17 – Agama-agama Palsu

Ini adalah firman suci Tuhan Yang Maha Esa.
Kita tidak tertarik dengan kata-kata manusia.
Bagi siapa pun yang mengasihi Tuhan... inilah yang Tuhan katakan tentang: Agama-agama Palsu.

3 Ayat Paling Signifikan

Adapun segala berhala mereka itu dari pada perak atau emas, ia itu perbuatan tangan manusia adanya. Adalah padanya suatu mulut, tetapi tiada ia dapat berkata-kata; adalah padanya mata, tetapi tiada ia dapat melihat. Telingapun adalah padanya, tetapi tiada ia dapat mendengar; adalah hidung padanya, tetapi tiada ia dapat mencium. Maka iapun bertangan, tetapi tiada dapat menjamah; ia berkaki, tetapi tiada dapat berjalan dan tiada ia tahu memberi bunyi suara dari dalam kerongkongannya. Biarlah segala orang yang memperbuat dia itu menjadi sebagainya; demikianpun segala orang yang harap padanya.

Jangan padamu ada ilah lain di hadapan hadirat-Ku. Jangan diperbuat olehmu akan patung ukiran atau akan barang peta dari pada barang yang dalam langit di atas, atau dari pada barang yang di atas bumi di bawah, atau dari pada barang yang di dalam air di bawah bumi. Jangan kamu menyembah sujud atau berbuat bakti kepadanya, karena Akulah Tuhan, Allahmu, Allah yang cemburuan adanya, yang membalas durhaka segala bapa sampai kepada anak-anaknya dan kepada gilir yang ketiga dan yang keempatpun dari pada segala orang yang membenci akan Daku;

Maka barangsiapa di antara kamu, baik orang laki-laki atau perempuan, yang menjadi petenung atau menaruh hikmat iblis, tak akan jangan ia itu mati dibunuh, hendaklah orang melempari dia dengan batu, maka darahnya tertanggunglah atasnya.

Setiap Ayat Dalam Urutan Kanonik – 176 bagian

Sebermula, maka ular itu terlebih cerdik dari pada segala binatang di atas bumi yang telah dijadikan Tuhan Allah. Maka kata ular kepada perempuan itu: Barangkali firman Allah begini: Jangan kamu makan buah-buah segala pohon yang dalam taman ini?

Lagi kata mereka itu: Marilah kita bangunkan sebuah negeri dan sebuah menara, yang kemuncaknya sampai ke langit; demikianlah kita mengadakan suatu nama bagi diri kita, supaya jangan tercerai-berailah kita atas seluruh muka bumi. Hata, maka turunlah Tuhan hendak melihat negeri dan menara yang diperbuat oleh segala anak Adam itu. Maka firman Tuhan: Bahwa segala manusia ini sama sebangsa adanya dan mereka itu sekalian sama sebahasa jua; maka inilah sahaja mulanya perbuatan mereka itu; sekarang bukankah baik mereka itu ditegahkan dari pada segala sesuatu yang hendak diperbuatnya ini? Mari, baiklah kita turun serta mengacaukan bahasanya di sana, supaya seorangpun tiada mengerti akan bahasa kawannya. Maka dengan hal demikian ditaburkan Tuhan akan mereka itu dari sana ke atas segala muka bumi; maka berhentilah mereka itu dari pada pekerjaan membangunkan negeri itu. Maka sebab itu dinamainya akan negeri itu Babil, karena di sana telah dikacaukan Tuhan bahasa segala orang di atas bumi; maka dari sanalah ditaburkan Tuhan akan mereka itu atas seluruh muka bumi.

Dan lagi pula kata Malaekat Tuhan kepadanya: Sesungguhnya engkau ada mengandung dan engkau akan beranak laki-laki seorang, maka hendaklah engkau namai akan dia Ismail, sebab telah didengar Tuhan akan dikau dalam hal kesukaranmu. Maka kanak-kanak itu akan menjadi seorang bagai keledai hutan lakunya dan tangannya akan melawan segala orang dan tangan segala orangpun akan melawan dia; maka iapun akan duduk pada sebelah timur segala saudaranya.

Maka sembah Ibrahim kepada Allah: Ya Tuhan, biar apalah Ismail saja hidup di hadapan hadirat-Mu. Maka firman Allah: Bahwa sesungguhnya Sarah, isterimu itu beranak kelak bagimu laki-laki seorang; hendaklah engkau namai akan dia Ishak; maka Aku akan meneguhkan perjanjian-Ku dengan dia, yaitu suatu perjanjian yang kekal, serta dengan anak buahnya yang kemudian dari padanya. Maka akan hal Ismail itupun telah Kululuskan permintaanmu; bahwa sesungguhnya Aku telah memberkati akan dia dan membiakkan dia dan memperbanyakkan dia amat sangat dan dua belas orang raja-raja akan berpancar dari padanya dan Aku akan menjadikan dia satu bangsa yang besar. Akan tetapi perjanjian-Ku akan Kutetapkan dengan Ishak, yang akan diperanakkan oleh Sarah bagimu pada masa yang tertentu, tahun yang datang ini.

Maka diambil Ibrahim akan Ismail, anaknya, dan akan segala orang laki-laki yang telah jadi dalam rumahnya dan yang telah dibelinya dengan uang, yaitu segala orang laki-laki di antara mereka itu sekalian yang dalam rumah Ibrahim, lalu disunatkannya daging kulupnya pada hari itu juga, setuju dengan firman Allah kepadanya.

Maka pergilah Musa dan Harun menghadap Firaun, lalu diperbuat oleh mereka itu seperti firman Tuhan kepadanya; maka dicampakkan Harun tongkatnya di hadapan Firaun dan di hadapan segala pegawainya, lalu tongkat itu menjadi seekor ular naga. Maka dipanggil Firaun akan segala orang majusi dan segala penyulap, maka orang hobatan Mesirpun berbuat demikian dengan manteranya. Karena dicampakkan masing-masing akan tongkatnya, lalu menjadi ular naga, tetapi oleh tongkat Harun itu ditelanlah akan segala tongkat mereka itu. Maka keraslah hati Firaun, sehingga tiada didengarnya akan kata keduanya, seperti yang telah difirmankan Tuhan.

Tetapi segala orang hobatan Mesirpun berbuatlah demikian juga dengan manteranya, sehingga keraslah hati Firaun, tiada didengarnya akan keduanya, sebagaimana telah difirmankan Tuhan.

Maka Harunpun mengedangkanlah lengannya ke atas segala air Mesir, lalu naiklah katak menudungi tanah Mesir. Maka oleh orang hobatanpun dibuat demikian dengan manteranya, disuruhnya katak naik ke atas tanah Mesir.

Maka diperbuatnyalah demikian, karena dikedangkan Harun tangannya dengan tongkatnya, lalu dipalunya akan lebu tanah, maka jadilah beberapa berapa tuma pada manusia dan pada segala binatang, segala lebu tanah itu berubah menjadi tuma dalam seluruh negeri Mesir. Maka dicoba oleh orang hobatanpun berbuat demikian dengan manteranya hendak mengadakan tuma, tetapi tiada dapat mereka itu, maka adalah tumapun pada segala manusia dan pada segala binatang. Maka sembah segala orang hobatan itu kepada Firaun: Bahwa inilah alamat kuasa Allah juga! tetapi hati Firaunpun kekerasanlah, sehingga tiada didengarnya akan katanya, seperti yang telah difirmankan Tuhan.

sehingga segala orang hobatan itupun tiada dapat berdiri di hadapan Musa dari sebab segala puru itu: karena adalah puru pada segala orang hobatan dan pada segala orang Mesirpun.

Jangan padamu ada ilah lain di hadapan hadirat-Ku. Jangan diperbuat olehmu akan patung ukiran atau akan barang peta dari pada barang yang dalam langit di atas, atau dari pada barang yang di atas bumi di bawah, atau dari pada barang yang di dalam air di bawah bumi. Jangan kamu menyembah sujud atau berbuat bakti kepadanya, karena Akulah Tuhan, Allahmu, Allah yang cemburuan adanya, yang membalas durhaka segala bapa sampai kepada anak-anaknya dan kepada gilir yang ketiga dan yang keempatpun dari pada segala orang yang membenci akan Daku;

Sebab itu jangan kamu memperbuat berhala dari pada perak, dan jangan kamu memperbuat berhala dari pada emas di hadapan Aku.

Jangan kamu hidupi seorang petenung.

Barangsiapa yang membawa persembahan kepada ilah, lain dari pada persembahan yang kepada Tuhan sendiri, ia itu akan ditumpas.

Maka kecuali segala perkara firman-Ku kepadamu, hubaya-hubaya hendaklah kamu perhatikan ini, yaitu jangan kamu sebutkan nama ilah lain, dan jangan ia itu kedengaran dari pada mulutmu!

Sebermula, maka apabila dilihat oleh orang banyak bahwa berlambatan juga Musa turun dari atas bukit itu, maka berkerumunlah mereka itu kepada Harun sambil katanya: Mari, perbuatkanlah kami berhala, yang berjalan di hadapan kami, karena adapun akan Musa, orang yang telah menghantarkan kami keluar dari negeri Mesir, tiada kami tahu apakah jadinya. Maka kata Harun kepada mereka itu: Cabutkanlah segala perhiasan emas yang ada pada telinga binimu dan anak-anakmu laki-laki dan perempuan, bawalah dia ke mari kepadaku. Maka oleh orang banyak sekalian itu dicabutlah segala perhiasan yang pada telinga mereka itu, lalu dibawanya kepada Harun. Maka disambutnyalah dari pada tangan mereka itu, lalu diukirnya dengan pelukis satu teladan, maka setuju dengan dia dituang oranglah seekor anak lembu, lalu kata mereka itu: Hai orang Israel! Inilah dewamu, yang telah membawa akan kamu keluar dari negeri Mesir.

Dengan segera juga mereka itu telah undur dari pada jalan yang Kupesan kepadanya! mereka itu telah memperbuat akan dirinya seekor anak lembu tuangan, lalu mereka itu sujud di hadapannya, dipersembahkannya korban padanya sambil katanya: Hai Israel! inilah dewamu, yang telah membawa akan kamu keluar dari negeri Mesir. Dan lagi firman Tuhan kepada Musa: Bahwa Aku telah melihat bangsa ini, sesungguhnya mereka itu suatu bangsa yang tegar tengkuknya. Maka sekarang biarkanlah Aku menyalakan murka-Ku akan dia serta menghanguskan dia, maka Aku akan menjadikan dikau suatu bangsa yang besar.

Maka kembalilah Musa kepada Tuhan, lalu sembahnya: Wah, bangsa ini telah berbuat dosa yang amat besar dengan memperbuat berhala emas akan dirinya.

