06 – Neraka
Ini adalah firman suci Tuhan Yang Maha Esa.
Kita tidak tertarik dengan kata-kata manusia.
Bagi siapa pun yang mengasihi Tuhan... inilah yang Tuhan katakan tentang: Neraka.
Ini adalah firman suci Tuhan Yang Maha Esa.
Kita tidak tertarik dengan kata-kata manusia.
Bagi siapa pun yang mengasihi Tuhan... inilah yang Tuhan katakan tentang: Neraka.
Lalu laut itu pun mengeluarkan segala orang yang sudah mati di dalamnya, dan maut serta alam maut itu pula mengeluarkan segala orang yang sudah mati di dalamnya; lalu mereka itu dihukumkan menurut perbuatan masing-masing. Maka maut dan alam maut itu pun dicampakkanlah ke dalam laut api itu; inilah mati yang kedua, yaitu laut api. Dan jikalau barang seorang tiada dijumpai namanya tersurat di dalam kitab hayat itu, maka ia pun dicampakkanlah ke dalam laut api itu.
”Karena jikalau kita berbuat dosa dengan sengaja kemudian daripada kita telah beroleh pengenalan akan yang benar itu, maka tidak ada lagi korban karena dosa, melainkan ada dahsyat orang menantikan hukuman itu, dan ada suatu hangat api yang akan melulur segala yang melawan.
”Demikianlah akan jadi pada kesudahan alam: Segala malaekat akan keluar mengasingkan orang jahat dari antara orang yang benar. Lalu membuangkan mereka itu ke dalam dapur yang berapi; di sanalah kelak tangisan dan kertak gigi.
”Maka firman Tuhan kepada Musa: Orang itulah patut Kuparangkan dari dalam kitab-Ku, yaitu yang telah berdosa kepada-Ku. Maka sekarang, pergilah engkau, hantarkanlah bangsa ini ke tempat yang telah Kukatakan kepadamu; bahwa sesungguhnya malaekat-Ku akan berjalan di hadapanmu, tetapi pada hari pembalasan-Ku, maka Aku akan membalas dosanya kepada mereka itu!
”Bahwasanya Tuhan akan tiada mau mengampuni dia, melainkan murka Tuhan akan bernyala-nyala sangat dan cemburuannya akan hangat kepada orang itu, maka padanya juga akan lekat segala kutuk yang tersurat dalam kitab ini, dan Tuhanpun akan menghapuskan namanya dari bawah langit.
”Karena jikalau bernyala-nyala api murka-Ku, dimakannya sampai ke dalam alam barzakh, dimakannya habis akan bumi serta dengan segala hasilnya dan dinyalakannya alas segala gunung.
”Seperti awan yang lenyap dan melayang-layang, demikian turunlah manusia ke dalam alam barzakh dan tiada ia naik pula dari dalamnya.
”Bagaimana orang jahat itu diluputkan pada masa celaka dan dihantar keluar pada hari murka besar.
”Bahwa Tuhan telah menjadi ketahuan; Ia telah melakukan hukum; orang fasik itu telah kena jerat oleh perbuatan tangannya sendiri! -- Higayon. Selah.
”Karena tiada Engkau akan meninggalkan jiwaku dalam alam barzakh dan tiada Engkau membiarkan kesucian-Mu itu menjadi busuk.
”Beberapa ombak maut telah mengelilingi aku dan sebab orang Belial mengejutkan aku.
”Karena raja percaya akan Tuhan dan dengan kemurahan Allah taala tiada ia akan tergelincuh. Maka tangan-Mu akan mendapat segala seteru-Mu dan tangan-Mu kanan akan sampai kepada segala orang yang benci akan Dikau.
”yang bersama-sama dengan kami biasa membicarakan rahasia dengan sedap manis dan kamipun biasa berjalan bersama-sama ke bait-Ullah di antara orang banyak.
”Tambahkanlah kiranya salah pada salah mereka itu, dan jangan mereka itu sampai kepada kebenaran-Mu.
”maka dengan segera juga Aku sudah merendahkan musuhnya, dan membalikkan tangan-Ku kepada segala lawannya.
”Karena besarlah kemurahan-Mu atas aku, dan Engkau telah merebut jiwaku dari pada kuasa alam barzakh.
”Ya Tuhan! bagaimana besar segala perbuatan-Mu, dan dalamnya segala reka-Mu tiada terduga. Bodohlah orang yang tiada merasainya, dan gila dia yang tiada memperhatikannya.
”Maka orang yang duduk dalam gelap dan dalam bayang-bayang maut, tersepit dengan aniaya dan belenggu besi, sebab mereka itu telah mendurhaka akan hukum Allah dan dicelakannya takdir Allah taala,
”Bahwa Tuhanpun memeliharakan segala orang yang kasih akan Dia, tetapi segala orang fasik dibinasakan-Nya.
”Tetapi tiada diketahui orang akan hal bahwa di sanalah tempat orang mati dan segala jemputannya itu adalah dalam keleburan neraka.
”Neraka dan tempat kebinasaan adalah nyata di hadapan Tuhan, istimewa pula hati segala anak Adam.
”Maka orang yang berbudi itu memilih jalan selamat yang menuju ke atas, dan dijauhkannya dirinya dari pada jalan yang turun ke neraka.
”Janganlah tahankan pengajaran dari pada anakmu, jikalau engkau memukul akan dia, dengan rotan, maka tiada ia akan mati, melainkan apabila engkau memukul akan dia, barangkali engkau melepaskan nyawanya dari pada neraka.
”Neraka dan kebinasaan tak pernah kenyang, demikianpun mata orang tak pernah kenyang.
”Maka kesudahan segala perkara yang didengar ia ini: Takutlah akan Allah dan peliharakanlah segala firman-Nya, karena itulah patut kepada segala manusia. Karena perbuatan tiap-tiap orang akan dihadapkan Allah kelak kepada hukum serta dengan segala perkara yang tersembunyi, dari pada baik dan jahat.
”Bahkan, pada masa itu Terang orang Israel akan api dan Kesuciannya akan nyala api, yang akan menyalakan dan membakar habis segala duri dan onak dalam sehari jua. Demikianpun dihabiskannya kemuliaan hutannya dan segala pokok buah-buah, baik jiwa baik badan, semuanya habis dimakan api seperti ranting-ranting yang meletup-letup.
