31 – Penginjilan
Ini adalah firman suci Tuhan Yang Maha Esa.
Kita tidak tertarik dengan kata-kata manusia.
Bagi siapa pun yang mengasihi Tuhan... inilah yang Tuhan katakan tentang: Penginjilan.
Ini adalah firman suci Tuhan Yang Maha Esa.
Kita tidak tertarik dengan kata-kata manusia.
Bagi siapa pun yang mengasihi Tuhan... inilah yang Tuhan katakan tentang: Penginjilan.
Sekarang bagaimanakah pula mereka itu hendak menyeru yang belum dipercayainya? Dan bagaimanakah mereka itu hendak percaya akan yang belum didengarnya, dan bagaimanakah mereka itu dapat mendengar, jikalau tiada seorang yang memberitakan? Dan bagaimanakah mereka itu hendak memberitakan, jikalau tiada disuruh? Seperti yang tersurat: Alangkah eloknya segala tapak kaki orang yang membawa kabar kesukaan dari hal yang baik.
”Karena kami menjadi suatu bau harum Kristus kepada Allah di antara segala orang yang akan diselamatkan dan yang akan dibinasakan, yaitu kepada orang yang akan dibinasakan, kami menjadi suatu bau maut menuju mati; tetapi kepada orang yang akan diselamatkan, suatu bau hayat menuju hidup. Siapakah yang lengkap bagi hal yang demikian?
”Maka barangsiapa yang tiada menerima kamu atau tiada mendengar perkataanmu, apabila kamu keluar dari rumah atau negeri itu, kebaskanlah debu kakimu. Dengan sesungguhnya Aku berkata kepadamu, bahwa pada hari kiamat terlebih ringan siksa tanah Sodom dan Gomorah daripada siksa negeri itu.
”Maka selamanya ada bumi, tiada lagi akan berhenti musim menabur dan menuai, sejuk dan panas, musim hujan dan musim kemarau, siang dan malam itu.
”Maka sahut Musa, sembahnya: Tetapi barangkali mereka itu tiada percaya akan daku atau tiada mendengar akan kataku; melainkan mereka itu akan berkata demikian: Bahwa Tuhan itu tiada kelihatan kepadamu!
”Maka sembah Musa kepada Tuhan: Ya Tuhan! hamba ini bukannya orang yang pandai berkata-kata, baik dahulu baik sekarang, semenjak Tuhan berfirman kepada hamba-Mu, melainkan hamba ini berat mulut dan berat lidahpun. Maka firman Tuhan kepadanya: Siapa gerangan telah menjadikan mulut pada manusia? atau siapa telah menjadikan orang kelu, atau orang tuli, atau orang celek, atau orang buta? Bukankah Aku ini Tuhan? Maka sekarangpun pergilah engkau; Aku akan ada beserta dengan mulutmu dan Aku akan mengajar engkau barang yang patut akan dikatakan olehmu.
”Maka sembah Musa: Ya Tuhan! suruhkan apalah barangsiapapun baik, yang patut disuruhkan oleh Tuhan. Maka berbangkitlah murka Tuhan akan Musa, lalu firman-Nya: Bukankah Harun, orang Lewi itu, abangmu? Maka Aku tahu ia pandai berkata-kata; bahwa sesungguhnya iapun akan keluar lalu bertemu dengan dikau, maka serta dilihatnya akan dikau, niscaya sukacitalah ia kelak dalam hatinya. Maka hendaklah engkau berkata-kata dengan dia dan membubuh perkataan itu dalam mulutnya, maka Aku akan ada beserta dengan mulutmu dan dengan mulut dia, dan Aku akan mengajar kamu barang yang patut kamu perbuat. Maka iapun akan berkata-kata kepada bangsa itu akan gantimu, dan iapun akan jadi ganti mulutmu dan engkau akan jadi baginya akan ilah.
”Segala tempat kejejakan tapak kakimu itu sudah Kukaruniakan kepada kamu, setuju dengan firman-Ku, yang kepada Musa:
”Hai, seluruh bumi! nyanyilah bagi Tuhan! kabarkanlah selamat yang dari pada-Nya itu dari pada sehari datang kepada sehari. Masyhurkanlah kemuliaan-Nya di antara segala orang kafir, dan perbuatan ajaib-Nya di antara segala bangsa.
”Aku suka berbuat kehendak-Mu, ya Allahku! dan hukum-Mu adalah di dalam dadaku. Bahwa aku memasyhurkan kebenaran dalam perhimpunan yang besar; sesungguhnya tiada aku menahani bibirku, ya Tuhan! Engkau juga yang mengetahuinya.
”Bahwa mulutku akan menceriterakan kebenaran-Mu dan selamat yang dari pada-Mu pasa sebilang hari, jikalau tiada aku mengetahui segala bilangannya sekalipun. Bahwa aku akan pergi dengan kuat kuasa Tuhan Hua serta menyebut kebenaran-Mu, bahkan, hanya kebenaran-Mu juga. Ya Allah! dari pada kecilku Engkau telah mengajar aku, maka sampai kepada hari ini bolehlah aku memasyhurkan segala perbuatan-Mu yang ajaib itu. Maka sebab itu sedang sudah sampai masa tuaku dan putih ubanku, jangan apalah Engkau meninggalkan daku, ya Allah! supaya aku memberitahu kuat-Mu kepada bangsa ini dan kuasa-Mu kepada anak cucunya.
”Nyanyilah bagi Tuhan; puji-pujilah akan nama-Nya; kabarkanlah selamat-Nya dari pada sehari datang kepada sehari. Masyhurkanlah kemuliaan-Nya di antara segala orang kafir dan segala perbuatan ajaib-Nya di antara segala bangsa.
”Dan lagi aku akan berkata-kata kepada raja-raja akan segala kesaksian-Mu dengan tiada malu.
”Orang yang menabur biji-bijian sambil berlinang-linang air matanya, ia itu akan menuai kelak sambil bersorak-sorak. Orang yang mengandung biji-bijian yang hendak ditaburkan itu, ia itupun berjalan sambil menangis, tetapi sesungguhnya ia akan kembali kelak sambil bersorak-sorak, sambil memikul berkas-berkasnya.
”Ya Tuhan! taruhlah kiranya suatu penunggu di hadapan mulutku dan tunggui apalah akan pintu bibirku.
”Turun-temurun orang memuji-muji segala perbuatan-Mu serta memasyhurkan Mahakuasa-Mu.
”Adapun orang jahat itu berbuat pekerjaan yang sia-sia, tetapi orang yang menyemaikan kebenaran itu akan mendapat pahala yang tertentu.
”Adapun buah-buah orang yang benar itulah dari pada pohon kehidupan dan barangsiapa yang mengambil hati orang, ia itulah orang berbudi adanya.
”Bahwa terang mata menyukakan hati, dan kabar yang baik mengadakan sumsum dalam tulang. Barangsiapa yang memberi telinga akan tegur selamat, ia itu boleh bermalam di antara orang yang berbudi. Barangsiapa yang menolak pengajaran, ia itu benci akan nyawanya, tetapi orang yang mendengar akan tegur, ia itu beroleh akal budi. Bahwa takut akan Tuhan itulah pengajaran hikmat; maka rendah hati itu dahulu dari pada hormat.
”Perkataan yang manis-manis itu seperti air madu adanya, ia itu sedap kepada hati dan obat kepada tulang-tulang.
”Barangsiapa yang berpengetahuan itu menahani perkataannya, dan orang yang berakal ia itu mahal budinya. Jikalau seorang bodoh sekalipun, selama ia diam, maka dibilang orang akan dia seorang yang berbudi, dan selama terkatuplah mulutnya dibilangnya akan dia seorang yang berakal adanya.
”Bahwa orang bodoh tiada suka akan akal budi, melainkan akan membuka segala rahasia hatinya.
”Bahwa lidah orang bodoh memasukkan dia ke dalam perselisihan, dan mulutnyapun berteriak-teriak minta ditampar. Bahwa mulut orang bodoh membawa dia kepada kebinasaan, dan lidahnyapun menjadi jerat akan nyawanya.
”Menyahut dahulu dari pada mendengar betul, itulah kurang ajar dan mendatangkan malu.
”Mati dan hidup adalah dalam kuasa lidah, dan barangsiapa yang suka akan dia itu kelak akan makan buah-buahnya.
”Bahwa kabar baik yang datang dari negeri yang jauh itu laksana air sejuk kepada orang yang lelah.
”adalah masa akan mencarik-carik dan masa akan menampal; adalah masa akan berdiam diri dan masa akan berkata-kata;
”Barangsiapa yang mencamkan angin, ia itu tiada akan menabur, dan orang yang memandang awan-awan itu tiada akan menuai.
”Taburkanlah biji-bijianmu pada pagi hari dan jangan engkau lepaskan tanganmu dari padanya pada petang, karena tiada kauketahui mana yang betul, entah ini, entah itu, atau keduanya sama baik adanya.
”Kesudahan, maka sekadar hikmat yang pada al-Khatib itu diajarkannya selalu orang kebanyakan beberapa ilmu dan ditimbangnya dan diselidiknya dan dikarangkannya beberapa berapa amsal. Maka dicoba al-Khatib itu mendapat perkataan yang sedap manis, dan menyuratkan barang yang betul dan perkataan yang benar.
”Setelah itu maka kedengaranlah kepadaku bunyi suara Tuhan, firman-Nya: Siapakah akan Kusuruhkan? siapakah akan menjadi utusan-Ku? Maka jawabku: Bahwa aku ini hamba-Mu, suruhkanlah aku!
”Maka firman-Nya: Pergilah engkau; katakanlah olehmu kepada bangsa ini: Dengarlah dengan pendengaranmu, tetapi jangan kamu mengerti; lihatlah dengan penglihatanmu, tetapi jangan kamu mengetahui! Jadikanlah tebal hati bangsa ini dan beratkanlah pendengaran telinganya, dan katupkanlah matanya, supaya jangan mereka itu melihat dengan matanya, atau mendengar dengan telinganya, atau mengerti dengan hatinya, atau bertobat, atau disembuhkannya mereka itu. Maka sembahku: Ya Tuhan, berapa lamakah? Lalu firman-Nya: Sampai sudah rusak negeri-negeri itu, dan tiada lagi orang penduduknya, dan segala rumahpun tiada lagi orang isinya, dan tanah itu sudah rusak menjadi padang tandus.
”Akan taurat dan assyahadat, barangsiapa yang berkata-kata tiada setuju dengan perkataan itu, sekali-kali tiada akan terbit fajar baginya.
”Maka jahat atau rugi sekali-kali akan tiada di atas segenap gunungku yang suci itu, karena bumi akan penuh dengan pengetahuan dari Tuhan seperti airpun menudungi tubir laut.
”Hai Sion, engkau yang membawa kabar baik! hendaklah engkau naik ke atas sebuah gunung yang tinggi; hai Yeruzalem, engkau yang membawa kabar baik! nyaringkanlah suaramu, nyaringkanlah dia seboleh-bolehnya, janganlah engkau takut; katakanlah olehmu kepada segala negeri Yehuda: Bahwasanya di sini adalah Allahmu!
”Bagaimana elok di atas gunung-gunung kaki orang yang memberitahu barang yang baik, yang memperdengarkan assalam, yaitu orang yang membawa kabar baik, yang memperdengarkan assalam, yaitu orang yang berkata kepada Sion begini: Allahmu juga Raja!
”Bahwa Roh Tuhan Hua adalah padaku, sebab telah dilantik Tuhan akan daku, supaya aku membawa kabar selamat kepada orang yang teraniaya; disuruhnya aku mengobati orang yang pecah hatinya, dan berseru-seru kelepasan bagi orang yang tertawan dan kebukaan penjara bagi orang yang terbelenggu. Dan akan berseru-serukan tahun kesenangan Tuhan dan hari pembalasan Allah kita, dan akan menghiburkan segala orang yang berdukacita hatinya. Dan akan mengangkat segala orang Sion yang berdukacita, dan akan memberikan mereka itu perhiasan akan ganti abu dan minyak kesukaan akan ganti kedukaan dan pakaian indah-indah akan ganti hati yang picik; supaya mereka itu disebut pohon beraksa kebenaran, suatu tanaman Tuhan, sipaya Iapun dipermuliakan.
”Maka sembahku: Ya Tuhan Hua! bahwasanya aku tiada tahu berkata-kata, karena aku lag muda. Tetapi firman Tuhan kepadaku: Janganlah katamu: aku lagi muda! karena barang ke mana Aku menyuruhkan dikau, hendaklah engkau pergi, dan segala sesuatu yang Kupesan kepadamu itu hendaklah kaukatakan. Jangan engkau takut di hadapan mereka itu, karena Aku ini menyertai engkau akan meluputkan dikau, demikianlah firman Tuhan. Maka oleh Tuhanpun diunjuklah tangan-Nya lalu dicecah-Nya mulutku, serta firman Tuhan kepadaku: Bahwasanya Aku membubuh firman-Ku ke dalam mulutmu.
”Bahwasanya Aku akan menyuruhkan banyak orang nelayan, demikianlah firman Tuhan, maka ia itu akan menangkap mereka itu seperti ikan, kemudian Aku akan menyuruhkan banyak orang pemburu, maka ia itu akan memburu mereka itu dari atas segala gunung dan dari atas segala bukit, jikalau dari dalam celah-celah bukit batu sekalipun.
”Maka firman-Nya kepadaku: Hai anak Adam! makanlah barang yang kaudapat; makanlah akan gulungan surat ini, lalu pergilah berkata-kata kepada bangsa Israel. Maka kungangakan mulutku, lalu diberi-Nya aku makan gulungan surat itu, sambil firman-Nya kepadaku: Hai anak Adam! hendaklah engkau kenyangkan perutmu dengan gulungan surat ini, yang Kuberikan dikau. Lalu kumakan, maka dari manisnya adalah ia itu dalam mulutku seperti air madu. Maka firman-Nya kepadaku: Hai anak Adam! pergilah engkau mendapatkan bangsa Israel dan berkatalah kepada mereka itu dengan firman-Ku.
”Maka segala penghulu akan gemerlap seperti terang cuaca di langit, dan mereka yang membenarkan banyak orang itupun akan seperti segala bintang kekal selama-lamanya!
”Arakian, maka datanglah firman Tuhan kepada Yunus pada kedua kalinya, bunyinya: Bangunlah engkau, pergilah ke Ninewe, negeri besar itu, serukanlah kepadanya seru yang Kukatakan kepadamu kelak.
”Maka mulailah Yunus berjalan keliling dalam negeri itu satu hari lamanya sambil berseru, katanya: Bahwa lagi empat puluh hari maka Ninewe akan dibongkar balik. Maka percayalah orang Ninewe itu akan Allah, lalu diserantakannya suatu hari puasa, dan mereka itu berpakaikan kain karung, dari pada besar dan kecil. Hata, setelah sampai firman itu kepada raja Ninewe, maka berbangkitlah ia dari atas singgasananya, ditanggalkannya pakaian kerajaannya dan dikenakannya kain karung pada tubuhnya, lalu duduklah baginda dalam abu. Maka disuruh baginda orang berseru-seru dan mengatakan di Ninewe dengan titah raja dan segala orang besar-besarnya, bunyinya: Baik manusia atau binatang baik lembu atau kambing, jangan diberi makan apa-apa, jangan dihantar ke tanah rumput atau diberi minum air! Melainkan hendaklah menusia dan binatangpun berpakaikan kain karung dan hendaklah orang berseru-seru kepada Tuhan dengan sekuat-kuatnya dan hendaklah masing-masing bertobat dari pada jalannya yang jahat dan dari pada aniaya yang pada tangannya! Entah siapa tahu, mudah-mudahan kembalilah Allah dan menyesallah Ia dan berpaling dirinya dari pada kehangatan murka-Nya sehingga tiada kita binasa. Hata, maka dilihat oleh Allah akan perbuatan mereka itu, bahwa mereka itu bertobat dari pada jalannya yang jahat, lalu bersesallah Allah akan jahat yang telah Ia berfirman hendak berbuat kepada mereka itu, maka tiada juga sampai dibuat-Nya itu.
”Lihatlah di atas gunung-gunung ada kaki orang yang mengabarkan barang yang baik, yang memberitahu selamat: Peganglah segala masa rayamu, hai Yehuda! Sampaikanlah segala nazarmu, karena orang jahat itu tiada lagi meliputi tanahmu; sudah ditumpas habis-habis akan dia.
”Pada zaman itu datanglah Yahya Pembaptis mengajar di padang belantara Yudea, katanya, "Bertobatlah kamu, karena kerajaan surga sudah dekat."
