21 – Sembah

Ini adalah firman suci Tuhan Yang Maha Esa.
Kita tidak tertarik dengan kata-kata manusia.
Bagi siapa pun yang mengasihi Tuhan... inilah yang Tuhan katakan tentang: Sembah.

3 Ayat Paling Signifikan

Maka keempat zat yang hidup itu masing-masing ada bersayap enam, penuh dengan mata sekeliling di luar dan di dalam; maka keempatnya dengan tiada berhenti siang malam menyebut, "Kudus, kudus, kudus Allah, Tuhan Yang Mahakuasa, Yang sudah sedia ada, dan Yang ada, dan Yang akan datang kelak." Dan tiap-tiap kali apabila zat yang hidup itu memuliakan dan menghormatkan serta mengucapkan syukur kepada Dia yang duduk di atas arasy itu dan yang hidup selama-lamanya, maka sujudlah kedua puluh empat ketua-ketua itu di hadirat Dia yang duduk di atas arasy itu, lalu menyembah Dia yang hidup selama-lamanya, sambil mereka itu menanggalkan makotanya di hadapan arasy itu, katanya, "Ya Allah, Tuhan kami, berlayaklah Engkau memegang kemuliaan dan kehormatan dan kuasa; karena Engkaulah yang menjadikan segala sesuatu, dan dengan kehendak-Mu juga sekaliannya itu ada dan sudah dijadikan."

Sebab itulah juga Allah sangat meninggikan Dia dan menganugerahkan Dia suatu nama yang di atas segala nama, supaya dengan nama Yesus itu akan bertelut segala lutut, daripada yang di surga dan yang di atas bumi dan yang di bawah bumi, dan segala lidah mengaku bahwa Yesus Kristus itu Tuhan, kepada kemuliaan Allah, yaitu Bapa.

Mazmur bagi biduan besar, pada Jitit, bagi bani Korah. Bagaimana sedap manis segala tempat kedudukan-Mu, ya Tuhan serwa sekalian alam! Bahwa hatiku ingin dan asyik dan rindu akan halaman Tuhan; badan dan jiwakupun bersorak kepada Allah yang hidup. Sesungguhnya burung pipit mendapat rumah dan burung layang-layangpun satu sarang akan dirinya, akan ditaruh anak-anaknya di dalamnya, yaitu hampir dengan mezbah-Mu, ya Tuhan serwa sekalian alam! ya Rajaku dan Allahku!

Setiap Ayat Dalam Urutan Kanonik – 536 bagian

Maka Henokh itu hidup dengan Allah, maka tiadalah ia lagi, karena diangkat Allah akan dia.

Maka Malkisedik, raja Salem, itupun membawa roti dan anggur; maka Malkisedik itu imam Allah taala adanya. Maka Malkisedik itupun memberi berkat akan Abram, seraya katanya: Bahwa Abram diberkati Allah taala, yang mempunyai langit dan bumi. Maka segala puji bagi Allah taala, yang telah menyerahkan segala musuhmu kepada tanganmu. Maka dipersembahkan Abram kepadanya dalam sepuluh asa dari pada segala harta bendanya.

Maka ujar Abram kepada raja Sodom: Bahwa aku telah bersumpah demi Tuhan, Allah taala, yang mempunyai langit dan bumi,

Lalu sujudlah Abram dengan mukanya sampai ke bumi; maka berfirman Tuhan kepadanya, katanya:

Lalu orang itupun menundukkan kepalanya dan meminta doa kepada Tuhan,

Maka hambapun menundukkan kepala hamba serta menyembah sujud kepada Tuhan, serta memuji Tuhan, yaitu Allah tuan hamba Ibrahim, yang telah menghantarkan hamba pada jalan yang betul akan mengambil anak saudara tuan hamba itu bagi anaknya.

Demi didengar oleh hamba Ibrahim itu akan segala kata mereka itu, maka sujudlah ia kepada Tuhan sampai ke bumi.

Maka kelihatanlah kepadanya malaekat Tuhan itu dalam nyala api di tengah-tengah belukar duri, heran, maka dilihatnya belukar duri itupun bernyala-nyala dengan api, tetapi tiada juga belukar itu dimakan olehnya.

Maka firman-Nya: Janganlah engkau hampir ke mari; tanggalkanlah kasut pada kakimu, karena tempat engkau berdiri itu tanah yang suci adanya.

Maka firman Allah kepada Musa: AKU AKAN ADA, YANG AKU ADA. Dan lagi firman-Nya: Demikian hendaklah kaukatakan kepada bani Israel: Bahwa AKU ADA telah menyuruhkan daku mendapatkan kamu.

Bahwa sesungguhnya inilah sebabnya maka engkau telah Kujadikan, supaya Aku memperlihatkan kepadamu kuasa-Ku dan supaya nama-Ku disebut oranglah di atas seluruh muka bumi.

Maka Tuhanpun berjalanlah di hadapannya, yaitu pada siang hari dalam sebatang tiang awan, hendak dihantarnya akan mereka itu di jalan, dan pada malam dalam sebatang tiang api, hendak diterangkannya mereka itu, supaya dapat mereka itu berjalan baik siang baik malam. Maka tiada dilalukannya tiang awan itu pada siang hari, atau tiang api itu pada malam dari pada pemandangan orang banyak itu.

Bermula, maka Malaekat Allah, yang ada berjalan di hadapan balatentara Israel itu, undur, lalu ke belakang mereka itu, sehingga tiang awan itupun undur dari hadapan mereka itu, lalu berdiri di belakangnya.

Hata, maka pada masa itu dinyanyikan Musa dan segala bani Israel akan nyanyian ini bagi Tuhan, bunyinya: Aku hendak menyanyi bagi Tuhan, karena tinggi benar kemuliaan-Nya! Telah dicampakkan-Nya kuda serta dengan orang yang mengendarainya ke dalam laut. Bahwa Tuhan juga kuatku dan kepujianku, karena Ia telah mengadakan selamatku, Ia inilah Allahku, sebab itu aku hendak memuji Dia, maka Ialah Allah bapaku, sebab itu aku hendak membesarkan Dia!

Ya Tuhan, tangan-Mu kanan telah dipermuliakan dengan kodrat; ya Tuhan! tangan-Mu kanan telah menghancurluluhkan musuh! Dan dengan kebesaran tinggi-Mu Engkau telah membinasakan segala orang yang mendurhaka kepada-Mu; Engkau telah melepaskan murka-Mu yang terhangat, dihanguskannya mereka itu seperti jerami.

Ya Tuhan! siapa gerangan di antara segala dewata yang dapat disamakan dengan Dikau? siapa gerangan seperti Engkau dipermuliakan dalam kesucian, haiban dalam puji-pujian serta yang mengadakan perkara ajaib?

Bahwa Tuhan berkerajaanlah kekal selama-lamanya.

Maka jadilah sementara Harun berkata-kata kepada segenap perhimpunan bani Israel serta berpalinglah mereka itu mukanya ke padang Tiah, bahwa sesungguhnya kelihatanlah kemuliaan Tuhan dalam awan.

Maka firman Tuhan kepada Musa: Bahwa sesungguhnya Aku akan turun kepadamu dalam sebuah awan yang kabus, supaya kedengaranlah kepada orang banyak apabila Aku berfirman kepadamu, dan lagi supaya mereka itu percaya akan dikau selama-lamanya. Maka telah sudah disampaikan Musa segala perkataan orang banyak itu kepada Tuhan.

Hata, maka sesungguhnya pada hari yang ketiga pagi-pagi jadilah di atas bukit itu beberapa kilat dan petir dan awan yang kabus dan bunyi nafiri amat besar, sehingga gementarlah mereka itu sekalian yang dalam petentaraan itu. Maka dihantar Musa akan orang banyak itu keluar dari petentaraan hendak dipertemukannya mereka itu dengan Allah, lalu berdirilah mereka itu pada kaki bukit itu. Maka segenap bukit Torsina itupun berasaplah, sebab Tuhan adalah turun kepadanya dalam api, maka asapnya naik seperti asap tanur dan sangat gempalah segala bukit itu.

Hata, setelah Musa sudah naik ke atas bukit, datanglah sebuah awan menudungi bukit itu. Maka kemuliaan Tuhan duduklah di atas bukit Torsina ditudungi oleh awan itu enam hari lamanya, maka pada hari yang ketujuh dipanggilnya dari dalam awan itu akan Musa. Maka kepada pemandangan segala bani Israel rupa kemuliaan Tuhan di atas kemuncak bukit itu bagaikan api yang menghanguskan. Maka Musapun masuklah ke dalam awan itu setelah sudah ia naik ke atas bukit, dan adalah Musa di atas bukit itu empat puluh hari empat puluh malam lamanya.

Maka di sanalah Aku akan turun kepadamu dan Aku akan berfirman kepadamu dari atas tutupan gafirat, dari tengah kedua kerubiun yang di atas peti assyahadat itu, segala perkara yang Kusuruh engkau sampaikan kepada bani Israel.

Maka sesungguhnya apabila Musa sudah masuk ke dalam kemah, turunlah tiang awan itu, lalu berhenti pada pintu kemah, maka Tuhanpun berfirmanlah kepada Musa. Maka serta dilihat orang banyak akan tiang awan itu terdiri pada pintu kemah, maka berbangkitlah orang itu sekalian, lalu sujud masing-masing dalam pintu kemahnya. Maka berfirmanlah Tuhan kepada Musa muka dengan muka, seperti seorang manusia berkata dengan sahabatnya; setelah itu maka kembalilah Musa kepada tempat tentara itu, tetapi hambanya, yaitu Yusak bin Nun, seorang orang muda, tiada undur dari dalam kemah itu.

Maka firman Tuhan: Jikalau kiranya Aku sendiri berangkat bersama-sama, bolehkah ia itu menyenangkan hatimu?

Maka sembah Musa: Tunjukkan apalah sekarang kemuliaan-Mu kepadaku! Tetapi firman Tuhan: Bahwa Aku akan menjalankan segala kebajikan-Ku lalu dari pada matamu dan Aku akan menyebut nama Tuhan di hadapan mukamu, maka Aku akan mengasihankan barangsiapa yang Kukasihankanlah dan mengaruniakan rahmat-Ku kepada barangsiapa yang Kukaruniakan rahmat itu. Dan lagi firman Tuhan: Tiada boleh engkau memandang wajah-Ku, karena seorang manusiapun tiada dapat memandang Aku serta tinggal hidup. Dan lagi firman Tuhan: Bahwasanya adalah suatu tempat hampir dengan Aku, maka di sana hendaklah engkau berdiri di atas gunung batu. Maka akan jadi kelak, apabila kemuliaan-Ku berjalan lalu, maka Aku menaruhkan dikau dalam celah batu itu dan Aku akan menudungi engkau dengan tangan-Ku sampai sudah Aku berjalan lalu. Maka apabila Aku sudah melalukan tangan-Ku, maka engkau akan melihat ujung belakang-Ku, tetapi wajah-Ku itu tiada dapat dipandang!

Maka Tuhanpun turunlah dalam sebuah awan, lalu berdiri hampir dengan dia sambil Ia menyebut nama Hua. Maka Tuhanpun berjalan lalu dari pada matanya sambil Ia berseru: Hua, Hua, Allah, arrahmani arrahimi, yang panjang sabar lagi besar kemurahan-Nya dan kebenaran-Nya! Yang memeliharakan kemurahan-Nya bagi orang beribu-ribu dan yang mengampuni segala durhaka dan kesalahan dan dosa; yang sekali-kali tiada mengirakan suci dari pada salah segala orang jahat, melainkan yang membalas durhaka segala bapa kepada anak cucu cicitnya sampai kepada gilir yang ketiga dan yang keempat! Maka bersegeralah Musa menundukkan kepalanya sampai ke bumi, lalu iapun menyembah sujudlah.

- - -

Lalu turunlah awan itu mengelubungi kemah perhimpunan dan kemuliaan Tuhanpun datang memenuhi segenap kemah sembahyang, sehingga Musapun tiada dapat masuk ke dalam kemah perhimpunan itu, sebab awan itu tinggal di atasnya dan kemuliaan Tuhan memenuhi kemah sembahyang itu.

Karena awan Tuhan itu adalah di atas kemah sembahyang pada siang hari, dan api adalah di atasnya pada malam, di hadapan mata segala bani Israel dalam segala perjalanannya.

Maka Musa dan Harunpun masuklah ke dalam kemah perhimpunan, lalu keluarlah ia pula dan diberkatinya orang banyak itu; maka kemuliaan Tuhanpun kelihatanlah kepada orang banyak itu. Maka dari hadirat Tuhan keluarlah suatu api yang makan habis akan segala korban bakaran dan lemak yang di atas mezbah itu. Demi dilihat oleh orang banyak sekalian akan hal yang demikian, maka bersorak-soraklah mereka itu lalu sujudlah mereka itu dengan mukanya sampai ke bumi.

maka firman Tuhan kepada Musa demikian bunyinya: Katakanlah olehmu kepada Harun, abangmu, janganlah barang bilapun baik ia masuk ke dalam tempat yang suci, ke belakang tirai dinding sampai di hadapan tutupan gafirat yang di atas tabut itu, supaya jangan iapun mati dibunuh, karena nyatalah Aku dalam awan di atas tutupan gafirat itu.

Sebermula, maka pada hari didirikan kemah sembahyang itu ditudungilah awan akan kemah sembahyang itu betul di atas kemah assyahadat, maka pada malam adalah ia itu di atas kemah sembahyang seakan-akan rupa api datang ke pagi hari. Maka senantiasa demikianlah adanya: ditudungi awan akan dia dan pada malam seakan-akan rupa api.

Tetapi, sesungguh-sungguhnya Aku ini hidup, seluruh bumi akan dipenuhi dengan kemuliaan Tuhan.

Maka oleh Korah telah disuruh akan segenap sidang itu berhimpun di pintu kemah perhimpunan akan melawan keduanya itu; hata, maka kelihatanlah kemuliaan Tuhan kepada segenap sidang itu.

Maka sesungguhnya sementara orang banyak itu berkerumun kepada Musa dan Harun serta hendak pergi ke kemah perhimpunan, heran, maka awan itu menudungi akan dia dan Kemuliaan Tuhanpun kelihatanlah.

Maka pergilah Musa dan Harun dari hadapan orang banyak itu ke pintu kemah perhimpunan, lalu keduanyapun menyembah sujud. Maka kemuliaan Tuhan kelihatanlah kepada mereka itu.

Maka pada waktu dicelikkan Tuhan mata Bileam, sehingga terlihatlah ia akan Malaekat Tuhan, yang berdiri di jalan dengan pedang terhunus pada tangannya, maka turunlah ia, lalu sujud dengan mukanya ke tanah.

Maka yang berkata ia itu orang yang mendengar firman Allah dan yang mengetahui akan hikmat Allah taala dan yang melihat wajah Allah Mahakuasa, ia itu orang yang telah terjerumus dan yang dicelikkan matanya.

Maka kepadamulah ia itu ditunjuk, supaya diketahui olehmu bahwa Tuhan itulah Allah, dan kecuali Tuhan yang esa tiadalah yang lain lagi. Maka telah diberinya kamu mendengar suaranya dari langit hendak mengajar kamu, serta diberinya kamu melihat apinya yang besar itu di atas bumi, dan firman-Nya telah kamu dengar dari tengah-tengah api itu.

Maka sekarang ketahuilah olehmu dan perhatikanlah ini baik-baik, bahwa Tuhan itulah Allah, baik di langit yang di atas baik di bumi yang di bawah, dan kecuali Ia tiadalah lain lagi.

sambil katamu: Bahwasanya Tuhan, Allah kami, telah memperlihatkan kepada kami kemuliaan-Nya dan kebesaran-Nya, maka suara-Nya telah kami dengar dari tengah-tengah api, maka pada hari ini juga kami telah melihat, bahwa Allah berfirman kepada manusia serta menghidupi akan dia juga.

Dengarlah olehmu, hai Israel! sesungguhnya Hua, Allah kita, Hua itu esa adanya. Hendaklah kamu mengasihi akan Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segala kuatmu.

Karena Tuhan, Allahmu, itulah Allah atas segala dewata dan Tuhan atas segala tuan, Allah yang mahabesar dan mahakuasa, yang patut dihormati dan yang tiada memandang akan muka orang dan yang tiada menerima hadiah,

Maka hendaklah kamu takut akan Tuhan, Allahmu, dan berbuat bakti kepada-Nya, dan bersangkut paut kepada-Nya dan bersumpah demi nama-Nya jua. Bahwa Ialah kepujianmu dan Iapun Allahmu, yang telah berbuat akan kamu segala perkara ajaib dan hebat, yang telah dilihat oleh matamu.

Maka jikalau tiada kamu ingat akan melakukan segala firman taurat ini, yang tersurat dalam kitab ini, supaya kamu takut akan nama yang mulia dan hebat, yaitu akan Hua, Allahmu,

Karena aku menyebut nama Tuhan; berilah kebesaran kepada Allah kami! Bahwa Ialah bagaikan gunung batu dan perbuatan-Nya tiada berkecelaan, karena benarlah segala jalan-Nya. Bahwa Ialah Allah kebenaran, tiadalah lalim dalamnya; adil dan benarlah adanya.

Sekarang lihatlah olehmu bahwa Akulah, bahkan, Akulah DIA, dan lagi dewa-dewapun tiada serta-Ku! Aku ini yang mematikan dan Aku yang menghidupkan! Aku yang melukakan dan Akupun yang menyembuhkan! maka seorangpun tiada yang dapat melepaskan dari pada tangan-Ku!

Satupun tiada yang setara dengan Allah, hai Yesyurun! yang mengendarai langit hendak menolong akan dikau dengan kebesaran-Nya di atas awan yang tinggi-tinggi. Dari dahulu-dahulu Allah itu perlindungan bagi kamu, dengan lengan yang kekal! Apabila dihalaukan-Nya musuh dari hadapanmu, maka katanya sahaja: Binasakanlah dia!

Maka sahutnya: Bukan, melainkan akulah Penghulu balatentara Tuhan; bahwa sekarang Aku telah datang. Maka Yusakpun tersungkur dengan mukanya ke tanah sambil menyembah sujud kepadanya, sembahnya: Apakah firman Tuhan kepada hamba-Nya? Maka kata Penghulu balatentara Tuhan kepada Yusak: Tanggalkanlah kasut dari pada kakimu, karena sucilah tempat engkau berdiri itu. Maka Yusakpun berbuatlah demikian.

Maka hendaklah tujuh orang imam menyandangkan tujuh buah nafiri dari pada tanduk domba jantan serta berjalan di hadapan tabut, maka pada hari yang ke tujuh hendaklah kamu berjalan tujuh kali keliling negeri sementara orang imam itu meniupkan nafirinya. Maka akan jadi kelak apabila nafiri itu berbunyi berturut-turut serta terdengarlah kamu akan bunyi nafiri itu, hendaklah orang banyak itu sekalian bertempik sorak perang dengan nyaring suaranya, niscaya pagar tembok negeri itu akan roboh kelak dan orang banyak itu sekalian akan menaikinya, masing-masing pada tempat yang di hadapannya.

Hata, maka orang banyak itupun bertempik soraklah apabila nafiri itu ditiup orang, karena baharu kedengaranlah bunyi nafiri kepada orang banyak itu, maka bersoraklah sekaliannya dengan nyaring suaranya, lalu pagar tembok itupun robohlah dan orang banyak itupun naiklah ke dalam negeri, masing-masing pada tempat yang di hadapannya, dan dialahkannya negeri itu.

Maka Yusakpun mencarik-cariklah pakaiannya, lalu tersungkur dengan mukanya ke tanah di hadapan tabut Tuhan sampai petang hari, baik ia baik segala tua-tua Israel, dan disiramkannya abu kepada kepalanya.

Dengarlah olehmu, hai raja-raja! dan berilah telinga, hai penghulu! bahwa aku, bahkan, aku hendak menyanyi bagi Tuhan, aku hendak menyanyikan mazmur bagi Tuhan, Allah Israel.

Maka sahut Malaekat Tuhan kepadanya: Mengapa maka engkau bertanyakan nama-Ku? Ia itu Ajaib juga. Maka diambil Manoakh seekor anak kambing akan persembahan makanan, lalu dipersembahkannya kepada Tuhan di atas batu gunung. Maka kelakuannya orang itu amat ajaib sementara Manoakh dan bininya memandang akan dia. Maka sesungguhnya sementara nyala api itu naik dari mezbah ke langit, maka Malaekat Tuhanpun naik dalam nyala api dari mezbah itu. Serta dilihat Manoakh dan bininya akan hal itu, maka sujudlah keduanya dengan mukanya ke tanah.

Seorangpun tiada yang suci seperti Tuhan, seorangpun tiada melainkan Engkau, dan tiadalah gunung batu seperti Allah kami.

Maka Daud dan segenap orang isi rumah Israelpun bermainlah di hadapan hadirat Tuhan pada perbagai bunyi-bunyian yang dari pada kayu senobar, pada kecapi dan dandi dan rebana dan genta dan gung.

Maka berlompatlah Daud sekuat-kuatnya di hadapan hadirat Tuhan dan Daudpun berpakaikan jubah dari pada kain rami putih. Maka demikianlah peri dibawa naik oleh Daud dan segenap orang isi rumah Israel akan tabut Tuhan serta dengan tempik sorak dan bunyi nafiri. Setelah sampai tabut Tuhan masuk ke dalam negeri Daud, tiba-tiba adalah Mikhal, anak Saul, menengok dari pada tingkap rumahnya; demi terlihatlah ia akan baginda raja Daud bertari-tari dan berlompat-lompat di hadapan hadirat Tuhan, maka dicelakannya akan dia dalam hatinya.

Bahwa aku telah berseru kepada Tuhan, yang patut dipuji-puji, maka aku dilepaskannya dari pada segala seteruku.

Maka Tuhanpun berguruhlah dari dalam langit dan Allah taalapun memperdengarkan bunyi suara-Nya.

Maka sebab itu, ya Tuhan! aku memuji-muji akan Dikau kelak di antara segala bangsa dan akan nama-Mupun aku hendak menyanyikan mazmur.

Bermula, maka apabila keluarlah segala imam itu dari dalam tempat yang suci, tiba-tiba datanglah sebuah awan memenuhi rumah Tuhan, sehingga segala imam itu tiada tahan berdiri akan berkhidmat oleh sebab awan itu, karena kemuliaan Tuhan juga yang memenuhi akan rumah Tuhan itu.

Maka berdirilah raja Sulaiman di hadapan mezbah Tuhan tentang dengan segenap sidang orang Israel, maka bagindapun menadahkanlah tangannya ke langit, lalu katanya: Ya Tuhan, Allah orang Israel! tiada Allah melainkan Engkau, baik dalam langit di atas baik di atas bumi di bawah; Engkau juga yang menyampaikan perjanjian dan kemurahan kepada segala hamba-Mu, yang berjalan di hadapan hadirat-Mu dengan segenap hatinya.

