14 – Aborsi
Ini adalah firman suci Tuhan Yang Maha Esa.
Kita tidak tertarik dengan kata-kata manusia.
Bagi siapa pun yang mengasihi Tuhan... inilah yang Tuhan katakan tentang: Aborsi.
Ini adalah firman suci Tuhan Yang Maha Esa.
Kita tidak tertarik dengan kata-kata manusia.
Bagi siapa pun yang mengasihi Tuhan... inilah yang Tuhan katakan tentang: Aborsi.
Tambahan lagi mereka itu telah mengorbankan anaknya laki-laki dan perempuan kepada segala syaitan. Ditumpahkannya darah orang yang tiada bersalah, yaitu darah anaknya laki-laki dan perempuan, yang telah dipersembahkannya kepada segala berhala Kanani, sehingga tanah itupun dinajiskan oleh utang darah itu.
”Maka engkau sudah mengambil anak-anakmu laki-laki dan perempuan, yang telah kauperanakkan bagi-Ku, kau persembahkan dia kepadanya akan dimakan habis; sedikitkah hal segala zinahmu itu? Bahkan, anak-anak-Ku sudah kaubantai dan kauserahkan dia akan berjalan terus dari pada api baginya. Maka dalam antara segala perbuatanmu yang keji dan segala zinahmu itu sekali-kali tiada engkau ingat akan masa mudamu, tatkala engkau telanjang bugil dan bergelumang dengan darahmu!
”Maka Engkau juga telah merupakan segala sesuatu yang di dalam aku dan telah menggubah akan daku dalam rahim ibuku. Bahwa aku memuji akan Dikau, sebab aku telah terkarang dengan kemuliaan dan ajaib; sesungguhnya ajaiblah segala perbuatan-Mu, maka jiwaku mengetahuinya baik-baik.
”Maka dijadikan Allah akan manusia itu atas petanya, yaitu atas peta Allah dijadikannya ia, maka dijadikannya mereka itu laki-laki dan perempuan.
”Barangsiapa yang menumpahkan darah manusia, maka darahnyapun akan ditumpahkan oleh manusia, karena atas teladan Allah telah dijadikan Allah akan manusia itu.
”Sucikanlah bagi-Ku segala anak sulung; bahwa segala anak di antara bani Israel yang mula-mula keluar dari pada rahim, baik manusia baik binatang, Aku yang empunya dia.
”Jangan kamu membunuh.
”Adapun barangsiapa yang memalu orang sampai mati, ia itu tak dapat tiada dibunuh juga hukumnya.
”Maka jikalau ada orang berkelahi serta memalu seorang yang bunting, sehingga gugurlah anaknya, tetapi tiadalah bahaya kematian, maka tak akan jangan ia kena denda sekadar yang dikenakan oleh lakinya orang itu dan yang ditentukan oleh orang wasit. Tetapi jikalau ada bahaya kematian sertanya, maka tak akan jangan jiwa akan ganti jiwa,
”Jangan kamu mendolak-dalikkan hak orangmu yang miskin dalam acaranya. Jauhkanlah dirimu dari pada perkara yang tiada benar; adapun orang yang tiada bersalah dan yang benar adanya, jangan kamu hukumkan akan mati dibunuh, karena Aku tiada membenarkan orang yang jahat.
”Karena nyawa daging itu adalah dalam darahnya, sebab itu Aku telah menentukan dia bagi kamu di atas mezbah, supaya dengan dia juga diadakan gafirat atas jiwamu, karena darah juga yang mengadakan gafirat atas jiwa.
”Maka jangan kamu menyerahkan seorang dari pada benihmu akan dipersembahkan kepada Molekh, dan jangan kamu menghinakan nama Allahmu: Bahwa Akulah Tuhan!
”Arakian, maka berfirmanlah Tuhan kepada Musa, firman-Nya: Dan lagi katakanlah kepada segala bani Israel ini: Barangsiapa dari pada segala bani Israel atau dari pada segala orang dagang, yang duduk menumpang di antara orang Israel, jikalau dipersembahkannya anaknya kepada Molekh, orang itu akan mati dibunuh, dilempari dengan batu oleh orang isi negeri. Maka Aku sendiripun akan menunjuk wajah-Ku melawan orang itu dan menumpaskan dia dari antara bangsanya, sebab telah dipersembahkannya anak buahnya kepada Molekh, hendak menajiskan tempat-Ku yang suci dan menghinakan nama-Ku yang suci itu. Maka jikalau kiranya orang isi negeri itu pura-pura tiada melihat apabila orang itu mempersembahkan anak buahnya kepada Molekh, sehingga tiada dibunuh mereka itu akan dia: maka Aku akan menunjuk wajah-Ku kelak melawan orang itu dan melawan kaum keluarganya, maka Aku akan menumpaskan dia dari antara bangsanya serta dengan segala orang yang menurut zinahnya, yang menurut zinah Molekh itu.
