26 – Pemerintah
Ini adalah firman suci Tuhan Yang Maha Esa.
Kita tidak tertarik dengan kata-kata manusia.
Bagi siapa pun yang mengasihi Tuhan... inilah yang Tuhan katakan tentang: Pemerintah.
Ini adalah firman suci Tuhan Yang Maha Esa.
Kita tidak tertarik dengan kata-kata manusia.
Bagi siapa pun yang mengasihi Tuhan... inilah yang Tuhan katakan tentang: Pemerintah.
Tambahan pula ditumpahkan oleh Manasye banyak darah yang tiada bersalah, sehingga dipenuhinya Yeruzalem dari dia dari pada ujungnya datang kepada ujung sebelahnya, kecuali dosa lain, yang disuruhnya orang Yehuda buat dan yang jahat kepada pemandangan Tuhan.
”Apakah sebabnya maka gempar orang kafir itu; mengapa maka bangsa-bangsa itu mereka perkara yang sia-sia? Bahwa segala raja di atas bumi telah berbangkit dan segala penghulupun bermusyawarat bersama-sama hendak melawan Tuhan dan melawan Masih-Nya, katanya: Mari kita memutuskan ikat-ikatannya dan membuangkan tali-talinya dari pada kita. Bahwa yang duduk di sorga itu akan tertawa dan Tuhan akan mengolok-olokkan mereka itu!
”Maka malaekat yang ketujuh itu pun meniup sangkakalanya, lalu kedengaranlah beberapa suara besar di surga mengatakan, "Kerajaan dunia ini menjadi kerajaan Tuhan kita, dan kerajaan Kristusnya, maka Ia akan memerintah kelak selama-lamanya." Lalu kedua puluh empat ketua yang duduk di kursinya di hadirat Allah itu sujud menyembah Allah, serta berkata, "Kami ucapkan syukur kepada-Mu, ya Allah, Tuhan Yang Mahakuasa, Yang ada, dan Yang sudah sedia ada, karena Engkau telah melakukan kodrat-Mu yang besar itu, dan Engkau telah memerintah! Segala orang kafir itu sudah naik marahnya, tetapi murka-Mu sudah sampai, dan ketika orang mati dihukumkan, dan sudah sampai ketika memberi pahala segala hamba-Mu, yaitu nabi-nabi dan orang-orang suci dan orang yang takut akan nama-Mu, baik kecil baik besar; dan lagi sudah sampai ketika membinasakan segala orang yang merusakkan bumi ini."
”Maka dirupakan Tuhan Allah akan manusia itu dari pada lebu tanah dihembuskan-Nya nafas hidup ke lubang hidungnya; demikianlah manusia itu menjadi suatu nyawa yang hidup adanya.
”Barangsiapa yang menumpahkan darah manusia, maka darahnyapun akan ditumpahkan oleh manusia, karena atas teladan Allah telah dijadikan Allah akan manusia itu.
”Maka inilah segala kaum keluarga anak-anak Nuh, masing-masing dengan anak buahnya dan bangsanya, maka dari pada mereka itulah segala bangsapun telah berpecah-pecah di atas muka bumi, kemudian dari pada air bah itu.
”Bahwa pada seluruh bumi adalah hanya sebahasa dan sama petuturan. Maka sekali peristiwa, tatkla mereka itu berjalan ke sebelah timur, didapatinya akan suatu padang luas di tanah Siniar, lalu diamlah mereka itu di sana. Maka kata mereka itu seorang kepada seorang: Mari kita memperbuat batu bata serta membakar akan dia baik-baik. Maka batu bata itu baginya akan ganti batu betul dan gala-gala akan ganti kapur. Lagi kata mereka itu: Marilah kita bangunkan sebuah negeri dan sebuah menara, yang kemuncaknya sampai ke langit; demikianlah kita mengadakan suatu nama bagi diri kita, supaya jangan tercerai-berailah kita atas seluruh muka bumi. Hata, maka turunlah Tuhan hendak melihat negeri dan menara yang diperbuat oleh segala anak Adam itu. Maka firman Tuhan: Bahwa segala manusia ini sama sebangsa adanya dan mereka itu sekalian sama sebahasa jua; maka inilah sahaja mulanya perbuatan mereka itu; sekarang bukankah baik mereka itu ditegahkan dari pada segala sesuatu yang hendak diperbuatnya ini? Mari, baiklah kita turun serta mengacaukan bahasanya di sana, supaya seorangpun tiada mengerti akan bahasa kawannya. Maka dengan hal demikian ditaburkan Tuhan akan mereka itu dari sana ke atas segala muka bumi; maka berhentilah mereka itu dari pada pekerjaan membangunkan negeri itu. Maka sebab itu dinamainya akan negeri itu Babil, karena di sana telah dikacaukan Tuhan bahasa segala orang di atas bumi; maka dari sanalah ditaburkan Tuhan akan mereka itu atas seluruh muka bumi.
”Maka Aku akan menjadikan dikau satu bangsa yang besar dan Aku akan memberkati engkau dan membesarkan namamu; maka hendaklah engkau menjadi suatu berkat.
”Lalu firman Allah kepadanya: Bahwa Aku inilah Allah yang Mahakuasa! jadilah engkau biak dan bertambah-tambahlah. Bahwa satu bangsa, bahkan, suatu kebanyakan bangsa akan jadi dari padamu dan raja-rajapun akan terpancar dari pada sulbimu.
”Tak dapat tiada engkau kujadikan penghulu dalam istanaku, maka segala rakyatku akan menurut perintahmu, hanya takhta ini sahaja aku akan lebih dari pada engkau. Dan lagi titah Firaun kepada Yusuf: Bahwasanya aku mengangkat akan dikau menjadi penghulu dalam seluruh benua Mesir. Maka Firaunpun mencabut cincin dari pada tangannya, dikenakannya pada tangan Yusuf serta disuruhnya akan dia berpakaikan kain khasah yang halus, serta dihiasinya lehernya dengan suatu rantai emas. Lalu dinaikkannyalah ke atas rata, pangkat yang kedua, yang ada baginya; maka orangpun berseru-serulah di hadapannya: Bertelutlah kamu! Demikianlah diangkat Firaun akan dia menjadi pemerintah atas seluruh benua Mesir itu. Maka titah Firaun kepada Yusuf: Bahwa akulah Firaun, tetapi dengan tiada engkau seorangpun tiada boleh mengangkat tangannya atau kakinya dalam seluruh benua Mesir.
”Maka pergilah Musa dan Harun menghadap Firaun, lalu diperbuat oleh mereka itu seperti firman Tuhan kepadanya; maka dicampakkan Harun tongkatnya di hadapan Firaun dan di hadapan segala pegawainya, lalu tongkat itu menjadi seekor ular naga. Maka dipanggil Firaun akan segala orang majusi dan segala penyulap, maka orang hobatan Mesirpun berbuat demikian dengan manteranya. Karena dicampakkan masing-masing akan tongkatnya, lalu menjadi ular naga, tetapi oleh tongkat Harun itu ditelanlah akan segala tongkat mereka itu. Maka keraslah hati Firaun, sehingga tiada didengarnya akan kata keduanya, seperti yang telah difirmankan Tuhan.
”Dan lagi kata Musa: Demikianlah firman Tuhan: Kira-kira pada tengah malam ini aku akan keluar berjalan keliling dalam negeri Mesir. Maka segala anak sulung dalam Negeri Mesir itupun akan mati, dari pada anak sulung Firaun, yang hendak duduk di atas takhta kerajaannya, sampai kepada anak sulung sahaya perempuan yang pada penggilingan itu dan anak-anak sulung segala binatangpun. Maka akan ada tangis yang besar dalam seluruh negeri Mesir, sebagaimana belum pernah jadi dan tiada akan jadi pula seperti tangis itu; tetapi di antara segala bani Israel seekor anjingpun tiada akan bergerak lidahnya dan tiada akan binasa, baik manusia baik binatang, maka ia itu supaya diketahui olehmu, bahwa Tuhan memperbedakan antara orang Mesir dengan orang Israel. Maka pada masa itu segala hambamu ini akan datang turun mendapatkan aku serta menundukkan dirinya di hadapanku sambil katanya: Pergilah engkau serta dengan segala orang yang turut akan kesan kakimu, maka pada masa itu akupun akan pergi. Maka keluarlah Musa dari hadapan Firaun dengan bernyala-nyala amarahnya.
”Maka jadilah pada tengah malam, bahwa dipalu Tuhan akan segala anak sulung dalam negeri Mesir, dari pada anak sulung Firaun, yang patut menggantikan dia dalam kerajaan, sampai kepada anak sulung orang yang terbelenggu dalam penjara dan anak sulung binatangpun. Maka pada malam itu juga bangunlah Firaun serta dengan segala pegawainya dan segala orang Mesir, maka adalah tangis yang ramai dalam negeri Mesir, karena sebuah rumahpun tiada yang tiada orang mati dalamnya.
”Bahwa Tuhan berkerajaanlah kekal selama-lamanya.
”Maka sekarang turutlah kiranya akan kataku, aku hendak memberi nasehat akan dikau, maka engkau akan disertai Allah kelak; baiklah engkau menghadap Allah karena bangsa itu dan persembahkanlah segala perkaranya itu kepada Allah; dan artikanlah kiranya kepada mereka itu segala hukum dan syariat, dan tunjuklah akan mereka itu jalan yang patut dijalaninya dan pekerjaan yang patut dikerjakannya. Tetapi hendaklah engkau mencahari di antara mereka ini sekalian beberapa orang yang bijaksana dan yang takut akan Allah, yaitu orang setiawan yang benci akan laba yang keji, dan angkatlah akan orang itu jadi penghulu, setengah atas seribu orang, setengah atas seratus orang, setengah atas lima puluh orang dan setengah atas sepuluh orang. Supaya selalu dibenarkan oleh mereka itu akan perkara orang banyak ini, maka segala perkara yang besar-besar tak akan jangan dibawa oleh mereka itu ke hadapanmu, tetapi segala perkara yang kecil hendaklah dibenarkan oleh mereka itu sendiri; demikian ringankanlah tanggunganmu, biarlah mereka itupun ada menanggung sertamu.
”Maka dari pada segenap Israel dipilih Musa akan orang yang bijaksana, dijadikannya penghulu atas orang banyak itu, ada yang atas seribu orang, ada yang atas seratus orang, ada yang atas lima puluh orang dan ada yang atas sepuluh orang. Supaya selalu dibenarkan oleh mereka itu akan hal orang banyak itu, maka segala perkara yang besar-besar dipersembahkan kepada Musa, tetapi segala perkara yang kecil-kecil diselesaikan oleh mereka itu sendiri.
”Maka kamu akan mejadi bagi-Ku suatu kerajaan imam dan suatu bangsa yang suci. Maka firman ini hendaklah kaukatakan kepada segala bani Israel. Maka turunlah Musa, lalu dipanggilnya segala tua-tua bangsa itu, maka segala firman yang diberi Tuhan kepadanya itu disampaikannyalah kepada mereka itu.
”Jangan kamu mengutuki hakim dan jangan kamu menghujat penghulu bangsamu.
”Jangan kamu menjiskan dirimu dengan barang sesuatu dari pada segala perkara ini, karena dengan perbuatan yang demikian telah menajiskan dirinya segala bangsa, yang akan Kuhalaukan dari hadapanmu kelak. Demikianlah negeri itu telah dinajiskan, sehingga tak dapat tiada Aku membalas segala kejahatannya kepadanya; karena negeri itupun memuntahkan segala orang isinya. Melainkan hendaklah kamu memeliharakan segala hukum-Ku dan segala firman-Ku ini dan satupun perkara yang keji itu jangan kamu perbuat, baik anak bumi baik orang yang duduk menumpang di antara kamu. Karena segala perkara yang keji itu telah diperbuat orang isi negeri yang di hadapanmu itu, maka negeri itu telah dinajiskan olehnya. Supaya negeri itu jangan muntahkan kamupun apabila kamu menajiskan dia, seperti dimuntahkannya akan bangsa yang di hadapanmu itu.
”Maka sebab itu peliharakanlah kamu segala hukum-Ku, dan segala firman-Ku, dan buatlah akan dia, supaya jangan kamupun dimuntahkan oleh negeri, tempat yang Aku menghantarkan kamu ke sana, supaya kamu duduk di dalamnya. Maka jangan kamu menurut adat bangsa yang akan Kuhalaukan kelak dari hadapanmu, karena mereka itu telah berbuat segala perkara itu, sehingga jemulah Aku akan mereka itu. Maka sebab itu firman-Ku kepadamu: Ambillah negerinya akan bahagian pusakamu, karena Aku telah mengaruniakan dia kepadamu akan milikmu turun-temurun, yaitu suatu negeri yang berkelimpahan air susu dan madu: Bahwa Aku inilah Tuhan, Allahmu, yang telah mengasingkan kamu dari pada segala bangsa yang lain!
”Hata, maka sekalian inilah undang-undang dan hukum dan firman yang telah ditentukan Tuhan di antara dirinya dengan segala bani Israel di atas bukit Torsina oleh tangan Musa adanya.
”Maka apabila kamu sudah masuk ke dalam negeri yang akan dikaruniakan Tuhan, Allahmu, kepadamu, dan kamu sudah beroleh dia akan milik pusaka dan kamupun duduk di dalamnya, maka apabila kamu berkata demikian: Kita hendak mengangkat seorang raja atas kita, seperti segala bangsa yang duduk keliling kita; maka hendaklah kamu mengangkat raja atas kamu akan orang yang akan dipilih oleh Tuhan, Allahmu; dari tengah-tengah segala saudaramu hendaklah kamu mengangkat akan seorang raja atas kamu, tetapi tak boleh kamu mengangkat atas kamu akan orang lain bangsa, yang bukan dari pada segala saudaramu. Maka tak boleh rajamu itu menaruh banyak kuda atau membawa kembali akan bangsa ini ke Mesir, supaya dapat ditaruhnya banyak kuda, karena firman Tuhan kepadamu ini: Tak boleh kamu kembali pada jalan ini lagi. Dan lagi jangan ditaruhnya bagi dirinya banyak orang perempuan, supaya hatinya jangan disimpangkan, dan jangan ditaruhnya bagi dirinya banyak emas perak.
”Maka tak akan jangan apabila bersemayamlah ia di atas takhta kerajaannya, disuratkannya akan dirinya dua salinan hukum ini, dari dalam kitab yang pada imam-imam Lewi. Maka surat itu hendaklah selalu padanya dan hendaklah ia membaca dia pada segala hari umur hidupnya, supaya ia belajar takut akan Tuhan, Allahnya dengan dipeliharakannya segala perkataan hukum ini dan segala undang-undang ini dan diturutnya akan dia. Supaya janganlah hatinya membesarkan dirinya dari pada segala saudaranya dan jangan ia menyimpang dari pada hukum itu ke kiri atau ke kanan, supaya dilanjutkannya umur hidupnya dalam kerajaannya, baik ia baik anak-anaknya di tengah-tengah orang Israel.
”Tatkala ditentukan Allah taala pusaka segala bangsa, tatkala diperhinggakan-Nya tempat segala anak-anak Adam, ditentukan-Nya perhinggaan segala suku bangsa sekadar bilangan bani Israel;
”Maka pada masa itu kata orang Israel kepada Gideon: Hendaklah engkau menjadi yang dipertuan kami, baik engkau baik anakmu dan anak cucumu, sebab engkau sudah melepaskan kami dari pada tangan orang Midian. Tetapi sahut Gideon kepada mereka itu: Bukan aku ini akan yang dipertuan kamu dan bukan anakkupun akan yang dipertuan kamu, melainkan Tuhan juga akan yang dipertuan kamu.
”Maka pada zaman itu tiadalah raja dalam negeri Israel, sebab itu masing-masing orang menurut kehendaknya sendiri.
”Sebermula, maka pada masa Semuel sudah tua diangkatnya kedua anaknya laki-laki akan hakim atas orang Israel. Adapun nama anak sulungnya itu Yoel dan nama anak bungsunya itu Abia, keduanya itu menjadi hakim di Birsyeba. Tetapi anaknya itu tiada berjalan pada kesan kaki bapanya, melainkan cenderunglah ia kepada kekikiran, dimakannya suap dan diubahkannya hukum.
”Maka perkataan ini jahatlah kepada pemandangan Semuel, yaitu sebab kata mereka itu: Berikanlah kiranya kami seorang raja, yang memerintahkan kami. Lalu Semuelpun meminta doa kepada Tuhan. Maka firman Tuhan kepada Semuel: Dengarlah juga olehmu akan kata bangsa ini dalam segala sesuatu yang dipintanya kepadamu, karena bukannya engkau yang dicelakan olehnya, melainkan dicelakannya Aku, supaya jangan lagi Aku jadi Rajanya.
”Maka sekarangpun dengarlah olehmu akan katanya, tetapi nasihatkanlah mereka itu baik-baik dan berilah tahu kepadanya peri kelakuan raja, yang akan memerintahkan mereka itu kelak. Maka disampaikan Semuel segala firman Tuhan itu kepada orang banyak, yang sudah meminta seorang raja kepadanya, katanya: Bahwa demikianlah akan peri kelakuan raja, yang akan memerintahkan kamu kelak: Bahwa ia akan mengambil anak-anakmu laki-laki hendak dijadikannya baginya akan pengiring ratanya dan akan orang yang mengendarai kuda, dan akan orang yang berjalan di hadapan ratanya, dan hendak dijadikannya mereka itu kepala atas orang seribu dan kepala atas orang lima puluh, dan akan penenggala bendangnya dan akan orang penuai perhumaannya dan akan pandai yang memperbuatkan senjata perangnya dan lagi segala perkakas ratanya. Maka anak-anakmu perempuan diambilnya kelak, dijadikannya tukang rempah-rempah dan juru masak dan tukang roti. Dan segala bendangmu dan segala kebun anggurmu dan segala kebun pokok zaitmu yang terbaik itu akan diambilnya kelak, diberikannya kepada hamba-hambanya. Dan dari pada segala hasil tanahmu dan buah-buah pokokmu akan diambilnya dalam sepuluh asa, diberikannya kelak kepada segala pegawainya dan kepada hamba-hambanya. Tambahan pula hamba-hambamu dan orang mudamu yang terbaik itu dan keledaimupun akan diambilnya hendak digunakannya kepada pekerjaannya. Dan dari pada segala binatangmu akan diambilnya dalam sepuluh asa dan kamu sekalianpun akan menjadi hambanya. Bahwasanya pada hari itu juga kamu akan berseru-seru dari sebab rajamu, yang telah kamu pilih itu, tetapi tiada juga Tuhan hendak mendengar akan kamu pada hari itu.
”Maka seganlah orang banyak itu mendengar akan kata Semuel, melainkan katanya: Kendati; biarlah juga atas kami seorang raja. Dan biar kamipun seperti segala bangsa lain, diperintahkan oleh raja kami, biar ia berjalan pada hulu kami dan melakukan segala perang kami.
”Serta terlihatlah Semuel akan Saul maka datanglah firman Tuhan kepadanya: Bahwasanya inilah orang yang telah Aku berfirman kepadamu akan halnya demikian: Iapun akan memerintahkan umat-Ku.
”Maka oleh Semuel diambil akan sebuah buli-buli berisi minyak bau-bauan, dicurahkannya isinya pada kepala Saul dan diciumnya akan dia sambil katanya: Bukankah Tuhan sudah menyiram engkau dengan minyak bau-bauan akan menjadi penganjur bahagiannya pusaka?
”Tetapi sekarang kamu sudah mencelakan Allahmu, yang telah melepaskan kamu dari pada segala celakamu dan kesukaranmu, dan kamupun sudah berkata kepada-Nya demikian: Angkatlah kiranya seorang raja atas kami. Maka sebab itu, marilah kamu menghadap hadirat Tuhan seturut bilangan suku-sukumu dan seturut ribu-ribuanmu.
”Maka kata Semuel kepada segenap orang banyak itu: Lihatlah olehmu akan orang yang sudah dipilih Tuhan, karena tiada setaranya di antara segala orang banyak ini. Maka bersorak-soraklah sekalian orang banyak itu, bunyinya: Daulat raja! Maka oleh Semuel dinyatakannyalah kepada orang banyak itu hukum kerajaan, lalu disuratkannya hukum itu dalam sebuah kitab, yang diletakkannya di hadapan hadirat Tuhan; kemudian dari pada itu dilepaskan Semuel orang banyak itu pergi, masing-masing pulang ke rumahnya.
”Maka Saulpun pulanglah ke rumahnya, yang di Gibea, dan dari pada orang banyak itu ada mengiringkan dia seberapa banyak orang, yang digerakkan Allah hatinya. Tetapi adalah beberapa orang jahat, yang berkata demikian: Manakan dapat ia melepaskan kita! maka dicelakannya akan dia dan tiada dipersembahkannya hadiah kepadanya; tetapi adalah Saul seperti tuli juga lakunya.
”Serta kedengaranlah perkataan itu kepada Saul, maka datanglah Roh Allah atasnya dan marahnyapun mulai bernyala-nyala. Lalu diambilnya sepasang lembu, dipenggal-penggalnya, maka penggal-penggal itu dikirimkannya kepada segala jajahan negeri Israel dengan tangan utusan, titahnya: Barangsiapa yang tiada keluar sendiri datang mengiringkan Saul dan Semuel, maka demikian peri diperbuat kelak akan lembunya. Maka ketakutan yang dari pada Tuhan berlakulah atas orang banyak itu, lalu keluarlah mereka itu sekalian seperti orang satu jua lakunya.
”Maka pada masa itu kata orang banyak itu kepada Semuel: Siapakah dia yang telah berkata demikian: Masakan Saul memerintahkan kita! Bawalah ke mari akan orang itu, supaya kami bunuh ia.
”Lalu segenap orang banyak itupun pergi ke Gilgal merajakan Saul di hadapan hadirat Tuhan di Gilgal, serta dipersembahkannya di sana korban syukur di hadapan hadirat Tuhan, maka di sanapun Saul bersuka-sukaanlah dengan segala orang Israel amat ramai adanya.
”Adapun serta kamu melihat Nahas, raja bani Ammon itu, datang menyerang kamu, lalu katamu kepadaku: Janganlah demikian, melainkan hendaklah seorang raja memerintahkan kami; maka dalam pada itupun Tuhan, Allahmu, juga Raja kamu. Maka sekarangpun lihatlah olehmu akan raja yang telah kamu pilih dan yang telah kamu pinta; bahwasanya Tuhan sudah mengangkat akan seorang raja atas kamu sekalian. Jikalau kiranya kamu takut akan Tuhan dan berbuat bakti kepada-Nya dan mendengar akan suara-Nya dan tiada kamu mendurhaka akan firman Tuhan, niscaya kamu dan rajamu, yang memerintahkan kamu, itupun akan dalam pemeliharaan Tuhan, Allahmu. Tetapi jikalau kiranya tiada kamu mendengar akan suara Tuhan, melainkan durhakalah kamu akan firman Tuhan kelak, niscaya tangan Tuhan akan melawan kamu, seperti sudah melawan Ia akan nenek moyangmu.
”Maka sembah segala orang banyak itu kepada Semuel: Pintakan apalah doa kepada Tuhan, Allahmu, akan segala hambamu ini, supaya jangan kami mati dibunuh, karena kecuali segala dosa kami, maka kami menambahi dia pula dengan jahat ini, yaitu kami sudah meminta seorang raja bagi diri kami. Maka kata Semuel kepada orang banyak itu: Janganlah kamu takut; sungguhpun kamu sudah berbuat segala jahat ini, tetapi sekarang sahaja janganlah kamu undur dari pada Tuhan, melainkan hendaklah kamu berbuat bakti kepada Tuhan dengan segenap hatimu.
”Tetapi jikalau kamu berkanjang dalam berbuat jahat, niscaya kamu akan binasa kelak, baik kamu baik rajamu.
”Maka bernanti-nantilah Saul tujuh hari lamanya sampai kepada masa yang telah ditentukan Semuel, tetapi sebab Semuel belum juga sampai ke Gilgal, maka tercerai-berailah rakyat itu dari padanya. Maka pada masa itu titah Saul: Bawalah ke mari kepadaku korban bakaran dan korban syukur; lalu dipersembahkannya korban bakaran itu. Maka sesungguhnya baharu habis sudah dipersembahkannya korban bakaran itu, tiba-tiba datanglah Semuel; maka Saulpun keluar menyambut dia, hendak memberi salam akan dia. Lalu kata Semuel: Apakah perbuatanmu ini? Maka kata Saul: Sebab aku melihat orang banyak itu tercerai-berai dari padaku dan engkaupun tiada datang pada hari yang telah ditentukan itu, dan lagi segala orang Filistin berhimpun di Mikhmas, maka kataku: Sebentar lagi maka orang Filistin akan datang menyerang aku kelak di Gilgal, maka belum aku meminta doa di hadapan hadirat Tuhan, sebab itu aku memberanikan hatiku, lalu mempersembahkan korban bakaran. Maka kata Semuel kepada Saul: Perbuatanmu ini bodoh sekali, sebab tiada engkau menurut firman Tuhan, Allahmu, yang telah disampaikan-Nya kepadamu; karena niat Tuhan hendak menetapkan sekarang kerajaanmu atas orang Israel sampai selama-lamanya. Tetapi sekarang kerajaanmu tiada akan tetap! Bahwa Tuhan sudah mencahari akan dirinya seorang yang setuju dengan hati-Nya dan orang itupun akan disuruhkan Tuhan menjadi penganjur segala umat-Nya, sebab tiada engkau indahkan firman Tuhan yang kepadamu itu.
”Maka kata Semuel: Berkenankah Tuhan akan persembahan bakaran dan akan korban sembelihan, seperti Iapun berkenan akan menurut firman Tuhan? Bahwasanya menurut itu baik dari pada korban dan memperhatikan itu baik dari pada lemak domba jantan! Karena degil itulah dosa hobatan dan angkara itulah menyembah dewa-dewa dan kebaktian kepada berhala adanya. Maka tegal engkau sudah menolak akan firman Tuhan, sebab itu Tuhanpun menolak akan dikau, supaya jangan lagi engkau raja.
”Lalu kata Saul kepada Semuel: Bahwa aku telah berdosa, sebab melangkahkan firman Tuhan dan katamupun, karena takutlah aku akan segala rakyat itu dan aku turutlah kata mereka itu. Maka sekarangpun ampunilah kiranya dosaku dan baliklah sertaku, supaya aku menyembah sujud kepada Tuhan. Tetapi kata Semuel kepada Saul: Tiada aku mau balik sertamu, karena sebab engkau sudah menolak akan firman Tuhan, maka Tuhanpun sudah menolak akan dikau, supaya jangan lagi engkau raja atas orang Israel.
”Maka oleh Semuel diambil akan tanduk yang berisi minyak harum itu, disiraminya akan dia di tengah-tengah segala saudaranya, maka Roh Tuhanpun berlakulah atas Daud dari pada hari itu dan kemudiannya. Setelah itu maka bangkitlah Semuel, lalu iapun pulanglah ke Rama.
”Maka kata orangnya kepada Daud: Bahwa pada hari ini juga firman Tuhan kepadamu: Tengoklah engkau, maka Aku menyerahkan seterumu kepada tanganmu, supaya engkau berbuat akan dia sebagaimana kehendak hatimu! Maka bangkitlah Daud, lalu diam-diam dikeratnya satu punca dari pada baju selimut Saul. Tetapi kemudian dari pada itu sesungguhnya berdebarlah hati Daud, sebab sudah dikeratnya punca itu dari pada baju selimut Saul itu. Maka katanya kepada orangnya: Dijauhkan Tuhan kiranya aku dari pada berbuat perkara yang demikian akan baginda, yang sudah disiram bagi Tuhan, yaitu akan mendatangkan tanganku kepadanya, karena baginda sudah disiram bagi Tuhan. Maka dengan kata yang demikian ditegahkan Daud segala orangnya, tiada diberinya mereka itu mendurhaka kepada Saul. Hata, maka Saulpun bangunlah dari dalam gua itu, lalu berjalan.
”Jikalau kiranya barang seorang sudah mendapat seterunya, masakan dilepaskannya pergi dengan selamat? Maka sebab itu dibalas Tuhan kiranya kebajikan yang telah kauperbuat akan daku pada hari ini. Maka sesungguhnya kuketahui, bahwa tak dapat tiada engkau menjadi raja kelak dan kerajaan Israelpun akan ditetapkan oleh tanganmu. Maka sebab itu bersumpahlah kepadaku sekarang ini demi Tuhan, bahwa tiada engkau akan menumpas anak cucuku kemudian dari padaku, dan tiada engkau akan menghapuskan namaku dari antara isi rumah bapaku. Maka bersumpahlah Daud kepada Saul, lalu Saul pulanglah ke istananya, tetapi Daud dan segala orangnya lagi lebih naik, masuk ke tempat yang tiada terhampiri adanya.
”Tetapi kata Daud kepada Abisai: Jangan engkau membinasakan dia, karena siapa gerangan sudah mendatangkan tangannya kepada orang yang telah disiram bagi Tuhan serta tinggal suci juga ia dari pada salah? Dan lagi kata Daud: Demi Tuhan yang hidup, jangan begitu, melainkan dipalu Tuhan juga akan dia kelak, atau ajalnya akan sampai kelak sehingga matilah ia, atau ia akan pergi perang dan mati begitu. Dijauhkan Tuhan kiranya aku dari pada mendatangkan tanganku kepada orang yang sudah disiram bagi Tuhan; maka sekarang ambillah akan pendahan yang pada sebelah kepalanya dan akan kuja ini, lalu hendaklah kita pergi. Maka diambil Daud akan pendahan dan kuja itu dari sebelah kepala Saul, lalu pergilah keduanya, maka seorangpun tiada yang melihatnya atau yang mengetahuinya, dan seorangpun tiada yang jaga, maka tertidurlah sekaliannya, karena tidur yang lelap dari pada pihak Tuhan sudah berlaku atas mereka itu sekalian.
”Maka kata Daud kepadanya: Bagaimana tiada engkau takut mengangkat tanganmu akan membinasakan orang yang telah disiram bagi Tuhan? Maka dipanggil Daud akan salah seorang dari pada segala orang muda-muda itu, lalu katanya: Marilah engkau, terkamlah akan dia! Maka diparangnya akan dia, lalu matilah orang itu. Maka kata Daud kepadanya: Bahwa darahmu itu di atas kepalamu, karena mulutmu sudah naik saksi atas dirimu, katanya: Sahaya sudah membunuh orang yang telah disiram bagi Tuhan.
”Setelah itu maka datanglah orang Yehuda, disiramnya Daud di sana dengan minyak bau-bauan akan raja segala orang isi rumah Yehuda. Maka dikabarkan oranglah kepada Daud, sembahnya: Adapun yang menguburkan Saul itu, ia itu orang Yabes yang di Gilead.
”Maka apabila sudah genaplah segala harimu dan engkau sudah mangkat beradu dengan segala nenek moyangmu, kemudian dari padamu kelak Aku membangkitkan benihmu, yang akan terbit dari pada sulbimu dan Aku menetapkan kerajaannya. Maka iapun akan membangunkan sebuah rumah akan tempat nama-Ku dan Akupun akan menetapkan takhta kerajaannya sampai selama-lamanya. Maka Aku menjadi baginya akan bapa dan iapun menjadi bagi-Ku akan anak, maka apabila ia bersalah, Aku menyiksakan dia kelak dengan cemeti manusia dan dengan bala anak-anak Adam. Tetapi keridlaan-Ku tiada akan undur dari padanya, seperti yang Kuundurkan dia dari pada Saul, yang telah Kulakukan dari hadapanmu. Tetapi rumahmu akan kekal adanya dan kerajaanmu sampai selama-lamanya. Maka setuju dengan segala firman ini dan setuju dengan segala penglihatan ini, demikianpun bersembahlah Natan kepada Daud.
”Maka demikianlah pergi Daud memerintahkan segenap orang Israel dan dilakukan Daud kebenaran dan keadilan kepada segala bangsanya.
”Bahwa Allah orang Israel telah berfirman dan Gunung batu orang Israel telah berjanji dengan aku: Akan ada seorang pemerintah atas segala manusia, seorang yang adil, seorang pemerintah dengan takut akan Allah.
”Maka diberitahu oranglah kepada baginda, sembahnya: Bahwasanya di sini adalah nabi Natan. Maka datanglah ia menghadap baginda, lalu sembah sujud kepada baginda dengan mukanya sampai ke bumi.
”Maka oleh imam Zadok diambil akan tanduk berisi minyak bau-bauan dari dalam kemah itu, lalu disiramnya akan Sulaiman; maka nafiripun ditiup oranglah dan segala orang banyak itupun bersorak-soraklah, bunyinya: Berbahagialah kiranya baginda raja Sulaiman! Maka orang banyak itupun datanglah mengiringkan baginda sambil bermain pelbagai bunyi-bunyian serta bersuka-sukaan amat ramai, seolah-olah bumi hendak belah rupanya oleh bunyi soraknya.
