23 – Cinta

Ini adalah firman suci Tuhan Yang Maha Esa.
Kita tidak tertarik dengan kata-kata manusia.
Bagi siapa pun yang mengasihi Tuhan... inilah yang Tuhan katakan tentang: Cinta.

3 Ayat Paling Signifikan

Tetapi kepada kamu ini yang mendengar, Aku berkata demikian: Kasihilah seterumu, dan perbuatlah baik kepada orang yang membenci kamu; mintalah berkat bagi orang yang mengutuki kamu; dan doakan orang yang mencercai kamu. Kepada orang yang menampar pipimu sebelah, berilah juga kepadanya pipi yang sebelah lagi; dan orang yang mengambil jubahmu, jangan ditegahkan mengambil bajumu lagi.

Hai segala kekasihku, hendaklah kita berkasih-kasihan sama sendiri, karena kasih itu daripada Allah; dan barangsiapa yang menaruh kasih, ialah asalnya daripada Allah dan mengenal Allah, maka orang yang tiada menaruh kasih itu tiada mengenal Allah; karena Allah itu kasih adanya. Di dalam inilah kasih Allah itu sudah diberi nyata kepada kita, bahwa Allah sudah menyuruhkan anak-Nya yang tunggal ke dalam dunia ini, supaya dengan Dia itu kita boleh hidup. Di dalam hal inilah kasih, yaitu bukannya kita yang sudah mengasihi Allah, melainkan Allah yang sudah mengasihi kita, dan yang sudah menyuruhkan anak-Nya menjadi korban perdamaian karena segala dosa kita. Hai segala kekasihku, jikalau sebegitu Allah sudah mengasihi kita, maka kita pun patutlah berkasih-kasihan sama sendiri.

Bahwa orang yang akan pingsan itu dikasihani juga oleh sahabatnya, jikalau sudah ditinggalkannya takut akan Allah yang Mahakuasa sekalipun.

Setiap Ayat Dalam Urutan Kanonik – 326 bagian

Maka sebab itulah tak dapat tiada orang akan meninggalkan ibu bapanya dan berdamping pada isterinya, maka keduanya itu menjadi sedaging jua adanya.

Maka Yakubpun memperhambakanlah dirinya tujuh tahun lamanya oleh karena Rakhel, maka pada perasaannya tujuh tahun itulah seperti sedikit hari jua, oleh sebab birahinya akan dia.

Berilah hormat akan bapamu dan akan ibumu, supaya dilanjutkan umurmu dalam negeri yang dianugerahkan Tuhan, Allahmu, kepadamu.

Jangan kamu ingin akan rumah samamu manusia, jangan kamu ingin akan bini samamu manusia, atau akan hambanya laki-laki, atau akan sahayanya perempuan, atau akan lembunya, atau akan keledainya, atau akan barang apa-apa yang samamu manusia punya.

Jikalau didapati olehmu akan lembu seterumu atau akan keledainya yang sesat, hendaklah kamu mengembalikan dia dengan segeranya. Jikalau kamu melihat keledai seorang yang benci akan kamu telah rebah di bawah tanggungannya, patutkah kamu enggan akan tolong menurunkan tanggungannya? Tidak; melainkan hendaklah kamu menolong akan dia dalam menurunkan tanggungannya itu.

Maka Tuhanpun berjalan lalu dari pada matanya sambil Ia berseru: Hua, Hua, Allah, arrahmani arrahimi, yang panjang sabar lagi besar kemurahan-Nya dan kebenaran-Nya!

Jangan dalam hatimu ada dengki akan saudaramu, melainkan hendaklah kamu menegur samamu manusia dengan nyata-nyata, maka tiada salah tertanggung atasmu karena sebabnya. Jangan kamu membalas jahat atau berdendam akan bani bangsamu, melainkan hendaklah kamu mengasihi akan samamu manusia seperti akan dirimu sendiri: Bahwa Akulah Tuhan!

Biarlah orang dagang yang duduk menumpang di antara kamu itu dipandang olehmu bagaikan anak bumi juga dan dikasihi olehmu bagaikan kasih kamu akan dirimu sendiri, karena dahulu kamupun orang daganglah di negeri Mesir: Bahwa Akulah Tuhan, Allahmu!

Maka jikalau saudaramu telah menjadi miskin dan tangannya gementar sertamu, maka hendaklah kamu memegang akan dia, jikalau ia orang dagang atau orang menumpang sekalipun, supaya iapun boleh hidup sertamu. Maka janganlah kamu mengambil dari padanya bunga atau laba yang terlalu, melainkan takutlah kamu akan Allahmu, supaya saudaramupun boleh hidup sertamu. Jangan kamu memberikan uangmu kepadanya dengan makan bunga, dan makananmupun jangan kamu berikan kepadanya dengan mengambil untung.

Maka Musa itu seorang yang amat lemah lembut perangainya, terlebih lembut ia dari pada segala orang yang di atas bumi.

Hendaklah kamu mengasihi akan Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segala kuatmu.