”Maka barangsiapa yang telah memalu orang sampai ia mati, tak akan jangan iapun akan mati dibunuh.
”Barangsiapa yang telah membunuh orang, maka atas kata orang-orang saksi hendaklah dibunuh oranglah akan pembunuh itu, tetapi hanya saksi seorang jua itu tiada cukup bagi menghukumkan orang mati dibunuh. Maka janganlah kamu menerima uang bangun karena jiwa seorang pembunuh yang patut mati, melainkan hendaklah ia mati dibunuh juga hukumnya.
”Janganlah kamu menajiskan demikian negeri yang kamu duduk dalamnya, karena darah itu menajiskan negeri, dan tiada boleh diadakan gafirat atas negeri itu dari pada darah yang telah ditumpahkan dalamnya, melainkan dengan darah orang juga yang telah menumpahkan dia.
”Janganlah kamu membunuh orang.
”Jangan kamu berbuat begitu akan Tuhan, Allahmu; karena segala perkara yang telah diperbuat oleh mereka itu akan dewa-dewanya, ia itu kebencian belaka kepada Tuhan, sehingga dibakar juga oleh mereka itu habis akan anaknya laki-laki dan perempuan dengan api bagi dewa-dewanya.
”Jangan di antara kamu didapati akan seorang juapun yang menyuruh anaknya laki-laki atau perempuan menerusi api, atau yang bertenung atau orang hobatan atau yang melihat dalam nujum atau orang sulapan,
”Kutuklah orang yang makan suap, supaya dibunuhnya orang dan ditumpahkannya darah orang yang tiada bersalah! Maka segenap orang banyak itu akan menyahut: Amin! Kutuklah orang yang tiada membenarkan segala firman taurat ini dengan melakukan dia! Maka segenap orang banyak itu akan menyahut: Amin!
”Bahwa pada hari ini juga aku mengambil langit dan bumi akan saksi atas kamu, dari hal aku telah menghadapkan kepada matamu baik kehidupan baik kematian baik berkat baik kutuk! Maka sebab itu pilihlah olehmu akan kehidupan itu, supaya boleh kamu hidup, yaitu baik kamu baik segala anak buahmu,
”karena berjalanlah ia pada jalan raja-raja orang Israel, bahkan, dijalankannya lagi anaknya terus dari pada api, seperti perbuatan kebencian orang kafir, yang sudah dihalaukan oleh Tuhan dari hadapan bani Israel.
”Tambahan pula dijalankannya anak-anaknya laki-laki dan perempuan terus dari pada api dan diadakannya tenungan dan diselidiknya pesona seranah, dan dijualnya dirinya akan berbuat barang yang jahat kepada pemandangan Tuhan hendak membangkitkan murka-Nya.
”dan segala orang Awi itu memperbuat akan Nibhaz dan Tartak, dan orang Sefarwai itu membakar anak-anaknya dengan api bagi Aderamelek dan Anamelek, berhala orang Sefarwai itu.
”Bahkan, disuruhnya puteranya menerusi api dan dilihatnya dalam nujum dan diselidiknya pesona seranah dan diangkatnya akan orang tenungan dan hobatan; dibuatnya amat banyak perkara yang jahat kepada pemandangan Tuhan, akan membangkitkan murka-Nya.
”dan dibakarnya dupa di lembah Bin-Hinom, dan dibakarnya habis anak-anaknya laki-laki dengan api menurut perbuatan kebencian yang dilakukan oleh segala bangsa kafir, yang sudah dihalaukan Tuhan dari pada miliknya di hadapan bani Israel.
”Dan disuruhnya anak-anaknya berjalan terus dari pada api di lembah Bin-Hinom, dan dilihatnya dalam nujum dan dibacanya mantera, dan dipakainya tenungan dan dicitanya nyawa orang mati dan dibacanya ramal; makin lama makin lebih diperbuatnya barang yang jahat kepada pemandangan Tuhan akan membangkitkan murka-Nya.
