mendengar akan hamba-hamba-Mu, segala nabi yang sudah berkata dengan nama-Mu kepada segala raja kami dan kepada segala penghulu kami dan kepada segala nenek moyang kami dan kepada segenap orang isi negeri.
”Ya Tuhan! dengan kami adalah bera muka dari malu, dengan segala raja kami, dan dengan segala penghulu kami, dan dengan segala bapa-bapa kami, karena kami sudah berdosa kepada-Mu.
”Dengan Tuhan, Allah kami, adalah segala rahmat dan ampun, jikalau kami sudah mendurhaka kepadanya sekalipun. Bahwa sudah kami enggan mendengar akan bunyi suara Tuhan, Allah kami, menyuruh menjalani hukum-Nya, yang telah diberi-Nya di hadapan kami dengan tangan hamba-hamba-Nya, yaitu segala nabi.
”Maka sementara lagi aku berkata-kata dan meminta doa dan mengaku dosaku dan dosa bangsaku Israel dan aku mempersembahkan segala pemohonku di hadapan hadirat Tuhan, Allahku, ke kiblat bukit kesucian Allahku!
”Maka banyaklah orang dari pada mereka yang tidur dalam lebu bumi itu akan bangun pula, setengah kepada hidup yang kekal, setengah kepada kehinaan dan kecelaan yang kekal.
”Bahwa Samaria sudah tenggelam dalam salah, karena ia sudah mendurhaka kepada Allahnya; mereka itu akan rebah mati dimakan pedang, segala kanak-kanak penyusu mereka itu akan dihancurkan dan segala perempuan yang mengandung itu akan dibelah perutnya.
”Tetapi sekarang juga firman Tuhan demikian: Tobatlah kamu kepada-Ku dengan segenap hatimu serta dengan puasa dan dengan tangis dan ratap. Koyakkanlah hatimu, jangan pakaianmu; tobatlah kepada Tuhan, Allahmu, karena Ialah amat mengasihani dan rahmani dan panjang sabar dan besarlah kemurahan-Nya dan bersesallah Ia akan jahat itu.
”Berkelompok-kelompok mereka itu terhantar di lembah gulung pengirikan, karena hampirlah hari Tuhan di lembah gulung pengirikan itu.
”Maka percayalah orang Ninewe itu akan Allah, lalu diserantakannya suatu hari puasa, dan mereka itu berpakaikan kain karung, dari pada besar dan kecil. Hata, setelah sampai firman itu kepada raja Ninewe, maka berbangkitlah ia dari atas singgasananya, ditanggalkannya pakaian kerajaannya dan dikenakannya kain karung pada tubuhnya, lalu duduklah baginda dalam abu. Maka disuruh baginda orang berseru-seru dan mengatakan di Ninewe dengan titah raja dan segala orang besar-besarnya, bunyinya: Baik manusia atau binatang baik lembu atau kambing, jangan diberi makan apa-apa, jangan dihantar ke tanah rumput atau diberi minum air! Melainkan hendaklah menusia dan binatangpun berpakaikan kain karung dan hendaklah orang berseru-seru kepada Tuhan dengan sekuat-kuatnya dan hendaklah masing-masing bertobat dari pada jalannya yang jahat dan dari pada aniaya yang pada tangannya! Entah siapa tahu, mudah-mudahan kembalilah Allah dan menyesallah Ia dan berpaling dirinya dari pada kehangatan murka-Nya sehingga tiada kita binasa. Hata, maka dilihat oleh Allah akan perbuatan mereka itu, bahwa mereka itu bertobat dari pada jalannya yang jahat, lalu bersesallah Allah akan jahat yang telah Ia berfirman hendak berbuat kepada mereka itu, maka tiada juga sampai dibuat-Nya itu.
”Adapun aku menanggung murka Tuhan, sebab aku sudah berbuat dosa, maka ia itu sampai dipadukan-Nya perkaraku dan dilakukan-Nya hakku; bahwa Ia akan mengeluarkan daku kepada terang, dan akupun akan melihat pembalasan-Nya.
”Siapakah Allah seperti Engkau, yang mengampuni kejahatan dan maafkan kesalahan sisa bahagian-Nya pusaka? Tiada dikekalkan-Nya murka-Nya sampai selama-lamanya, melainkan berkenanlah Ia akan berbuat baik. Bahwa Ia akan mengasihani kami pula, dan Iapun akan menutup segala kesalahan kami; dan segala dosa kami akan Kaucampak ke dalam tubir laut.
”Maka ia akan beranakkan seorang anak laki-laki, dan hendaklah engkau menamakan Dia Yesus, karena Ialah yang akan melepaskan kaumnya daripada segala dosanya."
”katanya, "Bertobatlah kamu, karena kerajaan surga sudah dekat."
”Tatkala itu keluarlah orang isi negeri Yeruzalem, dan seisi tanah Yudea dan segenap daerah jajahan Sungai Yarden, mendapatkan Yahya; lalu dibaptiskannya mereka itu di dalam Sungai Yarden, sambil masing-masing mengaku dosanya.
”Tetapi apabila dilihatnya banyak daripada orang Parisi dan Saduki pun datang minta dibaptiskan, berkatalah ia kepada mereka itu, "Hai bangsa ular, siapakah mengajar kamu melarikan dirimu daripada murka yang datang kelak? Keluarkanlah olehmu buah-buahan yang berpadan dengan tobat.
”Sekarang pun sudah sedia kapak di akar pohon kayu; maka tiap-tiap pohon kayu yang tiada berbuahkan buah yang baik, akan ditebang dan dibuang ke dalam api. Sungguhpun aku ini membaptiskan kamu dengan air, supaya kamu bertobat, tetapi Orang yang akan datang kemudian daripadaku, Ialah lebih berkuasa daripadaku; maka tiadalah berlayak aku menjadi pengangkat kasut-Nya: Ialah akan membaptiskan kamu dengan Rohulkudus dan api. Nyirunya ada di dalam tangan-Nya; maka Ia akan membersihkan segenap tempat pengiriknya, lalu Ia mengumpulkan gandumnya masuk ke dalam lumbung, tetapi sekamnya akan habis dibakar-Nya dengan api yang tiada dapat dipadamkan."
”Kemudian daripada itu datanglah Yesus dari Galilea ke Yarden supaya dibaptiskan oleh Yahya. Tetapi Yahya menolak kehendak-Nya sambil berkata, "Patutlah hamba ini dibaptiskan oleh Tuhanku, masakan Tuhanku datang kepada hamba!" Tetapi Yesus menyahut serta berkata kepadanya, "Biarkanlah, karena demikianlah patut bagi kita menggenapi segala syarat agama." Lalu diturutnya.
”maka kaum yang diam di dalam gelap telah melihat terang-menerang, dan bagi orang sekalian yang diam di tanah bayang-bayang maut, terbitlah terang. Semenjak itu mulailah Yesus mengajar, serta berkata, "Bertobatlah kamu, karena kerajaan surga sudah dekat."
”"Berbahagialah segala orang yang rendah hatinya, karena mereka itu yang empunya kerajaan surga. Berbahagialah segala orang yang berdukacita, karena mereka itu akan dihiburkan. Berbahagialah segala orang yang lembut hatinya, karena mereka itu akan mewarisi bumi. Berbahagialah segala orang yang lapar dan dahaga akan kebenaran, karena mereka itu akan dijamu sehingga kenyang. Berbahagialah segala orang yang menaruh kasihan, karena mereka itu akan beroleh rahmat. Berbahagialah segala orang yang suci hatinya, karena mereka itu akan memandang Allah. Berbahagialah segala orang yang mendamaikan orang, karena mereka itu akan disebut anak-anak Allah. Berbahagialah segala orang yang teraniaya oleh sebab kebenaran, karena mereka itu yang empunya kerajaan surga.
”Karena sesungguhnya Aku berkata kepadamu, sehingga langit dan bumi lenyap, satu noktah atau satu titik pun sekali-kali tiada akan lenyap daripada hukum Taurat itu sampai semuanya telah jadi. Sebab barangsiapa yang merombak satu hukum yang terkecil di antara segala hukum ini, dan mengajar demikian kepada orang, ialah yang akan disebut terkecil di dalam kerajaan surga; tetapi barangsiapa yang menurut hukum dan mengajarkan dia, ialah yang akan disebut besar di dalam kerajaan surga. Karena Aku berkata kepadamu: Jikalau tiada kebenaranmu terlebih daripada kebenaran segala ahli Taurat dan orang Parisi, sekali-kali tiada dapat kamu masuk ke dalam kerajaan surga.
”Jikalau mata kananmu mendatangkan kesalahan padamu, koreklah dia, buangkan daripadamu; karena lebih baik engkau hilang sesuatu anggotamu, daripada segenap tubuhmu dibuangkan ke dalam neraka. Dan jikalau tangan kananmu mendatangkan kesalahan padamu, keratlah dia, buangkan daripadamu; karena lebih baik hilang sesuatu anggotamu, daripada segenap tubuhmu dibuangkan ke dalam neraka.
”Sebab itu hendaklah kamu ini sempurna, sama seperti Bapamu yang di surga sempurna adanya."
”Sebab itu, hendaklah kamu berdoa demikian: Ya Bapa kami yang di surga, dipermuliakanlah kiranya nama-Mu. Datanglah kerajaan-Mu. Jadilah kehendak-Mu, seperti di surga, demikian juga di atas bumi. Berilah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya. Dan ampunilah kiranya kepada kami segala kesalahan kami, seperti kami ini sudah mengampuni orang yang berkesalahan kepada kami. Dan janganlah membawa kami kepada pencobaan, melainkan lepaskanlah kami daripada yang jahat. Karena Engkaulah yang empunya kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya.
”Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, tak dapat tiada Bapamu yang di surga akan mengampuni kesalahan kamu pun. Tetapi jikalau tiada kamu mengampuni kesalahan orang, niscaya Bapamu pun tiada akan mengampuni kesalahan kamu.
”Adapun mata itu, ialah pelita tubuh; sebab itu, jikalau matamu baik, tak dapat tiada seluruh tubuhmu pun bercahaya adanya. Tetapi jikalau matamu jahat, niscaya seluruh tubuhmu pun gelap adanya. Sebab itu, jikalau terang yang di dalam dirimu menjadi gelap alangkah besarnya gelap itu!
”Tiada dapat seorang jua pun bertuankan dua orang; karena tak dapat tiada seorang dibencinya dan seorang dikasihinya kelak, atau ia berpegang pada seorang dan meringankan yang lain. Tiadalah dapat kamu bertuhankan Allah bersama-sama dengan Mammon."
”Tetapi carilah dahulu kerajaan Allah serta kebenaran-Nya, maka sekaliannya itu juga akan ditambahkan kepadamu.
”"Masuklah kamu daripada pintu yang sempit; karena luaslah pintu dan lebarlah jalan yang membawa kepada kebinasaan, dan banyaklah orang yang masuk daripadanya. Karena sempitlah pintu dan sesaklah jalan yang membawa kepada hidup, dan hanya sedikit orang yang mendapat dia.
”Demikian juga tiap-tiap pohon kayu yang baik, berbuahkan buah yang baik; tetapi pohon kayu yang jahat, berbuahkan buah yang jahat. Tiada dapat pohon kayu yang baik berbuahkan buah yang jahat, atau pohon yang jahat itu berbuahkan buah yang baik. Tiap-tiap pohon kayu yang tiada memberi buah yang baik, akan ditebang dan dibuangkan ke dalam api. Sebab itu daripada buah-buahannya kamu akan mengenali dia.
”Bukannya tiap-tiap orang yang menyeru Aku, Tuhan, Tuhan, akan masuk ke dalam kerajaan surga; hanyalah orang yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di surga. Pada hari itu kelak banyaklah orang yang akan berkata kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah dengan nama Tuhan kami mengajar, dan dengan nama Tuhan kami membuangkan setan, dan dengan nama Tuhan kami mengadakan banyak mujizat? Pada ketika itu Aku akan berkata kepada mereka itu dengan nyata: Bahwa tiada pernah Aku mengenal kamu; undurlah daripada-Ku, hai kamu yang mengerjakan jahat.
”Maka kamu akan dibenci oleh sekalian orang sebab nama-Ku, tetapi orang yang bertekun sampai ke akhir, ialah akan diselamatkan.
”Janganlah kamu takut akan orang yang membunuh tubuh, dan yang tiada berkuasa mematikan jiwa; tetapi yang terutama sekali hendaklah kamu takuti Dia, yang berkuasa membinasakan baik tubuh atau jiwa di dalam neraka.
”Sebab itu, tiap-tiap orang yang mengaku Aku di hadapan manusia, maka Aku ini juga akan mengaku dia di hadirat Bapa-Ku yang di surga. Tetapi barangsiapa yang menyangkal Aku di hadapan manusia, maka Aku ini juga akan menyangkal dia di hadirat Bapa-Ku yang di surga.
”Siapa yang mengasihi bapanya atau ibunya lebih daripada-Ku, tiada ia berlayak kepada-Ku dan siapa yang mengasihi anaknya laki-laki atau anaknya yang perempuan lebih daripada-Ku, tiada ia berlayak kepada-Ku. Dan barangsiapa yang tiada menanggung salibnya serta mengikut Aku, tiada ia berlayak kepada-Ku. Siapa yang memeliharakan nyawanya, ia akan kehilangan nyawa; dan siapa yang kehilangan nyawanya oleh sebab Aku, ialah akan mendapat nyawa.
”Kemudian daripada itu mulailah Yesus mencelakan negeri-negeri, yaitu tempat yang terlebih banyak mujizat diadakan-Nya, oleh sebab segala negeri itu tiada bertobat, kata-Nya,
”Karena dari dalam hati itu pun keluar pikiran yang jahat, bunuhan, zinah, persundalan, pencurian, saksi dusta, hujat;
”Apakah untungnya kepada seorang, jikalau ia beroleh segenap dunia ini, tetapi jiwanya binasa? Atau apakah yang patut diberi orang akan menebus jiwanya?
”serta berkata, "Sesungguhnya Aku berkata kepadamu, jikalau tiada kamu berbalik menjadi seperti kanak-kanak, sekali-kali tiada kamu masuk ke dalam kerajaan surga.
”Tetapi barangsiapa yang mendatangkan kesalahan kepada barang seorang daripada kanak-kanak yang percaya akan Daku ini, maka lebih baik padanya, jikalau sebuah batu kisaran digantungkan pada lehernya, lalu ia ditenggelamkan di tengah-tengah laut.
”Sebab itu, jikalau tanganmu atau kakimu mendatangkan kesalahan padamu, keratlah dia, buangkan daripadamu, karena lebih baik engkau masuk ke dalam hidup dengan kudung atau timpang daripada engkau dibuangkan ke dalam api yang kekal dengan bertangan dua atau berkaki dua. Dan jikalau matamu mendatangkan kesalahan padamu, koreklah dia dan buangkan daripadamu, karena lebih baik engkau masuk ke dalam hidup dengan sebelah mata sahaja daripada engkau dibuangkan ke dalam api neraka dengan kedua belah matamu.
”Setelah itu Petrus pun menghampiri Yesus serta berkata, "Ya Tuhan, berapa kalikah saudara hamba yang bersalah kepada hamba, patut hamba mengampuni dia? Sehingga sampai tujuh kalikah?" Maka kata Yesus kepadanya, "Bukannya Aku berkata kepadamu: Sehingga sampai tujuh kali, melainkan sehingga sampai tujuh puluh kali tujuh.
”Demikian juga Bapa-Ku yang di surga akan memperbuat padamu, jikalau tiada kamu mengampuni kesalahan saudara masing-masing, dengan sungguh-sungguh hatimu."
”Dan barangsiapa yang sudah meninggalkan rumah, atau saudaranya laki-laki, atau saudaranya yang perempuan, atau bapanya atau ibunya atau anak-anaknya, atau tanahnya, sebab karena nama-Ku, ia itu akan beroleh seratus kali ganda, serta mewarisi hidup yang kekal.
”Seperti Anak manusia pun bukannya datang supaya dilayani, melainkan supaya melayani dan memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi orang banyak."
”Karena Yahya sudah datang kepadamu akan menunjukkan jalan kebenaran, maka tiada kamu percaya akan dia; tetapi orang pemungut cukai dan perempuan sundal itu sudah percaya akan dia. Sungguhpun kamu ini sudah melihat hal itu, tetapi akhirnya pun tiada juga kamu bertobat, sehingga sampai kamu percaya akan dia."
”Maka masuklah raja itu hendak melihati orang yang dijamu itu, lalu dilihatnya di situ seorang yang tiada memakai pakaian perjamuan kawin. Maka bertitahlah ia kepadanya: Hai tolan, bagaimanakah engkau masuk ke mari dengan tiada memakai pakaian perjamuan kawin? Maka kebenganglah orang itu. Maka titah baginda itu kepada hambanya: Ikatlah kaki tangannya, buangkan ke dalam gelap yang di luar; di sanalah kelak tangisan dan kertak gigi. Karena banyaklah orang yang dijemput, tetapi sedikit yang terpilih."
”Maka kata Yesus kepadanya, "Hendaklah engkau mengasihi Allah Tuhanmu dengan sebulat-bulat hatimu, dan dengan segenap jiwamu, dan dengan sepenuh akal budimu. Inilah hukum yang besar dan yang terutama. Dan hukum yang kedua bersama dengan itu, demikian: Hendaklah engkau mengasihi sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Pada kedua hukum ini bergantung segenap kitab Taurat dan kitab segala nabi."
”Tetapi barangsiapa yang bertekun sampai ke akhir, ialah akan diselamatkan.
”"Pada ketika itu kerajaan surga kelak seumpama sepuluh anak dara, yang membawa pelitanya, lalu keluar hendak mengelu-elukan pengantin laki-laki. Maka dari antara mereka itu ada lima orang yang bodoh, dan lima orang yang berakal. Karena yang bodoh itu tiada membawa minyak, hanyalah pelitanya. Tetapi yang berakal itu membawa minyak di dalam bekasnya beserta dengan pelitanya. Maka pada ketika pengantin itu terlambat datang, mengantuklah mereka itu sekalian, lalu tertidur. Sekonyong-konyong pada tengah malam kedengaranlah seruan: Tengok, pengantin itu datang! Keluarlah kamu mengelu-elukan dia. Lalu bangunlah sekalian anak dara itu serta menyediakan pelita masing-masing. Maka kata yang bodoh itu kepada yang berakal: Berilah kami minyakmu, karena pelita kami hendak padam. Tetapi sahut yang berakal itu, katanya: Barangkali tiada cukup untuk kami dengan kamu; baiklah kamu pergi kepada orang berjual, belilah untuk dirimu sendiri. Sepeninggal mereka itu pergi membeli minyak, maka tibalah pengantin itu, dan anak dara yang bersedia itu pun masuklah mengiringkan pengantin itu kepada perjamuan kawin; maka pintu pun terkuncilah. Kemudian daripada itu datang pula anak dara yang lain itu sambil berkata: Ya Tuan, ya Tuan, bukakanlah kiranya kami pintu. Tetapi ia menjawab serta berkata: Sesungguhnya aku berkata kepadamu: Tiada aku kenal kamu.
