08 – Yesus
Ini adalah firman suci Tuhan Yang Maha Esa.
Kita tidak tertarik dengan kata-kata manusia.
Bagi siapa pun yang mengasihi Tuhan... inilah yang Tuhan katakan tentang: Yesus.
Ini adalah firman suci Tuhan Yang Maha Esa.
Kita tidak tertarik dengan kata-kata manusia.
Bagi siapa pun yang mengasihi Tuhan... inilah yang Tuhan katakan tentang: Yesus.
karena di dalam Dia itu sudah dijadikan segala sesuatu yang di langit dan yang di bumi, yang kelihatan dan yang tiada kelihatan, baik singgasana, baik perintah, baik penguasa, baik kuasa; maka segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan bagi Dia; dan Ialah, yang terlebih dahulu daripada sekaliannya, dan segala sesuatu wujudnya ada di dalam Dia;
”Maka ia akan beranakkan seorang anak laki-laki, dan hendaklah engkau menamakan Dia Yesus, karena Ialah yang akan melepaskan kaumnya daripada segala dosanya." Maka sekaliannya itu berlaku, supaya sampailah barang yang difirmankan oleh Tuhan dengan lidah nabi, bunyinya: Sesungguhnya anak dara itu akan mengandung dan beranakkan seorang anak laki-laki, dan disebut orang namanya: Immanuel, yang diterjemahkan artinya, Allah beserta kita.
”Maka aku tampak, dan aku dengar suara malaekat yang banyak sekeliling arasy dan segala zat yang hidup dan segala ketua itu; maka banyaknya itu beribu-ribu laksa, yang mengatakan dengan suara besar, "Berlayak Anak domba yang tersembelih itu menerima kuasa, dan kekayaan, dan hikmat, dan kekuatan, dan hormat, dan kemuliaan, dan puji." Maka aku dengar pula tiap-tiap makhluk yang di surga, dan yang di atas bumi, dan yang di bawah bumi, dan yang di laut, dan segala yang di dalamnya itu mengatakan, "Bagi Dia yang duduk di atas arasy, dan bagi Anak domba itu adalah puji dan kehormatan dan kemuliaan dan kuasa selama-lamanya." Maka keempat zat yang hidup itu mengatakan, "Amin." Dan segala ketua itu sujudlah menyembah.
”Maka Aku akan mengadakan perseteruan antaramu dengan perempuan ini, dan antara benihmu dengan benihnya; maka ia akan meremukkan kepalamu dan engkaupun akan mematukkan tumitnya.
”Maka kata Ishak kepada Ibrahim, bapanya: Ya bapaku! Maka sahut Ibrahim: Ada apa, hai anakku? Maka kata Ishak: Tengok, inilah apinya dan kayunya, tetapi di manakah anak kambingnya, yang hendak dibuat korban bakaran itu? Maka sahut Ibrahim: Hai anakku! Allah juga yang akan mengadakan bagi dirinya suatu anak domba akan korban bakaran itu. Maka berjalanlah keduanya bersama-sama.
”Maka firman Allah kepada Musa: AKU AKAN ADA, YANG AKU ADA. Dan lagi firman-Nya: Demikian hendaklah kaukatakan kepada bani Israel: Bahwa AKU ADA telah menyuruhkan daku mendapatkan kamu.
”Maka jikalau barang seorang telah berdosa dan telah berbuat sesuatu melawan firman Tuhan, yang tiada boleh dibuatnya, jikalau tiada diketahuinya sekalipun akan dirinya bersalah dan ada menanggung kesalahannya, maka hendaklah dibawanya kepada imam akan seekor domba jantan yang tiada celanya dari pada segala kambing dombanya, setuju dengan nilaianmu, akan korban karena salahnya, maka oleh imam itu akan diadakan gafirat baginya atas kesesatannya, yang telah ia sesat, sebab tiada diketahuinya, lalu ia itu akan diampuni kepadanya.
”Karena tahulah aku bahwa Penebusku itu hidup dan Iapun yang kemudian akan bangkit dari atas duli;
”Mazmur Daud bagi biduan besar, pada Ayalet Hasyakhar.
”Mereka itu telah mengangakan mulutnya kepadaku seperti singa yang menerkam serta mengaum-aum. Bahwa aku seperti air yang tercurah, dan segala tulang-tulangkupun tercerailah, maka hatikupun seperti lilin telah hancurlah meleleh di dalam isi perutku. Bahwa kuatku sudah menjadi kering seperti tembikar dan lidahkupun melekat pada langitan mulutku, maka Engkaupun meletakkan daku dalam lembu maut. Karena beberapa anjing telah mengelilingi aku, dan aku dikepung oleh suatu perhimpunan orang yang berbuat jahat; mereka itu telah menebuk kaki tanganku. Segala tulangku dapat kubilang; mereka itu melihatkan dia dan memandang kepadaku.
”Keluarkanlah aku dari dalam jaring yang telah disembunyikannya dari padaku, karena Engkau juga kuatku!
”Maka dipeliharakan-Nya segala tulangnya, dan sebatang tulangnyapun tiada akan dipatahkan.
”Bahwa suatu perkara durjana lekat padanya, maka sebab itu ia yang berbaring sekarang, tiada ia akan berbangkit pula.
”Bahwa namanya akan kekal selama-lamanya; selagi ada matahari namanya akan disebut orang turun-temurun; mereka itu akan diberkati oleh sebabnya, dan segala bangsa akan memuji dia berbahagialah adanya.
”Iapun akan memanggil akan Daku: Engkau juga Bapaku! Allahku dan gunung batu selamatku!
”Adapun batu yang telah dibuang oleh segala tukang itu, ia itu telah menjadi hulu penjuru adanya.
”Siapa gerangan telah naik ke sorga atau telah turun dari sana? Siapakah telah menggenggam angin dengan tangannya? Siapakah telah membungkus air itu dengan sehelai kain? Siapakah telah menetapkan segala pihak bumi? Siapa gerangan namanya dan siapa gerangan nama anaknya? Katakanlah jikalau kiranya engkau mengetahuinya.
”Sebermula, maka pada tahun mangkat raja Uzia kelihatanlah kepadaku Tuhan bersemayam di atas arasy yang amat tinggi dan mulia, maka kaabahpun dipenuhi oleh punca pakaian-Nya. Maka kelilingnya adalah berdiri beberapa serafim, pada masing-masing adalah enam sayapnya; dengan dua sayap ditudungnyalah mukanya dan dengan dua sayap ditudungnyalah kakinya dan dengan dua sayap terbanglah ia. Maka berserulah seorang kepada seorang, katanya: Suci, suci, sucilah Tuhan serwa sekalian alam, maka segenap bumi penuhlah dengan kemuliaan-Nya!
”Maka sebab itu diberikan Tuhan sendiri suatu tanda alamat kepadamu kelak: Bahwasanya anak dara itu akan mengandung dan beranakkan laki-laki seorang dan dinamainya akan dia Imanuel. Bahwa minyak sapi dan air madu akan dimakannya, sampai tahulah ia membuang mana yang jahat dan memilih mana yang baik. Sesungguhnya sebelum budak ini tahu membuang mana yang jahat dan memilih mana yang baik, maka negeri yang mendukacitakan hatimu itu, akan ketinggalan oleh kedua orang rajanya.
”Bahwa Engkau sudah memperbanyakkan bangsa ini, tetapi tiada Engkau membesarkan kesukaannya; maka pada masa itu mereka itu akan bersuka-sukaan di hadapan hadirat-Mu, seperti kesukaan orang pada musim menuai, seperti orang bersorak-sorak pada masa membahagi-bahagi jarahn.
”Maka kebesaran pemerintahannya dan selamatnya akan tiada berkesudahan; maka takhta Daud serta kerajaannya akan ditetapkannya dan diteguhkannya dengan kebenaran dan keadilan dari pada sekarang sampai selama-lamanya! Maka gairah Tuhan serwa sekalian alam akan melakukan perkara itu. Bermula, maka telah disuruhkan Tuhan suatu firman akan hal Yakub, maka ia itu sudah jatuh di antara orang Israel.
”Karena dari pada batang Isai yang tunggul itu akan terbit suatu pucuk dan suatu taruk dari pada akarnya akan berbuah. Maka di atasnya akan berhenti Roh Tuhan, yaitu Roh hikmat dan akal, Roh bicara dan kuat, Roh pengetahuan dan takut akan Tuhan.
”Maka jahat atau rugi sekali-kali akan tiada di atas segenap gunungku yang suci itu, karena bumi akan penuh dengan pengetahuan dari Tuhan seperti airpun menudungi tubir laut. Maka pada hari itu juga akan jadi, bahwa akar Isai berdiri akan suatu alamat bagi segala bangsa, dan segala orang kafirpun kelak bertanya akan halnya; maka tempat perhentiannya itu akan mulia adanya.
”Pada masa itu orang buta akan dicelikkan matanya dan telinga orang tulipun akan dibukakan. Pada masa itu orang timpang akan melompat seperti rusa dan lidah orang kelu akan bersorak-sorak, apabila air berpancar di padang belantara dan sungai-sungaipun di gurun.
”Lihatlah hamba-Ku, yang Kupapah, pilihan-Ku, yang hati-Ku berkenan akan dia! Bahwa sudah Kukaruniakan Roh-Ku kepadanya, maka diapun akan menyatakan kebenaran kepada orang-orang kafir.
”Demikian inilah firman Tuhan, Raja orang Israel dan Penebusnya, yaitu Tuhan serwa sekalian alam: Aku ini yang pertama dan Aku ini yang terkemudian, kecuali Aku tiadalah ilah adanya.
”Bahwa aku membiarkan belakangku kepada orang yang menyesah aku, dan pipiku kepada orang yang mencabut bulu janggutku, dan tiada aku melindungkan mukaku dari pada dinista dan diludahi.
”Bahwasanya hamba-Ku itu akan melakukan dirinya dengan akal budi; iapun akan diangkat tinggi-tinggi dan dipermuliakan amat sangat. Seperti tercengang-cenganglah banyak orang akan dia, sebab begitu buruk mukanya, terlebih pula dari pada barang seorang, dan rupanyapun terlebih pula dari pada segala anak Adam; demikianpun akan disukakannya banyak orang kafir, maka raja-raja akan mengatupkan mulutnya di hadapannya; karena orang yang belum dikatakan akan halnya, ia itu akan melihatnya, dan orang yang belum mendengar dia, ia itu akan mengetahuinya.
”Siapa gerangan telah percaya akan kabar kami, dan kepada siapa tangan Tuhan dinyatakan? Karena ia telah tumbuh di hadapan hadirat-Nya seperti taruk muda, seperti sebuah akar dari pada tanah yang kering; maka tiadalah padanya barang keelokan atau kemuliaan, sehingga kita pandang akan dia, dan tiada pula rupanya, sehingga kita rindu akan dia. Bahwa ia dicelakan dan terhina di antara segala manusia, seorang yang kena sengsara dan yang biasa dalam kesukaran; seperti seorang yang dari padanya juga ditudungi oranglah mukanya, demikianlah ia dicelakan, maka kitapun tiada mengindahkan dia. Sebenarnya ditanggungnya segala kelemahan kita dan diangkutnya segala penyakit kita, tetapi pada sangka kita bahwa disengsarakan dan dipalu dan direndahkan Allah akan dia. Tetapi ia sudah kena luka karena sebab segala kesalahan kita, dan iapun dihancurkan karena sebab segala kejahatan kita; bahwa siksa yang mengadakan selamat bagi kita itu berlaku atas dia dan oleh segala bilurnya kitapun disembuhkan. Bahwa sesatlah kita sekalian seperti domba, masing-masing kita balik kepada jalannya sendiri, tetapi segala kejahatan kita ditempuhkan Tuhan kepadanya. Apabila ia itu ditagih maka iapun disengsarakan, tetapi tiada dibukakannya mulutnya; seperti seekor anak domba ia dihantar akan dibantai dan seperti seekor kambing biri-biri kelu di hadapan orang yang mengguntingi bulunya, demikianpun tiada dibukakannya mulutnya. Bahwa iapun diangkat dari dalam kepicikan dan dari dalam pehukuman, maka di antara segala orang zamannya siapakah memperhatikannya, bahwa ia dikerat dari negeri orang yang hidup; karena sebab kesalahan segala umat-Ku maka bala itu sudah berlaku atasnya. Bahwa ditentukan oranglah kuburnya di antara segala orang fasik, tetapi dalam hal matinya adalah ia di antara orang kaya-kaya, karena iapun tiada berbuat dosa, dan tipupun tiada terdapat dari pada mulutnya. Tetapi adalah kehendak Tuhan juga menghancurkan dia dan mempersakiti dia. Apabila sudah diserahkannya nyawanya akan korban karena salah, iapun akan melihat benih dan melanjutkan umur, maka keridlaan Tuhanpun akan beruntung oleh tangannya. Karena sebab kesukaran jiwanya iapun akan melihatnya dan hatinya akan berpuas; dengan pengajarannya juga hamba-Ku yang benar itu akan membenarkan banyak orang, karena akan ditanggungnya segala dosa mereka itu. Maka sebab itu Aku akan mengaruniakan kepadanya suatu bahagian dari pada orang banyak dan diambilnya akan dirinya orang-orang yang berkuasa seolah-olah barang jarahan, sebab sudah dicurahkannya nyawanya ke dalam maut dan iapun dibilang dengan orang durhaka dan sudah ditanggungnya dosa orang banyak dan sudah dipintanya doa akan orang durhaka.
”Bahwa Roh Tuhan Hua adalah padaku, sebab telah dilantik Tuhan akan daku, supaya aku membawa kabar selamat kepada orang yang teraniaya; disuruhnya aku mengobati orang yang pecah hatinya, dan berseru-seru kelepasan bagi orang yang tertawan dan kebukaan penjara bagi orang yang terbelenggu. Dan akan berseru-serukan tahun kesenangan Tuhan dan hari pembalasan Allah kita, dan akan menghiburkan segala orang yang berdukacita hatinya. Dan akan mengangkat segala orang Sion yang berdukacita, dan akan memberikan mereka itu perhiasan akan ganti abu dan minyak kesukaan akan ganti kedukaan dan pakaian indah-indah akan ganti hati yang picik; supaya mereka itu disebut pohon beraksa kebenaran, suatu tanaman Tuhan, sipaya Iapun dipermuliakan.
”Bahwasanya hari akan datang, demikianlah firman Tuhan, apabila Aku menumbuhkan bagi Daud suatu Pucuk, yang adil, maka ia itu akan kerajaan seperti Raja dan iapun akan selamat sentosa dan lagi berbuat insaf dan adalat di atas bumi.
”Bahwa sesungguhnya hari akan datang, demikianlah firman Tuhan, apabila Aku mendirikan perjanjian baharu dengan orang isi rumah Israel dan dengan orang isi rumah Yehuda; bukan seperti perjanjian yang sudah Kudirikan dengan nenek moyangnya, tatkala Aku memegang tangannya akan menghantar mereka itu keluar dari negeri Mesir, maka perjanjian-Ku itu sudah dirombaknya, sebab itu Kutolak akan mereka itu. Maka inilah perjanjian yang akan Kubuat dengan orang isi rumah Israel kemudian dari pada hari ini, demikianlah firman Tuhan: Bahwa Aku akan memberikan hukum-Ku di dalam hatinya, maka Akulah baginya akan Allah, dan mereka itupun bagi-Ku akan umat. Dan tiada lagi mereka itu akan mengajar seorang akan seorang dan saudara akan saudara, katanya: Hendaklah engkau mengenal akan Tuhan! karena mereka itu sekalian akan mengenal Aku dari pada besar dan kecil, demikianlah firman Tuhan, karena Aku akan mengampuni segala kejahatannya dan tiada Aku ingat lagi akan segala dosanya.
”Maka pada zaman raja-raja itu oleh Allah yang di sorga akan diadakan sebuah kerajaan yang pada selama-lamanya tiada dapat dibinasakan, maka kerajaan itu tiada akan diserahkan kepada salah suatu bangsa yang lain, dan ia itupun akan menghancurkan dan meniadakan segala kerajaan itu, tetapi ia sendiri akan kekal sampai selama-lamanya.
”Maka tercengang-cenganglah baginda raja Nebukadnezar, lalu bangkit berdiri dengan segera sambil titahnya kepada segala menterinya: Bukankah kita suruh buang tiga orang juga ke dalam api itu dengan terikat? Maka sahut mereka itu, sembahnya: Benarlah seperti titah tuanku! Maka titah baginda: Bahwasanya aku melihat orang empat dengan terurai pengikatnya berjalan di tengah-tengah api, dan barang marabahayapun tiada padanya, dan rupa seorang, yang keempat itu, seperti anak dewata juga.
”Maka dalam antara kulihat ini, adalah tertaruh beberapa arasy dan Yang tiada berkesudahan harinya itu bersemayamlah, maka pakaian-Nya putih seperti salju dan rambut kepala-Nya seperti bulu kambing domba yang amat peresih, dan arasy-Nya bunga-bunga api dan jenteranyapun api bernyala-nyala. Maka suatu sungai api mengalirlah dan berpecah-pecahlah di hadapan-Nya, dan beribu-ribu berkhidmat kepada-Nya dan berlaksa-laksa menghadap hadirat-Nya; maka majelis hukumpun lalu duduklah dan segala suratpun dibukakanlah.
”Maka kulihat dalam khayal pada malam bahwasanya adalah Satu yang seperti anak manusia, datang dengan awan-awan yang di langit, lalu ia datang kepada Yang tiada berkesudahan harinya, dan iapun dihampirkan kepada hadirat-Nya. Maka dikaruniakan kepadanya pemerintahan dan kemuliaan dan kerajaan itu, maka segala bangsa dan kaum dan orang yang berbagai-bagai bahasanyapun berkhidmat kepadanya; maka pemerintahannya kekal dan kerajaannyapun tiada terbinasakan.
”Dan lagi ketahuilah olehmu dan hendaklah engkau mengerti, bahwa dari pada keluar firman akan balik kembali dan membangunkan pula Yeruzalem sampai kepada Almasih, Penghulu itu, akan ada tujuh sabat dan enam puluh dua sabat; bahwa negeri itu akan dibaiki dan dibangunkan pula dengan halaman dan kota bentengnya, jikalau pada masa kepicikan sekalipun. Maka kemudian dari pada enam puluh dua sabat Almasih itu akan dihapuskan, tetapi bukan karena dirinya sendiri, maka bangsa seorang raja, yang datang itu, akan membinasakan negeri dan tempat suci itu, dan kesudahannya akan dengan air bah yang meliputi; maka dahulu dari pada kesudahan itu akan ada perang dan kerusakan yang tiada terbaiki lagi.
”Maka jikalau kiranya diserahkannya mereka itu sekalipun sampai kepada masa, apabila yang hendak beranak itu sudah beranak, maka segala saudaranya yang tinggal itu akan kembali kepada bani Israel!
”Maka olehnya juga akan ada selamat! Apabila Asyur hendak masuk ke dalam negeri kita dan memijak-mijak segala maligai kita, maka kita akan menyuruhkan tujuh orang gembala dan delapan hulubalang dari antara orang kebanyakan akan melawan dia.
”Aku yang empunya segala perak; Aku yang empunya segala emas; demikianlah firman Tuhan serwa sekalian alam!
”Bersukacitalah engkau, hai puteri Sion! Bersorak-soraklah, hai puteri Yeruzalem! Bahwa sesungguhnya Rajamu datang kepadamu dengan adil, dan ialah penolong selamat, hatinyapun lembut dan ia mengendarai seekor keledai, seekor anak keledai betina.
”Maka firman Tuhan kepadaku: Campakkanlah dia bagi penjunan! Indah sekali upah yang dinilaikannya aku; maka kuambil akan tiga puluh keping perak itu, kucampaklah ke dalam rumah Tuhan bagi penjunan.