”Tangan-Mu sudah menjadikan daku dan merupakan daku berkeliling maka Engkau hendak membinasakan daku! Ingatlah kiranya, bahwa Engkau sudah merupakan daku seperti tanah liat dan Engkaupun akan mengembalikan daku kepada lebu duli! Bukankah Engkau sudah menuang aku seperti air susu dan membekukan daku seperti panir? Engkau sudah berpakaikan daku dengan kulit dan daging dan sudah mereka akan daku dengan tulang-tulang dan saraf.
”Karena orang yang teraniaya itu kulepaskan pada masa ia berseru, demikianpun anak piatu dan orang yang tiada baginya pembantu.
”Adapun Yang menjadikan daku di dalam rahim ibuku, bukankah Ia sudah menjadikan diapun? Bukankah Esa jua adanya yang menjadikan kedua kami di dalam rahim?
”Ya Tuhan! Engkau sudah mendengar kehendak orang yang lembut hatinya; Engkau meneguhkan hati mereka itu dan telingamupun mendengar akan mereka itu, hendak membenarkan hal anak piatu dan orang yang teraniaya, supaya jangan manusia di atas bumi berkanjang dalam menggagahi orang.
”Ia telah memulangkan halnya kepada Tuhan; biarlah dilepaskannya akan dia, jikalau kiranya Ia berkenan akan dia. Maka Engkau juga yang telah mengeluarkan daku dari dalam rahim dan yang memberi aku harap tatkala aku lagi mengisap susu ibuku.
”Lepaskanlah aku dari pada segala seteruku, ya Allahku! taruhlah akan daku dalam perlindungan yang tinggi, jauh dari pada segala orang yang berbangkit melawan aku. Lepaskanlah aku dari pada segala orang yang berbuat jahat, dan luputkanlah aku dari pada segala orang yang menumpahkan darah. Karena sesungguhnya mereka itu mengadang akan jiwaku; orang penggagah berkumpul melawan aku, maka sesungguhnya bukannya aku orang durhaka dan bukannya aku bersalah, ya Tuhan!
”Nyanyilah bagi Allah; bermazmurlah akan nama-Nya; sediakanlah jalan bagi-Nya yang berkendaraan pada padang yang rata, karena nama-Nya itu Tuhan, dan berlompatlah kamu dengan sukacita di hadapan hadirat-Nya.
”Pada-Mu juga aku telah bersandar dari pada masa aku diperanakkan, dan dari pada rahim ibuku Engkaulah penolongku; maka senantiasa Engkau juga kepujianku.
”Benarkanlah hal orang miskin dan anak piatu; benarkanlah orang yang teraniaya lagi papa; lepaskanlah kiranya orang papa dan miskin; sentakkanlah dia dari dalam tangan orang jahat. Bahwa mereka itu tiada berpengetahuan dan tiada mengerti; selalu mereka itu berjalan dalam gelap; segala alas negeri itu bergoncang adanya.
”Akan janda perempuan dan orang dagang dibunuhnya, dan dibantainya anak piatu. Maka katanya: Tuhan tiada melihatnya, dan tiada ia itu diindahkan oleh Allah Yakub. Ketahuilah olehmu, hai kamu yang terbodoh dalam bangsa ini, atau bila gerangan, hai orang gila! kamu akan beroleh akal?
”Masakan setuju dengan Dikau kursi kesalahan yang mengadakan susah dengan berupa benar. Maka mereka itu berbicara hendak membunuh orang yang benar, dan dilaknatkannya darah yang suci dari pada salah. Tetapi Tuhan telah bagiku akan suatu tempat yang tinggi, dan Allahku akan gunung batu perlindunganku. Maka Iapun akan membalas durhakanya kepada mereka itu, dan Iapun akan membinasakan mereka itu dalam kejahatannya; bahkan Tuhan, Allah kami, akan membinasakan mereka itu kelak.
”Tambahan lagi mereka itu telah mengorbankan anaknya laki-laki dan perempuan kepada segala syaitan. Ditumpahkannya darah orang yang tiada bersalah, yaitu darah anaknya laki-laki dan perempuan, yang telah dipersembahkannya kepada segala berhala Kanani, sehingga tanah itupun dinajiskan oleh utang darah itu. Maka dicemarkannya dirinya dengan perbuatannya, dan mereka itupun telah berzinah oleh perbuatannya. Maka sebab itu berbangkitlah murka Tuhan akan umat-Nya dan jemulah Ia akan bahagian-Nya pusaka.