”Maka Sulaimanpun mengasihi akan Tuhan serta berjalan menurut segala perintah Daud, ayahanda baginda, melainkan bagindapun mempersembahkan korban dan membakar dupa di atas panggung juga. Hata, maka pergilah baginda ke Gibeon hendak mempersembahkan korban di sana, sebab besarlah panggungnya, maka dipersembahkan raja Sulaiman di atas mezbah itu seribu korban bakaran.
”Maka di Gibeon juga nyatalah Tuhan kepada raja Sulaiman dalam mimpi pada malam, maka firman Allah kepadanya: Pintalah olehmu barang yang kaukehendak Aku karuniakan kepadamu. Maka sembah Sulaiman: Bahwa Engkau sudah berbuat kebajikan besar akan hamba-Mu Daud, ayahku, seperti iapun telah berjalan di hadapan hadirat-Mu dengan setianya dan benarnya dan tulus hatinya akan Dikau, maka kebajikan-Mu yang besar itu telah Kautetapkan kepadanya, sehingga Engkau mengaruniakan kepadanya seorang anaknya akan duduk di atas takhta kerajaannya, seperti pada hari ini adanya. Maka sekarang, ya Tuhan, Allahku! Engkau sudah menjadikan hamba-Mu ini raja akan ganti ayahku Daud, maka aku lagi sangat muda, tiada tahu keluar masuk. Maka hamba-Mu ini adalah di tengah-tengah umat-Mu, yang telah Kaupilih, suatu bangsa yang besar, yang tiada tepermanai atau terkira-kira banyaknya. Maka sebab itu karuniakan apalah kepada hamba-Mu ini hati yang berbudi, akan memerintahkan segala umat-Mu, supaya dengan bijaksana dapat aku membedakan antara baik dengan jahat; karena siapa gerangan dapat memerintahkan bangsa sebesar ini? Maka dibenarkan Tuhan akan sembah ini, yaitu raja Sulaiman minta perkara yang demikian. Lalu firman Allah kepadanya: Bahwa sebab engkau sudah minta perkara ini, dan tiada engkau menghendaki bagi dirimu umur panjang dan tiada engkau menghendaki bagi dirimu kekayaan dan tiada engkau menghendaki mati segala seterumu, melainkan engkau sudah minta akan dirimu akal budi akan menyelesaikan perkara hukum, bahwasanya Aku berbuat seperti sembahmu itu; bahwasanya Aku mengaruniai engkau dengan hati yang berakal budi, sehingga setaramu belum pernah ada dahulu dari padamu dan setaramupun tiada akan berbangkit kemudian dari padamu juga. Tambahan pula barang yang tiada kaupintapun akan Kukaruniakan kepadamu kelak, baik kekayaan baik kemuliaan, sehingga seumur hidupmu seorangpun tiada akan setaramu di antara segala raja. Maka jikalau kiranya engkau berjalan pada jalan-Ku dan engkau memeliharakan segala hukum undang-undang-Ku, yaitu seperti Daud, ayahmu, sudah berjalan dahulu, niscaya Kulanjutkan umurmu lagi.
”Maka berdirilah raja Sulaiman di hadapan mezbah Tuhan tentang dengan segenap sidang orang Israel, maka bagindapun menadahkanlah tangannya ke langit, lalu katanya: Ya Tuhan, Allah orang Israel! tiada Allah melainkan Engkau, baik dalam langit di atas baik di atas bumi di bawah; Engkau juga yang menyampaikan perjanjian dan kemurahan kepada segala hamba-Mu, yang berjalan di hadapan hadirat-Mu dengan segenap hatinya.
”Demikianlah baginda raja Sulaiman menjadi besar dari pada segala raja yang di atas bumi, baik dengan kekayaan baik dengan hikmat.
”Sebermula, maka birahilah baginda raja Sulaiman akan beberapa orang perempuan lain bangsa, kecuali akan anak Firaun birahilah baginda akan perempuan Moabi dan Ammoni dan Edomi dan Zidoni dan Heti; dari pada segala bangsa yang telah dipesan oleh Tuhan kepada bani Israel akan halnya demikian: Tak boleh kamu masuk kepadanya dan tak boleh mereka itupun masuk kepadamu, supaya jangan dicenderungkannya hati kamu kepada dewa-dewanya; maka akan perempuan yang begitu birahilah raja Sulaiman. Maka adalah pada baginda tujuh ratus orang isteri, semuanya anak raja-raja, dan tiga ratus gundik, maka segala isterinya itu menyesatkan hati baginda. Karena sesungguhnya pada masa raja Sulaiman sudah tua, dicenderungkan hati baginda oleh segala isterinya kepada dewa-dewa, sehingga tiada lagi tulus hati baginda dengan Tuhan, Allahnya, seperti hati raja Daud, ayahanda baginda. Karena berjalanlah raja Sulaiman menurut Astoret, berhala orang Sidoni, dan Milkhom kehinaan orang Ammoni. Demikianlah diperbuat raja Sulaiman barang yang jahat kepada pemandangan Tuhan, dan tiada baginda tetap dalam mengikut Tuhan seperti raja Daud, ayahanda baginda. Tambahan pula didirikan raja sulaiman sebuah panggung bagi Kamos, kehinaan orang Moabi, di atas bukit yang bertentangan dengan Yeruzalem, dan bagi Molekh, kehinaan bani Ammon itu. Maka demikian juga diperbuat baginda akan segala isterinya yang dari pada lain bangsa itu, yang membakar dupa dan mempersembahkan korban kepada dewa-dewanya.
”Maka berbangkitlah murka Tuhan akan raja Sulaiman, sebab hati baginda sudah undur dari pada Tuhan, Allah orang Israel, yang telah kelihatan kepada baginda sampai dua kali. Dan yang sudah berpesan kepada baginda jangan ia berjalan mengikut dewa-dewa, tetapi tiada diturut baginda akan firman Tuhan itu. Maka sebab itu berfirmanlah Tuhan kepada raja Sulaiman: Sedang beginilah halmu, tiada engkau memeliharakan perjanjian-Ku dan segala syariat-Ku, yang telah Kupesan kepadamu, niscaya Aku memutuskan kelak kerajaan ini dari padamu dan Aku mengaruniakan dia kepada hambamu.
”Arakian, maka datanglah Yerobeam serta dengan segala orang itu menghadap raja Rehabeam pada hari yang ketiga, setuju dengan titah baginda ini: Selang tiga hari hendaklah kamu kembali menghadap aku. Maka sahut baginda akan orang banyak itu dengan geramnya, karena telah ditinggalkannya bicara yang telah diberi oleh segala tua-tua itu kepadanya, dan bertitahlah baginda kepada mereka itu setuju dengan bicara orang muda-muda itu, titahnya: Bahwa ayahku sudah memberatkan tanggungan kamu, tetapi aku akan menambahi dia lagi; ayahku sudah menyiksai kamu dengan cemeti, tetapi aku akan menyiksai kamu dengan kalajengking.
”Dan lagi diperbuatnya sebuah rumah panggung, dan dijadikannya imam akan orang dari pada segala pangkat bangsa, yang bukan dari pada bani Lewi asalnya. Maka oleh Yerobeam ditentukanlah suatu hari raya dalam bulan yang kedelapan, pada lima belas hari bulan, sama seperti hari raya yang di Yehuda itu, dan dipersembahkannya korban di atas mezbah; maka demikianpun perbuatannya di Bait-el, dipersembahkannya korban kepada anak lembu yang telah diperbuatnya itu; dan lagi di Bait-elpun dijadikannya imam pada panggung yang telah diperbuatnya itu.
”Demi didengar baginda sabda aziz Allah, yang diserunya akan mezbah Bait-el itu, maka dikedangkan Yerobeam tangannya dari atas mezbah itu sambil titahnya: Tangkaplah akan dia! Tetapi tangan yang dikedangkannya kepadanya itu lalu tinggal terkedang juga, sehingga tiada dapat dikembalikannya pula. Maka mezbah itupun terbelahlah dan abu dari pada mezbah itupun terhamburlah, setuju dengan mujizat yang ditentukan aziz Allah oleh firman Tuhan itu.
”Arakian, maka kemudian dari pada perkara yang tersebut itu tiada juga ditinggalkan Yerobeam akan jalannya yang jahat itu, melainkan dijadikannya pula beberapa imam panggung akan orang dari pada segala pangkat kaum itu; barangsiapa yang suka ia itu juga dilantiknya akan imam panggung itu. Maka perbuatan ini menjadi dosa bagi orang isi istana Yerobeam, supaya mereka itu dibinasakan dan ditumpas dari atas bumi.
”melainkan engkau sudah berbuat jahat, yaitu lebih dari pada segala orang yang dahulu dari padamu, dan engkau sudah pergi lalu memperbuat berhala dan patung tuangan hendak membangkitkan murka-Ku dan engkaupun sudah membuang Aku ke belakangmu; maka sebab itu tak dapat tiada Aku mendatangkan jahat kelak atas isi istana Yerobeam, dan dari pada Yerobeam Aku akan menumpas segala orang laki-laki dan segala yang terkurung dan yang tertinggal di antara orang Israel, dan Aku akan membuang segala anak cucu orang isi istana Yerobeam, seperti orang membuang tahi, sehingga seorangpun tiada tinggal lagi.
”Dan lagi diserahkan-Nya orang Israel kelak karena sebab dosa Yerobeam itu, yang sudah berdosa sendiri dan yang sudah mengajak orang Israelpun supaya mereka itu berbuat dosa.
”Bermula, maka pada tahun yang kedelapan belas dari pada kerajaan baginda raja Yerobeam bin Nebat, naiklah Abiam raja atas orang Yehuda. Maka tiga tahun lamanya kerajaanlah ia di Yeruzalem, maka nama bunda baginda itu Maakha, anak Abisalom. Adapun kelakuan baginda itu, ia menurut segala dosa yang dibuat ayahanda baginda dahulu dari pada baginda, dan hati bagindapun tiada tulus dengan Tuhan, Allahnya, seperti tulus hati Daud, moyangda baginda.
”Maka Asapun berbuat barang yang benar kepada pemandangan Tuhan seperti Daud, moyangda baginda itu. Karena dinyahkannya segala orang zindik itu dari dalam negeri, dan dibuangnya segala berhala tahi yang telah diperbuat oleh nenek moyangnya. Sehingga Maakha bunda bagindapun dipecatkannya dari pada pangkat permaisuri, sebab telah diperbuatkannya seekor berhala haibani dalam hutan, dan lagi dibinasakan Asa berhala haibani itu, dibakarnya habis dengan api di tepi sungai Kideron. Tetapi segala panggung tiada juga dibuang; maka adalah hati Asa tulus dengan Tuhan sepanjang umur hidupnya.
”Adapun Nadab bin Yerobeam itu naik raja atas orang Israel pada tahun yang kedua dari pada kerajaan Asa atas orang Yehuda; maka kerajaanlah ia atas orang Israel dua tahun lamanya. Maka diperbuatnya barang yang jahat kepada pemandangan Tuhan dan berjalanlah ia pada jalan ayahnya, dan menurut dosanya, yang telah disuruhnya orang Israelpun berbuat.
”sebab segala dosa Yerobeam, yang telah berbuat dosa sendiri dan yang telah menyuruh orang Israelpun berbuat dosa, dan sebab segala perbuatannya yang telah membangkitkan murka Tuhan, Allah orang Israel.
”Maka pada tahun yang ketiga dari pada kerajaan Asa atas orang Yehuda adalah Baesa bin Ahia naik raja atas segala orang Israel di Tirza, dan kerajaanlah ia dua puluh empat tahun lamanya. Maka iapun berbuat barang yang jahat kepada pemandangan Tuhan, serta berjalan pada jalan Yerobeam dan menurut dosanya yang telah disuruhnya orang Israelpun berbuat.
”Barangsiapa dari pada orang Baesa akan mati di dalam negeri, ia itu akan dimakan anjing, dan barangsiapa yang akan mati di padang, ia itu akan dimakan oleh unggas yang di udara.
”Demikian juga jadilah firman Tuhan yang telah dikatakannya dengan lidah nabi Yehu bin Hanani akan hal Baesa dan segala isi istananya, yaitu sebab segala jahat yang telah dibuatnya di hadapan mata Tuhan dan sebab dibangkitkannya murka-Nya dengan perbuatan tangannya, sehingga ia menjadi sama dengan isi istana Yerobeam, dan sebab telah dibunuhnya akan mereka itu.
”Demikianlah ditumpas oleh Zimri akan segenap isi istana Baesa, setuju dengan firman Tuhan yang telah dikatakannya akan hal Baesa itu dengan lidah nabi Yehu, karena sebab segala dosa Baesa dan segala dosa Ela, anaknya, yang telah diperbuatnya dan yang disuruhnya orang Israelpun berbuat, sehingga dibangkitkannya murka Tuhan, Allah orang Israel, dengan perbuatan mereka itu yang sia-sia adanya.
”Setelah dilihat Zimri akan hal negeri itu sudah dialahkan, maka masuklah ia ke dalam puri istana, dibakarnya habis akan istana baginda itu di atasnya dengan api, lalu matilah ia. Maka ia itu sebab segala dosa yang telah dibuatnya sambil membuat barang yang jahat kepada pemandangan Tuhan, dan sebab ia berjalan pada jalan Yerobeam serta menurut dosa yang telah dibuatnya dan disuruhnya orang Israelpun berbuat dosa.
”Maka Omripun buatlah barang yang jahat kepada pemandangan Tuhan, bahkan, dibuatnya lebih banyak jahat dari pada segala orang yang dahulu dari padanya. Dan berjalanlah ia pada segala jalan Yerobeam bin Nebat, dan ia menurut segala dosanya, disuruhnya orang Israelpun berbuat demikian, serta ia membangkitkan murka Tuhan, Allah orang Israel, dengan perbuatannya yang sia-sia adanya.
”Maka Akhab bin Omri itupun berbuatlah barang yang jahat kepada pemandangan Tuhan, terlebih dari pada segala orang yang dahulu dari padanya. Maka sesungguhnya seolah-olah ini perkara kecil jua ia menurut segala dosa Yerobeam bin Nebat, maka ditambahinya pula dengan mengambil Izebel, anak Et-Baal, raja orang Sidoni, akan isterinya, lalu ia berbuat bakti kepada Baal dan menyembah sujud kepadanya. Dan didirikannya bagi Baal itu sebuah mezbah dalam kuil Baal, yang telah dibuatnya di Samaria. Dan lagi diperbuatkan Akhab suatu hutan, sehingga dibuat Akhab lebih dari pada segala raja orang Israel yang dahulu dari padanya, hendak membangkitkan murka Tuhan, Allah orang Israel.
”karena tatkala dibinasakan Izebel segala nabi Tuhan, diambil Obaja akan seratus orang nabi, disembunyikannya mereka itu, lima puluh orang bersama-sama dalam sebuah gua dan dipeliharakannya mereka itu dengan roti dan air.
”Maka sesungguhnya serta terlihatlah Akhab akan Elia itu, kata Akhab kepadanya: Engkaukah di sini, hai pengharu orang Israel? Maka sahutnya: Bukannya aku yang mengharukan orang Israel, melainkan engkau dan orang isi rumah bapamu, sebab kamu sudah meninggalkan firman Tuhan, lalu mengikut akan Baalim. Maka sekarangpun suruhlah orang menghimpunkan segenap orang Israel kepadaku di atas gunung Karmel, dan lagi empat ratus lima puluh orang nabi Baal dan empat ratus orang nabi hutan-hutan, yang makan ayapan dari pada meja Izebel itu.
”Arakian, maka oleh Akhab dikabarkanlah kepada Izebel segala perkara yang telah dibuat oleh Elia, dan lagi peri hal ia membunuh segala nabi itu dengan pedang. Maka disuruhkan Izebel seorang suruhan mengatakan kepada Elia: Demikianlah perbuatan segala dewata akan daku dan dipertambahkannya pula, jikalau tiada pada esok hari waktu begini juga kusamakan nyawamu dengan nyawa masing-masing mereka itu.
”Tetapi datanglah firman Tuhan kepada Elia, orang Tisbi itu, bunyinya: Bangkitlah engkau, lalu turun mendapatkan Akhab, raja orang Israel, yang kerajaan di Samaria itu, bahwasanya adalah ia dalam kebun anggur Nabot, karena ia sudah turun ke sana hendak mengambil dia akan miliknya. Dan katakanlah kepadanya: Demikian inilah firman Tuhan: Sudahkah engkau membunuh orang dan merampas barang akan milikmu? Dan lagi hendaklah engkau katakan kepadanya: Demikian inilah firman Tuhan: Oleh karena sebab anjing telah menjilat darah Nabot itu, maka anjingpun akan menjilat darahmu kelak, bahkan, darahmu juga! Maka kata Akhab kepada Elia: Sudahkah engkau mendapat aku, hai seteruku? Lalu kata Elia: Benarlah aku mendapat engkau; tegal engkau sudah menjual dirimu akan berbuat barang yang jahat kepada pemandangan Tuhan. Bahwasanya Aku akan mendatangkan jahat atasmu dan menghapuskan segala anak cucumu, dan Aku akan menumpas kelak segala orang laki-laki yang dari pada Akhab itu serta dengan segala orangnya yang terkurung dan yang tertinggal di antara orang Israel. Maka Aku menyamakan isi istanamu dengan isi istana Yerobeam bin Nebat dan dengan isi istana Baesa bin Ahia, maka ia itu sebab segala perbuatanmu yang telah membangkitkan murka-Ku dan sebab engkau sudah menyuruh orang Israelpun berbuat dosa. Dan lagi akan hal Izebel firman Tuhan demikian: Bahwa Izebel itu akan dimakan anjing kelak pada sebelah dalam pagar tembok Yizriel. Barangsiapa dari pada Akhab yang mati di dalam negeri, ia itu akan dimakan anjing, dan barangsiapa yang mati di padang, ia itu akan dimakan oleh unggas yang di udara.
”Maka sesungguhnya belum pernah ada orang seperti Akhab, yang telah menjual dirinya akan berbuat barang yang jahat kepada pemandangan Tuhan, sebab dibujuk oleh Izebel, isterinya, akan dia. Maka kelakuannya sangat kebencian, sebab diikutnya akan berhala tahi, menurut segala sesuatu yang telah diperbuat orang Amori dahulu, yang sudah dihalaukan Allah dari pada tanah miliknya di hadapan segala bani Israel. Hata, demi didengar Akhab segala perkataan ini, maka dicarik-carikkannya pakaiannya dan dikenakannya kain karung pada tubuhnya, lalu berpuasalah ia; maka berbaringlah ia dengan berpakaikan kain karung itu dan berjalanlah ia dengan perlahan-lahan. Arakian, maka datanglah firman Tuhan kepada Elia, orang Tisbi itu, bunyinya: Sudahkah dilihat olehmu, bahwa Akhab merendahkan dirinya di hadapan hadirat-Ku? bahwasanya sebab telah direndahkannya dirinya di hadapan hadirat-Ku, maka tiada Kudatangkan jahat itu selagi umur hidupnya, melainkan pada masa anaknya kelak Kudatangkan jahat itu atas isi istananya.
”Maka sementara dibasuhkan orang akan rata itu dalam kolam Samaria, adalah beberapa anjing menjilat darahnya di tempat orang sundal biasa mandi, yaitu seperti firman Tuhan yang telah dikatakan-Nya itu. Adapun barang yang lagi tinggal dari pada segala kisah raja Akhab dan segala perbuatan baginda dan istana gading yang telah diperbuat oleh baginda dan segala negeri yang telah dibangunkan baginda, bukankah ia itu tersebut dalam kitab tawarikh raja-raja orang Israel?
”Maka berjalanlah baginda pada segala jalan Asa, ayahanda baginda, dengan tiada menyimpang, dan diperbuat baginda barang yang benar kepada pemandangan Tuhan. Kendatilah demikian, maka segala panggung tiada juga dibuang, melainkan orang banyak lagi mempersembahkan korban dan membakar dupa di atas panggung itu.
”Maka raja Yosafatpun mangkatlah beradu dengan segala nenek moyang baginda, lalu ia dikuburkan pada sisi nenek moyang baginda dalam negeri Daud, moyangda baginda, maka Yoram, putera baginda, naik raja menggantikan ayahnya. Adapun Ahazia bin Akhab itu naik raja atas orang Israel di Samaria pada tahun yang ketujuh belas dari pada kerajaan Yosafat atas orang Yehuda, maka kerajaanlah ia atas orang Israel dua tahun lamanya. Maka diperbuatnya barang yang jahat kepada pemandangan Tuhan, karena berjalanlah ia pada jalan ayahnya dan pada jalan bundanya dan pada jalan Yerobeam bin Nebat, yang telah menyuruh orang Israel berbuat dosa. Maka iapun berbuat bakti kepada Baal dan menyembah sujud kepadanya dan dibangkitkannya murka Tuhan, Allah orang Israel, dengan menurut segala sesuatu yang telah diperbuat oleh ayahnya.
”Maka kata Elia kepada baginda: Bahwa demikian inilah firman Tuhan: Sebab engkau sudah menyuruhkan utusan pergi bertanyakan Baal-Zebub, dewa orang Ekeron itu (adakah ia itu sebab tiada Allah di antara orang Israel, yang dapat ditanyakan firman-Nya?), maka sebab itulah tiada engkau akan turun lagi dari pada peraduan yang telah kaunaiki itu, melainkan engkau akan mati kelak. Hata, maka bagindapun mangkatlah, setuju dengan firman Tuhan yang dikatakan Elia itu, lalu Yorampun naik raja menggantikan baginda, yaitu pada tahun yang kedua dari pada kerajaan Yoram bin Yosafat atas orang Yehuda, karena raja Ahazia tiada beranak.
”Bermula, adapun Yoram bin Akhab itu naik raja atas orang Israel di Samaria pada tahun yang kedelapan belas dari pada kerajaan Yosafat atas orang Yehuda, dan kerajaanlah ia dua belas tahun lamanya. Maka dibuat baginda barang yang jahat kepada pemandangan Tuhan, tetapi bukan sama seperti ayahanda dan bunda baginda, karena disuruhnya buang berhala Baal yang didirikan dan diperbuat oleh ayahanda baginda itu. Kendatilah demikian, maka lekatlah juga ia pada dosa Yerobeam bin Nebat, yang sudah menyuruh orang Israel berbuat dosa, dan tiada ia lalu dari padanya.
”Adapun pada tahun yang kelima dari pada kerajaan Yoram bin Akhab atas orang Israel, pada masa Yosafat raja orang Yehuda, naiklah raja Yoram bin Yosafat itu atas Yehuda. Tiga puluh dua tahun umurnya pada masa ia naik raja, dan iapun kerajaanlah di Yeruzalem delapan tahun lamanya. Maka berjalanlah ia pada jalan segala raja orang Israel, sama seperti perbuatan orang isi istana Akhab, karena anak Akhabpun telah menjadi isterinya, dan dibuatnya barang yang jahat kepada pemandangan Tuhan.
”Adapun umur raja Ahazia pada masa ia naik raja itu dua likur tahun, maka kerajaanlah ia di Yeruzalem setahun lamanya; adapun nama bunda baginda itu Atalia, anak Omri, raja orang Israel. Maka berjalanlah ia pada jalan orang isi istana Akhab, diperbuatnya barang yang jahat kepada pemandangan Tuhan, sama seperti perbuatan orang isi istana Akhab, karena menantulah ia kepada kepada orang isi istana Akhab itu.
”Maka apabila ia masuk sesungguhnya adalah duduk di sana segala panglima perang; maka katanya: Adalah padaku suatu kabar, hendak kusampaikan kepadamu, hai panglima! Maka bertanya Yehu: Kepada siapa dari pada kami sekalian ini? Maka sahutnya: Kepadamu juga, hai panglima! Maka bangkitlah ia berdiri lalu masuk ke dalam rumah; maka minyak itu dicurahkan orang itu kepada kepalanya sambil katanya: Demikianlah firman Tuhan, Allah orang Israel: Bahwa Aku sudah menyiram engkau akan raja atas segala umat Tuhan, yaitu atas orang Israel. Dan engkaupun akan membunuh segala orang isi istana Akhab, tuanmu, supaya Kutuntut bela darah hamba-Ku, segala nabi-nabi, dan darah segala hamba Tuhan kepada Izebel itu. Maka segenap orang isi istana Akhab itu akan binasa, dan dari pada orang Akhab itu akan Kutumpas kelak segala orang laki-laki dan lagi segala orang yang terkurung dan yang tertinggal di antara orang Israel.
”Arakian, maka sampailah Yehu ke Yizriel. Demi didengar Izebel akan hal itu, maka disapunyalah mukanya dengan bedak dan dikenakannya perhiasan pada kepalanya, lalu iapun menengok dari pada tingkap istana. Maka baharu Yehu masuk dari pada pintu gerbang, lalu kata Izebel: Adakah selamat, hai Zimri, pembunuh tuannya? Maka menengadahlah Yehu ke tingkap itu, lalu katanya: Siapa gerangan ada sertaku? siapa? Lalu adalah dua tiga orang penjawat istana memandang kepadanya. Maka kata Yehu: Terjunkanlah dia dari atas. Maka diterjunkannyalah dari atas, sehingga darahnyapun tepercik kepada pagar tembok dan kepada kudanya, lalu dipijak-pijaknya akan dia. Hata, setelah Yehu masuk dan sudah makan minum, lalu katanya: Sekarang pergilah kamu melihat apa hal si kutuk itu dan kuburkanlah dia, karena putera raja juga adanya. Maka turunlah mereka itu hendak menguburkan dia, tetapi satupun tiada didapatinya dari padanya melainkan tengkoraknya dan kedua belah kakinya dan kedua tapak tangannya. Maka baliklah mereka itu memberitahu Yehu, maka kata Yehu: Demikian juga firman Tuhan, yang telah dikatakan-Nya dengan lidah Elia, hamba-Nya, yaitu orang Tisbi itu, bunyinya: Pada bendang Yizriel juga anjingpun akan makan bangkai Izebel, dan bangkai Izebel itu akan seperti baja pada tanah di bendang Yizriel, sehingga tiada dapat dikatakan lagi: Inilah Izebel!
”Maka dihimpunkan oleh Yehu segenap orang banyak itu, lalu katanya kepadanya: Adapun raja Akhab berbuat ibadat kepada Baal itu ada kurangnya juga, bahwa Yehu hendak berbuat ibadat kepadanya terlebih banyak. Maka sebab itu panggillah olehmu akan segala nabi Baal dan segala hambanya dan segala ajar-ajarnya datang menghadap aku, seorangpun jangan kurang, karena aku hendak membuat suatu korban besar bagi Baal; barangsiapa tiada hadir, ia itu tiada akan hidup lagi. Adapun perbuatan Yehu demikian dengan tipu daya juga, supaya dapat dibunuhnya akan segala hamba Baal itu. Setelah itu, maka kata Yehu: Sucikanlah bagi Baal suatu hari raya. Maka dicanangkan oranglah akan dia. Dan lagi utusanlah Yehu kepada segenap bangsa Israel, sehingga datanglah segala hamba Baal, seorangpun tiada ketinggalan yang tiada datang, maka sekaliannya itu masuklah ke dalam kuil Baal, sehingga penuhlah kuil Baal itu dari pada ujungnya satu datang kepada ujungnya yang lain. Lalu kata Yehu kepada orang yang memerintahkan gedung pakaian: Bawalah olehmu ke luar pakaian akan segala hamba Baal itu. Maka dikeluarkanlah pakaian akan mereka itu sekalian. Maka datanglah Yehu serta dengan Yonadab bin Rekhab, lalu masuk ke dalam kuil Baal; maka katanya kepada segala hamba Baal itu: Periksalah baik-baik, jangan di sini sertamu ada salah seorang dari pada segala hamba Tuhan, melainkan hamba Baal sahaja. Maka setelah sudah mereka itu sekalian masuk ke dalam hendak mempersembahkan korban sembelihan dan korban bakaran, ditaruh Yehu akan delapan puluh orang di luar, serta katanya: Jikalau kiranya seorang juapun luput dari pada segala orang yang telah kuserahkan kepada tanganmu ini, niscaya nyawamu seorang akan ganti nyawanya.
”Dan lagi dirobohkannyalah patung Baal yang terdiri di situ dan dibongkarnya kuil Baal, dijadikannya longkang sampai kepada hari ini.
”Tetapi tiada Yehu tetap berjalan menurut taurat Tuhan, Allah orang Israel, dengan segenap hatinya, karena tiada dijauhkannya dirinya dari pada dosa Yerobeam, yang telah menyuruhkan orang Israelpun berbuat dosa.
”Maka dilihatnya bahwasanya baginda adalah berdiri dekat dengan tiang sebagaimana adat, dan segala penghulu serta dengan nafirinyapun hadir dengan baginda dan segala orang negeripun bersuka-sukaanlah sambil meniup nafirinya, lalu Ataliapun mencarik-carikkan pakaiannya sambil berseru: Adalah khianat, khianat!
”Maka dibuat raja Yoas barang yang benar kepada pemandangan Tuhan, seumur hidupnya, yaitu barang yang diajarkan imam Yoyada akan dia. Sahaja segala panggung itu tiada dilalukan, melainkan orang banyak lagi mempersembahkan korban dan membakar dupa di atas panggung itu.
”Sebermula, maka pada tahun yang kedua puluh tiga dari pada kerajaan Yoas bin Ahazia atas orang Yehuda, naiklah Yoahaz bin Yehu raja atas orang Israel di Samaria, maka kerajaanlah ia tujuh belas tahun lamanya. Maka dibuatnya barang yang jahat kepada pemandangan Tuhan, karena diturutnya segala dosa Yerobeam bin Nebat, yang telah menyuruhkan orang Israel berbuat dosa, tiada dijauhkannya dirinya dari padanya.
”Maka pada tahun yang ketiga puluh tujuh dari pada kerajaan Yoas atas orang Yehuda, naiklah Yoas bin Yoahaz raja atas orang Israel di Samaria, maka kerajaan ia enam belas tahun lamanya. Maka dibuatnya barang yang jahat kepada pemandangan Tuhan, tiada dijauhkannya dirinya dari pada segala dosa Yerobeam bin Nebat, yang telah menyuruhkan orang Israelpun berbuat dosa, melainkan diturutnya juga.
”Sebermula, maka pada tahun yang kedua dari pada kerajaan Yoas bin Yoahaz atas orang Israel, naiklah Amazia bin Yoas raja atas orang Yehuda. Umurnya lima likur tahun pada masa ia naik raja, maka kerajaanlah ia di Yeruzalem dua puluh sembilan tahun lamanya; adapun nama bunda baginda itu Yoadan, dari Yeruzalem. Maka oleh bagindapun dibuat barang yang benar kepada pemandangan Tuhan, tetapi bukan seperti perbuatan Daud, moyangda baginda, melainkan dalam semuanya adalah perbuatannya seperti perbuatan Yoas, ayahanda baginda. Sahaja segala panggung juga tiada dilalukan, melainkan orang banyak lagi mempersembahkan korban dan membakar dupa di atas panggung itu.
”Maka pada tahun yang kelima belas dari pada kerajaan Amazia bin Yoas atas orang Yehuda, naiklah raja di Samaria Yerobeam bin Yoas atas orang Israel; maka kerajaanlah ia empat puluh satu tahun lamanya. Maka dibuatnya barang yang jahat kepada pemandangan Tuhan, tiada dijauhkannya dirinya dari pada segala dosa Yerobeam bin Nebat, yang telah menyuruhkan orang Israel berbuat dosa.
”Bermula, maka pada tahun yang kedua puluh tujuh dari pada kerajaan Yerobeam atas orang Israel, naiklah raja Azarya bin Amazia atas orang Yehuda. Maka pada masa ia naik raja umurnya enam belas tahun dan kerajaanlah ia di Yeruzalem lima puluh dua tahun lamanya; maka nama bunda baginda itu Yekholya dari Yeruzalem. Maka dibuatnya barang yang benar kepada pemandangan Tuhan, seperti segala perbuatan Amazia, ayahanda baginda. Melainkan segala panggung itu tiada juga dilalukan; orang banyak lagi mempersembahkan korban dan membakar dupa di atas panggung itu. Maka disiksakan Tuhan akan baginda, sehingga bagindapun kena penyakit kusta datang kepada hari mangkatnya, sebab itu duduklah baginda dalam rumah perasingan, maka Yotam, putera baginda dan pemerintah istana itu, lalu memerintahkan segala orang isi negeri.
”Adapun pada tahun yang ketiga puluh delapan dari pada kerajaan Azarya atas orang Yehuda kerajaanlah Zakharia bin Yerobeam atas orang Israel di Samaria enam bulan lamanya, maka dibuatnya barang yang jahat kepada pemandangan Tuhan, seperti perbuatan segala nenek moyangnya, tiada dijauhkannya dirinya dari pada dosa Yerobeam bin Nebat, yang telah menyuruhkan orang Israel berbuat dosa.
