16 – Makanan yang Dikorbankan Kepada Berhala

Ini adalah firman suci Tuhan Yang Maha Esa.
Kita tidak tertarik dengan kata-kata manusia.
Bagi siapa pun yang mengasihi Tuhan... inilah yang Tuhan katakan tentang: Makanan yang Dikorbankan Kepada Berhala.

3 Ayat Paling Signifikan

Melainkan inilah kataku, bahwa barang yang dipersembahkannya itu dipersembahkannya kepada segala setan, bukannya kepada Allah. Tetapi aku tiada suka kamu bersekutu dengan segala setan itu. Tiada boleh kamu minum daripada cawan Tuhan beserta dengan cawan segala setan. Dan tiada boleh kamu mendapat bahagian daripada hidangan Tuhan beserta dengan hidangan segala setan itu. Atau kita bangkitkankah kemurkaan Tuhan? Adakah kita lebih kuat daripada Tuhan?

Karena jikalau seorang memandang engkau yang berpengetahuan itu, duduk makan di dalam rumah berhala, tiadakah perasaan hatinya yang lemah itu menjadi berani hendak makan makanan yang dipersembahkan kepada berhala? Karena oleh sebab pengetahuanmu itu binasalah orang yang lemah, yaitu saudara itu, karenanya juga Kristus sudah mati. Tetapi jikalau atas peri demikian kamu berdosa kepada saudara-saudara itu, dan melukakan perasaan hatinya yang lemah itu, maka kamu juga berdosa kepada Kristus. Oleh sebab itu jikalau makanan mendatangkan syak kepada saudaraku itu, sekali-kali tiadalah aku mau makan daging lagi, supaya jangan aku mendatangkan syak kepada saudaraku.

Tetapi Aku ada suatu hal ke atasmu, yaitu engkau membiarkan perempuan bernama Izebel yang mengatakan dirinya nabiah, dan yang mengajar serta menyesatkan hamba-hamba-Ku berzinah dan makan barang yang dipersembahkan kepada berhala.

Setiap Ayat Dalam Urutan Kanonik – 67 bagian

Lalu kata Yakub kepada orang-orang isi rumahnya dan kepada segala bangsa yang sertanya: Buanglah segala berhala orang helat yang ada di antara kamu, dan sucikanlah diri kamu dan tukarkanlah segala pakaian kamu.

Jangan padamu ada ilah lain di hadapan hadirat-Ku. Jangan diperbuat olehmu akan patung ukiran atau akan barang peta dari pada barang yang dalam langit di atas, atau dari pada barang yang di atas bumi di bawah, atau dari pada barang yang di dalam air di bawah bumi. Jangan kamu menyembah sujud atau berbuat bakti kepadanya, karena Akulah Tuhan, Allahmu, Allah yang cemburuan adanya, yang membalas durhaka segala bapa sampai kepada anak-anaknya dan kepada gilir yang ketiga dan yang keempatpun dari pada segala orang yang membenci akan Daku;

Maka kecuali segala perkara firman-Ku kepadamu, hubaya-hubaya hendaklah kamu perhatikan ini, yaitu jangan kamu sebutkan nama ilah lain, dan jangan ia itu kedengaran dari pada mulutmu!

Melainkan hendaklah kamu membongkar segala mezbahnya dan memecahkan segala patung yang didirikannya, dan menebang segala hutan-hutannya. - - - Janganlah kamu berjanji-janjian dengan orang isi negeri itu, karena apabila mereka itu berkendak mengikut dewatanya dan membawa korban kepada berhalanya, barangkali dijemputnya akan kamu dan kamupun makan dari pada korbannya itu. Maka jikalau kiranya kamu mengambil anak perempuan mereka itu akan bini anakmu laki-laki, niscaya anaknya perempuan itu akan berkendak mengikut berhalanya dan diadakannya pula bahwa anakmu laki-lakipun berkendak mengikut berhala mereka itu.

Dan jangan kamu berpaling kepada dewa-dewa dan jangan kamu memperbuatkan berhala perbuatan tuangan: Bahwa Akulah Tuhan, Allahmu!

