20 – Doa
Ini adalah firman suci Tuhan Yang Maha Esa.
Kita tidak tertarik dengan kata-kata manusia.
Bagi siapa pun yang mengasihi Tuhan... inilah yang Tuhan katakan tentang: Doa.
Ini adalah firman suci Tuhan Yang Maha Esa.
Kita tidak tertarik dengan kata-kata manusia.
Bagi siapa pun yang mengasihi Tuhan... inilah yang Tuhan katakan tentang: Doa.
karena pemandangan Tuhan itu di atas orang yang benar, dan pendengaran-Nya di atas permintaan mereka itu, tetapi penglihatan Tuhan menentang orang yang berbuat jahat.
”Mazmur Daud bagi biduan besar, pada Nehilot. Ya Tuhan beri apalah telinga akan perkataanku dan timbangkanlah kiranya pikiranku. Dengar apalah akan bunyi tangisku, ya Rajaku, ya Allahku! karena kepadamu juga aku meminta doa.
”Sebab itu, hendaklah kamu berdoa demikian: Ya Bapa kami yang di surga, dipermuliakanlah kiranya nama-Mu. Datanglah kerajaan-Mu. Jadilah kehendak-Mu, seperti di surga, demikian juga di atas bumi. Berilah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya. Dan ampunilah kiranya kepada kami segala kesalahan kami, seperti kami ini sudah mengampuni orang yang berkesalahan kepada kami. Dan janganlah membawa kami kepada pencobaan, melainkan lepaskanlah kami daripada yang jahat. Karena Engkaulah yang empunya kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya.
”Maka sembah Ibrahim pula: sesungguhnya keadaan hamba lebu tanah dan abu, maka hamba telah memberanikan diri hamba hendak berkata-kata dengan Tuhan:
”Maka katanya: Ya Tuhan, ya Allah tuanku Ibrahim, beri apalah hambamu berjumpa dengan dia pada hari ini juga dan buatlah kiranya kebajikan akan tuanku Ibrahim. Lihat apalah hamba akan berdiri pada sisi perigi ini sedang segala anak-anak perempuan orang isi negeri ke luar datang menimba air. Maka biarlah jadi kelak, adapun dayang, yang hamba kata kepadanya: Turunkan apalah buyungmu supaya aku minum, maka sahutnya: Minumlah dan akan untamupun kuberi minum juga, ia itulah dia yang telah Tuhan tentukan bagi hambamu Ishak, maka akan hal itulah boleh hamba ketahui bahwa Tuhan berbuat kebajikan akan tuan hamba itu. Maka jadilah juga sebelum habis ia berkata-kata, bahwa sesungguhnya keluar Ribkah dengan menanggung buyung di atas bahunya, maka ialah anak Betuil bin Milka, isteri Nahor, yang saudara laki-laki Ibrahim.
”Maka Ishakpun memohon kepada Tuhan sangat-sangat akan hal isterinya, sebab mandul ia, maka diluluskan Tuhan akan permintaannya, lalu Ribkah isterinyapun hamillah.
”Melainkan tinggallah Yakub seorang-orangnya, maka adalah seorang laki-laki bergumul dengan dia sampai terbit fajar. Maka apabila dilihat orang itu akan hal tiada dapat dialahkannya Yakub, maka dipegangnyalah akan pangkal paha Yakub, lalu pangkal paha Yakub itupun tergeliat dalam ia bergumul dengan dia. Maka katanya: Lepaskanlah aku karena fajar sudah merekah; tetapi kata Yakub kepadanya: Tiada engkau kulepaskan sebelum engkau memberkati aku. Maka kata orang itu kepadanya: Siapa namamu? Maka jawabnya: Yakub. Maka kata orang itu: Tiada lagi engkau bernama Yakub, melainkan Israel, karena telah engkau berlaku seperti seorang raja di hadapan Allah dan kepada manusia, dan engkau sudah menang. Maka bertanya Yakub, katanya: Katakanlah kiranya namamupun. Maka sahutnya: Mengapa engkau bertanyakan namaku? Maka diberkatinyalah akan dia di sana. Maka dinamai oleh Yakub akan tempat itu Peniel, karena katanya: Sudah kulihat Allah muka dengan muka, maka nyawaku selamatlah.
”Maka Musa adalah di sana serta dengan Tuhan empat puluh hari empat puluh malam lamanya, tiada ia makan roti dan tiada ia minum air, maka disuratkannya segala firman perjanjian, sepuluh firman itu, di atas loh batu itu.
”Tetapi tersungkurlah kedua-duanya dengan mukanya ke tanah sambil sembahnya: Ya Allah, ya Allahnya nyawa segala tubuh! jikalau hanya seorang jua berdosa, bolehkah murka-Mu bernyala-nyala kepada segenap sidang ini?
”Maka pada masa itu kamu akan mencahari Tuhan, Allahmu, dari sana serta mendapat akan Dia, jikalau kiranya kamu mencahari Dia dengan segala yakin hatimu dan dengan segenap jiwamu. Apabila kamu dalam kesukaran dan segala perkara ini datang atas kamu, maka pada kemudian hari kamu akan kembali kepada Tuhan, Allahmu, serta mendengar akan bunyi suara-Nya. Maka tegal Tuhan, Allahmu, itu Allah yang rahmani, sebab itu tiada ditinggalkan-Nya kamu dan tiada dibinasakan-Nya kamu dan tiada dilupakan-Nya perjanjian yang telah dijanji-Nya kepada nenek moyang kamu pakai sumpah.
”Yaitu pada masa aku telah naik ke atas gunung hendak menerima kedua loh batu, yaitu loh batu perjanjian yang telah dibuat Tuhan dengan kamu, pada masa aku tinggal di atas gunung itu empat puluh hari empat puluh malam lamanya, rotipun tiada kumakan, airpun tiada kuminum.
”Setelah itu maka menyembah sujudlah aku di hadapan hadirat Tuhan, seperti dahulu empat puluh hari dan empat puluh malam lamanya, rotipun tiada kumakan, airpun tiada kuminum, karena sebab segala dosamu, yang telah kamu perbuat dengan melakukan perkara yang jahat kepada pemandangan Tuhan, hendak menggalakkan murka-Nya.
”Maka menyembahsujudlah aku kepada Tuhan empat puluh hari empat puluh malam lamanya, maka dalam itupun selalu aku menyembah sujud, sebab Tuhan telah berfirman hendak membinasakan kamu sekalian.
”Maka berdirilah aku di atas gunung itu seperti pada hari yang dahulu, empat puluh hari dan empat puluh malam lamanya, maka didengar Tuhan akan daku sekali itu juga, sehingga tiada jadi Tuhan membinasakan kamu.
”Maka Yusakpun mencarik-cariklah pakaiannya, lalu tersungkur dengan mukanya ke tanah di hadapan tabut Tuhan sampai petang hari, baik ia baik segala tua-tua Israel, dan disiramkannya abu kepada kepalanya.
”Setelah itu maka pergilah segala bani Israel serta dengan segala rakyat ke hulu, lalu sampai ke Bait-Ullah; maka menangislah mereka itu dan tinggal di sana di hadapan hadirat Tuhan serta berpuasa pada hari itu sampai petang, maka mereka itupun mempersembahkan korban bakaran dan korban syukur di hadapan hadirat Tuhan.
”Maka datanglah Tuhan berdiri di sana serta memanggil dia seperti dahulu: Hai Semuel, Semuel! Maka sahut Semuel: Berfirmanlah juga, ya Tuhan! karena hamba-Mu ini ada mendengar.
”Maka akan daku, dijauhkan kiranya dari padaku berbuat dosa ini kepada Tuhan, yaitu aku berhenti dari pada mendoakan kamu, melainkan aku hendak mengajarkan kamu juga jalan yang baik dan betul.
”Maka berdirilah raja Sulaiman di hadapan mezbah Tuhan tentang dengan segenap sidang orang Israel, maka bagindapun menadahkanlah tangannya ke langit, lalu katanya: Ya Tuhan, Allah orang Israel! tiada Allah melainkan Engkau, baik dalam langit di atas baik di atas bumi di bawah; Engkau juga yang menyampaikan perjanjian dan kemurahan kepada segala hamba-Mu, yang berjalan di hadapan hadirat-Mu dengan segenap hatinya.
”Hata, setelah sudah raja Sulaiman berhenti dari pada mempersembahkan segala permintaan doa dan sembah ini kepada Tuhan, maka bangkitlah berdiri baginda di hadapan mezbah Tuhan dari pada bertelut dengan kedua belah kakinya sambil menadahkan tangannya ke langit.
”Maka betul pada waktu dipersembahkan orang persembahan makanan itu datanglah nabi Elia itu hampir sambil sembahnya: Ya Tuhan, Allah Ibrahim, Ishak dan Israel! Pada hari ini juga biarlah nyata bahwa Engkaulah Allah di antara orang Israel dan akulah hamba-Mu, dan aku berbuat segala perkara ini dengan firman-Mu. Sahutlah akan daku, ya Tuhan! Sahutlah akan daku, supaya diketahui oleh orang banyak ini akan Dikau, ya Hua! bahwa Allah adamu, dan hendaklah Engkau membalikkan hati mereka. Hata, maka pada masa itu turunlah api dari pada Tuhan, lalu makan habis akan korban bakaran itu dan akan kayu apinya dan segala batu dan tanah itu dan dijilatnya habis akan segala air yang di dalam parit itu. Serta dilihat oleh orang banyak akan hal yang demikian, maka sujudlah mereka itu sekalian dengan mukanya sampai ke tanah, sambil katanya: Hua itulah Allah! Hua itulah Allah!
”Ya Tuhan! beri apalah telinga dan dengarlah; ya Tuhan, bukakan apalah mata-Mu dan lihatlah dan dengarlah kiranya segala perkataan Sanherib, yang sudah menyuruhkan orang itu, supaya dicelakannya Allah yang hidup.
”Maka sekarangpun, ya Tuhan, Allah kami, lepaskan apalah kami dari pada tangannya, supaya diketahui oleh segala kerajaan yang di atas bumi, ya Tuhan! bahwa hanya Engkau sendiri Allah.
”Setelah itu maka bagindapun memalingkan wajahnya ke sebelah dinding, lalu meminta doa kepada Tuhan, sembahnya: Ya Tuhan, hendaklah kiranya Engkau ingat akan hal aku sudah berjalan di hadapan hadirat-Mu dengan segala benar dan sempurna hatiku, dan sudah kuperbuat barang yang benar kepada pemandangan-Mu. Maka baginda Hizkiapun menangislah tersedih-sedih.
”Maka Yabez itupun meminta doa kepada Allah orang Israel, sembahnya: Jikalau kiranya selalu Engkau memberkati aku, dan Engkau meluaskan perhinggaan negeriku dan tanganmupun menyertai aku dan Engkau memeliharakan daku kelak dari pada dipersakiti oleh jahat, niscaya Engkau akan jadi Allahku! Maka disampaikanlah Allah barang yang telah dipintanya itu.
”bunyinya: Pujilah akan Tuhan dan sebutlah kamu akan nama-Nya, masyhurkanlah perbuatan-Nya di antara segala bangsa!
”Bertanya-tanyalah akan Tuhan dan akan kuasa-Nya dan caharilah hadirat-Nya selalu.
”Pujilah kamu akan Tuhan, karena baiklah Ia, dan kemurahan-Nyapun kekal sampai selama-lamanya.
”dan supaya mereka itu berdiri pada tiap-tiap pagi hari akan memuji-muji dan mengucap syukur kepada Tuhan, demikianpun pada tiap-tiap petang,
”Maka berdirilah baginda di hadapan mezbah Tuhan, tentang dengan segenap sidang orang Israel, maka bagindapun menadahkan tangannya; (karena telah diperbuat Sulaiman sebuah mimbar tembaga, ditaruhnya akan dia pada sama tengah halaman itu, panjangnya lima hasta dan lebarnya lima hasta dan tingginya tiga hasta, maka berdirilah baginda di atasnya, lalu bertelut dengan kedua belah lututnya di hadapan segenap sidang orang Israel sambil menadahkan tangannya ke langit). Maka sembah baginda: Ya Tuhan, Allah orang Israel! tiada Allah melainkan Engkau, baik di dalam langit baik di atas bumi; Engkau juga yang menyampaikan janji dan kemurahan kepada segala hamba-Mu yang berjalan di hadapan hadirat-Mu dengan segenap hatinya.
”Tetapi hendaklah juga Engkau menilik akan sembah hamba-Mu ini dan akan permintaan doanya, ya Tuhan, Allahku! dan dengar apalah akan seru dan akan doa yang dipersembahkan oleh hamba-Mu ini di hadapan hadirat-Mu. Biarlah mata-Mu menilik akan rumah ini siang dan malam, yaitu akan tempat yang telah Engkau berfirman akan halnya, bahwa Engkau akan menaruh nama-Mu di sana, dan hendaklah Engkau mendengar akan doa yang dipersembahkan hamba-Mu kelak pada tempat ini. Dengarlah kiranya akan permintaan doa hamba-Mu dan umat-Mu Israel, yang dipersembahkannya kelak pada tempat ini, dan dengarlah Engkau di tempat kedudukan-Mu, yaitu di sorga, bahkan dengarlah dan ampunilah.