Tetapi dengan sebenarnya bolehkah Allah duduk di atas bumi? Bahwasanya segala langit, bahkan, jikalau langit yang di atas segala langit sekalipun tiada dapat meliputi Engkau, jangankan rumah yang telah kubangunkan ini!

Serta dilihat oleh orang banyak akan hal yang demikian, maka sujudlah mereka itu sekalian dengan mukanya sampai ke tanah, sambil katanya: Hua itulah Allah! Hua itulah Allah!

Dan lagi kata Mikha: Dengarlah olehmu firman Tuhan: Bahwa aku telah melihat Tuhan duduk di atas arasy-Nya dan segala balatentara yang di sorgapun berdiri pada sisi-Nya, yaitu pada kiri kanan-Nya.

Dan raja Hizkiapun meminta doa di hadapan hadirat Tuhan, sembahnya: Ya Tuhan, Allah orang Israel, yang bersemayam di antara kerubiun! Engkaulah Allah dengan sebenarnya, hanya Engkau jua Tuhan atas segala kerajaan yang di atas bumi, Engkau juga yang sudah menjadikan langit dan bumi.

Maka Daud dan segenap orang Israelpun ramai-ramai bermain di hadapan Allah dengan nyanyi dan kecapi dan dandi muri dan rebana dan keromong dan serunai.

Maka bertitah Daud kepada segala penghulu orang Lewi, supaya ditentukannya segala saudaranya yang biduan adanya dengan pelbagai bunyi-bunyian dan dandi dan kecapi dan ceracak dan bermain ramai-ramai dan menyaringkan suaranya dengan sukacita hatinya.

Adapun Daud itu berpakaikan baju kain khasah, demikianpun segala orang Lewi yang mengusung tabut dan segala biduan dan Khenanya, penghulu segala orang yang mengangkat suara, dan lagi Daudpun berpakaikan jubah kain Khasah. Maka oleh segenap orang Israel dibawa naik akan tabut perjanjian Tuhan sambil bersorak-sorak dan berbunyi nafiri dan buri-buri dan ceracak, dibesarkannya bunyi itu dengan dandi dan kecapi. Hata, setelah sampai tabut perjanjian Tuhan ke negeri Daud, tiba-tiba adalah Mikhal, anak Saul, menengok dari pada tingkap, maka terlihatlah ia akan baginda raja Daud tengah berlompat-lompat dan bermain-main, maka dicelakannya baginda dalam hatinya.

bunyinya: Pujilah akan Tuhan dan sebutlah kamu akan nama-Nya, masyhurkanlah perbuatan-Nya di antara segala bangsa! Bernyanyilah bagi-Nya dan bermazmurlah bagi-Nya, berulang-ulanglah kata akan segala perbuatan ajaib-Nya. Pujilah akan nama kesucian-Nya, hendaklah bersukacita hatinya segala mereka yang mencahari Tuhan itu. Bertanya-tanyalah akan Tuhan dan akan kuasa-Nya dan caharilah hadirat-Nya selalu.

Hai, seluruh bumi! nyanyilah bagi Tuhan! kabarkanlah selamat yang dari pada-Nya itu dari pada sehari datang kepada sehari. Masyhurkanlah kemuliaan-Nya di antara segala orang kafir, dan perbuatan ajaib-Nya di antara segala bangsa. Karena besarlah Tuhan, yang patut amat dipuji-puji, dan hebatlah Ia dari pada segala dewata. Karena dewata segala bangsa itu berhala jua adanya, tetapi Tuhanlah yang sudah menjadikan segala petala langit. Seri dan kemuliaan adalah di hadapan hadirat-Nya, kuat dan kesukaan adalah di tempat kediaman-Nya. Berilah kepada Tuhan, hai segala bangsa manusia, berilah kepada Tuhan hormat dan puji. Berilah kepada Tuhan hormat namanya, bawalah akan persembahan dan datanglah kamu menghadap hadirat-Nya; sembah sujudlah kepada Tuhan serta berpakaikan pakaian hari raya yang suci. Gentarlah di hadapan hadirat-Nya, hai segala dunia! Lagipun bumi akan ditetapkan, supaya jangan ia itu bergerak. Hendaklah bersuka-sukaan segala langit dan bersukacitalah bumi, dan hendaklah kata orang di antara segala bangsa kafir: Bahwa Tuhan juga yang kerajaan. Hendaklah lautpun bergelora dengan sepenuh-penuh isinya, hendaklah padangpun berlompat-lompat dengan segala sesuatu yang padanya. Hendaklah bersorak-sorak segala pohon kayu yang di hutan di hadapan hadirat Tuhan, karena Iapun datang kelak akan menghukumkan dunia. Pujilah kamu akan Tuhan, karena baiklah Ia, dan kemurahan-Nyapun kekal sampai selama-lamanya. Dan katakanlah: Ya Allah, pohon selamat kami, tebuslah aklan kami, himpunkanlah kami dan lepaskanlah kami dari pada segala orang kafir, supaya kami dapat memuji-muji nama-Mu yang suci dan bermegah-megah dari sebab kepujian-Mu. Segala puji bagi Tuhan, Allah orang Israel, dari pada kekal datang kepada kekal! Maka hendaklah segenap orang banyak mengatakan: Amin! segala puji bagi Tuhan!

dan supaya mereka itu berdiri pada tiap-tiap pagi hari akan memuji-muji dan mengucap syukur kepada Tuhan, demikianpun pada tiap-tiap petang,

Maka sebab itu dipuji-puji Daud akan Tuhan di hadapan segenap sidang itu, lalu kata Daud: Segala puji bagimu, ya Tuhan, Allah bapa kami Israel, dari pada selama-lamanya datang kepada selama-lamanya! Bagimu, ya Tuhan, adalah segala kebesaran dan segala kuasa dan segala kemuliaan dan segala kesempurnaan dan segala subuhat, bahkan, segala sesuatu yang di dalam langit dan di atas bumi, Engkau juga, ya Tuhan! mempunyai kerajaan dan kebesaran atas segala sesuatu yang bergelar kepala. Maka segala kekayaan dan kemuliaan dari padamu juga datangnya dan Engkaupun memerintahkan semesta sekalian, dan di dalam tanganmu adalah kuasa akan membesarkan dan akan menguatkan segala seuatu. Maka sekarang, ya Allah kami! mengucap syukurlah kami kepada-Mu dan kami memuji nama kemuliaan-Mu.

Maka sesungguhnya apabila keluarlah segala imam dari dalam tempat yang suci itu (karena segala imam yang terdapat dalamnya itu sudah menyucikan dirinya dengan tiada mengindahkan kelompok-kelompoknya; maka segala orang Lewi yang penyanyipun bersama-sama adalah di sana serta dengan Asaf dan Heman dan Yeduton dan segala anak-anaknya dan saudara-saudaranya, berpakaikan kain khasah dan dengan ceracak dan dandi dan kecapi mereka itu berdiri pada sebelah timur mezbah dan serta dengan mereka itu sampai seratus dua puluh orang imam yang meniupkan nafirinya). Maka sesungguhnya sementara segala peniup nafiri dan orang penyanyi bersama-sama menyaringkan suaranya akan memuji-muji dan mempermuliakan Tuhan, dan setelah bunyi segala nafiri sudah diangkat bersama-sama dengan segala ceracak dan bunyi-bunyian, dan sementara mereka itu memuji-muji Tuhan sebab baiklah Ia dan kemurahan-Nya kekal sampai selama-lamanya, tiba-tiba datanglah sebuah awan memenuhi rumah, yaitu bait Tuhan, sehingga segala imam itu tiada tahan berdiri akan berbuat khidmat oleh karena awan itu, karena kemuliaan Tuhan juga yang memenuhi bait-Ullah itu.

Maka berdirilah baginda di hadapan mezbah Tuhan, tentang dengan segenap sidang orang Israel, maka bagindapun menadahkan tangannya; (karena telah diperbuat Sulaiman sebuah mimbar tembaga, ditaruhnya akan dia pada sama tengah halaman itu, panjangnya lima hasta dan lebarnya lima hasta dan tingginya tiga hasta, maka berdirilah baginda di atasnya, lalu bertelut dengan kedua belah lututnya di hadapan segenap sidang orang Israel sambil menadahkan tangannya ke langit). Maka sembah baginda: Ya Tuhan, Allah orang Israel! tiada Allah melainkan Engkau, baik di dalam langit baik di atas bumi; Engkau juga yang menyampaikan janji dan kemurahan kepada segala hamba-Mu yang berjalan di hadapan hadirat-Mu dengan segenap hatinya.

Tetapi sebenarnya bolehkah Allah duduk dengan manusia di atas bumi? Bahwasanya segala langit, bahkan, jikalau langit yang di atas segala langit sekalipun tiada dapat meliputi Engkau, jangankan rumah ini yang telah kubangunkan!

Arakian, maka baharu habislah sudah Sulaiman meminta doa, tiba-tiba turunlah api dari langit, yang makan habis akan korban bakaran dan segala korban sembelihan itu, dan kemuliaan Tuhanpun memenuhi rumah itu. Sehingga segala imam itu tiada dapat masuk ke dalam rumah Tuhan, karena kemuliaan Tuhan sudah memenuhi rumah Tuhan itu. Maka demi dilihat bani Israel akan api yang turun itu dan akan kemuliaan Tuhan atas rumah itu, maka tunduklah mereka itu dengan mukanya sampai ke tanah pada dasar itu sambil meminta doa dan memuji-muji Tuhan, sebab baiklah adanya dan kemurahan-Nya kekal sampai selama-lamanya.

Maka segala imampun berdirilah pada pangkat-pangkatnya dan segala orang Lewipun dengan bunyi-bunyian Tuhan, yang telah diperbuat oleh baginda raja Daud akan memuji-muji Tuhan, sebab kemurahan-Nya kekal sampai selama-lamanya, yaitu pada masa Daud memuji Dia oleh khidmat mereka itu, dan segala imampun meniup nafirinya bertentangan dengan mereka itu dan segenap orang Israelpun adalah berdiri.

Lalu kata Mikha: Sebab itu dengarlah olehmu akan firman Tuhan: Bahwa aku telah melihat Tuhan bersemayam di atas arasy-Nya dan segala tentara yang di sorgapun berdiri pada kiri kanan-Nya.

Maka berbicaralah baginda dengan orang banyak itu, lalu diangkat baginda akan beberapa biduan bagi Tuhan, supaya dipuji-pujinya akan yang Mahamulia sambil berjalan di hadapan segala orang yang lengkap dengan senjatanya, bunyinya: Segala puji bagi Tuhan karena kemurahan-Nya kekal sampai selama-lamanya!

Kemudian bertitah baginda raja Yehizkia dan segala penghulupun menyuruh orang Lewi memuji-muji Tuhan dengan perkataan Daud dan Asaf, penilik itu; maka mereka itupun memuji-mujilah dengan sorak kesukaan, serta menyembah sujud dan meminta doa.

Hata, maka segala bani Israel yang terdapat di Yeruzalempun memeganglah masa raya fatir tujuh hari lamanya dengan kesukaan besar. Maka segala orang Lewi dan segala imampun memuji-mujilah Tuhan pada tiap-tiap hari dengan bunyi-bunyian kepujian Tuhan.

Hata, setelah sudah dibubuh alas kaabah Tuhan oleh segala tukang, maka berdirilah segala imam, yang berpakaikan pakaian kebesarannya, dengan nafirinya, dan segala orang Lewi, bani Asaf itu, dengan ceracaknya, akan memuji-muji Tuhan menurut perintah Daud, raja orang Israel. Maka menyanyilah mereka itu ganti-berganti, sambil memuji-muji dan mengucap syukur kepada Tuhan, sebab mahabaiklah Ia dan kemurahan-Nya atas orang Israel kekal sampai selama-lamanya. Maka segenap orang banyakpun bersorak-soraklah amat gempita tatkala dipuji-puji oranglah akan Tuhan dari karena telah dibubuh alas rumah Tuhan.

Maka kira-kira pada waktu persembahan petang bangkitlah aku dari pada percintaanku dengan jubah dan baju selimutku tercarik-carik, lalu tunduklah aku dan bertelut dan kutadahkan kedua belah tanganku kepada Tuhan, Allahku,

Maka oleh Ezra dibukakan kitab itu di hadapan mata segenap orang banyak, karena tertinggilah ia dari pada orang banyak itu, serta dibukakannya maka bangkitlah orang banyak itu lalu berdiri.

Maka Yesua dan Bani dan Kadmiel dan Sebanya dan Buni dan Serebya dan Bani dan Khenani berdirilah di atas mimbar orang Lewi serta meminta doa dengan nyaring suaranya kepada Tuhan, Allahnya. Maka orang Lewi, Yesua dan Kadmiel dan Bani dan Hasabneya dan Serebya dan Hodia dan Sebanya dan Petahyapun berkata demikian: Bangkitlah kamu; pujilah Tuhan, Allahmu, dari pada kekal sampai kepada kekal; hendaklah orang memuji nama kemuliaanmu yang di atas segala tahlil dan puji. Ya Tuhan, Engkau juga yang benar! Engkau juga yang sudah menjadikan langit, bahkan, langit di atas segala langit serta dengan segala tentaranya dan bumi dengan segala sesuatu yang di atasnya dan lautan dengan segala isinya, dan Engkau juga menghidupkan sekaliannya dan tentara segala langitpun menyembah sujud kepadamu.

maka tiada juga Kautinggalkan mereka itu di padang Tiah oleh karena kebesaran rahmat-Mu, sehingga tiang awan itu tiada undur dari padanya pada siang hari akan menghantar mereka itu pada jalannya, dan tiang apipun tiada undur pada malam akan menerangi mereka itu, yaitu pada jalan yang patut diturutnya.

Bermula, maka pada tahbis pagar tembok Yeruzalem dicaharinya segala orang Lewi dari pada segala tempatnya, hendak dibawanya akan dia ke Yeruzalem, supaya dibuatnya tahbis itu dengan kesukaan hatinya dan dengan mengucap syukur dan memuji-muji dan dengan ceracak dan dandi dan kecapi.

Karena dari zaman dahulu, dari zaman Daud dan Asaf, adalah penghulu biduan puji-pujian dan pengucap syukur kepada Allah.

Maka pada masa itu bangkitlah Ayub berdiri, dikoyak-koyakkannya baju selimutnya dan dicukurnya rambut kepalanya, lalu sujudlah ia dan meminta doa, katanya: Bahwa dengan telanjangku juga sudah aku keluar dari dalam rahim ibuku, dan dengan telanjang juga aku akan kembali ke dalamnya. Bahwa Tuhan yang sudah mengaruniakan dia, Tuhan juga mengambil dia pula, segala puji bagi nama Tuhan!

Jikalau kiranya aku dalam halmu, niscaya aku mencahari Allah dan kusampaikan sembah doakupun kepada Allah. Ia berbuat perkara besar, yang tiada terselidik, dan perkara ajaib yang tiada tepermanai.

Pada sangkamukah engkau boleh menduga akan takdir Allah? engkau boleh mendapati kesempurnaan Allah yang Mahakuasa?

Sebab itu hendaklah engkau membetulkan hatimu dan menadahkan tanganmu kepadanya.

Karena tahulah aku bahwa Penebusku itu hidup dan Iapun yang kemudian akan bangkit dari atas duli; dan setelah sudah hancur luluh kulit tubuhku ini, maka dari dalam badanku juga aku akan memandang Allah; yang kupandang kelak bagi diriku, dan matakupun akan melihat Dia, bukan yang lain. Hai, bagaimana rindu hatiku di dalam dadaku ini!

Maka Yang Mahakuasa akan menjadi emasmu, dan jadi bagimu seperti perak bertimbun-timbun. Lalu engkau bersukacita akan Yang Mahakuasa kelak dan engkaupun akan menengadah kepada Allah.

Bahwasanya besarlah Allah dalam kuasa-Nya! Siapa gerangan pengajar seperti Ia? Siapa gerangan menunjuk jalan kepada-Nya yang patut diturut-Nya? Siapa dapat berkata kepada-Nya: Engkau sudah berbuat salah? Terlebih baik engkau ingat mempermuliakan perbuatan-Nya yang ditentang oleh orang sekalian.

Maka akan daku, pada masa itu berdebarlah hatiku dan berbangkit pada tempatnya. Dengarlah olehmu, dengarlah akan gempita bunyi suara-Nya, akan bunyi yang keluar dari pada mulut-Nya. Ia itu teperling kepada segala petala langit, dan terang halilintar-Nya sampai kepada segala ujung bumi. Kemudian datanglah gemuruh bunyi suara-Nya, iapun berguruh dengan suara-Nya yang hebat, dengan tiada berhenti kedengaranlah tagar berganti tagar. Allah yang berguruh dengan suara-Nya amat hebat; Iapun berbuat perkara yang besar-besar, yang tiada dapat kita ketahui.

Tahukah engkau akan timbangan awan-awan yang kabus, akan segala ajaib Tuhan, yang sempurna pengetahuan-Nya?

apabila emas itu datang dari sebelah utara; maka pada Allah adalah kemuliaan yang hebat lagi. Akan Yang Mahakuasa itu maka tiada boleh kita mendapat Dia; bahwa besarlah kuasa-Nya, tiada perhinggaan adil-Nya dan kebenaran-Nya, maka tiada Ia akan menyahut!

Bahwa yang duduk di sorga itu akan tertawa dan Tuhan akan mengolok-olokkan mereka itu!

Bahwa Aku telah melantik Raja-Ku di atas Sion, yaitu bukit kesucian-Ku!

Maka kejahatannya kembali kepada kepalanya dan aniayanyapun turun kepada batu kepalanya. Bahwa aku hendak memuji-muji Tuhan sebab kebenaran-Nya dan menyanyi mazmur bagi nama Tuhan, Allah taala.

Mazmur Daud bagi biduan besar, pada Jitit.

baik segala unggas yang di udara baik segala ikan yang di dalam laut dan segala yang bergerak pada jalan-jalan lautan besar. Ya Tuhan, ya Tuhan kami! bagaimana mulia nama-Mu di atas seluruh muka bumi!

Mazmur Daud bagi biduan besar, pada Mut-Laben. Bahwa aku hendak memuji-muji Tuhan dengan segenap hatiku serta menceriterakan segala perbuatan-Mu yang ajaib itu.

Segala orang yang mengetahui akan nama-Mu itu akan harap pada-Mu, sebab belum pernah, ya Tuhan! Engkau meninggalkan orang yang mencahari Engkau!

Kasihankan apalah akan daku, ya Tuhan! lihatlah kesukaranku yang kurasai dari pada segala pembenciku; angkatlah kiranya akan daku dari pada pintu maut;

Bahwa Tuhan itulah Raja yang kekal selama-lamanya; maka segala orang kafir itu sudah hilang dari pada tanahnya.

Bahwa Tuhan adalah dalam istana kesucian-Nya; arasy Tuhan adalah di dalam sorga; dari sana memandang matanya dan kelopak matanya mencobai segala anak Adam.

Tetapi haraplah juga aku pada kemurahan-Mu, maka hatiku akan bersukacita akan selamat yang dari pada-Mu, dan aku hendak menyanyi akan Tuhan, oleh sebab telah dibuat-Nya baik akan daku!

Peliharakanlah aku seperti akan biji mata-Mu; lindungkanlah kiranya aku di bawah naung sayap-Mu,

Bagi biduan besar suatu mazmur Daud, hamba Tuhan, yang telah menyanyikan bagi Tuhan segala perkataan nyanyian ini pada masa telah dilepaskan Tuhan akan dia dari pada tangan segala seterunya dan lagi dari pada tangan Saulpun. Maka katanya: Dengan sungguh-sungguh hati aku mengasihi akan Dikau, ya Tuhan! yang kuatku! Bahwa Tuhan juga gunung batuku dan kota bentengku dan penolongku, yaitu Allahku dan gunung batuku; aku percaya akan Dia, yang perisaiku dan tanduk selamatku dan tempat perlindunganku yang tinggi.

Dari pada cahaya hadirat-Nya melayang-layanglah segala awan-Nya dan hujan air beku dan bara api.

Bahkan, dengan Engkau juga berani aku memecahkan suatu pasukan, dan dengan Allahku juga aku melompat pagar tembok. Maka jalan Allah itulah sempurna adanya, dan firman Tuhan itu mahasuci; maka Ialah suatu perisai bagi segala orang yang percaya akan Dia.

Adapun orang helat itu telah surutlah kuatnya serta gemetarlah mereka itu dalam kota bentengnya.

Mazmur Daud bagi biduan besar.

Karena Engkau akan menaruh mereka itu bagaikan sasaran dan dengan tali busur-Mu Engkau akan mengacu-acukan mukanya. Permuliakanlah diri-Mu, ya Tuhan! dengan kuat-Mu, maka kami akan menyanyi dan memuji kuasa-Mu dengan mazmur.

Ya Allahku! bahwa aku berseru pada siang hari maka tiada Engkau sahut; dan pada malam tiada aku mendapat senang.

Luputkanlah kiranya aku dari pada mulut singa dan lepaskanlah aku dari pada segala cula badak. Maka aku kelak akan menyebut nama-Mu kepada segala saudaraku, serta memuji Engkau di tengah-tengah perhimpunan. Hai kamu sekalian yang takut akan Tuhan, pujilah akan Dia; hai segala bani Yakub, muliakanlah Dia, serta hormatilah akan Dia, hai segala bani Israel! Karena tiada dihinakan-Nya atau dicelakan-Nya kesukaran orang yang teraniaya, dan tiada Ia menyembunyikan hadirat-Nya dari padanya, melainkan didengar-Nya pada masa ia berseru kepada-Nya. Maka akan Dikau juga pujiku kelak dalam perhimpunan orang banyak; aku akan membayar segala nazarku di hadapan orang yang takut akan Dia. Maka orang miskin akan diberi makan, dan mereka itu akan kenyang; biarlah Tuhan dipuji oleh segala orang yang mencahari Dia, maka hati kamu akan hidup sampai selama-lamanya. Segala ujung bumi kelak ingat akan dia serta kembali kepada Tuhan, dan segala bangsa orang kafir akan menyembah sujud di hadapan hadirat-Mu. Karena Tuhan yang empunya kerajaan, dan Iapun yang dipertuan di antara segala bangsa.

Angkatlah kepalamu, hai segala pintu gerbang, dan angkatlah akan dirimu, hai pintu yang kekal, supaya masuk Raja yang mahamulia! Siapa gerangan Raja yang mahamulia itu? Ia itulah Tuhan yang perwira perkasa, Ia itu Tuhan yang pahlawan dalam peperangan! Angkatlah kepalamu, hai segala pintu gerbang, angkatlah akan dirimu, hai pintu yang kekal, supaya masuk Raja yang mahamulia! Siapa gerangan Raja yang mahamulia itu? Ia itu Tuhan serwa sekalian alam, Ialah Raja yang mahamulia itu. -- Selah.