”Tetapi kepada isi istana Daud dan kepada orang isi Yeruzalem Aku akan mencurahkan Roh rahmat dan permintaan doa; dan mereka itu akan memandang kepadaku, yang telah ditikamnya, dan mereka itu akan meratap akan dia, selaku peratap akan anak laki-laki yang tunggal, dan mereka itu akan menangisi dia tersedih-sedih, selaku orang menangisi anak sulung.
”Maka jikalau kata orang kepadanya: Apakah segala luka ini pada tanganmu? Lalu akan sahutnya: Ia itu sebab aku dipalu dalam rumah mereka yang kasih akan daku itu. Hai pedang! Jagalah engkau, paranglah akan Gembala-Ku dan akan orang kepercayaan-Ku, demikianlah firman Tuhan serwa sekalian alam; paranglah akan Gembala itu sehingga segala domba tercerai-berai! Tetapi Aku akan mengunjuk tangan-Ku kepada yang kecil-kecil!
”Bahwa inilah silsilah Yesus Kristus, yaitu anak Daud, anak Ibrahim.
”dan Yakub memperanakkan Yusuf, yaitu suami Maryam; ialah yang melahirkan Yesus, yang disebut Kristus.
”Adapun sekalian keturunan daripada Ibrahim sampai kepada zaman Daud, jadi empat belas keturunan; dan dari zaman Daud sampai kepada masa dibuang ke Babil, itu pun empat belas keturunan; dan daripada masa dibuang ke Babil sampai kepada masa Kristus, itu pula empat belas keturunan.
”Adapun kelahiran Yesus Kristus demikian halnya: Tatkala Maryam, yaitu ibunya, bertunangan dengan Yusuf, sebelum keduanya bersetubuh, maka nyatalah Maryam itu hamil daripada Rohulkudus.
”Maka ia akan beranakkan seorang anak laki-laki, dan hendaklah engkau menamakan Dia Yesus, karena Ialah yang akan melepaskan kaumnya daripada segala dosanya." Maka sekaliannya itu berlaku, supaya sampailah barang yang difirmankan oleh Tuhan dengan lidah nabi, bunyinya: Sesungguhnya anak dara itu akan mengandung dan beranakkan seorang anak laki-laki, dan disebut orang namanya: Immanuel, yang diterjemahkan artinya, Allah beserta kita.
”Maka tiadalah Yusuf bersetubuh dengan Maryam sehingga Maryam melahirkan seorang anak laki-laki, lalu diberinya nama kepada-Nya Yesus.
”Setelah lahir Yesus di Bethlehem di tanah Yudea, pada zaman Baginda Herodes, maka datanglah beberapa orang majus dari benua sebelah timur ke Yeruzalem, katanya, "Di manakah raja orang Yahudi yang baharu lahir itu? Karena kami sudah melihat bintangnya di sebelah timur, maka kami datang hendak menyembah Dia." Apabila didengar oleh Baginda Herodes akan hal itu, maka terkejutlah ia beserta seisi negeri Yeruzalem. Maka dihimpunkannya segala kepala imam dan ahli Taurat itu, lalu bertanya kepada mereka itu, di tempat mana Kristus akan lahir. Lalu berkatalah mereka itu kepadanya, "Di negeri Bethlehem, di tanah Yudea, karena demikianlah disuratkan oleh nabi: Hai Bethlehem di tanah Yehuda, sekali-kali tiada engkau yang terkecil di antara segala penghulu Yehuda, karena dari dalam engkau akan keluar seorang pembesar, yang akan menggembalakan kaumku Israel."
”Maka masuklah mereka itu ke dalam rumah itu, lalu dilihatnya kanak-kanak itu dengan Maryam, ibunya; maka sujudlah mereka itu menyembah Dia, dibukakannya segala tempat peremasannya, serta dipersembahkannya beberapa persembahan, yaitu: emas dan kemenyan dan mur.
”Sungguhpun aku ini membaptiskan kamu dengan air, supaya kamu bertobat, tetapi Orang yang akan datang kemudian daripadaku, Ialah lebih berkuasa daripadaku; maka tiadalah berlayak aku menjadi pengangkat kasut-Nya: Ialah akan membaptiskan kamu dengan Rohulkudus dan api. Nyirunya ada di dalam tangan-Nya; maka Ia akan membersihkan segenap tempat pengiriknya, lalu Ia mengumpulkan gandumnya masuk ke dalam lumbung, tetapi sekamnya akan habis dibakar-Nya dengan api yang tiada dapat dipadamkan."
”Kemudian daripada itu datanglah Yesus dari Galilea ke Yarden supaya dibaptiskan oleh Yahya. Tetapi Yahya menolak kehendak-Nya sambil berkata, "Patutlah hamba ini dibaptiskan oleh Tuhanku, masakan Tuhanku datang kepada hamba!" Tetapi Yesus menyahut serta berkata kepadanya, "Biarkanlah, karena demikianlah patut bagi kita menggenapi segala syarat agama." Lalu diturutnya. Setelah Yesus dibaptiskan, naiklah Ia dari dalam air itu dengan segera, maka terbukalah langit, lalu dilihat-Nya Roh Allah turun seperti seekor burung merpati datang ke atas-Nya. Maka suatu suara dari langit mengatakan, "Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nya pun Aku berkenan."
”Kemudian daripada itu, lalu Yesus dibawa oleh Roh masuk ke padang belantara supaya dicobai oleh Iblis. Setelah sudah Ia puasa empat puluh hari empat puluh malam lamanya, kemudian laparlah Ia.
”Semenjak itu mulailah Yesus mengajar, serta berkata, "Bertobatlah kamu, karena kerajaan surga sudah dekat."
”Maka berjalanlah Yesus mengelilingi seluruh tanah Galilea sambil mengajar di dalam segala rumah sembahyang mereka itu, serta memberitakan Injil dari hal kerajaan Allah, dan menyembuhkan segala penyakit, dan melenyapkan segala aib tubuh orang di antara kaum itu. Maka pecahlah kabar dari hal Dia di seluruh benua Syam; lalu dibawa oranglah kepada-Nya sekalian orang yang sakit, yang ditimpa oleh berbagai-bagai penyakit dan sengsara, dan orang yang dirasuk setan, dan orang gila babi dan orang tepok; lalu disembuhkan-Nya mereka itu. Maka banyaklah orang dari Galilea dan Dekapolis dan Yeruzalem dan Yudea serta dari seberang Yarden mengikut Dia.
”"Janganlah kamu sangkakan Aku datang hendak merombak hukum Taurat atau kitab nabi-nabi; bukannya Aku datang hendak merombak, melainkan hendak menggenapkan.
”"Sebab itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kamu kuatir akan hal nyawamu, yaitu apakah yang hendak kamu makan atau minum, atau dari hal tubuhmu, apakah yang hendak kamu pakai. Bukankah nyawa itu lebih daripada makanan, dan tubuh itu lebih daripada pakaian?
”Bukannya tiap-tiap orang yang menyeru Aku, Tuhan, Tuhan, akan masuk ke dalam kerajaan surga; hanyalah orang yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di surga.
”Maka kata Yesus kepadanya, "Bagi serigala ada lubangnya, dan bagi segala burung pun ada sarangnya, tetapi Anak manusia tiada bertempat hendak membaringkan kepala-Nya."
”Maka heranlah sekalian orang, katanya, "Siapakah gerangan orang ini, sehingga angin dan laut pun menurut perintah-Nya?"
”Serta diketahui oleh Yesus akan segala pikiran hati mereka itu, lalu kata-Nya, "Apakah sebabnya kamu berpikir jahat di dalam hatimu?
”Tetapi supaya kamu mengetahui bahwa Anak manusia di dalam dunia ini berkuasa akan mengampuni dosa" (maka kata-Nya kepada orang yang sakit tepok itu,) "Bangunlah engkau, angkat tempat tidurmu, pulanglah ke rumahmu."
”Maka berjalanlah Yesus mengelilingi segala negeri dan kampung, serta mengajar di dalam segala rumah sembahyang mereka itu, sambil mengabarkan Injil dari hal kerajaan Allah, dan menyembuhkan segala penyakit, dan melenyapkan segala aib tubuh orang.
”Maka Yesus memanggil kedua belas murid-Nya, lalu diberi-Nya kuasa kepada mereka itu atas segala setan, akan membuangkan dia, dan menyembuhkan segala penyakit, dan melenyapkan segala aib tubuh orang.
”Maka kamu akan dibenci oleh sekalian orang sebab nama-Ku, tetapi orang yang bertekun sampai ke akhir, ialah akan diselamatkan.
”Sebab itu, tiap-tiap orang yang mengaku Aku di hadapan manusia, maka Aku ini juga akan mengaku dia di hadirat Bapa-Ku yang di surga. Tetapi barangsiapa yang menyangkal Aku di hadapan manusia, maka Aku ini juga akan menyangkal dia di hadirat Bapa-Ku yang di surga.
”Janganlah kamu sangkakan Aku datang membawa keamanan di atas bumi ini. Bukannya Aku datang membawa keamanan, melainkan pedang. Karena Aku datang menceraikan orang dengan bapanya, dan anak yang perempuan dengan ibunya, dan menantu yang perempuan dengan mak mentuanya;
”Siapa yang mengasihi bapanya atau ibunya lebih daripada-Ku, tiada ia berlayak kepada-Ku dan siapa yang mengasihi anaknya laki-laki atau anaknya yang perempuan lebih daripada-Ku, tiada ia berlayak kepada-Ku. Dan barangsiapa yang tiada menanggung salibnya serta mengikut Aku, tiada ia berlayak kepada-Ku.
”Sekarang Anak manusia datang makan serta minum maka kata orang: Tengoklah, seorang gelojoh dan peminum anggur, sahabat orang pemungut cukai dan orang berdosa. Maka hikmat itu dibenarkan oleh perbuatannya."
”Segala sesuatu sudah diserahkan kepada-Ku oleh Bapa-Ku, dan seorang pun tiada mengenal Anak itu, hanyalah Bapa sahaja, dan seorang pun tiada mengenal Bapa itu, hanyalah Anak sahaja, dan lagi orang yang hendak dinyatakan kepada-Nya oleh Anak itu.
”Marilah kepada-Ku, hai kamu sekalian yang berlelah dan yang menanggung berat. Aku ini akan memberi sentosa kepadamu. Tanggunglah kuk Aku, dan belajarlah kepada-Ku; karena Aku lembut dan rendah hati; maka kamu akan mendapat sentosa bagi jiwamu. Karena kuk Aku senang rasanya, dan tanggungan Aku ringan adanya."
”karena Anak manusia itulah Tuhan atas hari Sabbat juga."
”Dan kepada nama-Nya segala orang kafir akan berharap.
”Tatkala itu dibawa oranglah kepada Yesus seorang yang dirasuk setan, yang buta dan kelu; maka disembuhkan-Nya dia, sehingga orang yang kelu itu bertutur serta nampak. Maka tercengang-cenganglah orang banyak itu serta berkata, "Bukankah Ia ini Anak Daud?"
”Maka oleh sebab Yesus mengetahui pikiran mereka itu, berkatalah Ia kepada mereka itu, "Bahwa tiap-tiap kerajaan yang berlawan-lawan sama sendiri, binasa kelak; dan tiap-tiap negeri atau rumah yang berlawan-lawan sama sendiri, tiada akan kekal adanya.
”Tetapi jikalau Aku membuangkan setan dengan kuasa Roh Allah, niscaya kerajaan Allah datang kepadamu.
”Karena sama seperti Yunus di dalam perut ikan raya tiga hari tiga malam lamanya, demikian juga Anak manusia akan ada di dalam hati bumi kelak tiga hari tiga malam lamanya.
”Karena barangsiapa yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di surga, ialah saudara-Ku laki-laki, dan saudara-Ku yang perempuan, dan ibu-Ku adanya."
”Maka Anak manusia akan menyuruhkan segala malaekat-Nya, lalu malaekat itu akan mengumpulkan dari dalam kerajaan-Nya segala penggoda dan sekalian orang yang durhaka.
”Maka disuruh-Nya orang banyak itu duduk di rumput; maka diambil-Nya roti lima ketul dan ikan dua ekor itu, lalu Ia menengadah ke langit serta memberi berkat, kemudian Ia memecahkan roti itu serta memberikan kepada murid-murid-Nya, dan murid-murid pula memberikan kepada orang banyak itu. Lalu makanlah sekaliannya hingga kenyang. Maka diangkat oranglah segala sisanya, penuh dua belas bakul banyaknya. Adapun yang makan roti itu ada kira-kira lima ribu orang laki-laki, lain pula segala perempuan dan kanak-kanak.
”Maka pada waktu lepas pukul tiga malam, datanglah Yesus kepada mereka itu, berjalan di atas air tasik itu. Apabila dilihat oleh murid-murid-Nya akan Dia berjalan di atas air tasik itu, maka terkejutlah sekaliannya sambil katanya, "Itu hantu!" Lalu berteriaklah mereka itu sebab takutnya.
”Maka segala orang yang di dalam perahu itu pun datanglah sujud menyembah Yesus sambil katanya, "Sesungguhnya Tuhanlah Anak Allah."
”Apabila orang isi negeri itu kenal Yesus, mereka itu pun menyuruhkan orang pergi ke segenap negeri yang berkeliling, lalu dibawa oranglah kepada-Nya segala orang yang sakit; maka mereka itu pun meminta kepada-Nya supaya boleh menjamah kaki jubah-Nya sahaja. Maka seberapa orang yang menjamah Dia itu pun sembuhlah.
”Maka banyaklah orang datang kepada-Nya membawa orang timpang, dan orang kudung, dan orang buta, dan orang kelu, dan banyak orang lain-lain pun, lalu meletakkan mereka itu di kaki Yesus. Maka disembuhkan-Nya mereka itu,
”lalu diambil-Nya roti yang tujuh ketul dan ikan itu, diucap-Nya syukur dan dipecah-pecahkan-Nya, serta diberi-Nya kepada murid-murid-Nya, maka murid-murid-Nya pula memberikan dia kepada orang banyak itu. Maka makanlah sekaliannya sampai kenyang. Lalu diangkat oranglah segala sisanya itu, tujuh bakul penuh. Adapun segala orang yang makan itu empat ribu orang laki-laki banyaknya, lain pula perempuan dan kanak-kanak.
”Maka sahut Simon Petrus, katanya, "Tuhanlah Kristus, Anak Allah yang hidup."
”Lalu Ia berpesan kepada murid-murid-Nya, jangan mengatakan kepada seorang jua pun, bahwa Ialah Kristus adanya.
”Daripada masa itu mulailah Yesus menyatakan kepada murid-murid-Nya, bahwa Ia wajib pergi ke Yeruzalem, lalu merasai banyak sengsara daripada orang tua-tua, dan daripada kepala imam dan ahli Taurat, sehingga dibunuh, kemudian Ia bangkit pula pada hari yang ketiga.
”Karena Anak manusia akan datang dengan kemuliaan Bapa-Nya beserta dengan segala malaekat-Nya; pada masa itu Ia akan membalas kepada tiap-tiap orang menurut perbuatannya.
”Maka berubahlah rupa-Nya di hadapan mereka itu, serta bersinarlah muka-Nya seperti matahari, dan pakaian-Nya menjadi putih seperti terang siang adanya.
”Maka sementara ia lagi berkata-kata, sekonyong-konyong adalah sebuah awan yang bercahaya menaungi mereka itu; lalu kedengaranlah suatu suara dari dalam awan itu mengatakan, "Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nya pun Aku berkenan; dengarlah olehmu akan Dia."
”Tatkala mereka itu berjalan-jalan di tanah Galilea, kata Yesus kepada mereka itu, "Bahwa Anak manusia akan diserahkan ke tangan orang; lalu orang-orang itu akan membunuh Dia; maka pada hari yang ketiga Ia akan bangkit pula." Maka murid-murid itu sangat berdukacita.
”Ingatlah baik-baik, janganlah kamu menghinakan barang seorang daripada kanak-kanak yang kecil ini; karena Aku berkata kepadamu, bahwa segala malaekat mereka itu yang di surga senantiasa memandang wajah Bapa-Ku yang di surga. Karena Anak manusia datang menyelamatkan yang sesat.
”Karena barang di mana ada dua atau tiga orang berhimpun atas nama-Ku, di situlah Aku ada di tengah-tengah mereka itu."
”Maka kata Yesus kepadanya, "Jikalau engkau hendak menjadi sempurna pergilah engkau, jualkan barang apa yang ada padamu, dan sedekahkanlah kepada orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di surga; dan marilah mengikut Aku."
”"Bahwa kita ini pergi naik ke Yeruzalem, dan Anak manusia itu akan diserahkan ke tangan kepala imam dan ahli Taurat, maka mereka itu akan menghukumkan Dia mati. Lalu menyerahkan Dia ke tangan orang kafir, supaya Ia diolok-olokkannya dan disesahnya, serta disalibkannya, dan pada hari yang ketiga Ia akan bangkit pula."
”Seperti Anak manusia pun bukannya datang supaya dilayani, melainkan supaya melayani dan memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi orang banyak."
”Maka kebanyakan orang membentangkan pakaiannya di jalan, dan ada yang lain pula mengerat carang-carang kayu, lalu dihamparkannya di jalan. Maka orang banyak yang berjalan di hadapan dan yang mengikut itu pun bersorak-soraklah, katanya, "Hosanna bagi Anak Daud, mubaraklah Ia yang datang dengan nama Tuhan, Hosanna di tempat yang Mahatinggi."
”Maka masuklah Yesus ke dalam Bait Allah, lalu mengusir segala orang yang berjual beli di dalam Bait Allah, diterbalikkan-Nya meja-meja orang yang menukar uang, dan kursi orang yang menjual burung merpati, serta berkata kepada mereka itu, "Telah tersurat: Bahwa Rumah-Ku akan disebut rumah tempat berdoa; tetapi kamu ini menjadikan dia gua penyamun." Maka orang buta dan orang timpang pun datang kepada-Nya di dalam Bait Allah, lalu disembuhkan-Nya mereka itu. Tetapi apabila kepala-kepala imam dan ahli Taurat melihat segala perbuatan-Nya yang ajaib itu, dan sekalian budak yang bersorak-sorak di dalam Bait Allah dengan kata, "Hosanna bagi Anak Daud," maka marahlah mereka itu,
”Maka kata Yesus kepadanya, "Belum pernahkah kamu membaca di dalam Alkitab: Bahwa batu yang dibuangkan oleh tukang-tukang rumah, ialah sudah menjadi batu penjuru; demikianlah perbuatan Tuhan, maka hal itu ajaiblah pada mata kita. Sebab itu Aku berkata kepadamu, bahwa kerajaan Allah akan diambil daripadamu, dan diberikan kepada suatu bangsa yang menerbitkan buahnya. Maka barangsiapa yang jatuh di atas batu itu, ia akan remuk; tetapi orang yang ditimpa oleh batu itu, hancurlah ia kelak."
”Tatkala orang Parisi lagi berhimpun, bertanyalah Yesus kepada mereka itu, kata-Nya, "Apakah pikiran kamu tentang Kristus itu? Anak siapakah Dia?" Maka sahut mereka itu kepada-Nya, "Anak Daud." Maka kata Yesus kepada mereka itu, "Kalau begitu, bagaimanakah Daud itu sendiri memanggil Dia Tuhan dengan ilham Roh, demikian: Bahwa Tuhan telah berfirman kepada Tuhanku: Duduklah Engkau di sebelah kanan-Ku, sehingga Aku menaklukkan segala musuh-Mu di bawah kaki-Mu? Jikalau Daud sendiri memanggil Dia Tuhan, bagaimanakah pula Ia jadi anaknya?" Maka seorang pun tiada dapat menyahut sepatah kata pun kepada-Nya, dan daripada hari itu juga seorang pun tiada berani menyoal Dia lagi.