”Maka tangan-Mu telah menjadikan dan melengkap aku; berilah kiranya budi akan daku, supaya aku belajar segala hukum-Mu. Biarlah segala orang yang takut akan Dikau memandang akan daku serta bersukacita hatinya, sebab aku menantikan perjanjian-Mu.
”Bahwasanya anak-anak itulah bahagian pusaka dari pada Tuhan, dan perihal baik itulah suatu anugerah adanya.
”Maka Engkau juga telah merupakan segala sesuatu yang di dalam aku dan telah menggubah akan daku dalam rahim ibuku. Bahwa aku memuji akan Dikau, sebab aku telah terkarang dengan kemuliaan dan ajaib; sesungguhnya ajaiblah segala perbuatan-Mu, maka jiwaku mengetahuinya baik-baik. Bahwa tulang-tulangku tiada terlindung dari pada-Mu tatkala aku diadakan dalam sembunyian dan aku dipersujikan dalam tempat bumi yang terkebawah. Tatkala mata-Mu melihat gumpalku yang belum berupa, maka segala perkara ini telah tersurat dalam kitab-Mu dan segala haripun yang lagi akan datang, yang sesuatu dari padanyapun belum ada.
”Karena diteguhkan-Nya segala kancing pintu gerbang-Mu dan diberkati-Nya segala anak-Mu yang di dalam-Mu.
”Jikalau kiranya kata mereka itu kepadamu: Marilah serta kami, biarlah kita mengintai akan menumpahkan darah orang; biarlah kita mengadang akan orang yang tiada bersalah, yaitu dengan tiada semena-mena; biarlah kita menelan akan dia hidup-hidup seperti alam barzakh, sama sekali seperti orang yang turun ke dalam kubur;
”Maka sebab itulah kebinasaannya akan datang sekonyong-konyong, dengan segera juga ia dipecahkan, sehingga tiada dapat disembuhkan pula akan dia. Maka enam perkara inilah yang dibenci Tuhan, bahkan, ada tujuh yang kebencian kepadanya: mata yang angkuh, dan lidah yang bercabang, dan tangan yang menumpahkan darah orang yang tiada bersalah,
”Tolonglah akan orang yang tertangkap akan dibunuh, yaitu akan orang yang berhuyung-huyung kepada persembelihan; jikalau kiranya engkau menjauhkan dirimu dari padanya, jikalau kiranya katamu: Bahwasanya tiada kami mengetahui dia; bukankah ia itu diperhatikan oleh Tuhan, yang menimbang segala hati? bukankah ia itu diketahui oleh Tuhan, yang menilik akan segala nyawa dan yang membalas kepada tiap-tiap orang sekadar perbuatannya?
”Seorang yang menanggung darah orang ia itu lari ke kubur; janganlah orang menegahkan dia.
”Sebagaimana tiada kauketahui angin akan turut jalan mana dan bagaimana kandungan di dalam rahim seorang perempuan yang mengandung, begitu juga tiada dapat kauketahui akan perbuatan Allah, yang menjadikan sekaliannya.
”Apabila kamu menadahkan tanganmu, Aku mengejamkan mata-Ku dari padamu, jikalau kamu memperbanyakkan sembahyangmu sekalipun, tiada juga Aku mendengar; bahwa tanganmu berlumurkan darah. Basuhkanlah dan sucikanlah dirimu, lalukanlah kejahatan perbuatanmu itu dari hadapan mata-Ku, berhentilah dari pada berbuat jahat. Belajarlah berbuat baik, tuntutlah perkara yang benar, tolonglah akan orang yang teraniaya, perbuatlah insaf akan anak-anak piatu dan bicarakanlah acara orang janda perempuan; Kemudian, marilah kamu, hendaklah kita berhukum bersama-sama, demikianlah firman Tuhan, jikalau segala dosamu bagaikan warna kirmizi sekalipun, niscaya ia itu akan menjadi putih seperti salju; jikalau ia itu merah padma sekalipun, niscaya ia itu akan menjadi putih seperti bulu kambing domda.
”Wai bagi orang yang mengatakan jahat itu baik, dan akan baik itu jahat; yang menjadikan kegelapan itu terang dan akan terang itu kegelapan, dan yang menjadikan pahit itu manis dan akan manis itu pahit!
”Karena sesungguhnya Tuhan keluar dari dalam tempat-Nya hendak membalas kesalahan segala orang isi dunia kepada-Nya, maka bumipun akan menyatakan darahnya dan tiada mau menudung lagi mayat orang yang sudah mati dibunuh itu.