Bahwa satu perkara telah kupohonkan dari pada Tuhan, maka itulah akan kucahari, yaitu supaya boleh aku duduk dalam rumah Tuhan pada segala hari umur hidupku, akan memandang keindahan Tuhan dan menyelidik dia dalam kaabah-Nya.

Maka sekarang juga kepalaku ditinggikan di atas segala seteruku yang mengelilingi aku, maka aku mempersembahkan beberapa korban bakaran dari kesukaan dalam kemah-Nya, dan aku menyanyikan pujian, bahkan, aku menyanyikan mazmur bagi Tuhan! Dengarlah kiranya, ya Tuhan, akan doaku apabila aku berseru; kasihankanlah akan daku dan sahutlah akan daku. Kepadamu juga hatiku berkata, akan Dikau juga mataku mencahari; bahwa aku mencahari hadirat-Mu, ya Tuhan!

Bahwa Tuhan itu kuatku dan perisaiku, pada-Nya haraplah hatiku, maka aku sudah ditolong! Sebab itu berbangkitlah sukacita dalam hatiku dan aku memuji-muji akan Dia dengan nyanyiku.

Mazmur Daud. Berikanlah kepada Tuhan kemuliaan nama-Nya, sembah sujudlah kepada Tuhan dengan perhiasan tempat yang suci. Bahwa suara Tuhan berbunyilah di atas air; maka Allah yang mahamulia itu mengadakan guruh; bahwa Tuhan adalah di atas air yang besar-besar. Maka suara Tuhan itu dengan kuat; suara Tuhan itu dengan hebat.

Bahwa suara Tuhan itu mengadakan rusa betina mulai beranak dan digundulkannya segala rimba, tetapi dalam kaabah-Nya segala orang menyebutkan kemuliaan-Nya. Bahwa Tuhan sudah duduk memerintahkan air yang besar-besar, bahkan, Tuhan bersemayam menjadi Raja sampai selama-lamanya.

Ya Tuhan! Engkau sudah menaikkan jiwaku dari dalam kubur; Engkau telah menghidupi aku, sehingga tiada aku turun ke dalam liang lahat.

Dengarlah kiranya, ya Tuhan! kasihankanlah aku, ya Tuhan! jadilah penolong akan daku! Bahwa Engkau telah menukarkan ratapku dengan kesukaan dan ramai padaku; Engkau telah menanggalkan kain perkabunganku dan mengikatkan pinggangku dengan kesukaan. Yaitu supaya aku memuliakan Dikau serta menyanyikan mazmur dengan tiada berkeputusan, ya Tuhan, Allahku! aku hendak memuji-muji Engkau pada selama-lamanya!

Nyanyilah dengan ramai-ramai bagi Tuhan, hai segala orang yang benar! bahwa puji-pujian itu patut akan orang yang betul. Pujilah akan Tuhan dengan kecapi, nyanyikanlah mazmur bagi-Nya dengan dandi dan permainan sepuluh tali. Nyanyikanlah bagi-Nya suatu nyanyian yang baharu, dan tabuhkanlah baik-baik segala bunyi-bunyian yang ramai.

Mazmur Daud dari hal diubahkannya kelakuannya di hadapan Abimelekh, yang menghalaukan dia, sehingga iapun terlepas. Bahwa aku akan memuji Tuhan pada sediakala, dan kepujian-Nya akan selalu pada lidahku. Bahwa hatiku akan memuji Tuhan, maka orang yang lemah lembut hatinya akan mendengarnya lalu bersukacita hatinya. Hendaklah kamu menyertai aku dalam membesarkan Tuhan, dan biarlah kita bersama-sama memuliakan nama-Nya.

Maka aku kelak memuji akan Dikau dalam perhimpunan yang besar, dan di antara segenap orang banyak aku akan mempermuliakan Dikau.

Biarlah bertempik sorak dan bersuka-sukaan segala orang yang menghendaki halku dibenarkan! Biarlah selalu dikatakannya: Bahwa diperbesarkanlah kiranya Tuhan, yang suka akan selamat hamba-Nya! Maka lidahku akan menyebut keadilan-Mu dan kepujian-Mu pada segenap hari.

Maka telah dinaikkan-Nya aku dari dalam telaga yang hebat, dari pada becek dan lumpur, didirikan-Nya kakiku di atas gunung batu, dan jalanku telah ditetapkan-Nya.

Biarlah kebinasaan menjadi upah kecelaannya segala orang yang berkata akan daku: Ah! ah!

Maka dengan ini boleh kuketahui bahwa Engkau berkenan akan daku jikalau seteruku tiada bertempik sorak akan halku. Akan daku ini, maka Engkau memeliharakan daku dalam hal tulus hatiku, dan Engkau menegakkan daku di hadapan hadirat-Mu pada selama-lamanya: Segala puji bagi Tuhan, Allah Israel, dari pada kekal sampai kepada kekal. Amin, tsumma Amin!

Suatu pengajaran bagi biduan besar di antara bani Korah. Bahwa seperti seekor rusa rindu akan mata air, demikianpun jiwaku rindu akan Dikau, ya Allah!

Bahwa tubir berseru kepada tubir di tengah-tengah bunyi segala pancaran air-Mu; segala ombak dan gelombang-Mu telah lalu lampau dari atasku!

supaya aku sampai kepada mezbah Allah dan kepada Allah yang kesukaanku dan kegemaranku, dan aku memuji akan Dikau dengan kecapi, ya Allah! ya Allahku!

Bahwa keadaanmu terelok dari pada segala anak Adam, pengasihan adalah tercurah pada bibirmu, sebab itu diberkati Allah akan dikau pada selama-lamanya. Sandangkanlah pedangmu, hai pahlawan! dengan kemuliaanmu dan perhiasanmu.

Bahwa anak panahmu itu tajam, beberapa bangsa akan jatuh di bawahmu; ia itu masuk ke dalam hati segala musuh Raja.

Maka segala puteramu akan menggantikan ayahmu kelak, maka engkau akan menjadikan mereka itu penghulu-penghulu pada seluruh muka bumi. Bahwa aku akan memasyhurkan namamu turun-temurun; sebab itu segala bangsa akan memuji engkau pada kekal selama-lamanya!

yang memperhentikan perang sampai ke ujung bumi, dan yang memecahkan busur dan mematahkan tombak dan yang membakar habis akan segala rata itu dengan api.

Mazmur bagi biduan besar di antara bani Korah. Hai kamu, segala bangsa! bertepuk-tepuklah tangan, pujilah akan Allah dengan bunyi nyanyian yang ramai-ramai!

Maka telah dipilih-Nya kami akan suatu bahagian pusaka, yaitu kepujian Yakub, yang telah dikasihi-Nya. -- Selah. Bahwa Allah itu naik serta dengan tempik sorak, yaitu Tuhan serta dengan bunyi nafiri. Bermazmurlah kamu bagi Allah! bermazmurlah! bermazmurlah bagi Raja kami! bermazmurlah! Karena Allah itulah Raja segenap bumi; bermazmurlah kamu dengan pengertian! Bahwa Allah memerintahkan segala bangsa; Allah bersemayam di atas arasy kesucian-Nya. Maka orang-orang bangsawan dari pada segala bangsa berhimpunlah kepada umat Allahnya Ibrahim, karena segala perisai di atas bumi itu Allah punya; maka Iapun amat tinggi adanya.

Nyanyian mazmur bagi bani Korah.

Pandanglah baik-baik akan segala kota bentengnya, dan amat-amatilah segala maligainya, supaya dapat kamu menceriterakan halnya kepada bangsa yang kemudian. Karena Allah inilah Allah kami kekal selama-lamanya, maka Ia juga akan memimpin kami sampai kepada mati.

Persembahkanlah syukur kepada Allah dan sampaikanlah segala nazarmu kepada Yang Mahatinggi. Maka berserulah kepadaku pada masa kepicikan, bahwa Aku akan meluputkan dikau, dan engkau akan menghormati Aku.

Barangsiapa yang mempersembahkan syukur, ia itu menghormati Aku, dan barangsiapa yang menyempurnakan jalannya, maka Aku akan menunjuk kepadanya selamat yang dari pada Allah adanya.

Kembalikanlah kiranya kepadaku kesukaan selamat yang dari pada-Mu, dan sokonglah akan daku dengan Roh-Mu yang bebas. Maka aku akan mengajarkan jalan-Mu kepada orang yang bersalah, dan orang yang berdosapun akan bertobat kepada-Mu.

Bahwa aku ini terhantar di tengah-tengah singa, di antara anak-anak manusia yang ganas dari padanya; bahwa giginya seperti lembing dan seperti anak panah, dan lidahnyapun seperti pedang yang baharu diasah.

Bahwa mereka itu telah memasang jerat akan langkahku, maka jiwaku tertunduk; mereka itu telah menggali pelobang di hadapanku, tetapi mereka itu sendiri telah jatuh ke dalamnya. -- Selah!

biarlah mereka itu mengembara demikian akan mencahari makan dan biarlah mereka itu bermalam dengan belum dikenyangkan. Tetapi aku akan menyebut kepujian-Mu dalam nyanyiku dan pada tiap-tiap pagi aku akan bersorak-sorak akan kemurahan-Mu, sebab Engkau telah menjadi bagiku akan tempat yang tinggi dan perlindungan pada tiap hari aku dalam kepicikan. Akan dikau, ya Kuatku! aku akan bermazmur, karena Allah bagiku akan perlindungan yang tinggi. Ialah Allah kemurahanku!

Maka iapun akan bersemayam pada selama-lamanya di hadapan hadirat Allah; sediakanlah kiranya kemurahan dan kebenaran, supaya dipeliharakannya akan dia. Maka aku akan memuji nama-Mu dengan mazmur sampai selama-lamanya, supaya aku menyampaikan nazarku pada sebilang hari.

Mazmur Daud tatkala ia di padang belantara Yehuda. Ya Allah! Engkaulah Allahku! pada dini hari aku mencahari Engkau, bahwa jiwaku berdahaga akan Dikau dan tubuhkupun rindu akan Dikau pada suatu tanah yang kering lagi dengan matinya sebab tiada berair. Bahwasanya telah aku melihat Engkau dalam tempat kesucian-Mu, serta kupandang akan kuasa dan kemuliaan-Mu. Karena kemurahan-Mu itu terlebih baik dari pada hidup; bahwa lidahku memuji-muji Engkau. Demikianpun aku memuji Engkau seumur hidupku, maka dengan nama-Mu aku menadahkan tanganku. Bahwa jiwaku seolah-olah dikenyangkan dengan kesedapan yang indah-indah, mulutku serta dengan bibirnyapun bersorak-sorak dan menyanyi dengan bergemar,

Mereka itu akan mati kelak dimakan pedang serta menjadi bahagian mangsa serigala. Tetapi raja kelak bersukacita hatinya akan Allah; segala orang yang bersumpah setia dengan dia itu akan bermegah-megah, karena mulut orang yang mengatakan dusta itu akan dikatupkan kelak.

Mazmur Daud, suatu nyanyian bagi biduan besar.

Nyanyian Mazmur bagi biduan besar. Bermazmurlah akan kemuliaan nama-Nya, berikanlah kemuliaan akan kepujian-Nya. Sembahlah kepada Allah: Bagaimana hebat segala perbuatan-Mu! Oleh karena kuat-Mu yang besar maka segala seteru-Mu akan menundukkan dirinya kepada-Mu dengan pura-pura. Hendaklah segenap isi bumi itu menyembah sujud kepada-Mu dan bermazmur bagi-Mu, bahkan, bermazmur akan nama-Mu. -- Selah.

Maka Iapun memegang perintah pada selama-lamanya oleh kuasa-Nya yang tiada berhingga; bahwa mata-Nya menilik kepada segala bangsa, supaya orang durhaka itu jangan mengatas-ataskan dirinya. -- Selah. Pujilah, hai segala bangsa! akan Allah kita, dan perdengarkanlah bunyi pujian.

Tetapi orang yang benar itu akan bersukacita; mereka itu akan melompat-lompat dari kesukaan di hadapan hadirat Allah dengan sukacita dan tamasya.

Ya Allah! tatkala Engkau berjalan di hadapan segala umat-Mu, tatkala Engkau berjalan di padang Tiah. -- Selah.

Maka utusan raja-raja akan datang dari Mesir, dan orang isi negeri Habsyi bersegera akan menadahkan tangannya kepada Allah. Hai kamu, segala kerajaan yang di atas bumi! nyanyilah bagi Allah; bermazmurlah bagi Tuhan. -- Selah. Yang berkendaraan dalam langit di atas segala langit dan yang dari purbakala; bahwa sesungguhnya Ia memberi suara-Nya, yaitu suara yang kuat. Berilah hormat akan Allah; bahwa kemuliaan-Nya adalah di antara orang Israel, dan kuasa-Nya di atas segala awan yang di langit. Hebatlah ada-Mu, ya Allah! dari dalam tempat kesucian-Mu. Bahwa Ialah Allah Israel, yang mengaruniakan kemuliaan dan kuat kepada umat-Nya. Segala puji bagi Allah kiranya!

Tetapi akan daku, yang dalam hal miskin dan sukar, ya Allah! hendaklah penolong-Mu menaruhkan daku dalam tempat perlindungan yang tinggi.

Karena Tuhan mendengar akan orang yang kekurangan dan tiada dihinakan-Nya segala orang-Nya yang terbelenggu.

Biarlah mereka itu balik pada langkahnya dengan malu, segala orang yang katanya: Ah-ah!

Pada-Mu juga aku telah bersandar dari pada masa aku diperanakkan, dan dari pada rahim ibuku Engkaulah penolongku; maka senantiasa Engkau juga kepujianku. Maka kepada banyak orang adalah aku seolah-olah suatu keheranan, tetapi Engkau juga perlindunganku yang kuat. Biarlah mulutku dipenuhi dengan puji-puji akan Dikau dan dengan hormat akan Dikau pada sebilang hari.

Tetapi aku akan harap selalu, dan makin lebih aku membesarkan kepujian-Mu.

Lagipun aku ini akan memuji Engkau dengan dandi sebab segala setia-Mu, ya Allahku! dan aku akan bermain kecapi bagi-Mu, ya Kesucian Israel! Bahwa bibirku akan bersorak-sorak sementara aku bermazmur kepada-Mu, dan jiwakupun yang telah Kautebus.

Segala orang penduduk padang belantara akan menyembah sujud kepada hadirat-Nya dan segala seterunyapun akan menjilat lebu tanah.

Bahkan, segala raja sekalian akan menyembah sujud kepadanya dan segala bangsapun akan berbuat bakti kepadanya.

Bahwa namanya akan kekal selama-lamanya; selagi ada matahari namanya akan disebut orang turun-temurun; mereka itu akan diberkati oleh sebabnya, dan segala bangsa akan memuji dia berbahagialah adanya. Segala puji bagi Tuhan Allah, yaitu Allah Israel, yang sendiri mengadakan perbuatan yang ajaib. Dan terpujilah nama kemuliaan-Nya pada selama-lamanya; maka segenap bumi dipenuhilah kiranya dengan kemuliaan-Nya. Amin! tsumma Amin!

Lalu kataku: Ini juga mendukakan hatiku, bahwa tangan kanan Allah taala berubah adanya. Bahwa aku hendak ingat akan segala perbuatan Tuhan, bahkan, aku hendak ingat akan segala ajaib-Mu dari pada dahulukala. Dan aku akan memikirkan segala pekerjaan-Mu dan menceriterakan segala perbuatan-Mu. Ya Allah! jalan-Mu adalah selalu dalam tempat suci; siapakah Allah mahabesar melainkan Allah kita?

Maka pada siang dihantar-Nya mereka itu dengan sebuah awan dan pada malam dengan terang api.

Dan teringatlah mereka itu akan Allah, gunung batunya, dan Allah taalapun penebusnya.

Mazmur Asaf bagi biduan besar, pada Jitit. Nyanyilah ramai-ramai bagi Allah, yang kuat kami, dan bersorak-soraklah bagi Allah Yakub!

Biarlah mereka itu dipermalukan dan dikejutkan sampai selama-lamanya, dan biarlah mereka itu dicelakan dan dibinasakan. Supaya diketahuinya, bahwa Engkau sendiri jua dengan nama-Mu Hua Allah yang Mahatinggi atas seluruh bumi ini.

Mazmur bagi biduan besar, pada Jitit, bagi bani Korah. Bagaimana sedap manis segala tempat kedudukan-Mu, ya Tuhan serwa sekalian alam! Bahwa hatiku ingin dan asyik dan rindu akan halaman Tuhan; badan dan jiwakupun bersorak kepada Allah yang hidup. Sesungguhnya burung pipit mendapat rumah dan burung layang-layangpun satu sarang akan dirinya, akan ditaruh anak-anaknya di dalamnya, yaitu hampir dengan mezbah-Mu, ya Tuhan serwa sekalian alam! ya Rajaku dan Allahku!

Maka segala bangsa, yang telah Kaujadikan, ya Tuhan! akan datang kelak menundukkan dirinya di hadapan hadirat-Mu dan memberi hormat akan nama-Mu. Karena besarlah ada-Mu; dan Engkau yang berbuat ajaib; Engkau sendiri jua Allah. Ajarkan apalah akan daku jalan-Mu, ya Tuhan! maka aku akan berjalan menurut kebenaran-Mu; tetapkanlah hatiku dalam takut akan nama-Mu. Ya Tuhan, Allahku! aku hendak memuji akan Dikau dengan segenap hatiku, dan aku hendak memberi hormat akan nama-Mu pada selama-lamanya.

Maka orang yang menyanyi dan yang menari ramai-ramai dan lagi segala pancarankupun akan ada di dalammu.

Maka Engkau telah menjauhkan segala kekenalanku dari padaku, dan Engkau telah menjadikan daku suatu kebencian besar kepada mereka itu; bahwa akulah terkurung dengan tiada dapat keluar pula.

Karangan Etan, orang Ezrahi.

Aku akan menetapkan benihmu selama-lamanya, dan membangunkan takhta kerajaanmu turun-temurun. -- Selah. Sebab itu segala langit memuji akan ajaib-Mu, ya Tuhan! lagipun akan setia-Mu dalam perhimpunan orang yang suci. Karena siapakah dalam sorga dapat dibanding dengan Tuhan? dan siapakah dapat disamakan dengan Tuhan di antara segala anak orang yang berkuasa?

Pada-Mu adalah lengan yang berkuasa, dan tangan-Mu itu kuatlah adanya; tangan kanan-Mu itu tinggi.

Pada sepanjang hari mereka itu bersukacita kelak akan nama-Mu dan mereka itu diangkat tinggi-tinggi oleh kebenaran-Mu. Karena Engkau juga kemuliaan kuatnya, dan oleh keridlaan-Mu tanduk kami akan ditinggikan.

Doa Musa, khalil Allah. Ya Tuhan! Engkau juga suatu perlindungan bagi kami dari pada zaman datang kepada zaman. Maka dahulu dari pada segala gunung dijadikan, dahulu dari pada bumi dan dunia menerbitkan barang sesuatu, bahkan, dari pada kekal datang kepada kekal Engkau juga Allah.

Adapun barangsiapa yang duduk dalam perlindungan Allah taala, ia itu akan bermalam di bawah naung Yang Mahakuasa.

Mazmur nyanyian pada hari sabat.

Bahwa Tuhan yang memegang perintah, dan Iapun berpakaikan kemuliaan, ia itulah perhiasan Tuhan, dan kuasa itulah mengikat pinggangnya. Maka bumi ini telah tetap, tiada ia akan bergoncang. Dari zaman purbakala arasy-Mu telah diteguhkan, maka dari selama-lamanya Engkau juga ada. Bahwa segala sungai menyaringkan ya Tuhan! segala sungai menyaringkan suaranya, segala sungai makin bertambah menderu bunyinya; tetapi Tuhan di atas tempat yang tinggi itu berkuasa lebih dari pada penderu air yang besar-besar dan dari pada gelora ombak-ombak laut. Maka segala kesaksian-Mu itu amat setiawan adanya; dan kesucian itulah perhiasan rumah-Mu, ya Tuhan! sampai selama-lamanya.

Marilah kita menyanyi dengan ramai-ramai bagi Tuhan, biarlah kita bersorak-sorak bagi gunung batu selamat kita! Biarlah kita menghadap hadirat-Nya dengan puji-pujian serta membunyikan mazmur baginya. Karena Tuhanlah Allah yang mahabesar, bahkan, Ialah Raja yang di atas segala dewa.

Marilah kita menyembah sujud serta bertelut di hadapan Tuhan, yang telah menjadikan kita.

Nyanyikanlah bagi Tuhan suatu nyanyian yang baharu; nyanyilah bagi Tuhan, hai isi segenap bumi! Nyanyilah bagi Tuhan; puji-pujilah akan nama-Nya; kabarkanlah selamat-Nya dari pada sehari datang kepada sehari. Masyhurkanlah kemuliaan-Nya di antara segala orang kafir dan segala perbuatan ajaib-Nya di antara segala bangsa. Karena besarlah Tuhan; patut sekali Ia dipuji-puji; hebatlah Ia di atas segala dewata. Karena segala dewa orang kafir itu berhala jua adanya, tetapi Tuhan telah menjadikan segala petala langit. Hormat dan kemuliaan adalah di hadapan hadirat-Nya, keindahan dan perhiasan dalam tempatnya yang suci. Berikanlah kepada Tuhan, hai segala bangsa manusia! berikanlah kepada Tuhan hormat dan puji. Berikanlah kepada Tuhan kemuliaan nama-Nya, bawalah akan persembahan, marilah masuk ke dalam pagar halaman-Nya. Sembah sujudlah kepada Tuhan dengan berpakaikan perhiasan yang suci, gentarlah di hadapan hadirat-Nya, hai isi segenap bumi! Katakanlah olehmu di antara segala bangsa bahwa Tuhan adalah memegang perintah; maka bumi itu tetap berdiri, tiada ia itu akan digoncangkan; maka Tuhan akan menghukumkan segala bangsa dengan amat sangat adilnya. Hendaklah segala petala langit bersuka-sukaan, dan segala isi bumipun tamasya; hendaklah laut serta dengan sepenuh-penuh isinyapun menderu bunyinya; hendaklah segala padang serta dengan segala yang padanya itu melompat-lompat dari kesukaan, dan segala pohon kayu di hutanpun bersorak-sorak di hadapan hadirat Tuhan, karena Iapun datang, bahkan, Iapun datang, hendak menghukumkan bumi; bahwa Ia akan menghukumkan segala isi dunia dengan adil dan segala bangsa manusia dengan kebenaran-Nya.

Bahwa Tuhan jua yang memegang perintah; biarlah segala dunia bersuka-sukaan dengan ramai-ramai. Hendaklah segala tokong-tokong pulau bersukacita! Awan-awan dan kelam kabut adalah keliling-Nya, kebenaran dan adalat itulah ketetapan arasy-Nya.

Segala gunung hancur luluhlah seperti lilin di hadapan hadirat Tuhan, di hadapan hadirat Tuhan seluruh bumi. Bahwa segala petala langit memasyhurkan adil-Nya dan segala bangsapun melihat kemuliaan-Nya.