”"Apabila Anak manusia datang kelak dengan kemuliaan-Nya, dan segala malaekat-Nya pun serta-Nya, lalu Ia akan duduk di atas takhta kemuliaan-Nya; maka sekalian bangsa manusia pun akan dihimpunkan di hadapan-Nya, dan Ia akan mengasingkan mereka itu seorang daripada seorang, sama seperti gembala mengasingkan domba daripada kambing. Lalu dihimpunkan-Nya domba itu di sebelah kanan-Nya, tetapi kambing itu di sebelah kiri-Nya. Kemudian Raja itu pun kelak bertitahlah kepada mereka itu yang di sebelah kanan-Nya: Marilah, hai kamu yang diberkati oleh Bapa-Ku, memiliki warisan, yaitu kerajaan yang disediakan bagimu daripada awal kejadian alam. Karena pada masa Aku lapar, kamu memberi Aku makan; Aku dahaga, kamu memberi Aku minum; Aku seorang keluaran, kamu menyambut Aku; Aku bertelanjang, kamu memakaikan Aku dengan pakaian; Aku sakit, kamu melawati Aku; Aku di dalam penjara, kamu datang berjumpa Aku. Lalu menyahutlah kelak segala orang yang benar, serta berkata kepada-Nya: Ya Tuhan, masa manakah kami nampak Tuhan lapar, lalu kami memberi makan? atau dahaga, lalu kami memberi minum? Atau masa manakah kami nampak Tuhan seorang keluaran, lalu kami menyambut Tuhan? atau bertelanjang, lalu kami memakaikan dengan pakaian? Atau masa manakah kami nampak Tuhan sakit, atau di dalam penjara, lalu kami melawati Tuhan? Maka Raja itu akan menjawab, serta bersabda kepada mereka itu: Sesungguhnya Aku berkata kepadamu, bahwa barang sebagaimana yang kamu sudah berbuat kepada seorang-orang saudara-Ku yang terlebih hina ini, itulah perbuatan kamu kepada-Ku. Kemudian Raja itu pun akan bertitah kepada mereka itu yang di sebelah kiri-Nya: Undurlah dari hadapan-Ku, hai laknat, masuklah ke dalam api neraka yang kekal, yang disediakan bagi Iblis dan segala pesuruhnya. Karena pada masa Aku lapar, tiada kamu memberi Aku makan; Aku dahaga, tiada kamu memberi Aku minum; Aku seorang keluaran, tiada kamu menyambut Aku; Aku bertelanjang, tiada kamu memakaikan Aku dengan pakaian; Aku sakit dan di dalam penjara, tiada kamu melawati Aku; lalu mereka itu pun akan menyahut, katanya: Ya Tuhan, masa manakah kami nampak Tuhan lapar dan dahaga, atau seorang keluaran, atau bertelanjang, atau sakit, atau di dalam penjara, dan tiada kami melayani Tuhan? Kemudian Raja itu akan menjawab, serta bersabda kepada mereka itu: Sesungguhnya Aku berkata kepadamu, bahwa barang sebagaimana yang tiada kamu perbuat kepada seorang daripada orang yang terlebih hina ini, maka tiada juga perbuatan kamu kepada-Ku. Maka mereka itu akan pergi masuk ke dalam sengsara yang kekal; tetapi orang yang benar itu ke dalam hidup yang kekal."
”Karena inilah darah-Ku, yaitu darah perjanjian (baharu), yang ditumpahkan karena orang banyak, jalan keampunan dosa.
”Berjagalah dan berdoalah, supaya jangan kamu kena pencobaan; sungguhpun hati berkehendak, tetapi tubuh lemah."
”Maka berserulah pula Yesus dengan suara besar, lalu menyerahkan roh-Nya. Maka sekonyong-konyong tirai di dalam Bait Allah cariklah terbelah dua, dari atas sampai ke bawah; dan bumi pun gempa; dan batu-batu gunung terbelah-belah.
”Sebab itu pergilah kamu, jadikanlah sekalian bangsa itu murid-Ku, serta membaptiskan dia dengan nama Bapa, dan Anak dan Rohulkudus;
”Maka datanglah Yahya membaptiskan orang di padang belantara, serta mengabarkan baptisan tobat, jalan keampunan dosa. Tatkala itu keluar seisi tanah Yahudi serta segala orang isi negeri Yeruzalem mendapatkan Yahya, lalu mereka itu dibaptiskannya di dalam Sungai Yarden, sambil mereka itu mengaku dosanya.
”serta berkata, "Waktunya sudah sampai, kerajaan Allah sudah dekat. Bertobatlah kamu dan percayalah akan Injil itu."
”Maka tempat mana yang tiada menerima kamu, atau tiada hendak mendengar akan kamu, apabila kamu keluar dari situ pula, kebaskanlah debu yang di tapak kakimu, akan menjadi suatu kesaksian pada mereka itu." Maka keluarlah mereka itu serta mengajar orang, bahwa patut orang bertobat.
”Maka kata-Nya lagi, "Barang yang keluar dari dalam orang, itulah menajiskan dia. Karena dari dalam, yaitu dari dalam hati orang, keluar pikiran yang jahat, zinah, curi, bunuhan, permukahan, kekikiran, kejahatan, tipu, hawa nafsu jahat, mata jahat, hujat, congkak, kebodohan. Segala perkara yang jahat ini keluar dari dalam hati, dan menajiskan orang."
”Maka dipanggil-Nya segala orang banyak itu serta dengan murid-murid-Nya, lalu berkata kepada mereka itu, "Barangsiapa yang hendak menurut Aku, haruslah ia menyangkali dirinya serta mengangkat salibnya lalu mengikut Aku, karena barangsiapa, yang hendak memeliharakan nyawanya, ia akan kehilangan nyawa; tetapi barangsiapa yang kehilangan nyawanya oleh karena Aku dan karena Injil, ialah akan memeliharakan nyawa. Karena apakah untungnya kepada seorang, jikalau ia beroleh segenap dunia itu, tetapi jiwanya binasa? Atau apakah yang patut diberi orang akan menebus jiwanya?
”Sebab itu barangsiapa yang malu mengaku Aku dan perkataan-Ku di antara bangsa yang berzinah dan berdosa ini, maka Anak manusia itu pun kelak malulah mengaku dia, apabila Ia datang dengan kemuliaan Bapa-Nya beserta dengan segala malaekat-Nya yang kudus."
”Dan jikalau tanganmu mendatangkan kesalahan padamu, keratlah dia; sebab lebih baik engkau masuk dengan tangan sebelah sahaja ke dalam hidup kekal, daripada engkau masuk dengan berdua belah tangan ke dalam jahanam, yaitu ke dalam api yang tiada terpadamkan, di tempat ulatnya pun tiada mati, dan apinya juga tiada terpadam.
”Dan jikalau kakimu mendatangkan kesalahan padamu, keratlah dia; karena lebih baik engkau masuk dengan kaki sebelah sahaja ke dalam hidup kekal, daripada engkau dibuangkan dengan berdua belah kaki ke dalam jahanam.
”Dan lagi, jikalau matamu mendatangkan kesalahan padamu, buanglah dia, sebab lebih baik engkau masuk dengan mata sebelah sahaja ke dalam kerajaan Allah, daripada engkau dibuangkan dengan kedua belah matamu ke dalam jahanam, di tempat ulatnya pun tiada mati, dan apinya juga tiada terpadam.
”Sesungguhnya Aku berkata kepadamu: Barangsiapa yang tiada menerima kerajaan Allah itu seperti seorang kanak-kanak, tiadalah ia akan masuk ke dalamnya."
”Karena Anak manusia pun bukannya datang supaya dilayani, melainkan supaya melayani dan memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi orang banyak."
”Apabila kamu berdiri berdoa, ampunilah jikalau kamu menaruh barang pengaduan atas seorang jua pun, supaya Bapamu yang di surga juga boleh mengampuni kelak segala kesalahanmu.
”Tetapi jikalau tiada kamu ampuni, maka Bapamu juga yang di surga tiada akan mengampuni segala kesalahanmu."
”Maka kamu akan dibenci oleh sekalian orang, karena sebab nama-Ku; tetapi barangsiapa yang bertekun sampai ke akhir, ialah akan diselamatkan.
”Maka kata-Nya kepada mereka itu, "Inilah darah-Ku, yaitu darah perjanjian-Ku yang ditumpahkan karena orang banyak.
”Maka kata-Nya, "Abba, ya Bapa, segala sesuatu ada di dalam kuasa-Mu, biarlah kiranya cawan ini lepas daripada-Ku, tetapi di dalam itu pun bukannya kehendak-Ku, melainkan kehendak-Mu sahaja jadi."
”Berjagalah dan berdoalah, supaya jangan kamu kena pencobaan; sungguhpun hati berkehendak, tetapi tubuh lemah."
”Barangsiapa yang percaya dan yang dibaptiskan, ialah akan diselamatkan, tetapi barangsiapa yang tiada percaya itu, ialah akan dihukumkan.
”Maka rahmat-Nya tetap turun-temurun atas segala orang yang takut akan Dia.
”dengan kesucian dan keadilan di hadapan-Nya seumur hidup kita.
”akan memberi pengetahuan akan hal selamat kepada kaum-Nya di dalam keampunan dosanya,
”lalu datanglah ia ke seluruh jajahan keliling Sungai Yarden mengabarkan baptisan tobat, jalan keampunan dosa,
”Maka kata Yahya kepada orang banyak yang datang dengan maksud dibaptiskannya itu, "Hai benih ular, siapakah menunjukkan kepadamu jalan melarikan dirimu daripada kemurkaan yang akan datang kelak? Keluarkanlah olehmu buah-buahan yang berpadan dengan tobat, dan janganlah kamu mulai berkata di dalam hatimu sendiri: Bahwa Ibrahimlah bapa kita. Karena aku berkata kepadamu, bahwa Allah berkuasa menjadikan anak-anak Ibrahim daripada batu-batu ini. Sekarangpun sudah sedia kapak di akar pohon kayu; maka tiap-tiap pohon kayu yang tiada berbuah yang baik, ia itu akan ditebang dan dibuang ke dalam api."
”Maka datanglah juga orang pemungut cukai minta dibaptiskan serta berkata kepadanya, "Ya Guru, apakah yang wajib kami perbuat?"
”Maka berlakulah, tatkala segenap kaum itu dibaptiskan dan Yesus juga dibaptiskan sambil Ia berdoa, bahwa langit pun terbukalah;
”Roh Tuhan ada di atas-Ku, sebab Ia sudah mengurapi Aku, akan memberitakan kabar kesukaan kepada orang miskin, dan menyuruhkan Aku mengabarkan kebebasan bagi orang yang tertawan, dan menyembuhkan penglihatan orang buta, melepaskan orang yang tertindih,
”Apabila Petrus melihat hal itu, sujudlah ia pada lutut Yesus, katanya, "Ya Tuhan, tinggalkanlah kiranya hamba, karena hamba ini orang yang penuh dosa."
”Hendaklah kamu berpengasihan sama seperti Bapamu juga berpengasihan. Dan janganlah kamu menuduh orang, niscaya kamu pun tiada akan dituduh; dan jangan menyalahkan orang, niscaya kamu pun tiada akan disalahkan; lepaskanlah, niscaya kamu pun akan dilepaskan.
”Tetapi orang Parisi dan fakih menolakkan kehendak Allah atas dirinya sendiri, di dalam hal mereka itu tiada dibaptiskan oleh Yahya.
”Tiada engkau mengurapi kepala-Ku; tetapi perempuan ini mengurapi kaki-Ku dengan minyak wangi. Oleh sebab itu Aku berkata kepadamu, bahwa dosanya yang banyak itu diampunilah, karena kasihnya amat sangat; tetapi kepada orang yang diampuni sedikit, kasihnya juga sedikit." Lalu kata-Nya kepada perempuan itu, "Segala dosamu sudah diampuni."
”Maka kata-Nya kepada sekalian orang, "Jikalau barangsiapa hendak mengikut Aku, haruslah ia menyangkali dirinya serta menanggung salibnya tiap-tiap hari, lalu mengikut Aku. Karena barangsiapa yang hendak memeliharakan nyawanya, ia akan kehilangan nyawa; tetapi barangsiapa yang kehilangan nyawanya oleh karena Aku, ialah akan memeliharakan nyawa. Apakah untungnya kepada seorang, jikalau ia beroleh segenap dunia ini, tetapi dirinya sendiri hilang atau binasa?
”Karena barangsiapa yang malu mengaku Aku dan perkataan-Ku, maka Anak manusia itu pun malu mengaku dia, apabila Ia datang kelak dengan kemuliaan-Nya sendiri dan dengan kemuliaan Bapa-Nya dengan kemuliaan segala malaekat-Nya yang kudus.
”Maka kata Yesus kepadanya, "Tiadalah seorang pun yang berpegang kepada tenggala serta menoleh ke belakang, berlayak bagi kerajaan Allah."
”Maka kata-Nya kepada mereka itu, "Apabila kamu berdoa, katakanlah: Ya Bapa, dipermuliakanlah kiranya nama-Mu; datanglah kerajaan-Mu; berilah kami tiap-tiap hari makanan kami yang secukupnya pada sehari; dan ampunilah kiranya segala dosa kami, karena kami pun mengampuni tiap-tiap orang yang berkesalahan kepada kami; dan janganlah membawa kami kepada pencobaan."
”Maka Aku berkata kepadamu: Tiap-tiap orang yang mengaku Aku di hadapan manusia, maka Anak manusia juga mengaku dia di hadapan malaekat Allah. Tetapi barangsiapa yang menyangkali Aku di hadapan manusia, maka ia pun akan disangkali di hadapan malaekat Allah.
”Maka jawab-Nya serta berkata kepada mereka itu, "Adakah kamu sangka, bahwa orang Galilea ini lebih besar dosanya daripada dosa sekalian orang Galilea yang lain itu, sebab merasai sengsara yang demikian itu? Aku berkata kepadamu: Bukannya begitu; tetapi jikalau tiada kamu bertobat, niscaya kamu sekalian pun akan binasa begitu juga. Atau pada sangkamu kedelapan belas orang yang mati ditimpa oleh menara di Siloam itu, lebih bersalahkah daripada sekalian orang yang diam di Yeruzalem? Aku berkata kepadamu: Bukannya begitu; tetapi jikalau tiada kamu bertobat, niscaya kamu sekalian pun akan binasa sedemikian itu juga."
”Maka Aku berkata kepadamu: Demikian juga kesukaan di surga kelak sebab satu orang berdosa yang bertobat, lebih daripada sembilan puluh sembilan orang benar yang tak usah bertobat."
”Maka Aku berkata kepadamu: Demikian juga jadi kesukaan di hadapan malaekat Allah sebab satu orang berdosa yang bertobat."
”Maka kata Yesus, "Adalah seorang yang mempunyai dua anak laki-laki. Maka kata yang bungsu itu kepada bapanya: Ya Bapa, berilah aku bahagian harta yang jatuh kepadaku. Maka dibahagikannya harta kepada kedua-duanya. Tiada berapa lama kemudian daripada itu, maka anak yang bungsu itu pun mengemaskan sekaliannya, lalu pergi ke negeri yang jauh; maka di sanalah diboroskannya hartanya itu dengan kelakuan yang jahat. Setelah dihabiskannya kesemuanya, jadilah suatu bala kelaparan yang dahsyat di dalam negeri itu; maka ia pun mulai merasa kekurangan. Lalu pergilah ia memperhambakan dirinya kepada seorang daripada anak negeri itu; maka orang itu pun menyuruhkan dia ke ladangnya menjaga babinya. Maka inginlah ia akan mengisi perutnya dengan hampas kulit, makanan babi, tetapi tiada seorang pun memberikan kepadanya. Lalu sadarlah ia akan dirinya serta berkata: Berapa banyak orang gaji bapaku yang beroleh makanan dengan berlimpah-limpah, tetapi aku di sini binasa dengan kelaparan! Aku hendak bangkit pergi kepada bapaku dan berkata kepadanya: Ya Bapa, sahaya berbuat dosa terhadap surga dan Bapa; tiadalah lagi sahaya berlayak disebut anak Bapa; jadikanlah sahaya seperti seorang dari antara orang gaji Bapa. Maka bangkitlah ia, lalu pergi kepada bapanya. Tetapi sedang ia lagi jauh, bapanya sudah nampak dia, lalu jatuhlah kasihannya, serta berlarilah bapanya memeluk lehernya sambil mencium dia. Maka kata anaknya kepadanya: Ya Bapa, sahaya sudah berbuat dosa kepada surga dan Bapa, tiadalah lagi sahaya berlayak disebut anak Bapa. Tetapi berkatalah bapa itu kepada hambanya: Bawalah dengan segeranya jubah yang elok sekali, pakaikan kepadanya, dan kenakanlah sebentuk cincin ke jarinya, dan kasut di kakinya. Dan bawalah anak lembu yang tambun, sembelihkan, biar kita makan dan bersukaria, karena anakku ini sudah mati, dan hidup balik; ia sudah hilang, dan dapat balik. Maka mulailah mereka itu bersukaria. Maka anaknya yang sulung itu ada di ladang; sedang ia pulang serta dekat dengan rumah itu, didengarnya bunyi-bunyian dan tari-tarian. Lalu dipanggilnya seorang daripada hamba-hamba itu serta bertanya, apa barang yang berlaku itu. Maka kata hamba itu kepadanya: Adik Tuan sudah kembali, dan bapa Tuan sudah menyembelihkan anak lembu yang tambun itu, sebab ia dapat balik dia dengan selamatnya. Maka marahlah ia, tiada mau masuk rumah; lalu bapanya keluar membujuk dia masuk. Tetapi ia menyahut serta berkata kepada bapanya: Tengoklah, berapa tahun lamanya sahaya memperhambakan diri sahaya kepada Bapa, dan belum pernah Bapa memberi sahaya seekor anak kambing, supaya sahaya dapat bersukaria dengan handai-tolan sahaya. Tetapi tatkala anak Bapa ini balik yang sudah menelan harta bapa itu dengan perempuan sundal, maka bapa sembelihkan dia anak lembu yang tambun itu. Maka kata bapanya kepadanya: Hai anakku, engkau ini senantiasa bersama-sama dengan aku, dan segala sesuatu hak aku itulah hak engkau. Patutlah bersukaria dan bersukacita, karena adikmu ini sudah mati, dan hidup balik; ia sudah hilang, dan dapat balik."