”Tetapi apabila dilihatnya banyak daripada orang Parisi dan Saduki pun datang minta dibaptiskan, berkatalah ia kepada mereka itu, "Hai bangsa ular, siapakah mengajar kamu melarikan dirimu daripada murka yang datang kelak? Keluarkanlah olehmu buah-buahan yang berpadan dengan tobat.
”Tetapi jawab-Nya serta berkata, "Telah tersurat: Bahwa bukannya dengan roti sahaja manusia akan hidup, melainkan dengan tiap-tiap firman yang keluar daripada mulut Allah."
”Semenjak itu mulailah Yesus mengajar, serta berkata, "Bertobatlah kamu, karena kerajaan surga sudah dekat."
”Maka berkatalah Yesus kepada mereka itu, "Marilah, ikutlah Aku, maka Aku akan menjadikan kamu kelak penjala orang." Maka dengan segeranya mereka itu meninggalkan jalanya, lalu mengikut Dia. Setelah Ia berjalan dari sana, dilihat-Nya orang lain pula dua beradik, yaitu Yakub anak Zabdi dengan saudaranya Yahya, di dalam perahu beserta dengan bapanya membubuli jalanya, lalu dipanggilnya mereka itu. Sebentar itu juga keduanya itu meninggalkan perahu itu dan bapanya, lalu mengikut Dia.
”Maka berjalanlah Yesus mengelilingi seluruh tanah Galilea sambil mengajar di dalam segala rumah sembahyang mereka itu, serta memberitakan Injil dari hal kerajaan Allah, dan menyembuhkan segala penyakit, dan melenyapkan segala aib tubuh orang di antara kaum itu.
”Berbahagialah kamu apabila orang mencela kamu dan menganiaya kamu serta mengumpat kamu dengan dusta oleh sebab Aku. Bersukacitalah kamu sambil bersukaria, sebab besarlah pahalamu di surga; karena sedemikian itu juga segala nabi yang dahulu daripada kamu terkena aniaya." "Bahwa kamu inilah garam dunia. Jikalau garam itu menjadi tawar, dengan apakah dapat ia diasinkan pula? Tiadalah ia berguna lagi, hanyalah akan dibuang dan dipijak-pijak orang.
”Kamu ini terang dunia. Sebuah negeri yang di atas gunung, mustahillah ia tersembunyi. Tiada pula orang memasang pelita, lalu menudung dia dengan gantang, melainkan ditaruhkan di atas kaki pelita, maka ia memberi terang kepada segala orang yang di dalam rumah. Demikian juga hendaklah terangmu bercahaya-cahaya di hadapan segala orang, supaya dilihatnya kebajikanmu, lalu dipermuliakannya Bapamu yang di surga."
”"Janganlah kamu menghimpunkan harta benda bagi dirimu di atas bumi, yaitu di tempat gegat dan karat yang membinasakan, dan pencuri yang memecah rumah atau mencuri, melainkan himpunkanlah harta benda bagi dirimu di surga, yaitu di tempat yang tiada gegat dan karat membinasakan, dan tiada pencuri memecah rumah atau mencuri. Karena barang di mana ada hartamu, di situlah juga hatimu.
”Adalah pula seorang murid-Nya berkata kepada-Nya, "Ya Tuhan, izinkanlah kepada hamba pergi dahulu menguburkan bapa hamba." Tetapi kata Yesus kepadanya, "Ikutlah Aku, biarlah orang mati menguburkan orangnya yang mati."
”Maka berjalanlah Yesus dari sana, lalu dilihat-Nya seorang yang bernama Matius duduk di rumah pencukaian; maka kata Yesus kepadanya, "Ikutlah Aku." Lalu bangunlah ia serta mengikut Dia.
”Maka berjalanlah Yesus mengelilingi segala negeri dan kampung, serta mengajar di dalam segala rumah sembahyang mereka itu, sambil mengabarkan Injil dari hal kerajaan Allah, dan menyembuhkan segala penyakit, dan melenyapkan segala aib tubuh orang.
”Lalu kata Yesus kepada murid-murid-Nya, "Sungguhpun tuaiannya banyak, tetapi orang yang menuai itu sedikit sahaja. Oleh sebab itu, pintalah kepada Tuhan yang empunya tuaian itu, supaya Ia menyuruh orang menuai ke tempat tuaiannya."
”Maka sambil kamu berjalan itu, kabarkanlah: Bahwa kerajaan surga sudah dekat. Sembuhkanlah orang yang sakit, hidupkanlah orang yang mati, tahirkanlah orang yang kena bala zaraat dan buangkanlah segala setan. Karena dengan percuma kamu dapat, berikanlah juga dengan percuma.
”Dan jangan kamu membawa emas atau perak atau tembaga di dalam ikat pinggangmu; atau barang tempat bekal bagi perjalanan, atau dua helai baju, atau kasut, atau tongkat pun; karena tiap-tiap orang yang bekerja, patut mendapat makanannya. Dan apabila kamu masuk ke dalam barang sesuatu negeri atau kampung, periksalah olehmu, siapa yang patut-patut di sana, lalu tinggallah di situ, sehingga kamu berangkat pula dari tempat itu. Apabila kamu masuk rumah orang, berilah salam padanya. Dan jikalau isi rumah itu berlayak, biarlah sejahteramu turun ke atasnya; tetapi jikalau tiada, berbaliklah sejahteramu itu kepadamu pula.
”Maka barangsiapa yang tiada menerima kamu atau tiada mendengar perkataanmu, apabila kamu keluar dari rumah atau negeri itu, kebaskanlah debu kakimu. Dengan sesungguhnya Aku berkata kepadamu, bahwa pada hari kiamat terlebih ringan siksa tanah Sodom dan Gomorah daripada siksa negeri itu.
”Ingatlah olehmu, Aku ini menyuruhkan kamu seperti domba di antara serigala. Sebab itu hendaklah kamu cerdik seperti ular, dan tulus hati seperti burung merpati. Tetapi berjaga-jagalah dirimu daripada orang, karena mereka itu akan menyerahkan kamu kepada beberapa majelis, dan kamu akan disesah oleh mereka itu di dalam segala rumah sembahyang mereka itu. Dan lagi, kamu akan dibawa menghadap pemerintah dan raja-raja oleh sebab Aku, yaitu akan menjadi suatu kesaksian pada mereka itu dan pada segala orang kafir pun.
”Tetapi apabila kamu diserahkan oleh mereka itu, janganlah kamu bimbang akan hal bagaimana atau apa yang hendak kamu katakan kelak; karena pada ketika itu juga akan dikaruniakan kepadamu barang yang wajib kamu katakan. Karena bukannya kamu sendiri yang berkata-kata, melainkan Roh Bapamu yang berkata di dalam dirimu.
”Maka saudara akan menyerahkan nyawa saudaranya sampai mati dibunuh, dan bapa akan menyerahkan nyawa anaknya. Dan anak-anak itu akan mendurhaka kepada ibu bapanya, serta membunuh dia. Maka kamu akan dibenci oleh sekalian orang sebab nama-Ku, tetapi orang yang bertekun sampai ke akhir, ialah akan diselamatkan. Apabila kamu dianiayakan oleh orang di dalam sebuah negeri, larilah ke negeri yang lain, karena dengan sesungguhnya Aku berkata kepadamu, bahwa tiada habis kamu menjalani segala negeri Israel, sebelum datang Anak manusia.
”Sebab itu, tiap-tiap orang yang mengaku Aku di hadapan manusia, maka Aku ini juga akan mengaku dia di hadirat Bapa-Ku yang di surga. Tetapi barangsiapa yang menyangkal Aku di hadapan manusia, maka Aku ini juga akan menyangkal dia di hadirat Bapa-Ku yang di surga.
”Janganlah kamu sangkakan Aku datang membawa keamanan di atas bumi ini. Bukannya Aku datang membawa keamanan, melainkan pedang. Karena Aku datang menceraikan orang dengan bapanya, dan anak yang perempuan dengan ibunya, dan menantu yang perempuan dengan mak mentuanya; dan orang yang serumahnya masing-masing akan menjadi seterunya. Siapa yang mengasihi bapanya atau ibunya lebih daripada-Ku, tiada ia berlayak kepada-Ku dan siapa yang mengasihi anaknya laki-laki atau anaknya yang perempuan lebih daripada-Ku, tiada ia berlayak kepada-Ku. Dan barangsiapa yang tiada menanggung salibnya serta mengikut Aku, tiada ia berlayak kepada-Ku. Siapa yang memeliharakan nyawanya, ia akan kehilangan nyawa; dan siapa yang kehilangan nyawanya oleh sebab Aku, ialah akan mendapat nyawa. Siapa yang menyambut kamu, ialah menyambut Aku, dan siapa yang menyambut Aku, ialah menyambut Dia, yang menyuruh Aku.
”Setelah sudah Yesus berpesan demikian kepada kedua belas murid-Nya itu, maka berangkatlah Ia dari sana, hendak mengajar dan mengabarkan Injil di dalam segala negeri mereka itu.
”yaitu orang buta celik matanya, dan orang timpang berjalan betul, dan orang yang kena bala zaraat ditahirkan, dan orang tuli mendengar, dan orang mati dihidupkan, dan Injil dikabarkan kepada orang miskin. Maka berbahagialah orang yang tiada menaruh syak kepada-Ku."
”Maka daripada zaman Yahya Pembaptis sampai sekarang ini, kerajaan surga sangatlah diserbu orang, dan orang yang menyerbu itu merebut akan dia.
”Maka pada hari kiamat orang Niniwe akan berbangkit bersama-sama dengan bangsa ini dan akan menyalahkan dia, karena mereka itu sudah bertobat menurut pengajaran Yunus; maka sesungguhnya di sini ada seorang yang lebih besar daripada Yunus.
”Maka dikatakan-Nyalah kepada mereka itu banyak perkara dengan perumpamaan, kata-Nya, "Adalah seorang penabur keluar hendak menabur benih; maka sedang ia menabur, ada separuh jatuh di tepi jalan, lalu datanglah burung-burung makan sehingga habis benih itu. Ada separuh jatuh di tempat yang berbatu-batu, yang tiada banyak tanahnya; maka dengan segera benih itu tumbuh, sebab tanahnya tiada dalam. Akan tetapi, ketika matahari naik, layulah ia, dan sebab tiada berakar, keringlah ia. Ada juga separuh jatuh di tengah semak duri, maka duri itu pun tumbuh serta membantutkan benih itu. Dan ada pula separuh jatuh di tanah yang baik, sehingga mengeluarkan buah, ada yang seratus, ada yang enam puluh, ada yang tiga puluh kali ganda banyaknya.
”Sebab itu dengarlah oleh kamu pengertian perumpamaan orang yang menabur benih itu! Bahwa apabila orang mendengar Perkataan kerajaan itu dan tiada ia mengerti, maka datanglah si Jahat merebut barang yang tertabur di dalam hatinya itu; inilah dia yang tertabur di tepi jalan. Tetapi yang tertabur di tempat berbatu-batu, itulah orang yang mendengar Perkataan itu, lalu segeralah menyambut dia dengan sukacitanya; tetapi tiadalah ia berakar di dalam dirinya, hanyalah bertahan seketika sahaja. Lalu apabila datang kesusahan atau aniaya oleh sebab Perkataan itu, sebentar itu juga kecil hati mereka itu. Maka yang tertabur di tengah semak duri itu, ialah orang yang mendengar Perkataan itu, tetapi bantutlah Perkataan itu oleh sebab percintaan dunia ini beserta segala tipu daya kekayaannya, sehingga tiada berbuah. Maka yang tertabur di tanah yang baik itu, ialah orang yang mendengar Perkataan itu serta mengerti dia; lalu berbuahlah ia sungguh-sungguh, sehingga mengeluarkan buah, ada yang seratus, ada yang enam puluh, ada yang tiga puluh kali gandanya."
”Suatu perumpamaan yang lain pula dibentangkan-Nya di hadapan mereka itu, kata-Nya, "Bahwa kerajaan surga itu seumpama sebiji sesawi, yang diambil orang, ditaburkannya di ladangnya. Sungguhpun ia itu tampak terlebih kecil daripada segala jenis benih, tetapi apabila ia tumbuh, besarlah ia daripada sekalian pokok sayur-sayuran, dan menjadi pohon, sehingga burung-burung di udara pun datang bersarang di cabang-cabangnya."
”Maka jawab Yesus, kata-Nya, "Sesuatu tanaman, yang tiada ditanam oleh Bapa-Ku yang di surga, ialah akan dicabut.
”Setelah itu berkata Yesus kepada murid-murid-Nya, "Jikalau barangsiapa hendak mengikut Aku, haruslah ia menyangkali dirinya serta menanggung salibnya, lalu mengikut Aku. Karena barangsiapa yang hendak memeliharakan nyawanya, ia akan kehilangan nyawa; tetapi barangsiapa yang kehilangan nyawanya oleh karena Aku, ialah akan mendapat nyawa. Apakah untungnya kepada seorang, jikalau ia beroleh segenap dunia ini, tetapi jiwanya binasa? Atau apakah yang patut diberi orang akan menebus jiwanya? Karena Anak manusia akan datang dengan kemuliaan Bapa-Nya beserta dengan segala malaekat-Nya; pada masa itu Ia akan membalas kepada tiap-tiap orang menurut perbuatannya.
”Dan barangsiapa yang sudah meninggalkan rumah, atau saudaranya laki-laki, atau saudaranya yang perempuan, atau bapanya atau ibunya atau anak-anaknya, atau tanahnya, sebab karena nama-Ku, ia itu akan beroleh seratus kali ganda, serta mewarisi hidup yang kekal.
”"Karena kerajaan surga itu adalah seumpama seorang tuan rumah, yang keluar pada pagi-pagi hari hendak mengupah orang bekerja di dalam kebun anggurnya. Setelah ia bersetuju dengan orang upahan akan sedinar sehari, disuruhnya mereka itu masuk ke kebunnya itu. Maka keluarlah ia sekira-kira pukul sembilan pagi, maka dilihatnya pula orang lain terdiri-diri di pasar dengan sia-sia. Lalu katanya kepada mereka itu: Pergilah kamu pun ke kebun anggur itu, dan barang apa yang patut aku berikan kepadamu. Lalu orang itu pun pergilah. Kemudian pergi pula tuan itu ke luar sekira-kira pukul dua belas, dan pukul tiga petang, maka diperbuatnyalah demikian juga. Serta tuan itu keluar lagi sekira-kira pukul lima petang, didapatinya orang lain pula terdiri-diri sahaja, lalu katanya kepada mereka itu: Apakah sebabnya kamu berdiri di sini dengan sia-sia sehari suntuk? Maka kata mereka itu kepadanya: Oleh sebab seorang pun tiada mengupah kami. Lalu berkatalah ia kepadanya: Pergilah kamu juga ke kebun anggur itu. Setelah malam hari, maka kata tuan yang empunya kebun anggur itu kepada mandurnya: Panggillah orang yang bekerja itu, bayarlah upahnya, mulai daripada orang yang terakhir masuk sampai kepada yang mula-mula. Apabila datang orang yang baharu masuk pada pukul lima petang, tiap-tiap orang itu menerima satu dinar. Apabila datang orang yang mula-mula itu, disangkakannya akan menerima lebih; tetapi tiap-tiap orang itu pun menerima satu dinar. Setelah diterimanya, maka bersungut-sungutlah mereka itu kepada tuan rumah itu, katanya: Bahwa orang yang terakhir ini bekerja hanya sejam sahaja lamanya, maka Tuan menyamakan dia dengan kami, yang sudah menanggung keberatan dan kepanasan sehari suntuk. Tetapi jawab tuan itu kepada seorang dari antara mereka itu: Hai sahabat, tiada aku membuat salah padamu, bukankah engkau bersetuju dengan aku satu dinar? Ambillah bahagianmu, dan pergilah; maka kepada orang yang terakhir ini, aku hendak memberi sama banyak dengan engkau pun. Tiadakah boleh aku berbuat sekehendakku atas milikku sendiri? Atau jahatkah pemandanganmu oleh sebab aku ini baik?
”"Bahwa kerajaan surga itu diumpamakan dengan seorang raja, yang membuat perjamuan kawin bagi puteranya, lalu menyuruhkan hamba-hambanya memanggil orang jemputan pada perjamuan kawin itu, tetapi tiadalah mereka itu mau datang. Maka disuruhkannya pula hamba yang lain, titahnya: Katakanlah kepada orang jemputan itu: Ingatlah, perjamuanku sudah aku sediakan, maka lembu-lembuku dan binatang yang tambun sudah bersembelih, dan semuanya sudah sedia; datanglah kepada perjamuan kawin. Tetapi tiada juga mereka itu peduli serta pergi, seorang ke ladangnya, dan seorang ke perniagaannya. Maka orang lain pula memegangkan hamba-hambanya, menistai dan membunuh dia. Maka murkalah baginda itu, lalu disuruhkannya laskarnya membinasakan segala orang pembunuh itu serta membakar negerinya.