Melainkan hendaklah kamu membongkar segala mezbahnya dan memecahkan segala patung yang didirikannya, dan menebang segala hutan-hutannya. - - - Janganlah kamu berjanji-janjian dengan orang isi negeri itu, karena apabila mereka itu berkendak mengikut dewatanya dan membawa korban kepada berhalanya, barangkali dijemputnya akan kamu dan kamupun makan dari pada korbannya itu. Maka jikalau kiranya kamu mengambil anak perempuan mereka itu akan bini anakmu laki-laki, niscaya anaknya perempuan itu akan berkendak mengikut berhalanya dan diadakannya pula bahwa anakmu laki-lakipun berkendak mengikut berhala mereka itu. Janganlah kamu memperbuat akan dirimu patung tuangan.

Dan jangan mereka itu lagi mempersembahkan persembelihannya kepada syaitan, yang diturutnya dengan zinahnya; maka inilah menjadi suatu hukum yang kekal bagi mereka itu turun-temurun.

Dan jangan kamu berpaling kepada dewa-dewa dan jangan kamu memperbuatkan berhala perbuatan tuangan: Bahwa Akulah Tuhan, Allahmu!

Jangan kamu makan barang sesuatu yang darah adanya, dan jangan kamu menyidik pesona seranah atau melihat dalam nujum.

Jangan kamu menoreh tubuhmu karena sebab seorang yang mati, dan jangan kamu menyelarkan tubuhmu dengan barang sesuatu tulisan: Bahwa Akulah Tuhan.

Dan jangan kamu berpaling kepada orang petenung atau orang yang manaruh hikmat iblis, jangan kamu mencahari mereka itu hendak menajiskan dirimu dengan dia: Bahwa Akulah Tuhan, Allahmu!

Dan lagi katakanlah kepada segala bani Israel ini: Barangsiapa dari pada segala bani Israel atau dari pada segala orang dagang, yang duduk menumpang di antara orang Israel, jikalau dipersembahkannya anaknya kepada Molekh, orang itu akan mati dibunuh, dilempari dengan batu oleh orang isi negeri. Maka Aku sendiripun akan menunjuk wajah-Ku melawan orang itu dan menumpaskan dia dari antara bangsanya, sebab telah dipersembahkannya anak buahnya kepada Molekh, hendak menajiskan tempat-Ku yang suci dan menghinakan nama-Ku yang suci itu.

Demikianpun jikalau seorang sudah pergi bertanyakan orang petenung atau orang yang tahu hikmat iblis, hendak menurut zinahnya, maka Aku akan menunjuk wajah-Ku kelak melawan orang itu dan menumpaskan dia dari antara bangsanya.

Maka barangsiapa di antara kamu, baik orang laki-laki atau perempuan, yang menjadi petenung atau menaruh hikmat iblis, tak akan jangan ia itu mati dibunuh, hendaklah orang melempari dia dengan batu, maka darahnya tertanggunglah atasnya.

Maka jangan kamu memperbuat berhala atau patung akan dirimu dan jangan kamu mendirikan dia bagi dirimu, dan batu yang terukirpun jangan kamu taruh dalam negerimu akan menyembah sujud di hadapannya, karena Akulah Tuhan, Allahmu!

Maka Aku akan merobohkan segala panggungmu dan membinasakan segala gambar syamsiat kamu, maka mayat-mayat kamu akan Kucampak di atas pecah-pecahan berhalamu yang tahi adanya, dan hati-Kupun jemu akan kamu!

hendaklah kamu menghalaukan segala orang isi negeri itu dari hadapanmu keluar dari pada miliknya, dan pecahkanlah segala patungnya yang dari pada batu dan hancurkanlah segala patungnya perbuatan tuangan, dan pecahkanlah segala panggungnya.

Maka sebab itu hendaklah kamu jaga baik-baik akan hatimu, karena sesuatu lembagapun tiada kamu lihat pada hari Tuhan berfirman kepadamu dari atas Horeb dari tengah-tengah api itu. Asal jangan kamu membuang dirimu ke dalam kebinasaan dan jangan perbuat akan dirimu gambar atau patung dengan barang sesuatu lembagaan, rupanya seperti laki-laki atau perempuan, atau rupanya seperti barang sesuatu binatang yang berkaki empat, yang di atas bumi, atau rupanya seperti barang sesuatu unggas yang bersayap yang terbang di udara, atau rupanya seperti barang sesuatu binatang yang melata di atas bumi, atau rupanya seperti barang sesuatu ikan yang dalam air di bawah bumi itu. Dan jangan kamu menengadah ke langit hendak memandang matahari dan bulan dan segala bintang, segenap tentara di langit itu, sehingga kamu dibujuk akan menyembah dia dan berbuat bakti kepadanya, yang telah dikaruniakan Tuhan, Allahmu, kepada segala bangsa yang di bawah langit akan bahagiannya.

Karena Tuhan, Allahmu, itu suatu api yang membinasakan, yaitu suatu Allah yang cemburuan adanya.

Jangan ada padamu ilah yang lain di hadapan hadirat-Ku. Jangan kamu memperbuat akan dirimu patung yang terpahat atau barang peta yang serupa dengan barang yang di langit di atas, atau dengan barang yang di atas bumi di bawah, atau dengan barang yang dalam air di bawah bumi itu. Jangan kamu menyembah sujud kepadanya atau berbuat bakti kepadanya, karena adalah Aku ini, Tuhan, Allahmu, Allah yang cemburuan, yang membalas kejahatan bapa-bapa kepada anak-anaknya sampai kepada gilir yang ketiga dan yang keempat dari pada orang yang membenci akan Daku,

Janganlah kamu menurut dewa-dewa dari pada segala dewata bangsa lain yang duduk keliling kamu. Karena Tuhan, Allahmu, yang di tengah-tengah kamu, Ia itu Allah yang cemburuan adanya, supaya jangan murka Tuhan, Allahmu, itu mulai bernyala-nyala kepadamu, dan jangan ditumpas-Nya kamu dari atas bumi.

Dan lagi jangan kamu bersanak saudara dengan mereka itu, jangan anakmu perempuan kamu berikan kepada anak mereka itu laki-laki, dan anak mereka itu perempuan jangan kamu ambil akan bini anakmu laki-laki. Karena mereka itu kelak akan mengundurkan anakmu dari belakang Aku, sehingga ia berbuat bakti kepada dewata, maka begitulah murka Tuhan akan bernyala-nyala kelak kepadamu dan dibinasakannya kamu dengan segeranya. Melainkan hendaklah kamu berbuat akan mereka itu demikian ini: Pecahkanlah segala mezbah mereka itu dan hancur luluhkan segala tiang yang telah didirikan oleh mereka itu, dan tebangkanlah segala hutan-hutan mereka itu dan bakarkanlah segala patung mereka itu habis dengan api.

Maka hendaklah kamu menghilangkan sama sekali segala tempat bangsa-bangsa yang kamu mengambil pusakanya akan milikmu kelak, yaitu tempat mereka itu sudah berbuat bakti kepada dewa-dewanya, baik di atas gunung yang tinggi atau di atas bukit atau di bawah barang pohon kayu yang hijau. Maka hendaklah kamu merombak segala mezbahnya dan memecahkan segala tiang berhalanya dan membakar habis dengan api segala hutan-hutannya, dan memarang berpenggal-penggal segala patung dewatanya, dan menghilangkan namanya dari pada tempat itu. Tetapi janganlah kamu berbuat demikian akan Tuhan, Allahmu,

maka peliharakanlah dirimu dari pada kena jerat, sehingga kamu menurut teladannya setelah sudah mereka itu ditumpas di hadapanmu; dan jangan kamu bertanya-tanya akan hal dewa-dewa mereka itu, sampai katamu: Bagaimana perihal bangsa-bangsa itu berbuat bakti kepada dewa-dewanya, supaya kamipun berbuat demikian? Jangan kamu berbuat begitu akan Tuhan, Allahmu; karena segala perkara yang telah diperbuat oleh mereka itu akan dewa-dewanya, ia itu kebencian belaka kepada Tuhan, sehingga dibakar juga oleh mereka itu habis akan anaknya laki-laki dan perempuan dengan api bagi dewa-dewanya.

Sebermula, maka apabila di antara kamu bangunlah seorang nabi atau pemimpi, maka diberikannya akan kamu suatu tanda atau mujizat, lalu jadilah tanda atau mujizat yang telah dijanjinya kepadamu sambil katanya: Mari kita menurut dewa-dewa, yang tiada kamu kenal dahulu, dan kita berbuat bakti kepadanya! janganlah kamu dengar akan kata nabi atau pemimpi itu, karena kamu dicobai oleh Tuhan, Allahmu, hendak diketahui-Nya kalau sungguh-sungguh kamu mengasihi akan Tuhan, Allahmu, dengan segenap jiwamu.

Maka jikalau kiranya saudaramu yang seibu dengan dikau, atau anakmu laki-laki, atau anakmu perempuan, atau bini yang diribaanmu, atau sahabatmu yang kekasih hatimu itu membujuk akan kamu sembuni-sembuni, katanya: Mari kita pergi berbuat bakti kepada dewa-dewa yang tiada dikenal oleh kamu atau oleh nenek moyangmupun tidak, dari pada dewa-dewa segala bangsa yang duduk keliling kamu, baik hampir baik jauh, dari pada ujung bumi kepada ujung bumi yang lain, janganlah kamu menurut kehendaknya dan jangan dengar akan katanya, bahkan, jangan hatimu kasihan akan dia dan jangan sayang akan dia dan jangan melindungkan dia,

sehingga ia pergi berbuat bakti kepada dewa-dewa serta menyembah sujud kepadanya, atau kepada matahari, atau kepada bulan, atau kepada segala tentara di langit, yang bukan pesanku demikian, dan perkara itu diberitahu akan kamu dan kedengaranlah ia itu kepadamu, maka hendaklah kamu menyelidik baik-baik akan perkara itu, bahwa sesungguhnya jikalau benar dan nyatalah perdakwaan itu dan perkara kebencian itu telah jadi di tengah-tengah Israel, maka orang laki-laki atau perempuan yang telah berbuat perkara jahat itu hendaklah kamu bawa keluar ke pintu gerbangmu, lalu hendaklah kamu melontari orang laki-laki atau perempuan itu dengan batu sampai ia mati.

Jangan di antara kamu didapati akan seorang juapun yang menyuruh anaknya laki-laki atau perempuan menerusi api, atau yang bertenung atau orang hobatan atau yang melihat dalam nujum atau orang sulapan, atau juru mantera yang membaca manteranya, atau yang bertanyakan hantu syaitan, atau yang tahu ilmu ramal, atau yang bertanyakan orang mati. Karena segala orang yang berbuat perkara yang demikian, yaitu kebencian kepada Tuhan, dan sebab perbuatan kebencian yang demikian dihalaukan Tuhan, Allahmu, akan mereka itu di hadapanmu dari dalam miliknya.

Tetapi adapun nabi yang melakukan dirinya dengan sombong dan mengatakan firman dengan nama-Ku yang tiada Kusuruh katakan, atau yang berkata dengan nama dewa-dewa, niscaya orang nabi itu akan mati dibunuh hukumnya.