”Maka katanya: Bukannya demikian, ya Bapaku Ibrahim, melainkan jikalau kiranya seorang daripada orang mati pergi kepada mereka itu, niscaya mereka itu akan bertobat. Tetapi kata Ibrahim: Jikalau mereka itu tiada mau mendengar akan Musa dan nabi-nabi itu, tiada juga mereka itu akan yakin, jikalau seorang bangkit dari antara orang mati sekalipun."
”Jagalah dirimu! Jikalau saudaramu bersalah, tegurkanlah dia; jikalau ia menyesal, ampunilah dia. Jikalau ia bersalah kepadamu tujuh kali sehari, dan tujuh kali pula balik kepadamu dengan katanya: Aku menyesal, hendaklah engkau mengampuni dia!"
”Akan tetapi orang pemungut cukai itu berdiri dari jauh, tiada berani ia menengadah ke langit, melainkan menepuk dadanya sahaja, serta berkata: Ya Allah, kasihankanlah hamba, orang berdosa ini!
”Karena Anak manusia datang hendak mencari dan menyelamatkan yang sesat."
”Maka Yesus pun mengambil roti, lalu diucapkan-Nya syukur, dipecah-pecahkan-Nya, serta diberikan-Nya kepada mereka itu, kata-Nya, "Inilah tubuh-Ku yang diserahkan karena kamu; perbuatlah demikian menjadi suatu peringatan akan Daku." Demikian juga cawan minuman itu, sesudahnya makan, kata-Nya, "Cawan minuman ini adalah perjanjian baharu di dalam darah-Ku, yang ditumpahkan karena kamu.
”Setelah sampai ke tempat itu, berkatalah Ia kepada mereka itu, "Berdoalah kamu, supaya jangan kamu kena pencobaan!"
”kata-Nya, "Ya Bapa, jikalau berkenan kepada-Mu, jauhkanlah kiranya cawan minuman ini daripada-Ku, tetapi di dalam itu pun bukannya kehendak-Ku, melainkan kehendak-Mu sahaja jadi."
”Maka seorang daripada orang jahat yang digantung itu pun menghujat Dia, "Bukankah Engkau ini Kristus? Selamatkanlah diri-Mu sendiri serta kami." Tetapi yang lain itu menjawab serta menghardik dia, katanya, "Tiadakah engkau ini takut akan Allah, sedang engkau kena hukum serupa itu juga? Kita memang dengan sepatutnya, karena kita menerima balasan yang berpadan dengan perbuatan kita; tetapi orang ini suatu pun tiada perbuatan-Nya yang salah." Lalu katanya, "Ya Yesus, ingatlah kiranya akan hamba pada ketika Tuhan tiba kelak di dalam kerajaan-Mu." Maka kata Yesus kepadanya, "Dengan sesungguhnya Aku berkata kepadamu: Hari ini juga engkau bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus."
”sambil bersabda kepada mereka itu, "Adalah tersurat bahwa Kristus wajib merasai sengsara, kemudian bangkit pula dari antara orang mati pada hari yang ketiga; dan akan dikabarkan jalan bertobat dan keampunan dosa kepada sekalian bangsa dengan nama-Nya, -- mulai dari Yeruzalem.
”Tetapi seberapa banyak orang yang menerima Dia, kepada mereka itulah diberi-Nya hak akan menjadi anak-anak Allah, yaitu kepada segala orang yang percaya akan nama-Nya; yang kejadian-Nya bukan daripada darah, dan bukan daripada tabiat tubuh, dan bukan daripada kehendak seorang laki-laki, melainkan daripada Allah.
”Pada keesokan harinya ia nampak Yesus datang kepadanya, lalu katanya, "Lihatlah Anak domba Allah, yang mengangkut dosa isi dunia.
”Maka Yesus pun menjawab serta berkata kepadanya, "Sesungguh-sungguhnya Aku berkata kepadamu, jikalau seorang tiada diperanakkan pula, tiada dapat ia melihat kerajaan Allah."
”Maka jawab Yesus, "Sesungguh-sungguhnya Aku berkata kepadamu: Jikalau barang seorang tiada diperanakkan daripada air dan Roh, tiada boleh ia masuk ke dalam kerajaan Allah. Barang yang diperanakkan daripada tabiat tubuh, tubuh juga; dan barang yang diperanakkan daripada Roh, Roh juga. Jangan engkau heran, sebab sudah Kukatakan kepadamu: Bahwa wajib kamu diperanakkan pula.
”Sebagaimana Musa telah menaikkan ular itu di padang belantara, begitulah juga wajib Anak manusia dinaikkan, supaya barangsiapa yang percaya beroleh hidup yang kekal di dalam Dia. Karena demikianlah Allah mengasihi isi dunia ini, sehingga dikaruniakan-Nya Anak-Nya yang tunggal itu, supaya barangsiapa yang percaya akan Dia jangan binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. Karena Allah menyuruhkan Anak-Nya ke dalam dunia ini, bukannya sebab hendak menghukumkan dunia itu, melainkan supaya dunia ini diselamatkan oleh-Nya. Barangsiapa yang percaya akan Dia, tiadalah ia dihukumkan, tetapi orang yang tiada percaya itu memang sudah dihukumkan, sebab tiada ia percaya akan nama Anak Allah yang tunggal itu. Maka inilah hukumannya, bahwa terang sudah datang ke dalam dunia, tetapi gelap itu lebih disukai manusia daripada terang itu, sebab segala perbuatan mereka itu jahat adanya. Karena barangsiapa yang berbuat kejahatan, benci akan terang dan tiada datang kepada terang itu, supaya jangan kelak segala perbuatannya kena tempelak. Tetapi orang yang berbuat benar datang kepada terang, supaya nyata segala perbuatannya itu dikerjakan di dalam Allah."
”Kemudian daripada itu datanglah Yesus dengan murid-murid-Nya ke tanah Yudea; maka tinggallah Ia di sana bersama-sama dengan mereka itu, sambil membaptiskan orang.
”Barangsiapa yang percaya akan Anak itu, ia beroleh hidup yang kekal; tetapi barangsiapa yang mendurhaka kepada Anak itu, ia pun tiada akan nampak hidup, melainkan murka Allah tinggal di atasnya."
”Allah itu Roh adanya; maka orang yang menyembah Dia, wajiblah menyembah dengan roh dan kebenaran."
”Kemudian daripada itu berjumpa Yesus dengan dia di dalam Bait Allah, lalu berkata kepadanya, "Perhatikanlah baik-baik engkau sudah sembuh; jangan berbuat dosa lagi, supaya jangan engkau kena barang yang lebih dahsyat pula."
”Sesungguh-sungguhnya Aku berkata kepadamu: Barangsiapa yang mendengar perkataan-Ku serta percaya akan Yang menyuruhkan Aku, ia itu beroleh hidup yang kekal, dan tiada masuk ke dalam hukuman, melainkan ia sudah berpindah daripada mati kepada hidup.
”Jangan kamu heran akan hal itu, karena datang ketikanya apabila sekalian orang yang di dalam kubur akan mendengar suara-Nya, lalu mereka itu akan keluar; yaitu segala orang yang sudah berbuat baik akan bangkit kepada hidup yang kekal, dan segala orang yang sudah berbuat jahat akan bangkit menerima hukuman.
”Segala sesuatu yang Bapa karuniakan kepada-Ku, itulah juga akan datang kepada-Ku, dan orang yang datang kepada-Ku, sekali-kali tiada Aku akan menolak dia.
”Karena inilah kehendak Bapa-Ku, bahwa masing-masing yang memandang Anak itu serta percaya akan Dia kelak beroleh hidup yang kekal, maka Aku ini akan menghidupkan dia pada hari kiamat."
”Seorang pun tiada boleh datang kepada-Ku, jikalau tiada hatinya ditarik oleh Bapa yang menyuruhkan Aku; maka Aku ini akan menghidupkan dia pada hari kiamat. Adalah tersurat di dalam kitab nabi-nabi, yaitu: Bahwa mereka itu sekalian diajar oleh Allah. Maka masing-masing yang sudah mendengar serta belajar kepada Bapa, ialah datang kepada-Ku.
”Sesungguh-sungguhnya Aku berkata kepadamu: Barangsiapa yang percaya, ialah menaruh hidup yang kekal.
”Aku inilah Roti yang hidup, yang turun dari surga; jikalau barang seorang pun makan daripada Roti ini, ia akan hidup selama-lamanya, dan roti yang Aku akan berikan itu, ia itu tubuh-Ku, karena kehidupan isi dunia ini."
”Maka kata Yesus kepada mereka itu, "Sesungguh-sungguhnya Aku berkata kepadamu: Jikalau tiada kamu makan tubuh Anak manusia dan minum darah-Nya, tiadalah kamu menaruh hidup di dalam dirimu. Barangsiapa yang makan tubuh-Ku dan minum darah-Ku, padanyalah hidup yang kekal, dan Aku ini akan menghidupkan dia pada hari kiamat. Karena tubuh-Ku itulah makanan yang sungguh-sungguh, dan darah-Ku itulah minuman yang sungguh-sungguh. Siapa yang makan tubuh-Ku dan minum darah-Ku, ia tinggal di dalam Aku, dan Aku tinggal di dalam dia. Sebagaimana Bapa yang hidup itu menyuruhkan Aku, dan Aku pun hidup oleh karena Bapa itu, demikian juga siapa yang makan Aku, ia pun akan hidup oleh sebab Aku. Inilah Roti yang turun dari surga, bukannya seperti yang dimakan oleh nenek moyangmu, akhirnya mati. Siapa yang makan roti ini, ia akan hidup selama-lamanya."
”Maka bertuturlah Yesus pula kepada mereka itu sambil berkata, "Aku inilah terang dunia. Siapa yang mengikut Aku, tiada akan berjalan di dalam gelap, melainkan akan beroleh terang hidup itu."
”Sebab itu Aku sudah berkata kepadamu, bahwa kamu akan mati di dalam dosamu, karena jikalau kamu tiada percaya bahwa Aku inilah Dia, maka kamu akan mati di dalam dosamu."
”Lalu kata Yesus kepada orang Yahudi yang percaya akan Dia, "Jikalau kamu ini berpegang teguh pada perkataan-Ku, baharulah dengan sesungguhnya kamu menjadi murid-Ku; dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itulah akan memerdekakan kamu."
”Kita tahu bahwa Allah tiada mendengarkan orang yang berbuat dosa, hanya orang yang menyembah Allah dan yang melakukan kehendak-Nya, ialah sahaja yang didengarkan-Nya.
”Ada lagi pada-Ku domba lain, yang bukan masuk kandang domba ini; maka sekalian itu juga wajib Aku bawa, dan domba-domba itu kelak mendengar akan suara-Ku, lalu akan menjadi sekawan, dan gembala seorang sahaja.
”Tetapi kamu ini tiada percaya, karena kamu bukan masuk bilangan domba-Ku. Segala domba-Ku mendengar akan suara-Ku, dan Aku kenal dia, dan sekaliannya pun mengikut Aku, dan Aku memberikan kepadanya hidup yang kekal, maka sekali-kali tiada domba-domba itu akan binasa selama-lamanya, dan seorang pun tiada dapat merampas dia dari dalam tangan-Ku.
”Maka kata Yesus kepadanya, "Aku inilah Kebangkitan dan Hidup; siapa yang percaya akan Daku, walaupun sudah mati, ia akan hidup; dan barangsiapa yang hidup serta percaya akan Daku tiadalah ia akan mati selama-lamanya. Engkau percayakah ini?" Sahut Marta kepada Yesus, "Ya Rabbi, hamba ini percaya bahwa Rabbilah Kristus, Anak Allah, yang wajib datang ke dalam dunia ini."
”Siapa yang mengasihi nyawanya, ia akan kehilangan nyawa, dan siapa yang membenci nyawanya di dalam dunia ini, ia akan menaruh nyawa bagi hidup yang kekal.
”Meskipun demikian, maka banyaklah dari antara segala penghulu yang percaya akan Dia, tetapi oleh sebab orang Parisi tiada mereka itu mengaku, supaya jangan mereka itu dibuang dari rumah sembahyang. Karena mereka itu suka akan kemuliaan dari manusia lebih daripada kemuliaan dari Allah.
”Aku ini datang ke dalam dunia ini menjadi suatu terang, supaya barangsiapa yang percaya akan Daku jangan ia tinggal di dalam gelap.
”Siapa yang membuang Aku dan tiada menerima perkataan-Ku, ia ada Satu yang menghukumkan dia. Maka perkataan yang Aku katakan, itulah yang akan menghukumkan dia pada hari kiamat.
”Maka kata Yesus kepadanya, "Aku inilah Jalan dan Kebenaran dan Hidup; seorang pun tiada sampai kepada Bapa, kecuali dengan Aku.
”Jikalau kamu mengasihi Aku, turutlah segala hukum-Ku.
”Inilah hukum-Ku, yaitu hendaklah kamu berkasih-kasih sama sendiri sama seperti Aku sudah mengasihi kamu. Pada seorang pun tiada kasih yang lebih daripada ini, yaitu sehingga ia menyerahkan nyawanya karena segala sahabatnya.
”Apabila Ia datang maka Ialah akan menerangkan kepada isi dunia ini dari hal dosa dan keadilan dan hukuman; dari hal dosa, sebab tiada mereka itu percaya akan Daku; dari hal keadilan, sebab Aku pergi kepada Bapa dan tiada lagi kamu melihat Aku; dari hal hukuman, sebab penghulu dunia ini sudah dihukumkan.
”Kuduskanlah mereka itu di dalam kebenaran; firman-Mu itulah kebenaran.
”Maka berkatalah Yesus kepadanya, "Oleh sebab engkau sudah nampak Aku, engkau sudah percaya juga; berbahagialah orang yang percaya, meskipun tiada nampak." Sungguhpun banyak tanda ajaib yang lain juga diperbuat oleh Yesus di hadapan murid-murid-Nya yang tiada disuratkan di dalam kitab ini; tetapi sekalian tanda ini sudah disuratkan, supaya kamu yakin, bahwa Yesus itulah Kristus, yaitu Anak Allah, dan supaya kamu yang yakin itu beroleh hidup dengan nama-Nya.
”Maka akan jadi kelak, barangsiapa yang menyeru nama Tuhan, ialah yang selamat.
”Maka kata Petrus kepada mereka itu, "Hendaklah kamu bertobat dan berbaptis masing-masing kamu dengan nama Yesus Kristus akan jalan keampunan dosamu, lalu kamu akan beroleh anugerah Rohulkudus.
”Maka segala orang yang menerima perkataannya itu pun dibaptiskanlah; maka pada hari itu juga bertambahlah bilangan mereka itu sekira-kira tiga ribu orang. Maka mereka itu pun bertekun di dalam pengajaran rasul-rasul, dan di dalam persekutuan, dan di dalam hal memecahkan roti, dan doa.
”Sebab itu hendaklah kamu menyesal dan bertobat, supaya dosamu dihapuskan,
”Maka tiadalah keselamatan di dalam barang seorang lain pun; karena di bawah langit tiada lagi nama lain yang dikaruniakan kepada manusia, yang di dalamnya kita selamat."
”Ia inilah ditinggikan oleh tangan kanan Allah menjadi Raja dan Juruselamat akan mengaruniakan tobat kepada bani Israel dan jalan keampunan dosa.
”Tetapi tatkala mereka itu percaya akan Pilipus yang memberitakan kabar kesukaan dari hal kerajaan Allah dan nama Yesus Kristus itu, maka mereka itu sekalian, baik laki-laki baik perempuan pun, berbaptislah. Maka Simon pun percaya juga, dan setelah ia dibaptiskan tetaplah ia bersama-sama dengan Pilipus; maka tercengang-cenganglah ia melihat segala tanda ajaib dan mujizat yang besar-besar yang diadakan itu.
”Sebab itu bertobatlah engkau daripada kejahatanmu itu, dan berdoalah kepada Tuhan, kalau-kalau niat hatimu ini diampuni kelak.
”Maka di dalam berjalan itu, sampailah keduanya kepada suatu tempat yang berair; maka kata sida-sida itu, "Di sini ada air, sapakah yang menggendalakan aku daripada berbaptis?" Maka jawab Pilipus, "Jikalau Tuan percaya dengan sebulat-bulat hati, bolehlah." Maka ujarnya, "Sahaja percaya bahwa Yesus Kristus itulah Anak Allah!"
”Maka seketika itu juga gugurlah selaput daripada matanya, lalu ia pun nampak semula, maka bangkitlah ia, lalu dibaptiskan.
”Maka Petrus pun bertuturlah, katanya, "Dengan sesungguhnya aku tampak, bahwa Allah tiada menilik atas rupa orang, melainkan di antara segala bangsa barangsiapa yang takut akan Dia dan mengerjakan amalan yang saleh, ialah yang diperkenan oleh-Nya.
”Maka dipesankannya kepada kami memberitakan kepada kaum, dan menyaksikan bahwa Ialah yang ditetapkan oleh Allah menjadi hakim segala orang yang hidup dan yang mati. Maka akan Dia itu segala nabi-nabi pun menyaksikan, bahwa barangsiapa yang percaya akan Dia kelak menerima keampunan dosa oleh sebab nama-Nya."
”Maka disuruhnyalah membaptiskan mereka itu dengan nama Yesus Kristus. Kemudian mereka itu pun mintalah Petrus tinggal di situ beberapa hari lamanya.
”Setelah didengarnya demikian, maka diamlah mereka itu, lalu memuliakan Allah, serta berkata, "Jikalau begitu, kepada orang kafir pun Allah mengaruniakan jalan tobat yang menuju kepada hidup."
”Maka daripada benih Daud itulah Allah, menurut perjanjian-Nya, menerbitkan kepada bani Israel seorang Juruselamat, yaitu Yesus. Maka dahulu daripada kedatangan-Nya sudah diberitakan oleh Yahya suatu baptisan tobat kepada segenap kaum Israel.
”Sebab itu ketahuilah olehmu, hai Tuan-tuan dan Saudara-saudara, bahwa oleh karena Orang inilah diberitakan kepadamu jalan keampunan dosa, dan oleh karena Dia juga barangsiapa yang percaya itu dibenarkan daripada segala sesuatu yang tiada dapat kamu dibenarkan oleh Taurat Musa.
”sambil menetapkan hati murid-murid dan menyuruh bertekun di dalam iman dengan katanya, bahwa tak dapat tiada kita masuk kerajaan Allah dengan menanggung beberapa banyak sengsara.
”Kemudian dibawanya keduanya itu ke luar, lalu berkata, "Ya Tuan-tuan, apakah wajib hamba perbuat supaya beroleh selamat?" Maka kata mereka itu, "Percayalah akan Tuhan Yesus, maka engkau akan beroleh selamat, yaitu engkau beserta dengan seisi rumah engkau." Lalu keduanya itu pun mengatakan firman Tuhan kepadanya dan kepada sekalian orang yang ada di dalam rumahnya. Pada waktu malam itu juga dibawanya mereka itu, lalu dibasuhnya bilurnya; maka seketika itu juga ia pun dibaptiskan bersama-sama dengan sekalian orangnya.
