03 – Manusia
Ini adalah firman suci Tuhan Yang Maha Esa.
Kita tidak tertarik dengan kata-kata manusia.
Bagi siapa pun yang mengasihi Tuhan... inilah yang Tuhan katakan tentang: Manusia.
Ini adalah firman suci Tuhan Yang Maha Esa.
Kita tidak tertarik dengan kata-kata manusia.
Bagi siapa pun yang mengasihi Tuhan... inilah yang Tuhan katakan tentang: Manusia.
Maka Engkau juga telah merupakan segala sesuatu yang di dalam aku dan telah menggubah akan daku dalam rahim ibuku. Bahwa aku memuji akan Dikau, sebab aku telah terkarang dengan kemuliaan dan ajaib; sesungguhnya ajaiblah segala perbuatan-Mu, maka jiwaku mengetahuinya baik-baik.
”Maka tiada lagi orang Yahudi atau orang Gerika, tiada lagi abdi atau orang merdeka, tiada lagi laki-laki atau perempuan; karena kamu ini sekalian menjadi satu di dalam Kristus Yesus.
”Maka bumi itupun telah rusaklah di hadapan hadirat Allah dan lagi bumi telah penuh dengan penggagahan. Maka ditilik Allah kepada bumi, sesungguhnya telah rusaklah adanya, karena segala manusia di atas bumi telah merusakkan jalannya.
”Maka firman Allah: Baiklah Kita menjadikan manusia atas peta dan atas teladan Kita, supaya diperintahkannya segala ikan yang di dalam laut dan segala unggas yang di udara dan segala binatang yang jinak dan seisi bumi dan segala binatang pelata yang menjalar di tanah. Maka dijadikan Allah akan manusia itu atas petanya, yaitu atas peta Allah dijadikannya ia, maka dijadikannya mereka itu laki-laki dan perempuan. Maka diberkati Allah akan keduanya serta firman-Nya kepadanya: Berbiaklah, dan bertambah-tambahlah kamu, dan penuhilah olehmu akan bumi itu dan taklukkanlah dia, dan perintahkanlah segala ikan yang di dalam laut dan segala unggas yang di udara dan segala binatang yang menjalar di atas bumi. Lagi firman Allah: Bahwa sesungguhnya Aku telah memberikan kamu segala tumbuh-tumbuhan yang berbiji-biji di atas seluruh muka bumi dan segala pohon yang berbuah dengan berbiji itu akan makananmu, tetapi akan segala binatang liar yang di bumi dan segala unggas yang di udara dan segala binatang yang menjalar di atas bumi, yang ada nyawa hidup dalamnya, maka Aku mengaruniakan segala tumbuh-tumbuhan yang hijau akan makanannya; maka jadilah demikian.
”Maka dirupakan Tuhan Allah akan manusia itu dari pada lebu tanah dihembuskan-Nya nafas hidup ke lubang hidungnya; demikianlah manusia itu menjadi suatu nyawa yang hidup adanya.
”Dan lagi berfirmanlah Tuhan Allah demikian: Tiada baik manusia itu seorang orangnya, bahwa Aku hendak memperbuat akan dia seorang penolong yang sejodoh dengan dia.
”Maka kata Adam: Bahwa sekarang tulang ini dari pada tulangku dan daging ini dari pada dagingku; maka ia akan dinamai perempuan, sebab ia telah dikeluarkan dari dalam orang laki-laki adanya. Maka sebab itulah tak dapat tiada orang akan meninggalkan ibu bapanya dan berdamping pada isterinya, maka keduanya itu menjadi sedaging jua adanya. Hata, maka keduanyapun bertelanjang tubuhnya, baik Adam baik Hawa, maka tiada malu ia.
”Maka dengan berpeluh mukamu engkau akan makan rezekimu sehingga engkau kembali pula kepada tanah, karena dari padanya engkau telah diambil; bahwa abulah adamu, maka kepada abupun engkau akan kembali juga.
”Bahwa inilah surat anak cucu Adam. Maka pada hari dijadikan Allah akan manusia, dijadikannya atas teladan Allah. Dan dijadikannya dia laki-laki dan perempuan, lalu diberkatinya dan dinamainya manusia pada hari yang dijadikannya itu.
”Maka firman Tuhan: Bahwa Roh-Ku tiada akan berbantah-bantah selama-lamanya dengan manusia, karena hawa nafsu jua adanya, melainkan tinggal lagi panjang umurnya seratus dua puluh tahun.
”Maka dilihat Tuhan kejahatan manusia itu terlampau banyak di atas bumi dan pada sediakala segala akal pikiran hatinya jahat semata-mata. Maka bersesallah Tuhan sebab telah dijadikannya manusia di atas bumi, maka ia itu mendukacitakan hati-Nya.
”Maka bumi itupun telah rusaklah di hadapan hadirat Allah dan lagi bumi telah penuh dengan penggagahan. Maka ditilik Allah kepada bumi, sesungguhnya telah rusaklah adanya, karena segala manusia di atas bumi telah merusakkan jalannya.
”Maka harumlah baunya kepada Tuhan, lalu kata Tuhan dalam diri-Nya: Bahwa tiada Aku hendak mengutuki bumi itu lagi dari sebab manusia, meskipun sangka-sangka hati manusia itu jahat adanya dari pada kecil mula, dan tiada lagi Aku akan membinasakan pula segala keadaan yang hidup seperti yang telah Kuperbuat itu.
”Karena nyawa daging itu adalah dalam darahnya, sebab itu Aku telah menentukan dia bagi kamu di atas mezbah, supaya dengan dia juga diadakan gafirat atas jiwamu, karena darah juga yang mengadakan gafirat atas jiwa.
”Bahwa Tuhan jua yang mematikan dan yang menghidupkan, Tuhan jua yang menurunkan ke dalam alam barzakh dan yang menaikkan orang pula.