Jangan ada padamu ilah yang lain di hadapan hadirat-Ku. Jangan kamu memperbuat akan dirimu patung yang terpahat atau barang peta yang serupa dengan barang yang di langit di atas, atau dengan barang yang di atas bumi di bawah, atau dengan barang yang dalam air di bawah bumi itu. Jangan kamu menyembah sujud kepadanya atau berbuat bakti kepadanya, karena adalah Aku ini, Tuhan, Allahmu, Allah yang cemburuan, yang membalas kejahatan bapa-bapa kepada anak-anaknya sampai kepada gilir yang ketiga dan yang keempat dari pada orang yang membenci akan Daku,

dan apabila sudah diserahkan Tuhan, Allahmu, akan mereka itu di hadapanmu, dan kamu sudah mengalahkan mereka itu, maka hendaklah kamu membinasakan mereka itu sama sekali, jangan kamu berjanji-janjian dengan mereka itu dan jangan kamu mengasihani mereka itu. Dan lagi jangan kamu bersanak saudara dengan mereka itu, jangan anakmu perempuan kamu berikan kepada anak mereka itu laki-laki, dan anak mereka itu perempuan jangan kamu ambil akan bini anakmu laki-laki. Karena mereka itu kelak akan mengundurkan anakmu dari belakang Aku, sehingga ia berbuat bakti kepada dewata, maka begitulah murka Tuhan akan bernyala-nyala kelak kepadamu dan dibinasakannya kamu dengan segeranya. Melainkan hendaklah kamu berbuat akan mereka itu demikian ini: Pecahkanlah segala mezbah mereka itu dan hancur luluhkan segala tiang yang telah didirikan oleh mereka itu, dan tebangkanlah segala hutan-hutan mereka itu dan bakarkanlah segala patung mereka itu habis dengan api.

Maka hendaklah kamu membakar habis akan patung-patung dewatanya dengan api; janganlah kamu ingin akan emas perak yang ada padanya, hendak mengambil dia akan dirimu, supaya jangan kamu dijerat olehnya, karena ia itulah barang kebencian kepada Tuhan, Allahmu. Maka jangan kamu membawa barang kebencian itu ke dalam rumahmu, supaya sumpah laknat yang lekat padanya itu jangan kamu tanggungkan atas dirimu; maka seperti akan barang kebencian hendaklah kamu benci akan dia dan seperti akan barang kejemuan hendaklah kamu jemu akan dia, karena ada sumpah laknat lekat padanya.

Tetapi akan jadi kelak, apabila kamu melupakan Tuhan, Allahmu, sama sekali, dan kamu menurut akan dewa-dewa dan menyembah sujud dan berbuat bakti kepada dewata itu, maka aku beritahu kamu sekarang ini, bahwa sesungguhnya kamupun akan binasa seperti segala bangsa yang akan dibinasakan Tuhan kelak di hadapanmu, maka kamupun akan binasa begitu, sebab sudah tiada kamu mau dengar akan bunyi suara Tuhan, Allahmu.

Maka segala firman yang kupesan akan kamu sekarang, hendaklah kamu peliharakan dan menurut akan dia; janganlah ia itu kamu tambahi atau kurangi.

Mereka itu telah membangkitkan cemburuan-Nya dengan dewa-dewa, dan telah menggalakkan murka-Nya dengan barang kebencian. Mereka itupun telah mempersembahkan korban kepada syaitan, bukan kepada Allah, dan kepada dewa-dewa yang belum pernah dikenalnya, yang baharu diadakan dan yang tiada diketakuti oleh nenek moyangmu.

Maka kata Semuel: Berkenankah Tuhan akan persembahan bakaran dan akan korban sembelihan, seperti Iapun berkenan akan menurut firman Tuhan? Bahwasanya menurut itu baik dari pada korban dan memperhatikan itu baik dari pada lemak domba jantan! Karena degil itulah dosa hobatan dan angkara itulah menyembah dewa-dewa dan kebaktian kepada berhala adanya. Maka tegal engkau sudah menolak akan firman Tuhan, sebab itu Tuhanpun menolak akan dikau, supaya jangan lagi engkau raja.

dibawanya keluar dari dalam kuil Baal akan segala patung yang terdiri di dalamnya, dan dibakarnya habis akan dia. Dan lagi dirobohkannyalah patung Baal yang terdiri di situ dan dibongkarnya kuil Baal, dijadikannya longkang sampai kepada hari ini.

Karena besarlah Tuhan, yang patut amat dipuji-puji, dan hebatlah Ia dari pada segala dewata. Karena dewata segala bangsa itu berhala jua adanya, tetapi Tuhanlah yang sudah menjadikan segala petala langit.