”Dan lagi janganlah kamu dipanggil orang Penganjur, karena Penganjur kamu Satu sahaja, yaitu Kristus.
”Pada masa itu kamu akan diserahkan orang akan disengsarakan, dan kamu akan dibunuh orang; dan kamu akan dibenci oleh segala bangsa sebab nama-Ku.
”Karena seperti kilat memancar dari timur, dan bercahaya sampai ke barat, demikian juga kedatangan Anak manusia.
”Setelah itu kelak kelihatan tanda Anak manusia di langit; maka segala bangsa manusia yang di bumi akan meratap, lalu mereka itu akan memandang Anak manusia datang di atas awan dari langit, dengan kuasa dan kemuliaan yang besar.
”Maka langit dan bumi akan lenyap, tetapi perkataan-Ku kekal.
”"Apabila Anak manusia datang kelak dengan kemuliaan-Nya, dan segala malaekat-Nya pun serta-Nya, lalu Ia akan duduk di atas takhta kemuliaan-Nya; maka sekalian bangsa manusia pun akan dihimpunkan di hadapan-Nya, dan Ia akan mengasingkan mereka itu seorang daripada seorang, sama seperti gembala mengasingkan domba daripada kambing. Lalu dihimpunkan-Nya domba itu di sebelah kanan-Nya, tetapi kambing itu di sebelah kiri-Nya. Kemudian Raja itu pun kelak bertitahlah kepada mereka itu yang di sebelah kanan-Nya: Marilah, hai kamu yang diberkati oleh Bapa-Ku, memiliki warisan, yaitu kerajaan yang disediakan bagimu daripada awal kejadian alam.
”Sementara mereka itu makan, diambil oleh Yesus roti dan diberkati-Nya, lalu dipecah-pecahkan-Nya serta diberikan-Nya kepada murid-murid itu sambil berkata, "Ambillah, makanlah, inilah tubuh-Ku." Lalu diangkat-Nya cawan minuman, diucapkan-Nya syukur serta diberikan-Nya kepada mereka itu sambil berkata, "Minumlah kamu sekalian dari cawan itu. Karena inilah darah-Ku, yaitu darah perjanjian (baharu), yang ditumpahkan karena orang banyak, jalan keampunan dosa. Tetapi Aku berkata kepadamu, bahwa daripada ketika ini tiada lagi Aku minum air buah anggur sehingga sampai kepada hari Aku minum dia yang baharu bersama-sama dengan kamu di dalam kerajaan Bapa-Ku."
”Kemudian kata Yesus kepada mereka itu, "Hati-Ku amat sangat berdukacita, hampir mati rasa-Ku; tinggallah kamu di sini dan berjagalah serta-Ku."
”Pada sangkamu, tiadakah boleh Aku memohonkan kepada Bapa-Ku, sehingga Ia mengaruniakan kepada-Ku lebih daripada dua belas legion malaekat walaupun sekarang ini juga? Jikalau begitu, bagaimanakah dapat disampaikan isi Alkitab yang mengatakan, bahwa tak dapat tiada akan jadi demikian?"
”Tetapi Yesus diam sahaja. Maka kata Imam Besar itu kepada-Nya, "Aku menuntut sumpahmu demi Allah yang hidup mengatakan kepada kami, kalau-kalau engkau ini Kristus, Anak Allah itu." Maka kata Yesus kepadanya, "Seperti kata Tuan. Tetapi Aku berkata kepadamu, daripada sekarang ini kamu akan nampak Anak manusia duduk di sebelah kanan Kodrat, serta datang di atas awan dari langit."
”Lalu mereka itu meludahi muka-Nya, serta meninju Dia; dan ada yang menampar Dia, sambil berkata, "Nubuatkanlah kami, hai Kristus, siapakah yang memukul Engkau?"
”Maka berdirilah Yesus di hadapan pemerintah, lalu bertanyalah pemerintah kepada-Nya, serta berkata, "Engkau inikah Raja orang Yahudi?" Maka kata Yesus, "Seperti kata Tuan."
”Apabila orang banyak itu sudah berhimpun, berkatalah Pilatus kepada mereka itu, "Siapakah yang kamu suka aku lepaskan bagimu? Barabbaskah atau Yesus, yang dikatakan Kristus?"
”Maka kata Pilatus kepada mereka itu, "Jikalau demikian, apakah wajib kuperbuat kepada Yesus yang dikatakan Kristus?" Maka jawab mereka itu sekalian, "Wajiblah Ia disalibkan."
”Maka mereka itu menyentak pakaian Yesus, lalu dikenakan kepada-Nya jubah ungu. Dan dianyamkannya suatu makota daripada duri, serta dibubuhkannya di kepala-Nya, dan diberinya sebatang buluh ke tangan kanan-Nya; lalu bertelutlah mereka itu di hadapan-Nya sambil mengolok-olokkan Dia, katanya, "Daulat Raja orang Yahudi!" Maka mereka itu pun meludahi Dia, serta mengambil buluh itu memalu kepala-Nya. Setelah diolok-olokkannya, maka disentaknya pula jubah itu, dikenakannya pakaian-Nya sendiri, lalu membawa Dia pergi, supaya disalibkan.
”Maka di sebelah atas kepala-Nya dilekatkannya tulisan tuduhan ke atas Dia, tertulis, "Inilah Yesus, Raja orang Yahudi."
”Demikian juga segala kepala imam dan ahli Taurat dan orang tua-tua itu mengolok-olokkan Dia serta berkata, "Orang lain sudah diselamatkan-Nya, tetapi tiada dapat menyelamatkan diri-Nya sendiri. Ia Raja orang Israel, sekarang hendaklah Ia turun dari salib, baharulah kita percaya akan Dia. Ia sudah harap kepada Allah, biarlah sekarang Allah juga menyelamatkan Dia, jikalau Allah berkenankan Dia; karena Ia berkata: Aku Anak Allah."
”Maka sekira-kira pukul tiga itu berserulah Yesus dengan suara yang nyaring, kata-Nya, "Eli, Eli, lama sabakhtani!" Artinya, "Ya Tuhan-Ku, ya Tuhan-Ku, apakah sebabnya Engkau meninggalkan Aku?"
”Maka berserulah pula Yesus dengan suara besar, lalu menyerahkan roh-Nya. Maka sekonyong-konyong tirai di dalam Bait Allah cariklah terbelah dua, dari atas sampai ke bawah; dan bumi pun gempa; dan batu-batu gunung terbelah-belah. Dan kubur-kubur pun terbuka, dan beberapa mayat orang suci yang sudah wafat bangkit pula; dan keluar daripada kuburnya, maka kemudian daripada kebangkitan Yesus, masuklah mereka itu ke dalam negeri kudus, lalu kelihatan kepada banyak orang. Apabila penghulu laskar dan orang-orang sertanya, yang menunggui Yesus, nampak gempa bumi dan segala perkara yang berlaku itu, takutlah mereka itu amat sangat, katanya, "Sungguhlah orang ini Anak Allah."
”Maka sekonyong-konyong jadilah gempa bumi yang besar, karena seorang malaekat Tuhan turun dari surga, serta datang menggolekkan batu itu dari kubur, lalu duduk di atas. Maka adalah rupanya seperti kilat, dan pakaiannya putih seperti salju. Maka orang jaga itu pun menggeletar oleh sebab takut akan dia, sehingga kelihatan seperti orang mati. Lalu malaekat itu menjawab serta berkata kepada perempuan itu, "Janganlah kamu takut, karena aku mengetahui, bahwa kamu mencari Yesus yang disalibkan itu; tiadalah Ia di sini, karena Ia sudah bangkit seperti kata-Nya dahulu. Marilah kamu, lihatlah tempat Tuhan sudah terbaring itu. Pergilah kamu dengan segera mengatakan kepada murid-murid-Nya, bahwa Ia sudah bangkit dari antara orang mati, dan akan berjalan dahulu daripada kamu ke Galilea; di sanalah kelak kamu melihat Dia; ingatlah, Aku sudah mengatakan hal itu kepadamu."
”Maka tiba-tiba Yesus pun bertemulah dengan mereka itu, serta kata-Nya, "Sejahteralah kamu!" Maka datanglah perempuan itu memeluk kaki-Nya, serta menyembah Dia. Lalu sabda Yesus kepadanya, "Janganlah kamu takut! Pergilah kamu memberi tahu kepada saudara-saudara-Ku, supaya mereka itu pergi ke Galilea, di sanalah kelak mereka itu melihat Aku."
”Maka Yesus menghampiri mereka itu, lalu bertutur kepada mereka itu, sabda-Nya, "Bahwa segala kuasa dikaruniakan kepada-Ku. Baik di surga baik di atas bumi ini. Sebab itu pergilah kamu, jadikanlah sekalian bangsa itu murid-Ku, serta membaptiskan dia dengan nama Bapa, dan Anak dan Rohulkudus; dan mengajar dia menurut segala sesuatu yang Aku pesan kepadamu. Maka ketahuilah olehmu: Aku ini beserta dengan kamu senantiasa hingga kepada kesudahan alam."
”Bahwa inilah permulaan Injil dari hal Yesus Kristus, Anak Allah.
”Adapun aku membaptiskan kamu dengan air, tetapi Ia akan membaptiskan kamu dengan Rohulkudus."
”Pada masa itu datanglah Yesus dari Nazaret di tanah Galilea, lalu Yahya membaptiskan Dia di dalam Sungai Yarden. Maka ketika Ia naik keluar dari air itu, dilihat-Nya langit terbelah, serta Roh Allah turun ke atas-Nya seperti seekor burung merpati. Lalu kedengaranlah suatu suara dari langit, mengatakan, "Engkau inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Mu juga Aku berkenan!" Pada masa itu juga Roh membawa Yesus ke padang belantara. Adalah Ia di padang belantara itu empat puluh hari lamanya dicobai oleh Iblis, maka Ia hidup di antara binatang-binatang yang buas, tetapi malaekat pun melayani Dia.
”Maka berjalanlah mereka itu masuk ke Kapernaum, lalu pada hari Sabbat masuklah Yesus ke dalam rumah sembahyang serta mengajar orang. Maka sangat heranlah orang sekalian akan pengajaran-Nya itu, karena Ia mengajar mereka itu sebagai seorang yang menaruh kuasa, lain sekali daripada segala ahli Taurat itu. Pada waktu itu adalah di dalam rumah sembahyang itu seorang yang dirasuk setan, maka berteriaklah ia, katanya, "Hai, Yesus, orang Nazaret, apakah kena-mengena kami dengan Engkau? Engkau datang mau membinasakan kami, aku tahu siapa Engkau ini, yaitu Yang Kudus datang daripada Allah." Maka Yesus menengking dia, kata-Nya, "Diam! Keluarlah engkau daripada orang ini!" Maka setan itu sangat mengharu orang itu, sambil menjerit dengan nyaring suaranya, lalu keluar daripadanya. Maka tercengang-cenganglah mereka itu sehingga bertanya seorang kepada seorang, katanya, "Wah! Apakah ini? Pengajaran yang baharukah? Karena segala setan pun diperintah-Nya dengan kuasa, sehingga menurut perintah-Nya." Maka dengan segera berpecah-pecahlah kabar dari hal Yesus itu di seluruh daerah jajahan Galilea.
”Lalu disembuhkan-Nya banyak orang yang kena sakit berbagai-bagai penyakitnya dan setan pun banyak dibuangkan-Nya, maka tiada diizinkan-Nya setan itu berkata-kata, karena setan itu mengenal Dia.
”Tetapi, keluarlah orang itu, lalu mulai memecahkan kabar sana-sini serta memasyhurkan perkara itu, sehingga Yesus tiada dapat masuk lagi ke dalam negeri itu dengan nyata-nyata, melainkan adalah Ia di luar di tempat-tempat yang sunyi; maka banyaklah orang datang kepada-Nya dari segala pihak.
”Dan barang di mana juga Ia masuk, baik kampung baik negeri ataupun dusun, orang membawa segala orang sakit ke pasar negerinya, serta memohonkan izin daripada Yesus, kalau-kalau boleh menjamah kaki jubah-Nya sahaja; maka seberapa orang yang menjamah Dia itu pun sembuhlah.
”Maka bertanyalah Yesus kepada mereka itu, "Tetapi kata kamu ini, siapakah Aku?" Lalu sahut Petrus, serta berkata kepada-Nya, "Tuhanlah Kristus."
”Maka mulailah Yesus mengajar murid-murid-Nya, bahwa wajib Anak manusia itu akan merasai banyak sengsara, dan ditolak oleh segala orang tua-tua dan kepala-kepala imam dan ahli Taurat sehingga dibunuh oleh mereka itu, lalu Ia akan bangkit pula kemudian daripada tiga hari lamanya.
”Karena Ia mengajar murid-murid-Nya, serta berkata kepada mereka itu, "Anak manusia itu akan diserahkan ke tangan orang, lalu orang-orang itu akan membunuh Dia. Setelah Ia dibunuh oleh mereka itu, maka pada hari yang ketiga Ia akan bangkit pula."
”Adalah mereka itu berjalan naik ke Yeruzalem, dan Yesus berjalan dahulu di hadapan mereka itu, maka tercenganglah mereka itu, dan orang yang mengikut itu pun takut. Pada waktu itu dibawa-Nya pula kedua belas murid itu, lalu Ia mulai mengatakan kepada mereka itu segala perkara yang akan berlaku atas-Nya, kata-Nya, "Sekarang kita naik ke Yeruzalem, dan Anak manusia akan diserahkan ke tangan kepala-kepala imam dan segala ahli Taurat, maka mereka itu akan menghukumkan Dia mati dibunuh, dan akan menyerahkan Dia ke tangan orang kafir. Lalu mereka itu mengolok-olokkan Dia dan meludahi Dia, serta menyesah dan membunuh Dia, tetapi pada hari yang ketiga Ia akan bangkit pula."
”Karena Anak manusia pun bukannya datang supaya dilayani, melainkan supaya melayani dan memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi orang banyak."
”Maka tibalah mereka itu di Yeruzalem. Setelah Yesus masuk ke dalam Bait Allah, mulailah Ia mengusir orang yang berjual beli di dalam Bait Allah itu, diterbalikkan-Nya meja-meja orang yang menukar uang, dan kursi orang yang menjual uang, dan kursi orang yang menjual burung merpati. Dan lagi tiada diberi-Nya seorang jua pun membawa barang suatu perkakas rumah menerusi Bait Allah. Lalu Ia mengajar, serta berkata kepada mereka itu, "Bukankah telah tersurat: Bahwa Rumah-Ku akan disebut rumah tempat berdoa bagi segala bangsa? Tetapi kamu sudah menjadikan dia gua orang penyamun." Maka perkataan itu kedengaran kepada segala kepala imam dan ahli Taurat, lalu mereka itu mencari daya upaya, hendak membunuh Dia; karena mereka itu takut akan Dia, sebab sekalian orang pun sangat heranlah akan pengajaran-Nya.
”Maka mengajarlah pula Yesus di dalam Bait Allah, serta berkata, "Bagaimanakah dikatakan oleh ahli Taurat, bahwa Kristus itu anak Daud?
”Maka kamu akan dibenci oleh sekalian orang, karena sebab nama-Ku; tetapi barangsiapa yang bertekun sampai ke akhir, ialah akan diselamatkan.
”Lalu mereka itu kelak tampak Anak manusia datang di dalam awan dengan kuasa yang besar dan dengan kemuliaan.
”Sesungguhnya langit dan bumi akan lenyap, tetapi perkataan-Ku kekal.
”Sementara mereka itu makan, diambil oleh Yesus roti dan diberkati-Nya, lalu dipecah-pecahkan-Nya, serta diberikan-Nya kepada mereka itu, kata-Nya, "Ambillah, makanlah, inilah tubuh-Ku." Lalu diangkat-Nya cawan minuman, diucapkan-Nya syukur serta diberikan-Nya kepada mereka itu, maka sekaliannya pun minumlah dari cawan itu. Maka kata-Nya kepada mereka itu, "Inilah darah-Ku, yaitu darah perjanjian-Ku yang ditumpahkan karena orang banyak.
”Tetapi Yesus diam sahaja, tiada Ia menyahut barang apa pun. Maka lagi pula Imam Besar itu bertanya kepada-Nya, katanya, "Sungguhkah Engkau Kristus, Anak Allah Yang Dipuji itu?" Maka jawab Yesus, "Akulah Dia; maka kamu akan memandang Anak manusia duduk di sebelah kanan Yang Mahakuasa, serta datang dengan awan dari langit."
”Maka bertanyalah Pilatus kepada-Nya, "Engkaukah raja orang Yahudi?" Maka jawab-Nya kepadanya, "Seperti kata Tuan."
”Maka dikenakannya kepada Yesus jubah ungu, dan dianyamkannya suatu makota daripada duri, serta dibubuhkannya di kepala-Nya. Lalu mereka itu mulai memberi salam kepada-Nya, katanya, "Daulat Raja orang Yahudi!" Maka dipalunya kepala-Nya dengan sebatang buluh, dan diludahinya, lalu mereka itu bertelut sambil menyembah Dia. Setelah sudah mereka itu mengolok-olokkan Dia, maka mereka itu pun menanggalkan daripada-Nya jubah ungu itu, serta mengenakan pula pakaian-Nya sendiri, lalu membawa Dia ke luar, supaya Ia disalibkan oleh mereka itu.
”Maka tulisan tuduhan ke atas Dia tertulis di sebelah atas-Nya, yaitu, "Raja orang Yahudi." Maka disalibkannya serta-Nya dua orang penyamun, seorang di sebelah kanan, dan seorang di sebelah kiri-Nya. Demikian sampailah nas Alkitab, bunyinya: Bahwa Ia dihisabkan kepada pihak orang durhaka.
”Hai Kristus, Raja orang Israel, turunlah sekarang dari atas kayu salib, supaya kami nampak dan kami percaya." Maka orang yang disalibkan serta-Nya itu juga mencelakan Dia.
”Maka pada jam pukul tiga, berserulah Yesus dengan nyaring suara-Nya, kata-Nya, "Eloi, Eloi, lama sabakhtani?" Yang diterjemahkan artinya, "Ya Tuhan-Ku, ya Tuhan-Ku, apakah sebabnya Engkau meninggalkan Aku?"
”Tetapi berserulah Yesus dengan suara besar, lalu putuslah nyawa-Nya. Maka tirai Bait Allah cariklah terbelah dua, dari atas sampai ke bawah. Apabila penghulu laskar, yang berdiri berhadapan dengan Dia, sudah melihat mati-Nya sebegitu, lalu ia berkata, "Sungguhlah, orang ini Anak Allah!"
”Lalu masuklah mereka itu ke dalam kubur, dilihatnya seorang muda duduk di sebelah kanan, yang berpakaikan suatu jubah yang putih; maka tercengang-cenganglah segala perempuan itu. Maka kata orang muda itu kepada mereka itu, "Janganlah kamu tercengang; kamu mencari Yesus, orang Nazaret, yang sudah disalibkan itu. Ia sudah bangkit, tiada Ia di sini, tengoklah tempat orang meletakkan Dia. Tetapi pergilah kamu, katakanlah kepada segala murid-Nya dan kepada Petrus pun, bahwa Ia akan berjalan dahulu daripada kamu ke Galilea, di sana kamu akan melihat Dia seperti sabda-Nya kepada kamu." Lalu dengan gopoh-gopoh keluarlah mereka itu sambil berlari dari kubur itu, karena gentar dan dahsyat menimpa mereka itu, maka satu pun tiada dikatakannya kepada seorang jua pun, sebab sekaliannya itu takut.