Kutuklah orang yang memperbuat patung pahatan atau tuangan, ia itu suatu kebencian kepada Tuhan, perbuatan tangan orang pandai, dan yang menaruh akan dia pada tempat yang sembunyi! Maka segenap orang banyak itu akan menyahut: Amin!

Mereka itu telah membangkitkan cemburuan-Nya dengan dewa-dewa, dan telah menggalakkan murka-Nya dengan barang kebencian. Mereka itupun telah mempersembahkan korban kepada syaitan, bukan kepada Allah, dan kepada dewa-dewa yang belum pernah dikenalnya, yang baharu diadakan dan yang tiada diketakuti oleh nenek moyangmu.

Maka sebab dinyalakannya cemburuan-Ku oleh barang yang bukan ilah adanya, dan diterbitkannya murka-Ku oleh perkara yang sia-sia belaka, maka Akupun hendak menggalakkan cemburuannya oleh orang yang bukan suatu bangsa dan menerbitkan amarahnya oleh suatu bangsa yang hina.

Tetapi tiada juga didengarnya akan hakim-hakimnya, melainkan mereka itu berbuat zina menurut dewa-dewa sambil menyembah sujud kepadanya; maka dengan segera juga mereka itu undur dari pada jalan yang telah diturut oleh nenek moyangnya, yang mendengar akan segala firman Tuhan; maka mereka itu tiada berbuat demikian.

Tetapi sesungguhnya setelah mati hakim itu berbaliklah mereka itu dan dirusakkannya halnya lebih dari pada bapa-bapanya, serta menurut dewa-dewa dan berbuat bakti kepadanya dan menyembah sujud kepadanya, satupun tiada ditinggalkannya dari pada segala perbuatannya atau dari pada jalannya yang tegar ini.

Arakian, maka kembali pula bani Israel membuat barang yang jahat kepada pemandangan Tuhan serta menyembah kepada Baalim dan Astarot dan segala berhala orang benua Syam dan segala berhala Sidon dan segala berhala Moab dan segala berhala bani Ammon dan lagi segala berhala orang Filistin; maka ditinggalkannya akan Tuhan, tiada mereka itu beribadat kepada-Nya. Maka sebab itu berbangkitlah murka Tuhan akan Israel, dijual-Nya mereka itu kepada tangan orang Filistin dan kepada tangan bani Ammon.

Maka pada masa itu berserulah segala bani Israel kepada Tuhan, katanya: Bahwa kami telah berdosa kepadamu, pertama sebab kami telah meninggalkan Allah kami dan kedua sebab kami telah menyembah kepada Baalim.

Kendatilah demikian, maka kamu telah meninggalkan Daku pula dan kamu telah menyembah kepada berhala, maka sebab itu tiada Aku melepaskan kamu lagi dari padanya. Pergilah kamu, berserulah kepada berhala, yang telah kamu pilih, biarlah mereka itu menolong akan kamu pada masa kepicikan kamu. Tetapi sembah bani Israel kepada Tuhan: Bahwa kami telah berbuat dosa, biarlah Tuhan berbuat akan kami barang yang baik kepada pemandangan-Mu; sahaja tolonglah kiranya akan kami pada hari ini juga! Maka oleh mereka itu dibuang akan segala berhala dari tengahnya, lalu beribadatlah kepada Tuhan, maka berbangkitlah kasihan-Nya akan kelelahan Israel.

Lalu diambil oleh orang Filistin akan tabut Allah, dibawanya ke dalam rumah Dagon, ditaruhnya pada sisi Dagon itu. Tetapi pada keesokan harinya pagi-pagi orang Asdod bangun, dilihatnya bahwasanya Dagon sudah jatuh terjerumus dengan mukanya ke bumi di hadapan tabut Tuhan! Maka diangkatnya akan Dagon, didirikannya pula pada tempatnya. Maka pada keesokan harinya pagi-pagi mereka itu bangun, heran, maka Dagon terjerumus pula dengan mukanya ke bumi di hadapan tabut Tuhan, tetapi kepala Dagon dan kedua tapak tangannya sudah putus dan berpelantingan pada ambang pintu, hanya badan Dagon tinggal juga sebatang kara. Maka sebab itu segala kahin Dagon dan segala orang lain yang masuk ke dalam kuil Dagon itu, tiada menjejak ambang pintu rumah Dagon yang di Asdod sampai kepada hari ini. Maka tangan Tuhanpun beratlah pada orang isi Asdod, sehingga dibinasakan-Nya dan dipalu-Nya mereka itu dengan puru, yaitu akan orang isi Asdod dalam segala jajahannya. Serta dilihat orang isi Asdod demikianlah halnya, maka katanya: Jangan kiranya tabut Allah orang Israel tinggal lagi serta dengan kita, karena beratlah tangan-Nya menekan akan kita dan akan Dagon, berhala kita.

Karena degil itulah dosa hobatan dan angkara itulah menyembah dewa-dewa dan kebaktian kepada berhala adanya. Maka tegal engkau sudah menolak akan firman Tuhan, sebab itu Tuhanpun menolak akan dikau, supaya jangan lagi engkau raja.

Adapun Semuel itu sudah mati dan segenap orang Israel sudah meratapi dia dan dikuburkannya di Rama, yaitu dalam negerinya. Maka Saul sudah menghapuskan dari dalam negeri segala tukang tenung dan segala orang yang tahu hikmat iblis.

Lalu titah Saul kepada hambanya: Caharikanlah aku seorang perempuan yang menaruh syaitan tenungan, supaya boleh aku pergi meminta ikhtiar kepadanya. Maka sembah hambanya kepadanya: Bahwasanya di Endor adalah seorang perempuan yang menaruh syaitan tenungan. Maka Saulpun menyamarkan dirinya serta bertukar pakaian, lalu pergilah ia dengan dua orang sertanya, maka ketiganya sampailah kepada perempuan itu pada malam, lalu titah Saul: Pertenunglah engkau akan daku dan bangkitkanlah akan daku orang yang akan kukatakan kepadamu. Maka sahut perempuan itu kepadanya: Bahwasanya engkau mengetahui juga akan perbuatan Saul, bagaimana dari dalam negeri ini sudah ditumpasnya segala tukang tenung dan segala orang yang tahu hikmat iblis; sekarang mengapa engkau memasang jerat akan nyawaku, hendak membunuh aku?

Karena sesungguhnya pada masa raja Sulaiman sudah tua, dicenderungkan hati baginda oleh segala isterinya kepada dewa-dewa, sehingga tiada lagi tulus hati baginda dengan Tuhan, Allahnya, seperti hati raja Daud, ayahanda baginda. Karena berjalanlah raja Sulaiman menurut Astoret, berhala orang Sidoni, dan Milkhom kehinaan orang Ammoni. Demikianlah diperbuat raja Sulaiman barang yang jahat kepada pemandangan Tuhan, dan tiada baginda tetap dalam mengikut Tuhan seperti raja Daud, ayahanda baginda. Tambahan pula didirikan raja sulaiman sebuah panggung bagi Kamos, kehinaan orang Moabi, di atas bukit yang bertentangan dengan Yeruzalem, dan bagi Molekh, kehinaan bani Ammon itu. Maka demikian juga diperbuat baginda akan segala isterinya yang dari pada lain bangsa itu, yang membakar dupa dan mempersembahkan korban kepada dewa-dewanya.

maka ia itu, sebab mereka itu sudah meninggalkan Daku dan menyembah sujud kepada Astoret, dewa orang Sidoni, dan kepada Kamos, dewa orang Moabi, dan kepada Milkhom, dewa bani Ammon, dan tiada mereka itu berjalan pada jalan-Ku akan berbuat barang yang benar kepada pemandangan-Ku, yaitu menurut segala syariat dan syarat-Ku, seperti Daud, ayahnya.

Maka bagindapun membicarakanlah hal itu, lalu diperbuatnya dua ekor anak lembu dari pada emas, maka titahnya kepada orang banyak itu: Bahwa terlalu sukar bagimu pergi ke hulu ke Yeruzalem. Lihat, inilah ilahmu, hai orang Israel, yang sudah menghantar akan kamu keluar dari negeri Mesir!

Karena mereka itupun memperbuat akan dirinya beberapa panggung dan patung terdiri dan hutan-hutan di atas segala bukit yang tinggi dan di bawah segala pohon kayu yang rindang. Dan lagi orang zindikpun adalah di dalam negeri, dan kelakuan mereka itu menurut segala kejahatan orang kafir, yang telah dihalaukan Tuhan dari tanah miliknya di hadapan orang Israel.

Setelah itu maka dihampiri Elia kepada segenap orang banyak itu, lalu katanya: Berapa lamakah kamu berjalan pincang dengan ingatan bercabang? Jikalau Tuhan itu Allah, baiklah kamu mengikut Dia, tetapi jikalau kiranya Baal, baiklah kamu mengikut dia? Maka sepatah katapun tiada disahut orang banyak itu akan dia. Lalu kata Elia kepada orang banyak itu: Bahwa aku nabi Tuhan tinggal seorang orang, tetapi nabi Baal itu empat ratus lima puluh orang banyaknya. Maka sekarang hendaklah diberikan dua ekor lembu muda kepada kami, biarlah mereka itu pilih akan lembu muda seekor bagi dirinya, lalu ia itu dipenggal-penggal olehnya dan diletakkan segala penggal itu di atas kayu, tetapi jangan dibubuhnya api padanya, maka akupun akan menyediakan lembu muda seekornya, lalu kuletakkan dia di atas kayu dan tiada kububuh api padanya. Setelah itu hendaklah kamu sekalian berseru kepada nama dewamu, dan aku akan berseru kepada nama Tuhan; maka mana yang menyahut kelak dengan api, ia itu juga Allah adanya. Maka segenap orang banyak itu menyahut: Katamu ini baiklah adanya.

Lalu kata Elia kepada segala nabi Baal itu: Pilihlah olehmu akan seekor lembu muda bagi dirimu, sediakanlah dia dahulu, karena kamu ini banyak, lalu hendaklah kamu berseru kepada nama dewamu, tetapi jangan kamu bubuh api padanya. Maka diambil oleh mereka itu akan lembu muda seekor, yang diberikannya kepada mereka itu, lalu disediakannya lembu itu dan berserulah mereka itu kepada nama Baal dari pada pagi sampai kepada tengah hari, katanya: Ya Baal! sahut apalah akan kami! Tetapi bunyi suarapun tiada, sahutpun tiada. Maka berlompat-lompatanlah mereka itu keliling mezbah yang telah diperbuatnya itu. Maka jadi pada tengah hari bahwa Eliapun mengolok-olokkan mereka itu, katanya: Baiklah kamu berseru dengan suara yang lebih nyaring pula, karena sesungguhnya ilah juga adanya; barangkali ia lagi tepekur, atau ada sesuatu pekerjaannya, atau adalah ia dalam perjalanannya, atau barangkali ia tertidur, sehingga ia hendak dijagakan dahulu! Lalu berserulah mereka itu dengan suara yang lebih nyaring dan ditoreh-torehkannya dirinya dengan pisau dan dengan dabus, seperti adatnya, sehingga berlumurlah mereka itu dengan darah. Setelah sudah lalu tengah hari maka mengingar-ingarlah mereka itu sampai waktu dipersembahkan oranglah persembahan makanan, tetapi bunyi suarapun tiada datang, sahutpun tiada, pendengarpun tiada.