Maka sebab itu ketahuilah olehmu, bahwa Tuhan, Allahmu, itu Allah yang benar dan Allah yang setiawan adanya, yang menentukan perjanjiannya dan kemurahannya kepada segala orang yang mengasihi akan Dia dan yang memeliharakan hukum-Nya, maka ia itu sampai kepada beribu-ribu anak cucunya. Dan Ia membalas termata-mata segala jahat orang yang benci akan Dia, dibinasakannya masing-masing mereka itu, maka tiada dipertangguhkannya membalas termata-mata segala jahat orang yang benci akan Dia.

dan yang membenarkan hal perkara anak piatu dan perempuan janda, dan yang mengasihi akan orang dagang, hendak mengaruniakan kepadanya makanan dan pakaian. Maka sebab itu hendaklah kamupun mengasihi akan orang dagang, karena dahulu kamupun orang dagang di negeri Mesir.

Maka sebab itu hendaklah kamu mengasihi akan Tuhan, Allahmu, dan melakukan kebaktian kepada-Nya dan segala hukum-Nya dan syarat-Nya dan undang-undang-Nya pada segala hari.

Maka akan jadi kelak jikalau dengan yakin hatimu mendengar kamu akan segala hukum-Ku, yang Aku berfirman kepadamu sekarang ini, dan kamu mengasihi akan Tuhan, Allahmu, dan berbuat bakti kepada-Nya dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu,

janganlah kamu dengar akan kata nabi atau pemimpi itu, karena kamu dicobai oleh Tuhan, Allahmu, hendak diketahui-Nya kalau sungguh-sungguh kamu mengasihi akan Tuhan, Allahmu, dengan segenap jiwamu.

Tak akan jangan dengan murah kamu memberi akan dia, dan jangan picik hatimu apabila kamu memberi akan dia, karena sebab perbuatan murah yang demikian diberkati Tuhan, Allahmu, akan kamu kelak dalam segala pekerjaanmu dan dalam segala pegangan tanganmu. Maka supaya orang miskin itu jangan hilang dari tengah negeri itu, sebab itu pesanku kepadamu demikian: Hendaklah dengan kemurahan kamu membukakan tanganmu kepada saudaramu, kepada orang yang duduk dalam negerimu dengan kesukaran dan kepapaannya.

Masing-masing sekadar perolehan tangannya, sekadar berkat yang dikaruniakan Tuhan, Allahmu, kepadamu.

Maka Tuhan Allahmupun akan mengkhatankan hatimu dan hati segala anak buahmu, supaya kamu mengasihi akan Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu, supaya boleh kamu hidup.

sambil mengasihi akan Tuhan, Allahmu, sambil mendengar akan bunyi suara-Nya, sambil bersangkut paut kepada-Nya; karena Ialah kehidupanmu dan panjang umurmu; supaya kekallah kamu dalam negeri yang telah dijanji Tuhan kepada nenek moyangmu Ibrahim, Ishak dan Yakub pakai sumpah hendak dikaruniakannya kepada mereka itu.

Sahaja ingatlah kamu baik-baik akan melakukan hukum dan undang-undang ini, yang dipesan oleh Musa, hamba Tuhan itu, kepadamu, bahwa kamu mengasihi akan Tuhan, Allahmu, dan menjalani segala jalan-Nya dan memeliharakan segala firman-Nya dan bersangkut paut kepada Tuhan dan berbuat kebaktian kepada-Nya dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu.

Jangan berlebih-lebihan kamu bermegah-megah; janganlah perkataan sombong keluar dari pada mulutmu; karena Tuhan itu Allah yang amat mengetahuinya, dan segala perbuatan-Nyapun benar adanya.

Maka sesungguhnya setelah sudah Daud bersembah kepada Saul itu, berhubunglah hati Yonatan dengan hati Daud, maka Yonatan kasih akan dia seperti akan nyawanya sendiri. Maka pada hari itu juga diambil Saul akan dia, tiada diberinya ia pulang ke rumah bapanya. Maka berjanji-janjilah Yonatan dengan Daud, sebab dikasihinya akan dia seperti akan nyawanya sendiri. Maka ditanggalkan Yonatan akan baju selimut yang padanya, diberikannya kepada Daud, demikianpun segala pakaiannya, bahkan, sampai pedangnya dan sampai busurnya dan sampai pengikat pinggangnyapun.

Setelah sudah budak itu pergi, bangkitlah Daud dari sebelah selatan, lalu tunduk dengan mukanya sampai ke bumi serta menyembah tiga kali, maka bercium-ciumanlah dan bertangis-tangisanlah keduanya, sehingga hati Daudpun tiada tertahan lagi! Maka kata Yonatan kepada Daud: Pergilah juga dengan selamat! Maka akan barang yang telah kedua kita berjanji demi nama Tuhan, katanya: Hendaklah kiranya Tuhan di antara aku dengan dikau dan di antara benihku dengan benihmu, biarlah ia itu teguh sampai selama-lamanya! Setelah itu maka berbangkitlah Daud lalu pergi, dan Yonatanpun kembali ke dalam negeri.

