07 – Hari Penghakiman

Ini adalah firman suci Tuhan Yang Maha Esa.
Kita tidak tertarik dengan kata-kata manusia.
Bagi siapa pun yang mengasihi Tuhan... inilah yang Tuhan katakan tentang: Hari Penghakiman.

3 Ayat Paling Signifikan

Maka aku tampak suatu arasy putih yang besar, dan Yang duduk di atasnya; daripada hadirat-Nyalah bumi dan langit itu lenyap, sehingga tempatnya pun tiada didapati lagi. Lalu aku tampak segala orang mati, besar kecil, berdiri di hadapan arasy itu, dan segala kitab pun dibukakanlah; dan dibukakan pula sebuah kitab yang lain, yaitu kitab hayat; maka segala orang yang mati itu dihukumkan menurut segala perbuatannya yang tersurat di dalam kitab-kitab itu.

Sedangkan manusia telah tentu satu kali akan mati, dan kemudian daripada itu datang hukuman,

Siapa yang membuang Aku dan tiada menerima perkataan-Ku, ia ada Satu yang menghukumkan dia. Maka perkataan yang Aku katakan, itulah yang akan menghukumkan dia pada hari kiamat.

Setiap Ayat Dalam Urutan Kanonik – 177 bagian

Sebermula, setelah sampai sembilan puluh sembilan tahun umur Abram, maka kelihatanlah Tuhan kepadanya, lalu firman-Nya: Akulah Allah yang Mahakuasa; hendaklah engkau berjalan di hadapan hadirat-Ku dan hendaklah tulus hatimu,

Jauhlah kiranya dari pada Tuhan berbuat perkara yang demikian, yaitu membunuh orang yang benar itu bersama-sama dengan orang yang jahat, seolah-olah orang yang benar itu disamakan dengan orang yang jahat adanya. Jauhlah itu dari pada Tuhan. Masakan Hakim segenap bumi ini tiada membenarkan mana yang benar!

Maka hendaklah kamu bersangkut-paut kepada Tuhan, Allahmu, dengan tiada bercabang hatimu.

Melainkan adalah hatiku tulus di hadapan hadirat-Nya, dan aku memeliharakan diriku dari pada kejahatan.

Hendaklah bersorak-sorak segala pohon kayu yang di hutan di hadapan hadirat Tuhan, karena Iapun datang kelak akan menghukumkan dunia.

Maka engkau, hai anakku Sulaiman, hendaklah engkau mengenal akan Allah bapamu dan beribadatlah kepadanya dengan hati yang tulus dan dengan batin yang benar, karena diselidik Tuhan akan segala batin dan diketahuinya akan segala angan-angan hati; jikalau engkau mencahari akan Dia, niscaya terdapatlah Ia olehmu, tetapi jikalau kiranya engkau meninggalkan Dia, niscaya dibuang-Nya akan dikau sampai selama-lamanya.

Karena tahulah aku bahwa Penebusku itu hidup dan Iapun yang kemudian akan bangkit dari atas duli; dan setelah sudah hancur luluh kulit tubuhku ini, maka dari dalam badanku juga aku akan memandang Allah; yang kupandang kelak bagi diriku, dan matakupun akan melihat Dia, bukan yang lain. Hai, bagaimana rindu hatiku di dalam dadaku ini! Pada masa itu kamu akan berkata demikian: Mengapa kita sudah mengejar akan dia? yaitu apabila kebenaran hal itu didapati padaku dengan nyatanya. Pada masa itu hendaklah kamu takut akan pedang, karena dengan murkanya dibalasnya akan segala kejahatan pedang, supaya diketahui olehmu bahwa adalah pehukuman.

Bagaimana orang jahat itu diluputkan pada masa celaka dan dihantar keluar pada hari murka besar.

hendaklah ditimbangnya aku di dalam neraca yang betul, supaya nyatalah kepada Allah, bahwa tiada aku bersalah.

Adapun orang fasik itu bukannya demikian, melainkan adalah mereka itu seperti sekam yang dilayangkan oleh angin. Sebab itu seorang fasikpun tiada akan tahan menghadap hukum atau seorang berdosa menghadap perhimpunan orang benar. Karena diketahui Tuhan akan jalan orang yang benar itu, tetapi jalan orang fasik akan binasa adanya.

Maka seteru itu telah dihabiskan dengan kebinasaan yang tertentu, dan negeri-negerinya telah Kaubongkar, dan peringatan akan dia telah hilangpun sertanya! Tetapi Tuhan akan bersemayam pada selama-lamanya, Ia telah melengkapkan arasy-Nya akan menghukumkan.

Bahwa Tuhan telah menjadi ketahuan; Ia telah melakukan hukum; orang fasik itu telah kena jerat oleh perbuatan tangannya sendiri! -- Higayon. Selah.

Melainkan segala hukum-Nya adalah selalu di hadapanku, dan segala firman-Nyapun tiada kujauhkan dari padaku.

Bahwa orang fasik itu mencahari daya upaya akan melawan orang yang benar serta dikernyutkannya giginya akan dia. Tetapi Tuhan tertawakan dia, karena dilihat-Nya harinya akan datang kelak.

Seperti domba mereka itupun dimasukkan ke dalam kubur dan maut itulah gembalanya! Pada pagi hari itulah orang benar akan memerintahkan mereka itu dan kubur itu akan membusukkan rupanya daru dalam tempat diamnya.

Mereka itu berkumpul dan menyembunyikan dirinya, mereka itu mengintai akan langkahku hendak membinasakan jiwaku. Manakan boleh mereka itu terlepas oleh sebab kejahatannya. Campakkanlah bangsa itu dengan murka-Mu, ya Allah!

Tambahkanlah kiranya salah pada salah mereka itu, dan jangan mereka itu sampai kepada kebenaran-Mu.

Sahaja engkau akan melihatnya dengan matamu serta memandang akan hal orang jahat itu dibalas.

di hadapan hadirat Tuhan, karena Iapun datang, bahkan, Iapun datang, hendak menghukumkan bumi; bahwa Ia akan menghukumkan segala isi dunia dengan adil dan segala bangsa manusia dengan kebenaran-Nya.

di hadapan hadirat Tuhan, karena Iapun datang menghukumkan dunia; maka Iapun akan menghukumkan dunia dengan adil dan segala bangsa dengan sebenar-benarnya.

Tatkala mata-Mu melihat gumpalku yang belum berupa, maka segala perkara ini telah tersurat dalam kitab-Mu dan segala haripun yang lagi akan datang, yang sesuatu dari padanyapun belum ada.

Bahwa Tuhanpun memeliharakan segala orang yang kasih akan Dia, tetapi segala orang fasik dibinasakan-Nya.

Bahwa harta benda tiada berguna pada masa tulah, tetapi kebenaran itu melepaskan dari pada mati.

Maka kataku dalam hatiku: Bahwa Allah juga akan menghukumkan orang yang benar dan orang yang tiada benar, karena bagi segala maksud dan bagi segala pekerjaan sekali datanglah masanya.

Bahwa terutamalah nama yang baik dari pada minyak bau-bauan yang indah, dan baiklah hari orang mati dari pada hari jadinya.

Maka kesudahan segala perkara yang didengar ia ini: Takutlah akan Allah dan peliharakanlah segala firman-Nya, karena itulah patut kepada segala manusia. Karena perbuatan tiap-tiap orang akan dihadapkan Allah kelak kepada hukum serta dengan segala perkara yang tersembunyi, dari pada baik dan jahat.

atau tunduk ke bumi, sesungguhnya adalah kepicikan dan kegelapan juga, ia akan dibingungkan oleh kesesakan dan dihalaukan ke dalam kegelapan. Tetapi tanah yang kepicikan begitu tiada akan tinggal di dalam kegelapan selalu; seperti pada zaman dahulu dikejikannya akan dia, yaitu akan tanah Zebulon dan Naftali, demikianpun akan dipermuliakannya pada akhir zaman, pada jalan dekat ke tasik, yang di seberang Yarden, yaitu Galilea orang kafir.

Karena Aku akan membalas kejahatannya kepada segala isi dunia dan kesalahannya kepada segala orang fasik, dan Aku akan memutuskan congkak orang sombong dan merendahkan jemawa orang lalim!

Maka maut akan ditelannya dengan kemenangan dan air matapun akan disapu Tuhan Hua dari pada muka segala orang dan dijauhkan-Nya kecelaan dari pada umat-Nya di atas seluruh muka bumi; karena demikianlah firman Tuhan!

Segala orang-Mu yang sudah mati itu akan hidup pula, lagi mayatku, semuanya itu akan bangkit! Bangunlah dan bersorak-soraklah, hai kamu sekalian yang duduk dalam abu! karena embunmu seperti embun pada sayur-sayuran, maka tanahpun akan mengeluarkan pula segala orang yang sudah mati.

Bahwa tubuhmu akan ditelanjangkan dan kemaluanmupun akan kelihatan; Aku akan membalas, maka seorangpun tiada akan menahankan Daku. Adapun nama Penebus kami, ia itu Tuhan serwa sekalian alam. Yang Mahasuci orang Israel!

Dan akan berseru-serukan tahun kesenangan Tuhan dan hari pembalasan Allah kita, dan akan menghiburkan segala orang yang berdukacita hatinya.

Karena sesungguhnya Aku menjadikan langit yang baharu dan bumi yang baharu; maka tiada peringatan lagi akan segala perkara yang dahulu itu, dan tiada ia itu akan terbit dalam hati.

Karena seperti langit yang baharu dan bumi yang baharu, yang akan Kujadikan itu, kekal di hadapan hadirat-Ku, demikianpun benihmu dan namamu akan kekal, demikianlah firman Tuhan. Maka akan jadi bahwa dari pada segala bulan sampai kepada sehari bulan dan dari pada sabat sampai kepada sabat segala manusia akan datang menyembah sujud di hadapan hadirat-Ku, demikianlah firman Tuhan. Maka apabila mereka itu ke luar, mereka itu akan melihat bangkai segala orang yang sudah mendurhaka kepada-Ku, dan bagaimana cacingnya tiada mati dan apinya tiada dipadamkan, dan mereka itu menjadi suatu tamasya yang hebat bagi segala manusia!