Karena dipersembahkannya korban kepada segala dewata Damsyik, yang sudah mengalahkan dia, serta katanya: Oleh karena segala dewata raja-raja Syam sudah menolong mereka itu, maka akupun hendak mempersembahkan korban kepadanya, supaya akupun ditolong olehnya; akan tetapi ia itu menyebabkan kebinasaannya dan kebinasaan segenap orang Israelpun.

Karena besarlah Tuhan; patut sekali Ia dipuji-puji; hebatlah Ia di atas segala dewata. Karena segala dewa orang kafir itu berhala jua adanya, tetapi Tuhan telah menjadikan segala petala langit.

Adapun segala berhala mereka itu dari pada perak atau emas, ia itu perbuatan tangan manusia adanya. Adalah padanya suatu mulut, tetapi tiada ia dapat berkata-kata; adalah padanya mata, tetapi tiada ia dapat melihat. Telingapun adalah padanya, tetapi tiada ia dapat mendengar; adalah hidung padanya, tetapi tiada ia dapat mencium. Maka iapun bertangan, tetapi tiada dapat menjamah; ia berkaki, tetapi tiada dapat berjalan dan tiada ia tahu memberi bunyi suara dari dalam kerongkongannya. Biarlah segala orang yang memperbuat dia itu menjadi sebagainya; demikianpun segala orang yang harap padanya.

Adapun segala berhala orang kafir itu dari pada emas dan perak, ia itu perbuatan tangan manusia adanya. Ia bermulut tetapi tiada dapat berkata-kata, ia bermata tetapi tiada dapat melihat, ia bertelinga tetapi tiada dapat mendengar, dan lagi nafaspun tiada dalam mulutnya. Baiklah segala orang yang memperbuat dia menjadi sebagainya, demikianpun segala orang yang harap padanya.

Bahkan, pada hari itu mereka itu akan membuang masing-masing akan berhalanya yang dari pada perak dan berhalanya yang dari pada emas, yang telah diperbuat oleh tanganmu akan berdosa.

dan sudah dicampakkannya segala berhala mereka itu ke dalam api, karena bukan ilah adanya, melainkan perbuatan tangan manusia jua dari pada kayu dan batu, maka sebab itu dapat dibinasakannya.

Bahwa Aku ini Hua, ia itulah nama-Ku! kehormatan-Ku tiada Kuberikan kepada yang lain, atau kepujian-Ku kepada berhala.

Pada masa itu undurlah dan kemalu-maluanlah kelak segala orang yang harap pada patung pahat dan yang berkata kepada patung tuangan: Kamulah dewata kami!

Dan Aku akan memutuskan hukum atas mereka itu dan atas segala kejahatannya, sebab mereka itu sudah meninggalkan Daku dan sudah membakar dupa bagi dewata dan sudah menyembah sujud kepada perbuatan tangannya.

Bahwa anak-anaknya memungut kayu dan bapanyapun memasang api dan orang perempuan mereka itu meramas tepung basah, diperbuatnya juadah bertulisan bagi Permaisuri di langit dan dicucurkannya persembahan minuman bagi dewa-dewa, hendak mendukakan Aku. Tetapi iakah Aku yang didukakannya? demikianlah firman Tuhan. Bukankah didukakannya dirinya sendiri, sehingga mukanya kena arang? Maka sebab itu firman Tuhan Hua demikian: Bahwasanya murka-Ku dan kehangatan amarah-Ku akan dicurahkan kepada tempat ini, kepada manusia dan kepada segala binatang, kepada segala pohon kayu yang di padang dan kepada segala hasil tanah, maka ia itu akan bernyala-nyala dan tiada dipadamkan.

Pada masa itu bodohlah dan tiada berpengetahuan segenap bangsa manusia; patutlah malu tiap-tiap tukang dari karena patung yang telah diperbuatnya, karena bohonglah perbuatannya; tiadalah nyawa di dalamnya. Sia-sia belaka adanya, suatu perbuatan persesatan, apabila tulah datang atasnya hilanglah sekaliannya.

katakanlah ini: Dengarlah olehmu firman Tuhan, hai segala raja Yehuda dan segala orang isi Yeruzalem! Demikianlah firman Tuhan serwa sekalian alam, Allah orang Israel: Bahwasanya Aku akan mendatangkan kelak suatu jahat atas tempat ini, sehingga tiap-tiap orang yang mendengarnya itu akan mendering kedua belah telinganya. Maka itu sebab mereka itu sudah meninggalkan Daku, dan tempat ini sudah dijadikannya tanah lain, dalamnya mereka itu sudah membakar dupa bagi dewata, yang tiada dikenal olehnya dan oleh bapa-bapanya dan segala raja Yehudapun tidak, dan telah dipenuhinya tempat ini dengan darah orang yang tiada bersalah.