”Tetapi datanglah firman Tuhan kepada Semuel: Janganlah engkau pandang akan rupanya atau akan ketinggian lembaganya, karena sudah Kutolak akan dia; bahwa yang dipandang oleh manusia itu satupun tiada adanya, karena manusia memandang seperti yang di hadapan mata sahaja, tetapi Tuhan memandang sampai ke dalam batin.
”katanya: Bahwa dengan telanjangku juga sudah aku keluar dari dalam rahim ibuku, dan dengan telanjang juga aku akan kembali ke dalamnya. Bahwa Tuhan yang sudah mengaruniakan dia, Tuhan juga mengambil dia pula, segala puji bagi nama Tuhan!
”Bahwasanya akan hamba-hamba-Nyapun tiada Ia percaya dan akan segala malaekat-Nya juga didapati-Nya berkecelaan adanya. Istimewa pula akan mereka yang mendiami pondok dari pada tanah liat, yang beralaskan duli dan yang terpijak-pijak bagaikan ulat,
”karena kita ini dari kemarin juga dan satupun tiada kita tahu, maka segala hari kita di atas bumi seperti bayang-bayang adanya.
”Tangan-Mu sudah menjadikan daku dan merupakan daku berkeliling maka Engkau hendak membinasakan daku! Ingatlah kiranya, bahwa Engkau sudah merupakan daku seperti tanah liat dan Engkaupun akan mengembalikan daku kepada lebu duli! Bukankah Engkau sudah menuang aku seperti air susu dan membekukan daku seperti panir? Engkau sudah berpakaikan daku dengan kulit dan daging dan sudah mereka akan daku dengan tulang-tulang dan saraf. Engkau sudah mengaruniai aku dengan hidup, dan kemurahan-Mupun sertanya; kodrat-Mu juga sudah memeliharakan nafasku.
”Di dalam tangannya adalah nyawa segala sesuatu yang hidup dan nafas segala anak Adampun.
”Adapun manusia yang diperanakkan oleh perempuan itu sedikit jua hari hidupnya dan berpuas-puas ia dengan kesukaran. Ia seperti bunga sekuntum baharu berkembang lalu dipetik orang; ia lenyap seperti bayang-bayang dan tiada tahan lama.
”Jikalau segala hari manusia sudah dibilang, jikalau jumlah segala bulannya sudah tentu padamu, jikalau Engkau sudah menentukan perhinggaannya, yang tiada dapat dilalui olehnya,
”Istimewa pula kebencianlah dan bau busuklah orang, yang minum kejahatan seperti ia minum air!
”Karena tahunku, yang sedikit bilangannya, itu hampir akan lalu, maka aku pergi dari pada jalan yang tiada akan kujalani kembali.
”istimewa pula manusia, yang ulat adanya, dan anak Adam, yang seperti cacing tanah!
”selama ada lagi nyawa di dalam aku dan nafas dari pada Allah di dalam lobang hidungku, bibir mulutku tiada akan mengatakan barang yang tiada benar dan lidahkupun tiada akan berkata-kata dusta!
”Bahwa Roh Allah juga yang sudah menjadikan daku, nafas Allah juga yang sudah menghidupkan daku.
”Apabila aku menengadah ke langit-Mu, yang perbuatan jari-Mu, serta dengan bulan dan segala bintang, yang telah Kaujadikan,
”apa gerangan manusia maka Engkau hendak ingat akan dia, atau anak Adam maka Engkau menilik akan dia? Maka Engkau telah menjadikan dia kurang sedikit dari pada segala malaekat dan Engkau memakotai dia dengan kemuliaan dan dengan hormat, dan Engkau menjadikan dia pemerintah atas segala perbuatan tangan-Mu, dan Engkau telah menaklukkan semesta sekalian di bawah kakinya: kambing domba dan lembu, sekaliannya itu dan lagi segala margasatwapun,
”Mazmur Daud bagi biduan besar. Maka Tuhan menilik dari dalam sorga akan segala anak Adam, hendak melihat kalau ada orang yang berbudi, yang mencahari Allah. Telah sesatlah mereka itu sekalian, sama sekali mereka itu tiada berguna, seorang juapun tiada yang berbuat baik, sesungguhnya seorangpun tiada.
”Mazmur Daud. Karena telah dialaskan-Nya di atas laut dan diteguhkan-Nya di atas sungai besar.
”Bahwa Tuhan melihat dari dalam sorga serta memandang kepada segala anak Adam. Dari pada arasy yang diduduki-Nya Iapun menilik akan segala orang yang mendiami bumi. Maka telah dijadikan-Nya hati mereka itu sekalian serta diamat-amati-Nya segala perbuatannya.
”Bahwa hatiku menjadi panas dalam dadaku, ia itu membuak dan menjadi api yang bernyala; lalu dengan lidahku aku berkata demikian: Ya Tuhan! maklumkanlah kiranya kepadaku ajalku dan ukuran umurku hidup, supaya kuketahui bagaimana fana keadaanku.
”Angkatlah kiranya bala-Mu itu dari padaku, karena pingsanlah aku oleh tekan tangan-Mu.
”Karena telah kuketahui akan salahku dan dosaku adalah senantiasa di hadapanku.
”Ya Tuhan! bukakanlah bibirku pula, maka lidahku akan memasyhurkan kepujian-Mu.
”Suatu syair Daud bagi biduan besar, pada Mahalat. Bahwa kata orang bebal dalam hatinya: Tiadalah Allah! Begitu rusak mereka itu, begitu busuk perbuatannya. Seorangpun tiada yang berbuat baik. Maka Allah telah menilik dari dalam sorga akan segala anak Adam, hendak melihat kalau ada orang yang berbudi, yang mencahari Allah.
”Karena ingatlah Ia akan hal mereka itu hawa nafsu jua dan hanya senafas yang pergi dan yang tiada kembali pula adanya.