Bahwsanya segala jiwa orang Aku yang empunya dia, baik jiwa bapa baik jiwa anak, Aku yang empunya dia; maka jiwa yang berdosa itu juga akan mati!

Maka dalam antara kulihat ini, adalah tertaruh beberapa arasy dan Yang tiada berkesudahan harinya itu bersemayamlah, maka pakaian-Nya putih seperti salju dan rambut kepala-Nya seperti bulu kambing domba yang amat peresih, dan arasy-Nya bunga-bunga api dan jenteranyapun api bernyala-nyala. Maka suatu sungai api mengalirlah dan berpecah-pecahlah di hadapan-Nya, dan beribu-ribu berkhidmat kepada-Nya dan berlaksa-laksa menghadap hadirat-Nya; maka majelis hukumpun lalu duduklah dan segala suratpun dibukakanlah.

Kemudian dari pada itu segala kesucian Allah taala akan menerima kerajaan dan mempunyai kerajaan itu kekal sampai selama-lamanya, bahkan, sampai selama-lamanya.

Maka akan tanduk itu telah kulihat ia berperang dengan mereka sekalian yang suci, dan dialahkannya. Sampai datang Yang tiada berkesudahan harinya, dan Ia membenarkan hal segala kesucian Allah taala, maka masanya sudah datang, apabila kerajaan itu diberikan kepada mereka yang suci itu akan miliknya.

Maka ia akan mengatakan beberapa perkataan lawan Allah taala dan dianiayakannya segala umat kesucian Yang Mahatinggi itu dengan bengis dan disengajakannya mengubahkan segala masa dan hukum, dan mereka itu akan diserahkan kepada tangannya sampai satu masa dan dua masa dan setengah masa. Kemudian majelis hukum akan duduk dan dilalukan oranglah kerajaannya akan dibinasakan dan akan dirusakkan sampai kepada kesudahan. Pada masa itu kerajaan dan pemerintahan dan kuasa segala kerajaan yang di bawah segala langit itu akan dikaruniakan kepada segala umat kesucian Yang Mahatinggi, maka kerajaannya itu akan suatu kerajaan yang kekal dan segala pertuanan akan berkhidmat kepadanya dan menurut hukumnya!

Hata, maka pada masa itu akan bangkit berdiri Mikhael, penghulu besar itu, yang memeliharakan perkara segala bani bangsamu; setelah sudah ada suatu masa kesukaran, begitu besar belum pernah ada dahulu, dari pada jadi suatu bangsa datang kepada hari ini; tetapi pada masa itu bangsamu akan diluputkan, yaitu mereka itu sekalian yang didapati tersurat namanya di dalam Kitab itu. Maka banyaklah orang dari pada mereka yang tidur dalam lebu bumi itu akan bangun pula, setengah kepada hidup yang kekal, setengah kepada kehinaan dan kecelaan yang kekal. Maka segala penghulu akan gemerlap seperti terang cuaca di langit, dan mereka yang membenarkan banyak orang itupun akan seperti segala bintang kekal selama-lamanya! Tetapi akan dikau, hai Daniel! tutuplah olehmu segala perkataan ini dan meteraikanlah kitab ini sampai kepada masa kesudahan; maka pada masa itu banyak orang akan menyelidik dia, dan pengetahuannyapun akan dipertambahkan.

Tetapi engkau, hai Daniel! pergilah kepada ajalmu dan berhentilah, dan hendaklah engkau sedia akan menerima untungmu pada akhir zaman.

Karena hampirlah hari Tuhan atas segala bangsa kafir; seperti perbuatanmu, demikianpun akan diperbuat padamu dan pembalasanmu itu akan kembali kepada kepalamu.

Tetapi apabila dilihatnya banyak daripada orang Parisi dan Saduki pun datang minta dibaptiskan, berkatalah ia kepada mereka itu, "Hai bangsa ular, siapakah mengajar kamu melarikan dirimu daripada murka yang datang kelak?

Sekarang pun sudah sedia kapak di akar pohon kayu; maka tiap-tiap pohon kayu yang tiada berbuahkan buah yang baik, akan ditebang dan dibuang ke dalam api.

Nyirunya ada di dalam tangan-Nya; maka Ia akan membersihkan segenap tempat pengiriknya, lalu Ia mengumpulkan gandumnya masuk ke dalam lumbung, tetapi sekamnya akan habis dibakar-Nya dengan api yang tiada dapat dipadamkan."

Jikalau mata kananmu mendatangkan kesalahan padamu, koreklah dia, buangkan daripadamu; karena lebih baik engkau hilang sesuatu anggotamu, daripada segenap tubuhmu dibuangkan ke dalam neraka. Dan jikalau tangan kananmu mendatangkan kesalahan padamu, keratlah dia, buangkan daripadamu; karena lebih baik hilang sesuatu anggotamu, daripada segenap tubuhmu dibuangkan ke dalam neraka.

Karena dengan tuduhan yang kamu menuduh, kamu akan dituduh pula, dan dengan ukuran yang kamu mengukur, kamu akan diukurkan juga.

"Masuklah kamu daripada pintu yang sempit; karena luaslah pintu dan lebarlah jalan yang membawa kepada kebinasaan, dan banyaklah orang yang masuk daripadanya. Karena sempitlah pintu dan sesaklah jalan yang membawa kepada hidup, dan hanya sedikit orang yang mendapat dia.

Daripada buah-buahannya kamu akan mengenali dia. Pernahkah orang memetik buah anggur daripada pokok duri, atau buah ara daripada pokok onak? Demikian juga tiap-tiap pohon kayu yang baik, berbuahkan buah yang baik; tetapi pohon kayu yang jahat, berbuahkan buah yang jahat. Tiada dapat pohon kayu yang baik berbuahkan buah yang jahat, atau pohon yang jahat itu berbuahkan buah yang baik. Tiap-tiap pohon kayu yang tiada memberi buah yang baik, akan ditebang dan dibuangkan ke dalam api. Sebab itu daripada buah-buahannya kamu akan mengenali dia.

Bukannya tiap-tiap orang yang menyeru Aku, Tuhan, Tuhan, akan masuk ke dalam kerajaan surga; hanyalah orang yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di surga. Pada hari itu kelak banyaklah orang yang akan berkata kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah dengan nama Tuhan kami mengajar, dan dengan nama Tuhan kami membuangkan setan, dan dengan nama Tuhan kami mengadakan banyak mujizat? Pada ketika itu Aku akan berkata kepada mereka itu dengan nyata: Bahwa tiada pernah Aku mengenal kamu; undurlah daripada-Ku, hai kamu yang mengerjakan jahat.

Maka barangsiapa yang tiada menerima kamu atau tiada mendengar perkataanmu, apabila kamu keluar dari rumah atau negeri itu, kebaskanlah debu kakimu. Dengan sesungguhnya Aku berkata kepadamu, bahwa pada hari kiamat terlebih ringan siksa tanah Sodom dan Gomorah daripada siksa negeri itu.

Janganlah kamu takut akan orang yang membunuh tubuh, dan yang tiada berkuasa mematikan jiwa; tetapi yang terutama sekali hendaklah kamu takuti Dia, yang berkuasa membinasakan baik tubuh atau jiwa di dalam neraka.

Tetapi Aku berkata kepadamu: Bahwa pada hari kiamat terlebih ringan siksa Tsur dan Sidon daripada siksa kamu. Dan engkau, hai Kapernaum! Engkau ditinggikan sampai ke langit? Sampai ke dalam alam maut engkau akan ditolakkan, karena jikalau di dalam Sodom sudah jadi mujizat yang telah berlaku di dalam engkau, niscaya tinggallah ia sampai kepada masa ini. Tetapi Aku berkata kepadamu: Bahwa pada hari kiamat terlebih ringan siksa tanah Sodom daripada siksa engkau."

Tetapi Aku berkata kepadamu: Bahwa dari hal tiap-tiap kata yang sia-sia, yang dikatakan orang, wajiblah mereka itu menanggungnya pada hari kiamat. Karena dengan perkataanmu engkau akan dibenarkan, dan dengan perkataanmu juga engkau akan disalahkan."

dan ladang itu, ialah dunia ini; dan benih yang baik itu, ialah anak-anak kerajaan itu; dan lalang itu, ialah anak si Jahat. Dan seteru yang menabur lalang itu, ialah Iblis; dan musim menuai, ialah kesudahan alam; dan orang yang menuai itu, ialah segala malaekat. Maka sama seperti lalang itu dikumpulkan dan dibakar habis dengan api, sedemikianlah akan jadi pada kesudahan alam. Maka Anak manusia akan menyuruhkan segala malaekat-Nya, lalu malaekat itu akan mengumpulkan dari dalam kerajaan-Nya segala penggoda dan sekalian orang yang durhaka. Lalu dibuangkan-Nya ke dalam dapur yang berapi; di sanalah kelak tangisan dan kertak gigi. Pada masa itu segala orang yang benar akan bercahaya seperti matahari di dalam kerajaan Bapanya. Siapa yang bertelinga, hendaklah ia mendengar."

"Dan lagi pula kerajaan surga itu seumpama pukat, yang dilabuhkan orang di laut dan yang mengumpulkan berjenis-jenis ikan. Setelah penuh, ditarik orang naik ke pantai, lalu mereka itu duduk memilih, yaitu yang baik ditaruhnya di dalam bekasnya, tetapi yang tiada baik itu dibuangkannya. Demikianlah akan jadi pada kesudahan alam: Segala malaekat akan keluar mengasingkan orang jahat dari antara orang yang benar. Lalu membuangkan mereka itu ke dalam dapur yang berapi; di sanalah kelak tangisan dan kertak gigi.