”Setelah Tuhan (Yesus) bersabda demikian kepada mereka itu, maka terangkatlah Ia naik ke surga lalu duduk di sebelah kanan Allah. Maka segala orang itu pun pergilah, serta memberitakan di mana-mana, maka Tuhan membantu mereka itu, dan meneguhkan firman itu dengan sekalian tanda ajaib yang mengiringi dia.
”Sesungguhnya engkau akan hamil, dan beranakkan seorang anak laki-laki, maka hendaklah engkau namakan Dia Yesus. Maka Ia akan menjadi besar, dan Ia akan dikatakan Anak Allah Yang Mahatinggi; maka Allah, Tuhan kita, akan mengaruniakan kepada-Nya takhta Daud, nenek moyang-Nya itu. Maka Ia pun akan menjadi raja atas benih Yakub selama-lamanya, dan kerajaan-Nya itu tiada berkesudahan."
”Lalu kata Maryam kepada malaekat itu, "Bagaimanakah perkara ini boleh jadi, karena hamba belum mengetahui laki-laki?" Maka jawab malaekat itu serta berkata kepadanya, "Bahwa Rohulkudus akan turun atasmu, dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau. Sebab itu juga Yang Kudus yang akan diperanakkan itu, kelak dikatakan Anak Allah.
”Lalu bersalinlah ia akan seorang anak laki-laki, yaitu anak yang sulung; maka dibedunginya dengan kain lampin, dan dibaringkannya di dalam palungan, karena tiada tempat bagi mereka itu di dalam rumah persinggahan.
”sebab pada hari ini sudah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus Tuhan itu, di dalam negeri Daud. Maka inilah tandanya bagimu: Kamu akan jumpa seorang kanak-kanak berbedung dengan kain lampin dan berbaring di dalam palungan." Maka sekonyong-konyong adalah beserta dengan malaekat itu beberapa banyak bala tentara surga, yang memuji Allah serta katanya, "Segala kemuliaan bagi Allah di tempat Yang Mahatinggi, dan sejahtera di atas bumi di antara orang yang diperkenan-Nya."
”maka Simeon pun memberkati keduanya itu, serta berkata kepada Maryam, ibu-Nya, "Tengoklah, kanak-kanak ini ditentukan akan menjatuhkan dan membangunkan beberapa banyak orang Israel, dan akan menjadi suatu alamat yang dibantah. Maka suatu pedang akan menembuskan jiwamu sendiri, -- supaya ketara pikiran hati orang banyak."
”Maka berlakulah, tatkala segenap kaum itu dibaptiskan dan Yesus juga dibaptiskan sambil Ia berdoa, bahwa langit pun terbukalah; lalu Rohulkudus turun ke atas-Nya berlembaga seperti seekor burung merpati, maka suatu suara dari langit mengatakan, "Engkau inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Mu juga Aku berkenan."
”Kemudian baliklah Yesus ke Galilea dengan kuasa Roh; maka masyhurlah kabar-Nya di seluruh jajahan itu. Lalu Ia mengajar di dalam segala rumah sembahyang mereka itu, dan sekalian orang pun memuji Dia.
”Maka diunjukkan orang kepada-Nya kitab Nabi Yesaya. Setelah dibuka-Nya kitab itu, lalu dijumpai-Nya nas yang ada tersurat: Roh Tuhan ada di atas-Ku, sebab Ia sudah mengurapi Aku, akan memberitakan kabar kesukaan kepada orang miskin, dan menyuruhkan Aku mengabarkan kebebasan bagi orang yang tertawan, dan menyembuhkan penglihatan orang buta, melepaskan orang yang tertindih, dan mengabarkan tahun karunia Tuhan. Setelah ditutup-Nya kita itu, maka dipulangkan-Nya kepada khadim, lalu duduk; maka mata sekalian orang yang di dalam rumah sembahyang itu pun terlekatlah kepada-Nya. Maka mulailah Ia mengatakan kepada mereka itu demikian, "Pada hari ini isi kitab yang kamu dengar itu sudah sampai."
”Maka sangat heranlah mereka itu akan pengajaran-Nya itu, karena perkataan-Nya itu dengan kuasa. Adalah di dalam rumah sembahyang itu seorang yang dirasuk setan, maka berteriaklah ia dengan nyaring suaranya, katanya, "Ah, apakah kena-mengena kami dengan Engkau, hai Yesus orang Nazaret? Engkau datang mau membinasakan kamikah? Aku tahu siapa Engkau ini, yaitu Yang Kudus datang daripada Allah." Lalu Yesus menengking dia, kata-Nya, "Diam, keluarlah engkau daripada orang ini!" Maka setan itu pun menghempaskan orang itu di tengah-tengah orang banyak, lalu keluarlah setan itu dari dalamnya dengan tiada menyakiti dia. Maka tercengang-cenganglah mereka itu sekalian serta bertutur-tutur sama sendirinya, katanya, "Wah! Perkataan apakah ini? Karena dengan kuat kuasa diperintah-Nya setan itu sehingga keluar!"
”Maka setan-setan pun keluarlah daripada banyak orang itu, sambil berteriak, katanya, "Engkau inilah Anak Allah." Lalu Yesus melarangkan setan-setan itu berkata-kata, sebab diketahui oleh setan itu bahwa Ialah Kristus.
”Setelah sudah Ia berhenti bertutur, maka kata-Nya kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang dalam, dan labuhkanlah pukatmu akan menangkap ikan." Maka sahut Simon, katanya, "Ya Rabbi, semalam-malaman kami berlelah, suatu pun tiada dapat; tetapi sebab perkataan Rabbi hamba melabuhkan pukat itu." Setelah dilabuhkan, dilengkungnya ikan terlalu banyak, sehingga koyaklah pukatnya itu. Maka mereka itu pun menggamit kawan-kawannya, yang di dalam perahu lain itu, supaya datang membantu; maka datanglah mereka itu, lalu diisinya sarat kedua buah perahu itu, sehingga hampir tenggelam. Apabila Petrus melihat hal itu, sujudlah ia pada lutut Yesus, katanya, "Ya Tuhan, tinggalkanlah kiranya hamba, karena hamba ini orang yang penuh dosa."
”Tetapi sebab Yesus mengetahui pikiran mereka itu, maka Ia pun menjawablah serta berkata kepada mereka itu, "Apakah kamu berbicara di dalam hatimu?
”Berbahagialah kamu apabila orang membenci kamu, dan apabila orang mengasingkan kamu, dan mencela serta menghinakan nama kamu seolah-olah jahat, oleh sebab Anak manusia.
”Maka kata-Nya kepada mereka itu, "Tetapi kata kamu ini, siapakah Aku?" Maka sahut Petrus, katanya, "Kristus yang daripada Allah." Maka dipesankan-Nya amat sangat kepada mereka itu sambil melarang jangan mengatakan yang demikian kepada seorang jua pun, kata-Nya, "Bahwa wajib Anak manusia merasai banyak sengsara, dan ditolak oleh orang tua-tua dan kepala-kepala imam serta ahli Taurat, sehingga dibunuh, kemudian Ia bangkit pula pada hari yang ketiga."
”Segala sesuatu sudah diserahkan kepada-Ku oleh Bapa-Ku, dan seorang pun tiada mengenal Anak itu, hanyalah Bapa sahaja, dan seorang pun tiada mengenal Bapa itu, hanyalah Anak sahaja, dan lagi orang, yang hendak dinyatakan kepadanya oleh Anak itu."
”Maka Aku berkata kepadamu: Tiap-tiap orang yang mengaku Aku di hadapan manusia, maka Anak manusia juga mengaku dia di hadapan malaekat Allah. Tetapi barangsiapa yang menyangkali Aku di hadapan manusia, maka ia pun akan disangkali di hadapan malaekat Allah.
”Maka dibawanya kedua belas murid itu, serta berkata kepada mereka itu, "Bahwa kita ini berjalan naik ke Yeruzalem, maka segala sesuatu yang disuratkan oleh nabi-nabi akan disampaikan atas Anak manusia. Karena Ia akan diserahkan ke tangan orang kafir, dan Ia diolok-olokkan, dan dinistakan, serta diludahi orang; dan mereka itu pun menyesah lalu membunuh Dia, maka pada hari yang ketiga Ia akan bangkit pula."
”Karena Anak manusia datang hendak mencari dan menyelamatkan yang sesat."
”Maka masuklah Yesus ke dalam Bait Allah, serta mulai mengusir segala orang yang berjual-jualan di situ, sambil berkata kepada mereka itu, "Adalah tersurat: Bahwa Rumah-Ku akan menjadi rumah tempat berdoa; tetapi kamu ini menjadikan dia gua penyamun." Maka sehari-harilah Ia mengajar di dalam Bait Allah itu. Tetapi kepala-kepala imam dan ahli Taurat beserta dengan penghulu kaum itu mencari daya akan membunuh Dia. Maka tiada didapatinya seperti yang dimaksudkannya itu; karena segenap kaum itu berpaut kepada-Nya serta mendengarkan Dia.
”Tetapi Yesus memandang mereka itu sambil berkata, "Apakah pula arti barang yang tersurat demikian: Bahwa batu yang dibuangkan oleh tukang-tukang rumah, ialah sudah menjadi batu penjuru? Maka tiap-tiap orang yang jatuh di atas batu itu, ia akan remuk; tetapi orang yang ditimpa oleh batu itu, hancurlah ia kelak."
”Maka kamu akan dibenci oleh sekalian orang sebab nama-Ku.
”Lalu mereka itu akan memandang Anak manusia datang di dalam awan, dengan kuasa dan kemuliaan yang besar.
”Maka langit dan bumi akan lenyap, tetapi perkataan-Ku kekal.
”Maka Yesus pun mengambil roti, lalu diucapkan-Nya syukur, dipecah-pecahkan-Nya, serta diberikan-Nya kepada mereka itu, kata-Nya, "Inilah tubuh-Ku yang diserahkan karena kamu; perbuatlah demikian menjadi suatu peringatan akan Daku." Demikian juga cawan minuman itu, sesudahnya makan, kata-Nya, "Cawan minuman ini adalah perjanjian baharu di dalam darah-Ku, yang ditumpahkan karena kamu.
”Tetapi kamulah yang bertekun bersama-sama dengan Aku di dalam segala pencobaan atas-Ku; sebab itu Aku menentukan bagimu kerajaan, sebagaimana Bapa-Ku juga menentukan dia bagi-Ku, supaya kamu makan minum semeja dengan Aku di dalam kerajaan-Ku, dan kamu duduk di atas takhta menghakimkan dua belas suku bangsa Israel."
”Maka di dalam ketakutan yang amat sangat, makin bersungguh-sungguh hati Ia berdoa, sehingga peluh-Nya menjadi seperti darah menitik ke bumi.
”Tetapi daripada sekarang ini Anak manusia akan duduk di sebelah kanan kodrat Allah." Maka kata sekaliannya, "Kalau begitu, Engkau inikah Anak Allah?" Maka kata-Nya kepada mereka itu, "Seperti katamu sendiri, Akulah Dia!"
”Maka Pilatus pun bertanya kepada-Nya, katanya, "Engkaukah raja orang Yahudi?" Maka sahut Yesus kepadanya serta berkata, "Seperti kata Tuan."
”Setelah sampai ke tempat yang bernama Tengkorak, di situlah Ia disalibkan oleh mereka itu bersama-sama dengan kedua orang jahat itu pun, seorang di sebelah kanan dan seorang di sebelah kiri-Nya. Maka berdoalah Yesus, kata-Nya, "Ya Bapa, ampunilah kiranya mereka itu, karena tiada diketahuinya apa yang diperbuatnya." Lalu mereka itu berbahagi-bahagi pakaian-Nya dengan membuang undi.
”Adalah juga suatu tulisan di sebelah atas-Nya demikian, "Inilah Raja orang Yahudi."
”Lalu katanya, "Ya Yesus, ingatlah kiranya akan hamba pada ketika Tuhan tiba kelak di dalam kerajaan-Mu." Maka kata Yesus kepadanya, "Dengan sesungguhnya Aku berkata kepadamu: Hari ini juga engkau bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus."
”Adalah kira-kira pukul dua belas tengah hari gelaplah seluruh tanah itu hingga pukul tiga petang. Maka cahaya matahari pun hilanglah; dan tirai Bait Allah cariklah terbelah dua. Maka berserulah Yesus dengan suara besar, kata-Nya, "Ya Bapa, ke dalam tangan-Mu Aku serahkan roh-Ku." Setelah dikatakan-Nya demikian, maka putuslah nyawa-Nya.
”Maka sedang mereka itu termangu-mangu, tiba-tiba ada dua orang terdiri di sisinya berpakaian yang bersinar-sinar. Maka takutlah mereka itu amat sangat dengan menundukkan mukanya ke tanah; lalu berkatalah kedua orang itu kepada mereka itu, "Apakah sebabnya kamu mencari Yang Hidup di antara yang mati? Tiada Ia di sini, melainkan Ia sudah bangkit. Ingatlah bagaimana perkataan-Nya kepadamu tatkala Ia lagi di Galilea,
”Maka mulai daripada Musa dan segala nabi-nabi diartikannya kepada mereka itu dari dalam segenap Alkitab akan barang yang tersurat tentang diri-Nya sendiri.
”Maka bersabdalah Ia kepada mereka itu, "Inilah perkataan-Ku yang sudah Kukatakan kepadamu, tatkala Aku lagi bersama-sama dengan kamu: Bahwa tak dapat tiada akan disampaikan hal-Ku di dalam Taurat Musa dan kitab nabi-nabi dan Zabur itu." Lalu dibukakan-Nya akal mereka itu, supaya mengerti Alkitab, sambil bersabda kepada mereka itu, "Adalah tersurat bahwa Kristus wajib merasai sengsara, kemudian bangkit pula dari antara orang mati pada hari yang ketiga; dan akan dikabarkan jalan bertobat dan keampunan dosa kepada sekalian bangsa dengan nama-Nya, -- mulai dari Yeruzalem.
”Maka sambil Ia memberkati mereka itu, Ia bercerai daripada mereka itu, lalu terangkat naik ke surga. Maka mereka itu menyembah Dia, lalu kembali ke Yeruzalem dengan amat sukacitanya;
”Maka pada awal pertama adalah Firman, dan Firman itu bersama-sama dengan Allah, dan Firman itulah juga Allah. Adalah Ia pada mulanya beserta dengan Allah. Segala sesuatu dijadikan oleh-Nya, maka jikalau tidak ada Ia, tiadalah juga barang sesuatu yang telah jadi.
”Ia telah ada di dalam dunia dan dunia ini dijadikan-Nya, tetapi dunia itu tiada mengenal Dia. Maka datanglah Ia kepada milik-Nya sendiri, dan orang yang dimiliki-Nya itu pun tiada menerima Dia. Tetapi seberapa banyak orang yang menerima Dia, kepada mereka itulah diberi-Nya hak akan menjadi anak-anak Allah, yaitu kepada segala orang yang percaya akan nama-Nya; yang kejadian-Nya bukan daripada darah, dan bukan daripada tabiat tubuh, dan bukan daripada kehendak seorang laki-laki, melainkan daripada Allah. Maka Firman itu telah menjadi manusia serta tinggal di antara kita (dan kami sudah memandang kemuliaan-Nya, seperti kemuliaan Anak yang tunggal yang daripada Bapa), penuh dengan anugerah dan kebenaran.
”Karena Taurat sudah diberi oleh Musa, tetapi anugerah dan kebenaran sudah didatangkan oleh Yesus Kristus.
”Pada keesokan harinya ia nampak Yesus datang kepadanya, lalu katanya, "Lihatlah Anak domba Allah, yang mengangkut dosa isi dunia.
”Apabila dipandangnya Yesus berjalan, maka katanya, "Lihatlah Anak domba Allah."
”Maka Andreas itu mula-mula bertemu dengan Simon, saudaranya, serta berkata kepadanya, "Kami sudah jumpa Messias (yang diterjemahkan artinya Kristus)."
”Maka sahut Natanael kepada-Nya, "Ya Rabbi, Rabbilah Anak Allah! Rabbilah Raja bani Israel!"
”Maka adalah di situ terletak tempayan batu enam buah, yaitu menurut adat basuhan orang Yahudi, tiap-tiap tempayan itu muat dua tiga buyung air. Maka kata Yesus kepada mereka itu, "Isikanlah air ke dalam segala tempayan ini." Maka mereka itu pun mengisi penuh sampai ke mulutnya. Lalu kata-Nya kepada mereka itu, "Cedoklah sekarang, dan bawalah kepada kepala perjamuan itu." Maka dibawanyalah. Setelah dikecap oleh kepala perjamuan akan air yang sudah jadi anggur itu (tiada diketahuinya, dari mana datangnya, tetapi ketahuanlah pada segala pelayan, yang mencedokkan air itu), maka kepala perjamuan itu pun memanggil mempelai laki-laki, lalu katanya kepadanya, "Biasanya tiap-tiap orang menjamukan dahulu air anggur yang baik, dan setelah puas orang minum, baharu dijamukannya yang kurang baik; tetapi Tuan menyimpan air anggur yang baik sampai sekarang."
”Maka diperbuat-Nya suatu cemeti daripada tali, diusir-Nya sekalian orang dari dalam Bait Allah itu, dan juga segala domba dan lembu itu; dan lagi dicurahkan-Nya segala duit orang penukar uang, dan mejanya juga diterbalikkan-Nya. Maka kata-Nya kepada orang yang menjual burung merpati itu, "Bawalah segala barang ini dari sini, janganlah rumah Bapa-Ku ini kamu jadikan suatu tempat orang berjual beli." Maka teringatlah oleh murid-murid-Nya bahwa sudah tersurat: Gairah karena rumah-Mu kelak menghancurkan Aku. Maka jawab orang Yahudi itu kepada Yesus, katanya, "Apakah tanda Engkau tunjukkan kepada kami, yang Engkau dapat berbuat demikian?" Lalu jawab Yesus serta berkata kepada mereka itu, "Runtuhkanlah Bait Allah ini, maka Aku akan membangunkan dia pula di dalam tiga hari."
”Jikalau Aku sudah mengatakan kepadamu perkara dunia maka tiada kamu percaya, masakan dapat kamu percaya jikalau Aku mengatakan kepadamu perkara surga? Seorang pun tiada naik ke surga, kecuali Ia yang sudah turun dari surga, yaitu Anak manusia. Sebagaimana Musa telah menaikkan ular itu di padang belantara, begitulah juga wajib Anak manusia dinaikkan, supaya barangsiapa yang percaya beroleh hidup yang kekal di dalam Dia. Karena demikianlah Allah mengasihi isi dunia ini, sehingga dikaruniakan-Nya Anak-Nya yang tunggal itu, supaya barangsiapa yang percaya akan Dia jangan binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. Karena Allah menyuruhkan Anak-Nya ke dalam dunia ini, bukannya sebab hendak menghukumkan dunia itu, melainkan supaya dunia ini diselamatkan oleh-Nya. Barangsiapa yang percaya akan Dia, tiadalah ia dihukumkan, tetapi orang yang tiada percaya itu memang sudah dihukumkan, sebab tiada ia percaya akan nama Anak Allah yang tunggal itu.
”Adapun Yang datang dari atas, ada di atas sekalian; maka yang daripada bumi ini, terhisab kepada bumi, tetapi Yang datang dari surga, Ia lebih daripada sekalian.
”Maka Bapa mengasihi Anak itu, dan segala sesuatu diserahkan-Nya ke tangan-Nya. Barangsiapa yang percaya akan Anak itu, ia beroleh hidup yang kekal; tetapi barangsiapa yang mendurhaka kepada Anak itu, ia pun tiada akan nampak hidup, melainkan murka Allah tinggal di atasnya."