”akan segala permintaan doa dan sembah yang datang dari pada seorang-orang atau dari pada segenap umat-Mu Israel, apabila masing-masing mengaku salah hatinya dengan kedukaannya sambil ditadahkannya tangannya di dalam rumah ini, pada masa itu hendaklah Engkau dengar di dalam sorga, tempat kedudukan yang tetap itu, dan ampunilah kiranya, dan balaslah kepada masing-masing seperti patut kepada segala jalannya dan setuju dengan pengetahuan-Mu akan hatinya; karena hanya Engkau jua yang mengetahui akan hati segala anak Adam. Supaya mereka itupun takut akan Dikau dan berjalan pada jalan-Mu pada segala hari, sepanjang umur hidupnya di dalam negeri yang sudah Kaukaruniakan kepada nenek moyang kami.
”Maka sekarangpun, ya Allahku! hendaklah kiranya mata-Mu terbuka dan telinga-Mu mendengar akan permintaan doa di tempat ini.
”dan umat-Ku, yang tersebut nama-Ku atasnya, itu merendahkan dirinya dan meminta doa dan mencahari hadirat-Ku dan bertobat dari pada jalannya yang jahat itu, maka Aku juga mendengar dari dalam sorga dan mengampuni dosanya dan menyembuhkan negerinya. Maka mata-Ku akan terbuka dan telinga-Kupun mendengar akan permintaan doa di tempat ini;
”Maka dibuat baginda barang yang jahat, sebab hatinya tiada tetap dalam mencahari Tuhan.
”Maka Asapun meminta doa kepada Tuhan! bagi-Mu tiada bedanya antara menolong orang yang kuat dengan orang yang tiada kuat; ya Tuhan, Allah kami! tolong apalah akan kami, karena kami bersandar pada-Mu, dan dengan nama-Mu juga kami sudah datang hendak melawan orang sebanyak ini. Ya Tuhan! Engkau juga Allah kami, janganlah kiranya orang yang sia-sia dapat melawan akan Dikau.
”Maka berjanji-janjianlah mereka itu hendak dicaharinya Tuhan, Allah nenek moyangnya, dengan segenap hatinya dan dengan segenap jiwanya.
”Setelah itu maka berbangkitlah segala imam Lewi, lalu diberkatinya akan orang banyak itu dan bunyi suaranya kedengaranlah, maka doa mereka itupun sampailah kepada tempat kedudukan kesucian-Nya di dalam sorga.
”Tetapi baginda raja Yehizkia dan nabi Yesaya bin Amospun meminta doa akan melawan dia, dan keduanyapun berserulah ke langit.
”Maka kuserantakan di sana, di tepi sungai Ahawa, suatu puasa, akan merendahkan kami di hadapan hadirat Allah kami, hendak memohonkan kepada-Nya jalan dengan selamat akan kami dan akan segala anak-anak kami dan akan segala harta benda kami. Karena malulah aku meminta kepada baginda barang tentara dan orang berkendaraan akan menolong kami dari pada segala musuh di jalan, tegal kami sudah bersembah kepada baginda demikian: Bahwa tangan Allah kami adalah dengan baiknya atas segala orang yang mencahari Dia, tetapi kuasa-Nya dan murka-Nya melawan segala orang yang meninggalkan Dia. Maka sebab itu berpuasalah kami serta memohonkan kepada Allah kami, dan Allahpun kabulkan permohonan kami.
”Maka kira-kira pada waktu persembahan petang bangkitlah aku dari pada percintaanku dengan jubah dan baju selimutku tercarik-carik, lalu tunduklah aku dan bertelut dan kutadahkan kedua belah tanganku kepada Tuhan, Allahku, sambil sembahku: Ya Allahku! amat sangat malu dan bera muka hamba, tiada berani hamba menengadah kepadamu, ya Allahku! karena segala kejahatan kami sudah meliputi kepala kami dan segala salah kami sudah bertimbun-timbun sampai ke langit.
”Setelah itu maka bangkitlah Ezra dari hadapan bait-Ullah, lalu masuk ke dalam bilik Yohanan bin Elyasib, setelah sampai di sana tiada ia makan roti atau minum air, sebab dukacita hatinya akan kesalahan segala orang yang dipindahkan itu.
”Demi kudengar segala perkataan ini maka duduklah aku sambil menangis dan berkabung beberapa hari lamanya, dan akupun berpuasa dan meminta doa di hadapan hadirat Allah yang di sorga. Sembahku: Ya Tuhan, Allah yang di sorga, Engkaulah Allah yang mahabesar dan haiban, yang memeliharakan perjanjian dan kemurahan kepada barangsiapa yang mengasihi akan Dikau dan yang memeliharakan segala firman-Mu. Hendaklah kiranya telinga-Mu mengeling dan mata-Mu menilik dan dengar apalah akan doa hamba-Mu yang hamba persembahkan sekarang di hadapan hadirat-Mu pada siang dan malam karena sebab segala bani Israel, yaitu segala hamba-Mu, tegal hamba mengaku segala dosa bani Israel yang telah diperbuatnya kepada-Mu, karena baik hamba baik segala orang isi rumah bapa hambapun, kami sekalian sudah berbuat dosa!
”Maka oleh Ezra dibukakan kitab itu di hadapan mata segenap orang banyak, karena tertinggilah ia dari pada orang banyak itu, serta dibukakannya maka bangkitlah orang banyak itu lalu berdiri.
”Arakian, maka pada dua puluh empat hari bulan itu juga berhimpunlah segala bani Israel serta berpuasa dengan berkabung dan ada lebu tanah pada kepalanya. Maka bani Israelpun menjauhkanlah dirinya dari pada segala orang helat, dan berdirilah mereka itu sambil mengaku dosanya dan salah nenek moyangnya.
”Maka dalam segala negeri dan tempat yang titah baginda dan hukum itu sampai, adalah peraung besar di antara segala orang Yahudi dengan puasa dan tangis dan pengaduh dan banyaklah orang berbaring pada kain karung dan abu.
”Pergilah engkau, himpunkanlah segala orang Yahudi yang terdapat di dalam Susan, dan berpuasalah kamu karena aku tiga hari lamanya, jangan kamu makan atau minum, baik siang baik malam; maka serta aku segala dayang-dayangkupun akan berpuasa demikian juga, lalu aku akan masuk menghadap baginda, jikalau ia itu melawan adat sekalipun; maka jikalau patut aku binasa, biarlah aku binasa.
”Maka pada masa itu bangkitlah Ayub berdiri, dikoyak-koyakkannya baju selimutnya dan dicukurnya rambut kepalanya, lalu sujudlah ia dan meminta doa,
”Jikalau kiranya aku dalam halmu, niscaya aku mencahari Allah dan kusampaikan sembah doakupun kepada Allah. Ia berbuat perkara besar, yang tiada terselidik, dan perkara ajaib yang tiada tepermanai.
”Jikalau engkau kembali kepada Allah dengan sungguh dan engkau meminta kasihan dari pada Yang Mahakuasa,
”Sebab itu hendaklah engkau membetulkan hatimu dan menadahkan tanganmu kepadanya.
”Kemudian panggillah oleh-Mu akan daku, maka aku akan memberi jawab, atau biarlah aku berkata dan hendaklah Engkau menyahut.
”Engkau akan meminta doa kepada-Nya dengan tulus hatimu dan Iapun akan mendengar doamu dan engkau akan menyampaikan segala nazarmu.
”Di sana mereka itu berseru-seru, tetapi tiada Ia menyahut; mereka itu ada di bawah congkak orang jahat. Maka sungguhkah tiada diketahui Allah akan lalim itu? tiadakah Yang Mahakuasa itu melihat dia?
”Setelah sudah dipinta Ayub doa akan sahabatnya, dibalas Tuhan baik akan dia sekadar segala kerugiannya, dan pada segala yang dahulu Ayub punya itu ditambahkan Tuhan dua kali ganda.
”Tetapi, ya Tuhan, Engkau juga perisai yang menudungi aku; Engkaulah kemuliaanku dan yang meninggikan kepalaku.
”Mazmur Daud bagi biduan besar, pada Nejinot.
”Mazmur Daud bagi biduan besar, pada Nehilot. Ya Tuhan beri apalah telinga akan perkataanku dan timbangkanlah kiranya pikiranku. Dengar apalah akan bunyi tangisku, ya Rajaku, ya Allahku! karena kepadamu juga aku meminta doa.
”Maka Tuhan akan tempat perlindungan yang tinggi bagi segala orang yang teraniaya, suatu tempat perlindungan yang tinggi pada segala masa kepicikan.
”Maka orang fasik itu dengan pongahnya tiada mau memeriksa; maka segala kepikirannya bahwa tiadalah Allah.
”Permintaan doa Daud. -- Dengar apalah, ya Tuhan, akan hal kebenaran; perhatikanlah tangisku yang sedih; berilah telinga akan permintaan doaku dari pada bibir yang bukan penipu!
”Bahwa aku berseru kepada-Mu, sebab Engkau mendengar akan daku. Ya Allah! berilah telinga akan sembahku dan dengarlah kiranya akan perkataanku.
”Beberapa tali neraka telah menyesakkan daku dan jerat maut telah kulihat di hadapanku.
”Pimpinlah akan daku ke dalam kebenaran-Mu dan ajarkanlah akan daku, karena Engkaulah Allah, pohon selamatku; maka akan Dikau juga aku bernanti pada segenap hari.
”Bahwa satu perkara telah kupohonkan dari pada Tuhan, maka itulah akan kucahari, yaitu supaya boleh aku duduk dalam rumah Tuhan pada segala hari umur hidupku, akan memandang keindahan Tuhan dan menyelidik dia dalam kaabah-Nya.
”Dengarlah kiranya, ya Tuhan, akan doaku apabila aku berseru; kasihankanlah akan daku dan sahutlah akan daku. Kepadamu juga hatiku berkata, akan Dikau juga mataku mencahari; bahwa aku mencahari hadirat-Mu, ya Tuhan!
”Nantikanlah akan Tuhan; pertetapkanlah hatimu, maka Iapun akan meneguhkan hatimu kelak, bahkan, nantikanlah akan Tuhan!
”Mazmur Daud. Dengarlah kiranya akan seru doaku apabila aku berteriak kepada-Mu, apabila aku menadahkan tanganku ke tempat kaabah-Mu yang suci itu.
”Mazmur Daud bagi biduan besar. Ya Tuhan! pada-Mu juga aku berlindung, janganlah kiranya beri aku dipermalukan pada selama-lamanya; luputkanlah aku oleh kebenaran-Mu.
”Bahwa aku sudah mencahari Tuhan, lalu Iapun menyahut akan daku dan dikeluarkan-nya aku dari pada segala ketakutanku. Barangsiapa yang menengadah kepada-Nya, maka matanya menjadi terang dan mukanyapun tiada kena arang. Maka orang miskin ini telah berseru, lalu didengar Tuhan akan dia dan dilepaskan-Nya dari dalam segala kepicikannya. Bahwa malaekat Tuhan berpasukan mengelilingi segala orang yang takut akan Dia, dan dipeliharakan-Nya mereka itu. Bahwa rasailah dan tengoklah olehmu akan Tuhan, bahwa baiklah Ia; berbahagialah orang yang berlindung kepada-Nya.
”Karena mata Tuhan ada memandang kepada segala orang yang benar dan telinga-Nyapun terbuka kepada doanya. Tetapi wajah-Nya Tuhan ada melawan segala orang yang berbuat jahat, hendak dikerat-Nya peringatan akan mereka itu dari atas bumi. Jikalau orang yang benar itu berseru, maka didengar Tuhan akan dia dan dilepaskan-Nya dari pada segala kepicikannya. Maka Tuhan itu hampirlah pada segala orang yang hancur hatinya, dan akan orang yang luluh lantak hatinyapun ditolong-Nya.
”Maka aku kelak memuji akan Dikau dalam perhimpunan yang besar, dan di antara segenap orang banyak aku akan mempermuliakan Dikau.
”Berdiamlah dirimu di hadapan Tuhan serta nantikanlah akan Dia; janganlah berbangkit amarahmu akan orang yang akan beruntung jalannya, akan orang yang melakukan daya upaya yang jahat.
”Jikalau Engkau mengajari seorang dengan hardik oleh karena kesalahannya, maka Engkau membinasakan segala keelokannya seperti dimakan gegat; bahwasanya tiap-tiap manusia sia-sia jua adanya. -- Selah.
”Mazmur Daud bagi biduan besar.
”Berbahagialah orang yang menaruh harapnya pada Tuhan dan yang tiada berpaling kepada orang congkak atau yang menyimpang kepada dusta.
”Biarlah kebinasaan menjadi upah kecelaannya segala orang yang berkata akan daku: Ah! ah! Biarlah bersukacita dan tamasya karena Engkau segala orang yang mencahari Engkau; biarlah segala orang yang suka akan selamat yang dari padamu itu berkata selalu demikian: Hendaklah Tuhan diperbesarkan kiranya. Sesungguhpun aku teraniaya dan miskin, tetapi Tuhan juga yang menilik akan daku! Bahwa Engkaulah penolongku dan penebusku; ya Allahku! jangan apalah Engkau berlambatan!
”Bahwa tubir berseru kepada tubir di tengah-tengah bunyi segala pancaran air-Mu; segala ombak dan gelombang-Mu telah lalu lampau dari atasku!
”yang memperhentikan perang sampai ke ujung bumi, dan yang memecahkan busur dan mematahkan tombak dan yang membakar habis akan segala rata itu dengan api. Diamlah dan ketahuilah olehmu bahwa Aku ini Allah; maka Aku akan dibesarkan di antara segala orang kafir; Aku akan dibesarkan di atas seluruh muka bumi. Bahwa Tuhan serwa sekalian alam adalah menyertai akan kami, maka Allah Yakub bagi kami akan perlindungan yang tinggi. -- Selah!