”Berapa lamakah, ya Tuhan! Engkau lagi menyembunyikan diri-Mu! dan kehangatan murka-Mu menghanguskan seperti api? Ingatlah kiranya bagaimana singkat umur hidupku; mengapa gerangan Engkau telah menjadikan segala anak Adam bagi yang sia-sia?
”Adapun segala hari umur hidup kami itu tujuh puluh tahun, maka jikalau kami amat kuat delapan puluh tahun; maka kelebihannya sekalian itu susah dan kesukaran jua, karena dengan segeranya ia itu dikerat dan kamipun lenyaplah.
”Maka sebab itu ajarkan apalah akan kami membilang segala hari kami, supaya kami beroleh hati yang berbudi.
”dari karena murka-Mu dan amarah-Mu yang amat sangat; karena Engkau telah mengangkat akan daku, lalu Engkau membuangkan daku pula. Bahwa hari umur hidupku seperti bayang-bayang yang senget, dan aku ini menjadi kering seperti rumput.
”Karena diketahuinya akan kita apa macam perbuatan, dan teringatlah Ia akan keadaan kita abu jua. Karena umur hidup manusia itu seperti rumput adanya, dan seperti pokok bunga di padang, demikianpun berbungalah ia. Serta angin lalu dari atasnya tiada ia lagi dan tempatnyapun tiada mengetahui akan dia lagi.
”Jikalau kiranya Engkau menyembunyikan hadirat-Mu, maka terkejutlah ia; jikalau Engkau mengambil nafas dari padanya, maka matilah ia dan kembalilah ia kepada abunya.
”Adapun langit itu, maka Tuhan juga yang empunya dia, tetapi bumi ini telah dikaruniakan-Nya kepada segala anak Adam. Bahwa orang-orang mati itu tiada akan memuji Tuhan, demikianpun tiada segala orang yang telah turun ke dalam tempat yang sunyi.
”Mazmur Daud bagi biduan besar. -- Ya Tuhan! Engkau menyelidik serta mengetahui akan daku, dan Engkau juga mengetahui akan dudukku dan akan bangkitku berdiri; dari jauh juga Engkau mengetahui akan segala kepikiranku. Engkau adalah keliling aku apabila aku berjalan atau berbaring, dan Engkau telah biasa akan segala jalanku. Jikalau sepatah kata belum ada pada lidahku, sesungguhnya Engkau, ya Tuhan! telah mengetahui semuanya.
”Maka Engkau juga telah merupakan segala sesuatu yang di dalam aku dan telah menggubah akan daku dalam rahim ibuku. Bahwa aku memuji akan Dikau, sebab aku telah terkarang dengan kemuliaan dan ajaib; sesungguhnya ajaiblah segala perbuatan-Mu, maka jiwaku mengetahuinya baik-baik. Bahwa tulang-tulangku tiada terlindung dari pada-Mu tatkala aku diadakan dalam sembunyian dan aku dipersujikan dalam tempat bumi yang terkebawah. Tatkala mata-Mu melihat gumpalku yang belum berupa, maka segala perkara ini telah tersurat dalam kitab-Mu dan segala haripun yang lagi akan datang, yang sesuatu dari padanyapun belum ada. Bagaimana indah bagiku segala kepikiran-Mu, ya Allah! bagaimana banyak sangat segala jumlahnya! Jikalau kiranya aku hendak membilang dia, maka terlebih banyak adanya dari pada pasir! apabila aku jaga dari pada tidurku maka aku lagi hampir dengan Dikau.
”Bahwa manusia itu seumpama uap yang sia-sia dan umur hidupnyapun seperti bayang-bayang yang lalu.
”Jangan kiranya kamu harap pada raja-raja, pada anak Adam, yang tiada selamat padanya. Bahwa putuslah nyawanya kelak dan iapun kembali kepada tanah asalnya; maka pada hari itu juga hilanglah segala cahayanya.
”Adapun orang yang bercabang hatinya, ia itu kebencian kepada Tuhan; tetapi orang yang benar jalannya itu kesukaannya.
”Bahwa hati raja adalah dalam tangan Tuhan seperti air sungai, dialirkan-Nya barang ke mana dikehendaki-Nya. Segala jalan orang tampaklah betul kepada pemandangannya sendiri, tetapi ditimbang Tuhan akan segala hati adanya.
”Orang kaya dan miskin bertemu seorang dengan seorang, maka telah dijadikan Tuhan akan mereka itu sekalian.
”Bahwa sesungguhnya ini lagi suatu kejahatan yang menyebabkan sakit hati, yaitu dalam segala perkara seperti orang telah datang, demikianpun ia akan pergi. Maka apakah faedahnya jikalau ia sudah menyusahkan dirinya dengan angin?
”Bahwa terutamalah nama yang baik dari pada minyak bau-bauan yang indah, dan baiklah hari orang mati dari pada hari jadinya.
”Bahwasanya di atas bumi seorangpun tiada yang benar begitu sehingga ia berbuat baik belaka dan tiada tahu berdosa.
”Seorangpun tiada yang berkuasa akan nyawa, atau yang dapat menahani nyawa itu; demikianpun tiada ia berkuasa akan hari ajalnya, dan tiada padanya barang senjata dalam peperangan itu; maka kejahatanpun tiada dapat meluputkan orang yang membuat dia.
”Maka inilah jahat yang besar dari pada segala sesuatu yang jadi di bawah langit, yaitu sama juga untung berlaku atas sekaliannya; tambahan pula hati segala anak Adam penuhlah dengan kejahatan dan seumur hidupnya adalah segala macam sasaran di dalam hatinya, kesudahannya mereka itu sekalian menuju tempat orang mati.
”Sebagaimana tiada kauketahui angin akan turut jalan mana dan bagaimana kandungan di dalam rahim seorang perempuan yang mengandung, begitu juga tiada dapat kauketahui akan perbuatan Allah, yang menjadikan sekaliannya.