”Bahkan, iapun akan bernafas dalam takut akan Tuhan dan tiada ia akan menghukumkan seturut pemandangan matanya, dan lagi tiada ia akan memutuskan hukum seturut pendengaran telinganya. Melainkan orang miskin akan dihukumkannya dengan adil dan dibenarkannya hal orang yang tiada dapat melawan itu dengan kebetulan; dengan cemeti mulutnya ia akan menyesah segala penganiaya dan dengan nafas bibirnya akan dibunuhnya segala orang fasik.
”Baiklah kamu bertangis-tangisan karena hari Tuhan adalah hampir; adapun ia datang itu seperti kebinasaan dari pada Yang Mahakuasa. Maka sebab itu lemahlah segala tangan dan hancurlah hati segala manusia; mereka itu akan terkejut; kesukaran dan kesakitan datang atas mereka itu; mereka itu akan meranggut seperti seorang perempuan yang sakit beranak; seorang memandang akan seorang dengan tercengang-cengang dan muka mereka itu merah seperti nyala api. Bahwasanya hari Tuhan datang dengan bengis dan geram, dan murka yang sangat akan menjadikan negeri itu sunyi, dan akan menumpas segala orang yang berdosa dari dalamnya. Karena segala bintang di langit dan segala gugus bintangpun tiada akan bercahayakan terangnya; mataharipun dikelamkan pada ketika terbitnya, dan bulanpun tiada akan bersinarkan terangnya. Karena Aku akan membalas kejahatannya kepada segala isi dunia dan kesalahannya kepada segala orang fasik, dan Aku akan memutuskan congkak orang sombong dan merendahkan jemawa orang lalim!
”Tambahan pula Aku akan menggentarkan langit, dan bumipun akan bergempa dan berpindah dari pada tempatnya, oleh karena geram Tuhan serwa sekalian alam dan oleh karena hari kehangatan murka-Nya.
”Bahwa neraka yang di bawah itu huru-haralah oleh karenamu, hendak mengelu-elukan dikau apabila engkau datang; oleh karenamu juga dibangkitkannya orang-orang mati, segala penganiaya yang di dalam dunia, raja-raja segala bangsa dibangkitkannya dari pada takhta-takhtanya. Mereka itu sekalian berkata kepadamu demikian: Bahwa engkau juga sudah menjadi layu seperti kami, engkaupun sudah disamakan dengan kami. Segala kemuliaanmu sudah dicampak ke dalam liang lahad serta dengan bunyi kecapimu, bahwa cacing adalah terhampar di bawahmu dan ulatpun menjadi selimutmu.
”Bagaimana engkau sudah gugur dari langit, hai bintang kejora! hai anak fajar! engkau sudah ditebang rebah ke bumi, engkau, yang penganiaya segala bangsa! Katamu di dalam hatimu demikian: Bahwa aku hendak ke langit, aku hendak meninggikan takhtaku di atas segala bintang Allah, dan duduk di atas bukit perhimpunan pada pihak utara. Bahwa aku hendak naik tinggi dari pada awan-awan dan menyamakan diriku dengan Yang Mahatinggi! Bahkan, engkau telah tercampak ke dalam neraka, ke dalam keleburan yang sangat dalam.
”Setelah sudah mati tiada mereka itu hidup pula, setelah sudah mangkat tiada mereka itu bangkit pula; apabila Engkau mendatangkan tulah, maka Engkau membinasakan mereka itu dan menghapuskan segala peringatan akan mereka itu.
”Karena sesungguhnya Tuhan keluar dari dalam tempat-Nya hendak membalas kesalahan segala orang isi dunia kepada-Nya, maka bumipun akan menyatakan darahnya dan tiada mau menudung lagi mayat orang yang sudah mati dibunuh itu.
”Ia itu tiada dipadamkan baik siang baik malam, melainkan asapnya naik kekal sampai selama-lamanya, dari pada gilir orang datang kepada gilir orang ia itu dibinasakan, dan dari pada zaman datang kepada zaman seorang perjalananpun tiada lalu dari sana.
”Karena liang lahad tiada akan memuji-muji Engkau dan mautpun tiada akan mempermuliakan Dikau; barangsiapa sudah turun ke dalam kubur, ia itu tiada harap lagi pada kebenaran-Mu.
”Karena sesungguhnya Tuhan akan datang dengan api, dan segala rata-Nyapun seperti puting beliung; geram-Nya dinyatakan seperti bara api dan kehangatan murka-Nya seperti nyala api. Karena dengan api dan dengan pedang-Nya Tuhan akan memutuskan hukum atas segala manusia; maka besarlah kelak bilangan segala orang yang dibunuh oleh Tuhan!
”Maka apabila mereka itu ke luar, mereka itu akan melihat bangkai segala orang yang sudah mendurhaka kepada-Ku, dan bagaimana cacingnya tiada mati dan apinya tiada dipadamkan, dan mereka itu menjadi suatu tamasya yang hebat bagi segala manusia!
”Bahwsanya segala jiwa orang Aku yang empunya dia, baik jiwa bapa baik jiwa anak, Aku yang empunya dia; maka jiwa yang berdosa itu juga akan mati!
”Maka pada masa itu kulihat-lihat apakah akan jadi dari bunyi perkataan besar-besar yang dikatakan oleh tanduk itu; maka sementara kulihat itu binatang itupun dibunuh dan tubuhnya dibinasakan, dan diserahkan akan dibakar habis dengan api.
”Maka ia akan mengatakan beberapa perkataan lawan Allah taala dan dianiayakannya segala umat kesucian Yang Mahatinggi itu dengan bengis dan disengajakannya mengubahkan segala masa dan hukum, dan mereka itu akan diserahkan kepada tangannya sampai satu masa dan dua masa dan setengah masa. Kemudian majelis hukum akan duduk dan dilalukan oranglah kerajaannya akan dibinasakan dan akan dirusakkan sampai kepada kesudahan.
”Maka banyaklah orang dari pada mereka yang tidur dalam lebu bumi itu akan bangun pula, setengah kepada hidup yang kekal, setengah kepada kehinaan dan kecelaan yang kekal.
”Karena sesungguhnya hari itu datang bernyala-nyala seperti dapur, maka segala orang sombong dan segala orang yang berbuat jahat itu akan seperti jerami, dan hari yang akan datang itu kelak menyalakan mereka itu, demikianlah firman Tuhan serwa sekalian alam, sehingga baik akar baik cabang tiada lagi tinggal pada mereka itu.