Karena Engkaulah, ya Tuhan, mahabesar di atas segala isi bumi; Engkaulah amat tinggi dari pada segala dewata.

Mazmur. -- Nyanyikanlah bagi Tuhan suatu nyanyian yang baharu, karena telah diperbuat-Nya perkara ajaib, maka tangan-Nya kanan dan lengan kesucian-Nya telah mengadakan selamat baginya.

Puji-pujilah akan Tuhan, hai segala isi bumi! nyaringkanlah suaramu dari sukacita; nyanyilah dengan ramai-ramai dan bermazmurlah. Bermazmurlah bagi Tuhan dengan kecapi, dengan bunyi kecapi disertakan nyanyian. Dengan serunai dan bunyi nafiri; bersorkalah di hadapan hadirat Tuhan, yan Raja! Hendaklah laut serta dengan segala isinya menderu bunyinya, dan lagi bumi serta dengan segala yang mendudukinya. Hendaklah segala sungai bertepik-tepuk tangan dan segala gunung bersorak ramai-ramai

Bahwa Tuhan adalah memegang perintah; hendaklah gemetar segala bangsa; maka Iapun duduk di antara kerubiun, dan bumi ini bergempalah. Besarlah Tuhan di Sion dan tertinggilah Ia di atas segala bangsa. Hendaklah dipuji-puji orang akan nama-Mu, yang besar dan hebat sebab kesucian-Nya, dan akan kebesaran Raja yang mengasihi akan hukum itu! Bahwa Engkau telah menetapkan hukum yang tiada terubahkan, Engkau telah menentukan keadilan dan kebenaran di antara bani Yakub. Besarkanlah olehmu Tuhan, Allah kami, dan sembah sujudlah pada alas kaki-Nya, karena sucilah Ia!

Besarkanlah Tuhan, Allah kami, dan tunduklah dirimu kepada bukit kesuciannya, karena Tuhan, Allah kami, itu sucilah adanya.

Mazmur puji-pujian. -- Pujilah akan Tuhan, hai isi segenap bumi. Perbuatlah bakti kepada Tuhan dengan sukacita hatimu, marilah kepada hadirat-Nya dengan menyanyi ramai-ramai. Ketahuilah olehmu bahwa Tuhan itulah Allah, maka Ia telah menjadikan kami dan kamipun milik-Nya dan umat-Nya dan domba yang digembalakan-Nya. Masuklah kamu dari pada pintu gerbang-Nya dengan puji-pujian, ke dalam pagar halaman-Nya dengan nyanyian; pujilah akan Dia dan besarkanlah nama-Nya. Karena Tuhan itu baiklah dan kemurahan-Nya kekal selama-lamanya dan setia-Nya pun teguh kepada orang turun-temurun.

Mazmur Daud. -- Bahwa aku hendak menyanyi dari hal kemurahan dan kebenaran; aku hendak menyanyikan mazmur bagi-Mu, ya Tuhan!

Karena segala hamba-Mu berkenan akan batu-batunya, dan mereka itupun sayang akan kerobohannya. Maka pada masa itu kelak segala orang kafir takut akan nama Tuhan dan segala raja di atas bumipun takut akan kemuliaan-Mu.

Maka sembahku: Ya Allahku! jangan apalah Engkau menyingkapkan daku pada pertengahan umur hidupku; maka segala tahun-Mu itu dari pada zaman datang kepada zaman. Maka pada purbakala Engkau telah mengalaskan bumi ini dan segala langitpun perbuatan tangan-Mu adanya; sekalian itu akan hilang, tetapi Engkaulah kekal selama-lamanya, sekalian itu akan menjadi buruk seperti kain tua, seperti sehelai selimut Engkau akan menanggalkan dia dan sekaliannya itu akan berubah;

Mazmur Daud. -- Pujilah akan Tuhan, hai jiwaku! dan akan nama-Nya yang suci itu, hai segala sesuatu yang di dalam aku! Pujilah akan Tuhan, hai jiwaku! dan jangan engkau melupakan suatu kebajikan-Nya.

Bahwa Tuhan telah menegakkan arasy-Nya di dalam sorga dan kerajan-Nyapun di atas semesta alam sekalian.

Pujilah akan Tuhan, hai segala malaekat-Nya! hai segala perwira perkasa yang melakukan firman-Nya! turutlah kamu akan bunyi hukum-Nya. Pujilah akan Tuhan, hai kamu segala balatentara-Nya! hai segala khadim-Nya yang melakukan keridlaan-Nya! Pujilah akan Tuhan, hai segala perbuatannya pada segala tempat kerajaannya. Pujilah akan Tuhan, hai jiwaku!

Pujilah akan Tuhan, hai jiwaku! Ya Tuhan, Allahku! Engkaulah amat besar; Engkaulah berpakaikan kehormatan dan kemuliaan. Maka diselubungkan-Nya diri-Nya dengan terang seperti dengan selimut dan dibentangkan-Nya langitpun seperti kelambu.

Bagaimana besarlah segala perbuatan-Mu, ya Tuhan! Engkau telah menjadikan sekaliannya itu dengan hikmat, maka bumipun penuhlah dengan mata benda-Mu. Adapun laut, yang besar dan tiada terukur luasnya, maka dalamnya adalah binatang sulur-suluran tiada tepermanai banyaknya, dari pada binatang kecil dan besar.

Bahwa kemuliaan Tuhan itu sampai selama-lamanya; biarlah Tuhan bergemar akan segala perbuatan tangan-Nya. Jikalau dipandang-Nya akan bumi, maka gempalah ia; jikalau disentuh-Nya akan gunung, maka berasaplah ia. Bahwa aku hendak menyanyi bagi Tuhan seumur hidupku lamanya; aku hendak menyanyikan mazmur bagi Allahku selagi aku ada. Sedaplah bagiku berpikir-pikir akan Dia, dan hatiku bersukacita akan Tuhan kelak. Bahwa segala orang yang berdosa itu akan ditumpas dari atas bumi, dan segala orang fasikpun tiada akan ada lagi. Pujilah akan Tuhan, hai jiwaku! Haleluyah!

Pujilah akan Tuhan, sebutkanlah nama-Nya, masyhurkanlah perbuatan-Nya di antara segala bangsa. Nyanyilah bagi-Nya, nyanyikanlah mazmur bagi-Nya, ceriterakanlah berulang-ulang segala perbuatan ajaib-Nya. Pujilah akan nama kesucian-Nya; hendaklah bersukacita hati-Nya segala orang yang mencahari Tuhan. Bertanya-tanyalah akan Tuhan dan akan kuat-Nya, caharilah hadirat-Nya selalu. Ingatlah akan segala ajaib yang telah diadakan-Nya, akan tanda alamat-Nya dan akan segala hukum, yang telah keluar dari pada mulut-Nya.

Haleluyah! Pujilah akan Tuhan, karena baiklah Ia, dan kemurahan-Nya kekal selama-lamanya. Siapa gerangan dapat mengatakan segala kuasa Tuhan serta memperdengarkan segala kepujian-Nya?

Ya Tuhan, Allah kami! lepaskan apalah kami, dan himpunkanlah kami dari antara segala orang kafir itu supaya kami memuji nama-Mu yang suci dan kami memuliakan Dikau dengan nyanyian. Segala puji bagi Tuhan, Allah orang Israel, dari selama-lamanya sampai selama-lamanya; maka hendaklah kata segala umat itu: Amin, Haleluyah!

Pujilah akan Tuhan, karena baiklah Ia, dan kemurahan-Nya kekal selama-lamanya.

serta memuliakan Dia dalam perhimpunan orang banyak dan memuji-muji akan Dia dalam majelis orang tua-tua.

Nyanyian mazmur Daud. Bahwa hatiku telah tersedia, ya Allah! aku hendak menyanyi dan bermazmur, bahkan, dengan segenap jiwaku. Jagalah, hai dandi dan kecapi! aku hendak bangun pada dini hari. Aku hendak memuji-muji Engkau di antara segala bangsa, ya Tuhan! dan aku hendak bermazmur bagi-Mu di antara segala kaum. Karena besarlah kemurahan-Mu di atas segala langit dan kebenaran-Mu sampai di awan-awan yang di angkasa.

Maka aku akan memuji-muji Tuhan dengan lidahku amat rajin dan di antara orang banyak aku akan memuliakan Dia.

Haleluyah! bahwa aku akan memuji Tuhan dengan segenap hatiku dalam majelis bicara orang yang tulus hatinya. Maka besarlah segala perbuatan Tuhan; barangsiapa yang suka akan dia, ia itupun menyelidik dia. Maka perbuatan-Nya itu kebesaran dan kemuliaan, dan lagi kebenaran-Nya kekal selama-lamanya.

Maka telah disuruhkan-Nyalah tebusan bagi segala umat-Nya, dan dititahkan-Nya perjanjian-Nya bagi selama-lamanya, dan nama-Nyapun suci dan hebat adanya. Bahwa takut akan Tuhan itulah permulaan segala hikmat; barangsiapa yang menuntut dia ia itu berbudi dengan sebenarnya, maka kepujian-Nya kekal selama-lamanya.

Haleluyah! pujilah, hai kamu hamba Tuhan! pujilah kamu akan nama Tuhan. Segala puji bagi nama Tuhan dari sekarang sampai selama-lamanya. Maka dari pada terbit matahari sampai kepada masuknya biarlah nama Tuhan dipuji-puji.

Bahwa tinggilah Tuhan di atas segala bangsa, dan kemuliaan-Nyapun di atas segala langit. Siapa gerangan seperti Tuhan, Allah kami, yang bersemayam begitu tinggi? Yang menilik ke bawah dalam langit dan di atas bumi;

Bukannya kami, ya Tuhan! bukannya kami, melainkan nama-Mu jua permuliakanlah, oleh karena kemurahan-Mu dan kebenaran-Mu.

Melainkan kami ini memuji Tuhan dari pada sekarang sampai selama-lamanya. Haleluyah!

Bahwa kepada-Mu juga aku mempersembahkan persembahan puji-pujian sambil aku menyebut nama Tuhan. Maka aku akan menyampaikan kelak segala nazarku kepada Tuhan di hadapan segala umat-Nya. Di dalam halaman rumah Tuhan, di tengah-tengah-Mu, hai Yeruzalem. Haleluyah!

Pujilah akan Tuhan, hai segala orang kafir! Pujilah akan Dia, hai segala bangsa! Karena kebesaran kemurahan-Nya atas kami itu tiada perhinggaannya, dan kebenaran Tuhan itu kekal selama-lamanya. Haleluyah!

Baiklah sekarang dikatakan oleh segala orang yang takut akan Tuhan bahwa kemurahan-Nya kekal selama-lamanya.

Bahwa tangan kanan Tuhan itu amat tinggi adanya, dan tangan kanan Tuhanpun mengerjakan pekerjaan orang perkasa.

Bahwa aku memuji akan Dikau, sebab Engkau telah mendengar akan daku, dan Engkau telah menjadi bagiku akan selamat. Adapun batu yang telah dibuang oleh segala tukang itu, ia itu telah menjadi hulu penjuru adanya. Maka perkara itu telah jadi dari pada pihak Tuhan juga, dan ajaiblah ia itu kepada pemandangan kita. Maka inilah hari yang telah diadakan oleh Tuhan; marilah kita bersuka-sukaan dan tamasya padanya.

Maka Engkaulah Allahku, sebab itu aku hendak memuji akan Dikau. Ya Allahku! aku hendak membesarkan Dikau. Pujilah akan Tuhan, karena baiklah Ia, karena kemurahan-Nya kekal sampai selama-lamanya.

Bahwa aku akan memuji Engkau dengan segala tulus hatiku, apabila aku sudah belajar segala hukum kebenaran-Mu.

Tengah-tengah malam bangunlah aku akan memuji-muji segala hukum-Mu yang adil adanya.

Maka tujuh kali dalam sehari memujilah aku akan Dikau, karena sebab segala hukum kebenaran-Mu itu.

Maka puji itu berpancarlah dari pada lidahku dengan limpahnya, apabila Engkau mengajarkan daku segala syariat-Mu.

Maka sekarang kami hendak masuk ke dalam tempat kediaman-Nya dan kamipun hendak menyembah sujud pada telapakan kaki-Nya.

Maka sebab itu angkatlah tanganmu ke sebelah tempat yang suci itu serta pujilah kamu akan Tuhan.

Haleluyah! Pujilah akan nama Tuhan, pujilah, hai kamu, hamba Tuhan! Kamu yang berdiri dalam rumah Tuhan, pada halaman rumah Allah kami! Pujilah akan Tuhan, karena baiklah Tuhan, nyanyikanlah mazmur bagi nama-Nya, karena sedap manislah Ia.

Segala puji dari dalam Sion bagi Tuhan, yang duduk di Yeruzalem. -- Haleluyah!

Pujilah akan Allah, yang di atas segala dewata, karena kemurahan-Nya itu kekal selama-lamanya. Pujilah akan Tuhan, yang di atas segala tuan, karena kemurahan-Nya itu kekal selama-lamanya.

Pujilah akan Allah yang di sorga, karena kemurahan-Nya itu kekal selama-lamanya.

Mazmur Daud. -- Bahwa aku hendak memuji akan Dikau dengan segenap hatiku, dan di hadapan segala dewata aku hendak menyanyikan mazmur bagi-Mu. Maka sujudlah aku di hadapan maligai kesucian-Mu sambil memuji nama-Mu, karena sebab kemurahan-Mu dan kebenaran-Mu; karena lebih dari pada segala kepujian-Mu Engkau telah membesarkan firman-Mu. Pada masa aku berseru Engkau telah mendengar akan daku, dan Engkau telah mempertetapkan hatiku dengan kuat. Segala raja di bumi kelak memuji akan Dikau, ya Tuhan! apabila didengarnya akan bunyi firman-Mu. Dan mereka itu kelak menyanyi akan peri segala jalan Tuhan karena besarlah kemuliaan Tuhan.

Bahwa aku memuji akan Dikau, sebab aku telah terkarang dengan kemuliaan dan ajaib; sesungguhnya ajaiblah segala perbuatan-Mu, maka jiwaku mengetahuinya baik-baik.

Bahwa aku menadahkan tanganku kepada-Mu, maka jiwaku di hadapan-Mu seperti tanah yang ringkai. -- Selah.

Ya Allah! aku hendak menyanyikan bagi-Mu suatu nyanyian yang baharu; aku hendak bermazmur bagi-Mu dengan dandi dan permainan sepuluh tali.

Puji-pujian Daud. -- Ya Allahku! Ya Rajaku! aku hendak memuliakan Dikau dan memuji nama-Mu kekal sampai selama-lamanya. Pada tiap-tiap hari aku hendak memuliakan Dikau dan memuji nama-Mu, kekal sampai selama-lamanya. Bahwa besarlah Tuhan dan amat kepujian adanya, dan kebesaran-Nyapun tiada terkira-kira. Turun-temurun orang memuji-muji segala perbuatan-Mu serta memasyhurkan Mahakuasa-Mu. Bahwa aku akan menyebut kemuliaan kebesaran-Mu dan segala perbuatan-Mu yang ajaib. Patutlah tiap-tiap orang menyanyikan kepujian perbuatan-Mu yang hebat, dan akupun akan menyebut kebesaran-Mu selalu. Biarlah kepujian kemurahan-Mu yang amat limpah itu terpancarlah dari pada hati tiap-tiap orang; hendaklah masing-masing orang bersorak-sorak sebab adalat-Mu.

Segala perbuatan-Mu, ya Tuhan! memuji akan Dikau, tetapi segala kekasih-Mu itu mengucap syukur kepada-Mu. Mereka itupun menyanyi akan kemuliaan kerajaan-Mu serta disebutnya mahakuasa-Mu. Kepada segala anak Adam diberi-Nya tahu mahakuasa-Nya dan kepujian kemuliaan kerajaan-Nya! Bahwa kerajaan-Mu itulah kerajaan dari pada segala zaman, dan pemerintahan-Mu dari pada segala bangsa datang kepada segala bangsa.

Maka lidahku akan mengucap kepujian Tuhan dan segala kejadianpun akan memuji nama-Nya yang suci kekal sampai selama-lamanya.

Haleluyah! -- Hai jiwaku! pujilah akan Tuhan. Bahwa aku hendak memuji Tuhan seumur hidupku lamanya, serta menyanyikan mazmur bagi Allahku selagi aku ini ada.

Bahwa Tuhan memegang perintah selama-lamanya; Allahmu, hai Sion! adalah dari pada zaman datang kepada zaman. Haleluyah!

Pujilah akan Tuhan, karena baiklah dinyanyikan mazmur bagi Allah kita; bagaimana ia itu sedap dan pujinyapun merdu bunyinya.

Maka dibilang-Nya banyak segala bintang dan dipanggil-Nya akan nama tiap-tiapnya. Bahwa besarlah Tuhan kita dan banyaklah kuatnya, dan pada hikmat-Nyapun tiada barang bilangan. Maka Tuhanpun menetapkan segala orang yang lembut hatinya, tetapi direndahkan-Nya segala orang fasik sampai ke bumi. Nyanyikanlah kepujian Tuhan ganti-berganti dan bermazmurlah dengan kecapi bagi Allah kita.

Haleluyah! Pujilah akan Tuhan dari dalam segala langit; pujilah akan Dia dalam tempat yang tinggi-tinggi! Pujilah akan Dia, hai segala malaekat-Nya! Pujilah akan Dia, hai segala balatentara-Nya! Pujilah akan Dia, hai matahari dan bulan! Pujilah akan Dia, hai segala bintang yang bersinar! Pujilah akan Dia, hai langit yang di atas segala petala langit! dan kamupun, hai segala air yang di atas langit! Hendaklah mereka itu sekalian memuji nama Tuhan, karena atas firman-Nya maka sekaliannya itu telah dijadikan. Maka telah ditetapkan-Nya akan sekaliannya bagi kekal selama-lamanya dan diberi-Nyalah akan sekaliannya suatu aturan yang tiada dapat dilaluinya.

Pujilah akan Tuhan dari atas bumi, hai kamu, segala ikan paus, dan kamupun, hai segala lautan besar! Hai api dan hujan air beku dan salju dan uap, hai angin ribut, yang melakukan firman-Nya! Hai segala gunung dan bukit, segala pokok buah-buah dan segala pohon kayu araz! Segala margasatwa dan binatang yang jinak, segala binatang yang menyulur dan segala unggas yang bersayap! Hai segala raja di bumi dan segala bangsa, hai segala penghulu dan segala hakim yang di atas bumi! Segala orang teruna dan anak dara, orang tua dan muda sekaliannya. Hendaklah mereka itu memuji nama Tuhan, karena hanya nama Tuhan itu amat tinggi adanya, dan kemuliaan-Nya adalah di atas langit dan bumi.

Haleluyah! Nyanyikanlah bagi Tuhan suatu nyanyian baharu, kepujian-Nya dalam perhimpunan orang-orang saleh. Hendaklah Israel bersukacita akan Dia, yang telah menjadikan mereka itu, dan biarlah anak-anak Sion tamasya akan Rajanya. Hendaklah dipujinya nama-Nya dengan suling, dan dibunyi-bunyikannya mazmur bagi-Nya dengan rebana dan kecapi. Karena berkenanlah Tuhan akan umat-Nya, dan dihiasi-Nya segala orang yang lembut hatinya dengan selamat. Hendaklah segala kekasih-Nya berbangkit rawan hatinya dari karena kemuliaan itu, dan memuji-muji di atas petidurannya. Hendaklah takzim Allah dalam kerongkongannya dan pedang jembiah pada tangannya;

Haleluyah! Pujilah akan Allah dalam makdis-Nya; pujilah akan Dia dalam bentangan kemuliaan-Nya! Pujilah akan Dia karena sebab segala mahakuasa-Nya; pujilah akan Dia setuju dengan kebesaran ketinggian-Nya! Pujilah akan Dia dengan bunyi nafiri; pujilah akan Dia dengan dandi dan kecapi. Pujilah akan Dia dengan rebana dan bangsi, pujilah akan dia dengan rebab dan muri! Pujilah akan Dia dengan ceracak yang merdu bunyinya; pujilah akan Dia dengan ceracak yang berbunyi ramai-ramai. Segala yang hidup dan bernafaspun hendaklah memuji-muji Tuhan, haleluyah!

Bahwa takut akan Tuhan itulah permulaan hikmat dan pengetahuan orang suci itulah akal budi.

Siapa gerangan telah naik ke sorga atau telah turun dari sana? Siapakah telah menggenggam angin dengan tangannya? Siapakah telah membungkus air itu dengan sehelai kain? Siapakah telah menetapkan segala pihak bumi? Siapa gerangan namanya dan siapa gerangan nama anaknya? Katakanlah jikalau kiranya engkau mengetahuinya.

Hendaklah dikucupinya aku dengan kucup mulutnya, karena cumbuanmu itu terlebih sedap dari pada air anggur. Bau minyakmu itu harum, maka namamu seperti minyak bau-bauan yang tercurah, sebab itu segala anak darapun birahi akan dikau. Tariklah akan daku, maka kamipun akan mengikut engkau! Bahwa baginda sudah membawa aku masuk ke dalam maligai; maka kamipun akan bergemar dan bersukacita akan dikau dan memuji birahimu terlebih dari pada air anggur; segala orang yang tulus hatinya itu kasih akan dikau.

Siapa gerangan dia, yang datang naik dari padang belantara bagaikan tiang asap, terukup dengan mur dan kemenyan, dan bau segala jenis rempah yang indah-indah?

Bangunlah engkau, hai angin utara! marilah, hai angin selatan! bertiuplah kamu dalam tamanku, supaya semerbaklah bau harum segala rempah-rempahnya! Biarlah kiranya kekasihku datang ke tamannya dan makan dari pada buah-buahnya yang terutama.

Pergilah kamu masuk ke dalam bukit batu, sembunyikanlah dirimu dalam abu, dari karena hebat Tuhan dan dari karena kemuliaan kebesaran-Nya.

Maka pada hari itu orang akan masuk ke dalam gua-gua di gunung dan ke dalam lobang-lobang di tanah, dari karena hebat Tuhan dan dari karena kemuliaan kebesarannya, apabila Ia bangkit berdiri akan mengejutkan segala isi bumi.

sambil lari masuk ke dalam celah, celah bukit batu dan ke dalam gua-gua di gunung, dari karena hebat Tuhan dan dari karena kemuliaan kebesaran-Nya, apabila Ia bangkit berdiri akan mengejutkan segala isi bumi.

Pada masa itu akan dijadikan oleh Tuhan sebuah awan berasap pada siang dan suatu cahaya api bernyala-nyala pada malam atas tiap-tiap rumah di bukit Sion; bahkan, atas segala sesuatu yang mulia itu akan ada tudungan.

Demikianlah Tuhan serwa sekalian alam akan dipermuliakan oleh keputusan hukum-Nya, dan Allah, yang mahasuci itu, akan dikuduskan oleh keadilan.