”Persembahkanlah syukur kepada Allah dan sampaikanlah segala nazarmu kepada Yang Mahatinggi. Maka berserulah kepadaku pada masa kepicikan, bahwa Aku akan meluputkan dikau, dan engkau akan menghormati Aku.
”Pada-Mu, bahkan, pada-Mu sendiri juga aku telah berdosa dan telah kuperbuat barang yang jahat kepada pemandangan-Mu; maka Engkau dibenarkan dalam firman-Mu dan Engkau menang apabila Engkau disalahkan.
”Suatu pengajaran Daud bagi biduan besar, pada Nejinot.
”Baiklah maut menagih utang kepada mereka itu; baiklah dengan hidupnya mereka itu turun ke dalam neraka! Karena segala perkara kebencian adalah di dalam rumah-rumahnya dan di dalam hatinya. Tetapi akan daku, bahwa aku berseru kepada Allah, maka Tuhanpun akan meluputkan aku.
”Lembutlah mulutnya dari pada minyak sapi, tetapi hatinya bantahan juga; perkataannya lebih lembut dari pada minyak, tetapi ia itu bagaikan pedang yang terhunus adanya.
”Tetapi Engkau, ya Tuhan! Engkau akan tertawakan mereka itu; Engkau akan mengolokkan segala orang kafir itu. Akan tolongannya, bahkan, akan Dikau juga aku bernanti-nanti, karena Allah itulah perlindunganku yang tinggi.
”Mazmur Daud bagi biduan besar, pada Nejinot. Ya Allah! dengar apalah akan seruku dan perhatikanlah permintaan doaku.
”Mazmur Daud bagi biduan besar, pada Yeduton. Bahwasanya hatiku berdiam dirinya di hadapan Allah, maka dari pada Tuhan adalah selamatku.
”Maka sahaja mereka itu berbicara akan menolakkan dia dari pada ketinggiannya; mereka itu berkenan akan dusta, dengan mulutnya mereka itu memberkati, tetapi dengan hatinya mereka itu mengutuki. -- Selah! Tetapi engkau, hai jiwaku! berdiamlah dirimu bagi Allah, karena dari pada-Nya juga adalah pengharapanku. Sesungguhnya Ialah gunung batuku dan pohon selamatku dan perlindunganku yang tinggi; maka tiada aku akan tergelincuh. Dalam Allah juga selamatku dan kemuliaanku, dan Allahpun gunung batu kuatku dan perlindunganku.
”Mazmur Daud tatkala ia di padang belantara Yehuda.
”Bahwa mulutku lagi berseru kepada-Nya, apabila puji akan Dia telah ada di atas lidahku. Jikalau kiranya hatiku telah berpaling kepada kejahatan, niscaya Tuhan tiada mendengar akan daku. Tetapi sekarang Allah telah mendengar dan memperhatikan bunyi permintaanku. Segala puji bagi Allah, yang tiada enggankan permintaan doaku atau melalukan kemurahan-Nya dari padaku.
”Bahwa aku sudah tenggelam dalam lumpur yang tiada terduga, di tempat tiada dapat orang bertumpu; aku telah sampai kepada air yang dalam dan air pasangpun meliputi aku.
”Ia itu disukai Tuhan terlebih dari pada lembu atau lembu muda yang bertanduk dan yang terbelah kukunya.
”Mazmur Asaf; suatu nyanyian bagi biduan besar, pada Altasyet.
”Mazmur Asaf bagi biduan besar, pada Yeduton. Bahwa suaraku adalah kepada Allah serta aku berseru, bahkan, suaraku adalah kepada Allah, maka Iapun akan mencenderungkan telinga-Nya kepadaku kelak.
”Nyatakanlah kiranya kemurahan-Mu kepada kami, ya Tuhan! dan karuniakanlah selamat-Mu kepada kami.
”Berilah telinga, ya Tuhan! akan permintaan doaku, dan perhatikanlah bunyi pohonku. Maka pada masa kepicikan aku berseru kepada-Mu, karena Engkau menyahuti aku.
”Nyanyian mazmur dari pada bani Korah bagi biduan besar, pada Mahalat Leanot, karangan Heman, orang Ezrahi itu. Ya Tuhan Allah, ya pohon selamatku! pada siang dan malam aku berseru di hadapan-Mu.
”Bolehkah segala ajaib-Mu itu diketahui dalam tempat gelap, dan kebenaran-Mu dalam negeri yang tiada berperingatan lagi?
”Maka sebab itu ajarkan apalah akan kami membilang segala hari kami, supaya kami beroleh hati yang berbudi.
”Adapun barangsiapa yang duduk dalam perlindungan Allah taala, ia itu akan bermalam di bawah naung Yang Mahakuasa.
”Apabila ia berseru kepada-Ku, maka Aku akan menyahut kepadanya: Dalam hal kepicikannya Aku akan menyertai dia, dan membantu dia, dan Aku akan mempermuliakan dia.
”Mazmur nyanyian pada hari sabat. Bahwa baiklah orang memuji Tuhan dan menyanyikan mazmur akan nama-Mu, ya Allah taala!
”Marilah kita menyembah sujud serta bertelut di hadapan Tuhan, yang telah menjadikan kita. Karena Ialah Allah kita, dan kitapun bangsa yang digembalakan-Nya dan domba pegangan tangan-Nya. Maka pada hari ini, serta kamu mendengar bunyi suara-Nya, janganlah kamu mengeraskan hatimu, seperti di Meriba dan seperti tatkala di Massa dalam padang Tiah,
”Permintaan doa orang yang dalam hal kesukaran dan terlampau susahnya, yang mencucurkan pengaduhannya di hadapan hadirat Tuhan. Ya Tuhan! dengar apalah akan doaku, dan biarlah seruku sampai kepada-Mu.
”Apabila Tuhan sudah membangunkan pula akan Sion dan kelihatanlah Ia dengan kemuliaan-Nya.
”Pujilah akan nama kesucian-Nya; hendaklah bersukacita hati-Nya segala orang yang mencahari Tuhan. Bertanya-tanyalah akan Tuhan dan akan kuat-Nya, caharilah hadirat-Nya selalu.
”Bahwa lututku melentur dari karena puasaku, dan tubuhkupun kuruslah, tiada gemuknya lagi.
”Bahwa aku mengasihi akan Tuhan, karena telah didengar-Nya akan suaraku, akan permintaan doaku. Karena telah dicenderungkan-Nya telinga-Nya kepadaku, maka sebab itu aku hendak berseru kepada-Nya dalam segala kesukaranku. Maka tali maut telah melengkung aku dan segala hebat neraka telah berlaku atasku, dan aku merasai kesukaran dan kedukaan. Tetapi berserulah aku kepada nama Tuhan demikian: Ya Tuhan! luputkan apalah jiwaku!
”Bahwa kepada-Mu juga aku mempersembahkan persembahan puji-pujian sambil aku menyebut nama Tuhan.
”Maka dalam hal kesukaran aku telah berseru kepada Tuhan, maka Tuhanpun telah mendengar akan daku, dan diberi-Nya kepadaku keluasan.
”Bahwa aku memuji akan Dikau, sebab Engkau telah mendengar akan daku, dan Engkau telah menjadi bagiku akan selamat.
”Berbahagialah mereka itu sekalian yang memeliharakan kesaksian-Nya serta mencari akan Dia dengan segenap hatinya.
”Bahwa aku mencahari akan Dikau dengan segenap hatiku; jangan apalah Engkau beri aku sesat dari pada hukum-hukum-Mu.
”Maka akupun berseru dengan segenap hatiku, dengarlah akan daku, ya Tuhan! maka aku akan memeliharakan segala syariat-Mu. Aku berseru kepada-Mu, peliharakan apalah aku, maka aku akan memeliharakan segala kesaksian-Mu. Maka dengan tangisku aku mendahului waktu rembang fajar merekah, dan aku harap akan firman-Mu. Maka mataku mendahului segala waktu jaga pada malam, hendak memandang akan segala janji-Mu. Dengarlah kiranya akan suaraku setuju dengan kemurahan-Mu, ya Tuhan! dan hidupkanlah aku setuju dengan kebenaran-Mu.
”Nyanyian Hamaalot. -- Bahwa dari dalam tubir aku berseru kepada-Mu, ya Tuhan! Dengarlah kiranya akan suaraku, ya Tuhan! biarlah telinga-Mu mendengar akan bunyi permintaan doaku.
”Bahwa aku menantikan Tuhan, jiwaku menantikan Dia dan aku harap akan firman-Nya. Maka jiwaku menantikan Tuhan terlebih dari pada orang pengawal menantikan terbit fajar, bahkan, dari pada orang pengawal akan dini hari.
”Pujilah akan Tuhan, karena baiklah Ia, karena kemurahan-Nya itu kekal selama-lamanya.
”Pujilah akan Allah, yang di atas segala dewata, karena kemurahan-Nya itu kekal selama-lamanya.
”Pujilah akan Tuhan, yang di atas segala tuan, karena kemurahan-Nya itu kekal selama-lamanya.
”Mazmur Daud. -- Ya Tuhan! aku berseru kepada-Mu; bersegeralah kiranya kepadaku; berilah telinga akan suaraku apabila aku meminta doa kepada-Mu. Biarlah selalu doaku seperti bakaran dupa di hadapan hadirat-Mu dan penadahan tanganku seperti korban pada waktu petang.
”Karangan Daud, suatu doa tatkala ia dalam gua. Bahwa kepada Tuhan juga berserulah aku dengan nyaring suaraku, dan kepada Tuhan juga aku meminta doa dengan yakin.
”Mazmur Daud. -- Ya Tuhan! dengar apalah akan doaku; berilah telinga akan permintaanku; sahutilah akan daku setuju dengan kebenaran-Mu dan dengan keadilan-Mu.
”Maka segala kejadian menengadah kepada-Mu, maka Engkau mengaruniakan makanannya pada waktunya. Bahwa Engkau juga membukakan tangan-Mu serta mengenyangkan segala sesuatu yang hidup sekadar keridlaan-Mu. Bahwa adillah Tuhan pada segala jalan-Nya dan berkemurahan dalam segala perbuatan-Nya. Tuhanpun adalah hampir kepada segala orang yang berseru kepadanya, yaitu segala orang yang berseru kepadanya dengan sebenarnya. Maka diturutnya kehendak orang yang takut akan Dia, didengar-Nya tangis mereka itu dan ditolong-Nya akan dia.
”maka pada masa itu kelak mereka itu akan berseru-seru kepadaku, tetapi tiada aku menyahut; mereka itu akan mencahari aku dengan rajin, tetapi tiada didapatinya akan daku. Maka itu sebab mereka itu telah benci akan pengetahuan dan tiada disukainya takut akan Tuhan. Dan tiada mereka itu mau menerima nasihatku dan dicelakannya tegurku.
”Aku kasih akan orang yang mengasihi aku, dan barangsiapa yang mencahari aku dengan rajin, ia itu kelak akan mendapat aku.
”Orang yang memalingkan telinganya dan tiada mau mendengar akan hukum, jikalau doanya sekalipun maka menjadi suatu kebencian.
”Karena seperti mimpi datang oleh banyak syugul, demikianpun bunyi suara orang bodoh oleh kebanyakan perkataan.
”Segala bulanmu baharu dan segala masa raya kamu yang tertentu itu kebencian kepada hati-Ku dan suatu keberatan kepada-Ku; penatlah Aku menyabarkan dia. Apabila kamu menadahkan tanganmu, Aku mengejamkan mata-Ku dari padamu, jikalau kamu memperbanyakkan sembahyangmu sekalipun, tiada juga Aku mendengar; bahwa tanganmu berlumurkan darah. Basuhkanlah dan sucikanlah dirimu, lalukanlah kejahatan perbuatanmu itu dari hadapan mata-Ku, berhentilah dari pada berbuat jahat.
”Maka sebab itu aku hendak harap pada Tuhan, yang telah menyamarkan hadirat-Nya dari pada orang isi rumah Yakub, maka aku akan menaruh harapku kepada-Nya.
”Rindulah hatiku akan Dikau, jikalau pada malam sekalipun dan lagi nyawaku yang di dalam aku itu mencahari Engkau pada pagi-pagi hari! karena apabila hukum-hukum-Mu berlaku di atas bumi pada masa itu orang isi duniapun belajar membuat barang yang benar.
”Hai bangsa Sion yang duduk di Yeruzalem! tiada lagi kamu akan menangis; niscaya dikasihankan-Nya kamu pada masa bunyi serumu; demi didengarnya maka disahut-Nya kepadamu.
”tetapi orang yang harap pada Tuhan itu kelak membaharui kuatnya dan terbang naik dengan sayap seperti burung nasar; bahwa mereka itu berlari-lari dan tiada tahu penat; mereka itu berjalan-jalan dan tiada tahu lemah.
”Hendaklah kamu mencahari Tuhan sementara lagi boleh mendapat Dia, berdoalah kepadanya sementara lagi Ia hampir.
”niscaya Kusampaikan dia kepada bukit-Ku yang suci dan Kusukacitakan hatinya kelak di dalam rumah sembahyang-Ku: Bahwa segala korban bakaran dan segala korban sembelihan mereka itu akan kekenangan di atas mezbah-Ku, karena rumah-Ku akan disebut rumah sembahyang bagi segala bangsa.
”Adakah puasa begini macam yang Kukehendaki, bahwa manusia mempersakiti jiwanya barang sehari lamanya, dan ditunduknya kepalanya selaku kercut dan dikenakannya kepada tubuhnya kain karung dan abu? Bolehkah yang demikian kamu katakan puasa dan hari yang memperkenankan Tuhan? Bukankah inilah puasa yang Kukehendaki, yaitu kamu membukakan segala simpulan kejahatan dan menguraikan segala tali kuk dan menyuruhkan pergi dengan merdeka segala orang yang teraniaya dan kamu memecahkan segala kuk?