Maka segala rumah Yeruzalem dan segala istana raja-raja Yehuda akan menjadi najis sama seperti segala tempat Tofet, serta dengan segala rumah di atas sotohnya juga mereka itu membakar dupa bagi segala tentara di langit dan mempersembahkan persembahan minuman kepada dewata bangsa lain.

Maka pada masa itu sahutlah segala orang yang tahu akan hal bini-bininya membakar dupa bagi dewa-dewa, dan segala perempuan yang berdiri di situ, suatu kelompok yang besar, dan mereka itu sekalian yang duduk di Mesir dan di Pateros, katanya kepada Yermia: Adapun akan firman yang telah kaukatakan kepada kami dengan nama Tuhan itu, kami tiada mau mendengar akan katamu itu. Melainkan tak dapat tiada kami berbuat juga setuju dengan kata yang telah keluar dari pada mulut kami, yaitu kami hendak membakar dupa dan mempersembahkan minuman bagi Permaisuri di langit, seperti sudah biasa kami perbuat, baik kami baik segala nenek moyang kami, dan segala raja kami dan segala penghulu kami dalam segala negeri Yehuda dan dalam segala lorong-lorong Yeruzalem; bahwa pada masa itu kami lagi makan roti sampai kenyang, dan pada masa itu senanglah kami, tiada tahu merasai jahat. Tetapi semenjak kami berhenti dari pada membakar dupa dan mempersembahkan persembahan minuman kepada Permaisuri di langit, kami kekurangan juga segala sesuatu dan kamipun sudah dibinasakan oleh pedang dan oleh lapar. Dan lagi apabila kami membakar dupa dan mempersembahkan persembahan minuman kepada Permaisuri di langit itu, adakah ia itu dengan tiada setahu laki kami, bila kami memperbuat baginya juadah yang bertulisan dan mempersembahkan kepadanya persembahan minuman?

Sehingga tiada lagi dapat ditahan oleh Tuhan, dari karena kejahatan segala perbuatanmu dan dari karena segala perkara keji yang kamu perbuat; maka itulah sebabnya negerimu sudah menjadi suatu kerobohan batu dan padang tandus dan suatu kutuk sehingga seorangpun tiada duduk dalamnya, seperti pada hari ini adanya. Sebab kamu sudah membakar dupa dan sudah berbuat dosa kepada Tuhan dan tiada kamu menurut firman Tuhan, dan tiada kamu berjalan setuju dengan taurat-Nya dan dengan segala syariat-Nya dan dengan segala kesaksian-Nya, maka itulah sebabnya segala jahat ini berlaku atas kamu, seperti pada hari ini adanya.

pada masa itu segala manusia bodoh dan tiada berpengetahuan adanya; kemalu-maluanlah segala pandai emas akan patung perbuatannya, karena dusta juga barang yang diperbuatnya, tiadalah nyawa di dalamnya. Sia-sialah adanya dan suatu perbuatan tipu juga; apabila datang percobaan maka hilanglah semuanya.

Bahkan, tuanku sudah mendurhaka kepada Tuhan yang di sorga, maka dibawa oranglah akan segala bejana kaabah-Nya di hadapan tuanku, lalu tuanku dan segala menteri dan isteri dan gundik tuanku sudah minum air anggur dari padanya sambil tuanku memuji-muji segala berhala yang dari pada emas, perak, tembaga, besi, kayu dan batu, yang tiada dapat melihat atau mendengar atau tahu barang sesuatu, tetapi tiada tuanku memuliakan Allah, yang dalam tangan-Nya juga adalah nafas tuanku dan dalam kuasa-Nyapun adalah segala jalan tuanku.

Mereka itu sudah mengangkat raja, tetapi tiada dengan Aku; mereka itu sudah mengangkat penghulu, tetapi tiada dengan setahu Aku; dari pada emas peraknya telah diperbuatnya berhala akan dirinya yang patut ditumpas.