”Maka jawab Yesus serta berkata kepadanya, "Barangsiapa yang minum air ini, ia akan dahaga pula; tetapi barangsiapa yang minum air itu yang akan Kuberikan kepadanya, tiadalah ia akan dahaga selama-lamanya, karena air yang Aku berikan kepadanya itu, akan menjadi di dalamnya suatu mata air yang memancar sampai kepada hidup yang kekal."
”Maka kata perempuan itu kepada-Nya, "Hamba tahu Messias akan datang yang dinamai Kristus; apabila Ia datang, Ia akan mengabarkan segala perkara itu kepada kami." Maka kata Yesus kepadanya, "Akulah Dia yang bertutur dengan engkau."
”Sebab itu makin sangat lagi orang Yahudi mencari upaya hendak membunuh Dia, bukan sahaja sebab melanggar hukum hari Sabbat, melainkan sebab Ia mengatakan Allah itu Bapa-Nya sendiri, menyamakan diri-Nya dengan Allah. Maka jawab Yesus serta berkata kepada mereka itu, "Sesungguh-sungguhnya Aku berkata kepadamu: Anak itu tiada boleh membuat barang sesuatu menurut kehendak-Nya sendiri, melainkan Ia melihat Bapa itu berbuat; karena barang apa yang diperbuat oleh Bapa, itu juga diperbuat oleh Anak itu. Karena Bapa mengasihi Anak itu dan Ia menunjukkan kepada-Nya segala hal yang diperbuat-Nya sendiri; bahkan, Ia akan menunjukkan kerja yang lebih besar lagi daripada semuanya ini kepada-Nya, sehingga kamu pun heran, karena sama seperti Bapa membangkitkan segala orang mati sambil menghidupkan dia, demikian juga Anak itu menghidupkan pula barangsiapa yang dikehendaki-Nya. Karena Bapa itu tiada menghukumkan seorang jua pun, melainkan Ia telah menyerahkan segala hukum itu kepada Anak itu, supaya sekalian orang menghormatkan Anak itu sama seperti Ia juga menghormatkan Bapa juga. Siapa yang tiada menghormatkan Anak itu, samalah juga tiada menghormatkan Bapa yang menyuruhkan Dia. Sesungguh-sungguhnya Aku berkata kepadamu: Barangsiapa yang mendengar perkataan-Ku serta percaya akan Yang menyuruhkan Aku, ia itu beroleh hidup yang kekal, dan tiada masuk ke dalam hukuman, melainkan ia sudah berpindah daripada mati kepada hidup.
”Sesungguh-sungguhnya Aku berkata kepadamu, bahwa ketikanya akan datang dan sekarang ini ada juga, bahwa segala orang mati akan mendengar suara Anak Allah dan orang yang mendengar itu akan hidup. Karena sama seperti Bapa itu menaruh hidup di dalam diri-Nya, demikian juga dikaruniakan-Nya kepada Anak itu menaruh hidup di dalam diri-Nya. Dan lagi diberi-Nya kuasa kepada-Nya akan melakukan hukuman, sebab Ia itulah Anak manusia adanya. Jangan kamu heran akan hal itu, karena datang ketikanya apabila sekalian orang yang di dalam kubur akan mendengar suara-Nya, lalu mereka itu akan keluar; yaitu segala orang yang sudah berbuat baik akan bangkit kepada hidup yang kekal, dan segala orang yang sudah berbuat jahat akan bangkit menerima hukuman.
”Maka kata Yesus kepada mereka itu, "Aku inilah Roti Hidup itu. Siapa yang datang kepada-Ku, tiadalah ia akan lapar lagi, dan siapa yang percaya akan Daku, tiadalah ia akan dahaga lagi.
”Karena Aku turun dari surga, bukannya sebab Aku melakukan kehendak diri-Ku, melainkan kehendak Dia itu yang menyuruhkan Aku.
”Aku inilah Roti yang hidup, yang turun dari surga; jikalau barang seorang pun makan daripada Roti ini, ia akan hidup selama-lamanya, dan roti yang Aku akan berikan itu, ia itu tubuh-Ku, karena kehidupan isi dunia ini."
”Maka kata Yesus kepada mereka itu, "Sesungguh-sungguhnya Aku berkata kepadamu: Jikalau tiada kamu makan tubuh Anak manusia dan minum darah-Nya, tiadalah kamu menaruh hidup di dalam dirimu. Barangsiapa yang makan tubuh-Ku dan minum darah-Ku, padanyalah hidup yang kekal, dan Aku ini akan menghidupkan dia pada hari kiamat. Karena tubuh-Ku itulah makanan yang sungguh-sungguh, dan darah-Ku itulah minuman yang sungguh-sungguh. Siapa yang makan tubuh-Ku dan minum darah-Ku, ia tinggal di dalam Aku, dan Aku tinggal di dalam dia.
”Maka banyak orang daripada murid-murid-Nya, yang mendengar perkataan-Nya demikian, berkatalah, "Perkataan ini sukar diartikan, siapakah gerangan dapat mendengarnya?" Tetapi Yesus sedang mengetahui sendiri, bahwa murid-murid-Nya bersungut-sungut akan hal itu, berkatalah kepada mereka itu, "Adakah perkara itu mendatangkan syak ke atas kamu? Bagaimanakah kelak jadinya apabila kamu memandang Anak manusia naik ke tempat asal-Nya? Roh itulah yang menghidupkan, tubuh suatu pun tiada gunanya. Adapun perkataan yang Aku katakan kepadamu, itulah roh dan hidup adanya.
”Maka kata-Nya, "Itulah sebabnya Aku berkata kepadamu, bahwa seorang pun tiada boleh datang kepada-Ku, jikalau tiada dikaruniakan kepadanya oleh Bapa."
”Sebab itu banyaklah murid-murid-Nya undur, dan tiada lagi berjalan dengan Dia. Lalu kata Yesus kepada kedua belas murid-Nya itu, "Kamu ini hendak pergi jugakah?" Maka sahut Simon Petrus kepada-Nya, "Ya Tuhan, kepada siapakah kami akan pergi? Hanya Tuhan sahaja yang menaruh perkataan hidup yang kekal.
”Lalu jawab Yesus kepada mereka itu, serta kata-Nya, "Pengajaran-Ku itu bukan daripada-Ku, melainkan daripada Dia yang menyuruhkan Aku. Jikalau barang seorang suka melakukan kehendak Allah, ia akan mengerti tentang pengajaran ini, kalau daripada Allah datangnya, atau Aku mengeluarkan perkataan daripada diri-Ku sendiri. Siapa yang mengeluarkan perkataan daripada dirinya sendiri itu menuju kepada kehormatannya sendiri, tetapi siapa yang menuju kepada kehormatan yang menyuruhkan Dia, ia itulah benar, dan barang kejahatan pun tiada padanya.
”Maka bertuturlah Yesus pula kepada mereka itu sambil berkata, "Aku inilah terang dunia. Siapa yang mengikut Aku, tiada akan berjalan di dalam gelap, melainkan akan beroleh terang hidup itu."
”Tetapi jikalau Aku juga menghakimkan, maka hukum-Ku itu benar, oleh karena Aku ini bukan bersendiri sahaja, melainkan Aku dengan Bapa yang menyuruhkan Aku.
”Aku inilah yang menyaksi akan diri-Ku sendiri, dan lagi Bapa, yang menyuruhkan Aku, Ia pun menyaksi akan Daku."
”Maka kata Yesus kepada mereka itu, "Kamu ini dari bawah, Aku ini dari atas; kamu ini dari dunia ini, Aku ini bukan dari dunia ini. Sebab itu Aku sudah berkata kepadamu, bahwa kamu akan mati di dalam dosamu, karena jikalau kamu tiada percaya bahwa Aku inilah Dia, maka kamu akan mati di dalam dosamu."
”Sebab itu berkatalah Yesus kepada mereka itu, "Apabila kamu sudah menaikkan Anak manusia kelak, baharulah kamu akan tahu bahwa Aku inilah Dia, dan suatu pun tiada Aku perbuat dengan kehendak-Ku sendiri, melainkan sebagaimana Bapa-Ku mengajar Aku, demikianlah Aku katakan. Maka Yang menyuruhkan Aku, Ia bersama-sama dengan Aku; maka Bapa itu tiada meninggalkan Aku seorang diri, karena senantiasa Aku perbuat apa yang berkenan kepada-Nya."
”Maka kata Yesus kepada mereka itu, "Sesungguh-sungguhnya Aku berkata kepadamu, sebelum Ibrahim ada, Aku ini sudah ada."
”Apabila didengar oleh Yesus bahwa orang itu sudah dibuang orang ke luar, lalu berkatalah Ia kepadanya tatkala berjumpa dengan dia, "Percayakah engkau akan Anak Allah?" Lalu sahut orang itu, katanya, "Siapakah Dia itu, ya Rabbi, supaya hamba boleh percaya akan Dia?" Maka kata Yesus kepadanya, "Engkau sudah nampak Dia, dan yang bertutur dengan engkau, itulah Dia." Maka katanya, "Ya Tuhan, hamba percaya." Lalu ia sujud menyembah Dia.
”Maka berkatalah pula Yesus kepada mereka itu, "Sesungguh-sungguhnya Aku berkata kepadamu: Aku ini pintu bagi domba itu.
”Akulah Gembala yang baik; maka gembala yang baik itu menyerahkan nyawa-Nya ganti segala domba itu.
”Akulah Gembala yang baik; maka Aku kenal domba-domba-Ku, dan domba-Ku itu juga kenal Aku, sebagaimana Bapa kenal Aku, dan Aku pun kenal Bapa; maka Aku menyerahkan nyawa-Ku karena segala domba itu. Ada lagi pada-Ku domba lain, yang bukan masuk kandang domba ini; maka sekalian itu juga wajib Aku bawa, dan domba-domba itu kelak mendengar akan suara-Ku, lalu akan menjadi sekawan, dan gembala seorang sahaja. Oleh sebab itulah Bapa mengasihi Aku, karena Aku ini menyerahkan nyawa-Ku, supaya boleh Aku terima kembali. Seorang pun tiada mengambil dia daripada-Ku, tetapi Aku ini menyerahkan dia dengan rela hati-Ku. Aku berkuasa menyerahkan dia dan berkuasa pula mengambil dia kembali; kuasa ini Aku terima daripada Bapa-Ku."
”Maka jawab Yesus kepada mereka itu, "Aku sudah katakan itu kepadamu, tiada kamu percaya; segala perbuatan yang Aku lakukan atas nama Bapa-Ku, ia itulah menyaksikan dari hal-Ku. Tetapi kamu ini tiada percaya, karena kamu bukan masuk bilangan domba-Ku. Segala domba-Ku mendengar akan suara-Ku, dan Aku kenal dia, dan sekaliannya pun mengikut Aku, dan Aku memberikan kepadanya hidup yang kekal, maka sekali-kali tiada domba-domba itu akan binasa selama-lamanya, dan seorang pun tiada dapat merampas dia dari dalam tangan-Ku. Maka Bapa-Ku, yang menyerahkan dia kepada-Ku, adalah lebih besar daripada sekalian; maka seorang pun tiada dapat merampas dia dari dalam tangan Bapa-Ku. Aku dan Bapa itu Satu adanya."
”Aku dan Bapa itu Satu adanya." Lalu sekali lagi orang Yahudi memungut batu hendak merajam Dia. Maka jawab Yesus kepada mereka itu, "Banyak perbuatan yang baik daripada Bapa-Ku Aku tunjukkan kepadamu; oleh karena perbuatan yang manakah kamu hendak merajam Aku?" Lalu jawab orang Yahudi kepada-Nya, "Memang karena perbuatan yang baik tiada kami merajam Engkau, hanya sebab menghujat Allah, dan lagi sebab Engkau ini seorang manusia menjadikan diri-Mu Allah."
”Tetapi jikalau Aku mengerjakan dia, percayalah akan pekerjaan itu, meskipun tiada kamu percaya akan Daku, supaya kamu makin mengetahui dan mengerti bahwa Bapa itu di dalam Aku dan Aku pun di dalam Bapa."
”Maka kata Yesus kepadanya, "Aku inilah Kebangkitan dan Hidup; siapa yang percaya akan Daku, walaupun sudah mati, ia akan hidup; dan barangsiapa yang hidup serta percaya akan Daku tiadalah ia akan mati selama-lamanya. Engkau percayakah ini?" Sahut Marta kepada Yesus, "Ya Rabbi, hamba ini percaya bahwa Rabbilah Kristus, Anak Allah, yang wajib datang ke dalam dunia ini."
”Maka menangislah Yesus.
”Setelah Ia berkata demikian, berserulah Ia dengan suara yang kuat, kata-Nya, "Hai Lazarus, marilah keluar!" Lalu keluarlah orang yang sudah mati itu, terikat kaki tangannya dengan kain kapan, dan mukanya pun berbalut dengan sapu tangan. Maka kata Yesus kepada mereka itu, "Lepaskan, biar dia pergi."
”Pada keesokan harinya, tatkala segala orang banyak yang sudah datang memuliakan hari raya itu, mendengar kabar Yesus pergi ke Yeruzalem, lalu mereka itu mengambil pelepah pohon kurma serta pergi menyambut Dia, sambil bersorak, katanya, "Hosanna, mubaraklah Ia yang datang dengan nama Tuhan, yaitu Raja bani Israel!"
”Maka jawab Yesus serta berkata kepada mereka itu, "Sudahlah sampai saatnya yang Anak manusia itu akan dipermuliakan.
”Ya Bapa, permuliakanlah nama-Ku!" Lalu kedengaranlah suatu suara dari langit mengatakan, "Aku sudah permuliakan Dia, dan Aku akan mempermuliakan Dia pula."
”Apabila Aku ini dinaikkan dari atas bumi, Aku akan menarik orang sekalian datang kepada-Ku." Tetapi inilah dikatakan-Nya hendak menyatakan perihal mati-Nya.
”Inilah yang disabdakan oleh Nabi Yesaya sebab ia sudah melihat kemuliaan-Nya, dan bersabda dari hal-Nya.
”Siapa yang membuang Aku dan tiada menerima perkataan-Ku, ia ada Satu yang menghukumkan dia. Maka perkataan yang Aku katakan, itulah yang akan menghukumkan dia pada hari kiamat. Karena Aku ini sudah berkata-kata bukannya dengan kehendak-Ku sendiri, melainkan Bapa yang menyuruh Aku, Ia telah memberi Aku suatu pesan, apa yang patut Kukatakan, dan apa yang patut Kututurkan.
”Maka dahulu daripada hari raya Pasah itu, diketahui oleh Yesus bahwa waktunya sudah sampai yang Ia wajib keluar daripada dunia ini kepada Bapa. Sedangkan Ia sudah mengasihi segala orang-Nya di dalam dunia ini, maka dikasihi-Nya juga mereka itu sampai kepada kesudahannya.
”Setelah Yudas keluar, maka kata Yesus, "Sekarang ini Anak manusia dipermuliakan, dan Allah pun dipermuliakan di dalam Dia. Jikalau Allah dipermuliakan di dalam Dia, maka Allah juga akan mempermuliakan Dia di dalam diri-Nya, bahkan, segeralah dipermuliakan-Nya akan Dia.
”Maka kata Yesus kepadanya, "Aku inilah Jalan dan Kebenaran dan Hidup; seorang pun tiada sampai kepada Bapa, kecuali dengan Aku. Jikalau kamu sudah kenal Aku, niscaya kamu kenal Bapa-Ku pun; maka daripada waktu ini kamu kenal Dia dan sudahlah kamu nampak Dia."
”Tiadakah engkau percaya bahwa Aku ini di dalam Bapa, dan Bapa pun di dalam Aku? Segala perkataan yang Aku ini katakan kepadamu, bukannya Aku katakan dengan kehendak-Ku sendiri, melainkan Bapa itu yang tinggal di dalam Aku, Ialah mengadakan segala perbuatan itu. Percayalah akan Daku bahwa Aku ini di dalam Bapa dan Bapa pun di dalam Aku; jikalau tiada sekalipun, percayalah akan Daku oleh karena segala perbuatan itu.
”Sesungguh-sungguhnya Aku berkata kepadamu: Siapa yang percaya akan Daku, ia pun akan melakukan segala perbuatan yang Aku ini perbuat, dan ia melakukan perbuatan yang lebih besar daripada ini, karena Aku ini pergi kepada Bapa-Ku. Dan barang apa pun yang kamu pinta atas nama-Ku, itulah Aku buatkan kelak, supaya Bapa dipermuliakan di dalam Anak. Jikalau kamu minta kepada-Ku barang sesuatu atas nama-Ku, aku ini akan membuatkan dia. Jikalau kamu mengasihi Aku, turutlah segala hukum-Ku.
”Pada hari itu juga kamu akan mengetahui bahwa Akulah di dalam Bapa-Ku, dan kamu pun di dalam Aku, dan Aku juga di dalam kamu.
”Siapa yang tiada mengasihi Aku, tiada juga ia menurut perkataan-Ku; dan perkataan yang kamu dengar itu bukan perkataan-Ku, melainkan firman Bapa itu, yang menyuruh Aku.
”Kamu telah mendengar bahwa Aku ini mengatakan kepadamu: Aku pergi dan Aku kembali kepadamu kelak. Jikalau kamu mengasihi Aku, niscaya kamu bersukacita bahwa Aku pergi kepada Bapa, karena Bapa-Ku itu lebih mulia daripada Aku.
”"Aku inilah Pokok Anggur yang benar, dan Bapa-Ku ialah Pembelanya.
”Aku inilah Pokok Anggur yang benar, dan kamulah carang-carangnya. Siapa yang tetap di dalam Aku, dan Aku pun di dalam dia, ialah berbuah lebat; karena kalau tiada beserta dengan Aku, suatu pun tiada dapat kamu perbuat. Jikalau barang seorang tiada tetap di dalam Aku, terbuanglah ia ke luar sama seperti carang itu, serta menjadi kering; kemudian ia itu dikumpulkan orang, dibuangkannya ke dalam api, lalu hangus. Jikalau kamu tetap di dalam Aku, dan perkataan-Ku tetap di dalam kamu, pintalah barang apa yang kamu kehendaki, itu akan dikaruniakan kepadamu kelak.
”"Sebagaimana Bapa sudah mengasihi Aku, demikian juga Aku sudah mengasihi kamu; tetaplah kamu di dalam kasih-Ku itu. Jikalau kamu menurut segala hukum-Ku, niscaya kamu akan tetap di dalam kasih-Ku, sama seperti Aku sudah menurut segala hukum Bapa-Ku dan tetaplah di dalam kasih-Nya. Maka segala perkara ini Aku katakan kepadamu, supaya kesukaan-Ku tetaplah di dalam kamu, dan kesukaanmu pun sempurnalah.
”Inilah hukum-Ku, yaitu hendaklah kamu berkasih-kasih sama sendiri sama seperti Aku sudah mengasihi kamu. Pada seorang pun tiada kasih yang lebih daripada ini, yaitu sehingga ia menyerahkan nyawanya karena segala sahabatnya.
”"Jikalau isi dunia ini membenci kamu, ketahuilah olehmu, bahwa ia sudah membenci Aku dahulu daripada kamu.
”Siapa yang membenci Aku, ia membenci Bapa-Ku juga.
”Maka Ia akan memuliakan Aku, karena Ia akan mengambil daripada hak Aku, lalu mengabarkan kepadamu. Segala sesuatu yang hak Bapa itu juga hak Aku, oleh sebab itu Aku berkata, bahwa diambil-Nya daripada hak Aku, lalu dikabarkan-Nya kepadamu."
”Sekarang kami tahu bahwa Rabbi mengetahui segala sesuatu dan tiada perlu seorang menanya Rabbi; oleh itulah kami percaya bahwa Rabbi telah datang daripada Allah."