Karena dari dalam hati itu pun keluar pikiran yang jahat, bunuhan, zinah, persundalan, pencurian, saksi dusta, hujat;

Apakah untungnya kepada seorang, jikalau ia beroleh segenap dunia ini, tetapi jiwanya binasa? Atau apakah yang patut diberi orang akan menebus jiwanya? Karena Anak manusia akan datang dengan kemuliaan Bapa-Nya beserta dengan segala malaekat-Nya; pada masa itu Ia akan membalas kepada tiap-tiap orang menurut perbuatannya.

serta berkata, "Sesungguhnya Aku berkata kepadamu, jikalau tiada kamu berbalik menjadi seperti kanak-kanak, sekali-kali tiada kamu masuk ke dalam kerajaan surga.

"Bahwa kerajaan surga itu diumpamakan dengan seorang raja, yang membuat perjamuan kawin bagi puteranya, lalu menyuruhkan hamba-hambanya memanggil orang jemputan pada perjamuan kawin itu, tetapi tiadalah mereka itu mau datang.

Maka masuklah raja itu hendak melihati orang yang dijamu itu, lalu dilihatnya di situ seorang yang tiada memakai pakaian perjamuan kawin. Maka bertitahlah ia kepadanya: Hai tolan, bagaimanakah engkau masuk ke mari dengan tiada memakai pakaian perjamuan kawin? Maka kebenganglah orang itu. Maka titah baginda itu kepada hambanya: Ikatlah kaki tangannya, buangkan ke dalam gelap yang di luar; di sanalah kelak tangisan dan kertak gigi.

Hai ular dan benih ular! Bagaimanakah dapat kamu lari melepaskan dirimu daripada hukuman neraka?

Tetapi barangsiapa yang bertekun sampai ke akhir, ialah akan diselamatkan.

"Pada ketika itu kerajaan surga kelak seumpama sepuluh anak dara, yang membawa pelitanya, lalu keluar hendak mengelu-elukan pengantin laki-laki. Maka dari antara mereka itu ada lima orang yang bodoh, dan lima orang yang berakal. Karena yang bodoh itu tiada membawa minyak, hanyalah pelitanya. Tetapi yang berakal itu membawa minyak di dalam bekasnya beserta dengan pelitanya. Maka pada ketika pengantin itu terlambat datang, mengantuklah mereka itu sekalian, lalu tertidur. Sekonyong-konyong pada tengah malam kedengaranlah seruan: Tengok, pengantin itu datang! Keluarlah kamu mengelu-elukan dia. Lalu bangunlah sekalian anak dara itu serta menyediakan pelita masing-masing. Maka kata yang bodoh itu kepada yang berakal: Berilah kami minyakmu, karena pelita kami hendak padam. Tetapi sahut yang berakal itu, katanya: Barangkali tiada cukup untuk kami dengan kamu; baiklah kamu pergi kepada orang berjual, belilah untuk dirimu sendiri. Sepeninggal mereka itu pergi membeli minyak, maka tibalah pengantin itu, dan anak dara yang bersedia itu pun masuklah mengiringkan pengantin itu kepada perjamuan kawin; maka pintu pun terkuncilah. Kemudian daripada itu datang pula anak dara yang lain itu sambil berkata: Ya Tuan, ya Tuan, bukakanlah kiranya kami pintu. Tetapi ia menjawab serta berkata: Sesungguhnya aku berkata kepadamu: Tiada aku kenal kamu.

Maka kata tuannya kepadanya: Sabaslah, hai hamba yang baik dan setiawan, atas yang sedikit pun engkau setia; aku akan menetapkan engkau atas hal ikhwal yang banyak. Masuklah engkau ke dalam kesukaan tuanmu.

"Apabila Anak manusia datang kelak dengan kemuliaan-Nya, dan segala malaekat-Nya pun serta-Nya, lalu Ia akan duduk di atas takhta kemuliaan-Nya; maka sekalian bangsa manusia pun akan dihimpunkan di hadapan-Nya, dan Ia akan mengasingkan mereka itu seorang daripada seorang, sama seperti gembala mengasingkan domba daripada kambing. Lalu dihimpunkan-Nya domba itu di sebelah kanan-Nya, tetapi kambing itu di sebelah kiri-Nya. Kemudian Raja itu pun kelak bertitahlah kepada mereka itu yang di sebelah kanan-Nya: Marilah, hai kamu yang diberkati oleh Bapa-Ku, memiliki warisan, yaitu kerajaan yang disediakan bagimu daripada awal kejadian alam. Karena pada masa Aku lapar, kamu memberi Aku makan; Aku dahaga, kamu memberi Aku minum; Aku seorang keluaran, kamu menyambut Aku; Aku bertelanjang, kamu memakaikan Aku dengan pakaian; Aku sakit, kamu melawati Aku; Aku di dalam penjara, kamu datang berjumpa Aku. Lalu menyahutlah kelak segala orang yang benar, serta berkata kepada-Nya: Ya Tuhan, masa manakah kami nampak Tuhan lapar, lalu kami memberi makan? atau dahaga, lalu kami memberi minum? Atau masa manakah kami nampak Tuhan seorang keluaran, lalu kami menyambut Tuhan? atau bertelanjang, lalu kami memakaikan dengan pakaian? Atau masa manakah kami nampak Tuhan sakit, atau di dalam penjara, lalu kami melawati Tuhan? Maka Raja itu akan menjawab, serta bersabda kepada mereka itu: Sesungguhnya Aku berkata kepadamu, bahwa barang sebagaimana yang kamu sudah berbuat kepada seorang-orang saudara-Ku yang terlebih hina ini, itulah perbuatan kamu kepada-Ku. Kemudian Raja itu pun akan bertitah kepada mereka itu yang di sebelah kiri-Nya: Undurlah dari hadapan-Ku, hai laknat, masuklah ke dalam api neraka yang kekal, yang disediakan bagi Iblis dan segala pesuruhnya. Karena pada masa Aku lapar, tiada kamu memberi Aku makan; Aku dahaga, tiada kamu memberi Aku minum; Aku seorang keluaran, tiada kamu menyambut Aku; Aku bertelanjang, tiada kamu memakaikan Aku dengan pakaian; Aku sakit dan di dalam penjara, tiada kamu melawati Aku; lalu mereka itu pun akan menyahut, katanya: Ya Tuhan, masa manakah kami nampak Tuhan lapar dan dahaga, atau seorang keluaran, atau bertelanjang, atau sakit, atau di dalam penjara, dan tiada kami melayani Tuhan? Kemudian Raja itu akan menjawab, serta bersabda kepada mereka itu: Sesungguhnya Aku berkata kepadamu, bahwa barang sebagaimana yang tiada kamu perbuat kepada seorang daripada orang yang terlebih hina ini, maka tiada juga perbuatan kamu kepada-Ku. Maka mereka itu akan pergi masuk ke dalam sengsara yang kekal; tetapi orang yang benar itu ke dalam hidup yang kekal."

akan tetapi barangsiapa yang menghujat Rohulkudus, tiadalah ia beroleh keampunan selama-lamanya, melainkan kekallah dosanya itu."

Maka tempat mana yang tiada menerima kamu, atau tiada hendak mendengar akan kamu, apabila kamu keluar dari situ pula, kebaskanlah debu yang di tapak kakimu, akan menjadi suatu kesaksian pada mereka itu."

Karena dari dalam, yaitu dari dalam hati orang, keluar pikiran yang jahat, zinah, curi, bunuhan, permukahan, kekikiran, kejahatan, tipu, hawa nafsu jahat, mata jahat, hujat, congkak, kebodohan.

Barangsiapa yang mendatangkan kesalahan kepada seorang jua pun daripada kanak-kanak yang percaya akan Daku ini, maka lebih baik padanya, jikalau pada lehernya dikenakan sebuah batu kisaran, lalu ia dicampakkan ke dalam laut. Dan jikalau tanganmu mendatangkan kesalahan padamu, keratlah dia; sebab lebih baik engkau masuk dengan tangan sebelah sahaja ke dalam hidup kekal, daripada engkau masuk dengan berdua belah tangan ke dalam jahanam, yaitu ke dalam api yang tiada terpadamkan, di tempat ulatnya pun tiada mati, dan apinya juga tiada terpadam. Dan jikalau kakimu mendatangkan kesalahan padamu, keratlah dia; karena lebih baik engkau masuk dengan kaki sebelah sahaja ke dalam hidup kekal, daripada engkau dibuangkan dengan berdua belah kaki ke dalam jahanam. Dan lagi, jikalau matamu mendatangkan kesalahan padamu, buanglah dia, sebab lebih baik engkau masuk dengan mata sebelah sahaja ke dalam kerajaan Allah, daripada engkau dibuangkan dengan kedua belah matamu ke dalam jahanam, di tempat ulatnya pun tiada mati, dan apinya juga tiada terpadam.

Barangsiapa yang percaya dan yang dibaptiskan, ialah akan diselamatkan, tetapi barangsiapa yang tiada percaya itu, ialah akan dihukumkan.

Nyirunya ada di dalam tangan-Nya; maka Ia akan membersihkan segenap tempat pengirik-Nya, lalu Ia mengumpulkan gandum-Nya masuk ke dalam lumbung, tetapi sekamnya akan habis dibakar-Nya dengan api yang tiada dapat dipadamkan."

Tetapi suatu pun tiada tersembunyi, yang tiada dinyatakan kelak, dan tiadalah rahasia, yang tiada dibukakan kelak. Sebab itu barang yang kamu katakan di dalam gelap, akan didengar di tengah terang; dan barang yang kamu bisikkan ke telinga orang di dalam bilik, akan diserukan dari atas sotoh rumah. Maka Aku berkata kepadamu, hai sahabat-Ku: Janganlah kamu takut akan orang yang membunuh tubuh, dan kemudian suatu pun tiada dapat diperbuatnya lagi. Tetapi Aku hendak menyatakan kepadamu akan siapa yang patut kamu takut, yaitu takutlah akan Dia, yang sesudah Ia membunuh, berkuasa membuangkan ke dalam neraka, bahkan, Aku berkata kepadamu: Hendaklah kamu takuti Dia.