Makin mereka itu dipanggil, makin mereka itu menjauhkan dirinya; dipersembahkannya korban kepada Baalim dan dibakarnya dupa bagi segala berhala.

Apa guna kiranya patung pahatan itu, bahwa tukang yang pandai sudah memahat dia? Dan patung tuangan bukankah ia itu pengajar dusta juga adanya? Bolehkah tukang itu harap pada perbuatannya sendiri? Bukan diperbuatnya berhala juga yang kelu adanya?

"Janganlah kamu sangkakan Aku datang hendak merombak hukum Taurat atau kitab nabi-nabi; bukannya Aku datang hendak merombak, melainkan hendak menggenapkan. Karena sesungguhnya Aku berkata kepadamu, sehingga langit dan bumi lenyap, satu noktah atau satu titik pun sekali-kali tiada akan lenyap daripada hukum Taurat itu sampai semuanya telah jadi. Sebab barangsiapa yang merombak satu hukum yang terkecil di antara segala hukum ini, dan mengajar demikian kepada orang, ialah yang akan disebut terkecil di dalam kerajaan surga; tetapi barangsiapa yang menurut hukum dan mengajarkan dia, ialah yang akan disebut besar di dalam kerajaan surga.

Lalu kata-Nya kepada mereka itu, "Kamu pun sebegitu kurang pahamkah juga? Tiadakah kamu mengerti, bahwa barang apa yang masuk ke dalam orang dari luar tiada dapat menajiskan dia? Karena itu bukannya masuk ke dalam hati, melainkan ke dalam perut, lalu keluar ke dalam jamban, dengan demikianlah membersihkan segala makanan itu?"

Siapa yang setia dengan perkara yang terlebih kecil, ia setia juga dengan perkara yang besar, dan siapa yang tiada adil di dalam perkara yang terlebih kecil, ia tiada adil juga di dalam perkara yang besar.

Tiada seorang hamba dapat bertuankan dua orang, karena tak dapat tiada seorang dibencinya dan yang lain itu dikasihinya kelak; atau ia berpegang pada seorang, dan meringankan yang lain. Tiadalah dapat kamu bertuhankan Allah bersama-sama dengan Mammon."

Maka Imam Zius yang rumah berhalanya menghadap negeri itu pun datanglah membawa segala lembu dan karangan bunga ke pintu-pintu negeri, hendak membuat korban bersama-sama dengan orang banyak itu. Tetapi setelah hal itu didengar oleh kedua rasul itu, yaitu Barnabas dan Paulus, lalu dikoyakkannya pakaiannya sendiri sambil berlari masuk ke dalam orang banyak serta berteriak, katanya, "Hai Tuan-tuan, apakah sebabnya kamu berbuat segala perkara ini? Kami ini pun manusia juga serupa dengan kamu dan memberitakan kepada kamu kabar kesukaan, supaya kamu berpaling daripada barang yang sia-sia ini kepada Allah yang hidup, yang menjadikan langit dan bumi dan laut dengan segala isinya.

melainkan menyurat kepada mereka itu, supaya mereka itu menjauhkan dirinya daripada najis berhala, daripada zinah, daripada binatang yang mati darah tertahan, dan daripada darah.

Karena berkenan kepada Rohulkudus dan kepada kami, bahwa janganlah diletakkan ke atas kamu barang tanggungan yang lebih berat daripada yang wajib ini, yaitu menjauhkan dirimu daripada makanan yang dipersembahkan kepada berhala, dan daripada darah dan binatang yang mati darah tertahan, dan daripada zinah. Jikalau kamu menjaga dirimu sendiri daripada segala perkara ini, sabaslah kamu. Sejahteralah kamu."

Maka sedang Paulus lagi menantikan keduanya itu di Atina, marahlah hatinya tatkala memandang negeri itu penuh dengan segala berhala.

Maka oleh sebab kita dijadikan Allah, tiadalah patut kita menyangkakan zat Allah itu serupa dengan emas atau perak atau batu yang berukir dengan kepandaian dan akal manusia. Segala zaman jahiliah itu dialpakan juga oleh Allah, tetapi sekarang ini segala orang di mana-mana pun disuruhnya bertobat. Karena sudah ditetapkan-Nya suatu hari, yang dijatuhkan-Nya hukum ke atas isi dunia ini dengan adil-Nya, oleh seorang yang ditetapkan-Nya dengan mensahkan Dia kepada sekalian manusia, di dalam hal Ia membangkitkan Dia dari antara orang mati."