”Tengoklah, waktunya datang, bahkan, sudahlah datang, bahwa kamu akan dicerai-beraikan masing-masing ke tempatnya sendiri serta meninggalkan Aku seorang diri; tetapi tiadalah Aku seorang diri, karena Bapa itu menyertai Aku. Segala perkara ini telah Kukatakan kepadamu, supaya di dalam Aku kamu sentosa. Di dalam dunia ini kamu merasai sengsara; tetapi tetapkanlah hatimu: Bahwa Aku ini sudah mengalahkan dunia ini."
”Demikianlah kata Yesus, lalu menengadah ke langit serta berkata, "Ya Bapa, waktunya sudah sampai, permuliakanlah kiranya Anak-Mu, supaya Anak-Mu memuliakan Engkau. Seperti Engkau telah mengaruniakan kuasa kepada-Nya memerintah segala manusia, supaya Ia pula memberikan hidup yang kekal kepada masing-masing yang Engkau anugerahkan kepada-Nya. Inilah hidup yang kekal, yaitu supaya mereka itu mengenal Engkau, Allah yang Esa dan benar, dan Yesus Kristus yang telah Engkau suruhkan itu. Aku sudah memuliakan Engkau di atas bumi sambil menyempurnakan pekerjaan yang telah Engkau serahkan kepada-Ku akan membuat dia. Dan sekarang, ya Bapa, permuliakanlah Aku di hadirat-Mu sendiri dengan kemuliaan yang sudah ada pada-Ku di hadirat-Mu sebelum ada dunia ini.
”Maka Aku ini mendoakan mereka itu; bukan seisi dunia Kudoakan, melainkan segala orang yang Engkau serahkan kepada-Ku, karena mereka itu milik-Mu. Segala milik-Ku itu juga milik-Mu, dan milik-Mu itu pula milik-Ku, dan Aku dipermuliakan di dalam mereka itu.
”Tetapi sekarang Aku datang kepada-Mu; maka Aku mengatakan perkara ini selagi Aku ada di dalam dunia, supaya mereka itu beroleh sukacita-Ku di dalam hatinya dengan sempurnanya. Aku ini sudah menyampaikan firman-Mu kepada mereka itu; maka isi dunia ini benci akan mereka itu, oleh sebab mereka itu bukan daripada dunia ini, seperti Aku juga bukan daripada dunia ini.
”supaya semuanya jadi satu juga sama seperti Engkau di dalam Aku, ya Bapa, dan Aku pun di dalam Engkau, supaya mereka itu pun jadi satu di dalam Kita, sehingga isi dunia ini percaya bahwa Engkaulah yang menyuruh Aku. Dan Aku sudah memberikan kepadanya kemuliaan yang telah Engkau karuniakan kepada-Ku; supaya mereka itu juga jadi satu, seperti Kita ini jadi satu adanya. Aku di dalam mereka itu, dan Engkau di dalam Aku, supaya mereka itu sempurna di dalam satu persekutuan; supaya isi dunia ini mengetahui bahwa Engkau yang menyuruh Aku serta mengasihi mereka itu sama seperti Engkau mengasihi Aku. Ya Bapa, Aku suka bahwa orang yang telah Engkau serahkan kepada-Ku itu ada bersama dengan Aku barang di mana Aku ada, supaya mereka itu nampak kelak kemuliaan-Ku yang telah Engkau karuniakan kepada-Ku, karena Engkau mengasihi Aku dahulu daripada asas dunia.
”Maka sahut mereka itu kepada-Nya, "Yesus orang Nazaret." Maka kata Yesus kepada mereka itu, "Akulah Dia." Maka Yudas, yang hendak menyerahkan Dia, ada berdiri bersama-sama dengan mereka itu. Apabila dikatakan oleh Yesus, "Akulah Dia," Maka undurlah mereka itu serta rebah ke tanah.
”Maka sahut Yesus, "Kerajaan-Ku itu bukannya daripada dunia ini; jikalau kerajaan-Ku daripada dunia ini, niscaya berperanglah segala laskar-Ku, supaya jangan Aku diserahkan kepada orang Yahudi; tetapi sekarang kerajaan-Ku itu bukan dari sini." Lalu kata Pilatus kepada-Nya, "Engkau seorang rajakah juga?" Maka sahut Yesus, "Benar seperti kata Tuan bahwa Aku ini seorang raja. Itulah sebabnya Aku telah lahir, dan inilah sebabnya Aku telah datang ke dalam dunia ini, supaya Aku menyaksikan kebenaran. Barangsiapa yang gemar akan kebenaran itu, ia mendengar akan suara-Ku."
”Maka segala laskar menganyamkan daripada duri suatu makota serta membubuhkan di atas kepala-Nya, dan dipakaikannya kepada-Nya jubah ungu; lalu datanglah mereka itu kepada-Nya serta berkata, "Daulat Raja orang Yahudi!" serta ditampar-tamparnya muka-Nya.
”Maka sahut orang Yahudi kepadanya, "Pada kami ada suatu hukum, dan menurut hukum itu wajiblah Ia mati, oleh sebab Ia mengatakan diri-Nya Anak Allah."
”Pada hari itu hari Persediaan Pasah, sekira-kira pukul dua belas tengah hari. Maka kata Pilatus kepada orang Yahudi, "Tengoklah, rajamu!" Tetapi berteriaklah mereka itu, katanya, "Buanglah, buanglah Dia! Salibkanlah Dia!" Maka kata Pilatus kepada mereka itu, "Rajamu itu patutkah aku salibkan?" Maka sahut segala kepala imam, "Tiadalah pada kami raja lain daripada baginda Kaisar juga."
”Maka Pilatus pun menyuratkan suatu tulisan, dilekatkannya di kepala tiang kayu salib itu, tersurat demikian, "Yesus, orang Nazaret, Raja orang Yahudi." Maka tulisan itu dibacalah oleh banyak orang Yahudi, karena tempat Yesus disalibkan itu adalah dekat negeri, dan lagi tersurat dengan bahasa Ibrani dan bahasa Rum dan bahasa Gerika. Lalu kata segala kepala imam orang Yahudi kepada Pilatus, "Janganlah kiranya Tuan tulis: Raja orang Yahudi, melainkan: akulah Raja orang Yahudi, sebagaimana yang dikatakan-Nya itu." Maka sahut Pilatus, "Apa yang sudah kutuliskan itu, sudahlah!"
”Kemudian daripada itu Yesus sedang mengetahui bahwa segala sesuatu telah selesai (supaya sampailah kata Alkitab itu), maka berkatalah Ia, "Aku dahaga."
”Setelah Yesus mengecap cuka itu, maka kata-Nya, "Sudahlah genap!" Lalu Ia menundukkan kepala-Nya, serta menyerahkan roh-Nya.
”lalu dilihatnya dua orang malaekat berpakaian putih duduk, yaitu seorang di kepala dan seorang di kaki pada tempat mayat Yesus terletak dahulu. Maka berkatalah malaekat itu kepada Maryam, "Hai perempuan, apakah sebabnya engkau menangis?" Maka kata Maryam kepadanya, "Sebab orang sudah mengambil Tuhan, dan hamba tiada tahu, di mana orang menaruh Dia." Setelah Maryam berkata demikian, berpalinglah ia, lalu nampak Yesus berdiri, tetapi tiada dikenalnya bahwa Ialah Yesus. Maka bertanyalah Yesus kepadanya, "Hai perempuan, apakah sebabnya engkau menangis? Siapa engkau cari?" Maka sebab Maryam menyangka, ia itu penunggu taman, menyahutlah ia kepada-Nya, "Tuan, kalau Tuan membawa Dia dari sini, katakanlah kepadaku, di mana Tuan meletakkan Dia, supaya boleh sahaya pergi mengambil Dia." Lalu berkatalah Yesus kepadanya, "Maryam." Maka berpalinglah Maryam sambil sembahnya dengan bahasa Ibrani, "Rabbuni!" artinya Guru.
”Setelah petang hari, yaitu pada hari yang pertama di dalam minggu itu, dan sedang segala pintu terkunci di tempat tinggal murid itu, sebab takut akan orang Yahudi, datanglah Yesus tiba-tiba terdiri di tengah-tengah mereka itu serta mengucapkan kepada mereka itu, "Sejahteralah kamu!"
”Ada delapan hari kemudian daripada itu berhimpunlah pula murid-murid Yesus di dalam rumah, dan Tomas juga bersama-sama dengan mereka itu. Tatkala pintu rumah itu terkunci, tiba-tiba terdirilah Yesus di tengah-tengah sambil berkata, "Sejahteralah kamu!" Lalu Ia pun bersabda kepada Tomas, "Ulurkanlah jarimu, lihatlah tangan-Ku, dan ulurkanlah tanganmu serta letakkanlah di rusuk-Ku, dan janganlah engkau syak, melainkan yakinlah." Maka sahut Tomas sambil berkata kepada-Nya, "Ya Allah, ya Tuhanku."
”Sungguhpun banyak tanda ajaib yang lain juga diperbuat oleh Yesus di hadapan murid-murid-Nya yang tiada disuratkan di dalam kitab ini; tetapi sekalian tanda ini sudah disuratkan, supaya kamu yakin, bahwa Yesus itulah Kristus, yaitu Anak Allah, dan supaya kamu yang yakin itu beroleh hidup dengan nama-Nya.
”Maka bersabdalah Yesus kepada mereka itu, "Labuhkanlah pukatmu di sebelah kanan perahu itu, niscaya kamu beroleh." Maka dilabuhkannya pukatnya, lalu oleh sebab teramat banyak ikan masuk, tiada dapat mereka itu menariknya. Maka kata murid yang dikasihi oleh Yesus itu kepada Petrus, "Itulah Tuhan." Setelah didengar oleh Simon Petrus bahwa Ialah Tuhan itu, maka diikatkannya bajunya pada pinggangnya, sebab tiada ia berbaju, lalu terjunlah ia ke dalam laut.
”Ada lagi banyak perkara lain-lain yang diperbuat oleh Yesus, maka jikalau segala perkara itu satu-satu disuratkan, pada sangkaku dunia ini pun tiada termuat kitab-kitab yang disuratkan itu.
”Maka kepada mereka itu juga Ia menyatakan diri-Nya kemudian daripada sengsara-Nya pula dengan beberapa kenyataan bahwa Ia hidup, yaitu tatkala Ia kelihatan kepada mereka itu selang empat puluh hari lamanya, dan memberitakan dari hal kerajaan Allah.
”Setelah sudah Ia bersabda demikian, maka terangkatlah Ia sedang mereka itu memandang Dia, dan suatu awan meraibkan Dia daripada penglihatan mereka itu. Maka sedang mereka itu lagi menatap Dia ketika naik ke langit itu, tiba-tiba terdirilah dua orang dekat mereka itu berpakaian putih, yang berkata, "Hai kamu orang Galilea, apakah sebabnya kamu berdiri menatap ke langit? Adapun Yesus yang dinaikkan ke surga dari hadapan kamu itu, begitu juga akan turun pula seperti kamu lihat Ia pergi ke surga itu."
”Hai orang Israel, dengarlah olehmu akan perkataanku ini: Adapun Yesus orang Nazaret itu, seorang yang disahkan Allah kepadamu dengan perbuatan kuasa dan mujizat dan tanda ajaib yang diadakan Allah dengan tangan Yesus di antara kamu, seperti yang kamu ketahui sendiri; maka Dialah, yang diserahkan menurut niat azali dan pengetahuan Allah, telah kamu salibkan, dan kamu bunuh dengan tangan orang kafir.
”maka dengan pengetahuan cara nabi ia mengatakan dari hal kebangkitan Kristus, bahwa tiadalah Ia dibiarkan di dalam alam maut, atau tubuh-Nya takluk kepada kebinasaan.
”Setelah Ia ditinggikan oleh tangan kanan Allah serta menerima daripada Bapa Perjanjian Rohulkudus, dicurahkan-Nya Roh itu seperti yang kamu ini lihat dan dengar itu.
”Sebab itu hendaklah diketahui oleh segala isi rumah Israel dengan yakin, bahwa Allah sudah menjadikan Yesus itu Tuhan dan Kristus, yaitu Yesus itulah, yang kamu ini salibkan itu."
”Dan kamu membunuh Penghulu hayat, tetapi Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, dari halnya itu kami inilah menjadi saksi.
”maka ketahuilah oleh kamu sekalian dan oleh segenap kaum Israel, bahwa dengan nama Yesus Kristus, orang Nazaret, yang telah kamu salibkan, dan yang dibangkitkan Allah dari antara orang mati itu, bahkan, dengan kuasa-Nyalah orang ini berdiri di hadapan kamu sembuh. Maka Yesus itu juga batu yang dicelakan oleh kamu tukang-tukang rumah, sudah menjadi batu penjuru. Maka tiadalah keselamatan di dalam barang seorang lain pun; karena di bawah langit tiada lagi nama lain yang dikaruniakan kepada manusia, yang di dalamnya kita selamat."
”Adapun Allah Tuhan nenek moyang kita telah membangkitkan Yesus, yang sudah kamu ini bunuh dengan menggantungkan Dia pada kayu itu. Ia inilah ditinggikan oleh tangan kanan Allah menjadi Raja dan Juruselamat akan mengaruniakan tobat kepada bani Israel dan jalan keampunan dosa.
”Tetapi Stepanus, yang penuh dengan Rohulkudus, menengadah ke langit serta nampak kemuliaan Allah, dan Yesus berdiri di sebelah kanan Allah, lalu katanya, "Tengok, aku nampak langit terbuka, dan Anak manusia berdiri di sebelah kanan Allah."
”Adapun nas yang dibacanya di dalam kitab itu, demikian bunyinya: Bahwa Ia dibawa seperti seekor domba akan disembelih, dan seperti seekor anak domba bisu di hadapan penggunting, demikianlah tiada Ia membuka mulutnya,
”Maka itulah sabda yang disampaikan kepada bani Israel, tatkala diberitakannya kabar kesukaan, yaitu sejahtera oleh Yesus Kristus, Ialah Tuhan atas sekalian.
”dari hal Yesus, orang Nazaret itu, bagaimana Allah sudah mengurapi Dia dengan Rohulkudus dan kuasa, yang berjalan sekeliling berbuat kebajikan, dan menyembuhkan sekalian orang yang dikuasai oleh Iblis; sebab Allah beserta dengan Dia.
”Maka Ialah yang dibangkitkan hidup oleh Allah pada hari yang ketiga, serta diberi Ia menyatakan diri-Nya, bukannya kepada segenap kaum itu, melainkan kepada beberapa banyak saksi yang dipilih oleh Allah terlebih dahulu, yaitu kepada kami yang sudah makan minum bersama-sama dengan Dia kemudian dari pada Ia bangkit dari antara orang mati. Maka dipesankannya kepada kami memberitakan kepada kaum, dan menyaksikan bahwa Ialah yang ditetapkan oleh Allah menjadi hakim segala orang yang hidup dan yang mati. Maka akan Dia itu segala nabi-nabi pun menyaksikan, bahwa barangsiapa yang percaya akan Dia kelak menerima keampunan dosa oleh sebab nama-Nya."
”menunjukkan dan menyatakan bahwa tak dapat tiada Kristus itu merasai sengsara, dan bangkit dari antara orang mati, katanya, "Yesus, yang aku ini beritakan kepada kamu, itulah Kristus."
”yaitu bahwa wajib Kristus merasai sengsara, dan wajib Ia yang pertama-tama bangkit dari antara orang mati akan memberitakan suatu terang kepada kaum kita ini dan kepada orang kafir pun."
”dari hal Anak-Nya, (yang menurut keadaan daging sudah jadi daripada benih Daud, tetapi menurut keadaan roh penyuci sudah ditetapkan menjadi Anak Allah dengan kuasa, karena sebab kebangkitan-Nya dari antara orang mati), yaitu Yesus Kristus, Tuhan kita.
”Di dalam hal kita dibenarkan oleh karena iman, ada kita beroleh sentosa dengan Allah oleh sebab Tuhan kita, Yesus Kristus,
”Tetapi Allah sudah menyatakan kasih-Nya kepada kita di dalam hal Kristus telah mati karena kita, tatkala kita ditaklukkan oleh dosa. Sedangkan sekarang kita dibenarkan oleh darah-Nya, maka terlebih lagi kita akan beroleh selamat daripada kemurkaan, dengan jalan Dia. Karena jikalau kita, tatkala lagi seteru Allah, diperdamaikan dengan Allah oleh sebab kematian Anak-Nya, maka terlebih pula kita, sesudah diperdamaikan itu, akan beroleh selamat oleh sebab hidup-Nya. Bukannya demikian sahaja, melainkan kita bermegah-megah pula akan Allah oleh sebab Tuhan kita Yesus Kristus, yang oleh-Nya sekarang ini kita memperoleh perdamaian.
”Tetapi jikalau kita sudah mati dengan Kristus, yakinlah kita bahwa kita akan hidup juga dengan Dia; sebab kita mengetahui, bahwa Kristus yang sudah dibangkitkan dari antara orang mati itu, tiada mati lagi; maka maut itu pun tiada lagi memegang kuasa atas-Nya. Karena akan hal mati-Nya itu, maka matilah Ia sekali sahaja untuk dosa, tetapi akan hal hidup-Nya itu, hiduplah Ia untuk Allah. Demikianlah juga kamu wajib menghisabkan dirimu mati lepas daripada dosa, tetapi hidup bagi Allah di dalam Kristus Yesus.
”Karena upah dosa itu maut, tetapi karunia Allah itu hidup yang kekal di dalam Kristus Yesus Tuhan kita.
”Maka oleh sebab itu sekarang tiadalah lagi hukuman ke atas orang yang di dalam Kristus Yesus. Karena hukum Roh yang mengaruniakan hidup di dalam Kristus Yesus sudah memerdekakan aku daripada hukum dosa dan maut itu. Karena barang yang tiada boleh diperbuat oleh hukum Taurat, sebab lemah oleh karena tabiat manusia itu, diperbuat oleh Allah yang menyuruhkan Anak-Nya sendiri di dalam rupa manusia yang berdosa, yaitu sebab karena dosa itu, dengan menjatuhkan hukum ke atas dosa di dalam tabiat manusia,
”Siapakah yang dapat menceraikan kita daripada kasih Kristus? Kesukarankah atau sengsarakah, atau aniayakah, atau kelaparankah, atau keadaan bertelanjangkah, atau marabahayakah, atau pedangkah?
”Karena aku yakin, bahwa baik maut atau hidup, baik malaekat atau penguasa, baik hal yang ada sekarang ini atau yang akan datang, atau sesuatu kuat kuasa, baik tinggi atau dalam, atau barang makhluk yang lain pun, tiada dapat menceraikan kita daripada kasih Allah, yang di dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.
”dan yang empunya segala nenek moyang, dan dari antaranya terbit Kristus cara manusia, yang di atas sekalian, Tuhan yang terpuji selama-lamanya. Amin.
”Karena jikalau engkau mengaku dengan mulutmu bahwa Yesus itu Tuhan, dan yakin di dalam hatimu bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati itu, maka engkau akan selamat.
”Karena bagi maksud inilah Kristus telah mati dan hidup balik, supaya Ia memerintah menjadi Tuhan atas orang yang sudah mati dan yang hidup.
”Karena Kristus menyuruh aku bukannya akan membaptiskan orang, melainkan akan memberitakan kabar kesukaan, bukannya dengan hikmat perkataan, supaya jangan salib Kristus itu menjadi sia-sia. Karena pengajaran dari hal salib itu menjadi kebodohan kepada segala orang yang menuju kebinasaan; tetapi kepada kita yang menuju keselamatan itulah menjadi kuasa Allah.
”maka kita ini memberitakan Kristus yang tersalib, yaitu suatu syak kepada orang Yahudi, dan suatu kebodohan kepada orang kafir, tetapi kepada orang yang dipanggil, baik orang Yahudi baik orang Gerika, Kristus itulah kuasa Allah dan hikmat Allah.