Lalu kata Elia kepada segenap orang banyak itu: Marilah kamu hampir kepadaku. Maka segala orang itupun datanglah hampir kepadanya, lalu dibaikinya mezbah Tuhan, yang telah dipecahkan itu. Maka diambil oleh Elia akan batu dua belas buah, seturut bilangan segala suku bani Yakub, kepadanya juga sudah datang firman Tuhan, bunyinya: Bahwa Israel akan jadi namamu. Maka dari pada batu-batu itu diperbuatnya mezbah itu dengan nama Tuhan, setelah itu maka digalinya parit keliling mezbah itu, seluas dua gantang biji-bijian. Lalu dibubuhnya kayu api di atasnya dan dipenggal-penggalnya lembu muda itu, diletakkannya segala penggal itu di atas kayu api itu. Maka katanya: Isilah oleh kamu akan empat buah buyung dengan air, curahkanlah dia kepada korban bakaran dan kepada kayu api itu. Lalu katanya: Perbuatlah begitu pada kedua kali. Maka diperbuatnya begitu pada kedua kalinya. Setelah itu maka katanya: Perbuatlah begitu pada ketiga kali. Maka diperbuatnya begitu pada ketiga kalinya. Sehingga air itupun mengalirlah dari pada segala pihak mezbah itu, tambahan lagi diisinya pula akan parit itu dengan air.

Maka betul pada waktu dipersembahkan orang persembahan makanan itu datanglah nabi Elia itu hampir sambil sembahnya: Ya Tuhan, Allah Ibrahim, Ishak dan Israel! Pada hari ini juga biarlah nyata bahwa Engkaulah Allah di antara orang Israel dan akulah hamba-Mu, dan aku berbuat segala perkara ini dengan firman-Mu. Sahutlah akan daku, ya Tuhan! Sahutlah akan daku, supaya diketahui oleh orang banyak ini akan Dikau, ya Hua! bahwa Allah adamu, dan hendaklah Engkau membalikkan hati mereka. Hata, maka pada masa itu turunlah api dari pada Tuhan, lalu makan habis akan korban bakaran itu dan akan kayu apinya dan segala batu dan tanah itu dan dijilatnya habis akan segala air yang di dalam parit itu. Serta dilihat oleh orang banyak akan hal yang demikian, maka sujudlah mereka itu sekalian dengan mukanya sampai ke tanah, sambil katanya: Hua itulah Allah! Hua itulah Allah! Maka kata Elia kepada mereka itu: Tangkaplah olehmu akan segala nabi Baal itu, seorang juapun jangan luput. Maka ditangkapnyalah akan dia, lalu dibawa Elia akan mereka itu sekalian turun ke anak sungai Kison, dibantainya sekaliannya di sana.

Maka kelakuannya sangat kebencian, sebab diikutnya akan berhala tahi, menurut segala sesuatu yang telah diperbuat orang Amori dahulu, yang sudah dihalaukan Allah dari pada tanah miliknya di hadapan segala bani Israel.

Maka sesungguhnya demi dilihat Yoram akan Yehu, lalu katanya: Adakah selamat, hai Yehu? Maka sahutnya: Masakan selamat, selagi segala zina Izebel, ibumu, dan segala hobatannya begitu banyak adanya?

dibawanya keluar dari dalam kuil Baal akan segala patung yang terdiri di dalamnya, dan dibakarnya habis akan dia. Dan lagi dirobohkannyalah patung Baal yang terdiri di situ dan dibongkarnya kuil Baal, dijadikannya longkang sampai kepada hari ini.

Maka di sanalah dibakarnya dupa di atas segala panggung, sama seperti segala orang kafir, yang sudah dihalaukan Tuhan dari hadapan mereka itu; dan dibuatnya beberapa perkara yang jahat akan membangkitkan murka Tuhan. Maka mereka itu sudah berbuat ibadat kepada segala berhala tahi, yang ada firman Tuhan akan halnya, demikian bunyinya: Janganlah kamu berbuat perkara begitu.

Tetapi tiada mereka itu mau dengar, melainkan ditegarkannya tengkuknya, seperti tengkuk segala nenek moyangnya, yang tiada percaya akan Tuhan, Allahnya; dicelakannya hukum undang-undang-Nya dan perjanjian yang telah didirikan Tuhan dengan nenek moyang mereka itu, dan segala firman yang telah disampaikan-Nya kepada mereka itu, dan kelakuan mereka itu menurut perkara yang sia-sia, sehingga mereka itu sendiripun menjadi sia-sia belaka, dan diturutnya adat segala bangsa yang duduk keliling mereka itu, yang ada firman Tuhan akan halnya, janganlah kiranya kelakuan mereka itu seperti bangsa itu. Bahkan, ditinggalkannya segala firman Tuhan, Allahnya, diperbuatnya akan dirinya patung tuangan, yaitu anak lembu dua ekor, dan diperbuatkannya beberapa hutan-hutan dan mereka itu menyembah sujud kepada segala tentara di langit dan berbuat bakti kepada Baal. Tambahan pula dijalankannya anak-anaknya laki-laki dan perempuan terus dari pada api dan diadakannya tenungan dan diselidiknya pesona seranah, dan dijualnya dirinya akan berbuat barang yang jahat kepada pemandangan Tuhan hendak membangkitkan murka-Nya. Maka sebab itu sangatlah murka Tuhan akan orang Israel, sehingga dilalukan-Nya mereka itu dari hadapan hadirat-Nya; tiada yang tertinggal lagi melainkan suku Yehuda sendiri jua.

Tetapi tiap-tiap bangsa itu memperbuat berhalanya dan ditaruhnya akan dia dalam rumah panggung yang telah diperbuat oleh orang Samaritani, yaitu tiap-tiap bangsa dalam negeri tempat kedudukannya.

Kepada Tuhanpun mereka itu berbuat bakti dan kepada berhalanyapun mereka itu berbuat bakti atas peri segala bangsa, dari antaranya juga mereka itu sudah dipindahkan. Maka sampai kepada hari ini juga mereka itu menurut adatnya yang dahulu itu, bukan mereka itu berbuat ibadat kepada Tuhan dan bukan mereka itu menurut syariat dan hukum dan undang-undang dan firman, yang telah disampaikan Tuhan kepada segala bani Yakub yang dianugerahkan-Nya nama Israel. Karena dengan orang ini jua didirikan Tuhan perjanjian-Nya serta firman-Nya kepadanya demikian: Janganlah kamu berbuat bakti kepada dewa-dewa dan jangan kamu menyembah sujud kepadanya, dan jangan kamu berbuat ibadat kepadanya dan jangan kamu mempersembahkan korban kepadanya.

Maka dilalukannya segala panggung dan dipecahkannya segala patung yang terdiri dan ditebangnya segala hutan-hutan dan dihancurluluhkannya ular tembaga, perbuatan Musa itu, sebab sampai kepada hari itu bani Israelpun membakar dupa baginya, maka dinamai baginda akan dia Nehustan.

Ya Tuhan! sesungguhnya raja-raja Asyur itu sudah membinasakan segala orang kafir itu serta dengan negerinya, dan sudah dicampakkannya segala berhala mereka itu ke dalam api, karena bukan ilah adanya, melainkan perbuatan tangan manusia jua dari pada kayu dan batu, maka sebab itu dapat dibinasakannya.

Bahkan, disuruhnya puteranya menerusi api dan dilihatnya dalam nujum dan diselidiknya pesona seranah dan diangkatnya akan orang tenungan dan hobatan; dibuatnya amat banyak perkara yang jahat kepada pemandangan Tuhan, akan membangkitkan murka-Nya.

Tegal Manasye, raja orang Yehuda, sudah berbuat segala perkara kebencian ini, yang lebih jahat dari pada segala perbuatan orang Amori, yang dahulu dari padanya, bahkan, dibujuknya lagi orang Yehuda akan berbuat dosa dengan berhala tahinya, maka sebab itu firman Tuhan, Allah orang Israel, demikian: Bahwasanya Aku akan mendatangkan jahat kelak atas Yeruzalem dan atas segala orang Yehuda, sehingga menderinglah kedua belah telinga tiap-tiap orang yang mendengarnya.

Karena berjalanlah baginda pada segala jalan yang telah diturut oleh ayahanda baginda, dan berbuat baktilah baginda kepada segala berhala tahi yang disembah oleh ayahanda baginda, dan lagi bagindapun menyembah sujud kepadanya.

Dan lagi dipecatkan baginda segala kahin, yang telah diangkat oleh raja-raja Yehuda supaya dibakarnya dupa di atas segala panggung yang di dalam segala negeri Yehuda dan di jajahan Yeruzalem, dan lagi segala mereka yang membakar dupa bagi Baal dan bagi matahari dan bulan dan segala bintang, yaitu bagi segenap tentara di langit. Dan lagi disuruh baginda lalukan dari rumah Tuhan akan berhala hutan itu keluar dari Yeruzalem sampai ke anak sungai Kideron, lalu dibakarnya habis akan dia di tepi sungai Kideron dan dihancurluluhkannya dan ditaburkannya abunya kepada segala kubur orang hina dina. Tambahan pula dirobohkan segala bilik orang zindik yang pada rumah Tuhan, tempat orang perempuan biasa bertenun kemah bagi dewa hutan-hutan itu. Maka disuruhnya segala imam itu keluar dari negeri-negeri Yehuda dan dinajiskannya segala panggung, tempat segala imam itu biasa membakar dupa, dari Geba datang ke Birsyeba, dan dirobohkannya segala panggung pintu gerbang, demikianpun panggung yang pada pintu gerbang Yusak, penghulu negeri, yang pada sebelah kiri orang yang masuk dari pintu negeri.

Dan lagi dilalukan raja Yosia segala orang petenung dan yang menaruh hikmat syaitan dan terafim dan berhala tahi dan segala perkara kebencian yang kelihatan dalam negeri Yehuda dan Yeruzalem, supaya ditetapkannya segala perkataan taurat yang tersurat dalam kitab yang terdapat oleh imam Hilkia di dalam rumah Tuhan.

Demikian matilah Saul dengan salahnya, sebab ia telah mendurhaka kepada Tuhan dengan tiada menurut firman Tuhan dan sebab ia telah pergi mendapatkan perempuan tenungan hendak bertanyakan dia.

Karena dewata segala bangsa itu berhala jua adanya, tetapi Tuhanlah yang sudah menjadikan segala petala langit.

Maka diangkat Yerobeam akan dirinya beberapa penghulu panggung dan bagi syaitan dan patung anak lembu yang sudah diperbuatnya.

karena dilalukannya segala mezbah orang helat dan segala panggungpun, dan dipecahkannya segala patung dan ditebangnya segala hutan-hutan.