Tetapi akan hal orang kafir yang percaya itu, kami sudah berkirim surat memberi keputusan, supaya mereka itu menjauhkan dirinya daripada makanan yang dipersembahkan kepada berhala, dan daripada darah, dan daripada binatang yang mati darah tertahan, dan daripada zinah." Lalu Paulus pun membawa mereka itu sertanya, dan pada keesokan harinya disucikannya dirinya beserta dengan mereka itu, lalu masuk ke dalam Bait Allah menyatakan kegenapan hari kesucian itu, sehingga dipersembahkan persembahan untuk tiap-tiap orang itu.

Dengan mengaku dirinya bijak, maka mereka itu menjadi bodoh, sambil menukarkan kemuliaan Allah yang baka dengan rupa ukiran gambar manusia yang fana, dan segala burung, dan binatang yang berkaki empat dan yang melata.

Adapun orang yang lemah imannya itu kamu sambutlah, tetapi bukannya dengan maksud berbalah-balah di dalam hal yang waham. Sebab ada orang yang yakin boleh makan segala jenis makanan, tetapi orang yang lemah imannya itu makan sayur-sayuran sahaja.

Atau tiadakah kamu mengetahui bahwa tubuhmu itulah rumah Rohulkudus yang diam di dalammu itu, yang telah kamu peroleh daripada Allah, dan bukan kamu milikmu sendiri? Karena kamu sudah dibeli dengan harga tunai. Sebab itu hendaklah kamu memuliakan Allah dengan tubuhmu.

Adapun akan hal barang yang dipersembahkan kepada berhala, kita ketahui "bahwa kita sekalian berpengetahuan." Maka pengetahuan itu membesarkan diri, tetapi kasih itu meneguhkan hati. Jikalau seorang menyangkakan dirinya mengetahui barang sesuatu, belumlah ia mengetahui sebagaimana patut diketahuinya. Tetapi jikalau barang seorang mengasihi Allah, ialah dikenal oleh Allah.

Tentang hal makan makanan yang dipersembahkan kepada berhala itu, kita mengetahui bahwa berhala itu satu pun tidak di dalam dunia ini, dan tiadalah ada Allah lain hanya Yang Esa itu. Karena jikalau maklum dewa-dewa ada sekalipun, baik di langit, baik di atas bumi, sebagaimana ada dewa-dewa banyak dan penguasa pun banyak, tetapi kepada kita ada Satu sahaja, yaitu Allah Bapa, maka segala sesuatu daripada Dialah asalnya, dan kita menuju Dia, dan Tuhan pun Satu juga, yaitu Yesus Kristus, oleh sebab-Nyalah ada segala sesuatu, dan kita pun ada oleh sebab-Nya.

Tetapi bukannya sekalian orang berpengetahuan ini. Maka ada beberapa orang yang hingga sekarang ini mahir dengan berhala dan makan yang sudah dipersembahkan kepada berhala, dan perasaan hati mereka itu, sebab lemah, menjadi najis. Sebenarnya makanan itu tiada membawa lebih dekat kepada Allah. Jikalau kita tiada makan sekalipun, tiada apa kekurangan kita, dan jikalau kita makan pun, tiada apa kelebihan kita. Tetapi ingatlah kamu, supaya jangan kebebasanmu itu menjadi suatu syak kepada orang yang lemah. Karena jikalau seorang memandang engkau yang berpengetahuan itu, duduk makan di dalam rumah berhala, tiadakah perasaan hatinya yang lemah itu menjadi berani hendak makan makanan yang dipersembahkan kepada berhala? Karena oleh sebab pengetahuanmu itu binasalah orang yang lemah, yaitu saudara itu, karenanya juga Kristus sudah mati. Tetapi jikalau atas peri demikian kamu berdosa kepada saudara-saudara itu, dan melukakan perasaan hatinya yang lemah itu, maka kamu juga berdosa kepada Kristus. Oleh sebab itu jikalau makanan mendatangkan syak kepada saudaraku itu, sekali-kali tiadalah aku mau makan daging lagi, supaya jangan aku mendatangkan syak kepada saudaraku.

Sebab itu, hai segala kekasihku, larikanlah dirimu daripada menyembah berhala. Aku ini berkata seperti kepada orang yang bijak, kamu timbanglah barang yang kukatakan ini.