Aku berkata kepadamu: Bukannya begitu; tetapi jikalau tiada kamu bertobat, niscaya kamu sekalian pun akan binasa begitu juga.

Maka berkatalah seorang kepada-Nya, "Ya Tuhan, sedikitkah sahaja orang yang beroleh selamat?" Maka kata-Nya kepada mereka itu, "Usahakanlah dirimu masuk daripada pintu yang sempit; karena Aku berkata kepadamu: Banyaklah orang yang ingin masuk, tetapi tiada dapat. Apabila tuan rumah itu bangun menutup pintu, dan kemudian kamu datang berdiri di luar mengetuk pintu dengan kata: Ya Tuan, bukakanlah kami pintu! maka ia pun akan menjawab sambil berkata kepadamu: Aku tiada tahu, dari mana kamu datang; baharulah kamu akan mulai berkata-kata: Kami sudah makan minum di hadapan Tuan, dan Tuan mengajar di lorong-lorong negeri kami. Maka ia akan berkata kepadamu: Aku tiada tahu, dari mana kamu datang; undurlah daripada-Ku, kamu sekalian, yang mengerjakan kejahatan. Di sanalah kelak tangisan dan kertak gigi, ketika kamu memandang Ibrahim, dan Ishak, dan Yakub, dan segala nabi di dalam kerajaan Allah, tetapi kamu akan ditolakkan ke luar.

Melainkan apabila engkau membuat perjamuan, jemputlah orang yang miskin, dan kudung, dan timpang, dan buta; maka berbahagialah engkau kelak, sebab tiada apa hendak dibalaskannya kepada engkau; karena engkau dibalas pada hari kebangkitan orang benar."

Maka seorang daripada orang jahat yang digantung itu pun menghujat Dia, "Bukankah Engkau ini Kristus? Selamatkanlah diri-Mu sendiri serta kami." Tetapi yang lain itu menjawab serta menghardik dia, katanya, "Tiadakah engkau ini takut akan Allah, sedang engkau kena hukum serupa itu juga? Kita memang dengan sepatutnya, karena kita menerima balasan yang berpadan dengan perbuatan kita; tetapi orang ini suatu pun tiada perbuatan-Nya yang salah." Lalu katanya, "Ya Yesus, ingatlah kiranya akan hamba pada ketika Tuhan tiba kelak di dalam kerajaan-Mu." Maka kata Yesus kepadanya, "Dengan sesungguhnya Aku berkata kepadamu: Hari ini juga engkau bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus."

Maka jawab Yesus, "Sesungguh-sungguhnya Aku berkata kepadamu: Jikalau barang seorang tiada diperanakkan daripada air dan Roh, tiada boleh ia masuk ke dalam kerajaan Allah.

Karena demikianlah Allah mengasihi isi dunia ini, sehingga dikaruniakan-Nya Anak-Nya yang tunggal itu, supaya barangsiapa yang percaya akan Dia jangan binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. Karena Allah menyuruhkan Anak-Nya ke dalam dunia ini, bukannya sebab hendak menghukumkan dunia itu, melainkan supaya dunia ini diselamatkan oleh-Nya. Barangsiapa yang percaya akan Dia, tiadalah ia dihukumkan, tetapi orang yang tiada percaya itu memang sudah dihukumkan, sebab tiada ia percaya akan nama Anak Allah yang tunggal itu. Maka inilah hukumannya, bahwa terang sudah datang ke dalam dunia, tetapi gelap itu lebih disukai manusia daripada terang itu, sebab segala perbuatan mereka itu jahat adanya. Karena barangsiapa yang berbuat kejahatan, benci akan terang dan tiada datang kepada terang itu, supaya jangan kelak segala perbuatannya kena tempelak. Tetapi orang yang berbuat benar datang kepada terang, supaya nyata segala perbuatannya itu dikerjakan di dalam Allah."

Barangsiapa yang percaya akan Anak itu, ia beroleh hidup yang kekal; tetapi barangsiapa yang mendurhaka kepada Anak itu, ia pun tiada akan nampak hidup, melainkan murka Allah tinggal di atasnya."

Sesungguh-sungguhnya Aku berkata kepadamu: Barangsiapa yang mendengar perkataan-Ku serta percaya akan Yang menyuruhkan Aku, ia itu beroleh hidup yang kekal, dan tiada masuk ke dalam hukuman, melainkan ia sudah berpindah daripada mati kepada hidup. Sesungguh-sungguhnya Aku berkata kepadamu, bahwa ketikanya akan datang dan sekarang ini ada juga, bahwa segala orang mati akan mendengar suara Anak Allah dan orang yang mendengar itu akan hidup. Karena sama seperti Bapa itu menaruh hidup di dalam diri-Nya, demikian juga dikaruniakan-Nya kepada Anak itu menaruh hidup di dalam diri-Nya. Dan lagi diberi-Nya kuasa kepada-Nya akan melakukan hukuman, sebab Ia itulah Anak manusia adanya. Jangan kamu heran akan hal itu, karena datang ketikanya apabila sekalian orang yang di dalam kubur akan mendengar suara-Nya, lalu mereka itu akan keluar; yaitu segala orang yang sudah berbuat baik akan bangkit kepada hidup yang kekal, dan segala orang yang sudah berbuat jahat akan bangkit menerima hukuman.

Karena inilah kehendak Bapa-Ku, bahwa masing-masing yang memandang Anak itu serta percaya akan Dia kelak beroleh hidup yang kekal, maka Aku ini akan menghidupkan dia pada hari kiamat."

Seorang pun tiada boleh datang kepada-Ku, jikalau tiada hatinya ditarik oleh Bapa yang menyuruhkan Aku; maka Aku ini akan menghidupkan dia pada hari kiamat.

Sesungguh-sungguhnya Aku berkata kepadamu: Barangsiapa yang percaya, ialah menaruh hidup yang kekal.

Barangsiapa yang makan tubuh-Ku dan minum darah-Ku, padanyalah hidup yang kekal, dan Aku ini akan menghidupkan dia pada hari kiamat.

Maka kata-Nya pula kepada mereka itu, "Aku ini pergi, dan kamu akan mencari Aku, dan kamu akan mati di dalam dosamu, tetapi ke tempat Aku ini pergi, kamu tiada boleh sampai."

Kata Marta kepada Yesus, "Hamba tahu, bahwa ia akan bangkit pada kebangkitan hari kiamat." Maka kata Yesus kepadanya, "Aku inilah Kebangkitan dan Hidup; siapa yang percaya akan Daku, walaupun sudah mati, ia akan hidup;

Sekarang adalah masa hukuman dunia; sekarang penghulu dunia akan dibuang ke luar.

Siapa yang membuang Aku dan tiada menerima perkataan-Ku, ia ada Satu yang menghukumkan dia. Maka perkataan yang Aku katakan, itulah yang akan menghukumkan dia pada hari kiamat.

Jikalau barang seorang tiada tetap di dalam Aku, terbuanglah ia ke luar sama seperti carang itu, serta menjadi kering; kemudian ia itu dikumpulkan orang, dibuangkannya ke dalam api, lalu hangus.

Maka dipesankannya kepada kami memberitakan kepada kaum, dan menyaksikan bahwa Ialah yang ditetapkan oleh Allah menjadi hakim segala orang yang hidup dan yang mati.

Segala zaman jahiliah itu dialpakan juga oleh Allah, tetapi sekarang ini segala orang di mana-mana pun disuruhnya bertobat. Karena sudah ditetapkan-Nya suatu hari, yang dijatuhkan-Nya hukum ke atas isi dunia ini dengan adil-Nya, oleh seorang yang ditetapkan-Nya dengan mensahkan Dia kepada sekalian manusia, di dalam hal Ia membangkitkan Dia dari antara orang mati." Apabila mereka itu sudah mendengar dari hal kebangkitan orang mati itu, maka setengah orang mengolok-olokkan; tetapi yang lain berkata, "Kita hendak mendengar engkau dari hal itu sekali lagi."

dan hamba menaruh harap akan Allah sama seperti mereka itu sendiri juga berharap, bahwa ada kelak kebangkitan daripada mati, baik bagi orang benar, baik bagi orang yang tiada benar. Di dalam hal ini juga hamba berusahakan diri, supaya senantiasa hamba menaruh perasaan hati yang suci, baik kepada Allah atau manusia.

Maka sebab mereka itu enggan berpegangkan Allah di dalam marifatnya, maka mereka itu diserahkan Allah kepada angan-angan yang keji, sehingga melakukan barang yang tiada senonoh, penuh dengan segala kelaliman, kejahatan, loba, dendam, sarat dengan kedengkian, perbunuhan, perkelahian, tipu daya, khianat, penghasut, pengumpat, kebencian Allah, penghina, penyombong, tekebur, penimbulkan akal jahat, tiada taat kepada ibu bapa, tiada berakal, orang yang mungkirkan janji, tiada penyayang, tiada berbelaskasihan; meskipun mereka itu mengetahui hukum Allah, bahwa orang yang melakukan demikian itu padan dengan mati, tetapi bukannya mereka itu melakukan demikian sahaja, melainkan memperkenankan pula orang-orang yang memperbuat sedemikian itu.