Maka ditinggalkannya rumah Tuhan, Allah nenek moyangnya, lalu berbuat bakti kepada hutan-hutan dan segala berhala, sehingga datanglah murka besar atas orang isi Yeruzalem oleh karena salahnya ini.

Karena dipersembahkannya korban kepada segala dewata Damsyik, yang sudah mengalahkan dia, serta katanya: Oleh karena segala dewata raja-raja Syam sudah menolong mereka itu, maka akupun hendak mempersembahkan korban kepadanya, supaya akupun ditolong olehnya; akan tetapi ia itu menyebabkan kebinasaannya dan kebinasaan segenap orang Israelpun. Maka dikumpulkan Akhaz segala serba perkakasan bait-Ullah, dipecah-pecahkannya segala serba perkakasan bait-Ullah itu dan dikatupkannya segala papan pintu rumah Tuhan dan dibuatnya akan dirinya beberapa mezbah pada segala penjuru Yeruzalem. Dan lagi dibuatnya beberapa panggung dalam tiap-tiap negeri Yehuda hendak membakar dupa di atasnya bagi segala dewata; demikian dibangkitkannyalah murka Tuhan, Allah nenek moyangnya.

Maka dibuatnya barang yang jahat kepada pemandangan Tuhan, menurut segala kekejian orang kafir yang sudah dihalaukan Tuhan dari pada miliknya di hadapan segala bani Israel. Karena dibangunkannya pula segala panggung yang telah dirobohkan oleh Yehizkia, ayahanda baginda, dan didirikannya pula segala mezbah Baalim, dan diperbuatkannya hutan-hutan dan iapun menyembah sujud kepada segala tentara yang di langit dan berbuat bakti kepadanya.

Dan disuruhnya anak-anaknya berjalan terus dari pada api di lembah Bin-Hinom, dan dilihatnya dalam nujum dan dibacanya mantera, dan dipakainya tenungan dan dicitanya nyawa orang mati dan dibacanya ramal; makin lama makin lebih diperbuatnya barang yang jahat kepada pemandangan Tuhan akan membangkitkan murka-Nya. Dan lagi suatu patung yang serupa dengan manusia telah diperbuatnya, ditaruhnya di dalam bait-Ullah, akan halnya Allah sudah berfirman kepada Daud dan kepada Sulaiman, puteranya: Di dalam rumah ini dan di Yeruzalem, yang telah Kupilih dari pada segala suku bangsa Israel, akan Kutaruh nama-Ku sampai selama-lamanya.

Adapun kesusahan orang yang menyembah ilah lain, ia itu akan dipertambah-tambah; tiada aku mau mencucurkan persembahan minuman mereka itu yang dari pada darah adanya, dan tiada aku akan menyebut nama mereka itu dengan lidahku.

Lalu mereka itu menerbitkan murka-Nya dengan segala panggungnya serta mendatangkan cemburuan bagi-Nya dengan segala berhalanya. Serta kedengaranlah ia itu kepada Allah, maka murkalah Ia, dicelakan-Nya orang Israel sangat.

Karena segala dewa orang kafir itu berhala jua adanya, tetapi Tuhan telah menjadikan segala petala langit.

Biarlah dipermalukan segala orang yang berbakti kepada patung dan yang bermegah-megah akan berhalanya. Sembah sujudlah kepada Tuhan, hai kamu segala dewata.

dan berbuat bakti kepada berhalanya, maka ia itu menjadi suatu jerat baginya. Tambahan lagi mereka itu telah mengorbankan anaknya laki-laki dan perempuan kepada segala syaitan. Ditumpahkannya darah orang yang tiada bersalah, yaitu darah anaknya laki-laki dan perempuan, yang telah dipersembahkannya kepada segala berhala Kanani, sehingga tanah itupun dinajiskan oleh utang darah itu.

Adapun segala berhala mereka itu dari pada perak atau emas, ia itu perbuatan tangan manusia adanya. Adalah padanya suatu mulut, tetapi tiada ia dapat berkata-kata; adalah padanya mata, tetapi tiada ia dapat melihat. Telingapun adalah padanya, tetapi tiada ia dapat mendengar; adalah hidung padanya, tetapi tiada ia dapat mencium. Maka iapun bertangan, tetapi tiada dapat menjamah; ia berkaki, tetapi tiada dapat berjalan dan tiada ia tahu memberi bunyi suara dari dalam kerongkongannya. Biarlah segala orang yang memperbuat dia itu menjadi sebagainya; demikianpun segala orang yang harap padanya.

Adapun segala berhala orang kafir itu dari pada emas dan perak, ia itu perbuatan tangan manusia adanya. Ia bermulut tetapi tiada dapat berkata-kata, ia bermata tetapi tiada dapat melihat, ia bertelinga tetapi tiada dapat mendengar, dan lagi nafaspun tiada dalam mulutnya. Baiklah segala orang yang memperbuat dia menjadi sebagainya, demikianpun segala orang yang harap padanya.

Tetapi Engkau sudah meninggalkan umat-Mu, yaitu orang isi rumah Yakub, sebab mereka itu penuh dengan kejahatan terlebih dari pada segala bangsa Masyrik, dan mereka itulah orang petenung seperti orang Filistin, dan berkenanlah mereka itu akan segala sesuatu yang helat.

Dan lagi penuhlah negerinya dengan berhala. Bahwa mereka itu menyembah sujud kepada perbuatan tangannya sendiri dan kepada barang yang telah diperbuatnya dengan jarinya.

Maka pada hari itu juga tiap-tiap orang akan membuang segala berhala emas dan segala berhala perak, yang telah diperbuatnya akan menyembah sujud kepadanya, dan dicampakkannya kepada dandam dan kelelawar,

Maka apabila kata orang kepadamu: Bertanyakanlah orang yang bertenung-tenungan, dan yang tahu hikmat iblis, dan yang meraung dan yang mengulum-ulum itu, hendaklah kaujawab ini: Bukankah patut suatu bangsa bertanyakan Allahnya sendiri? patutkah ditanyakannya orang mati akan hal orang hidup? Akan taurat dan assyahadat, barangsiapa yang berkata-kata tiada setuju dengan perkataan itu, sekali-kali tiada akan terbit fajar baginya.

Bagaimana engkau sudah gugur dari langit, hai bintang kejora! hai anak fajar! engkau sudah ditebang rebah ke bumi, engkau, yang penganiaya segala bangsa! Katamu di dalam hatimu demikian: Bahwa aku hendak ke langit, aku hendak meninggikan takhtaku di atas segala bintang Allah, dan duduk di atas bukit perhimpunan pada pihak utara. Bahwa aku hendak naik tinggi dari pada awan-awan dan menyamakan diriku dengan Yang Mahatinggi! Bahkan, engkau telah tercampak ke dalam neraka, ke dalam keleburan yang sangat dalam.

Pada masa itu hikmat orang Mesir akan habis di dalam dadanya dan bicara mereka itu akan Kubatalkan; pada masa itu mereka akan bertanyakan berhalanya dan segala juru manteranya dan orang tenungannya dan yang tahu hikmat iblis.

Pada masa itu kamu kelak membilang najis jikalau akan perak persalutan segala berhalamu dan akan emas persalutan patung tuangan itu sekalipun, dan kamu akan membuang dia seperti kain cemar sambil katamu: Nyahlah engkau!

Bahkan, pada hari itu mereka itu akan membuang masing-masing akan berhalanya yang dari pada perak dan berhalanya yang dari pada emas, yang telah diperbuat oleh tanganmu akan berdosa.

Bahwa Aku ini Hua, ia itulah nama-Ku! kehormatan-Ku tiada Kuberikan kepada yang lain, atau kepujian-Ku kepada berhala.

Pada masa itu undurlah dan kemalu-maluanlah kelak segala orang yang harap pada patung pahat dan yang berkata kepada patung tuangan: Kamulah dewata kami!

Bahwa kamulah saksi-Ku, demikianlah firman Tuhan, dan hamba-Ku yang telah Kupilih, supaya kamu mengetahuinya dan percaya akan Daku serta mengerti, bahwa Aku inilah Dia! Dahulu dari padaku tiada ilah diadakan dan kemudian dari pada-Kupun tiada akan ada yang lain!

Demikian inilah firman Tuhan, Raja orang Israel dan Penebusnya, yaitu Tuhan serwa sekalian alam: Aku ini yang pertama dan Aku ini yang terkemudian, kecuali Aku tiadalah ilah adanya.

Adapun segala orang yang merupakan patung ukiran itu bersama-sama sia-sialah adanya, dan perbuatan mereka itu yang indah-indah itu tiada berguna; sekalian itu naiklah saksi atas dirinya; suatupun tiada dilihatnya, suatupun tiada diketahuinya, niscaya kemalu-maluanlah mereka itu kelak! Siapakah merupakan suatu berhala? dituangnya suatu patung yang tiada berguna. Bahwasanya kemalu-maluanlah kelak segala kawan mereka itu, tegal tukang-tukangnya dari pada manusia juga adanya; baiklah mereka itu sekalian berhimpun, baiklah mereka itu bangkit berdiri -- mereka itu akan gemetar, bersama-sama mereka itu akan malu. Adapun tukang besi itu memperbuat sebilah kapak, iapun berlelah dalam bara api, dan dirupakannya dengan godam dan dikerjakannya dengan lengan yang kuat, lagi ia berlapar dan jadi letih lesu! Adapun tukang kayu itu meregangkan benang arang, dan mereka dengan cungkil, dan dikerjakannya dengan pahat dan direncanakannya dengan jangka, diperbuatnya atas teladan orang laki-laki, seturut rupa manusia yang elok, akan tinggal tetap di dalam rumah. Maka ditebangnya akan dirinya sebatang pohon araz, atau diambilnya akan pohon saru atau pohon jati, atau dipilihnya di antara segala pohon kayu di hutan akan yang keras kayunya, atau ditanamnya pohon nagr sebatang, maka hujanpun menumbuhkan dia. Tiap-tiap kayu ini bagi manusia akan dibakar; dari padanya diambilnya akan berdiang dirinya padanya, lagi dinyalakannya dan dibakarnya roti padanya, tambahan pula diperbuatkannya suatu berhala dari padanya, lalu ia menyembah kepadanya; diperbuatkannya suatu patung dari padanya lalu iapun sujud kepadanya.

Maka dari pada lebihnya diperbuatkannya suatu berhala, yaitu suatu patung, lalu iapun menyembah kepadanya dan sujud kepadanya dan meminta doa kepadanya sambil sembahnya: Tolong apalah akan daku, karena engkau juga ilahku! Bahwa mereka itu tiada berpengetahuan dan tiada berpengertian, karena mata mereka itu terkatup lekat-lekat, sehingga tiada ia melihat, dan hatinyapun sehingga tiada ia mengerti.

Bahwa Akulah Tuhan dan tiada lain lagi; kecuali Aku tiadalah yang ilah adanya, maka Aku sudah mengikatkan pinggangmu, meskipun engkau tiada mengetahui akan Daku.

