18 – Guru Palsu
Ini adalah firman suci Tuhan Yang Maha Esa.
Kita tidak tertarik dengan kata-kata manusia.
Bagi siapa pun yang mengasihi Tuhan... inilah yang Tuhan katakan tentang: Guru Palsu.
Ini adalah firman suci Tuhan Yang Maha Esa.
Kita tidak tertarik dengan kata-kata manusia.
Bagi siapa pun yang mengasihi Tuhan... inilah yang Tuhan katakan tentang: Guru Palsu.
Tetapi dahulu ada juga beberapa nabi palsu di antara kaum itu, demikian pula di antara kamu akan ada kelak beberapa guru palsu, yang akan membawa pengajaran sesat dengan sulit, yang membinasakan orang, maka mereka itu menyangkali Tuhan yang telah menebus mereka itu, serta mendatangkan ke atas dirinya kebinasaan dengan segeranya. Maka banyak orang yang akan mengikut perbuatannya yang cabul; dan jalan yang benar itu akan dicela orang oleh sebab mereka itu. Dengan tamaknya kelak mereka itu akan mencari untung daripada kamu dengan perkataan munafik. Maka hukuman mereka itu yang dari dahulu itu tiada berlambatan akan jatuh ke atas dirinya, dan kebinasaannya tiada tidur.
”Demikianlah di dalam segala surat kirimannya dikatakannya dari hal segala perkara itu. Di dalamnya itu ada juga beberapa perkara yang susah dimengerti, maka orang yang tiada berpelajaran dan yang tiada tetap itu memutarbalikkan sama seperti kitab-kitab yang lain itu, sehingga mendatangkan kebinasaan atas dirinya sendiri.
”Tetapi adapun nabi yang melakukan dirinya dengan sombong dan mengatakan firman dengan nama-Ku yang tiada Kusuruh katakan, atau yang berkata dengan nama dewa-dewa, niscaya orang nabi itu akan mati dibunuh hukumnya.
”Sebermula, maka ular itu terlebih cerdik dari pada segala binatang di atas bumi yang telah dijadikan Tuhan Allah. Maka kata ular kepada perempuan itu: Barangkali firman Allah begini: Jangan kamu makan buah-buah segala pohon yang dalam taman ini? Maka sahut perempuan itu kepada ular: Boleh kami makan buah-buah segala pohon yang dalam taman ini, akan tetapi akan buah pohon yang di tengah taman itu adalah firman Allah: Jangan engkau makan atau jamah akan dia, supaya jangan engkau mati. Lalu kata ular kepada perempuan itu: Niscaya tiada kamu akan mati, melainkan telah diketahui Allah akan hal, jika engkau makan buah itu, tak dapat tiada pada ketika itu juga celiklah matamu dan engkau jadi seperti Allah, sebab mengetahui baik dan jahat.
”Maka firman Tuhan Allah kepada perempuan itu: Apakah ini yang telah kauperbuat? Maka sahut perempuan itu: Si ular itu menipukan daku, lalu aku makan. Maka firman Tuhan Allah kepada ular itu: Sebab telah engkau berbuat yang demikian, maka terkutuklah engkau dari pada segala binatang yang jinak dan dari pada segala binatang hutan, maka engkau akan menyulur dengan perutmu, dan engkaupun akan makan lebu tanah sepanjang umur hidupmu. Maka Aku akan mengadakan perseteruan antaramu dengan perempuan ini, dan antara benihmu dengan benihnya; maka ia akan meremukkan kepalamu dan engkaupun akan mematukkan tumitnya.
”Jangan kamu menyembah sujud atau berbuat bakti kepadanya, karena Akulah Tuhan, Allahmu, Allah yang cemburuan adanya, yang membalas durhaka segala bapa sampai kepada anak-anaknya dan kepada gilir yang ketiga dan yang keempatpun dari pada segala orang yang membenci akan Daku; tetapi Aku menunjuk kemurahan-Ku akan beribu-ribu gilir orang yang mengasihi akan Daku dan yang memeliharakan segala firman-Ku.
”Jangan kamu bawa kabar yang dusta dan jangan pula engkau memasuk tangan dalam perkara orang jahat, dan menjadi saksi akan hal yang tiada benar. Jangan kamu menurut orang kebanyakan dalam berbuat jahat, dan jangan pula kamu menjadi saksi akan barang perkara perselisihan hendak memutarbalikkan dia, akan memperkenankan orang yang berkuasa.
”Jangan kamu mencuri, dan jangan kamu berdusta, dan jangan kamu menipu seorang akan seorang.
”Jangan kamu berjalan keliling di antara bangsamu bagaikan orang penuduh, dan jangan kamu bangkit akan menuntut darah samamu manusia: Bahwa Akulah Tuhan! Jangan dalam hatimu ada dengki akan saudaramu, melainkan hendaklah kamu menegur samamu manusia dengan nyata-nyata, maka tiada salah tertanggung atasmu karena sebabnya.
”Bahwa Allah itu bukan manusia yang berdusta; bukannya Ia anak manusia yang bersesalan adanya! Masakan Ia berfirman lalu tiada disampaikannya, atau berfirman lalu tiada diadakannya!
”Maka matamu telah melihat barang yang diperbuat Tuhan karena sebab Baal-Peor, bagaimana Tuhan, Allahmu, telah membinasakan dari antara kamu segala orang yang menurut Baal-Peor itu.
”Maka sekarangpun ingatlah kamu baik-baik, supaya kamu perbuat seperti firman Tuhan, Allahmu, kepadamu, dan jangan menyimpang dari padanya ke kiri atau ke kanan.
”Maka hendaklah kamu ingat akan segala jalan yang padanya telah dipimpin Tuhan, Allahmu, akan kamu dalam padang Tiah empat puluh tahun ini lamanya, supaya direndahkan-Nya hatimu dengan mencobai kamu, hendak diketahui-Nya barang yang ada dalam hatimu, kalau kamu menurut firman-Nya atau tidak. Maka sebab itu telah direndahkan-Nya hatimu, disuruh-Nya dahulu kamu berlapar, lalu diberi-Nya akan kamu makan manna, yang tiada kamu kenal dan yang tiada dikenal oleh nenek moyangmupun, hendak diberi-Nya tahu kamu, bahwa adapun hidup manusia itu bukan bergantung kepada makanan sahaja, melainkan hidup manusia itu bergantung kepada segala firman yang terbit dari pada Tuhan.
”Maka sebab itu hendaklah kamu mengaku dalam hatimu, bahwa seperti seorang bapa mengajar anaknya begitulah telah diajar Tuhan, Allahmu, akan kamupun. Maka hendaklah kamu memeliharakan segala firman Tuhan, Allahmu, supaya kamu berjalan pada jalan-Nya dan takut akan Dia;
”Maka sebab itu peliharakanlah hatimu dari pada dibujuk akan menyimpang dan berbuat bakti kepada dewa-dewa dan menyembah sujud kepadanya,
”Maka segala firman yang kupesan akan kamu sekarang, hendaklah kamu peliharakan dan menurut akan dia; janganlah ia itu kamu tambahi atau kurangi.
”Sebermula, maka apabila di antara kamu bangunlah seorang nabi atau pemimpi, maka diberikannya akan kamu suatu tanda atau mujizat, lalu jadilah tanda atau mujizat yang telah dijanjinya kepadamu sambil katanya: Mari kita menurut dewa-dewa, yang tiada kamu kenal dahulu, dan kita berbuat bakti kepadanya! janganlah kamu dengar akan kata nabi atau pemimpi itu, karena kamu dicobai oleh Tuhan, Allahmu, hendak diketahui-Nya kalau sungguh-sungguh kamu mengasihi akan Tuhan, Allahmu, dengan segenap jiwamu.
”Tetapi adapun nabi yang melakukan dirinya dengan sombong dan mengatakan firman dengan nama-Ku yang tiada Kusuruh katakan, atau yang berkata dengan nama dewa-dewa, niscaya orang nabi itu akan mati dibunuh hukumnya.
”Maka jikalau kiranya kamu berkata dalam hatimu demikian: Dengan apakah boleh kami ketahui akan perkataan itu bukannya firman Tuhan adanya? Bahwa jikalau nabi itu berkata demi nama Tuhan, lalu barang yang dikatakannya itu tiada jadi atau tiada datang, ia itulah perkataan yang bukan firman Tuhan adanya, maka nabi itupun telah berkata dengan sombongnya, janganlah kamu takut akan dia.
”Karena degil itulah dosa hobatan dan angkara itulah menyembah dewa-dewa dan kebaktian kepada berhala adanya. Maka tegal engkau sudah menolak akan firman Tuhan, sebab itu Tuhanpun menolak akan dikau, supaya jangan lagi engkau raja.
”Maka keluarlah seorang roh, lalu menghadap hadirat Tuhan sambil sembahnya: Bahwa aku dapat membujuk dia. Maka firman Tuhan kepadanya: Dengan apa? Maka sahutnya: Aku akan keluar dan menjadi roh pembohong dalam mulut segala nabinya. Maka firman Tuhan: Engkau dapat membujuk akan dia dan engkau juga akan menang; pergilah engkau, perbuatlah olehmu begitu. Maka sesungguhnya sekarangpun Tuhan sudah memberikan roh pembohong dalam mulut segala nabimu ini; maka Tuhan juga telah berfirman akan hal kebinasaanmu.
”Maka keluarlah suatu roh, lalu berdiri menghadap hadirat Tuhan, serta sembahnya: Bahwa hamba dapat membujuk dia. Maka firman Tuhan kepadanya: Dengan apa? Maka sembahnya: Bahwa hamba akan keluar dan menjadi roh pembohong dalam mulut segala nabinya. Maka firman-Nya: Bahwa engkau juga dapat membujuk dan engkau juga akan menang; keluarlah engkau dan perbuatlah demikian. Maka sekarang sesungguhnya sudah diberikan Tuhan suatu roh pembohong dalam mulut segala nabimu ini dan jahat juga firman Tuhan akan halmu.
”Maka Tuhan, Allah nenek moyang mereka itu, menyuruhkan kepadanya oleh tangan segala utusan-Nya, serta dibangunkannya pagi-pagi disuruhkannya, karena sayanglah Ia akan umat-Nya dan akan tempat kediaman-Nya. Tetapi diolok-olok mereka itu akan utusan Allah itu dan dicelakannya segala perkataannya dan ditertawakannya segala nabinya, sehingga kehangatan murka Tuhan bertambah-tambah begitu, sampai ia itu tiada terpadamkan lagi.
”Karena sesungguhnya kamulah pereka dusta, kamu sekalian tabib yang tiada berguna.
”Apakah sebabnya maka gempar orang kafir itu; mengapa maka bangsa-bangsa itu mereka perkara yang sia-sia? Bahwa segala raja di atas bumi telah berbangkit dan segala penghulupun bermusyawarat bersama-sama hendak melawan Tuhan dan melawan Masih-Nya, katanya: Mari kita memutuskan ikat-ikatannya dan membuangkan tali-talinya dari pada kita. Bahwa yang duduk di sorga itu akan tertawa dan Tuhan akan mengolok-olokkan mereka itu!
”Bahwa orang tekebur tiada boleh berdiri di hadapan hadirat-Mu; maka Engkau benci akan segala orang yang berbuat jahat.
”Ya Tuhan, pimpinlah selalu akan daku dalam kebenaran-Mu karena sebab segala seteruku! Ratakanlah kiranya jalan-Mu di hadapanku.
”Mazmur Daud bagi biduan besar. Maka Tuhan menilik dari dalam sorga akan segala anak Adam, hendak melihat kalau ada orang yang berbudi, yang mencahari Allah. Telah sesatlah mereka itu sekalian, sama sekali mereka itu tiada berguna, seorang juapun tiada yang berbuat baik, sesungguhnya seorangpun tiada.
”Ya Tuhan! janganlah kiranya Engkau biarkan aku mendapat malu, karena aku berseru kepada-Mu; biarlah segala orang fasik itu mendapat malu; biarlah mereka itu mendiamkan dirinya dalam kubur.
”Hendaklah ditahannya lidahnya dari pada kejahatan dan bibirnyapun dari pada perkataan penipu.
”Tetapi firman Allah kepada orang fasik itu demikian: Apakah usahnya engkau mengatakan syariat-Ku dan engkau mengambil perjanjian-Ku pada lidahmu. Sedang engkau benci akan pengajaran dan membuangkan segala firman-Ku ke belakangmu.
”Pada masa Dowej, orang Edomi itu, telah datang memberitahu Saul, sembahnya: Daud sudah datang ke rumah Akhimelekh. Mengapa maka engkau bermegah-megah akan kejahatan, hai orang gagah? sesungguhnya kemurahan Allah tinggal juga kekal pada segala hari. Engkau mengupayakan pembunuhan dan celaka, lidah-Mu seperti pisau cukur yang tajam; dikerjakannya tipu daya. Bahwa engkau suka akan jahat terlebih dari pada akan yang baik, akan berkata dusta terlebih dari pada akan berkata benar. -- Selah.
”Bahwa ia telah mendatangkan tangannya kepada orang yang sahabatnya dan telah diubahkannya perjanjiannya dengan mengharamkan dia.
”Janganlah kiranya Engkau membunuh mereka itu, supaya jangan bangsaku melupakannya, melainkan hanyutkanlah mereka itu oleh kuasa-Mu, dan empaskanlah mereka itu, ya Tuhan, perisai kami!
”Barangsiapa yang menipu itu tiada akan tinggal dalam istanaku, dan orang yang berkata bohong itu tiada ditetapkan di hadapan mataku.
”Maka Engkau juga membuang segala orang yang menolak akan segala syariat-Mu; dan sia-sialah segala tipu mereka itu.
”Maka bencilah aku akan culas hati, dan jemulah aku akan dia, tetapi kasihlah aku akan taurat-Mu.
”Bahwa takut akan Tuhan itulah permulaan segala pengetahuan, maka orang bodoh itu benci akan hikmat dan pengajaran.
”Berapa lamakah, hai orang bodoh! kamu suka akan kebodohan, dan orang pengolok itu suka akan olok-olok dan orang ahmak itu benci akan pengetahuan? Balikkanlah dirimu kepada pengajaranku; bahwasanya aku akan mencurahkan rohku kepadamu dengan limpahnya serta memberitahu perkataanku kepadamu.
”Haraplah pada Tuhan dengan segenap hatimu, dan jangan engkau bersandar kepada akalmu. Ketahuilah akan dia pada segala jalanmu, maka Iapun akan meratakan jalanmu. Janganlah engkau pandang pandai akan dirimu, melainkan takutlah akan Tuhan dan jauhkanlah dirimu dari pada yang jahat.
”Buangkanlah dari padamu cupar mulut, dan jauhkanlah dari padamu segala dolak-dalik bibir.
”Biarlah matamu memandang betul ke muka, dan kelopak matamupun menuju betul ke hadapanmu. Timbang-menimbanglah akan pelangkah kakimu, maka engkau akan berjalan dengan jejakan yang tetap. Janganlah menyimpang ke kanan atau ke kiri, melainkan jauhkanlah kakimu dari pada jahat.
”Maka enam perkara inilah yang dibenci Tuhan, bahkan, ada tujuh yang kebencian kepadanya: mata yang angkuh, dan lidah yang bercabang, dan tangan yang menumpahkan darah orang yang tiada bersalah, dan hati yang mengadakan tipu daya, dan kaki yang pantas berjalan kepada kejahatan, dan saksi dusta yang bertutur bohong, dan orang yang menanamkan percideraan di antara saudara bersaudara.
”Barangsiapa yang menegurkan orang pengolok-olok, ia itu mendapat malu bagi dirinya sendiri, dan orang yang menggusar akan orang jahat itu mendapat cela bagi dirinya sendiri. Janganlah menegur akan orang pengolok-olok itu, supaya jangan dibencinya akan dikau, melainkan tegurkanlah orang yang berbudi, niscaya dikasihinya akan dikau kelak. Berilah nasihat akan orang yang berbudi, maka kelak akan bertambah akal budinya; ajarlah akan orang yang benar, maka makinlah bertambah kelak pengetahuannya.
”Bahwa takut akan Tuhan itulah permulaan hikmat dan pengetahuan orang suci itulah akal budi.
”Bahwa lidah yang berkata benar itu akan dikekalkan selama-lamanya, tetapi lidah pembohong itu tahan hanya sekejap mata jua.
”Bahwa lidah bercabang itu kebencian kepada Tuhan, tetapi orang yang berlaku dengan tulus hatinya itulah kesukaannya.
”Barangsiapa yang tiada suka akan dusta, ia itulah saksi yang benar, tetapi orang yang bernafas bohong itulah saksi dusta adanya. Bahwa orang pengolok-olok itu mencari hikmat pada tempat yang tiada ia, tetapi pengetahuan itu menjadi mudah kepada orang yang budiman. Pergilah engkau, pandanglah akan muka orang bodoh, maka tiada engkau mendapati padanya bibir yang berpengetahuan.
”Saksi yang benar memeliharakan nyawa, tetapi saksi yang dusta itu membinasakan dia.
”Bahwa orang pengolok-olok tiada suka kalau orang menegurkan dia; dijauhkannya dirinya dari pada orang yang berbudi.
”Orang yang hendak berbuat jahat itu mengindahkan mulut yang salah, dan seorang pembohong mencenderungkan telinganya kepada lidah bercabang.
”Seorang saksi dusta tiada akan terlepas dari pada hukum dan seorang yang bernafas bohong itupun tiada akan luput.