Sebab itu tiadalah dapat engkau mendalihkan dirimu, hai orang, siapa pun engkau yang menyalahkan orang; karena di dalam hal engkau menyalahkan orang lain, engkau sudah menyalahkan dirimu sendiri; sebab engkau yang menyalahkan itu berbuat sedemikian itu juga. Maka termaklumlah kepada kita bahwa hukum Allah itu jatuh dengan adil ke atas orang yang melakukan sedemikian itu. Hai orang, yang menyalahkan orang yang berbuat demikian itu, padahalnya engkau melakukan sedemikian itu juga, adakah engkau sangkakan, engkau ini terlepas daripada hukum Allah? Atau engkau hinakankah kemurahan-Nya yang limpah dan sabar dan panjang hati-Nya, dengan tiada mengetahui bahwa kemurahan Allah itu menarik engkau kepada hal bertobat? Tetapi menurut degilmu dan hati yang tiada mau bertobat, engkau menghimpunkan kemurkaan ke atas dirimu untuk hari murka dan kenyataan hukum Allah yang adil. Yang akan membalas ke atas tiap-tiap orang menurut perbuatan masing-masing, yaitu hidup yang kekal untuk orang yang mencari kemuliaan dan kehormatan dan peri yang tiada berkebinasaan di dalam berbuat baik dengan tekunnya; tetapi murka dan geram itu ke atas orang yang loba dan tiada taat kepada kebenaran, melainkan taat kepada kelaliman, siksa dan ketakutan itu ke atas tiap-tiap jiwa manusia yang mengerjakan kejahatan itu, terutama sekali orang Yahudi, demikian juga orang Gerika; tetapi kemuliaan dan kehormatan dan sejahtera itu untuk tiap-tiap orang yang mengerjakan kebajikan, terutama sekali untuk orang Yahudi, demikian juga orang Gerika. Sebab Allah tiada menilik atas rupa orang.

Karena seberapa banyak orang yang berbuat dosa, dengan tiada bertaurat, akan dibinasakan juga di luar hukum Taurat; dan seberapa banyak orang yang berbuat dosa, sedang takluk di bawah hukum Taurat, akan dihukumkan oleh Taurat itu. Karena bukannya orang yang mendengar bunyi Taurat itu benar kepada Allah, melainkan orang yang mengamalkan hukum Taurat itu akan dibenarkan. Karena jikalau orang kafir yang tiada bertaurat itu, dengan tabiatnya sendiri, berbuat seperti hukum Taurat itu, maka orang itulah yang tiada bertaurat ini menjadi Taurat bagi dirinya, melakukan diri seperti orang yang menunjukkan bahwa isi Taurat itu tertulis di dalam hatinya, dan perasaan hatinya menyaksikan demikian itu, dan pikiran mereka itu di antara sama sendirinya itu berbalah-balah atau pun membenarkan dia pada hari Allah menghakimkan segala rahasia manusia itu oleh sebab Kristus Yesus, bersetuju dengan Injil yang kuberitakan.

Tetapi kita ketahui: Bahwa seberapa banyak yang dikatakan di dalam Taurat, itulah yang dikatakan kepada orang yang takluk di bawah hukum Taurat, supaya tiap-tiap mulut orang boleh dikatupkan dan seisi dunia ini jatuh ke bawah hukuman Allah.

melainkan karena kita juga, akan dihisabkan itu kelak bagi kita yang percaya akan Dia, Yang sudah membangkitkan Yesus, Tuhan kita, dari antara orang mati, yaitu Yang telah diserahkan karena segala dosa kita dan Yang dibangkitkan karena sebab hal membenarkan kita.

Demikianlah kita dikuburkan serta-Nya oleh baptisan itu ke dalam maut, supaya sebagaimana Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, sedemikian itu juga kita ini pun dapat berjalan di dalam suatu hidup yang baharu. Karena jikalau kita sudah menjadi satu dengan Dia, dengan mengambil bahagian di dalam hal mati-Nya, begitu juga kita menjadi satu dengan Dia di dalam hal kebangkitan-Nya,

Tetapi sekarang, setelah kamu merdeka daripada dosa, dan menjadi hamba kepada Allah, maka kamu beroleh buah-buahan yang menuju kesucian, dan kesudahannya itu hidup yang kekal. Karena upah dosa itu maut, tetapi karunia Allah itu hidup yang kekal di dalam Kristus Yesus Tuhan kita.

Maka oleh sebab itu sekarang tiadalah lagi hukuman ke atas orang yang di dalam Kristus Yesus. Karena hukum Roh yang mengaruniakan hidup di dalam Kristus Yesus sudah memerdekakan aku daripada hukum dosa dan maut itu.

Hai kekasihku, janganlah kamu sendiri membalas, melainkan berilah keluasan kepada kemurkaan, karena adalah tersurat: Bahwa kepada Akulah ada pembalasan; Aku ini akan membalaskan, kata firman Tuhan.

Tetapi engkau ini, apakah sebabnya engkau menyalahkan saudaramu? Atau engkau, apakah sebabnya engkau memudahkan saudaramu pula? Karena kita sekalian kelak akan menghadap kursi pengadilan Allah. Karena adalah tersurat: Demi hidup-Ku ini firman Tuhan, bahwa tiap-tiap lutut akan bertelut kepada-Ku, dan tiap-tiap lidah akan mengaku kepada Allah. Oleh yang demikian, maka masing-masing kita wajib akan memberi kira-kira kelak dari hal dirinya sendiri kepada Allah.

yang juga akan menetapkan kamu sampai kepada kesudahan, supaya kamu tiada bercela pada hari Tuhan kita Yesus Kristus.

Karena lain alasan tiadalah dapat diletakkan oleh seorang jua pun, kecuali yang sudah terletak, yaitu Yesus Kristus. Jikalau barang seorang mendirikan rumah emas, perak, batu yang indah-indah, kayu, rumput kering, atau jerami di atas alasan itu, maka pekerjaan masing-masing itu ketaralah kelak. Karena Hari itu akan menerangkan halnya, sebab dinyatakan itu dengan api; maka api itu sendiri akan menguji jenis pekerjaan masing-masing itu. Jikalau pekerjaan barang seorang tinggal tetap, yang dibangunkannya di atas alasan itu, niscaya diperolehnya pahala kelak. Jikalau pekerjaan seorang terbakar, niscaya rugilah ia. Maka ia sendiri akan selamat, tetapi seolah-olah orang yang menerusi api.

Oleh yang demikian janganlah kamu memutuskan barang sesuatu hal dahulu daripada waktunya, sehingga datang Tuhan, yang akan menerangkan barang yang tersembunyi di dalam gelap, dan akan menyatakan segala kasad hati orang. Pada masa itulah masing-masing akan beroleh kepujian daripada Allah.

Tiadakah kamu mengetahui bahwa orang lalim tiada akan menjadi waris kerajaan Allah? Janganlah kamu tersesat. Orang berzinah, dan penyembah berhala, dan orang bermukah, dan orang semburit, dan orang yang berburit, dan pencuri, dan orang tamak, dan pemabuk, dan pencerca, dan pendaya, semuanya itu tiada akan menjadi waris kerajaan Allah. Dan semacam itulah ada setengah dari antara kamu dahulu, tetapi kamu sudah dibasuh, dan kamu telah dikuduskan, dan kamu telah dibenarkan dengan nama Tuhan Yesus Kristus dan dengan Roh Allah Tuhan kita.

Tetapi jikalau kita menyalahi diri kita sendiri, niscaya tiadalah kita dihukumkan.

Tetapi sesungguhnya Kristus sudah dibangkitkan dari antara orang mati, menjadi buah sulung di antara segala orang yang sudah mati. Karena sedang maut itu diadakan oleh sebab seorang manusia, begitu juga kebangkitan dari antara orang mati itu diadakan oleh sebab seorang manusia. Karena sama seperti di dalam Adam mati segala manusia, begitu juga di dalam Kristus sekaliannya akan dihidupkan. Tetapi masing-masing menurut peraturan gilirannya; adapun buah sulung itulah Kristus, kemudian segala umat Kristus pada masa kedatangannya kelak. Kemudian tiba kesudahan itu, apabila diserahkannya kerajaan itu kepada Allah, Bapa, setelah dilenyapkannya segala perintah, dan segala kuasa memerintah, dan kuat kuasa. Karena tak dapat tiada Ia memerintah menjadi raja, sehingga Allah menaklukkan segala musuh di bawah kaki-Nya. Adapun musuh yang akhir sekali yang dilenyapkan, yaitu maut. Karena "segala sesuatu sudah ditaklukkan Allah ke bawah kaki-Nya." Tetapi apabila difirmankan-Nya bahwa segala sesuatu sudah ditaklukkan, maka nyatalah Ia, yang menaklukkan segala sesuatu itu, terkecuali. Apabila segala sesuatu sudah ditaklukkan kepada-Nya itu, maka pada masa itu Anak itu pun akan menaklukkan diri-Nya kepada Dia, yang menaklukkan segala sesuatu kepada-Nya, supaya Allah menjadi semuanya di dalam sekalian.

Demikianlah juga kebangkitan orang mati. Adalah ditaburkan dengan peri kebinasaan, dibangkitkan dengan peri tiada kebinasaan; ditaburkan dengan kehinaan, dibangkitkan dengan kemuliaan; ditaburkan dengan kelemahan, dibangkitkan dengan kuasa; ditaburkan tubuh nafsani, dibangkitkan tubuh rohani. Jikalau ada tubuh nafsani, adalah juga tubuh rohani. Demikian juga ada tersurat: Bahwa manusia yang pertama, yaitu Adam, menjadi nyawa yang hidup. Maka Adam yang akhir itu menjadi roh yang menghidupkan. Tetapi bukan mula-mula menjadi yang rohani, melainkan yang nafsani, kemudian yang rohani itu. Maka manusia yang pertama itu berasal daripada bumi, yaitu tanah, manusia yang kedua itu berasal dari surga. Maka sebagaimana yang daripada bumi itu, demikianlah juga segala orang yang daripada bumi. Dan sebagaimana yang dari surga itu, demikianlah juga segala yang dari surga asalnya. Dan sebagaimana kita memakai rupanya yang daripada bumi ini, demikianlah juga kita akan memakai rupanya yang daripada surga itu.