”Tetapi segala kejahatanmu sudah menceraikan kamu dari pada Allahmu, dan sebab segala dosamu disamarkannya wajah-Nya dari padamu, sehingga tiada didengar-Nya akan kamu.
”Bahwa Aku telah dinyatakan kepada mereka yang tiada bertanya akan Daku, dan Aku telah didapati oleh orang yang tiada mencahari Aku; kepada bangsa yang tiada disebut dengan nama-Ku sudah Aku berfirman demikian: Bahwasanya Akulah hadir, Akulah hadir.
”Maka akan jadi bahwa sebelum mereka itu berseru, Aku juga menyahut, dan sementara lagi mereka itu berkata-kata, Aku sudah mendengarnya.
”Sebab itu firman Tuhan demikian: Bahwasanya Aku mendatangkan kelak suatu jahat atas mereka itu, dari padanya mereka itu tiada dapat keluar; maka apabila mereka itu berseru kepada-Ku, tiada Aku mau mendengar akan serunya. Pada masa itu biarlah isi segala negeri Yehuda dan segala orang isi Yeruzalempun berseru kepada dewa-dewa, baginya mereka itu sudah membakar dupa, tetapi sekali-kali tiada ia dapat melepaskan mereka itu pada masa jahat itu berlaku atasnya.
”Karena Aku ini amat mengetahui akan segala maksud yang Kutaruh akan kamu, demikianlah firman Tuhan, yaitu maksud akan hal selamat dan bukan akan barang sesuatu yang jahat, supaya pada akhirnya Aku mengaruniakan kepadamu barang yang kamu harap itu. Pada masa itu kamu akan berseru-seru kepada-Ku dan meminta doa kepada-Ku dengan yakin, dan Akupun mendengar akan kamu kelak. Maka kamu akan mencahari dan mendapat Aku, apabila kamu bertanya akan Daku dengan segenap hatimu. Maka Aku ini akan didapati olehmu, demikianlah firman Tuhan, dan Kujauhkan kelak hal ketawananmu, maka Aku akan mengumpulkan kamu dari antara segala bangsa dan dari dalam segala tempat yang telah Kuhalaukan kamu ke sana, demikianlah firman Tuhan, dan Aku kelak membawa balik akan kamu ke tempat yang Kusuruh kamu dibawa dari sana dengan tertawan.
”Berserulah olehmu kepada-Ku, maka Aku kelak menyahut kepadamu dan Aku akan memberitahu kepadamu perkara yang besar-besar dan perkara yang terlindung, yang tiada kauketahui.
”Sebab itu hendaklah engkau pergi, bacakanlah bunyi gulungan surat yang telah kausuruhkan dari pada lidahku, yaitu segala firman Tuhan, kepada pendengaran orang banyak yang di dalam rumah Tuhan pada hari puasa, demikianpun kepada pendengaran segenap orang Yehuda yang akan datang dari negeri-negerinya hendaklah kaubacakan dia. Mudah-mudahan permintaan doa mereka itu dikabulkan di hadapan hadirat Tuhan, serta mereka itu bertobat masing-masing dari pada jalannya yang jahat; karena dengan sangat besarlah murka dan kehangatan amarah Tuhan sudah berfirman dan mengamang-amang bangsa ini.
”Maka pada hari itu dan pada masa itu, demikianlah firman Tuhan, akan datang segala bani Israel serta dengan segala bani Yehudapun bersama-sama, sambil berjalan sambil menangis, hendak mencahari Tuhan, Allahnya. Maka mereka itu kelak bertanya-tanya akan Sion dan muka mereka itu akan menuju jalan ke sana; mereka itu akan datang serta bersangkut paut kepada Tuhan dengan suatu perjanjian yang kekal, yang tiada dilupakan lagi.
”Baiklah Tuhan kepada barangsiapa yang menantikan Dia, dan kepada hati yang mencahari Dia. Baiklah orang harap akan selamat dari pada Tuhan dengan berdiam diri.
”Baiklah kita menadahkan tangan dan hatipun kepada Allah yang di dalam sorga!
”Maka firman-Nya kepadaku: Sudahkah engkau melihat ini, hai anak Adam! Engkau akan melihat beberapa perbuatan keji yang lebih besar lagi. Lalu dibawa-Nya akan daku ke dalam pelataran rumah Tuhan yang di dalam sekali; heran, maka pada pintu kaabah Tuhan antara rambat dengan mezbah itu adalah kira-kira dua puluh lima orang, belakangnya menghadap kaabah Tuhan dan mukanya menghadap ke timur, maka sujudlah mereka itu arah ke timur menyembah matahari. Lalu firman-Nya kepadaku: Sudahkah pernah engkau melihat, hai anak Adam! perkara yang lebih mudah kepada bangsa Yehuda dari pada membuat perkara keji yang dilakukannya di situ; setelah sudah dipenuhinya negeri dengan aniaya, lalu mereka itu balik akan membangkitkan murka-Ku; bahwasanya ditaruhnya cabang-cabang pokok anggur di hadapan hidungnya. Maka sebab itu Aku juga melakukan atasnya kehangatan murka-Ku; mata-Ku tiada akan tahu sayang dan Akupun tiada menaruh kasihan, maka jikalau mereka itu berseru-seru dengan nyaring suaranya kepada telinga-Ku sekalipun, tiada juga Aku mau mendengarkan dia.
”Ia mengubahkan segala masa dan hal, Ia juga yang memecatkan raja dan Iapun mengangkat akan raja, Ia juga yang memberi hikmat kepada orang alim dan pengetahuan kepada orang yang berakal. Ia juga yang menyatakan perkara yang dalam-dalam dan yang tersembunyi, Ia juga amat mengetahui barang yang di dalam gelap dan serta-Nyapun adalah duduk terang. Kepada-Mu, ya Allah nenek moyangku! aku memuji-muji dan mengucap syukur! sebab Engkau sudah mengaruniakan kepadaku hikmat dan kuasa, dan Engkaupun sudah memberitahu aku barang yang telah kami pinta dari pada-Mu itu; sebab Engkau sudah menyatakan kepada kami hal raja itu!
”Hata, maka pergilah segala menteri dan perdana menteri itu bersama-sama menghadap baginda, lalu sembahnya: Daulat tuanku, ya raja Darius! Segala perdana menteri kerajaan ini dan segala penghulu dan menteri dan orang bicara dan pemerintah negeri itu sudah bermusyawarat hendak mengadakan suatu titah kerajaan dan menentukan suatu firman, supaya barangsiapa yang dalam tiga puluh hari ini meminta barang sesuatu kepada seorang dewa atau manusia, melainkan kepada tuanku juga, ya tuanku! tak akan jangan orang itu dicampak ke dalam keleburan singa. Maka sekarangpun, ya tuanku! hendaklah kiranya tuanku memberi suatu firman dan meteraikan dia dengan membubuh tanda tangan tuanku, supaya jangan ia itu diubahkan, setuju dengan hukum orang Medi dan Farsi, sehingga ia itu tiada terubahkan.
”Maka sebab itu dimeteraikan bagnda raja Darius akan suratan dan firman itu. Tetapi akan Daniel, jikalau diketahuinya akan hal surat itu sudah dimeteraikan oleh baginda sekalipun, masuklah juga ia ke dalam rumahnya, yang pada alayatnya adalah tingkap-tingkap terbuka ke kiblat Yeruzalem dan pada sehari tiga kali bertelutlah ia dan meminta doa dan mengucap syukur kepada Allahnya, seperti biasa dibuatnya dahulu. Lalu menyergaplah orang itu akan Daniel, didapatinya akan dia dalam meminta doa dan memohon-mohon di hadapan hadirat Allahnya. Maka datanglah mereka itu hampir, lalu bersembah kepada baginda akan hal firman baginda itu, sembahnya: Bukankah sudah tuanku meteraikan firman, bunyinya, bahwa barangsiapa yang akan meminta barang sesuatu kepada dewa atau manusia dalam tiga puluh hari ini, melainkan kepada tuanku, niscaya orang itu dicampak ke dalam keleburan singa? Maka sahut baginda, titahnya: Sudah tentulah perkara itu seperti hukum orang Medi dan Farsi, yang tiada terubahkan!
”Maka menengadahlah aku kepada Tuhan Allah, hendak mempersembahkan doa dan pemohon sambil berpuasa dan berpakaikan kain karung dan abu. Maka akupun meminta doalah kepada Tuhan Allahku serta aku mengaku salahku, kataku: Ya Tuhan! Engkau Allah yang mahabesar dan hebat, yang menyampaikan perjanjian dan kemurahan kepada mereka yang kasih akan Dikau, dan yang menurut segala hukum-Mu! Bahwa kami sudah berbuat dosa dan sudah bersalah dan sudah undur dengan khianat, tegal kami sudah menyimpang dari pada segala hukum-Mu dan pesan-Mu.
”Maka sekarang, ya Allah kami! dengar apalah akan doa hamba-Mu dan akan segala pemohonnya, dan karena Tuhan juga hendaklah terang hadirat-Mu bercahaya kepada tempat kesucian-Mu, yang sudah rusak itu! Cenderungkanlah telinga-Mu, ya Allahku! dan dengarlah; bukakanlah mata-Mu dan lihatlah segala kerusakan kami dan negeri yang atasnya sudah disebut nama-Mu, karena kami mempersembahkan segala permintaan doa kami di hadapan hadirat-Mu bukan dengan bertumpu pada kebenaran kami, melainkan pada segala rahmat-Mu, yang amat limpah! Ya Tuhan, dengarlah! ya Tuhan, ampunilah! ya Tuhan, perhatikanlah dan perbuatrlah dia dan jangan Engkau pertangguhkan dia, olah karena diri-Mu, ya Allahku! karena atas negeri-Mu dan atas umat-Mu sudah disebut nama-Mu!
”Maka sementara lagi aku berkata-kata dan meminta doa dan mengaku dosaku dan dosa bangsaku Israel dan aku mempersembahkan segala pemohonku di hadapan hadirat Tuhan, Allahku, ke kiblat bukit kesucian Allahku! sementara lagi aku berkata dalam doaku, datanglah seorang, yaitu Jibrail, yang telah kulihat dalam khayal dahulu itu, ia terbang dengan segera mendapatkan aku, kira-kira pada waktu persembahan petang hari. Maka berkatalah ia, dan diajarnya aku, katanya: Hai Daniel! sekarang aku sudah datang hendak memberi akal pengertian akan dikau. Pada permulaan doamu itu diberilah firman, lalu datanglah aku hendak memberi akan dikau pengajaran, karena engkaulah seorang yang amat kekasih; sebab itu hendaklah engkau mencamkan perkataan ini dan perhatikanlah baik-baik khayal ini!
”Maka pada hari itu adalah aku, Daniel, tengah berkabung tiga sabat hari lamanya. Barang makanan yang sedap tiada aku makan dan daging atau air anggurpun tiada masuk ke dalam mulutku, dan lagi tiada aku pakai barang minyak bau-bauan sampai genaplah sudah tiga sabat itu.
”Hera, maka adalah suatu tangan menjamah aku, diadakannya bahwa aku merangkak dengan lututku dan kedua tapak tanganku. Maka katanya kepadaku: Hai Daniel, orang yang amat kekasih, perhatikanlah baik-baik segala perkataan yang hendak kukatakan kepadamu; berdirilah dengan kakimu, karena sekarang aku disuruhkan mendapatkan dikau. Demi dikatakannya perkataan ini kepadaku, maka bangkit berdirilah aku serta dengan gemetar. Lalu katanya kepadaku: Jangan takut, hai Daniel! karena dari pada hari yang pertama engkau berniat dalam hatimu hendak mengerti dan merendahkan hatimu di hadapan hadirat Allahmu, diterima juga segala sembahmu dan oleh karena sembahmu itu aku sudah datang. Tetapi penghulu kerajaan Farsi itu adalah berdiri merintangi aku dua puluh satu hari lamanya, maka sesungguhnya Mikhael, seorang dari pada segala penghulu yang terbesar itu, sudah datang membantu aku, tetapi aku tinggal di sana lama begitu serta dengan raja-raja Farsi. Maka sekarang aku sudah datang memberitahu engkau barang yang akan berlaku atas bangsamu pada akhir zaman, karena khayal ini akan beberapa berapa hari lagi. Demi dikatakannya segala perkataan ini kepadaku, tunduklah aku dengan mukaku ke bumi dan akupun termangu-mangu.
”Bahwa Aku akan pergi dan kembali ke tempat-Ku, sampai sudah mereka itu mengaku salahnya dan mencahari hadirat-Ku; apabila mereka itu kepicikan, niscaya dicaharinya Aku dengan sungguh-sungguh hatinya.
”Sucikanlah suatu hari puasa, serukanlah suatu hari larangan, himpunkanlah segala tua-tua dengan segala orang isi negeri dalam rumah Tuhan, Allahmu, dan berseru-serulah kepada Tuhan.
”Tetapi sekarang juga firman Tuhan demikian: Tobatlah kamu kepada-Ku dengan segenap hatimu serta dengan puasa dan dengan tangis dan ratap. Koyakkanlah hatimu, jangan pakaianmu; tobatlah kepada Tuhan, Allahmu, karena Ialah amat mengasihani dan rahmani dan panjang sabar dan besarlah kemurahan-Nya dan bersesallah Ia akan jahat itu.