”Seorang saksi dusta tiada akan terlepas dari pada hukum dan seorang yang bernafas bohong itu akan binasa kelak.
”Halaukanlah orang pengolok-olok itu ke luar, maka perkelahianpun akan keluar sertanya, dan perselisihan dan kecelaanpun akan berhenti.
”Janganlah engkau naik saksi atas samamu manusia dengan tiada sebab, melainkan engkau menjadikan dirimu seorang penukas.
”Peneguran yang nyata itu terlebih baik dari pada pengasihan yang tersembuni. Jikalau dipalu oleh sahabat, ia itulah tanda setia, tetapi cium seteru patut ditangkiskan dengan doa.
”Jikalau seorang penghulu mengindahkan bohong, niscaya segala rakyatnya menjadi jahatlah kelak.
”Segala firman Allah itu amat suci adanya, maka Ialah laksana perisai bagi segala orang yang berpaut kepada-Nya. Jangan apalah engkau menambahi firman-Nya dengan barang sesuatu, supaya jangan dihukumkan-Nya engkau dan didapati-Nya akan dikau seorang pembohong.
”Bahwa terutamalah nama yang baik dari pada minyak bau-bauan yang indah, dan baiklah hari orang mati dari pada hari jadinya.
”Dengarlah olehmu, hai segala langit! dan berilah telinga, hai bumi! karena demikianlah firman Tuhan: Bahwa Aku sudah memeliharakan dan membesarkan anak-anak, tetapi mereka itu sudah mendurhaka kepada-Ku. Bahwa lembu mengenal orang yang empunya dia, dan keledaipun tahu akan palung tuannya, tetapi Israel tiada berpengetahuan dan umat-Ku itu tiada berakal budi. Wai bagi bangsa yang berdosa, bagi bangsa yang besar kesalahannya, yaitu benih orang jahat dan anak-anak yang degil! Mereka itu sudah meninggalkan Tuhan, sudah mencelakan Yang Mahasuci orang Israel dan sudah undur dari pada-Nya seperti dari pada orang helat. Apa guna kamu lagi disesah? niscaya kamu akan bertambah murtad; segenap kepala itu sakit dan segenap hatipun letih lesu.
”tetapi kebinasaan atas segala orang durhaka dan atas orang berdosa bersama-sama, dan segala orang yang meninggalkan Tuhan itu akan ditumpas kelak.
”Wai bagi orang yang mengatakan jahat itu baik, dan akan baik itu jahat; yang menjadikan kegelapan itu terang dan akan terang itu kegelapan, dan yang menjadikan pahit itu manis dan akan manis itu pahit! Wai bagi orang yang bijak kepada pemandangannya sendiri, dan pada sangkanya dirinya juga budiman!
”Hanya Tuhan serwa sekalian alam jua yang suci bagimu! hendaklah kamu takut akan Dia dan kamu gentar akan Dia. Maka Iapun menjadi bagimu akan perlindungan yang suci! tetapi akan batu kesentuhan dan bukit gelincuhan bagi kedua isi rumah Israel dan akan jerat dan jaring bagi orang isi Yeruzalem.
”Akan taurat dan assyahadat, barangsiapa yang berkata-kata tiada setuju dengan perkataan itu, sekali-kali tiada akan terbit fajar baginya.
”Bagaimana engkau sudah gugur dari langit, hai bintang kejora! hai anak fajar! engkau sudah ditebang rebah ke bumi, engkau, yang penganiaya segala bangsa! Katamu di dalam hatimu demikian: Bahwa aku hendak ke langit, aku hendak meninggikan takhtaku di atas segala bintang Allah, dan duduk di atas bukit perhimpunan pada pihak utara. Bahwa aku hendak naik tinggi dari pada awan-awan dan menyamakan diriku dengan Yang Mahatinggi! Bahkan, engkau telah tercampak ke dalam neraka, ke dalam keleburan yang sangat dalam. Orang yang melihat engkau itu memandang kepadamu dan mengamat-amati akan dikau, sambil katanya: Inikah dia, yang sudah mengharu-birukan seisi dunia dan yang sudah menggentarkan segala kerajaan?
”Pada masa itu hikmat orang Mesir akan habis di dalam dadanya dan bicara mereka itu akan Kubatalkan; pada masa itu mereka akan bertanyakan berhalanya dan segala juru manteranya dan orang tenungannya dan yang tahu hikmat iblis.
”Tetapi ini juga sesat dalam air anggur dan berpusing-pusing dalam minuman yang keras, jikalau imam dan nabi sekalipun sesat dalam minuman keras, mereka itu sekalian teracap oleh air anggur, mereka itu berpusing-pusing oleh minuman yang keras, mereka itu sesat dalam khayal, mereka itu terhuyung-huyung dalam pehukuman.
”Dan lagi firman Tuhan demikian: Bahwa bangsa ini menghampiri Aku dengan mulutnya dan dengan lidahnya juga dimuliakannya Aku, tetapi hatinya jauh dari pada-Ku; adapun peri mereka itu berbuat ibadat kepada-Ku ia itu pengajaran hukum-hukum manusia belaka.
”Hai kamu yang terbalik hatimu! seolah-olah penjunan dibilang seperti tanah liat! seolah-olah perbuatan itu berkata akan hal tukangnya: Tiada diperbuatnya aku; atau barang yang dirupakan itu berkata akan hal orang yang merupakan dia: Tiada ia tahu pekerjaannya.
”Pada masa itu orang yang sesat hatinya akan mendapat akal dan segala orang bantahan akan menerima pengajaran.
”Karena inilah suatu bangsa bantahan, anak-anak yang dusta, anak-anak yang enggan mendengar akan taurat Tuhan.
”Katanya kepada segala pelihat: Janganlah kamu melihat; dan kepada segala nabi: Janganlah kamu katakan kepada kami barang yang benar, hendaklah kamu bernubuat akan kami barang yang kami suka, dan katakanlah kepada kami barang yang bohong! Lalulah kamu dari pada jalan, simpanglah dari pada lorong; jauhkanlah Yang Mahasuci orang Israel itu dari hadapan kami! Maka sebab itu demikianlah firman Yang Mahasuci orang Israel: Tegal kamu membuang firman ini, dan kamu harap akan penganiaya dan putar balik, dan kamu bersandar kepadanya, sebab itu kesalahan ini menjadi bagimu akan suatu belah dari atas sampai ke bawah pada pagar tembok yang tinggi, yang melentur keluar, dan yang kerobohannya akan jadi dengan segera pada sesaat juga;
”Aku yang membatalkan alamat segala pereka dusta dan Aku juga yang mempergilakan segala orang petenung; segala orang cerdik Kubingungkan dan segala pengetahuan mereka itu Kujadikan kebodohan.
”Segala penghulu mereka itu buta, satupun tiada diketahuinya, semuanya itu anjing kelu, tiada ia tahu menyalak, mereka itu mengantuk sambil berbaring dan suka tidur. Maka anjing ini lagi gelojoh, tiada ia tahu kenyang; bahkan, mereka itulah gembala yang tiada dapat mengerti, masing-masing balik kepada jalannya sendiri, masing-masing kepada labanya yang keji, jikalau orang yang terkemudian sekalipun,
”Karena akan siapakah kamu bergemar? akan siapakah kamu ngangakan mulutmu dan mengelelotkan lidahmu? Bukankah kamu anak-anak durhaka dan suatu benih yang haram?
”Karena orang isi rumah Israel dan orang isi rumah Yehudapun sudah berbuat khianat belaka kepada-Ku, demikianlah firman Tuhan. Mereka itu sudah mendustakan Tuhan serta katanya: Bukan Ia yang benar! karena tiada barang jahat akan berlaku atas kita, tiada kita akan melihat pedang atau lapar. Maka segala nabi itu angin belaka adanya, tiadalah datang barang firman kepadanya, atas mereka itu sendiri akan berlaku yang demikian.
”Hebatlah dan kejilah adanya perkara yang berlaku di dalam negeri ini. Bahwa segala nabi bernubuat dengan dusta dan segala imampun merajalela oleh kuat tangannya dan segala umat-Kupun suka akan yang demikian, tetapi apakah akal kamu pada akhir kelak?
”Karena dari pada besar dan kecil mereka itu sekalian mencahari laba yang keji, bahkan, baik nabi baik imam, semuanya berlaku dengan tipu. Maka luka puteri umat-Ku diobatinya dengan semudah-mudahnya jua, katanya: Selamat, selamat! maka selamatpun tiada.
”Bahkan, mereka itu menipu, masing-masing akan kawannya, karena tiada lagi mereka itu berkata benar, dibiasakannya lidahnya pada berkata dusta, dan diusahakannya dirinya dalam berbuat salah. Bahwa kedudukanmu adalah di tengah-tengah tipu daya, maka oleh tipu dayanya engganlah mereka itu mengenal Aku; demikianlah firman Tuhan.
”Lidah mereka itu bagai anak panah pembunuh adanya, ia berkata bohong; mulut masing-masing berkata manis dengan kawannya, tetapi di dalam hatinya dipasangnya jerat akan dia.
”Tetapi firman Tuhan kepadaku: Bahwa bohong belaka barang yang dinubuatkan oleh nabi-nabi itu dengan nama-Ku; tiada Aku menyuruhkan dia atau berpesan kepadanya atau berfirman kepadanya; adapun nubuatnya kepadamu ia itu khayal dusta dan tenungan dan barang yang sia-sia dan segala tipu hatinya. Maka sebab itu firman Tuhan demikian: Adapun segala nabi yang bernubuat dengan nama-Ku, meskipun tiada Aku menyuruhkan dia, katanya: Tiada akan ada pedang atau lapar di dalam negeri ini! segala nabi itu kelak akan rebah mati dimakan pedang dan dibinasakan oleh lapar.
”Demikianlah firman Tuhan: Kutuklah orang yang harap pada manusia dan yang menaruh daging akan lengannya, dan yang hatinya undur dari pada Tuhan!
”Adapun hati itu penipulah adanya terlebih dari pada segala sesuatu; sekali-kali tiada ia berketentuan; siapa gerangan boleh mengetahui isinya? Bahwa Akulah, Tuhan, yang menduga hati dan menyelidik batin, hendak membalas kepada tiap-tiap orang sekadar kelakuannya dan sekadar pahala perbuatannya.
”Adapun akan nabi-nabi itu, bahwa pecahlah hatiku di dalam dadaku, dan gementarlah segala tulangku; adalah halku ini seperti orang mabuk, selaku orang yang sudah minum terlampau banyak air anggur, maka ia itu dari karena Tuhan dan dari karena segala firman kesucianya-Nya.
”Karena baik nabi baik imam, keduanya orang munafik adanya; jikalau di dalam rumah-Ku sekalipun Kudapati akan kejahatan mereka itu, demikianlah firman Tuhan. Maka sebab itu jalannya akan baginya seperti tempat curam yang licin pada malam gelap; mereka itu tergelincir lalu jatuh ke dalamnya; maka Aku akan mendatangkan celaka ke atasnya pada tahun pembalasannya, demikianlah firman Tuhan.
”tetapi pada segala nabi Yeruzalem Kulihat barang yang keji sangat, mereka itu berbuat zinah dan berlaku dengan culas hatinya, dan dikuatkannya tangan segala orang yang berbuat jahat, sehingga tiada mereka itu bertobat masing-masing dari pada kejahatannya, melainkan mereka itu sekalian bagi-Ku seperti Sodom dan segala orang isinya seperti Gomorah! Maka sebab itu firman Tuhan serwa sekalian alam akan hal nabi-nabi itu demikian: Bahwasanya Aku akan memberi makan hia kepadanya, dan memberi minum air empedu kepadanya, karena dari pada nabi-nabi Yeruzalem sudah keluar kekejian itu kepada segala negeri.
”Demikianlah firman Tuhan serwa sekalian alam: Janganlah kamu dengar akan perkataan segala nabi yang bernubuat kepadamu, karena barang yang diberinya tahu kepadamu itu sia-sia belaka, mereka itu mengatakan barang yang terbit dari dalam hatinya sendiri, bukan yang terbit dari pada mulut Tuhan. Selalu mereka itu berkata kepada orang yang mencelakan Daku demikian: Adapun Tuhan sudah berfirman bahwa kamu akan selamat; dan kepada segala orang yang menurut kehendak hatinya sendiri kata mereka itu: Suatupun tiada yang jahat akan berlaku atas kamu.
”Bahwa murka Tuhan tiada akan undur sebelum selesailah sudah Ia dari pada berbuat segala niat hatinya; pada kemudian hari kamu akan merasainya dengan sungguh-sungguh. Bukannya Aku yang sudah menyuruhkan nabi-nabi itu, maka mereka itu berjalan juga; bukannya Aku yang berfirman kepada mereka itu, maka mereka itu bernubuat juga!
”Bahwa sudah Kudengar barang yang dikatakan oleh nabi-nabi yang bernubuat dusta dengan nama-Ku, katanya: Bahwa Aku sudah bermimpi, Aku sudah bermimpi! Berapa lama lagi? bagaimana berani mereka itu? Yaitu segala nabi yang bernubuat dusta dan yang mengatakan segala tipu daya hatinya. Niatnya supaya umat-Ku terlupa akan nama-Ku oleh mimpi-mimpinya, yang diceriterakannya seorang kepada seorang, seperti segala nenek moyangnya terlupa akan nama-Ku oleh karena Baal. Adapun nabi yang sudah bermimpi itu hendaklah diceriterakannya mimpinya, dan pada barangsiapa adalah firman-Ku, hendaklah dikatakannya, tetapi dengan sebenarnya, karena apakah perkaranya merang dengan gandum? demikianlah firman Tuhan. Bukankah firman-Ku juga seperti api? demikianlah firman Tuhan, dan seperti godam yang menghancurluluhkan batu besi?
”Bahwasanya, demikianlah firman Tuhan, Aku membalas kelak kepada nabi-nabi itu, yang sudah membiasakan lidahnya dalam berkata demikian: Tuhan sudah berfirman. Bahwasanya, demikian firman Tuhan, Aku membalas kelak kepada segala tukang mimpi bohong itu, yang menceriterakan dia dan yang mempersesatkan segala umat-Ku dengan dustanya dan dengan angkaranya! Maka tiada pernah Aku menyuruhkan dia dan tiada pernah Aku berfirman kepadanya, dan sekali-kali tiada pernah mereka itu berfaedah kepada bangsa ini, demikianlah firman Tuhan.
”Adapun nabi atau imam atau umat yang berkata demikian: Perintah Tuhan itu; maka Aku akan membalasnya kepadanya dan kepada segala orang isi rumahnya. Demikian hendaklah kamu berkata masing-masing kepada kawannya dan masing-masing kepada saudaranya: Apakah sudah dijawab oleh Tuhan? atau: Apakah firman Tuhan? Tetapi jangan lagi katamu: Perintah Tuhan, karena barangsiapa yang berkata demikian, niscaya firman-Ku menjadi perintah kepadanya, sebab kamu sudah memutarbalikkan firman Allah yang hidup, Tuhan serwa sekalian alam, yaitu Allah kami.
”Tetapi jikalau selalu katamu: Perintah Tuhan, sebab itu, demikianlah firman Tuhan, yaitu sebab katamu: Perintah Tuhan, meskipun Aku sudah menyuruhkan orang kepadamu mengatakan: Janganlah katamu: Perintah Tuhan; bahwasanya sebab itu Aku kelak akan menangkap kamu dan mencampakkan kamu dari hadapan hadirat-Ku, demikianpun negeri yang sudah Kukaruniakan kepadamu dan kepada nenek moyang kamu. Maka Aku akan mengadakan padamu kecelaan yang kekal dan kehinaan yang kekal dan yang tiada terlupa sekali-kali.
”Sebab itu janganlah kamu mendengar akan nabi-nabimu dan akan petenungmu dan akan pemimpinmu dan akan ahli nujummu dan akan penyulapmu, yang berkata-kata kepadamu demikian: Tiada kamu akan diperhambakan oleh raja Babil. Karena mereka itu bernubuat dusta kepadamu, sehingga kamu akan dibuang jauh dari pada negerimu, dan kamu Kutolak keluar, lalu kamu binasa.
”Sebab itu janganlah kamu dengar akan segala perkataan nabi-nabi yang berkata kepadamu demikian: Tiada kamu akan diperhambakan oleh raja Babil; karena mereka itu bernubuat dusta kepadamu. Karena tiada Aku menyuruhkan dia, demikianlah firman Tuhan, dan mereka itu bernubuat dusta dengan nama-Ku, sehingga Aku kelak menolak keluar akan kamu dan kamupun binasalah, baik kamu baik segala nabi yang bernubuat kepadamu. Dan lagi kataku kepada segala imam dan kepada segenap orang banyak itu demikian: Bahwa inilah firman Tuhan: Janganlah kamu dengar akan perkataan segala nabimu, yang bernubuat kepadamu, katanya: Bahwasanya sekarang segala serba perkakasan rumah Tuhan akan dibawa kembali dari Babil dengan segera juga; karena mereka itu bernubuat dusta kepadamu.
”Karena demikianlah firman Tuhan serwa sekalian alam, Allah orang Israel: Jangan kamu ditipu oleh segala nabimu dan segala petenungmu, yang di antara kamu, dan jangan kamu dengar akan pemimpimu yang kamu suruh bermimpi; karena mereka itu bernubuat dusta kepadamu dengan nama-Ku; tiada Kusuruhkan mereka itu, demikianlah firman Tuhan.