”Adapun Salum bin Yabesy itu naik raja pada tahun yang ketiga puluh sembilan dari pada kerajaan Uzia atas orang Yehuda, maka kerajaanlah ia di Samaria hanya sebulan lamanya, karena Menahim bin Gadipun berangkat dari Tirza, serta sampailah ia ke Samaria ditikamnya Salum bin Yabesy, dibunuhnya akan dia di Samaria, lalu ia naik raja akan gantinya.
”Adapun pada tahun yang ketiga puluh sembilan dari pada kerajaan Azarya atas orang Yehuda naiklah raja Menahim bin Gadi atas orang Israel, dan kerajaanlah ia di Samaria sepuluh tahun lamanya. Maka diperbuatnya barang yang jahat kepada pemandangan Tuhan, sepanjang umur hidupnya tiada dijauhkannya dirinya dari pada dosa Yerobeam bin Nebat, yang telah menyuruhkan orang Israel berbuat dosa.
”Pada tahun yang kelima puluh dari pada kerajaan Azarya atas orang Yehuda naiklah Pekahya bin Menahim raja atas orang Israel, Maka kerajaanlah ia di Samaria dua tahun lamanya. Maka dibuatnya barang yang jahat kepada pemandangan Tuhan, tiada dijauhkannya dirinya dari pada dosa Yerobeam bin Nebat, yang telah menyuruhkan orang Israel berbuat dosa.
”Maka pada tahun yang kelima puluh dua dari pada kerajaan Azarya atas orang Yehuda naiklah Pekah bin Remalya atas orang Israel dan kerajaanlah ia di Samaria dua puluh tahun lamanya. Maka dibuatnya barang yang jahat kepada pemandangan Tuhan, tiada dijauhkannya dirinya dari pada dosa Yerobeam bin Nebat, yang telah menyuruhkan orang Israel berbuat dosa.
”Maka pada tahun yang kedua dari pada kerajaan Pekah bin Remalya atas orang Israel, naiklah Yotam bin Uzia raja atas orang Yehuda. Adapun umurnya tatkala ia naik raja itu lima likur tahun, maka kerajaanlah ia di Yeruzalem enam belas tahun lamanya dan nama bunda baginda itu Yerusa, anak Zadok. Maka dibuat baginda barang yang benar kepada pemandangan Tuhan, seperti segala perbuatan Uzia, ayahanda baginda, demikianpun perbuatan baginda. Melainkan segala panggung tiada dilalukan, dan orang banyak lagi mempersembahkan korban dan membakar dupa di atas panggung itu; maka baginda juga yang membuat pintu yang tinggi itu pada rumah Tuhan.
”Bermula, maka pada tahun yang ketujuh belas dari pada kerajaan Pekah bin Remalya, naiklah Akhaz bin Yotam raja atas orang Yehuda. Adapun umur Akhaz pada masa ia naik raja itu dua puluh tahun, maka kerajaanlah ia di Yeruzalem enam belas tahun lamanya, dan tiada dibuatnya barang yang benar kepada pemandangan Tuhan, Allahnya, seperti Daud, moyangda baginda; karena berjalanlah ia pada jalan raja-raja orang Israel, bahkan, dijalankannya lagi anaknya terus dari pada api, seperti perbuatan kebencian orang kafir, yang sudah dihalaukan oleh Tuhan dari hadapan bani Israel. Tambahan pula dipersembahkannya korban dan dibakarnya dupa di atas panggung dan di atas bukit dan lagi di bawah segala pohon kayu yang hijau-hijau.
”Bermula, maka pada tahun yang kedua belas dari pada kerajaan Akhaz atas orang Yehuda, naiklah Hosea bin Ela raja atas orang Israel, maka kerajaanlah ia di Samaria sembilan tahun lamanya. Maka dibuatnya barang yang jahat kepada pemandangan Tuhan, tetapi bukan seperti segala raja orang Israel yang dahulu dari padanya.
”Sebermula, maka pada tahun yang ketiga dari pada kerajaan Hosea bin Ela, raja orang Israel, naiklah Hizkia bin Akhaz raja atas orang Yehuda. Adapun umurnya pada masa baginda naik raja itu dua puluh lima tahun, dan kerajaanlah baginda di Yeruzalem sembilan likur tahun, maka nama bunda baginda itu Abia, seorang anak Zakharia. Maka dibuat baginda barang yang benar kepada pemandangan Tuhan, sama seperti segala sesuatu yang telah dibuat oleh raja Daud, moyangda baginda. Maka dilalukannya segala panggung dan dipecahkannya segala patung yang terdiri dan ditebangnya segala hutan-hutan dan dihancurluluhkannya ular tembaga, perbuatan Musa itu, sebab sampai kepada hari itu bani Israelpun membakar dupa baginya, maka dinamai baginda akan dia Nehustan. Maka percayalah baginda akan Tuhan, Allah orang Israel, sehingga kemudian dari pada baginda seorangpun tiada taranya di antara segala raja orang Yehuda, dan dahulu dari pada bagindapun tiada. Karena bersangkutpautlah baginda kepada Tuhan dan baginda mengikut Tuhan dengan tiada menyimpang, dan dilakukan baginda segala hukum firman Tuhan yang kepada Musa.
”Maka disuruhkan Hizkia, raja orang Yehuda, utusan kepada raja Asyur ke Lakhis, mengatakan: Bahwa beta sudah berbuat dosa, hendaklah tuan undur dari pada beta, maka barang yang tuan hendak tanggungkan atas beta, ia itu akan beta tanggung. Maka ditanggungkan raja Asyur kepada Hizkia, raja orang Yehuda, membayar tiga ratus talenta perak dan tiga puluh talenta emas. Maka diberikan raja Hizkia segala perak yang terdapat dalam rumah Tuhan dan dalam perbendaharaan istana baginda. Maka pada masa itu dikerat raja Hizkia segala emas dari pada pintu kaabah Tuhan dan dari pada tiang-tiang yang telah disalut oleh Hizkia, raja orang Yehuda, lalu diberikannya kepada raja Asyur.
”Maka raja Hizkiapun menjawati utusan itu, dan diperlihatkannyalah kepada mereka itu segenap gedungnya yang berisi benda yang indah-indah dari pada emas, perak dan rempah-rempah dan minyak-minyak yang harum baunya, dan lagi gedung alat senjatanya, dan segala yang terdapat dalam khazanahnya, sehingga dalam istananya dan dalam segenap kerajaannya satupun tiada yang tiada diperlihatkan baginda kepada mereka itu. Setelah itu maka datanglah nabi Yesaya menghadap baginda raja Hizkia serta sembahnya kepadanya: Apakah sembah orang itu dan dari mana mereka itu datang menghadap tuanku? Maka sahut Hizkia: Mereka itu sudah datang dari negeri yang jauh, yaitu dari Babil. Maka sembah Yesaya: Apa yang dilihatnya dalam istana tuanku? Maka sahut Hizkia: Bahwa mereka itu sudah melihat segala sesuatu yang di dalam istanaku; satupun tiada dalam segala khazanahku yang tiada kutunjuk kepadanya. Maka sembah Yesaya kepada Hizkia: Sekarang hendaklah tuanku dengar akan firman Tuhan: Bahwasanya hari akan datang kelak, apabila segala sesuatu yang di dalam istanamu, dan yang ditaruh oleh segala nenek moyangmu datang kepada hari ini, itu akan dibawa ke Babil, satu juapun tiada akan tinggal, demikianlah firman Tuhan.
”Adapun umur Manasye pada masa ia naik raja itu dua belas tahun, maka kerajaanlah ia di Yeruzalem lima puluh lima tahun lamanya dan nama bunda baginda itu Hefzi-bah. Maka dibuat baginda barang yang jahat kepada pemandangan Tuhan, seperti segala perbuatan orang kafir yang kebencian, yang sudah dihalaukan oleh Tuhan dari pada milik-Nya di hadapan segala bani Israel. Karena dibaiki oleh baginda segala panggung yang telah dibinasakan oleh raja Hizkia, ayahanda baginda, dan didirikannya beberapa mezbah bagi Baal, dan diperbuatnya sebuah hutan-hutan seperti perbuatan Akhab, raja orang Israel itu, maka bagindapun menyembah sujud kepada segala tentara di langit dan berbuat bakti kepadanya. Maka didirikannya beberapa mezbah dalam rumah Tuhan, maka akan hal rumah itu Tuhan telah berfirman demikian: Bahwa di Yeruzalem akan menetapkan nama-Ku. Tambahan pula didirikannya beberapa mezbah bagi segala tentara di langit di dalam kedua pagar halaman rumah Tuhan. Bahkan, disuruhnya puteranya menerusi api dan dilihatnya dalam nujum dan diselidiknya pesona seranah dan diangkatnya akan orang tenungan dan hobatan; dibuatnya amat banyak perkara yang jahat kepada pemandangan Tuhan, akan membangkitkan murka-Nya. Lagipun didirikannya suatu patung dari hutan-hutan yang telah diperbuatnya itu di dalam rumah yang ada firman Tuhan akan halnya kepada Daud dan kepada Sulaiman, puteranya, demikian: Di dalam rumah ini dan di dalam Yeruzalem, yang telah Kupilih dari pada segala suku bangsa Israel, akan Kutetapkan nama-Ku sampai selama-lamanya.
”Tambahan pula ditumpahkan oleh Manasye banyak darah yang tiada bersalah, sehingga dipenuhinya Yeruzalem dari dia dari pada ujungnya datang kepada ujung sebelahnya, kecuali dosa lain, yang disuruhnya orang Yehuda buat dan yang jahat kepada pemandangan Tuhan.
”Adapun umur Amon pada masa ia naik raja itu dua likur tahun dan kerajaanlah baginda di Yeruzalem dua tahun lamanya, maka nama bunda baginda itu Mesulaimit, anak Haroz, dari Yotba. Maka dibuat baginda barang yang jahat kepada pemandangan Tuhan, seperti perbuatan Manasye, ayahanda baginda. Karena berjalanlah baginda pada segala jalan yang telah diturut oleh ayahanda baginda, dan berbuat baktilah baginda kepada segala berhala tahi yang disembah oleh ayahanda baginda, dan lagi bagindapun menyembah sujud kepadanya. Demikianlah peri ditinggalkan baginda akan Tuhan, Allah segala nenek moyangnya, dan tiada baginda berjalan pada jalan Tuhan.
”Adapun pada masa Yosia itu naik raja umurnya delapan tahun, maka kerajaanlah baginda di Yeruzalem tiga puluh satu tahun lamanya, dan nama bunda baginda itu Yedida, anak Adaya dari Bozkat. Maka dibuat baginda barang yang benar kepada pemandangan Tuhan dan bagindapun menurut segala jalan raja Daud moyangda baginda, dengan tiada menyimpang ke kiri atau ke kanan.
”Maka kata imam besar Hilkia kepada Safan, jurutulis itu: Aku sudah mendapat kitab taurat itu di dalam rumah Tuhan. Maka Hilkiapun memberikan kitab itu kepada Safan, lalu dibacakannya. Setelah itu maka datanglah Safan, jurutulis itu, menghadap baginda, disampaikannyalah kepada baginda kabar akan segala hal itu, sembahnya: Bahwa patik-patik tuanku ini sudah mengumpulkan segala uang yang terdapat dalam rumah itu, diberikannya kepada segala pemerintah pekerjaan yang memerintahkan rumah Tuhan itu. Dan lagi dimaklumkanlah Safan, jurutulis itu, kepada baginda, sembahnya: Bahwa imam Hilkia sudah memberikan kepada patik sebuah kitab. Maka dibacakannyalah kitab itu di hadapan baginda. Hata, setelah didengar baginda bunyi perkataan kitab taurat itu, maka dikoyak-koyakkanlah baginda pakaiannya, lalu bagindapun bertitah kepada imam Hilkia dan Ahikam bin Safan dan Akhbor bin Mikhaya dan Safan, jurutulis itu, dan Asaya, hamba baginda, titahnya: Pergilah kamu bertanyakan Tuhan akan halku dan hal orang banyak itu dan segenap orang Yehuda, dari karena bunyi perkataan kitab yang terdapat ini, karena besarlah murka Tuhan yang dinyalakan kepada kita, sebab nenek moyang kita tiada mendengar akan bunyi perkataan kitab ini akan menurut segala sesuatu yang telah tersurat bagi kita.
”Tambahan pula segala mezbah yang di atas sotoh alayat Akhaz, perbuatan raja-raja Yehuda, dan segala mezbah yang telah diperbuat oleh raja Manasye di sebelah dalam kedua pagar halaman rumah Tuhan itupun dirobohkan oleh baginda dan dihancurluluhkannya, lalu dari sana ditaburkan baginda abunya kedalam sungai Kideron. Dan lagi segala panggung yang pada sebelah timur Yeruzalem dan pada sebelah selatan bukit Masyhit, perbuatan Sulaiman, raja orang Israel, bagi Astoret, kekejian orang Zidoni, dan bagi Kamos, kekejian orang Moabi, dan bagi Milkhom, kekejian bani Ammon, itupun dinajiskan oleh baginda. Demikianpun dipecahkannya segala patung yang terdiri dan ditebangnya segala hutan-hutan dan dipenuhinya tempat-tempatnya dengan tulang orang mati.
”Dan lagi dilalukan raja Yosia segala orang petenung dan yang menaruh hikmat syaitan dan terafim dan berhala tahi dan segala perkara kebencian yang kelihatan dalam negeri Yehuda dan Yeruzalem, supaya ditetapkannya segala perkataan taurat yang tersurat dalam kitab yang terdapat oleh imam Hilkia di dalam rumah Tuhan. Maka dahulu dari pada baginda seorang rajapun tiada seperti baginda, yang bertobat kepada Tuhan dengan segenap hatinya dan dengan segenap jiwanya dan dengan segenap kuasanya akan menurut segala bunyi taurat nabi Musa, dan kemudian dari pada bagindapun tiada bangun seorang taranya. Kendatilah demikian, tiada juga Tuhan berpaling diri-Nya dari pada kehangatan murka-Nya yang besar, melainkan bernyala-nyala murka-Nya kepada Yehuda, dari sebab segala kepahitan olehnya juga Manasye sudah memahitkan hati-Nya.
”Adapun umur Yoahaz pada masa ia naik raja itu dua puluh tiga tahun, maka kerajaanlah ia di Yeruzalem tiga bulan lamanya dan nama bunda baginda itu Hamutal, anak Yeremia dari Libna. Maka dibuatnya barang yang jahat kepada pemandangan Tuhan menurut segala perbuatan nenek moyangnya.
”Adapun umur Yoyakim pada masa ia naik raja itu dua puluh lima tahun, maka kerajaanlah ia di Yeruzalem sebelas tahun lamanya, dan nama bunda baginda itu Zebuda, anak Pedaya dari Ruma. Maka dibuat baginda barang yang jahat kepada pemandangan Tuhan menurut segala perbuatan nenek moyangnya.
”Bermula, maka umur Yoyakhin pada masa ia naik raja itu delapan belas tahun, maka kerajaanlah ia di Yeruzalem tiga bulan lamanya dan nama bunda baginda itu Nehusta, anak Elnatan dari Yeruzalem. Maka dibuat baginda barang yang jahat kepada pemandangan Tuhan menurut segala perbuatan ayahanda baginda.
”Dan dibawanya keluar dari sana akan segala mata benda rumah Tuhan dan segala mata benda istana baginda dan dikeratnya segala perhiasan emas, perbuatan Sulaiman, raja orang Israel, dalam kaabah Tuhan, yaitu setuju dengan firman Tuhan. Dan dibawanya dengan tertawan segenap orang isi Yeruzalem serta dengan segala penghulu dan orang hartawan, sepuluh ribu orang dibawanya dengan tertawan, demikianpun segala tukang kayu dan tukang besi; seorangpun tiada tinggal melainkan orang hina dina belaka di antara segala rakyat negeri itu. Demikianpun dipindahkannya raja Yoyakhin ke Babil serta dengan bunda baginda dan segala isteri baginda dan segala penjawat istana baginda dan lagi segala orang besar-besar negeri itu dibawanya dengan tertawan dari Yeruzalem ke Babil; dan lagi segala orang perang, tujuh ribu banyaknya, dan segala tukang kayu dan tukang besi, seribu banyaknya, dan segala orang perkasa yang tahu perang, sekalian itu dibawa oleh raja Babil tertawan ke Babil.
”Adapun umur Zedekia pada masa ia naik raja itu dua puluh satu tahun, maka kerajaanlah dia di Yeruzalem sebelas tahun lamanya, dan nama bunda baginda itu Hamutal, anak Yeremia dari Libna. Maka dibuat baginda barang yang jahat kepada pemandangan Tuhan menurut segala perbuatan Yoyakim. Maka demikian, sebab murka Tuhan akan Yeruzalem dan akan orang Yehuda, sehingga dibuang-Nya mereka itu dari hadapan hadirat-Nya. Hata, maka Zedekiapun mendurhakalah kepada baginda raja Babil.
”Maka ditangkapnyalah akan baginda, dibawanya akan dia naik menghadap raja Babil ke Ribla, lalu diputuskannya hukum atas baginda. Maka dikeratnya leher anak-anak Zedekia di hadapan matanya dan dibutakan oranglah kedua belah mata Zedekia dan diikatnya dia dengan dua rantai tembaga, lalu dibawanya akan dia ke Babil.
”Demikian matilah Saul dengan salahnya, sebab ia telah mendurhaka kepada Tuhan dengan tiada menurut firman Tuhan dan sebab ia telah pergi mendapatkan perempuan tenungan hendak bertanyakan dia. Tegal tiada dicaharinya akan Tuhan, maka dibunuh Tuhan akan dia dan dipulangkannya kerajaan itu kepada Daud bin Isai.
”Sebermula, maka berhimpunlah segenap orang Israel kepada Daud di Heberon, sembahnya: Bahwasanya patik sekalian ini sedaging darah juga dengan tuanku. Maka sudah lama dahulu, tatkala Saul lagi raja, tuanku juga yang menghantar akan orang Israel keluar dan menghantar akan mereka itu masuk pula; lagipun Tuhan, Allah tuanku, telah berfirman kepada tuanku demikian: Bahwa engkau juga kelak akan menggembalakan umat-Ku, yaitu orang Israel, dan engkaupun akan menjadi penganjur segala umat-Ku, yaitu orang Israel.
”Maka Tuhan, Allah orang Israel, sudah memilih aku dari pada segenap isi rumah bapaku, supaya aku menjadi raja orang Israel sampai selama-lamanya, karena telah dipilihnya Yehuda akan menjadi penganjur dan dari pada suku Yehuda dipilihnya akan isi rumah bapaku, dan dari pada segala anak bapaku berkenanlah Ia akan daku menjadi raja segenap bangsa Israel. Maka dari pada segala puteraku, karena Aku telah dikaruniai Tuhan dengan banyak anakku, dipilihnya akan Sulaiman, puteraku, supaya bersemayamlah ia di atas takhta kerajaan Tuhan di antara orang Israel.
”Maka firman-Nya kepadaku: Bahwa anakmu, Sulaiman itu, akan membuat rumah-Ku dan segala pagar halaman-Ku, karena telah Kupilih akan dia, supaya ia menjadi anak bagi-Ku dan Akupun menjadi bapa baginya. Maka Aku akan meneguhkan kerajaannya sampai selama-lamanya, jikalau ia tetap dalam melakukan hukum dan undang-undang-Ku seperti pada hari ini. Maka sekarangpun di hadapan mata segenap orang Israel, yaitu sidang umat Tuhan, dan di hadapan pendengaran Allah kita, peliharakanlah dan lakukanlah segala hukum Tuhan, Allahmu, supaya kamu mempunyai tanah yang baik ini dengan sentosa, dan kamu meninggalkan dia bagi anak-anakmu yang kemudian dari padamu akan bahagian pusaka sampai selama-lamanya.
”Arakian, maka Daud bin Isai sudah menjadi raja atas segenap orang Israel. Adapun lamanya baginda kerajaan atas orang Israel, ia itu empat puluh tahun; maka di Heberon kerajaanlah baginda tujuh tahun lamanya dan di Yeruzalem kerajaanlah baginda tiga puluh tiga tahun lamanya. Maka mangkatlah baginda pada masa sangat tuanya dan berpuas-puas lanjut umurnya dan kekayaannya dan kemuliaannya, lalu Sulaiman, putera baginda, kerajaanlah menggantikan baginda.
”Sebermula, maka Sulaiman putera Daudpun, ditetapkan dalam kerajaannya, karena Tuhan, Allahnya, adalah menyertai akan dia dan dibesarkan-Nya dan ditinggikan-Nya amat sangat. Maka bertitahlah raja Sulaiman kepada segenap orang Israel, kepada segala kepala atas orang seribu dan atas orang seratus dan kepada segala hakim dan kepada segala penghulu segenap orang Israel, semuanya kepala bapa-bapa. Maka berjalanlah mereka itu dan Sulaimanpun berangkatlah dengan segenap sidang itupun sertanya ke tempat panggung yang di Gibeon, karena di sana adalah kemah perhimpunan Allah, yang diperbuat oleh Musa, hamba Tuhan, di padang Tiah. Tetapi tabut Allah sudah dibawa naik oleh Daud dari Kiryat-Yearim ke tempat yang telah disediakan Daud akan dia, karena telah dibentangkannya sebuah kemah akan dia di Yeruzalem.
”Maka berdirilah baginda di hadapan mezbah Tuhan, tentang dengan segenap sidang orang Israel, maka bagindapun menadahkan tangannya; (karena telah diperbuat Sulaiman sebuah mimbar tembaga, ditaruhnya akan dia pada sama tengah halaman itu, panjangnya lima hasta dan lebarnya lima hasta dan tingginya tiga hasta, maka berdirilah baginda di atasnya, lalu bertelut dengan kedua belah lututnya di hadapan segenap sidang orang Israel sambil menadahkan tangannya ke langit). Maka sembah baginda: Ya Tuhan, Allah orang Israel! tiada Allah melainkan Engkau, baik di dalam langit baik di atas bumi; Engkau juga yang menyampaikan janji dan kemurahan kepada segala hamba-Mu yang berjalan di hadapan hadirat-Mu dengan segenap hatinya.
”Arakian, maka baharu habislah sudah Sulaiman meminta doa, tiba-tiba turunlah api dari langit, yang makan habis akan korban bakaran dan segala korban sembelihan itu, dan kemuliaan Tuhanpun memenuhi rumah itu. Sehingga segala imam itu tiada dapat masuk ke dalam rumah Tuhan, karena kemuliaan Tuhan sudah memenuhi rumah Tuhan itu. Maka demi dilihat bani Israel akan api yang turun itu dan akan kemuliaan Tuhan atas rumah itu, maka tunduklah mereka itu dengan mukanya sampai ke tanah pada dasar itu sambil meminta doa dan memuji-muji Tuhan, sebab baiklah adanya dan kemurahan-Nya kekal sampai selama-lamanya. Maka oleh baginda dan segala rakyat itu dipersembahkan beberapa korban sembelihan di hadapan hadirat Tuhan. Maka baginda raja Sulaimanpun mempersembahkanlah korban sembelihan dari pada lembu dua puluh dua ribu ekor, dan dari pada kambing domba seratus dua puluh ribu ekor. Demikianlah peri ditahbiskan baginda dan segenap orang banyak itu akan bait-Ullah.
”tiba-tiba kelihatanlah Tuhan kepada Sulaiman pada malam serta firman-Nya kepadanya: Bahwa Aku meluluskan permintaanmu dan tempat ini telah Kupilih bagi-Ku akan bait alkorban. Maka jikalau kiranya Aku mengatupkan langit, sehingga tiada hujan, atau jikalau Kusuruh belalang makan habis hasil tanah, atau jikalau Kudatangkan bala sampar di antara umat-Ku, dan umat-Ku, yang tersebut nama-Ku atasnya, itu merendahkan dirinya dan meminta doa dan mencahari hadirat-Ku dan bertobat dari pada jalannya yang jahat itu, maka Aku juga mendengar dari dalam sorga dan mengampuni dosanya dan menyembuhkan negerinya.
”Maka baginda raja Rehabeampun berkuasa pula dan kerajaanlah ia di Yeruzalem; maka umurnya empat puluh satu tahun pada masa Rehabeam naik raja, dan kerajaanlah ia tujuh belas tahun lamanya di Yeruzalem, yaitu negeri yang telah dipilih Tuhan dari pada segala suku bangsa Israel hendak ditaruh-Nya akan nama-Nya di sana. Maka nama bunda baginda itu Naama, seorang perempuan Ammoni. Maka dibuat baginda barang yang jahat, sebab hatinya tiada tetap dalam mencahari Tuhan.
”Maka diadakan oleh Abia dan segala rakyatnya suatu pembunuhan yang besar di antara mereka itu, karena dari pada orang Israel rebahlah lima ratus ribu orang pilihan yang mati dibunuh.
”Maka Yerobeampun tiada beroleh kuat lagi seumur hidup Abia, tambahan pula dipalu Tuhan akan dia, sehingga matilah ia.
”Maka oleh Asa dibuat barang yang baik dan benar kepada pemandangan Tuhan, Allahnya, karena dilalukannya segala mezbah orang helat dan segala panggungpun, dan dipecahkannya segala patung dan ditebangnya segala hutan-hutan. Maka disuruhnya segala orang Yehuda mencahari Tuhan, Allah nenek moyangnya, dan menurut hukum undang-undangnya. Maka dilalukannya pula dari dalam negeri-negeri Yehuda akan segala panggung dan tiang syamsiat; maka kerajaan itu bersentosalah di bawah perintahnya.
”Sungguhpun segala panggung tiada dilalukan dari tengah orang Israel, tetapi hati Asa tulus juga sepanjang umur hidupnya.
”Tetapi murkalah Asa akan orang penilik itu, diserahkannya ke dalam penjara, demikianlah sangat murkanya akan dia sebab kata itu, dan lagi beberapa orang dari pada rakyatpun dianiayakan oleh Asa pada masa itu.
”Maka pada tahun yang ketiga puluh sembilan dari pada kerajaannya jatuhlah Asa sakit kedua belah kakinya, sehingga terpayahlah sakitnya, tetapi dalam sakitnya tiada dicaharinya Tuhan, melainkan dicaharinya segala tabib.
”Karena Tuhanpun menyertai akan Yosafat, sebab ia berjalan pada segala jalan Daud, moyangnya, yang dahulu itu dan tiada ditanyakannya akan Baalim. Melainkan dicaharinya Allah nenek moyangnya dan berjalanlah ia menurut segala hukum-Nya dan tiada diturutnya perbuatan orang Israel. Maka ditetapkanlah Tuhan kerajaan itu dalam tangan baginda dan segenap orang Yehudapun mempersembahkan persembahan kepada Josafat, sehingga padanya adalah kekayaan dan kemuliaan besar. Maka bermegahlah hati baginda akan segala jalan Tuhan, sehingga makin lebih dijauhkannya segala panggung dan hutan-hutan dari Yehuda.
”Lalu kata Mikha: Sebab itu dengarlah olehmu akan firman Tuhan: Bahwa aku telah melihat Tuhan bersemayam di atas arasy-Nya dan segala tentara yang di sorgapun berdiri pada kiri kanan-Nya. Maka firman Tuhan: Siapa gerangan dapat membujuk Akhab, raja orang Israel, supaya berangkat ia, lalu rebah mati di Ramot yang di Gilead itu? Maka sembah seorang begini, seorang begitu. Maka keluarlah suatu roh, lalu berdiri menghadap hadirat Tuhan, serta sembahnya: Bahwa hamba dapat membujuk dia. Maka firman Tuhan kepadanya: Dengan apa? Maka sembahnya: Bahwa hamba akan keluar dan menjadi roh pembohong dalam mulut segala nabinya. Maka firman-Nya: Bahwa engkau juga dapat membujuk dan engkau juga akan menang; keluarlah engkau dan perbuatlah demikian. Maka sekarang sesungguhnya sudah diberikan Tuhan suatu roh pembohong dalam mulut segala nabimu ini dan jahat juga firman Tuhan akan halmu.
”Maka pada ketika itu tampillah Zedekia bin Kenaana ke hadapan, ditamparnya pipi Mikha sambil katanya: Dengan bagaimana peri roh Tuhan sudah meninggalkan daku akan berfirman kepadamu? Maka sahut Mikha: Bahwasanya engkau juga kelak mengetahuinya pada hari apabila engkau lari dari pada suatu bilik datang kepada suatu bilik hendak menyembunyikan dirimu. Maka titah raja orang Israel: Ambillah olehmu akan Mikha ini, bawalah akan dia kembali kepada Amon, penghulu negeri, dan kepada Yoas, putera raja, dan katakanlah olehmu: Titah tuanku demikian: Taruhlah akan orang ini di dalam penjara, berikanlah dia makan roti kesukaran dan minum air kesukaran, sampai aku pulang dengan selamat. Maka kata Mikha: Jikalau kiranya pada sekali ini engkau pulang dengan selamat, niscaya bukan Tuhan yang sudah berfirman dengan lidahku. Dan lagi katanya: Dengarlah olehmu akan daku, hai kamu sekalian!
”Maka pada ketika itu adalah seorang-orang laskar mengedangkan busurnya dengan tiada sengajanya, lalu memanah, terkena kepada baginda raja Israel antara perhubungan baju zirha. Maka titah baginda kepada orang yang mengepalakan ratanya: Balikkanlah rata ini dengan tanganmu dan hantarlah akan daku keluar dari dalam peperangan, karena aku sudah luka. Maka makin bertambah ramai perang pada hari itu; maka disuruh baginda raja Israel berhentikan ratanya bertentangan dengan orang Syam sampai kepada petang hari; maka matilah baginda pada waktu matahari masuk.
”Maka kemudian dari pada itu berjanji-janjianlah Yosafat, raja Yehuda, dengan Ahazia, raja Israel; maka raja itu jahatlah perbuatannya. Maka berjanjilah baginda dengan dia hendak membuat beberapa buah kapal akan berlayar ke Tarsis, maka segala kapal itu diperbuatkannya di Ezeon-Jeber. Tetapi Eliezar bin Dodawa dari Maresa itu bernubuatlah akan hal Yosafat, katanya: Sebab engkau sudah berjanji-janjian dengan Ahazia, maka dibinasakan Tuhan kelak pekerjaanmu itu! Hata, maka karamlah segala kapal itu, sehingga tiada jadi ia berlayar ke Tarsis.
”Adapun umur Yoram pada masa ia naik raja itu tiga puluh dua tahun dan kerajaanlah ia di Yeruzalem delapan tahun lamanya. Maka berjalanlah ia pada jalan raja-raja Israel serta menurut perbuatan orang isi rumah Akhab, karena ia telah beristerikan anak Akhab, dan diperbuatnya barang yang jahat kepada pemandangan Tuhan.
”Hata, maka Tuhanpun memberanikan hati orang Filistin dan orang Arab, yang duduk pada sebelah orang Kusyi, sehingga dilawannya akan Yoram. Maka berjalanlah mereka itu ke negeri Yehuda, lalu langsung ke dalamnya, dibawanya dari sana akan segala harta benda yang didapatinya dalam istana baginda dan akan segala anak isteri bagindapun, sehingga seorang anakpun tiada ditinggalkan bagi baginda, melainkan Yoahaz, anaknya laki-laki yang bungsu. Kemudian dari pada segala perkara itu disiksakan Tuhan akan dia dengan suatu penyakit di dalam isi perutnya, yang tiada tersembuhkan. Ia itu dari pada setahun datang kepada setahun, sehingga pada kesudahan tahun yang kedua keluarlah segala isi perutnya dari sebab penyakitnya itu, maka matilah ia oleh sangat payah penyakitnya, maka tiada diperbuat oleh orang banyak suatu pembakaran akan dia seperti pembakaran yang akan nenek moyangnya.
”Adapun umur Ahazia pada masa ia naik raja itu empat puluh dua tahun, dan kerajaanlah ia di Yeruzalem setahun lamanya; maka nama bunda baginda itu Atalia, anak Omri. Maka iapun berjalanlah pada segala jalan orang isi rumah Akhab, karena bundanya juga jadi pembicaranya dalam segala perbuatan yang jahat. Maka dibuatnya barang yang jahat kepada pemandangan Tuhan, sama seperti orang isi rumah Akhabpun, karena mereka itu juga pembicaranya kemudian dari pada mangkat ayahanda baginda, diadakannya kebinasaannya.
”Setelah itu dicaharinya Ahazia, maka didapati oranglah akan dia bersembunyi di Samaria, lalu dibawanya akan dia kepada Yehu, dibunuh Yehu akan dia dan dikuburkannya, karena katanya: Ialah anak Yosafat, yang telah mencahari Tuhan dengan segenap hatinya. Maka dari pada orang isi rumah Ahazia seorangpun tiada yang sampai kuat akan memegang kerajaan.