”Adalah bunyi suara mengatakan: Berserulah! Maka jawabnya: Apakah hendak kuserukan? Segala manusia seperti rumput jua adanya dan segala keelokannya seperti bunga di padang. Bahwa rumput itu layulah dan bunga itupun gugurlah apabila nafas Tuhan bertiup kepadanya: Sebenarnya manusia seperti rumput jua adanya!
”Demikianlah firman Allah, Tuhan, yang sudah menjadikan dan membentangkan segala langit, yang sudah menghamparkan bumi dengan segala yang tumbuh dari padanya; yang mengaruniakan nafas kepada segala bangsa yang duduk di atasnya, dan nyawa kepada mereka itu sekalian yang berjalan padanya:
”Demikianlah firman Tuhan, yaitu Penebusmu, yang sudah merupakan dikau dari pada rahim ibumu: Bahwa Akulah Tuhan, yang membuat sekalian ini, Aku sendiri yang membentang akan segala langit, Aku sendiri juga yang menghamparkan bumi.
”Bahwa Aku, bahkan, Aku juga yang menghiburkan kamu; apakah engkau, maka engkau takut akan manusia yang mati kelak? dan akan anak Adam yang seperti rumput adanya?
”Bahwa sesatlah kita sekalian seperti domba, masing-masing kita balik kepada jalannya sendiri, tetapi segala kejahatan kita ditempuhkan Tuhan kepadanya.
”Karena kepikiran-Ku itu bukan kepikiranmu, dan jalanmu itu bukan jalan-Ku, demikianlah firman Tuhan. Melainkan seperti tinggi langit dari pada bumi, demikianpun tinggi jalan-Ku dari pada jalanmu dan kepikiran-Ku dari pada kepikiranmu.
”Tetapi kami sekalian seperti seorang najis jua dan segala kebenaran kami seperti sehelai kain yang larah, sebab itu kami sekalianpun luruh seperti daun dan kami dibawa oleh kejahatan kami seperti diterbangkan oleh angin. Maka seorangpun tiada yang menyebut nama-Mu, yang bangun akan berpaut kepada-Mu; maka sebab itu Engkau sudah menyamarkan wajah-Mu dari pada kami dan Engkau sudah menghancurkan kami, oleh karena sebab segala kesalahan kami. Maka sekarangpun, ya Tuhan! Engkau juga Bapa kami; bahwa kami ini tanah liat dan Engkaulah penjunan kami; maka kami sekalianpun perbuatan tangan-Mu.
”Dahulu dari pada Aku merupakan dikau di dalam kandungan, Aku sudah mengenal engkau dan sebelum engkau keluar dari dalam rahim, sudah Kusucikan dikau dan Kuangkat engkau akan nabi bagi bangsa-bangsa itu.
”dan sebab kamu ini sudah berbuat jahat lebih dari pada nenek moyang kamu; karena sungguh masing-masing kamu berjalan menurut nafsu hatinya yang jahat dan kamu segan mendengar akan Daku.
”Demikianlah firman Tuhan: Kutuklah orang yang harap pada manusia dan yang menaruh daging akan lengannya, dan yang hatinya undur dari pada Tuhan!
”Adapun hati itu penipulah adanya terlebih dari pada segala sesuatu; sekali-kali tiada ia berketentuan; siapa gerangan boleh mengetahui isinya? Bahwa Akulah, Tuhan, yang menduga hati dan menyelidik batin, hendak membalas kepada tiap-tiap orang sekadar kelakuannya dan sekadar pahala perbuatannya.
”Bahwsanya segala jiwa orang Aku yang empunya dia, baik jiwa bapa baik jiwa anak, Aku yang empunya dia; maka jiwa yang berdosa itu juga akan mati!
”dan Aku akan mengaruniakan kepadamu hati yang baharu, dan roh yang baharupun akan Kukaruniakan di dalam batinmu, dan hati batu itu akan Kulalukan dari dalam tubuhmu, dan hati dagingpun akan Kukaruniakan kepadamu.
”Demikian firman Tuhan Hua kepada tulang-tulang ini: Bahwa sesungguhnya Aku akan memberi nyawa di dalammu dan kamu akan hidup pula! Dan Aku akan membubuh urat padamu dan membubuhkan daging padamu dan mengulas kamu dengan kulit dan memberi nyawa di dalammu, supaya hiduplah pula kamu dan supaya diketahui olehmu, bahwa Aku ini Tuhan!
”Serta dilihatnya orang ramai itu, jatuhlah belas kasihan-Nya akan mereka itu, karena sekaliannya letih lesu dan bercerai-berai seperti domba yang tiada bergembala.
”Maka rambut di atas kepalamu juga semuanya sudah terhitung. Oleh yang demikian, janganlah kamu takut; karena kamu ini terlebih indah daripada burung pipit yang banyak itu.
”Adapun orang yang baik mengeluarkan barang yang baik daripada perbendaharaan hati yang baik; dan orang yang jahat mengeluarkan barang yang jahat daripada perbendaharaan hati yang jahat.
”Tetapi barang apa yang keluar dari dalam mulut, itulah datang dari dalam hati; maka itulah yang menajiskan orang. Karena dari dalam hati itu pun keluar pikiran yang jahat, bunuhan, zinah, persundalan, pencurian, saksi dusta, hujat;
”Tetapi kata Yesus, "Biarkanlah kanak-kanak itu, jangan dilarangkan mereka itu datang kepada-Ku, karena orang yang sama seperti inilah yang empunya kerajaan surga."
”Berjagalah dan berdoalah, supaya jangan kamu kena pencobaan; sungguhpun hati berkehendak, tetapi tubuh lemah."
”Karena dari dalam, yaitu dari dalam hati orang, keluar pikiran yang jahat, zinah, curi, bunuhan, permukahan, kekikiran, kejahatan, tipu, hawa nafsu jahat, mata jahat, hujat, congkak, kebodohan. Segala perkara yang jahat ini keluar dari dalam hati, dan menajiskan orang."