”Lalu titahnya kepada segala hambanya: Sungguhpun perjamuan kawin itu sudah sedia, tetapi orang jemputan itu tiada berlayak. Sebab itu pergilah kamu ke simpang-simpang jalan, dan seberapa banyak orang yang kamu berjumpa, jemputlah kepada perjamuan kawin itu. Maka hamba itu pun keluarlah ke jalan-jalan, dihimpunkannya sekalian orang yang dijumpainya, yaitu yang jahat dan yang baik. Maka penuhlah tempat perjamuan kawin itu dengan orang yang dijamu.
”Pada masa itu kamu akan diserahkan orang akan disengsarakan, dan kamu akan dibunuh orang; dan kamu akan dibenci oleh segala bangsa sebab nama-Ku. Dan kemudian daripada itu banyaklah orang menaruh syak, lalu seorang akan menyerahkan seorang yang lain, dan seorang akan membenci seorang yang lain. Maka banyak nabi palsu akan terbit kelak, dan akan menyesatkan beberapa banyak orang.
”Maka Injil kerajaan ini akan dimasyhurkan di dalam seluruh dunia ini akan menjadi suatu kesaksian bagi segala bangsa; kemudian daripada itu, baharulah tiba kesudahan itu.
”Maka Yesus menghampiri mereka itu, lalu bertutur kepada mereka itu, sabda-Nya, "Bahwa segala kuasa dikaruniakan kepada-Ku. Baik di surga baik di atas bumi ini. Sebab itu pergilah kamu, jadikanlah sekalian bangsa itu murid-Ku, serta membaptiskan dia dengan nama Bapa, dan Anak dan Rohulkudus; dan mengajar dia menurut segala sesuatu yang Aku pesan kepadamu. Maka ketahuilah olehmu: Aku ini beserta dengan kamu senantiasa hingga kepada kesudahan alam."
”Maka datanglah Yahya membaptiskan orang di padang belantara, serta mengabarkan baptisan tobat, jalan keampunan dosa.
”Setelah Yahya itu sudah tertangkap, datanglah Yesus ke tanah Galilea memasyhurkan Injil Allah, serta berkata, "Waktunya sudah sampai, kerajaan Allah sudah dekat. Bertobatlah kamu dan percayalah akan Injil itu."
”Maka ketika Ia berjalan-jalan di pantai Tasik Galilea, dilihat-Nya Simon dan Andreas, saudara Simon, tengah menebar jala di tasik, karena mereka itu nelayan. Maka kata Yesus kepada mereka itu, "Marilah, ikutlah Aku, maka Aku menjadikan kamu kelak penjala orang." Sebentar itu juga mereka itu meninggalkan jalanya, lalu mengikut Dia.
”Lalu berkatalah Yesus kepadanya, "Marilah kita pergi ke lain tempat, ke kampung-kampung yang dekat ini, supaya di sana pun Aku dapat mengajar, karena itulah sebabnya Aku datang ke luar."
”Maka tengah Ia berjalan lalu di situ, dilihat-Nya Lewi, anak Alpius, duduk di rumah pencukaian, maka kata Yesus kepadanya, "Ikutlah Aku." Lalu bangunlah ia serta mengikut Dia.
”Maka ditetapkan-Nya dua belas orang, supaya mereka itu bersama-sama dengan Dia, dan supaya mereka itu disuruh-Nya pergi mengajar orang, dan lagi akan beroleh kuasa membuangkan setan.
”"Dengarlah olehmu! Adalah seorang penabur keluar hendak menabur benih. Maka sedang ia menabur, ada separuh jatuh di tepi jalan, lalu datanglah burung-burung makan sehingga habis benih itu. Ada separuh jatuh di tempat yang berbatu-batu, yang tiada banyak tanahnya, maka dengan segera benih itu tumbuh, sebab tanahnya tiada dalam. Akan tetapi ketika matahari naik, layulah ia, lalu keringlah, sebab tiada berakar. Ada juga separuh jatuh di tengah semak duri, maka duri itu pun tumbuh serta membantutkan benih itu, sehingga tiadalah ia berbuah. Dan ada pula separuh jatuh di tanah yang baik, sehingga dikeluarkannya buah, yang tumbuh dan makin bertambah-tambah buahnya, yaitu: Ada yang tiga puluh, ada yang enam puluh dan ada yang seratus kali gandanya." Maka kata Yesus kepada mereka itu, "Barangsiapa yang bertelinga untuk mendengar, hendaklah ia mendengar." Tatkala Yesus sendiri sahaja, maka orang, yang mengiringkan Dia bersama-sama dengan kedua belas murid-Nya itu, bertanyakan hal perumpamaan itu kepada-Nya. Maka berkatalah Ia kepada mereka itu, "Kepada kamu diberi karunia mengetahui rahasia kerajaan Allah, tetapi kepada sekalian orang yang di luar itu, diberitahu segala perkara ini dengan perumpamaan, supaya mereka itu melihat dengan matanya, tetapi tiada nampak, dan mendengar dengan telinganya, tetapi tiada mengerti, supaya jangan mereka itu akan bertobat, lalu beroleh keampunan dosa."
”Maka berkatalah Yesus kepada mereka itu, "Tiadakah kamu mengetahui arti perumpamaan ini? Dan bagaimanakah kamu dapat mengerti perumpamaan yang lain? Adapun penabur itu, ialah yang menabur Perkataan. Maka inilah yang di tepi jalan, di tempat Perkataan itu ditabur, yaitu apabila mereka itu mendengar, maka dengan seketika itu juga datanglah Iblis mengambil Perkataan, yang tertabur di dalam hatinya. Demikian pula, yang ditabur pada tempat yang berbatu-batu, yaitu apabila mereka itu mendengar Perkataan itu, segeralah disambutnya dengan bersukacita hatinya. Tetapi tiadalah ia berakar di dalam dirinya, hanyalah bertahan seketika sahaja, lalu apabila datang kesusahan atau aniaya oleh sebab Perkataan itu, sebentar itu juga kecillah hati mereka itu. Maka yang ditabur di tengah semak duri itu pula, ialah orang yang sudah mendengar Perkataan itu, lalu masuk ke dalam hatinya segala percintaan dunia ini beserta segala tipu daya kekayaan dan keinginan akan berbagai-bagai perkara yang lain sambil membantutkan Perkataan itu, sehingga tiada ia berbuah. Tetapi inilah, yang ditabur pada tanah yang baik, yaitu orang yang mendengar Perkataan itu serta menerima dia, lalu berbuahlah ia, ada yang tiga puluh ganda, ada yang enam puluh, ada yang seratus kali gandanya."
”Maka kata-Nya lagi, "Demikianlah kerajaan Allah sebagai seorang yang menabur benih di tanah, lalu ia tidur dan bangun malam dan siang, maka benih itu pun timbul dan tumbuh, tetapi tiada diketahuinya bagaimana tumbuhnya itu. Maka bumi itu mengeluarkan buah dari dirinya sendiri, mula-mula kecambah, kemudian mayangnya, akhirnya butir gandum yang sepenuh-penuhnya di dalam mayang itu. Maka pada masa buahnya masak, lalu segera disuruhnya orang membawa sabit, sebab sudah sampai musim menuai."
”Maka kata-Nya, "Bagaimanakah hendak kita ibaratkan kerajaan Allah, atau dengan perumpamaan apakah dapat kita terangkan hal itu? Yaitu sebagai benih sebiji sesawi, apabila ditaburkan di tanah, nampak terlebih kecillah ia daripada segala jenis benih di bumi ini, tetapi setelah sudah ditabur, tumbuhlah ia, lalu menjadi lebih besar daripada segala pokok sayur-sayuran serta mengeluarkan cabang-cabang yang besar, sehingga burung-burung di udara pun dapat bersarang di bawah daun yang rindang itu."
”Akan tetapi tiada diizinkan-Nya kepada orang itu, hanya kata-Nya, "Pergilah, pulanglah ke rumahmu, kepada sanak-saudaramu, lalu kabarkanlah kepada mereka itu, berapa besarnya perkara yang diperbuat Tuhan kepadamu, dan lagi betapa Ia mengasihani engkau." Maka pergilah ia, lalu memasyhurkan di negeri Dekapolis, berapa besarnya perkara yang diperbuat Yesus kepadanya, maka sekalian orang pun heranlah.
”Maka Yesus memanggil kedua belas murid-Nya, lalu menyuruhkan mereka itu berdua-dua; maka diberi-Nya kuasa kepada mereka itu atas segala setan. Lalu dipesankan-Nya kepada mereka itu supaya jangan membawa barang sesuatu pun pada perjalanannya, hanyalah sebatang tongkat sahaja, tetapi roti pun jangan, pundi-pundi pun jangan, uang dalam ikat pinggang pun jangan, boleh juga memakai kasut, tetapi jangan memakai dua lapis baju dalam. Maka berkatalah Yesus kepada mereka itu, "Barang di mana kamu masuk ke dalam rumah orang, di situlah kamu tinggal, sehingga kamu berangkat pula dari tempat itu.
”Maka tempat mana yang tiada menerima kamu, atau tiada hendak mendengar akan kamu, apabila kamu keluar dari situ pula, kebaskanlah debu yang di tapak kakimu, akan menjadi suatu kesaksian pada mereka itu." Maka keluarlah mereka itu serta mengajar orang, bahwa patut orang bertobat.
”Maka kata-Nya lagi kepada mereka itu, "Sesungguhnya kamu menolakkan hukum Allah, supaya dapat kamu menurut adat istiadat orang tua-tuamu.
”Adalah lagi pada mereka itu sedikit ikan kecil-kecil. Setelah diberkati-Nya, ikan itu pun disuruh-Nya letakkan di hadapan orang sekalian itu. Maka makanlah mereka itu sekalian sampai kenyang; lalu orang mengangkat segala sisa roti yang tinggal itu, tujuh bakul penuh. Adapun orang yang sudah makan itu, sekira-kira empat ribu banyaknya, maka Yesus menyuruhkan mereka itu pergi.
”Maka dipanggil-Nya segala orang banyak itu serta dengan murid-murid-Nya, lalu berkata kepada mereka itu, "Barangsiapa yang hendak menurut Aku, haruslah ia menyangkali dirinya serta mengangkat salibnya lalu mengikut Aku, karena barangsiapa, yang hendak memeliharakan nyawanya, ia akan kehilangan nyawa; tetapi barangsiapa yang kehilangan nyawanya oleh karena Aku dan karena Injil, ialah akan memeliharakan nyawa. Karena apakah untungnya kepada seorang, jikalau ia beroleh segenap dunia itu, tetapi jiwanya binasa? Atau apakah yang patut diberi orang akan menebus jiwanya?
”Sebab itu barangsiapa yang malu mengaku Aku dan perkataan-Ku di antara bangsa yang berzinah dan berdosa ini, maka Anak manusia itu pun kelak malulah mengaku dia, apabila Ia datang dengan kemuliaan Bapa-Nya beserta dengan segala malaekat-Nya yang kudus."
”Maka kata Yesus, "Sesungguhnya Aku berkata kepadamu, tiadalah barang seorang pun yang sudah meninggalkan rumahnya, atau saudaranya yang laki-laki, atau saudaranya yang perempuan, atau ibunya, atau bapanya, atau anak-anaknya, atau tanahnya, karena sebab Aku dan sebab Injil, melainkan ia akan beroleh seratus kali ganda pada masa sekarang di dunia ini, yaitu rumah dan saudara laki-laki dan perempuan, dan ibu dan anak-anak, dan tanah, serta dengan aniaya, tetapi pada masa yang akan datang kelak ia beroleh hidup yang kekal.
”Tetapi kamu jagalah dirimu sendiri, karena mereka itu akan menyerahkan kamu kepada beberapa majelis, dan di dalam segala rumah sembahyang kamu akan disesah, dan lagi kamu akan dibawa menghadap pemerintah dan raja-raja oleh sebab Aku, yaitu akan menjadi suatu kesaksian pada mereka itu. Maka tak dapat tiada Injil itu akan dimasyhurkan dahulu kepada sekalian bangsa.
”Tetapi apabila kamu dibawa oleh mereka itu ke hadapan tempat bicara serta diserahkan, janganlah dahulu kamu kuatir akan barang yang hendak kamu katakan, melainkan barang yang dikaruniakan kepadamu pada ketika itulah kamu katakan, karena bukannya kamu ini yang berkata-kata, melainkan Rohulkudus.
”Maka saudara akan menyerahkan nyawa saudaranya sampai mati dibunuh, dan bapa akan menyerahkan nyawa anaknya; dan anak-anak itu akan mendurhaka kepada ibu bapanya, lalu membunuh dia. Maka kamu akan dibenci oleh sekalian orang, karena sebab nama-Ku; tetapi barangsiapa yang bertekun sampai ke akhir, ialah akan diselamatkan.
”Lalu bersabdalah Yesus kepada mereka itu, "Pergilah kamu ke seluruh bumi, beritakanlah Injil itu kepada sekalian alam. Barangsiapa yang percaya dan yang dibaptiskan, ialah akan diselamatkan, tetapi barangsiapa yang tiada percaya itu, ialah akan dihukumkan.
”Maka segala orang itu pun pergilah, serta memberitakan di mana-mana, maka Tuhan membantu mereka itu, dan meneguhkan firman itu dengan sekalian tanda ajaib yang mengiringi dia.
”sebagaimana yang diserahkan kepada kita oleh orang, yang dari mulanya melihat dengan matanya sendiri dan menjadi pengajar Injil itu,
”akan memberi pengetahuan akan hal selamat kepada kaum-Nya di dalam keampunan dosanya,
”Maka kata malaekat itu kepada mereka itu, "Janganlah takut, karena sesungguhnya Aku memberitakan kepadamu suatu kesukaan besar yang akan jadi bagi segenap kaum;
”lalu datanglah ia ke seluruh jajahan keliling Sungai Yarden mengabarkan baptisan tobat, jalan keampunan dosa, seperti yang tersurat di dalam kitab Nabi Yesaya, bunyinya, "Suara orang yang berseru-seru di padang belantara: Sediakanlah jalan Tuhan, dan luruskanlah lorong-lorong-Nya. Tiap-tiap lembah akan ditimbun, dan tiap-tiap gunung dan bukit pun akan direndahkan; dan yang bengkok akan diluruskan, dan yang lekuk-lekak akan diratakan; dan sekalian manusia akan melihat selamat yang daripada Allah."
”Maka dengan beberapa nasehat yang lain pula diberitakannya kabar kesukaan kepada kaum itu.
”Roh Tuhan ada di atas-Ku, sebab Ia sudah mengurapi Aku, akan memberitakan kabar kesukaan kepada orang miskin, dan menyuruhkan Aku mengabarkan kebebasan bagi orang yang tertawan, dan menyembuhkan penglihatan orang buta, melepaskan orang yang tertindih,
”Tetapi kata Yesus kepada mereka itu, "Wajiblah juga kepada negeri lain pun Aku memberitakan kabar kesukaan dari hal kerajaan Allah; maka itulah sebabnya Aku disuruhkan."
”Setelah sudah Ia berhenti bertutur, maka kata-Nya kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang dalam, dan labuhkanlah pukatmu akan menangkap ikan." Maka sahut Simon, katanya, "Ya Rabbi, semalam-malaman kami berlelah, suatu pun tiada dapat; tetapi sebab perkataan Rabbi hamba melabuhkan pukat itu." Setelah dilabuhkan, dilengkungnya ikan terlalu banyak, sehingga koyaklah pukatnya itu. Maka mereka itu pun menggamit kawan-kawannya, yang di dalam perahu lain itu, supaya datang membantu; maka datanglah mereka itu, lalu diisinya sarat kedua buah perahu itu, sehingga hampir tenggelam. Apabila Petrus melihat hal itu, sujudlah ia pada lutut Yesus, katanya, "Ya Tuhan, tinggalkanlah kiranya hamba, karena hamba ini orang yang penuh dosa." Sebab tercengang-cenganglah ia beserta dengan orang-orang yang ada bersama-sama dengan dia, karena perolehan ikan yang didapatinya itu; demikian juga Yakub dan Yahya, anak-anak Zabdi, yang sepencarian dengan Simon. Maka kata Yesus kepada Simon, "Jangan takut, daripada sekarang ini engkau menjadi pemukat orang." Setelah perahu itu disadaikannya ke darat, maka mereka itu pun meninggalkan semuanya, lalu mengikut Yesus.
”Kemudian daripada itu keluarlah Yesus pergi, lalu nampak seorang pemungut cukai bernama Lewi, sedang duduk di rumah pencukaian, maka kata-Nya kepada orang itu, "Ikutlah Aku." Maka ditinggalkannya semua, lalu bangun mengikut Yesus.