”Segala zaman jahiliah itu dialpakan juga oleh Allah, tetapi sekarang ini segala orang di mana-mana pun disuruhnya bertobat. Karena sudah ditetapkan-Nya suatu hari, yang dijatuhkan-Nya hukum ke atas isi dunia ini dengan adil-Nya, oleh seorang yang ditetapkan-Nya dengan mensahkan Dia kepada sekalian manusia, di dalam hal Ia membangkitkan Dia dari antara orang mati."
”Maka Kerispus, penghulu rumah sembahyang itu, bersama-sama dengan segala isi rumahnya sudah percaya akan Tuhan, dan banyaklah orang Korintus yang mendengar, langsung percaya lalu dibaptiskan.
”Lalu kata Paulus, "Yahya itu membaptiskan dengan baptisan bertobat, serta mengatakan kepada kaum itu bahwa wajib percaya akan Dia yang datang kemudian daripadanya, yaitu Yesus." Setelah mereka itu mendengar hal itu, lalu sekaliannya itu dibaptiskan dengan nama Tuhan Yesus.
”Maka banyaklah orang yang sudah percaya itu pun datang sambil mengaku dan menyatakan segala perbuatannya.
”sambil menyaksikan kepada orang Yahudi dan orang Gerika dari hal berpaling kepada Allah dan beriman kepada Tuhan kita Yesus.
”Ingatlah akan dirimu sendiri dan akan segenap kawan itu, yang di antaranya kamu ditetapkan menjadi gembala oleh Rohulkudus, akan menggembalakan sidang jemaat Allah, yang sudah ditebus-Nya dengan darah-Nya sendiri.
”Dan sekarang, apakah sebabnya engkau berlambat-lambatan? Bangkitlah engkau, terimalah baptisan dan sucikanlah dirimu daripada dosa dengan menyeru nama-Nya.
”akan mencelikkan mata mereka itu, supaya mereka itu berpaling daripada gelap kepada terang, dan daripada kuasa Iblis kepada Allah, dan supaya mereka itu beroleh keampunan dosa dan bahagian bersama-sama dengan segala orang yang dikuduskan itu oleh sebab iman kepada-Ku.
”Sebab itu ketahuilah olehmu, bahwa keselamatan yang daripada Allah disampaikan kepada orang kafir; maka mereka itulah mendengarkan kelak."
”Karena tiadalah aku berasa malu mengaku Injil itu; karena ia itulah suatu kuasa Allah yang mendatangkan selamat kepada tiap-tiap orang yang percaya, terutama sekali kepada orang Yahudi, dan kepada orang Gerika juga.
”Maka sebab mereka itu enggan berpegangkan Allah di dalam marifatnya, maka mereka itu diserahkan Allah kepada angan-angan yang keji, sehingga melakukan barang yang tiada senonoh, penuh dengan segala kelaliman, kejahatan, loba, dendam, sarat dengan kedengkian, perbunuhan, perkelahian, tipu daya, khianat, penghasut, pengumpat, kebencian Allah, penghina, penyombong, tekebur, penimbulkan akal jahat, tiada taat kepada ibu bapa, tiada berakal, orang yang mungkirkan janji, tiada penyayang, tiada berbelaskasihan; meskipun mereka itu mengetahui hukum Allah, bahwa orang yang melakukan demikian itu padan dengan mati, tetapi bukannya mereka itu melakukan demikian sahaja, melainkan memperkenankan pula orang-orang yang memperbuat sedemikian itu.
”Maka termaklumlah kepada kita bahwa hukum Allah itu jatuh dengan adil ke atas orang yang melakukan sedemikian itu. Hai orang, yang menyalahkan orang yang berbuat demikian itu, padahalnya engkau melakukan sedemikian itu juga, adakah engkau sangkakan, engkau ini terlepas daripada hukum Allah? Atau engkau hinakankah kemurahan-Nya yang limpah dan sabar dan panjang hati-Nya, dengan tiada mengetahui bahwa kemurahan Allah itu menarik engkau kepada hal bertobat? Tetapi menurut degilmu dan hati yang tiada mau bertobat, engkau menghimpunkan kemurkaan ke atas dirimu untuk hari murka dan kenyataan hukum Allah yang adil. Yang akan membalas ke atas tiap-tiap orang menurut perbuatan masing-masing, yaitu hidup yang kekal untuk orang yang mencari kemuliaan dan kehormatan dan peri yang tiada berkebinasaan di dalam berbuat baik dengan tekunnya; tetapi murka dan geram itu ke atas orang yang loba dan tiada taat kepada kebenaran, melainkan taat kepada kelaliman, siksa dan ketakutan itu ke atas tiap-tiap jiwa manusia yang mengerjakan kejahatan itu, terutama sekali orang Yahudi, demikian juga orang Gerika; tetapi kemuliaan dan kehormatan dan sejahtera itu untuk tiap-tiap orang yang mengerjakan kebajikan, terutama sekali untuk orang Yahudi, demikian juga orang Gerika. Sebab Allah tiada menilik atas rupa orang.
”pada hari Allah menghakimkan segala rahasia manusia itu oleh sebab Kristus Yesus, bersetuju dengan Injil yang kuberitakan.
”seperti yang tersurat demikian ini: Bahwa tiadalah seorang yang benar, bahkan, seorang pun tiada, tiadalah seorang yang berakal, tiadalah seorang yang menuntut akan Allah;
”maka ketakutan akan Allah tiada di hadapan matanya. Tetapi kita ketahui: Bahwa seberapa banyak yang dikatakan di dalam Taurat, itulah yang dikatakan kepada orang yang takluk di bawah hukum Taurat, supaya tiap-tiap mulut orang boleh dikatupkan dan seisi dunia ini jatuh ke bawah hukuman Allah.
”Karena dengan melakukan hukum Taurat tiada seorang pun dibenarkan; sebab dari dalam Taurat itu datang pengenalan dosa sahaja.
”sebab sekaliannya sudah berbuat dosa dan kurang kemuliaan daripada Allah, serta dibenarkan cara karunia sahaja, dengan anugerah Allah, oleh sebab penebusan yang ada di dalam Yesus Kristus, yang di hadapan Allah menjadi pendamai dengan jalan iman kepada darah-Nya, akan menunjukkan kebenaran-Nya, sebab dibiarkan-Nya segala dosa yang terdahulu di dalam masa panjang sabar Allah,
”Sebab itu kami sifatkan, bahwa orang dibenarkan oleh iman, bukan dengan melakukan syariat Taurat.
”katanya: Berbahagialah segala orang yang diampunkan kesalahannya dan dosanya sudah tertudung;
”yaitu Yang telah diserahkan karena segala dosa kita dan Yang dibangkitkan karena sebab hal membenarkan kita.
”Di dalam hal kita dibenarkan oleh karena iman, ada kita beroleh sentosa dengan Allah oleh sebab Tuhan kita, Yesus Kristus, yang oleh-Nya juga kita diberi masuk, oleh sebab iman, kepada anugerah ini, yang di dalamnya itu kita hidup; maka kita bermegah-megah dari sebab pengharapan akan kemuliaan Allah. Tetapi bukannya itu sahaja, melainkan juga kita bermegah-megah di dalam kesukaran, sebab mengetahui, bahwa kesukaran itu mendatangkan sabar, dan sabar itu mendatangkan hati yang teguh, dan hati yang teguh itu mendatangkan pengharapan, dan pengharapan itu tiada mempermalukan, sebab kasih Allah sudah dicurahkan rata ke dalam hati kita oleh Rohulkudus yang dikaruniakan kepada kita.
”Tetapi Allah sudah menyatakan kasih-Nya kepada kita di dalam hal Kristus telah mati karena kita, tatkala kita ditaklukkan oleh dosa. Sedangkan sekarang kita dibenarkan oleh darah-Nya, maka terlebih lagi kita akan beroleh selamat daripada kemurkaan, dengan jalan Dia. Karena jikalau kita, tatkala lagi seteru Allah, diperdamaikan dengan Allah oleh sebab kematian Anak-Nya, maka terlebih pula kita, sesudah diperdamaikan itu, akan beroleh selamat oleh sebab hidup-Nya. Bukannya demikian sahaja, melainkan kita bermegah-megah pula akan Allah oleh sebab Tuhan kita Yesus Kristus, yang oleh-Nya sekarang ini kita memperoleh perdamaian.
”Kemudian masuk pula Taurat itu, supaya dosa itu makin bertambah; tetapi di mana dosa sudah bertambah-tambah, di situlah anugerah Allah melimpah-limpah, supaya sebagaimana dosa itu memerintah di dalam maut, sedemikian itu juga anugerah memerintah dengan kebenaran kepada hidup yang kekal, oleh sebab Yesus Kristus Tuhan kita.
”Jikalau begitu, apakah hendak kita katakan? Bertekunkah kita di dalam dosa supaya anugerah Allah bertambah-tambah? Sekali-kali tidak. Maka kita ini yang sudah mati lepas daripada dosa, bagaimanakah dapat lagi kita hidup di dalamnya? Atau tiadakah kamu ketahui bahwa seberapa banyak kita yang dibaptiskan ke dalam Kristus Yesus itu, telah dibaptiskan ke dalam maut-Nya?
”Demikianlah kita dikuburkan serta-Nya oleh baptisan itu ke dalam maut, supaya sebagaimana Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, sedemikian itu juga kita ini pun dapat berjalan di dalam suatu hidup yang baharu. Karena jikalau kita sudah menjadi satu dengan Dia, dengan mengambil bahagian di dalam hal mati-Nya, begitu juga kita menjadi satu dengan Dia di dalam hal kebangkitan-Nya, sedang mengetahui hal ini: Bahwa tabiat kita yang lama sudah disalibkan serta-Nya, supaya diri dosa dilenyapkan, jangan kita diperhambakan lagi oleh dosa; karena orang yang sudah mati itu, sudah dilepaskan daripada dosa.
”karena orang yang sudah mati itu, sudah dilepaskan daripada dosa. Tetapi jikalau kita sudah mati dengan Kristus, yakinlah kita bahwa kita akan hidup juga dengan Dia; sebab kita mengetahui, bahwa Kristus yang sudah dibangkitkan dari antara orang mati itu, tiada mati lagi; maka maut itu pun tiada lagi memegang kuasa atas-Nya. Karena akan hal mati-Nya itu, maka matilah Ia sekali sahaja untuk dosa, tetapi akan hal hidup-Nya itu, hiduplah Ia untuk Allah. Demikianlah juga kamu wajib menghisabkan dirimu mati lepas daripada dosa, tetapi hidup bagi Allah di dalam Kristus Yesus.
”Demikianlah juga kamu wajib menghisabkan dirimu mati lepas daripada dosa, tetapi hidup bagi Allah di dalam Kristus Yesus. Sebab itu janganlah dosa itu memerintah di dalam dirimu yang fana, sehingga kamu menurut hawa nafsunya, dan janganlah kamu serahkan anggotamu kepada dosa menjadi alat kejahatan, melainkan serahkanlah dirimu kepada Allah, seperti orang mati balik hidup, dan anggotamu itu kepada Allah menjadi alat kebenaran. Karena dosa itu tiada lagi dapat kuasa atasmu, sebab kamu bukannya di bawah Taurat, melainkan di bawah anugerah.
”Tetapi syukurlah kepada Allah, sedang dahulu kamu menjadi hamba dosa, tetapi sekarang dengan bersungguh-sungguh hati kamu taat kepada jenis pengajaran yang kamu diajarkan. Setelah dimerdekakan daripada dosa, maka jadilah kamu hamba kepada kebenaran. (Aku berkata cara manusia oleh sebab kelemahan tabiat diri kamu), karena sama seperti dahulu kamu menyerahkan anggotamu menjadi hamba kepada kecemaran dan fasik yang mengerjakan fasik, demikian juga sekarang kamu menyerahkan anggotamu menjadi hamba kepada kebenaran yang mengerjakan kesucian.
”Tetapi sekarang, setelah kamu merdeka daripada dosa, dan menjadi hamba kepada Allah, maka kamu beroleh buah-buahan yang menuju kesucian, dan kesudahannya itu hidup yang kekal. Karena upah dosa itu maut, tetapi karunia Allah itu hidup yang kekal di dalam Kristus Yesus Tuhan kita.
”Tatkala kita lagi hidup di dalam tabiat duniawi, maka segala hawa nafsu yang penuh dengan dosa, yang dibangkitkan oleh hukum Taurat itu, bekerjalah di dalam anggota kita akan mengeluarkan buah-buahan bagi maut, tetapi sekarang kita sudah terlepas daripada hukum Taurat itu, sedang kita sudah mati lepas daripada hukum itu, yang di dalamnya kita terpegang, sehingga kita berbuat ibadat baharu yang rohani, bukannya ibadat lama yang menurut sebagaimana rukun sahaja.
”Tetapi sedang dosa itu digerakkan oleh sebab penyuruhan itu, maka ia mengerjakan di dalam diriku berbagai-bagai hal tamak; karena jikalau tiada hukum Taurat, dosa pun matilah.
”Karena kita ketahui, bahwa hukum itu rohani, tetapi aku ini di dalam keadaan tubuh, terjual ke bawah dosa. Karena barang yang kulakukan tiada aku tahu, karena bukannya barang yang aku gemar, aku amalkan, melainkan barang yang aku benci, itulah aku buat. Tetapi jikalau aku perbuat barang yang tiada aku gemar, maka aku mempersetujukan bahwa Taurat itu baik adanya. Oleh yang demikian, sekarang ini bukanlah lagi aku ini yang melakukan dia, melainkan dosa yang diam di dalam diriku. Karena aku mengetahui, bahwa tiada diam di dalam diriku, yaitu di dalam keadaan tubuhku, barang yang baik; karena kehendak ada padaku, tetapi melakukan yang baik itu, tidak. Karena yang baik yang aku gemar itu, tiada aku perbuat, melainkan yang jahat yang aku tiada gemar, itulah aku amalkan. Tetapi jikalau aku ini perbuat barang yang aku tiada gemar itu, maka bukanlah lagi aku ini yang melakukan itu, melainkan dosa yang diam di dalam diriku.
”Oleh yang demikian tampak kepadaku hukum ini: Sedang aku gemar berbuat yang baik, maka jahat itu sudah hadir. Karena aku memperkenankan hukum Allah menurut batin manusia, akan tetapi aku tampak ada lain hukum di dalam anggotaku, yang berperang dengan hukum akalku, serta membawa aku ke dalam tawanan di bawah hukum dosa di dalam anggotaku. Wah, aku orang yang celaka ini! Siapakah gerangan akan melepaskan aku keluar dari dalam tubuh maut ini? Mengucap syukurlah aku kepada Allah oleh Yesus Kristus Tuhan kita! Oleh yang demikian, maka aku ini sendiri dengan hati mengikut hukum Allah, tetapi dengan tabiat duniawi takluk ke bawah hukum dosa.
”Maka oleh sebab itu sekarang tiadalah lagi hukuman ke atas orang yang di dalam Kristus Yesus. Karena hukum Roh yang mengaruniakan hidup di dalam Kristus Yesus sudah memerdekakan aku daripada hukum dosa dan maut itu. Karena barang yang tiada boleh diperbuat oleh hukum Taurat, sebab lemah oleh karena tabiat manusia itu, diperbuat oleh Allah yang menyuruhkan Anak-Nya sendiri di dalam rupa manusia yang berdosa, yaitu sebab karena dosa itu, dengan menjatuhkan hukum ke atas dosa di dalam tabiat manusia, supaya syarat hukum Taurat itu dapat disempurnakan di dalam diri kita, yang tiada menurut kehendak tabiat duniawi, melainkan menurut kehendak Roh. Karena orang yang menurut tabiat duniawi, memikirkan hal dunia itu, tetapi orang yang menurut Roh itu, memikirkan hal rohani itu. Karena pikiran tabiat duniawi itulah maut; tetapi pikiran rohani itulah hidup lagi sentosa. Karena pikiran tabiat duniawi itulah perseteruan dengan Allah, sebab tiada takluk ke bawah hukum Allah, bahkan, tiada dapat juga. Maka orang yang di dalam tabiat duniawi itu, tiada dapat memperkenankan Allah.
”Tetapi kamu ini bukannya di dalam tabiat duniawi, melainkan di dalam Roh, yaitu jikalau Roh Allah ada diam di dalam dirimu. Jikalau barang seorang tiada menaruh Roh Kristus, bukannya ia milik Kristus. Tetapi jikalau Kristus ada di dalam dirimu, maka tubuh itu memang mati sebab dosa, tetapi Roh itu hidup oleh sebab kebenaran. Tetapi jikalau Roh Dia, Yang membangkitkan Yesus dari antara orang mati itu, diam di dalam dirimu, maka Ia itu, Yang membangkitkan Kristus Yesus dari antara orang mati itu, akan menghidupkan juga tubuh kamu yang fana itu dengan Roh-Nya yang diam di dalam dirimu.
”Oleh yang demikian, hai saudara-saudaraku, kita ini terutang bukannya kepada tabiat duniawi akan hidup menurut tabiat duniawi itu, karena jikalau kamu hidup menurut tabiat duniawi, maka kamu akan mati kelak; tetapi jikalau dengan Roh itu kamu mematikan perbuatan tubuh itu, maka kamu akan hidup kelak. Karena seberapa banyak orang yang dipimpin oleh Roh Allah, maka itulah anak-anak Allah. Karena bukannya kamu menerima roh perhambaan pula akan takut, melainkan kamu sudah menerima Roh menjadi anak angkat, yang di dalamnya kita menyeru, "Abba, ya Bapa." Maka Roh itu sendiri menyaksikan beserta dengan roh kita, bahwa kita ini anak-anak Allah. Tetapi jikalau anak-anak, maka warislah juga, yaitu waris Allah, dan sewaris dengan Kristus, jikalau kita sama merasa sengsara dengan Dia, supaya sama juga kita dipermuliakan.
”Karena menurut pendapatku, bahwa sengsara yang pada zaman ini tiada berpadan jikalau dibandingkan dengan kemuliaan yang akan dinyatakan kepada kita. Karena dengan pengharapan yang sangat rindu ternanti-nantilah segala makhluk akan kenyataan anak-anak Allah.