”Hata, maka kedengaranlah kepada Atalia bunyi suara orang banyak yang berkerumun dan memuji-muji baginda, lalu datanglah ia mendapatkan orang banyak itu ke dalam rumah Tuhan. Maka dilihatnya bahwasanya baginda yang dipertuan adalah berdiri dekat dengan tiang dalam pintu, dan segala penghulu dengan nafirinya hampir dengan baginda, maka segenap orang isi negeripun bersuka-sukaanlah dan meniupkan nafirinya dan biduanpun adalah hadir dengan segala bunyi-bunyian dan barangsiapa yang tahu ia itupun memujilah; maka pada ketika itu dikoyak-koyakkan Atalia pakaiannya serta katanya: Adalah khianat! khianat!
”Maka diperbuat Yoyada suatu perjanjian antara dirinya dengan segenap orang banyak itu dan dengan baginda, supaya mereka itu sekalian menjadi umat Tuhan. Setelah itu maka masuklah segala orang itu ke dalam kuil Baal, dibongkarnya, dan segala mezbahnya dan patungnyapun dipecahkannya, dan Matan, ajar-ajar Baal itu, dipalunya sampai ia mati di hadapan mezbah itu. Maka Yoyadapun memerintahkanlah segala pekerjaan di dalam rumah Tuhan di bawah pegangan segala imam orang Lewi, yang sudah dibahagi-bahagi oleh Daud dalam rumah Tuhan, supaya dipersembahkannya korban bakaran kepada Tuhan, seperti tersurat dalam taurat Musa, serta dengan kesukaan dan nyanyi-nyanyian setuju dengan pesan Daud.
”Adapun umur Yoas pada masa baginda naik raja itu tujuh tahun, maka kerajaanlah ia di Yeruzalem empat puluh tahun lamanya, dan nama bunda baginda itu Zibya dari Birsyeba. Maka dibuat Yoas barang yang benar kepada pemandangan Tuhan sepanjang umur hidup imam Yoyada.
”Maka Roh Allahpun datanglah atas Zakharya bin Yoyada, imam itu, yang berdiri lebih tinggi dari pada orang banyak, lalu katanya kepada mereka itu: Demikian inilah firman Allah: Mengapa kamu melalui segala hukum Tuhan? Maka sebab itu tiada kamu akan selamat, tegal kamu sudah meninggalkan Tuhan, maka Tuhanpun akan meninggalkan kamu kelak. Maka pada masa itu berkerumunlah mereka itu kepadanya, lalu dilontarinya akan dia dengan batu menurut titah baginda, yaitu di sebelah dalam pagar halaman rumah Tuhan. Demikianlah tiada ingat baginda raja Yoas akan kebajikan yang sudah diperbuat oleh Yoyada, bapa Zakharya, akan baginda, melainkan dibunuh baginda akan anaknya; maka pada masa matinya kata Zakharya: Bahwa Tuhan juga melihatnya dan akan menuntutnya kelak.
”Bermula, adapun umur Amazia pada masa ia naik raja itu dua puluh lima tahun, maka kerajaanlah ia di Yeruzalem dua puluh sembilan tahun lamanya, dan nama bunda baginda itu Yoadan dari Yeruzalem. Maka dibuat baginda barang yang benar kepada pemandangan Tuhan, tetapi bukan dengan segala tulus hatinya.
”Maka mulai dari pada ketika Amazia undur dari pada Tuhan, bermufakatlah orang di Yeruzalem hendak mendurhaka kepadanya, maka larilah ia ke Lakhis, lalu disuruhkan orang mengusir dia sampai ke Lakhis, dibunuhnya akan dia di sana.
”Adapun umur Uzia pada masa ia naik raja enam belas tahun, maka kerajaanlah ia di Yeruzalem lima puluh dua tahun lamanya, dan nama bunda baginda itu Yekholya dari Yeruzalem. Maka dibuat baginda barang yang benar kepada pemandangan Tuhan, menurut segala perbuatan Amazia, ayahanda baginda. Karena diusahakannya dirinya dalam mencahari Allah sepanjang umur hidup Zekharya, yang faham pada khayal dari pada Allah; adapun pada segala hari yang dicaharinya Tuhan, maka Allahpun memperuntungkan baginda.
”Tetapi setelah sudah baginda menjadi berkuasa, maka sombonglah hatinya hingga kebinasaannya, karena bersalahlah ia kepada Tuhan, Allahnya, dan masuklah ia ke dalam kaabah Tuhan hendak membakar dupa di atas meja pedupaan. Tetapi diikut imam Azarya akan dia, dan lagi dari pada segala imam Tuhan delapan puluh orang yang beranipun sertanya. Maka ditegahkannya raja Uzia, serta katanya kepadanya: Hai Uzia! tiada halal kepadamu membakar dupa bagi Tuhan, melainkan halal itu hanya kepada segala imam, yaitu bani Harun, yang telah disucikan akan membakar dupa itu. Keluarlah engkau dari dalam tempat yang suci ini, karena engkau sudah berbuat salah dan perkara ini bukan menjadi kepujianmu di hadapan Tuhan Allah. Maka murkalah Uzia, dan bokor pedupaanpun adalah dalam tangannya hendak membakar dupa, maka sementara berbangkitlah murkanya akan segala imam itu tiba-tiba tumbuhlah bala kusta pada dahinya di hadapan segala imam di dalam rumah Tuhan dari atas meja pedupaan itu. Demi dipandang Azarya, imam besar, dan segala imam yang lainpun akan dia, heran, maka adalah bala kusta pada dahinya, maka bersegera-segera ditolaknya akan dia dari sana, bahkan, ia sendiripun membiarkan dirinya dihalau ke luar, sebab didatangkan Tuhan bala itu atasnya. Hata, maka berpenyakit kustalah raja Uzia sampai kepada hari matinya, dan oleh sebab kustanya itu duduklah ia di dalam sebuah rumah perasingan, karena terkeratlah ia dari pada rumah Tuhan; maka Yotam, puteranya, lalu memerintahkan istana baginda dan menghukumkan segala orang isi negeri itu.
”Adapun umur Yotam pada masa ia naik raja itu dua puluh lima tahun, dan kerajaanlah ia di Yeruzalem enam belas tahun lamanya, dan nama bunda baginda itu Yerusa, anak Zadok. Maka dibuat baginda barang yang benar kepada pemandangan Tuhan, menurut segala perbuatan Uzia, ayahanda baginda, kecuali tiada ia masuk sampai ke dalam kaabah Tuhan; akan tetapi orang banyak lagi membinasakan dirinya.
”Adapun umur Akhaz pada masa ia naik raja itu dua puluh tahun dan kerajaanlah ia di Yeruzalem enam belas tahun lamanya; maka tiada dibuatnya barang yang benar kepada pemandangan Tuhan, seperti Daud, moyangda baginda. Melainkan berjalanlah ia pada segala jalan raja-raja Israel, dan lagi diperbuatnya pula beberapa patung tuangan bagi Baalim; dan dibakarnya dupa di lembah Bin-Hinom, dan dibakarnya habis anak-anaknya laki-laki dengan api menurut perbuatan kebencian yang dilakukan oleh segala bangsa kafir, yang sudah dihalaukan Tuhan dari pada miliknya di hadapan bani Israel.
”Maka pada masa diimpitkan orang akan dia, maka makin lebih bersalah ia kepada Tuhan; demikianlah peri kelakuan raja Akhaz. Karena dipersembahkannya korban kepada segala dewata Damsyik, yang sudah mengalahkan dia, serta katanya: Oleh karena segala dewata raja-raja Syam sudah menolong mereka itu, maka akupun hendak mempersembahkan korban kepadanya, supaya akupun ditolong olehnya; akan tetapi ia itu menyebabkan kebinasaannya dan kebinasaan segenap orang Israelpun. Maka dikumpulkan Akhaz segala serba perkakasan bait-Ullah, dipecah-pecahkannya segala serba perkakasan bait-Ullah itu dan dikatupkannya segala papan pintu rumah Tuhan dan dibuatnya akan dirinya beberapa mezbah pada segala penjuru Yeruzalem. Dan lagi dibuatnya beberapa panggung dalam tiap-tiap negeri Yehuda hendak membakar dupa di atasnya bagi segala dewata; demikian dibangkitkannyalah murka Tuhan, Allah nenek moyangnya.
”Adapun umur Yehizkia pada masa ia naik raja itu dua puluh lima tahun, maka kerajaanlah ia di Yeruzalem dua puluh sembilan tahun lamanya, dan nama bunda baginda itu Ahia, seorang anak Zakharya. Maka dibuat baginda barang yang benar kepada pemandangan Tuhan, menurut segala perbuatan Daud, moyangda baginda. Maka pada tahun yang pertama dari pada kerajaannya pada bulan yang pertama dibuka baginda segala pintu rumah Tuhan dan dibaikinya.
”Tetapi baginda raja Yehizkia dan nabi Yesaya bin Amospun meminta doa akan melawan dia, dan keduanyapun berserulah ke langit. Maka disuruhkan Tuhan seorang malaekat, yang menumpas segala orang pahlawan dan panglima dan penghulu yang di dalam tentara raja Asyur, sehingga pulanglah baginda ke negerinya dengan kemalu-maluanlah mukanya; setelah sudah ia masuk ke dalam kuil berhalanya di sana, maka iapun dibunuh dengan pedang oleh orang yang telah terbit dari pada sulbinya. Demikianlah peri dilepaskan Tuhan akan Yehizkia dan segala orang isi Yeruzalem dari pada tangan Sanherib, raja Asyur, dan dari pada tangan segala orang itu, dan dikaruniakan-Nya kepada mereka itu selamat sentosa berkeliling. Maka banyaklah orang yang menghantar persembahan kepada Tuhan di Yeruzalem, dan benda yang indah-indah kepada Yehizkia, raja Yehuda, sehingga kemudian dari pada hari itu bagindapun ditinggikan di hadapan mata segala orang kafir.
”Hata, maka apabila datanglah utusan raja-raja Babil, yang telah disuruhkan kepadanya akan bertanyakan perihal mujizat yang telah jadi dalam negeri itu, ditinggalkan Allah akan baginda, hendak mencobai baginda, supaya diketahuinya segala sesuatu yang di dalam hatinya.
”Bermula, adapun umur Manasye pada masa ia naik raja itu dua belas tahun, maka kerajaanlah ia di Yeruzalem lima puluh lima tahun lamanya. Maka dibuatnya barang yang jahat kepada pemandangan Tuhan, menurut segala kekejian orang kafir yang sudah dihalaukan Tuhan dari pada miliknya di hadapan segala bani Israel. Karena dibangunkannya pula segala panggung yang telah dirobohkan oleh Yehizkia, ayahanda baginda, dan didirikannya pula segala mezbah Baalim, dan diperbuatkannya hutan-hutan dan iapun menyembah sujud kepada segala tentara yang di langit dan berbuat bakti kepadanya. Dan diperbuatnya beberapa mezbah di dalam rumah Tuhan, akan halnya Tuhan sudah berfirman demikian: Bahwa di Yeruzalem akan ada nama-Ku sampai selama-lamanya. Karena diperbuat baginda beberapa mezbah akan segala tentara yang di langit, di sebelah dalam kedua pagar halaman rumah Tuhan. Dan disuruhnya anak-anaknya berjalan terus dari pada api di lembah Bin-Hinom, dan dilihatnya dalam nujum dan dibacanya mantera, dan dipakainya tenungan dan dicitanya nyawa orang mati dan dibacanya ramal; makin lama makin lebih diperbuatnya barang yang jahat kepada pemandangan Tuhan akan membangkitkan murka-Nya. Dan lagi suatu patung yang serupa dengan manusia telah diperbuatnya, ditaruhnya di dalam bait-Ullah, akan halnya Allah sudah berfirman kepada Daud dan kepada Sulaiman, puteranya: Di dalam rumah ini dan di Yeruzalem, yang telah Kupilih dari pada segala suku bangsa Israel, akan Kutaruh nama-Ku sampai selama-lamanya. Karena tiada Aku akan melalukan pula kaki orang Israel dari pada tanah yang telah Kutentukan kepada segala nenek moyang kamu; sahaja jikalau mereka itu perhatikan baik-baik akan berbuat segala sesuatu yang telah Kupesan kepadanya, setuju dengan segala hukum dan syariat dan syarat yang diberikan Musa kepadanya. Tetapi Manasyepun menyesatkan orang Yehuda dan segala orang isi Yeruzalem, sehingga perbuatan mereka itu lebih jahat dari pada perbuatan segala orang kafir yang sudah dibinasakan Tuhan di hadapan segala bani Israel.
”Sungguhpun Tuhan sudah berfirman kepada Manasye dan kepada segala orangnya, tetapi tiada mereka itu mengindahkan dia. Maka sebab itu didatangkan Tuhan atas mereka itu segala panglima perang yang pada raja Asyur, maka ditangkapnya akan Manasye di dalam belukar pokok duri, dan diikatnya dengan dua rantai tembaga, lalu dibawanya akan dia ke Babil. Tetapi dalam hal kepicikannya sangatlah ia meminta doa kepada hadirat Tuhan, Allahnya, dan direndahkannya dirinya sangat di hadapan hadirat Allah segala nenek moyangnya. Maka apabila dipintanya doa kepada-Nya, diluluskan Tuhan permintaannya dan didengar-Nya akan permohonannya, lalu dibawa-Nya akan dia kembali ke Yeruzalem dan ke dalam kerajaannya. Maka pada masa itu diketahuilah Manasye akan Tuhan itu Allah adanya.
”Dan dilalukannya segala berhala orang helat dan patung yang serupa dengan manusia itu dari dalam rumah Tuhan, demikianpun segala mezbah yang telah diperbuatnya di atas bukit rumah Tuhan dan di Yeruzalem, lalu dibuangnya akan dia ke luar negeri. Maka didirikannyalah pula mezbah Tuhan dan di atasnya dipersembahkannya beberapa korban syukur dan korban puji-pujian, dan disuruhnya orang Yehuda berbuat bakti kepada Tuhan, Allah orang Israel. Tetapi orang banyak itu lagi mempersembahkan korban di atas panggung-panggung, maka ia itu kepada Tuhan, Allahnya, juga.
”Adapun umur Amon pada masa ia naik raja itu dua puluh dua tahun dan kerajaanlah ia di Yeruzalem dua tahun lamanya. Maka dibuatnya barang yang jahat kepada pemandangan Tuhan, seperti perbuatan Manasye, ayahanda baginda; karena dipersembahkan Amon korban kepada segala patung ukiran perbuatan Manasye, ayahanda baginda. Tetapi tiada direndahkannya dirinya di hadapan hadirat Tuhan seperti Manasye, ayahanda baginda, sudah merendahkan dirinya dahulu, melainkan Amon itu makin memperbanyakkan salahnya.
”Adapun umur Yosia pada masa ia naik raja itu delapan tahun, dan kerajaanlah ia di Yeruzalem tiga puluh satu tahun lamanya. Maka dibuatnya barang yang benar kepada pemandangan Tuhan dan berjalanlah ia pada segala jalan Daud, moyangda baginda, dengan tiada menyimpang dari padanya ke kiri atau ke kanan. Karena pada tahun yang kedelapan dari pada kerajaannya, pada masa ia lagi seorang orang muda, mulailah ia mencahari Allahnya Daud, moyangda baginda itu, dan pada tahun yang kedua belas mulailah ia menyucikan negeri Yehuda dan Yeruzalem dari pada segala panggung dan hutan-hutan dan segala patung ukiran dan patung tuangan. Maka di hadapan baginda dirobohkan oranglah segala mezbah Baalim dan segala gambar syamsiat, yang naik tinggi dari padanya, dipenggal-penggalnya, demikianpun segala hutan-hutan, dan segala patung ukiran dan patung tuangan dipecah-pecahkannya dan dihancurluluhkannya, lalu dihamburkannya kepada kubur segala orang yang sudah mempersembahkan korban kepadanya.
”Maka sahut Hilkia serta katanya kepada Safan, jurutulis itu: Bahwa aku sudah mendapat kitab Taurat itu di dalam rumah Tuhan! Maka diberikan Hilkia kitab itu kepada Safan. Maka Safanpun membawalah akan kitab itu kepada baginda pada masa ia kembali mempersembahkan kabar kepada baginda, sembahnya: Adapun segala sesuatu yang diserahkan kepada patik tuanku sekalian, ia itu dikerjakannya; maka segala uang yang terdapat di dalam rumah Tuhan itu sudah dikeluarkannya dan diberikannyalah kepada tangan segala pemerintah dan orang yang mengerjakan pekerjaan itu. Lalu Safan, jurutulis itu, mempersembahkan kabar kepada baginda, sembahnya: Bahwa imam Hilkia sudah memberikan sebuah kitab kepada patik. Lalu Safanpun membacakan perkataannya di hadapan baginda. Demi didengar baginda bunyi kitab Taurat itu, maka dikoyak-koyakkan baginda pakaiannya. Lalu titah baginda kepada Hilkia, dan Ahikam bin Safan, dan Abdon bin Mikha, dan Safan, jurutulis, dan Asaya, penjawat istana baginda, demikian: Pergilah kamu bertanyakan Tuhan karena aku dan karena segala orang yang lagi tinggal di dalam negeri Israel dan Yehuda, akan hal bunyi kitab yang terdapat itu, karena besarlah kehangatan murka Tuhan yang dicurahkan kepada kita, sebab nenek moyang kita tiada memeliharakan firman Tuhan akan berbuat segala sesuatu yang tersurat di dalam kitab ini.
”Demikianlah firman Tuhan: Bahwasanya Aku mendatangkan jahat kelak atas tempat ini dan atas segala orang isinya, yaitu segala kutuk yang tersebut dalam kitab yang telah dibacakan oranglah di hadapan baginda raja Yehuda. Maka ia itu sebab mereka itu sudah meninggalkan Daku dan sudah membakar dupa bagi segala dewa, hendak membangkitkan murka-Ku dengan segala perbuatan tangan mereka itu; maka sebab itu murka-Ku tercurah kepada tempat ini dan tiada ia itu akan dipadamkan. Tetapi kepada raja Yehuda, yang telah menyuruhkan kamu akan bertanyakan Tuhan, hendaklah kamu katakan ini: Demikianlah firman Tuhan, Allah orang Israel: Adapun segala perkataan yang telah kaudengar itu, sebab hatimu telah menjadi lembut, dan engkau sudah merendahkan dirimu di hadapan Allah, serta engkau dengar segala firman-Nya akan hal tempat ini dan segala orang isinya, dan engkau telah merendahkan dirimu di hadapan hadirat-Ku dan sudah mengoyak-ngoyakkan pakaianmu dan sudah menangis di hadapan hadirat-Ku, maka sebab itu Akupun telah mendengar akan dikau, demikianlah firman Tuhan.
”Maka bagindapun berdirilah pada tempatnya serta berjanjilah di hadapan hadirat Tuhan hendak berjalan mengikut Tuhan dan memeliharakan segala hukum-Nya dan kesaksian-Nya dan syariat-Nya dengan segenap hatinya dan dengan segenap jiwanya, serta melakukan segala firman perjanjian yang tersurat di dalam kitab itu. Maka disuruhnya segala orang yang terdapat di Yeruzalem dan di tanah Benyaminpun meneguhkan dia, lalu diperbuatlah orang isi Yeruzalem seperti bunyi perjanjian Allah, yaitu Allah nenek moyang mereka itu. Maka dilalukan Yosia segala barang kebencian dari pada segala tanah yang orang Israel punya, yang terdapat di dalam negeri Israel, akan berbuat ibadat kepada Tuhan, Allahnya; maka sepanjang umur hidup baginda tiada mereka itu undur dari pada mengikut Tuhan, Allah nenek moyangnya.
”Adapun umur Yoahaz pada masa ia naik raja itu dua puluh tiga tahun; maka kerajaanlah baginda di Yeruzalem hanya tiga bulan lamanya,
”Adapun umur Yehoyakim pada masa ia naik raja itu dua puluh lima tahun, maka kerajaanlah ia di Yeruzalem sebelas tahun lamanya; maka dibuatnya barang yang jahat kepada pemandangan Tuhan, Allahnya.
”Adapun umur Yehoyakhin pada masa ia naik raja itu delapan belas tahun, maka kerajaanlah ia di Yeruzalem tiga bulan dan sepuluh hari lamanya, maka diperbuatnya barang yang jahat kepada pemandangan Tuhan.
”Hata, maka kemudian dari pada lalu satu tahun disuruhkan Nebukadnezar akan orang membawa akan baginda ke Babil serta dengan segala perkakas rumah Tuhan yang terindah-indah, dan diangkatnya Zedekia, saudara baginda, akan raja atas orang Yehuda dan Yeruzalem.
”Adapun umur Zedekia pada masa ia naik raja itu dua puluh satu tahun, maka kerajaanlah ia di Yeruzalem sebelas tahun lamanya. Maka diperbuatnya barang yang jahat kepada pemandangan Tuhan, Allahnya, dan tiada direndahkannya dirinya di hadapan nabi Yermia, yang menyampaikan kepadanya firman Tuhan. Tambahan pula mendurhakalah ia kepada raja Nebukadnezar, yang telah menyuruh dia bersumpah setia demi Allah; maka ditegarkannya tengkuknya dan dikeraskannya hatinya, sehingga tiada ia bertobat kepada Tuhan, Allah orang Israel. Demikianpun segala penghulu imam dan orang banyakpun membuat kejahatan yang besar amat banyak, seperti segala perbuatan kebencian orang kafir, dan dinajiskannya rumah Tuhan yang telah disucikannya di Yeruzalem.
”Tetapi diolok-olok mereka itu akan utusan Allah itu dan dicelakannya segala perkataannya dan ditertawakannya segala nabinya, sehingga kehangatan murka Tuhan bertambah-tambah begitu, sampai ia itu tiada terpadamkan lagi. Karena didatangkan-Nya atas mereka itu raja orang Kasdim, yang membunuh segala orang muda mereka itu dengan pedang di dalam bait-ulmukadisnya, tiada ia sayang akan orang muda mereka itu, atau akan segala anak dara, atau akan orang tua, atau akan yang putih rambutnya; sekaliannya itu diserahkannya kepada tangannya. Maka segala perkakas bait-Ullah, baik besar baik kecil, dan segala mata benda rumah Tuhan dan segala mata benda baginda dan segala penghulunya, semuanya itu dibawanya ke Babil, dan dibakarnya habis bait-Ullah dan dirobohkannya pagar tembok Yeruzalem, dan segala maligai yang didalamnyapun dibakarnya habis dengan api, dan lagi segala serba perkakasan yang indah-indah dibinasakannya. Dan barangsiapa yang sudah luput dari pada pedang itu dipindahkannya ke Babil, maka mereka itupun menjadi hambanya dan hamba segala puteranya sampai kepada pemerintahan kerajaan orang Farsi, supaya sampailah firman Tuhan yang telah dikatakan oleh Yermia, sehingga tanah itu berkenan akan segala sabatnya, maka berhentilah tanah itu pada segala hari hal kerusakannya, sampai genaplah sudah tujuh puluh tahun itu.
”Tetapi pada tahun yang pertama dari pada kerajaan Koresy, raja Farsi, supaya sampailah firman Tuhan yang telah dikatakan oleh Yermia, digerakkan Tuhan akan hati Koresy, raja Farsi itu, sehingga disuruhnya berseru-seru dalam segala kerajaannya dan dilayangkannya pula beberapa pucuk surat bunyinya: Demikianlah titah Koresy, raja Farsi: Bahwa Tuhan, Allah yang di sorga, sudah mengaruniakan kepadaku segala kerajaan yang di atas bumi; maka telah disuruh-Nya aku membuat sebuah rumah bagi-Nya di Yeruzalem, yang di tanah Yehuda. Siapa gerangan di antara kamu sekalian yang dari pada umat-Nya, hendaklah Tuhan, Allahnya, menyertai akan dia dan baiklah ia berjalan pulang.
”Sebermula, maka pada tahun yang pertama dari pada kerajaan Koresy, raja Farsi itu, supaya sampailah firman Tuhan yang telah dikatakan oleh Yermia, digerakkan Tuhan akan hati Koresy, raja Farsi itu, sehingga disuruhnya berseru-seru dalam segala kerajaannya dan dilayangkannya pula beberapa pucuk surat, bunyinya: Demikianlah titah Koresy, raja Farsi: Bahwa Tuhan, Allah yang di sorga, sudah mengaruniakan kepadaku segala kerajaan yang di atas bumi, dan disuruhnya aku membuat baginya sebuah rumah di Yeruzalem, yang di tanah Yehuda. Maka siapa gerangan di antara kamu sekalian yang dari pada umat-Nya, hendaklah kiranya Allahnya menyertai akan dia dan biarlah ia berjalan ke Yeruzalem, yang di tanah Yehuda itu, dan dibangunkannya rumah Tuhan, Allah orang Israel, maka Ialah Allah, yang diam di Yeruzalem.
”Hendaklah kiranya segala penghulu kami berdiri atas perkara ini di hadapan segenap sidang, dan barangsiapa di dalam negeri-negeri kami yang sudah berbinikan perempuan helat, hendaklah mereka itu datang pada masa yang ditentukan, dan sertanya segala tua-tua tiap-tiap negeri, serta dengan segala hakimnya, sampai kehangatan murka Allah kami karena sebab perkara ini sudah undur dari pada kami.
”Hata, maka kemudian dari pada perkara yang tersebut itu, dibesarkan baginda raja Ahasyweros akan Haman bin Hamedata, orang Agaji, ditinggikannya dan ditentukannya kedudukannya terlebih tinggi dari pada segala penghulu yang sertanya. Maka segala hamba baginda yang di dalam pintu istana baginda itu bertelutlah dan menyembahlah kepada Haman, karena demikianlah titah baginda akan halnya; melainkan Mordekhai juga tiada bertelut dan tiada menyembah. Maka kata segala hamba raja yang di dalam pintu istana itu kepada Mordekhai: Mengapa engkau melalui titah duli yang dipertuan? Meskipun pada tiap-tiap hari kata mereka itu kepadanya begitu, tiada juga didengarnya akan kata mereka itu, lalu mereka itupun memberitahu Haman, hendak melihat kalau kata Mordekhai akan menang, karena sudah dinyatakannya kepada mereka itu hal ia orang Yahudi adanya.
”Hata, maka dipanggil segala jurutulis baginda pada bulan yang pertama, tiga belas hari bulan itu, disuratkannya seperti segala pesan Haman kepada segala khalifat dan penghulu baginda yang memerintahkan tiap-tiap negeri, dan kepada penghulu tiap-tiap bangsa dengan logatnya; adapun disuratkannya itu atas nama baginda raja Ahasyweros juga dan dimateraikannya dengan cincin baginda. Lalu segala surat itu dikirimnya dengan tangan beberapa orang barid kepada segala negeri baginda, supaya dibinasakan dan dibunuh dan ditumpas oranglah akan segala orang Yahudi dari pada tua dan muda dan segala anak-anak dan perempuanpun pada satu hari juga, yaitu pada tiga belas hari bulan yang kedua belas, yaitu bulan Adar, dan supaya dijarahi oranglah akan mereka itu. Maka bunyi surat itu: Bahwa dalam segala negeri akan diberi titah yang nyata kepada segala bangsa, supaya sedialah mereka itu sekalian pada hari yang ditentukan itu. Maka segala barid itupun berjalanlah, diajak bersegera-segera dengan pesan baginda, dan titah itu diberikan di dalam kota Susan. Maka duduklah baginda dan Haman minum bersama-sama, tetapi huru-haralah segala orang isi kota Susan adanya.
”Arakian, maka pada hari yang ketiga Esterpun memakailah pakaian kerajaan, lalu ia berdiri di penghadapan sebelah dalam istana baginda tentang dengan istana baginda itu, maka bagindapun bersemayamlah di atas takhta kerajaannya di dalam istana baginda tentang pintu istana itu. Demi dilihat baginda akan permaisuri Ester berdiri di penghadapan, maka permaisuripun beroleh keridlaan pada pemandangannya, maka oleh bagindapun diunjuk tongkat kerajaan keemasan yang pada tangannya itu kepada Ester, lalu Esterpun datanglah hampir sambil menjamah ujung tongkat kerajaan itu. Maka titah baginda kepadanya: Apa kurang, hai permaisuri Ester, dan apa gerangan pinta adinda? Jikalau separuh kerajaan kakanda ini sekalipun, niscaya kakanda berikan adinda.
”Bahwa bumi sudah diserahkan kepada tangan orang fasik; Ia menudungi muka segala hakim; jikalau tiada Ia, siapa gerangan lagi?
”Yang benci akan benar itu manakan boleh ia memerintahkan alam? manakan boleh engkau menyalahkan Yang Mahaadil dan Yang Mahakuasa!
”Yang berfirman kepada raja: Hai orang jahat! dan kepada orang bangsawan: Hai kamu, orang fasik!
”Apakah sebabnya maka gempar orang kafir itu; mengapa maka bangsa-bangsa itu mereka perkara yang sia-sia? Bahwa segala raja di atas bumi telah berbangkit dan segala penghulupun bermusyawarat bersama-sama hendak melawan Tuhan dan melawan Masih-Nya, katanya: Mari kita memutuskan ikat-ikatannya dan membuangkan tali-talinya dari pada kita. Bahwa yang duduk di sorga itu akan tertawa dan Tuhan akan mengolok-olokkan mereka itu!
”Bahwa Aku telah melantik Raja-Ku di atas Sion, yaitu bukit kesucian-Ku! Bahwa aku hendak menyatakan takdir: Tuhan telah berfirman kepadaku demikian: Engkaulah anak-Ku, pada hari ini juga Aku memperanakkan dikau! Pintalah olehmu pada-Ku, maka Aku akan mengaruniakan segala bangsa akan bahagianmu pusaka dan segala ujung bumi akan milikmu! Maka engkau akan menghancurkan dia dengan tongkat besi dan memecahkan dia seperti benda penjunan adanya! Bahwa sekarangpun, hai segala raja, jadilah kamu bijaksana dan terimalah pengajaran, hai segala hakim di bumi! Beribadatlah kamu akan Tuhan dengan takut dan bersukacitalah dengan gemetar.
”Bahwa Tuhan telah menjadi ketahuan; Ia telah melakukan hukum; orang fasik itu telah kena jerat oleh perbuatan tangannya sendiri! -- Higayon. Selah. Orang jahat itu akan turun ke dalam neraka, yaitu segala orang kafir yang melupakan Allah. Karena orang miskin itu tiada dilupakan selama-lamanya, dan pengharapan orang yang teraniaya itu tiada akan hilang sampai selama-lamanya. Bangkitlah kiranya, ya Tuhan, supaya jangan manusia mengeraskan dirinya; biarlah kiranya segala bangsa itu dihukumkan di hadapan hadirat-Mu. Ya Tuhan, datangkanlah kiranya ketakutan kepada mereka itu, supaya diketahui oleh segala orang kafir akan dirinya hanya manusia jua adanya! -- Selah.
”Bahwa Tuhan itulah Raja yang kekal selama-lamanya; maka segala orang kafir itu sudah hilang dari pada tanahnya.
”Bahwa Tuhan menguji orang yang benar, tetapi hati-Nya benci akan orang fasik dan akan orang yang suka akan penggagahan itu.
”Maka orang miskin akan diberi makan, dan mereka itu akan kenyang; biarlah Tuhan dipuji oleh segala orang yang mencahari Dia, maka hati kamu akan hidup sampai selama-lamanya. Segala ujung bumi kelak ingat akan dia serta kembali kepada Tuhan, dan segala bangsa orang kafir akan menyembah sujud di hadapan hadirat-Mu.
”Siapa gerangan Raja yang mahamulia itu? Ia itu Tuhan serwa sekalian alam, Ialah Raja yang mahamulia itu. -- Selah.
”Bahwa Tuhan meniadakan bicara segala bangsa dan membatalkan maksud orang banyak. Tetapi bicara Tuhan tetap selama-lamanya dan kasad hati-Nya tetap turun-temurun. Berbahagialah bangsa yang beroleh Tuhan akan Allahnya, yaitu bangsa yang dipilih-Nya akan bahagian-Nya pusaka.
”Hai kamu, segala bangsa! bertepuk-tepuklah tangan, pujilah akan Allah dengan bunyi nyanyian yang ramai-ramai! Karena Tuhan, yang Mahatinggi itu, hebat adanya, dan Ialah Raja yang besar atas seluruh muka bumi. Maka Ia telah menaklukkan segala bangsa kepada kami, dan segala bangsapun di bawah kaki kami. Maka telah dipilih-Nya kami akan suatu bahagian pusaka, yaitu kepujian Yakub, yang telah dikasihi-Nya. -- Selah. Bahwa Allah itu naik serta dengan tempik sorak, yaitu Tuhan serta dengan bunyi nafiri. Bermazmurlah kamu bagi Allah! bermazmurlah! bermazmurlah bagi Raja kami! bermazmurlah! Karena Allah itulah Raja segenap bumi; bermazmurlah kamu dengan pengertian!
”Karena Tuhanlah Allah yang mahabesar, bahkan, Ialah Raja yang di atas segala dewa.