”Maka dalam perut ikan adalah Yunus meminta doa kepada Tuhan, Allahnya, katanya: Bahwa berserulah aku kepada Tuhan dalam hal kepicikanku, lalu sahutlah Ia kepadaku; menangislah aku di dalam perut kubur itu, lalu Engkau mendengar akan bunyi suaraku!
”Pada masa jiwaku kepicikan dalam aku, maka teringatlah aku akan Tuhan, lalu sembahku sampailah kepada-Mu di dalam kaabah tempat kesucian-Mu.
”Maka percayalah orang Ninewe itu akan Allah, lalu diserantakannya suatu hari puasa, dan mereka itu berpakaikan kain karung, dari pada besar dan kecil. Hata, setelah sampai firman itu kepada raja Ninewe, maka berbangkitlah ia dari atas singgasananya, ditanggalkannya pakaian kerajaannya dan dikenakannya kain karung pada tubuhnya, lalu duduklah baginda dalam abu. Maka disuruh baginda orang berseru-seru dan mengatakan di Ninewe dengan titah raja dan segala orang besar-besarnya, bunyinya: Baik manusia atau binatang baik lembu atau kambing, jangan diberi makan apa-apa, jangan dihantar ke tanah rumput atau diberi minum air! Melainkan hendaklah menusia dan binatangpun berpakaikan kain karung dan hendaklah orang berseru-seru kepada Tuhan dengan sekuat-kuatnya dan hendaklah masing-masing bertobat dari pada jalannya yang jahat dan dari pada aniaya yang pada tangannya! Entah siapa tahu, mudah-mudahan kembalilah Allah dan menyesallah Ia dan berpaling dirinya dari pada kehangatan murka-Nya sehingga tiada kita binasa. Hata, maka dilihat oleh Allah akan perbuatan mereka itu, bahwa mereka itu bertobat dari pada jalannya yang jahat, lalu bersesallah Allah akan jahat yang telah Ia berfirman hendak berbuat kepada mereka itu, maka tiada juga sampai dibuat-Nya itu.
”Pada masa itu mereka itu akan berseru-seru kepada Tuhan, tetapi tiada disahut-Nya akan mereka itu, melainkan Iapun akan menyamarkan muka-Nya dari padanya; sebagaimana patut pada perbuatan mereka itu yang jahat itu!
”Tetapi akan daku, bahwa aku hendak menengadah kepada Tuhan; aku menantikan Allah pohon selamatku; maka Allahku juga akan mendengar suaraku!
”Caharilah Tuhan, hai kamu sekalian di dalam negeri yang lembut hatimu, dan yang lagi melakukan hukum-Nya! Usahakanlah kebenaran, usahakanlah rendah hati, mudah-mudahan kamu dilindungkan pada hari murka Tuhan.
”Katakanlah kepada segenap bangsa negeri ini dan kepada segala imam demikian: Pada masa kamu berpuasa dan meratap pada bulan yang kelima dan yang ketujuh, sekarang sudah tujuh puluh tahun lamanya, adakah kamu berpuasa dalam sedikit juga karena Aku?
”Maka orang isi negeri akan mendapatkan orang isi negeri yang lain, sambil katanya: Mari kita pergi bersama-sama akan menyembah sujud di hadapan hadirat Tuhan, dan akan mencahari Tuhan serwa sekalian alam, maka akupun hendak ke sana! Demikianlah akan datang beberapa bangsa yang besar-besar dan yang berkuasa, hendak mencahari Tuhan serwa sekalian alam ke Yeruzalem, lalu menyembah sujud di hadapan hadirat Tuhan!
”Maka sepertiga akan Kumasukkan ke dalam api dan menyucikan dia seperti disucikan orang akan perak, dan menguji dia, seperti diuji orang akan emas; maka ia itu akan menyebut nama-Ku dan Akupun mendengar akan dia; bahwa akan kata-Ku: Inilah umat-Ku! Dan kata mereka itu: Tuhan itulah Allahku!
”Setelah sudah Ia puasa empat puluh hari empat puluh malam lamanya, kemudian laparlah Ia.
”Tetapi Aku ini berkata kepadamu: Kasihilah akan seterumu, dan doakan orang yang menganiayakan kamu,
”Apabila kamu berdoa, janganlah kamu menyerupai orang munafik; karena mereka itu suka berdoa sambil berdiri di dalam rumah sembahyang dan pada siku jalan, supaya mereka itu dipandang orang. Dengan sesungguhnya Aku berkata kepadamu, tiadalah pahalanya bagi mereka itu. Tetapi engkau ini, apabila engkau hendak berdoa, masuklah ke dalam bilikmu, kuncikan pintu bilikmu itu, lalu berdoa kepada Bapamu yang tiada kelihatan, maka Bapamu yang nampak barang yang tiada kelihatan itu, Ialah akan meluluskan kepadamu. Apabila kamu berdoa, janganlah kamu mengulang-ulangi perkataan seperti adat orang kafir; karena mereka itu menyangkakan, bahwa dikabulkan doanya oleh sebab banyak perkataannya. Janganlah kamu menyerupai mereka itu; karena Bapamu mengetahui barang keperluanmu dahulu daripada kamu memohonkan daripada-Nya.
”Sebab itu, hendaklah kamu berdoa demikian: Ya Bapa kami yang di surga, dipermuliakanlah kiranya nama-Mu. Datanglah kerajaan-Mu. Jadilah kehendak-Mu, seperti di surga, demikian juga di atas bumi. Berilah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya. Dan ampunilah kiranya kepada kami segala kesalahan kami, seperti kami ini sudah mengampuni orang yang berkesalahan kepada kami. Dan janganlah membawa kami kepada pencobaan, melainkan lepaskanlah kami daripada yang jahat. Karena Engkaulah yang empunya kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya.
”Dan apabila kamu puasa, janganlah kamu menyerupai orang munafik dengan muramnya; karena mereka itu mengubahkan rupa mukanya, supaya kelihatan pada orang mereka itu puasa. Dengan sesungguhnya Aku berkata kepadamu, tiadalah pahalanya bagi mereka itu. Tetapi engkau ini, apabila engkau puasa, minyakilah kepalamu, dan basuhlah mukamu, supaya jangan tampak kepada orang engkau puasa, hanya tampak kepada Bapamu yang tiada kelihatan itu; maka Bapamu yang nampak barang yang tiada kelihatan itu, Ialah akan memberi pahala kepadamu."
”Sebab itu janganlah kamu kuatir, mengatakan: Apakah yang hendak kami makan? atau: Apakah yang hendak kami minum? atau: Apakah yang hendak kami pakai? Karena semuanya ini dituntut oleh orang kafir, padahal Bapamu yang di surga terlebih mengetahui segala perkara itu perlu bagi kamu. Tetapi carilah dahulu kerajaan Allah serta kebenaran-Nya, maka sekaliannya itu juga akan ditambahkan kepadamu.
”Pintalah, maka akan diberi kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketuklah pintu, maka pintu akan dibukakan bagimu. Karena tiap-tiap orang yang meminta, ialah menerima; dan yang mencari, ialah mendapat; dan yang mengetuk pintu, baginyalah pintu akan dibukakan. Siapakah di antara kamu, jikalau anaknya meminta roti, memberi batu kepadanya? Atau jikalau ia meminta ikan, diberinya ular? Sebab itu, jikalau kamu yang jahat sekalipun tahu juga memberi pemberian yang baik kepada anakmu, apatah lagi Bapamu yang di surga akan memberi barang yang baik kepada orang yang memohonkan daripada-Nya?
”Tatkala itu datanglah murid-murid Yahya kepada Yesus, katanya, "Apakah sebabnya kami dan orang Parisi pun puasa, tetapi murid-murid-Mu sendiri tidak?" Maka kata-Nya kepada mereka itu, "Bolehkah sahabat-sahabat mempelai berdukacita selagi ada mempelai itu sertanya? Tetapi ada harinya kelak yang mempelai itu diambil daripadanya, baharulah mereka itu akan puasa.
”Pada waktu itu berkatalah Yesus demikian, "Ya Bapa, Tuhan langit dan bumi! Aku memuji Engkau sebab Engkau melindungkan perkara ini daripada orang budiman dan berpengetahuan, dan menyatakan dia kepada kanak-kanak.
”Setelah sudah disuruhkan-Nya orang banyak itu pulang, Ia pun naik ke atas gunung hendak berdoa. Apabila hari sudah malam, maka tinggallah Ia di situ seorang diri-Nya.
”Lagi pula Aku berkata kepadamu: Jikalau dua orang daripadamu sehati di atas bumi ini di dalam barang sesuatu hal yang akan dipintanya, ia itu akan diadakan baginya oleh Bapa-Ku yang di surga. Karena barang di mana ada dua atau tiga orang berhimpun atas nama-Ku, di situlah Aku ada di tengah-tengah mereka itu."
”Maka jawab Yesus serta berkata kepada mereka itu, "Sesungguhnya Aku berkata kepadamu, jikalau kamu menaruh iman dan tiada bimbang, maka bukannya sahaja kamu dapat melakukan perbuatan seperti yang dilakukan atas pohon ara ini, melainkan jikalau kamu berkata kepada bukit ini: Terangkatlah engkau dan terbuang ke dalam laut, tak dapat tiada akan jadi kelak. Dan barang apa pun yang kamu pinta di dalam doamu, jikalau dengan yakin, niscaya kamu akan beroleh."
”Lalu diangkat-Nya cawan minuman, diucapkan-Nya syukur serta diberikan-Nya kepada mereka itu sambil berkata, "Minumlah kamu sekalian dari cawan itu.
”Setelah itu datanglah Yesus dengan mereka itu kepada suatu taman bernama Getsemani, lalu kata-Nya kepada murid-murid itu, "Duduklah kamu di sini, sementara Aku pergi ke situ berdoa." Maka dibawa-Nya Petrus dan kedua anak Zabdi serta-Nya, lalu Ia mulai berdukacita sehingga sangat susah hati. Kemudian kata Yesus kepada mereka itu, "Hati-Ku amat sangat berdukacita, hampir mati rasa-Ku; tinggallah kamu di sini dan berjagalah serta-Ku." Maka berjalanlah Ia ke hadapan sedikit, lalu sujudlah Ia berdoa, kata-Nya, "Ya Bapa-Ku, jikalau boleh, biarlah kiranya cawan ini lepas daripada-Ku; tetapi di dalam itu pun bukannya kehendak-Ku, melainkan kehendak-Mu juga." Maka kembalilah Ia kepada murid-murid itu, didapati-Nya mereka itu tertidur; lalu kata-Nya kepada Petrus, "Hai, tiadakah kamu sanggup berjaga satu jam pun serta-Ku? Berjagalah dan berdoalah, supaya jangan kamu kena pencobaan; sungguhpun hati berkehendak, tetapi tubuh lemah." Maka pergilah Ia pula pada kedua kalinya berdoa, kata-Nya, "Ya Bapa-Ku, jikalau cawan ini tiada boleh lepas daripada-Ku, melainkan Aku juga meminum dia, biarlah kehendak-Mu jadi."
”Maka sekonyong-konyong tirai di dalam Bait Allah cariklah terbelah dua, dari atas sampai ke bawah; dan bumi pun gempa; dan batu-batu gunung terbelah-belah.
”Maka pada dini hari ketika lagi gelap, bangunlah Yesus, lalu keluarlah Ia pergi kepada suatu tempat yang sunyi, di sanalah Dia berdoa.
”Adapun murid-murid Yahya dan orang Parisi pun tengah puasa, maka datanglah mereka itu serta bertanya kepada Yesus, "Apakah sebabnya murid-murid Yahya dan orang Parisi pun puasa, tetapi murid-murid-Mu sendiri tidak?" Maka kata Yesus kepada mereka itu, "Bolehkah sahabat-sahabat mempelai itu puasa selagi mempelai itu ada sertanya? Selagi mempelai itu ada sertanya, tiada boleh mereka itu puasa. Akan tetapi ada harinya kelak, yang mempelai itu diambil daripadanya, baharulah mereka itu akan puasa.
”Setelah Ia meminta diri daripadanya, lalu pergilah Ia ke gunung hendak berdoa.
”Tetapi sahut Yesus kepadanya, "Bagaimana: Kalau boleh? Segala perkara boleh jadi bagi orang yang percaya." Maka berteriaklah bapa budak itu sambil menangis, katanya, "Ya Tuhan, hamba percaya, tolonglah akan iman hamba yang kurang."
”Maka kata-Nya kepada mereka itu, "Bangsa itu tidak boleh keluar dengan jalan apa pun melainkan dengan doa."
”Sesungguhnya Aku berkata kepadamu, barangsiapa yang akan berkata kepada gunung ini: Terangkatlah engkau dan tercampaklah ke dalam laut! Dan tiada bimbang di dalam hatinya, melainkan yakin, bahwa perkataannya jadi kelak, niscaya jadilah baginya. Sebab itu Aku berkata kepadamu: Barang apa yang kamu pohonkan dan pinta, jikalau kamu yakin seolah-olah sudah kamu terima, niscaya kamu akan beroleh.
”Apabila kamu berdiri berdoa, ampunilah jikalau kamu menaruh barang pengaduan atas seorang jua pun, supaya Bapamu yang di surga juga boleh mengampuni kelak segala kesalahanmu. Tetapi jikalau tiada kamu ampuni, maka Bapamu juga yang di surga tiada akan mengampuni segala kesalahanmu."