”Hendaklah kamu bersukacita melompat-lompat pada hari itu; karena sesungguhnya besar pahalamu di surga; sebab sedemikian itu juga diperbuat oleh orang tua-tuamu ke atas nabi-nabi.
”Maka jawab Yesus serta berkata kepadanya, "Pergilah kamu, kabarkan kepada Yahya barang yang kamu tampak dan dengar; yaitu, orang buta celik matanya, orang timpang berjalan betul, orang yang kena bala zaraat ditahirkan, orang tuli sudah mendengar, orang mati dihidupkan, dan Injil diberitakan kepada orang miskin, maka berbahagialah orang yang tiada menaruh syak akan Daku."
”Kemudian daripada itu, maka Yesus pun menjalani seluruh negeri dan kampung, serta memberitakan dan memasyhurkan kabar kesukaan dari hal kerajaan Allah, dan kedua belas murid itu ada bersama-sama dengan Dia,
”"Adalah seorang penabur keluar hendak menabur benihnya; maka sedang ia menabur, ada separuh jatuh di tepi jalan, lalu dipijak-pijak orang, dan burung-burung dari udara pun makan sehingga habis benih itu. Ada separuh jatuh di atas batu; setelah tumbuh, layulah ia sebab tiada lembab. Ada juga separuh jatuh di tengah-tengah semak duri; maka duri itu pun tumbuh bersama-sama, serta membantutkan benih itu. Dan ada pula separuh jatuh di tanah yang baik, lalu tumbuh sehingga mengeluarkan buah seratus kali ganda." Sedang Ia berkata demikian ini, maka berserulah Ia, "Barangsiapa yang bertelinga untuk mendengar, hendaklah ia mendengar." Maka murid-murid-Nya bertanya kepada-Nya apa arti perumpamaan ini. Maka Yesus pun berkatalah, "Bahwa kepada kamu diberi karunia mengetahui rahasia kerajaan Allah, tetapi kepada orang lain itu dengan perumpamaan, supaya dengan melihat jangan mereka itu nampak, dan dengan mendengar jangan mereka itu mengerti.
”Maka inilah arti perumpamaan itu: Adapun benih itulah Perkataan Allah. Maka yang di tepi jalan itu, ialah orang yang mendengar, kemudian datanglah Iblis mengambil Perkataan itu dari dalam hatinya, supaya jangan mereka itu percaya dan diselamatkan. Dan yang di atas batu itu, ialah orang, serta mendengar, menyambut Perkataan itu dengan sukacita; maka orang itu tiada berakar; mereka itu percaya untuk seketika sahaja, dan pada masa pencobaan undurlah mereka itu. Maka yang jatuh di tengah-tengah semak duri itu, ialah orang yang sudah mendengar, dan serta berjalan dibantutkan oleh kuatir dan kekayaan dan kesukaan dunia ini, maka tiadalah mengeluarkan buah dengan sempurnanya. Tetapi yang di tanah yang baik itu, ialah orang, yang sesudahnya mendengar Perkataan itu, berpegang teguh di dalam hati yang tulus dan baik, lalu mengeluarkan buah dengan bertekun.
”"Pulanglah engkau ke rumahmu, lalu ceriterakanlah berapa besarnya hal yang diperbuat Allah bagimu." Maka orang itu pun pergilah, lalu memasyhurkan di seluruh negeri, berapa besar perbuatan Yesus kepadanya.
”Maka Yesus memanggil kedua belas murid-Nya, lalu diberi-Nya kuat kuasa atas segala setan, dan akan menyembuhkan berbagai-bagai penyakit. Maka disuruhkan-Nya mereka itu mengabarkan kerajaan Allah dan menyembuhkan orang sakit. Maka kata-Nya kepada mereka itu, "Jangan kamu bawa apa-apa pada perjalananmu; tongkat pun jangan, pundi-pundi pun jangan, roti pun jangan, uang pun jangan, berbaju dua pun jangan. Maka ke rumah mana jua pun kamu masuk, tinggallah di sana, dan dari situ pula kamu keluar.
”Maka seberapa banyak orang yang tiada menerima kamu, apabila kamu keluar dari negeri itu, kebaskanlah debu yang di tapak kakimu, akan menjadi suatu kesaksian pada mereka itu." Maka keluarlah mereka itu pergi ke seluruh kampung sambil memberitakan kabar kesukaan dan menyembuhkan orang sana sini.
”Maka kata-Nya kepada sekalian orang, "Jikalau barangsiapa hendak mengikut Aku, haruslah ia menyangkali dirinya serta menanggung salibnya tiap-tiap hari, lalu mengikut Aku. Karena barangsiapa yang hendak memeliharakan nyawanya, ia akan kehilangan nyawa; tetapi barangsiapa yang kehilangan nyawanya oleh karena Aku, ialah akan memeliharakan nyawa. Apakah untungnya kepada seorang, jikalau ia beroleh segenap dunia ini, tetapi dirinya sendiri hilang atau binasa?
”Karena barangsiapa yang malu mengaku Aku dan perkataan-Ku, maka Anak manusia itu pun malu mengaku dia, apabila Ia datang kelak dengan kemuliaan-Nya sendiri dan dengan kemuliaan Bapa-Nya dengan kemuliaan segala malaekat-Nya yang kudus.
”Maka kata Yesus kepada seorang lain, "Ikutlah Aku." Tetapi kata orang itu, "Izinkanlah hamba pergi dahulu menguburkan bapa hamba." Tetapi kata Yesus kepadanya, "Biarlah orang mati menguburkan orangnya yang mati; tetapi engkau ini, pergilah memasyhurkan kerajaan Allah."
”Maka kata seorang yang lain pula, "Hamba hendak mengikut Tuhan; tetapi izinkanlah hamba pulang memberi selamat tinggal kepada seisi rumah hamba." Maka kata Yesus kepadanya, "Tiadalah seorang pun yang berpegang kepada tenggala serta menoleh ke belakang, berlayak bagi kerajaan Allah."
”Setelah itu, maka Tuhan pun menentukan tujuh puluh murid
”Maka kata-Nya kepada mereka itu, "Sungguhpun tuaiannya banyak, tetapi orang yang menuai itu sedikit sahaja; sebab itu pintalah kepada Tuhan yang empunya tuaiannya itu, supaya Ia menyuruh orang menuai ke tempat tuaiannya.
”Pergilah kamu! Ingat-ingat, Aku menyuruh kamu seperti anak domba di antara serigala. Jangan membawa pundi-pundi, atau tempat bekal, atau kasut; dan jangan memberi salam kepada barang seorang pun di jalan.
”Apabila kamu masuk ke negeri mana pun, tetapi orangnya tiada menerima kamu, pergilah kamu ke luar ke jalan-jalannya, katakanlah: Debu negerimu yang lekat pada kaki kami itu pun, kami kebaskan kepadamu; akan tetapi ketahuilah olehmu, bahwa kerajaan Allah sudah dekat. Maka Aku berkata kepadamu, bahwa pada hari itu siksa negeri Sodom terlebih ringan daripada siksa negeri itu.
”Siapa yang mendengar kamu, ialah mendengar Aku, dan siapa yang menolak kamu, ialah menolak Aku; dan siapa yang menolak Aku, ialah menolak Dia, yang menyuruh Aku."
”Maka orang Ninewe akan berbangkit pada hari kiamat beserta dengan bangsa itu dan akan menyalahkan dia; karena mereka itu sudah bertobat oleh sebab pengajaran Yunus, maka sesungguhnya di sini ada seorang yang lebih besar daripada Yunus.
”Maka Aku berkata kepadamu: Tiap-tiap orang yang mengaku Aku di hadapan manusia, maka Anak manusia juga mengaku dia di hadapan malaekat Allah. Tetapi barangsiapa yang menyangkali Aku di hadapan manusia, maka ia pun akan disangkali di hadapan malaekat Allah.
”Apabila orang membawa kamu ke hadapan majelis di rumah-rumah sembahyang, dan ke hadapan raja dan pemerintah, janganlah kamu bimbang akan hal bagaimana atau apa yang hendak kamu jawabkan, atau apa yang hendak kamu katakan; karena Rohulkudus akan mengajar kamu pada saat itu juga, apa yang wajib kamu katakan."
”Jualkanlah barang yang ada padamu dan sedekahkanlah; perbuatlah akan dirimu pundi-pundi yang tiada akan buruk, suatu harta yang tiada berkesudahan di surga, yaitu di tempat pencuri tiada masuk, dan yang tiada gegat membinasakan. Karena barang di mana ada hartamu, di situlah juga hatimu."
”Adakah kamu sangka kedatangan-Ku ini membawa keamanan di atas bumi? Aku berkata kepadamu: Tidak, melainkan perselisihan. Karena daripada ketika ini lima orang di dalam sebuah rumah akan berlawan-lawan sama sendiri, yaitu tiga orang melawan dua, dan dua melawan tiga, dan bapa melawan anaknya laki-laki, dan anak laki-laki melawan bapanya; ibu melawan anaknya yang perempuan, dan anak yang perempuan melawan ibunya; mak mentua melawan menantunya yang perempuan, dan menantu yang perempuan melawan mak mentua."
”Aku berkata kepadamu: Bukannya begitu; tetapi jikalau tiada kamu bertobat, niscaya kamu sekalian pun akan binasa sedemikian itu juga."
”Maka kata Yesus kepadanya, "Adalah seorang yang membuat perjamuan yang besar, dan dijemputnya beberapa banyak orang; maka pada ketika orang hendak makan, disuruhkannya hambanya kepada orang jemputan itu mengatakan: Marilah, karena semuanya sudah sedia. Maka mereka itu sekalian dengan tiada berkecuali mulai berdalih-dalih. Maka kata yang pertama kepadanya: Aku sudah membeli ladang, dan aku perlu ke luar pergi melihat dia; mintalah aku dimaafkan. Maka kata yang lain: Aku sudah membeli lembu lima pasang, dan aku hendak pergi mencobai dia; mintalah aku dimaafkan. Maka kata yang lain pula: Aku baharu kawin, sebab itu aku tiada boleh datang. Maka kembalilah hamba itu, serta memberitahu hal itu kepada tuannya. Lalu marahlah tuan rumah itu sambil berkata kepada hambanya itu: Keluarlah engkau pergi dengan segera ke jalan-jalan dan lorong negeri, bawalah ke mari orang miskin, dan orang kudung, dan orang buta, dan orang timpang. Maka kata hamba itu: Ya Tuan, apalah yang Tuan suruh itu sudahlah diperbuat, tetapi tempat ada lagi. Maka kata tuan itu kepada hambanya: Keluarlah engkau pergi ke jalan-jalan raya dan tempat semak, dan ajaklah orang masuk, supaya rumahku penuh. Karena Aku berkata kepadamu: Bahwa seorang pun tiada dari antara segala orang jemputan itu akan merasai perjamuan-Ku itu."
”"Jikalau barang seorang datang kepada-Ku dan tiada membenci bapanya, dan ibu, dan bini, dan anak, dan saudara laki-laki, dan saudara yang perempuan, bahkan, nyawanya sendiri pun, tiada dapat ia menjadi murid-Ku. Barangsiapa yang tiada menanggung salibnya serta mengikut Aku, tiada dapat ia menjadi murid-Ku.
”Sedemikian juga barangsiapa di antara kamu, yang tiada meninggalkan segala sesuatu yang dipunyainya, tiada dapat menjadi murid-Ku. Adapun garam itu baik; tetapi jikalau garam itu menjadi tawar, dengan apakah dapat ia dimasinkan pula?
”Maka Aku berkata kepadamu: Demikian juga kesukaan di surga kelak sebab satu orang berdosa yang bertobat, lebih daripada sembilan puluh sembilan orang benar yang tak usah bertobat."
”Maka Aku berkata kepadamu: Demikian juga jadi kesukaan di hadapan malaekat Allah sebab satu orang berdosa yang bertobat."
”Karena Anak manusia datang hendak mencari dan menyelamatkan yang sesat."
”Adalah pada suatu hari sedang Yesus mengajar kaum itu di dalam Bait Allah, serta memberitakan kabar kesukaan, maka datanglah kepala-kepala imam dan ahli Taurat beserta dengan orang tua-tua,
”Tetapi terlebih dahulu daripada segala perkara itu, orang akan mendatangkan tangannya ke atasmu dan menganiayakan kamu, sehingga kamu diserahkan ke dalam segala rumah sembahyang dan ke dalam penjara, serta dibawa menghadap raja dan pemerintah, oleh sebab nama-Ku. Maka akibatnya, kamu menaikkan saksi bagi-Ku.
”Sebab itu tetapkanlah di dalam hatimu, jangan mempersediakan jawabmu terlebih dahulu. Karena Aku ini memberi lidah kepadamu dan hikmat, yang tiada dapat dilawani atau dibantahi oleh segala lawanmu.
”Kamu diserahkan juga oleh ibu bapamu, dan oleh saudara-saudaramu dan kaum keluargamu serta sahabat-sahabatmu, dan beberapa dari antara kamu akan dibunuh orang. Maka kamu akan dibenci oleh sekalian orang sebab nama-Ku.
”Maka kata Yesus kepada murid-murid itu, "Tatkala Aku menyuruhkan kamu keluar dengan tiada membawa pundi-pundi atau tempat bekal atau kasut, adakah kamu kekurangan barang sesuatu?" Maka kata mereka itu, "Tiada." Lalu kata-Nya kepada mereka itu, "Tetapi sekarang siapa yang ada pundi-pundi, biarlah ia bawa dia, dan yang ada tempat bekal begitu juga; tetapi siapa yang tiada menaruh sesuatu, hendaklah ia menjual bajunya akan membeli pedang.
”dan akan dikabarkan jalan bertobat dan keampunan dosa kepada sekalian bangsa dengan nama-Nya, -- mulai dari Yeruzalem. Maka kamulah saksinya di dalam segala perkara itu.
”Tetapi seberapa banyak orang yang menerima Dia, kepada mereka itulah diberi-Nya hak akan menjadi anak-anak Allah, yaitu kepada segala orang yang percaya akan nama-Nya; yang kejadian-Nya bukan daripada darah, dan bukan daripada tabiat tubuh, dan bukan daripada kehendak seorang laki-laki, melainkan daripada Allah.
”Pada keesokan harinya Ia hendak pergi ke Galilea; lalu berjumpa dengan Pilipus, serta berkata kepadanya, "Ikutlah Aku."
”Maka Yesus pun menjawab serta berkata kepadanya, "Sesungguh-sungguhnya Aku berkata kepadamu, jikalau seorang tiada diperanakkan pula, tiada dapat ia melihat kerajaan Allah." Maka kata Nikodemus kepada-Nya, "Bagaimanakah orang dapat diperanakkan pada masa tuanya? Dapatkah ia masuk kembali ke dalam rahim ibunya, dan diperanakkan pula?" Maka jawab Yesus, "Sesungguh-sungguhnya Aku berkata kepadamu: Jikalau barang seorang tiada diperanakkan daripada air dan Roh, tiada boleh ia masuk ke dalam kerajaan Allah. Barang yang diperanakkan daripada tabiat tubuh, tubuh juga; dan barang yang diperanakkan daripada Roh, Roh juga. Jangan engkau heran, sebab sudah Kukatakan kepadamu: Bahwa wajib kamu diperanakkan pula. Angin bertiup barang ke mana dikehendakinya, dan engkau mendengar bunyi derunya, tetapi tiada engkau tahu dari mana datangnya dan ke mana perginya. Demikianlah hal tiap-tiap orang, yang jadi daripada Roh itu."
”Sesungguh-sungguhnya Aku berkata kepadamu: Kami katakan barang yang kami ketahui, dan kami saksikan barang yang kami sudah nampak, tetapi tiada kamu menerima kesaksian kami itu. Jikalau Aku sudah mengatakan kepadamu perkara dunia maka tiada kamu percaya, masakan dapat kamu percaya jikalau Aku mengatakan kepadamu perkara surga?
”Karena demikianlah Allah mengasihi isi dunia ini, sehingga dikaruniakan-Nya Anak-Nya yang tunggal itu, supaya barangsiapa yang percaya akan Dia jangan binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. Karena Allah menyuruhkan Anak-Nya ke dalam dunia ini, bukannya sebab hendak menghukumkan dunia itu, melainkan supaya dunia ini diselamatkan oleh-Nya. Barangsiapa yang percaya akan Dia, tiadalah ia dihukumkan, tetapi orang yang tiada percaya itu memang sudah dihukumkan, sebab tiada ia percaya akan nama Anak Allah yang tunggal itu. Maka inilah hukumannya, bahwa terang sudah datang ke dalam dunia, tetapi gelap itu lebih disukai manusia daripada terang itu, sebab segala perbuatan mereka itu jahat adanya. Karena barangsiapa yang berbuat kejahatan, benci akan terang dan tiada datang kepada terang itu, supaya jangan kelak segala perbuatannya kena tempelak. Tetapi orang yang berbuat benar datang kepada terang, supaya nyata segala perbuatannya itu dikerjakan di dalam Allah."