Tengoklah adat bani Israel! Bukankah orang yang makan persembahan itu mengambil bahagian daripada persembahan itu? Bagaimanakah kataku? Bahwa barang yang dipersembahkan kepada berhala menjadi apa-apakah? Atau berhala itu menjadi apa-apakah? Melainkan inilah kataku, bahwa barang yang dipersembahkannya itu dipersembahkannya kepada segala setan, bukannya kepada Allah. Tetapi aku tiada suka kamu bersekutu dengan segala setan itu. Tiada boleh kamu minum daripada cawan Tuhan beserta dengan cawan segala setan. Dan tiada boleh kamu mendapat bahagian daripada hidangan Tuhan beserta dengan hidangan segala setan itu. Atau kita bangkitkankah kemurkaan Tuhan? Adakah kita lebih kuat daripada Tuhan?

Segala sesuatu halal, tetapi bukan semuanya itu berfaedah. Maka segala sesuatu halal, tetapi bukan semuanya itu menetapkan hati. Biarlah tiada seorang pun mencari faedahnya sendiri, melainkan faedah orang lain. Maka barang sesuatu yang terjual di pasar daging, makanlah dengan tiada memeriksai sebab perasaan hati, karena Tuhan mempunyai bumi ini beserta dengan segala isinya. Jikalau barang seorang daripada orang kafir menjemput kamu dan kamu suka pergi, makanlah barang apa yang dihadapkan kepada kamu dengan tiada memeriksai sebab perasaan hati. Tetapi jikalau barang seorang berkata kepadamu, "Bahwa makanan ini sudah dipersembahkan kepada berhala," janganlah makan, sebab karena orang yang mengatakan demikian, dan sebab perasaan hati; artinya: Bukannya perasaan hati kamu sendiri, melainkan perasaan hati orang lain. Karena apakah sebabnya kemerdekaanku itu dihukumkan oleh perasaan hati orang lain? Jikalau aku ini dengan ucapan syukur menerima bahagianku, apakah sebabnya aku diumpat orang atas hal yang aku ucapkan syukur itu?

Sebab itu, baik kamu makan atau minum, baik barang sesuatu perbuatanmu, perbuatlah sekalian itu kepada kemuliaan Allah. Janganlah kamu mendatangkan syak, baik kepada orang Yahudi, baik kepada orang Gerika, atau kepada sidang jemaat Allah, sebagaimana aku juga menyukakan orang sekalian di dalam segala perkara, bukannya dengan mencari faedahku sendiri, melainkan faedah orang banyak, supaya mereka itu beroleh selamat.

Jangan kamu terkena kuk bersama orang yang tiada beriman; karena apakah persekutuan kebenaran dengan kejahatan? Atau bagaimanakah terang dengan gelap boleh berjodoh? Dan pakat apakah yang ada di antara Kristus dengan Belial? Atau apakah bahagian orang beriman dengan yang tiada beriman? Dan apakah perhubungan yang ada di antara rumah Allah dengan berhala? Karena kita inilah rumah Allah yang hidup, seperti firman Allah: Bahwa Aku akan diam dan bergerak di antara mereka itu, dan Aku akan menjadi Tuhan mereka itu, dan mereka itu akan menjadi umat-Ku. Sebab itu: Keluarlah kamu dari antara orang kafir, dan bercerailah kamu, kata firman Tuhan, dan jangan menyentuh barang yang najis; maka Aku akan menyambut kamu,

Sebab itu jangan seorang pun boleh menyalahkan kamu di dalam hal makanan atau minuman atau di dalam masa raya atau bulan baharu atau hari Sabbat, yang menjadi suatu bayang segala perkara yang akan datang, tetapi wujudnya itulah Kristus.

Jikalau kamu sudah mati beserta dengan Kristus lepas daripada keadaan dunia yang mula-mula itu, apakah sebabnya kamu menaklukkan dirimu kepada berbagai-bagai peraturan seolah-olah kamu lagi hidup di dalam dunia? Yaitu, "Jangan dipegang, jangan dikecap, jangan dijamah!" Semuanya itu perkara-perkara yang akan binasa dengan sebab dipakai dan terbit daripada segala hukum dan pengajaran manusia. Adapun segala perkara itu, walaupun dianggap hikmat sebab melakukan ibadat menurut sangka sendiri dan rendah hati dan menyiksakan diri, tetapi semuanya itu tiada berfaedah, hanya akan memuaskan kehendak hati.