”Maka Ia yang tiada menahan Anak-Nya sendiri, hanya menyerahkan Dia karena kita sekalian, masakan Ia itu tiada juga mengaruniakan serta-Nya segala sesuatu bagi kita? Siapakah akan mengadukan orang pilihan Allah? Maka Allah yang membenarkan. Siapakah yang menjatuhkan hukum? Kristus Yesus itulah, yang sudah mati, bahkan, yang dihidupkan pula, dan yang ada di sebelah kanan Allah, dan yang memohonkan karena kita. Siapakah yang dapat menceraikan kita daripada kasih Kristus? Kesukarankah atau sengsarakah, atau aniayakah, atau kelaparankah, atau keadaan bertelanjangkah, atau marabahayakah, atau pedangkah? Seperti yang tersurat: Bahwa karena sebab Engkaulah kami dimatikan berhari-hari; maka kami dihisabkan seperti domba yang akan disembelih. Tetapi di dalam segala perkara itu kita sangat menang oleh sebab Dia yang mengasihi kita.
”Karena Tuhan telah berfirman kepada Musa: Bahwa Aku akan menaruh belas kasihan kepada barangsiapa yang Kukasihani, dan Aku akan menaruh sayang kepada barangsiapa yang Kusayangi. Oleh yang demikian hal itu bukannya bergantung kepada kehendak orang, atau usaha orang, melainkan kepada belas kasihan Allah.
”Karena sebab tiada mengenal kebenaran Allah, dan sebab hendak mendirikan kebenarannya sendiri, maka tiadalah mereka itu menaklukkan dirinya kepada kebenaran Allah. Karena Kristus itulah penyudah Taurat, menjadi kebenaran bagi tiap-tiap orang yang percaya.
”Karena jikalau engkau mengaku dengan mulutmu bahwa Yesus itu Tuhan, dan yakin di dalam hatimu bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati itu, maka engkau akan selamat. Karena dengan hati orang percaya sehingga beroleh kebenaran, tetapi dengan mulut orang mengaku sehingga beroleh selamat. Karena nas Alkitab mengatakan: Bahwa tiap-tiap orang yang percaya akan Dia tiada diaibkan kelak. Sebab tiadalah perbedaannya antara orang Yahudi dengan orang Gerika. Karena Tuhan itulah juga Tuhan bagi sekalian, murah kepada sekalian yang menyeru Dia. Karena tiap-tiap orang, yang menyeru nama Tuhan, akan selamat.
”Oleh yang demikian nyatalah iman itu datang daripada berita, tetapi berita itu atas sabda Kristus.
”Tetapi apakah yang diwahyukan kepadanya? Aku ada lagi tinggal bagi diri-Ku tujuh ribu orang laki-laki yang tiada bertelut kepada Baal. Demikianlah pada masa ini pun ada lagi sisa menurut pilihan anugerah.
”Karena jikalau Allah tiada menyayangi cabang-cabang yang asal itu, niscaya engkau pun tiada akan disayangi-Nya. Sebab itu perhatikanlah kemurahan dan kekerasan Allah; yaitu atas orang yang sudah jatuh itulah kekerasan-Nya; tetapi atas engkau kemurahan Allah, jikalau engkau tetap di dalam kemurahan-Nya. Jikalau tidak, maka engkau juga akan dikerat.
”Maka inilah perjanjian-Ku dengan mereka itu, apabila Aku menghapuskan segala dosanya.
”Sebab itu, hai saudara-saudaraku, aku mintalah kamu, oleh sebab segala rahmat Allah, mempersembahkan tubuhmu menjadi korban yang hidup lagi kudus dan yang berkenan kepada Allah, maka itulah ibadatmu yang patut. Dan janganlah kamu menurut teladan orang dunia ini, melainkan ubahkanlah rupamu dengan pembaharuan hatimu, supaya kamu dapat mengenal apa kehendak Allah, yaitu akan hal yang baik dan yang berkenan dan yang sempurna.
”Janganlah engkau ditewaskan oleh kejahatan, melainkan tewaskanlah kejahatan itu dengan kebajikan.
”Demikian pula sedang kamu mengetahui keadaan masa sekarang ini, bahwa waktunya sudah sampai, kamu patut bangun daripada tidur. Karena sekarang selamat itu makin terlebih dekat kepada kita daripada tatkala kita mulai masuk iman.
”Melainkan hendaklah kamu bersalut dengan Yesus Kristus Tuhan itu, dan jangan melazatkan tabiat tubuhmu sehingga menguatkan hawa nafsu.
”Tetapi engkau ini, apakah sebabnya engkau menyalahkan saudaramu? Atau engkau, apakah sebabnya engkau memudahkan saudaramu pula? Karena kita sekalian kelak akan menghadap kursi pengadilan Allah. Karena adalah tersurat: Demi hidup-Ku ini firman Tuhan, bahwa tiap-tiap lutut akan bertelut kepada-Ku, dan tiap-tiap lidah akan mengaku kepada Allah. Oleh yang demikian, maka masing-masing kita wajib akan memberi kira-kira kelak dari hal dirinya sendiri kepada Allah.
”Kiranya Allah, yang pohon pengharapan itu, memenuhi kamu dengan segala kesukaan dan sentosa di dalam iman, supaya makin kayalah kamu di dalam pengharapan itu oleh sebab kuat kuasa Rohulkudus.
”yang juga akan menetapkan kamu sampai kepada kesudahan, supaya kamu tiada bercela pada hari Tuhan kita Yesus Kristus.
”Karena pengajaran dari hal salib itu menjadi kebodohan kepada segala orang yang menuju kebinasaan; tetapi kepada kita yang menuju keselamatan itulah menjadi kuasa Allah.
”supaya jangan barang seorang pun memegahkan dirinya di hadapan Allah. Tetapi dengan berkat Allah kamu ini ada di dalam Kristus Yesus, yang sudah menjadi bagi kita hikmat daripada Allah, yaitu kebenaran, dan kesucian, dan penebusan,
”Tiadakah kamu ketahui bahwa kamu rumah Allah, dan Roh Allah diam di dalam kamu? Jikalau barang seorang membinasakan rumah Allah, maka ia akan dibinasakan Allah; karena rumah Allah itu kudus, yaitu kamulah.
”Tetapi sekarang aku menyuratkan kepadamu, jangan bercampur dengan orang yang dikatakan saudara, jikalau ia orang yang berzinah atau tamak, atau penyembah berhala, atau penghamun, atau pemabuk, atau pendaya; maka jangan kamu makan sehidang dengan orang sedemikian itu. Karena apakah wajibnya aku menghakimkan orang luar? Bukankah wajib kamu menghakimkan orang dalam? Tetapi orang luar itu, Allah yang menghakimkan. Maka jauhkanlah orang yang jahat itu dari antara kamu.
”Tiadakah kamu mengetahui bahwa orang lalim tiada akan menjadi waris kerajaan Allah? Janganlah kamu tersesat. Orang berzinah, dan penyembah berhala, dan orang bermukah, dan orang semburit, dan orang yang berburit, dan pencuri, dan orang tamak, dan pemabuk, dan pencerca, dan pendaya, semuanya itu tiada akan menjadi waris kerajaan Allah. Dan semacam itulah ada setengah dari antara kamu dahulu, tetapi kamu sudah dibasuh, dan kamu telah dikuduskan, dan kamu telah dibenarkan dengan nama Tuhan Yesus Kristus dan dengan Roh Allah Tuhan kita.
”Larilah daripada zinah! Maka tiap-tiap dosa lain yang dilakukan orang, ia itu dari luar tubuh itu; tetapi orang yang bersundal itu, ialah berdosa kepada tubuhnya sendiri. Atau tiadakah kamu mengetahui bahwa tubuhmu itulah rumah Rohulkudus yang diam di dalammu itu, yang telah kamu peroleh daripada Allah, dan bukan kamu milikmu sendiri? Karena kamu sudah dibeli dengan harga tunai. Sebab itu hendaklah kamu memuliakan Allah dengan tubuhmu.
”Maka sunat itu suatu pun tiada apa-apa, dan hal yang tiada bersunat itu suatu pun tiada apa-apa; melainkan menjunjung hukum Allah.
”Maka kamu sudah dibeli dengan harga tunai; janganlah kamu menjadi hamba orang.
”Janganlah kita juga mengerjakan zinah, seperti yang dikerjakan oleh beberapa mereka itu, dan di dalam satu hari sudah rebah mati dua puluh tiga ribu orang. Dan jangan kita pula mencobai Tuhan, sebagaimana beberapa mereka itu sudah mencobai, lalu dibinasakan oleh ular. Dan lagi jangan kamu bersungut-sungut, sebagaimana beberapa mereka itu sudah bersungut-sungut, lalu dibinasakan oleh malakulmaut. Segala perkara itu sudah berlaku atas mereka itu menjadi teladan, dan yang telah tersurat seperti nasehat bagi kita, orang akhir zaman. Sebab itu siapa yang menyangkakan dirinya itu tegak, hendaklah ia beringat jangan ia jatuh.
”Karena hanya pencobaan yang lazim kepada manusia sudah berlaku atas kamu. Tetapi Allah itu setiawan, yang tiada membiarkan kamu dicobai lebih daripada kekuatanmu, melainkan dengan pencobaan itu Ia akan mengadakan suatu jalan kelepasan, supaya cakap kamu menahannya.
”Karena di dalam Satu Roh juga kita sekalian sudah dibaptiskan menjadi satu tubuh, baik orang Yahudi, baik orang Gerika, baik abdi, baik orang yang merdeka; maka kita sekalian diisikan dengan Roh yang Satu juga.
”Karena pertama-tama kuserahkan kepada kamu barang yang telah kuterima juga, yaitu bahwa Kristus mati itu karena dosa kita setuju dengan nas Alkitab, dan Ia sudah dikuburkan, dan pada hari yang ketiga Ia sudah dibangkitkan pula setuju dengan nas Alkitab,
”Janganlah tersesat: Pergaulan yang jahat merusakkan kelakuan yang baik. Hendaklah kamu sadar dengan sepatutnya dan jangan berbuat dosa; karena ada beberapa orang yang tiada mengenal Allah. Aku mengatakan ini, supaya kamu berasa malu.
”Adapun sengat maut itulah dosa, dan kuasa dosa itulah Taurat;
”Akan tetapi jikalau Injil kami terlindung, maka terlindunglah ia kepada orang yang akan binasa, yang telah dibutakan oleh penghulu dunia mata hati orang yang tiada percaya itu, supaya jangan mereka itu diterangi oleh cahaya Injil kemuliaan Kristus, yaitu bayang-bayang Allah.
”Senantiasa kami menanggung sengsara kematian Yesus di dalam tubuh kami di mana-mana kami pergi, supaya kehidupan Yesus itu juga dinyatakan kepada tubuh kami. Karena kami yang hidup ini senantiasa terserah kepada maut dari sebab Yesus, supaya kehidupan Yesus itu juga dinyatakan kepada tubuh kita yang akan mati itu.
”Karena kesukaran kami yang ringan seketika lamanya itu, mengerjakan berlimpah-limpah bagi kami suatu kemuliaan kekal yang penuh, karena kami tiada memandang barang yang kelihatan itu, melainkan yang tiada kelihatan, sebab barang yang kelihatan itu sementara sahaja; tetapi barang yang tiada kelihatan itu kekal adanya.
”Karena tak dapat tiada kita sekalian akan jadi nyata di hadapan kursi pengadilan Kristus, supaya tiap-tiap orang menerima balasan, sebagaimana yang telah dilakukan oleh tubuh itu, baik atau jahat.
”Dan Ia telah mati karena orang sekalian, supaya orang yang lagi hidup itu jangan lagi hidup bagi dirinya sendiri, melainkan bagi Dia itu, yang telah mati dan bangkit pula karena mereka itu.
”Sebab itulah jikalau barang seorang hidup di dalam Kristus, maka ialah kejadian yang baharu; maka perkara-perkara yang lama itu sudah lenyap, bahkan, yang baharu sudah terbit.
”Sebab itu kami menjadi utusan bagi pihak Kristus, seolah-olah Allah minta dengan lidah kami. Maka kami mintalah bagi pihak Kristus: Biarlah kamu diperdamaikan dengan Allah! Maka Ia, yang tiada mengenal dosa, telah dijadikan-Nya dosa ganti kita, supaya kita ini akan menjadi kebenaran Allah di dalam Dia.
”Karena demikianlah firman-Nya: Pada masa yang diperkenankan, Aku telah mendengarkan engkau, dan pada hari keselamatan sudah Aku menolong engkau. Sesungguhnya sekarang inilah masa yang diperkenankan itu, bahkan, sekarang inilah hari keselamatan itu.
”Jangan kamu terkena kuk bersama orang yang tiada beriman; karena apakah persekutuan kebenaran dengan kejahatan? Atau bagaimanakah terang dengan gelap boleh berjodoh?
”Sebab itu: Keluarlah kamu dari antara orang kafir, dan bercerailah kamu, kata firman Tuhan, dan jangan menyentuh barang yang najis; maka Aku akan menyambut kamu, dan menjadi Bapa bagimu, dan kamu akan menjadi bagi-Ku anak-anak laki-laki dan perempuan, kata firman Tuhan Yang Mahakuasa.
”Sedang ada bagi kita perjanjian yang demikian, hai kekasihku, hendaklah kita bersuci daripada segala najis tubuh dan roh, serta menyempurnakan kesucian dengan takut akan Allah.
”maka sekarang sukacitalah aku. Bukannya sebab kamu sudah berdukacita itu, melainkan sebab kamu berdukacita sehingga bertobat. Karena kamu berdukacita itu menurut kehendak Allah, supaya di dalam barang sesuatu hal jangan kamu mendapat rugi oleh sebab kami. Karena dukacita yang menurut kehendak Allah mengerjakan tobat menuju selamat, yang tiada mengadakan sesal; tetapi dukacita dunia ini membawa kepada maut. Karena perhatikanlah perkara itu juga, yang kamu berdukacita itu menurut kehendak Allah, betapa besarnya usaha yang dikerjakan-Nya di dalam kamu, dan lagi jawab dan gusar dan ketakutan dan kerinduan dan kerajinan dan pembalasan. Di dalam segala sesuatu itu kamu sudah menyatakan dirimu suci di dalam perkara itu.
”Dan oleh sebab nyata ketetapan kamu di dalam pekerjaan kebajikan ini, maka mereka itu memuliakan Allah karena sebab taat atas pengakuan kamu kepada Injil Kristus, dan karena sebab kemurahan pemberianmu kepada mereka itu dan kepada sekalian orang.
”Karena aku kuatir, jangan pula pada masa kedatanganku aku dapati kamu tiada seperti yang aku suka, demikianlah juga kamu dapati aku tiada seperti yang kamu suka; aku kuatir ada perbantahan, kedengkian, kemarahan, hal berpihak-pihak, umpat, bisik-bisik, kesombongan, huru-hara; aku kuatir, apabila aku datang lagi, Tuhanku merendahkan aku di hadapan kamu, sehingga aku berdukacita akan banyak orang yang masa dahulu sudah berbuat dosa, dan belum lagi bertobat daripada kecemaran dan zinah dan percabulan yang dilakukan oleh mereka itu.
”Cobalah dirimu sendiri kalau-kalau kamu ada di dalam iman, bahkan, ujilah dirimu sendiri. Atau tiadakah kamu mengetahui dirimu sendiri bahwa Yesus Kristus ada di dalam kamu? Kecuali kamu ada bercela.
”tetapi kami mengetahui, bahwa tiada seorang dibenarkan oleh sebab melakukan hukum Taurat, melainkan oleh sebab iman kepada Kristus Yesus, demikianlah kita ini sudah percaya akan Kristus Yesus, supaya kita dibenarkan oleh sebab iman kepada Kristus dan bukannya oleh sebab melakukan hukum Taurat, karena dengan melakukan hukum Taurat itu seorang pun tiada dibenarkan.
”Adapun hidupku ini bukannya aku lagi, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku; tetapi hidup yang sekarang aku hidup di dalam tubuh ini, aku hidup di dalam iman kepada Anak Allah, yang mengasihi aku dan yang menyerahkan diri-Nya karena aku.
”Maka Kristus sudah menebus kita daripada kutuk Taurat itu dengan menjadi suatu kutuk karena kita, karena ada tersurat: Bahwa terkutuklah tiap-tiap orang yang tergantung pada kayu,
”Dengan hal yang demikian syariat Taurat itu sudah menjadi suatu pelatih yang membawa kita kepada Kristus, supaya kita dibenarkan oleh sebab iman.
”Karena seberapa banyak kamu, yang dibaptiskan kepada Kristus, sudah bersalut dengan Kristus.
”Tetapi tatkala genap masanya, Allah pun menyuruhkan Anak-Nya, yang lahir daripada seorang perempuan, dan yang takluk di bawah syariat Taurat, supaya Ia boleh menebus segala orang yang takluk di bawah syariat Taurat itu, dan supaya kita beroleh hak anak angkat.
”Tetapi demikian inilah kataku: Berjalanlah kamu dengan Roh, niscaya kehendak tabiat duniawi tiada akan kamu genapkan. Karena kehendak tabiat duniawi berlawan dengan Roh, dan kehendak Roh itu berlawan dengan tabiat duniawi, karena keduanya itu berlawanan, supaya jangan kamu lakukan barang yang kamu kehendaki. Tetapi jikalau kamu dipimpin oleh Roh, maka tiadalah kamu di bawah syariat Taurat.
”Maka perbuatan menurut hawa nafsu itu telah nyata, yaitu zinah, kecemaran, percabulan, menyembah berhala, hobatan, perseteruan, perkelahian, cemburuan, kemarahan, perlawanan, perceraian, bidat, dengki, mabuk, berlazat-lazat dan sebagainya. Maka akan hal segala perkara itu lagi aku berkata kepadamu, seperti yang dahulu sudah kukatakan kepadamu, bahwa orang yang mengamalkan segala perkara yang demikian itu tiada akan mewarisi kerajaan Allah.
”Tetapi buah-buahan Roh, ialah kasih, sukacita, perdamaian, panjang hati, kemurahan, kebaikan, setiawan, lemah lembut, tahan nafsu. Maka tiada ada hukum yang melarangkan yang demikian.
”Tetapi segala orang yang milik Kristus Yesus itu sudah menyalibkan hawa nafsunya dengan segala cita-cita dan keinginannya. Jikalau kita hidup oleh sebab Roh itu, biarlah juga kita berjalan menurut Roh itu.
”Janganlah kamu tersesat: Allah tiada boleh diolok-olokkan; karena barang yang ditabur orang, itu juga akan dituainya. Karena barangsiapa yang menabur di dalam hawa nafsunya itu akan menuai kebinasaan daripada hawa nafsunya; tetapi barangsiapa yang menabur di dalam Roh itu, akan menuai hidup yang kekal daripada Roh itu.
”Karena baik hal sunat baik hal tiada bersunat itu tiada berfaedah, melainkan hanya suatu kejadian yang baharu.