”Dengan serunai dan bunyi nafiri; bersorkalah di hadapan hadirat Tuhan, yan Raja!
”Karena segala hamba-Mu berkenan akan batu-batunya, dan mereka itupun sayang akan kerobohannya.
”Oleh aku juga kerajaanlah segala raja dan segala penghulupun membuat hukum dan undang-undang yang betul. Oleh aku juga segala penghulu dan orang bangsawan memegang perintah, demikianpun segala hakim dalam dunia.
”Bahwa kebenaran itu memuliakan satu kaum, tetapi dosa itu suatu kecelaan bagi segala bangsa. Bahwa keridlaan raja adalah akan hambanya yang berbudi, tetapi murkanya atas orang yang mendatangkan malu.
”Bahwa dalam mulut raja adalah keputusan segala perselisihan; maka iapun akan tiada salah dalam hukum. Bahwa neraca dan daun neraca yang betul itu Tuhan punya, dan segala batu timbangan dalam pundi-pundi itupun perbuatannya. Hendaklah jadi suatu kebencian kepada raja membuat jahat, karena takhtanya ditetapkan dengan kebenaran. Bahwa lidah yang benar itulah kesukaan raja, dan dikasihinya akan orang yang mengatakan perkara yang betul-betul. Bahwa kehangatan murka raja itu seperti malak-almaut; maka sebab itu orang yang berbudi akan memadamkan dia. Dalam cahaya wajah raja adalah selamat, dan keridlaannya laksana awan pada musim hujan akhir.
”Bahwa lezat kemuliaan tiada berpatutan dengan orang bodoh yang kaya, demikianpun tiada patut seorang hamba memerintahkan raja. Adapun perhiasan orang alim ia itu panjang sabar, dan mengampuni salah ia itulah makotanya. Bahwa murka raja itu seperti singa yang mengaum-aum, dan keridlaannyapun seperti embun yang turun kepada pokok muda-muda.
”Bahwa murka raja itu seperti pengaum-aum singa, barangsiapa yang menerbitkan dia, ia itu mempermainkan nyawanya sendiri.
”Seorang raja yang duduk di atas kursi pengadilan itu membuangkanlah segala jahat hanya dengan matanya jua.
”Bahwa hati raja adalah dalam tangan Tuhan seperti air sungai, dialirkan-Nya barang ke mana dikehendaki-Nya.
”Hai anakku! takutlah akan Tuhan dan akan rajapun, maka jangan engkau berjinak-jinakan dengan orang yang mengadakan cidera; karena dengan sekonyong-konyong berbangkitlah kelak celakanya, dan balasan keduanya datang dahulu dari pada disangka orang.
”Maka kemuliaanlah bagi Allah menyembunyikan perbuatan-Nya, tetapi kemuliaan bagi raja menyelidik barang suatu perkara. Bahwa tingginya langit dan dalamnya bumi dan hati rajapun tiada terselidik adanya. Ceraikanlah sanga dari pada perak, supaya keluarlah bejana yang indah-indah oleh tangan jauhari; ceraikanlah orang jahat dari hadapan raja, maka takhta baginda akan ditetapkan kelak oleh kebenaran. Janganlah engkau membesarkan dirimu di hadapan raja dan janganlah berdiri di tempat orang besar-besar, karena lebih baik orang berkata kepadamu: Marilah engkau, naik ke mari, dari pada engkau direndahkan orang di hadapan seorang bangsawan, yang telah kaupandang mudah akan dia.
”Seperti singa mengaum, dan seperti beruang berpusing-pusing, demikianlah peri kelakuan seorang penghulu yang jahat atas orang-orang miskin. Seorang raja yang kurang akal itu sangat menganiayakan orang, tetapi orang yang benci akan tamak ia itu melanjutkan umurnya.
”Apabila orang benar memegang kuasa maka tamasyalah orang banyak, tetapi apabila orang jahat memegang perintah maka orang sekalianpun berkeluh kesah. Barangsiapa yang suka akan hikmat itu menyukakan hati bapanya, tetapi orang yang beramah-ramahan dengan perempuan jalang itu memboroskan harta banyak. Bahwa seorang raja meneguhkan kerajaannya dengan hukum yang adil, tetapi yang mengenakan banyak cukai ia itu membinasakan negeri.
”Jikalau seorang penghulu mengindahkan bohong, niscaya segala rakyatnya menjadi jahatlah kelak. Bahwa orang kaya dan orang miskin bertemu seorang dengan seorang, maka Tuhan menerangkan mata keduanya. Seorang raja yang membicarakan hal orang miskin dengan setia, maka takhtanya akan kekal tetap selama-lamanya.
”Tiada patut kepada raja-raja, hai Lemuil! tiada patut kepada raja-raja minum air anggur, atau kepada putera raja santap minuman yang keras; supaya dengan sementara minum dilupakannya hukum atau diubahkannya acara orang yang teraniaya.
”Inilah kataku: Perhatikanlah olehmu akan titah raja, seolah-olah engkau telah bersumpah demi Allah. Janganlah bersegera-segera engkau keluar dari hadapan hadiratnya, dan lagi jangan engkau tetap dalam suatu perkara yang jahat, karena barang yang dikehendaki hatinya itu juga dilakukannya. Barang di mana titah raja, di sanapun pemerintahan, dan siapakah boleh berkata kepadanya demikian: Apakah perbuatanmu?
”Janganlah engkau mengutuki raja, jikalau di dalam tempat tidurmu sekalipun, dan janganlah engkau mengutuki orang yang berkuasa, jikalau di dalam bilikmu bersekat sekalipun, kalau-kalau burung di udara membawa akan bunyi suaramu, dan unggaspun memberitahu perkataanmu kelak.
”Tanahmu sudah rusak, segala negerimu sudah dibakar habis dengan api, hasil segala bendangmu dimakan habis orang helat di hadapan matamu, semuanya sudah rusak dan terbongkar seperti oleh air bah. Maka puteri Sion ketinggalan seperti sebuah pondok di dalam kebun anggur, seperti suatu teratak di dalam kebun mentimun, seperti sebuah negeri yang dikepung berkeliling. Jikalau kiranya tiada ditinggalkan Tuhan semesta alam sekalian bagi kami suatu benih, niscaya kami telah menjadi seperti Sodom dan sama seperti Gomorahpun. Dengarlah olehmu akan firman Tuhan, hai segala penghulu Sodom, berilah telinga akan hukum Allah kita, hai bangsa Gomorah.
”Jangan lagi kamu membawa persembahan dengan cuma-cuma; bahwa pembakaran dupa itu kebencian kepada-Ku, segala bulan baharu dan sabat dan panggilan sidang berhimpun itu tiada tersabarkan oleh-Ku; demikianpun puasa dan segala hari raya. Segala bulanmu baharu dan segala masa raya kamu yang tertentu itu kebencian kepada hati-Ku dan suatu keberatan kepada-Ku; penatlah Aku menyabarkan dia.
”Maka Iapun akan menjadi hakim di antara segala bangsa dan memutuskan hukum bangsa yang besar-besar; mereka itu akan menempa pedang-pedangnya, diperbuatkannya penggali, dan pendahannya diperbuatkannya sabit, maka bangsa tiada lagi akan menghunus pedang hendak melawan bangsa, dan tiada lagi orang belajar perang.
”Jangan kamu katakan khianat barang yang dikatakan khianat oleh bangsa ini, dan jangan kamu takut akan barang yang ditakuti mereka itu, dan jangan kamu gentar.
”Maka kebesaran pemerintahannya dan selamatnya akan tiada berkesudahan; maka takhta Daud serta kerajaannya akan ditetapkannya dan diteguhkannya dengan kebenaran dan keadilan dari pada sekarang sampai selama-lamanya! Maka gairah Tuhan serwa sekalian alam akan melakukan perkara itu. Bermula, maka telah disuruhkan Tuhan suatu firman akan hal Yakub, maka ia itu sudah jatuh di antara orang Israel.
”Demikianlah perihal Babil; kebesaran segala kerajaan dan kemuliaan dan kemegahan segala orang Kasdim itu akan disamakan dengan Sodom dan Gomorah, yang dibongkar balik oleh Allah. Maka tiada akan lagi di sana tempat kedudukan orang sampai selama-lamanya dan tiada lagi ia itu diduduki orang turun-temurun, jikalau orang Arab sekalipun tiada akan berkemah di sana dan gembalapun tiada akan memperhentikan kawannya di sana.
”pada masa itu kamu akan mengangkat nyanyian ini akan hal raja Babil itu, bunyinya: Bagaimana kesudahannya si pengimpit, kesudahannya si penganiaya! Bahwa Tuhan sudah mematahkan tongkat orang fasik, yaitu tongkat kerajaan orang yang dipertuan itu!
”Maka tanah itupun dicemarkan oleh segala orang penduduknya; karena mereka itu sudah melangkah segala hukum dan diubahkannya segala adat dan ditiadakannya perjanjian yang kekal itu. Maka sebab itu negeri itu dimakan habis oleh laknat, karena segala orang isinyapun bersalah; dan sebab itu segala orang isi negeri itu dihanguskan oleh nyala murka, sehingga sedikit jua orang yang tinggal dalamnya.
”Bahwasanya seorang Raja akan kerajaan dengan adalat dan segala penghulupun akan memegang perintah dengan insaf.
”Karena Tuhan juga Hakim kami, Tuhan juga Pemberi hukum kami, Tuhan juga Raja kami, Ia juga yang memeliharakan kami.
”Firman-Ku akan hal Koresy: Bahwa ialah gembala-Ku, iapun akan melakukan segala kehendak-Ku, serta titahnya kepada Yeruzalem kelak: Hendaklah engkau dibangunkan pula, dan kepada kaabah: Hendaklah dibubuh kaki tembokmu.
”Bahwa demikianlah firman Tuhan akan hal Koresy, yang telah disiram baginya: Ialah yang Kupegang tangannya kanan, supaya diempaskannya bangsa-bangsa di hadapan mukanya; bahwa ikat pinggang raja-raja Kuuraikan dan segala pintu Kubukai akan dia, sehingga tiada barang pintu gerbang yang tinggal terkatup.
”Karena adapun bangsa atau kerajaan yang tiada mau takluk kepadamu, ia itu akan binasa, dan bangsa itu akan dibinasakan sekali-kali.
”Bahwa pada hari ini Aku mengangkat engkau atas beberapa bangsa dan atas beberapa kerajaan akan membantun dan merombak dan membinasakan dan merobohkan dan lagi akan membangunkan pula dan akan menanam.
”Karena orang isi rumah Israel dan orang isi rumah Yehudapun sudah berbuat khianat belaka kepada-Ku, demikianlah firman Tuhan.
”Bahwa sesungguhnya Aku akan mendatangkan atas kamu suatu bangsa dari jauh, hai orang isi rumah Israel, demikianlah firman Tuhan, ia itu suatu bangsa yang kuat dan yang asal dari dahulukala, suatu bangsa yang tiada kamu ketahui akan bahasanya dan yang tiada kamu mengerti perkataannya.
”Karena dari pada besar dan kecil mereka itu sekalian mencahari laba yang keji, bahkan, baik nabi baik imam, semuanya berlaku dengan tipu.
”Tetapi Tuhan itulah Allah yang benar, Ialah Allah yang hidup dan Raja pada selama-lamanya! Oleh kehangatan murka-Nya bergempalah bumi dan barang suatu bangsapun tiada dapat menderita murka-Nya.
”Tetapi jikalau mereka itu tiada mau dengar, niscaya bangsa itu akan Kutumpas dan Kubinasakan dia sama sekali, demikian firman Tuhan.
”Lalu datanglah firman Tuhan kepadaku, bunyinya: Bukankah boleh Aku berbuat pada kamupun seperti perbuatan penjunan itu, hai orang isi rumah Israel? demikianlah firman Tuhan: Bahwasanya seperti tanah liat dalam tangan penjunan, begitulah kamupun dalam tangan-Ku, hai orang isi rumah Israel! Pada sesaat jua Aku memutuskan hukum atas suatu bangsa, atau atas suatu kerajaan, akan membantun dan akan membongkar dan akan menumpas dia. Tetapi apabila bangsa yang sudah Kuputuskan hukum atasnya itu bertobat dari pada kejahatannya, niscaya bersesallah Aku kelak akan jahat yang hendak Kuperbuat akan dia. Demikianpun pada sesaat jua Aku memutuskan hukum atas suatu bangsa atau atas suatu kerajaan, hendak membangunkan dan menetapkan dia, tetapi apabila dibuatnya barang yang jahat kepada pemandangan-Ku, sehingga tiada didengarnya akan suara-Ku, niscaya bersesallah Aku akan segala baik yang telah Kujanji hendak berbuat akan dia.
”dan segala raja negeri utara yang hampir dan yang jauh, baik ini baik itu, bahkan, kepada segala kerajaan dunia yang di atas bumi ini. Maka kemudian dari pada sekalian itu akan minum raja Sesakh. Lalu hendaklah engkau katakan kepada mereka itu: Demikianlah firman Tuhan serwa sekalian alam, Allah orang Israel: Minumlah olehmu, jadilah mabuk sampai muntah dan kamu rebah rempah dan tiada bangun pula dari karena pedang yang Kusuruhkan kelak di antara kamu.
”Dan lagi firman Tuhan semesta alam sekalian demikian: Bala itu akan langsung dari pada bangsa datang kepada bangsa; dan suatu tofan akan turun dari ujung bumi. Maka pada hari itu mayat segala orang yang sudah dibunuh oleh Tuhan itu akan terhantar dari pada ujung bumi datang kepada ujungnya; sebiji ratappun tiada diangkat atasnya, mayatnya tiada akan diangkat atau dikuburkan, melainkan sekalian itu akan baja pada bumi. Raunglah, hai gembala-gembala! eriklah serta bergelumanglah dalam abu, hai segala kepala kawan domba! karena genaplah sudah harimu kamu akan dibantai, karena Aku akan memecahkan kamu dan kamu akan jatuh seperti bejana yang indah-indah. Maka dari pada segala gembala itu larinya akan dilintang, demikianpun keluputan dari pada segala kepala kawan domba. Akan ada bunyi teriak segala gembala dan bunyi raung segala kepala kawan domba, sebab tanahnya sudah dibinasakan olah Tuhan.
”dan sengajakanlah selamat negeri, tempat Kusuruh kamu dipindahkan ke sana dengan tertawan dan pintakanlah doa akan dia kepada Tuhan; karena dalam hal sentosanya kamupun akan bersentosalah.
”Bagaimana sudah patah dan pecah godam segenap bumi! Bagaimana Babil sudah menjadi suatu tamasya yang hebat di antara segala orang kafir!
”Larilah kamu dari tengah-tengah Babil, luputkanlah kamu masing-masing akan jiwanya, supaya jangan kamupun dibinasakan serta dengan kejahatannya, karena sudah sampai masa tulah dari pada Tuhan, yang akan membalas kepadanya sekadar perbuatannya. Bahwa Babil telah jadi seperti piala keemasan pada tangan Tuhan, yang memabuki segenap isi bumi; segala bangsa sudah minum dari pada air anggurnya, sehingga menjadi gila semuanya.
”Jikalau kiranya Babil naik ke langit, dan jikalau kiranya diteguhkannya ketinggian kota bentengnya sekalipun, dari pada pihak-Ku juga akan datang atasnya segala mereka yang membinasakan dia, demikianlah firman Tuhan!
”Dan Aku akan memabuki segala rajanya dan segala hakimnya dan segala pemerintahnya dan segala penghulunya dan segala pahlawannya, sehingga tertidurlah mereka itu sampai selama-lamanya dan tiada jaga pula, demikianlah firman Raja yang bernama Tuhan semesta alam sekalian. Demikianlah firman Tuhan serwa sekalian alam: Bahwa pagar tembok Babil yang tebal itu akan disamakan dengan tanah juga dan segala pintu gerbangnya yang tinggi-tinggi itu akan dinyalakan dengan api, sehingga segala bangsa itu sudah berlelah dengan cuma-cuma dan segala bangsa itupun sudah mengusahakan barang yang akan dimakan api.
”Ia mengubahkan segala masa dan hal, Ia juga yang memecatkan raja dan Iapun mengangkat akan raja, Ia juga yang memberi hikmat kepada orang alim dan pengetahuan kepada orang yang berakal.
”Maka ia itulah mimpi tuanku; sekarang patik hendak menceriterakan kepada tuanku tabirnya. Ya tuanku! bahwa tuanku juga raja di atas segala raja; karena Allah yang di sorga sudah mengaruniakan kepada tuanku suatu kerajaan yang luas lagi dengan kuatnya serta kemuliaannya. Maka barang di mana duduk manusia dan barang di mana ada binatang di tanah atau unggas di udara, sekalian itu sudah diserahkan-Nya kepada tangan tuanku dan ditaklukkan-Nya kepada pemerintah tuanku; bahwa tuanku juga kepala yang dari pada emas itu! Maka kemudian dari pada tuanku akan terbit sebuah kerajaan yang lain, yang kurang mulia dari pada kerajaan tuanku, lalu sebuah kerajaan pula, yaitu yang ketiga, yang dari pada tembaga, dan yang akan memerintahkan seluruh bumi. Maka kerajaan yang keempat itu akan keras seperti besi, maka tegal segala sesuatu dipecahkan dan dihancurkan oleh besi, maka kerajaan itu juga akan memecahkan dan menghancurluluhkan semuanya. Maka adapun tuanku sudah melihat kaki dan jari-jari kaki separuh dari pada tanah liat penjunan, separuh dari pada besi, maka kerajaan itu akan terbahagi-bahagi dan dalamnya akan ada kuat besi; itulah artinya tuanku sudah melihat besi bercampur dengan tanah liat. Dan adapun jari kaki itu separuh dari pada besi dan separuh dari pada tanah liat, artinya kerajaan itu akan separuh keras dan separuh rapuh. Adapun tuanku melihat besi bercampur tanah liat itu, artinya; mereka itu akan bercampur juga oleh kawin seorang dengan seorang, tetapi tiada dapat dipersatukan, seperti besipun tiada dapat dipersatukan dengan tanah liat. Maka pada zaman raja-raja itu oleh Allah yang di sorga akan diadakan sebuah kerajaan yang pada selama-lamanya tiada dapat dibinasakan, maka kerajaan itu tiada akan diserahkan kepada salah suatu bangsa yang lain, dan ia itupun akan menghancurkan dan meniadakan segala kerajaan itu, tetapi ia sendiri akan kekal sampai selama-lamanya. Maka itulah sebabnya tuanku sudah melihat sebuah batu gunung gugur sendirinya dengan tiada tolongan tangan, lalu dihancurluluhkannya besi dan tembaga dan tanah liat dan perak dan emas. Bahwa Allah taala sudah memaklumkan kepada tuanku, barang yang akan jadi pada kemudian hari; bahwa sesungguhnya inilah mimpi tuanku dan tentulah tabirnya.
”Maka pada masa itu sujudlah baginda raja Nebukadnezar dengan mukanya sampai ke bumi menyembah Daniel, dan dititahkannya orang membawa akan hadiah dan kemenyan kepadanya akan persembahan. Maka sahut baginda kepada Daniel, titahnya: Sebenarnyalah Allah kamu itulah Allah yang di atas segala dewata dan Tuhan atas segala raja, Ia yang menyatakan segala rahasia, tegal engkau dapat menyatakan rahasia ini! Maka sebab itu dibesarkan baginda akan Daniel, dikaruniakannya kepadanya beberapa berapa anugerah yang besar, dan diangkatnya akan dia jadi pemerintah seluruh benua Babil dan penghulu segala orang alim yang di Babil itu. Tetapi dipinta Daniel kepada baginda, supaya ditanggungkan pemerintahan benua Babil itu atas Saderakh dan Mesakh dan Abed-nego, maka Daniel tetap juga dalam pintu istana baginda.
”Sebermula, maka oleh baginda raja Nebukadnezarpun diperbuatlah suatu patung dari pada emas, tingginya enam puluh hasta dan lebarnya enam hasta, didirikannyalah di dalam lembah Dura di benua Babil. Maka disuruhkan baginda raja Nebukadnezar akan orang menghimpunkan segala pangeran dan demang dan adipati dan panglima dan bendahara dan menteri dan tumenggung dan mereka sekalian yang memegang perintah dalam segala jajahan negeri, supaya mereka itu datang mentahbiskan patung yang telah didirikan oleh baginda raja Nebukadnezar itu. Maka pada masa itu berhimpunlah segala pangeran dan demang dan adipati dan panglima dan bendahara dan menteri dan tumenggung dan mereka sekalian yang memegang perintah dalam segala jajahan negeri, akan mentahbiskan patung yang telah didirikan oleh baginda raja Nebukadnezar; maka berdirilah mereka itu sekalian menghadap patung yang telah didirikan oleh Nebukadnezar. Maka berserulah seorang bentara dengan kuat: Hai kamu segala bangsa dan kaum dan orang yang berbagai-bagai bahasa, ketahuilah olehmu: Apabila kamu mendengar bunyi nafiri dan bangsi, kecapi, harbab, serdam, nobat dan segala jenis bunyi-bunyian, hendaklah kamu menyembah sujud kepada patung keemasan, yang telah didirikan oleh baginda raja Nebukadnezar itu. Maka barangsiapa yang tiada menyembah sujud pada ketika itu juga, ia itu akan dicampak ke dalam dapur api yang bernyala. Maka sebab itu pada masa segala bangsa itu mendengar bunyi nafiri dan bangsi, kecapi, harbab, serdam dan segala jenis bunyi-bunyian, maka sujudlah segala bangsa dan kaum dan orang yang berbagai-bagai bahasa itu menyembah patung keemasan yang telah didirikan oleh baginda raja Nebukadnezar.
”Tetapi pada masa itu juga datanglah hampir beberapa orang Kasdim, yang seteru dan pengumpat orang Yahudi, sahutnya dan sembahnya kepada baginda raja Nebukadnezar: Daulat tuanku! Adapun tuanku sudah memberi titah bahwa tiap-tiap orang yang mendengar bunyi nafiri, bangsi, kecapi, harbab, serdam, nobat dan segala jenis bunyi-bunyian patut ia sujud menyembah patung keemasan itu; dan barangsiapa yang tiada menyembah sujud itu akan dicampak ke dalam dapur api yang bernyala-nyala. Maka adalah beberapa orang Yahudi yang telah tuanku angkat akan pemerintah atas benua Babil, yaitu Saredakh dan Mesakh dan Abed-nego, ya tuanku! orang itu tiada juga menurut titah tuanku, tiada dibuatnya ibadat kepada dewata tuanku dan tiada mereka itu menyembah patung keemasan, yang telah tuanku dirikan itu. Maka titah baginda raja Nebukadnezar dengan kehangatan murkanya dan sangat geramnya, disuruhkannya orang membawa akan Saderakh dan Mesakh dan Abed-nego menghadap kepadanya. Hata, maka dibawa oranglah akan ketiga orang itu menghadap baginda. Maka sahut nebukadnezar, titahnya kepada mereka itu: Adakah dengan sengaja, hai Saderakh, Mesakh dan Abed-nego, maka tiada kamu berbuat bakti kepada dewaku, dan tiada kamu menyembah patung keemasan yang telah kudirikan itu? Atau sekarang sediakah juga kamu hendak menyembah sujud kepada patung yang telah kuperbuat itu, apabila kamu mendengar bunyi nafiri, bangsi, kecapi, harbab, serdam, nobat dan segala bunyi-bunyian; karena jikalau tiada kamu menyembah kepadanya, niscaya pada ketika itu juga kamu akan dicampak ke dalam dapur api yang bernyala-nyala, maka ilah manakah yang dapat melepaskan kamu dari pada tanganku?
”Maka sahut Saderakh dan Mesakh dan Abed-nego, sembahnya kepada baginda raja Nebukadnezar: Tiada berguna jikalau patik mempersembahkan kepada tuanku mula kasad patik ini. Jikalau sudah tentu perkara itu atas patik, maka Allah patik, yang patik berbuat ibadat kepada-Nya, itu juga sampai kuasa-Nya akan melepaskan patik dari dalam dapur api yang bernyala-nyala, dan dari pada tangan tuankupun dapat dilepaskan-Nya patik ini! Jikalau kiranya tiada, maka maklumlah kepada tuanku juga, bahwa sekali-kali tiada patik akan berbuat ibadat kepada dewa tuanku dan tiada patik akan menyembah kepada patung keemasan yang telah tuanku dirikan itu. Maka pada masa itu penuhlah raja Nebukadnezar dengan kehangatan murka dan berubahlah air mukanya akan Saredakh dan Mesakh dan Abed-nego, serta titahnya: Hendaklah orang menghangatkan dapur itu tujuh kali lebih panas dari pada biasa dihangatkan dia. Maka dititahkannya beberapa orang yang sangat kuat dari antara orang perangnya mengikat Saderakh dan Mesakh dan Abed-nego dan mencampakkan dia ke dalam dapur api yang bernyala-nyala itu. Lalu ketiga orang itu diikat serta dengan jubahnya dan seluarnya dan destarnya dan segala pakainnya yang lain dan dicampak ke dalam dapur api yang bernyala-nyala. Maka tegal titah baginda sangat keras dan dapurpun sudah dihangatkan amat sangat, sebab itu segala orang yang sudah mengangkat Saderakh dan Mesakh dan Abed-nego itu dibunuh oleh nyala api itu. Tetapi ketiga orang itu, Saderakh dan Mesakh dan Abed-nego, dengan ikatannya jatuhlah di tengah-tengah dapur api yang bernyala-nyala.
”Maka tercengang-cenganglah baginda raja Nebukadnezar, lalu bangkit berdiri dengan segera sambil titahnya kepada segala menterinya: Bukankah kita suruh buang tiga orang juga ke dalam api itu dengan terikat? Maka sahut mereka itu, sembahnya: Benarlah seperti titah tuanku! Maka titah baginda: Bahwasanya aku melihat orang empat dengan terurai pengikatnya berjalan di tengah-tengah api, dan barang marabahayapun tiada padanya, dan rupa seorang, yang keempat itu, seperti anak dewata juga. Lalu baginda raja Nebukadnezarpun menghampirilah pintu dapur api yang bernyala-nyala sambil titahnya: Hai Saderakh, Mesakh dan Abed-nego, hamba Allah taala! keluarlah, marilah kamu! Lalu keluarlah Saderakh, Mesakh dan Abed-nego dari tengah-tengah api. Sudah itu, maka berhimpunlah segala pangeran dan demang, adipati, dan segala menteri raja, hendak melihat orang itu, karena api tiada berkuasa atas tubuhnya, rambut kepalanyapun tiada hangus dan pakaiannyapun tiada berubah, bahkan, bau sangit apipun tiada terkena kepadanya.
”Maka titah raja nebukadnezar: Segala puji bagi Allahnya Saderakh, Mesakh dan Abed-nego! yang sudah menyuruhkan malaekat-Nya dan sudah meluputkan hamba-hamba-Nya yang telah harap pada-Nya dan tiada mau menurut titah raja, melainkan telah diserahkannya tubuhnya akan tiada berbuat ibadat atau menyembah kepada dewata, melainkan kepada Allahnya juga. Maka sekarang aku memberi titah, bahwa segala bangsa atau kaum atau orang yang berbagai-bagai bahasa, jikalau ia mengatakan barang hujat akan Allahnya Saderakh, Mesakh dan Abed-nego itu, mereka itu akan ditetak berpenggal-penggal dan rumahnya akan dijadikan suatu kerobohan batu, karena tiadalah Allah lain, yang dapat membantu begitu. Kemudian dilantik baginda akan Saderakh, Mesakh dan Abed-nego dalam pemerintahan benua Babil.
”Bahwa surat ini dari pada baginda raja Nebukadnezar disampaikan kepada segala bangsa dan kaum dan orang yang berbagai-bagai bahasanya, yang duduk pada seluruh muka bumi: Selamat diperbanyakkan kiranya atas kamu! Bahwa berkenanlah kepadaku memaklumkan segala tanda dan ajaib yang telah diadakan Allah taala padaku. Bagaimana besar segala tanda-Nya dan bagaimana ajaib segala perbuatan-Nya! Bahwa kerajaan-Nya juga suatu kerajaan yang kekal dan pemerintahhan-Nyapun tetap turun-temurun.
”Maka perkara ini sudah ditentukan oleh segala utusan dan segala hal ihwal ini dengan firman mereka yang suci, supaya diaku oleh segala orang yang hidup, bahwa Allah taala dipertuhan atas segala kerajaan manusia dan dikaruniakan-Nya kepada barangsiapa yang dikehendaki-Nya, bahkan, boleh diangkat-Nya atasnya akan orang yang terkecil sekali.
”Bahwa tuanku akan ditolak dari antara manusia dan kedudukan tuanku akan serta dengan segala binatang di padang dan diberikan tuanku makan rumput seperti lembu dan tuanku akan dibasahkan dengan air embun dari langit, demikian akan berlaku atas tuanku tujuh masa, sampai diaku oleh tuanku bahwa Allah taala juga dipertuhan atas segala kerajaan manusia dan dikaruniakan-Nya kepada barangsiapa yang dikehendaki-Nya.
”Maka sebab itu, ya tuanku! hendaklah kiranya bicara patik berkenan kepada tuanku, putuskan apalah segala dosa tuanku oleh kebenaran dan segala kesalahan tuanku oleh belas kasihan akan orang miskin, supaya dilanjutkan kiranya selamat sejahtera tuanku!
”Hata, maka segala perkara inipun sudah berlaku atas baginda raja Nebukadnezar. Karena dua belas bulan kemudian berjalanlah baginda di atas sotoh istana kerajaan di Babil. Lalu titah baginda demikian: Bukankah ini Babil besar, yang sudah kuperbuat akan tempat kedudukan kerajaan, oleh kuat kuasaku dan dengan kemuliaan kebesaranku? Maka titah ini ada lagi pada lidah baginda tiba-tiba turunlah suatu bunyi suara dari langit, mengatakan: Maklumlah kepadamu, hai raja Nebukadnezar, bahwa kerajaan itu sudah lalu dari padamu! Dan engkau akan ditolak dari antara manusia dan kedudukanmu akan serta dengan segala binatang di padang; rumput akan diberi makan kepadamu seperti lembu dan dalam hal yang demikian akan berlaku atasmu tujuh masa, sehingga engkau mengaku bahwa Allah taala juga yang dipertuhan atas segala kerajaan manusia dan dikaruniakan-Nya kepada berangsiapa yang dikehendaki-Nya. Maka pada ketika itu juga firman ini berlakulah atas Nebukadnezar, karena iapun ditolak oranglah dan rumputpun dimakannya seperti lembu, dan tubuhnyapun dibasahkan oleh air embun dari langit, sehingga rambutnyapun tumbuhlah seperti bulu burung nasar dan kukunyapun panjanglah seperti cakar unggas.
”Tetapi pada kesudahan segala hari itu menengadahlah aku ini, Nebukadnezar, dengan mataku ke langit, lalu akalku balik pula ke dalam aku dan akupun memujilah Allah taala, dan akupun membesarkanlah dan memuliakanlah Tuhan yang hidup selama-lamanya, yang punya kerajaan suatu kerajaan yang kekal adanya dan Iapun yang dipertuhan atas sekaliannya turun-temurun. Maka segala orang yang duduk di atas bumi itu dibilang seperti satupun tiada adanya, dan dibuat-Nya akan segala tentara yang di langit dan akan segala orang yang duduk di atas bumi sebagaimana kehendak-Nya, maka seorangpun tiada yang dapat menolak tangan-Nya atau yang dapat berkata kepada-Nya: Apakah Engkau perbuat? Hata, pada masa datanglah pula akalku itu maka aku dikembalikan juga ke dalam kemuliaan kerajaanku dan kepada kebesaranku dan kepada seriku; maka segala pegawai dan orang besar-besarpun menjunjung duliku pula, dan akupun ditetapkan dalam kerajaanku dan lebih lagi dipertambahkan kemuliaan kepadaku. Maka sebab itu aku ini, Nebukadnezar, membesarkan dan memuliakan Raja yang di sorga itu, karena segala perbuatan-Nya itu kebenaran dan segala jalan-Nyapun adalat adanya, dan Iapun dapat merendahkan barangsiapa yang berjalan dengan jemawanya.
”Karena dalam kerajaan tuanku adalah seorang, yang dalamnya adalah roh dewata mulia raya dan pada zaman paduka ayahanda tuanku didapati dalamnya akan terang dan akal dan hikmat, seperti hikmat dewata, maka diangkat baginda raja Nebukadnezar, paduka ayahanda tuanku, akan dia menjadi penghulu segala orang sastrawan dan ahlulnujum dan orang Kasdim dan orang petenung, ya tuanku!