Hendaklah kamu berhimpun, datanglah ke mari, hai kamu sekalian yang sudah luput dari pada orang kafir! Bahwa tiada berakal mereka itu sekalian, yang mengangkat akan kayu dijadikannya berhalanya, lalu menyembah sujud kepada Dewa yang tiada dapat menolong.

Bahwa mereka itu memboroskan emas dari dalam pundi-pundi serta menimbang perak dengan neraca; mereka itu mengupah pandai emas, yang memperbuat seekor berhala dari padanya, lalu mereka itu tunduk dan menyembah sujud kepadanya! Bahwa orang dapat mengangkat dia ke atas bahunya, dibawa lalu akan dia atau ditaruh akan dia pada tempatnya: Di sana tinggallah ia terdiri, tiada boleh bergerak dari pada tempatnya! Biarlah orang berseru-seru kepadanya dengan nyaring suaranya, tiada juga ia menyahut dan tiada ia dapat melepaskan dari dalam kepicikan.

Maka sekarang marilah dengan segala ramalmu dan dengan kebanyakan hobatanmu, maka dengan dia juga sudah kaupenatkan dirimu dari pada masa mudamu; kalau-kalau engkau mendapat faedahnya, kalau-kalau engkau dapat membetulkan halmu pula! Jikalau engkau sudah penat dari pada kebanyakan bicaramu, baiklah sekarang bangkit berdiri segala orang yang mengamat-amati peridaran langit, yang melihat dalam nujum dan yang membilang pada bulan baharu barang yang akan jadi; baiklah mereka itu melepaskan dikau dari pada barang yang akan berlaku atasmu kelak. Bahwasanya mereka itu akan seperti jerami dan apipun akan makan dia habis-habis, sehingga tiada mereka itu dapat merentak dirinya dari pada galak nyala api; karena sesungguhnya api itupun bukan bara sahaja akan berdiang diri padanya dan bukan ia itu api akan duduk hampir dengan dia! Demikianlah gunanya kepadamu segala orang perlente, yang telah kaujadikan taulanmu dari pada masa mudamu; masing-masing mereka itu sesat pada jalannya, seorangpun tiada yang dapat menolong engkau!

Bolehkah kamu mencuri dan membunuh dan berbuat zinah dan bersumpah dusta dan membakar dupa bagi Baal dan menurut dewa-dewa, yang tiada kamu ketahui akan dia, lalu datang menghadap hadirat-Ku di dalam rumah ini, yang atasnya sudah disebut nama-Ku, sambil katamu: Sekarang kami bebas pula, boleh berbuat segala perkara kebencian ini? Adapun rumah ini, yang atasnya sudah disebut nama-Ku, adakah ia itu kepada pemandanganmu sebuah gua pembunuh? Bahwasanya Aku sudah melihatnya, demikianlah firman Tuhan.

Bahwa anak-anaknya memungut kayu dan bapanyapun memasang api dan orang perempuan mereka itu meramas tepung basah, diperbuatnya juadah bertulisan bagi Permaisuri di langit dan dicucurkannya persembahan minuman bagi dewa-dewa, hendak mendukakan Aku.

dihamparkan-Nya di hadapan matahari dan di hadapan bulan dan di hadapan segala tentara langit, yang sudah dikasihi-Nya dan kepadanya mereka itu sudah berbuat khidmat, dan yang sudah diikutnya dan yang sudah dicaharinya dan kepadanya mereka itu sudah menyembah sujud; maka segala tulang itu tiada akan dikumpulkan atau dikuburkan, melainkan ia akan menjadi baja pada tanah.

Karena syariat segala bangsa itu sia-sialah adanya, karena kayu juga adanya barang yang telah ditetak di dalam hutan, suatu perbuatan tukang yang telah diperbuat dengan lengan tersingsing. Dihiasinya dengan emas dan perak, diteguhkannya dengan paku dan pukul besi, supaya jangan ia itu tergoncang. Tegaplah ia itu seperti batang kurma, dan tiada ia tahu berkata-kata; tak dapat tiada diusung juga akan dia, karena tiada ia tahu berjalan; janganlah kamu takut akan dia, karena tiada ia tahu berbuat jahat dan lagi tahu berbuat baikpun tiada sertanya.

Demikian hendaklah katamu kepada mereka itu: Adapun segala dewata, yang tiada tahu menjadikan langit dan bumi, ia itu akan hilang dari atas bumi dan dari bawah langit ini.)

Pada masa itu bodohlah dan tiada berpengetahuan segenap bangsa manusia; patutlah malu tiap-tiap tukang dari karena patung yang telah diperbuatnya, karena bohonglah perbuatannya; tiadalah nyawa di dalamnya. Sia-sia belaka adanya, suatu perbuatan persesatan, apabila tulah datang atasnya hilanglah sekaliannya.

Adapun bangsa jahat ini, yang enggan mendengar akan firman-Ku dan yang berjalan menurut kehendak hatinya sendiri dan yang mengikut dewa-dewa hendak berbuat bakti dan menyembah sujud kepadanya, mereka itu akan menjadi sama dengan ikat pinggang ini, yang tiada gunanya kepada barang sesuatu.

Mana boleh manusia memperbuat berhala akan dirinya? tegal ia itu bukan ilah adanya.

Maka itu sebab mereka itu sudah meninggalkan Daku, dan tempat ini sudah dijadikannya tanah lain, dalamnya mereka itu sudah membakar dupa bagi dewata, yang tiada dikenal olehnya dan oleh bapa-bapanya dan segala raja Yehudapun tidak, dan telah dipenuhinya tempat ini dengan darah orang yang tiada bersalah. Dan dibuatnya panggung bagi Baal hendak membakar anak-anaknya dengan api akan korban bakaran bagi Baal, yang bukan pesan-Ku atau firman-Ku dan yang tiada pernah terbit di dalam hati-Ku. Maka sebab itu sungguh hari akan datang kelak, demikianlah firman Tuhan, apabila tiada lagi dipanggil orang akan tempat ini Tofet, atau lembah Bin-Hinom, melainkan Lembah Pembunuhan.

Maka segala rumah Yeruzalem dan segala istana raja-raja Yehuda akan menjadi najis sama seperti segala tempat Tofet, serta dengan segala rumah di atas sotohnya juga mereka itu membakar dupa bagi segala tentara di langit dan mempersembahkan persembahan minuman kepada dewata bangsa lain.

Dan janganlah kamu mengikut dewa-dewa akan berbuat bakti kepadanya atau menyembah sujud kepadanya; janganlah kamu membangkitkan murka-Ku oleh perbuatan tanganmu, supaya jangan Aku mendatangkan jahat atasmu.

Sebab itu janganlah kamu mendengar akan nabi-nabimu dan akan petenungmu dan akan pemimpinmu dan akan ahli nujummu dan akan penyulapmu, yang berkata-kata kepadamu demikian: Tiada kamu akan diperhambakan oleh raja Babil. Karena mereka itu bernubuat dusta kepadamu, sehingga kamu akan dibuang jauh dari pada negerimu, dan kamu Kutolak keluar, lalu kamu binasa.

melainkan telah ditaruhnya akan kekejian mereka itu di dalam rumah atasnya juga nama-Ku sudah disebut, hendak dinajiskannya; dan telah didirikannya segala panggung Baal, yang di lembah Bin Hinom, hendak dijalankannya anak-anaknya laki-laki dan perempuan terus dari pada api, akan memberi hormat kepada Molekh, yang bukan pesan-Ku kepadanya dan tiada juga terbit dari dalam hati-Ku, bahwa mereka itu berbuat perkara yang keji begitu, dan dibujuknya orang Yehudapun akan berbuat dosa.

pada masa itu segala manusia bodoh dan tiada berpengetahuan adanya; kemalu-maluanlah segala pandai emas akan patung perbuatannya, karena dusta juga barang yang diperbuatnya, tiadalah nyawa di dalamnya. Sia-sialah adanya dan suatu perbuatan tipu juga; apabila datang percobaan maka hilanglah semuanya.

katakanlah olehmu: Demikianlah firman Tuhan Hua: Wai bagi mereka yang menjahit bantal-bantal akan ketiak segala lengan, dan bantal seraga akan kepala pelbagai lembaganya, hendak mengejar jiwa segala umat-Ku, supaya kamu menghidupi jiwamu sendiri.

Maka sebab itu firman Tuhan Hua demikian: Bahwasanya Aku membalas kelak segala bantal kamu yang mengejar jiwa orang hendak membujuk dia kepada kebinasaan, dan Aku akan menyentak dia dari bawah lenganmu, dan Aku melepaskan kelak segala jiwa yang kamu kejar hendak membujuk dia kepada kebinasaan.

Hai anak Adam! segala orang ini sudah mendirikan berhala tahinya di dalam hatinya dan ditaruhnya akan kesentuhan kejahatannya betul di hadapan mukanya; masakan mereka itu bertanyakan Daku dengan sungguh-sungguh hatinya! Sebab itu berkatalah kepada mereka itu dan katakanlah ini: Demikianlah firman Tuhan Hua: Barangsiapa dari pada bangsa Israel yang mendirikan berhala tahi di dalam hatinya dan menaruh kesentuhan kejahatannya betul di hadapan mukanya, lalu datang mendapatkan nabi, maka Aku ini, Tuhan, memberi jawab kepadanya kelak sekadar kebanyakan berhala tahinya, supaya dirasai oleh bangsa Israel dalam hatinya, bagaimana mereka itu sudah undur dari pada-Ku dengan segala berhala tahinya itu.

Sebab itu katakanlah kepada bangsa Israel: Demikianlah firman Tuhan Hua: Bertobatlah kamu dan baliklah dari pada segala berhala tahimu dan palingkanlah mukamu dari pada segala perkaramu yang keji itu, karena barangsiapa dari pada bani Israel atau dari pada orang keluaran yang menumpang di antara orang Israel, jikalau ia undur dari pada-Ku dan mendirikan berhala tahinya di dalam hatinya dan menaruh kesentuhan kejahatannya betul di hadapan mukanya, lalu datang kepada nabi akan bertanyakan Daku olehnya, maka Aku ini, Tuhan sendiri, akan memberi jawab kepadanya kelak.

Karena raja Babil akan berdiri pada simpangan jalan, pada pangkalan kedua jalan itu, hendak membilang ramal, dicampurkannya anak panahnya, dan ditanyakannya terafim dan ditengoknya limpa.

Maka sahut Daniel di hadapan hadirat baginda, sembahnya: Adapun rahasia yang hendak diketahui oleh tuanku, seorang alim atau sastrawan atau ahlulnujum atau petenungpun tiada yang dapat menyatakan dia kepada tuanku. Tetapi adalah Allah di dalam sorga, yang boleh menyatakan segala rahasia dan memberitahu kepada tuanku Nebukadnezar barang yang akan jadi pada kemudian hari; adapun mimpi tuanku dan segala khayal yang tuanku lihat pada peraduan tuanku inilah dia:

Pada masa itu datanglah segala sastrawan dan ahlulnujum dan orang Kasdim dan orang petenung, lalu kuceriterakan mimpiku kepadanya, tetapi tiada dapat diberinya tahu aku tabirnya.