”Segala puji bagi Allah, yaitu Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, yang sudah memberkati kita di dalam Kristus dengan segala berkat rohani dari surga, sebagaimana yang Ia memilih kita di dalam Kristus itu sebelum dunia ini dijadikan, supaya kita suci dan tiada bercela di hadapan Tuhan, yang dengan kasih-Nya telah mentakdirkan kita menjadi anak angkat-Nya oleh sebab Yesus Kristus, menurut kerelaan kehendak-Nya, akan mendatangkan puji sebab kemuliaan anugerah-Nya, yang dianugerahkan-Nya kepada kita di dalam kekasih-Nya, yang di dalam Dia itu kita beroleh penebusan oleh sebab darah-Nya, yaitu keampunan segala dosa, menurut kelimpahan anugerah-Nya itu, yang dilimpahkan-Nya kepada kita dengan segala hikmat dan makrifat.
”Di dalam Dia itu juga kami sudah dijadikan waris, ditakdirkan menurut keputusan Allah, yang melakukan segala sesuatu setuju dengan maksud kehendak-Nya sendiri, supaya kami menjadi suatu kepujian bagi kemuliaan-Nya, yaitu kami yang pertama-tama menaruh harap akan Kristus itu. Di dalam Dia kamu juga (setelah kamu mendengar sabda kebenaran, yaitu Injil keselamatan kamu), tatkala kamu sudah percaya, maka kamu sudah dimeteraikan dengan Rohulkudus yang dijanjikan itu, maka Ia menjadi cengkeram atas warisan kita bagi penebusan itu yang menjadikan kita milik Allah, akan mendatangkan puji kepada kemuliaan-Nya.
”Maka kamu pun dahulu sudah mati oleh sebab segala kesalahan dan dosamu, yang dahulu kamu lakukan menurut istiadat dunia ini, ialah menurut kuasa penguasa di udara, yaitu roh yang lagi bekerja di dalam hati anak-anak durhaka. Maka di antara mereka itu kita sekalian ini pun dahulu menurut hawa nafsu tubuh kita, sambil melakukan kehendak tubuh dan ingatan itu, dan kita sudah berkeadaan anak-anak yang dimurkai sama seperti orang lain itu juga. Tetapi Allah yang kaya dengan rahmat-Nya, maka sebab besar kasih-Nya yang dilimpahkan-Nya kepada kita, tatkala kita mati oleh sebab kesalahan kita, sudah menghidupkan kita beserta dengan Kristus (maka dari sebab anugerah-Nya kamu diselamatkan), dan di dalam Kristus Yesus Ia sudah membangkitkan dan mendudukkan kita beserta dengan Kristus itu di surga, supaya pada segala masa yang akan datang kelak Ia menunjukkan kelimpahan anugerah-Nya yang amat sangat dengan kemurahan-Nya kepada kita di dalam Kristus Yesus. Karena dengan anugerah itu kamu diselamatkan oleh sebab iman, maka hal itu bukannya pekerjaan kamu, melainkan karunia Allah, bukannya daripada perbuatan, supaya jangan barang seorang memegahkan dirinya. Karena kita ini perbuatan Dia, dijadikan di dalam Kristus Yesus akan membuat kebajikan, yang disediakan Allah terdahulu, supaya kita melakukan sekaliannya itu.
”yaitu akan hal kelakuanmu yang dahulu itu, kamu membuangkan perangaimu yang lama, yang rusak menurut daya hawa nafsu, supaya roh pikiranmu dibaharui di dalam kamu, sambil berperangaikan perangai yang baharu, yang dijadikan menurut teladan Allah di dalam kebenaran dan kesucian yang benar.
”Dan jangan kamu mendukakan Roh Allah yang kudus, yang di dalamnya itu kamu sudah dimeteraikan sehingga hari penebusan.
”Hendaklah kamu murah hati di antara sama sendiri, dan lembut hati, sambil bermaaf-maafan sama sendiri, sebagaimana Allah juga di dalam Kristus sudah mengampuni kamu.
”Tetapi zinah dan segala perbuatan yang cemar atau tamak, jangan sampai disebut namanya pun di antara kamu, sebagaimana yang patut bagi orang suci. Demikian juga barang yang keji dan percakapan yang sia-sia dan jenaka, yaitu perkara yang tiada berlayak; melainkan lebih baik mengucap syukur. Karena ini kamu ketahui dengan sesungguhnya, bahwa tiada orang yang berzinah, atau orang yang cemar, atau orang yang tamak, yang menyembah berhala, beroleh warisan di dalam kerajaan Kristus dan Allah itu. Biarlah jangan orang memperdayakan kamu dengan perkataan yang sia-sia; karena itulah sebabnya datang murka Allah atas anak-anak durhaka.
”supaya Ia menguduskan sidang itu setelah disucikan-Nya dengan baptisan air oleh firman Allah, dan supaya Ia mendirikan sidang itu di hadapan-Nya sendiri dengan kemuliaan, dengan tiada cacat atau kerut atau barang sebagainya, melainkan supaya ia menjadi kudus dengan tiada bercela.
”Aku yakin akan hal ini juga, bahwa Ia yang sudah memulai di dalam kamu suatu pekerjaan yang baik, akan menyudahkan dia sehingga sampai kepada Hari Kristus Yesus.
”seperti yang kunantikan dengan rindu dan yang kuharap bahwa di dalam suatu pun tiada aku menjadi malu, melainkan dengan segala keluasan hati, seperti sediakala, maka demikian juga sekarang pun, Kristus itu dimuliakan di dalam tubuhku, baik dengan hidup atau mati. Karena kepadaku hidup itu Kristus, dan mati itu untung.
”Karena kepada kamu ini sudah dianugerahkan oleh karena Kristus bukan sahaja percaya akan Dia, melainkan menderita sengsara juga karena Dia,
”Oleh yang demikian, hai segala kekasihku, sebagaimana kamu senantiasa ada bertaat, bukannya pada masa aku hadir sahaja, melainkan terlebih pula sekarang pada masa berjauhan dengan aku, kerjakanlah selamatmu sendiri dengan takut dan gentar,
”karena kita ini sunat yang betul, kita yang beribadat kepada Allah dengan Roh dan yang memegahkan dari sebab Kristus Yesus, dan tiada berharap akan perkara yang lahir,
”Karena banyak orang yang melakukan dirinya menjadi seteru kepada salib Kristus, yang aku sudah mengatakan beberapa kali kepadamu, tetapi sekarang juga aku katakan dengan tangisku. Maka kesudahan mereka itu menjadi kebinasaan, dan mereka itu bertuhankan perut, dan perkara yang malu menjadi mulia kepada mereka itu, yang memikirkan perkara duniawi sahaja. Tetapi tanah air kita ada di surga, dari sana juga kita menantikan Juruselamat, yaitu Tuhan Yesus Kristus, yang akan mengubahkan rupa tubuh kita yang hina ini menjadi serupa dengan tubuh-Nya yang mulia itu, menurut seperti kuat kuasa-Nya yang dapat menaklukkan segala sesuatu kepada diri-Nya.
”Segala sesuatu aku cakap menanggung di dalam Dia yang menguatkan aku.
”Maka Ialah yang sudah melepaskan kita daripada kuasa gelap, dan memindahkan kita ke dalam kerajaan Anak yang dikasihi-Nya, oleh Dia itu kita mendapat penebusan, yaitu keampunan segala dosa,
”Kamu ini dahulu berjauhan dan ingatanmu berseteru menurut perbuatanmu yang jahat, tetapi sekarang Ia telah memperdamaikan kamu dengan jalan mati-Nya di dalam tubuh-Nya yang binasa, membawa kamu suci, dan tiada bercacat dan cela ke hadirat Allah,
”Di dalam Dia juga kamu disunatkan dengan suatu sunat, yang bukannya dengan tangan di dalam hal menanggalkan tubuh yang berdosa ini, yaitu dengan sunat Kristus itu. Maka kamu dikuburkan serta-Nya di dalam baptisan, dan di dalam baptisan itulah kamu dibangkitkan juga serta-Nya, oleh sebab percaya akan kuasa Allah yang membangkitkan Dia dari antara orang mati itu. Maka kamu pun, yang dahulu mati oleh sebab segala dosa dan tabiatmu duniawi itu, sudah dihidupkan-Nya beserta dengan Dia, maka diampunkan-Nya segala dosa kita,
”Tetapkanlah pikiranmu di dalam perkara yang di atas, jangan di dalam perkara yang di bumi. Karena kamu sudah mati, dan hidupmu ada terselindung beserta dengan Kristus di dalam Allah. Apabila Kristus, yang menjadi hayat kita, akan dinyatakan kelak, lalu kamu pun akan dinyatakan beserta dengan Dia di dalam kemuliaan.
”Padamkanlah segala nafsu duniawi, yaitu zinah, najis, hawa nafsu, keinginan yang jahat, dan lagi tamak yang serupa dengan penyembah berhala; maka oleh sebab segala perkara itulah datang murka Allah; maka kamu pun dahulu melakukan dirimu di dalam hal itu, tatkala kamu hidup di dalam segala perkara itu. Tetapi sekarang hendaklah kamu pun meninggalkan segala perkara ini: kemarahan, geram, kejahatan, umpat, perkataan keji yang keluar daripada mulutmu. Jangan seorang bercakap bohong kepada yang lain, sedang kamu sudah menanggalkan perangai yang lama itu dengan segala kelakuannya,
”Sebab itu sebagaimana orang pilihan Allah lagi kudus dan dikasihi-Nya, hendaklah kamu bersalut dengan belas kasihan, kemurahan, rendah hati, lemah lembut, panjang hati; bersabar-sabar seorang dengan seorang dan bermaaf-maafan sama sendiri, jikalau barang seorang menaruh sakit hati pada yang lain. Sebagaimana Tuhan sudah mengampuni kamu, demikianlah juga kamu pun. Tetapi yang terutama daripada sekaliannya itu kasih, yang menjadi pengikat kesempurnaan.
”Karena orang yang berbuat salah akan menanggung kesalahan yang diperbuatnya itu, dan tiadalah orang dibedakan atas rupanya.
”supaya Ia meneguhkan hatimu di dalam keadaan yang suci dengan tiada bercacat cela di hadirat Allah, yaitu Bapa kita, pada masa kedatangan Tuhan kita Yesus beserta dengan segala orang suci-Nya.
”Karena demikian inilah kehendak Allah, yaitu hendaklah kamu menjadi suci; sebab itu wajiblah kamu menjauhkan dirimu daripada zinah; sehingga masing-masing kamu tahu memilih isteri sendiri di dalam hal yang kudus dan hormat,
”Karena Allah menguntukkan kita bukannya akan ditimpa murka, melainkan akan beroleh selamat oleh Tuhan kita Yesus Kristus,
”Hendaklah segala perkara kamu uji, dan yang baik kamu pegang. Jauhkanlah dirimu daripada segala jenis kejahatan. Maka Allah sendiri, yang pohon sejahtera itu, menguduskan kiranya kamu dengan sempurnanya; dan segenap roh dan nyawa dan tubuh kamu terpelihara dengan tiada bercacat cela pada masa kedatangan Tuhan kita Yesus Kristus.
”Tetapi patutlah kami ini senantiasa mengucap syukur kepada Allah dari hal kamu, hai saudara-saudaraku yang dikasihi oleh Tuhan, dari sebab kamu sudah dipilih Allah daripada mulanya akan beroleh selamat, di dalam hal kamu dikuduskan oleh Roh, dan kamu percaya akan yang benar.
”serta menaruh insaf bahwa hukum itu diadakan bukannya bagi orang yang benar, melainkan bagi orang fasik dan yang tiada mau diperintahkan, bagi orang yang tiada beragama dan orang yang penuh dengan dosa, bagi orang yang najis dan yang mencela, bagi orang yang membunuh bapanya dan yang membunuh ibunya, dan bagi segala pembunuh, bagi orang yang berzinah dan orang semburit, dan yang mencuri orang, dan yang membuat dusta dan yang bersumpah dusta, dan barang apa pun yang bersalahan dengan pengajaran yang benar itu,
”Perkataan ini sungguh dan patut sekali diterima, bahwa Kristus Yesus sudah datang ke dalam dunia ini menyelamatkan orang berdosa; maka di antara mereka itu akulah yang terlebih besar dosanya. Tetapi inilah sebabnya aku sudah beroleh rahmat, yaitu supaya di dalam hal aku yang terlebih besar dosanya itu, Yesus Kristus menunjukkan sehabis-habis sabar-Nya, dan aku menjadi suatu teladan bagi segala orang yang percaya akan Dia kelak, menuju hidup yang kekal.
”yang berkehendakkan sekalian manusia beroleh selamat dan sampai kepada pengenalan dari hal yang benar.
”Karena Allah itu hanya Satu, dan pengantara pun Satu di antara Allah dengan manusia, maka Ia pun manusia juga, yaitu Kristus Yesus, yang telah menyerahkan diri-Nya menjadi tebusan orang sekalian, yaitu suatu kesaksian pada masa yang sudah ditentukan.
”Tetapi Roh itu berkata dengan nyata, bahwa pada akhir zaman beberapa orang akan gugur daripada iman, sebab berpaling kepada penguasa, yang menyesatkan orang, dan kepada beberapa pengajaran setan-setan, oleh keadaan orang munafik yang memberitakan dusta, yang di dalam perasaannya seperti diselar dengan besi hangat,
”Maka inilah engkau pesankan, supaya mereka itu tiada bercacat cela.
”supaya engkau memeliharakan hukum itu dengan tiada bercacat dan dengan tiada bercela, sehingga kelihatan Tuhan kita Yesus Kristus;
”Sebab itu janganlah malu tentang hal mengaku Tuhan kita, dan jangan malu sebab aku yang terbelenggu karena Tuhan, melainkan hendaklah engkau bersama-sama merasai sengsara karena Injil menurut kuasa Allah, yang sudah menyelamatkan kita, dan memanggil kita dengan panggilan yang kudus, bukannya menurut kadar perbuatan kita, melainkan menurut maksud-Nya sendiri dan anugerah yang dikaruniakan kepada kita di dalam Kristus Yesus dahulu daripada zaman yang azali, tetapi sekarang telah nyata oleh kedatangan Juruselamat kita Kristus Yesus, yang sudah melenyapkan maut, dan menimbulkan hidup dan peri yang tiada berkebinasaan dengan Injil,
”Itulah sebabnya aku deritakan segala sesuatu oleh karena segala orang yang terpilih, supaya mereka itu pun beroleh selamat yang di dalam Kristus Yesus beserta dengan kemuliaan yang kekal. Maka inilah perkataan yang sungguh, "Bahwa jikalau kita sudah mati serta-Nya, kita akan hidup serta-Nya juga; dan jikalau tahan kita menderita, kita akan memerintah serta-Nya; jikalau kita menyangkal Dia, maka Ia pun akan menyangkal kita;
”Akan tetapi asas Allah yang teguh itu berdiri tetap, dan bermeterai ini, "Bahwa Tuhan mengenal orang-orang milik-Nya"; dan lagi, "Barangsiapa yang menyebut nama Tuhan, hendaklah ia menjauhkan dirinya daripada kejahatan."
”Seorang hamba Tuhan tiada patut berkelahi, melainkan manis dan lemah lembut kepada orang sekalian, pandai mengajar orang, dan sabar atas kesukaran, dengan lemah lembut menegur ajar segala lawannya, mudah-mudahan Allah mengaruniakan mereka itu hal bertobat, sehingga sampai kepada pengenalan dari hal yang benar, dan lepas dengan siuman daripada jerat Iblis, yang sedang menawan mereka itu akan melakukan kehendaknya.
”Karena segala orang akan mengasihi dirinya sendiri, dan tamak akan uang, membesarkan dirinya, congkak, mengumat orang, durhaka kepada ibu bapanya, tiada syukur, fasik, tiada berpengasihan, tiada mau berdamai, menfitnahkan orang, tiada memerintahkan dirinya, garang, tiada gemar akan baik, pembelot, angkara, sombong, melebihkan kesukaan daripada mengasihi Allah, yang merupakan dirinya seperti orang beribadat, tetapi kuasa ibadat itu telah ditolakkannya, maka daripada orang itu palingkanlah dirimu.
”Bahkan, segala orang yang hendak hidup beribadat kepada Allah di dalam Kristus Yesus akan terkena aniaya.
”Adapun tiap-tiap kitab yang diwahyukan Allah berfaedah bagi pelajaran, bagi hal menyatakan yang salah, bagi hal membaiki yang rusak, dan bagi hal mengajarkan jalan yang benar, supaya hamba Allah itu sempurna, terlengkap bagi segala perbuatan yang baik.
”pada akhirnya makota kebenaran telah tersedia bagiku yang akan dikaruniakan kepadaku pada Hari itu oleh Tuhan, yaitu hakim yang adil itu; dan bukan kepadaku sahaja, melainkan juga kepada sekalian orang yang telah sangat gemar akan kedatangan-Nya.
”Tuhan akan melepaskan aku daripada tiap-tiap kebengisan dan akan menyelamatkan aku sehingga masuk ke dalam kerajaan-Nya yang di surga, maka bagi-Nyalah kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin.
”dengan pengharapan akan hidup yang kekal, yang sudah dijanjikan terlebih dahulu daripada zaman yang azali oleh Allah, yang mustahil bohong itu,
”Karena sudahlah kelihatan anugerah Allah yang mendatangkan keselamatan kepada segala manusia, dan yang mengajar kita supaya kita menolakkan keadaan yang fasik dan segala hawa nafsu dunia ini, lalu melakukan diri kita di dalam dunia ini dengan sopan, dan dengan adil, dan dengan ibadat, serta menantikan pengharapan yang berkat dan kenyataan kemuliaan yang Mahabesar dan Juruselamat kita Kristus Yesus, yang sudah menyerahkan diri-Nya karena kita, supaya Ia menebus kita daripada segala dosa, dan supaya Ia menyucikan bagi diri-Nya suatu kaum akan milik-Nya sendiri, yang rajin berbuat baik.
”yang sudah menyelamatkan kita bukannya dari sebab perbuatan yang kita perbuat di dalam kebenaran, melainkan menurut rahmatnya dengan baptisan yang mengadakan kejadian yang baharu, dan dengan keadaan baharu yang dikerjakan oleh Rohulkudus,
”supaya kita, yang telah dibenarkan oleh sebab anugerah-Nya, dijadikan waris seperti pengharapan kita akan beroleh hidup yang kekal.
”Sebab itu patutlah kita terlebih lagi ingat akan segala perkara yang sudah kedengaran itu, supaya jangan kita boleh hanyut. Karena jikalau firman yang difirmankan Allah dengan lidah malaekat-Nya itu sudah nyata tetap, dan tiap-tiap kesalahan dan durhaka itu ada balasannya dengan adil, bagaimanakah dapat kita terlepas jikalau kita ini melalaikan keselamatan yang sebegitu besar? yang mula-mula diberitakan Tuhan, lalu disungguhkan kepada kita oleh segala orang yang sudah mendengarnya;
”Sedangkan Ia sendiri telah merasa sengsara tatkala terkena coba, dapatlah Ia menolong orang yang terkena coba itu.