”Bahwa umat-Ku telah menjadi laksana kambing yang sesat, yang disesatkan oleh gembalanya di atas gunung-gunung, dan mereka itu telah mengembara dari pada sebuah gunung kepada sebuh gunung, sehingga terlupalah mereka itu akan tempat perhentiannya.
”Apabila firman-Ku akan hal orang fasik demikian: Tak dapat tiada engkau akan mati kelak! maka tiada engkau menasehatkan dia dan satupun tiada katamu akan menasehatkan orang fasik itu dari pada jalannya yang jahat, supaya engkau menghidupi dia, bahwasanya orang fasik itupun akan mati di dalam kesalahannya, tetapi darahnya akan Kutuntut dari pada tanganmu. Tetapi apabila engkau sudah menasehatkan orang fasik itu dan tiada ia bertobat dari pada kejahatannya dan dari pada jalannya yang salah, niscaya orang itu akan mati kelak dalam kejahatannya, tetapi jiwamu akan kaulepaskan. Atau jikalau kiranya seorang yang benar itu undur dari pada jalan yang betul serta berbuat jahat, dan Kuadakan suatu kesentuhan baginya, sehingga matilah ia, jikalau sudah tiada engkau menasehatkan dia, maka iapun akan mati dalam dosanya, dan segala kebajikan yang telah dibuatnya, itu tiada akan diingat lagi, tetapi darahnya akan Kutuntut juga dari pada tanganmu. Tetapi jikalau engkau sudah menasehatkan orang yang benar itu, supaya jangan orang yang benar itu berbuat dosa, lalu tiada juga ia berbuat dosa, maka iapun akan hidup, sebab telah ia menerima nasehat, dan jiwamupun akan kaulepaskan.
”Karena tiada akan lagi wahyu yang dusta dan nubuat pembujuk di tengah-tengah bangsa Israel.
”Maka datanglah firman Tuhan kepadaku, bunyinya: Hai anak Adam! bernubuatlah akan hal nabi-nabi Israel yang membuat dirinya nabi, dan katakanlah kepada mereka itu, yang nabi dengan kehendaknya sendiri: Dengarlah olehmu firman Tuhan! Demikianlah firman Tuhan Hua: Wai bagi segala nabi gila, yang menurut sangka hatinya sendiri, dan kepadanya tiada pernah dinyatakan barang sesuatu.
”Seperti rubah pada tempat yang sudah rusak, demikianlah hal segala nabimu, hai orang Israel! Tiada pernah kamu memanjat celah pagar tembok atau membangunkan pagar tembok akan bangsa Israel, akan berdiri tetap di dalam perang pada hari Tuhan. Tipu juga barang yang dilihatnya dan dusta belaka nubuatnya; kata mereka itu: Demikianlah firman Tuhan! maka Tuhanpun tiada menyuruhkan mereka itu, lalu kemaluanlah mereka itu tiada boleh disampaikan barang yang telah dikatakannya. Bukankah khayal tipu juga, yang kamu lihat itu, dan nubuat dusta yang kamu katakan, apabila katamu: Demikianlah firman Tuhan! maka tiada Aku berfirman sekali-kali?
”Maka sebab itu, demikianlah firman Tuhan Hua: Tegal kamu berkata tipu dan melihat dusta, sebab itu sugguh Aku kelak membalas dia kepadamu, demikianlah firman Tuhan Hua!
”Dan tangan-Ku akan melawan segala nabi yang melihat khayal tipu dan yang bernubuat dusta; mereka itu tiada akan masuk bilangan umat-Ku yang pilihan, dan pada masa disuratkan nama-nama orang Israel, nama mereka itu tiada akan disuratkan, dan ke dalam negeri Israel tiada mereka itu akan masuk; demikianlah akan diketahui olehmu bahwa Aku ini Tuhan Hua! Maka sebab itu, bahkan, sebab disesatkannya segala umat-Ku, katanya: Selamatlah; maka tiada selamat sekali-kali, dan seorang memperbuat pagar dari pada tanah liat dan sesungguhnya seorang lain melumaskan dia dengan kapur, katakanlah kepada mereka yang melumas dengan kapur itu, bahwa pagarnya akan roboh, karena akan ada hujan yang sangat deras dan Aku akan menurunkan hujan air beku, dan angin ribut yang besarpun akan dilepaskan. Maka sesungguhnya apabila pagar itu sudah roboh, bukankah kata orang kepadamu kelak: Di manakah kapur yang telah kamu lumaskan itu? Maka sebab itu demikianlah firman Tuhan Hua: Sesungguhnya Aku akan melepaskan suatu tofan dengan kehangatan murka-Ku, dan suatu hujan yang amat deras akan turun oleh amarah-Ku dan hujan air bekupun dengan kehangatan murka-Ku akan membinasakan! Dan Aku akan merobohkan pagar yang telah kamu lumas dengan kapur itu, dan Kucampakkan dia ke bumi dan alasnyapun akan kelihatan! maka apabila robohlah ia itu, kamupun akan binasa di tengah-tengahnya; demikianlah akan diketahui olehmu bahwa Aku ini Tuhan! Demikianlah Aku akan menyempurnakan kehangatan murka-Ku akan pagar itu dan akan mereka sekalian yang melumas dia dengan kapur; dan firman-Ku kepadamu kelak: Bahwa pagar itu tiada lagi, dan orang yang melumas diapun tiada lagi! Yaitu segala nabi Israel yang bernubuat akan hal Yeruzalem dan melihat khayal selamat atasnya, jikalau tiada selamat sekalipun, demikianlah firman Tuhan Hua.
”Maka engkau, hai anak Adam! tujukanlah mukamu kepada orang perempuan bangsamu yang bernubuat dari sangka hatinya sendiri, dan benubuatlah engkau akan halnya;
”Sebab kamu sudah mendukacitakan hati orang yang benar dengan dustamu, sedang tiada Aku mendukakan dia, dan kamu sudah menguatkan tangan orang fasik, sehingga tiada ia balik dari pada jalannya yang jahat akan memeliharakan nyawanya; sebab itu tiada lagi kamu akan melihat khayal penipu, atau bernubuat tenungan, melainkan Aku akan melepaskan umat-Ku dari pada tanganmu dan akan diketahui olehmu bahwa Aku ini Tuhan!
”Maka nabi-nabinyapun melaburkan semuanya akan mereka itu dengan kapur, dipertangguhkannya mereka itu dengan khayal penipu dan ramal dusta, katanya: Demikianlah firman Tuhan Hua! maka tiada juga Tuhan berfirman.
”Maka sebab itu demikianlah firman Tuhan Hua: Tegal engkau sangkakan budimu seperti budi Allah, sebab itu sesungguhnya Aku kelak mendatangkan atasmu beberapa bangsa yang keras dan bengis, maka ia itu akan menghunus pedangnya lawan segala keelokan budimu serta mereka itu akan menghinakan cahayamu.
”maka oleh orang itu, apabila dilihatnya pedang datang ke negeri itu, lalu ditiupnya nafiri akan memberitahu orang itu; maka jikalau kiranya ada orang mendengar juga bunyi nafiri, tetapi tiada diperhatikannya, lalu datanglah pedang membinasakan dia, maka darahnya tertanggunglah atasnya. Karena didengarnya bunyi nafiri maka tiada juga diindahkannya; darahnyapun tertanggunglah atasnya, karena jikalau kiranya diindahkannya, maka boleh juga diluputkannya nyawanya. Tetapi jikalau penunggu itu melihat pedang datang, lalu tiada ditiupnya nafiri dan tiada juga diberitahunya orang itu, apabila pedang datang dan binasalah barang seorang, kendatilah orang itu binasa dalam kejahatannya, maka darahnya juga Kutuntut dari pada tangan penunggu itu.
”Adapun akan engkau, hai anak Adam! Aku sudah mengangkat engkau akan penunggu bagi bangsa Israel, sehingga engkau akan mendengar firman dari pada mulut-Ku dan engkau menasehatkan mereka itu dari pada pihak-Ku. Apabila firman-Ku kepada orang fasik demikianlah: Hai orang fasik! tak akan jangan engkau mati kelak! dan tiada engkau berkata kepadanya akan menasehatkan dia dari pada jalannya, sungguh orang fasik itu akan mati juga dalam kejahatannya, tetapi darahnya akan Kutuntut dari pada tanganmu. Tetapi jikalau engkau sudah menasehatkan orang fasik itu dari pada jalannya, supaya baliklah ia dari padanya, maka tiada juga ia balik dari pada jalannya, niscaya iapun akan mati kelak dalam kejahatannya, tetapi engkau juga akan berlepas nyawamu.
”Demikianpun apabila firman-Ku kepada orang fasik: Tak dapat tiada engkau mati kelak! lalu iapun bertobat dari pada dosanya dan dibuatnya barang yang benar dan betul; jikalau orang fasik itu mengembalikan barang gadaian, dan mengganti barang yang telah dirampas dan menurut segala syariat kehidupan, sehingga tiada lagi dibuatnya sesuatu yang jahat, niscaya iapun akan hidup dan tiada ia mati kelak.
”Kendatilah, maka kata segala bani bangsamu juga: Bahwa jalan Tuhan tiada betul; tetapi jalan mereka itu sendiri tiada betul. Jikalau orang benar undur dari pada kebenarannya dan berbuat perkara yang jahat, lalu mati olehnya, dan jikalau orang fasik bertobat dari pada kejahatannya dan berbuat mana yang benar dan betul, lalu hidup olehnya, bolehkah akan hal itu katamu: Bahwa jalan Tuhan tiada betul? Bahwasanya Aku akan menghukumkan tiap-tiap orang, hai bangsa Israel! sekadar perbuatannya.
”Hai anak Adam! hendaklah engkau bernubuat akan hal gembala-gembala Israel; bernubuatlah dan katakanlah kepada gembala-gembala itu: Demikianlah firman Tuhan Hua: Wai bagi segala gembala Israel yang menggembalakan dirinya! Bukankah patut orang gembala itu menggembalakan kambing-kambingnya? Bahwa kamu mengenyangkan dirimu dengan susunya dan kamu berpakaikan dirimu dengan bulunya dan yang tambun-tambun kamu bantai, tetapi tiada kamu menggembalakan kawan kambing itu! Yang lemah tiada kamu kuatkan, dan yang sakit tiada kamu obati, dan yang luka tiada kamu bebati, dan yang terhalau tiada kamu bawa balik, dan yang sesat tiada kamu cahari, melainkan kamu sudah memerintahkan dia dengan kekerasan dan dengan bengis. Sebab itu tercerai-berailah mereka itu dengan tiada bergembala dan telah menjadi makanan segala margastwa di padang sebab sesatlah ia. Bahwa kawan kambing-Ku sesatlah di atas segala gunung yang tinggi-tinggi dan di atas kemuncak segala bukit dan tercerai-berailah kawan kambing-Ku di atas seluruh muka bumi; maka seorangpun tiada yang peduli, seorangpun tiada yang mencahari dia!
”Sesungguh-sungguh Aku ini hidup, demikianlah firman Tuhan Hua, masakan tidak, tegal kawan kambing-Ku telah jadi rampasan, dan kawan kambing-Kupun telah menjadi makanan segala margasatwa di padang, dan tegal tiadalah gembala, dan segala gembala-Ku tiada peduli akan kawan kambing-Ku, dan tegal gembala-gembala itu menggembalakan dirinya sahaja dan tiada digembalakannya kawan kambing-Ku, sebab itu, hai gembala-gembala! dengarlah olehmu firman Tuhan! Demikianlah firman Tuhan Hua: Bahwasanya Aku membalas kelak kepada gembala-gembala itu, dan Kutuntut kambing-kambing-Ku dari pada tangannya dan Kupecatkan mereka itu dari pada pangkat gembala kambing, sehingga tiada lagi gembala-gembala itu menggembalakan dirinya, melainkan Kusentak kelak segala kambing-Ku dari dalam mulutnya, supaya jangan lagi jadi makanannya.
”Tetapi akan kamu, hai segala kambing-Ku! demikianlah firman Tuhan Hua, sesungguhnya Aku akan memutuskan hukum antara kambing dengan domba dan antara domba jantan dengan kambing jantan.
”Sebab itu, demikianlah firman Tuhan Hua kepadamu: Bahwa sesungguhnya Aku akan memutuskan hukum antara kambing yang tambun dengan kambing yang kurus; sebab kamu menggasak akan yang lemah-lemah itu dengan lambung dan pahamu dan kamu menanduk-nanduk akan dia, sehingga kamu halaukan dia ke luar sekali, sebab itu Aku akan datang membantu kambing-kambing-Ku, supaya jangan lagi mereka itu jadi rampasan, dan Aku akan memutuskan hukum antara kambing dengan kambing.
”Demikian engkau sudah mendurhaka kepada-Ku dengan mulutmu dan dengan memperbanyakkan perkataanmu lawan Aku; bahwa Aku juga sudah mendengar dia.
”Bahwa umat-Ku dibinasakan sebab mereka itu tiada berpengetahuan, melainkan kamu sudah mencelakan pengetahuan, sehingga Kutolak akan kamu, supaya jangan kamu melakukan imamat bagi-Ku; tegal kamu sudah melupakan hukum Allahmu, maka Aku juga melupakan anak-anakmu.
”Bahwa umat-Ku bertanyakan kayunya dan tongkatnya patutlah memberi tahu kepadanya, karena nafsu persundalan sudah membujuk mereka itu, sehingga dengan berzinah mereka itu sudah undur dari pada Allahnya.
”Demikianlah firman Tuhan akan hal segala nabi yang menyesatkan umat-Ku: Apabila pada mereka itu ada cukup akan dimamah dengan giginya, maka serunya: Selamatlah! tetapi akan orang yang tiada menyuap mulutnya disediakannya perang. Maka sebab itu akan jadi malam bagimu akan ganti penglihat khayal, dan kegelapan bagimu akan ganti tenungan dan mataharipun akan mati lenyap dari pada nabi-nabi ini dan siang haripun akan jadi hitam baginya. Maka segala pelihat itu akan malu dan segala petenung kena bera muka, semuanya akan berjalan dengan terbelit misainya, karena tiada akan ada barang sahutan dari pada pihak Allah.
”Bahwa segala penghulunya memutuskan hukum dengan makan suap dan segala imamnya mengajar dengan mengambil upah dan segala nabinya bernubuat karena uang; kendatilah, mereka itu bersandar juga pada Tuhan, katanya: Bukankah Tuhan ada di tengah-tengah kita? Bahwa barang celakapun tiada akan datang atas kita!
”Sahaja hendaklah kamu membuat segala perkara ini: Berkatalah benar seorang kepada seorang, dan putuskanlah hukum dengan adil dan benar dan taruhlah belas kasihan dalam segala pintu gerbangmu. Dan jangan kamu mereka jahat dalam hatimu seorang akan seorang, dan jangan kamu suka bersumpah dusta, karena Aku benci akan segala perkara ini, demikianlah firman Tuhan.
”Bahwa sesungguhnya dusta juga adanya barang yang dijanji terafim, dan tipu adanya barang yang dilihat oleh segala petenung, dan diceriterakannya beberapa mimpi yang sia-sia, dan diberinya penghiburan yang tiada berguna! Maka sebab itu sesatlah mereka itu seperti kambing domba dan mereka itu mengembara ke sana ke mari, sebab tiada mereka itu bergembala.
”Wai bagi gembala yang tiada berguna dan yang meninggalkan kawan domba itu! Bahwa pedang akan terkena kepada lengannya dan kepada mata kanannya! Lengannya akan capik sama sekali dan mata kanannyapun akan buta!
”Maka akan jadi pada hari itu, demikianlah firman Tuhan serwa sekalian alam, bahwa Aku akan menghapuskan dari pada tanah itu nama segala berhala, sehingga tiadalah lagi peringatan akan dia, dan lagi segala nabi dan syaitan yang najis akan Kulalukan dari pada tanah itu. Maka akan jadi, apabila lagi seorang bernubuat, bahwa ibu bapanya yang telah memperanakkan dia itu, akan berkata kepadanya: Tak boleh lagi engkau hidup, karena engkau telah berkata dusta demi nama Tuhan; maka ibu bapanya yang telah memperanakkan dia itu akan menikam dia jikalau ia bernubuat. Maka akan jadi pada hari itu, bahwa segala nabi itu akan malu melihat khayal dan bernubuat, dan tiada lagi mereka itu akan berpakaikan baju selimut kambeli akan menyamarkan dirinya. Melainkan akan katanya: Bukannya aku ini seorang nabi, bahwa aku ini seorang peladang; karena dari pada kecilku aku dalam pekerjaan orang.
”Karena haruslah bibir imam itu memeliharakan pengetahuan dan kepada lidahnyapun orang bertanyakan bunyi taurat, karena ialah utusan Tuhan serwa sekalian alam. Tetapi kamu sudah menyimpang dari pada jalan itu dan sudah menjadi sebab banyak orang melangkahkan taurat; bahwa kamu sudah membusukkan perjanjian dengan Lewi itu; demikianlah firman Tuhan serwa sekalian alam. Maka sebab itu Aku juga sudah menghinakan kamu dan merendahkan kamu di antara segenap orang banyak, tegal tiada kamu memeliharakan segala jalan-Ku dan sudah memandang muka orang dalam hal taurat.
”Berbahagialah segala orang yang teraniaya oleh sebab kebenaran, karena mereka itu yang empunya kerajaan surga. Berbahagialah kamu apabila orang mencela kamu dan menganiaya kamu serta mengumpat kamu dengan dusta oleh sebab Aku. Bersukacitalah kamu sambil bersukaria, sebab besarlah pahalamu di surga; karena sedemikian itu juga segala nabi yang dahulu daripada kamu terkena aniaya."