Tetapi penghulu kerajaan Farsi itu adalah berdiri merintangi aku dua puluh satu hari lamanya, maka sesungguhnya Mikhael, seorang dari pada segala penghulu yang terbesar itu, sudah datang membantu aku, tetapi aku tinggal di sana lama begitu serta dengan raja-raja Farsi.

Bahwa mereka itu yang mengindahkan barang yang sia-sia, ia itu meninggalkan pancaran selamatnya.

Dan segala patungmu tuangan atau pahatan itu akan Kulalukan dari tengah-tengahmu, dan tiada lagi kamu akan menyembah sujud kepada perbuatan tanganmu. Dan segala hutan-hutanmu akan Kubantun dari tengah-tengahmu dan segala kuilmupun akan Kubinasakan. Dan lagi Aku akan membalas dengan geram dan kehangatan murka-Ku kepada segala bangsa kafir yang tiada mau mendengar.

Apa guna kiranya patung pahatan itu, bahwa tukang yang pandai sudah memahat dia? Dan patung tuangan bukankah ia itu pengajar dusta juga adanya? Bolehkah tukang itu harap pada perbuatannya sendiri? Bukan diperbuatnya berhala juga yang kelu adanya? Wai bagi orang yang berkata kepada kayu: Jagalah engkau! Dan kepada batu yang diam itu: Bangunlah engkau! Bolehkah ia itu mengajar dia? Bahwasanya jikalau ia itu disalut dengan perak atau dengan emas sekalipun, maka tiada juga nyawa atau nafas di dalamnya.

Dan Aku akan mengedangkan tangan-Ku kepada Yehuda dan kepada segala orang isi Yeruzalem; dan Aku akan menumpas dari dalam tempat ini segala sisa Baal dan nama Kemarim serta dengan segala kahinnya; dan mereka sekalian yang menyembah sujud di atas sotoh rumah kepada tentara yang di langit, dan lagi mereka yang menyembah sujud sambil bersumpah demi Tuhan sambil bersumpah demi Malkham;

Bahwa sesungguhnya dusta juga adanya barang yang dijanji terafim, dan tipu adanya barang yang dilihat oleh segala petenung, dan diceriterakannya beberapa mimpi yang sia-sia, dan diberinya penghiburan yang tiada berguna! Maka sebab itu sesatlah mereka itu seperti kambing domba dan mereka itu mengembara ke sana ke mari, sebab tiada mereka itu bergembala.

Bahwa orang Yehuda sudah berbuat khianat, dan perkara yang keji sudah dibuat di antara orang Israel, dan di Yeruzalem; karena orang Yehuda sudah menghinakan barang kesucian Tuhan, yang dikasihinya, dan mereka itu sudah berbinikan perempuan yang menyembah dewata orang helat. Bahwa Tuhan akan menumpas orang yang berbuat begitu dari dalam kemah Yakub, jikalau ia penunggu atau biduan atau dipersembahkannya korban kepada Tuhan serwa sekalian alam sekalipun!

Dan janganlah kamu memanggil Bapa akan barang seorang pun di dalam dunia ini, karena Satu sahaja Bapa kamu, yaitu yang ada di surga.

Maka Yesus pun menjawab serta berkata kepadanya, "Sesungguh-sungguhnya Aku berkata kepadamu, jikalau seorang tiada diperanakkan pula, tiada dapat ia melihat kerajaan Allah." Maka kata Nikodemus kepada-Nya, "Bagaimanakah orang dapat diperanakkan pada masa tuanya? Dapatkah ia masuk kembali ke dalam rahim ibunya, dan diperanakkan pula?" Maka jawab Yesus, "Sesungguh-sungguhnya Aku berkata kepadamu: Jikalau barang seorang tiada diperanakkan daripada air dan Roh, tiada boleh ia masuk ke dalam kerajaan Allah. Barang yang diperanakkan daripada tabiat tubuh, tubuh juga; dan barang yang diperanakkan daripada Roh, Roh juga. Jangan engkau heran, sebab sudah Kukatakan kepadamu: Bahwa wajib kamu diperanakkan pula. Angin bertiup barang ke mana dikehendakinya, dan engkau mendengar bunyi derunya, tetapi tiada engkau tahu dari mana datangnya dan ke mana perginya. Demikianlah hal tiap-tiap orang, yang jadi daripada Roh itu."

Karena demikianlah Allah mengasihi isi dunia ini, sehingga dikaruniakan-Nya Anak-Nya yang tunggal itu, supaya barangsiapa yang percaya akan Dia jangan binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. Karena Allah menyuruhkan Anak-Nya ke dalam dunia ini, bukannya sebab hendak menghukumkan dunia itu, melainkan supaya dunia ini diselamatkan oleh-Nya. Barangsiapa yang percaya akan Dia, tiadalah ia dihukumkan, tetapi orang yang tiada percaya itu memang sudah dihukumkan, sebab tiada ia percaya akan nama Anak Allah yang tunggal itu.

"Sesungguh-sungguhnya Aku berkata kepadamu: Siapa yang tiada masuk kandang domba daripada pintu, melainkan memanjat daripada tempat lain, ialah seorang pencuri dan penyamun.

Maka kata Yesus kepadanya, "Aku inilah Jalan dan Kebenaran dan Hidup; seorang pun tiada sampai kepada Bapa, kecuali dengan Aku.

Akan tetapi apabila Ia sudah datang, yaitu Roh kebenaran, maka Ia pun akan membawa kamu kepada segala kebenaran; karena tiada Ia berkata-kata dengan kehendak-Nya sendiri, melainkan barang yang didengar-Nya itu juga akan dikatakan-Nya; dan dikabarkan-Nya kepadamu segala perkara yang akan datang.

Maka tiadalah keselamatan di dalam barang seorang lain pun; karena di bawah langit tiada lagi nama lain yang dikaruniakan kepada manusia, yang di dalamnya kita selamat."

Maka dahulu daripada itu adalah di negeri itu seorang bernama Simon membuat sihir, serta mengherankan bangsa Samaria itu, dan mengatakan dirinya orang besar-besar. Maka sekalian orang kecil besar berpaut kepadanya serta mengatakan, "Orang inilah kuasa Allah yang disebut kuasa besar itu." Maka mereka itu sekalian berpaut kepadanya sebab sudah lama ia sangat mengherankan mereka itu dengan segala sihirnya itu. Tetapi tatkala mereka itu percaya akan Pilipus yang memberitakan kabar kesukaan dari hal kerajaan Allah dan nama Yesus Kristus itu, maka mereka itu sekalian, baik laki-laki baik perempuan pun, berbaptislah. Maka Simon pun percaya juga, dan setelah ia dibaptiskan tetaplah ia bersama-sama dengan Pilipus; maka tercengang-cenganglah ia melihat segala tanda ajaib dan mujizat yang besar-besar yang diadakan itu.

Setelah mereka itu menjajahi segenap pulau itu sampai ke Pafos, dijumpainya seorang tukang sihir, yaitu seorang nabi palsu orang Yahudi, Bar Yesus namanya, yang ada bersama-sama dengan Sergius Paulus, seorang bijaksana, pemerintah negeri itu. Maka ialah memanggil Barnabas dan Saul datang, hendak mendengar firman Allah. Tetapi Elimas, tukang sihir itu (karena demikian diterjemahkan namanya), melawan mereka itu hendak memalingkan pemerintah itu daripada iman. Tetapi Saul, yang disebut Paulus juga, penuh dengan Rohulkudus menatap dia, sambil katanya, "Hai engkau, yang penuh dengan segala tipu daya dan kejahatan, anak Iblis, seteru segala yang benar! Tiadakah engkau mau berhenti daripada membengkokkan jalan Tuhan yang betul? Tengoklah, bahwa sekarang juga tangan Tuhan datang ke atasmu dan engkau akan buta, tiada nampak matahari beberapa waktu lamanya." Maka seketika itu juga ia ditimpa oleh kabur dan gelap, sehingga ia berpusing-pusing mencari orang memimpin tangannya. Apabila pemerintah itu melihat akan hal yang berlaku itu percayalah ia, serta sangat heranlah akan pengajaran Tuhan itu.

Lalu digelarkannya Barnabas itu Zius, tetapi Paulus itu Hermes, sebab ialah pemberita yang terutama. Maka Imam Zius yang rumah berhalanya menghadap negeri itu pun datanglah membawa segala lembu dan karangan bunga ke pintu-pintu negeri, hendak membuat korban bersama-sama dengan orang banyak itu. Tetapi setelah hal itu didengar oleh kedua rasul itu, yaitu Barnabas dan Paulus, lalu dikoyakkannya pakaiannya sendiri sambil berlari masuk ke dalam orang banyak serta berteriak, katanya, "Hai Tuan-tuan, apakah sebabnya kamu berbuat segala perkara ini? Kami ini pun manusia juga serupa dengan kamu dan memberitakan kepada kamu kabar kesukaan, supaya kamu berpaling daripada barang yang sia-sia ini kepada Allah yang hidup, yang menjadikan langit dan bumi dan laut dengan segala isinya.

Maka jadilah tatkala kami pergi ke tempat orang berdoa itu, ada berjumpa dengan kami seorang budak perempuan yang berjin penilik, yang mendatangkan keuntungan besar kepada tuan-tuannya dengan tiliknya itu. Maka budak perempuan itu pun mengikut Paulus dan kami, sambil berseru-seru, katanya, "Orang-orang inilah hamba Allah Yang Mahatinggi, yang memberitakan kepada kami jalan selamat." Maka inilah diperbuatnya beberapa hari lamanya; tetapi Paulus berasa susah, lalu berpaling dan berkata kepada jin itu, "Dengan nama Yesus Kristus aku suruh engkau keluar daripadanya." Maka keluarlah ia dengan seketika itu juga.

Maka berdirilah Paulus di tengah-tengah Areopagus itu, serta berkata, "Hai orang Atina, menurut sekalian yang tampak kepadaku, kamu teramatlah sangat mengindahkan agama. Karena tatkala aku berjalan-jalan sambil memperhatikan segala barang yang kamu sembah, maka aku jumpa juga suatu tempat korban yang tertulis demikian: Kepada Tuhan yang tiada dikenal. Sebab itu barang yang kamu sembah dengan tiada kenal, itulah hendak aku ini nyatakan kepada kamu. Maka Allah, yang menjadikan dunia dengan segala isinya, Ialah, yang menjadi Tuhan langit dan bumi, tiada mendiami rumah-rumah berhala yang diperbuat dengan tangan, dan tiada pula Ia berkehendak dilayani dengan tangan manusia, seolah-olah Ia ada kekurangan apa-apa, karena Ia sendiri mengaruniai sekaliannya hidup dan nafas dan segala sesuatu itu. Maka daripada satu sahaja Ia menjadikan segala bangsa manusia akan mendiami seluruh muka bumi, setelah ditentukannya perhinggaan yang tetap, dan sempadan tempat kediamannya, supaya mereka itu mencari Allah, mudah-mudahan mereka itu terabakan Dia dan jumpa Dia, meskipun Ia tiada jauh daripada kita masing-masing. Karena di dalam Dia juga kita hidup dan bergerak dan ada, seperti yang dikatakan oleh beberapa pengarang syairmu: Karena kita pun benih daripada-Nya juga. Maka oleh sebab kita dijadikan Allah, tiadalah patut kita menyangkakan zat Allah itu serupa dengan emas atau perak atau batu yang berukir dengan kepandaian dan akal manusia. Segala zaman jahiliah itu dialpakan juga oleh Allah, tetapi sekarang ini segala orang di mana-mana pun disuruhnya bertobat.