”Barangsiapa yang percaya akan Anak itu, ia beroleh hidup yang kekal; tetapi barangsiapa yang mendurhaka kepada Anak itu, ia pun tiada akan nampak hidup, melainkan murka Allah tinggal di atasnya."
”Bukankah kamu berkata, bahwa lagi empat bulan musim menuai? Sungguh Aku berkata kepadamu: Angkatlah matamu, pandanglah segala ladang; karena sekarang ini sudah masak semuanya, sedia akan dituai. Maka orang yang menuai itu mendapat upah, dan mengumpulkan hasil bagi hidup yang kekal, supaya baik yang menabur, baik yang menuai itu, sama-sama bersukacita. Karena di dalam hal inilah sebenar-benar makna pepatah itu: Lain orang menabur, lain orang menuai. Akulah menyuruhkan kamu akan menuai barang yang tiada kamu kerjakan; orang lain sudah bekerja, dan kamu pun masuk ke dalam pekerjaannya."
”Sesungguh-sungguhnya Aku berkata kepadamu: Barangsiapa yang mendengar perkataan-Ku serta percaya akan Yang menyuruhkan Aku, ia itu beroleh hidup yang kekal, dan tiada masuk ke dalam hukuman, melainkan ia sudah berpindah daripada mati kepada hidup.
”Sebab itu Aku sudah berkata kepadamu, bahwa kamu akan mati di dalam dosamu, karena jikalau kamu tiada percaya bahwa Aku inilah Dia, maka kamu akan mati di dalam dosamu."
”Lalu kata Yesus kepada orang Yahudi yang percaya akan Dia, "Jikalau kamu ini berpegang teguh pada perkataan-Ku, baharulah dengan sesungguhnya kamu menjadi murid-Ku; dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itulah akan memerdekakan kamu."
”Selagi hari siang wajiblah kita mengerjakan pekerjaan Allah, yang menyuruhkan Aku. Karena malam akan datang, apabila seorang pun tiada dapat bekerja.
”"Sesungguh-sungguhnya Aku berkata kepadamu: Siapa yang tiada masuk kandang domba daripada pintu, melainkan memanjat daripada tempat lain, ialah seorang pencuri dan penyamun.
”Siapa yang membuang Aku dan tiada menerima perkataan-Ku, ia ada Satu yang menghukumkan dia. Maka perkataan yang Aku katakan, itulah yang akan menghukumkan dia pada hari kiamat. Karena Aku ini sudah berkata-kata bukannya dengan kehendak-Ku sendiri, melainkan Bapa yang menyuruh Aku, Ia telah memberi Aku suatu pesan, apa yang patut Kukatakan, dan apa yang patut Kututurkan.
”Maka kata Yesus kepadanya, "Aku inilah Jalan dan Kebenaran dan Hidup; seorang pun tiada sampai kepada Bapa, kecuali dengan Aku.
”tetapi sekalian tanda ini sudah disuratkan, supaya kamu yakin, bahwa Yesus itulah Kristus, yaitu Anak Allah, dan supaya kamu yang yakin itu beroleh hidup dengan nama-Nya.
”Maka bersabdalah Yesus kepada mereka itu, "Labuhkanlah pukatmu di sebelah kanan perahu itu, niscaya kamu beroleh." Maka dilabuhkannya pukatnya, lalu oleh sebab teramat banyak ikan masuk, tiada dapat mereka itu menariknya. Maka kata murid yang dikasihi oleh Yesus itu kepada Petrus, "Itulah Tuhan." Setelah didengar oleh Simon Petrus bahwa Ialah Tuhan itu, maka diikatkannya bajunya pada pinggangnya, sebab tiada ia berbaju, lalu terjunlah ia ke dalam laut. Tetapi murid-murid yang lain pula datang dengan perahu itu, karena mereka itu tiada berapa jauh dari darat, hanya ada sekira-kira dua ratus hasta sahaja, sambil menarik pukat yang penuh dengan ikan. Setelah mereka itu naik ke darat, maka mereka itu pun nampak bara api, dan ikan terletak di atasnya dengan roti. Maka bersabdalah Yesus kepada mereka itu, "Bawalah sedikit ikan, yang baharu kamu tangkap." Lalu Simon Petrus naik ke dalam perahu menarik pukat itu ke darat, penuh dengan ikan besar-besar, yaitu seratus lima puluh tiga ekor banyaknya, meskipun sedemikian banyaknya, tiada juga koyak pukat itu.
”Tetapi kamu akan beroleh kuasa kelak apabila Rohulkudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi bagi-Ku, baik di Yeruzalem, baik di seluruh tanah Yudea atau di Samaria, sehingga sampai ke ujung bumi."
”Maka akan jadi kelak, barangsiapa yang menyeru nama Tuhan, ialah yang selamat.
”Maka kata Petrus kepada mereka itu, "Hendaklah kamu bertobat dan berbaptis masing-masing kamu dengan nama Yesus Kristus akan jalan keampunan dosamu, lalu kamu akan beroleh anugerah Rohulkudus. Karena bagi kamulah Perjanjian itu dan bagi anak-anakmu, dan bagi sekalian orang yang jauh-jauh, seberapa banyak yang akan dipanggil masuk oleh Allah, Tuhan itu." Maka dengan banyak perkataan yang lain-lain lagi diberinya kesaksian dan nasehat kepada mereka itu, katanya, "Lepaskanlah dirimu daripada bangsa yang bengkok ini."
”Maka segala orang yang menerima perkataannya itu pun dibaptiskanlah; maka pada hari itu juga bertambahlah bilangan mereka itu sekira-kira tiga ribu orang.
”sambil memuji Allah, dan mereka itu diperkenan oleh segenap kaum itu. Maka sehari-hari bilangannya itu ditambahi Tuhan dengan orang yang beroleh selamat.
”Sebab itu hendaklah kamu menyesal dan bertobat, supaya dosamu dihapuskan, dan supaya datang juga masa yang senang daripada hadirat Tuhan, dan Ia menyuruhkan Kristus Yesus yang terdahulu ditetapkan bagimu. Ialah yang tak dapat tiada disambut oleh surga sampai kepada masa segala sesuatu disempurnakan, sama seperti difirmankan oleh Allah dengan lidah nabi-nabi-Nya yang suci daripada awal dunia ini.
”Tetapi banyak orang yang mendengar perkataan itu sudah percaya; maka banyaknya orang laki-laki itu ada sekira-kira lima ribu.
”Maka tiadalah keselamatan di dalam barang seorang lain pun; karena di bawah langit tiada lagi nama lain yang dikaruniakan kepada manusia, yang di dalamnya kita selamat."
”Tatkala mereka itu melihat keberanian hati Petrus dan Yahya itu, serta pula tampak tiada berpelajaran dan orang yang bersahaja, heranlah sekaliannya; maka baharulah dikenalnya keduanya, bahwa dahulu mereka itu bersama-sama dengan Yesus.
”Maka mereka itu pun memanggil keduanya itu, lalu diamarkannya mereka itu jangan sekali-kali lagi berkata-kata atau mengajar dengan nama Yesus itu. Tetapi sahut Petrus dan Yahya itu sambil berkata kepada mereka itu, "Timbangkanlah kiranya sendiri, kalau-kalau benar kepada pemandangan Allah menurut kamu ini terlebih daripada menurut Allah. Karena kami ini mustahil akan berhenti mengatakan barang yang sudah kami tampak dan kami dengar itu."
”dan sekarang ini, ya Tuhan, tengoklah kiranya akan segala ugutnya itu, dan berilah kiranya hamba-hamba-Mu ini karunia mengatakan firman-Mu dengan terus terang, serta mengedangkan tangan kuasa-Mu akan menyembuhkan orang, dan mengadakan beberapa tanda ajaib dan mujizat dengan nama Yesus hamba-Mu yang kudus." Setelah sudah mereka itu berdoa, maka berguncanglah tempat mereka itu berhimpun itu, lalu sekaliannya penuhlah dengan Rohulkudus, sehingga mereka itu dapat mengatakan firman Allah dengan berani hatinya.
”Maka dengan kuasa yang besar rasul-rasul itu naik saksi tentang kebangkitan Tuhan Yesus, dan besarlah anugerah bagi mereka itu sekalian.
”Maka dibawanya rasul-rasul itu ke hadapan Majelis Besar. Lalu Imam Besar itu pun memeriksai mereka itu, katanya, "Sudah sangat kami larangkan kamu mengajar dengan nama ini, tetapi kamu siar-siarkan juga pengajaranmu itu di seluruh Yeruzalem, bahkan, kamu bermaksud hendak menanggungkan darah Orang ini ke atas kami." Tetapi sahut Petrus dan rasul-rasul itu serta berkata, "Wajiblah orang menurut Allah terlebih daripada manusia.
”lalu dipanggilnya segala rasul itu serta disesahnya sambil melarang mereka itu berkata-kata dengan nama Yesus; kemudian dilepaskannya mereka itu. Maka rasul-rasul itu pun pergilah dari hadapan Majelis itu dengan sukacitanya sebab dibilangkan berlayak menanggung kecelaan karena nama Yesus. Maka tiadalah mereka itu berhenti mengajar sehari-hari di dalam Bait Allah dan di rumah orang, sambil memberitakan kabar kesukaan dari hal Kristus Yesus.
”Maka sekalian orang yang berpecah-belah itu pun sambil berjalan, memberitakan kabar kesukaan. Dan Pilipus turun ke negeri Samaria mengabarkan kepada orang di situ dari hal Kristus itu.
”Tetapi tatkala mereka itu percaya akan Pilipus yang memberitakan kabar kesukaan dari hal kerajaan Allah dan nama Yesus Kristus itu, maka mereka itu sekalian, baik laki-laki baik perempuan pun, berbaptislah.
”Setelah kedua rasul itu menyaksikan dan memasyhurkan firman Tuhan, maka kembalilah mereka itu ke Yeruzalem, sambil memberitakan kabar kesukaan di dalam beberapa banyak kampung orang Samaria.
”Lalu Pilipus pun bertuturlah, dan daripada nas ini mulailah ia memberitakan kepadanya kabar kesukaan dari hal Yesus. Maka di dalam berjalan itu, sampailah keduanya kepada suatu tempat yang berair; maka kata sida-sida itu, "Di sini ada air, sapakah yang menggendalakan aku daripada berbaptis?" Maka jawab Pilipus, "Jikalau Tuan percaya dengan sebulat-bulat hati, bolehlah." Maka ujarnya, "Sahaja percaya bahwa Yesus Kristus itulah Anak Allah!" Lalu ia menyuruhkan kendaraan itu berhenti; maka keduanya pun turunlah ke dalam air, yaitu Pilipus dan sida-sida itu; lalu Pilipus membaptiskan dia.
”Tetapi Pilipus itu didapati orang di Asdod; maka sambil berjalan ia memberitakan kabar kesukaan di dalam seluruh negeri, sehingga ia sampai ke Kaisaria.
”Tetapi Barnabas menyambut dia serta membawa kepada rasul-rasul itu sambil menceriterakan peri bagaimana Saul sudah nampak Tuhan di jalan, dan Tuhan bersabda kepadanya, dan bagaimana ia memasyhurkan nama Yesus di negeri Damsyik dengan terus terang. Maka Saul itu pun berjalan keluar masuk bersama-sama dengan rasul-rasul itu di Yeruzalem, serta memasyhurkan nama Tuhan dengan terus terang. Maka ia pun bertutur dan berbalah-balah dengan orang Yahudi peranakan Gerika; tetapi mereka itu pun mencari akal hendak membunuh dia.
”Maka itulah sabda yang disampaikan kepada bani Israel, tatkala diberitakannya kabar kesukaan, yaitu sejahtera oleh Yesus Kristus, Ialah Tuhan atas sekalian. Maka kamu sendiri mengetahui kabar yang dimasyhurkan di seluruh tanah Yudea, mulai dari Galilea yaitu kemudian daripada baptisan yang diberitakan oleh Yahya itu,
”Maka dipesankannya kepada kami memberitakan kepada kaum, dan menyaksikan bahwa Ialah yang ditetapkan oleh Allah menjadi hakim segala orang yang hidup dan yang mati. Maka akan Dia itu segala nabi-nabi pun menyaksikan, bahwa barangsiapa yang percaya akan Dia kelak menerima keampunan dosa oleh sebab nama-Nya." Sedang Petrus lagi mengatakan perkataan itu, turunlah Rohulkudus ke atas sekalian orang yang mendengar perkataan itu.
”Maka kedengaranlah kepada rasul-rasul dan saudara-saudara yang di tanah Yudea bahwa orang kafir juga sudah mendengarkan firman Allah.
”Maka ia pun menceriterakanlah kepada kami bagaimana ia nampak malaekat itu berdiri di dalam rumahnya, yang berkata kepadanya: Suruhkanlah orang ke Yoppe memanggil Simon, yang bergelar Petrus; ia akan mengatakan kepadamu perkataan yang menyebabkan engkau ini beserta dengan seisi rumahmu akan diselamatkan.
”Setelah didengarnya demikian, maka diamlah mereka itu, lalu memuliakan Allah, serta berkata, "Jikalau begitu, kepada orang kafir pun Allah mengaruniakan jalan tobat yang menuju kepada hidup."
”Tetapi di antara mereka itu ada pula orang Kiperus dan orang Kireni, yang tatkala tiba di Antiokhia bertutur juga kepada orang Gerika, memberitakan kabar kesukaan dari hal Yesus, Tuhan itu. Maka adalah tangan Tuhan menyertai mereka itu, sehingga besarlah bilangan orang yang percaya, serta berpaling kepada Tuhan.
”Maka dahulu daripada kedatangan-Nya sudah diberitakan oleh Yahya suatu baptisan tobat kepada segenap kaum Israel.
”Maka kami ini memberitakan kepada kamu kabar kesukaan, yaitu perjanjian yang dijanjikan kepada nenek moyang kita,
”Maka pada hari Sabbat yang datang itu, hampir segenap negeri itu berhimpun mendengar firman Allah.
”Maka Paulus dan Barnabas pun berkata-kata dengan beraninya, katanya, "Wajiblah firman Allah itu dikatakan terlebih dahulu kepada kamu, tetapi sedang kamu menolakkan dia dan mengirakan dirimu sendiri tiada berlayak bagi hidup yang kekal, maka berpalinglah kami kepada orang kafir. Itulah sebabnya dipesankan Tuhan kepada kami, firman-Nya: Aku jadikan Engkau suatu terang bagi segala orang kafir, supaya Engkau mendatangkan selamat sampai ke ujung bumi."
”Maka orang-orang kafir yang mendengar itu pun bersukacitalah sambil memuliakan firman Allah, dan seberapa banyak orang yang ditentukan bagi hidup yang kekal itu juga percayalah. Maka dimasyhurkanlah firman Tuhan di seluruh jajahan itu.
”Tetapi orang Yahudi menghasut segala perempuan beribadat yang mulia-mulia, dan orang besar-besar di negeri itu, lalu mendatangkan aniaya ke atas Paulus dan Barnabas, serta membuangkan mereka itu dari dalam jajahannya. Maka rasul-rasul itu pun mengebaskan debu kakinya akan menjadi suatu kesaksian atas mereka itu, lalu pergi ke Ikonium.
”Maka di Ikonium masuklah kedua rasul itu bersama-sama ke dalam rumah sembahyang orang Yahudi, serta berkata sebegitu, sehingga terlalu banyak orang Yahudi dan orang Gerika itu pun percayalah. Tetapi pihak orang Yahudi yang degil itu menghasut dan menggusarkan hati orang kafir itu melawan saudara-saudara itu.
”Maka itulah sebabnya beberapa lama rasul-rasul itu tinggal di situ sambil berkata-kata dengan beraninya sebab bergantung kepada Tuhan yang menyaksikan firman anugerah-Nya, dan mengadakan tanda ajaib dan mujizat dengan tangan mereka itu.
”katanya, "Hai Tuan-tuan, apakah sebabnya kamu berbuat segala perkara ini? Kami ini pun manusia juga serupa dengan kamu dan memberitakan kepada kamu kabar kesukaan, supaya kamu berpaling daripada barang yang sia-sia ini kepada Allah yang hidup, yang menjadikan langit dan bumi dan laut dengan segala isinya.