”"Janganlah kamu sangkakan Aku datang hendak merombak hukum Taurat atau kitab nabi-nabi; bukannya Aku datang hendak merombak, melainkan hendak menggenapkan. Karena sesungguhnya Aku berkata kepadamu, sehingga langit dan bumi lenyap, satu noktah atau satu titik pun sekali-kali tiada akan lenyap daripada hukum Taurat itu sampai semuanya telah jadi. Sebab barangsiapa yang merombak satu hukum yang terkecil di antara segala hukum ini, dan mengajar demikian kepada orang, ialah yang akan disebut terkecil di dalam kerajaan surga; tetapi barangsiapa yang menurut hukum dan mengajarkan dia, ialah yang akan disebut besar di dalam kerajaan surga.
”Apakah sebabnya engkau memandang selumbar yang di dalam mata saudaramu itu, tetapi balok yang di dalam matamu sendiri tiada engkau sadar? Bagaimana boleh engkau mengatakan kepada saudaramu: Biarlah aku mengeluarkan selumbar itu dari dalam matamu, sedang ada balok di dalam matamu sendiri? Hai munafik! Keluarkanlah dahulu balok itu dari dalam matamu sendiri, kemudian baharulah engkau nampak terang akan mengeluarkan selumbar dari dalam mata saudaramu itu. Janganlah kamu memberi barang yang kudus pada anjing, dan jangan dicampakkan mutiaramu di hadapan babi, kalau-kalau dipijak-pijaknya dengan kakinya serta berbalik mencarik kamu.
”"Masuklah kamu daripada pintu yang sempit; karena luaslah pintu dan lebarlah jalan yang membawa kepada kebinasaan, dan banyaklah orang yang masuk daripadanya. Karena sempitlah pintu dan sesaklah jalan yang membawa kepada hidup, dan hanya sedikit orang yang mendapat dia.
”Jagalah dirimu daripada segala nabi palsu, yang datang kepadamu dengan menyerupai dirinya seperti domba, tetapi di dalam hati mereka itu seperti serigala yang buas.
”Tiap-tiap pohon kayu yang tiada memberi buah yang baik, akan ditebang dan dibuangkan ke dalam api. Sebab itu daripada buah-buahannya kamu akan mengenali dia.
”Bukannya tiap-tiap orang yang menyeru Aku, Tuhan, Tuhan, akan masuk ke dalam kerajaan surga; hanyalah orang yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di surga. Pada hari itu kelak banyaklah orang yang akan berkata kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah dengan nama Tuhan kami mengajar, dan dengan nama Tuhan kami membuangkan setan, dan dengan nama Tuhan kami mengadakan banyak mujizat? Pada ketika itu Aku akan berkata kepada mereka itu dengan nyata: Bahwa tiada pernah Aku mengenal kamu; undurlah daripada-Ku, hai kamu yang mengerjakan jahat.
”Dan barangsiapa yang mengatakan perkataan yang melawan Anak manusia, ia itu akan diampuni; tetapi barangsiapa yang mengatakan perkataan yang melawan Rohulkudus, ia itu tiada akan diampuni, baik di dalam dunia ini, baik di dalam akhirat.
”Oleh sebab itu Aku bertutur kepada mereka itu dengan perumpamaan, karena mereka itu melihat dengan tiada melihat, dan mendengar dengan tiada mendengar atau mengerti. Demikian disampaikanlah bagi mereka itu sabda Nabi Yesaya, bunyinya: Bahwa dengan pendengar kamu akan mendengar, tetapi sekali-kali tiada kamu akan mengerti. Dan dengan penglihat kamu akan melihat, tetapi sekali-kali tiada kamu nampak.
”Sebab itu dengarlah oleh kamu pengertian perumpamaan orang yang menabur benih itu! Bahwa apabila orang mendengar Perkataan kerajaan itu dan tiada ia mengerti, maka datanglah si Jahat merebut barang yang tertabur di dalam hatinya itu; inilah dia yang tertabur di tepi jalan. Tetapi yang tertabur di tempat berbatu-batu, itulah orang yang mendengar Perkataan itu, lalu segeralah menyambut dia dengan sukacitanya; tetapi tiadalah ia berakar di dalam dirinya, hanyalah bertahan seketika sahaja. Lalu apabila datang kesusahan atau aniaya oleh sebab Perkataan itu, sebentar itu juga kecil hati mereka itu. Maka yang tertabur di tengah semak duri itu, ialah orang yang mendengar Perkataan itu, tetapi bantutlah Perkataan itu oleh sebab percintaan dunia ini beserta segala tipu daya kekayaannya, sehingga tiada berbuah. Maka yang tertabur di tanah yang baik itu, ialah orang yang mendengar Perkataan itu serta mengerti dia; lalu berbuahlah ia sungguh-sungguh, sehingga mengeluarkan buah, ada yang seratus, ada yang enam puluh, ada yang tiga puluh kali gandanya."
”Maka jawab Yesus serta berkata kepada mereka itu, "Apakah sebabnya kamu pun melanggar hukum Allah oleh sebab adat istiadat orang tua-tua kamu?
”Bahwa kaum ini menghormati Aku dengan mulutnya, tetapi hatinya jauh daripada-Ku. Sia-sialah mereka itu menyembah Aku, karena mereka itu mengajarkan hukum-hukum akal manusia."
”Maka jawab Yesus, kata-Nya, "Sesuatu tanaman, yang tiada ditanam oleh Bapa-Ku yang di surga, ialah akan dicabut. Biarkanlah orang itu. Mereka itu pemimpin buta daripada orang yang buta. Jikalau orang buta memimpin orang buta, niscaya keduanya pun akan jatuh ke dalam lubang."
”Bagaimanakah yang kamu tiada mengerti, bahwa bukannya dari hal roti Aku berkata kepadamu? Tetapi jagalah dirimu daripada ragi orang Parisi dan orang Saduki itu." Maka baharulah mereka itu mengerti, bahwa bukan Ia berkata tentang menjaga dirinya daripada ragi, melainkan daripada pengajaran orang Parisi dan orang Saduki.
”Tetapi berpalinglah Yesus sambil berkata kepada Petrus, "Pergilah ke belakang Aku, hai Iblis! Engkaulah menjadi suatu penyesat bagi-Ku, karena bukannya engkau memikirkan barang daripada Allah, melainkan barang daripada manusia."
”Jikalau saudaramu bersalah kepadamu, pergilah engkau menasehatkan dia di antara engkau dengan dia sendiri; jikalau ia menurut nasehatmu, sudahlah engkau mendapat balik saudaramu itu. Tetapi jikalau tiada diturutnya, bawalah sertamu seorang atau dua orang lagi, supaya dengan mulut dua tiga orang saksi itu tiap-tiap perkataan dapat ditetapkan. Dan jikalau ia menolak perkataan mereka itu, katakanlah hal itu kepada sidang; tetapi jikalau tiada juga ia mendengar sidang itu pun, biarlah ia menjadi padamu seperti orang kafir dan seperti orang pemungut cukai.
”Tetapi sebab Yesus mengetahui kejahatan mereka itu, lalu kata-Nya, "Hai orang munafik, apakah sebabnya kamu mencobai Aku?
”Setelah itu bertuturlah Yesus kepada orang banyak dan murid-murid-Nya, kata-Nya, "Bahwa ahli Taurat dan orang Parisi duduk di atas kursi Musa. Sebab itu, hendaklah kamu membuat dan menurut segala sesuatu yang dikatakannya kepadamu; tetapi perbuatannya jangan kamu lakukan; karena mereka itu berkata-kata sahaja, tetapi tiada mengamalkan. Maka diikatkannya tanggungan yang berat dan yang sukar dipikul, lalu meletakkan di atas bahu orang, tetapi mereka itu sendiri dengan jarinya pun tiada mau menggerakkan dia. Maka segala perbuatannya dilakukannya sahaja, supaya dilihat orang; maka pengikat sembahyang dilebarkannya, dan rumbai-rumbai pakaiannya dilabuhkannya,
”dan lagi mereka itu suka duduk di tempat yang mulia di dalam perjamuan, dan di kursi yang kehormatan di dalam rumah sembahyang, dan suka mereka itu diberi hormat di pasar, dan suka dipanggil orang Guru Besar. Tetapi janganlah kamu ini dipanggil orang Guru Besar, karena Satu sahaja Guru kamu, maka kamu sekalian ini bersaudara. Dan janganlah kamu memanggil Bapa akan barang seorang pun di dalam dunia ini, karena Satu sahaja Bapa kamu, yaitu yang ada di surga. Dan lagi janganlah kamu dipanggil orang Penganjur, karena Penganjur kamu Satu sahaja, yaitu Kristus. Tetapi yang terlebih besar di antara kamu, hendak menjadi hamba kepada kamu. Barangsiapa yang meninggikan dirinya, ia itu akan direndahkan; dan barangsiapa yang merendahkan dirinya, ia itu akan ditinggikan.
”Wai bagi kamu, hai ahli Taurat dan orang Parisi, orang munafik! Karena kamu menutup pintu kerajaan surga menahan orang, maka kamu ini tiada masuk, dan orang yang ingin masuk kamu tegahkan. Wai bagi kamu, hai ahli Taurat dan orang Parisi, orang munafik! Karena kamu mengelilingi laut dan darat hendak membawa seorang sahaja masuk agama; dan apabila ia sudah masuk, maka kamu jadikan dia anak isi neraka dua kali ganda daripada kamu sendiri.
”Wai bagi kamu, hai ahli Taurat dan orang Parisi, orang munafik! Karena kamu membayar sepersepuluh daripada selasih dan adas manis dan jintan, tetapi hal ihwal yang terlebih wajib di dalam Taurat, seperti keadilan dan belas kasihan dan setiawan, kamu tinggalkan. Inilah yang patut diperbuat, dan yang lain itu pun jangan ditinggalkan. Hai pemimpin yang buta, yang menapis nyamuk, tetapi menelan unta. Wai bagi kamu, hai ahli Taurat dan orang Parisi, orang munafik! Karena kamu membersihkan luar cawan dan pinggan, tetapi di dalamnya ada penuh dengan rampasan dan lobamu. Hai orang Parisi yang buta! Bersihkanlah dahulu sebelah dalam cawan dan pinggan, supaya luarnya pun menjadi bersih. Wai bagi kamu, hai ahli Taurat dan orang Parisi, orang munafik! Karena kamu seumpama kubur yang bersapu kapur; sungguhpun dari luar kelihatan elok, tetapi di dalamnya berisi tulang orang mati dan berbagai-bagai najis. Sedemikian juga kamu ini pun dari luar kelihatan benar kepada orang, tetapi di dalam penuh kamu dengan munafik dan dosa.
”Wai bagi kamu, hai ahli Taurat dan orang Parisi, orang munafik! Karena kamu memperbuat kubur nabi-nabi, dan menghiasi nisan kubur orang benar. Lalu katamu: Jikalau kami sudah ada pada zaman nenek moyang kami, niscaya tiadalah kami bersekutu dengan orang yang menumpahkan darah nabi-nabi. Demikianlah kamu menyaksikan dirimu sendiri, bahwa kamulah anak cucu orang yang membunuh nabi-nabi itu. Baiklah kamu menggenapi dosa nenek moyangmu itu! Hai ular dan benih ular! Bagaimanakah dapat kamu lari melepaskan dirimu daripada hukuman neraka? Sebab itu ingatlah, bahwa Aku ini akan menyuruhkan kepadamu beberapa nabi dan orang budiman dan ahli Taurat. Maka separuhnya akan kamu bunuh dan kamu salibkan, dan separuhnya lagi akan kamu sesah di dalam rumah sembahyang dan menghambat dari sebuah negeri ke sebuah negeri. Supaya tertanggunglah atas kamu segala darah orang benar yang tumpah di atas bumi, yaitu daripada darah Habel yang benar sehingga sampai kepada darah Zakaria anak Barakia, yang telah kamu bunuh di antara Rumah Allah dengan tempat korban.
”Maka jawab Yesus serta berkata kepada mereka itu, "Ingatlah baik-baik, jangan barang seorang menyesatkan kamu. Karena banyak orang akan datang dengan nama-Ku, katanya: Aku inilah Kristus! maka mereka itu menyesatkan banyak orang.
”Dan kemudian daripada itu banyaklah orang menaruh syak, lalu seorang akan menyerahkan seorang yang lain, dan seorang akan membenci seorang yang lain. Maka banyak nabi palsu akan terbit kelak, dan akan menyesatkan beberapa banyak orang. Dan sebab makin bertambah dosa, maka kasih orang banyak tawarlah kelak.
”Karena beberapa Kristus palsu dan nabi palsu akan terbit, serta mengadakan pekerjaan yang ganjil sekali dan perbuatan yang heran, supaya menyesatkan, jikalau boleh, orang yang terpilih itu juga. Perhatikanlah, Aku sudah mengatakan itu kepadamu terlebih dahulu.
”Maka langit dan bumi akan lenyap, tetapi perkataan-Ku kekal.
”Maka Yesus menghampiri mereka itu, lalu bertutur kepada mereka itu, sabda-Nya, "Bahwa segala kuasa dikaruniakan kepada-Ku. Baik di surga baik di atas bumi ini. Sebab itu pergilah kamu, jadikanlah sekalian bangsa itu murid-Ku, serta membaptiskan dia dengan nama Bapa, dan Anak dan Rohulkudus; dan mengajar dia menurut segala sesuatu yang Aku pesan kepadamu. Maka ketahuilah olehmu: Aku ini beserta dengan kamu senantiasa hingga kepada kesudahan alam."
”Adapun penabur itu, ialah yang menabur Perkataan. Maka inilah yang di tepi jalan, di tempat Perkataan itu ditabur, yaitu apabila mereka itu mendengar, maka dengan seketika itu juga datanglah Iblis mengambil Perkataan, yang tertabur di dalam hatinya. Demikian pula, yang ditabur pada tempat yang berbatu-batu, yaitu apabila mereka itu mendengar Perkataan itu, segeralah disambutnya dengan bersukacita hatinya. Tetapi tiadalah ia berakar di dalam dirinya, hanyalah bertahan seketika sahaja, lalu apabila datang kesusahan atau aniaya oleh sebab Perkataan itu, sebentar itu juga kecillah hati mereka itu. Maka yang ditabur di tengah semak duri itu pula, ialah orang yang sudah mendengar Perkataan itu, lalu masuk ke dalam hatinya segala percintaan dunia ini beserta segala tipu daya kekayaan dan keinginan akan berbagai-bagai perkara yang lain sambil membantutkan Perkataan itu, sehingga tiada ia berbuah. Tetapi inilah, yang ditabur pada tanah yang baik, yaitu orang yang mendengar Perkataan itu serta menerima dia, lalu berbuahlah ia, ada yang tiga puluh ganda, ada yang enam puluh, ada yang seratus kali gandanya."
”Maka kata Yesus kepada mereka itu, "Benar sekali barang yang Nabi Yesaya telah bernubuat akan hal kamu, orang munafik, seperti yang tersurat: Bahwa kaum ini menghormati Aku dengan mulutnya. Tetapi hatinya jauh daripada-Ku. Sia-sialah mereka itu menyembah Aku, karena mereka itu mengajarkan hukum-hukum akal manusia.
”Hukum Allah kamu tinggalkan, tetapi adat istiadat manusia kamu pegang." Maka kata-Nya lagi kepada mereka itu, "Sesungguhnya kamu menolakkan hukum Allah, supaya dapat kamu menurut adat istiadat orang tua-tuamu.
”Karena beberapa Kristus palsu dan nabi palsu akan terbit, serta mengadakan pekerjaan yang ganjil dan perbuatan yang heran supaya menyesatkan, jikalau boleh, orang yang terpilih itu juga. Tetapi kamu ini, perhatikanlah! Sudah Kuingatkan semuanya kepadamu terlebih dahulu.
”Sesungguhnya langit dan bumi akan lenyap, tetapi perkataan-Ku kekal.
”Maka jawab Yesus kepadanya, "Adalah tersurat: Bahwa bukannya dengan roti sahaja manusia akan hidup."
”Wai bagimu, apabila kamu dipuji oleh sekalian orang, karena sedemikian itu juga telah diperbuat oleh orang tua-tuanya kepada segala nabi palsu.
”Maka dikatakan-Nya pula kepada mereka itu suatu perumpamaan, kata-Nya, "Dapatkah orang buta memimpin orang buta? Tiadakah kedua-duanya pun akan jatuh ke dalam lubang? Seorang murid tiada lebih daripada gurunya; tetapi tiap-tiap murid yang sudah cukup pelajaran itu akan menjadi sama seperti gurunya.
”Maka inilah arti perumpamaan itu: Adapun benih itulah Perkataan Allah. Maka yang di tepi jalan itu, ialah orang yang mendengar, kemudian datanglah Iblis mengambil Perkataan itu dari dalam hatinya, supaya jangan mereka itu percaya dan diselamatkan. Dan yang di atas batu itu, ialah orang, serta mendengar, menyambut Perkataan itu dengan sukacita; maka orang itu tiada berakar; mereka itu percaya untuk seketika sahaja, dan pada masa pencobaan undurlah mereka itu. Maka yang jatuh di tengah-tengah semak duri itu, ialah orang yang sudah mendengar, dan serta berjalan dibantutkan oleh kuatir dan kekayaan dan kesukaan dunia ini, maka tiadalah mengeluarkan buah dengan sempurnanya. Tetapi yang di tanah yang baik itu, ialah orang, yang sesudahnya mendengar Perkataan itu, berpegang teguh di dalam hati yang tulus dan baik, lalu mengeluarkan buah dengan bertekun.