Bahwa orang yang akan pingsan itu dikasihani juga oleh sahabatnya, jikalau sudah ditinggalkannya takut akan Allah yang Mahakuasa sekalipun.

Ingatlah kiranya akan segala rahmat-Mu dan segala kemurahan-Mu, ya Tuhan! karena ia itu kepada azali adanya. Maka janganlah Engkau ingat akan segala dosaku pada masa mudaku dan akan segala salahku, melainkan hendaklah Engkau ingat akan daku sekadar kemurahan-Mu, oleh karena kebajikan-Mu, ya Tuhan!

Bahwa Ia memimpin orang yang rendah hatinya kepada yang benar dan diajarkan-Nya jalan-Nya akan orang yang lemah lembut hatinya.

Adapun segala jalan Tuhan itu kemurahan dan kebenaran bagi segala orang yang memeliharakan perjanjian-Nya dan kesaksian-Nya.

Sesungguhnya dengan telanjurku aku telah berkata demikian: Bahwa aku telah terkerat dari hadapan mata-Mu; tetapi Engkau juga telah mendengar akan bunyi pohonku, apabila aku berseru kepada-Mu.

Maka iapun mereka khianat di atas tempat tidurnya dan ia berdiri pada jalan yang tiada baik, dan tiada dibuangnya jahat itu. Ya Tuhan! bahwa kemurahan-Mu itu sampai kepada segala langit, dan kebenaran-Mu sampai kepada awan-awan yang di atas sekali. Bahwa adalat-Mu itu seperti gunung yang terbesar adanya dan hukum-hukum-Mu seperti lautan yang tiada berhingga; maka Engkau juga, ya Tuhan! memeliharakan segala manusia dan segala binatang.

Maka hukum-hukum-Mu tiada kusembunyikan dalam hatiku; melainkan aku memasyhurkan setia-Mu dan selamat-Mu, dan tiada aku menyembunyikan keridlaan-Mu dan setia-Mu dari pada perhimpunan yang besar itu.

Mazmur Daud bagi biduan besar. Berbahagialah orang yang berlaku dengan akal budi akan orang yang miskin; bahwa Tuhan akan meluputkan dia pada hari kesukaran. Tuhan akan memeliharakan dan menghidupkan dia; maka iapun akan selamat di atas bumi dan sekali-kali tiada Engkau menyerahkan dia kepada kehendak seterunya.

Mazmur Daud bagi biduan besar.

Jangan air bah itu meliputi aku, dan jangan tubir itu menelan aku, dan janganlah keleburan itu menutup mulutnya di atasku.

Karena Engkau, ya Tuhan! baik dan Engkau suka mengampuni, lagi besarlah kemurahan-Mu akan segala orang yang berseru kepada-Mu.

Tetapi Engkau, ya Tuhan! Engkaulah Allah yang amat rahmani dan rahimi; Engkaulah panjang sabar dan besarlah kemurahan-Mu dan kebenaran-Mu.

Barangsiapa yang mengumpat kawannya dengan sembunyi-sembunyi itu akan kukatubkan mulutnya, dan barangsiapa yang bermata angkuh dan sombong hatinya itu tiada aku suka akan dia.

Bahwa Tuhan rahmani dan rahimi; Ialah panjang sabar dan besarlah kemurahan-Nya! Maka tiada Ia akan gusar selalu atau murka sampai selama-lamanya. Tiada dibuatnya akan kita sekadar segala dosa kita, dan tiada pula dibalasnya akan kita sekadar segala kejahatan kita. Karena seberapa banyak tinggi langit itu dari atas bumi, demikianpun besar kemurahan-Nya atas segala orang yang takut akan Dia. Maka sejauh timur dari barat, begitu jauhpun dibuang-Nya segala salah dari pada kita.

Tetapi kemurahan Tuhan itu dari selama-lamanya sampai selama-lamanya atas segala orang yang takut akan Dia, dan setianyapun adalah dengan anak cucu cicit mereka itu.

Pujilah akan Tuhan, karena baiklah Ia, dan kemurahan-Nya kekal selama-lamanya.

Maka hendaklah mereka itu memuji kemurahan Tuhan dalam tempat-Nya yang suci, dan perbuatan ajaib-Nya di hadapan segala anak Adam; sebab telah dipuaskan-Nya hati yang berdahaga, dan dipenuhi-Nya hati yang berlapar itu dengan kebajikan.

Karena kebesaran kemurahan-Nya atas kami itu tiada perhinggaannya, dan kebenaran Tuhan itu kekal selama-lamanya. Haleluyah!

Nyanyian Hamaalot, dari Daud. -- Lihat apalah, bagaimana baiknya dan bagaimana manisnya, apabila orang yang bersaudara itu lagi duduk bersama-sama!

Pujilah akan Allah yang di sorga, karena kemurahan-Nya itu kekal selama-lamanya.