”Ingatlah baik-baik, hai saudara-saudaraku, jangan seorang pun daripada kamu berhati jahat dengan tiada beriman sehingga berpaling daripada Allah yang hidup itu;
”melainkan bernasehat-nasehatlah sama sendirimu tiap-tiap hari, selagi disebut orang "Hari ini"; supaya jangan seorang pun daripada kamu menjadi keras hati dengan tipu daya dosa.
”sedangkan sudah tersurat: Pada hari ini, jikalau kamu mendengar suaranya, janganlah kamu mengeraskan hatimu seperti pada masa Penggusaran.
”Maka tiada suatu makhluk pun yang tersamar kepada-Nya, melainkan nyata dan terbuka segala sesuatu kepada pemandangan Allah, yang harus kita memberi jawab kepada-Nya. Sedangkan ada kepada kita seorang Imam Mahabesar, yang sudah melintas segala langit, yaitu Yesus, Anak Allah, maka hendaklah kita memegang pengakuan itu. Karena kita tidak ada Imam Besar yang tiada menaruh belas kasihan akan segala kelemahan kita, melainkan yang sudah terkena coba di dalam segala perkara sama seperti kita, dan lagi tiada berdosa. Sebab itu, biarlah kita menghampiri takhta anugerah Allah dengan keluasan hati, supaya kita beroleh rahmat, dan dapat anugerah menjadi pertolongan pada masanya.
”Karena orang-orang, yang sekali sudah diterangkan hatinya, dan sudah merasa-rasa karunia yang dari surga itu, dan sudah sama beroleh bahagian daripada Rohulkudus, dan yang sudah masuk hati firman Allah yang baik itu, beserta dengan segala kuat kuasa zaman yang akan datang, lalu berpaling, masakan orang itu dibaharukan balik kepada tobat, oleh sebab mereka itu sendiri sudah menyalibkan Anak Allah, serta diberi malu dengan nyata-nyata.
”Oleh sebab itulah Ia berkuasa juga menyelamatkan dengan sempurnanya segala orang yang menghampiri Allah oleh sebab Dia, sedangkan Ia hidup senantiasa memohonkan syafaat karena mereka itu.
”Karena inilah Perjanjian yang hendak Kujanjikan kepada segala isi rumah Israel kemudian daripada masa itu, firman Tuhan; maka Aku akan memasukkan hukum-hukum-Ku ke dalam ingatan mereka itu, dan di dalam hati mereka itu juga akan Kusuratkan itu, dan Aku akan menjadi Tuhan kepada mereka itu, dan mereka itu akan menjadi kaum kepada-Ku.
”karena Aku akan berpengasihan atas kesalahannya, dan dosa-dosanya itu pun akan Kuluputkan daripada ingatan-Ku."
”dan bukannya dengan membawa darah kambing jantan dan anak lembu, melainkan darahnya sendiri, masuklah Ia sekali bagi sekalian ke dalam tempat kudus, serta mengerjakan suatu penebusan yang kekal.
”Maka itulah sebabnya Ia menjadi pengantara suatu Perjanjian yang baharu, supaya orang yang dipanggil itu boleh memegang janji dari hal menerima warisan yang kekal, tatkala berlaku suatu kematian bagi menebus kesalahan orang yang termasuk perjanjian yang lama itu.
”Bahkan, menurut hukum Taurat hampir-hampir sekalian perkara disucikan dengan darah, dan lain daripada menumpahkan darah tiadalah ada ampun.
”Sedangkan manusia telah tentu satu kali akan mati, dan kemudian daripada itu datang hukuman, demikianlah juga Kristus, sesudah satu kali dipersembahkan akan menanggung dosa orang banyak, maka pada kali yang kedua kelak, dengan tiada menanggung dosa, Ia akan kelihatan kepada segala orang yang menantikan Dia, akan menyelamatkan mereka itu.
”Dengan kehendak-Nya itu, kita sudah disucikan oleh korban tubuh Kristus sekali sahaja bagi sekalian.
”tetapi Ia, sesudah mempersembahkan satu korban karena segala dosa, lalu duduklah di sebelah kanan Allah selama-lamanya.
”karena dengan satu persembahan Ia telah menyempurnakan segala orang, yang disucikan itu, selama-lamanya. Maka Rohulkudus pun menyatakan hal itu kepada kita, karena setelah Ia berfirman: Inilah perjanjian yang hendak Kuperbuat dengan mereka itu kemudian daripada masa itu, kata firman Tuhan: Maka Aku memasukkan hukum-hukum-Ku ke dalam hati mereka itu, dan menyuratkan dia ke dalam ingatan mereka itu; dan segala dosa dan kesalahan mereka itu akan Kuluputkan daripada ingatan-Ku. Tetapi di mana ada ampun, di situ tiada perlu lagi korban karena dosa.
”Sebab itu, hai saudara-saudaraku, sedang hati kita sudah berani hendak masuk ke dalam tempat kudus dari sebab darah Yesus, dengan jalan yang baharu dan hidup, yang dibukakan-Nya bagi kita menerusi tirai, yaitu tubuh-Nya; dan sedang kita ada seorang Imam yang Mulia, yang berkuasa atas isi Rumah Allah; maka biarlah kita menghampiri Dia dengan hati yang tulus dan dengan sepenuh-penuh iman, sedang hati kita terpercik sehingga suci daripada perasaan hati yang jahat, dan tubuh kita dibasuh dengan air yang bersih,
”Karena jikalau kita berbuat dosa dengan sengaja kemudian daripada kita telah beroleh pengenalan akan yang benar itu, maka tidak ada lagi korban karena dosa, melainkan ada dahsyat orang menantikan hukuman itu, dan ada suatu hangat api yang akan melulur segala yang melawan. Adapun orang yang menolakkan hukum Musa itu, mati dibunuh dengan tiada dikasihani, atas kesaksian dua tiga orang saksi; kamu pikirlah, betapa berat lagi siksa yang patut dikenakan atas orang yang sudah melanyakkan Anak Allah itu, dan yang membilangkan najis darah perjanjian yang dalamnya Ia dikuduskan itu, dan yang mengolok-olokkan Roh pohon anugerah itu. Karena kita mengenal Dia yang sudah berfirman: Kepada Akulah ada pembalasan, Aku ini akan membalaskan. Dan lagi pula: Tuhan yang akan menghakimkan kaumnya. Maka dahsyatlah jikalau jatuh ke tangan Allah yang hidup itu.
”Adapun iman itulah percaya yang sungguh akan hal perkara-perkara yang diharapkan, dan keyakinan akan hal perkara-perkara yang tiada kelihatan.
”Jikalau tiada beriman, mustahil diperkenan Allah; karena orang yang menghampiri Allah itu, wajiblah ia yakin bahwa Allah ada, dan lagi bahwa Ialah pemberi pahala kepada segala orang yang mencari Dia.
”Oleh sebab itu, sedangkan kita dilingkungi dengan sebegitu banyak orang yang menyaksikan seperti awan rupanya, maka hendaklah kita membuangkan tiap-tiap pikulan yang berat, dan dosa yang mudah menjerat kita, dan biarlah kita berlari dengan tekun di dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita,
”Maka kamu belum lagi melawan sehingga berdarah di dalam hal berlawan dengan dosa,
”Tuntutlah olehmu perdamaian dengan orang sekalian, dan lagi kesucian, maka dengan tiada kesucian itu tiadalah seorang pun dapat memandang Tuhan.
”Karena sudah kamu ketahui bahwa kemudian daripada itu, tatkala ia hendak mencapai pusaka berkat itu, ia ditolakkan, karena tiada ia mendapat kesempatan bertobat, walaupun hal itu dicarinya dengan air matanya.
”Hendaklah hal nikah itu diindahkan di antara orang sekalian, dan tempat tidur jangan jadi najis; karena orang berkendak dan orang berzinah akan disiksakan Allah kelak.
”Sebab itu dengan jalan Yesus itu hendaklah kita senantiasa mempersembahkan kepada Allah korban puji-pujian, yaitu buah-buahan bibir mulut yang mengaku nama-Nya.
”Maka Allah, pohon sejahtera itu, yang telah membawa Gembala domba yang besar itu kembali dari antara orang-orang mati, yaitu Tuhan kita Yesus, dengan darah Perjanjian yang kekal itu,
”Jikalau ada orang di antara kamu yang kurang bijak, hendaklah ia memohonkan kepada Allah, yang mengaruniakan dengan murahnya kepada tiap-tiap orang dengan tiada membangkit-bangkitkan, niscaya dikaruniakan-Nya kelak kepadanya.
”Berbahagialah orang yang sabar menanggung pencobaan, karena sesudah ia tahan uji, ia akan menerima kelak makota hidup, yang dijanjikan Allah kepada segala orang yang mengasihi Dia. Seorang pun jangan, apabila ia terkena pencobaan, berkata, "Bahwa aku terkena pencobaan Allah," karena Allah tiada tercoba dengan kejahatan, dan Ia sendiri tiada mencoba seorang jua pun;
”tetapi tiap-tiap orang terkena pencobaan apabila ia ditarik dan diperdayakan oleh hawa nafsunya sendiri. Kemudian hawa nafsu itu setelah sudah mengandung, lalu memperanakkan dosa, dan dosa itu setelah sudah cukup besarnya akan memperanakkan maut.
”Sebab itu sambil membuangkan segala najis dan kejahatan yang melimpah itu, terimalah dengan lemah lembut pengajaran yang sudah tertanam di dalam kamu, yang berkuasa menyelamatkan jiwamu. Tetapi hendaklah kamu menjadi penurut pengajaran itu, bukannya orang yang mendengar sahaja dengan memperdayakan dirinya sendiri.
”Karena barangsiapa yang memegang segenap hukum itu, tetapi melangkah salah suatu perkara, maka salahlah ia kepada sekaliannya.
”Hai saudara-saudaraku, apakah faedahnya jikalau orang mengatakan dirinya ada iman, tetapi tiada padanya perbuatan, dapatkah iman itu menyelamatkan dia? Jikalau ada saudara-saudara laki-laki atau saudara yang perempuan tiada cukup makan pakai sehari-hari, lalu berkata seorang dari antara kamu kepadanya, "Selamat jalan, hangatlah kiranya dirimu, dan makan sehingga kenyang"; tetapi tiada kamu memberi kepadanya barang yang patut bagi tubuhnya, maka apakah faedahnya? Demikianlah juga iman, jikalau tiada disertai perbuatan, matilah ia sendiri.
”Maka nyatalah kepadamu bahwa orang dibenarkan oleh sebab perbuatannya, dan bukannya oleh sebab iman sahaja.
”Karena sebagaimana tubuh dengan tiada roh itu mati, demikianlah juga iman dengan tiada perbuatan itu mati.
”Hai kamu yang disifatkan seperti orang berzinah, tiadakah kamu ketahui bahwa persahabatan dengan dunia ini, ialah perseteruan dengan Allah? Sebab itu barangsiapa yang mau bersahabat dengan dunia ini, ia itulah menjadi seteru Allah. Atau sia-siakah, pada sangkamu, yang dikatakan oleh kitab: Roh yang didudukkan-Nya di dalam kita gemar akan kedengkian? Tetapi Ia mengaruniakan anugerah yang lebih banyak. Maka itulah sebabnya kata nas Alkitab: Allah melawan orang sombong, tetapi Ia mengaruniakan anugerah kepada orang yang rendah hati. Serahkanlah dirimu kepada Allah, tetapi lawanlah Iblis, maka Iblis itu akan lari kelak daripadamu. Hampirilah Allah, maka Ia akan menghampiri kamu. Bersihkanlah tanganmu, hai orang-orang berdosa; dan sucikanlah hatimu, hai orang-orang yang bercabang hati. Rasalah susah hati dan meratap serta menangis; biarlah tertawamu menjadi ratap, dan kesukaanmu menjadi kedukaan. Hendaklah kamu merendahkan diri di hadirat Tuhan, maka Ia akan meninggikan kamu kelak.
”Sebab itu, jikalau orang yang tahu berbuat baik, pada halnya tiada diperbuatnya, maka menjadi dosalah baginya.
”Maka doa yang disertai iman akan menyembuhkan orang sakit itu, dan Tuhan akan membangkitkan dia; dan jikalau ia sudah berbuat dosa, maka ia akan diampunkan dosanya. Oleh sebab itu, hendaklah kamu masing-masing mengaku-akui dosamu di antara sama sendiri dan mendoa-doakan sama sendirimu, supaya kamu selamat. Adapun doa orang yang benar, dengan bersungguh-sungguh hati itu besar khasiatnya.
”Hai saudara-saudaraku, jikalau barang seorang di antara kamu sesat daripada yang benar, lalu seorang yang lain mentobatkan dia, maka hendaklah kamu ketahui, bahwa orang yang mentobatkan seorang yang berdosa daripada jalannya yang sesat itu, akan menyelamatkan jiwa orang itu daripada maut, dan akan menutup dosa yang banyak.
”Segala puji bagi Allah, Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, yang menurut seperti rahmat-Nya yang amat besar telah menjadikan kita baharu, sehingga kita beroleh pengharapan yang hidup oleh sebab kebangkitan Yesus Kristus dari antara orang mati, akan mendapat warisan yang tiada akan binasa dan tiada bercacat dan tiada akan layu, tersimpan di dalam surga bagi kamu, yang dengan kuasa Allah terpelihara dari sebab iman menuju kepada keselamatan yang sedia akan dinyatakan pada akhir zaman.
”Di dalam hal ini kamu bersukacita, walaupun sementara sedikit masa, jikalau wajib, kamu menanggung duka cita di dalam berbagai-bagai pencobaan, supaya kesungguhan imanmu yang diuji itu (yang lebih indah daripada emas yang akan binasa walaupun berlebur uji dengan api) didapati mendatangkan puji dan kemuliaan serta kehormatan, pada masa Yesus Kristus kelihatan kelak, yang sebelum kamu tampak, kamu kasih akan Dia, walaupun sekarang ini kamu belum nampak Dia, kamu percaya, dan karena Dia kamu bersukaria sangat dengan sukacita yang tiada terkatakan dan megah, sambil memperoleh faedah imanmu, yaitu keselamatan jiwamu.
”Sebagaimana anak-anak yang taat, janganlah kamu merupakan kehidupanmu menurut hawa nafsumu yang dahulu itu, tatkala kamu di dalam masa jahiliat, melainkan, sebagaimana Tuhan yang sudah memanggil kamu itu ada kudus, demikian juga kamu pun hendaklah kudus di dalam segenap perkara kehidupanmu; sebab sudah tersurat: Hendaklah kamu kudus, karena Aku kudus.
”Jikalau kamu menyeru Dia Bapa, yang menghakimkan orang dengan tiada berat sebelah menurut seperti perbuatan masing-masing, maka hendaklah kamu melakukan dirimu dengan takut selama kamu menumpang di dunia ini, sebab mengetahui bahwa kamu sudah ditebus daripada kehidupanmu yang sia-sia, yang turun-temurun daripada nenek moyangmu, bukan dengan barang yang akan binasa, seumpama dengan perak atau emas, melainkan dengan darah yang mulia, yang seperti darah anak domba yang tiada bercela dan tiada bercacat, yaitu darah Kristus.
”Sedangkan kamu sudah menyucikan jiwamu di dalam taatmu kepada yang benar, sehingga kamu kasih dengan tulusnya akan segala saudara, maka hendaklah kamu berkasih-kasihan sama sendirimu dengan bersungguh-sungguh hati, karena kamu sudah diperanakkan pula, bukannya daripada benih yang akan binasa, melainkan yang tiada akan binasa, yaitu dengan firman Allah yang hidup dan kekal. Karena: Segala manusia seperti rumput, dan segala kemuliaannya seperti bunga rumput; maka rumput itu layu, dan bunganya luruh; tetapi firman Allah itu kekal selama-lamanya. Maka inilah kabar kesukaan yang diberitakan kepadamu.
”Ia sendiri sudah menanggung segala dosa kita di dalam tubuh-Nya di atas kayu salib, supaya kita dimatikan daripada dosa lalu hidup bagi hal yang benar; maka dari sebab bilur-Nya kamu sudah disembuhkan. Karena dahulu kamu sesat seperti domba, tetapi sekarang ini kamu sudah kembali kepada gembala, yaitu Pemelihara jiwamu.
”Sebab Kristus pun sudah sekali merasai mati karena dosa-dosa orang, yaitu Orang benar karena orang-orang yang tiada benar, supaya Ia membawa kita kepada Allah; sungguhpun Ia mati dibunuh di dalam tubuh, tetapi hidup di dalam roh.
”Adapun air itu ibaratnya yang sekarang menyelamatkan kamu, yaitu baptisan, yang artinya bukannya dari hal menghilangkan kecemaran tubuh, melainkan memohonkan perasaan hati yang baik kepada Allah, dari sebab kebangkitan Yesus Kristus, yang sudah naik ke surga, serta duduk di sebelah kanan Allah, lalu segala malaekat dan kuasa dan perintah pun takluk kepada-Nya.
”Sedangkan Kristus sudah merasai sengsara di dalam keadaan tubuh manusia, hendaklah kamu pun berperisaikan dengan niat yang serupa itu juga; karena orang yang merasai sengsara di dalam keadaan tubuh itu, berhenti daripada berbuat dosa, supaya sepanjang umurmu yang tinggal lagi, jangan kamu menurut segala keinginan manusia, melainkan kehendak Allah. Karena cukuplah sudah kamu berbuat seperti kehendak orang kafir pada masa yang telah lalu itu dengan melakukan dirimu di dalam percabulan, hawa nafsu, mabuk, lazat, minum tiada berhingga, menjadi penyembah berhala yang diharamkan itu.
”Tetapi zaman yang akhir itu sudah dekat. Sebab itu hendaklah pikiranmu sempurna, dan berdoa dengan siumannya. Maka yang terutama sekali, hendaklah kamu sangat berkasih-kasihan sama sendirimu, karena kasih itu menutup dosa yang banyak.
”Hai kekasihku, janganlah kamu heran akan hal api pencobaan di antara kamu, yang akan datang ke atasmu menguji kamu, seolah-olah suatu perkara yang ajaib berlaku atasmu, melainkan oleh sebab kamu beroleh bahagian di dalam sengsara Kristus, bersukacitalah kamu; supaya pada masa kelihatan kemuliaan-Nya kelak kamu akan bersukacita dan bersukaria.
”Karena sudah sampai waktunya hukuman mulai berlaku pada isi rumah Allah, tetapi jikalau pada kita ini mulanya, apakah kesudahannya segala orang yang tiada menurut Injil Allah itu? Dan jikalau sukar orang benar beroleh selamat, apatah kelak jadinya orang fasik dan yang berdosa itu?