”Demikian inilah firman Tuhan, Khalikmu, yang sudah merupakan dikau dari pada rahim ibumu dan yang Penolongmu: Janganlah takut, hai Yakub, hamba-Ku! hai Yesyurun, yang sudah Kupilih!
”Demikianlah firman Tuhan, yaitu Penebusmu, yang sudah merupakan dikau dari pada rahim ibumu: Bahwa Akulah Tuhan, yang membuat sekalian ini, Aku sendiri yang membentang akan segala langit, Aku sendiri juga yang menghamparkan bumi.
”Dengarlah akan Daku, hai isi rumah Yakub! dan segala mereka yang lagi tinggal dari pada isi rumah Israel! yang telah Kudukung dari pada kandungan dan yang Kuangkat dari pada rahim.
”Dengarlah olehmu akan daku, hai segala pulau! berilah telinga, hai segala bangsa yang jauh-jauh! Bahwa aku sudah dipanggil oleh Tuhan dari pada kandungan, dan dari pada rahim ibuku sudah disebutnya namaku.
”Maka sekarang firman Tuhan, yang sudah merupakan daku dari pada rahim ibuku akan hamba-Nya, supaya aku mengembalikan Yakub kepada-Nya, tetapi oleh Israel tiada diberi mereka itu dikumpulkan; kendatilah, aku juga indah kepada pemandangan Tuhan dan Allahku menjadi kuatku.
”Bolehkah seorang perempuan melupakan anak penyusunya, sehingga tiada disayangkannya anak buah perutnya? Maka jikalau kiranya ia boleh melupakan dia sekalipun, niscaya tiada juga Aku melupakan dikau! Bahwasanya Aku sudah mencacahkan tandamu pada kedua tapak tangan-Ku, maka pagar tembokmu adalah selalu di hadapan-Ku.
”Patutkah Aku membukakan rahim orang, maka tiada beranak sendiri? demikianlah firman Tuhan. Patutkah Aku, yang memberi orang beranak, Aku sendiri tinggal bulus? demikianlah firman Allahmu.
”Maka firman Tuhan itu datanglah kepadaku, bunyinya: Dahulu dari pada Aku merupakan dikau di dalam kandungan, Aku sudah mengenal engkau dan sebelum engkau keluar dari dalam rahim, sudah Kusucikan dikau dan Kuangkat engkau akan nabi bagi bangsa-bangsa itu.
”Lagipun pada kelim kainmu didapati orang akan darah orang papa yang tiada bersalah, yang tiada pernah kaudapati akan salahnya. Maka dalam itupun lagi berani engkau berkata demikian: Bahwa sucilah aku dari pada salah dan lagi murka-Nya sudah undur dari padaku! Bahwasanya Aku akan menghukumkan dikau kelak, sebab katamu: Aku tiada tahu berdosa.
”Maka dibangunkannya segala panggung Tofet di dalam lembah Bin Hinom, hendak membakar anak-anaknya laki-laki dan perempuan habis dengan api, yaitu barang yang tiada pernah Kupesan, dan yang tiada pernah terbit di dalam hati-Ku.
”Maka itu sebab mereka itu sudah meninggalkan Daku, dan tempat ini sudah dijadikannya tanah lain, dalamnya mereka itu sudah membakar dupa bagi dewata, yang tiada dikenal olehnya dan oleh bapa-bapanya dan segala raja Yehudapun tidak, dan telah dipenuhinya tempat ini dengan darah orang yang tiada bersalah. Dan dibuatnya panggung bagi Baal hendak membakar anak-anaknya dengan api akan korban bakaran bagi Baal, yang bukan pesan-Ku atau firman-Ku dan yang tiada pernah terbit di dalam hati-Ku. Maka sebab itu sungguh hari akan datang kelak, demikianlah firman Tuhan, apabila tiada lagi dipanggil orang akan tempat ini Tofet, atau lembah Bin-Hinom, melainkan Lembah Pembunuhan. Karena pada tempat ini juga Aku akan membatalkan bicara Yehuda dan Yeruzalem, dan Aku akan merebahkan mereka itu oleh pedang di hadapan segala musuhnya, dan oleh tangan segala orang yang menyengajakan matinya, dan bangkai-bangkainya akan Kuberikan kepada segala unggas yang di udara dan kepada segala margasatwa yang di bumi akan makanannya.