Bahwa Tuhan rahmani dan rahimi, Ialah panjang sabar dan besarlah kemurahan-Nya. Bahwa baiklah Tuhan kepada sekaliannya; dan rahmat-Nyapun adalah atas segala perbuatan-Nya.

Maka Tuhanpun menetapkan segala orang yang lembut hatinya, tetapi direndahkan-Nya segala orang fasik sampai ke bumi.

Janganlah kiranya sifat kemurahan dan setia itu meninggalkan dikau, melainkan kalungkanlah dia pada lehermu, dan suratkanlah dia pada loh hatimu.

Baiklah engkau minum air dari pada kolammu sendiri dan air yang mengalir dari pada telagamu sendiri. Biarlah pancaran airmu mengalir keluar seperti anak sungai yang pada sisi jalan. Biarlah ia menjadi engkau seorang jua punya dan jangan orang lain empunya dia sertamu. Berkatlah kiranya atas pancaranmu, dan bersukacitalah engkau akan bini yang pada masa mudamu. Biarlah ia bagimu seperti rusa betina yang manis dan seperti kijang yang cantik, biarlah gurau sendanya memabuki engkau selalu, dan berkembaralah senantiasa dalam kasihnya. Betapa gerangan, hai anakku! engkau membuang dirimu kepada perempuan jalang, serta meriba akan orang yang tiada ketahuan?

Maka enam perkara inilah yang dibenci Tuhan, bahkan, ada tujuh yang kebencian kepadanya: mata yang angkuh, dan lidah yang bercabang, dan tangan yang menumpahkan darah orang yang tiada bersalah, dan hati yang mengadakan tipu daya, dan kaki yang pantas berjalan kepada kejahatan, dan saksi dusta yang bertutur bohong, dan orang yang menanamkan percideraan di antara saudara bersaudara.

Adapun peri takut akan Tuhan, ia itu membenci akan kejahatan, akan congkak dan kemegahan dan segala jalan yang jahat; maka sebab itu bencilah aku akan mulut yang mengadakan bencana.

Aku kasih akan orang yang mengasihi aku, dan barangsiapa yang mencahari aku dengan rajin, ia itu kelak akan mendapat aku.

Adapun benci itu mengadakan perbantahan, tetapi pengasihan menutupi akan segala kesalahan.

Apabila datang congkak, maka malupun datanglah kelak, tetapi dengan orang yang rendah hatinya adalah hikmat.

Bahwa orang yang murah hati itu berbuat baik akan jiwanya, tetapi orang yang bengis itu menyusahkan dirinya sendiri.

Adalah orang yang menghambur, maka diperolehnya makin banyak; adalah orang yang menahankan hartanya, tetapi makin kepapaanlah ia. Bahwa hati yang murah itu akan dikaruniai dengan banyak, dan barangsiapa yang mendirus, ia itu akan disirami dengan kelimpahan.

Barangsiapa yang menahankan rotan, ia itu benci akan anaknya, tetapi orang yang mengasihi akan anaknya itu mengajari dia pada masa mudanya.

Barangsiapa yang mencelakan kawannya, ia itu berbuat dosa besar, tetapi yang tetap kasihnya akan dia dalam hal kerendahannya, ia itu beroleh berkat selamat.

Barangsiapa yang menganiayakan orang miskin, ia itu mencela akan Tuhan, yang telah menjadikan dia, tetapi orang yang mangsihankan dia, ia itu menghormat akan Tuhan.

Bahwa sahut yang lembut itu memadamkan amarah yang bernyala-nyala, tetapi perkataan yang tajam menggalakkan amarah.

Bahwa rumah orang congkak kelak akan dibongkar oleh Tuhan, tetapi perhinggaan tanah perempuan janda ditetapkannya.

Barangsiapa yang sombong hatinya, ia itu kebencian kepada Tuhan; turun-temurun tiada ia terlepas dari pada penghukuman. Oleh kemurahan dan kebenaran maka kesalahan dihapuskan; maka oleh takut akan Tuhan undurlah orang dari pada jahat.

Congkak itu dahulu dari pada kebinasaan, dan kebesaran hati dahulu dari pada jatuh. Terlebih baik orang yang menaruh hati rendah dengan orang yang lembut hatinya, dari pada membahagi-bahagi rampasan dengan orang congkak.

Perkataan yang manis-manis itu seperti air madu adanya, ia itu sedap kepada hati dan obat kepada tulang-tulang.

Orang yang menudungkan salah itu menuntut kasih, tetapi yang membongkar-bangkir perkara, ia itu menjauhkan dari padanya jikalau sahabatnya yang terbaik sekalipun.

Barangsiapa yang menaruh kasih pada sediakala, ia itulah seorang sahabat; maka seorang saudara menjadi bagi hal kesukaran.

Mati dan hidup adalah dalam kuasa lidah, dan barangsiapa yang suka akan dia itu kelak akan makan buah-buahnya.

Orang yang bersahabat dengan sebarang orang, ia itu mengadakan suah akan dirinya, tetapi sahabat yang betul itu lebih bersangkut paut dari pada seorang saudara.