”Ya tuanku! bahwa oleh Allah taala sudah dikaruniakan kerajaan dan kuasa dan hormat dan kemuliaan kepada Nebukadnezar, paduka ayahanda tuanku; maka dari pada kuasa yang telah dikaruniakan kepadanya gentarlah akan dia dan berdebarlah hati segala bangsa dan kaum dan orang yang berbagai-bagai bahasanya, karena dibunuhnya barangsiapa yang dikehendakinya, dan dihidupinya barangsiapa yang dikehendakinya; ditinggikannya barangsiapa yang dikehendakinya, dan direndahkannya barangsiapa yang dikehendakinya. Tetapi setelah hatinya mengatas-ataskan dirinya dan hatinyapun menjadi keras sampai akan jemawa, maka iapun dicampak ke bawah dari atas takhta kerajaannya dan kemuliaannyapun lalulah dari padanya. Dan iapun ditolak dari antara segala anak manusia dan tabiatnyapun jadi seperti tabiat binatang dan kedudukannya adalah dengan keledai hutan; dan kepadanyapun diberi makan rumput seperti lembu dan tubuhnyapun dibasahkan oleh air embun dari langit, sehingga diakunya bahwa Allah taala juga yang dipertuhan atas segala kerajaan manusia dan diangkat-Nya atas dia barangsiapa yang dikehendaki-Nya.
”Tetapi tuanku Belsyazar, putera baginda, tiada merendahkan hati tuanku, jikalau tuanku mengetahui sekalian itu sekalipun. Bahkan, tuanku sudah mendurhaka kepada Tuhan yang di sorga, maka dibawa oranglah akan segala bejana kaabah-Nya di hadapan tuanku, lalu tuanku dan segala menteri dan isteri dan gundik tuanku sudah minum air anggur dari padanya sambil tuanku memuji-muji segala berhala yang dari pada emas, perak, tembaga, besi, kayu dan batu, yang tiada dapat melihat atau mendengar atau tahu barang sesuatu, tetapi tiada tuanku memuliakan Allah, yang dalam tangan-Nya juga adalah nafas tuanku dan dalam kuasa-Nyapun adalah segala jalan tuanku. Sebab itu disuruhkan-Nya ujung tangan ini dan dari padanya juga datanglah suratan ini. Maka inilah bunyi suratan yang tertulis di situ: MENAI, MENAI, TEKAIL, UFARSIN. Dan inilah arti perkataan itu: MENAI, bahwa sudah dibilang Allah akan kerajaan tuanku dan disudahkannya! TEKAIL, tuanku sudah ditimbang dengan neraca, tetapi didapati akan tuanku terlalu ringan! PERAIS, kerajaan tuanku sudah dibahagi dan diberikan kepada orang Medi dan Farsi. Maka pada masa itu bertitahlah raja Belsyazar mengenakan pakaian ungu pada Daniel dan kalung emas pada lehernya, dan orang berseru-seru akan halnya, bahwa ia akan memegang perintah dalam kerajaan itu pada pangkat yang ketiga. Hata, maka pada malam itu juga dibunuh oranglah akan Belsyazar, raja orang Kasdim itu. - - -
”Sebermula, maka kemudian dari pada itu adalah Darius, orang Medi, naik raja, pada masa umurnya kira-kira enam puluh dua tahun. Maka berkenanlah kepada Darius mengangkat atas kerajaan itu seratus dua puluh orang menteri yang memegang perintah dalam segenap kerajaan itu. Dan di atas sekalian itu adalah tiga perdana menteri, dan Daniel itu seorang dalam ketiga itu, kepadanya juga haruslah segala menteri itu memberi kira-kira, supaya jangan baginda kena rugi. Pada masa itu nyatalah bahwa Daniel terlebih dari pada segala menteri dan perdana menteri itu, karena dalamnya adalah roh yang terutama, sehingga baginda berniat hendak amanatkan kepadanya pemerintahan segenap kerajaannya. Maka sebab itu dicahari-cahari segala menteri dan perdana menteri akan sebab, hendak menuduh Daniel dari hal kerajaan itu, tetapi tiada didapatinya akan barang sesuatu sebab atau salah, karena setiawanlah adanya dan barang sesuatu salah atau jahatpun tiada terdapat dalamnya. Lalu kata orang itu: Tiada boleh juga kita mendapati sebab akan melawan Daniel ini, melainkan jikalau dalam hukum Allahnya kita mendapat barang sesuatu sebab lawan dia. Hata, maka pergilah segala menteri dan perdana menteri itu bersama-sama menghadap baginda, lalu sembahnya: Daulat tuanku, ya raja Darius! Segala perdana menteri kerajaan ini dan segala penghulu dan menteri dan orang bicara dan pemerintah negeri itu sudah bermusyawarat hendak mengadakan suatu titah kerajaan dan menentukan suatu firman, supaya barangsiapa yang dalam tiga puluh hari ini meminta barang sesuatu kepada seorang dewa atau manusia, melainkan kepada tuanku juga, ya tuanku! tak akan jangan orang itu dicampak ke dalam keleburan singa. Maka sekarangpun, ya tuanku! hendaklah kiranya tuanku memberi suatu firman dan meteraikan dia dengan membubuh tanda tangan tuanku, supaya jangan ia itu diubahkan, setuju dengan hukum orang Medi dan Farsi, sehingga ia itu tiada terubahkan.
”Maka sebab itu dimeteraikan bagnda raja Darius akan suratan dan firman itu. Tetapi akan Daniel, jikalau diketahuinya akan hal surat itu sudah dimeteraikan oleh baginda sekalipun, masuklah juga ia ke dalam rumahnya, yang pada alayatnya adalah tingkap-tingkap terbuka ke kiblat Yeruzalem dan pada sehari tiga kali bertelutlah ia dan meminta doa dan mengucap syukur kepada Allahnya, seperti biasa dibuatnya dahulu. Lalu menyergaplah orang itu akan Daniel, didapatinya akan dia dalam meminta doa dan memohon-mohon di hadapan hadirat Allahnya. Maka datanglah mereka itu hampir, lalu bersembah kepada baginda akan hal firman baginda itu, sembahnya: Bukankah sudah tuanku meteraikan firman, bunyinya, bahwa barangsiapa yang akan meminta barang sesuatu kepada dewa atau manusia dalam tiga puluh hari ini, melainkan kepada tuanku, niscaya orang itu dicampak ke dalam keleburan singa? Maka sahut baginda, titahnya: Sudah tentulah perkara itu seperti hukum orang Medi dan Farsi, yang tiada terubahkan! Maka ujar mereka itu kepada baginda, sembahnya: Bahwa Daniel, seorang dari pada mereka sekalian yang sudah dipindahkan dari Yehuda dengan tertawan, itu tiada mengindahkan titah tuanku, atau akan firman yang telah tuanku meteraikan, melainkan pada sehari tiga kali ia meminta doa. Demi didengar baginda sembah ini, maka amarahlah baginda akan dirinya, ditentukannya dalam hatinya hendak meluputkan Daniel juga, bahkan, sampai waktu masuk matahari bagindapun mencahari upaya hendak meluputkan Daniel.
”Lalu orang itu mendedasi baginda, sembahnya kepada baginda: Ya tuanku, maklumlah kepada tuanku, inilah suatu hukum orang Medi dan Farsi, bahwa suatu titah dan firman seperti yang telah dimeteraikan oleh tuanku, itu tiada terubahkan lagi. Maka bertitah baginda, lalu dibawa oranglah akan Daniel, dicampakkannya ke dalam keleburan singa sementera baginda bertitah kepada Daniel demikian: Bahwa Allahmu, yang engkau berbuat bakti kepadanya dengan segala tulus hatimu, Ia juga hendaklah kiranya meluputkan dikau! Kemudian dibawa oranglah akan sebuah batu, dibubuhnya pada mulut keleburan itu dan dimeteraikan baginda akan dia dengan cincinnya dan dengan cincin segala menterinya, supaya karena sebab Daniel itu satupun tiada dilainkan.
”Setelah itu maka pulanglah baginda ke istananya, lalu berbaring dengan tiada santap barang santapan dan dengan tiada dipetik bunyi-bunyian di hadapannya dan antuknyapun lenyaplah dari padanya. Maka pada waktu fajar, pagi-pagi sekali, bangunlah baginda, lalu dengan segera pergilah baginda ke keleburan singa itu. Serta sampailah baginda ke keleburan singa itu, berserulah baginda kepada Daniel dengan amat merdu bunyi suaranya, katanya kepada Daniel: Hai Daniel! hamba Allah yang hidup, adapun Allahmu, yang engkau berbuat bakti kepada-Nya dengan segala tulus hatimu, dapatkah Ia melepaskan dikau juga dari pada segala singa itu? Maka sembah Daniel kepada baginda: Daulat tuanku! Bahwa Allah patik juga sudah menyuruhkan malaekat-Nya, yang mengatupkan mulut segala singa itu, supaya jangan diusiknya akan patik, sebab telah didapati akan patik tiada bersalah di hadapan-Nya dan lagi akan tuankupun tiada patik berbuat barang sesuatu yang salah!
”Pada masa itu amat bersukacita hati baginda, disuruhnya orang menarik naik akan Daniel dari dalam keleburan itu; setelah ditarik naik akan Daniel dari dalam keleburan, maka satu marapun tiada didapati padanya, sebab sudah diharapnya pada Allahnya. Maka disuruh baginda bawa akan segala orang yang sudah menukasi Daniel dengan nyata-nyata, maka dicampak oranglah akan mereka itu ke dalam keleburan singa, baik mereka itu baik segala anak bininya, maka belum sampai mereka itu ke dasar keleburan itu tiba-tiba disergap oleh segala singa itu akan dia dan diremukkannya segala tulang-tulangnya. Maka pada masa itu dikirim oleh baginda raja Darius surat kepada segala bangsa dan kaum dan orang yang berbagai-bagai bahasanya, yang duduk di atas seluruh muka bumi, bunyinya: Sejahteramu bertambah-tambahlah kiranya! Bahwa aku ini memberi titah, dalam segenap hukumat kerajaanku hendaklah orang gentar dan takut akan Allahnya Daniel, karena Ialah Allah yang hidup, dan yang kekal pada selama-lamanya, dan kerajaan-Nyapun tiada berubah dan pemerintahan-Nyapun tiada berkesudahan adanya! Bahwa Ialah Penebus dan Penolong dan Iapun membuat tanda-tanda dan ajaib di dalam langit dan di atas bumi; karena telah dilepaskan-Nya Daniel dari dalam kuasa singa. Maka Daniel itu bersentosalah dalam kerajaan Darius dan dalam kerajaan Koresy, orang Farsi itu.
”Maka dikaruniakan kepadanya pemerintahan dan kemuliaan dan kerajaan itu, maka segala bangsa dan kaum dan orang yang berbagai-bagai bahasanyapun berkhidmat kepadanya; maka pemerintahannya kekal dan kerajaannyapun tiada terbinasakan.
”Adapun binatang yang amat besar ini, yang empat ekor bilangannya, ia itu empat orang raja yang akan berbangkit dari dalam bumi. Kemudian dari pada itu segala kesucian Allah taala akan menerima kerajaan dan mempunyai kerajaan itu kekal sampai selama-lamanya, bahkan, sampai selama-lamanya.
”Maka rindulah aku hendak mengetahui ketentuan akan binatang yang keempat itu, yang berlainan dengan sekaliannya, dan yang amat hebat dan bergigi besi dan berkuku tembaga, dan yang makan dan menghancurkan dan memijak-mijak sisanya dengan kakinya. Dan akan sepuluh tanduk yang pada kepalanya dan sebatang tanduk yang tumbuh, sehingga dari pada yang dahulu itu gugur tiga batang, yaitu akan tanduk yang bermata dan bermulut yang mengatakan perkara besar-besar dan yang rupanya jadi besar dari pada segala temannya.
”Lalu katanya demikian: Bahwa binatang yang keempat itulah kerajaan yang keempat, yang akan ada di atas bumi dan yang akan berlainan dengan segala kerajaan, maka ia itu akan makan habis akan segenap isi bumi dan memijak-mijak dia, dan menghancurkan dia. Maka adapun sepuluh tanduk itu, dari pada kerajaan satu itu akan berbangkit sepuluh orang raja dan kemudian dari padanya akan berbangkit seorang yang berlainan dengan sekaliannya dan ia akan merendahkan tiga orang raja.
”Maka ia akan mengatakan beberapa perkataan lawan Allah taala dan dianiayakannya segala umat kesucian Yang Mahatinggi itu dengan bengis dan disengajakannya mengubahkan segala masa dan hukum, dan mereka itu akan diserahkan kepada tangannya sampai satu masa dan dua masa dan setengah masa. Kemudian majelis hukum akan duduk dan dilalukan oranglah kerajaannya akan dibinasakan dan akan dirusakkan sampai kepada kesudahan.
”Pada masa itu kerajaan dan pemerintahan dan kuasa segala kerajaan yang di bawah segala langit itu akan dikaruniakan kepada segala umat kesucian Yang Mahatinggi, maka kerajaannya itu akan suatu kerajaan yang kekal dan segala pertuanan akan berkhidmat kepadanya dan menurut hukumnya!
”Maka hati kedua orang raja itu akan sefakat hendak berbuat jahat dan pada meja satu jua keduanya akan berkata-kata dusta; tetapi tiada ia itu akan beruntung karena ia itu akan berkesudahan pada masa yang tertentu.
”Hata, maka pada masa itu akan bangkit berdiri Mikhael, penghulu besar itu, yang memeliharakan perkara segala bani bangsamu; setelah sudah ada suatu masa kesukaran, begitu besar belum pernah ada dahulu, dari pada jadi suatu bangsa datang kepada hari ini; tetapi pada masa itu bangsamu akan diluputkan, yaitu mereka itu sekalian yang didapati tersurat namanya di dalam Kitab itu.
”Mereka itu sudah mengangkat raja, tetapi tiada dengan Aku; mereka itu sudah mengangkat penghulu, tetapi tiada dengan setahu Aku; dari pada emas peraknya telah diperbuatnya berhala akan dirinya yang patut ditumpas.
”Maka ia itu sudah membinasakan dikau, hai Israel! karena hanya dalam Aku adalah pertolongan kamu. Di manakah sekarang rajamu? baiklah dipeliharakannya kamu dalam segala kepicikanmu! di mana gerangan segala hakimmu, yang telah katamu kepadanya: Berikanlah akan kami raja dan penghulu! Maka Akupun sudah memberikan seorang raja kepadamu dengan murka-Ku, dan Kulalukan dia pula dengan geram-Ku.
”Maka percayalah orang Ninewe itu akan Allah, lalu diserantakannya suatu hari puasa, dan mereka itu berpakaikan kain karung, dari pada besar dan kecil. Hata, setelah sampai firman itu kepada raja Ninewe, maka berbangkitlah ia dari atas singgasananya, ditanggalkannya pakaian kerajaannya dan dikenakannya kain karung pada tubuhnya, lalu duduklah baginda dalam abu. Maka disuruh baginda orang berseru-seru dan mengatakan di Ninewe dengan titah raja dan segala orang besar-besarnya, bunyinya: Baik manusia atau binatang baik lembu atau kambing, jangan diberi makan apa-apa, jangan dihantar ke tanah rumput atau diberi minum air! Melainkan hendaklah menusia dan binatangpun berpakaikan kain karung dan hendaklah orang berseru-seru kepada Tuhan dengan sekuat-kuatnya dan hendaklah masing-masing bertobat dari pada jalannya yang jahat dan dari pada aniaya yang pada tangannya!
”Dan lagi kataku: Dengarlah kiranya olehmu, hai penghulu Yakub dan segala kepala bangsa Isreal! Bukankah patut kamu mengetahui insaf? Mereka itu benci akan mana yang baik dan suka akan jahat; mereka itu menguliti tubuhnya dan menceraikan daging dari pada tulang-tulangnya. Bahkan, mereka itulah dia yang makan daging umat-Ku dan yang menguliti tubuhnya dan mematah-matahkan tulang-tulangnya, dibahagikannya dan diaturnya seperti daging dalam periuk dan seperti penggal-penggal daging dalam belanga.
”Maka sebab itu dengarlah olehmu ini, hai segala penghulu bangsa Yakub dan segala kepala bangsa Israel yang jemu akan barang yang betul dan yang memutarbalikkan segala yang benar; yang membangunkan Sion di atas alas darah dan Yeruzalem di atas alas lalim.
”Maka Iapun akan menghukumkan di antara bangsa yang besar-besar dan memutuskan hukum atas beberapa bangsa yang besar dan amat jauh tempatnya; maka mereka itu akan menempa segala pedangnya menjadi penggali dan segala pendahannya menjadi sabit; bahwa bangsa tiada akan menghunus pedang akan melawan bangsa dan tiada lagi mereka itu belajar berperang.
”Maka jikalau kiranya diserahkannya mereka itu sekalipun sampai kepada masa, apabila yang hendak beranak itu sudah beranak, maka segala saudaranya yang tinggal itu akan kembali kepada bani Israel!
”Maka Tuhan akan Raja atas seluruh bumi; dan pada hari itu Tuhan akan esa, dan nama-Nyapun esa!
”Lalu akan jadi, bahwa segala orang yang lagi tinggal dari pada segala bangsa yang sudah menyerang Yeruzalem itu akan datang ke sana pada sebilang tahun akan menyembah sujud kepada Raja, yaitu Tuhan serwa sekalian alam, dan akan memegang masa raya pondok daun-daunan. Maka akan jadi, bahwa dari pada segala bangsa yang di atas bumi, barangsiapa yang tiada pergi ke Yeruzalem akan menyembah sujud kepada Raja, yaitu Tuhan serwa sekalian alam, maka kepada orang itu tiada akan turun hujan. Dan jikalau bangsa Mesir tiada pergi atau datang, jikalau tiada dibuatnya itu, mereka itu akan kena sama bala yang didatangkan Tuhan atas segala bangsa lain yang tiada pergi memegang masa raya pondok daun-daunan. Demikianlah akan jadi siksa dosa orang Mesir dan siksa dosa segala bangsa itu, jikalau tiada mereka itu pergi memegang masa raya pondok daun-daunan.
”Setelah lahir Yesus di Bethlehem di tanah Yudea, pada zaman Baginda Herodes, maka datanglah beberapa orang majus dari benua sebelah timur ke Yeruzalem, katanya, "Di manakah raja orang Yahudi yang baharu lahir itu? Karena kami sudah melihat bintangnya di sebelah timur, maka kami datang hendak menyembah Dia." Apabila didengar oleh Baginda Herodes akan hal itu, maka terkejutlah ia beserta seisi negeri Yeruzalem. Maka dihimpunkannya segala kepala imam dan ahli Taurat itu, lalu bertanya kepada mereka itu, di tempat mana Kristus akan lahir. Lalu berkatalah mereka itu kepadanya, "Di negeri Bethlehem, di tanah Yudea, karena demikianlah disuratkan oleh nabi: Hai Bethlehem di tanah Yehuda, sekali-kali tiada engkau yang terkecil di antara segala penghulu Yehuda, karena dari dalam engkau akan keluar seorang pembesar, yang akan menggembalakan kaumku Israel."
”Sepeninggal orang majus, maka kelihatanlah kepada Yusuf di dalam mimpi seorang malaekat berkata, "Bangunlah engkau, ambil kanak-kanak itu serta dengan ibunya, bawa lari ke Mesir, dan tinggallah di sana sehingga aku beri tahu lagi kepada engkau; karena Herodes akan mencari kanak-kanak itu hendak membunuh Dia." Maka bangunlah ia, membawa kanak-kanak itu beserta dengan ibunya pada malam hari, lalu berangkat pergi ke Mesir. Maka tinggallah ia di sana sehingga mati Herodes, supaya sampailah barang yang difirmankan oleh Allah dengan lidah nabi, bunyinya: Bahwa dari Mesir Aku memanggil Anak-Ku.
”Kemudian daripada itu, setelah Herodes mengerti bahwa ia diakali oleh orang majus itu, maka terlalulah murka baginda; lalu dititahkannya orang pergi membunuh sekalian kanak-kanak laki-laki yang ada di negeri Bethlehem dan di dalam segala daerah jajahannya yang berumur daripada dua tahun ke bawah, menurut ketika yang diselidikinya dengan teliti daripada orang majus itu.
”Maka sekali lagi pula Iblis membawa Yesus ke atas sebuah gunung yang amat tinggi, lalu memperlihatkan kepada-Nya sekalian kerajaan dunia ini beserta dengan segala kemuliaannya; sambil berkata kepada-Nya, "Sekaliannya ini aku berikan kepada-Mu, jikalau Engkau sujud menyembah aku." Lalu kata Yesus kepadanya, "Nyahlah engkau dari sini, hai Iblis, karena telah tersurat: Hendaklah engkau menyembah Allah Tuhanmu, dan beribadat hanya kepada-Nya sahaja."
”Tiada dapat seorang jua pun bertuankan dua orang; karena tak dapat tiada seorang dibencinya dan seorang dikasihinya kelak, atau ia berpegang pada seorang dan meringankan yang lain. Tiadalah dapat kamu bertuhankan Allah bersama-sama dengan Mammon."
”Sebab itu barang apa pun yang kamu suka orang akan berbuat padamu, sedemikian juga hendaklah kamu berbuat kepadanya; karena inilah hukum Taurat dan kitab nabi-nabi."
”Tetapi berjaga-jagalah dirimu daripada orang, karena mereka itu akan menyerahkan kamu kepada beberapa majelis, dan kamu akan disesah oleh mereka itu di dalam segala rumah sembahyang mereka itu. Dan lagi, kamu akan dibawa menghadap pemerintah dan raja-raja oleh sebab Aku, yaitu akan menjadi suatu kesaksian pada mereka itu dan pada segala orang kafir pun. Tetapi apabila kamu diserahkan oleh mereka itu, janganlah kamu bimbang akan hal bagaimana atau apa yang hendak kamu katakan kelak; karena pada ketika itu juga akan dikaruniakan kepadamu barang yang wajib kamu katakan. Karena bukannya kamu sendiri yang berkata-kata, melainkan Roh Bapamu yang berkata di dalam dirimu.
”Apabila kamu dianiayakan oleh orang di dalam sebuah negeri, larilah ke negeri yang lain, karena dengan sesungguhnya Aku berkata kepadamu, bahwa tiada habis kamu menjalani segala negeri Israel, sebelum datang Anak manusia.
”Pada masa itu kedengaranlah kabar dari hal Yesus kepada Herodes, yang digelar raja seperempat negeri. Lalu bersabdalah baginda kepada segala hambanya, "Inilah Yahya Pembaptis; ia sudah bangkit dari antara orang mati, dan itulah sebabnya dapat memperbuat segala mujizat ini."
”Adapun Herodes itu sudah menangkap Yahya, lalu diikatnya dia, dan dimasukkannya ke dalam penjara oleh sebab Herodiah, isteri Pilipus, saudaranya itu; karena Yahya telah berkata kepada Herodes, "Haramlah bagimu beristerikan dia." Maka Herodes hendak membunuh dia, tetapi takut pula ia akan orang banyak, karena mereka itu menilik Yahya itu seorang nabi. Tetapi pada perjamuan hari lahir Herodes, menarilah anak Herodiah yang perempuan itu di tengah orang, serta menyukakan hati baginda. Oleh sebab itu bersumpah janjilah Herodes akan memberi padanya barang apa yang dipintanya. Maka anak perempuan itu telah diasut oleh bundanya, sebab itu katanya, "Berilah kepada patik kepala Yahya Pembaptis di sini di dalam sebuah dulang." Maka berdukacitalah hati baginda, tetapi oleh sebab sumpah itu, dan lagi oleh sebab segala orang yang duduk santap sehidangan dengan dia, dititahkannya berikan juga. Lalu disuruhkannya orang pergi memancung kepala Yahya di dalam penjara. Maka kepala itu pun dibawa oranglah di dalam sebuah dulang, dan diberikan kepada anak perempuan itu, maka ia pun membawa kepada bundanya.
”Apabila mereka itu sampai ke Kapernaum, datanglah orang pemungut uang yang dua dirham itu kepada Petrus, serta berkata, "Tiadakah guru kamu membayar uang yang dua dirham itu?" Maka kata Petrus, "Bayar." Setelah Petrus masuk ke dalam rumah, maka Yesus pun mendahului dia bertutur, kata-Nya, "Hai Simon, apakah sangkamu? Raja-raja di dunia ini memungut cukai atau hasil dari siapakah? Daripada segala anaknyakah, atau daripada orang keluarankah?" Maka sahutnya, "Daripada orang keluaranlah." Lalu kata Yesus kepadanya, "Jikalau demikian, bebaslah segala anak itu. Tetapi supaya jangan kita menyakitkan hati mereka itu, pergilah engkau ke tasik mengail, dan ambillah ikan yang mula-mula timbul; dan apabila engkau membuka mulutnya, engkau akan mendapat sekeping uang empat dirham; ambillah uang itu, lalu berikan kepada mereka itu bagi Aku dan bagi engkau pun."
”Sebab itu katakanlah kepada kami, apakah pikir Tuan? Patutkah membayar uang upeti kepada Kaisar atau tiada?" Tetapi sebab Yesus mengetahui kejahatan mereka itu, lalu kata-Nya, "Hai orang munafik, apakah sebabnya kamu mencobai Aku? Tunjukkanlah kepada-Ku uang upeti itu." Maka dibawanya kepada-Nya satu dinar. Maka kata Yesus kepada mereka itu, "Rupa siapakah ini dan cap siapakah ini?" Maka sahut mereka itu, "Kaisar punya." Lalu kata Yesus kepada mereka itu, "Kalau begitu, bayarlah kepada Kaisar barang yang Kaisar punya, dan kepada Allah barang yang Allah punya."
”Sebab itu ingatlah, bahwa Aku ini akan menyuruhkan kepadamu beberapa nabi dan orang budiman dan ahli Taurat. Maka separuhnya akan kamu bunuh dan kamu salibkan, dan separuhnya lagi akan kamu sesah di dalam rumah sembahyang dan menghambat dari sebuah negeri ke sebuah negeri.
”Maka kamu akan mendengar dari hal peperangan dan kabar peperangan; ingatlah, jangan kamu terkejut; karena tak dapat tiada segala perkara ini akan berlaku, tetapi itu pun belum sampai kepada kesudahan itu. Karena bangsa akan berbangkit melawan bangsa, dan kerajaan melawan kerajaan; maka akan jadi bala kelaparan dan gempa bumi sini sana. Tetapi semuanya itu hanya permulaan sengsara. Pada masa itu kamu akan diserahkan orang akan disengsarakan, dan kamu akan dibunuh orang; dan kamu akan dibenci oleh segala bangsa sebab nama-Ku.
”Maka kepala-kepala imam dan segala orang Majelis Bicara itu pun mencari kesaksian dusta ke atas Yesus, supaya mereka itu dapat membunuh Dia; maka tiadalah mereka itu dapat, walaupun banyak saksi dusta datang. Tetapi kemudian daripada itu datanglah dua orang,
”Lalu mereka itu meludahi muka-Nya, serta meninju Dia; dan ada yang menampar Dia, sambil berkata, "Nubuatkanlah kami, hai Kristus, siapakah yang memukul Engkau?"
”Maka berdirilah Yesus di hadapan pemerintah, lalu bertanyalah pemerintah kepada-Nya, serta berkata, "Engkau inikah Raja orang Yahudi?" Maka kata Yesus, "Seperti kata Tuan." Tatkala Ia dituduh oleh kepala-kepala imam dan orang tua-tua itu, suatu apa pun tiada disahut-Nya. Lalu kata Pilatus kepada-Nya, "Tiadakah Engkau mendengar beberapa banyak perkara yang disaksikannya atas Engkau?" Maka sepatah kata pun tiada disahut-Nya kepadanya, sehingga heranlah sangat pemerintah itu.
”Kemudian daripada itu maka laskar pemerintah itu pun membawa Yesus ke dalam balai pengadilan, lalu dihimpunkannya kepada-Nya segenap pasukan laskar itu. Maka mereka itu menyentak pakaian Yesus, lalu dikenakan kepada-Nya jubah ungu. Dan dianyamkannya suatu makota daripada duri, serta dibubuhkannya di kepala-Nya, dan diberinya sebatang buluh ke tangan kanan-Nya; lalu bertelutlah mereka itu di hadapan-Nya sambil mengolok-olokkan Dia, katanya, "Daulat Raja orang Yahudi!" Maka mereka itu pun meludahi Dia, serta mengambil buluh itu memalu kepala-Nya. Setelah diolok-olokkannya, maka disentaknya pula jubah itu, dikenakannya pakaian-Nya sendiri, lalu membawa Dia pergi, supaya disalibkan.
”Maka di sebelah atas kepala-Nya dilekatkannya tulisan tuduhan ke atas Dia, tertulis, "Inilah Yesus, Raja orang Yahudi."
”"Orang lain sudah diselamatkan-Nya, tetapi tiada dapat menyelamatkan diri-Nya sendiri. Ia Raja orang Israel, sekarang hendaklah Ia turun dari salib, baharulah kita percaya akan Dia.
”Maka Yesus menghampiri mereka itu, lalu bertutur kepada mereka itu, sabda-Nya, "Bahwa segala kuasa dikaruniakan kepada-Ku. Baik di surga baik di atas bumi ini.
”Setelah Yahya itu sudah tertangkap, datanglah Yesus ke tanah Galilea memasyhurkan Injil Allah, serta berkata, "Waktunya sudah sampai, kerajaan Allah sudah dekat. Bertobatlah kamu dan percayalah akan Injil itu."
”Maka kedengaranlah kabar Yesus kepada Baginda Herodes, karena sudah termasyhur nama Yesus, dan kata orang, "Yahya Pembaptis sudah bangkit pula dari antara orang mati, itulah sebabnya dapat bergerak segala khasiat di dalam-Nya." Maka ada orang berkata, "Inilah Elias"; ada pula yang berkata, "Inilah seorang nabi, sama seperti barang seorang dari antara segala nabi." Tetapi tatkala Herodes mendengar hal itu, sabdanya, "Yahya inilah yang kupenggalkan kepalanya, ia bangkit pula."
”Karena Herodes sendiri sudah menyuruhkan orang menangkap Yahya, lalu diikatnya dia di dalam penjara oleh sebab Herodiah, isteri Pilipus, saudaranya itu, karena Herodes sudah beristerikan dia. Karena Yahya telah berkata kepada Herodes, "Haramlah bagimu mengambil isteri saudaramu." Maka Herodiah menaruh dendam akan Yahya hendak membunuh dia, tetapi tiada boleh; karena Herodes takut akan Yahya, sebab diketahuinya: Ialah seorang yang benar lagi suci, maka selalu dijagainya dia; dan apabila ia mendengar Yahya, sangatlah serba salah hatinya, dan ia suka mendengarkan dia. Maka apabila sampai kepada suatu hari yang baik (yaitu pada hari lahir Herodes) diadakannya suatu perjamuan bagi segala pegawai yang besar-besar dan panglimanya dan orang yang bangsawan di negeri Galilea. Tatkala itu anak perempuan Herodiah sendiri masuk serta menari, maka disukakannya hati Herodes dengan segala orang yang duduk santap sehidangan dengan dia. Maka bertitahlah baginda kepada anak perempuan itu, "Pintalah kepadaku barang kehendakmu, aku akan memberi kepadamu." Lalu bersumpah-janjilah Herodes kepadanya, sabdanya, "Barang apa pun yang engkau pinta kepadaku, aku beri kepadamu, walau setengah kerajaanku ini sekalipun." Maka keluarlah anak perempuan itu, lalu bertanya kepada bundanya, "Apakah yang hendak kupinta?" Maka jawab bundanya, "Pintalah kepala Yahya Pembaptis." Maka sebentar itu juga masuklah ia dengan gopoh-gopoh menghadap baginda serta meminta, katanya, "Patik kehendaki, supaya Tuanku sekarang juga berikan kepala Yahya Pembaptis di dalam sebuah dulang kepada patik ini." Maka baginda pun terlalu bersusah hati; akan tetapi oleh sebab sumpahnya sendiri, dan lagi oleh sebab segala orang yang duduk santap sehidangan dengan dia, tiada ia mau menolakkan permintaannya. Sebentar itu juga baginda menyuruhkan seorang biduanda serta bertitah padanya akan mengambil kepala Yahya. Maka orang itu pun pergilah memancung kepala Yahya di dalam penjara. Lalu dibawanya kepala itu di dalam sebuah dulang, dan diberikannya kepada anak perempuan itu; maka anak perempuan itu pun memberikan dia pula kepada bundanya.
”Maka datanglah mereka itu kepada Yesus, lalu berkata kepada-Nya, "Ya Guru, kami tahu, bahwa Guru seorang yang benar, serta tiada mengindahkan seorang jua pun, karena Guru tiada menilik rupa orang, melainkan jalan Allah Tuan ajarkan dengan sebenarnya. Patutkah membayar uang upeti kepada Kaisar atau tiada? Harus kami beri atau tiadakah?" Tetapi sebab Ia mengetahui pura-pura mereka itu, lalu bertanya kepada mereka itu, "Apakah sebabnya kamu mencobai Aku? Bawalah suatu dinar kepada-Ku, supaya Kulihat." Maka dibawanyalah. Lalu kata Yesus kepada mereka itu, "Rupa siapakah ini dan cap siapakah ini?" Maka sahut mereka itu, "Kaisar punya." Maka kata Yesus kepada mereka itu, "Kalau begitu, bayarlah kepada Kaisar barang yang Kaisar punya, dan kepada Allah barang yang Allah punya." Maka heranlah mereka itu akan Dia.