”Setelah diberitakannya kabar kesukaan kepada isi negeri itu dan beberapa banyak orang dijadikannya murid, lalu kembalilah kedua rasul itu ke Listera dan ke Ikonium dan ke Antiokhia, sambil menetapkan hati murid-murid dan menyuruh bertekun di dalam iman dengan katanya, bahwa tak dapat tiada kita masuk kerajaan Allah dengan menanggung beberapa banyak sengsara.
”Apabila mereka itu sedang bertengkar-tengkar sangat, bangkitlah Petrus serta berkata kepada mereka itu, "Hai Tuan-tuan dan Saudara-saudara, kamu ketahui bahwa sudah lama Allah memilih aku di antara kamu, supaya dengan lidahku orang kafir harus mendengar firman Injil, lalu percaya.
”Maka dijajahinya tanah Perigia dan Galatia, sebab ditegahkan oleh Rohulkudus mengatakan firman di Asia. Setelah sampai bertentang dengan Misia, maka dicobanya hendak masuk ke Betinia, tetapi tiada diizinkan oleh Roh Yesus kepada mereka itu. Maka sambil melalui negeri Misia, mereka itu turun ke Teroas. Maka pada waktu malam tampaklah kepada Paulus suatu penglihatan; yaitu terdiri seorang orang Makedonia mengajak dia, katanya, "Marilah menyeberang ke Makedonia menolong kami." Setelah dilihatnya penglihatan itu, maka bersegeralah kami hendak pergi ke Makedonia, sebab pada keputusan kami Allah memanggil kami ke sana memberitakan kabar kesukaan kepada mereka itu.
”Lalu ketua penjara itu meminta beberapa suluh serta berlari menggeletar masuk dan sujud di hadapan Paulus dan Silas itu. Kemudian dibawanya keduanya itu ke luar, lalu berkata, "Ya Tuan-tuan, apakah wajib hamba perbuat supaya beroleh selamat?" Maka kata mereka itu, "Percayalah akan Tuhan Yesus, maka engkau akan beroleh selamat, yaitu engkau beserta dengan seisi rumah engkau."
”Maka Paulus pun masuklah berjumpa dengan orang-orang itu seperti kebiasaannya, dan pada tiga hari Sabbat berturut-turut ia berbicara dengan mereka itu dari hal isi Alkitab, menunjukkan dan menyatakan bahwa tak dapat tiada Kristus itu merasai sengsara, dan bangkit dari antara orang mati, katanya, "Yesus, yang aku ini beritakan kepada kamu, itulah Kristus." Adalah beberapa orang dari antara mereka itu yakin, lalu bersahabat dengan Paulus dan Silas; demikian juga amat banyak orang Gerika yang beribadat, dan beberapa banyak perempuan yang ternama.
”Maka orang yang di situ lebih baik daripada orang yang di Tesalonika itu, karena orang-orang ini telah menerima firman itu dengan sukacitanya serta sehari-hari menyelidiki isi Alkitab kalau sungguh hal itu demikian.
”Maka berdirilah Paulus di tengah-tengah Areopagus itu, serta berkata, "Hai orang Atina, menurut sekalian yang tampak kepadaku, kamu teramatlah sangat mengindahkan agama. Karena tatkala aku berjalan-jalan sambil memperhatikan segala barang yang kamu sembah, maka aku jumpa juga suatu tempat korban yang tertulis demikian: Kepada Tuhan yang tiada dikenal. Sebab itu barang yang kamu sembah dengan tiada kenal, itulah hendak aku ini nyatakan kepada kamu. Maka Allah, yang menjadikan dunia dengan segala isinya, Ialah, yang menjadi Tuhan langit dan bumi, tiada mendiami rumah-rumah berhala yang diperbuat dengan tangan, dan tiada pula Ia berkehendak dilayani dengan tangan manusia, seolah-olah Ia ada kekurangan apa-apa, karena Ia sendiri mengaruniai sekaliannya hidup dan nafas dan segala sesuatu itu. Maka daripada satu sahaja Ia menjadikan segala bangsa manusia akan mendiami seluruh muka bumi, setelah ditentukannya perhinggaan yang tetap, dan sempadan tempat kediamannya, supaya mereka itu mencari Allah, mudah-mudahan mereka itu terabakan Dia dan jumpa Dia, meskipun Ia tiada jauh daripada kita masing-masing. Karena di dalam Dia juga kita hidup dan bergerak dan ada, seperti yang dikatakan oleh beberapa pengarang syairmu: Karena kita pun benih daripada-Nya juga. Maka oleh sebab kita dijadikan Allah, tiadalah patut kita menyangkakan zat Allah itu serupa dengan emas atau perak atau batu yang berukir dengan kepandaian dan akal manusia. Segala zaman jahiliah itu dialpakan juga oleh Allah, tetapi sekarang ini segala orang di mana-mana pun disuruhnya bertobat. Karena sudah ditetapkan-Nya suatu hari, yang dijatuhkan-Nya hukum ke atas isi dunia ini dengan adil-Nya, oleh seorang yang ditetapkan-Nya dengan mensahkan Dia kepada sekalian manusia, di dalam hal Ia membangkitkan Dia dari antara orang mati."
”Maka datanglah ke Epesus seorang orang Yahudi bernama Apollos, peranakan negeri Iskandaria, seorang alim, lagi sangatlah paham akan isi Alkitab. Adapun orang ini sudah diajarkan jalan Tuhan, dan dengan bersungguh-sungguh hati ia berkata-kata dan mengajar dengan cermat dari hal Yesus, meskipun ia hanya mengetahui baptisan Yahya sahaja. Maka mulailah ia berkata-kata dengan beraninya di dalam rumah sembahyang. Tetapi setelah Periskila dan Akila mendengar dia, keduanya itu pun menyambut dia sambil menerangkan kepadanya jalan Allah dengan lebih cermat lagi.
”Maka Paulus pun masuklah ke dalam rumah sembahyang serta berkata-kata dengan beraninya tiga bulan lamanya, sambil berbicara dan meyakinkan orang tentang kerajaan Allah. Tetapi apabila setengah orang mengeraskan hatinya dan ingkar, serta mencerca jalan itu di hadapan orang banyak, maka undurlah ia daripada mereka itu, lalu mengasingkan murid-murid itu. Maka pada tiap-tiap hari ia berbicara di dalam sekolah Tiranus. Demikianlah halnya selama dua tahun, sehingga segala orang yang diam di tanah Asia mendengar firman Tuhan, baik orang Yahudi, baik orang Gerika.
”maka daripada segala perkara yang berfaedah kepadamu suatu pun tiada aku sembunyikan, melainkan aku memberitakan kepadamu, serta mengajar kamu di hadapan orang banyak dan di dalam rumah-rumah, sambil menyaksikan kepada orang Yahudi dan orang Gerika dari hal berpaling kepada Allah dan beriman kepada Tuhan kita Yesus. Sekarang ketahuilah: Aku ini terikat di dalam Roh pergi ke Yeruzalem, tiadalah aku ketahui apa yang akan berlaku ke atasku di situ, hanyalah Rohulkudus itu menyaksikan aku dari sebuah ke sebuah negeri, menyatakan bahwa pengikat dan sengsara menantikan aku. Tetapi sekali-kali tiada aku mengindahkan nyawaku berharga kepada diriku, asalkan dapat aku menyempurnakan jalan tanggunganku dan jawatan, yang aku telah peroleh daripada Tuhan Yesus, yaitu hendak menyaksikan Injil dari hal anugerah Allah.
”Karena engkau akan menjadi saksi bagi-Nya kepada sekalian manusia tentang segala yang sudah engkau tampak dan dengar itu.
”Maka pada malamnya itu berdirilah Tuhan di sisinya sambil bersabda, "Tetapkanlah hatimu! Karena sebagaimana engkau sudah menyaksikan hal-Ku di Yeruzalem, sedemikian itu juga wajib engkau menyaksikan di Rum."
”tetapi bangkit dan berdiri tegaklah engkau, karena inilah sebabnya Aku kelihatan kepada engkau, hendak menetapkan engkau menjadi rasul dan saksi, baik dari segala perihal yang sudah engkau tampak baik dari hal yang di dalamnya Aku akan dinyatakan kepada engkau kelak;
”akan mencelikkan mata mereka itu, supaya mereka itu berpaling daripada gelap kepada terang, dan daripada kuasa Iblis kepada Allah, dan supaya mereka itu beroleh keampunan dosa dan bahagian bersama-sama dengan segala orang yang dikuduskan itu oleh sebab iman kepada-Ku.
”Tetapi sebab sudah beroleh pertolongan Allah, maka hingga kepada hari ini patik ada lagi, serta naik saksi di hadapan segala orang, baik kecil atau besar, dengan tiada mengatakan barang yang lain melainkan barang yang disabdakan oleh nabi-nabi dan Musa, yang akan berlaku kelak, yaitu bahwa wajib Kristus merasai sengsara, dan wajib Ia yang pertama-tama bangkit dari antara orang mati akan memberitakan suatu terang kepada kaum kita ini dan kepada orang kafir pun."
”Maka tinggallah Paulus di dalam rumah yang disewanya itu dua tahun genap, sambil menyambut segala orang yang datang melawat dia, serta memberitakan kerajaan Allah dan mengajarkan segala hal ihwal Tuhan Yesus Kristus dengan beraninya dan tiada bertegah.
”Pertama-tama aku ucapkan syukur kepada Tuhanku oleh sebab Yesus Kristus untuk kamu sekalian, sebab imanmu dimasyhurkan di seluruh dunia.
”Maka aku ini terutang, baik kepada orang Gerika, baik kepada orang bangsa lain, baik kepada orang yang berpengetahuan atau kepada orang yang jahil. Oleh yang demikian menurut kehendak hatiku sedialah aku suka datang, memberitakan kabar kesukaan kepada kamu yang ada di negeri Rum juga. Karena tiadalah aku berasa malu mengaku Injil itu; karena ia itulah suatu kuasa Allah yang mendatangkan selamat kepada tiap-tiap orang yang percaya, terutama sekali kepada orang Yahudi, dan kepada orang Gerika juga.
”Tetapi Allah sudah menyatakan kasih-Nya kepada kita di dalam hal Kristus telah mati karena kita, tatkala kita ditaklukkan oleh dosa.
”Karena upah dosa itu maut, tetapi karunia Allah itu hidup yang kekal di dalam Kristus Yesus Tuhan kita.
”Karena jikalau engkau mengaku dengan mulutmu bahwa Yesus itu Tuhan, dan yakin di dalam hatimu bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati itu, maka engkau akan selamat. Karena dengan hati orang percaya sehingga beroleh kebenaran, tetapi dengan mulut orang mengaku sehingga beroleh selamat. Karena nas Alkitab mengatakan: Bahwa tiap-tiap orang yang percaya akan Dia tiada diaibkan kelak. Sebab tiadalah perbedaannya antara orang Yahudi dengan orang Gerika. Karena Tuhan itulah juga Tuhan bagi sekalian, murah kepada sekalian yang menyeru Dia. Karena tiap-tiap orang, yang menyeru nama Tuhan, akan selamat.
”Sekarang bagaimanakah pula mereka itu hendak menyeru yang belum dipercayainya? Dan bagaimanakah mereka itu hendak percaya akan yang belum didengarnya, dan bagaimanakah mereka itu dapat mendengar, jikalau tiada seorang yang memberitakan? Dan bagaimanakah mereka itu hendak memberitakan, jikalau tiada disuruh? Seperti yang tersurat: Alangkah eloknya segala tapak kaki orang yang membawa kabar kesukaan dari hal yang baik.
”Tetapi bukan sekaliannya menurut Injil itu. Karena sabda Yesaya demikian: Ya Tuhan, siapakah yang percaya akan berita kami?
”Oleh yang demikian nyatalah iman itu datang daripada berita, tetapi berita itu atas sabda Kristus. Tetapi kataku, "belumkah mereka itu mendengar? Bahkan! Kabarnya sudah berpecah-pecah di seluruh dunia, dan perkataannya sampai ke ujung bumi."
”dengan kuasa tanda ajaib dan mujizat dan dengan kuasa Rohulkudus, sehingga mulai dari Yeruzalem dan sekeliling sampai ke Ilirikum aku sudah rata memberitakan Injil Kristus.
”Maka bagi Tuhan yang berkuasa meneguhkan kamu, (menurut Injil yang aku ajarkan, dan menurut pemberitaan dari hal Yesus Kristus itu, sebagaimana kenyataan rahasia yang terlindung semenjak zaman yang azali, tetapi sekarang ini sudah ketara dan dinyatakan kepada segala orang kafir, menurut firman Allah yang kekal itu, dengan kitab nabi-nabi akan membawa mereka itu kepada iman yang taat)
”Karena Kristus menyuruh aku bukannya akan membaptiskan orang, melainkan akan memberitakan kabar kesukaan, bukannya dengan hikmat perkataan, supaya jangan salib Kristus itu menjadi sia-sia. Karena pengajaran dari hal salib itu menjadi kebodohan kepada segala orang yang menuju kebinasaan; tetapi kepada kita yang menuju keselamatan itulah menjadi kuasa Allah. Karena adalah tersurat: Bahwa Aku akan membinasakan hikmat orang yang berhikmat itu, dan kebijakan orang yang bijak itu akan Kulenyapkan.
”Karena sedang dunia ini dengan hikmatnya sendiri tiada dapat mengenal Allah di dalam hikmatnya, maka itulah sebabnya kehendak Allah menyelamatkan orang yang percaya dengan kebodohan pengajaran itu. Sedang orang Yahudi minta tunjukkan tanda ajaib, dan orang Gerika mencari hikmat, maka kita ini memberitakan Kristus yang tersalib, yaitu suatu syak kepada orang Yahudi, dan suatu kebodohan kepada orang kafir, tetapi kepada orang yang dipanggil, baik orang Yahudi baik orang Gerika, Kristus itulah kuasa Allah dan hikmat Allah. Karena kebodohan Allah itu lebih besar hikmatnya daripada manusia; dan kelemahan Allah itu lebih gagah daripada manusia.
”Demikian aku pun, tatkala aku sudah datang kepadamu, hai saudara-saudaraku, bukannya aku datang dengan petah lidah atau hikmat di dalam hal aku memberitakan rahasia Allah kepadamu. Karena aku sudah bermaksud, bukannya hendak mengetahui apa-apa di antara kamu, melainkan Yesus Kristus, yang telah tersalib itu. Aku sudah ada di dalam kelemahan dan ketakutan dan geletar yang sangat di antara kamu. Maka perkataanku dan pemberitaanku bukannya dengan perkataan hikmat yang menarik hati orang, melainkan dengan penunjukan roh dan kuasa Allah, supaya imanmu jangan bergantung kepada akal manusia, melainkan kepada kuasa Allah.
”Adapun hikmat itu kami katakan di antara orang yang sempurna. Tetapi bukannya hikmat dunia ini, dan bukannya hikmat raja-raja dunia ini, yang ditiadakan kelak, melainkan kami mengatakan hikmat Allah yang sudah dirahasiakan dan yang tersembunyi, dan yang sudah ditetapkan Allah terlebih dahulu daripada dunia ini untuk kemuliaan kita, yang tiada dikenal oleh seorang pun daripada raja-raja dunia ini. Karena jikalau mereka itu sudah mengenal dia, niscaya tiadalah mereka itu menyalibkan Tuhan, pohon segala kemuliaan itu, melainkan seperti yang tersurat: Barang yang mata tiada tampak, dan telinga tiada mendengar, dan yang tiada timbul di dalam hati manusia, itulah yang disediakan Allah bagi orang yang mengasihi Dia.
”Tetapi kepada kita Allah sudah menyatakan itu dengan Roh-Nya, karena Roh itulah menyelidik segala sesuatu, walaupun perkara Allah yang dalam-dalam. Karena manusia yang manakah mengetahui batin orang, melainkan roh yang ada di dalam orang itu? Demikianlah juga tiada seorang pun mengetahui batin Allah, melainkan Roh Allah itu. Tetapi kita ini telah menerima bukannya roh dunia ini, melainkan Roh yang daripada Allah, supaya kita dapat mengetahui barang yang dikaruniakan Allah kepada kita. Maka barang yang kami katakan itu pun bukannya dengan pengajaran manusia, melainkan dengan pengajaran Roh, sambil membandingkan barang rohani dengan rohani.
”Tetapi orang duniawi tiada menerima barang yang daripada Roh Allah itu, karena perkara itu menjadi kebodohan kepadanya, dan tiada dapat mengenalnya, sebab perkara itu diselidik dengan peri rohani. Tetapi orang yang rohani itu menyelidiki segala perkara, maka ia sendiri tiada diselidik oleh seorang jua pun. Karena siapakah yang mengetahui kasad Tuhan sehingga dapat mengajar Tuhan? Tetapi kita ini menaruh kasad Kristus.