”Tetapi dengan berkat Allah kamu ini ada di dalam Kristus Yesus, yang sudah menjadi bagi kita hikmat daripada Allah, yaitu kebenaran, dan kesucian, dan penebusan,
”Karena aku sudah bermaksud, bukannya hendak mengetahui apa-apa di antara kamu, melainkan Yesus Kristus, yang telah tersalib itu.
”yang tiada dikenal oleh seorang pun daripada raja-raja dunia ini. Karena jikalau mereka itu sudah mengenal dia, niscaya tiadalah mereka itu menyalibkan Tuhan, pohon segala kemuliaan itu,
”Dengan nama Tuhan kita Yesus, baiklah kamu bersama-sama rohku dengan kuasa Tuhan kita Yesus,
”Buangkan ragi yang lama itu, supaya kamu menjadi segumpal yang baharu, sebab kamu memang tiada bercampur ragi. Karena sudah tersembelih Pasah kita, yaitu Kristus.
”tetapi kepada kita ada Satu sahaja, yaitu Allah Bapa, maka segala sesuatu daripada Dialah asalnya, dan kita menuju Dia, dan Tuhan pun Satu juga, yaitu Yesus Kristus, oleh sebab-Nyalah ada segala sesuatu, dan kita pun ada oleh sebab-Nya.
”Sebab itu aku menyatakan kepada kamu, bahwa dari antara orang-orang yang berkata-kata dengan ilham Roh Allah itu, tiada seorang pun mengatakan "Yesus itu laknat," dan tiada seorang pun dapat mengatakan "Yesus itu Tuhan" melainkan dengan Rohulkudus.
”Maka kamu inilah tubuh Kristus, dan kamu masing-masing anggotanya. Maka Allah telah menetapkan beberapa orang di dalam sidang jemaat, pertama-tama rasul-rasul, kedua nabi-nabi, ketiga guru-guru, kemudian mujizat, kemudian pula kuasa menyembuhkan orang, pertolongan, perintahan, dan jenis-jenis karunia lidah.
”Karena pertama-tama kuserahkan kepada kamu barang yang telah kuterima juga, yaitu bahwa Kristus mati itu karena dosa kita setuju dengan nas Alkitab, dan Ia sudah dikuburkan, dan pada hari yang ketiga Ia sudah dibangkitkan pula setuju dengan nas Alkitab, dan Ia sudah kelihatan kepada Kefas, kemudian kepada kedua belas orang itu; kemudian daripada itu Ia kelihatan pula kepada saudara lebih daripada lima ratus orang di dalam sekaligus, maka kebanyakan mereka itu lagi hidup hingga sekarang, tetapi beberapa orang yang sudah meninggal.
”Tetapi sesungguhnya Kristus sudah dibangkitkan dari antara orang mati, menjadi buah sulung di antara segala orang yang sudah mati. Karena sedang maut itu diadakan oleh sebab seorang manusia, begitu juga kebangkitan dari antara orang mati itu diadakan oleh sebab seorang manusia. Karena sama seperti di dalam Adam mati segala manusia, begitu juga di dalam Kristus sekaliannya akan dihidupkan. Tetapi masing-masing menurut peraturan gilirannya; adapun buah sulung itulah Kristus, kemudian segala umat Kristus pada masa kedatangannya kelak. Kemudian tiba kesudahan itu, apabila diserahkannya kerajaan itu kepada Allah, Bapa, setelah dilenyapkannya segala perintah, dan segala kuasa memerintah, dan kuat kuasa. Karena tak dapat tiada Ia memerintah menjadi raja, sehingga Allah menaklukkan segala musuh di bawah kaki-Nya. Adapun musuh yang akhir sekali yang dilenyapkan, yaitu maut. Karena "segala sesuatu sudah ditaklukkan Allah ke bawah kaki-Nya." Tetapi apabila difirmankan-Nya bahwa segala sesuatu sudah ditaklukkan, maka nyatalah Ia, yang menaklukkan segala sesuatu itu, terkecuali. Apabila segala sesuatu sudah ditaklukkan kepada-Nya itu, maka pada masa itu Anak itu pun akan menaklukkan diri-Nya kepada Dia, yang menaklukkan segala sesuatu kepada-Nya, supaya Allah menjadi semuanya di dalam sekalian.
”Tetapi pikiran mereka itu sudah dikeraskan, karena sehingga sampai kepada hari ini masa membaca perjanjian lama selubung itu ada lagi, belum tersingkap, sebab selubung itu hanya ditiadakan oleh Kristus.
”Akan tetapi jikalau Injil kami terlindung, maka terlindunglah ia kepada orang yang akan binasa, yang telah dibutakan oleh penghulu dunia mata hati orang yang tiada percaya itu, supaya jangan mereka itu diterangi oleh cahaya Injil kemuliaan Kristus, yaitu bayang-bayang Allah. Karena kami bukannya memasyhurkan diri kami sendiri, melainkan Kristus Yesus, bahwa Ialah Tuhan, dan kami ini sendiri hambamu oleh sebab Yesus. Karena Allah yang sudah berfirman: Hendaklah terang itu bercahaya dari dalam gelap, Ialah juga bercahaya di dalam hati kami menerangkan orang dengan makrifat kemuliaan Allah di dalam wajah Kristus.
”Karena tak dapat tiada kita sekalian akan jadi nyata di hadapan kursi pengadilan Kristus, supaya tiap-tiap orang menerima balasan, sebagaimana yang telah dilakukan oleh tubuh itu, baik atau jahat.
”Sebab itulah jikalau barang seorang hidup di dalam Kristus, maka ialah kejadian yang baharu; maka perkara-perkara yang lama itu sudah lenyap, bahkan, yang baharu sudah terbit.
”Maka Ia, yang tiada mengenal dosa, telah dijadikan-Nya dosa ganti kita, supaya kita ini akan menjadi kebenaran Allah di dalam Dia.
”Karena kamu mengetahui anugerah Tuhan kita Yesus Kristus bahwa Ia, walaupun kaya, tetapi menjadi papa karena sebab kamu, supaya kamu ini dengan jalan kepapaannya itu menjadi kaya.
”Adapun hidupku ini bukannya aku lagi, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku; tetapi hidup yang sekarang aku hidup di dalam tubuh ini, aku hidup di dalam iman kepada Anak Allah, yang mengasihi aku dan yang menyerahkan diri-Nya karena aku.
”Maka Kristus sudah menebus kita daripada kutuk Taurat itu dengan menjadi suatu kutuk karena kita, karena ada tersurat: Bahwa terkutuklah tiap-tiap orang yang tergantung pada kayu,
”Tetapi tatkala genap masanya, Allah pun menyuruhkan Anak-Nya, yang lahir daripada seorang perempuan, dan yang takluk di bawah syariat Taurat, supaya Ia boleh menebus segala orang yang takluk di bawah syariat Taurat itu, dan supaya kita beroleh hak anak angkat.
”supaya Allah Tuhan kita Yesus Kristus, yaitu Bapa pohon segala kemuliaan, mengaruniakan kepadamu Roh hikmat dan kenyataan dengan pengenalan akan Dia, dan menerangkan mata hatimu, sehingga kamu dapat mengetahui apa pengharapan panggilan Allah, dan bagaimana limpahnya kemuliaan warisan-Nya di antara orang-orang suci; dan betapa besar kuasa-Nya kepada kita yang percaya, yaitu kuasa yang bekerja menurut kuat kuasa-Nya, yang dikerjakan-Nya di dalam Kristus, pada masa Ia membangkitkan Dia dari antara orang mati, dan mendudukkan Dia di sebelah kanan-Nya di surga, jauh lebih tinggi daripada segala pemerintah dan penguasa dan kekuatan dan perintah dan tiap-tiap orang yang ternama, bukannya di dalam dunia ini sahaja, melainkan yang di akhirat pun. Dan segala sesuatu ditaklukkan Allah di bawah kaki-Nya, serta dijadikan-Nya Dia kepala atas segala sesuatu hal sidang jemaat, sedang sidang itu menjadi tubuh-Nya, yaitu kegenapan Dia, yang menggenapi semuanya di dalam sekalian.
”dibangunkan di atas alas segala rasul dan nabi-nabi, maka batu penjurunya itulah Kristus Yesus sendiri. Maka di dalam Kristus segenap bangunan disusunkan, lalu bertambah-tambah menjadi rumah Allah yang kudus di dalam Tuhan. Di dalam-Nyalah kamu juga didirikan bersama-sama menjadi tempat kediaman Allah oleh Roh.
”Maka Ia yang sudah turun, itulah juga yang sudah naik lebih tinggi di atas segala langit itu, supaya Ia menggenapi segala sesuatu.
”melainkan dengan berpegang kebenaran di dalam kasih, hendaklah kita makin sempurna di dalam segala sesuatu kepada yang menjadi kepala, yaitu Kristus. Daripada-Nyalah segenap tubuh itu berhubung-hubungan dan bercantum teguh dengan tiap-tiap sendi yang sudah sedia, menurut kadar pekerjaan tiap-tiap anggota, memberi tubuh itu bertambah-tambah akan meneguhkan dirinya di dalam hal kasih.
”Sebab itu hendaklah kamu menjadi penurut teladan Allah, seperti anak-anak yang dikasihi-Nya, dan berjalanlah di dalam kasih, sebagaimana Kristus juga sudah mengasihi kamu dan sudah menyerahkan diri-Nya karena kita menjadi suatu persembahan dan korban yang berbau harum kepada Allah.
”karena kita ini anggota tubuh-Nya.
”Taruhlah di dalam hatimu ingatan ini yang sudah ada di dalam Kristus Yesus, yang, walaupun Ia dengan keadaan Allah, tiada mengirakan hal itu sebagai suatu keuntungan menjadi setara dengan Allah, melainkan menghampakan diri-Nya menjadi hamba di dalam keadaan sama dengan manusia, dan kelihatan di dalam sikap seperti manusia; Ia sudah merendahkan diri-Nya dan taat sehingga sampai kepada maut, yaitu mati tersalib. Sebab itulah juga Allah sangat meninggikan Dia dan menganugerahkan Dia suatu nama yang di atas segala nama, supaya dengan nama Yesus itu akan bertelut segala lutut, daripada yang di surga dan yang di atas bumi dan yang di bawah bumi, dan segala lidah mengaku bahwa Yesus Kristus itu Tuhan, kepada kemuliaan Allah, yaitu Bapa.
”supaya dapat aku mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya dan persekutuan di dalam sengsara-Nya, akan menjadi serupa dengan Dia di dalam hal mati-Nya, kalau-kalau aku dapat sampai kepada kebangkitan dari antara orang mati itu.
”Maka Ialah yang sudah melepaskan kita daripada kuasa gelap, dan memindahkan kita ke dalam kerajaan Anak yang dikasihi-Nya, oleh Dia itu kita mendapat penebusan, yaitu keampunan segala dosa, dan Ialah yang menjadi bayang Allah yang tiada kelihatan itu, yaitu Anak sulung yang terlebih dahulu daripada segala makhluk, karena di dalam Dia itu sudah dijadikan segala sesuatu yang di langit dan yang di bumi, yang kelihatan dan yang tiada kelihatan, baik singgasana, baik perintah, baik penguasa, baik kuasa; maka segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan bagi Dia; dan Ialah, yang terlebih dahulu daripada sekaliannya, dan segala sesuatu wujudnya ada di dalam Dia; dan Ialah yang menjadi kepala tubuh, yaitu sidang jemaat; Ialah yang menjadi Awal dan menjadi Sulung dari antara orang mati, supaya di dalam segala sesuatu Ialah yang terutama. Karena adalah kegemaran Allah, bahwa segala kesempurnaan itu terhimpun di dalam Dia, dan oleh sebab Dia segala sesuatu diperdamaikan oleh Allah dengan diri-Nya (setelah diperbuat-Nya perdamaian dengan darah-Nya di kayu salib itu), maka oleh sebab Dia juga diperdamaikan-Nya baik segala yang di bumi baik segala yang di langit.
”supaya hati mereka itu hibur, berhubung bersama-sama di dalam kasih, sampai datang kepada segala kekayaan akal yang mengerti dengan secukupnya, sehingga dapat mengetahui rahasia Allah, yaitu Kristus. Di dalam Dia itu ada segala perhimpunan hikmat dan makrifat terlindung.
”karena di dalam Dialah terhimpun segala kelimpahan wujud Allah berlembaga, dan kamu pun disempurnakan di dalam Dia itu, yang menjadi kepala segala perintah dan kuasa.
”Setelah ditolakkan-Nya segala penguasa dan kuasa, lalu Ia menunjukkan nyata-nyata, serta menewaskan sekaliannya dengan salib-Nya itu.
”Sebab itu jikalau kamu sudah dibangkitkan beserta dengan Kristus, carilah perkara yang di atas, di mana Kristus ada, duduk-Nya di sebelah kanan Allah.
”Karena Allah itu hanya Satu, dan pengantara pun Satu di antara Allah dengan manusia, maka Ia pun manusia juga, yaitu Kristus Yesus, yang telah menyerahkan diri-Nya menjadi tebusan orang sekalian, yaitu suatu kesaksian pada masa yang sudah ditentukan.
”Dengan tiada terkira-kira besarnya rahasia ibadat kita: Ialah, Yang dinyatakan di dalam tubuh manusia, dibenarkan di dalam Roh, kelihatan kepada malaekat, diberitakan di antara segala orang kafir, dipercayai di dalam dunia, terangkat ke dalam kemuliaan.
”supaya engkau memeliharakan hukum itu dengan tiada bercacat dan dengan tiada bercela, sehingga kelihatan Tuhan kita Yesus Kristus; maka hal itu akan ditunjukkan pada masanya oleh Mahakuasa yang Esa dan Pohon selamat, yaitu Raja atas sekalian raja, dan Tuan atas segala yang dipertuan, Yang hanya mempunyai zat yang tiada mati, dan mendiami terang yang tiada terhampiri; Yang tiada pernah dilihat atau dapat dilihat orang, maka bagi-Nyalah kemuliaan dan kuasa yang kekal. Amin.
”Maka di hadirat Allah dan Kristus Yesus, yang akan menjadi hakim segala orang yang hidup dan yang sudah mati, dan demi kedatangan-Nya dan kerajaan-Nya, aku berpesan kepadamu dengan sesungguhnya:
”serta menantikan pengharapan yang berkat dan kenyataan kemuliaan yang Mahabesar dan Juruselamat kita Kristus Yesus,
”Setelah sudah Allah berfirman pada zaman dahulu kala kepada segala nenek moyang kita dengan lidah nabi-nabi beberapa kali dan atas berbagai-bagai peri, maka berfirmanlah Ia pula pada akhirnya kepada kita di dalam Anak-Nya, yang ditetapkan-Nya menjadi waris segala sesuatu, oleh-Nya juga dijadikan-Nya sekalian alam. Maka Ialah menjadi cahaya kemuliaan Allah dan zat Allah yang kelihatan, serta Ia menanggung segala sesuatu dengan firman kuasa-Nya; dan setelah Ia membuat persucian segala dosa, maka duduklah Ia di sebelah kanan Yang Mahabesar di dalam ketinggian;
”Karena malaekat manakah dari antara segala malaekat itu yang pernah difirmankan-Nya: Engkaulah Anak-Ku, hari inilah Aku memperanakkan Dikau? dan lagi: Aku ini akan menjadi Bapa kepada-Nya, dan Ia pun menjadi Anak kepada-Ku? Dan lagi, apabila Anak sulung itu dibawa-Nya ke dunia, lalu Ia berfirman: Hendaklah segala malaekat Allah menyembah Dia.
”tetapi akan hal Anak itu firman-Nya: Arasy-Mu, ya Allah, ada selama-lamanya; dan tongkat keadilan yaitulah tongkat kerajaan-Mu. Engkau mengasihi kebenaran dan membenci kejahatan; itulah sebabnya Engkau diurapi terlebih daripada segala tolanmu oleh Allah, Tuhanmu, dengan minyak alamat kesukaan. Dan lagi: Engkaulah, ya Tuhan, yang pada mulanya membubuh alas bumi ini, dan langit itu pun perbuatan tangan-Mu; maka sekaliannya itu akan binasa, tetapi Engkaulah yang kekal; sekaliannya itu akan menjadi buruk seperti kain baju, dan seperti selimut Engkau akan menggulung dia, dan seperti suatu kain baju sekaliannya itu berubah; tetapi Engkaulah, yang tiada berubah, dan tahun-Mu tiada berkesudahan.
”Sedangkan Ia sendiri telah merasa sengsara tatkala terkena coba, dapatlah Ia menolong orang yang terkena coba itu.
”Maka dari sebab itu, hai saudara-saudaraku yang suci, yang beroleh sama bahagian di dalam panggilan surga, amat-amatilah Rasul lagi Imam Besar yang telah kita akui, yaitu Yesus,
”Sedangkan ada kepada kita seorang Imam Mahabesar, yang sudah melintas segala langit, yaitu Yesus, Anak Allah, maka hendaklah kita memegang pengakuan itu. Karena kita tidak ada Imam Besar yang tiada menaruh belas kasihan akan segala kelemahan kita, melainkan yang sudah terkena coba di dalam segala perkara sama seperti kita, dan lagi tiada berdosa.
”Maka Ia pun, tatkala di dalam keadaan manusia, sudah mempersembahkan doa dan permintaan kepada Yang Berkuasa menyelamatkan Dia daripada maut, dengan teriak yang kuat, dan dengan air mata-Nya, maka doa-Nya dikabulkan dari sebab ketakutan-Nya akan Allah; sungguhpun Ia Anak, tetapi sudahlah Ia belajar taat dengan segala sesuatu yang dirasai-Nya itu, maka setelah Ia disempurnakan, baharulah Ia menjadi pohon selamat yang kekal bagi segala orang yang bertaat kepada-Nya, serta Ia digelar oleh Allah Imam Besar, menurut peraturan Malkisedik.
”tetapi Ia ini, sebab Ia kekal selama-lamanya, ada berimamat yang tiada berpindah kepada orang lain. Oleh sebab itulah Ia berkuasa juga menyelamatkan dengan sempurnanya segala orang yang menghampiri Allah oleh sebab Dia, sedangkan Ia hidup senantiasa memohonkan syafaat karena mereka itu. Karena patutlah bagi kita seorang Imam Besar yang demikian itu, yaitu kudus, tiada bersalah, tiada bernajis, diasingkan daripada orang-orang berdosa, dan ditinggikan daripada segala langit, yang tak usah, sebagaimana segala imam besar, sehari-hari mempersembahkan beberapa korban, dahulu karena dosa-dosanya sendiri, kemudian karena dosa-dosa kaum itu. Karena ini Ia sudah berbuat sekali sahaja bagi sekalian tatkala Ia mempersembahkan diri-Nya sendiri. Karena Taurat itu menetapkan orang yang lemah menjadi imam besar, tetapi perkataan sumpah yang kemudian daripada Taurat itu menetapkan seorang Anak, yang sudah jadi sempurna selama-lamanya.
”Adapun di dalam segala perkara yang kami katakan demikian itu, inilah yang terutama: Bahwa kita ada seorang Imam Besar yang demikian itu, yang duduk di sebelah kanan arasy Yang Mahabesar di surga,
”Karena jikalau sungguh perjanjian yang pertama itu tiada bercela, niscaya tiada akan dicari sebab bagi yang kedua. Karena Ia menyalahkan mereka itu dengan firman-Nya, "Ingatlah, harinya akan datang kelak, firman Tuhan, Aku akan mengadakan Perjanjian Baharu kepada segala isi rumah Israel dan segala isi rumah Yehuda;
”Dengan menyebutkan perkataan "Perjanjian Baharu" itu, Ia telah mengatakan yang pertama itu lama; adapun barang yang menjadi lama dan sudah tua itu hampir akan lenyap.