Bahkan, beberapa banyak orang yang sudah mengamalkan segala hikmat yang ganjil itu menghimpunkan sekalian pestaka, lalu dibakar di hadapan orang sekalian; dan dijumlahkan harganya sekira-kira lima puluh ribu keping perak.

Dengan mengaku dirinya bijak, maka mereka itu menjadi bodoh, sambil menukarkan kemuliaan Allah yang baka dengan rupa ukiran gambar manusia yang fana, dan segala burung, dan binatang yang berkaki empat dan yang melata.

sebab mereka itu menukarkan kebenaran Allah dengan dusta, dan menyembah sambil beribadat kepada makhluk ganti kepada Khalik yang dipuji selama-lamanya. Amin.

Tentang hal makan makanan yang dipersembahkan kepada berhala itu, kita mengetahui bahwa berhala itu satu pun tidak di dalam dunia ini, dan tiadalah ada Allah lain hanya Yang Esa itu. Karena jikalau maklum dewa-dewa ada sekalipun, baik di langit, baik di atas bumi, sebagaimana ada dewa-dewa banyak dan penguasa pun banyak,

Sebab itu, hai segala kekasihku, larikanlah dirimu daripada menyembah berhala.

Bagaimanakah kataku? Bahwa barang yang dipersembahkan kepada berhala menjadi apa-apakah? Atau berhala itu menjadi apa-apakah? Melainkan inilah kataku, bahwa barang yang dipersembahkannya itu dipersembahkannya kepada segala setan, bukannya kepada Allah. Tetapi aku tiada suka kamu bersekutu dengan segala setan itu. Tiada boleh kamu minum daripada cawan Tuhan beserta dengan cawan segala setan. Dan tiada boleh kamu mendapat bahagian daripada hidangan Tuhan beserta dengan hidangan segala setan itu. Atau kita bangkitkankah kemurkaan Tuhan? Adakah kita lebih kuat daripada Tuhan?

Maka kamu mengetahui, bahwa tatkala kamu lagi kafir, kamu sudah tertarik kepada berhala yang tiada bersuara itu, sebagaimana yang kamu sudah ditarik itu. Sebab itu aku menyatakan kepada kamu, bahwa dari antara orang-orang yang berkata-kata dengan ilham Roh Allah itu, tiada seorang pun mengatakan "Yesus itu laknat," dan tiada seorang pun dapat mengatakan "Yesus itu Tuhan" melainkan dengan Rohulkudus.

Dan pakat apakah yang ada di antara Kristus dengan Belial? Atau apakah bahagian orang beriman dengan yang tiada beriman? Dan apakah perhubungan yang ada di antara rumah Allah dengan berhala? Karena kita inilah rumah Allah yang hidup, seperti firman Allah: Bahwa Aku akan diam dan bergerak di antara mereka itu, dan Aku akan menjadi Tuhan mereka itu, dan mereka itu akan menjadi umat-Ku.

Karena orang yang semacam itu rasul-rasul palsu, yang bekerja dengan tipu daya, dan yang merupakan dirinya seolah-olah rasul-rasul Kristus. Maka tiadalah ajaib perkara itu, karena Iblis sendiri pun merupakan dirinya seperti malaekat yang suci.

Aku heran bahwa kamu sebegitu lekas berpaling daripada Dia, yang memanggil kamu di dalam anugerah Kristus kepada suatu Injil yang berlainan, padahal yang lain itu bukannya Injil; tetapi ada setengah orang yang mengharukan kamu dan yang hendak menyungsangkan Injil Kristus. Tetapi jikalau kami ini atau seorang malaekat dari surga sekalipun akan memberitakan kepadamu Injil lain daripada yang telah kami beritakan kepadamu, biarlah ia terlaknat. Sebagaimana yang telah kami katakan dahulu, sekarang pun kukatakan pula, bahwa jikalau barang seorang memberitakan Injil kepadamu lain daripada yang telah kamu terima itu, biarlah ia terlaknat.

Karena Allah itu hanya Satu, dan pengantara pun Satu di antara Allah dengan manusia, maka Ia pun manusia juga, yaitu Kristus Yesus,

Tetapi Roh itu berkata dengan nyata, bahwa pada akhir zaman beberapa orang akan gugur daripada iman, sebab berpaling kepada penguasa, yang menyesatkan orang, dan kepada beberapa pengajaran setan-setan,

Sedangkan manusia telah tentu satu kali akan mati, dan kemudian daripada itu datang hukuman,

Engkau ini percaya bahwa Allah Satu sahaja adanya. Benar, segala setan pun percaya juga, dan menggeletar.

Siapakah pendusta itu melainkan orang yang menyangkal bahwa Yesus itu Kristus? Maka orang yang menyangkal Bapa dengan Anak itu, ialah si Dajal. Barangsiapa yang menyangkali Anak, tiada juga ber-Bapa, maka orang yang mengaku Anak itu, ada ber-Bapa.

Hai segala kekasihku, janganlah percaya akan sebarang roh, melainkan ujilah segala roh itu, kalau-kalau daripada Allah datangnya; karena banyak nabi palsu sudah keluar ke seluruh dunia. Dengan yang demikian dapatlah kamu mengenal Roh Allah, yaitu tiap-tiap roh, yang mengaku bahwa Yesus Kristus sudah datang dengan keadaan manusia, itu daripada Allah; dan tiap-tiap roh, yang tiada mengaku Yesus itu, bukanlah daripada Allah, melainkan inilah roh si Dajal, yang telah kamu dengar yang akan datang, dan sekarang ini sudah ada di dalam dunia.

Kita ini daripada Allah; dan orang yang mengenal Allah ialah mendengarkan kita; maka orang yang bukan daripada Allah tiadalah ia mendengarkan kita. Dengan yang demikian dapatlah kita mengenal roh yang benar dan roh yang sesat itu.

Hai anak-anakku, peliharakanlah dirimu daripada segala berhala.

Barangsiapa yang melangkah, dan tiada tinggal tetap di dalam pengajaran Kristus, tiadalah mempunyai Allah. Tetapi orang yang tinggal tetap di dalam pengajaran itu, orang itulah mempunyai baik Bapa itu, baik Anak itu. Jikalau barang seorang datang kepadamu dan membawa pengajaran lain daripada itu, janganlah kamu terima dia masuk ke dalam rumahmu, dan jangan memberi salam kepadanya. Karena barangsiapa yang memberi salam kepadanya, ia itu sama bersalah di dalam perbuatannya yang jahat itu.

Dan segala manusia yang lain yang tiada dibunuh dengan segala bala ini, berpaling pun tidak daripada segala perbuatan tangannya, melainkan senantiasa menyembah segala setan dan segala berhala emas, perak, tembaga, batu, atau kayu, yang tiada dapat melihat atau mendengar ataupun berjalan. Maka belum juga mereka itu mau bertobat daripada membunuh orang, atau daripada hobatannya, atau zinahnya, atau curinya.

Maka tercampaklah naga besar itu, yaitu ular tua, yang dinamakan Iblis dan Syaitan itu, yang menyesatkan segala isi dunia; bahkan, ia sudah tercampak ke bumi, dan segala tentaranya itu pun sudah tercampak juga beserta dengan dia.

sambil menyembah naga itu, oleh sebab ia sudah memberi kuasa kepada binatang itu; maka binatang itu pun disembahnya juga serta berkata, "Siapakah yang sama dengan binatang ini? Dan siapakah yang dapat melawan dia?"

Maka ia pun diberi kuasa memberi nafas kepada patung binatang itu, supaya patung binatang itu berkata-kata, dan membuat seberapa banyak orang yang tiada menyembah patung binatang itu supaya dibunuh, dan ia membuat sekalian orang, kecil besar, kaya miskin, merdeka atau hamba, supaya semuanya itu diberi suatu tanda di tangan kanannya atau di dahinya; dan seorang pun tiada boleh berjual beli melainkan orang yang ada padanya tanda itu, yaitu nama binatang itu atau angka bilangan huruf namanya itu. Maka inilah "hikmat". Biarlah orang yang mengerti, menghitung bilangan angka binatang itu; karena itulah bilangan angka manusia. Adapun jumlahnya itu enam ratus enam puluh enam.

Maka ada yang lain pula, yaitu malaekat yang ketiga mengikut keduanya itu, serta berkata dengan suara besar, "Jikalau barang seorang menyembah binatang itu dengan patungnya, serta menerima tanda di dahinya atau di tangannya, maka ia juga akan minum kelak daripada air anggur, yaitu murka Allah yang tersedia dengan tiada bercampur di dalam cawan murka-Nya itu; dan ia akan disiksakan dengan api dan belerang, di hadirat segala malaekat yang kudus, dan di hadirat Anak domba itu, dan asap siksanya itu naiklah ke atas selama-lamanya; maka mereka itu tiada berhenti merasa siksa siang malam, yaitu segala orang yang menyembah binatang dan menyembah patungnya itu dan yang menerima tanda namanya itu.

Adapun perempuan itu berkain ungu dan merah kirmizi warnanya, dan memakai emas dan permata serta berbagai-bagai mutiara, dan di dalam tangannya ada suatu cawan emas yang penuh dengan segala haram dan najis persundalannya itu; dan di dahinya ada tertulis suatu nama, yaitu rahasia, "Babil yang besar, ibu segala sundal dan segala haram yang di bumi." Maka aku tampak perempuan itu mabuk darah, yaitu darah segala orang suci dan darah segala saksi Yesus itu. Maka heranlah aku melihat dia dengan heran yang amat sangat.

dan cahaya pelita sekali-kali tiada akan bercahaya lagi di dalammu, dan suara mempelai laki-laki dan mempelai perempuan pun sekali-kali tiada akan terdengar lagi di dalammu. Karena segala saudagarmu itu orang besar-besar di dunia; oleh sebab hobatanmu telah tersesat segala bangsa.

Tetapi bagi orang yang penakut dan yang tiada beriman dan yang keji, dan segala pembunuh, dan orang yang berzinah, dan orang hobatan, dan yang menyembah berhala, dan segala pendusta, maka bahagiannya itu ada di dalam laut yang bernyala dengan api dan belerang, yaitu mati yang kedua."

Indonesian - Indonesian - ID

ID'BSS - Bahasa Terjemahan Lama - 1958

This Bible is in the Public Domain.
https://www.biblesupersearch.com/bible-downloads/
Languages are made available to you by www.ipedge.net