”Mengapa maka tiada dibunuhnya aku dari pada rahim ibuku? Mengapa maka tiada ibuku telah menjadi kuburku? Mengapa maka rahimnya tiada mengandung dengan tiada berkesudahan?
”Tetapi padamu tiadalah mata atau hati, melainkan akan beroleh laba yang keji dan akan menumpahkan darah orang yang tiada bersalah dan akan menganiayakan dan mengusik orang.
”Maka demikianlah firman Tuhan: Bahwa kedengaranlah di negeri Rama bunyi suara ratap dan tangis dan dukacita yang amat sangat, yaitu Rakhel menangisi anak-anaknya, dan engganlah ia dihiburkan karena anak-anaknya, sebab ketiadaannya.
”dan telah didirikannya segala panggung Baal, yang di lembah Bin Hinom, hendak dijalankannya anak-anaknya laki-laki dan perempuan terus dari pada api, akan memberi hormat kepada Molekh, yang bukan pesan-Ku kepadanya dan tiada juga terbit dari dalam hati-Ku, bahwa mereka itu berbuat perkara yang keji begitu, dan dibujuknya orang Yehudapun akan berbuat dosa.
”Maka engkau sudah mengambil anak-anakmu laki-laki dan perempuan, yang telah kauperanakkan bagi-Ku, kau persembahkan dia kepadanya akan dimakan habis; sedikitkah hal segala zinahmu itu? Bahkan, anak-anak-Ku sudah kaubantai dan kauserahkan dia akan berjalan terus dari pada api baginya. Maka dalam antara segala perbuatanmu yang keji dan segala zinahmu itu sekali-kali tiada engkau ingat akan masa mudamu, tatkala engkau telanjang bugil dan bergelumang dengan darahmu! Dan lagi kemudian dari pada segala kejahatanmu ini (wai, wai bagimu, demikianlah firman Tuhan Hua) telah jadi,
”Demikianlah firman Tuhan Hua: Tegal bisamu sudah tertumpah dan kemaluanmu sudah ditelanjangkan dalam berbuat zinah dengan segala kendakmu dan dengan segala berhala tahi kekejianmu, dan karena darah segala anakmu yang telah kaupersembahkan kepadanya, sebab sekalian itu sesungguhnya Aku menghimpunkan kelak segala kendakmu, kepadanya engkau sudah menyerahkan dirimu, baik yang tetap kaukasihi baik yang kaubenci itu, bahkan, Kuhimpunkan mereka itu sekalian lawan engkau berkeliling dan Aku akan menelanjangkan dikau sehingga dilihatnya ketelanjanganmu. Dan Aku akan menghukumkan dikau atas peri hukum segala perempuan yang bermukah dan yang menumpahkan darah, dan Aku menyerahkan dikau kepada darah kehangatan murka dan cemburuan.
”Bahwsanya segala jiwa orang Aku yang empunya dia, baik jiwa bapa baik jiwa anak, Aku yang empunya dia; maka jiwa yang berdosa itu juga akan mati!
”lagi dalam persembahan korbanmu, apabila kamu menjalankan anak-anakmu terus dari pada api, maka kamu mencemarkan dirimu dengan segala berhala tahimu sampai kepada hari ini; maka bolehkah kamu bertanyakan Aku hai bangsa Israel? Sesungguh-sungguh Aku ini hidup, tiada boleh kamu bertanyakan Aku, demikianlah firman Tuhan Hua!
”Bahwa mereka itu sudah berbuat zinah dan adalah darah pada tangannya; bahkan, apabila dibuatnya zinah dengan berhala tahinya, dijalankannya juga anaknya, yang telah diperanakkannya bagi Aku, terus dari pada api akan dimakan, hendak memberi hormat kepada berhala itu. Dan lagi inipun dibuatnya kepada-Ku: Pada hari itu juga dinajiskannya tempat kesucian-Ku dan dihinakannya segala sabat-Ku. Karena setelah sudah dibantainya anak-anaknya akan memberi hormat kepada berhala tahinya, pada hari itu juga masuklah mereka itu ke dalam tempat kesucian-Ku hendak menajiskan dia! maka demikianlah perbuatannya di tengah-tengah rumah-Ku!
”Demikianlah firman Tuhan: Oleh karena tiga salahnya bani Ammon, bahkan, oleh karena empat tiada Kujauhkan itu; sebab telah dibelahkannya perut perempuan Gilead yang bunting, hendak meluaskan perhinggaan tanahnya.