”Karena suatu pun tiada yang tersembunyi, yang tiada dinyatakan kelak; atau tiadalah rahasia yang tiada akan diketahui, melainkan ketara kelak. Sebab itu beringatlah bagaimana kamu dengar; karena barangsiapa mempunyai sesuatu, kepadanya akan diberi lagi, dan barangsiapa yang tiada mempunyai sesuatu itu, daripadanya juga diambil barang yang disangkanya ada padanya."
”Tetapi lebih mudah langit dan bumi ini lenyap daripada hilang satu noktah Taurat.
”Maka kata-Nya, "Ingatlah baik-baik, jangan kamu disesatkan orang! Karena banyak orang akan datang dengan nama-Ku, katanya: Aku inilah Dia; dan lagi: Waktunya sudah dekat! Janganlah kamu ikut orang itu.
”Maka langit dan bumi akan lenyap, tetapi perkataan-Ku kekal.
”Tetapi Yesus sendiri tiada mempercayakan diri-Nya kepada mereka itu, sebab dikenal-Nya mereka itu sekalian. Dan lagi sebab tiada Ia berhajat akan seorang jua pun memberi kesaksian dari hal manusia, karena Ia sendiri mengetahui barang yang ada di dalam hati manusia.
”Barangsiapa yang percaya akan Dia, tiadalah ia dihukumkan, tetapi orang yang tiada percaya itu memang sudah dihukumkan, sebab tiada ia percaya akan nama Anak Allah yang tunggal itu. Maka inilah hukumannya, bahwa terang sudah datang ke dalam dunia, tetapi gelap itu lebih disukai manusia daripada terang itu, sebab segala perbuatan mereka itu jahat adanya. Karena barangsiapa yang berbuat kejahatan, benci akan terang dan tiada datang kepada terang itu, supaya jangan kelak segala perbuatannya kena tempelak.
”Tetapi masanya akan datang, dan sekarang sudah sampai, bahwa segala penyembah yang benar itu akan menyembah Bapa dengan roh dan kebenaran; karena Bapa itu berkenan akan orang yang sedemikian itulah menyembah Dia. Allah itu Roh adanya; maka orang yang menyembah Dia, wajiblah menyembah dengan roh dan kebenaran."
”Lalu jawab Yesus kepada mereka itu, serta kata-Nya, "Pengajaran-Ku itu bukan daripada-Ku, melainkan daripada Dia yang menyuruhkan Aku. Jikalau barang seorang suka melakukan kehendak Allah, ia akan mengerti tentang pengajaran ini, kalau daripada Allah datangnya, atau Aku mengeluarkan perkataan daripada diri-Ku sendiri.
”Tiadakah Musa memberi Taurat kepadamu? Maka seorang pun tiada daripada kamu yang melakukan Taurat itu. Apakah sebabnya kamu mencari jalan hendak membunuh Aku?" Maka jawab orang banyak itu, "Engkau ada bersetan. Siapakah gerangan mencari jalan hendak membunuh Engkau?"
”Janganlah kamu hakimkan menurut rupa sahaja, melainkan jatuhkanlah hukum dengan adil."
”Maka bertuturlah Yesus pula kepada mereka itu sambil berkata, "Aku inilah terang dunia. Siapa yang mengikut Aku, tiada akan berjalan di dalam gelap, melainkan akan beroleh terang hidup itu."
”Lalu kata Yesus kepada orang Yahudi yang percaya akan Dia, "Jikalau kamu ini berpegang teguh pada perkataan-Ku, baharulah dengan sesungguhnya kamu menjadi murid-Ku; dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itulah akan memerdekakan kamu."
”Apakah sebabnya tiada kamu mengerti akan peribahasa-Ku? Memang sebab kamu tiada dapat mendengar perkataan-Ku ini. Kamu ini daripada bapamu Iblis, dan segala hawa nafsu bapamu itulah yang kamu turut. Ialah pembunuh manusia dari mulanya, tiada ia berdiri di atas yang benar, oleh karena kebenaran tidak ada di dalamnya. Jikalau ia mengatakan bohong, maka ia mengatakan menurut tabiatnya sendiri, karena ia pembohong dan bapa pembohong.
”Barangsiapa yang daripada Allah, ia juga mendengar akan firman Allah. Itulah sebabnya kamu tiada mendengar firman itu, karena kamu bukan daripada Allah."
”Maka kata Yesus, "Kedatangan-Ku ke dalam dunia ini karena hal hukuman, supaya orang yang tiada nampak itu boleh nampak, dan orang yang nampak itu menjadi buta." Maka beberapa orang Parisi yang beserta dengan Yesus, mendengar perkataan ini, lalu berkata kepada-Nya, "Kami pun butakah?" Lalu kata Yesus kepada mereka itu, "Jikalau kamu buta, tiadalah kamu berdosa; tetapi sebab kamu berkata: Kami nampak, kekallah dosamu itu."
”"Sesungguh-sungguhnya Aku berkata kepadamu: Siapa yang tiada masuk kandang domba daripada pintu, melainkan memanjat daripada tempat lain, ialah seorang pencuri dan penyamun. Tetapi yang masuk daripada pintu itu, ialah gembala domba. Maka kepada orang ini pintu dibukakan oleh penunggu pintu, dan segala domba itu mendengar akan suaranya, maka ia memanggil segala dombanya sendiri itu masing-masing dengan namanya, lalu membawa ke luar. Apabila sudah ia mengeluarkan segala dombanya itu, berjalanlah ia dahulu, dan domba-domba itu pun mengikut dia, sebab segala domba itu mengenal suaranya. Tetapi akan orang lain sekali-kali tiada diikutnya, melainkan lari daripadanya, sebab tiada dikenalnya suara orang lain."
”Tetapi orang upahan yang bukan gembala, dan lagi domba itu bukan miliknya sendiri, apabila dipandangnya serigala datang, ditinggalkannya kawan domba itu serta lari melepaskan dirinya, maka serigala itu menerkam domba itu sambil mencerai-beraikan dia. Maka orang upahan itu lari karena memang ia seorang upahan sahaja, dan tiadalah ia peduli akan domba itu.
”Sungguhpun banyak tanda ajaib diperbuat oleh Yesus di hadapan mereka itu, tetapi tiada juga mereka itu percaya akan Dia, supaya sampailah sabda Nabi Yesaya yang telah disabdakannya: Ya Tuhan, siapakah yang sudah percaya akan kabar kami? Dan kepada siapakah tangan Tuhan sudah dinyatakan? Oleh sebab itulah tiada dapat mereka itu percaya, karena sabda Nabi Yesaya pula: Allah membutakan mata mereka itu, dan mengeraskan hatinya, supaya jangan mereka itu nampak dengan matanya atau mengerti dengan hatinya, atau bertobat, maka Aku menyembuhkan mereka itu.
”Siapa yang membuang Aku dan tiada menerima perkataan-Ku, ia ada Satu yang menghukumkan dia. Maka perkataan yang Aku katakan, itulah yang akan menghukumkan dia pada hari kiamat.
”Maka kata Yesus kepadanya, "Aku inilah Jalan dan Kebenaran dan Hidup; seorang pun tiada sampai kepada Bapa, kecuali dengan Aku.
”Jikalau kamu mengasihi Aku, turutlah segala hukum-Ku.
”yaitu Roh kebenaran, yang dunia ini tiada dapat menyambut, oleh sebab tiada ia nampak Dia, dan tiada kenal Dia; tetapi kamu ini kenal Dia, karena Ia tinggal beserta dengan kamu, dan Ia akan ada di dalam kamu.
”Tetapi Penolong itu, yaitu Rohulkudus, yang akan disuruhkan oleh Bapa atas nama-Ku, ialah akan mengajarkan kepadamu segala perkara itu, dan akan mengingatkan kamu segala sesuatu yang Aku sudah katakan kepadamu.
”Akan tetapi apabila datang Penolong yang akan Kusuruhkan kepadamu daripada Bapa, yaitu Roh kebenaran yang keluar daripada Bapa itu, ialah akan menyaksikan dari hal-Ku.
”Akan tetapi apabila Ia sudah datang, yaitu Roh kebenaran, maka Ia pun akan membawa kamu kepada segala kebenaran; karena tiada Ia berkata-kata dengan kehendak-Nya sendiri, melainkan barang yang didengar-Nya itu juga akan dikatakan-Nya; dan dikabarkan-Nya kepadamu segala perkara yang akan datang.
”Kuduskanlah mereka itu di dalam kebenaran; firman-Mu itulah kebenaran.
”Tetapi kata Petrus, "Hai Ananias, apakah sebabnya Iblis menumpati hatimu sehingga engkau berdusta kepada Rohulkudus, dan menyebelahkan harga sebidang tanah itu? Selagi belum dijual, bukankah milikmu sendiri? Dan setelah sudah terjual, bukankah harganya itu di dalam kuasamu? Apakah sebabnya engkau sudah merundingkan perbuatan ini di dalam hatimu? Bukannya engkau berdusta kepada manusia, melainkan kepada Allah."
”Hai kamu yang keras tengkuk, dan yang tiada bersunat hati dan telinga, senantiasa kamu menghalangi Rohulkudus. Sebagaimana nenek moyangmu, demikianlah kamu juga.
”Ingatlah akan dirimu sendiri dan akan segenap kawan itu, yang di antaranya kamu ditetapkan menjadi gembala oleh Rohulkudus, akan menggembalakan sidang jemaat Allah, yang sudah ditebus-Nya dengan darah-Nya sendiri.
”Maka aku ini ketahui bahwa sepeninggal aku kelak masuk di antara kamu beberapa serigala yang ganas, yang tiada menyayangkan kawan itu; maka dari antara kamu sendiri pun akan berbangkit beberapa orang yang memberi pengajaran salah, menarik hati murid-murid itu mengikut dia. Sebab itu berjagalah, dan ingatlah bahwa tiga tahun lamanya siang malam tiadalah aku berhenti-henti, menasehatkan tiap-tiap orang dengan air mataku.
”akan mencelikkan mata mereka itu, supaya mereka itu berpaling daripada gelap kepada terang, dan daripada kuasa Iblis kepada Allah, dan supaya mereka itu beroleh keampunan dosa dan bahagian bersama-sama dengan segala orang yang dikuduskan itu oleh sebab iman kepada-Ku.
”Karena murka Allah dinyatakan dari surga atas segala keadaan fasik dan kelaliman orang, yang menimbuskan kebenaran dengan kelaliman,
”Karena semenjak awal kejadian alam segala sifat-Nya yang tiada kelihatan, yaitu kodrat dan zat ilahiat-Nya yang kekal itu, dapat dipandang terang dengan akal di dalam yang dijadikan, supaya mereka itu tiada dapat mendalihkan dirinya; karena sungguhpun mereka itu mengenal Allah, tetapi mereka itu tiada memuliakan Dia seperti Allah atau mengucap syukur kepada-Nya, melainkan mereka itu sudah menjadi sia-sia di dalam pikirannya, dan hati mereka itu yang bebal itu menjadi gelap.
”Dengan mengaku dirinya bijak, maka mereka itu menjadi bodoh,
”sebab mereka itu menukarkan kebenaran Allah dengan dusta, dan menyembah sambil beribadat kepada makhluk ganti kepada Khalik yang dipuji selama-lamanya. Amin.
”Karena bukannya orang yang mendengar bunyi Taurat itu benar kepada Allah, melainkan orang yang mengamalkan hukum Taurat itu akan dibenarkan.
”Sekali-kali tidak, melainkan Allah itu benar, tetapi segala manusia pembohong, seperti yang tersurat ini: Supaya Engkau nyata benar di dalam firman-Mu, dan menang apabila Engkau disalahkan orang.
”tiadalah seorang yang berakal, tiadalah seorang yang menuntut akan Allah; sekalian mereka itu sudah menyimpang ke lain, sekaliannya itu menjadi sia-sia; tiadalah seorang yang berbuat kebajikan, bahkan, seorang pun tidak; maka kerongkongnya itu seperti kubur yang terbuka; dengan lidahnya mereka itu membuat tipu daya, maka bisa ular tedung itu ada di bibirnya,
”Jadi, hukum Taurat itu kudus, dan penyuruhan itu pun kudus serta adil dan sempurna.
”Maka dengan nama Kristus aku mengatakan kebenaran, tiada aku berdusta, (dan perasaan hatiku pun menyaksikan beserta dengan aku di dalam Rohulkudus),
”Karena aku menyaksikan bagi mereka itu, bahwa mereka itu ada suatu usaha kepada Allah, tetapi tiada dengan berpengetahuan. Karena sebab tiada mengenal kebenaran Allah, dan sebab hendak mendirikan kebenarannya sendiri, maka tiadalah mereka itu menaklukkan dirinya kepada kebenaran Allah. Karena Kristus itulah penyudah Taurat, menjadi kebenaran bagi tiap-tiap orang yang percaya.
”Oleh yang demikian nyatalah iman itu datang daripada berita, tetapi berita itu atas sabda Kristus.
”sebagaimana yang tersurat: Bahwa Allah memberi kepada mereka itu suatu roh penidur, dan mata yang tiada mau melihat, dan telinga yang tiada mau mendengar, hingga kepada hari ini.
”Adapun orang yang lemah imannya itu kamu sambutlah, tetapi bukannya dengan maksud berbalah-balah di dalam hal yang waham.
”Aku minta kamu, hai saudara-saudaraku, akan memperhatikan segala orang yang mendatangkan perselisihan dan waham bersalahan dengan pengajaran yang kamu pelajari. Hendaklah kamu menyimpang daripada mereka itu. Karena orang yang semacam ini bukannya bertuhankan Tuhan kita, yaitu Kristus, melainkan bertuhankan perutnya sendiri; dan dengan perkataan yang manis dan elok mereka itu memperdayakan orang yang tulus hati.
”Karena sedang dunia ini dengan hikmatnya sendiri tiada dapat mengenal Allah di dalam hikmatnya, maka itulah sebabnya kehendak Allah menyelamatkan orang yang percaya dengan kebodohan pengajaran itu. Sedang orang Yahudi minta tunjukkan tanda ajaib, dan orang Gerika mencari hikmat, maka kita ini memberitakan Kristus yang tersalib, yaitu suatu syak kepada orang Yahudi, dan suatu kebodohan kepada orang kafir, tetapi kepada orang yang dipanggil, baik orang Yahudi baik orang Gerika, Kristus itulah kuasa Allah dan hikmat Allah. Karena kebodohan Allah itu lebih besar hikmatnya daripada manusia; dan kelemahan Allah itu lebih gagah daripada manusia.
”Demikian aku pun, tatkala aku sudah datang kepadamu, hai saudara-saudaraku, bukannya aku datang dengan petah lidah atau hikmat di dalam hal aku memberitakan rahasia Allah kepadamu. Karena aku sudah bermaksud, bukannya hendak mengetahui apa-apa di antara kamu, melainkan Yesus Kristus, yang telah tersalib itu. Aku sudah ada di dalam kelemahan dan ketakutan dan geletar yang sangat di antara kamu. Maka perkataanku dan pemberitaanku bukannya dengan perkataan hikmat yang menarik hati orang, melainkan dengan penunjukan roh dan kuasa Allah, supaya imanmu jangan bergantung kepada akal manusia, melainkan kepada kuasa Allah.
”Adapun hikmat itu kami katakan di antara orang yang sempurna. Tetapi bukannya hikmat dunia ini, dan bukannya hikmat raja-raja dunia ini, yang ditiadakan kelak, melainkan kami mengatakan hikmat Allah yang sudah dirahasiakan dan yang tersembunyi, dan yang sudah ditetapkan Allah terlebih dahulu daripada dunia ini untuk kemuliaan kita, yang tiada dikenal oleh seorang pun daripada raja-raja dunia ini. Karena jikalau mereka itu sudah mengenal dia, niscaya tiadalah mereka itu menyalibkan Tuhan, pohon segala kemuliaan itu,
”Karena manusia yang manakah mengetahui batin orang, melainkan roh yang ada di dalam orang itu? Demikianlah juga tiada seorang pun mengetahui batin Allah, melainkan Roh Allah itu. Tetapi kita ini telah menerima bukannya roh dunia ini, melainkan Roh yang daripada Allah, supaya kita dapat mengetahui barang yang dikaruniakan Allah kepada kita. Maka barang yang kami katakan itu pun bukannya dengan pengajaran manusia, melainkan dengan pengajaran Roh, sambil membandingkan barang rohani dengan rohani.
”Tetapi orang duniawi tiada menerima barang yang daripada Roh Allah itu, karena perkara itu menjadi kebodohan kepadanya, dan tiada dapat mengenalnya, sebab perkara itu diselidik dengan peri rohani. Tetapi orang yang rohani itu menyelidiki segala perkara, maka ia sendiri tiada diselidik oleh seorang jua pun. Karena siapakah yang mengetahui kasad Tuhan sehingga dapat mengajar Tuhan? Tetapi kita ini menaruh kasad Kristus.
”Karena lain alasan tiadalah dapat diletakkan oleh seorang jua pun, kecuali yang sudah terletak, yaitu Yesus Kristus.