Sebermula, maka pada tahun mangkat raja Uzia kelihatanlah kepadaku Tuhan bersemayam di atas arasy yang amat tinggi dan mulia, maka kaabahpun dipenuhi oleh punca pakaian-Nya. Maka kelilingnya adalah berdiri beberapa serafim, pada masing-masing adalah enam sayapnya; dengan dua sayap ditudungnyalah mukanya dan dengan dua sayap ditudungnyalah kakinya dan dengan dua sayap terbanglah ia. Maka berserulah seorang kepada seorang, katanya: Suci, suci, sucilah Tuhan serwa sekalian alam, maka segenap bumi penuhlah dengan kemuliaan-Nya! Maka bergoncanglah segala jenang ambang-ambang dari karena bunyi suara orang yang berseru itu dan segenap rumah itupun penuhlah dengan asap. Lalu kataku: Wai bagiku! binasalah aku kelak, karena aku ini seorang yang najis bibirku dan akupun duduk di antara suatu bangsa yang najis bibirnya, maka mataku sudah melihat Raja, yaitu Tuhan serwa sekalian alam.

Maka kebesaran pemerintahannya dan selamatnya akan tiada berkesudahan; maka takhta Daud serta kerajaannya akan ditetapkannya dan diteguhkannya dengan kebenaran dan keadilan dari pada sekarang sampai selama-lamanya! Maka gairah Tuhan serwa sekalian alam akan melakukan perkara itu. Bermula, maka telah disuruhkan Tuhan suatu firman akan hal Yakub, maka ia itu sudah jatuh di antara orang Israel.

Maka di atasnya akan berhenti Roh Tuhan, yaitu Roh hikmat dan akal, Roh bicara dan kuat, Roh pengetahuan dan takut akan Tuhan.

Maka pada hari itu juga kamu akan berkata demikian: Segala puji bagi Tuhan; sebutlah akan nama-Nya; masyhurkanlah Perbuatan-Nya di antara segala bangsa; wartakanlah bahwa nama-Nya amat mulia adanya. Nyanyikanlah mazmur bagi Tuhan; karena telah diperbuat-Nya perkara yang amat besar; hendaklah ia itu diketahui oleh segenap isi dunia. Bertempiklah dan bersoraklah, hai kamu yang duduk di atas bukit Sion, karena besarlah Yang Mahasuci orang Israel di tengah-tengah kamu!

Maka pada hari itu manusia akan berpaling kepada Yang sudah menjadikan dia, dan matanyapun akan melihat Yang Mahasuci orang Israel.

Maka mereka yang dari pihak laut itu akan menyaringkan suaranya dan menyanyi ramai-ramai dan bersorak-sorak dari karena kemuliaan Tuhan. Bahkan, permuliakanlah Tuhan jikalau di dalam gua-gua sekalipun dan pada segala tepi laut akan nama Tuhan, Allah orang Israel!

Ya Tuhan! Engkaulah Allahku, aku hendak mempermuliakan Dikau, aku hendak memuji-muji nama-Mu, karena Engkau sudah berbuat ajaib; segala bicara-Mu dari dahulu-dahulu itu nyatalah benar dan amat teguh. Karena negeri itu sudah Kaujadikan suatu kerobohan batu dan kota benteng itu Kaujadikan kerobohan, dan maligai orang keluaranpun suatu kerobohan, tiada dibangunkan pula akan dia sampai selama-lamanya! Maka sebab itu bangsa yang kuat itu mempermuliakan Dikau dan negeri bangsa-bangsa yang gagah itu takut akan Dikau!

Haraplah pada Tuhan sampai selama-lamanya, karena Tuhan Hua itulah bukit batu yang kekal.

Maka pada hari itu juga Tuhan serwa sekalian alam akan makota yang mulia dan karangan bunga yang indah-indah bagi segala umat-Nya;

Tetapi pada kamu akan ada puji-pujian seperti pada malam ditahbiskan masa raya, dan lagi kesukaan hati seperti orang berarak-arak dengan bunyi-bunyian hendak ke bukit Tuhan, ke bukit batu orang Israel. Pada masa itu diperdengarkan Tuhan kelak bunyi suara-Nya yang mahamulia dan diperlihatkan-Nya lengan-Nya yang turun dengan kehangatan murka, dengan nyala api yang makan habis, dengan taufan dan air bah dan hujan air beku.

Bahwa matamu akan memandang Raja dengan segala kemuliaannya dan dilihatnya kelak suatu tanah yang luas perhinggaannya.

Karena Tuhan juga Hakim kami, Tuhan juga Pemberi hukum kami, Tuhan juga Raja kami, Ia juga yang memeliharakan kami.

Maka segala orang tebusan Tuhan akan berjalan pergi datang ke Sion dengan bertempik sorak dan kesukaan yang kekal akan ada di atas kepalanya; mereka itu akan mendapat kesukaan dan keramaian, tetapi segala kedukaan dan pengeluh sudah terbang.

Bahwa Tuhan telah menjadi Penolongku, sebab itu kita hendak memetik kecapi pada segala hari umur hidup kita di dalam kaabah Tuhan.

Maka kemuliaan Tuhan akan dinyatakan dan segala manusia bersama-sama akan melihat bahwa mulut Tuhan juga yang sudah berfirman itu.

Bermula, siapa gerangan sudah menyukat segala air dengan genggamnya dan siapa gerangan sudah mengukur langit dengan jengkal tangannya? Siapa sudah menjangka segala lebu duli yang di atas bumi dan menimbang segala gunung dengan dacing dan segala bukit dengan neraca.

Tiadakah kamu tahu? Tiadakah kamu dengar? Tiadakah dimaklumkan kepadamu dari pada mula asal? Tiadakah kamu ingat akan segala alas bumi? Bahwa Ia juga yang bersemayam di atas bulat bumi dan segala orang isinya seperti belalang jua adanya; bahwa Ia juga yang membentangkan segala langit seperti sehelai kain, dihamparkan-Nya seperti kemah tempat kedudukan! Ia juga yang meniadakan segala penghulu, dan segala hakim di atas bumi dijadikan-Nya sia-sialah adanya.

Hendaklah matamu menengadah ke atas serta melihat: Siapakah Dia yang sudah menjadikan semesta sekalian itu? Siapakah Dia yang menghadirkan tentara-Nya dengan bilangan-Nya? Yang memanggil sekaliannya itu dengan nama-namanya? dari kebesaran kuasa-Nya dan sangat kuatnya maka satu juapun tiada kurang.

Tiadakah engkau mengetahuinya? Belumkah engkau mendengarnya, bahwa Tuhan itulah Allah yang kekal, Khalik segala ujung bumi, yang tiada tahu penat atau lemah, dan lagi tiada terduga hikmat-Nya.

Bahwa engkau akan menampi dia, lalu dia itu diangkat angin dan diterbangkan angin ribut; tetapi engkau akan bersukacita akan Tuhan dan bermegah-megah sebab Yang Mahasuci orang Israel.

Bahwa Aku ini Hua, ia itulah nama-Ku! kehormatan-Ku tiada Kuberikan kepada yang lain, atau kepujian-Ku kepada berhala. Bahwasanya perkara yang dahulu itu sudah datang, maka sekarang Aku memberitahu perkara yang baharu; dahulu dari pada bertumbuh pucuknya Aku memperdengarkan dia kepadamu. Nyanyikanlah bagi Tuhan suatu nyanyian yang baharu dan kepujiannya dari pada ujung bumi, hai kamu yang berlayar di laut dan segala yang di dalamnya, hai pulau-pulau dan segala orang isinya! Hendaklah padang belantara dan segala negerinyapun menyaringkan suaranya, demikianpun segala dusun yang dikeduduki orang Kedar; hendaklah segala orang yang duduk di bukit batu itu bertempik sorak dan berseru-seru dari atas kemuncak gunung! Hendaklah diberinya hormat kepada Tuhan dan dimasyhurkannya kepujiannya pada segala pulau.

Tiap-tiap orang yang tersebut dengan nama-Ku, yang sudah Kujadikan akan hormat-Ku, yang sudah Kurupakan dan yang sudah Kulengkap.

Bahwa kamulah saksi-Ku, demikianlah firman Tuhan, dan hamba-Ku yang telah Kupilih, supaya kamu mengetahuinya dan percaya akan Daku serta mengerti, bahwa Aku inilah Dia! Dahulu dari padaku tiada ilah diadakan dan kemudian dari pada-Kupun tiada akan ada yang lain! Bahwa Aku ini, bahkan, Akulah Tuhan, lain dari pada-Ku tiadalah Juruselamat.

Bahwa Aku ini Tuhan, Yang Mahasuci kamu, Khalik orang Israel dan Raja kamu.

Adapun bangsa yang sudah Kurupakan bagi diri-Ku, ia itu patut memasyhurkan kepujian-Ku.

Demikian inilah firman Tuhan, Raja orang Israel dan Penebusnya, yaitu Tuhan serwa sekalian alam: Aku ini yang pertama dan Aku ini yang terkemudian, kecuali Aku tiadalah ilah adanya.

Hai segala langit! hendaklah kamu memuji ramai-ramai, karena Tuhan juga yang sudah membuatnya; hai bumi yang di bawah! hendaklah engkau bersorak-sorak! hai segala gunung dan hutan dan segala pohon kayu yang didalamnya! hendaklah gempita bunyi suaramu! karena Tuhan sudah menebus Yakub dan sudah menaruh kemuliaan-Nya di dalam Israel.

Bahwa Akulah Tuhan dan tiada lain lagi; kecuali Aku tiadalah yang ilah adanya, maka Aku sudah mengikatkan pinggangmu, meskipun engkau tiada mengetahui akan Daku. Supaya dari pada masyrik sampai kepada magrib diketahui orang, bahwa kecuali Aku tiada ilah lagi, bahwa Akulah Tuhan dan tiadalah lain, yang mengadakan terang dan menjadikan gelap, yang mengadakan selamat dan menjadikan jahat, bahwa Aku ini Tuhan, yang membuat segala perkara ini.

Karena demikianlah firman Tuhan, yang telah menjadikan segala langit, yaitu Allah yang sudah merupakan bumi dan yang menjadikan dia; ditetapkannya dan dijadikannya akan dia, bukan supaya ia itu tinggal sunyi senyap, melainkan dirupakannya akan diduduki. Bahwa Akulah Tuhan dan tiadalah yang lain.

Berpalinglah dirimu kepada-Ku, supaya terpeliharalah kamu, hai segala ujung bumi! Karena Akulah Allah, tiadalah lain lagi. Bahwa sudah Aku bersumpah demi diri-Ku, dari pada mulut-Ku sudah keluar barang yang benar, sepatah katapun tiada akan Kumungkir, yaitu; segala lutut akan sujud kepada-Ku dan segala lidahpun akan bersumpah demi Aku!

Ingatlah akan segala perkara yang dahulu dari pada awal zaman, bahwa Aku ini Allah; tiada lagi Allah yang lain atau sesuatu yang setara dengan Aku. Yang dari pada mulanya memberitahu barang yang datang kemudian, dan dari pada awal zaman barang yang belum jadi, serta firman-Ku: Bahwa takdir-Ku akan jadi dan Akupun akan berbuat segala kehendak-Ku.

Adapun nama Penebus kami, ia itu Tuhan serwa sekalian alam. Yang Mahasuci orang Israel!

Dengarlah olehmu akan Daku, hai Yakub, hai Israel, yang telah Kupanggil! Hanya Aku ini yang ada, Aku yang pertama, Akupun yang terkemudian. Lagipun tangan-Ku sudah mengalaskan bumi dan tangan kanan-Ku sudah membentangkan segala langit, tatkala Kupanggil akan dia semuanyapun hadirlah.

Demikian inilah firman Tuhan, Penebus orang Israel, Yang Mahasucinya, kepada dia, yang dicelakan oleh segala orang dan yang dihinakan oleh bangsa itu dan yang hamba kepada segala pemerintah: Bahwa raja-raja akan melihat dia lalu bangkit berdiri, dan penghulu-penghulupun akan tunduk, yaitu karena sebab Tuhan yang setiawan dan karena sebab Yang Mahasuci Israel, yang sudah memilih engkau.

Bertempik soraklah, hai segala langit; hendaklah engkau tamasya, hai bumi! biarlah segala gunung bersorak dengan nyaring suaranya, karena Tuhan juga yang menghiburkan segala umat-Nya dan dikasihani-Nya akan segala hamba-Nya yang teraniaya.

Adalah bunyi suara pengawalmu; mereka itu mengangkat suaranya dan bersorak bersama-sama, karena mata dengan mata mereka itu melihat Tuhan kembali kepada Sion. Bertempiklah, bersoraklah bersama-sama, hai segala jajahan Yeruzalem, yang sudah rusak, karena Tuhan sudah menghiburkan umat-Nya dan sudah menebus Yeruzalem.

Karena Khalikmu itulah suamimu, Tuhan serwa sekalian alam itulah nama-Nya, dan Yang Mahasuci orang Israel itulah Penebusmu; maka disebut akan Dia kelak Allah semesta alam sekalian.

Karena dengan kesukaan kamu akan keluar dan dengan selamat juga kamu akan dipimpin; bahwa segala gunung dan bukit akan bertempik sorak dan menyanyi ramai-ramai di hadapan kamu dan segala pohon kayu di padangpun akan bertepuk-tepuk tangan.

Karena demikianlah firman Yang Mahatinggi dan Yang Mahamulia, yang mengediami tempat yang kekal, dan sucilah nama-Nya: Sungguhpun Aku mengediami tempat yang tinggi dan suci, tetapi Aku diam juga serta dengan orang yang hancur dan rendah hatinya, supaya Aku menghidupkan hati orang yang rendah dan supaya Aku menghidupkan hati orang yang hancur.

Bahwa matahari tiada lagi akan terang bagimu pada siang hari dan cahaya bulanpun tiada bersinar lagi kepadamu, melainkan Tuhan juga bagimu akan terang yang kekal dan Allahmupun akan kemuliaanmu. Bahwa mataharimu tiada akan masuk lagi dan bulanmupun tiada akan temaram, karena Tuhan juga bagimu akan terang yang kekal dan segala hari kedukaanmu itu adalah keputusannya. Adapun bangsamu, sekalian mereka itu akan orang saleh adanya, dan mereka itu akan mempunyai bumi akan pusaka sampai selama-lamanya; mereka itu menjadi suatu pucuk yang telah Kutanam sendiri, suatu perbuatan tangan-Ku, supaya Aku dipermuliakan!

Dan akan mengangkat segala orang Sion yang berdukacita, dan akan memberikan mereka itu perhiasan akan ganti abu dan minyak kesukaan akan ganti kedukaan dan pakaian indah-indah akan ganti hati yang picik; supaya mereka itu disebut pohon beraksa kebenaran, suatu tanaman Tuhan, sipaya Iapun dipermuliakan.

Yang sudah memimpin tangan kanan Musa dengan tangan kemuliaan-Nya, dan yang sudah membelahkan air di hadapan mereka itu, sehingga diadakan-Nya bagi diri-Nya suatu nama yang kekal.

Bahwa Engkau juga Bapa kami, karena Ibrahim tiada mengetahui akan kami, dan Israelpun tiada mengenal kami; maka Engkau, ya Tuhan! Bapa kami dan Penebus kami, demikianlah nama-Mu dari pada awal jaman.

Maka sekarangpun, ya Tuhan! Engkau juga Bapa kami; bahwa kami ini tanah liat dan Engkaulah penjunan kami; maka kami sekalianpun perbuatan tangan-Mu.

Maka firman Tuhan demikian: Bahwa langit itulah arasyku dan bumipun alas kaki-Ku; apa macam rumah hendak kamu perbuatkan Daku? atau tempat manakah akan perhentianku?

Karena seperti langit yang baharu dan bumi yang baharu, yang akan Kujadikan itu, kekal di hadapan hadirat-Ku, demikianpun benihmu dan namamu akan kekal, demikianlah firman Tuhan. Maka akan jadi bahwa dari pada segala bulan sampai kepada sehari bulan dan dari pada sabat sampai kepada sabat segala manusia akan datang menyembah sujud di hadapan hadirat-Ku, demikianlah firman Tuhan.

Firman Tuhan: Tiadakah kamu hendak takut akan Daku; tiadakah kamu hendak gemetar di hadapan hadirat-Ku? yang sudah menjadikan pasir itu akan perhinggaan laut, akan tepinya yang kekal, yang tiada boleh dilaluinya; jikalau ombak-ombaknya bergelora sekalipun, maka kuasanya juga tiada sampai ke sana, jikalau ia bergemuruh sekalipun tiada juga ia akan meliputi dia.

Tetapi Tuhan itulah Allah yang benar, Ialah Allah yang hidup dan Raja pada selama-lamanya! Oleh kehangatan murka-Nya bergempalah bumi dan barang suatu bangsapun tiada dapat menderita murka-Nya.

Nyanyilah kamu bagi Tuhan! pujilah Tuhan! karena dilepaskan-Nya jiwa orang miskin dari pada tangan orang jahat.

Dapatkah barang seorang menyembunyikan dirinya pada tempat yang samar, sehingga tiada Aku melihat dia? demikianlah firman Tuhan. Bukankah Aku ini adalah memenuhi langit dan bumi? demikianlah firman Tuhan.

Bukankah firman-Ku juga seperti api? demikianlah firman Tuhan, dan seperti godam yang menghancurluluhkan batu besi?

Maka kamu akan mencahari dan mendapat Aku, apabila kamu bertanya akan Daku dengan segenap hatimu.

Ya Tuhan Hua! bahwasanya Engkau juga sudah menjadikan langit dan bumi oleh mahakuasa-Mu dan oleh lengan-Mu yang terkedang, sesuatupun tiada yang mustahil kepada-Mu. Engkau yang berbuat kebajikan kepada orang beribu-ribu, dan membalas kejahatan bapa-bapa ke dalam ribaan anak-anaknya kemudian dari padanya; ya Allah, yang Mahabesar dan Mahakuasa, Tuhan semesta alam sekalian itulah nama-Mu!

Bahwa sesungguhnya Akulah Tuhan, Allah segala manusia; masakan ada perkara yang mustahil kepada-Ku!

bunyi kesukaan dan bunyi keramaian, bunyi mempelai dan bunyi penganten, bunyi segala orang yang berkata demikian Pujilah olehmu akan Tuhan serwa sekalian alam, karena baiklah Tuhan dan kemurahan-Nyapun kekal selama-lamanya! dan lagi bunyi orang yang membawa persembahan puji-pujian ke dalam rumah Tuhan, karena Aku akan mengangkat pula segala orang tawanan negeri ini seperti pada mulanya, demikian firman Tuhan.

Bangunlah, tangislah sepanjang malam mulai dari pada waktu jaga yang pertama! Curahkanlah hatimu seperti air di hadapan hadirat Tuhan; tadahkanlah tanganmu kepadanya, pohonkanlah akan jiwa anak-anakmu yang terhantar dengan pingsan pada siku segala lorong-lorong sebab lapar!

Baiklah kita menadahkan tangan dan hatipun kepada Allah yang di dalam sorga!

Ya Tuhan! Engkau bersemayamlah sampai selama-lamanya; arasy-Mu itu kekal turun-temurun!

Maka apabila mereka itu berjalan kudengar bunyi sayapnya seperti bunyi air banyak menderu, seperti bunyi guruh Yang Mahakuasa, seperti bunyi petir dan seperti bunyi suatu tentara! Maka pada mereka itu berhenti dijuntaikannya sayapnya. Apabila berbunyilah guruh dalam bentangan langit yang di atas kepalanya, maka berhentilah ia dan dijuntaikannya sayapnya. Maka di atas bentangan langit yang di atas kepalanya itu adalah seperti rupa arasy, rupanya seperti permata nilam dan di atas rupa arasy itu adalah seperti rupa manusia bersemayam di atasnya. Maka kulihat satu seperti tembaga gemerlapan dengan rupa api di dalamnya, maka keliling pinggangnya lalu ke atas dan dari pada pinggangnya lalu ke bawah kulihat seperti api belaka, dan kelilingnya adalah cahaya yang amat mulia. Seperti rupa pelangi di dalam awan-awan pada masa hujan begitulah rupa cahaya yang mulia itu berkeliling. Demikianlah rupa kemuliaan Tuhan. Demi kulihat itu maka sujudlah aku dengan mukaku di tanah, lalu kudengar suatu bunyi suara yang berkata.

Maka oleh Roh diangkat akan daku, lalu kudengar dari belakangku suatu suara yang amat gempita, bunyinya: Segala puji bagi kemuliaan Tuhan dari dalam tempatnya!

Maka bangkitlah aku lalu pergi ke lembah itu, heran, maka kemuliaan Tuhan adalah berdiri di sana, sama seperti kemuliaan yang telah kulihat di tepi sungai Khaibar; maka sujudlah aku dengan mukaku ke tanah.

Maka sesungguhnya adalah di sana kemuliaan Allah orang Israel, serupa dengan lembaga yang kelihatan kepadaku di lembah itu.

Lalu naiklah kemuliaan Tuhan dari atas kerubiun itu di atas ambang rumah itu, maka rumah itupun dipenuhi dengan sebuah awan dan pelataran itupun penuhlah dengan cahaya kemuliaan Tuhan. Maka kedengaranlah bunyi sayap kerubiun itu sampai ke serambi yang di luar sekali, bagaikan bunyi suara Allah yang Mahakuasa apabila Ia berfirman.

Maka keluarlah kemuliaan Tuhan dari atas ambang rumah itu, lalu berhenti di atas kerubiun itu; maka kerubiun itu mengembangkan sayapnya lalu naik dari atas bumi; kulihat dengan mataku sendiri mereka itu pergi dan segala jentera itupun sertanya; maka kemuliaan Allah orang Israel di atasnya itu adalah berdiri pada tudung pintu timur rumah Tuhan.

Maka pada masa itu dikembangkan segala kerubiun sayap-sayapnya dan segala jenterapun sertanya dan kemuliaan Allah orang Israelpun adalah padanya di atas. Maka naiklah kemuliaan Tuhan dari atas tengah-tengah negeri, lalu berhenti di atas gunung yang pada sebelah timur negeri itu.

Dan Aku akan mempermuliakan diri-Ku dan menguduskan diri-Ku dan menyatakan diri-Ku kepada mata segala bangsa kafir, dan akan diketahuinya bahwa Aku ini Tuhan!