”Akan tetapi daripada awal kejadian alam, Allah menjadikan mereka itu laki-laki dan perempuan. Karena sebab itu hendaklah orang meninggalkan bapanya dan ibunya, dan berdamping dengan bininya, lalu keduanya itu menjadi sedarah-daging, sehingga mereka itu bukannya lagi dua orang, melainkan sedaging juga adanya. Sebab itu, barang yang telah dijodohkan oleh Allah, janganlah diceraikan oleh manusia."
”Maka jawab Yesus kepadanya, "Apakah sebabnya engkau katakan Aku ini baik? Seorang pun tiada yang baik, hanya Satu, yaitu Allah.
”Adapun orang yang baik, mengeluarkan barang yang baik daripada perbendaharaan hati yang baik; dan orang yang jahat, mengeluarkan barang yang jahat daripada perbendaharaan hati yang jahat; karena melimpah dari dalam hati melalui mulutnya.
”Bahkan lagi rambut di kepalamu semuanya sudah terhitung. Janganlah kamu takut: Kamu terlebih indah daripada burung pipit yang banyak itu.
”Tetapi seberapa banyak orang yang menerima Dia, kepada mereka itulah diberi-Nya hak akan menjadi anak-anak Allah, yaitu kepada segala orang yang percaya akan nama-Nya; yang kejadian-Nya bukan daripada darah, dan bukan daripada tabiat tubuh, dan bukan daripada kehendak seorang laki-laki, melainkan daripada Allah.
”Tetapi Yesus sendiri tiada mempercayakan diri-Nya kepada mereka itu, sebab dikenal-Nya mereka itu sekalian. Dan lagi sebab tiada Ia berhajat akan seorang jua pun memberi kesaksian dari hal manusia, karena Ia sendiri mengetahui barang yang ada di dalam hati manusia.
”Maka Yesus pun menjawab serta berkata kepadanya, "Sesungguh-sungguhnya Aku berkata kepadamu, jikalau seorang tiada diperanakkan pula, tiada dapat ia melihat kerajaan Allah." Maka kata Nikodemus kepada-Nya, "Bagaimanakah orang dapat diperanakkan pada masa tuanya? Dapatkah ia masuk kembali ke dalam rahim ibunya, dan diperanakkan pula?" Maka jawab Yesus, "Sesungguh-sungguhnya Aku berkata kepadamu: Jikalau barang seorang tiada diperanakkan daripada air dan Roh, tiada boleh ia masuk ke dalam kerajaan Allah. Barang yang diperanakkan daripada tabiat tubuh, tubuh juga; dan barang yang diperanakkan daripada Roh, Roh juga. Jangan engkau heran, sebab sudah Kukatakan kepadamu: Bahwa wajib kamu diperanakkan pula.
”Karena demikianlah Allah mengasihi isi dunia ini, sehingga dikaruniakan-Nya Anak-Nya yang tunggal itu, supaya barangsiapa yang percaya akan Dia jangan binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.
”Maka inilah hukumannya, bahwa terang sudah datang ke dalam dunia, tetapi gelap itu lebih disukai manusia daripada terang itu, sebab segala perbuatan mereka itu jahat adanya.
”Maka kata Yesus kepada mereka itu, "Kamu ini dari bawah, Aku ini dari atas; kamu ini dari dunia ini, Aku ini bukan dari dunia ini. Sebab itu Aku sudah berkata kepadamu, bahwa kamu akan mati di dalam dosamu, karena jikalau kamu tiada percaya bahwa Aku inilah Dia, maka kamu akan mati di dalam dosamu."
”dan tiada pula Ia berkehendak dilayani dengan tangan manusia, seolah-olah Ia ada kekurangan apa-apa, karena Ia sendiri mengaruniai sekaliannya hidup dan nafas dan segala sesuatu itu. Maka daripada satu sahaja Ia menjadikan segala bangsa manusia akan mendiami seluruh muka bumi, setelah ditentukannya perhinggaan yang tetap, dan sempadan tempat kediamannya, supaya mereka itu mencari Allah, mudah-mudahan mereka itu terabakan Dia dan jumpa Dia, meskipun Ia tiada jauh daripada kita masing-masing. Karena di dalam Dia juga kita hidup dan bergerak dan ada, seperti yang dikatakan oleh beberapa pengarang syairmu: Karena kita pun benih daripada-Nya juga.
”Karena murka Allah dinyatakan dari surga atas segala keadaan fasik dan kelaliman orang, yang menimbuskan kebenaran dengan kelaliman,
”Dengan mengaku dirinya bijak, maka mereka itu menjadi bodoh, sambil menukarkan kemuliaan Allah yang baka dengan rupa ukiran gambar manusia yang fana, dan segala burung, dan binatang yang berkaki empat dan yang melata. Sebab itu Allah membiarkan mereka itu di dalam segala keinginan hatinya kepada kecemaran akan menajiskan tubuhnya di antara sama sendirinya;
”Sekali-kali tidak, melainkan Allah itu benar, tetapi segala manusia pembohong, seperti yang tersurat ini: Supaya Engkau nyata benar di dalam firman-Mu, dan menang apabila Engkau disalahkan orang.