”Tetapi apabila dilihatnya banyak daripada orang Parisi dan Saduki pun datang minta dibaptiskan, berkatalah ia kepada mereka itu, "Hai bangsa ular, siapakah mengajar kamu melarikan dirimu daripada murka yang datang kelak?
”Sekarang pun sudah sedia kapak di akar pohon kayu; maka tiap-tiap pohon kayu yang tiada berbuahkan buah yang baik, akan ditebang dan dibuang ke dalam api.
”Nyirunya ada di dalam tangan-Nya; maka Ia akan membersihkan segenap tempat pengiriknya, lalu Ia mengumpulkan gandumnya masuk ke dalam lumbung, tetapi sekamnya akan habis dibakar-Nya dengan api yang tiada dapat dipadamkan."
”Kamu sudah mendengar barang yang dikatakan kepada orang dahulu kala, yaitu: Janganlah engkau membunuh, dan barangsiapa yang membunuh, ia akan terkena hukum. Tetapi Aku berkata kepadamu, bahwa tiap-tiap orang yang marah akan saudaranya, ia akan terkena hukum; dan barangsiapa yang berkata kepada saudaranya: Hai jahil! ia akan dihukumkan oleh majelis besar; dan barangsiapa yang berkata: Hai gila! ia akan terkena hukum masuk api neraka.
”Jikalau mata kananmu mendatangkan kesalahan padamu, koreklah dia, buangkan daripadamu; karena lebih baik engkau hilang sesuatu anggotamu, daripada segenap tubuhmu dibuangkan ke dalam neraka. Dan jikalau tangan kananmu mendatangkan kesalahan padamu, keratlah dia, buangkan daripadamu; karena lebih baik hilang sesuatu anggotamu, daripada segenap tubuhmu dibuangkan ke dalam neraka.
”"Masuklah kamu daripada pintu yang sempit; karena luaslah pintu dan lebarlah jalan yang membawa kepada kebinasaan, dan banyaklah orang yang masuk daripadanya. Karena sempitlah pintu dan sesaklah jalan yang membawa kepada hidup, dan hanya sedikit orang yang mendapat dia.
”Tiap-tiap pohon kayu yang tiada memberi buah yang baik, akan ditebang dan dibuangkan ke dalam api. Sebab itu daripada buah-buahannya kamu akan mengenali dia.
”Bukannya tiap-tiap orang yang menyeru Aku, Tuhan, Tuhan, akan masuk ke dalam kerajaan surga; hanyalah orang yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di surga. Pada hari itu kelak banyaklah orang yang akan berkata kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah dengan nama Tuhan kami mengajar, dan dengan nama Tuhan kami membuangkan setan, dan dengan nama Tuhan kami mengadakan banyak mujizat? Pada ketika itu Aku akan berkata kepada mereka itu dengan nyata: Bahwa tiada pernah Aku mengenal kamu; undurlah daripada-Ku, hai kamu yang mengerjakan jahat.
”tetapi anak buah kerajaan itu akan dibuangkan ke dalam gelap yang di luar, di sanalah kelak tangisan dan kertak gigi."
”Janganlah kamu takut akan orang yang membunuh tubuh, dan yang tiada berkuasa mematikan jiwa; tetapi yang terutama sekali hendaklah kamu takuti Dia, yang berkuasa membinasakan baik tubuh atau jiwa di dalam neraka.
”Adapun orang yang baik mengeluarkan barang yang baik daripada perbendaharaan hati yang baik; dan orang yang jahat mengeluarkan barang yang jahat daripada perbendaharaan hati yang jahat. Tetapi Aku berkata kepadamu: Bahwa dari hal tiap-tiap kata yang sia-sia, yang dikatakan orang, wajiblah mereka itu menanggungnya pada hari kiamat. Karena dengan perkataanmu engkau akan dibenarkan, dan dengan perkataanmu juga engkau akan disalahkan."
”dan ladang itu, ialah dunia ini; dan benih yang baik itu, ialah anak-anak kerajaan itu; dan lalang itu, ialah anak si Jahat. Dan seteru yang menabur lalang itu, ialah Iblis; dan musim menuai, ialah kesudahan alam; dan orang yang menuai itu, ialah segala malaekat. Maka sama seperti lalang itu dikumpulkan dan dibakar habis dengan api, sedemikianlah akan jadi pada kesudahan alam. Maka Anak manusia akan menyuruhkan segala malaekat-Nya, lalu malaekat itu akan mengumpulkan dari dalam kerajaan-Nya segala penggoda dan sekalian orang yang durhaka. Lalu dibuangkan-Nya ke dalam dapur yang berapi; di sanalah kelak tangisan dan kertak gigi.
”Demikianlah akan jadi pada kesudahan alam: Segala malaekat akan keluar mengasingkan orang jahat dari antara orang yang benar. Lalu membuangkan mereka itu ke dalam dapur yang berapi; di sanalah kelak tangisan dan kertak gigi.
”Maka Aku pun berkata kepadamu, bahwa engkau inilah Petrus, dan di atas batu ini Aku akan membangunkan sidang-Ku; dan segala pintu alam maut pun tiada akan dapat mengalahkan dia.
”Apakah untungnya kepada seorang, jikalau ia beroleh segenap dunia ini, tetapi jiwanya binasa? Atau apakah yang patut diberi orang akan menebus jiwanya? Karena Anak manusia akan datang dengan kemuliaan Bapa-Nya beserta dengan segala malaekat-Nya; pada masa itu Ia akan membalas kepada tiap-tiap orang menurut perbuatannya.
”serta berkata, "Sesungguhnya Aku berkata kepadamu, jikalau tiada kamu berbalik menjadi seperti kanak-kanak, sekali-kali tiada kamu masuk ke dalam kerajaan surga.
”Tetapi barangsiapa yang mendatangkan kesalahan kepada barang seorang daripada kanak-kanak yang percaya akan Daku ini, maka lebih baik padanya, jikalau sebuah batu kisaran digantungkan pada lehernya, lalu ia ditenggelamkan di tengah-tengah laut.