Maka sesungguhnya datanglah kemuliaan Allah orang Israel dari sebelah timur, dan bunyinya adalah seperti air banyak menderu dan seluruh jajahan itu diterangkan oleh kemuliaan-Nya. Maka khayal ini serupa juga dengan khayal yang kulihat dahulu, yaitu dengan khayal yang telah kulihat pada masa aku sampai kepada kebinasaan negeri itu; khayal itu serupa dengan khayal yang telah kulihat pada tepi sungai Khaibar. Maka sujudlah aku dengan mukaku sampai ke bumi. Maka kemuliaan Tuhanpun masuklah ke dalam rumah dari pada jalan pintu yang arah ke timur. Maka oleh Roh diangkat akan daku, dibawa-Nya akan daku ke serambi yang di dalam, heran, maka rumah itupun penuhlah dengan kemuliaan Tuhan! Maka kudengar Tuhan berfirman kepadaku dari dalam rumah, sementara orang itu ada berdiri pada sisiku. Maka firman-Nya kepadaku: Hai anak Adam! inilah tempat arasy-Ku dan tempat tapak kaki-Ku, tempat kedudukan-Ku di tengah-tengah bani Israel sampai selama-lamanya; karena tiada lagi bangsa Israel akan menghinakan nama-Ku yang mahasuci, mereka itu tiada dan raja-rajanyapun tiada, dengan zinahnya atau dengan mayat raja-rajanya atau dengan tulang-tulang orang matinya.

Hata, maka dibawanya akan daku dari pada jalan pintu utara ke hadapan rumah, lalu kulihat bahwa sesungguhnya kemuliaan Tuhan memenuhi rumah Tuhan; lalu sujudlah aku dengan mukaku ke bumi.

Hata maka rahasia itu dinyatakan kepada Daniel dalam khayal pada malam, lalu dipuji-puji Daniel akan Allah yang di sorga! Maka jawab Daniel, katanya: Segala puji bagi nama Allah dari selama-lamanya sampai selama-lamanya, karena Ia juga yang empunya segala hikmat dan segala kuasa. Ia mengubahkan segala masa dan hal, Ia juga yang memecatkan raja dan Iapun mengangkat akan raja, Ia juga yang memberi hikmat kepada orang alim dan pengetahuan kepada orang yang berakal. Ia juga yang menyatakan perkara yang dalam-dalam dan yang tersembunyi, Ia juga amat mengetahui barang yang di dalam gelap dan serta-Nyapun adalah duduk terang. Kepada-Mu, ya Allah nenek moyangku! aku memuji-muji dan mengucap syukur! sebab Engkau sudah mengaruniakan kepadaku hikmat dan kuasa, dan Engkaupun sudah memberitahu aku barang yang telah kami pinta dari pada-Mu itu; sebab Engkau sudah menyatakan kepada kami hal raja itu!

Maka pada zaman raja-raja itu oleh Allah yang di sorga akan diadakan sebuah kerajaan yang pada selama-lamanya tiada dapat dibinasakan, maka kerajaan itu tiada akan diserahkan kepada salah suatu bangsa yang lain, dan ia itupun akan menghancurkan dan meniadakan segala kerajaan itu, tetapi ia sendiri akan kekal sampai selama-lamanya.

Tetapi pada kesudahan segala hari itu menengadahlah aku ini, Nebukadnezar, dengan mataku ke langit, lalu akalku balik pula ke dalam aku dan akupun memujilah Allah taala, dan akupun membesarkanlah dan memuliakanlah Tuhan yang hidup selama-lamanya, yang punya kerajaan suatu kerajaan yang kekal adanya dan Iapun yang dipertuhan atas sekaliannya turun-temurun.

Maka sebab itu aku ini, Nebukadnezar, membesarkan dan memuliakan Raja yang di sorga itu, karena segala perbuatan-Nya itu kebenaran dan segala jalan-Nyapun adalat adanya, dan Iapun dapat merendahkan barangsiapa yang berjalan dengan jemawanya.

Maka dalam antara kulihat ini, adalah tertaruh beberapa arasy dan Yang tiada berkesudahan harinya itu bersemayamlah, maka pakaian-Nya putih seperti salju dan rambut kepala-Nya seperti bulu kambing domba yang amat peresih, dan arasy-Nya bunga-bunga api dan jenteranyapun api bernyala-nyala. Maka suatu sungai api mengalirlah dan berpecah-pecahlah di hadapan-Nya, dan beribu-ribu berkhidmat kepada-Nya dan berlaksa-laksa menghadap hadirat-Nya; maka majelis hukumpun lalu duduklah dan segala suratpun dibukakanlah.

Maka kulihat dalam khayal pada malam bahwasanya adalah Satu yang seperti anak manusia, datang dengan awan-awan yang di langit, lalu ia datang kepada Yang tiada berkesudahan harinya, dan iapun dihampirkan kepada hadirat-Nya. Maka dikaruniakan kepadanya pemerintahan dan kemuliaan dan kerajaan itu, maka segala bangsa dan kaum dan orang yang berbagai-bagai bahasanyapun berkhidmat kepadanya; maka pemerintahannya kekal dan kerajaannyapun tiada terbinasakan.

Kemudian dari pada itu segala kesucian Allah taala akan menerima kerajaan dan mempunyai kerajaan itu kekal sampai selama-lamanya, bahkan, sampai selama-lamanya.

Pada masa itu kerajaan dan pemerintahan dan kuasa segala kerajaan yang di bawah segala langit itu akan dikaruniakan kepada segala umat kesucian Yang Mahatinggi, maka kerajaannya itu akan suatu kerajaan yang kekal dan segala pertuanan akan berkhidmat kepadanya dan menurut hukumnya!

Maka olehnya juga akan ada selamat! Apabila Asyur hendak masuk ke dalam negeri kita dan memijak-mijak segala maligai kita, maka kita akan menyuruhkan tujuh orang gembala dan delapan hulubalang dari antara orang kebanyakan akan melawan dia.

Bahwa segala gunung bergeraklah di hadapannya dan segala bukitpun goncanglah, dan gempalah bumi di hadapan hadirat-Nya, yaitu dunia dengan segala orang yang duduk dalamnya.

Karena bumi itu akan dipenuhi dengan pengetahuan akan kemuliaan Tuhan seperti air menudungi tubir laut.

Bahwa Allah datang dari Teman dan Yang Mahasuci dari pegunungan Paran. -- Selah! -- Maka kemuliaan-Nya menudungilah segala langit dan bumipun adalah penuh dengan pujinya. Maka tangan-Nya memancarkan sinar, suatu cahaya seperti cahaya matahari, maka ia itulah selimut kemuliaan-Nya!

Serta terlihat segala gunung akan Dikau, maka dirasainya sakit dari takut, air bahpun sudah meliputi; tubirpun sudah menyaringkan suaranya dan mengangkat tebing-tebingnya ke atas.

Karena demikianlah firman Tuhan serwa sekalian alam: Sekali lagi, seketika juga adanya, maka Aku akan menggentarkan segala langit dan bumi dan laut dan darat.

Dan Aku jagi baginya akan pagar api berkeliling, demikianlah firman Tuhan, dan di tengah-tengahnya Aku jadi akan kemuliaan.

Lalu sahutlah ia, katanya kepadaku: Inilah firman Tuhan kepada Zerubbabil, bunyinya: Bukannya oleh kuat dan bukannya oleh gagah, melainkan oleh Roh-Ku juga ia itu akan jadi, demikianlah firman Tuhan serwa sekalian alam.

Bahkan, Iapun akan membangunkan kaabah Tuhan dan berpakaikan perhiasan dan bersemayam di atas takhta-Nya dan memegang perintah, dan Iapun akan jadi Imam di atas takhta-Nya, dan bicara selamat akan ada di antara keduanya itu.

Bersukacitalah engkau, hai puteri Sion! Bersorak-soraklah, hai puteri Yeruzalem! Bahwa sesungguhnya Rajamu datang kepadamu dengan adil, dan ialah penolong selamat, hatinyapun lembut dan ia mengendarai seekor keledai, seekor anak keledai betina.

Maka pada hari itu kakinya akan berjejak pada Bukit Zaitun, yang pada sebelah timur Yeruzalem, dan Bukit Zaitun itu akan terbelah dua ke timur dan ke barat, sehingga jadi lembah yang amat besar; maka setengah bukit itu akan lalu ke utara dan setengahnya ke selatan.

Maka Tuhan akan Raja atas seluruh bumi; dan pada hari itu Tuhan akan esa, dan nama-Nyapun esa!

Tetapi hendaklah segala orang yang berbakti kepada Tuhan itu berkata seorang kepada seorang: Bahwa sesungguhnya Tuhan juga mengamat-amati dan mendengarnya dan di hadapan hadirat-Nya adalah sebuah kitab peringatan tersurat bagi segala orang yang takut akan Tuhan dan yang mengindahkan nama-Nya!

Sesungguhnya anak dara itu akan mengandung dan beranakkan seorang anak laki-laki, dan disebut orang namanya: Immanuel, yang diterjemahkan artinya, Allah beserta kita.

katanya, "Di manakah raja orang Yahudi yang baharu lahir itu? Karena kami sudah melihat bintangnya di sebelah timur, maka kami datang hendak menyembah Dia."

Maka masuklah mereka itu ke dalam rumah itu, lalu dilihatnya kanak-kanak itu dengan Maryam, ibunya; maka sujudlah mereka itu menyembah Dia, dibukakannya segala tempat peremasannya, serta dipersembahkannya beberapa persembahan, yaitu: emas dan kemenyan dan mur.

Setelah Yesus dibaptiskan, naiklah Ia dari dalam air itu dengan segera, maka terbukalah langit, lalu dilihat-Nya Roh Allah turun seperti seekor burung merpati datang ke atas-Nya. Maka suatu suara dari langit mengatakan, "Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nya pun Aku berkenan."

Demikian juga hendaklah terangmu bercahaya-cahaya di hadapan segala orang, supaya dilihatnya kebajikanmu, lalu dipermuliakannya Bapamu yang di surga."

Sebab itu, hendaklah kamu berdoa demikian: Ya Bapa kami yang di surga, dipermuliakanlah kiranya nama-Mu. Datanglah kerajaan-Mu. Jadilah kehendak-Mu, seperti di surga, demikian juga di atas bumi.

Dan janganlah membawa kami kepada pencobaan, melainkan lepaskanlah kami daripada yang jahat. Karena Engkaulah yang empunya kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya.

Maka heranlah sekalian orang, katanya, "Siapakah gerangan orang ini, sehingga angin dan laut pun menurut perintah-Nya?"

Tetapi Aku berkata kepadamu: Bahwa adalah di sini seorang yang lebih besar daripada Rumah Allah itu.

Maka segala orang yang di dalam perahu itu pun datanglah sujud menyembah Yesus sambil katanya, "Sesungguhnya Tuhanlah Anak Allah."

sehingga orang banyak itu heran, melihat orang kelu berkata-kata, dan orang kudung sembuh, dan orang timpang berjalan betul, dan orang buta melihat; lalu dipermuliakannya Tuhan orang Israel.

Karena Anak manusia akan datang dengan kemuliaan Bapa-Nya beserta dengan segala malaekat-Nya; pada masa itu Ia akan membalas kepada tiap-tiap orang menurut perbuatannya.

Maka berubahlah rupa-Nya di hadapan mereka itu, serta bersinarlah muka-Nya seperti matahari, dan pakaian-Nya menjadi putih seperti terang siang adanya.

Maka sementara ia lagi berkata-kata, sekonyong-konyong adalah sebuah awan yang bercahaya menaungi mereka itu; lalu kedengaranlah suatu suara dari dalam awan itu mengatakan, "Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nya pun Aku berkenan; dengarlah olehmu akan Dia." Apabila didengar oleh murid-murid akan suara itu, maka jatuhlah mereka itu tersungkur, dengan sangat ketakutan.

Maka sambil memandang mereka itu berkatalah Ia, "Kepada manusia perkara ini mustahil, tetapi kepada Allah tiada ada perkara yang mustahil."

Maka kata Yesus kepada mereka itu, "Sesungguhnya Aku berkata kepadamu, bahwa pada masa kejadian alam yang baharu, apabila Anak manusia kelak duduk di atas takhta kemuliaan-Nya, maka kamu ini pun, yang sudah mengikut Aku, akan duduk juga di atas dua belas takhta serta menghakimkan dua belas suku bangsa bani Israel.

Katakanlah kepada puteri Sion: Tengok Rajamu datang kepadamu, dengan rendah hati-Nya mengendarai seekor keledai, yaitu seekor keledai muda, anak daripada binatang yang menanggung kuk.

Maka orang banyak yang berjalan di hadapan dan yang mengikut itu pun bersorak-soraklah, katanya, "Hosanna bagi Anak Daud, mubaraklah Ia yang datang dengan nama Tuhan, Hosanna di tempat yang Mahatinggi."

Tetapi apabila kepala-kepala imam dan ahli Taurat melihat segala perbuatan-Nya yang ajaib itu, dan sekalian budak yang bersorak-sorak di dalam Bait Allah dengan kata, "Hosanna bagi Anak Daud," maka marahlah mereka itu, serta berkata kepada Yesus, "Adakah Engkau dengar apa kata budak-budak ini?" Maka kata Yesus kepada mereka itu, "Bahkan, tetapi belum pernahkah kamu membaca: Bahwa dari mulut kanak-kanak dan budak-budak yang menyusu pun Tuhan sudah menyempurnakan puji-pujian?"

Maka kata Yesus kepadanya, "Hendaklah engkau mengasihi Allah Tuhanmu dengan sebulat-bulat hatimu, dan dengan segenap jiwamu, dan dengan sepenuh akal budimu. Inilah hukum yang besar dan yang terutama.

Setelah itu kelak kelihatan tanda Anak manusia di langit; maka segala bangsa manusia yang di bumi akan meratap, lalu mereka itu akan memandang Anak manusia datang di atas awan dari langit, dengan kuasa dan kemuliaan yang besar. Maka Ia pun akan menyuruhkan malaekat-Nya meniup sangkakala yang besar bunyinya, dan akan menghimpunkan sekalian orang-Nya yang terpilih daripada keempat penjuru alam, yaitu dari tepi langit sampai ke tepinya yang lain.

"Apabila Anak manusia datang kelak dengan kemuliaan-Nya, dan segala malaekat-Nya pun serta-Nya, lalu Ia akan duduk di atas takhta kemuliaan-Nya; maka sekalian bangsa manusia pun akan dihimpunkan di hadapan-Nya, dan Ia akan mengasingkan mereka itu seorang daripada seorang, sama seperti gembala mengasingkan domba daripada kambing.

Setelah sudah mereka itu menyanyikan puji-pujian, keluarlah mereka itu menuju ke Bukit Zaitun.

Maka kata Yesus kepadanya, "Seperti kata Tuan. Tetapi Aku berkata kepadamu, daripada sekarang ini kamu akan nampak Anak manusia duduk di sebelah kanan Kodrat, serta datang di atas awan dari langit."

Maka berdirilah Yesus di hadapan pemerintah, lalu bertanyalah pemerintah kepada-Nya, serta berkata, "Engkau inikah Raja orang Yahudi?" Maka kata Yesus, "Seperti kata Tuan."

Maka di sebelah atas kepala-Nya dilekatkannya tulisan tuduhan ke atas Dia, tertulis, "Inilah Yesus, Raja orang Yahudi."

Maka tiba-tiba Yesus pun bertemulah dengan mereka itu, serta kata-Nya, "Sejahteralah kamu!" Maka datanglah perempuan itu memeluk kaki-Nya, serta menyembah Dia.

Apabila dilihatnya Yesus, lalu mereka itu sujud menyembah Dia; tetapi ada juga orang yang menaruh syak. Maka Yesus menghampiri mereka itu, lalu bertutur kepada mereka itu, sabda-Nya, "Bahwa segala kuasa dikaruniakan kepada-Ku. Baik di surga baik di atas bumi ini.

Maka takutlah mereka itu sangat-sangat, lalu berkata seorang kepada seorang, "Siapakah gerangan orang ini, sehingga angin dan tasik pun menurut perintah-Nya?"

Sebab itu barangsiapa yang malu mengaku Aku dan perkataan-Ku di antara bangsa yang berzinah dan berdosa ini, maka Anak manusia itu pun kelak malulah mengaku dia, apabila Ia datang dengan kemuliaan Bapa-Nya beserta dengan segala malaekat-Nya yang kudus."

Maka adalah sebuah awan menaungi mereka itu, lalu kedengaranlah suatu suara dari dalam awan itu mengatakan, "Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, dengarlah akan Dia."

Lalu Yesus memandang mereka itu serta kata-Nya, "Kepada manusia perkara itu mustahil, tetapi bukannya kepada Allah; karena kepada Allah segala sesuatu ada di dalam kuasa-Nya."

Maka orang yang berjalan di hadapan dan yang mengikut itu pun bersorak-soraklah, katanya, "Hosanna, mubaraklah Ia yang datang dengan nama Tuhan. Mubaraklah kerajaan nenek moyang kita Daud yang datang ini: Hosanna di tempat Yang Mahatinggi!"

Maka jawab Yesus kepadanya, "Hukum yang terutama inilah: Dengarlah olehmu, hai Israel, adapun Allah Tuhan kita, Ialah Tuhan yang Esa; maka hendaklah engkau mengasihi Allah Tuhanmu dengan sebulat-bulat hatimu, dan dengan segenap jiwamu, dan dengan sepenuh akal-budimu, dan dengan segala kuatmu.

Lalu mereka itu kelak tampak Anak manusia datang di dalam awan dengan kuasa yang besar dan dengan kemuliaan.

Sesungguhnya langit dan bumi akan lenyap, tetapi perkataan-Ku kekal.

Setelah sudah mereka itu menyanyikan puji-pujian, keluarlah semuanya menuju ke Bukit Zaitun.

Maka jawab Yesus, "Akulah Dia; maka kamu akan memandang Anak manusia duduk di sebelah kanan Yang Mahakuasa, serta datang dengan awan dari langit."

Maka bertanyalah Pilatus kepada-Nya, "Engkaukah raja orang Yahudi?" Maka jawab-Nya kepadanya, "Seperti kata Tuan."

Maka tulisan tuduhan ke atas Dia tertulis di sebelah atas-Nya, yaitu, "Raja orang Yahudi."

Setelah Tuhan (Yesus) bersabda demikian kepada mereka itu, maka terangkatlah Ia naik ke surga lalu duduk di sebelah kanan Allah.

Sesungguhnya engkau akan hamil, dan beranakkan seorang anak laki-laki, maka hendaklah engkau namakan Dia Yesus. Maka Ia akan menjadi besar, dan Ia akan dikatakan Anak Allah Yang Mahatinggi; maka Allah, Tuhan kita, akan mengaruniakan kepada-Nya takhta Daud, nenek moyang-Nya itu. Maka Ia pun akan menjadi raja atas benih Yakub selama-lamanya, dan kerajaan-Nya itu tiada berkesudahan." Lalu kata Maryam kepada malaekat itu, "Bagaimanakah perkara ini boleh jadi, karena hamba belum mengetahui laki-laki?" Maka jawab malaekat itu serta berkata kepadanya, "Bahwa Rohulkudus akan turun atasmu, dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau. Sebab itu juga Yang Kudus yang akan diperanakkan itu, kelak dikatakan Anak Allah.

karena tiap-tiap firman Allah, satu pun tiada yang mustahil."

Maka kata Maryam, "Jiwaku megahkan Tuhan, dan rohku bersukaria akan Allah Juruselamatku.

Karena Yang Mahakuasa telah mengadakan kepadaku perbuatan yang besar; maka kuduslah nama-Nya.

dengan kesucian dan keadilan di hadapan-Nya seumur hidup kita.

Maka sekonyong-konyong adalah beserta dengan malaekat itu beberapa banyak bala tentara surga, yang memuji Allah serta katanya, "Segala kemuliaan bagi Allah di tempat Yang Mahatinggi, dan sejahtera di atas bumi di antara orang yang diperkenan-Nya."

Maka gembala itu pun kembalilah serta memuji dan memuliakan Allah, sebab segala perkara yang didengar dan dilihatnya, sebagaimana yang dikatakan kepadanya.

Maka jawab Yesus serta berkata kepadanya, "Adalah tersurat: Bahwa wajiblah engkau sujud menyembah Allah Tuhanmu, dan beribadat hanya kepada-Nya sahaja."

Apabila Petrus melihat hal itu, sujudlah ia pada lutut Yesus, katanya, "Ya Tuhan, tinggalkanlah kiranya hamba, karena hamba ini orang yang penuh dosa."

Maka kata-Nya kepada mereka itu, "Di manakah imanmu?" Maka takutlah mereka itu serta heran sambil berkata seorang kepada seorang, "Siapakah Ia ini, yang memerintah angin dan air, sehingga menurut Dia?"

Karena barangsiapa yang malu mengaku Aku dan perkataan-Ku, maka Anak manusia itu pun malu mengaku dia, apabila Ia datang kelak dengan kemuliaan-Nya sendiri dan dengan kemuliaan Bapa-Nya dengan kemuliaan segala malaekat-Nya yang kudus.

Maka tercenganglah sekaliannya akan kemuliaan Allah itu. Sementara orang sekalian lagi heran akan segala perkara yang diperbuat-Nya itu, berkatalah Ia kepada murid-murid-Nya,

Pada ketika itu juga bergemarlah Yesus di dalam Rohulkudus serta kata-Nya, "Ya Bapa, Tuhan langit dan bumi, Aku memuji Engkau, sebab Engkau melindungkan perkara ini daripada orang budiman dan berpengetahuan dan menyatakan dia kepada anak-anak; ya Bapa, karena yang sedemikian itulah berkenan pada pemandangan-Mu.

Maka jawabnya serta berkata, "Hendaklah engkau mengasihi Allah Tuhanmu dengan sebulat-bulat hatimu, dan dengan segenap jiwamu, dan dengan segala kuatmu, dan dengan sepenuh akal budimu, dan sesamamu manusia seperti dirimu sendiri."

Maka kata-Nya kepada mereka itu, "Apabila kamu berdoa, katakanlah: Ya Bapa, dipermuliakanlah kiranya nama-Mu; datanglah kerajaan-Mu;

Maka seorang daripada mereka itu, tatkala ia nampak dirinya sembuh, berbaliklah ia sambil memuliakan Allah dengan nyaring suaranya; lalu sujud ke kaki Yesus, serta mengucap syukur kepada-Nya; maka orang itu, ialah seorang Samaria.

Tetapi kata Yesus, "Barang yang mustahil kepada manusia, bukannya mustahil kepada Allah."

Seketika itu juga nampak pula ia, lalu mengikut Dia sambil memuliakan Allah. Maka segenap kaum, yang melihat hal itu pun, memuji-muji Allah.

Apabila Ia sudah dekat dengan tempat curam Bukit Zaitun itu, maka sekalian murid-Nya yang banyak itu pun mulailah bersukacita dan memuji Allah dengan nyaring suaranya, oleh sebab segala mujizat yang dilihatnya itu, katanya, "Mubaraklah Raja yang datang dengan nama Tuhan; sejahtera di surga, dan kemuliaan di tempat Yang Mahatinggi!" Maka antara orang banyak itu ada beberapa orang Parisi berkata kepada-Nya, "Ya Guru, tegurkan murid-murid-Mu itu." Maka jawab Yesus, kata-Nya, "Aku berkata kepadamu, jikalau mereka itu diam, niscaya batu akan bersorak."