”Maka datanglah mereka itu kepada suatu tempat yang bernama Getsemani; lalu kata Yesus kepada murid-murid-Nya, "Duduklah kamu di sini, sementara Aku pergi berdoa." Lalu dibawa-Nya Petrus dan Yakub dan Yahya serta-Nya, maka Ia ditimpa oleh ketakutan yang amat besar, dan makin sangat Ia susah hati. Maka kata-Nya kepada mereka itu, "Hati-Ku amat sangat berdukacita, hampir mati rasa-Ku, tinggallah kamu di sini, berjagalah." Maka berjalanlah Ia ke hadapan sedikit, lalu sujud ke tanah, serta berdoa, jikalau boleh kiranya ketika itu akan terlepas daripada-Nya. Maka kata-Nya, "Abba, ya Bapa, segala sesuatu ada di dalam kuasa-Mu, biarlah kiranya cawan ini lepas daripada-Ku, tetapi di dalam itu pun bukannya kehendak-Ku, melainkan kehendak-Mu sahaja jadi." Maka datanglah Ia, didapati-Nya mereka itu tertidur, lalu kata-Nya kepada Petrus, "Hai Simon, tidurkah engkau? Tiadakah sanggup engkau berjaga sejam sahaja lamanya? Berjagalah dan berdoalah, supaya jangan kamu kena pencobaan; sungguhpun hati berkehendak, tetapi tubuh lemah."
”Maka tirai Bait Allah cariklah terbelah dua, dari atas sampai ke bawah.
”karena tiap-tiap firman Allah, satu pun tiada yang mustahil."
”dan ia sudah janda sehingga umurnya delapan puluh empat tahun; maka tiada ia meninggalkan Bait Allah, melainkan sembahyang dan puasa serta berdoa siang malam. Pada ketika itu juga datanglah ia mengucap syukur kepada Allah, serta mengatakan dari hal kanak-kanak itu kepada sekalian orang yang menantikan penebusan Yeruzalem.
”Maka berlakulah, tatkala segenap kaum itu dibaptiskan dan Yesus juga dibaptiskan sambil Ia berdoa, bahwa langit pun terbukalah;
”empat puluh hari lamanya, dicobai oleh Iblis. Selama itu suatu apa pun tiada dimakan-Nya. Setelah genap hari itu, Ia berasa lapar.
”Tetapi Yesus menarik diri-Nya ke tempat yang sunyi, lalu berdoa.
”Maka kata mereka itu kepada-Nya, "Murid-murid Yahya kerap kali puasa dan berdoa, sedemikian itu juga orang Parisi; tetapi murid-murid-Mu sendiri makan minum sahaja." Maka kata Yesus kepada mereka itu, "Bolehkah sahabat-sahabat mempelai itu disuruh puasa olehmu, selagi ada mempelai itu sertanya? Tetapi ada harinya kelak, yang mempelai itu diambil daripadanya, pada masa itu baharulah mereka itu akan puasa."
”Pada masa itu juga keluarlah Yesus pergi ke sebuah gunung akan berdoa; maka semalam-malaman itu berdoalah Ia kepada Allah.
”Tetapi kepada kamu ini yang mendengar, Aku berkata demikian: Kasihilah seterumu, dan perbuatlah baik kepada orang yang membenci kamu; mintalah berkat bagi orang yang mengutuki kamu; dan doakan orang yang mencercai kamu.
”Sekira-kira delapan hari kemudian daripada perkataan itu, maka Yesus pun membawa serta-Nya Petrus dan Yahya dan Yakub, lalu naik gunung, hendak berdoa. Maka sedang Ia berdoa, berubahlah rupa muka-Nya, dan pakaian-Nya pun menjadi putih bersinar-sinar.
”Adalah pada suatu tempat Yesus berdoa; apabila Ia berhenti, maka berkatalah seorang murid-Nya kepada-Nya, "Ya Tuhan, ajarlah kiranya kami berdoa, seperti Yahya juga mengajar murid-muridnya." Maka kata-Nya kepada mereka itu, "Apabila kamu berdoa, katakanlah: Ya Bapa, dipermuliakanlah kiranya nama-Mu; datanglah kerajaan-Mu; berilah kami tiap-tiap hari makanan kami yang secukupnya pada sehari; dan ampunilah kiranya segala dosa kami, karena kami pun mengampuni tiap-tiap orang yang berkesalahan kepada kami; dan janganlah membawa kami kepada pencobaan."
”Maka kata Yesus kepadanya, "Siapakah di antara kamu yang menaruh seorang sahabat, dan pergi kepadanya tengah-tengah malam sambil berkata kepadanya: Hai Sahabat, berilah aku meminjam roti tiga ketul, karena seorang sahabatku singgah dari perjalanannya kepadaku, maka suatu pun tiada padaku, yang hendak kujamukan dia. Maka sahabatnya itu pun akan menyahut dari dalam: Jangan menyusahkan aku, pintu itu sudah terkunci, dan anak-anakku ada bersama-sama dengan aku di tempat tidur, tiada boleh aku bangun, memberi engkau. Maka Aku berkata kepadamu, meskipun tiada ia bangun memberi dia sebab ia sahabatnya, tetapi oleh sebab ia meminta bertalu-talu, maka pada akhirnya ia bangun, lalu memberi dia seberapa banyak yang diperlukannya.
”Maka Aku ini berkata kepadamu pula: Pintalah, maka akan diberi kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketuklah pintu, maka pintu akan dibukakan bagimu. Karena tiap-tiap orang yang meminta, ialah menerima; dan yang mencari, ialah mendapat, dan yang mengetuk pintu, baginyalah pintu akan dibukakan. Bapa yang manakah di antara kamu, jikalau anaknya meminta roti, memberi batu kepadanya? Atau jikalau ia meminta ikan, diberinya ular? Atau jikalau ia meminta telur, diberinya kalajengking? Sebab itu, jikalau kamu, yang jahat sekalipun, tahu juga memberi pemberian yang baik kepada anakmu, apatah lagi Bapamu yang di surga akan memberi Rohulkudus kepada orang yang memohonkan daripada-Nya."
”dan hendaklah kamu seumpama orang, yang menunggu tuannya apabila ia kembali daripada perjamuan kawin; supaya apabila ia datang serta mengetuk pintu, mereka itu boleh dengan segeranya membukakan pintu baginya. Berbahagialah segala hamba, yang didapati oleh tuannya sedang berjaga ketika ia tiba; sesungguhnya Aku berkata kepadamu, bahwa tuan itu pun akan mengikat pinggangnya sendiri, serta mempersilakan mereka itu duduk makan, lalu datang melayani mereka itu.
”Maka diceriterakan-Nya suatu perumpamaan kepada mereka itu, bahwa mereka itu wajib berdoa senantiasa dengan tiada putus harap, kata-Nya, "Bahwa di dalam sebuah negeri adalah seorang hakim yang tiada takut akan Allah, dan tiada mengindahkan manusia. Di dalam negeri itu juga adalah seorang janda, yang kerapkali datang kepadanya, serta berkata: Benarkanlah kiranya perkara hamba di hadapan lawan hamba. Maka beberapa lamanya hakim itu enggan; tetapi akhirnya berkatalah ia di dalam hatinya: Meskipun aku tiada takut akan Allah dan tiada mengindahkan manusia, tetapi sebab janda ini menyusahkan aku, biarlah aku membenarkan dia, supaya jangan lagi akhirnya ia mengaduhi aku." Maka kata Yesus, "Dengarlah apa yang dikatakan oleh hakim yang lalim itu! Tiadakah Allah kelak membenarkan hal orang-orang pilihan-Nya yang menyeru Dia siang malam, meskipun dengan lambatnya kepada mereka itu? Bahkan, Aku berkata kepadamu: Dengan segeranya Ia akan membenarkan hal mereka itu. Tetapi entahkan Anak manusia jumpa iman di atas bumi ini, apabila Ia datang kelak?"
”"Bahwa adalah dua orang naik masuk ke Bait Allah hendak berdoa, yaitu yang seorang, ialah orang Parisi, dan yang lain, seorang pemungut cukai. Maka berdirilah orang Parisi itu serta berdoa di dalam hatinya demikian: Ya Allah, aku ucapkan syukur kepadamu, sebab aku bukannya sama seperti orang lain, yaitu orang perampas, orang lalim, orang berzinah, atau seperti orang pemungut cukai ini. Aku puasa dua kali seminggu, dan aku membayar zakat sepersepuluh daripada segala kehasilanku. Akan tetapi orang pemungut cukai itu berdiri dari jauh, tiada berani ia menengadah ke langit, melainkan menepuk dadanya sahaja, serta berkata: Ya Allah, kasihankanlah hamba, orang berdosa ini! Maka Aku berkata kepadamu: Orang ini pulang ke rumahnya dibenarkan Allah, lain sekali daripada orang Parisi itu; karena tiap-tiap orang yang meninggikan dirinya akan direndahkan; tetapi yang merendahkan dirinya akan ditinggikan."
”Tetapi berjaga-jagalah senantiasa serta berdoa, supaya kamu kuat melepaskan diri daripada segala sesuatu yang akan jadi itu, dan tahan menghadap Anak manusia."
”Tetapi Aku ini mendoakan engkau, supaya imanmu jangan gugur; dan jikalau engkau bertobat, sokonglah saudara-saudaramu."
”Setelah sampai ke tempat itu, berkatalah Ia kepada mereka itu, "Berdoalah kamu, supaya jangan kamu kena pencobaan!" Maka Yesus pun undur daripada mereka itu sekira-kira sepelempar batu jauhnya, lalu bertelut dan berdoa, kata-Nya, "Ya Bapa, jikalau berkenan kepada-Mu, jauhkanlah kiranya cawan minuman ini daripada-Ku, tetapi di dalam itu pun bukannya kehendak-Ku, melainkan kehendak-Mu sahaja jadi." Maka kelihatanlah kepada-Nya seorang malaekat dari langit menguatkan Dia. Maka di dalam ketakutan yang amat sangat, makin bersungguh-sungguh hati Ia berdoa, sehingga peluh-Nya menjadi seperti darah menitik ke bumi. Setelah bangkit daripada berdoa, pergilah Ia kepada murid-murid-Nya, lalu didapati-Nya mereka itu tertidur oleh sebab dukacitanya. Maka berkatalah Ia kepada mereka itu, "Apakah sebabnya kamu tidur? Bangun dan berdoalah kamu, supaya jangan kamu kena pencobaan."
”Maka berdoalah Yesus, kata-Nya, "Ya Bapa, ampunilah kiranya mereka itu, karena tiada diketahuinya apa yang diperbuatnya." Lalu mereka itu berbahagi-bahagi pakaian-Nya dengan membuang undi.
”Maka cahaya matahari pun hilanglah; dan tirai Bait Allah cariklah terbelah dua.
”Kemudian Yesus mengambil roti itu, serta mengucapkan syukur, lalu membahagikan kepada segala orang yang duduk itu, demikian juga ikan itu, seberapa banyak yang dikehendakinya.
”Barangsiapa yang daripada Allah, ia juga mendengar akan firman Allah. Itulah sebabnya kamu tiada mendengar firman itu, karena kamu bukan daripada Allah."
”Kita tahu bahwa Allah tiada mendengarkan orang yang berbuat dosa, hanya orang yang menyembah Allah dan yang melakukan kehendak-Nya, ialah sahaja yang didengarkan-Nya.
”Maka kepada orang ini pintu dibukakan oleh penunggu pintu, dan segala domba itu mendengar akan suaranya, maka ia memanggil segala dombanya sendiri itu masing-masing dengan namanya, lalu membawa ke luar. Apabila sudah ia mengeluarkan segala dombanya itu, berjalanlah ia dahulu, dan domba-domba itu pun mengikut dia, sebab segala domba itu mengenal suaranya.
”Ada lagi pada-Ku domba lain, yang bukan masuk kandang domba ini; maka sekalian itu juga wajib Aku bawa, dan domba-domba itu kelak mendengar akan suara-Ku, lalu akan menjadi sekawan, dan gembala seorang sahaja.
”Segala domba-Ku mendengar akan suara-Ku, dan Aku kenal dia, dan sekaliannya pun mengikut Aku,
”Lalu mereka itu mengundurkan batu itu. Maka menengadahlah Yesus serta berkata, "Ya Bapa, Aku ucapkan syukur kepada-Mu sebab Engkau mendengar akan Daku. Maka Aku sudah mengetahui bahwa Engkau selalu mendengar akan Daku, tetapi oleh sebab orang banyak yang berdiri sekeliling inilah Kukatakan, supaya mereka itu sekalian kelak percaya bahwa Engkaulah yang menyuruhkan Aku." Setelah Ia berkata demikian, berserulah Ia dengan suara yang kuat, kata-Nya, "Hai Lazarus, marilah keluar!"
”Dan barang apa pun yang kamu pinta atas nama-Ku, itulah Aku buatkan kelak, supaya Bapa dipermuliakan di dalam Anak. Jikalau kamu minta kepada-Ku barang sesuatu atas nama-Ku, aku ini akan membuatkan dia. Jikalau kamu mengasihi Aku, turutlah segala hukum-Ku. Dan Aku akan mintakan kepada Bapa, maka Ia akan mengaruniakan kepada kamu Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya, yaitu Roh kebenaran, yang dunia ini tiada dapat menyambut, oleh sebab tiada ia nampak Dia, dan tiada kenal Dia; tetapi kamu ini kenal Dia, karena Ia tinggal beserta dengan kamu, dan Ia akan ada di dalam kamu.
”Tetapi Penolong itu, yaitu Rohulkudus, yang akan disuruhkan oleh Bapa atas nama-Ku, ialah akan mengajarkan kepadamu segala perkara itu, dan akan mengingatkan kamu segala sesuatu yang Aku sudah katakan kepadamu.