”Sebab itu, jikalau tanganmu atau kakimu mendatangkan kesalahan padamu, keratlah dia, buangkan daripadamu, karena lebih baik engkau masuk ke dalam hidup dengan kudung atau timpang daripada engkau dibuangkan ke dalam api yang kekal dengan bertangan dua atau berkaki dua. Dan jikalau matamu mendatangkan kesalahan padamu, koreklah dia dan buangkan daripadamu, karena lebih baik engkau masuk ke dalam hidup dengan sebelah mata sahaja daripada engkau dibuangkan ke dalam api neraka dengan kedua belah matamu.
”Maka masuklah raja itu hendak melihati orang yang dijamu itu, lalu dilihatnya di situ seorang yang tiada memakai pakaian perjamuan kawin. Maka bertitahlah ia kepadanya: Hai tolan, bagaimanakah engkau masuk ke mari dengan tiada memakai pakaian perjamuan kawin? Maka kebenganglah orang itu. Maka titah baginda itu kepada hambanya: Ikatlah kaki tangannya, buangkan ke dalam gelap yang di luar; di sanalah kelak tangisan dan kertak gigi.
”Hai ular dan benih ular! Bagaimanakah dapat kamu lari melepaskan dirimu daripada hukuman neraka?
”lalu menyesah dia teramat sangat, sambil menetapkan bahagiannya bersama-sama dengan orang munafik; maka di sanalah kelak tangisan dan kertak gigi."
”Sepeninggal mereka itu pergi membeli minyak, maka tibalah pengantin itu, dan anak dara yang bersedia itu pun masuklah mengiringkan pengantin itu kepada perjamuan kawin; maka pintu pun terkuncilah. Kemudian daripada itu datang pula anak dara yang lain itu sambil berkata: Ya Tuan, ya Tuan, bukakanlah kiranya kami pintu. Tetapi ia menjawab serta berkata: Sesungguhnya aku berkata kepadamu: Tiada aku kenal kamu.
”maka hamba yang tiada berguna itu, buangkanlah ke dalam gelap yang di luar; di sanalah kelak tangisan dan kertak gigi."
”"Apabila Anak manusia datang kelak dengan kemuliaan-Nya, dan segala malaekat-Nya pun serta-Nya, lalu Ia akan duduk di atas takhta kemuliaan-Nya; maka sekalian bangsa manusia pun akan dihimpunkan di hadapan-Nya, dan Ia akan mengasingkan mereka itu seorang daripada seorang, sama seperti gembala mengasingkan domba daripada kambing. Lalu dihimpunkan-Nya domba itu di sebelah kanan-Nya, tetapi kambing itu di sebelah kiri-Nya.
”Kemudian Raja itu pun akan bertitah kepada mereka itu yang di sebelah kiri-Nya: Undurlah dari hadapan-Ku, hai laknat, masuklah ke dalam api neraka yang kekal, yang disediakan bagi Iblis dan segala pesuruhnya. Karena pada masa Aku lapar, tiada kamu memberi Aku makan; Aku dahaga, tiada kamu memberi Aku minum; Aku seorang keluaran, tiada kamu menyambut Aku; Aku bertelanjang, tiada kamu memakaikan Aku dengan pakaian; Aku sakit dan di dalam penjara, tiada kamu melawati Aku; lalu mereka itu pun akan menyahut, katanya: Ya Tuhan, masa manakah kami nampak Tuhan lapar dan dahaga, atau seorang keluaran, atau bertelanjang, atau sakit, atau di dalam penjara, dan tiada kami melayani Tuhan? Kemudian Raja itu akan menjawab, serta bersabda kepada mereka itu: Sesungguhnya Aku berkata kepadamu, bahwa barang sebagaimana yang tiada kamu perbuat kepada seorang daripada orang yang terlebih hina ini, maka tiada juga perbuatan kamu kepada-Ku. Maka mereka itu akan pergi masuk ke dalam sengsara yang kekal; tetapi orang yang benar itu ke dalam hidup yang kekal."
”akan tetapi barangsiapa yang menghujat Rohulkudus, tiadalah ia beroleh keampunan selama-lamanya, melainkan kekallah dosanya itu."
”Karena apakah untungnya kepada seorang, jikalau ia beroleh segenap dunia itu, tetapi jiwanya binasa? Atau apakah yang patut diberi orang akan menebus jiwanya?
”Barangsiapa yang mendatangkan kesalahan kepada seorang jua pun daripada kanak-kanak yang percaya akan Daku ini, maka lebih baik padanya, jikalau pada lehernya dikenakan sebuah batu kisaran, lalu ia dicampakkan ke dalam laut. Dan jikalau tanganmu mendatangkan kesalahan padamu, keratlah dia; sebab lebih baik engkau masuk dengan tangan sebelah sahaja ke dalam hidup kekal, daripada engkau masuk dengan berdua belah tangan ke dalam jahanam, yaitu ke dalam api yang tiada terpadamkan, di tempat ulatnya pun tiada mati, dan apinya juga tiada terpadam. Dan jikalau kakimu mendatangkan kesalahan padamu, keratlah dia; karena lebih baik engkau masuk dengan kaki sebelah sahaja ke dalam hidup kekal, daripada engkau dibuangkan dengan berdua belah kaki ke dalam jahanam. Dan lagi, jikalau matamu mendatangkan kesalahan padamu, buanglah dia, sebab lebih baik engkau masuk dengan mata sebelah sahaja ke dalam kerajaan Allah, daripada engkau dibuangkan dengan kedua belah matamu ke dalam jahanam, di tempat ulatnya pun tiada mati, dan apinya juga tiada terpadam.
”Barangsiapa yang percaya dan yang dibaptiskan, ialah akan diselamatkan, tetapi barangsiapa yang tiada percaya itu, ialah akan dihukumkan.
”Nyirunya ada di dalam tangan-Nya; maka Ia akan membersihkan segenap tempat pengirik-Nya, lalu Ia mengumpulkan gandum-Nya masuk ke dalam lumbung, tetapi sekamnya akan habis dibakar-Nya dengan api yang tiada dapat dipadamkan."
”Maka bertanyalah Yesus kepadanya, "Siapakah namamu?" Maka katanya, "Legion," karena banyaklah setan yang masuk ke dalamnya. Maka segala setan itu meminta Yesus supaya jangan disuruhkan-Nya masuk ke tempat yang tiada terduga dalamnya.
”Apakah untungnya kepada seorang, jikalau ia beroleh segenap dunia ini, tetapi dirinya sendiri hilang atau binasa?