”Janganlah seorang pun menipu diri. Jikalau barang seorang di antara kamu menyangka dirinya sendiri bijak di dalam dunia ini, biarlah ia menjadi bodoh, supaya boleh ia menjadi pandai. Karena hikmat dunia ini menjadi kebodohan kepada Allah. Karena adalah tersurat: Bahwa Tuhan menangkap orang yang berhikmat itu di dalam cerdik orang itu sendiri. Dan lagi: Bahwa Tuhan mengetahui akan pikiran orang yang berhikmat itu sia-sia semuanya.
”Jikalau demikian, apakah pahalaku? Inilah: Aku memberitakan kabar kesukaan itu dengan tiada berupah, sehingga aku tiada melakukan kebebasanku di dalam hal memberitakan Injil itu.
”Dan jangan kita pula mencobai Tuhan, sebagaimana beberapa mereka itu sudah mencobai, lalu dibinasakan oleh ular.
”Tetapi jikalau barang seorang suka berbantah-bantah, maka kita ini tiada menaruh adat yang demikian dan segala sidang jemaat Allah pun tidak.
”Karena pertama-tama aku dengar: Apabila kamu berhimpun di dalam sidang jemaat, adalah beberapa perbalahan timbul di antara kamu, dan aku percaya juga sedikit. Karena tak dapat tiada menjadi beberapa pihak di antara kamu juga, supaya orang yang setiawan itu menjadi nyata di antara kamu.
”Sebab itu barangsiapa yang makan roti itu, dan minum daripada cawan Tuhan itu dengan tiada berlayak, maka salahlah ia kepada tubuh dan darah Tuhan. Tetapi hendaklah orang menguji dirinya sendiri, dan dengan demikian hendaklah ia makan roti dan minum daripada cawan itu. Karena orang yang makan dan minum dengan tiada membedakan tubuh Tuhan, maka ia makan dan minum suatu hukuman atas dirinya sendiri. Maka itulah sebabnya banyak di antara kamu yang lemah dan sakit, dan bukan sedikit yang mati. Tetapi jikalau kita menyalahi diri kita sendiri, niscaya tiadalah kita dihukumkan. Tetapi jikalau kita dihukumkan, maka kita disiksa oleh Tuhan, supaya jangan kita akan terkena hukum bersama-sama dengan dunia ini.
”Tetapi di dalam sidang jemaat aku lebih suka mengatakan lima perkataan dengan akalku, supaya aku mengajar orang lain daripada sepuluh ribu perkataan dengan karunia lidah. Hai saudara-saudaraku, janganlah kamu menjadi budak-budak di dalam akalmu, melainkan di dalam hal kejahatan patutlah kamu menjadi kanak-kanak; tetapi di dalam akalmu itu hendaklah kamu menjadi sempurna. Maka di dalam hukum Taurat adalah tersurat: Bahwa dengan orang yang berbahasa asing dan bibir bangsa asing akan Kukatakan kepada kaum ini. Walaupun demikian, maka tiada juga mereka itu mendengar akan Daku, firman Tuhan.
”karena Allah Ialah Tuhan sejahtera, bukannya kusut. Maka seperti di dalam segala sidang jemaat orang suci, hendaklah segala perempuan berdiam dirinya di dalam sidang-sidang jemaat itu. Karena tiada diizinkan kepada mereka itu berkata-kata melainkan wajiblah mereka itu takluk, seperti kata Taurat juga. Jikalau mereka itu suka belajar apa-apa, biarlah mereka itu bertanya kepada suaminya sendiri di rumah, karena menjadi suatu aib bagi perempuan berkata-kata di dalam sidang jemaat. Daripada kamukah firman Allah itu sudah keluar? Atau kepada kamu sahajakah firman itu sudah sampai? Jikalau barang seorang menyangkakan dirinya nabi atau orang rohani, hendaklah ia mengetahui barang yang aku suratkan kepadamu itulah hukum Tuhan. Tetapi jikalau barang seorang tiada hendak mengetahuinya, biarlah ia tiada mengetahui.
”Maka aku menyatakan kepada kamu, hai saudara-saudaraku, akan Injil yang aku beritakan kepada kamu, dan yang telah kamu terima itu, dan yang di dalamnya juga kamu berdiri tetap, dan olehnya juga kamu beroleh selamat, asal kamu berpegang teguh kepada perkataan yang kuberitakan kepada kamu, kecuali imanmu itu sia-sia.
”Janganlah tersesat: Pergaulan yang jahat merusakkan kelakuan yang baik. Hendaklah kamu sadar dengan sepatutnya dan jangan berbuat dosa; karena ada beberapa orang yang tiada mengenal Allah. Aku mengatakan ini, supaya kamu berasa malu.
”supaya jangan kita dialahkan oleh daya Iblis, karena kita mengetahui muslihatnya.
”Tetapi syukurlah kepada Allah yang senantiasa mengarak kami di dalam perarakan sebab kemenangan di dalam Kristus, serta menyatakan bau harum pengetahuan akan Kristus dengan lidah kami di segala tempat. Karena kami menjadi suatu bau harum Kristus kepada Allah di antara segala orang yang akan diselamatkan dan yang akan dibinasakan, yaitu kepada orang yang akan dibinasakan, kami menjadi suatu bau maut menuju mati; tetapi kepada orang yang akan diselamatkan, suatu bau hayat menuju hidup. Siapakah yang lengkap bagi hal yang demikian? Karena kami ini bukannya seperti kebanyakan orang yang mencari untung dirinya sendiri sahaja dengan firman Allah, melainkan kami berkata-kata dengan tulus ikhlas, sebagaimana daripada Allah, di hadirat Allah di dalam Kristus.
”Ialah juga menjadikan kami pandai menjadi pesuruh perjanjian baharu, bukan pula menurut seperti huruf, melainkan menurut Roh; karena huruf itu mematikan, tetapi Roh itu menghidupkan.
”Tetapi pikiran mereka itu sudah dikeraskan, karena sehingga sampai kepada hari ini masa membaca perjanjian lama selubung itu ada lagi, belum tersingkap, sebab selubung itu hanya ditiadakan oleh Kristus. Bahkan, sehingga sampai kepada hari ini, apabila kitab Musa dibaca, maka selubung itu meliputi hati mereka itu. Tetapi apabila hatinya itu berpaling kepada Tuhan, maka selubung itu akan terbuang.
”tetapi kami sudah membuangkan segala perkara tersembunyi yang mendatangkan malu, dan tiada kami melakukan diri dengan tipu daya atau memutarkan firman Allah, melainkan dengan menyatakan yang benar itu kami mengenalkan diri kami kepada perasaan hati orang sekalian di hadirat Allah. Akan tetapi jikalau Injil kami terlindung, maka terlindunglah ia kepada orang yang akan binasa, yang telah dibutakan oleh penghulu dunia mata hati orang yang tiada percaya itu, supaya jangan mereka itu diterangi oleh cahaya Injil kemuliaan Kristus, yaitu bayang-bayang Allah.
”Karena senjata peperangan kami itu bukannya menurut keadaan dunia, melainkan kuasa Allah akan merobohkan kota yang teguh-teguh, menjatuhkan segala bicara orang, dan segala perkara yang melawan makrifat Allah, dan kami menawan tiap-tiap pikiran bertaat kepada Kristus; dan sedialah kami menghukumkan tiap-tiap hal tiada taat, apabila taatmu sudah sempurna kelak.
”Akan tetapi aku takut kalau-kalau jadi seperti ular memperdayakan Hawa dengan tipu dayanya, demikianlah juga rusaklah pikiranmu dan renggang daripada tulus ikhlas dan kesucian yang menuju kepada Kristus. Karena jikalau orang yang datang memberitakan Yesus yang lain pula, yang tiada kami beritakan, atau jikalau kamu menerima roh yang berlainan daripada yang sudah kamu terima, atau Injil yang berlainan daripada yang sudah kamu sambut, maka kamu hanya menerima sahaja.
”Karena orang yang semacam itu rasul-rasul palsu, yang bekerja dengan tipu daya, dan yang merupakan dirinya seolah-olah rasul-rasul Kristus. Maka tiadalah ajaib perkara itu, karena Iblis sendiri pun merupakan dirinya seperti malaekat yang suci. Oleh sebab itu bukanlah suatu hal yang ganjil, jikalau segala pengiringnya juga merupakan dirinya seolah-olah pengiring yang sungguh; maka kesudahan mereka itu dibalas sebagaimana perbuatannya sendiri.
”Cobalah dirimu sendiri kalau-kalau kamu ada di dalam iman, bahkan, ujilah dirimu sendiri. Atau tiadakah kamu mengetahui dirimu sendiri bahwa Yesus Kristus ada di dalam kamu? Kecuali kamu ada bercela.
”Aku heran bahwa kamu sebegitu lekas berpaling daripada Dia, yang memanggil kamu di dalam anugerah Kristus kepada suatu Injil yang berlainan, padahal yang lain itu bukannya Injil; tetapi ada setengah orang yang mengharukan kamu dan yang hendak menyungsangkan Injil Kristus.
”Tetapi jikalau kami ini atau seorang malaekat dari surga sekalipun akan memberitakan kepadamu Injil lain daripada yang telah kami beritakan kepadamu, biarlah ia terlaknat. Sebagaimana yang telah kami katakan dahulu, sekarang pun kukatakan pula, bahwa jikalau barang seorang memberitakan Injil kepadamu lain daripada yang telah kamu terima itu, biarlah ia terlaknat.
”Sekarang aku menyukakan manusiakah, atau Allah? Atau aku mencari jalan diperkenan oleh manusiakah? Jikalau aku lagi mencari jalan diperkenan oleh manusia, maka bukanlah aku hamba Kristus. Karena aku memaklumkan kepadamu, hai saudara-saudaraku, bahwa Injil yang telah kuberitakan itu, bukanlah pendapatan manusia. Karena bukannya aku ini sudah menerima dia daripada manusia, dan bukannya pula ia itu kupelajari, melainkan oleh wahyu daripada Yesus Kristus.
”oleh sebab segala saudara palsu yang dibawa masuk dengan sembunyi, yaitu yang telah datang dengan bersembunyi mengintip kebebasan kami, yang kami peroleh di dalam Kristus Yesus, supaya mereka itu membawa kami masuk ke dalam perhambaan. Maka seketika pun tiada kami takluk kepada mereka itu, supaya kebenaran Injil itu tinggal tetap kepadamu.
”Tetapi tatkala Kefas itu tiba di Antiokhia, lalu aku melawan dia di hadapan orang, sebab ia berdiri di atas yang salah. Karena dahulu daripada datang beberapa orang daripada pihak Yakub, ia sudah makan bersama-sama dengan orang kafir; tetapi tatkala mereka itu tiba, ia pun undur dan mengasingkan dirinya, sebab takut akan orang yang bersunat itu. Dan orang Yahudi yang lain-lain itu pun sama berpura-pura dengan dia sehingga Barnabas pun disesatkan oleh pura-puranya itu. Tetapi apabila aku tampak bahwa kelakuan mereka itu tiada betul menurut kebenaran Injil, maka kukatakan kepada Kefas di hadapan orang sekalian, "Jikalau engkau, seorang Yahudi, hidup cara orang kafir dan bukan cara orang Yahudi, bagaimanakah engkau memaksa orang kafir itu hidup cara Yahudi?"
”Hai orang Galatia yang bodoh, siapakah yang sudah merasuk kamu, yang tergambar di matamu Yesus Kristus sudah tersalib?
”Hai saudara-saudaraku, jikalau seorang kedapatan di dalam barang sesuatu kesalahan, hendaklah kamu, yang rohani itu, membaikkan orang yang demikian, dengan roh yang lemah lembut sambil memperhatikan dirimu sendiri, supaya jangan engkau juga kena pencobaan. Bertolong-tolonganlah menanggung beban sama sendiri, maka demikianlah kamu menggenapkan hukum Kristus. Karena jikalau barang seorang menyangkakan dirinya indah padahal ia bukannya indah, ialah menipu dirinya sendiri.
”Hendaklah orang yang diajarkan firman itu memberi bahagian segala hartanya kepada yang mengajar itu. Janganlah kamu tersesat: Allah tiada boleh diolok-olokkan; karena barang yang ditabur orang, itu juga akan dituainya. Karena barangsiapa yang menabur di dalam hawa nafsunya itu akan menuai kebinasaan daripada hawa nafsunya; tetapi barangsiapa yang menabur di dalam Roh itu, akan menuai hidup yang kekal daripada Roh itu.
”supaya jangan lagi kita menjadi kanak-kanak, beralun-alun seperti gelombang, dan ditiup oleh segala jenis angin pengajaran, dengan semu daya manusia dan cerdiknya, yang membawa kepada segala akal yang sesat, melainkan dengan berpegang kebenaran di dalam kasih, hendaklah kita makin sempurna di dalam segala sesuatu kepada yang menjadi kepala, yaitu Kristus.
”Demikian inilah kukatakan dan saksikan di dalam Tuhan, supaya jangan lagi kamu berjalan seperti orang kafir yang melakukan diri menurut pikirannya yang sia-sia, digelapkan akalnya, dijauhkan daripada kehidupan dengan Allah oleh sebab kejahilan yang ada di dalam dirinya, dan oleh sebab kedegilan hatinya.
”Sebab itu hendaklah kamu berhenti daripada berbuat dusta, dan masing-masing berkata benar dengan sesamanya manusia, karena kita menjadi anggota di antara sama sendiri.
”Jangan mengeluarkan perkataan yang busuk daripada mulutmu, melainkan barang apa yang baik akan meneguhkan iman sebagaimana yang perlu, supaya ia itu memberi berkat kepada orang yang mendengarnya.
”Biarlah jangan orang memperdayakan kamu dengan perkataan yang sia-sia; karena itulah sebabnya datang murka Allah atas anak-anak durhaka.
”Karena dahulu kamu gelap, tetapi sekarang kamu terang dengan berkat Tuhan. Berjalanlah kamu seperti anak-anak terang, (karena buah-buahan terang itulah kebaikan dan keadilan dan kebenaran), sambil menguji apa yang berkenan kepada Tuhan.
”Dan jangan kamu bersekutu dengan segala perbuatan gelap yang tiada berfaedah, melainkan lebih baik menyalahkan dia,
”Karena kita bergumul, bukannya dengan manusia, melainkan dengan segala penguasa dan kuasa, dan penghulu dunia yang memerintahkan kegelapan, dan segala kuasa roh yang jahat di udara.
”Sebab itu hendaklah kamu berdiri tetap, dengan pinggangmu berikatkan perihal yang benar, dan memakai zirah kebenaran, dan kakimu berkasutkan persediaan Injil perdamaian itu, dan senantiasa memegang perisai, yaitu iman, maka dengan dia itu dapat kamu memadamkan segala anak panah berapi daripada si Jahat itu. Dan sambutlah ketopong keselamatan, dan pedang Roh, yaitu firman Allah,
”Dan inilah kudoakan, supaya kasihmu makin banyak bertambah-tambah dengan pengenalan dan segala pengertian, sehingga kamu dapat menguji yang mana terutama, supaya kamu menjadi suci dan tiada bersalah sehingga sampai kepada Hari Kristus,
”Aku mengatakan ini, supaya seorang pun tiada dapat memperdayakan kamu dengan perkataan yang manis.
”Ingatlah baik-baik, supaya jangan seorang dapat menawan kamu dengan ilmu filsafat dan tipu daya yang tiada berguna, menurut pengajaran manusia dan menurut alif-ba-ta dunia, bukannya menurut Kristus,
”Jangan seorang pun dapat mengecewakan kamu daripada pahalamu, dengan peri merendahkan diri dan dengan menyembah segala malaekat sambil berkuat di atas penglihatannya, dengan sia-sia membesarkan dirinya menurut angan-angannya,
”Jikalau kamu sudah mati beserta dengan Kristus lepas daripada keadaan dunia yang mula-mula itu, apakah sebabnya kamu menaklukkan dirimu kepada berbagai-bagai peraturan seolah-olah kamu lagi hidup di dalam dunia? Yaitu, "Jangan dipegang, jangan dikecap, jangan dijamah!" Semuanya itu perkara-perkara yang akan binasa dengan sebab dipakai dan terbit daripada segala hukum dan pengajaran manusia. Adapun segala perkara itu, walaupun dianggap hikmat sebab melakukan ibadat menurut sangka sendiri dan rendah hati dan menyiksakan diri, tetapi semuanya itu tiada berfaedah, hanya akan memuaskan kehendak hati.
”Jangan seorang bercakap bohong kepada yang lain, sedang kamu sudah menanggalkan perangai yang lama itu dengan segala kelakuannya, dan bertabiatkan perangai yang baharu, yang lagi dibaharui sehingga datang kepada makrifat menurut teladan (Allah) yang menjadikan dia.
”Hendaklah segala perkara kamu uji, dan yang baik kamu pegang.
”Jangan kamu tertipu oleh seorang jua pun dengan barang sesuatu daya, karena tiada akan jadi kelak sebelum orang banyak berpaling daripada iman itu dahulu, dan dinyatakan kelak si Orang yang mengamalkan dosa itu, yaitu anak jahanam,
”Adapun kedatangan si Durhaka itu menurut gerak Iblis, dengan segala kuasa dan tanda ajaib dan mujizat yang palsu, dan dengan segala semu daya kejahatan bagi orang-orang yang akan binasa, sebab mereka itu tiada menaruh kasih akan yang benar supaya mereka itu selamat. Maka itulah sebabnya didatangkan Allah ke atasnya suatu kuasa yang menyesatkan, supaya mereka itu percaya akan yang dusta, supaya sekalian yang tiada percaya akan yang benar dan yang berkenan akan yang jahat itu dihukumkan.