Tetapi inilah kukatakan, hai saudara-saudaraku, bahwa daging dan darah tiada dapat mewarisi kerajaan Allah; dan keadaan yang akan binasa tiada mewarisi keadaan yang tiada akan binasa. Ingatlah, aku menyatakan kepadamu suatu rahasia: Bahwa bukan sekalian kita ini akan mati, tetapi kita sekalian akan diubahkan, di dalam sesaat, di dalam sekejap mata pada bunyi sangkakala yang akhir; karena sangkakala akan berbunyi, dan segala orang mati akan dibangkitkan dengan keadaan yang tiada akan binasa, dan kita ini akan diubahkan. Karena tak dapat tiada keadaan yang akan binasa ini akan memakai keadaan yang tiada akan binasa, dan peri yang akan mati ini tak dapat tiada akan memakai peri yang tiada akan mati. Tetapi apabila keadaan yang akan binasa ini sudah memakai keadaan yang tiada akan binasa, dan peri yang akan mati ini sudah memakai peri yang tiada akan mati, baharulah akan sampai kelak perkataan yang tersurat ini: Bahwa maut sudah ditelan di dalam kemenangan.

Karena tak dapat tiada kita sekalian akan jadi nyata di hadapan kursi pengadilan Kristus, supaya tiap-tiap orang menerima balasan, sebagaimana yang telah dilakukan oleh tubuh itu, baik atau jahat. Sedang kami mengetahui dari hal takut akan Tuhan, maka itulah sebabnya kami mengajak orang, tetapi kepada Allah sudahlah kami nyata; maka haraplah aku juga nyata kepada perasaan hati kamu.

Karena aku kuatir, jangan pula pada masa kedatanganku aku dapati kamu tiada seperti yang aku suka, demikianlah juga kamu dapati aku tiada seperti yang kamu suka; aku kuatir ada perbantahan, kedengkian, kemarahan, hal berpihak-pihak, umpat, bisik-bisik, kesombongan, huru-hara; aku kuatir, apabila aku datang lagi, Tuhanku merendahkan aku di hadapan kamu, sehingga aku berdukacita akan banyak orang yang masa dahulu sudah berbuat dosa, dan belum lagi bertobat daripada kecemaran dan zinah dan percabulan yang dilakukan oleh mereka itu.

Maka perbuatan menurut hawa nafsu itu telah nyata, yaitu zinah, kecemaran, percabulan, menyembah berhala, hobatan, perseteruan, perkelahian, cemburuan, kemarahan, perlawanan, perceraian, bidat, dengki, mabuk, berlazat-lazat dan sebagainya. Maka akan hal segala perkara itu lagi aku berkata kepadamu, seperti yang dahulu sudah kukatakan kepadamu, bahwa orang yang mengamalkan segala perkara yang demikian itu tiada akan mewarisi kerajaan Allah.

Janganlah kamu tersesat: Allah tiada boleh diolok-olokkan; karena barang yang ditabur orang, itu juga akan dituainya. Karena barangsiapa yang menabur di dalam hawa nafsunya itu akan menuai kebinasaan daripada hawa nafsunya; tetapi barangsiapa yang menabur di dalam Roh itu, akan menuai hidup yang kekal daripada Roh itu.

yang di dalam Dia itu kita beroleh penebusan oleh sebab darah-Nya, yaitu keampunan segala dosa, menurut kelimpahan anugerah-Nya itu,

Tetapi zinah dan segala perbuatan yang cemar atau tamak, jangan sampai disebut namanya pun di antara kamu, sebagaimana yang patut bagi orang suci. Demikian juga barang yang keji dan percakapan yang sia-sia dan jenaka, yaitu perkara yang tiada berlayak; melainkan lebih baik mengucap syukur. Karena ini kamu ketahui dengan sesungguhnya, bahwa tiada orang yang berzinah, atau orang yang cemar, atau orang yang tamak, yang menyembah berhala, beroleh warisan di dalam kerajaan Kristus dan Allah itu. Biarlah jangan orang memperdayakan kamu dengan perkataan yang sia-sia; karena itulah sebabnya datang murka Allah atas anak-anak durhaka.

supaya dapat aku mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya dan persekutuan di dalam sengsara-Nya, akan menjadi serupa dengan Dia di dalam hal mati-Nya, kalau-kalau aku dapat sampai kepada kebangkitan dari antara orang mati itu.

Tetapi tanah air kita ada di surga, dari sana juga kita menantikan Juruselamat, yaitu Tuhan Yesus Kristus, yang akan mengubahkan rupa tubuh kita yang hina ini menjadi serupa dengan tubuh-Nya yang mulia itu, menurut seperti kuat kuasa-Nya yang dapat menaklukkan segala sesuatu kepada diri-Nya.

Maka Ialah yang sudah melepaskan kita daripada kuasa gelap, dan memindahkan kita ke dalam kerajaan Anak yang dikasihi-Nya, oleh Dia itu kita mendapat penebusan, yaitu keampunan segala dosa,

tetapi sekarang Ia telah memperdamaikan kamu dengan jalan mati-Nya di dalam tubuh-Nya yang binasa, membawa kamu suci, dan tiada bercacat dan cela ke hadirat Allah, asal kamu tekun di dalam iman, dengan tetap dan teguh, apatah lagi tiada kamu berpaling daripada pengharapan yang di dalam Injil, yang sudah kamu dengar, dan yang sudah diberitakan kepada sekalian makhluk yang di bawah langit, dan yang aku ini, Paulus, sudah menjadi pelayan-Nya.

Padamkanlah segala nafsu duniawi, yaitu zinah, najis, hawa nafsu, keinginan yang jahat, dan lagi tamak yang serupa dengan penyembah berhala; maka oleh sebab segala perkara itulah datang murka Allah; maka kamu pun dahulu melakukan dirimu di dalam hal itu, tatkala kamu hidup di dalam segala perkara itu. Tetapi sekarang hendaklah kamu pun meninggalkan segala perkara ini: kemarahan, geram, kejahatan, umpat, perkataan keji yang keluar daripada mulutmu. Jangan seorang bercakap bohong kepada yang lain, sedang kamu sudah menanggalkan perangai yang lama itu dengan segala kelakuannya,

Karena orang yang berbuat salah akan menanggung kesalahan yang diperbuatnya itu, dan tiadalah orang dibedakan atas rupanya.

supaya Ia meneguhkan hatimu di dalam keadaan yang suci dengan tiada bercacat cela di hadirat Allah, yaitu Bapa kita, pada masa kedatangan Tuhan kita Yesus beserta dengan segala orang suci-Nya.

Maka Allah sendiri, yang pohon sejahtera itu, menguduskan kiranya kamu dengan sempurnanya; dan segenap roh dan nyawa dan tubuh kamu terpelihara dengan tiada bercacat cela pada masa kedatangan Tuhan kita Yesus Kristus.

Itulah menjadi suatu tanda hukuman Allah yang adil, bahwa kamu dihisabkan berlayak bagi kerajaan Allah, maka karena itulah juga kamu merasai sengsara; sedangkan pada pemandangan Allah menjadi adil membalaskan kesusahan kepada orang yang menyusahkan kamu, dan kepada kamu yang disusahkan itu membalaskan kesenangan beserta dengan kami, pada masa Tuhan Yesus itu dinyatakan dari surga dengan segala bala tentara malaekat-Nya, dengan api yang bernyala, membalas atas segala orang yang tiada mengaku Allah, dan atas segala orang yang tiada mau menurut Injil Tuhan kita Yesus. Maka mereka itu akan terkena siksa kebinasaan yang kekal, dijauhkan dari hadirat Allah dan dari kemuliaan kodrat-Nya, pada masa Ia akan datang kelak supaya dipermuliakan di dalam segala orang suci-Nya, dan menjadi suatu ajaib pada Hari itu kepada segala orang yang percaya, karena kesaksian kami kepadamu itu dipercayai.

Tetapi kita mengetahui bahwa syariat Taurat itu baik, jikalau orang menjalankan dia dengan sepatutnya, serta menaruh insaf bahwa hukum itu diadakan bukannya bagi orang yang benar, melainkan bagi orang fasik dan yang tiada mau diperintahkan, bagi orang yang tiada beragama dan orang yang penuh dengan dosa, bagi orang yang najis dan yang mencela, bagi orang yang membunuh bapanya dan yang membunuh ibunya, dan bagi segala pembunuh, bagi orang yang berzinah dan orang semburit, dan yang mencuri orang, dan yang membuat dusta dan yang bersumpah dusta, dan barang apa pun yang bersalahan dengan pengajaran yang benar itu, menurut seperti bunyi Injil yang memberitakan kemuliaan Allah yang terpuji, maka itulah yang diamanatkan kepadaku.

Maka inilah engkau pesankan, supaya mereka itu tiada bercacat cela.

karena kita sudah membawa satu pun tidak ke dalam dunia ini, sebab itu satu pun tidak juga boleh kita bawa ke luar.

supaya engkau memeliharakan hukum itu dengan tiada bercacat dan dengan tiada bercela, sehingga kelihatan Tuhan kita Yesus Kristus;

Maka inilah perkataan yang sungguh, "Bahwa jikalau kita sudah mati serta-Nya, kita akan hidup serta-Nya juga; dan jikalau tahan kita menderita, kita akan memerintah serta-Nya; jikalau kita menyangkal Dia, maka Ia pun akan menyangkal kita;

Maka di hadirat Allah dan Kristus Yesus, yang akan menjadi hakim segala orang yang hidup dan yang sudah mati, dan demi kedatangan-Nya dan kerajaan-Nya, aku berpesan kepadamu dengan sesungguhnya:

Karena aku telah sedia dipersembahkan, dan masa ajalku sudah sampai. Aku telah berusaha dengan bersungguh-sungguh di dalam peperangan iman, aku telah menyempurnakan usahaku, aku telah memeliharakan iman; pada akhirnya makota kebenaran telah tersedia bagiku yang akan dikaruniakan kepadaku pada Hari itu oleh Tuhan, yaitu hakim yang adil itu; dan bukan kepadaku sahaja, melainkan juga kepada sekalian orang yang telah sangat gemar akan kedatangan-Nya.