Barangsiapa yang mengasihani orang miskin, ia itu memberi pinjam kepada Tuhan, maka Tuhanpun akan membalas kebajikannya.

Bahwa kehendak orang kecil itulah kebajikannya; maka lebih baik orang yang miskin dari pada orang kaya yang tiada menaruh hati murah.

Akan melakukan keadilan dan hukum itu disuka Tuhan terlebih dari pada akan korban. Mata angkuh dan hati congkak dan cahaya orang jahat itu dosa adanya.

Barangsiapa yang menyumbat telinganya akan tangis orang miskin, maka iapun kelak akan berteriak, tetapi tiada yang mendengar akan suaranya.

Barangsiapa yang menuntut kebenaran dan kemurahan, ia itu kelak akan mendapat selamat dan keridlaan dan hormat.

Barangsiapa yang memeliharakan mulutnya dan lidahnya, ia itu melepaskan dirinya dari pada beberapa kesusahan. Siapa gerangan orang congkak dan sombong yang kelakuannya jemawa begitu? Ia itulah pengolok-olok namanya.

Orang yang baik matanya itu akan diberkati, karena telah diberikannya dari pada rezekinya kepada orang-orang miskin.

Halaukanlah orang pengolok-olok itu ke luar, maka perkelahianpun akan keluar sertanya, dan perselisihan dan kecelaanpun akan berhenti. Barangsiapa yang suci hatinya, ia itu dikasihi raja dan yang petah lidah, ia itulah sahabatnya.

Jikalau musuhmu berlapar berikanlah dia roti akan dimakan, jikalau ia berdahaga, berikanlah air akan diminum olehnya; karena dalam berbuat demikian engkau menimbunkan bara api di atas kepalanya, maka Tuhan akan membalasnya kepadamu kelak.

Orang yang memberi kepada orang miskin ia itu tiada akan merasai kekurangan, tetapi orang yang mengejamkam matanya itu akan kena banyak laknat kelak.

Seorang pemarah itu menerbitkan perkelahian, dan orang yang angat nafsunya itu melimpahkan kesalahan.

Bahwa congkak itu merendahkan orang, tetapi orang yang rendah hatinya itu berpegang akan kemuliaan.

Ketiga perkara ini terlalu ajaib kepadaku, bahkan, empat perkara yang tiada kuketahui. Yaitu jalan burung nasar di udara dan jalan ular di atas batu gunung dan jalan kapal di tengah-tengah laut dan jalan seorang laki-laki dengan anak dara.

Bukakanlah mulutmu karena orang kelu, dan karena perkara segala anak kebinasaan. Bukakanlah mulutmu serta berbicaralah dengan adil dan benarkanlah hal orang yang miskin lagi teraniaya.

Janganlah hatimu bersegera-segera akan marah, karena dada orang jahil itulah tempat duduk kemarahan.

Bahwa inilah Syirul-asyar Sulaiman. Hendaklah dikucupinya aku dengan kucup mulutnya, karena cumbuanmu itu terlebih sedap dari pada air anggur. Bau minyakmu itu harum, maka namamu seperti minyak bau-bauan yang tercurah, sebab itu segala anak darapun birahi akan dikau. Tariklah akan daku, maka kamipun akan mengikut engkau! Bahwa baginda sudah membawa aku masuk ke dalam maligai; maka kamipun akan bergemar dan bersukacita akan dikau dan memuji birahimu terlebih dari pada air anggur; segala orang yang tulus hatinya itu kasih akan dikau.

Hai adinda! aku mengumpamakan dikau dengan kuda yang dipasang pada rata Firaun. Bahwa manislah pipimu dengan utas mutiara dan lehermu dengan kalung merjan. Kamipun akan memperbuatkan dikau kalung emas dengan dukuh perak. Sementara baginda bersemayam dengan kemuliaannya semerbaklah bau narwastuku. Kekasihku itu bagiku akan mur serumbai, yang bermalam pada dapur susuku. Kekasihku itu bagiku akan bunga kurma setandan di dalam kebun anggur Enjedi. Bagaimana elokmu, hai adinda! bagaimana elokmu, dan matamu seperti burung merpati. Bagaimana elokmu, hai kekasihku! bahkan, sedap manis; lagi peraduan kita kehijau-hijauan.

Bahwa akulah bunga air mawar dari Syaron, dan bunga bakung dari lembah. Seperti bunga bakung di antara duri-duri, demikianlah adinda di antara segala anak dara. Seperti pokok jeruk di antara segala pohon kayu hutan, demikianlah kekasihku di antara segala anak teruna. Adapun duduk dalam naungnya itulah kesukaanku dan sedaplah buahnya kepada langitan mulutku. Dihantarnya aku ke dalam bilik air anggur dan kasihnya adalah bagiku akan panji-panji. Kuatkanlah aku dengan air anggur, segarkanlah aku dengan buah jeruk, karena aku sakit birahi. Hendaklah tangannya kiri menggalang kepalaku dan tangannya kanan memeluk aku. Bahwa aku menyumpahi kamu, hai segala puteri Yeruzalem! demi kijang dan rusa betina di padang, jangan kamu menyadarkan dan jangan kamu menjagakan birahi itu dahulu dari pada dikehendakinya! Inilah bunyi suara kekasihku! lihatlah ia datang sambil berlompat-lompat di atas gunung dan bertari-tari di atas bukit. Kekasihku itu bagaikan kijang atau seperti anak rusa. Lihatlah ia berdiri di balik dinding kita, iapun menengok dari pada tingkap, dan lagi gilang-gemilang rupanya dari balik kisi-kisi.