”Sebab itu, hai saudara-saudaraku, hendaklah kamu berdiri tetap, serta memegang segala pengajaran yang sudah diajarkan kepadamu, baik dengan perkataan baik dengan surat kami.
”Hai saudara-saudaraku, kami berpesan kepadamu dengan nama Tuhan Yesus Kristus, menjauhkan dirimu daripada tiap-tiap saudara yang tiada senonoh kelakuannya, dan tiada menurut pengajaran yang diterimanya daripada kami.
”Tatkala aku tengah hendak pergi ke Makedonia, aku sudah minta engkau tinggal di Epesus, supaya engkau mengamarkan kepada beberapa orang jangan mengajarkan suatu pengajaran yang berlainan, atau mengindahkan ceritera bohong dan silsilah yang tiada berkesudahan, yang mendatangkan orang-orang berbantah-bantah lebih daripada menjaga rumah tangga Allah dengan iman. Maka tujuan amaran itu kasih yang terbit daripada hati yang jernih dan daripada perasaan yang baik dan daripada iman yang sungguh; maka ada beberapa orang yang menyimpang daripada perkara ini, lalu berpaling kepada pertuturan yang sia-sia, hendak menjadi pendeta Taurat, walaupun mereka itu tiada mengerti barang yang dikatakannya atau yang disungguhkannya dengan yakin.
”yang berkehendakkan sekalian manusia beroleh selamat dan sampai kepada pengenalan dari hal yang benar. Karena Allah itu hanya Satu, dan pengantara pun Satu di antara Allah dengan manusia, maka Ia pun manusia juga, yaitu Kristus Yesus, yang telah menyerahkan diri-Nya menjadi tebusan orang sekalian, yaitu suatu kesaksian pada masa yang sudah ditentukan. Maka bagi hal itulah aku ini ditetapkan menjadi pemberita dan rasul (aku mengatakan yang sungguh, aku tiada berdusta), dan menjadi guru bagi orang kafir dari hal iman dan yang benar itu.
”Adapun perempuan itu hendaklah ia belajar dengan senyapnya, dan bersungguh-sungguh merendahkan dirinya. Tetapi tiada aku mengizinkan seorang perempuan mengajar atau memerintah atas laki-laki, melainkan hendaklah ia berdiam diri. Karena Adam sudah dijadikan dahulu, kemudian baharulah Hawa; maka bukannya Adam yang teperdaya, melainkan perempuan itu teperdaya, sehingga ia termasuk ke dalam kesalahan.
”Tetapi Roh itu berkata dengan nyata, bahwa pada akhir zaman beberapa orang akan gugur daripada iman, sebab berpaling kepada penguasa, yang menyesatkan orang, dan kepada beberapa pengajaran setan-setan, oleh keadaan orang munafik yang memberitakan dusta, yang di dalam perasaannya seperti diselar dengan besi hangat,
”Jikalau engkau ingatkan segala perkara itu kepada saudara-saudara kita, niscaya engkaulah akan menjadi hamba yang baik kepada Kristus Yesus, mahir di dalam pengajaran iman dan dengan segala pengajaran yang baik yang telah engkau turut dengan taatnya. Tetapi tolakkanlah segala ceritera sia-sia semacam ceritera perempuan-perempuan tua itu. Amalkanlah ibadat.
”Segala perkara itulah engkau pesan dan engkau ajarkan. Biarlah jangan seorang pun mempermudahkan engkau sebab engkau muda, melainkan hendaklah engkau menjadi suatu teladan bagi segala orang yang beriman, baik di dalam pertuturan baik kelakuan baik kasih baik iman atau kesucian. Bertekunlah engkau di dalam hal membacakan, dan menasehatkan, dan mengajar, sehingga aku datang. Jangan engkau melalaikan karunia di dalammu itu, yang telah dikaruniakan kepadamu oleh nubuat tatkala tangan ketua-ketua itu dihantarkan atasmu. Hendaklah engkau rajin di dalam segala perkara itu, dan serahkanlah dirimu kepada hal itu, supaya nyata kepada sekalian orang akan hal engkau maju itu. Ingatlah akan dirimu dan akan pengajaranmu; bertekunlah di dalam hal ini, karena di dalam mengerjakan ini engkau akan selamat, baik dirimu sendiri baik orang yang mendengar engkau.
”Adapun ketua-ketua yang memerintah baik-baik itu, patutlah diberi hormat dua kali ganda, istimewa pula orang yang berusaha memberitakan firman dan yang mengajar. Karena demikian inilah bunyi Alkitab: Bahwa janganlah engkau menyimpai mulut lembu yang sedang mengirik itu; dan lagi: Bahwa tiap-tiap orang yang bekerja, niscaya ada upahnya.
”Jangan engkau menerima tuduhan atas seorang ketua-ketua, kecuali jikalau ada dua tiga orang saksi. Maka orang yang telah sabit dosanya, hendaklah engkau tempelak di hadapan orang sekalian, supaya orang lain itu berasa takut. Dengan sungguhnya aku berpesan kepadamu di hadapan Allah dan Kristus Yesus serta segala malaekat yang terpilih itu, hendaklah engkau memeliharakan segala perkara itu dengan ikhlas, dan dengan tiada melebihkan seorang daripada yang lain. Jangan engkau mengantarkan tangan dengan gopoh-gopoh atas seorang jua pun, dan jangan bersekutu di dalam dosa orang lain. Peliharakanlah dirimu dengan suci.
”Jikalau barang seorang mengajar pengajaran yang berbeda, dan tiada bersetuju dengan perkataan yang benar, yaitu perkataan Tuhan kita Yesus Kristus, dan pengajaran yang menuju ibadat kepada Allah itu, maka orang itu membesarkan diri dengan tiada mengetahui apa-apa, melainkan gila bersoal-soal dan berbalah-balah, yang mendatangkan dengki, perkelahian, berbagai-bagai umpat, sangka-sangka yang jahat, pertengkaran orang yang rusak akalnya dan yang sudah tersentak perasaan yang benar, menyangkakan bahwa ibadat itu menjadi suatu daya memperoleh laba.
”Hai Timotius, peliharakanlah petaruhan yang tertaruh kepadamu, dan palingkan dirimu daripada segala percakapan orang sesat yang sia-sia, dan perbantahan makrifat yang bukan dengan sebenarnya dikatakan makrifat, yang beberapa orang sedang mengaku itu telah tersesat daripada iman.
”Ingatkanlah segala perkara itu kepada orang-orang, dengan menasehatkan mereka itu bersungguh-sungguh di hadirat Tuhan, supaya jangan mereka itu berbantah-bantah dari hal perkataan, yang satu pun tiada gunanya, melainkan akan membinasakan orang yang mendengarnya.
”Berusahalah engkau memperhadapkan dirimu benar kepada Allah sama seperti seorang hamba yang tiada bermalu, dan yang menjalankan perkataan dari hal yang benar itu dengan sebenarnya. Tetapi palingkanlah dirimu daripada segala percakapan orang sesat yang sia-sia, karena orang yang semacam itu makin bertambah-tambah lagi kejahatannya,
”dan perkataan mereka itu makan dalam seperti pekung; di antara mereka itu ada Himeneus dan Piletus, yang sudah tersesat daripada hal yang benar itu, serta mengatakan bahwa kebangkitan itu sudah lalu, maka ada beberapa orang yang terbalik imannya. Akan tetapi asas Allah yang teguh itu berdiri tetap, dan bermeterai ini, "Bahwa Tuhan mengenal orang-orang milik-Nya"; dan lagi, "Barangsiapa yang menyebut nama Tuhan, hendaklah ia menjauhkan dirinya daripada kejahatan."
”Tetapi tolakkanlah segala perbantahan yang bodoh dan yang tiada berguna itu, sedang diketahui bahwa hal itu mendatangkan perkelahian. Seorang hamba Tuhan tiada patut berkelahi, melainkan manis dan lemah lembut kepada orang sekalian, pandai mengajar orang, dan sabar atas kesukaran, dengan lemah lembut menegur ajar segala lawannya, mudah-mudahan Allah mengaruniakan mereka itu hal bertobat, sehingga sampai kepada pengenalan dari hal yang benar, dan lepas dengan siuman daripada jerat Iblis, yang sedang menawan mereka itu akan melakukan kehendaknya.
”Karena segala orang akan mengasihi dirinya sendiri, dan tamak akan uang, membesarkan dirinya, congkak, mengumat orang, durhaka kepada ibu bapanya, tiada syukur, fasik, tiada berpengasihan, tiada mau berdamai, menfitnahkan orang, tiada memerintahkan dirinya, garang, tiada gemar akan baik, pembelot, angkara, sombong, melebihkan kesukaan daripada mengasihi Allah, yang merupakan dirinya seperti orang beribadat, tetapi kuasa ibadat itu telah ditolakkannya, maka daripada orang itu palingkanlah dirimu.
”Karena di antara orang semacam itulah yang mencuri masuk ke dalam rumah, lalu melarikan perempuan yang bodoh-bodoh, yang sarat dengan dosanya, dipimpin oleh berbagai-bagai keinginannya, yang senantiasa belajar, tetapi tiada pernah sampai kepada pengenalan akan yang benar.
”Maka sama seperti Yannes dan Yamberes berlawan dengan Musa, demikianlah juga orang-orang itu melawan hal yang benar itu, yaitu orang yang rusak akalnya, dan tertolak daripada iman. Tetapi tiada mereka itu akan maju lagi, karena kejahilan mereka itu akan nyata kepada orang sekalian, sama seperti kejahilan kedua orang itu.
”Bahkan, segala orang yang hendak hidup beribadat kepada Allah di dalam Kristus Yesus akan terkena aniaya. Tetapi orang jahat dan penipu kelak akan bertambah-tambah jahatnya, menyesatkan dan tersesat.
”Tetapi hendaklah engkau ini tetap di dalam segala perkara yang telah engkau pelajari, dan yang telah engkau yakin, dengan mengingatkan siapa yang telah menjadi gurumu; dan lagi dari kecil engkau sudah mengenal akan kitab yang kudus, yang boleh memberi kepadamu akal mendatangkan selamat oleh iman akan Kristus Yesus. Adapun tiap-tiap kitab yang diwahyukan Allah berfaedah bagi pelajaran, bagi hal menyatakan yang salah, bagi hal membaiki yang rusak, dan bagi hal mengajarkan jalan yang benar, supaya hamba Allah itu sempurna, terlengkap bagi segala perbuatan yang baik.
”Hendaklah engkau memberitakan Firman itu, hendaklah engkau bersedia, baik pada masa senang atau tiada senang; nyatakanlah salah orang, tegurkanlah, nasehatkanlah dengan panjang sabar dan dengan pengajaran. Karena masanya akan datang kelak manakala orang tiada tahan akan pengajaran yang benar; tetapi sebab gatal telinganya hendak mendengar, maka dihimpunkannya guru-guru bagi dirinya menurut hawa nafsunya sendiri, dipalingkannya telinganya daripada yang benar, lalu menyimpang kepada segala ceritera bohong.
”berpaut kepada perkataan yang sungguh menurut pengajaran itu, supaya dapat ia menasehatkan orang di dalam pengajaran yang benar itu, dan menempelak orang yang melawan. Karena ada banyak orang yang degil, orang yang mengeluarkan kata sia-sia, dan orang penipu, istimewa pula orang yang memegang hukum sunat, yang mulutnya harus dikatupkan, yaitu orang yang membuat supaya terbalik segenap isi rumah orang, dengan mengajarkan barang yang tiada patut sebab laba yang keji. Maka seorang daripada mereka itu, yaitu nabinya sendiri, sudah berkata: Bahwa orang Kerete itu senantiasa pembohong, binatang yang jahat, orang gelojoh yang malas. Maka benarlah kesaksian itu. Sebab itu tempelakkanlah mereka itu dengan keras, supaya mereka itu menjadi sempurna di dalam iman, dan jangan mereka itu mengindahkan segala ceritera dongeng Yahudi dan hukum orang yang berpaling daripada yang benar. Maka kepada orang yang suci tiap-tiap perkara ada suci; tetapi kepada orang yang najis dan yang tiada beriman satu pun tiada suci, melainkan akalnya dan perasaan hatinya pun najis. Maka mereka itu mengaku dirinya mengenal Allah, tetapi dengan perbuatannya mereka itu membukankan Dia, terkena benci dan menjadi durhaka, dan bagi sebarang apa pun pekerjaan yang baik tiada berguna.
”Tetapi hendaklah engkau ini mengatakan barang yang berpatutan dengan pengajaran yang benar, yaitu: Segala orang tua wajiblah menahan diri, dan sopan, memerintahkan dirinya, dan menjadi sempurna di dalam iman dan kasih dan sabar;
”demikianlah juga segala perempuan tua wajiblah berkelakuan seperti yang patut bagi orang yang saleh, jangan menfitnahkan orang, jangan menjadi hamba kepada air anggur, melainkan menjadi guru perkara kebajikan, supaya mereka itu mengajar perempuan yang muda-muda itu mengasihi suaminya, dan menyayangi anak-anaknya, dan memerintahkan dirinya, dan menjadi suci, dan rajin memeliharakan rumah tangga, dan baik hatinya, dan tunduk kepada suaminya, supaya jangan menjadi suatu hujat kepada Firman Allah.
”Demikian juga nasehatkanlah segala orang laki-laki yang muda-muda memerintahkan dirinya; maka di dalam segala sesuatu hendaklah engkau sendiri menunjukkan suatu teladan segala perbuatan yang baik; dan di dalam pengajaranmu tunjukkanlah tulus dan sopan, dan beritakanlah berita yang benar, yang tiada dapat disalahkan, supaya orang pihak lawan kita berasa malu sebab tiada dapat menjahatkan kita.
”Dan nasehatkanlah segala hamba orang menaklukkan dirinya kepada tuannya dan memperkenankan dia di dalam segala perkara dengan tiada melawan kata-katanya, dan dengan tiada mencuri, melainkan menunjukkan setia yang sempurna, supaya di dalam segala perkara mereka itu menjadi suatu perhiasan bagi pengajaran Allah, Juruselamat kita.
”Tetapi palingkanlah dirimu daripada perbantahan yang bodoh dan ceritera silsilah, dan pertengkaran dan perkelahian dari hal hukum Taurat, karena segala perkara itu tiada berfaedah dan sia-sia. Adapun orang yang mengadakan mazhab kemudian daripada nasehat sekali dua, tolakkanlah dia, sebab engkau ketahui bahwa orang yang semacam itu telah sesat dan berdosa, maka ialah yang meletakkan hukuman atas dirinya sendiri.
”Sebab itu patutlah kita terlebih lagi ingat akan segala perkara yang sudah kedengaran itu, supaya jangan kita boleh hanyut. Karena jikalau firman yang difirmankan Allah dengan lidah malaekat-Nya itu sudah nyata tetap, dan tiap-tiap kesalahan dan durhaka itu ada balasannya dengan adil, bagaimanakah dapat kita terlepas jikalau kita ini melalaikan keselamatan yang sebegitu besar? yang mula-mula diberitakan Tuhan, lalu disungguhkan kepada kita oleh segala orang yang sudah mendengarnya;
”Ingatlah baik-baik, hai saudara-saudaraku, jangan seorang pun daripada kamu berhati jahat dengan tiada beriman sehingga berpaling daripada Allah yang hidup itu;
”Dan siapakah yang disumpahkan-Nya bahwa sekali-kali tiada mereka itu akan masuk perhentian-Nya? Bukankah segala orang yang durhaka itu? Maka tampaklah kepada kita bahwa tiada boleh mereka itu masuk sebab tiada beriman.
”Karena firman Allah itu hidup dan berkuasa, dan lebih tajam daripada pedang bermata dua, dan makan dalam sehingga menceraikan nyawa dan roh, serta sendi dan sumsum, dan tahu menyelidik segala ingatan dan niat hati. Maka tiada suatu makhluk pun yang tersamar kepada-Nya, melainkan nyata dan terbuka segala sesuatu kepada pemandangan Allah, yang harus kita memberi jawab kepada-Nya.
”Karena orang-orang, yang sekali sudah diterangkan hatinya, dan sudah merasa-rasa karunia yang dari surga itu, dan sudah sama beroleh bahagian daripada Rohulkudus, dan yang sudah masuk hati firman Allah yang baik itu, beserta dengan segala kuat kuasa zaman yang akan datang, lalu berpaling, masakan orang itu dibaharukan balik kepada tobat, oleh sebab mereka itu sendiri sudah menyalibkan Anak Allah, serta diberi malu dengan nyata-nyata.
”Karena jikalau kita berbuat dosa dengan sengaja kemudian daripada kita telah beroleh pengenalan akan yang benar itu, maka tidak ada lagi korban karena dosa, melainkan ada dahsyat orang menantikan hukuman itu, dan ada suatu hangat api yang akan melulur segala yang melawan. Adapun orang yang menolakkan hukum Musa itu, mati dibunuh dengan tiada dikasihani, atas kesaksian dua tiga orang saksi; kamu pikirlah, betapa berat lagi siksa yang patut dikenakan atas orang yang sudah melanyakkan Anak Allah itu, dan yang membilangkan najis darah perjanjian yang dalamnya Ia dikuduskan itu, dan yang mengolok-olokkan Roh pohon anugerah itu.