Sebab itu patutlah kita terlebih lagi ingat akan segala perkara yang sudah kedengaran itu, supaya jangan kita boleh hanyut. Karena jikalau firman yang difirmankan Allah dengan lidah malaekat-Nya itu sudah nyata tetap, dan tiap-tiap kesalahan dan durhaka itu ada balasannya dengan adil, bagaimanakah dapat kita terlepas jikalau kita ini melalaikan keselamatan yang sebegitu besar? yang mula-mula diberitakan Tuhan, lalu disungguhkan kepada kita oleh segala orang yang sudah mendengarnya;

Sedangkan manusia telah tentu satu kali akan mati, dan kemudian daripada itu datang hukuman,

lalu kata-Ku: Lihatlah, Aku sudah tiba (maka di dalam kitab yang bergulung sudah tersurat dari hal-Ku) hendak melakukan kehendak-Mu, ya Allah."

dan biarlah kita hirau-menghiraukan sama sendiri akan membangkitkan kasih dan perbuatan yang baik. Janganlah kita undur daripada berhimpun bersama-sama, sebagaimana biasa setengah orang berbuat, melainkan bernasehat-nasehatlah sama sendiri, maka itu pun makin lebih, sebab kamu lihat Hari itu telah hampir. Karena jikalau kita berbuat dosa dengan sengaja kemudian daripada kita telah beroleh pengenalan akan yang benar itu, maka tidak ada lagi korban karena dosa, melainkan ada dahsyat orang menantikan hukuman itu, dan ada suatu hangat api yang akan melulur segala yang melawan.

Karena kita mengenal Dia yang sudah berfirman: Kepada Akulah ada pembalasan, Aku ini akan membalaskan. Dan lagi pula: Tuhan yang akan menghakimkan kaumnya. Maka dahsyatlah jikalau jatuh ke tangan Allah yang hidup itu.

Tetapi kamu sudah datang ke gunung Sion, dan ke negeri Allah yang hidup, yaitu Yeruzalem yang di surga, dan kepada perhimpunan berlaksa-laksa malaekat, dan kepada sidang jemaat segala anak sulung yang sudah tersurat namanya di surga, dan kepada Allah, Hakim bagi orang sekalian, dan kepada segala roh orang yang benar yang sudah jadi sempurna,

Hendaklah hal nikah itu diindahkan di antara orang sekalian, dan tempat tidur jangan jadi najis; karena orang berkendak dan orang berzinah akan disiksakan Allah kelak.

Karena cukuplah sudah kamu berbuat seperti kehendak orang kafir pada masa yang telah lalu itu dengan melakukan dirimu di dalam percabulan, hawa nafsu, mabuk, lazat, minum tiada berhingga, menjadi penyembah berhala yang diharamkan itu.

tetapi mereka itu wajib memberi jawab kelak kepada Dia, yang sedia akan menghukumkan segala orang yang hidup dan yang mati. Karena dengan maksud itulah Injil itu diberitakan kepada orang-orang mati pun, supaya mereka itu dihukumkan menurut seperti keadaan manusia, tetapi hidup menurut keadaan Allah di dalam roh. Tetapi zaman yang akhir itu sudah dekat. Sebab itu hendaklah pikiranmu sempurna, dan berdoa dengan siumannya.

Karena sudah sampai waktunya hukuman mulai berlaku pada isi rumah Allah, tetapi jikalau pada kita ini mulanya, apakah kesudahannya segala orang yang tiada menurut Injil Allah itu?

Karena jikalau malaekat tatkala berbuat dosa tiada disayangkan Allah, melainkan dibuangkannya ke dalam neraka dan ditahankannya di dalam gua gelap sehingga dijatuhkannya hukum,

jikalau begitu, sudah nyata bahwa Tuhan tahu melepaskan segala orang yang beribadat dari dalam pencobaan, dan tahu mengawali orang-orang yang tiada benar sehingga sampai kepada hari hukuman, supaya disiksakannya mereka itu, istimewa pula orang-orang yang melakukan dirinya menurut tabiat duniawi, di dalam hawa nafsu yang najis, dan menghinakan segala kuasa. Mereka itu berani dan beraja di hati, dan tiada gentar mengumpat segala yang mulia-mulia, padahal segala malaekat, walaupun lebih besar kuat kuasanya, tiada mengumpat mereka itu kepada Tuhan. Tetapi orang-orang ini seumpama makhluk yang tiada berakal, bertabiat binatang yang diburu dan dibunuh, mencela segala perkara yang mereka itu sendiri jahil; maka tak dapat tiada mereka itu akan binasa oleh sebab perbuatannya sendiri yang binasa, mendapat upah kesalahannya. Maka mereka itu mensifatkan hidup dengan lazatnya pada siang hari itu suatu kesukaan, serta menjadi cacat dan cela di dalam hal menyesatkan kamu apabila mereka itu makan dengan kamu. Maka mata mereka itu penuh dengan zinah; dan tiada mau berhenti daripada dosa, sambil mengumpan orang yang tiada tetap, dengan hati yang biasa tamak, anak-anak laknat; mereka itu dengan meninggalkan jalan yang lurus, lalu sesat, sambil mengikut jalan anak Beor, yaitu Bileam, yang suka akan upah perbuatan salah, tetapi ia sudah terkena tempelak sebab kesalahannya itu: seekor keledai yang bisu berkata dengan suara manusia, membatalkan kebebalan nabi itu. Orang-orang ini seperti mata air yang tiada berair dan kabut yang ditiup angin ribut, baginyalah gelap gulita sudah tersedia.

Tetapi segala langit yang ada ini serta bumi ini ditaruhkan untuk api oleh firman itu juga, tersedia sehingga hari hukuman dan kebinasaan segala orang fasik. Tetapi perkara yang satu ini jangan kamu lupakan, hai segala kekasihku, bahwa satu hari kepada Tuhan sama seperti seribu tahun, dan seribu tahun sama seperti satu hari. Maka Tuhan tiada berlambatan di dalam hal perjanjian itu sebagaimana ada beberapa orang yang membilangkan hal itu lambat, melainkan panjang sabar akan kamu, tiada Ia gemar akan seorang pun binasa, melainkan sehingga sekaliannya sampai kepada tobat.

Tetapi Hari Tuhan itu akan tiba kelak seperti pencuri; lalu segala langit itu akan lenyap dengan bunyi yang sangat dahsyat, dan segala anasir akan terbakar lalu hancur, dan bumi serta segala perbuatan yang ada di dalamnya akan dihanguskan. Oleh sebab segala perkara itu akan binasa kelak atas peri yang demikian, bagaimanakah patut kamu melakukan dirimu di dalam kehidupan yang suci dan beribadat? Sambil menantikan dan menyegerakan kedatangan Hari Allah itu, yang menyebabkan segala langit akan terbakar lalu binasa, dan segala anasir akan terbakar lalu cair. Tetapi menurut seperti janji Tuhan, kita menantikan langit yang baharu dan suatu bumi yang baharu, yang berisi kebenaran.

Sebab itu, hai kekasihku, sedang kamu menantikan segala perkara itu, berusahalah supaya kamu didapati dengan sejahtera, dan dengan tiada bercacat dan tiada bercela pada pemandangan Tuhan.

Tengoklah, alangkah besarnya kasih yang dikaruniakan oleh Bapa kepada kita, sehingga kita dikatakan anak-anak Allah! Demikianlah hal kita. Maka inilah sebabnya dunia ini tiada mengenal kita, oleh sebab tiada dikenalnya Tuhan. Hai segala kekasihku, sekarang kita ini menjadi anak-anak Allah, maka belum lagi nyata bagaimana akan jadinya kita kelak. Tetapi kita mengetahui, bahwa jikalau Ia sudah nyata kelak, kita pun menjadi serupa dengan Dia, karena kita akan melihat Dia sebagaimana Ia ada.

Maka kita ini mengetahui bahwa kita telah lepas daripada mati menuju hidup, karena kita mengasihi segala saudara. Maka orang yang tiada mengasihi, tinggallah di dalam maut. Barangsiapa yang membenci saudaranya, ialah seorang pembunuh; dan kamu mengetahui bahwa kepada seorang pembunuh tiada ada hidup yang kekal di dalam dirinya.

Di dalam inilah kasih itu sempurna di dalam kita, supaya kita beroleh keluasan hati pada Hari hukuman, karena sebagaimana Kristus di dalam kasih, sebegitu juga kita di dalam dunia ini.

Maka inilah kesaksiannya: Allah sudah mengaruniakan kita hidup yang kekal, dan hidup itulah di dalam Anak-Nya. Maka orang yang mempunyai Anak itu, mempunyai hidup, dan orang yang tiada mempunyai Anak Allah itu, tiada mempunyai hidup itu.

Dan segala malaekat yang tiada mengindahkan derajatnya, melainkan meninggalkan tempat kediamannya sendiri, ditahan-Nya di dalam belenggu yang kekal di dalam gelap hingga kepada Hari hukuman yang besar itu. Sebagaimana Sodom dan Gomorah dan segala negeri yang berdekatan dengan negeri itu, samalah juga seperti mereka itu telah menyerahkan diri kepada perbuatan zinah serta mengikut makhluk lain, menjadi suatu teladan dengan menanggung siksa api yang kekal.

sebagai gelombang besar di laut, menyemburkan malunya sendiri; seperti bintang yang beredar; maka bagi segala orang itu gelap gulita sudah tersedia selama-lamanya.

hendak memutuskan hukum-Nya atas orang sekalian, dan hendak menjatuhkan hukum ke atas segala orang fasik di dalam hal segala perbuatannya yang fasik itu, yang telah dilakukannya dengan fasiknya, dan di dalam hal segala kekerasan yang dikatakan oleh orang berdosa yang fasik ke atas-Nya."