Maka bermadah kekasihku, katanya kepadaku: Bangkitlah, hai adinda, yang amat elok, hendaklah engkau keluar! Karena sesungguhnya musim sejuk sudah lalu, hujan deraspun sudah berhenti, tiada ia datang kembali. Segala bungapun kelihatan di tanah, musim nyanyi sudah sampai, bunyi burung tekukur kedengaranlah di tanah kita. Pokok ara bermasakkan buahnya dan pokok anggurpun berbunga dan semerbaklah baunya. Bangkitlah kiranya, hai adinda, yang amat elok; marilah ke luar! Hai merpatiku! yang bersembunyi di dalam celah-celah bukit batu yang tinggi! biarlah aku memandang mukamu, biarlah aku mendengar suaramu, karena manislah bunyi suaramu dan eloklah parasmu. Tangkaplah kiranya akan kami segala rubah, segala rubah kecil yang merusakkan kebun anggur, karena pokok anggur kami limpah berbunga. Kekasihku itu aku punya, dan akupun dia punya, yang menggembala di antara segala bunga bakung. Dahulu dari pada angin malam bertiup dan segala bayang-bayangpun hilang, hendaklah engkau kembali, hai kekasihku! yang pantas seperti kijang atau seperti anak rusa di atas bukit-bukit Beter.

Bahwa aku menyumpahi kamu, hai segala puteri Yeruzalem! demi kijang dan rusa betina di padang, jangan kamu menyadarkan dan jangan kamu menjagakan birahi itu dahulu dari pada dikehendakinya. Siapa gerangan dia, yang datang naik dari padang belantara bagaikan tiang asap, terukup dengan mur dan kemenyan, dan bau segala jenis rempah yang indah-indah?

Bahwa sesungguhnya amat eloklah engkau, hai adinda! amat eloklah engkau! matamu seperti burung merpati di belakang layahmu dan tokong-tokong rambutmu itu seperti sekawan kambing yang makan rumput di bukit Gilead. Gigimu seperti sekawan anak domba yang baharu digunting bulunya, lalu naik dari dalam tempat pebasuhan, semuanya berkembar, tiada yang kurang timbalannya. Bibirmu seperti benang kirmizi, bunyi suaramu merdu, pipimu seperti buah delima separuh di belakang tudungmu. Lehermu seperti menara Daud, yang dibangunkan akan gedung senjata, perisai seribu buah adalah tergantung padanya, semuanya itu perisai orang pahlawan. Kedua belah susumu seperti anak kijang yang kembar, yang mencahari makan di antara segala bunga bakung. Bahwa aku hendak pergi ke gunung mur dan ke bukit kemenyan sampai hari mulai sejuk dan bayang-bayangpun lenyap. Elok sekali engkau, hai adinda! dan barang suatu celapun tiada padamu.

Bahwa engkau sudah memberanikan hatiku, hai adinda, hai tunanganku! engkau sudah memberanikan hatiku dengan sekali pandang matamu, dengan seikal rambut yang pada lehermu. Bagaimana indahnya kasihmu, hai adinda, hai tunanganku! bagaimana sedap kasihmu, lebih dari pada air anggur dan dari pada harum minyak bau-bauan dan segala rempah-rempah! Bibirmu meniriskan titisan air madu, hai tunanganku! air lebah dan air susu adalah di bawah lidahmu, dan harum bau pakaianmu seperti harum bau Libanon. Bahwa engkau laksana taman yang berpagar kelilingnya, hai adinda, hai tunanganku! bagaikan pancaran air yang bersekat dan mata air yang termeterai. Segala pucukmu seperti taman penuh dengan pokok delima dan pelbagai buah-buah yang indah-indah, pokok kurma dan narwastu, narwastu dan kumkuma, deringu dan kayu manis serta dengan segala pokok kemenyan dan mur dan cendana dan segala jenis rempah-rempah yang terutama. Hai pancaran air segala taman, hai mata air hidup, yang mengalir dari atas Libanon! Bangunlah engkau, hai angin utara! marilah, hai angin selatan! bertiuplah kamu dalam tamanku, supaya semerbaklah bau harum segala rempah-rempahnya! Biarlah kiranya kekasihku datang ke tamannya dan makan dari pada buah-buahnya yang terutama.