”Dan engkau, hai Kapernaum, engkau ditinggikan sampai ke langitkah? Sampai ke dalam alam maut engkau akan ditolakkan. Siapa yang mendengar kamu, ialah mendengar Aku, dan siapa yang menolak kamu, ialah menolak Aku; dan siapa yang menolak Aku, ialah menolak Dia, yang menyuruh Aku."
”Tetapi Aku hendak menyatakan kepadamu akan siapa yang patut kamu takut, yaitu takutlah akan Dia, yang sesudah Ia membunuh, berkuasa membuangkan ke dalam neraka, bahkan, Aku berkata kepadamu: Hendaklah kamu takuti Dia.
”Aku berkata kepadamu: Bukannya begitu; tetapi jikalau tiada kamu bertobat, niscaya kamu sekalian pun akan binasa begitu juga.
”Maka berkatalah seorang kepada-Nya, "Ya Tuhan, sedikitkah sahaja orang yang beroleh selamat?" Maka kata-Nya kepada mereka itu, "Usahakanlah dirimu masuk daripada pintu yang sempit; karena Aku berkata kepadamu: Banyaklah orang yang ingin masuk, tetapi tiada dapat. Apabila tuan rumah itu bangun menutup pintu, dan kemudian kamu datang berdiri di luar mengetuk pintu dengan kata: Ya Tuan, bukakanlah kami pintu! maka ia pun akan menjawab sambil berkata kepadamu: Aku tiada tahu, dari mana kamu datang; baharulah kamu akan mulai berkata-kata: Kami sudah makan minum di hadapan Tuan, dan Tuan mengajar di lorong-lorong negeri kami. Maka ia akan berkata kepadamu: Aku tiada tahu, dari mana kamu datang; undurlah daripada-Ku, kamu sekalian, yang mengerjakan kejahatan. Di sanalah kelak tangisan dan kertak gigi, ketika kamu memandang Ibrahim, dan Ishak, dan Yakub, dan segala nabi di dalam kerajaan Allah, tetapi kamu akan ditolakkan ke luar.
”"Adalah seorang orang kaya; maka ia memakai pakaian ungu dan kain halus, serta hidup bersuka-suka dengan kemewahannya tiap-tiap hari. Tetapi ada pula seorang peminta sedekah, bernama Lazarus, terbaring di muka pintu orang kaya itu katup dengan pekung; dan sedang ingin hendak mengenyangkan dirinya dengan remah yang jatuh dari atas meja orang kaya itu. Maka anjing pun datang menjilat pekungnya. Maka tiada berapa lama matilah si peminta sedekah itu, lalu dibawa oleh malaekat ke atas pangku Ibrahim. Dan orang kaya itu pun matilah juga, lalu dikuburkan. Maka dengan sengsaranya di dalam alam maut, ia pun menengadahlah, lalu terpandanglah Ibrahim dari jauh dan Lazarus di atas pangkunya. Maka berserulah ia, katanya: Ya Bapaku Ibrahim, kasihankanlah hamba dan suruhlah kiranya Lazarus datang, supaya dicelupkannya ujung jarinya ke dalam air, dan menyejukkan lidah hamba; karena hamba merasa sengsara di dalam nyala api ini. Tetapi kata Ibrahim: Hai anakku, ingatlah, engkau sudah menerima kesenanganmu pada masa hidupmu, tetapi Lazarus itu sudah menerima kecelakaannya; sekarang di sini ia dihiburkan, tetapi engkau disengsarakan. Tambahan pula, di antara kamu dengan kami ada suatu selang yang besar, supaya orang yang dari sini hendak pergi ke sana tiada dapat, dan orang dari sana pun tiada dapat menyeberang kepada kami. Maka kata orang itu: Jikalau demikian, hamba sembahlah, kiranya Bapa menyuruhkan dia ke rumah bapa hamba; karena hamba ada lagi lima saudara laki-laki; kiranya ia menyatakan kepada mereka itu keadaan hamba, supaya jangan mereka itu juga termasuk ke tempat sengsara ini. Tetapi kata Ibrahim: Mereka itu ada kitab Musa dan nabi-nabi, hendaklah diturutnya. Maka katanya: Bukannya demikian, ya Bapaku Ibrahim, melainkan jikalau kiranya seorang daripada orang mati pergi kepada mereka itu, niscaya mereka itu akan bertobat. Tetapi kata Ibrahim: Jikalau mereka itu tiada mau mendengar akan Musa dan nabi-nabi itu, tiada juga mereka itu akan yakin, jikalau seorang bangkit dari antara orang mati sekalipun."
”Karena demikianlah Allah mengasihi isi dunia ini, sehingga dikaruniakan-Nya Anak-Nya yang tunggal itu, supaya barangsiapa yang percaya akan Dia jangan binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. Karena Allah menyuruhkan Anak-Nya ke dalam dunia ini, bukannya sebab hendak menghukumkan dunia itu, melainkan supaya dunia ini diselamatkan oleh-Nya. Barangsiapa yang percaya akan Dia, tiadalah ia dihukumkan, tetapi orang yang tiada percaya itu memang sudah dihukumkan, sebab tiada ia percaya akan nama Anak Allah yang tunggal itu. Maka inilah hukumannya, bahwa terang sudah datang ke dalam dunia, tetapi gelap itu lebih disukai manusia daripada terang itu, sebab segala perbuatan mereka itu jahat adanya. Karena barangsiapa yang berbuat kejahatan, benci akan terang dan tiada datang kepada terang itu, supaya jangan kelak segala perbuatannya kena tempelak.
”Barangsiapa yang percaya akan Anak itu, ia beroleh hidup yang kekal; tetapi barangsiapa yang mendurhaka kepada Anak itu, ia pun tiada akan nampak hidup, melainkan murka Allah tinggal di atasnya."
”Jangan kamu heran akan hal itu, karena datang ketikanya apabila sekalian orang yang di dalam kubur akan mendengar suara-Nya, lalu mereka itu akan keluar; yaitu segala orang yang sudah berbuat baik akan bangkit kepada hidup yang kekal, dan segala orang yang sudah berbuat jahat akan bangkit menerima hukuman.
”Jikalau barang seorang tiada tetap di dalam Aku, terbuanglah ia ke luar sama seperti carang itu, serta menjadi kering; kemudian ia itu dikumpulkan orang, dibuangkannya ke dalam api, lalu hangus.
”karena tiada Engkau akan membiarkan jiwaku di dalam alam maut, dan tiada Engkau beri Orang kudus-Mu kena binasa.