Karena mereka itu sendiri memberitakan dari hal kami, bagaimana hal kami mendapat jalan masuk mendapatkan kamu, dan bagaimana kamu berpaling kepada Allah daripada segala berhala akan beribadat kepada Allah yang hidup dan benar itu,

Tetapi Roh itu berkata dengan nyata, bahwa pada akhir zaman beberapa orang akan gugur daripada iman, sebab berpaling kepada penguasa, yang menyesatkan orang, dan kepada beberapa pengajaran setan-setan, oleh keadaan orang munafik yang memberitakan dusta, yang di dalam perasaannya seperti diselar dengan besi hangat, sambil melarangkan menikah dan memantangkan berbagai-bagai jenis makanan yang dijadikan Allah, supaya diterima dengan syukur oleh orang yang beriman dan yang mengetahui akan hal yang benar. Karena sekalian yang dijadikan Allah itu baik, dan satu pun tiada patut terbuang, jikalau ia itu diterima dengan syukur, karena itulah dikuduskan oleh firman Allah dan oleh doa.

Tetapi hendaklah kamu menjadi penurut pengajaran itu, bukannya orang yang mendengar sahaja dengan memperdayakan dirinya sendiri. Karena jikalau barang seorang menjadi orang yang mendengar pengajaran itu, tetapi tiada menurut, ialah seumpama orang yang memandang mukanya yang sebenar di dalam cermin; karena ia tampak dirinya dan pergi, langsung terlupa akan bagaimana rupanya itu.

Barangsiapa yang berbuat dosa, ialah berbuat durhaka, karena dosa itulah keadaan durhaka.

Hai anak-anakku, peliharakanlah dirimu daripada segala berhala.

Barangsiapa yang melangkah, dan tiada tinggal tetap di dalam pengajaran Kristus, tiadalah mempunyai Allah. Tetapi orang yang tinggal tetap di dalam pengajaran itu, orang itulah mempunyai baik Bapa itu, baik Anak itu. Jikalau barang seorang datang kepadamu dan membawa pengajaran lain daripada itu, janganlah kamu terima dia masuk ke dalam rumahmu, dan jangan memberi salam kepadanya. Karena barangsiapa yang memberi salam kepadanya, ia itu sama bersalah di dalam perbuatannya yang jahat itu.

Tetapi Aku ada sedikit perkara ke atasmu, yaitu ada padamu orang-orang yang berpegang kepada pengajaran Bileam, yang sudah mengajar Balak menjerat bani Israel, sehingga mereka itu makan barang yang dipersembahkan kepada berhala, dan lagi berzinah.

Tetapi Aku ada suatu hal ke atasmu, yaitu engkau membiarkan perempuan bernama Izebel yang mengatakan dirinya nabiah, dan yang mengajar serta menyesatkan hamba-hamba-Ku berzinah dan makan barang yang dipersembahkan kepada berhala. Aku sudah memberi dia tempoh supaya ia sempat bertobat, tetapi ia tiada mau bertobat daripada zinahnya itu. Tengoklah, Aku akan menjatuhkan dia sakit ke atas tempat tidurnya, dan mereka itu yang berzinah dengan dia masuk ke dalam kesusahan yang besar, kecuali mereka itu bertobat daripada mengikut segala perbuatan perempuan itu. Dan anak-anaknya akan Kubunuh dengan bala sampar, dan segala sidang jemaat pun akan mengetahui bahwa Akulah yang menyelidik jiwa dan hati orang, dan Aku akan membalas kamu menurut perbuatan masing-masing.

Dan segala manusia yang lain yang tiada dibunuh dengan segala bala ini, berpaling pun tidak daripada segala perbuatan tangannya, melainkan senantiasa menyembah segala setan dan segala berhala emas, perak, tembaga, batu, atau kayu, yang tiada dapat melihat atau mendengar ataupun berjalan.

Tetapi bagi orang yang penakut dan yang tiada beriman dan yang keji, dan segala pembunuh, dan orang yang berzinah, dan orang hobatan, dan yang menyembah berhala, dan segala pendusta, maka bahagiannya itu ada di dalam laut yang bernyala dengan api dan belerang, yaitu mati yang kedua."

Indonesian - Indonesian - ID

ID'BSS - Bahasa Terjemahan Lama - 1958

This Bible is in the Public Domain.
https://www.biblesupersearch.com/bible-downloads/
Languages are made available to you by www.ipedge.net