”seperti yang tersurat demikian ini: Bahwa tiadalah seorang yang benar, bahkan, seorang pun tiada, tiadalah seorang yang berakal, tiadalah seorang yang menuntut akan Allah; sekalian mereka itu sudah menyimpang ke lain, sekaliannya itu menjadi sia-sia; tiadalah seorang yang berbuat kebajikan, bahkan, seorang pun tidak;
”sebab sekaliannya sudah berbuat dosa dan kurang kemuliaan daripada Allah,
”Sebab itu, sebagaimana oleh sebab seorang maka dosa sudah masuk ke dalam dunia ini, dan maut oleh sebab dosa, dan atas peri demikian maut itu menimpa sekalian manusia, maka karena itulah sekaliannya berbuat dosa,
”Atau tiadakah kamu ketahui bahwa seberapa banyak kita yang dibaptiskan ke dalam Kristus Yesus itu, telah dibaptiskan ke dalam maut-Nya? Demikianlah kita dikuburkan serta-Nya oleh baptisan itu ke dalam maut, supaya sebagaimana Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, sedemikian itu juga kita ini pun dapat berjalan di dalam suatu hidup yang baharu. Karena jikalau kita sudah menjadi satu dengan Dia, dengan mengambil bahagian di dalam hal mati-Nya, begitu juga kita menjadi satu dengan Dia di dalam hal kebangkitan-Nya, sedang mengetahui hal ini: Bahwa tabiat kita yang lama sudah disalibkan serta-Nya, supaya diri dosa dilenyapkan, jangan kita diperhambakan lagi oleh dosa; karena orang yang sudah mati itu, sudah dilepaskan daripada dosa. Tetapi jikalau kita sudah mati dengan Kristus, yakinlah kita bahwa kita akan hidup juga dengan Dia; sebab kita mengetahui, bahwa Kristus yang sudah dibangkitkan dari antara orang mati itu, tiada mati lagi; maka maut itu pun tiada lagi memegang kuasa atas-Nya. Karena akan hal mati-Nya itu, maka matilah Ia sekali sahaja untuk dosa, tetapi akan hal hidup-Nya itu, hiduplah Ia untuk Allah. Demikianlah juga kamu wajib menghisabkan dirimu mati lepas daripada dosa, tetapi hidup bagi Allah di dalam Kristus Yesus. Sebab itu janganlah dosa itu memerintah di dalam dirimu yang fana, sehingga kamu menurut hawa nafsunya, dan janganlah kamu serahkan anggotamu kepada dosa menjadi alat kejahatan, melainkan serahkanlah dirimu kepada Allah, seperti orang mati balik hidup, dan anggotamu itu kepada Allah menjadi alat kebenaran.
”(Aku berkata cara manusia oleh sebab kelemahan tabiat diri kamu), karena sama seperti dahulu kamu menyerahkan anggotamu menjadi hamba kepada kecemaran dan fasik yang mengerjakan fasik, demikian juga sekarang kamu menyerahkan anggotamu menjadi hamba kepada kebenaran yang mengerjakan kesucian.
”Tatkala kita lagi hidup di dalam tabiat duniawi, maka segala hawa nafsu yang penuh dengan dosa, yang dibangkitkan oleh hukum Taurat itu, bekerjalah di dalam anggota kita akan mengeluarkan buah-buahan bagi maut,
”Karena aku mengetahui, bahwa tiada diam di dalam diriku, yaitu di dalam keadaan tubuhku, barang yang baik; karena kehendak ada padaku, tetapi melakukan yang baik itu, tidak.
”Wah, aku orang yang celaka ini! Siapakah gerangan akan melepaskan aku keluar dari dalam tubuh maut ini?
”Karena barang yang tiada boleh diperbuat oleh hukum Taurat, sebab lemah oleh karena tabiat manusia itu, diperbuat oleh Allah yang menyuruhkan Anak-Nya sendiri di dalam rupa manusia yang berdosa, yaitu sebab karena dosa itu, dengan menjatuhkan hukum ke atas dosa di dalam tabiat manusia, supaya syarat hukum Taurat itu dapat disempurnakan di dalam diri kita, yang tiada menurut kehendak tabiat duniawi, melainkan menurut kehendak Roh. Karena orang yang menurut tabiat duniawi, memikirkan hal dunia itu, tetapi orang yang menurut Roh itu, memikirkan hal rohani itu. Karena pikiran tabiat duniawi itulah maut; tetapi pikiran rohani itulah hidup lagi sentosa. Karena pikiran tabiat duniawi itulah perseteruan dengan Allah, sebab tiada takluk ke bawah hukum Allah, bahkan, tiada dapat juga. Maka orang yang di dalam tabiat duniawi itu, tiada dapat memperkenankan Allah. Tetapi kamu ini bukannya di dalam tabiat duniawi, melainkan di dalam Roh, yaitu jikalau Roh Allah ada diam di dalam dirimu. Jikalau barang seorang tiada menaruh Roh Kristus, bukannya ia milik Kristus.
”karena jikalau kamu hidup menurut tabiat duniawi, maka kamu akan mati kelak; tetapi jikalau dengan Roh itu kamu mematikan perbuatan tubuh itu, maka kamu akan hidup kelak.
”Artinya: Bukannya anak-anak daging darah itu anak-anak Allah, melainkan anak-anak perjanjian itulah dihisabkan benihnya.
”Melainkan hendaklah kamu bersalut dengan Yesus Kristus Tuhan itu, dan jangan melazatkan tabiat tubuhmu sehingga menguatkan hawa nafsu.
”Tetapi orang duniawi tiada menerima barang yang daripada Roh Allah itu, karena perkara itu menjadi kebodohan kepadanya, dan tiada dapat mengenalnya, sebab perkara itu diselidik dengan peri rohani.
”Tiadakah kamu ketahui bahwa kamu rumah Allah, dan Roh Allah diam di dalam kamu? Jikalau barang seorang membinasakan rumah Allah, maka ia akan dibinasakan Allah; karena rumah Allah itu kudus, yaitu kamulah.
”Atau tiadakah kamu mengetahui bahwa tubuhmu itulah rumah Rohulkudus yang diam di dalammu itu, yang telah kamu peroleh daripada Allah, dan bukan kamu milikmu sendiri? Karena kamu sudah dibeli dengan harga tunai. Sebab itu hendaklah kamu memuliakan Allah dengan tubuhmu.
”Karena sedang maut itu diadakan oleh sebab seorang manusia, begitu juga kebangkitan dari antara orang mati itu diadakan oleh sebab seorang manusia. Karena sama seperti di dalam Adam mati segala manusia, begitu juga di dalam Kristus sekaliannya akan dihidupkan.