”maka dengan pengetahuan cara nabi ia mengatakan dari hal kebangkitan Kristus, bahwa tiadalah Ia dibiarkan di dalam alam maut, atau tubuh-Nya takluk kepada kebinasaan.
”Karena murka Allah dinyatakan dari surga atas segala keadaan fasik dan kelaliman orang, yang menimbuskan kebenaran dengan kelaliman, sebab barang yang dapat diketahui dari hal Allah telah termaklum kepada mereka itu, karena Allah sudah menyatakan kepada mereka itu. Karena semenjak awal kejadian alam segala sifat-Nya yang tiada kelihatan, yaitu kodrat dan zat ilahiat-Nya yang kekal itu, dapat dipandang terang dengan akal di dalam yang dijadikan, supaya mereka itu tiada dapat mendalihkan dirinya; karena sungguhpun mereka itu mengenal Allah, tetapi mereka itu tiada memuliakan Dia seperti Allah atau mengucap syukur kepada-Nya, melainkan mereka itu sudah menjadi sia-sia di dalam pikirannya, dan hati mereka itu yang bebal itu menjadi gelap. Dengan mengaku dirinya bijak, maka mereka itu menjadi bodoh,
”Tetapi menurut degilmu dan hati yang tiada mau bertobat, engkau menghimpunkan kemurkaan ke atas dirimu untuk hari murka dan kenyataan hukum Allah yang adil. Yang akan membalas ke atas tiap-tiap orang menurut perbuatan masing-masing, yaitu hidup yang kekal untuk orang yang mencari kemuliaan dan kehormatan dan peri yang tiada berkebinasaan di dalam berbuat baik dengan tekunnya; tetapi murka dan geram itu ke atas orang yang loba dan tiada taat kepada kebenaran, melainkan taat kepada kelaliman,
”Karena upah dosa itu maut, tetapi karunia Allah itu hidup yang kekal di dalam Kristus Yesus Tuhan kita.
”Maka oleh sebab itu sekarang tiadalah lagi hukuman ke atas orang yang di dalam Kristus Yesus. Karena hukum Roh yang mengaruniakan hidup di dalam Kristus Yesus sudah memerdekakan aku daripada hukum dosa dan maut itu.
”Hai kekasihku, janganlah kamu sendiri membalas, melainkan berilah keluasan kepada kemurkaan, karena adalah tersurat: Bahwa kepada Akulah ada pembalasan; Aku ini akan membalaskan, kata firman Tuhan.
”Karena adalah tersurat: Demi hidup-Ku ini firman Tuhan, bahwa tiap-tiap lutut akan bertelut kepada-Ku, dan tiap-tiap lidah akan mengaku kepada Allah. Oleh yang demikian, maka masing-masing kita wajib akan memberi kira-kira kelak dari hal dirinya sendiri kepada Allah.
”Karena tak dapat tiada kita sekalian akan jadi nyata di hadapan kursi pengadilan Kristus, supaya tiap-tiap orang menerima balasan, sebagaimana yang telah dilakukan oleh tubuh itu, baik atau jahat. Sedang kami mengetahui dari hal takut akan Tuhan, maka itulah sebabnya kami mengajak orang, tetapi kepada Allah sudahlah kami nyata; maka haraplah aku juga nyata kepada perasaan hati kamu.
”Karena orang yang berbuat salah akan menanggung kesalahan yang diperbuatnya itu, dan tiadalah orang dibedakan atas rupanya.
”dengan api yang bernyala, membalas atas segala orang yang tiada mengaku Allah, dan atas segala orang yang tiada mau menurut Injil Tuhan kita Yesus. Maka mereka itu akan terkena siksa kebinasaan yang kekal, dijauhkan dari hadirat Allah dan dari kemuliaan kodrat-Nya,
”Sedangkan manusia telah tentu satu kali akan mati, dan kemudian daripada itu datang hukuman,
”Karena jikalau kita berbuat dosa dengan sengaja kemudian daripada kita telah beroleh pengenalan akan yang benar itu, maka tidak ada lagi korban karena dosa, melainkan ada dahsyat orang menantikan hukuman itu, dan ada suatu hangat api yang akan melulur segala yang melawan.
”kamu pikirlah, betapa berat lagi siksa yang patut dikenakan atas orang yang sudah melanyakkan Anak Allah itu, dan yang membilangkan najis darah perjanjian yang dalamnya Ia dikuduskan itu, dan yang mengolok-olokkan Roh pohon anugerah itu. Karena kita mengenal Dia yang sudah berfirman: Kepada Akulah ada pembalasan, Aku ini akan membalaskan. Dan lagi pula: Tuhan yang akan menghakimkan kaumnya. Maka dahsyatlah jikalau jatuh ke tangan Allah yang hidup itu.
”Sebab Kristus pun sudah sekali merasai mati karena dosa-dosa orang, yaitu Orang benar karena orang-orang yang tiada benar, supaya Ia membawa kita kepada Allah; sungguhpun Ia mati dibunuh di dalam tubuh, tetapi hidup di dalam roh. Di dalam roh itu Ia pun pergilah mengajar segala roh yang di dalam penjara,
”Tetapi dahulu ada juga beberapa nabi palsu di antara kaum itu, demikian pula di antara kamu akan ada kelak beberapa guru palsu, yang akan membawa pengajaran sesat dengan sulit, yang membinasakan orang, maka mereka itu menyangkali Tuhan yang telah menebus mereka itu, serta mendatangkan ke atas dirinya kebinasaan dengan segeranya. Maka banyak orang yang akan mengikut perbuatannya yang cabul; dan jalan yang benar itu akan dicela orang oleh sebab mereka itu. Dengan tamaknya kelak mereka itu akan mencari untung daripada kamu dengan perkataan munafik. Maka hukuman mereka itu yang dari dahulu itu tiada berlambatan akan jatuh ke atas dirinya, dan kebinasaannya tiada tidur.