”Kemudian daripada itu, setelah Herodes mengerti bahwa ia diakali oleh orang majus itu, maka terlalulah murka baginda; lalu dititahkannya orang pergi membunuh sekalian kanak-kanak laki-laki yang ada di negeri Bethlehem dan di dalam segala daerah jajahannya yang berumur daripada dua tahun ke bawah, menurut ketika yang diselidikinya dengan teliti daripada orang majus itu.
”Kamu sudah mendengar barang yang dikatakan kepada orang dahulu kala, yaitu: Janganlah engkau membunuh, dan barangsiapa yang membunuh, ia akan terkena hukum.
”Janganlah kamu takut akan orang yang membunuh tubuh, dan yang tiada berkuasa mematikan jiwa; tetapi yang terutama sekali hendaklah kamu takuti Dia, yang berkuasa membinasakan baik tubuh atau jiwa di dalam neraka.
”Dan barangsiapa yang menyambut seorang kanak-kanak seperti yang demikian ini atas nama-Ku, ialah menyambut Aku.
”Sebab itu, jikalau tanganmu atau kakimu mendatangkan kesalahan padamu, keratlah dia, buangkan daripadamu, karena lebih baik engkau masuk ke dalam hidup dengan kudung atau timpang daripada engkau dibuangkan ke dalam api yang kekal dengan bertangan dua atau berkaki dua. Dan jikalau matamu mendatangkan kesalahan padamu, koreklah dia dan buangkan daripadamu, karena lebih baik engkau masuk ke dalam hidup dengan sebelah mata sahaja daripada engkau dibuangkan ke dalam api neraka dengan kedua belah matamu. Ingatlah baik-baik, janganlah kamu menghinakan barang seorang daripada kanak-kanak yang kecil ini; karena Aku berkata kepadamu, bahwa segala malaekat mereka itu yang di surga senantiasa memandang wajah Bapa-Ku yang di surga. Karena Anak manusia datang menyelamatkan yang sesat.
”Demikian juga Bapa-Ku yang di surga bukan kehendak-Nya, supaya binasa satu orang daripada yang kecil ini.
”Tetapi kata Yesus, "Biarkanlah kanak-kanak itu, jangan dilarangkan mereka itu datang kepada-Ku, karena orang yang sama seperti inilah yang empunya kerajaan surga."
”Karena dari dalam, yaitu dari dalam hati orang, keluar pikiran yang jahat, zinah, curi, bunuhan,
”Memang engkau tahu akan hukum Allah, yaitu: Jangan engkau membunuh, jangan engkau berzinah, jangan engkau mencuri, jangan engkau menjadi saksi dusta, jangan engkau menipu orang, dan lagi, hormatkanlah ibu bapamu."
”Karena ia akan menjadi besar kepada pemandangan Tuhan, dan tiada ia akan minum air anggur atau minuman yang keras; dan ia akan penuh dengan Rohulkudus daripada rahim ibunya.
”Maka berlakulah tatkala Elisabet mendengar salam Maryam itu, meloncatlah kanak-kanak yang di dalam rahimnya itu, dan Elisabet pun penuh dengan Rohulkudus. Lalu ia pun berseru dengan nyaring suaranya, katanya, "Engkaulah yang berbahagia di antara sekalian perempuan, dan berbahagialah juga kandunganmu. Dari manakah jadi padaku, bahwa ibu Tuhanku datang berjumpa dengan aku? Karena sesungguhnya ketika tiba salammu itu ke telingaku, meloncatlah kanak-kanak itu di dalam rahimku dari sebab sukacitanya.
”seperti yang tersurat di dalam hukum Allah: Bahwa tiap-tiap anak sulung laki-laki yang mula-mula membuka rahim ibunya akan terserah kepada Allah,
”Memang engkau tahu akan hukum Allah: Jangan engkau berzinah, jangan engkau membunuh, jangan engkau mencuri, jangan engkau menjadi saksi dusta, hormatkanlah ibu bapamu."
”Apakah sebabnya tiada kamu mengerti akan peribahasa-Ku? Memang sebab kamu tiada dapat mendengar perkataan-Ku ini. Kamu ini daripada bapamu Iblis, dan segala hawa nafsu bapamu itulah yang kamu turut. Ialah pembunuh manusia dari mulanya, tiada ia berdiri di atas yang benar, oleh karena kebenaran tidak ada di dalamnya. Jikalau ia mengatakan bohong, maka ia mengatakan menurut tabiatnya sendiri, karena ia pembohong dan bapa pembohong. Tetapi Aku ini, sebab mengatakan yang benar itu, maka tiadalah kamu percaya akan Daku.