”Sebab itu hendaklah segala orang yang merasai sengsara menurut seperti kehendak Allah menyerahkan jiwanya kepada Khalik yang setiawan, sambil melakukan yang benar.
”Lawanlah dia dengan imanmu yang teguh, sebab mengetahui bahwa segala sengsara yang semacam itu juga ada berlaku di atas segala saudaramu yang di dalam seluruh dunia ini. Maka Allah, pohon segala anugerah, yang sudah memanggil kamu masuk kemuliaan-Nya yang kekal itu di dalam Kristus, sesudahnya kamu merasai sengsara di dalam sedikit masa, sendiri akan menjadikan kamu sempurna dan tetap dan kuat dan beralas.
”Oleh sebab itu, hai saudara-saudaraku, sedangkan kamu dipanggil dan dipilih, lebihkanlah usahamu meneguhkan hal itu; karena jikalau kamu berbuat yang demikian, sekali-kali tiada kamu akan terserandung. Karena demikian itulah kamu akan dikaruniakan berlebih-lebih jalan masuk ke dalam kerajaan yang kekal, yaitu kerajaan Yesus Kristus, Tuhan kita lagi juruselamat.
”jikalau begitu, sudah nyata bahwa Tuhan tahu melepaskan segala orang yang beribadat dari dalam pencobaan, dan tahu mengawali orang-orang yang tiada benar sehingga sampai kepada hari hukuman, supaya disiksakannya mereka itu,
”Maka Tuhan tiada berlambatan di dalam hal perjanjian itu sebagaimana ada beberapa orang yang membilangkan hal itu lambat, melainkan panjang sabar akan kamu, tiada Ia gemar akan seorang pun binasa, melainkan sehingga sekaliannya sampai kepada tobat.
”Sebab itu, hai kekasihku, sedang kamu menantikan segala perkara itu, berusahalah supaya kamu didapati dengan sejahtera, dan dengan tiada bercacat dan tiada bercela pada pemandangan Tuhan.
”Jikalau kita mengatakan bahwa kita beroleh persekutuan serta-Nya, tetapi berjalan di dalam gelap, maka kita dusta dan tiada melakukan yang sebenarnya. Tetapi jikalau kita berjalan di dalam terang, sebagaimana Ia juga ada di dalam terang, maka bersekutulah kita seorang dengan seorang, dan darah Yesus, Anak-Nya itu, menyucikan kita daripada segala dosa. Jikalau kita mengatakan bahwa kita tiada berdosa, maka kita menipu diri kita sendiri, dan kebenaran itu tiada pada kita. Jikalau kita mengaku segala dosa kita, maka Allah itu setia dan adil, sehingga Ia mengampuni segala dosa kita, dan menyucikan kita daripada segala kejahatan. Jikalau kita mengatakan bahwa kita tiada pernah berbuat dosa, maka kita menjadikan Allah pendusta, dan firman-Nya tiada pada kita.
”Hai anak-anakku, inilah kusuratkan kepadamu supaya jangan kamu berbuat dosa. Dan jikalau barang seorang berbuat dosa, maka kita ada seorang Juru Syafaat kepada Bapa, yaitu Yesus Kristus yang benar itu, dan Ialah menjadi korban perdamaian karena segala dosa kita; bukannya karena dosa-dosa kita sahaja, melainkan karena dosa seisi dunia ini juga. Dengan yang demikianlah kita mengetahui bahwa kita sudah mengenal Dia, jikalau kita menurut hukum-hukum-Nya. Maka orang yang berkata, "Aku kenal Dia," tetapi tiada menurut hukum-hukum-Nya, menjadi seorang pendusta, dan kebenaran itu tiada di dalam Dia. Tetapi barangsiapa yang menurut firman-Nya, sesungguhnya di dalam dialah kasih Allah menjadi sempurna. Dengan yang demikianlah kita mengetahui bahwa kita ada di dalam Dia. Maka orang yang mengatakan dirinya tinggal di dalam Dia, sepatutnyalah ia melakukan dirinya sama seperti Kristus sudah melakukan diri-Nya.
”Hai anak-anakku, aku menyuratkan bagimu sebab segala dosamu telah diampuni karena nama Kristus.
”Janganlah kamu mengasihi dunia atau barang yang ada di dalam dunia. Jikalau barang seorang mengasihi dunia, maka kasih Bapa itu tiadalah ada di dalam dia. Karena segala yang ada di dalam dunia, yang keinginan tubuh dan keinginan mata, dan hidup dengan jemawa itu bukannya daripada Bapa, melainkan daripada dunia. Maka dunia ini lenyap, demikian juga keinginan duniawi; tetapi orang yang melakukan kehendak Allah kekal selama-lamanya.
”Bukannya aku menulis kepadamu sebab kamu tiada mengetahui keadaan yang benar, melainkan sebab kamu mengetahui dia, dan sebab tidak ada dusta keluar daripada keadaan yang benar. Siapakah pendusta itu melainkan orang yang menyangkal bahwa Yesus itu Kristus? Maka orang yang menyangkal Bapa dengan Anak itu, ialah si Dajal. Barangsiapa yang menyangkali Anak, tiada juga ber-Bapa, maka orang yang mengaku Anak itu, ada ber-Bapa.
”Inilah perjanjian, yang Ia sendiri sudah janjikan kepada kita, yaitu hidup yang kekal. Segala perkara ini telah kusuratkan bagimu dari hal orang-orang yang hendak membawa kamu kepada jalan yang sesat.
”Sekarang ini, hai anak-anakku, tinggallah kamu di dalam Dia, supaya apabila Ia nyata kelak, kita beroleh keluasan hati, dan tiada malu di hadapan Dia pada masa kedatangan-Nya. Jikalau kamu mengetahui bahwa Ia itu benar, niscaya kamu mengetahui juga bahwa tiap-tiap orang yang berbuat benar, ialah berasal daripada-Nya.
”Dan barangsiapa yang ada pengharapan ini kepada Dia, ialah menyucikan dirinya, sebagaimana Kristus juga suci ada-Nya.
”Barangsiapa yang berbuat dosa, ialah berbuat durhaka, karena dosa itulah keadaan durhaka. Maka kamu mengetahui bahwa Kristus itu diberi nyata supaya Ia melenyapkan segala dosa; maka di dalam-Nya itu tiada ada dosa. Barangsiapa yang tinggal di dalam Dia, tiadalah berbuat dosa; maka barangsiapa yang berbuat dosa, belum nampak Dia dan belum kenal Dia. Hai anak-anakku, janganlah ada barang seorang membawa kamu kepada jalan yang sesat. Maka orang yang berbuat barang yang benar itu, ialah benar, seperti Kristus benar ada-Nya. Maka orang yang berbuat dosa ialah daripada Iblis asalnya, karena Iblis itu dari mulanya berbuat dosa. Maka inilah sebabnya Anak Allah itu diberi nyata, supaya Ia boleh membinasakan segala perkerjaan Iblis itu. Barangsiapa yang berasal daripada Allah, tiadalah berbuat dosa, karena benih Allah tinggal di dalam orang itu; maka tiada dapat ia berbuat dosa, karena ia berasal daripada Allah. Di dalam hal ini telah nyata segala Anak Allah dengan anak Iblis: Barangsiapa yang tiada berbuat barang yang benar itu bukannya daripada Allah, demikianlah juga orang yang tiada mengasihi saudaranya.
”dan barang apa yang kita pohonkan, kita peroleh daripada-Nya, sebab kita menurut segala hukum-Nya dan melakukan barang yang berkenan kepada-Nya.
”Inilah hukum-Nya, yang wajib kita percaya akan nama anak-Nya Yesus Kristus, sambil berkasih-kasihan sama sendiri, sebagaimana Ia sudah mengaruniakan kita hukum. Maka orang yang menurut segala hukum-Nya, ialah tinggal di dalam Tuhan dan Tuhan di dalam dia. Dengan ini kita mengetahui bahwa Tuhan tinggal di dalam kita, dengan Roh yang sudah dikaruniakan-Nya kepada kita.
”Hai segala kekasihku, hendaklah kita berkasih-kasihan sama sendiri, karena kasih itu daripada Allah; dan barangsiapa yang menaruh kasih, ialah asalnya daripada Allah dan mengenal Allah, maka orang yang tiada menaruh kasih itu tiada mengenal Allah; karena Allah itu kasih adanya.
”Barangsiapa yang mengaku bahwa Yesus itu Anak Allah, maka Allah itu tinggal di dalam dia dan ia pun di dalam Allah.
”Jikalau barang seorang berkata, "Aku mengasihi Allah," dan membenci saudaranya, maka orang itu pendusta, karena orang yang tiada mengasihi saudaranya yang ia tampak, tiadalah dapat ia mengasihi Allah yang belum ia tampak. Maka hukum ini telah kita dapat daripada-Nya, bahwa orang yang mengasihi Allah, hendaklah mengasihi saudaranya juga.
”Barangsiapa yang percaya bahwa Yesus itu Kristus, maka orang itu berasal daripada Allah; dan barangsiapa yang mengasihi Allah, yang telah menjadikan dia, ia pun mengasihi orang yang berasal daripada-Nya. Dengan inilah kita mengetahui, bahwa kita mengasihi segala Anak Allah, yaitu apabila kita mengasihi Allah sambil melakukan hukum-hukum-Nya, karena inilah kasih akan Allah, yaitu menurut hukum-hukum-Nya; maka hukum-hukum-Nya itu bukannya berat. Karena barang apa pun yang berasal daripada Allah mengalahkan dunia; maka inilah kemenangan yang mengalahkan dunia, yaitu iman kita. Siapakah dia yang mengalahkan dunia ini, melainkan hanya orang yang percaya bahwa Yesus itu Anak Allah?
”Maka orang yang percaya akan Anak Allah ada kesaksian di dalam dirinya; maka orang yang tiada percaya akan Allah, menjadikan Dia pendusta, sebab orang itu tiada percaya akan kesaksian yang disaksikan Allah dari hal Anak-Nya. Maka inilah kesaksiannya: Allah sudah mengaruniakan kita hidup yang kekal, dan hidup itulah di dalam Anak-Nya. Maka orang yang mempunyai Anak itu, mempunyai hidup, dan orang yang tiada mempunyai Anak Allah itu, tiada mempunyai hidup itu.
”Segala perkara ini telah kusuratkan kepadamu supaya kamu mengetahui, bahwa kamu beroleh hidup yang kekal, yaitu kamu yang percaya akan nama Anak Allah.
”Maka inilah ketetapan hati kita terhadap Tuhan, yaitu jikalau kita memohonkan barang sesuatu menurut kehendak-Nya, Ia meluluskan permintaan kita.
”Maka kita mengetahui bahwa barangsiapa yang berasal daripada Allah tiada berbuat dosa, melainkan orang yang berasal daripada Allah itu memeliharakan diri, dan si Jahat itu tiada menjamah dia.
”Barangsiapa yang melangkah, dan tiada tinggal tetap di dalam pengajaran Kristus, tiadalah mempunyai Allah. Tetapi orang yang tinggal tetap di dalam pengajaran itu, orang itulah mempunyai baik Bapa itu, baik Anak itu. Jikalau barang seorang datang kepadamu dan membawa pengajaran lain daripada itu, janganlah kamu terima dia masuk ke dalam rumahmu, dan jangan memberi salam kepadanya. Karena barangsiapa yang memberi salam kepadanya, ia itu sama bersalah di dalam perbuatannya yang jahat itu.
”Peliharakanlah dirimu di dalam kasih Allah, sambil menantikan rahmat Tuhan kita Yesus Kristus membawa kepada hidup yang kekal. Maka akan orang yang bimbang kasihankanlah, dan sentakkanlah mereka itu dari dalam api dan selamatkanlah mereka itu; dan kepada yang lain hendaklah kamu kasihan dengan berjaga-jaga, dengan membenci akan pakaiannya yang cemar dengan hawa nafsu. Maka bagi Dia yang berkuasa memeliharakan kamu daripada terserandung, serta mendirikan kamu dengan tiada bercela di hadapan kemuliaan-Nya, dengan sukacita yang amat sangat,
”dan daripada Yesus Kristus yang menjadi saksi yang setiawan, yaitu yang menjadi Sulung dari antara orang mati, dan yang menjadi Penghulu di atas segala raja di dunia ini. Maka bagi Dia yang mengasihi kita, dan yang sudah melepaskan kita daripada segala dosa dengan darah-Nya,
”Tetapi Aku ada suatu hal ke atasmu, yaitu engkau sudah meninggalkan kasihmu yang mula-mula itu. Sebab itu ingatlah dari mana engkau jatuh, dan bertobatlah, dan lakukanlah perbuatan yang mula-mula itu; jikalau tiada, Aku akan datang kepadamu, lalu mengalihkan kaki dianmu itu daripada tempatnya, kecuali engkau bertobat.
”Sebab itu, hendaklah bertobat. Jikalau tidak, Aku akan datang kepadamu dengan segeranya, lalu memerangi mereka itu dengan pedang yang di mulut-Ku ini.
”Aku sudah memberi dia tempoh supaya ia sempat bertobat, tetapi ia tiada mau bertobat daripada zinahnya itu.
”Maka orang yang menang akan dipakaikan dengan pakaian putih dan sekali-kali tiada Aku akan menghapuskan namanya dari dalam kitab hayat, dan Aku akan mengakui namanya di hadapan Bapa-Ku dan di hadapan segala malaekat-Nya.
”Aku tahu segala perbuatanmu; engkau itu sejuk pun tidak, hangat pun tidak. Aku suka jikalau engkau sejuk atau hangat. Oleh sebab engkau begitu suam, dan hangat pun tidak, sejuk pun tidak, maka Aku hendak meludahkan engkau dari dalam mulut-Ku.
”Dengan sebab katamu: Aku kaya dan sudahlah aku beroleh kekayaan dan satu pun tiada kekurangan padaku, padahal tiada engkau mengetahui bahwa engkaulah orang malang, dan yang tiada terkasihan, dan miskin, dan buta, dan bertelanjang, sebab itu Aku ikhtiarkan engkau membeli kepada-Ku emas yang sudah beruji dengan api supaya engkau kaya; dan pakaian putih, supaya engkau berkain, dan jangan ketara malu keadaanmu yang bertelanjang, dan lagi celak-mencelak matamu supaya engkau boleh nampak. Maka seberapa banyak orang yang Kukasihi, Aku tegur dan ajar; sebab itu berusahalah serta bertobat.
”Tengoklah, Aku berdiri di muka pintu sambil mengetuk; jikalau barang seorang mendengar suara-Ku serta membukakan pintu, maka masuklah Aku kepadanya, lalu makan dengan dia dan ia dengan Aku.
”Maka orang yang menang, Aku memberi dia duduk dengan Aku di atas arasy-Ku, sebagaimana Aku juga menang serta duduk dengan Bapa-Ku di atas arasy-Nya.
”Lalu kataku kepadanya, "Tuan juga yang mengetahuinya." Maka katanya kepadaku, "Inilah orang-orang yang datang ke luar daripada kesusahan besar itu, dan mereka itu sudah membasuh jubahnya dan memutihkan dengan darah Anak domba itu.
”Sekaliannya itu sudah mengalahkan dia oleh sebab darah Anak domba itu, dan oleh sebab perkataan kesaksian mereka itu; dan mereka itu tiada menyayangi nyawanya, walaupun sampai mati.
”dan di dalam mulutnya tiada didapati dusta, dan tiada bercacat cela.
”Di dalam hal inilah patut bagi segala orang suci menunjukkan sabar, yaitu bagi orang yang menurut segala hukum Allah dan iman akan Yesus."
”Siapakah yang tiada takut, ya Tuhan, dan yang tiada memuliakan nama-Mu? Karena hanyalah Engkau yang kudus. Maka segala bangsa akan menghadap dan menyembah Engkau, oleh sebab segala keadilan-Mu telah nyata."
”Maka aku tampak suatu arasy putih yang besar, dan Yang duduk di atasnya; daripada hadirat-Nyalah bumi dan langit itu lenyap, sehingga tempatnya pun tiada didapati lagi. Lalu aku tampak segala orang mati, besar kecil, berdiri di hadapan arasy itu, dan segala kitab pun dibukakanlah; dan dibukakan pula sebuah kitab yang lain, yaitu kitab hayat; maka segala orang yang mati itu dihukumkan menurut segala perbuatannya yang tersurat di dalam kitab-kitab itu.
”dan Ia akan menyapukan segala air mata daripada matanya, maka tiadalah akan ada lagi maut, atau perkabungan, atau tangisan, atau kesakitan pun tiada akan ada lagi, karena segala perkara yang pertama sudah lenyap." Maka Ia yang duduk di atas arasy itu pun berfirman, "Tengoklah, Aku jadikan semuanya baharu." Dan lagi firman-Nya, "Suratkanlah, karena perkataan inilah tetap dan benar." Maka firman-Nya kepadaku, "Sudahlah genap; Aku inilah Alif dan Ya, yaitu Yang awal dan Yang akhir. Kepada orang yang dahaga kelak Aku akan memberi minum daripada mata air hayat dengan percuma. Maka orang yang menang itu kelak akan mewarisi segala perkara ini; maka Aku akan menjadi Tuhannya, dan ia akan menjadi anak kepada-Ku. Tetapi bagi orang yang penakut dan yang tiada beriman dan yang keji, dan segala pembunuh, dan orang yang berzinah, dan orang hobatan, dan yang menyembah berhala, dan segala pendusta, maka bahagiannya itu ada di dalam laut yang bernyala dengan api dan belerang, yaitu mati yang kedua."
”Maka orang yang jahat, biarlah langsung ia melakukan kejahatan, dan orang yang cemar, biarlah langsung ia menjadi cemar; dan orang yang benar, biarlah langsung ia mengerjakan kebenaran; dan orang yang kudus, biarlah langsung ia menjadi kudus.
”Berbahagialah segala orang yang membasuh jubahnya, sehingga mereka itu berhak menghampiri pohon hayat itu, dan masuk ke dalam negeri itu daripada pintu gerbangnya.
”Lalu Roh dan pengantin perempuan itu berkata, "Marilah!" Dan orang yang mendengar itu, biarlah ia berkata, "Marilah!" Dan orang yang dahaga, biarlah ia datang, dan barangsiapa yang berkehendak, biarlah ia mengambil air hayat itu dengan percuma.
”Maka aku menyatakan kepada tiap-tiap orang yang mendengar perkataan nubuat di dalam kitab ini, bahwa jikalau barang seorang menambah apa-apa kepada perkataan itu, niscaya Allah akan menambah kepadanya berbagai-bagai bala yang tersurat di dalam kitab ini; dan jikalau barang seorang mengurangkan daripada perkataan di dalam kitab nubuat ini, niscaya Allah akan menghilangkan bahagiannya daripada pohon hayat dan daripada negeri yang kudus, yaitu yang tersurat di dalam kitab ini.
”