”Karena jikalau malaekat tatkala berbuat dosa tiada disayangkan Allah, melainkan dibuangkannya ke dalam neraka dan ditahankannya di dalam gua gelap sehingga dijatuhkannya hukum, dan jikalau tiada Ia menyayangkan orang dahulu kala itu, hanya memeliharakan Nuh, penganjur jalan yang benar, bersama-sama dengan tujuh orang lain, tatkala didatangkannya air bah ke atas dunia orang fasik itu; dan jikalau Ia telah menjadikan negeri Sodom dan Gomorah itu abu dan menghukumkan dia sehingga binasa, sambil menjadikan sekaliannya itu teladan bagi segala orang yang melakukan dirinya fasik, serta melepaskan Lut, orang benar itu, yang merasa susah oleh sebab kelakuan cabul orang-orang jahat itu, (karena tatkala orang benar itu duduk di antara mereka itu, oleh sebab memandang dan mendengar, maka susahlah jiwanya sehari-hari dengan perbuatan haram), jikalau begitu, sudah nyata bahwa Tuhan tahu melepaskan segala orang yang beribadat dari dalam pencobaan, dan tahu mengawali orang-orang yang tiada benar sehingga sampai kepada hari hukuman, supaya disiksakannya mereka itu, istimewa pula orang-orang yang melakukan dirinya menurut tabiat duniawi, di dalam hawa nafsu yang najis, dan menghinakan segala kuasa. Mereka itu berani dan beraja di hati, dan tiada gentar mengumpat segala yang mulia-mulia, padahal segala malaekat, walaupun lebih besar kuat kuasanya, tiada mengumpat mereka itu kepada Tuhan.
”Orang-orang ini seperti mata air yang tiada berair dan kabut yang ditiup angin ribut, baginyalah gelap gulita sudah tersedia.
”Tetapi segala langit yang ada ini serta bumi ini ditaruhkan untuk api oleh firman itu juga, tersedia sehingga hari hukuman dan kebinasaan segala orang fasik.
”Maka Tuhan tiada berlambatan di dalam hal perjanjian itu sebagaimana ada beberapa orang yang membilangkan hal itu lambat, melainkan panjang sabar akan kamu, tiada Ia gemar akan seorang pun binasa, melainkan sehingga sekaliannya sampai kepada tobat.
”Barangsiapa yang membenci saudaranya, ialah seorang pembunuh; dan kamu mengetahui bahwa kepada seorang pembunuh tiada ada hidup yang kekal di dalam dirinya.
”Maka inilah kesaksiannya: Allah sudah mengaruniakan kita hidup yang kekal, dan hidup itulah di dalam Anak-Nya. Maka orang yang mempunyai Anak itu, mempunyai hidup, dan orang yang tiada mempunyai Anak Allah itu, tiada mempunyai hidup itu.
”Karena ada beberapa orang merangkak masuk dengan sembunyi, yaitu orang yang dahulunya sudah tersedia hukumannya; orang fasik, yang mengubahkan anugerah Allah, Tuhan kita, kepada perkara melakukan percabulan, sambil menyangkal Penghulu dan Tuhan kita yang Esa, yaitu Yesus Kristus.
”Dan segala malaekat yang tiada mengindahkan derajatnya, melainkan meninggalkan tempat kediamannya sendiri, ditahan-Nya di dalam belenggu yang kekal di dalam gelap hingga kepada Hari hukuman yang besar itu. Sebagaimana Sodom dan Gomorah dan segala negeri yang berdekatan dengan negeri itu, samalah juga seperti mereka itu telah menyerahkan diri kepada perbuatan zinah serta mengikut makhluk lain, menjadi suatu teladan dengan menanggung siksa api yang kekal.
”Maka inilah orang yang menjadi cacat cela di dalam segala perjamuan kasihmu, apabila mereka itu makan jamu bersama kamu, dengan tiada malu, memperdulikan diri sendiri sahaja, laksana awan yang tiada berair dibawa oleh angin; seperti pohon pada akhir musim kemarau, tiada berbuah, yang dua kali mati, dan tercabut dengan akarnya; sebagai gelombang besar di laut, menyemburkan malunya sendiri; seperti bintang yang beredar; maka bagi segala orang itu gelap gulita sudah tersedia selama-lamanya.
”dan sentakkanlah mereka itu dari dalam api dan selamatkanlah mereka itu; dan kepada yang lain hendaklah kamu kasihan dengan berjaga-jaga, dengan membenci akan pakaiannya yang cemar dengan hawa nafsu.
”dan yang hidup. Aku sudah mati, maka tengoklah, sekarang Aku hidup selama-lamanya, serta ada pada-Ku anak kunci maut dan alam maut.
”Barangsiapa yang bertelinga, hendaklah ia mendengar kata Roh itu kepada segala sidang jemaat. Maka orang yang menang, sekali-kali tiada akan terkena bahaya maut yang kedua itu."
”Maka malaekat yang kelima itu pun meniup sangkakalanya, lalu aku tampak sebuah bintang yang sudah gugur dari langit ke bumi; maka dikaruniakanlah kepadanya anak kunci pintu lubang yang tiada terduga dalamnya. Maka ia pun membuka pintu lubang yang tiada terduga dalamnya itu, lalu naik asap keluar dari lubang itu, seperti asap daripada tanur yang besar, sehingga matahari dan udara gelap dari sebab asap lubang itu.
”Maka ada yang lain pula, yaitu malaekat yang ketiga mengikut keduanya itu, serta berkata dengan suara besar, "Jikalau barang seorang menyembah binatang itu dengan patungnya, serta menerima tanda di dahinya atau di tangannya, maka ia juga akan minum kelak daripada air anggur, yaitu murka Allah yang tersedia dengan tiada bercampur di dalam cawan murka-Nya itu; dan ia akan disiksakan dengan api dan belerang, di hadirat segala malaekat yang kudus, dan di hadirat Anak domba itu, dan asap siksanya itu naiklah ke atas selama-lamanya; maka mereka itu tiada berhenti merasa siksa siang malam, yaitu segala orang yang menyembah binatang dan menyembah patungnya itu dan yang menerima tanda namanya itu.
”Adapun binatang yang dahulu ada dan yang sekarang tidak, ialah yang kedelapan, dan yang terhisab kepada ketujuhnya itu, dan ia juga masuk ke dalam kebinasaan.
”Maka bersuaralah ia dengan sekuat-kuat hati, katanya, "Sudahlah roboh, sudahlah roboh negeri Babil yang besar itu, dan telah jadi tempat kediaman segala setan, dan penjara tiap-tiap roh yang najis, dan suatu sangkaran tiap-tiap burung yang najis dan yang dibenci. Karena segala bangsa sudah mabuk dengan air anggur sundal itu yang menaikkan nafsu zinahnya, dan segala raja di bumi pun berzinahlah dengan dia, dan segala saudagar di bumi ini pun makin kaya dari sebab tersangat limpah kemewahannya."