Maka akan orang yang bimbang kasihankanlah, dan sentakkanlah mereka itu dari dalam api dan selamatkanlah mereka itu; dan kepada yang lain hendaklah kamu kasihan dengan berjaga-jaga, dengan membenci akan pakaiannya yang cemar dengan hawa nafsu. Maka bagi Dia yang berkuasa memeliharakan kamu daripada terserandung, serta mendirikan kamu dengan tiada bercela di hadapan kemuliaan-Nya, dengan sukacita yang amat sangat,

Tatkala aku nampak Dia, maka rebahlah aku pada kaki-Nya seperti orang mati. Maka diletakkan-Nya tangan kanan-Nya ke atasku sambil berkata, "Jangan takut, Aku inilah yang awal dan yang akhir, dan yang hidup. Aku sudah mati, maka tengoklah, sekarang Aku hidup selama-lamanya, serta ada pada-Ku anak kunci maut dan alam maut.

Barangsiapa yang bertelinga, hendaklah ia mendengar kata Roh itu kepada segala sidang jemaat. Maka kepada orang yang menang, kepadanyalah Aku akan memberi makan buah pohon hayat yang di dalam Firdaus Allah."

Barangsiapa yang bertelinga, hendaklah ia mendengar kata Roh itu kepada segala sidang jemaat. Maka orang yang menang, sekali-kali tiada akan terkena bahaya maut yang kedua itu."

Maka orang yang menang akan dipakaikan dengan pakaian putih dan sekali-kali tiada Aku akan menghapuskan namanya dari dalam kitab hayat, dan Aku akan mengakui namanya di hadapan Bapa-Ku dan di hadapan segala malaekat-Nya.

Maka orang yang menang, Aku memberi dia duduk dengan Aku di atas arasy-Ku, sebagaimana Aku juga menang serta duduk dengan Bapa-Ku di atas arasy-Nya.

maka berteriaklah mereka itu dengan suara besar, katanya, "Berapa lamakah lagi, ya Tuhan yang kudus dan yang benar, Engkau tiada menghukumkan dan membelakan darah kami ke atas segala orang yang duduk di bumi itu?"

Maka malaekat yang ketujuh itu pun meniup sangkakalanya, lalu kedengaranlah beberapa suara besar di surga mengatakan, "Kerajaan dunia ini menjadi kerajaan Tuhan kita, dan kerajaan Kristusnya, maka Ia akan memerintah kelak selama-lamanya."

Segala orang kafir itu sudah naik marahnya, tetapi murka-Mu sudah sampai, dan ketika orang mati dihukumkan, dan sudah sampai ketika memberi pahala segala hamba-Mu, yaitu nabi-nabi dan orang-orang suci dan orang yang takut akan nama-Mu, baik kecil baik besar; dan lagi sudah sampai ketika membinasakan segala orang yang merusakkan bumi ini." Maka terbukalah Rumah Allah yang di surga, lalu kelihatanlah tabut Perjanjian Allah di dalam Rumah-Nya itu; maka jadilah beberapa kilat dan suara dan guruh dan gempa bumi dan hujan batu yang lebat.

dan di dalam mulutnya tiada didapati dusta, dan tiada bercacat cela.

sambil katanya dengan suara besar, "Takutlah akan Allah dan hormatilah Dia, karena ketika hukuman-Nya sudah sampai, dan sembahlah Dia yang menjadikan langit dan bumi serta laut dan segala mata air."

maka ia juga akan minum kelak daripada air anggur, yaitu murka Allah yang tersedia dengan tiada bercampur di dalam cawan murka-Nya itu; dan ia akan disiksakan dengan api dan belerang, di hadirat segala malaekat yang kudus, dan di hadirat Anak domba itu, dan asap siksanya itu naiklah ke atas selama-lamanya; maka mereka itu tiada berhenti merasa siksa siang malam, yaitu segala orang yang menyembah binatang dan menyembah patungnya itu dan yang menerima tanda namanya itu.

Lalu aku dengar malaekat segala air itu mengatakan, "Adillah Engkau, Yang ada, dan Yang sudah sedia ada, dan Yang kudus, oleh sebab Engkau sudah menjatuhkan hukum yang demikian, karena orang-orang itu sudah menumpahkan darah segala orang suci dan nabi-nabi, dan Engkau telah memberi mereka itu minum darah. Hal itu berpadanlah dengan perbuatan mereka itu." Maka aku dengar dari tempat persembahan itu, mengatakan, "Bahkan, ya Allah, Tuhan Yang Mahakuasa, adil dan benarlah segala hukuman-Mu itu."

Kemudian daripada itu aku dengar bunyi seperti suatu sebab segala hukumannya benar lagi adil; karena Ia telah menghukumkan sundal besar itu, yang merusakkan dunia dengan persundalannya itu, dan Ia telah membelakan darah segala hambanya atas sundal itu." Dan lagi kata mereka itu pada kedua kalinya, "Halleluyah! Bahkan, asapnya naik selama-lamanya."

Lalu katanya kepadaku, "Suratkanlah demikian ini: Berbahagialah segala orang yang dijemput kepada perjamuan kawin Anak domba itu." Maka katanya kepadaku, "Inilah yang sebenar-benar perkataan Allah."

Maka aku tampak langit terbuka, lalu kelihatan seekor kuda putih, dan orang yang duduk di atasnya itu bernama Setiawan dan Benar, maka dengan keadilan Ia memutuskan hukum dan mengadakan peperangan.

Maka aku tampaklah beberapa takhta, dan ada orang duduk di atasnya, maka kepada mereka itu diserahkan kuasa menghukumkan; dan lagi aku tampak segala nyawa orang yang dipancung kepalanya sebab menyaksikan Yesus dan firman Allah, dan yang tiada menyembah binatang itu atau patungnya, dan yang tiada bertanda di dahinya atau di tangannya. Maka mereka itu sekalian hidup balik dan memerintah beserta dengan Kristus seribu tahun lamanya. Tetapi segala orang mati yang lain itu tiada hidup balik sehingga genap seribu tahun itu; maka inilah kebangkitan yang pertama.

Maka aku tampak suatu arasy putih yang besar, dan Yang duduk di atasnya; daripada hadirat-Nyalah bumi dan langit itu lenyap, sehingga tempatnya pun tiada didapati lagi. Lalu aku tampak segala orang mati, besar kecil, berdiri di hadapan arasy itu, dan segala kitab pun dibukakanlah; dan dibukakan pula sebuah kitab yang lain, yaitu kitab hayat; maka segala orang yang mati itu dihukumkan menurut segala perbuatannya yang tersurat di dalam kitab-kitab itu. Lalu laut itu pun mengeluarkan segala orang yang sudah mati di dalamnya, dan maut serta alam maut itu pula mengeluarkan segala orang yang sudah mati di dalamnya; lalu mereka itu dihukumkan menurut perbuatan masing-masing. Maka maut dan alam maut itu pun dicampakkanlah ke dalam laut api itu; inilah mati yang kedua, yaitu laut api. Dan jikalau barang seorang tiada dijumpai namanya tersurat di dalam kitab hayat itu, maka ia pun dicampakkanlah ke dalam laut api itu.

Maka aku tampak pula langit baharu dan bumi baharu; karena langit mula-mula dan bumi mula-mula itu sudah lenyap, dan laut pun tidak ada lagi. Maka aku tampak negeri yang kudus. Yeruzalem baharu, turun dari surga daripada Allah, lengkap seperti seorang pengantin perempuan terhias bagi suaminya. Maka aku dengar suatu suara besar daripada arasy itu mengatakan, "Ingatlah bahwa tempat kediaman Allah itu bersama-sama dengan manusia, dan Ia akan diam bersama-sama dengan mereka itu, dan mereka itu akan menjadi kaum-Nya, dan Allah sendiri akan beserta dengan mereka itu; dan Ia akan menyapukan segala air mata daripada matanya, maka tiadalah akan ada lagi maut, atau perkabungan, atau tangisan, atau kesakitan pun tiada akan ada lagi, karena segala perkara yang pertama sudah lenyap."

Maka Ia yang duduk di atas arasy itu pun berfirman, "Tengoklah, Aku jadikan semuanya baharu." Dan lagi firman-Nya, "Suratkanlah, karena perkataan inilah tetap dan benar." Maka firman-Nya kepadaku, "Sudahlah genap; Aku inilah Alif dan Ya, yaitu Yang awal dan Yang akhir. Kepada orang yang dahaga kelak Aku akan memberi minum daripada mata air hayat dengan percuma. Maka orang yang menang itu kelak akan mewarisi segala perkara ini; maka Aku akan menjadi Tuhannya, dan ia akan menjadi anak kepada-Ku. Tetapi bagi orang yang penakut dan yang tiada beriman dan yang keji, dan segala pembunuh, dan orang yang berzinah, dan orang hobatan, dan yang menyembah berhala, dan segala pendusta, maka bahagiannya itu ada di dalam laut yang bernyala dengan api dan belerang, yaitu mati yang kedua."

tetapi sekali-kali tiada akan masuk ke dalamnya barang apa yang najis, atau orang yang mengerjakan haram dan dusta, melainkan hanyalah orang yang tersurat namanya di dalam kitab hayat Anak domba itu.

Maka orang yang jahat, biarlah langsung ia melakukan kejahatan, dan orang yang cemar, biarlah langsung ia menjadi cemar; dan orang yang benar, biarlah langsung ia mengerjakan kebenaran; dan orang yang kudus, biarlah langsung ia menjadi kudus. Ingatlah, Aku datang kelak dengan segeranya, dan pahala daripada Aku ada menyertai Aku, supaya Aku akan membalas kepada tiap-tiap orang menurut seperti perbuatannya.

Indonesian - Indonesian - ID

ID'BSS - Bahasa Terjemahan Lama - 1958

This Bible is in the Public Domain.
https://www.biblesupersearch.com/bible-downloads/
Languages are made available to you by www.ipedge.net