”Maka bukannya segala yang bernyawa itu sejenis, melainkan manusia lain jenis, binatang lain jenis, burung lain jenis, ikan lain jenis.
”Demikianlah juga kebangkitan orang mati. Adalah ditaburkan dengan peri kebinasaan, dibangkitkan dengan peri tiada kebinasaan; ditaburkan dengan kehinaan, dibangkitkan dengan kemuliaan; ditaburkan dengan kelemahan, dibangkitkan dengan kuasa; ditaburkan tubuh nafsani, dibangkitkan tubuh rohani. Jikalau ada tubuh nafsani, adalah juga tubuh rohani. Demikian juga ada tersurat: Bahwa manusia yang pertama, yaitu Adam, menjadi nyawa yang hidup. Maka Adam yang akhir itu menjadi roh yang menghidupkan. Tetapi bukan mula-mula menjadi yang rohani, melainkan yang nafsani, kemudian yang rohani itu. Maka manusia yang pertama itu berasal daripada bumi, yaitu tanah, manusia yang kedua itu berasal dari surga. Maka sebagaimana yang daripada bumi itu, demikianlah juga segala orang yang daripada bumi. Dan sebagaimana yang dari surga itu, demikianlah juga segala yang dari surga asalnya. Dan sebagaimana kita memakai rupanya yang daripada bumi ini, demikianlah juga kita akan memakai rupanya yang daripada surga itu. Tetapi inilah kukatakan, hai saudara-saudaraku, bahwa daging dan darah tiada dapat mewarisi kerajaan Allah; dan keadaan yang akan binasa tiada mewarisi keadaan yang tiada akan binasa.
”Sebab itu tiada kami tawar hati, karena meskipun keadaan kami yang lahir ini dibinasakan, tetapi keadaan yang batin kami itu dibaharui sehari-hari.
”Karena kami mengetahui bahwa jikalau kemah tempat kami diam di dalam dunia ini dirobohkan, kami beroleh sebuah rumah daripada Allah, yaitu suatu tempat kediaman, bukan diperbuat dengan tangan, hanya kekal di surga. Karena itulah sebabnya kami mengeluh di sini serta rindu hendak bersalut dengan rumah kami yang dari surga itu. Jikalau kami bersalut, tiadalah kami didapati bertelanjang. Karena selagi kami di dalam kemah ini, kami mengeluh sebab berat tanggungan, karena tiada kami suka ditelanjangkan, melainkan disalutkan, supaya yang akan mati itu diliputi oleh hidup.
”Sedang ada bagi kita perjanjian yang demikian, hai kekasihku, hendaklah kita bersuci daripada segala najis tubuh dan roh, serta menyempurnakan kesucian dengan takut akan Allah.
”Maka tiada lagi orang Yahudi atau orang Gerika, tiada lagi abdi atau orang merdeka, tiada lagi laki-laki atau perempuan; karena kamu ini sekalian menjadi satu di dalam Kristus Yesus.
”Tetapi demikian inilah kataku: Berjalanlah kamu dengan Roh, niscaya kehendak tabiat duniawi tiada akan kamu genapkan. Karena kehendak tabiat duniawi berlawan dengan Roh, dan kehendak Roh itu berlawan dengan tabiat duniawi, karena keduanya itu berlawanan, supaya jangan kamu lakukan barang yang kamu kehendaki.
”Tetapi segala orang yang milik Kristus Yesus itu sudah menyalibkan hawa nafsunya dengan segala cita-cita dan keinginannya.
”Karena barangsiapa yang menabur di dalam hawa nafsunya itu akan menuai kebinasaan daripada hawa nafsunya; tetapi barangsiapa yang menabur di dalam Roh itu, akan menuai hidup yang kekal daripada Roh itu.
”Maka di antara mereka itu kita sekalian ini pun dahulu menurut hawa nafsu tubuh kita, sambil melakukan kehendak tubuh dan ingatan itu, dan kita sudah berkeadaan anak-anak yang dimurkai sama seperti orang lain itu juga.
”digelapkan akalnya, dijauhkan daripada kehidupan dengan Allah oleh sebab kejahilan yang ada di dalam dirinya, dan oleh sebab kedegilan hatinya.
”Karena kepadaku hidup itu Kristus, dan mati itu untung.
”karena kita ini sunat yang betul, kita yang beribadat kepada Allah dengan Roh dan yang memegahkan dari sebab Kristus Yesus, dan tiada berharap akan perkara yang lahir,
”Karena banyak orang yang melakukan dirinya menjadi seteru kepada salib Kristus, yang aku sudah mengatakan beberapa kali kepadamu, tetapi sekarang juga aku katakan dengan tangisku. Maka kesudahan mereka itu menjadi kebinasaan, dan mereka itu bertuhankan perut, dan perkara yang malu menjadi mulia kepada mereka itu, yang memikirkan perkara duniawi sahaja. Tetapi tanah air kita ada di surga, dari sana juga kita menantikan Juruselamat, yaitu Tuhan Yesus Kristus, yang akan mengubahkan rupa tubuh kita yang hina ini menjadi serupa dengan tubuh-Nya yang mulia itu, menurut seperti kuat kuasa-Nya yang dapat menaklukkan segala sesuatu kepada diri-Nya.
”Ingatlah baik-baik, supaya jangan seorang dapat menawan kamu dengan ilmu filsafat dan tipu daya yang tiada berguna, menurut pengajaran manusia dan menurut alif-ba-ta dunia, bukannya menurut Kristus,
”Di dalam hal itu tiada lagi orang Gerika atau orang Yahudi, sunat atau tiada bersunat, Barbar atau Tartar, abdi atau orang merdeka, melainkan Kristus itulah semua dan di dalam semuanya.
”Maka Allah sendiri, yang pohon sejahtera itu, menguduskan kiranya kamu dengan sempurnanya; dan segenap roh dan nyawa dan tubuh kamu terpelihara dengan tiada bercacat cela pada masa kedatangan Tuhan kita Yesus Kristus.