Lalu mereka itu akan memandang Anak manusia datang di dalam awan, dengan kuasa dan kemuliaan yang besar.

Maka langit dan bumi akan lenyap, tetapi perkataan-Ku kekal.

Tetapi daripada sekarang ini Anak manusia akan duduk di sebelah kanan kodrat Allah." Maka kata sekaliannya, "Kalau begitu, Engkau inikah Anak Allah?" Maka kata-Nya kepada mereka itu, "Seperti katamu sendiri, Akulah Dia!"

Maka Pilatus pun bertanya kepada-Nya, katanya, "Engkaukah raja orang Yahudi?" Maka sahut Yesus kepadanya serta berkata, "Seperti kata Tuan."

Adalah juga suatu tulisan di sebelah atas-Nya demikian, "Inilah Raja orang Yahudi."

Lalu katanya, "Ya Yesus, ingatlah kiranya akan hamba pada ketika Tuhan tiba kelak di dalam kerajaan-Mu."

Maka mereka itu menyembah Dia, lalu kembali ke Yeruzalem dengan amat sukacitanya; dan senantiasalah mereka itu ada di dalam Bait Allah memuji-muji Allah.

Segala sesuatu dijadikan oleh-Nya, maka jikalau tidak ada Ia, tiadalah juga barang sesuatu yang telah jadi.

Maka Firman itu telah menjadi manusia serta tinggal di antara kita (dan kami sudah memandang kemuliaan-Nya, seperti kemuliaan Anak yang tunggal yang daripada Bapa), penuh dengan anugerah dan kebenaran.

Maka sahut Natanael kepada-Nya, "Ya Rabbi, Rabbilah Anak Allah! Rabbilah Raja bani Israel!"

Patutlah Ia makin bertambah, dan berkata-kata dari hal bumi, tetapi aku ini makin kurang. Adapun Yang datang dari atas, ada di atas sekalian; maka yang daripada bumi ini, terhisab kepada bumi, tetapi Yang datang dari surga, Ia lebih daripada sekalian.

Maka kata Yesus kepadanya, "Hai perempuan, percayalah kepada-Ku, bahwa masanya akan datang apabila kamu akan menyembah Bapa itu, bukan di atas bukit ini dan bukan pula di Yeruzalem. Memang kamu ini menyembah barang yang tiada kamu ketahui; kami ini menyembah barang yang kami ketahui; karena selamat itu daripada orang Yahudi datangnya. Tetapi masanya akan datang, dan sekarang sudah sampai, bahwa segala penyembah yang benar itu akan menyembah Bapa dengan roh dan kebenaran; karena Bapa itu berkenan akan orang yang sedemikian itulah menyembah Dia. Allah itu Roh adanya; maka orang yang menyembah Dia, wajiblah menyembah dengan roh dan kebenaran."

supaya sekalian orang menghormatkan Anak itu sama seperti Ia juga menghormatkan Bapa juga. Siapa yang tiada menghormatkan Anak itu, samalah juga tiada menghormatkan Bapa yang menyuruhkan Dia.

Maka bertuturlah Yesus pula kepada mereka itu sambil berkata, "Aku inilah terang dunia. Siapa yang mengikut Aku, tiada akan berjalan di dalam gelap, melainkan akan beroleh terang hidup itu."

Maka kata Yesus kepada mereka itu, "Sesungguh-sungguhnya Aku berkata kepadamu, sebelum Ibrahim ada, Aku ini sudah ada."

Maka katanya, "Ya Tuhan, hamba percaya." Lalu ia sujud menyembah Dia.

Aku dan Bapa itu Satu adanya."

Maka kata Yesus kepada perempuan itu, "Bukankah Aku berkata kepadamu, jikalau engkau percaya kelak, engkau akan nampak kemuliaan Allah?"

Pada keesokan harinya, tatkala segala orang banyak yang sudah datang memuliakan hari raya itu, mendengar kabar Yesus pergi ke Yeruzalem, lalu mereka itu mengambil pelepah pohon kurma serta pergi menyambut Dia, sambil bersorak, katanya, "Hosanna, mubaraklah Ia yang datang dengan nama Tuhan, yaitu Raja bani Israel!" Maka Yesus pun mendapat seekor keledai muda, lalu duduklah di atasnya, seperti yang tersurat itu, bunyinya: Janganlah takut, ya puteri Sion. Tengoklah, Rajamu datang dengan mengendarai seekor anak keledai!

Maka jawab Yesus serta berkata kepada mereka itu, "Sudahlah sampai saatnya yang Anak manusia itu akan dipermuliakan.

Ya Bapa, permuliakanlah nama-Ku!" Lalu kedengaranlah suatu suara dari langit mengatakan, "Aku sudah permuliakan Dia, dan Aku akan mempermuliakan Dia pula."

Setelah Yudas keluar, maka kata Yesus, "Sekarang ini Anak manusia dipermuliakan, dan Allah pun dipermuliakan di dalam Dia. Jikalau Allah dipermuliakan di dalam Dia, maka Allah juga akan mempermuliakan Dia di dalam diri-Nya, bahkan, segeralah dipermuliakan-Nya akan Dia.

Dan barang apa pun yang kamu pinta atas nama-Ku, itulah Aku buatkan kelak, supaya Bapa dipermuliakan di dalam Anak.

Di dalam hal inilah Bapa-Ku dipermuliakan, yaitu kalau kamu berbuah lebat, serta menjadi murid-murid Aku."

Demikianlah kata Yesus, lalu menengadah ke langit serta berkata, "Ya Bapa, waktunya sudah sampai, permuliakanlah kiranya Anak-Mu, supaya Anak-Mu memuliakan Engkau. Seperti Engkau telah mengaruniakan kuasa kepada-Nya memerintah segala manusia, supaya Ia pula memberikan hidup yang kekal kepada masing-masing yang Engkau anugerahkan kepada-Nya. Inilah hidup yang kekal, yaitu supaya mereka itu mengenal Engkau, Allah yang Esa dan benar, dan Yesus Kristus yang telah Engkau suruhkan itu. Aku sudah memuliakan Engkau di atas bumi sambil menyempurnakan pekerjaan yang telah Engkau serahkan kepada-Ku akan membuat dia. Dan sekarang, ya Bapa, permuliakanlah Aku di hadirat-Mu sendiri dengan kemuliaan yang sudah ada pada-Ku di hadirat-Mu sebelum ada dunia ini.

Maka sahut mereka itu kepada-Nya, "Yesus orang Nazaret." Maka kata Yesus kepada mereka itu, "Akulah Dia." Maka Yudas, yang hendak menyerahkan Dia, ada berdiri bersama-sama dengan mereka itu. Apabila dikatakan oleh Yesus, "Akulah Dia," Maka undurlah mereka itu serta rebah ke tanah.

Setelah Pilatus masuk pula ke dalam balai pengadilan itu, lalu ia memanggil Yesus, serta bertanya kepada-Nya, "Engkaukah raja orang Yahudi?"

Maka sahut Yesus, "Kerajaan-Ku itu bukannya daripada dunia ini; jikalau kerajaan-Ku daripada dunia ini, niscaya berperanglah segala laskar-Ku, supaya jangan Aku diserahkan kepada orang Yahudi; tetapi sekarang kerajaan-Ku itu bukan dari sini." Lalu kata Pilatus kepada-Nya, "Engkau seorang rajakah juga?" Maka sahut Yesus, "Benar seperti kata Tuan bahwa Aku ini seorang raja. Itulah sebabnya Aku telah lahir, dan inilah sebabnya Aku telah datang ke dalam dunia ini, supaya Aku menyaksikan kebenaran. Barangsiapa yang gemar akan kebenaran itu, ia mendengar akan suara-Ku."

Tetapi adalah suatu adat padamu, bahwa pada hari raya Pasah aku melepaskan seorang bagimu; sukakah kamu aku melepaskan bagimu Raja orang Yahudi itu?"

Maka Pilatus pun menyuratkan suatu tulisan, dilekatkannya di kepala tiang kayu salib itu, tersurat demikian, "Yesus, orang Nazaret, Raja orang Yahudi." Maka tulisan itu dibacalah oleh banyak orang Yahudi, karena tempat Yesus disalibkan itu adalah dekat negeri, dan lagi tersurat dengan bahasa Ibrani dan bahasa Rum dan bahasa Gerika. Lalu kata segala kepala imam orang Yahudi kepada Pilatus, "Janganlah kiranya Tuan tulis: Raja orang Yahudi, melainkan: akulah Raja orang Yahudi, sebagaimana yang dikatakan-Nya itu." Maka sahut Pilatus, "Apa yang sudah kutuliskan itu, sudahlah!"

Maka sahut Tomas sambil berkata kepada-Nya, "Ya Allah, ya Tuhanku."

Setelah Ia ditinggikan oleh tangan kanan Allah serta menerima daripada Bapa Perjanjian Rohulkudus, dicurahkan-Nya Roh itu seperti yang kamu ini lihat dan dengar itu.

Sebab itu hendaklah diketahui oleh segala isi rumah Israel dengan yakin, bahwa Allah sudah menjadikan Yesus itu Tuhan dan Kristus, yaitu Yesus itulah, yang kamu ini salibkan itu."

Maka melompatlah ia, lalu berdiri, dan berjalan; kemudian masuklah ia beserta dengan keduanya itu ke dalam Bait Allah, sambil berjalan dan melompat-lompat dan memuji Allah.

Ia inilah ditinggikan oleh tangan kanan Allah menjadi Raja dan Juruselamat akan mengaruniakan tobat kepada bani Israel dan jalan keampunan dosa.

Maka Tuhan berfirman kepadanya: Tanggalkanlah kasut daripada kakimu itu, karena tempat engkau berdiri itulah tanah yang kudus.

Tetapi Stepanus, yang penuh dengan Rohulkudus, menengadah ke langit serta nampak kemuliaan Allah, dan Yesus berdiri di sebelah kanan Allah, lalu katanya, "Tengok, aku nampak langit terbuka, dan Anak manusia berdiri di sebelah kanan Allah."

Maka itulah sabda yang disampaikan kepada bani Israel, tatkala diberitakannya kabar kesukaan, yaitu sejahtera oleh Yesus Kristus, Ialah Tuhan atas sekalian.

Tetapi tatkala hampir tengah malam, Paulus dan Silas pun berdoalah sambil menyanyikan puji-pujian bagi Allah, maka segala orang yang terpenjara itu pun sedang mendengar mereka itu. Maka dengan sekonyong-konyong timbullah suatu gempa bumi yang besar sehingga berguncang kaki tembok penjara itu. Dengan seketika itu juga terbukalah segala pintu, dan belenggu sekalian orang itu pun terlucutlah.

Maka Allah, yang menjadikan dunia dengan segala isinya, Ialah, yang menjadi Tuhan langit dan bumi, tiada mendiami rumah-rumah berhala yang diperbuat dengan tangan,

tetapi menurut keadaan roh penyuci sudah ditetapkan menjadi Anak Allah dengan kuasa, karena sebab kebangkitan-Nya dari antara orang mati), yaitu Yesus Kristus, Tuhan kita.

Karena semenjak awal kejadian alam segala sifat-Nya yang tiada kelihatan, yaitu kodrat dan zat ilahiat-Nya yang kekal itu, dapat dipandang terang dengan akal di dalam yang dijadikan, supaya mereka itu tiada dapat mendalihkan dirinya;

dan yang empunya segala nenek moyang, dan dari antaranya terbit Kristus cara manusia, yang di atas sekalian, Tuhan yang terpuji selama-lamanya. Amin.

Alangkah dalamnya kekayaan dan hikmat dan pengetahuan Allah, sehingga tiada terselidik segala hukum-Nya dan tiada terduga segala jalan-Nya! Karena siapakah yang mengetahui maksud Tuhan? Atau siapakah yang menjadi pembicara-Nya?

Karena dari pada-Nya dan oleh-Nya dan kepada-Nya ada segala sesuatu. Kepada-Nyalah kemuliaan itu selama-lamanya! Amin.

Sebab itu, hai saudara-saudaraku, aku mintalah kamu, oleh sebab segala rahmat Allah, mempersembahkan tubuhmu menjadi korban yang hidup lagi kudus dan yang berkenan kepada Allah, maka itulah ibadatmu yang patut.

Karena adalah tersurat: Demi hidup-Ku ini firman Tuhan, bahwa tiap-tiap lutut akan bertelut kepada-Ku, dan tiap-tiap lidah akan mengaku kepada Allah.

supaya dengan sehati dan semulut kamu memuliakan Allah, yaitu Bapa Tuhan kita Yesus Kristus. Sebab itu, hendaklah kamu bersambut-sambutan sama sendirimu, sama juga seperti Kristus sudah menyambut kamu kepada kemuliaan Allah. Maka inilah kataku: Bahwa Kristus sudah menjadi pelayan orang yang memegang hukum sunat, karena sebab kebenaran Allah, supaya Ia meneguhkan perjanjian-Nya kepada nenek moyang kita; dan supaya orang kafir pun akan memuliakan Allah sebab rahmat-Nya seperti yang tersurat: Bahwa inilah sebabnya aku memuji Engkau di tengah-tengah orang kafir serta menyanyikan nama-Mu. Dan lagi katanya: Bersoraklah, hai segala orang kafir, beserta dengan umat Allah. Dan lagi pula: Pujilah Tuhan itu, hai sekalian orang kafir, dan biarlah segala bangsa pun memuji Dia.

Maka bagi Tuhan yang berkuasa meneguhkan kamu, (menurut Injil yang aku ajarkan, dan menurut pemberitaan dari hal Yesus Kristus itu, sebagaimana kenyataan rahasia yang terlindung semenjak zaman yang azali, tetapi sekarang ini sudah ketara dan dinyatakan kepada segala orang kafir, menurut firman Allah yang kekal itu, dengan kitab nabi-nabi akan membawa mereka itu kepada iman yang taat) bahkan, bagi Allah yang Esa di dalam hikmat-Nya semata-mata itu, oleh karena Yesus Kristus, adalah kemuliaan itu selama-lamanya. Amin.

Karena kamu sudah dibeli dengan harga tunai. Sebab itu hendaklah kamu memuliakan Allah dengan tubuhmu.

tetapi kepada kita ada Satu sahaja, yaitu Allah Bapa, maka segala sesuatu daripada Dialah asalnya, dan kita menuju Dia, dan Tuhan pun Satu juga, yaitu Yesus Kristus, oleh sebab-Nyalah ada segala sesuatu, dan kita pun ada oleh sebab-Nya.

Sebab itu, baik kamu makan atau minum, baik barang sesuatu perbuatanmu, perbuatlah sekalian itu kepada kemuliaan Allah.

sehingga perasaan hatinya pun ketara, dan dengan demikian sujudlah ia menyembah Allah sambil menyatakan, bahwa dengan sesungguhnya Allah ada di antara kamu.

Karena Allah yang sudah berfirman: Hendaklah terang itu bercahaya dari dalam gelap, Ialah juga bercahaya di dalam hati kami menerangkan orang dengan makrifat kemuliaan Allah di dalam wajah Kristus.

yang telah menyerahkan diri-Nya karena dosa kita, supaya dapat melepaskan kita daripada dunia yang jahat ini menurut kehendak Allah, yaitu Bapa kita. Bagi-Nyalah kemuliaan kekal selama-lamanya! Amin.

Segala puji bagi Allah, yaitu Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, yang sudah memberkati kita di dalam Kristus dengan segala berkat rohani dari surga,

akan mendatangkan puji sebab kemuliaan anugerah-Nya, yang dianugerahkan-Nya kepada kita di dalam kekasih-Nya,

supaya kami menjadi suatu kepujian bagi kemuliaan-Nya, yaitu kami yang pertama-tama menaruh harap akan Kristus itu. Di dalam Dia kamu juga (setelah kamu mendengar sabda kebenaran, yaitu Injil keselamatan kamu), tatkala kamu sudah percaya, maka kamu sudah dimeteraikan dengan Rohulkudus yang dijanjikan itu, maka Ia menjadi cengkeram atas warisan kita bagi penebusan itu yang menjadikan kita milik Allah, akan mendatangkan puji kepada kemuliaan-Nya.

supaya Allah Tuhan kita Yesus Kristus, yaitu Bapa pohon segala kemuliaan, mengaruniakan kepadamu Roh hikmat dan kenyataan dengan pengenalan akan Dia, dan menerangkan mata hatimu, sehingga kamu dapat mengetahui apa pengharapan panggilan Allah, dan bagaimana limpahnya kemuliaan warisan-Nya di antara orang-orang suci; dan betapa besar kuasa-Nya kepada kita yang percaya, yaitu kuasa yang bekerja menurut kuat kuasa-Nya, yang dikerjakan-Nya di dalam Kristus, pada masa Ia membangkitkan Dia dari antara orang mati, dan mendudukkan Dia di sebelah kanan-Nya di surga, jauh lebih tinggi daripada segala pemerintah dan penguasa dan kekuatan dan perintah dan tiap-tiap orang yang ternama, bukannya di dalam dunia ini sahaja, melainkan yang di akhirat pun. Dan segala sesuatu ditaklukkan Allah di bawah kaki-Nya, serta dijadikan-Nya Dia kepala atas segala sesuatu hal sidang jemaat, sedang sidang itu menjadi tubuh-Nya, yaitu kegenapan Dia, yang menggenapi semuanya di dalam sekalian.

Maka itulah sebabnya aku bertelut sambil memohonkan kepada Bapa itu, yang daripada-Nyalah tiap-tiap bangsa di surga dan di atas bumi ada nama, kiranya Ia mengaruniai kamu, menurut kekayaan kemuliaan-Nya, supaya kamu dikuatkan dengan kuasa-Nya oleh Roh-Nya di dalam hatimu, supaya Kristus diam di dalam hatimu oleh iman, dan kamu berakar dan beralas di dalam kasih, supaya kamu dapat mengerti dengan segala orang suci itu berapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya, dan lagi mengetahui kasih Kristus yang melebihi makrifat, supaya kamu dipenuhi dengan segala kelimpahan Allah. Maka bagi Allah, yang berkuasa melakukan dengan berlebih-lebihan daripada barang apa yang kita pohonkan atau sangkakan, menurut kuasanya yang bekerja di dalam kita. Bagi-Nyalah kemuliaan di dalam sidang jemaat dan di dalam Kristus Yesus turun-temurun selama-lamanya. Amin.

satu Allah dan Bapa kepada sekalian, Ia itu di atas sekalian, dan oleh sekalian, dan di dalam sekalian.

Maka Ia yang sudah turun, itulah juga yang sudah naik lebih tinggi di atas segala langit itu, supaya Ia menggenapi segala sesuatu.

serta berkata-kata di antara sama sendirimu dengan mazmur dan puji-pujian dan nyanyian rohani sambil menyanyi dan bunyikan puji-pujian dengan hatimu kepada Tuhan; dan senantiasa mengucap syukur atas segala perkara kepada Allah, yaitu Bapa dengan nama Tuhan kita Yesus Kristus,

dipenuhi dengan buah-buah kebenaran yang ada oleh sebab Yesus Kristus, kepada kemuliaan dan kepujian Allah.

Sebab itulah juga Allah sangat meninggikan Dia dan menganugerahkan Dia suatu nama yang di atas segala nama, supaya dengan nama Yesus itu akan bertelut segala lutut, daripada yang di surga dan yang di atas bumi dan yang di bawah bumi, dan segala lidah mengaku bahwa Yesus Kristus itu Tuhan, kepada kemuliaan Allah, yaitu Bapa.

karena kita ini sunat yang betul, kita yang beribadat kepada Allah dengan Roh dan yang memegahkan dari sebab Kristus Yesus, dan tiada berharap akan perkara yang lahir,

Maka kepada Allah, yaitu Bapa kita, itulah kemuliaan selama-lamanya. Amin.

dan Ialah yang menjadi bayang Allah yang tiada kelihatan itu, yaitu Anak sulung yang terlebih dahulu daripada segala makhluk, karena di dalam Dia itu sudah dijadikan segala sesuatu yang di langit dan yang di bumi, yang kelihatan dan yang tiada kelihatan, baik singgasana, baik perintah, baik penguasa, baik kuasa; maka segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan bagi Dia; dan Ialah, yang terlebih dahulu daripada sekaliannya, dan segala sesuatu wujudnya ada di dalam Dia; dan Ialah yang menjadi kepala tubuh, yaitu sidang jemaat; Ialah yang menjadi Awal dan menjadi Sulung dari antara orang mati, supaya di dalam segala sesuatu Ialah yang terutama. Karena adalah kegemaran Allah, bahwa segala kesempurnaan itu terhimpun di dalam Dia, dan oleh sebab Dia segala sesuatu diperdamaikan oleh Allah dengan diri-Nya (setelah diperbuat-Nya perdamaian dengan darah-Nya di kayu salib itu), maka oleh sebab Dia juga diperdamaikan-Nya baik segala yang di bumi baik segala yang di langit.

Maka kepada mereka itulah Allah dengan kehendak-Nya sudah menyatakan bagaimana kayanya kemuliaan rahasia itu kepada orang kafir, yaitu Kristus di dalam kamu itulah pengharapan akan beroleh kemuliaan,

karena di dalam Dialah terhimpun segala kelimpahan wujud Allah berlembaga, dan kamu pun disempurnakan di dalam Dia itu, yang menjadi kepala segala perintah dan kuasa.

Sebab itu jikalau kamu sudah dibangkitkan beserta dengan Kristus, carilah perkara yang di atas, di mana Kristus ada, duduk-Nya di sebelah kanan Allah. Tetapkanlah pikiranmu di dalam perkara yang di atas, jangan di dalam perkara yang di bumi. Karena kamu sudah mati, dan hidupmu ada terselindung beserta dengan Kristus di dalam Allah. Apabila Kristus, yang menjadi hayat kita, akan dinyatakan kelak, lalu kamu pun akan dinyatakan beserta dengan Dia di dalam kemuliaan.

Biarlah perkataan Kristus itu diam di dalam dirimu dengan limpahnya. Dengan segala hikmat ajar-mengajar dan nasehat-menasehatkan sama sendiri, dengan mazmur dan puji-pujian dan nyanyian rohani menyanyilah dengan syukur kepada Allah di dalam hatimu. Dan barang apa yang kamu perbuat baik dengan perkataan atau pekerjaan, hendaklah sekaliannya itu dengan nama Tuhan Yesus, sambil mengucap syukur kepada Allah, yaitu Bapa oleh-Nya itu.

Maka kepada hal itu kamu sudah dipanggilnya dengan Injil yang kami beritakan itu, akan memperoleh kemuliaan Tuhan kita Yesus Kristus.

Maka segala kehormatan dan kemuliaan bagi Raja yang kekal, yang tiada berkebinasaan dan tiada kelihatan, yaitu Allah yang Esa, selama-lamanya. Amin.

maka hal itu akan ditunjukkan pada masanya oleh Mahakuasa yang Esa dan Pohon selamat, yaitu Raja atas sekalian raja, dan Tuan atas segala yang dipertuan, Yang hanya mempunyai zat yang tiada mati, dan mendiami terang yang tiada terhampiri; Yang tiada pernah dilihat atau dapat dilihat orang, maka bagi-Nyalah kemuliaan dan kuasa yang kekal. Amin.