”Apabila kamu mendengar dari hal peperangan dan kabar peperangan, jangan kamu terkejut, karena tak dapat tiada segala perkara itu akan berlaku, tetapi itu pun belum sampai kepada kesudahannya itu. Karena bangsa akan berbangkit melawan bangsa dan kerajaan melawan kerajaan; maka akan jadi gempa bumi sini sana, dan lagi bala kelaparan dan huru-hara pun akan jadi, maka itulah permulaan segala kesusahan.
”Tetapi kamu jagalah dirimu sendiri, karena mereka itu akan menyerahkan kamu kepada beberapa majelis, dan di dalam segala rumah sembahyang kamu akan disesah, dan lagi kamu akan dibawa menghadap pemerintah dan raja-raja oleh sebab Aku, yaitu akan menjadi suatu kesaksian pada mereka itu. Maka tak dapat tiada Injil itu akan dimasyhurkan dahulu kepada sekalian bangsa. Tetapi apabila kamu dibawa oleh mereka itu ke hadapan tempat bicara serta diserahkan, janganlah dahulu kamu kuatir akan barang yang hendak kamu katakan, melainkan barang yang dikaruniakan kepadamu pada ketika itulah kamu katakan, karena bukannya kamu ini yang berkata-kata, melainkan Rohulkudus.
”Maka mereka itu membawa Yesus kepada Imam Besar; di situ berhimpun segala kepala imam dan orang tua-tua dan ahli Taurat. Maka Petrus pun mengikut Dia dari jauh, sampai ke dalam balai Imam Besar itu, lalu duduklah ia bersama-sama dengan segala hamba, serta berdiang dekat api. Maka segala kepala imam dan segenap Majelis mencari kesaksian melawan Yesus hendak membunuh Dia; tetapi tiada dapat. Karena banyak orang naik saksi dusta atas-Nya, tetapi segala kesaksian itu tiada bersetuju.
”Lalu Imam Besar mengoyakkan pakaiannya sambil berkata, "Apakah gunanya lagi saksi bagi kita? Kamu sudah mendengar hujat-Nya itu. Apakah bicaramu?" Lalu mereka itu sekalian menyalahkan Dia patut mati dibunuh. Maka mulailah beberapa orang meludahi Yesus serta menudungi muka-Nya, dan meninju Dia, serta berkata kepada-Nya, "Bernubuatlah!" Maka segala hamba itu pun menampar muka-Nya.
”Sebentar pada pagi-pagi hari, maka segala kepala imam dan orang tua-tua, dan ahli Taurat, serta segenap Majelis itu, berbicaralah sama sendirinya, lalu diikatnya Yesus, dibawanya pergi dan diserahkannya kepada Pilatus. Maka bertanyalah Pilatus kepada-Nya, "Engkaukah raja orang Yahudi?" Maka jawab-Nya kepadanya, "Seperti kata Tuan." Maka segala kepala imam itu menuduh Yesus atas banyak perkara. Maka bertanyalah pula Pilatus kepada-Nya, katanya, "Tiadakah Engkau mau menyahut barang apa pun? Dengarlah, atas berapa banyak perkara Engkau dituduh oleh mereka itu sekalian!" Tetapi tiada sesuatu pun disahut oleh Yesus, sehingga heranlah Pilatus.
”Maka sahut Pilatus kepada mereka itu, katanya, "Maukah kamu aku melepaskan bagimu raja orang Yahudi itu?"
”Maka sahut Pilatus lagi kepada mereka itu, katanya, "Apakah kamu suka aku perbuat ke atas orang yang kamu katakan raja orang Yahudi itu?" Maka berteriaklah pula mereka itu, "Salibkanlah Dia!"
”Maka oleh sebab Pilatus hendak menyenangkan hati orang banyak itu, dilepaskannyalah Barabbas bagi mereka itu, lalu disesahnya Yesus, serta diserahkannya akan disalibkan. Maka beberapa laskar membawa Dia ke dalam halaman balai, yaitu ke rumah Majelis Bicara, lalu dihimpunkannya segenap pasukan laskar. Maka dikenakannya kepada Yesus jubah ungu, dan dianyamkannya suatu makota daripada duri, serta dibubuhkannya di kepala-Nya. Lalu mereka itu mulai memberi salam kepada-Nya, katanya, "Daulat Raja orang Yahudi!" Maka dipalunya kepala-Nya dengan sebatang buluh, dan diludahinya, lalu mereka itu bertelut sambil menyembah Dia. Setelah sudah mereka itu mengolok-olokkan Dia, maka mereka itu pun menanggalkan daripada-Nya jubah ungu itu, serta mengenakan pula pakaian-Nya sendiri, lalu membawa Dia ke luar, supaya Ia disalibkan oleh mereka itu.
”Maka tulisan tuduhan ke atas Dia tertulis di sebelah atas-Nya, yaitu, "Raja orang Yahudi."
”Hai Kristus, Raja orang Israel, turunlah sekarang dari atas kayu salib, supaya kami nampak dan kami percaya." Maka orang yang disalibkan serta-Nya itu juga mencelakan Dia.
”Maka Ia akan menjadi besar, dan Ia akan dikatakan Anak Allah Yang Mahatinggi; maka Allah, Tuhan kita, akan mengaruniakan kepada-Nya takhta Daud, nenek moyang-Nya itu. Maka Ia pun akan menjadi raja atas benih Yakub selama-lamanya, dan kerajaan-Nya itu tiada berkesudahan."
”Pada masa itu juga keluarlah suatu titah Kaisar Augustus, menyuruhkan menghitung segala manusia di seluruh kerajaan itu. Inilah pertama kali perhitungan manusia yang diperbuat tatkala Kirenius menjadi wakil pemerintah di benua Syam. Maka segala orang yang hendak dihitung itu pun masing-masing kembalilah ke negerinya sendiri.
”Maka pada tahun yang kelima belas pada zaman Kaisar Tiberius tatkala Pontius Pilatus menjadi wakil pemerintah Yudea, dan Herodes menjadi raja Galilea, dan Pilipus, saudara Herodes, raja di jajahan Ituria serta Terakhonitis, dan Lisanias raja Abilene, pada zaman Hannas dan Kayafas menjadi Imam Besar, turunlah firman Allah kepada Yahya, anak Zakaria, di padang belantara;
”Tetapi Herodes, raja seperempat negeri itu, yang dihardik oleh Yahya karena sebab Herodiah, isteri saudaranya, dan karena segala kejahatan yang diperbuat oleh Herodes itu, maka ditambahinya pula sekalian ini dengan menutup Yahya di dalam penjara.
”Maka kedengaranlah kepada Herodes, raja seperempat negeri, segala hal yang sudah jadi itu; maka bimbanglah ia sebab ada separuh orang mengatakan: Yahya sudah bangkit dari antara orang mati; dan ada juga separuh orang mengatakan: Elias sudah kelihatan; dan ada pula yang lain mengatakan, bahwa seorang dari antara nabi-nabi dahulu kala sudah bangkit. Maka kata Herodes, "Bahwa Yahya itu sudah kupancung kepalanya; tetapi siapakah gerangan orang ini, yang dari hal-Nya kudengar demikian?" Lalu dicarinya jalan hendak melihat Dia.
”Sebab itu juga hikmat Allah telah berfirman: Bahwa Aku menyuruhkan kepada mereka itu beberapa nabi dan rasul, maka separuhnya akan dibunuh, dan separuhnya akan dianiaya oleh mereka itu. Supaya dituntut kembali darah sekalian nabi yang ditumpahkan semenjak awal kejadian alam daripada bangsa ini,
”Karena jikalau engkau pergi bersama-sama dengan lawanmu menghadap hakim, perusahakanlah dirimu sementara berjalan itu, supaya engkau terlepas daripadanya; asal jangan ia membawa engkau kepada hakim, dan hakim pula menyerahkan engkau kepada pegawai, dan pegawai itu membuang engkau ke dalam penjara.
”Tiada seorang hamba dapat bertuankan dua orang, karena tak dapat tiada seorang dibencinya dan yang lain itu dikasihinya kelak; atau ia berpegang pada seorang, dan meringankan yang lain. Tiadalah dapat kamu bertuhankan Allah bersama-sama dengan Mammon."
”Maka Aku berkata kepadamu, barangsiapa yang mempunyai barang sesuatu, kepadanya akan diberi lagi, tetapi barangsiapa yang tiada mempunyai sesuatu itu, daripadanya juga diambil barang yang ada padanya. Tetapi segala seteruku itu yang tiada suka aku menjadi raja mereka itu, bawalah ke mari dan bunuh mereka itu di hadapanku."
”Patutkah kami membayar uang upeti kepada Kaisar atau tiada?" Tetapi sebab Ia mengetahui muslihat mereka itu, lalu berkata kepada mereka itu, "Tunjukkanlah kepada-Ku suatu dinar. Rupa siapakah dan cap siapakah ini?" Maka sahut mereka itu, "Kaisar punya." Maka kata Yesus kepada mereka itu, "Kalau begitu, bayarlah kepada Kaisar barang yang Kaisar punya, dan kepada Allah barang yang Allah punya."
”Tetapi terlebih dahulu daripada segala perkara itu, orang akan mendatangkan tangannya ke atasmu dan menganiayakan kamu, sehingga kamu diserahkan ke dalam segala rumah sembahyang dan ke dalam penjara, serta dibawa menghadap raja dan pemerintah, oleh sebab nama-Ku.
”supaya kamu makan minum semeja dengan Aku di dalam kerajaan-Ku, dan kamu duduk di atas takhta menghakimkan dua belas suku bangsa Israel."
”Maka segala orang yang memegang Yesus itu, mengolok-olokkan sambil memalu Dia. Kemudian mereka itu pun menudungi muka Yesus, lalu bertanya kepada-Nya, katanya, "Nubuatkanlah, siapa yang memukul Engkau?" Maka banyak perkataan yang lain lagi dikeluarkannya menistai Dia. Setelah hari siang maka berhimpunlah sidang Majelis orang tua-tua kaum, yaitu kepala-kepala imam dan ahli Taurat, lalu mereka itu membawa Yesus menghadap Majelis Bicaranya. Maka katanya, "Jikalau sungguh Engkau Kristus, katakanlah kepada kami." Tetapi kata Yesus kepada mereka itu, "Jikalau kiranya Aku mengatakan kepadamu, tiada akan kamu percaya.
”Maka mulailah mereka itu sekalian menuduh Dia, serta berkata, "Adalah orang ini kami dapati menyesatkan bangsa kami dan menegahkan orang membayar uang upeti kepada Kaisar, serta mengatakan diri-Nya sendiri Kristus, seorang raja." Maka Pilatus pun bertanya kepada-Nya, katanya, "Engkaukah raja orang Yahudi?" Maka sahut Yesus kepadanya serta berkata, "Seperti kata Tuan." Maka kata Pilatus kepada kepala-kepala imam dan orang banyak itu, "Aku dapati orang ini tiada bersalah!"
”Maka segala laskar itu pun datang mengolok-olokkan Dia juga, serta membawakan Dia cuka, sambil katanya, "Jikalau Engkau raja orang Yahudi, selamatkanlah diri-Mu sendiri!" Adalah juga suatu tulisan di sebelah atas-Nya demikian, "Inilah Raja orang Yahudi."
”Karena Taurat sudah diberi oleh Musa, tetapi anugerah dan kebenaran sudah didatangkan oleh Yesus Kristus.
”Maka sahut Natanael kepada-Nya, "Ya Rabbi, Rabbilah Anak Allah! Rabbilah Raja bani Israel!"
”Adalah seorang orang Parisi, namanya Nikodemus, seorang penghulu orang Yahudi. Ia datang kepada Yesus pada malam, lalu berkata kepada-Nya, "Ya Rabbi, kami tahu Rabbi seorang Guru yang datang daripada Allah, karena tiadalah seorang pun dapat memperbuat segala tanda ajaib, seperti Guru perbuat, jikalau tiada Allah ada sertanya." Maka Yesus pun menjawab serta berkata kepadanya, "Sesungguh-sungguhnya Aku berkata kepadamu, jikalau seorang tiada diperanakkan pula, tiada dapat ia melihat kerajaan Allah."
”Maka itulah sebabnya orang Yahudi pun menganiayakan Yesus, yaitu karena Ia memperbuat perkara itu pada hari Sabbat.
”Serta Yesus mengetahui mereka itu berniat datang berebut akan Dia hendak menjadikan Dia raja, maka undurlah Ia pula ke atas gunung, seorang diri-Nya.
”Pada keesokan harinya, tatkala segala orang banyak yang sudah datang memuliakan hari raya itu, mendengar kabar Yesus pergi ke Yeruzalem, lalu mereka itu mengambil pelepah pohon kurma serta pergi menyambut Dia, sambil bersorak, katanya, "Hosanna, mubaraklah Ia yang datang dengan nama Tuhan, yaitu Raja bani Israel!"
”Setelah Pilatus masuk pula ke dalam balai pengadilan itu, lalu ia memanggil Yesus, serta bertanya kepada-Nya, "Engkaukah raja orang Yahudi?" Maka sahut Yesus, "Adakah kata Tuan ini daripada diri Tuan sendiri, atau orang lainkah yang mengatakan kepada Tuan akan hal-Ku?" Maka jawab Pilatus, "Aku ini orang Yahudikah? Bangsa-Mu sendiri dan segala kepala imam itulah yang sudah menyerahkan Engkau kepadaku. Apakah perbuatan-Mu?" Maka sahut Yesus, "Kerajaan-Ku itu bukannya daripada dunia ini; jikalau kerajaan-Ku daripada dunia ini, niscaya berperanglah segala laskar-Ku, supaya jangan Aku diserahkan kepada orang Yahudi; tetapi sekarang kerajaan-Ku itu bukan dari sini." Lalu kata Pilatus kepada-Nya, "Engkau seorang rajakah juga?" Maka sahut Yesus, "Benar seperti kata Tuan bahwa Aku ini seorang raja. Itulah sebabnya Aku telah lahir, dan inilah sebabnya Aku telah datang ke dalam dunia ini, supaya Aku menyaksikan kebenaran. Barangsiapa yang gemar akan kebenaran itu, ia mendengar akan suara-Ku." Kata Pilatus kepada-Nya, "Apakah kebenaran itu?" Setelah ia berkata demikian, maka keluarlah ia pula kepada orang Yahudi, lalu katanya kepada mereka itu, "Aku ini tiada mendapat suatu salah pun pada-Nya. Tetapi adalah suatu adat padamu, bahwa pada hari raya Pasah aku melepaskan seorang bagimu; sukakah kamu aku melepaskan bagimu Raja orang Yahudi itu?"
”lalu datanglah mereka itu kepada-Nya serta berkata, "Daulat Raja orang Yahudi!" serta ditampar-tamparnya muka-Nya.
”Apabila Pilatus mendengar perkataan itu, makin sangatlah ia takut; maka masuklah ia pula ke dalam balai pengadilan itu, serta berkata kepada Yesus, "Dari manakah asal-Mu?" Tetapi Yesus tiada memberi jawab kepadanya. Maka kata Pilatus kepada-Nya, "Dengan aku tiadakah Engkau mau berkata? Tiadakah Engkau ketahui bahwa aku berkuasa melepaskan Engkau, dan aku berkuasa mensalibkan Engkau?" Maka sahut Yesus, "Suatu pun tiadalah Tuan berkuasa atas Aku, jikalau sekiranya tiada diberi kepada Tuan dari atas; oleh sebab itu orang yang menyerahkan Aku kepada Tuan, ialah lebih besar dosanya." Daripada ketika itu Pilatus mencari upaya akan melepaskan Dia; tetapi berserulah orang Yahudi dengan nyaring, katanya, "Jikalau Tuan melepaskan orang ini, bukannya Tuan sahabat Kaisar lagi; barangsiapa yang menjadikan dirinya raja, ialah melawan Kaisar."
”Pada hari itu hari Persediaan Pasah, sekira-kira pukul dua belas tengah hari. Maka kata Pilatus kepada orang Yahudi, "Tengoklah, rajamu!" Tetapi berteriaklah mereka itu, katanya, "Buanglah, buanglah Dia! Salibkanlah Dia!" Maka kata Pilatus kepada mereka itu, "Rajamu itu patutkah aku salibkan?" Maka sahut segala kepala imam, "Tiadalah pada kami raja lain daripada baginda Kaisar juga."
”Maka Pilatus pun menyuratkan suatu tulisan, dilekatkannya di kepala tiang kayu salib itu, tersurat demikian, "Yesus, orang Nazaret, Raja orang Yahudi." Maka tulisan itu dibacalah oleh banyak orang Yahudi, karena tempat Yesus disalibkan itu adalah dekat negeri, dan lagi tersurat dengan bahasa Ibrani dan bahasa Rum dan bahasa Gerika. Lalu kata segala kepala imam orang Yahudi kepada Pilatus, "Janganlah kiranya Tuan tulis: Raja orang Yahudi, melainkan: akulah Raja orang Yahudi, sebagaimana yang dikatakan-Nya itu." Maka sahut Pilatus, "Apa yang sudah kutuliskan itu, sudahlah!"
”Maka mereka itu pun memanggil keduanya itu, lalu diamarkannya mereka itu jangan sekali-kali lagi berkata-kata atau mengajar dengan nama Yesus itu. Tetapi sahut Petrus dan Yahya itu sambil berkata kepada mereka itu, "Timbangkanlah kiranya sendiri, kalau-kalau benar kepada pemandangan Allah menurut kamu ini terlebih daripada menurut Allah. Karena kami ini mustahil akan berhenti mengatakan barang yang sudah kami tampak dan kami dengar itu." Tetapi mereka itu mengugut lagi, lalu melepaskan keduanya itu, karena mereka itu tiada mendapat sesuatu sebab akan menyiksa dia, sebab takutkan kaum itu; karena sekaliannya memuliakan Allah dari sebab perkara yang sudah berlaku itu.
”Setelah sudah terlepas maka keduanya itu pun pergilah kepada kawan-kawannya, lalu diceriterakannya segala perkara yang dikatakan kepadanya oleh kepala-kepala imam dan orang tua-tua itu. Apabila mereka itu mendengar itu, lalu mereka itu mengangkat suaranya kepada Allah dengan sehati sambil berdoa, "Ya Tuhan, Engkaulah juga yang menjadikan langit dan bumi dan laut dengan segala isinya, yang telah difirmankan oleh Rohulkudus dengan lidah nenek moyang kami Daud hamba-Mu itu, demikian: Apakah sebabnya segala orang kafir mengadakan huru-hara, dan segala kaum itu memikirkan perkara yang sia-sia? Segala raja di dunia berbangkit, dan penghulu-penghulu pun berhimpun, hendak melawan Tuhan dan melawan Kristus-Nya. Karena dengan sesungguhnya di dalam negeri ini Herodes dan Pontius Pilatus beserta dengan orang kafir dan segala kaum Israel itu sudah berhimpun melawan Yesus hamba-Mu yang kudus, yang telah Engkau urapi itu, akan menggenapkan barang yang terdahulu ditetapkan akan berlaku oleh tangan-Mu dan oleh niat-Mu yang azali, dan sekarang ini, ya Tuhan, tengoklah kiranya akan segala ugutnya itu, dan berilah kiranya hamba-hamba-Mu ini karunia mengatakan firman-Mu dengan terus terang,
”Tetapi Imam Besar itu berdirilah beserta dengan sekalian orangnya, yaitu mazhab orang Saduki, maka hatinya teramatlah dengki, lalu menangkap rasul-rasul itu serta menutup di dalam penjara negeri.
”Tetapi seorang malaekat Tuhan membukakan pintu penjara itu pada malamnya, lalu mengeluarkan mereka itu serta berkata, "Pergilah kamu berdiri di dalam Bait Allah mengatakan kepada kaum itu akan segala perkataan dari hal Hidup itu." Setelah didengarnya demikian, pergilah mereka itu ke dalam Bait Allah pada pagi-pagi, lalu mengajar di situ. Maka datanglah Imam Besar beserta dengan sekalian orangnya menghimpunkan sidang Majelis Bicara serta segala orang tua-tua bani Israel, lalu menyuruhkan orang ke penjara akan mengambil sekalian rasul itu. Tetapi pegawai yang datang itu tiada jumpa mereka itu di dalam penjara; lalu kembalilah mereka itu memberitahu, katanya, "Penjara itu kami dapati terkunci dengan cermatnya, dan penunggu penjara itu pun ada berdiri di muka segala pintu itu; tetapi setelah kami buka, maka kami dapati tiada seorang pun lagi di dalamnya." Apabila penghulu Bait Allah dan kepala-kepala imam mendengar perkataan itu, maka berharu-birulah mereka itu dari sebab hal rasul itu, bagaimana lagi akibatnya kelak. Maka datanglah seorang berkata kepada mereka itu, "Tengoklah, orang yang kamu masukkan ke dalam penjara itu ada berdiri di dalam Bait Allah mengajar kaum itu." Lalu pergilah penghulu Bait Allah itu beserta dengan pegawainya mengambil rasul-rasul itu, tetapi bukannya dengan kekerasan, karena mereka itu takut dirajam oleh kaum itu. Maka dibawanya rasul-rasul itu ke hadapan Majelis Besar. Lalu Imam Besar itu pun memeriksai mereka itu, katanya, "Sudah sangat kami larangkan kamu mengajar dengan nama ini, tetapi kamu siar-siarkan juga pengajaranmu itu di seluruh Yeruzalem, bahkan, kamu bermaksud hendak menanggungkan darah Orang ini ke atas kami." Tetapi sahut Petrus dan rasul-rasul itu serta berkata, "Wajiblah orang menurut Allah terlebih daripada manusia.
”Maka rasul-rasul itu pun pergilah dari hadapan Majelis itu dengan sukacitanya sebab dibilangkan berlayak menanggung kecelaan karena nama Yesus.
”Pada masa itu juga Baginda Herodes menyuruh aniayakan beberapa orang sidang jemaat. Maka dibunuhnya Yakub, saudara Yahya, dengan pedang. Apabila dilihatnya bahwa perbuatan itu memperkenankan orang Yahudi, langsunglah ia memegangkan Petrus, yaitu pada hari raya roti yang tiada beragi. Setelah sudah ditangkapnya dia, maka dimasukkannya ke dalam penjara, serta diserahkannya kepada enam belas laskar menjagai dia empat-empat orang bergilir-gilir, maksudnya menghadapkan dia kepada kaum itu kemudian daripada Pasah. Maka oleh sebab itu terkurunglah Petrus di dalam penjara, tetapi sidang jemaat itu mendoakan dia kepada Allah dengan bersungguh-sungguh.
”Apabila Herodes hendak membawa dia ke luar, maka pada malam itu juga, sedang Petrus tidur di antara dua laskar terbelenggu dengan dua rantai, dan lagi ada beberapa orang jaga di muka pintu sedang menjaga penjara itu, tiba-tiba terdirilah seorang malaekat Tuhan di situ, dan suatu cahaya bersinar di dalam bilik itu; lalu ditepuknya rusuk Petrus, sambil mengejutkan dia, katanya, "Bangunlah segera!" Maka gugurlah belenggunya daripada tangannya. Maka kata malaekat itu kepadanya, "Ikatlah pinggangmu, pakailah kasutmu!" Lalu diperbuatnyalah demikian. Maka katanya kepadanya, "Pakailah pakaianmu, ikutlah aku!" Maka Petrus pun keluar mengikut dia, tetapi tiada diketahuinya akan perbuatan malaekat itu sungguh, melainkan pada sangkanya sudah nampak suatu penglihatan sahaja. Setelah sudah dilaluinya kawal yang pertama dan yang kedua itu, maka sampailah keduanya itu ke pintu besi yang menuju ke negeri; maka terbukalah pintu itu sendiri kepada mereka itu, lalu mereka itu keluar serta melalui satu lorong, maka dengan sekonyong-konyong gaiblah malaekat itu daripadanya. Tatkala Petrus sadar akan dirinya, maka katanya, "Sekarang tahulah aku dengan sesungguhnya bahwa Tuhan telah menyuruhkan malaekat-Nya melepaskan aku daripada tangan Herodes dan daripada segala maksud kaum Yahudi itu." Setelah sudah ia memikirkan perkara itu, pergilah ia ke rumah Maryam, ibu Yahya, yang bergelar Markus; di situ ada beberapa banyak orang berhimpun sedang berdoa. Apabila diketuknya pintu besar maka datanglah seorang hamba perempuan bernama Rode, hendak mendengar. Serta dikenalnya suara Petrus, lalu tiadalah jadi ia membuka pintu itu karena sukacita, melainkan berlarilah masuk memberitahu, bahwa Petrus ada berdiri di muka pintu. Maka kata mereka itu kepadanya, "Engkau gila!" Tetapi perempuan itu berkuat menyungguhkan seperti yang dikatakannya itu. Lalu kata mereka itu, "Itulah malaekatnya." Tetapi Petrus tiada berhenti mengetuk-ngetuk; setelah mereka itu membuka pintu itu, lalu dilihatnya dia sambil tercengang-cengang. Maka ia pun berisyarat dengan tangannya menyuruh diam, lalu diceriterakannya kepada mereka itu bagaimana Tuhan sudah membawa dia keluar dari dalam penjara itu, dan lagi katanya, "Kabarkanlah hal itu kepada Yakub dan saudara-saudara." Kemudian keluarlah ia pergi ke tempat lain.
”Setelah siang hari, bukanlah sedikit kacau-bilau di antara segala laskar apa kejadian Petrus itu. Setelah Herodes mencari Petrus tiada dapat, maka diperiksainya segala penjaga itu, dititahkannya membunuh mereka itu. Lalu berangkatlah ia dari tanah Yudea ke Kaisaria, serta tinggal di situ.
”Maka Herodes pun sangat murkanya akan orang Tsur dan Sidon; tetapi mereka itu datang menghadap dia dengan sepakat. Sesudah Belastus, bentara dalam, dijadikannya sahabatnya, lalu dipohonkannya perdamaian, karena negerinya sendiri bergantung rezekinya pada negeri raja itu. Pada suatu hari yang tertentu, Herodes pun memakai pakaian kerajaannya, lalu duduk di atas takhtanya serta mengatakan suatu ucapan kepada mereka itu. Maka menyahutlah orang banyak itu dengan sorak katanya, "Inilah suara suatu dewa, bukannya suara manusia!" Pada saat itu juga Herodes dipalu oleh malaekat Tuhan, sebab tiada diberinya hormat kepada Allah. Maka ia pun matilah dimakan cacing.
”Maka orang banyak itu pun berbangkit melawan mereka itu; lalu penghulu negeri itu pun mengoyakkan pakaian mereka itu serta menghukumkan membalun mereka itu dengan galah. Apabila orang itu sudah membalun mereka itu beberapa liang, maka orang itu pun membuangkan mereka itu ke dalam penjara, serta berperintah kepada ketua penjara menjaga mereka itu dengan secukupnya. Maka ia pun setelah sudah menerima perintah yang demikian, lalu memasukkan mereka itu ke dalam penjara tempat yang di dalam sekali, dan memasungkan kakinya dengan kayu pasung.
”Tetapi tatkala hampir tengah malam, Paulus dan Silas pun berdoalah sambil menyanyikan puji-pujian bagi Allah, maka segala orang yang terpenjara itu pun sedang mendengar mereka itu. Maka dengan sekonyong-konyong timbullah suatu gempa bumi yang besar sehingga berguncang kaki tembok penjara itu. Dengan seketika itu juga terbukalah segala pintu, dan belenggu sekalian orang itu pun terlucutlah. Maka ketua penjara itu terkejut daripada tidurnya dan terpandangkan pintu-pintu penjara itu terbuka, maka dihunusnya pedangnya hendak membunuh dirinya, karena pada sangkanya orang yang terpenjara itu sudah lari. Maka Paulus pun berteriaklah dengan nyaring suaranya, katanya, "Jangan membinasakan dirimu, karena kami sekalian ada di sini." Lalu ketua penjara itu meminta beberapa suluh serta berlari menggeletar masuk dan sujud di hadapan Paulus dan Silas itu. Kemudian dibawanya keduanya itu ke luar, lalu berkata, "Ya Tuan-tuan, apakah wajib hamba perbuat supaya beroleh selamat?"
”Setelah siang hari, maka penghulu-penghulu negeri itu pun menyuruhkan pegawai-pegawai Majelis, katanya, "Lepaskanlah kedua orang itu!" Lalu dimaklumkan perkataan ini kepada Paulus oleh ketua penjara itu, katanya, "Penghulu-penghulu negeri sudah berperintah melepaskan Tuan-tuan. Sebab itu silakanlah tuan-tuan ke luar berjalan dengan sejahtera." Tetapi kata Paulus kepada mereka itu, "Kami ini sudah dibalun di hadapan orang banyak dengan tiada keputusan hakim, meskipun kami orang Rum, dan dibuangkan ke dalam penjara; sekarang ini mereka itu hendak mengeluarkan kami dengan senyap? Tidak sekali-kali, biarlah mereka itu datang sendiri membawa kami ke luar." Maka perkataan itu dimaklumkan pula oleh pegawai-pegawai Majelis kepada penghulu-penghulu negeri itu. Lalu mereka itu pun takutlah tatkala didengarnya keduanya itu orang Rum. Maka datanglah mereka itu membujuk keduanya itu; lalu dibawanya ke luar, dipintanya mereka itu undur dari negeri itu. Maka keluarlah keduanya dari dalam penjara itu, lalu masuk ke dalam rumah Lidia. Setelah berjumpa dengan segala saudara itu, maka dinasehatkannya mereka itu, dan keduanya itu pun berjalanlah.
”Tetapi sedang tiada dijumpainya keduanya itu, maka dihelanya Yason dan beberapa orang saudara ke hadapan pemerintah negeri itu sambil berteriak, katanya, "Orang-orang, yang sudah membuat huru-hara seluruh dunia ini, ada juga datang di sini, dan Yason sudah menyambut mereka itu! Maka orang sekalian ini melakukan diri bersalahan dengan hukum Kaisar dengan mengatakan: Ada pula lain raja, yaitu Yesus." Maka diharukannya orang banyak dan pemerintah negeri itu tatkala mereka itu mendengar hal itu.
”Maka daripada satu sahaja Ia menjadikan segala bangsa manusia akan mendiami seluruh muka bumi, setelah ditentukannya perhinggaan yang tetap, dan sempadan tempat kediamannya,
”lalu panglima laskar itu memberi perintah membawa Paulus ke dalam kota, disuruh periksa dengan menyesah dia, supaya dapat mengetahui apa sebabnya mereka itu berteriak sedemikian atasnya. Setelah ia diikat dengan tali kulit, maka Paulus pun berkatalah kepada penghulu laskar yang berdiri dekat itu, "Bolehkah kamu menyesah seorang Rum sebelum ia dihukumkan?" Apabila penghulu laskar itu mendengar demikian, maka pergilah ia kepada panglima laskar memberitahu hal itu sambil berkata, "Apakah Tuan hendak lakukan? Karena orang ini orang Rum." Maka panglima laskar itu pun datanglah serta berkata kepadanya, "Katakanlah kepadaku, engkau ini sungguhkah orang Rum?" Maka katanya, "Sungguh." Maka jawab panglima laskar itu, "Aku ini sudah beroleh hak menjadi anak negeri itu dengan membelanjakan jumlah besar." Maka kata Paulus, "Tetapi hamba ini peranakan Rum." Lalu segala orang yang sedang hendak memeriksai dia itu pun segeralah undur daripadanya, dan panglima laskar itu pun takut juga sebab mengetahui bahwa ia orang Rum, dan sebab ia sudah mengikat Paulus itu. Tetapi pada keesokan harinya, sebab hendak mengetahui halnya dengan sah yang menyebabkan ia dituduh oleh orang Yahudi itu, dioraknya pengikatnya, disuruhnya kepala-kepala imam dan segenap Majelis Besar itu berhimpun, lalu dibawanya Paulus turun, serta dihadapkannya dia ke hadapan mereka itu.
”Maka Paulus menatap Sidang Majelis itu, katanya, "Hai Tuan-tuan dan Saudara-saudara, aku ini hidup di hadapan Allah dengan segala perasaan hatiku yang tulus ikhlas hingga kepada hari ini." Maka Ananias, Imam Besar itu pun, menyuruhkan orang yang berdiri dekat Paulus menamparkan mulutnya. Lalu kata Paulus kepadanya, "Allah akan menampar engkau, hai dinding yang bersapu kapur! Sungguhkah engkau ini duduk menghukumkan aku menurut hukum, sedangkan engkau melawan hukum dengan memerintahkan aku ditampar itu?" Maka kata orang yang berdiri dekat itu, "Engkau mencercai Imam Besar Allahkah?" Maka jawab Paulus, "Hai saudara-saudaraku, tiada aku ketahui, bahwa ia itu Imam Besar; karena adalah tersurat: Janganlah engkau menjahatkan penghulu kaummu."