Bahwa aku sudah datang ke dalam tamanku; hai adinda, hai tunanganku! aku sudah memungut murku dan segala rempah-rempahku, aku sudah makan sarang lebahku serta dengan air madunya, aku sudah minum air anggurku dan air susuku. Hai segala taulan, hendaklah kamupun makan minum, hendaklah kamu mabuk birahi! Bahwa tertidurlah aku, tetapi hatiku lagi berjaga, maka kedengaranlah bunyi suara kekasihku sambil mengetok pintu, katanya: Bukakanlah aku pintu, hai adinda, emasku, merpatiku dan kesempurnaanku! karena kepalaku dibasahkan oleh embun dan ikal-ikal rambutku oleh rintik-rintik malam. Bahwa aku sudah menanggalkan bajuku, mana boleh aku memakai dia pula? aku sudah membasuhkan kakiku, mana boleh aku mencemarkan dia pula? Serta kekasihku melepaskan tangannya dari pada kisi-kisi, maka rindulah hatiku akan dia.

Bahwa aku menyumpahi kamu, hai puteri Yeruzalem! jikalau kiranya kamu mendapati akan kekasihku itu, apakah kamu katakan kepadanya? Katakanlah ini: Bahwa hatiku lara oleh sangat birahiku. Apakah lebihnya kekasihmu itu dari pada segala kekasih yang lain, hai engkau, yang terelok di antara segala orang perempuan! apakah lebihnya kekasihmu dari pada segala kekasih yang lain, maka engkau menyumpahi kami demikian?

Bahwa kekasihku itu putih dengan merah, cahayanya meliputi orang beribu laksa! Kepalanya bagaikan emas sepuluh matu, rambutnya berikal-ikal, warnanya hitam seperti burung gagak. Matanya bagaikan burung merpati pada tepi aliran air, yang mandi dalam air susu dan dijemurnya dirinya dalam panas. Pipinya seperti petak pokok rempah-rempah, bagaikan bukit yang harum baunya, bibirnya bagaikan bunga bakung, yang bertitik-titik minyak mur. Tangannya pakai cincin-cincin emas yang bertatahkan permata cempaka; pinggangnya bagaikan perbuatan gading, bersendi-sendikan permata nilam. Betisnya bagaikan tiang batu marmar yang beralaskan emas tulen. Sikapnya bagaikan Libanon, terpilih seperti pohon araz. Langitan mulutnya semata-mata manisan dan segala sesuatu yang padanya itu keinginan belaka. Demikianlah peri kekasihku, demikianlah peri sobatku, hai segala puteri Yeruzalem!

Bahwa kekasihku itu aku punya dan akupun kekasihku punya, yang menggembala di antara bunga bakung.

Palingkanlah matamu dari padaku, karena ia itu terlalu kuat bagiku; bahwa rambutmu bagaikan sekawan kambing, yang makan rumput pada curam Gilead.

Bagaimana cantik segala langkahmu dengan kasut itu, hai putera raja! lengkung pahamu seperti perhiasan perbuatan tangan orang pandai. Pinggangmu bagaikan piala bulat, jangan kurang minuman dalamnya. Ribaanmu seperti suatu timbunan gandum yang berpagarkan bunga bakung. Kedua belah susumu itu bagaikan anak kijang sepasang yang kembar. Lehermu bagaikan menara gading, matamu bagaikan kolam yang di Hezbon dekat pintu Bat-Rabim; hidungmu bagaikan menara di Libanon, yang arah ke Damsyik. Kepala yang di atasmu itu seperti Karmel; anyaman rambutmu seperti warna ungu, seorang raja terjerat dengan ikal-ikal rambutmu. Bagaimana elok engkau, bagaimana manis, hai pengasihan, dengan pelbagai lezat! Lembagamu boleh diumpamakan dengan pokok kurma dan susumu dengan tandan buah-buah. Maka kataku: Aku memanjat kelak pokok kurma itu dan memegang pelepahnya; hendaklah kiranya kedua belah susumu seperti tandan buah anggur dan nafasmu seperti harum buah limau manis, dan langitan mulutmu seperti air anggur yang baik, yang memancar ke atas bagi kekasihku, dan mengalir perlahan-perlahan masuk bibir mulut orang tidur.

Bahwa aku ini kekasihku punya, dan akan daku adalah segala rindu hatinya. Marilah, hai kekasihku! hendaklah kita keluar ke padang, hendaklah kita bermalam di dusun-dusun. Hendaklah pagi-pagi kita pergi ke bukit kebun anggur serta melihat kalau pokok anggur bertunas dan bunganyapun berkembang, kalau pokok delima berbunga! Di sana aku hendak menunjuk kasihku akan dikau. Bahwa semerbaklah bau buah dudayim dan pada pintu kita adalah pelbagai buah-buah yang indah-indah, dari pada yang baharu dan lama; itu sudah kutaruh bagimu, hai kekasihku!

Hendaklah kiranya tangannya kiri menyangga kepalaku, dan tangannya kanan memeluk aku.