”dan cahaya pelita sekali-kali tiada akan bercahaya lagi di dalammu, dan suara mempelai laki-laki dan mempelai perempuan pun sekali-kali tiada akan terdengar lagi di dalammu. Karena segala saudagarmu itu orang besar-besar di dunia; oleh sebab hobatanmu telah tersesat segala bangsa. Maka di dalamnya itu didapati darah segala nabi dan orang suci, dan darah segala orang yang dibunuh di atas bumi ini."
”sebab segala hukumannya benar lagi adil; karena Ia telah menghukumkan sundal besar itu, yang merusakkan dunia dengan persundalannya itu, dan Ia telah membelakan darah segala hambanya atas sundal itu." Dan lagi kata mereka itu pada kedua kalinya, "Halleluyah! Bahkan, asapnya naik selama-lamanya."
”dan Ia berjubah yang dipercik dengan darah, dan nama-Nya dikatakan, "Firman Allah." Maka segala tentara yang di surga mengiringkan Dia dengan menunggang kuda putih, berkainkan kain kasa putih lagi bersih. Dan daripada mulut-Nya keluar sebilah pedang yang tajam, supaya dengan dia itu Ia boleh memarang segala orang kafir. Maka Ia pun akan memerintah mereka itu dengan tongkat besi, dan Ialah yang mengirik irikan anggur, yaitu kehangatan murka Allah Yang Mahakuasa.
”Maka aku tampak pula seorang malaekat berdiri di dalam matahari, lalu ia bertempik dengan suara besar sambil berkata kepada segala burung yang terbang di udara, "Marilah berhimpun kepada perjamuan Allah yang besar, supaya kamu boleh makan daging segala raja, dan daging panglima, dan daging orang yang gagah, dan daging segala kuda dan segala orang yang menunggang dia, dan daging sekalian orang, baik merdeka baik hamba, kecil dan besar."
”Maka binatang itu pun tertangkaplah beserta dengan nabi palsu yang sudah mengadakan beberapa tanda ajaib di hadapannya. Dengan itu ia menyesatkan segala orang yang bertanda binatang itu, dan yang menyembah patungnya; maka keduanya itu dicampakkan hidup-hidup ke dalam laut api yang bernyala dengan belerang; dan segala orang lain itu mati dibunuh dengan pedang Dia yang duduk di atas kuda itu, yaitu pedang yang keluar daripada mulut-Nya. Maka segala burung itu pun kenyanglah dengan daging mereka itu.
”Maka aku tampak pula seorang malaekat turun dari langit memegang anak kunci pintu lubang yang tiada terduga dalamnya, dan suatu rantai besar di dalam tangannya; maka ia pun memegangkan naga itu, yaitu ular tua, yang menjadi Iblis dan Syaitan, dan merantaikan dia seribu tahun lamanya, dan mencampakkan dia ke dalam lubang yang tiada terduga dalamnya itu, lalu menutup lubang itu, dan membubuh meterai di atasnya, supaya tiada ia menyesatkan segala bangsa lagi, sehingga genap seribu tahun itu; kemudian daripada itu tak dapat tiada ia akan dilepaskan kelak sedikit masa lamanya.
”Apabila genap seribu tahun itu, maka Iblis pun akan dilepaskan pula dari dalam belenggunya, lalu keluar hendak menyesatkan segala bangsa yang ada di dalam empat penjuru alam, seperti Yajuj wa Majuj, supaya menghimpunkan mereka itu akan berperang, maka banyaknya mereka itu seperti pasir di pantai laut. Maka mereka itu pun naiklah ke tanah yang luas, lalu mengepungi tempat bala tentara segala orang suci dan negeri yang dikasihinya itu, maka turunlah api dari langit menghanguskan mereka itu. Maka Iblis yang menyesatkan mereka itu tercampaklah ke dalam laut api dan belerang itu, di tempat binatang dan nabi palsu itu ada, maka mereka itu akan terkena siksa siang malam selama-lamanya.
”Maka aku tampak suatu arasy putih yang besar, dan Yang duduk di atasnya; daripada hadirat-Nyalah bumi dan langit itu lenyap, sehingga tempatnya pun tiada didapati lagi. Lalu aku tampak segala orang mati, besar kecil, berdiri di hadapan arasy itu, dan segala kitab pun dibukakanlah; dan dibukakan pula sebuah kitab yang lain, yaitu kitab hayat; maka segala orang yang mati itu dihukumkan menurut segala perbuatannya yang tersurat di dalam kitab-kitab itu. Lalu laut itu pun mengeluarkan segala orang yang sudah mati di dalamnya, dan maut serta alam maut itu pula mengeluarkan segala orang yang sudah mati di dalamnya; lalu mereka itu dihukumkan menurut perbuatan masing-masing. Maka maut dan alam maut itu pun dicampakkanlah ke dalam laut api itu; inilah mati yang kedua, yaitu laut api. Dan jikalau barang seorang tiada dijumpai namanya tersurat di dalam kitab hayat itu, maka ia pun dicampakkanlah ke dalam laut api itu.
”Tetapi bagi orang yang penakut dan yang tiada beriman dan yang keji, dan segala pembunuh, dan orang yang berzinah, dan orang hobatan, dan yang menyembah berhala, dan segala pendusta, maka bahagiannya itu ada di dalam laut yang bernyala dengan api dan belerang, yaitu mati yang kedua."
”Maka orang yang jahat, biarlah langsung ia melakukan kejahatan, dan orang yang cemar, biarlah langsung ia menjadi cemar; dan orang yang benar, biarlah langsung ia mengerjakan kebenaran; dan orang yang kudus, biarlah langsung ia menjadi kudus.
”Maka aku menyatakan kepada tiap-tiap orang yang mendengar perkataan nubuat di dalam kitab ini, bahwa jikalau barang seorang menambah apa-apa kepada perkataan itu, niscaya Allah akan menambah kepadanya berbagai-bagai bala yang tersurat di dalam kitab ini; dan jikalau barang seorang mengurangkan daripada perkataan di dalam kitab nubuat ini, niscaya Allah akan menghilangkan bahagiannya daripada pohon hayat dan daripada negeri yang kudus, yaitu yang tersurat di dalam kitab ini.
”