”Apabila seorang perempuan sakit bersalin, berdukacitalah ia, sebab saatnya sudah sampai; tetapi apabila ia sudah melahirkan anak itu, tiada diingatnya lagi akan sengsara itu oleh sebab sukacita, karena ada seorang manusia lahir ke dalam dunia ini.
”Maka sebab mereka itu enggan berpegangkan Allah di dalam marifatnya, maka mereka itu diserahkan Allah kepada angan-angan yang keji, sehingga melakukan barang yang tiada senonoh, penuh dengan segala kelaliman, kejahatan, loba, dendam, sarat dengan kedengkian, perbunuhan, perkelahian, tipu daya, khianat, penghasut, pengumpat, kebencian Allah, penghina, penyombong, tekebur, penimbulkan akal jahat, tiada taat kepada ibu bapa, tiada berakal, orang yang mungkirkan janji, tiada penyayang, tiada berbelaskasihan; meskipun mereka itu mengetahui hukum Allah, bahwa orang yang melakukan demikian itu padan dengan mati, tetapi bukannya mereka itu melakukan demikian sahaja, melainkan memperkenankan pula orang-orang yang memperbuat sedemikian itu.
”Janganlah kamu berutang barang apa kepada seorang jua pun, melainkan berkasih-kasihan sama sendirimu. Karena siapa yang mengasihi orang, ialah yang sudah melakukan syariat Taurat. Karena firman ini: Janganlah engkau berzinah, janganlah engkau membunuh, janganlah engkau mencuri, janganlah engkau tamak, dan barang sesuatu penyuruhan yang lain itu pun sudah terkumpul di dalam perkataan ini, yaitu: Hendaklah engkau mengasihi sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Maka kasih itu tiada mengerjakan kejahatan atas sesama manusia. Oleh sebab itu kasih itu menjadi jalan melakukan syariat Taurat itu.
”Atau tiadakah kamu mengetahui bahwa tubuhmu itulah rumah Rohulkudus yang diam di dalammu itu, yang telah kamu peroleh daripada Allah, dan bukan kamu milikmu sendiri?
”Tetapi tatkala sudah dikehendaki Allah, yang memilih aku daripada rahim ibuku dan memanggil aku dengan anugerah-Nya itu, menyatakan Anak-Nya di dalam aku, supaya aku memberitakan Dia di antara orang kafir, maka sebentar itu juga tiada aku bermusyawarat dengan seorang jua pun;
”sungguhpun ada kuasa kepada kami menunjukkan kemuliaan kami sebab kami menjadi rasul-rasul Kristus, tetapi kami lemah lembut di antara kamu seperti seorang ibu mengasuh anak-anaknya sendiri.
”supaya mereka itu mengajar perempuan yang muda-muda itu mengasihi suaminya, dan menyayangi anak-anaknya,
”Karena sebagaimana tubuh dengan tiada roh itu mati, demikianlah juga iman dengan tiada perbuatan itu mati.
”Tengoklah, alangkah besarnya kasih yang dikaruniakan oleh Bapa kepada kita, sehingga kita dikatakan anak-anak Allah! Demikianlah hal kita. Maka inilah sebabnya dunia ini tiada mengenal kita, oleh sebab tiada dikenalnya Tuhan.
”bukannya seperti Kain, yang berasal daripada si Jahat, membunuh saudaranya. Apakah sebabnya ia membunuh dia? Sebab segala perbuatannya jahat, dan perbuatan saudaranya itu benar adanya.
”Barangsiapa yang membenci saudaranya, ialah seorang pembunuh; dan kamu mengetahui bahwa kepada seorang pembunuh tiada ada hidup yang kekal di dalam dirinya.
”maka berteriaklah mereka itu dengan suara besar, katanya, "Berapa lamakah lagi, ya Tuhan yang kudus dan yang benar, Engkau tiada menghukumkan dan membelakan darah kami ke atas segala orang yang duduk di bumi itu?"
”Tetapi bagi orang yang penakut dan yang tiada beriman dan yang keji, dan segala pembunuh, dan orang yang berzinah, dan orang hobatan, dan yang menyembah berhala, dan segala pendusta, maka bahagiannya itu ada di dalam laut yang bernyala dengan api dan belerang, yaitu mati yang kedua."
”