”Jikalau kamu tetap di dalam Aku, dan perkataan-Ku tetap di dalam kamu, pintalah barang apa yang kamu kehendaki, itu akan dikaruniakan kepadamu kelak.
”Bukannya kamu ini yang memilih Aku, melainkan Aku inilah yang memilih kamu serta menetapkan kamu, supaya kamu ini pergi mengeluarkan buah, dan buahmu itu kekal adanya; supaya barang apa pun yang kamu pohonkan kepada Bapa dengan nama-Ku, Ia karuniakan kepada kamu.
”Akan tetapi apabila Ia sudah datang, yaitu Roh kebenaran, maka Ia pun akan membawa kamu kepada segala kebenaran; karena tiada Ia berkata-kata dengan kehendak-Nya sendiri, melainkan barang yang didengar-Nya itu juga akan dikatakan-Nya; dan dikabarkan-Nya kepadamu segala perkara yang akan datang.
”Dan pada hari itu suatu pun tiada kamu akan bertanya lagi kepada-Ku. Sesungguh-sungguhnya Aku berkata kepadamu, jikalau kamu meminta barang sesuatu kepada Bapa, Ia kelak mengaruniakan kepadamu dengan nama-Ku. Sampai sekarang ini belum pernah kamu meminta barang apa pun dengan nama-Ku. Pintalah, maka kamu akan mendapat supaya kesukaanmu sempurna adanya.
”Demikianlah kata Yesus, lalu menengadah ke langit serta berkata, "Ya Bapa, waktunya sudah sampai, permuliakanlah kiranya Anak-Mu, supaya Anak-Mu memuliakan Engkau. Seperti Engkau telah mengaruniakan kuasa kepada-Nya memerintah segala manusia, supaya Ia pula memberikan hidup yang kekal kepada masing-masing yang Engkau anugerahkan kepada-Nya. Inilah hidup yang kekal, yaitu supaya mereka itu mengenal Engkau, Allah yang Esa dan benar, dan Yesus Kristus yang telah Engkau suruhkan itu. Aku sudah memuliakan Engkau di atas bumi sambil menyempurnakan pekerjaan yang telah Engkau serahkan kepada-Ku akan membuat dia. Dan sekarang, ya Bapa, permuliakanlah Aku di hadirat-Mu sendiri dengan kemuliaan yang sudah ada pada-Ku di hadirat-Mu sebelum ada dunia ini. Aku sudah menyatakan nama-Mu kepada orang yang telah Engkau serahkan kepada-Ku daripada dunia ini; mereka itu milik-Mu, lalu Engkau serahkan mereka itu kepada-Ku, dan mereka itu telah menurut firman-Mu. Sekarang mereka itu mengetahui bahwa segala sesuatu yang telah Engkau karuniakan kepada-Ku itu, asalnya daripada-Mu. Karena segala firman yang telah Engkau firmankan kepada-Ku, itulah Aku sampaikan kepada mereka itu, dan mereka itu sudah menerima dia, dan mengetahui dengan sesungguhnya bahwa Aku datang daripada-Mu, dan lagi mereka itu percaya bahwa Engkaulah yang menyuruhkan Aku. Maka Aku ini mendoakan mereka itu; bukan seisi dunia Kudoakan, melainkan segala orang yang Engkau serahkan kepada-Ku, karena mereka itu milik-Mu. Segala milik-Ku itu juga milik-Mu, dan milik-Mu itu pula milik-Ku, dan Aku dipermuliakan di dalam mereka itu. Tiada lagi Aku ini di dalam dunia, tetapi mereka itu ada di dalam dunia, dan Aku ini datang kepada-Mu. Ya Bapa yang kudus, peliharakanlah kiranya mereka itu atas nama-Mu yang telah Engkau karuniakan kepada-Ku, supaya mereka itu menjadi satu juga sama seperti kita. Selagi Aku bersama-sama dengan mereka itu, Aku ini memeliharakan mereka itu atas nama-Mu yang Engkau karuniakan kepada-Ku, dan Aku sudah menjagai mereka itu, dan seorang pun tiada daripada mereka itu yang hilang kecuali anak kebinasaan itu, supaya isi Alkitab itu sampai. Tetapi sekarang Aku datang kepada-Mu; maka Aku mengatakan perkara ini selagi Aku ada di dalam dunia, supaya mereka itu beroleh sukacita-Ku di dalam hatinya dengan sempurnanya. Aku ini sudah menyampaikan firman-Mu kepada mereka itu; maka isi dunia ini benci akan mereka itu, oleh sebab mereka itu bukan daripada dunia ini, seperti Aku juga bukan daripada dunia ini. Tiadalah Aku pinta supaya Engkau mengambil mereka itu dari dalam dunia ini, hanyalah supaya Engkau memeliharakan mereka itu daripada yang jahat. Mereka itu bukan daripada dunia ini, seperti Aku juga bukan daripada dunia. Kuduskanlah mereka itu di dalam kebenaran; firman-Mu itulah kebenaran. Sebagaimana Engkau menyuruhkan Aku ke dalam dunia ini, begitu juga Aku menyuruhkan mereka itu ke dalam dunia. Dan karena mereka itu Aku menguduskan diri-Ku, supaya mereka itu juga dikuduskan di dalam kebenaran. Bukan karena mereka itu sahaja Aku berdoa ini, melainkan karena segala orang yang percaya akan Daku oleh sebab pengajaran mereka itu pun; supaya semuanya jadi satu juga sama seperti Engkau di dalam Aku, ya Bapa, dan Aku pun di dalam Engkau, supaya mereka itu pun jadi satu di dalam Kita, sehingga isi dunia ini percaya bahwa Engkaulah yang menyuruh Aku. Dan Aku sudah memberikan kepadanya kemuliaan yang telah Engkau karuniakan kepada-Ku; supaya mereka itu juga jadi satu, seperti Kita ini jadi satu adanya. Aku di dalam mereka itu, dan Engkau di dalam Aku, supaya mereka itu sempurna di dalam satu persekutuan; supaya isi dunia ini mengetahui bahwa Engkau yang menyuruh Aku serta mengasihi mereka itu sama seperti Engkau mengasihi Aku. Ya Bapa, Aku suka bahwa orang yang telah Engkau serahkan kepada-Ku itu ada bersama dengan Aku barang di mana Aku ada, supaya mereka itu nampak kelak kemuliaan-Ku yang telah Engkau karuniakan kepada-Ku, karena Engkau mengasihi Aku dahulu daripada asas dunia. Ya Bapa yang adil, walaupun isi dunia ini tiada mengenal Engkau, tetapi Aku ini kenal Engkau, dan mereka itu pun sudah mengetahui bahwa Engkau yang menyuruh Aku. Dan Aku sudah memberitahu nama-Mu kepada mereka itu dan Aku akan memasyhurkan pula, supaya kasih yang seperti Engkau kasih akan Daku itu tetap di dalam mereka itu, dan Aku pun tetap di dalam mereka itu juga."
”Maka mereka itu sekalian bertekun dengan sehati berdoa beserta dengan beberapa perempuan dan Maryam, ibu Yesus, dan dengan saudara-Nya.
”Apabila sampai hari Pentakosta, maka mereka itu sekalian pun berhimpun bersama-sama. Maka sekonyong-konyong turunlah dari langit suatu bunyi seolah-olah serbu angin yang besar, yang menumpatkan segenap rumah tempat mereka itu duduk. Maka kelihatanlah kepada mereka itu beberapa lidah seperti api rupanya yang berbelah-belah, dan hinggap di atas tiap-tiap orang itu. Maka mereka itu sekalian pun penuh dengan Rohulkudus, sehingga mereka itu mulai berkata-kata dengan berbagai-bagai bahasa, sebagaimana yang diilhamkan oleh Roh kepadanya akan bertutur.
”Apabila mereka itu mendengar itu, lalu mereka itu mengangkat suaranya kepada Allah dengan sehati sambil berdoa, "Ya Tuhan, Engkaulah juga yang menjadikan langit dan bumi dan laut dengan segala isinya,
”Setelah sudah mereka itu berdoa, maka berguncanglah tempat mereka itu berhimpun itu, lalu sekaliannya penuhlah dengan Rohulkudus, sehingga mereka itu dapat mengatakan firman Allah dengan berani hatinya.
”Setelah tiba, keduanya itu pun mendoakan orang Samaria, supaya mereka itu memperoleh Rohulkudus,
”Lalu berkatalah Kornelius, "Bahwa empat hari yang lalu, waktu begini juga pukul tiga petang, hamba berdoa di dalam rumah hamba; tiba-tiba terdirilah seorang di hadapan hamba dengan pakaian yang bercahaya-cahaya; maka katanya: Hai Kornelius, doamu sudah diterima, dan sedekahmu pun diingati oleh Allah.
”Maka oleh sebab itu terkurunglah Petrus di dalam penjara, tetapi sidang jemaat itu mendoakan dia kepada Allah dengan bersungguh-sungguh. Apabila Herodes hendak membawa dia ke luar, maka pada malam itu juga, sedang Petrus tidur di antara dua laskar terbelenggu dengan dua rantai, dan lagi ada beberapa orang jaga di muka pintu sedang menjaga penjara itu, tiba-tiba terdirilah seorang malaekat Tuhan di situ, dan suatu cahaya bersinar di dalam bilik itu; lalu ditepuknya rusuk Petrus, sambil mengejutkan dia, katanya, "Bangunlah segera!" Maka gugurlah belenggunya daripada tangannya.
”Maka mereka itu puasa dan berdoa, lalu meletakkan tangan ke atas Saul dan Barnabas, serta menyuruhkan mereka itu pergi.
”Setelah ditetapkannya bagi mereka itu ketua-ketua di dalam tiap-tiap sidang jemaat, serta berdoa dan puasa, maka diserahkannyalah mereka itu kepada Tuhan yang dipercayainya.
”Tetapi tatkala hampir tengah malam, Paulus dan Silas pun berdoalah sambil menyanyikan puji-pujian bagi Allah, maka segala orang yang terpenjara itu pun sedang mendengar mereka itu. Maka dengan sekonyong-konyong timbullah suatu gempa bumi yang besar sehingga berguncang kaki tembok penjara itu. Dengan seketika itu juga terbukalah segala pintu, dan belenggu sekalian orang itu pun terlucutlah.
”Dan apabila Paulus sudah meletakkan tangannya ke atas mereka itu, maka turunlah Rohulkudus ke atas mereka itu, lalu mereka itu pun berkatalah dengan berbagai-bagai bahasa sambil bernubuat.
”Setelah Paulus berkata demikian, bertelutlah ia sambil berdoa bersama-sama dengan mereka itu sekalian.
”Dan sekarang, apakah sebabnya engkau berlambat-lambatan? Bangkitlah engkau, terimalah baptisan dan sucikanlah dirimu daripada dosa dengan menyeru nama-Nya.
”Setelah dikatakannya demikian, maka diambilnya roti dan diucapkannya syukur kepada Allah di hadapan mereka itu sekalian, maka dipecahkannya itu lalu mulailah makan.
”Demikian juga Roh itu pun menolong pada kelemahan kita. Karena tiada kita tahu akan barang yang hendak kita pohonkan dengan sepatutnya; melainkan Roh itu sendiri memohonkan karena kita dengan keluh kesah, yang tiada terkatakan. Dan Tuhan, yang menyelidiki hati manusia, mengetahui apa maksud Roh itu, sebab Roh itu memohonkan karena segala orang suci, menurut kehendak Allah.
”Hai saudara-saudaraku, kehendak hatiku dan doaku kepada Allah, yaitu karena orang Israel, supaya mereka itu beroleh selamat.
”sambil bersukacita di dalam pengharapan, bersabar di dalam sengsara dan bertekun di dalam doa.
”Siapa yang memegang hari itu, biarlah dipegangnya karena Tuhan, dan siapa yang makan itu, biarlah ia makan karena Tuhan, sebab ia mengucap syukur kepada Allah; dan siapa yang tiada mau makan itu, biarlah ia tiada mau makan karena Tuhan, dan mengucap syukur kepada Allah juga.
”Tetapi aku minta kamu, hai saudara-saudaraku, dengan karena Tuhan kita Yesus Kristus dan dengan karena kasih Rohulkudus, usahakanlah dirimu beserta dengan aku di dalam doamu kepada Allah karena aku,
”Karena orang yang berkata-kata dengan karunia lidah itu, bukannya berkata kepada manusia, melainkan kepada Allah, karena tiada seorang pun mengerti, melainkan dengan Roh ia mengatakan rahasia.
”Maka orang yang berkata-kata dengan karunia lidah itu meneguhkan imannya sendiri, tetapi orang yang bernubuat itu meneguhkan iman sidang jemaat.
”Sebab itu, hendaklah orang yang berkata-kata dengan karunia lidah itu berdoa, supaya ia dapat mengertikan bahasa itu. Karena jikalau aku berdoa dengan karunia lidah, maka rohku berdoa, tetapi akalku tiada mendatangkan faedah. Sekarang apakah halnya? Bahwa aku hendak berdoa dengan roh itu, dan aku hendak juga berdoa dengan akal itu; dan aku hendak menyanyi dengan roh itu, dan aku hendak juga menyanyi dengan akal itu. Jikalau tiada demikian, apabila engkau mengucapkan syukur dengan roh, bagaimanakah orang, yang tiada berkarunia itu, boleh mengaminkan ucapan syukurmu, sedang ia tiada mengerti apa katamu? Karena sesungguhnya, engkau ini mengucapkan syukur dengan sepatutnya, tetapi orang lain tiada terbangun imannya. Maka mengucap syukurlah aku kepada Allah, sebab aku tahu berkata-kata dengan karunia lidah, lebih daripada kamu sekalian. Tetapi di dalam sidang jemaat aku lebih suka mengatakan lima perkataan dengan akalku, supaya aku mengajar orang lain daripada sepuluh ribu perkataan dengan karunia lidah.