Tuhan akan melepaskan aku daripada tiap-tiap kebengisan dan akan menyelamatkan aku sehingga masuk ke dalam kerajaan-Nya yang di surga, maka bagi-Nyalah kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin.

serta menantikan pengharapan yang berkat dan kenyataan kemuliaan yang Mahabesar dan Juruselamat kita Kristus Yesus,

maka berfirmanlah Ia pula pada akhirnya kepada kita di dalam Anak-Nya, yang ditetapkan-Nya menjadi waris segala sesuatu, oleh-Nya juga dijadikan-Nya sekalian alam. Maka Ialah menjadi cahaya kemuliaan Allah dan zat Allah yang kelihatan, serta Ia menanggung segala sesuatu dengan firman kuasa-Nya; dan setelah Ia membuat persucian segala dosa, maka duduklah Ia di sebelah kanan Yang Mahabesar di dalam ketinggian;

Dan lagi, apabila Anak sulung itu dibawa-Nya ke dunia, lalu Ia berfirman: Hendaklah segala malaekat Allah menyembah Dia. Maka akan hal segala malaekat itu demikian kata-Nya: Ia menjadikan segala malaekat-Nya angin, dan pesuruh-Nya nyala api; tetapi akan hal Anak itu firman-Nya: Arasy-Mu, ya Allah, ada selama-lamanya; dan tongkat keadilan yaitulah tongkat kerajaan-Mu.

Tetapi kita menengok Dia yang seketika lamanya telah dijadikan sedikit rendah daripada segala malaekat itu, yaitu Yesus, yang dikenakan makota kemuliaan dan kehormatan, oleh sebab sengsara mautnya, sehingga dengan anugerah Allah Ia merasai mati karena segala manusia.

yaitu firmannya: Aku akan memberitakan nama-Mu kepada saudara-saudara-Ku, dan di antara sidang jemaat Aku akan memuji Engkau dengan nyanyian.

Sedangkan ada kepada kita seorang Imam Mahabesar, yang sudah melintas segala langit, yaitu Yesus, Anak Allah, maka hendaklah kita memegang pengakuan itu. Karena kita tidak ada Imam Besar yang tiada menaruh belas kasihan akan segala kelemahan kita, melainkan yang sudah terkena coba di dalam segala perkara sama seperti kita, dan lagi tiada berdosa. Sebab itu, biarlah kita menghampiri takhta anugerah Allah dengan keluasan hati, supaya kita beroleh rahmat, dan dapat anugerah menjadi pertolongan pada masanya.

Karena patutlah bagi kita seorang Imam Besar yang demikian itu, yaitu kudus, tiada bersalah, tiada bernajis, diasingkan daripada orang-orang berdosa, dan ditinggikan daripada segala langit,

Adapun di dalam segala perkara yang kami katakan demikian itu, inilah yang terutama: Bahwa kita ada seorang Imam Besar yang demikian itu, yang duduk di sebelah kanan arasy Yang Mahabesar di surga,

dan bukannya dengan membawa darah kambing jantan dan anak lembu, melainkan darahnya sendiri, masuklah Ia sekali bagi sekalian ke dalam tempat kudus, serta mengerjakan suatu penebusan yang kekal.

tetapi Ia, sesudah mempersembahkan satu korban karena segala dosa, lalu duduklah di sebelah kanan Allah selama-lamanya.

Sebab itu, hai saudara-saudaraku, sedang hati kita sudah berani hendak masuk ke dalam tempat kudus dari sebab darah Yesus,

serta memandang kepada Yesus, yang mengadakan dan menyempurnakan iman. Maka Ia pun, karena kesukaan yang menanti Dia sudah menderita sengsara salib dengan tiada mengindahkan malunya, lalu duduk di sebelah kanan arasy Allah.

Sebab itu, sedangkan kita menerima kerajaan yang tiada bergerak, baiklah kita bersyukur, maka dengan jalan itu dapat kita berbuat ibadat yang berkenan kepada Allah dengan hormat dan takut; karena Tuhan kita itu seumpama api yang menghanguskan.

Adapun Yesus Kristus itu tiada berubah, baik kelemarin, baik hari ini, dan selama-lamanya.

Sebab itu dengan jalan Yesus itu hendaklah kita senantiasa mempersembahkan kepada Allah korban puji-pujian, yaitu buah-buahan bibir mulut yang mengaku nama-Nya.

Maka Allah, pohon sejahtera itu, yang telah membawa Gembala domba yang besar itu kembali dari antara orang-orang mati, yaitu Tuhan kita Yesus, dengan darah Perjanjian yang kekal itu, Ialah kiranya menjadikan kamu sempurna di dalam segala perkara yang baik, supaya kamu melakukan kehendak-Nya; dan Ia juga mengadakan di dalam kita barang yang berkenan kepada-Nya oleh sebab Yesus Kristus. Bagi-Nyalah kemuliaan selama-lamanya! Amin.

Adakah barang seorang di antara kamu yang susah? Hendaklah ia berdoa. Adakah barang seorang yang senang hati? Hendaklah ia menyanyikan Mazmur.

yang sudah naik ke surga, serta duduk di sebelah kanan Allah, lalu segala malaekat dan kuasa dan perintah pun takluk kepada-Nya.

jikalau barang seorang berkata-kata, hendaklah perkataannya bersetuju dengan firman Allah; jikalau barang seorang melayani orang, hendaklah dengan kekuatan yang dianugerahkan Allah, supaya Allah dipermuliakan di dalam segala sesuatu oleh karena Yesus Kristus; maka bagi-Nyalah kemuliaan dan kuasa sampai selama-lamanya! Amin.

tetapi jikalau barang seorang terkena sengsara oleh sebab ia orang Kristen, janganlah ia malu, melainkan dengan nama itu hendaklah ia memuliakan Allah.

Maka Allah, pohon segala anugerah, yang sudah memanggil kamu masuk kemuliaan-Nya yang kekal itu di dalam Kristus, sesudahnya kamu merasai sengsara di dalam sedikit masa, sendiri akan menjadikan kamu sempurna dan tetap dan kuat dan beralas. Baginyalah kuasa selama-lamanya! Amin.

Karena kami bukannya menurut jalan ceritera bohong yang direka dengan muslihat, tatkala kami menyatakan kepada kamu dari hal kuasa dan kedatangan Tuhan kita Yesus Kristus, melainkan kami sendiri sudah memandang kebesaran-Nya. Karena Ia sudah beroleh kehormatan dan kemuliaan daripada Allah Bapa tatkala kedengaran kepadanya suatu suara daripada kemuliaan yang Mahabesar demikian, "Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, Ialah yang berkenan kepada-Ku."

melainkan bertambah-tambahlah di dalam anugerah, dan pengenalan akan Tuhan kita Yesus Kristus, Juruselamat. Baginyalah kemuliaan, baik sekarang ini baikpun selama-lamanya. Amin.

yaitu bagi Allah yang Esa lagi Juruselamat kita dengan jalan Yesus Kristus Tuhan kita, adalah kiranya kemuliaan dan kebenaran dan kodrat dan kuasa yang sedia ada lebih dahulu daripada segala masa, dan sekarang ini hingga selama-lamanya. Amin.

dan daripada Yesus Kristus yang menjadi saksi yang setiawan, yaitu yang menjadi Sulung dari antara orang mati, dan yang menjadi Penghulu di atas segala raja di dunia ini. Maka bagi Dia yang mengasihi kita, dan yang sudah melepaskan kita daripada segala dosa dengan darah-Nya, dan yang menjadikan kita suatu kerajaan dan imam-imam bagi hadirat Bapa-Nya yaitu Allah; bagi-Nyalah kemuliaan dan kuasa selama-lamanya. Amin. Tengoklah, Ia datang dengan awan, dan Ia akan kelihatan kepada tiap-tiap mata, demikian juga kepada orang yang menikam Dia; maka segala bangsa di dunia ini akan memandang Dia serta meratap. Bahkan, Amin.

"Aku inilah Alif dan Ya," demikianlah firman Allah Tuhan itu, Yang ada, dan Yang sudah sedia ada, dan Yang akan datang kelak, yaitu Yang Mahakuasa.

Maka berpalinglah aku menuju kepada suara yang bertutur dengan aku. Sambil berpaling aku tampaklah tujuh kaki dian daripada emas, dan di tengah-tengah kaki dian itu seorang yang seperti Anak manusia, berjubah panjang sampai ke kaki, dan bergetangdadakan cindai daripada emas. Maka kepala-Nya dan rambut-Nya putih, seperti bulu domba yang putih, putihnya seperti salju; maka mata-Nya seperti nyala api; dan kaki-Nya serupa tembaga bergilap, seolah-olah merah api di dalam tanur; dan bunyi suara-Nya menderu seperti bunyi air yang banyak. Maka Ia memegang di dalam tangan kanan-Nya tujuh bintang, dan terjulur dari dalam mulut-Nya sebilah pedang tajam bermata dua; dan wajah-Nya seperti matahari bercahaya terik. Tatkala aku nampak Dia, maka rebahlah aku pada kaki-Nya seperti orang mati. Maka diletakkan-Nya tangan kanan-Nya ke atasku sambil berkata, "Jangan takut, Aku inilah yang awal dan yang akhir, dan yang hidup. Aku sudah mati, maka tengoklah, sekarang Aku hidup selama-lamanya, serta ada pada-Ku anak kunci maut dan alam maut.

Langsunglah aku digerakkan oleh Roh, maka kelihatanlah arasy terdiri di surga, dan Yang duduk di atas arasy itu. Maka Ia yang duduk itu rupanya seperti permata yasib dan akik; dan ada suatu pelangi melengkung arasy itu, seperti zamrud rupanya. Dan keliling arasy itu ada dua puluh empat takhta dan di atas segala takhta itu ada duduk dua puluh empat ketua-ketua, yang berpakaian putih dan di atas kepalanya bermakota emas.

Maka keluarlah dari dalam arasy itu kilat dan beberapa suara dan guruh; dan ada tujuh buah pelita berpasang di hadapan arasy itu; yaitu ketujuh Roh Allah. Dan di hadapan arasy itu seolah-olah laut kaca, seperti hablur rupanya dan di tengah arasy serta berkeliling arasy itu ada empat zat yang hidup, penuh dengan mata di hadapan dan di belakang.

Maka keempat zat yang hidup itu masing-masing ada bersayap enam, penuh dengan mata sekeliling di luar dan di dalam; maka keempatnya dengan tiada berhenti siang malam menyebut, "Kudus, kudus, kudus Allah, Tuhan Yang Mahakuasa, Yang sudah sedia ada, dan Yang ada, dan Yang akan datang kelak." Dan tiap-tiap kali apabila zat yang hidup itu memuliakan dan menghormatkan serta mengucapkan syukur kepada Dia yang duduk di atas arasy itu dan yang hidup selama-lamanya, maka sujudlah kedua puluh empat ketua-ketua itu di hadirat Dia yang duduk di atas arasy itu, lalu menyembah Dia yang hidup selama-lamanya, sambil mereka itu menanggalkan makotanya di hadapan arasy itu, katanya, "Ya Allah, Tuhan kami, berlayaklah Engkau memegang kemuliaan dan kehormatan dan kuasa; karena Engkaulah yang menjadikan segala sesuatu, dan dengan kehendak-Mu juga sekaliannya itu ada dan sudah dijadikan."

Maka ada seorang dari antara segala ketua-ketua itu berkata kepadaku, "Janganlah menangis; tengoklah, Singa yang daripada suku bangsa Yehuda, yaitu Akar Daud itu, sudah beroleh kemenangan sehingga membuka kitab dan ketujuh meterainya itu." Maka aku tampak di tengah-tengah arasy, di antara keempat zat yang hidup, dan di tengah segala ketua-ketua itu terdirilah seekor anak domba seperti sudah tersembelih rupanya, yang bertanduk tujuh, dan bermata tujuh, yaitu ketujuh Roh Allah, yang sudah disuruhkan ke seluruh bumi ini. Maka datanglah Anak domba itu mengambil kitab itu daripada tangan kanan Dia yang duduk di atas arasy itu. Setelah diambil-Nya kitab itu, maka sujudlah keempat zat yang hidup dan kedua puluh empat ketua itu di hadapan Anak domba itu, masing-masing sedang memegang kecapi dan bokor emas penuh dengan kemenyan, yaitu segala doa orang-orang suci. Maka menyanyilah mereka itu suatu nyanyian yang baharu, bunyinya, "Berlayaklah Engkau mengambil kitab itu dan membuka meterainya; karena Engkau sudah tersembelih, lalu dengan darah-Mu Engkau menebus (orang) bagi Allah daripada tiap-tiap suku dan bahasa dan kaum dan bangsa, dan Engkau telah menjadikan mereka itu bagi Tuhan kita suatu kerajaan, dan imam-imam; lalu mereka itu memerintah di atas bumi."

Maka aku tampak, dan aku dengar suara malaekat yang banyak sekeliling arasy dan segala zat yang hidup dan segala ketua itu; maka banyaknya itu beribu-ribu laksa, yang mengatakan dengan suara besar, "Berlayak Anak domba yang tersembelih itu menerima kuasa, dan kekayaan, dan hikmat, dan kekuatan, dan hormat, dan kemuliaan, dan puji." Maka aku dengar pula tiap-tiap makhluk yang di surga, dan yang di atas bumi, dan yang di bawah bumi, dan yang di laut, dan segala yang di dalamnya itu mengatakan, "Bagi Dia yang duduk di atas arasy, dan bagi Anak domba itu adalah puji dan kehormatan dan kemuliaan dan kuasa selama-lamanya." Maka keempat zat yang hidup itu mengatakan, "Amin." Dan segala ketua itu sujudlah menyembah.

Kemudian daripada itu aku tampak ada suatu perhimpunan besar, yang tiada seorang pun dapat menghitung, yaitu daripada segala bangsa dan segala suku dan segala kaum dan segala bahasa, berdirilah sekaliannya di hadapan arasy dan di hadapan Anak domba itu, berjubah putih, dan pelepah kurma di dalam tangannya; maka mereka itu berseru-serulah dengan suara besar, katanya, "Selamat bagi Tuhan kami yang duduk di atas arasy itu, dan bagi Anak domba itu." Segala malaekat itu pun berdirilah sekeliling arasy dan sekeliling segala ketua dan keempat zat yang hidup itu, lalu sujud di hadapan arasy serta menyembah Allah, katanya, "Amin; bahwa segala puji, dan kemuliaan, dan hikmat, dan ucapan syukur, dan hormat, dan kuasa, dan kekuatan bagi Tuhan kami, sampai selama-lamanya. Amin."

Maka itulah sebabnya mereka itu ada di hadapan arasy Allah, dan mereka itu beribadat kepada-Nya siang malam di dalam rumah-Nya; dan Ia yang duduk di atas arasy itu akan membentangkan kemah-Nya menaungi mereka itu.

Maka malaekat yang ketujuh itu pun meniup sangkakalanya, lalu kedengaranlah beberapa suara besar di surga mengatakan, "Kerajaan dunia ini menjadi kerajaan Tuhan kita, dan kerajaan Kristusnya, maka Ia akan memerintah kelak selama-lamanya." Lalu kedua puluh empat ketua yang duduk di kursinya di hadirat Allah itu sujud menyembah Allah, serta berkata, "Kami ucapkan syukur kepada-Mu, ya Allah, Tuhan Yang Mahakuasa, Yang ada, dan Yang sudah sedia ada, karena Engkau telah melakukan kodrat-Mu yang besar itu, dan Engkau telah memerintah!

Maka aku dengar pula suatu suara yang besar di surga, mengatakan, "Sekarang sampailah keselamatan dan kodrat dan kerajaan Tuhan kita, dan kuasa Kristusnya itu; karena sudah tercampak ke bawah Penuduh segala saudara kita, yang menuduh mereka itu di hadirat Tuhan kita itu siang malam.

Maka kudengar suatu suara dari langit, seperti bunyi banyak air menderu dan seperti bunyi guruh yang besar. Adapun suara yang kudengar itu seperti bunyi orang pemetik kecapi memetik kecapinya, maka mereka itu menyanyi suatu nyanyian baharu di hadapan arasy itu, dan di hadapan keempat zat yang hidup dan segala ketua itu; dan seorang pun tiada dapat belajar nyanyian itu, hanya keseratus empat puluh empat ribu orang, yang ditebus dari bumi. Inilah orang yang belum menajiskan dirinya dengan perempuan, karena mereka itu teruna; dan inilah orang yang mengikut Anak domba itu barang ke mana Ia pergi. Maka orang ini sudah ditebus dari antara manusia menjadi buah sulung bagi Allah dan bagi Anak domba itu, dan di dalam mulutnya tiada didapati dusta, dan tiada bercacat cela.

sambil katanya dengan suara besar, "Takutlah akan Allah dan hormatilah Dia, karena ketika hukuman-Nya sudah sampai, dan sembahlah Dia yang menjadikan langit dan bumi serta laut dan segala mata air."

Maka aku tampak adalah suatu awan putih, dan di atas awan itu duduk seorang, rupanya seperti Anak manusia, bermakota emas di kepala-Nya dan di dalam tangan-Nya ada sebilah sabit yang tajam.

sambil menyanyikan nyanyian Musa hamba Allah itu, dan nyanyian Anak domba itu, katanya, "Besar dan ajaiblah segala perbuatan-Mu, ya Allah, Tuhan Yang Mahakuasa; maka adil dan benarlah segala jalan-Mu, ya Raja segala bangsa. Siapakah yang tiada takut, ya Tuhan, dan yang tiada memuliakan nama-Mu? Karena hanyalah Engkau yang kudus. Maka segala bangsa akan menghadap dan menyembah Engkau, oleh sebab segala keadilan-Mu telah nyata."

Maka Rumah Allah itu dipenuhilah dengan asap daripada kemuliaan Allah, dan daripada kodrat-Nya; dan seorang pun tiada dapat masuk ke Rumah Allah itu hingga genap ketujuh bala yang daripada ketujuh malaekat itu.

Sekaliannya itu akan berperang melawan Anak domba itu, tetapi Anak domba itu akan menewaskan mereka itu; karena Ialah Tuan sekalian tuan, dan Raja atas segala raja; dan segala yang mengiringkan Dia itu pun menanglah, yaitu segala yang dipanggil dan yang terpilih, dan yang setia."

Kemudian daripada itu aku dengar bunyi seperti suatu

Maka kedua puluh empat ketua dan keempat zat yang hidup itu pun sujud menyembah Allah yang duduk di atas arasy itu sambil berkata, "Amin! Halleluyah!" Maka kedengaranlah suatu suara dari arasy itu berkata, "Pujilah Tuhan kita, hai kamu sekalian hamba-Nya yang takut akan Dia, baik kecil baik besar." Maka aku dengar seperti bunyi suara orang ramai, dan seperti bunyi banyak air menderu, dan seperti bunyi guruh yang besar berkata, "Halleluyah! Karena Tuhan kita, Allah Yang Mahakuasa, sungguh memerintah. Hendaklah kita bersukacita dan bersukaria, dan hendaklah kita memberi Dia hormat; karena ketika kawin Anak domba itu sudah tiba, dan isteri-Nya pun sudah bersedia.

Maka mata-Nya itu seperti nyala api, dan di kepala-Nya, ada makota banyak; maka ada suatu nama tertulis kepada-Nya yang tiada diketahui oleh seorang jua pun, melainkan Ia sendiri; dan Ia berjubah yang dipercik dengan darah, dan nama-Nya dikatakan, "Firman Allah." Maka segala tentara yang di surga mengiringkan Dia dengan menunggang kuda putih, berkainkan kain kasa putih lagi bersih. Dan daripada mulut-Nya keluar sebilah pedang yang tajam, supaya dengan dia itu Ia boleh memarang segala orang kafir. Maka Ia pun akan memerintah mereka itu dengan tongkat besi, dan Ialah yang mengirik irikan anggur, yaitu kehangatan murka Allah Yang Mahakuasa.

Pada jubah-Nya dan paha-Nya ada tertulis suatu nama, yaitu, "Raja atas segala raja, dan Tuan sekalian tuan."

Maka aku tampak suatu arasy putih yang besar, dan Yang duduk di atasnya; daripada hadirat-Nyalah bumi dan langit itu lenyap, sehingga tempatnya pun tiada didapati lagi. Lalu aku tampak segala orang mati, besar kecil, berdiri di hadapan arasy itu, dan segala kitab pun dibukakanlah; dan dibukakan pula sebuah kitab yang lain, yaitu kitab hayat; maka segala orang yang mati itu dihukumkan menurut segala perbuatannya yang tersurat di dalam kitab-kitab itu.

Maka aku tampak pula langit baharu dan bumi baharu; karena langit mula-mula dan bumi mula-mula itu sudah lenyap, dan laut pun tidak ada lagi. Maka aku tampak negeri yang kudus. Yeruzalem baharu, turun dari surga daripada Allah, lengkap seperti seorang pengantin perempuan terhias bagi suaminya. Maka aku dengar suatu suara besar daripada arasy itu mengatakan, "Ingatlah bahwa tempat kediaman Allah itu bersama-sama dengan manusia, dan Ia akan diam bersama-sama dengan mereka itu, dan mereka itu akan menjadi kaum-Nya, dan Allah sendiri akan beserta dengan mereka itu;

Maka aku tampak tiada Rumah Allah di dalamnya, karena Allah, Tuhan Yang Mahakuasa, dan Anak domba itulah rumah-Nya. Maka negeri itu tiada berhajat akan matahari atau bulan bercahaya ke atasnya, karena kemuliaan Allah menerangi dia, dan Anak domba itulah pelitanya.

Lalu ia menunjukkan kepadaku suatu sungai berisi air hayat, jernih seperti hablur, mengalir ke luar daripada arasy Allah dan Anak domba itu. Maka di tengah-tengah jalan negeri itu dan seberang-menyeberang sungai itu ada pohon hayat yang berbuah dua belas jenis; maka tiap-tiap bulan berbuah, dan segala daun pohon itu untuk menyembuhkan segala bangsa. Maka tidaklah ada laknat di sana; maka arasy Allah dan Anak domba itu akan terdiri di dalamnya, dan segala hamba-Nya akan berbuat ibadat kepada-Nya, dan mereka itu akan memandang wajah-Nya, dan nama-Nya itu ada di dahi mereka itu.

Maka Aku inilah Alif dan Ya, Yang terdahulu dan Yang terkemudian, Yang awal dan Yang akhir.

Indonesian - Indonesian - ID

ID'BSS - Bahasa Terjemahan Lama - 1958

This Bible is in the Public Domain.
https://www.biblesupersearch.com/bible-downloads/
Languages are made available to you by www.ipedge.net