”Hai saudara-saudaraku, dahulu tiada dapat aku mengatakan kepada kamu seperti kepada orang yang rohani, melainkan seperti kepada orang yang di dalam tabiat duniawi, yaitu seperti kepada orang yang menjadi kanak-kanak di dalam Kristus. Maka susu kuberikan kamu, bukannya makanan; karena kamu belum tahan, bahkan, sampai sekarang ini kamu belum tahan,
”Aku ini yang menanam, Apollos yang menyiram, tetapi Allah yang menumbuhkan. Oleh yang demikian penanam pun tidak, penyiram pun tidak dihargakan, melainkan hanya Allah yang menumbuhkan. Maka yang menanam dan yang menyiram itu menjadi sama, tetapi masing-masing akan memperoleh pahalanya sendiri, sekadar pekerjaannya sendiri. Karena kami orang bekerja bersama-sama dengan Allah, maka kamu huma Allah, dan bangunan Allah.
”Maka menurut sebagaimana anugerah Allah yang dikaruniakan kepadaku menjadi seperti kepala tukang rumah yang pandai, aku sudah meletakkan alas, maka orang lain membangunkan rumah di atasnya. Tetapi biarlah masing-masing memperhatikan bagaimana ia membangunkan di atasnya itu. Karena lain alasan tiadalah dapat diletakkan oleh seorang jua pun, kecuali yang sudah terletak, yaitu Yesus Kristus. Jikalau barang seorang mendirikan rumah emas, perak, batu yang indah-indah, kayu, rumput kering, atau jerami di atas alasan itu, maka pekerjaan masing-masing itu ketaralah kelak. Karena Hari itu akan menerangkan halnya, sebab dinyatakan itu dengan api; maka api itu sendiri akan menguji jenis pekerjaan masing-masing itu. Jikalau pekerjaan barang seorang tinggal tetap, yang dibangunkannya di atas alasan itu, niscaya diperolehnya pahala kelak. Jikalau pekerjaan seorang terbakar, niscaya rugilah ia. Maka ia sendiri akan selamat, tetapi seolah-olah orang yang menerusi api.
”Karena jikalau aku memberitakan kabar kesukaan, bukanlah megah kepadaku, sebab kewajiban itu tertanggung atasku; bahkan, wai atasku, jikalau tiada aku memberitakan kabar kesukaan itu.
”Karena jikalau aku berbuat demikian itu dengan kehendakku sendiri, adalah suatu pahala padaku; tetapi jikalau bukannya dengan kehendakku sendiri, maka ia itu suatu jawatan yang dipercayakan kepadaku. Jikalau demikian, apakah pahalaku? Inilah: Aku memberitakan kabar kesukaan itu dengan tiada berupah, sehingga aku tiada melakukan kebebasanku di dalam hal memberitakan Injil itu.
”Karena meskipun aku merdeka daripada orang sekalian, maka aku telah memperhambakan diriku untuk sekalian orang, supaya aku beroleh lebih banyak orang. Maka kepada orang Yahudi aku menjadi seperti seorang Yahudi, supaya aku memperoleh orang Yahudi itu. Dan kepada orang yang di bawah hukum Taurat aku menjadi seperti orang yang di bawah hukum Taurat, walaupun aku sendiri tiada di bawah hukum Taurat, supaya aku memperoleh orang yang di bawah hukum Taurat itu. Maka kepada orang yang tiada mempunyai hukum Taurat, aku menjadi seperti orang yang tiada mempunyai hukum Taurat, meskipun aku tiada lepas daripada hukum Allah, melainkan takluk di bawah hukum Kristus, supaya aku memperoleh orang yang tiada mempunyai hukum Taurat. Maka kepada orang yang lemah aku menjadi seperti orang lemah, supaya aku memperoleh orang yang lemah. Maka kepada orang sekalian aku sudah menjadi segala sesuatu, supaya boleh dengan seboleh-bolehnya aku dapat menyelamatkan beberapa orang.
”Dan jikalau aku dapat karunia bernubuat, dan aku mengetahui segala rahasia dan segala marifat, dan jikalau aku menaruh iman yang sempurna, sehingga dapat aku memindahkan segala gunung sekalipun, tetapi aku tiada menaruh kasih, niscaya aku bukan suatu apa pun. Jikalau aku sedekahkan segala hartaku menjamu orang miskin, dan jikalau aku serahkan tubuhku dibakar, tetapi aku tiada menaruh kasih, niscaya satu pun tiada berfaedah kepadaku.
”Maka aku menyatakan kepada kamu, hai saudara-saudaraku, akan Injil yang aku beritakan kepada kamu, dan yang telah kamu terima itu, dan yang di dalamnya juga kamu berdiri tetap, dan olehnya juga kamu beroleh selamat, asal kamu berpegang teguh kepada perkataan yang kuberitakan kepada kamu, kecuali imanmu itu sia-sia.
”Tetapi oleh sebab anugerah Allah aku telah menjadi sebagai aku ada; dan anugerah-Nya kepadaku itu tidak menjadi sia-sia, melainkan aku berlelah lebih daripada mereka itu sekalian; tetapi bukannya aku, melainkan anugerah Allah yang beserta dengan aku. Sebab itu, baik aku, baik mereka itu, sebagaimana kami beritakan, begitulah juga kamu telah percaya.
”Hai orang bodoh! Barang yang engkau ini taburkan, tiada diberi hidup sebelum mati. Dan yang engkau tabur itu, bukannya engkau menabur tubuh yang boleh menjadi, melainkan biji yang berkupas, barangkali gandum atau lain-lain.
”Tetapi syukurlah kepada Allah yang senantiasa mengarak kami di dalam perarakan sebab kemenangan di dalam Kristus, serta menyatakan bau harum pengetahuan akan Kristus dengan lidah kami di segala tempat. Karena kami menjadi suatu bau harum Kristus kepada Allah di antara segala orang yang akan diselamatkan dan yang akan dibinasakan, yaitu kepada orang yang akan dibinasakan, kami menjadi suatu bau maut menuju mati; tetapi kepada orang yang akan diselamatkan, suatu bau hayat menuju hidup. Siapakah yang lengkap bagi hal yang demikian?
”Karena kami ini bukannya seperti kebanyakan orang yang mencari untung dirinya sendiri sahaja dengan firman Allah, melainkan kami berkata-kata dengan tulus ikhlas, sebagaimana daripada Allah, di hadirat Allah di dalam Kristus.
”Tetapi jikalau jawatan yang membawa maut dengan tulisan yang terukir pada loh batu itu telah datang dengan kemuliaannya, sehingga bani Israel tiada dapat merenung muka Musa oleh sebab (cahaya) kemuliaan mukanya, yaitu (cahaya) kemuliaan yang akan lenyap, bukankah jawatan Roh itu terlebih kemuliaannya? Karena jikalau jawatan yang mendatangkan hukum itu menaruh kemuliaan, apatah lagi jawatan yang mendatangkan kebenaran melimpah dengan kemuliaan. Karena dengan sebenarnya yang dahulu dimuliakan itu, bukanlah dimuliakan di dalam hal ini, dari sebab kemuliaan inilah, yang terlampau sangat itu. Karena jikalau yang akan lenyap itu ada dengan kemuliaannya, maka terlebih lagi yang kekal itu di dalam kemuliaan.
”Maka oleh sebab kami menaruh pengharapan yang demikian itu, beranilah kami berkata-kata,
”Tetapi segala perkara itu asalnya daripada Allah, yang sudah memperdamaikan kita dengan diri-Nya sendiri oleh sebab Kristus, dan yang mengaruniai kita jawatan perdamaian. Karena Allah di dalam Kristus itu adalah memperdamaikan isi dunia ini dengan diri-Nya sendiri, serta tiada menghitungkan dosa mereka itu ke atas mereka itu, dan sudah menanggungkan ke atas kami kabar perdamaian itu.
”Sebab itu kami menjadi utusan bagi pihak Kristus, seolah-olah Allah minta dengan lidah kami. Maka kami mintalah bagi pihak Kristus: Biarlah kamu diperdamaikan dengan Allah!
”Karena demikianlah firman-Nya: Pada masa yang diperkenankan, Aku telah mendengarkan engkau, dan pada hari keselamatan sudah Aku menolong engkau. Sesungguhnya sekarang inilah masa yang diperkenankan itu, bahkan, sekarang inilah hari keselamatan itu.
”Di dalam barang sesuatu pun tiada kami mendatangkan syak, supaya jangan pekerjaan kami dicela.
”Karena dukacita yang menurut kehendak Allah mengerjakan tobat menuju selamat, yang tiada mengadakan sesal; tetapi dukacita dunia ini membawa kepada maut.
”Tetapi ingatlah perkataan ini: Orang yang menabur berdikit-dikit, ia akan menuai berdikit-dikit juga, dan orang yang menabur dengan lebihnya, ia akan menuai dengan lebihnya juga.
”Tetapi Tuhan yang mengaruniakan benih kepada penabur, dan roti untuk makanan, Ialah juga akan mengaruniakan dan memperbanyakkan taburanmu dan melebatkan buah-buahan kebajikan kamu,
”supaya kami memberitakan kabar kesukaan sehingga melewati kamu, bukan pula kami hendak memegahkan diri di dalam jajahan orang lain atas pekerjaannya yang sudah sedia.
”Sudahkah aku berdosa di dalam hal merendahkan diriku sendiri, supaya kamu ini ditinggikan, sebab aku memberitakan kepadamu Injil Allah dengan percuma sahaja?
”Tetapi jikalau kami ini atau seorang malaekat dari surga sekalipun akan memberitakan kepadamu Injil lain daripada yang telah kami beritakan kepadamu, biarlah ia terlaknat. Sebagaimana yang telah kami katakan dahulu, sekarang pun kukatakan pula, bahwa jikalau barang seorang memberitakan Injil kepadamu lain daripada yang telah kamu terima itu, biarlah ia terlaknat.
”Sekarang aku menyukakan manusiakah, atau Allah? Atau aku mencari jalan diperkenan oleh manusiakah? Jikalau aku lagi mencari jalan diperkenan oleh manusia, maka bukanlah aku hamba Kristus. Karena aku memaklumkan kepadamu, hai saudara-saudaraku, bahwa Injil yang telah kuberitakan itu, bukanlah pendapatan manusia.
”Adapun hidupku ini bukannya aku lagi, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku; tetapi hidup yang sekarang aku hidup di dalam tubuh ini, aku hidup di dalam iman kepada Anak Allah, yang mengasihi aku dan yang menyerahkan diri-Nya karena aku.
”Janganlah kamu tersesat: Allah tiada boleh diolok-olokkan; karena barang yang ditabur orang, itu juga akan dituainya. Karena barangsiapa yang menabur di dalam hawa nafsunya itu akan menuai kebinasaan daripada hawa nafsunya; tetapi barangsiapa yang menabur di dalam Roh itu, akan menuai hidup yang kekal daripada Roh itu.
”Maka datanglah Ia memberitakan kabar kesukaan dari hal perdamaian kepada kamu yang jauh, dan perdamaian kepada orang yang dekat,
”Dan Ialah sudah mengangkat setengah orang menjadi rasul-rasul, setengah menjadi nabi-nabi, setengah menjadi pemberita Injil, dan setengah menjadi gembala dan guru agama, akan melengkapkan orang-orang suci bagi pekerjaan melayani di dalam hal mendirikan tubuh Kristus, sehingga kita sekalian sampai kepada persatuan iman dan makrifat Anak Allah, dan menjadi orang yang sudah akil balig, sehingga bertambah-tambah sempurna sama dengan Kristus, supaya jangan lagi kita menjadi kanak-kanak, beralun-alun seperti gelombang, dan ditiup oleh segala jenis angin pengajaran, dengan semu daya manusia dan cerdiknya, yang membawa kepada segala akal yang sesat,
”dan berjalanlah di dalam kasih, sebagaimana Kristus juga sudah mengasihi kamu dan sudah menyerahkan diri-Nya karena kita menjadi suatu persembahan dan korban yang berbau harum kepada Allah.
”dan karena aku pun, supaya aku dikaruniai perkataan di dalam hal membuka mulutku akan memberitakan rahasia Injil itu dengan berani hati. Karena Injil itulah aku menjadi utusan yang terbelenggu, supaya di dalam hal Injil itu dapat aku berkata-kata dengan berani, seperti yang patut aku berkata.
”dan kebanyakan saudara-saudara beroleh pengharapan kepada Tuhan oleh sebab belengguku itu, lalu makin lebih berani mengucapkan firman Allah dengan tiada takut. Sungguh, setengah orang yang memberitakan Kristus itu dari sebab dengki dan perselisihan, setengah orang pula dengan tulus ikhlas, maka orang itu berbuat demikian dari sebab kasih, karena mengetahui bahwa aku ditetapkan kepada hal menjawabkan Injil itu; tetapi yang lain itu memasyhurkan Kristus sebab perlawanan, bukannya dengan tulus, melainkan dengan sangka hendak membangkitkan kesusahan ke atasku di dalam hal aku terbelenggu ini. Biar dengan sebagaimana pun, baik dengan pura-pura, baik dengan sungguh, maka Kristus itu dimasyhurkan juga; maka sukacitalah aku akan hal itu, bahkan, senantiasalah aku akan bersukacita,
”asal kamu tekun di dalam iman, dengan tetap dan teguh, apatah lagi tiada kamu berpaling daripada pengharapan yang di dalam Injil, yang sudah kamu dengar, dan yang sudah diberitakan kepada sekalian makhluk yang di bawah langit, dan yang aku ini, Paulus, sudah menjadi pelayan-Nya. Sekarang aku berasa sukacita di dalam sengsara yang kutanggung karena kamu, dan menggenapkan di dalam diriku jumlah sengsara Kristus karena tubuh-Nya, yaitu sidang jemaat. Maka aku sudah dijadikan pelayan sidang itu, menurut seperti jawatan yang dikaruniakan Allah kepadaku karena kamu akan menyampaikan firman Allah, yaitu rahasia yang sudah tersembunyi berzaman-zaman dan turun-temurun, tetapi sekarang sudah dinyatakan kepada orang-orang suci-Nya. Maka kepada mereka itulah Allah dengan kehendak-Nya sudah menyatakan bagaimana kayanya kemuliaan rahasia itu kepada orang kafir, yaitu Kristus di dalam kamu itulah pengharapan akan beroleh kemuliaan, yang kami ini beritakan, sambil menasehatkan tiap-tiap orang dan mengajar tiap-tiap orang dengan segala hikmat, supaya dapat kami mendirikan tiap-tiap orang menjadi sempurna di dalam Kristus.
”sedangkan kamu mengetahui, bahwa daripada Tuhan kamu akan menerima warisan itu menjadi balasan bagimu. Karena kamu menjadi hamba kepada Tuhan Kristus.
”sambil mendoakan kami juga, supaya Allah membukakan kami suatu pintu bagi pemberitaan Injil, akan berkata-kata dari hal rahasia Kristus, yang menyebabkan juga aku terbelenggu, supaya aku boleh menyatakan hal itu, sebagaimana yang patut aku berkata-kata. Hendaklah kamu melakukan dirimu dengan bijaksana kepada orang luar, dengan tiada membuangkan waktu. Hendaklah senantiasa perkataanmu itu berkat, dimasinkan dengan garam, supaya dapat kamu mengetahui bagaimana kamu memberi jawab kepada tiap-tiap orang.
”karena pemberitaan Injil kami yang sudah sampai kepadamu itu bukannya dengan perkataan sahaja, melainkan juga dengan kuasa, dan dengan Rohulkudus, dan sangat yakin, seperti yang memang kamu tahu bagaimana kami sudah melakukan diri di antara kamu karena kamu. Maka kamu ini sudah menjadi penurut teladan kami dan teladan Tuhan; meskipun di dalam beberapa sengsara, kamu sudah menerima firman itu dengan kesukaan yang datang daripada Rohulkudus,
”sungguhpun dahulu kami merasa kesusahan dan siksa di Pilipi, sebagaimana yang kamu ketahui, tetapi di dalam Tuhan kita makin berani kami memberitakan Injil Allah kepadamu di dalam perlawanan yang amat sangat. Karena nasehat kami itu bukannya peri yang sesat, dan bukannya dengan tiada ikhlas, dan bukannya dengan semu daya, melainkan sebagaimana kami sudah dipatutkan oleh Allah mempercayakan Injil itu kepada kami, maka demikianlah kami beritakan, bukannya seperti hendak menyukakan manusia, melainkan Allah yang menguji hati kita. Karena tiada pernah kami mengumbuk-umbukkan kamu, sebagaimana kamu pun mengetahui; tiada juga kami bertudung dengan tamak, Allahlah saksinya; maka tiada juga kami mencari kemuliaan daripada manusia, baik daripada kamu, baik daripada orang lain, sungguhpun ada kuasa kepada kami menunjukkan kemuliaan kami sebab kami menjadi rasul-rasul Kristus, tetapi kami lemah lembut di antara kamu seperti seorang ibu mengasuh anak-anaknya sendiri. Oleh yang demikian, sebab sangat sayang akan kamu, maka sukalah kami bukan sahaja memberi kepadamu Injil Allah itu, melainkan jiwa kami juga dari sebab kamu sudah menjadi sangat dikasihi oleh kami. Karena kamu ingat, hai saudara-saudaraku, akan kelelahan dan kesusahan kami, yaitu siang malam kami sudah bekerja supaya jangan kami membebankan seorang pun di antara kamu, maka sudahlah kami beritakan Injil Allah itu kepadamu.