”Tetapi tatkala Kristus tiba menjadi Imam Besar yang pohon segala kebajikan yang akan datang kelak, maka dengan menerusi kemah yang lebih besar dan lebih sempurna, yang bukannya diperbuat dengan tangan, artinya yang bukannya daripada alam ini, dan bukannya dengan membawa darah kambing jantan dan anak lembu, melainkan darahnya sendiri, masuklah Ia sekali bagi sekalian ke dalam tempat kudus, serta mengerjakan suatu penebusan yang kekal.
”Maka itulah sebabnya Ia menjadi pengantara suatu Perjanjian yang baharu, supaya orang yang dipanggil itu boleh memegang janji dari hal menerima warisan yang kekal, tatkala berlaku suatu kematian bagi menebus kesalahan orang yang termasuk perjanjian yang lama itu. Karena jikalau ada wasiat, wajib ada kematian orang yang mewasiatkan itu. Karena wasiat berjalan kuasanya di dalam hal orang-orang mati; karena selagi hidup orang yang berwasiat itu, maka wasiat itu sekali-kali tidak berjalan kuasanya. Dari sebab itu perjanjian yang pertama itu pun ditahbiskan dengan darah.
”Bahkan, menurut hukum Taurat hampir-hampir sekalian perkara disucikan dengan darah, dan lain daripada menumpahkan darah tiadalah ada ampun.
”Karena Kristus itu sudah masuk bukannya ke dalam tempat kudus perbuatan tangan, yang hanya menjadi suatu teladan tempat kudus yang sebenarnya itu; melainkan ke dalam surga yang benar, maksudnya sekarang Ia menghadap hadirat Allah karena kita.
”demikianlah juga Kristus, sesudah satu kali dipersembahkan akan menanggung dosa orang banyak, maka pada kali yang kedua kelak, dengan tiada menanggung dosa, Ia akan kelihatan kepada segala orang yang menantikan Dia, akan menyelamatkan mereka itu.
”tetapi Ia, sesudah mempersembahkan satu korban karena segala dosa, lalu duduklah di sebelah kanan Allah selama-lamanya.
”Sebab itu, hai saudara-saudaraku, sedang hati kita sudah berani hendak masuk ke dalam tempat kudus dari sebab darah Yesus, dengan jalan yang baharu dan hidup, yang dibukakan-Nya bagi kita menerusi tirai, yaitu tubuh-Nya; dan sedang kita ada seorang Imam yang Mulia, yang berkuasa atas isi Rumah Allah;
”serta memandang kepada Yesus, yang mengadakan dan menyempurnakan iman. Maka Ia pun, karena kesukaan yang menanti Dia sudah menderita sengsara salib dengan tiada mengindahkan malunya, lalu duduk di sebelah kanan arasy Allah. Oleh sebab itu timbangkanlah Dia, yang sudah menderitakan segala perkataan orang berdosa yang mengatas melawan Dia, supaya jangan kamu jemu dengan tawar hatimu.
”dan kepada Yesus, Pengantara Perjanjian yang Baharu itu, dan kepada darah yang dipercikkan, yang mengatakan perkara-perkara yang lebih baik daripada darah Habel.
”Adapun Yesus Kristus itu tiada berubah, baik kelemarin, baik hari ini, dan selama-lamanya.
”Maka Allah, pohon sejahtera itu, yang telah membawa Gembala domba yang besar itu kembali dari antara orang-orang mati, yaitu Tuhan kita Yesus, dengan darah Perjanjian yang kekal itu, Ialah kiranya menjadikan kamu sempurna di dalam segala perkara yang baik, supaya kamu melakukan kehendak-Nya; dan Ia juga mengadakan di dalam kita barang yang berkenan kepada-Nya oleh sebab Yesus Kristus. Bagi-Nyalah kemuliaan selama-lamanya! Amin.
”Hai saudara-saudaraku, yang beriman kepada Tuhan kita Yesus Kristus yang mulia, janganlah kamu tunjukkan iman itu dengan menilik atas rupa orang.
”Segala puji bagi Allah, Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, yang menurut seperti rahmat-Nya yang amat besar telah menjadikan kita baharu, sehingga kita beroleh pengharapan yang hidup oleh sebab kebangkitan Yesus Kristus dari antara orang mati, akan mendapat warisan yang tiada akan binasa dan tiada bercacat dan tiada akan layu, tersimpan di dalam surga bagi kamu, yang dengan kuasa Allah terpelihara dari sebab iman menuju kepada keselamatan yang sedia akan dinyatakan pada akhir zaman.
”melainkan dengan darah yang mulia, yang seperti darah anak domba yang tiada bercela dan tiada bercacat, yaitu darah Kristus. Ia sudah ditakdirkan sebelum alam ini dijadikan, tetapi baharu menjadi nyata pada akhir zaman ini karena sebab kamu; maka oleh sebab Dialah kamu menjadi orang yang percaya kepada Allah, yang membangkitkan Dia dari antara orang mati, dan memberi Dia kemuliaan, sehingga imanmu dan pengharapanmu berpaut kepada Allah.
”maka Ialah kamu hampiri, yaitu batu yang hidup, sungguhpun dibuang oleh manusia, tetapi pada pemandangan Allah terpilih, lagi indah, maka hendaklah kamu pun, seperti batu yang hidup, dibangunkan menjadi sebuah rumah yang rohani dan imamat yang kudus, supaya mempersembahkan korban rohani, yang berkenan kepada Allah oleh sebab Yesus Kristus. Karena ada tersurat di dalam Alkitab: Bahwa Aku ada membubuh di dalam Sion sebuah batu penjuru yang terpilih, lagi indah; maka orang yang percaya akan Dia tiada akan diberi malu.
”Sebab itu kepada kamu yang percaya menjadi suatu keindahan, tetapi kepada orang yang tiada percaya: Maka batu yang dibuang tukang-tukang itu, itulah juga sudah menjadi batu penjuru; dan: Suatu batu antukan dan sebuah batu syak; mereka itu terantuk oleh sebab tiada menurut firman Allah; maka yang demikian sudah ditentukan bagi mereka itu.
”Karena bagi maksud inilah kamu sudah dipanggil; sebab Kristus sudah menanggung sengsara juga karena kamu, ditinggalkan-Nya suatu teladan bagimu, supaya kamu mengikut kesan-Nya. Ialah yang tiada berbuat dosa, tiada pula didapati tipu daya dari dalam mulut-Nya; tatkala Ia kena nista, tiada membalas dengan nista, dan tatkala Ia kena sengsara, tiada mengugut, melainkan menyerahkan diri-Nya kepada Allah yang menghakimkan dengan adilnya. Ia sendiri sudah menanggung segala dosa kita di dalam tubuh-Nya di atas kayu salib, supaya kita dimatikan daripada dosa lalu hidup bagi hal yang benar; maka dari sebab bilur-Nya kamu sudah disembuhkan. Karena dahulu kamu sesat seperti domba, tetapi sekarang ini kamu sudah kembali kepada gembala, yaitu Pemelihara jiwamu.
”Sebab Kristus pun sudah sekali merasai mati karena dosa-dosa orang, yaitu Orang benar karena orang-orang yang tiada benar, supaya Ia membawa kita kepada Allah; sungguhpun Ia mati dibunuh di dalam tubuh, tetapi hidup di dalam roh.
”Adapun air itu ibaratnya yang sekarang menyelamatkan kamu, yaitu baptisan, yang artinya bukannya dari hal menghilangkan kecemaran tubuh, melainkan memohonkan perasaan hati yang baik kepada Allah, dari sebab kebangkitan Yesus Kristus, yang sudah naik ke surga, serta duduk di sebelah kanan Allah, lalu segala malaekat dan kuasa dan perintah pun takluk kepada-Nya.
”Daripada Simon Petrus, hamba dan rasul Yesus Kristus, kepada segala orang yang sudah beroleh iman, yang sama indahnya dengan iman kami oleh karena keadilan Allah, Tuhan kita, dan Yesus Kristus, Juruselamat: Mudah-mudahan bertambah-tambahlah kepadamu anugerah dan sejahtera di dalam hal mengenal Allah dan Yesus, Tuhan kita.
”Karena demikian itulah kamu akan dikaruniakan berlebih-lebih jalan masuk ke dalam kerajaan yang kekal, yaitu kerajaan Yesus Kristus, Tuhan kita lagi juruselamat.
”Karena kami bukannya menurut jalan ceritera bohong yang direka dengan muslihat, tatkala kami menyatakan kepada kamu dari hal kuasa dan kedatangan Tuhan kita Yesus Kristus, melainkan kami sendiri sudah memandang kebesaran-Nya. Karena Ia sudah beroleh kehormatan dan kemuliaan daripada Allah Bapa tatkala kedengaran kepadanya suatu suara daripada kemuliaan yang Mahabesar demikian, "Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, Ialah yang berkenan kepada-Ku."
”melainkan bertambah-tambahlah di dalam anugerah, dan pengenalan akan Tuhan kita Yesus Kristus, Juruselamat. Baginyalah kemuliaan, baik sekarang ini baikpun selama-lamanya. Amin.
”Hai anak-anakku, inilah kusuratkan kepadamu supaya jangan kamu berbuat dosa. Dan jikalau barang seorang berbuat dosa, maka kita ada seorang Juru Syafaat kepada Bapa, yaitu Yesus Kristus yang benar itu, dan Ialah menjadi korban perdamaian karena segala dosa kita; bukannya karena dosa-dosa kita sahaja, melainkan karena dosa seisi dunia ini juga.
”Maka kamu mengetahui bahwa Kristus itu diberi nyata supaya Ia melenyapkan segala dosa; maka di dalam-Nya itu tiada ada dosa.
”Tetapi kita mengetahui bahwa Anak Allah sudah tiba, lalu mengaruniakan kita akal supaya kita mengenal akan yang Benar; maka kita ini ada di dalam Yang Benar, yaitu di dalam Anak-Nya, Yesus Kristus. Maka inilah Tuhan yang sebenarnya, yaitu Allah, dan hidup yang kekal.
”yaitu bagi Allah yang Esa lagi Juruselamat kita dengan jalan Yesus Kristus Tuhan kita, adalah kiranya kemuliaan dan kebenaran dan kodrat dan kuasa yang sedia ada lebih dahulu daripada segala masa, dan sekarang ini hingga selama-lamanya. Amin.
”Daripada Yahya, datang kepada ketujuh sidang jemaat yang di Asia, turunlah kiranya atas kamu anugerah dan sejahtera daripada Dia yang ada, dan Yang sudah sedia ada, dan Yang akan datang kelak, dan daripada ketujuh roh yang di hadapan arasy-Nya; dan daripada Yesus Kristus yang menjadi saksi yang setiawan, yaitu yang menjadi Sulung dari antara orang mati, dan yang menjadi Penghulu di atas segala raja di dunia ini. Maka bagi Dia yang mengasihi kita, dan yang sudah melepaskan kita daripada segala dosa dengan darah-Nya, dan yang menjadikan kita suatu kerajaan dan imam-imam bagi hadirat Bapa-Nya yaitu Allah; bagi-Nyalah kemuliaan dan kuasa selama-lamanya. Amin. Tengoklah, Ia datang dengan awan, dan Ia akan kelihatan kepada tiap-tiap mata, demikian juga kepada orang yang menikam Dia; maka segala bangsa di dunia ini akan memandang Dia serta meratap. Bahkan, Amin.
”"Aku inilah Alif dan Ya," demikianlah firman Allah Tuhan itu, Yang ada, dan Yang sudah sedia ada, dan Yang akan datang kelak, yaitu Yang Mahakuasa.
”katanya, "Barang apa engkau tampak, suratkanlah di dalam suatu kitab, lalu kirimkan kepada ketujuh sidang jemaat, yaitu ke Epesus, dan ke Smirna, dan ke Pergamus, dan ke Tiatira, dan ke Sardis, dan ke Filadelfia, dan ke Laodikea."
”Maka berpalinglah aku menuju kepada suara yang bertutur dengan aku. Sambil berpaling aku tampaklah tujuh kaki dian daripada emas, dan di tengah-tengah kaki dian itu seorang yang seperti Anak manusia, berjubah panjang sampai ke kaki, dan bergetangdadakan cindai daripada emas. Maka kepala-Nya dan rambut-Nya putih, seperti bulu domba yang putih, putihnya seperti salju; maka mata-Nya seperti nyala api; dan kaki-Nya serupa tembaga bergilap, seolah-olah merah api di dalam tanur; dan bunyi suara-Nya menderu seperti bunyi air yang banyak. Maka Ia memegang di dalam tangan kanan-Nya tujuh bintang, dan terjulur dari dalam mulut-Nya sebilah pedang tajam bermata dua; dan wajah-Nya seperti matahari bercahaya terik.
”Tatkala aku nampak Dia, maka rebahlah aku pada kaki-Nya seperti orang mati. Maka diletakkan-Nya tangan kanan-Nya ke atasku sambil berkata, "Jangan takut, Aku inilah yang awal dan yang akhir, dan yang hidup. Aku sudah mati, maka tengoklah, sekarang Aku hidup selama-lamanya, serta ada pada-Ku anak kunci maut dan alam maut.
”Maka ada seorang dari antara segala ketua-ketua itu berkata kepadaku, "Janganlah menangis; tengoklah, Singa yang daripada suku bangsa Yehuda, yaitu Akar Daud itu, sudah beroleh kemenangan sehingga membuka kitab dan ketujuh meterainya itu." Maka aku tampak di tengah-tengah arasy, di antara keempat zat yang hidup, dan di tengah segala ketua-ketua itu terdirilah seekor anak domba seperti sudah tersembelih rupanya, yang bertanduk tujuh, dan bermata tujuh, yaitu ketujuh Roh Allah, yang sudah disuruhkan ke seluruh bumi ini.
”Maka menyanyilah mereka itu suatu nyanyian yang baharu, bunyinya, "Berlayaklah Engkau mengambil kitab itu dan membuka meterainya; karena Engkau sudah tersembelih, lalu dengan darah-Mu Engkau menebus (orang) bagi Allah daripada tiap-tiap suku dan bahasa dan kaum dan bangsa,
”Maka aku tampak, dan aku dengar suara malaekat yang banyak sekeliling arasy dan segala zat yang hidup dan segala ketua itu; maka banyaknya itu beribu-ribu laksa, yang mengatakan dengan suara besar, "Berlayak Anak domba yang tersembelih itu menerima kuasa, dan kekayaan, dan hikmat, dan kekuatan, dan hormat, dan kemuliaan, dan puji." Maka aku dengar pula tiap-tiap makhluk yang di surga, dan yang di atas bumi, dan yang di bawah bumi, dan yang di laut, dan segala yang di dalamnya itu mengatakan, "Bagi Dia yang duduk di atas arasy, dan bagi Anak domba itu adalah puji dan kehormatan dan kemuliaan dan kuasa selama-lamanya." Maka keempat zat yang hidup itu mengatakan, "Amin." Dan segala ketua itu sujudlah menyembah.
”Kemudian daripada itu aku tampak ada suatu perhimpunan besar, yang tiada seorang pun dapat menghitung, yaitu daripada segala bangsa dan segala suku dan segala kaum dan segala bahasa, berdirilah sekaliannya di hadapan arasy dan di hadapan Anak domba itu, berjubah putih, dan pelepah kurma di dalam tangannya; maka mereka itu berseru-serulah dengan suara besar, katanya, "Selamat bagi Tuhan kami yang duduk di atas arasy itu, dan bagi Anak domba itu." Segala malaekat itu pun berdirilah sekeliling arasy dan sekeliling segala ketua dan keempat zat yang hidup itu, lalu sujud di hadapan arasy serta menyembah Allah,
”karena Anak domba yang di tengah arasy itu akan menjadi gembala mereka itu, dan akan membawa mereka itu kepada segala mata air hayat; maka Allah pun akan menyapukan segala air mata daripada mata mereka itu."
”Maka malaekat yang ketujuh itu pun meniup sangkakalanya, lalu kedengaranlah beberapa suara besar di surga mengatakan, "Kerajaan dunia ini menjadi kerajaan Tuhan kita, dan kerajaan Kristusnya, maka Ia akan memerintah kelak selama-lamanya."
”Sekaliannya itu sudah mengalahkan dia oleh sebab darah Anak domba itu, dan oleh sebab perkataan kesaksian mereka itu; dan mereka itu tiada menyayangi nyawanya, walaupun sampai mati.
”Maka tiba-tiba aku tampak Anak domba itu berdiri di atas Gunung Sion, dan beserta dengan Dia ada seratus empat puluh empat ribu orang yang tertulis nama Anak domba dan nama Bapa-Nya itu di dahinya.
”Maka aku tampak adalah suatu awan putih, dan di atas awan itu duduk seorang, rupanya seperti Anak manusia, bermakota emas di kepala-Nya dan di dalam tangan-Nya ada sebilah sabit yang tajam.
”Sekaliannya itu akan berperang melawan Anak domba itu, tetapi Anak domba itu akan menewaskan mereka itu; karena Ialah Tuan sekalian tuan, dan Raja atas segala raja; dan segala yang mengiringkan Dia itu pun menanglah, yaitu segala yang dipanggil dan yang terpilih, dan yang setia."
”Maka aku tampak langit terbuka, lalu kelihatan seekor kuda putih, dan orang yang duduk di atasnya itu bernama Setiawan dan Benar, maka dengan keadilan Ia memutuskan hukum dan mengadakan peperangan. Maka mata-Nya itu seperti nyala api, dan di kepala-Nya, ada makota banyak; maka ada suatu nama tertulis kepada-Nya yang tiada diketahui oleh seorang jua pun, melainkan Ia sendiri; dan Ia berjubah yang dipercik dengan darah, dan nama-Nya dikatakan, "Firman Allah." Maka segala tentara yang di surga mengiringkan Dia dengan menunggang kuda putih, berkainkan kain kasa putih lagi bersih. Dan daripada mulut-Nya keluar sebilah pedang yang tajam, supaya dengan dia itu Ia boleh memarang segala orang kafir. Maka Ia pun akan memerintah mereka itu dengan tongkat besi, dan Ialah yang mengirik irikan anggur, yaitu kehangatan murka Allah Yang Mahakuasa. Pada jubah-Nya dan paha-Nya ada tertulis suatu nama, yaitu, "Raja atas segala raja, dan Tuan sekalian tuan."
”Maka Ia yang duduk di atas arasy itu pun berfirman, "Tengoklah, Aku jadikan semuanya baharu." Dan lagi firman-Nya, "Suratkanlah, karena perkataan inilah tetap dan benar." Maka firman-Nya kepadaku, "Sudahlah genap; Aku inilah Alif dan Ya, yaitu Yang awal dan Yang akhir. Kepada orang yang dahaga kelak Aku akan memberi minum daripada mata air hayat dengan percuma.
”Maka tidaklah ada laknat di sana; maka arasy Allah dan Anak domba itu akan terdiri di dalamnya, dan segala hamba-Nya akan berbuat ibadat kepada-Nya,
”Ingatlah, Aku datang kelak dengan segeranya, dan pahala daripada Aku ada menyertai Aku, supaya Aku akan membalas kepada tiap-tiap orang menurut seperti perbuatannya. Maka Aku inilah Alif dan Ya, Yang terdahulu dan Yang terkemudian, Yang awal dan Yang akhir.
”"Aku ini Yesus sudah menyuruhkan malaekat-Ku hendak menyaksikan segala perkara ini kepadamu bagi segala sidang jemaat, Akulah Akar dan Benih Daud, dan Bintang fajar yang gilang-gemilang itu."
”Maka Ia yang menyaksikan segala perkara ini berkata, "Bahkan, Aku datang dengan segeranya." Amin, marilah, ya Tuhan Yesus! Adalah kiranya anugerah Tuhan Yesus menyertai orang sekalian. Amin.
”