”Tengokkanlah baik-baik, supaya jangan barang seorang tiada mendapat anugerah Allah, dan jangan barang sesuatu akar yang pahit tumbuh dan mengadakan kesusahan, sehingga orang banyak itu dinajiskan-Nya; dan jangan barang seorang berkendak, atau menjadi orang fasik, seperti Esaf, yang menukarkan hak menjadi anak sulung itu sebab sedikit makanan. Karena sudah kamu ketahui bahwa kemudian daripada itu, tatkala ia hendak mencapai pusaka berkat itu, ia ditolakkan, karena tiada ia mendapat kesempatan bertobat, walaupun hal itu dicarinya dengan air matanya.
”Janganlah kamu disesatkan oleh berbagai-bagai pengajaran bidaah; karena yang sebenarnya baiklah hati kita diteguhkan dengan anugerah Allah, bukannya dengan segala makanan, yang tiada memberi faedah kepada orang yang telah melakukan hal itu.
”oleh sebab mengetahui, bahwa ujian imanmu itu mengerjakan tekun. Biarlah tekun itu bekerja dengan sempurnanya, supaya kamu jadi sempurna dan cukup lengkap, dan tiada berkekurangan di dalam sesuatu apa pun. Jikalau ada orang di antara kamu yang kurang bijak, hendaklah ia memohonkan kepada Allah, yang mengaruniakan dengan murahnya kepada tiap-tiap orang dengan tiada membangkit-bangkitkan, niscaya dikaruniakan-Nya kelak kepadanya.
”Tetapi hendaklah kamu menjadi penurut pengajaran itu, bukannya orang yang mendengar sahaja dengan memperdayakan dirinya sendiri. Karena jikalau barang seorang menjadi orang yang mendengar pengajaran itu, tetapi tiada menurut, ialah seumpama orang yang memandang mukanya yang sebenar di dalam cermin; karena ia tampak dirinya dan pergi, langsung terlupa akan bagaimana rupanya itu.
”Hai saudara-saudaraku, janganlah kamu semuanya hendak menjadi guru, sebab mengetahui bahwa kami akan menerima hukuman yang terlebih berat; karena kita sekalian bersalah di dalam banyak perkara. Jikalau barang seorang tiada bersalah di dalam hal berkata-kata, ialah orang yang sempurna, yang juga boleh menahan segenap tubuhnya.
”Demikianlah juga lidah, suatu anggota yang kecil, tetapi sangatlah ia membesarkan dirinya. Tengoklah berapa besarnya hutan dibakar oleh api yang kecil. Adapun lidah itu suatu api; maka di antara segala anggota kita lidah itulah suatu dunia kejahatan, maka ialah yang mencacatkan segenap tubuh dan menghanguskan segala gerakan hidup kita, sedang ia sendiri dihanguskan oleh api neraka.
”Sebab itu kepada kamu yang percaya menjadi suatu keindahan, tetapi kepada orang yang tiada percaya: Maka batu yang dibuang tukang-tukang itu, itulah juga sudah menjadi batu penjuru; dan: Suatu batu antukan dan sebuah batu syak; mereka itu terantuk oleh sebab tiada menurut firman Allah; maka yang demikian sudah ditentukan bagi mereka itu.
”Karena: Orang yang suka akan hidup, dan beroleh masa yang baik hendaklah ia menahan lidahnya daripada mengatakan yang jahat, dan bibirnya supaya jangan mengatakan barang tipu daya;
”Kuduskanlah di dalam hatimu Kristus itu menjadi Tuhan, dan hendaklah bersedia senantiasa memberi jawab kepada tiap-tiap orang yang menanya kamu dari hal pengharapan yang ada kepadamu, tetapi dengan lemah lembut dan hormat, serta dengan putih hatimu, supaya di dalam hal kamu dikatakan jahat itu memberi malu orang yang menista kehidupanmu yang baik di dalam Kristus.
”Hendaklah kamu beringat, hendaklah kamu berjaga-jaga; adapun Iblis, seterumu itu, seperti singa yang mengaum berjalan-jalan mencari siapa yang dapat dilulurnya. Lawanlah dia dengan imanmu yang teguh, sebab mengetahui bahwa segala sengsara yang semacam itu juga ada berlaku di atas segala saudaramu yang di dalam seluruh dunia ini.
”Tetapi yang terutama sekali hendaklah kamu ingat perkara ini, yaitu tiada suatu nubuat di dalam Alkitab itu datang daripada akal orang sendiri, karena tiada pernah ada nubuat yang jadi dengan kehendak manusia, melainkan datangnya daripada Allah, diucapkan oleh orang yang digerakkan oleh Rohulkudus.
”Tetapi dahulu ada juga beberapa nabi palsu di antara kaum itu, demikian pula di antara kamu akan ada kelak beberapa guru palsu, yang akan membawa pengajaran sesat dengan sulit, yang membinasakan orang, maka mereka itu menyangkali Tuhan yang telah menebus mereka itu, serta mendatangkan ke atas dirinya kebinasaan dengan segeranya. Maka banyak orang yang akan mengikut perbuatannya yang cabul; dan jalan yang benar itu akan dicela orang oleh sebab mereka itu. Dengan tamaknya kelak mereka itu akan mencari untung daripada kamu dengan perkataan munafik. Maka hukuman mereka itu yang dari dahulu itu tiada berlambatan akan jatuh ke atas dirinya, dan kebinasaannya tiada tidur.
”Karena, jikalau kemudian daripada mereka itu terlepas daripada najis dunia oleh sebab pengenalan akan Tuhan, yaitu Yesus Kristus, Juruselamat, lalu mereka itu berbalik pula terjerat di dalam segala perkara itu serta dialahkan, maka hal yang akhir itu sudah menjadi lebih jahat daripada awalnya. Karena terlebih baik bagi mereka itu jikalau tiada mengenal jalan yang benar daripada sesudahnya mengenal itu lalu berpaling daripada hukum yang kudus, yang diserahkan kepadanya.
”Demikianlah di dalam segala surat kirimannya dikatakannya dari hal segala perkara itu. Di dalamnya itu ada juga beberapa perkara yang susah dimengerti, maka orang yang tiada berpelajaran dan yang tiada tetap itu memutarbalikkan sama seperti kitab-kitab yang lain itu, sehingga mendatangkan kebinasaan atas dirinya sendiri.
”Maka kamu ini, hai kekasihku, sedangkan kamu memang sudah mengetahui segala perkara itu, hendaklah kamu beringat, supaya jangan kamu sama terhanyut oleh sebab kesesatan segala orang jahat itu, lalu jatuh daripada keadaanmu yang teguh ini; melainkan bertambah-tambahlah di dalam anugerah, dan pengenalan akan Tuhan kita Yesus Kristus, Juruselamat. Baginyalah kemuliaan, baik sekarang ini baikpun selama-lamanya. Amin.
”Maka inilah beritanya yang sudah kami dengar daripada-Nya, lalu beritakan kepada kamu, bahwa Allah itu Ialah terang adanya, dan sekali-kali tiada gelap di dalam-Nya. Jikalau kita mengatakan bahwa kita beroleh persekutuan serta-Nya, tetapi berjalan di dalam gelap, maka kita dusta dan tiada melakukan yang sebenarnya.
”Dengan yang demikianlah kita mengetahui bahwa kita sudah mengenal Dia, jikalau kita menurut hukum-hukum-Nya. Maka orang yang berkata, "Aku kenal Dia," tetapi tiada menurut hukum-hukum-Nya, menjadi seorang pendusta, dan kebenaran itu tiada di dalam Dia. Tetapi barangsiapa yang menurut firman-Nya, sesungguhnya di dalam dialah kasih Allah menjadi sempurna. Dengan yang demikianlah kita mengetahui bahwa kita ada di dalam Dia. Maka orang yang mengatakan dirinya tinggal di dalam Dia, sepatutnyalah ia melakukan dirinya sama seperti Kristus sudah melakukan diri-Nya.
”Segala perkara ini telah kusuratkan bagimu dari hal orang-orang yang hendak membawa kamu kepada jalan yang sesat. Adapun kamu ini, maka karunia Roh yang telah kamu peroleh daripada-Nya itu tinggal di dalam kamu, dan tak usah kamu diajar oleh seorang pun lagi; melainkan karunia-Nya itu memberi kamu pengajaran dari hal segala perkara, dan sungguhlah karunia itu bukannya palsu, dan seperti kamu sudah diajarnya, maka tinggallah kamu di dalam Dia.
”Hai segala kekasihku, janganlah percaya akan sebarang roh, melainkan ujilah segala roh itu, kalau-kalau daripada Allah datangnya; karena banyak nabi palsu sudah keluar ke seluruh dunia. Dengan yang demikian dapatlah kamu mengenal Roh Allah, yaitu tiap-tiap roh, yang mengaku bahwa Yesus Kristus sudah datang dengan keadaan manusia, itu daripada Allah; dan tiap-tiap roh, yang tiada mengaku Yesus itu, bukanlah daripada Allah, melainkan inilah roh si Dajal, yang telah kamu dengar yang akan datang, dan sekarang ini sudah ada di dalam dunia.
”Mereka itu daripada dunia; sebab itulah mereka itu berkata-kata cara dunia, dan dunia ini menurut dia. Kita ini daripada Allah; dan orang yang mengenal Allah ialah mendengarkan kita; maka orang yang bukan daripada Allah tiadalah ia mendengarkan kita. Dengan yang demikian dapatlah kita mengenal roh yang benar dan roh yang sesat itu.
”Inilah kasih, yaitu melakukan diri kita menurut hukum-Nya. Maka inilah hukum itu sebagaimana yang sudah kamu dengar dari mulanya, yaitu hendaklah kamu berjalan di dalam kasih.
”Karena banyak orang penyesat sudah keluar ke seluruh dunia, yang tiada mengaku bahwa Yesus Kristus sudah datang dengan keadaan manusia. Inilah penyesat dan si Dajal. Ingatlah akan dirimu, supaya jangan kamu kehilangan barang yang telah kita kerjakan, melainkan supaya kamu mendapat pahalamu dengan secukupnya.
”Barangsiapa yang melangkah, dan tiada tinggal tetap di dalam pengajaran Kristus, tiadalah mempunyai Allah. Tetapi orang yang tinggal tetap di dalam pengajaran itu, orang itulah mempunyai baik Bapa itu, baik Anak itu. Jikalau barang seorang datang kepadamu dan membawa pengajaran lain daripada itu, janganlah kamu terima dia masuk ke dalam rumahmu, dan jangan memberi salam kepadanya. Karena barangsiapa yang memberi salam kepadanya, ia itu sama bersalah di dalam perbuatannya yang jahat itu.
”Maka aku sudah menyuratkan beberapa perkara kepada sidang jemaat, tetapi Dioterepes yang hendak menjadi kepala atas mereka itu, tiada mau menerima kami. Sebab itu jikalau aku datang, aku akan mengingatkan segala pekerjaan yang diperbuatnya itu, sebab ia sudah menista kami; maka itu pun tiada cukup, karena bukan sahaja ia sendiri tiada mau menerima segala saudara itu, melainkan juga menegahkan orang, yang hendak menerima mereka itu, serta menolak ke luar dari sidang jemaat.
”Hai segala kekasihku, tatkala aku menghabiskan usahaku menulis surat kepadamu dari hal keselamatan kita bersama-sama, maka pada perasaanku terpaksalah aku menulis akan mengingatkan kamu bersungguh-sungguh berebutkan iman yang sudah sekali bagi sekalian dikaruniakan kepada segala orang suci. Karena ada beberapa orang merangkak masuk dengan sembunyi, yaitu orang yang dahulunya sudah tersedia hukumannya; orang fasik, yang mengubahkan anugerah Allah, Tuhan kita, kepada perkara melakukan percabulan, sambil menyangkal Penghulu dan Tuhan kita yang Esa, yaitu Yesus Kristus.
”Aku tahu segala perbuatanmu dan kelelahan dan sabarmu, dan Aku tahu bahwa engkau tiada boleh tahan segala orang jahat, tetapi engkau sudah mencoba orang-orang yang mengatakan dirinya rasul, tetapi bukan, dan sudah engkau dapati mereka itu pendusta;
”Aku tahu kesusahanmu dan kepapaanmu (tetapi engkau kaya), dan Aku tahu hujat daripada orang-orang yang mengatakan dirinya orang Yahudi, tetapi bukan, melainkan suatu jemaat Iblis.
”Tetapi Aku ada sedikit perkara ke atasmu, yaitu ada padamu orang-orang yang berpegang kepada pengajaran Bileam, yang sudah mengajar Balak menjerat bani Israel, sehingga mereka itu makan barang yang dipersembahkan kepada berhala, dan lagi berzinah. Begitu juga ada padamu orang-orang yang berpegang kepada pengajaran orang Nikolai, serupa itu juga. Sebab itu, hendaklah bertobat. Jikalau tidak, Aku akan datang kepadamu dengan segeranya, lalu memerangi mereka itu dengan pedang yang di mulut-Ku ini.
”Tetapi Aku ada suatu hal ke atasmu, yaitu engkau membiarkan perempuan bernama Izebel yang mengatakan dirinya nabiah, dan yang mengajar serta menyesatkan hamba-hamba-Ku berzinah dan makan barang yang dipersembahkan kepada berhala.
”Aku tahu segala perbuatanmu; engkau itu sejuk pun tidak, hangat pun tidak. Aku suka jikalau engkau sejuk atau hangat. Oleh sebab engkau begitu suam, dan hangat pun tidak, sejuk pun tidak, maka Aku hendak meludahkan engkau dari dalam mulut-Ku. Dengan sebab katamu: Aku kaya dan sudahlah aku beroleh kekayaan dan satu pun tiada kekurangan padaku, padahal tiada engkau mengetahui bahwa engkaulah orang malang, dan yang tiada terkasihan, dan miskin, dan buta, dan bertelanjang,
”Maka seberapa banyak orang yang Kukasihi, Aku tegur dan ajar; sebab itu berusahalah serta bertobat.
”Maka tercampaklah naga besar itu, yaitu ular tua, yang dinamakan Iblis dan Syaitan itu, yang menyesatkan segala isi dunia; bahkan, ia sudah tercampak ke bumi, dan segala tentaranya itu pun sudah tercampak juga beserta dengan dia. Maka aku dengar pula suatu suara yang besar di surga, mengatakan, "Sekarang sampailah keselamatan dan kodrat dan kerajaan Tuhan kita, dan kuasa Kristusnya itu; karena sudah tercampak ke bawah Penuduh segala saudara kita, yang menuduh mereka itu di hadirat Tuhan kita itu siang malam. Sekaliannya itu sudah mengalahkan dia oleh sebab darah Anak domba itu, dan oleh sebab perkataan kesaksian mereka itu; dan mereka itu tiada menyayangi nyawanya, walaupun sampai mati.
”Lalu aku dengar suatu suara yang lain pula dari langit berkata, "Keluarlah daripadanya, hai kaumku, supaya jangan kamu terbabit di dalam segala dosanya, dan jangan kamu sama kena segala balanya;
”dan cahaya pelita sekali-kali tiada akan bercahaya lagi di dalammu, dan suara mempelai laki-laki dan mempelai perempuan pun sekali-kali tiada akan terdengar lagi di dalammu. Karena segala saudagarmu itu orang besar-besar di dunia; oleh sebab hobatanmu telah tersesat segala bangsa.
”Maka binatang itu pun tertangkaplah beserta dengan nabi palsu yang sudah mengadakan beberapa tanda ajaib di hadapannya. Dengan itu ia menyesatkan segala orang yang bertanda binatang itu, dan yang menyembah patungnya; maka keduanya itu dicampakkan hidup-hidup ke dalam laut api yang bernyala dengan belerang;
”maka ia pun memegangkan naga itu, yaitu ular tua, yang menjadi Iblis dan Syaitan, dan merantaikan dia seribu tahun lamanya, dan mencampakkan dia ke dalam lubang yang tiada terduga dalamnya itu, lalu menutup lubang itu, dan membubuh meterai di atasnya, supaya tiada ia menyesatkan segala bangsa lagi, sehingga genap seribu tahun itu; kemudian daripada itu tak dapat tiada ia akan dilepaskan kelak sedikit masa lamanya.
”Maka Iblis yang menyesatkan mereka itu tercampaklah ke dalam laut api dan belerang itu, di tempat binatang dan nabi palsu itu ada, maka mereka itu akan terkena siksa siang malam selama-lamanya.
”Tetapi bagi orang yang penakut dan yang tiada beriman dan yang keji, dan segala pembunuh, dan orang yang berzinah, dan orang hobatan, dan yang menyembah berhala, dan segala pendusta, maka bahagiannya itu ada di dalam laut yang bernyala dengan api dan belerang, yaitu mati yang kedua."
”tetapi sekali-kali tiada akan masuk ke dalamnya barang apa yang najis, atau orang yang mengerjakan haram dan dusta, melainkan hanyalah orang yang tersurat namanya di dalam kitab hayat Anak domba itu.
”Tetapi segala anjing dan orang hobatan, dan orang berzinah, dan segala pembunuh, dan segala orang yang menyembah berhala, dan barangsiapa yang cinta akan dusta dan berbuat dusta itu semuanya tinggal di luar."
”Maka aku menyatakan kepada tiap-tiap orang yang mendengar perkataan nubuat di dalam kitab ini, bahwa jikalau barang seorang menambah apa-apa kepada perkataan itu, niscaya Allah akan menambah kepadanya berbagai-bagai bala yang tersurat di dalam kitab ini; dan jikalau barang seorang mengurangkan daripada perkataan di dalam kitab nubuat ini, niscaya Allah akan menghilangkan bahagiannya daripada pohon hayat dan daripada negeri yang kudus, yaitu yang tersurat di dalam kitab ini.
”