”pada masa Ia akan datang kelak supaya dipermuliakan di dalam segala orang suci-Nya, dan menjadi suatu ajaib pada Hari itu kepada segala orang yang percaya, karena kesaksian kami kepadamu itu dipercayai.
”Maka kepada hal itu kamu sudah dipanggilnya dengan Injil yang kami beritakan itu, akan memperoleh kemuliaan Tuhan kita Yesus Kristus. Sebab itu, hai saudara-saudaraku, hendaklah kamu berdiri tetap, serta memegang segala pengajaran yang sudah diajarkan kepadamu, baik dengan perkataan baik dengan surat kami.
”Berusahalah dengan bersungguh-sungguh di dalam peperangan iman, mencapai hidup yang kekal, yang engkau telah dipanggil itu, sedang sudah engkau ikrarkan ikrar yang baik di hadapan banyak saksi.
”Sebab itu janganlah malu tentang hal mengaku Tuhan kita, dan jangan malu sebab aku yang terbelenggu karena Tuhan, melainkan hendaklah engkau bersama-sama merasai sengsara karena Injil menurut kuasa Allah, yang sudah menyelamatkan kita, dan memanggil kita dengan panggilan yang kudus, bukannya menurut kadar perbuatan kita, melainkan menurut maksud-Nya sendiri dan anugerah yang dikaruniakan kepada kita di dalam Kristus Yesus dahulu daripada zaman yang azali, tetapi sekarang telah nyata oleh kedatangan Juruselamat kita Kristus Yesus, yang sudah melenyapkan maut, dan menimbulkan hidup dan peri yang tiada berkebinasaan dengan Injil, maka bagi hal itulah aku ini ditetapkan menjadi pemberita dan rasul dan guru. Maka itulah sebabnya aku menderitakan segala perkara ini. Tetapi tiada juga aku malu, karena aku tahu kepada siapa yang sudah kupercayai, dan yakinlah aku bahwa Ia berkuasa akan memeliharakan petaruhanku hingga kepada Hari itu.
”Dan barang yang telah engkau dengar daripadaku di antara banyak orang saksi, amanatkanlah kepada orang yang setiawan, yang akan berlayak mengajar orang lain pula.
”Itulah sebabnya aku deritakan segala sesuatu oleh karena segala orang yang terpilih, supaya mereka itu pun beroleh selamat yang di dalam Kristus Yesus beserta dengan kemuliaan yang kekal. Maka inilah perkataan yang sungguh, "Bahwa jikalau kita sudah mati serta-Nya, kita akan hidup serta-Nya juga; dan jikalau tahan kita menderita, kita akan memerintah serta-Nya; jikalau kita menyangkal Dia, maka Ia pun akan menyangkal kita;
”Ingatkanlah segala perkara itu kepada orang-orang, dengan menasehatkan mereka itu bersungguh-sungguh di hadirat Tuhan, supaya jangan mereka itu berbantah-bantah dari hal perkataan, yang satu pun tiada gunanya, melainkan akan membinasakan orang yang mendengarnya. Berusahalah engkau memperhadapkan dirimu benar kepada Allah sama seperti seorang hamba yang tiada bermalu, dan yang menjalankan perkataan dari hal yang benar itu dengan sebenarnya. Tetapi palingkanlah dirimu daripada segala percakapan orang sesat yang sia-sia, karena orang yang semacam itu makin bertambah-tambah lagi kejahatannya,
”Hendaklah engkau memberitakan Firman itu, hendaklah engkau bersedia, baik pada masa senang atau tiada senang; nyatakanlah salah orang, tegurkanlah, nasehatkanlah dengan panjang sabar dan dengan pengajaran. Karena masanya akan datang kelak manakala orang tiada tahan akan pengajaran yang benar; tetapi sebab gatal telinganya hendak mendengar, maka dihimpunkannya guru-guru bagi dirinya menurut hawa nafsunya sendiri, dipalingkannya telinganya daripada yang benar, lalu menyimpang kepada segala ceritera bohong. Tetapi hendaklah engkau ini beringat di dalam segala perkara, tanggunglah kesukaran, kerjakanlah pekerjaan guru Injil, lakukanlah kewajibanmu dengan secukupnya.
”Akan tetapi Tuhan sudah menyertai aku sambil menguatkan aku, supaya berita Injil termasyhur oleh sebab aku, dan segala orang kafir dapat mendengarnya; maka terlepaslah aku daripada mulut singa itu.
”Karena sudahlah kelihatan anugerah Allah yang mendatangkan keselamatan kepada segala manusia,
”(aku berdoa) supaya kiranya persekutuan imanmu berfaedah dengan pengenalan tiap-tiap perkara yang baik, yang ada di dalam kita untuk hal Kristus. Karena aku sudah sangat sukacita dan hibur dari karena kasihmu, sebab hati orang suci sudah engkau segarkan, ya saudaraku. Sebab itu, walaupun di dalam Kristus sangat besar yakinku menyuruh engkau berbuat barang yang patut,
”Sebab itu, sedang ada lagi tinggal perjanjian dari hal masuk perhentian-Nya itu, maka hendaklah kita takut supaya jangan kelak nyata barang seorang daripada kamu tertinggal di belakang. Karena kabar kesukaan sudah diberitakan kepada kita, sama seperti kepada mereka itu juga; tetapi berita yang kedengaran itu tiada mendatangkan faedah kepada mereka itu, sebab tiada disertai oleh iman bagi orang yang mendengar itu. Karena kita yang sudah beriman ini masuk perhentian itu, sebagaimana yang Ia telah berfirman, "Seperti Aku telah bersumpah dengan murka-Ku: Bahwa sekali-kali tiada mereka itu akan masuk perhentian-Ku" walaupun segala perbuatan itu sudah lengkap daripada masa kejadian dunia.
”Karena firman Allah itu hidup dan berkuasa, dan lebih tajam daripada pedang bermata dua, dan makan dalam sehingga menceraikan nyawa dan roh, serta sendi dan sumsum, dan tahu menyelidik segala ingatan dan niat hati. Maka tiada suatu makhluk pun yang tersamar kepada-Nya, melainkan nyata dan terbuka segala sesuatu kepada pemandangan Allah, yang harus kita memberi jawab kepada-Nya.
”Sebab itu janganlah kamu menghilangkan harap percayamu yang mendatangkan pahala yang besar.
”Jikalau tiada beriman, mustahil diperkenan Allah; karena orang yang menghampiri Allah itu, wajiblah ia yakin bahwa Allah ada, dan lagi bahwa Ialah pemberi pahala kepada segala orang yang mencari Dia.
”Jikalau ada orang di antara kamu yang kurang bijak, hendaklah ia memohonkan kepada Allah, yang mengaruniakan dengan murahnya kepada tiap-tiap orang dengan tiada membangkit-bangkitkan, niscaya dikaruniakan-Nya kelak kepadanya.
”Jikalau barang seorang menyangkakan dirinya beribadat, tetapi tiada menahan lidahnya melainkan menipu dirinya, maka ibadat orang itu sia-sialah.
”Hai saudara-saudaraku, jikalau barang seorang di antara kamu sesat daripada yang benar, lalu seorang yang lain mentobatkan dia, maka hendaklah kamu ketahui, bahwa orang yang mentobatkan seorang yang berdosa daripada jalannya yang sesat itu, akan menyelamatkan jiwa orang itu daripada maut, dan akan menutup dosa yang banyak.
”Maka kepada mereka itu sudah dinyatakan bahwa bukannya bagi dirinya sendiri, melainkan bagi kamu, mereka itu sudah melayani di dalam segenap perkara, yang sekarang ini kamu diberitahu oleh orang yang memberitakan kabar kesukaan kepada kamu dengan Rohulkudus yang disuruhkan datang dari surga; maka perkara itulah malaekat ingin hendak mengetahui.
”karena kamu sudah diperanakkan pula, bukannya daripada benih yang akan binasa, melainkan yang tiada akan binasa, yaitu dengan firman Allah yang hidup dan kekal. Karena: Segala manusia seperti rumput, dan segala kemuliaannya seperti bunga rumput; maka rumput itu layu, dan bunganya luruh; tetapi firman Allah itu kekal selama-lamanya. Maka inilah kabar kesukaan yang diberitakan kepadamu.
”seperti kanak-kanak yang baharu jadi hendaklah kamu ingin akan susu yang jati, yang tiada bercampur, supaya dengan dia itu kamu subur menuju keselamatan. Jikalau kamu sudah rasa bahwa Tuhan itu murah,
”Sebab itu kepada kamu yang percaya menjadi suatu keindahan, tetapi kepada orang yang tiada percaya: Maka batu yang dibuang tukang-tukang itu, itulah juga sudah menjadi batu penjuru; dan: Suatu batu antukan dan sebuah batu syak; mereka itu terantuk oleh sebab tiada menurut firman Allah; maka yang demikian sudah ditentukan bagi mereka itu.
”Tetapi kamu inilah suatu keluarga yang terpilih, suatu imamat yang berkerajaan, suatu bangsa yang kudus, suatu kaum milik Allah sendiri, supaya kamu memasyhurkan segala kebaikan Tuhan, yang telah memanggil kamu keluar dari dalam gelap masuk ke dalam terang-Nya yang ajaib itu;
”Kuduskanlah di dalam hatimu Kristus itu menjadi Tuhan, dan hendaklah bersedia senantiasa memberi jawab kepada tiap-tiap orang yang menanya kamu dari hal pengharapan yang ada kepadamu, tetapi dengan lemah lembut dan hormat, serta dengan putih hatimu, supaya di dalam hal kamu dikatakan jahat itu memberi malu orang yang menista kehidupanmu yang baik di dalam Kristus.
”Karena kami bukannya menurut jalan ceritera bohong yang direka dengan muslihat, tatkala kami menyatakan kepada kamu dari hal kuasa dan kedatangan Tuhan kita Yesus Kristus, melainkan kami sendiri sudah memandang kebesaran-Nya.
”Maka Tuhan tiada berlambatan di dalam hal perjanjian itu sebagaimana ada beberapa orang yang membilangkan hal itu lambat, melainkan panjang sabar akan kamu, tiada Ia gemar akan seorang pun binasa, melainkan sehingga sekaliannya sampai kepada tobat.
”Jikalau kita mengaku segala dosa kita, maka Allah itu setia dan adil, sehingga Ia mengampuni segala dosa kita, dan menyucikan kita daripada segala kejahatan.
”Barangsiapa yang berasal daripada Allah, tiadalah berbuat dosa, karena benih Allah tinggal di dalam orang itu; maka tiada dapat ia berbuat dosa, karena ia berasal daripada Allah. Di dalam hal ini telah nyata segala Anak Allah dengan anak Iblis: Barangsiapa yang tiada berbuat barang yang benar itu bukannya daripada Allah, demikianlah juga orang yang tiada mengasihi saudaranya.
”Kita ini daripada Allah; dan orang yang mengenal Allah ialah mendengarkan kita; maka orang yang bukan daripada Allah tiadalah ia mendengarkan kita. Dengan yang demikian dapatlah kita mengenal roh yang benar dan roh yang sesat itu.
”Jikalau kesaksian manusia kita terima, maka lebih besarlah lagi kesaksian Allah, karena inilah kesaksian Allah, yaitu bahwa Ia sudah menyaksikan dari hal Anak-Nya itu. Maka orang yang percaya akan Anak Allah ada kesaksian di dalam dirinya; maka orang yang tiada percaya akan Allah, menjadikan Dia pendusta, sebab orang itu tiada percaya akan kesaksian yang disaksikan Allah dari hal Anak-Nya. Maka inilah kesaksiannya: Allah sudah mengaruniakan kita hidup yang kekal, dan hidup itulah di dalam Anak-Nya.
”yang menyaksikan firman Allah dan kesaksian Yesus Kristus, yaitu seberapa perkara yang dilihatnya.
”Tengoklah, Aku berdiri di muka pintu sambil mengetuk; jikalau barang seorang mendengar suara-Ku serta membukakan pintu, maka masuklah Aku kepadanya, lalu makan dengan dia dan ia dengan Aku.
”maka mereka itu berseru-serulah dengan suara besar, katanya, "Selamat bagi Tuhan kami yang duduk di atas arasy itu, dan bagi Anak domba itu."
”"Maka Aku akan memberi kedua orang saksiku bernubuat seribu dua ratus enam puluh hari lamanya, berkainkan kain guni." Maka itulah yang diumpamakan kedua pohon zaitun dan kedua kaki dian yang tegak di hadirat Tuhan yang empunya bumi itu. Dan jikalau barang seorang hendak merusakkan keduanya itu, api keluar dari dalam mulutnya memakan segala seterunya; dan jikalau barang seorang hendak merusakkan keduanya itu, maka tak dapat tiada ia akan mati atas peri demikian. Maka keduanya itu ada berkuasa mengunci langit, supaya jangan turun hujan selama keduanya bernubuat itu; dan keduanya itu berkuasa atas segala air menjadikan dia darah, dan menimpa bumi dengan segala jenis bala seberapa kali dikehendakinya.
”Apabila kesaksiannya itu sudah disempurnakannya, lalu binatang buas yang keluar dari dalam lubang yang tiada terduga itu akan memerangi keduanya, dan mengalahkan dia, serta membunuh dia. Adapun mayatnya itu bergelimpang di jalan negeri besar, yang dengan kiasan disebut Sodom dan Mesir, di situlah juga Tuhannya tersalib. Maka beberapa banyak orang dari antara segala kaum dan suku dan bahasa dan bangsa pun memandang mayatnya itu tengah empat hari lamanya, dan tiada mereka itu meluluskan mayatnya ditaruh di dalam kubur. Dan segala orang yang duduk di atas bumi ini bersukacita atasnya dan bersukaria, dan berhadiah-hadiahan sama sendiri, sebab kedua orang nabi itu sudah menyiksakan segala orang yang duduk di atas bumi ini. Kemudian daripada tengah empat hari itu, masuklah ke dalam keduanya nafas nyawa daripada Allah, lalu bangkitlah ia berdiri; maka datanglah ketakutan yang besar ke atas segala orang yang nampak keduanya itu.
”Sekaliannya itu sudah mengalahkan dia oleh sebab darah Anak domba itu, dan oleh sebab perkataan kesaksian mereka itu; dan mereka itu tiada menyayangi nyawanya, walaupun sampai mati.
”Maka naiklah marah naga akan perempuan itu, lalu pergi memerangi benih perempuan itu yang lagi tinggal, yaitu segala orang yang menurut hukum-hukum Allah serta berpegang kepada kesaksian Yesus itu. Lalu berdirilah ia di atas pantai laut.
”dan di dalam mulutnya tiada didapati dusta, dan tiada bercacat cela.
”Kemudian daripada itu aku dengar bunyi seperti suatu
”Lalu katanya kepadaku, "Suratkanlah demikian ini: Berbahagialah segala orang yang dijemput kepada perjamuan kawin Anak domba itu." Maka katanya kepadaku, "Inilah yang sebenar-benar perkataan Allah." Lalu sujudlah aku menyembah dia, tetapi katanya kepadaku, "Janganlah begitu! Aku pun hamba, sama dengan engkau juga, dan dengan segala saudaramu yang memegang kesaksian Yesus. Sembahlah Allah, karena kesaksian Yesus itulah roh nubuat."
”Maka aku tampaklah beberapa takhta, dan ada orang duduk di atasnya, maka kepada mereka itu diserahkan kuasa menghukumkan; dan lagi aku tampak segala nyawa orang yang dipancung kepalanya sebab menyaksikan Yesus dan firman Allah, dan yang tiada menyembah binatang itu atau patungnya, dan yang tiada bertanda di dahinya atau di tangannya. Maka mereka itu sekalian hidup balik dan memerintah beserta dengan Kristus seribu tahun lamanya.
”Ingatlah, Aku datang kelak dengan segeranya, dan pahala daripada Aku ada menyertai Aku, supaya Aku akan membalas kepada tiap-tiap orang menurut seperti perbuatannya.
”