”Tetapi apabila Paulus nampak yang sebahagian itu orang Saduki, dan yang lain itu orang Parisi, lalu berserulah ia, katanya, "Hai Tuan-tuan dan Saudara-saudara aku ini orang Parisi dan anak orang Parisi. Maka sebab pengharapan kebangkitan orang mati aku didakwa." Setelah ia berkata demikian, maka bangkitlah suatu perbantahan di antara orang Parisi dengan orang Saduki, dan orang banyak itu pun bersebelahlah. Karena orang Saduki mengatakan bahwa tiadalah kiamat, dan tiada juga malaekat atau roh; tetapi orang Parisi mengaku ada semuanya itu. Maka bangkitlah gaduh yang besar, dan beberapa ahli Taurat daripada pihak orang Parisi bangkit sambil berbalah-balah, ujarnya, "Pada pendapatan kami suatu pun tiada kejahatan orang ini; tetapi apakah salahnya kalau-kalau suatu roh atau malaekat bertutur dengan dia?" Tetapi apabila bangkit suatu perbantahan yang besar itu, maka panglima laskar itu pun menyuruh segala laskar itu turun mengambil Paulus dengan keras dari tengah-tengah mereka itu serta membawa dia ke dalam kota, sebab ia takut kalau-kalau Paulus dikoyak-koyak oleh mereka itu.
”Setelah Pestus tinggal bersama-sama dengan mereka itu tiada lebih daripada delapan atau sepuluh hari lamanya, maka turunlah ia ke Kaisaria; dan pada keesokan harinya duduklah ia di atas kursi pengadilan, lalu memberi perintah membawa Paulus ke hadapannya. Setelah Paulus tiba, maka orang Yahudi, yang sudah turun dari Yeruzalem berdiri sekeliling dia, membawa beberapa banyak pendakwaan yang berat ke atasnya, yang tiada dapat diterangkan oleh mereka itu; sedang Paulus menyatakan di dalam jawabannya, katanya, "Bahwa suatu pun tiada dosa hamba melanggar hukum orang Yahudi, atau kepada Bait Allah, atau kepada Kaisar pun." Tetapi Pestus, oleh sebab hendak mengambil hati orang Yahudi, menjawab kepada Paulus, katanya, "Maukah engkau naik ke Yeruzalem dan di sana dihakimkan segala perkara ini di hadapanku?" Maka kata Paulus, "Adalah hamba ini berdiri di hadapan kursi pengadilan Kaisar, tempat yang wajib hamba dihakimkan; tetapi kepada orang Yahudi suatu pun tiada kesalahan hamba, seperti terlebih maklum kepada Tuan juga. Jikalau hamba bersalah dan sudah melakukan barang sesuatu yang berpadan dengan hukum bunuh, tiadalah hamba enggan daripada mati; tetapi jikalau tiada benar barang yang dituduh oleh mereka itu atas hamba, maka tiadalah seorang pun boleh menyerahkan hamba kepada mereka itu. Bahwa hamba memanjat pengadilan Kaisar." Maka Pestus pun, lepas daripada bermusyawarat dengan Sidang Majelis itu, menjawablah, "Engkau memanjat pengadilan Kaisar, maka kepada Kaisarlah wajib engkau pergi."
”Maka oleh sebab patik ini sudah serba salah di dalam pemeriksaan perkara itu, lalu patik bertanya kalau-kalau ia mau pergi ke Yeruzalem, dan dihakimkan perkara itu di sana. Tetapi sebab Paulus memanjat pengadilan minta ditahan sehingga keputusan baginda Kaisar itu, maka patik memberi perintah menahan dia, sehingga patik mengantarkan dia kepada Kaisar."
”Tetapi kata Paulus, "Bukannya hamba gila, ya Pestus yang mulia, melainkan hamba mengatakan yang benar dan yang berakal baik. Karena baginda itu mengetahui segala perkara itu, sebab kepadanya juga hamba sembahkan dengan bebasnya, karena hamba yakin, bahwa segala sesuatu itu termaklum kepadanya, oleh sebab perkara itu bukannya berlaku di ceruk-ceruk. Ya Tuanku Baginda Agerippa, percayakah Tuanku akan nabi-nabi itu? Patik ketahui bahwa Tuanku percaya." Maka Agerippa pun bersabdalah kepada Paulus, "Nyaris engkau meyakinkan aku menjadi orang Kristen." Maka sembah Paulus, "Patik pohonkan kepada Allah bahwa lambat dengan bangatnya bukannya Tuanku sahaja, melainkan segala orang yang sudah mendengar patik pada hari ini juga, boleh menjadi sama seperti patik ini, kecuali belenggu ini." Maka bangkitlah baginda itu diiringkan oleh pemerintah dan Bernike dan segala orang yang duduk beserta dengan mereka itu, dan setelah undur mereka itu pun bercakap-cakaplah sama sendiri, katanya, "Orang ini berbuat suatu pun tiada yang berpadan dengan hukum bunuh atau penjara." Maka sabda Agerippa kepada Pestus, "Orang ini sudah boleh dilepaskan, kalau tiada ia memanjat pengadilan Kaisar."
”Karena pada malam tadi terdirilah di sisi hamba seorang malaekat daripada Allah yang memiliki hamba ini dan yang hamba sembah itu, katanya: Jangan takut, hai Paulus. Tak dapat tiada engkau akan berdiri di hadapan Kaisar, maka sesungguhnya Allah telah mengaruniakan kepadamu sekalian orang yang berlayar bersama-sama dengan engkau.
”Tatkala kami telah masuk ke negeri Rum, maka Paulus pun diizinkan diam berasing beserta dengan seorang laskar yang menjaga dia. Lepas tiga hari maka dipanggilnya segala orang besar-besar Yahudi berhimpun. Setelah sudah mereka itu berkumpul, berkatalah ia kepada mereka itu, "Hai saudara-saudaraku, sungguhpun aku ini tiada melakukan barang sesuatu yang melawan kaum atau adat nenek moyang kita, tetapi sudah terserah menjadi orang belenggu dari Yeruzalem sehingga sampai ke tangan orang Rum. Maka mereka itu pun memeriksa aku, lalu bermaksud hendak melepaskan aku, karena suatu pun tiada yang menyebabkan aku patut mati dibunuh. Tetapi tatkala orang Yahudi berkuat membantah itu, maka terpaksalah aku memanjat pengadilan Kaisar, bukannya sebab aku ada sesuatu pengaduan ke atas kaumku.
”Hendaklah tiap-tiap orang menaklukkan dirinya ke bawah segala kuasa yang di atasnya itu. Karena tiada kuasa melainkan daripada Allah; maka segala kuasa yang ada itu ditetapkan oleh Allah. Sebab itu barangsiapa yang melawan kuasa itu, ialah melanggar peraturan Allah; tetapi orang yang melanggar itu akan menerima hukuman ke atas dirinya sendiri. Karena segala pemerintah bukannya mendatangkan takut atas perbuatan yang baik, melainkan atas perbuatan yang jahat. Maukah tidak engkau takut akan kuasa itu? Lakukanlah kebajikan, maka engkau akan menerima kepujian daripadanya. Karena ialah hamba Allah yang mendatangkan kebajikan kepadamu. Tetapi jikalau engkau melakukan kejahatan, hendaklah engkau berasa takut, karena bukannya sia-sia dipegangnya pedang itu, sebab ialah hamba Allah, penyampaikan kemurkaan-Nya atas barangsiapa yang melakukan kejahatan. Oleh sebab itu wajiblah menaklukkan diri, bukan sahaja oleh sebab kemurkaan itu, melainkan oleh sebab perasaan hati juga. Karena sebab itulah kamu membayar hasil juga; sebab ialah pegawai Allah yang senantiasa menjunjung pekerjaan itu. Bayarlah kepada orang sekalian barang yang kamu terutang, yaitu hasil kepada yang kamu terutang hasil, dan cukai kepada yang kamu terutang cukai. Takutlah akan orang yang kamu terutang takut, dan berilah hormat kepada yang kamu terutang hormat.
”Adapun hikmat itu kami katakan di antara orang yang sempurna. Tetapi bukannya hikmat dunia ini, dan bukannya hikmat raja-raja dunia ini, yang ditiadakan kelak, melainkan kami mengatakan hikmat Allah yang sudah dirahasiakan dan yang tersembunyi, dan yang sudah ditetapkan Allah terlebih dahulu daripada dunia ini untuk kemuliaan kita, yang tiada dikenal oleh seorang pun daripada raja-raja dunia ini. Karena jikalau mereka itu sudah mengenal dia, niscaya tiadalah mereka itu menyalibkan Tuhan, pohon segala kemuliaan itu,
”Maka "Segala sesuatu halal bagiku," tetapi bukan semuanya itu berfaedah. "Segala sesuatu halal bagiku," tetapi aku ini tiada mau takluk ke bawah kuasa barang sesuatu pun.
”Segala sesuatu halal, tetapi bukan semuanya itu berfaedah. Maka segala sesuatu halal, tetapi bukan semuanya itu menetapkan hati.
”Kemudian tiba kesudahan itu, apabila diserahkannya kerajaan itu kepada Allah, Bapa, setelah dilenyapkannya segala perintah, dan segala kuasa memerintah, dan kuat kuasa. Karena tak dapat tiada Ia memerintah menjadi raja, sehingga Allah menaklukkan segala musuh di bawah kaki-Nya.
”Maka tiada lagi orang Yahudi atau orang Gerika, tiada lagi abdi atau orang merdeka, tiada lagi laki-laki atau perempuan; karena kamu ini sekalian menjadi satu di dalam Kristus Yesus. Tetapi jikalau kamu jadi milik Kristus, kamulah benih Ibrahim, yaitu waris setuju dengan perjanjian itu.
”Akan tetapi bagaimanakah bunyi Alkitab itu? Buangkanlah hamba yang perempuan itu dengan anaknya, karena anak hamba yang perempuan itu tiada akan mewarisi beserta dengan anak daripada perempuan yang merdeka itu. Sebab itu, hai saudara-saudaraku, kita ini bukannya anak-anak hamba yang perempuan, melainkan anak-anak perempuan yang merdeka.
”Maka dengan kemerdekaan, Kristus telah memerdekakan kita; sebab itu hendaklah kamu berdiri tetap, dan jangan kamu dikenakan kuk perhambaan itu sekali lagi.
”Karena segenap Taurat itu telah diringkaskan dengan sepatah kata, yaitu: Hendaklah engkau mengasihi sesamamu manusia, seperti dirimu sendiri.
”Tetapi buah-buahan Roh, ialah kasih, sukacita, perdamaian, panjang hati, kemurahan, kebaikan, setiawan, lemah lembut, tahan nafsu. Maka tiada ada hukum yang melarangkan yang demikian.
”jauh lebih tinggi daripada segala pemerintah dan penguasa dan kekuatan dan perintah dan tiap-tiap orang yang ternama, bukannya di dalam dunia ini sahaja, melainkan yang di akhirat pun. Dan segala sesuatu ditaklukkan Allah di bawah kaki-Nya, serta dijadikan-Nya Dia kepala atas segala sesuatu hal sidang jemaat,
”Tatkala itu kamu jauh daripada Kristus, asing daripada hak orang Israel, dan orang asing di dalam perjanjian yang dijanjikan itu, dengan tiada berpengharapan dan dengan tiada bertuhan di dalam dunia ini.
”Oleh yang demikian bukan lagi kamu menjadi orang asing dan penumpang, melainkan kamu anak negeri sama dengan orang suci dan orang seisi rumah Allah,
”Karena kita bergumul, bukannya dengan manusia, melainkan dengan segala penguasa dan kuasa, dan penghulu dunia yang memerintahkan kegelapan, dan segala kuasa roh yang jahat di udara.
”Sebab itulah juga Allah sangat meninggikan Dia dan menganugerahkan Dia suatu nama yang di atas segala nama, supaya dengan nama Yesus itu akan bertelut segala lutut, daripada yang di surga dan yang di atas bumi dan yang di bawah bumi, dan segala lidah mengaku bahwa Yesus Kristus itu Tuhan, kepada kemuliaan Allah, yaitu Bapa.
”Tetapi tanah air kita ada di surga, dari sana juga kita menantikan Juruselamat, yaitu Tuhan Yesus Kristus,
”karena di dalam Dia itu sudah dijadikan segala sesuatu yang di langit dan yang di bumi, yang kelihatan dan yang tiada kelihatan, baik singgasana, baik perintah, baik penguasa, baik kuasa; maka segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan bagi Dia;
”Ingatlah baik-baik, supaya jangan seorang dapat menawan kamu dengan ilmu filsafat dan tipu daya yang tiada berguna, menurut pengajaran manusia dan menurut alif-ba-ta dunia, bukannya menurut Kristus,
”Tetapi kita mengetahui bahwa syariat Taurat itu baik, jikalau orang menjalankan dia dengan sepatutnya, serta menaruh insaf bahwa hukum itu diadakan bukannya bagi orang yang benar, melainkan bagi orang fasik dan yang tiada mau diperintahkan, bagi orang yang tiada beragama dan orang yang penuh dengan dosa, bagi orang yang najis dan yang mencela, bagi orang yang membunuh bapanya dan yang membunuh ibunya, dan bagi segala pembunuh, bagi orang yang berzinah dan orang semburit, dan yang mencuri orang, dan yang membuat dusta dan yang bersumpah dusta, dan barang apa pun yang bersalahan dengan pengajaran yang benar itu,
”Maka segala kehormatan dan kemuliaan bagi Raja yang kekal, yang tiada berkebinasaan dan tiada kelihatan, yaitu Allah yang Esa, selama-lamanya. Amin.
”Sebab itu nasehatku pertama-tama supaya permohonan, doa, permintaan dan perihal mengucap syukur bagi sekalian orang dilakukan; bagi segala raja dan segala orang besar-besar, supaya boleh kita melakukan suatu kehidupan yang aman dan sejahtera di dalam segala ibadat dan hal yang sopan.
”maka hal itu akan ditunjukkan pada masanya oleh Mahakuasa yang Esa dan Pohon selamat, yaitu Raja atas sekalian raja, dan Tuan atas segala yang dipertuan,
”dan jikalau tahan kita menderita, kita akan memerintah serta-Nya; jikalau kita menyangkal Dia, maka Ia pun akan menyangkal kita;
”Ingatkanlah mereka itu supaya mereka itu menaklukkan dirinya kepada segala kuasa dan pemerintah, dan taat, dan sedia akan tiap-tiap pekerjaan yang baik; jangan mengumpat orang, jangan berbantah-bantah, melainkan hendaklah manis lakunya, serta menunjukkan hati yang sehabis-habis lembut kepada orang sekalian;
”tetapi akan hal Anak itu firman-Nya: Arasy-Mu, ya Allah, ada selama-lamanya; dan tongkat keadilan yaitulah tongkat kerajaan-Mu.
”Adapun di dalam segala perkara yang kami katakan demikian itu, inilah yang terutama: Bahwa kita ada seorang Imam Besar yang demikian itu, yang duduk di sebelah kanan arasy Yang Mahabesar di surga, yaitu pelayan di tempat yang kudus dan di kemah yang benar, yang didirikan oleh Tuhan, bukannya oleh manusia.
”maka orang lain pula terkena pencobaan dengan olok-olok dan sesah, dan lagi belenggu dan penjara; dan dirajam, dan digergaji, dan dicobai, dan mati dibunuh dengan pedang, mengembara dengan berpakaiankan kulit domba dan kulit kambing, maka berkekurangan mereka itu, dan dianiayakan dan disiksakan, (sebenarnya tiada layak isi dunia ini akan mereka itu), maka mereka itu mengembara di padang belantara dan segala gunung, dan gua dan lubang-lubang tanah.
”Turutlah orang yang menjadi pemimpinmu, dan tunduklah kepadanya; karena mereka itu memeliharakan jiwamu, seperti orang yang memberi penyahutan, supaya mereka itu melakukan perbuatan itu dengan sukacitanya, bukan dengan duka cita; karena yang demikian itu tiada berfaedah kepadamu.
”Tetapi kamu inilah suatu keluarga yang terpilih, suatu imamat yang berkerajaan, suatu bangsa yang kudus, suatu kaum milik Allah sendiri, supaya kamu memasyhurkan segala kebaikan Tuhan, yang telah memanggil kamu keluar dari dalam gelap masuk ke dalam terang-Nya yang ajaib itu;
”Hai kekasihku, aku minta kepadamu seperti kepada orang musafir dan orang yang menumpang di dunia ini, hendaklah kamu menjauhkan dirimu daripada segala keinginan tabiat duniawi yang berperang dengan jiwa; hendaklah kelakuanmu di antara orang kafir itu baik, supaya di dalam hal kamu dijahatkan oleh mereka itu seolah-olah orang yang berbuat jahat, maka dari sebab perbuatanmu yang baik, yang dilihatnya itu, dapat mereka itu memuliakan Allah pada Hari Tuhan melawat mereka itu. Hendaklah kamu takluk karena Tuhan kepada segala kuasa yang ditetapkan oleh manusia, baik kepada raja, sedang ialah yang di atas sekali; baik kepada segala pemerintah, sedang ialah yang disuruhkan oleh raja akan mendatangkan pembalasan atas orang-orang yang berbuat jahat, dan puji kepada orang yang berbuat baik. Karena begitulah kehendak Allah, supaya dengan perbuatan yang baik kamu mengatupkan mulut kebebalan orang jahil, seperti orang bebas; bukan seperti orang yang memakai kebebasan itu untuk menudung kejahatan, melainkan seperti hamba Allah. Hormatkanlah sekalian orang. Kasihlah akan segala saudara. Takutilah akan Allah. Hormatkanlah raja. Hai segala hamba, takluklah kepada tuanmu dengan sehabis-habis hormat, bukan sahaja kepada yang baik dan manis lakunya, melainkan kepada yang bengis juga.
”dan jikalau Ia telah menjadikan negeri Sodom dan Gomorah itu abu dan menghukumkan dia sehingga binasa, sambil menjadikan sekaliannya itu teladan bagi segala orang yang melakukan dirinya fasik, serta melepaskan Lut, orang benar itu, yang merasa susah oleh sebab kelakuan cabul orang-orang jahat itu, (karena tatkala orang benar itu duduk di antara mereka itu, oleh sebab memandang dan mendengar, maka susahlah jiwanya sehari-hari dengan perbuatan haram),
”istimewa pula orang-orang yang melakukan dirinya menurut tabiat duniawi, di dalam hawa nafsu yang najis, dan menghinakan segala kuasa. Mereka itu berani dan beraja di hati, dan tiada gentar mengumpat segala yang mulia-mulia, padahal segala malaekat, walaupun lebih besar kuat kuasanya, tiada mengumpat mereka itu kepada Tuhan.
”Barangsiapa yang berbuat dosa, ialah berbuat durhaka, karena dosa itulah keadaan durhaka.
”Meskipun demikian hukumannya, tetapi orang-orang yang termimpi-mimpi itu juga mencemarkan tubuhnya, dan mensifatkan segala kuasa itu kosong, serta mengeji segala yang mulia-mulia.
”Daripada Yahya, datang kepada ketujuh sidang jemaat yang di Asia, turunlah kiranya atas kamu anugerah dan sejahtera daripada Dia yang ada, dan Yang sudah sedia ada, dan Yang akan datang kelak, dan daripada ketujuh roh yang di hadapan arasy-Nya; dan daripada Yesus Kristus yang menjadi saksi yang setiawan, yaitu yang menjadi Sulung dari antara orang mati, dan yang menjadi Penghulu di atas segala raja di dunia ini. Maka bagi Dia yang mengasihi kita, dan yang sudah melepaskan kita daripada segala dosa dengan darah-Nya, dan yang menjadikan kita suatu kerajaan dan imam-imam bagi hadirat Bapa-Nya yaitu Allah; bagi-Nyalah kemuliaan dan kuasa selama-lamanya. Amin.
”Maka orang yang menang, Aku memberi dia duduk dengan Aku di atas arasy-Ku, sebagaimana Aku juga menang serta duduk dengan Bapa-Ku di atas arasy-Nya.
”Langsunglah aku digerakkan oleh Roh, maka kelihatanlah arasy terdiri di surga, dan Yang duduk di atas arasy itu. Maka Ia yang duduk itu rupanya seperti permata yasib dan akik; dan ada suatu pelangi melengkung arasy itu, seperti zamrud rupanya. Dan keliling arasy itu ada dua puluh empat takhta dan di atas segala takhta itu ada duduk dua puluh empat ketua-ketua, yang berpakaian putih dan di atas kepalanya bermakota emas. Maka keluarlah dari dalam arasy itu kilat dan beberapa suara dan guruh; dan ada tujuh buah pelita berpasang di hadapan arasy itu; yaitu ketujuh Roh Allah. Dan di hadapan arasy itu seolah-olah laut kaca, seperti hablur rupanya dan di tengah arasy serta berkeliling arasy itu ada empat zat yang hidup, penuh dengan mata di hadapan dan di belakang.
”Dan tiap-tiap kali apabila zat yang hidup itu memuliakan dan menghormatkan serta mengucapkan syukur kepada Dia yang duduk di atas arasy itu dan yang hidup selama-lamanya, maka sujudlah kedua puluh empat ketua-ketua itu di hadirat Dia yang duduk di atas arasy itu, lalu menyembah Dia yang hidup selama-lamanya, sambil mereka itu menanggalkan makotanya di hadapan arasy itu, katanya,
”dan Engkau telah menjadikan mereka itu bagi Tuhan kita suatu kerajaan, dan imam-imam; lalu mereka itu memerintah di atas bumi." Maka aku tampak, dan aku dengar suara malaekat yang banyak sekeliling arasy dan segala zat yang hidup dan segala ketua itu; maka banyaknya itu beribu-ribu laksa, yang mengatakan dengan suara besar, "Berlayak Anak domba yang tersembelih itu menerima kuasa, dan kekayaan, dan hikmat, dan kekuatan, dan hormat, dan kemuliaan, dan puji." Maka aku dengar pula tiap-tiap makhluk yang di surga, dan yang di atas bumi, dan yang di bawah bumi, dan yang di laut, dan segala yang di dalamnya itu mengatakan, "Bagi Dia yang duduk di atas arasy, dan bagi Anak domba itu adalah puji dan kehormatan dan kemuliaan dan kuasa selama-lamanya."
”Kemudian daripada itu aku tampak ada suatu perhimpunan besar, yang tiada seorang pun dapat menghitung, yaitu daripada segala bangsa dan segala suku dan segala kaum dan segala bahasa, berdirilah sekaliannya di hadapan arasy dan di hadapan Anak domba itu, berjubah putih, dan pelepah kurma di dalam tangannya; maka mereka itu berseru-serulah dengan suara besar, katanya, "Selamat bagi Tuhan kami yang duduk di atas arasy itu, dan bagi Anak domba itu." Segala malaekat itu pun berdirilah sekeliling arasy dan sekeliling segala ketua dan keempat zat yang hidup itu, lalu sujud di hadapan arasy serta menyembah Allah,
”Maka itulah sebabnya mereka itu ada di hadapan arasy Allah, dan mereka itu beribadat kepada-Nya siang malam di dalam rumah-Nya; dan Ia yang duduk di atas arasy itu akan membentangkan kemah-Nya menaungi mereka itu.
”Maka malaekat yang ketujuh itu pun meniup sangkakalanya, lalu kedengaranlah beberapa suara besar di surga mengatakan, "Kerajaan dunia ini menjadi kerajaan Tuhan kita, dan kerajaan Kristusnya, maka Ia akan memerintah kelak selama-lamanya." Lalu kedua puluh empat ketua yang duduk di kursinya di hadirat Allah itu sujud menyembah Allah, serta berkata, "Kami ucapkan syukur kepada-Mu, ya Allah, Tuhan Yang Mahakuasa, Yang ada, dan Yang sudah sedia ada, karena Engkau telah melakukan kodrat-Mu yang besar itu, dan Engkau telah memerintah! Segala orang kafir itu sudah naik marahnya, tetapi murka-Mu sudah sampai, dan ketika orang mati dihukumkan, dan sudah sampai ketika memberi pahala segala hamba-Mu, yaitu nabi-nabi dan orang-orang suci dan orang yang takut akan nama-Mu, baik kecil baik besar; dan lagi sudah sampai ketika membinasakan segala orang yang merusakkan bumi ini."
”Maka aku tampak pula seekor binatang buas ke luar dari dalam laut, yang bertanduk sepuluh dan berkepala tujuh, dan di atas tanduknya itu bermakota sepuluh, dan di kepalanya beberapa nama hujat. Adapun binatang yang kutampak itu rupanya seperti harimau kumbang, dan kakinya seperti kaki beruang, dan mulutnya seperti mulut singa. Maka naga itu memberi dia kekuatannya sendiri, dan takhtanya, dan kuasa yang besar.
”Maka ada yang lain lagi, yaitu malaekat yang kedua mengikut dia, serta berkata, "Sudahlah roboh, sudahlah roboh negeri Babil yang besar, yang memberi segala bangsa minum air anggur yang menaikkan hawa nafsu zinahnya."
”Maka negeri yang besar itu pun pecahlah belah tiga, dan segala negeri orang kafir itu pun robohlah, dan negeri Babil yang besar itu tiada dilupakan di hadirat Allah, sehingga ia diberi cawan air anggur, yaitu murka-Nya yang hangat itu. Segala pulau pun lenyaplah, dan gunung-gunung pun tiada terjumpa lagi.
”Maka datanglah seorang daripada ketujuh malaekat, yang membawa ketujuh bokor itu, bertutur dengan aku, katanya, "Marilah ke mari, aku hendak menunjukkan kepadamu hukuman atas sundal besar yang duduk pada air yang banyak; dengan dialah segala raja di bumi telah bersundal, dan segala isi dunia pun mabuk dengan air anggur persundalannya itu."
”Di sini perlu akal yang mengandung hikmat! Adapun ketujuh kepala itulah tujuh buah gunung, tempat perempuan itu duduk, dan itulah juga tujuh raja. Maka lima orang sudah jatuh, dan seorang ada lagi, dan yang lain itu belum datang; dan apabila ia datang kelak, tak dapat tiada ia tinggal sedikit masa lamanya. Adapun binatang yang dahulu ada dan yang sekarang tidak, ialah yang kedelapan, dan yang terhisab kepada ketujuhnya itu, dan ia juga masuk ke dalam kebinasaan. Dan kesepuluh tanduk yang engkau tampak itulah sepuluh orang raja yang belum menerima kerajaannya, tetapi mereka itu berkuasa seperti raja-raja bersama-sama dengan binatang itu sejam sahaja lamanya. Sekaliannya itu sepakat, lalu mereka itu menyerahkan kekuatannya dan kuasanya kepada binatang itu.
”Sekaliannya itu akan berperang melawan Anak domba itu, tetapi Anak domba itu akan menewaskan mereka itu; karena Ialah Tuan sekalian tuan, dan Raja atas segala raja; dan segala yang mengiringkan Dia itu pun menanglah, yaitu segala yang dipanggil dan yang terpilih, dan yang setia." Maka katanya kepadaku, "Adapun segala air yang engkau tampak di tempat perempuan sundal itu duduk, itulah beberapa kaum dan orang banyak dan segala bangsa dan bahasa. Maka kesepuluh tanduk dan binatang, yang engkau tampak itu, akan membenci perempuan sundal itu, lalu menjadikan dia sunyi dan bertelanjang, serta memakan dagingnya, dan membakar dia dengan api. Sebab Allah sudah menurunkan niat ke dalam hatinya akan melakukan kehendak Allah, lalu mereka itu menjadi sepakat, serta menyerahkan kerajaan mereka itu kepada binatang itu, sehingga firman Allah itu sampai. Adapun perempuan yang engkau tampak itulah negeri besar, yang memerintah segala raja-raja di bumi."
”Maka bersuaralah ia dengan sekuat-kuat hati, katanya, "Sudahlah roboh, sudahlah roboh negeri Babil yang besar itu, dan telah jadi tempat kediaman segala setan, dan penjara tiap-tiap roh yang najis, dan suatu sangkaran tiap-tiap burung yang najis dan yang dibenci. Karena segala bangsa sudah mabuk dengan air anggur sundal itu yang menaikkan nafsu zinahnya, dan segala raja di bumi pun berzinahlah dengan dia, dan segala saudagar di bumi ini pun makin kaya dari sebab tersangat limpah kemewahannya."
”Segala raja di dunia, yang sudah berzinah dan duduk dengan lazatnya bersama dengan dia, akan menangis dan meratapkan dia apabila mereka itu memandang asap api yang membakar dia, sambil berdiri dari jauh sebab takut akan sengsaranya, serta berkata: Wai, wai negeri Babil yang besar, negeri yang teguh itu! Di dalam satu jam sahaja lamanya hukuman atasmu sudah tiba.
”Maka diangkatlah oleh seorang malaekat yang kuat sebuah batu yang seperti batu kisaran rupanya, lalu dicampakkannya ke laut sambil katanya, "Dengan suatu pelempar yang sedemikian inilah kelak Babil, negeri besar itu, akan tercampak, dan sekali-kali tiada kelihatan lagi.
”Dan daripada mulut-Nya keluar sebilah pedang yang tajam, supaya dengan dia itu Ia boleh memarang segala orang kafir. Maka Ia pun akan memerintah mereka itu dengan tongkat besi, dan Ialah yang mengirik irikan anggur, yaitu kehangatan murka Allah Yang Mahakuasa.
”Pada jubah-Nya dan paha-Nya ada tertulis suatu nama, yaitu, "Raja atas segala raja, dan Tuan sekalian tuan."
”Maka aku tampak pula seorang malaekat berdiri di dalam matahari, lalu ia bertempik dengan suara besar sambil berkata kepada segala burung yang terbang di udara, "Marilah berhimpun kepada perjamuan Allah yang besar, supaya kamu boleh makan daging segala raja, dan daging panglima, dan daging orang yang gagah, dan daging segala kuda dan segala orang yang menunggang dia, dan daging sekalian orang, baik merdeka baik hamba, kecil dan besar." Maka aku tampak binatang itu dan segala raja di bumi dengan tentaranya berhimpun hendak berperang dengan Dia yang menunggang kuda itu, dan dengan tentaranya itu.
”Berbahagialah dan kuduslah orang, yang masuk bahagian di dalam kebangkitan yang pertama itu; maka mati yang kedua tiada berkuasa atas mereka itu, melainkan mereka itu menjadi imam kepada Allah dan kepada Kristus, dan akan memerintah beserta dengan Dia seribu tahun lamanya.
”Maka aku tampak suatu arasy putih yang besar, dan Yang duduk di atasnya; daripada hadirat-Nyalah bumi dan langit itu lenyap, sehingga tempatnya pun tiada didapati lagi. Lalu aku tampak segala orang mati, besar kecil, berdiri di hadapan arasy itu, dan segala kitab pun dibukakanlah; dan dibukakan pula sebuah kitab yang lain, yaitu kitab hayat; maka segala orang yang mati itu dihukumkan menurut segala perbuatannya yang tersurat di dalam kitab-kitab itu. Lalu laut itu pun mengeluarkan segala orang yang sudah mati di dalamnya, dan maut serta alam maut itu pula mengeluarkan segala orang yang sudah mati di dalamnya; lalu mereka itu dihukumkan menurut perbuatan masing-masing.
”Maka Ia yang duduk di atas arasy itu pun berfirman, "Tengoklah, Aku jadikan semuanya baharu." Dan lagi firman-Nya, "Suratkanlah, karena perkataan inilah tetap dan benar." Maka firman-Nya kepadaku, "Sudahlah genap; Aku inilah Alif dan Ya, yaitu Yang awal dan Yang akhir. Kepada orang yang dahaga kelak Aku akan memberi minum daripada mata air hayat dengan percuma.
”Lalu ia menunjukkan kepadaku suatu sungai berisi air hayat, jernih seperti hablur, mengalir ke luar daripada arasy Allah dan Anak domba itu. Maka di tengah-tengah jalan negeri itu dan seberang-menyeberang sungai itu ada pohon hayat yang berbuah dua belas jenis; maka tiap-tiap bulan berbuah, dan segala daun pohon itu untuk menyembuhkan segala bangsa. Maka tidaklah ada laknat di sana; maka arasy Allah dan Anak domba itu akan terdiri di dalamnya, dan segala hamba-Nya akan berbuat ibadat kepada-Nya, dan mereka itu akan memandang wajah-Nya, dan nama-Nya itu ada di dahi mereka itu. Maka tiadalah ada malam lagi kelak, dan mereka itu tiada berkehendakkan cahaya pelita dan cahaya matahari, karena Tuhan, yaitu Allah, akan menerangkan mereka itu, dan mereka itu akan memerintah kelak selama-lamanya.
”