”karena kita sudah membawa satu pun tidak ke dalam dunia ini, sebab itu satu pun tidak juga boleh kita bawa ke luar.
”Sebab Allah sudah mengaruniai kita bukannya suatu roh penakut, melainkan roh kuasa dan kasih dan memerintahkan diri.
”Karena segala orang akan mengasihi dirinya sendiri, dan tamak akan uang, membesarkan dirinya, congkak, mengumat orang, durhaka kepada ibu bapanya, tiada syukur, fasik, tiada berpengasihan, tiada mau berdamai, menfitnahkan orang, tiada memerintahkan dirinya, garang, tiada gemar akan baik, pembelot, angkara, sombong, melebihkan kesukaan daripada mengasihi Allah, yang merupakan dirinya seperti orang beribadat, tetapi kuasa ibadat itu telah ditolakkannya, maka daripada orang itu palingkanlah dirimu.
”Maka kepada orang yang suci tiap-tiap perkara ada suci; tetapi kepada orang yang najis dan yang tiada beriman satu pun tiada suci, melainkan akalnya dan perasaan hatinya pun najis. Maka mereka itu mengaku dirinya mengenal Allah, tetapi dengan perbuatannya mereka itu membukankan Dia, terkena benci dan menjadi durhaka, dan bagi sebarang apa pun pekerjaan yang baik tiada berguna.
”Tetapi ada seorang yang menyatakan di dalam suatu nas, katanya: Apatah manusia sehingga Engkau ingat akan dia, atau anak manusia sehingga Engkau melawat dia? Seketika lamanya Engkau menjadikan dia sedikit rendah daripada malaekat; Engkau mengenakan makota kepadanya dengan kemuliaan dan kehormatan (dan Engkau menetapkan dia menjadi kepala atas segala perbuatan tangan-Mu); maka segala sesuatu sudah Engkau taklukkan ke bawah kaki-Nya. Adapun di dalam hal segala sesuatu yang ditaklukkan kepada-Nya itu, maka suatu pun tidak berkecuali, yang tiada takluk kepada-Nya. Tetapi sekarang ini belum juga kita lihat sekaliannya itu tertakluk kepada-Nya.
”Sebab itu, sedang anak-anak itu sama-sama ada berdaging dan berdarah, maka Ia pun demikian juga keadaan-Nya, supaya dengan maut itu ditiadakan-Nya dia, yang memegang kuasa maut, yaitu Iblis. Dan supaya dilepaskan-Nya seberapa banyak orang yang oleh sebab takut akan maut itu tertawan seumur hidupnya di dalam perhambaan.
”Karena firman Allah itu hidup dan berkuasa, dan lebih tajam daripada pedang bermata dua, dan makan dalam sehingga menceraikan nyawa dan roh, serta sendi dan sumsum, dan tahu menyelidik segala ingatan dan niat hati. Maka tiada suatu makhluk pun yang tersamar kepada-Nya, melainkan nyata dan terbuka segala sesuatu kepada pemandangan Allah, yang harus kita memberi jawab kepada-Nya.
”Sedangkan manusia telah tentu satu kali akan mati, dan kemudian daripada itu datang hukuman,
”tetapi tiap-tiap orang terkena pencobaan apabila ia ditarik dan diperdayakan oleh hawa nafsunya sendiri. Kemudian hawa nafsu itu setelah sudah mengandung, lalu memperanakkan dosa, dan dosa itu setelah sudah cukup besarnya akan memperanakkan maut. Janganlah kamu sesat, hai saudara-saudara yang kukasihi.
”Karena sebagaimana tubuh dengan tiada roh itu mati, demikianlah juga iman dengan tiada perbuatan itu mati.
”Hai kamu yang berkata, "Bahwa hari ini atau besoknya biarlah kita pergi ke negeri anu serta menahun di situ, dan berniaga dan mencari laba"; padahalnya kamu tiada mengetahui apa yang akan jadi besoknya. Bagaimanakah hidupmu itu? Karena kamu hanya suatu uap, yang kelihatan seketika sahaja lamanya, lalu lenyap.
”Karena: Segala manusia seperti rumput, dan segala kemuliaannya seperti bunga rumput; maka rumput itu layu, dan bunganya luruh;
”Hai kekasihku, aku minta kepadamu seperti kepada orang musafir dan orang yang menumpang di dunia ini, hendaklah kamu menjauhkan dirimu daripada segala keinginan tabiat duniawi yang berperang dengan jiwa;
”Janganlah kamu mengasihi dunia atau barang yang ada di dalam dunia. Jikalau barang seorang mengasihi dunia, maka kasih Bapa itu tiadalah ada di dalam dia. Karena segala yang ada di dalam dunia, yang keinginan tubuh dan keinginan mata, dan hidup dengan jemawa itu bukannya daripada Bapa, melainkan daripada dunia. Maka dunia ini lenyap, demikian juga keinginan duniawi; tetapi orang yang melakukan kehendak Allah kekal selama-lamanya.
”Tengoklah, alangkah besarnya kasih yang dikaruniakan oleh Bapa kepada kita, sehingga kita dikatakan anak-anak Allah! Demikianlah hal kita. Maka inilah sebabnya dunia ini tiada mengenal kita, oleh sebab tiada dikenalnya Tuhan.
”dan sentakkanlah mereka itu dari dalam api dan selamatkanlah mereka itu; dan kepada yang lain hendaklah kamu kasihan dengan berjaga-jaga, dengan membenci akan pakaiannya yang cemar dengan hawa nafsu.
”Tengoklah, Ia datang dengan awan, dan Ia akan kelihatan kepada tiap-tiap mata, demikian juga kepada orang yang menikam Dia; maka segala bangsa di dunia ini akan memandang Dia serta meratap. Bahkan, Amin.
”