”Sebab itu segala karunia lidah itu menjadi suatu tanda, bukannya kepada orang yang beriman, melainkan kepada orang yang tiada beriman, tetapi nubuat itu bukannya bagi orang yang tiada beriman, melainkan bagi orang yang beriman. Oleh yang demikian, jikalau segenap sidang jemaat berhimpun bersama-sama, dan sekalian sedang berkata-kata dengan karunia lidah, lalu masuk orang yang tiada berkarunia atau orang yang tiada beriman, tiadakah mereka itu mengatakan, bahwa kamu ini gila? Tetapi jikalau sekaliannya sedang bernubuat, lalu masuk seorang yang tiada beriman atau tiada berkarunia itu, maka orang itu akan ditempelak oleh sekaliannya, dan dikira-kirakan oleh sekaliannya itu, sehingga perasaan hatinya pun ketara, dan dengan demikian sujudlah ia menyembah Allah sambil menyatakan, bahwa dengan sesungguhnya Allah ada di antara kamu.
”Jikalau barang seorang berkata-kata dengan karunia lidah, biarlah dua orang atau sebanyak-banyaknya tiga orang, tetapi seorang lepas seorang, dan biarlah seorang mengertikan maknanya. Tetapi jikalau tiada orang yang tahu mengertikan, biarlah ia berdiam diri di dalam sidang jemaat itu, hanya berkata-kata kepada dirinya sendiri dan kepada Allah.
”Sebab itu, hai saudara-saudaraku, usahakanlah dirimu akan bernubuat, dan janganlah menahan orang berkata-kata dengan karunia lidah.
”tiada berhenti daripada mengucapkan syukur karena kamu, sambil menyebut kamu di dalam doaku, supaya Allah Tuhan kita Yesus Kristus, yaitu Bapa pohon segala kemuliaan, mengaruniakan kepadamu Roh hikmat dan kenyataan dengan pengenalan akan Dia,
”karena oleh sebab Dia kita kedua pihak itu dapat menghampiri Bapa dengan Roh yang satu itu.
”Maka bagi Allah, yang berkuasa melakukan dengan berlebih-lebihan daripada barang apa yang kita pohonkan atau sangkakan, menurut kuasanya yang bekerja di dalam kita. Bagi-Nyalah kemuliaan di dalam sidang jemaat dan di dalam Kristus Yesus turun-temurun selama-lamanya. Amin.
”serta berkata-kata di antara sama sendirimu dengan mazmur dan puji-pujian dan nyanyian rohani sambil menyanyi dan bunyikan puji-pujian dengan hatimu kepada Tuhan; dan senantiasa mengucap syukur atas segala perkara kepada Allah, yaitu Bapa dengan nama Tuhan kita Yesus Kristus,
”dengan segala doa dan permintaan. Berdoalah tiap-tiap waktu dengan Roh sambil berjaga-jaga di dalam hal itu dengan segala usaha dan permintaan karena sekalian orang suci itu,
”Seberapa kali aku ingat akan kamu, aku ucapkan syukur kepada Tuhanku, (di dalam tiap-tiap doaku senantiasalah aku mendoakan kamu sekalian dengan sukacita),
”Dan inilah kudoakan, supaya kasihmu makin banyak bertambah-tambah dengan pengenalan dan segala pengertian, sehingga kamu dapat menguji yang mana terutama, supaya kamu menjadi suci dan tiada bersalah sehingga sampai kepada Hari Kristus, dipenuhi dengan buah-buah kebenaran yang ada oleh sebab Yesus Kristus, kepada kemuliaan dan kepujian Allah.
”Jangan kamu kuatir akan barang sesuatu hal, melainkan di dalam tiap-tiap sesuatu biarlah segala kehendakmu dinyatakan kepada Allah dengan doa dan permintaan serta dengan mengucap syukur. Dan sejahtera Allah yang melebihi segala akal itu akan mengawali hatimu dan pikiranmu di dalam Kristus Yesus.
”Segala sesuatu aku cakap menanggung di dalam Dia yang menguatkan aku. Tetapi kamu sudah berbuat baik dengan mengambil bahagian di dalam kesusahanku.
”Maka Tuhanku akan mencukupkan segala kekuranganmu menurut kekayaan-Nya dengan kemuliaan-Nya di dalam Kristus Yesus.
”Kami ucapkan syukur kepada Allah, yaitu Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, dengan mendoakan kamu senantiasa,
”Sebab itulah kami pun, daripada hari kami telah mendengar yang demikian, tiadalah kami berhenti-henti mendoakan kamu, sambil memohon supaya kamu dipenuhi dengan makrifat mengetahui kehendak Allah di dalam segala hikmat dan pengertian rohani,
”Hendaklah kamu bertekun di dalam doa, dan jagalah di dalam hal itu dengan mengucap syukur, sambil mendoakan kami juga, supaya Allah membukakan kami suatu pintu bagi pemberitaan Injil, akan berkata-kata dari hal rahasia Kristus, yang menyebabkan juga aku terbelenggu,
”Salam kepadamu daripada Epafras yang setanah air dengan kamu, yaitu hamba Kristus Yesus yang senantiasa berusaha mendoakan kamu, supaya tetaplah kamu serta sempurna dan yakin cukup di dalam segala kehendak Allah.
”Senantiasalah kami ucapkan syukur kepada Allah sebab kamu sekalian, sambil menyebut kamu di dalam segala doa kami,
”Hendaklah kamu bersukacita senantiasa; dan berdoa dengan tiada berkeputusan; dan ucapkanlah syukur di dalam segala sesuatu, karena inilah kehendak Allah di dalam Kristus Yesus kepada kamu.
”Hai saudara-saudaraku, doakanlah kami.
”Akhirnya, hai saudara-saudaraku, hendaklah kamu mendoakan kami, supaya firman Tuhan kembang dan dipermuliakan, seperti yang ada di antara kamu juga,
”Sebab itu nasehatku pertama-tama supaya permohonan, doa, permintaan dan perihal mengucap syukur bagi sekalian orang dilakukan; bagi segala raja dan segala orang besar-besar, supaya boleh kita melakukan suatu kehidupan yang aman dan sejahtera di dalam segala ibadat dan hal yang sopan.
”Sebab itu demikian inilah kehendakku, bahwa segala orang laki-laki berdoa pada segenap tempat, serta menadahkan tangan yang suci dengan tiada marah dan perbantahan.
”Karena sekalian yang dijadikan Allah itu baik, dan satu pun tiada patut terbuang, jikalau ia itu diterima dengan syukur, karena itulah dikuduskan oleh firman Allah dan oleh doa.
”Adapun perempuan yang janda betul, yaitu badan sebatang kara, ia berharap kepada Allah, dan bertekun di dalam doa dan permintaannya siang malam.
”Syukurlah aku kepada Allah, yang aku beribadat kepada-Nya dengan perasaan hati yang suci menurut sebagaimana teladan nenek moyangku, bahwa dengan tiada berkeputusan aku ingat engkau di dalam segala doaku siang dan malam,
”Aku ucapkan syukur senantiasa kepada Tuhanku, sambil menyebutkan engkau di dalam segala doaku.
”Setelah sudah Allah berfirman pada zaman dahulu kala kepada segala nenek moyang kita dengan lidah nabi-nabi beberapa kali dan atas berbagai-bagai peri, maka berfirmanlah Ia pula pada akhirnya kepada kita di dalam Anak-Nya, yang ditetapkan-Nya menjadi waris segala sesuatu, oleh-Nya juga dijadikan-Nya sekalian alam.
”sedangkan sudah tersurat: Pada hari ini, jikalau kamu mendengar suaranya, janganlah kamu mengeraskan hatimu seperti pada masa Penggusaran.
”maka lagi sekali ditentukan-Nya suatu hari, yaitu: "Hari ini", dengan firman-Nya di dalam kitab Daud kemudian berselang beberapa lama, seperti yang telah tersebut dahulu itu: Bahwa pada hari ini, jikalau kamu mendengar suara-Nya, janganlah kamu mengeraskan hatimu.
”Sebab itu, biarlah kita menghampiri takhta anugerah Allah dengan keluasan hati, supaya kita beroleh rahmat, dan dapat anugerah menjadi pertolongan pada masanya.
”Maka Ia pun, tatkala di dalam keadaan manusia, sudah mempersembahkan doa dan permintaan kepada Yang Berkuasa menyelamatkan Dia daripada maut, dengan teriak yang kuat, dan dengan air mata-Nya, maka doa-Nya dikabulkan dari sebab ketakutan-Nya akan Allah; sungguhpun Ia Anak, tetapi sudahlah Ia belajar taat dengan segala sesuatu yang dirasai-Nya itu,
”Sebab itu, hai saudara-saudaraku, sedang hati kita sudah berani hendak masuk ke dalam tempat kudus dari sebab darah Yesus,
”Jikalau tiada beriman, mustahil diperkenan Allah; karena orang yang menghampiri Allah itu, wajiblah ia yakin bahwa Allah ada, dan lagi bahwa Ialah pemberi pahala kepada segala orang yang mencari Dia.
”Sebab itu dengan jalan Yesus itu hendaklah kita senantiasa mempersembahkan kepada Allah korban puji-pujian, yaitu buah-buahan bibir mulut yang mengaku nama-Nya.
”Jikalau ada orang di antara kamu yang kurang bijak, hendaklah ia memohonkan kepada Allah, yang mengaruniakan dengan murahnya kepada tiap-tiap orang dengan tiada membangkit-bangkitkan, niscaya dikaruniakan-Nya kelak kepadanya. Tetapi biarlah ia memohonkan dengan iman, dengan tiada bimbang; karena orang yang bimbang itu seumpama ombak laut, yang ditiup angin terhantar ke sana ke mari.
”maka kamu minta, tetapi tiada beroleh, sebab salah permintaanmu, yaitu sebab kamu hendak menghabiskan menurut hawa nafsumu.
”Hampirilah Allah, maka Ia akan menghampiri kamu. Bersihkanlah tanganmu, hai orang-orang berdosa; dan sucikanlah hatimu, hai orang-orang yang bercabang hati. Rasalah susah hati dan meratap serta menangis; biarlah tertawamu menjadi ratap, dan kesukaanmu menjadi kedukaan. Hendaklah kamu merendahkan diri di hadirat Tuhan, maka Ia akan meninggikan kamu kelak.
”Adakah barang seorang di antara kamu yang susah? Hendaklah ia berdoa. Adakah barang seorang yang senang hati? Hendaklah ia menyanyikan Mazmur. Adakah barang seorang di antara kamu yang sakit? Hendaklah ia memanggil ketua-ketua sidang jemaat, dan hendaklah mereka itu mendoakan dia, sambil mengurapi dia dengan minyak, dengan nama Tuhan. Maka doa yang disertai iman akan menyembuhkan orang sakit itu, dan Tuhan akan membangkitkan dia; dan jikalau ia sudah berbuat dosa, maka ia akan diampunkan dosanya. Oleh sebab itu, hendaklah kamu masing-masing mengaku-akui dosamu di antara sama sendiri dan mendoa-doakan sama sendirimu, supaya kamu selamat. Adapun doa orang yang benar, dengan bersungguh-sungguh hati itu besar khasiatnya. Adapun Elias itu sama sifatnya dengan kita, maka ia berdoa dengan yakin supaya jangan turun hujan, maka tiadalah turun hujan di tanah itu tiga tahun enam bulan lamanya. Maka berdoa pula ia, lalu langit pun menurunkan hujan dan bumi pun mengeluarkan isinya.
”karena pemandangan Tuhan itu di atas orang yang benar, dan pendengaran-Nya di atas permintaan mereka itu, tetapi penglihatan Tuhan menentang orang yang berbuat jahat.
”Tetapi zaman yang akhir itu sudah dekat. Sebab itu hendaklah pikiranmu sempurna, dan berdoa dengan siumannya.
”serahkanlah segala kuatirmu kepada-Nya, karena Ialah yang memperdulikan kamu.
”Jikalau kita mengaku segala dosa kita, maka Allah itu setia dan adil, sehingga Ia mengampuni segala dosa kita, dan menyucikan kita daripada segala kejahatan.
”dan barang apa yang kita pohonkan, kita peroleh daripada-Nya, sebab kita menurut segala hukum-Nya dan melakukan barang yang berkenan kepada-Nya.
”Maka inilah ketetapan hati kita terhadap Tuhan, yaitu jikalau kita memohonkan barang sesuatu menurut kehendak-Nya, Ia meluluskan permintaan kita. Dan jikalau kita tahu bahwa Ia meluluskan tentang barang apa yang kita pohonkan, maka tahulah kita bahwa kita telah memperoleh segala permintaan yang sudah kita pohonkan daripada-Nya.
”Hai kekasihku, aku berdoa supaya engkau selamat dan afiat di dalam segala sesuatu, sebagaimana jiwamu pun selamat.
”Barangsiapa yang bertelinga, hendaklah ia mendengar kata Roh kepada segala sidang jemaat."
”Barangsiapa yang bertelinga, hendaklah ia mendengar kata Roh kepada segala sidang jemaat."
”Barangsiapa yang bertelinga, hendaklah ia mendengar kata Roh kepada segala sidang jemaat."
”Barangsiapa yang bertelinga, hendaklah ia mendengar kata Roh kepada segala sidang jemaat."
”