Bahwa aku menyumpahi kamu, hai segala puteri Yeruzalem! janganlah kamu menyadarkan dan jangan kamu menjagakan birahi itu dahulu dari pada dikehendakinya! Siapa gerangan dia yang datang naik dari padang belantara sambil bersandar pada kekasihnya dengan manis lakunya? Di bawah pokok limau itu telah kusadarkan kasihmu, di sanapun ibumu sudah bertunangkan dikau dengan aku; ia yang sudah memperanakkan dikaupun bertunangkan dikau dengan aku.

Taruhlah akan daku dalam hatimu bagaikan meterai, bagaikan meterai pada lenganmu; karena kuat kasih itu seperti kuat maut, dan cemburuan itu hebat seperti alam barzakh, nyalanya seperti nyala api, seperti halilintar Tuhan. Air banyakpun tiada dapat memadamkan kasih ini dan segala sungaipun tiada dapat meliputi dia. Jikalau kiranya orang hendak memberikan segala harta benda yang dalam rumahnya karena kasih ini, niscaya dicelakan juga akan dia.

Segala mata orang yang tinggi itu akan direndahkan dan segala sombong orang laki-laki akan ditundukkan, maka pada hari itu hanya Tuhan jua akan tertinggi. Karena satu hari sudah ditentukan oleh Tuhan serwa sekalian alam bagi segala orang yang jemawa dan tinggi dan bagi segala orang yang mengatas-ataskan dirinya, supaya mereka itu direndahkan.

Tetapi orang dermawan itu membicarakan kebajikan dan tetaplah ia dalam melakukan kemurahan.

Bahwa aku membiarkan belakangku kepada orang yang menyesah aku, dan pipiku kepada orang yang mencabut bulu janggutku, dan tiada aku melindungkan mukaku dari pada dinista dan diludahi.

Bahwa ia dicelakan dan terhina di antara segala manusia, seorang yang kena sengsara dan yang biasa dalam kesukaran; seperti seorang yang dari padanya juga ditudungi oranglah mukanya, demikianlah ia dicelakan, maka kitapun tiada mengindahkan dia. Sebenarnya ditanggungnya segala kelemahan kita dan diangkutnya segala penyakit kita, tetapi pada sangka kita bahwa disengsarakan dan dipalu dan direndahkan Allah akan dia. Tetapi ia sudah kena luka karena sebab segala kesalahan kita, dan iapun dihancurkan karena sebab segala kejahatan kita; bahwa siksa yang mengadakan selamat bagi kita itu berlaku atas dia dan oleh segala bilurnya kitapun disembuhkan. Bahwa sesatlah kita sekalian seperti domba, masing-masing kita balik kepada jalannya sendiri, tetapi segala kejahatan kita ditempuhkan Tuhan kepadanya. Apabila ia itu ditagih maka iapun disengsarakan, tetapi tiada dibukakannya mulutnya; seperti seekor anak domba ia dihantar akan dibantai dan seperti seekor kambing biri-biri kelu di hadapan orang yang mengguntingi bulunya, demikianpun tiada dibukakannya mulutnya.

Bukankah inilah: Bahwa kamu membahagi-bahagi makananmu kepada orang yang berlapar dan memberi tumpangan dalam rumahmu kepada orang miskin dan yang terbuang; apabila kamu melihat seorang yang telanjang kamu menudungi dia dan tiada kamu menyembunyikan dirimu dari pada orang yang sedaging darah dengan kamu?

Dan kamu memberikan kepada orang yang berlapar barang yang kamu ingin sendiri dan kamu mengenyangkan jiwa yang kepicikan; pada masa itu terangmu akan terbit dari dalam gelap dan malam berubah bagimu menjadi siang hari.

Bahwa aku hendak menyebut segala kemurahan Tuhan dan kepujian Tuhan yang amat limpah; sekadar segala kebajikan yang telah dikaruniakan Tuhan kepada kita dan kebesaran kasih-Nya akan isi rumah Israel! bagaimana sudah dibuat-Nya baik akan mereka itu sekadar segala rahmat-Nya dan kebesaran kemurahan-Nya.

Bahwa Tuhan sudah kelihatan kepada-Ku dari jauh; tegal Aku mengasihi akan dikau dengan kasih yang kekal, sebab itu Aku membujuk engkau dengan kemurahan-Ku.

Bahwa karena sebab segala kemurahan Tuhan, maka tiada kita dibinasakan sama sekali, dan segala rahmat-Nyapun tiada berkeputusan adanya. Pada tiap-tiap pagi adalah ia itu baharu, dan besarlah setia-Mu!

Maka akupun meminta doalah kepada Tuhan Allahku serta aku mengaku salahku, kataku: Ya Tuhan! Engkau Allah yang mahabesar dan hebat, yang menyampaikan perjanjian dan kemurahan kepada mereka yang kasih akan Dikau, dan yang menurut segala hukum-Mu!

Dan Aku akan bertunangan dengan dikau dengan setia yang benar, dan engkaupun akan mengetahui akan Tuhan. Maka akan jadi pada hari itu juga, demikianlah firman Tuhan, bahwa Aku akan mendengar, yaitu Aku mendengar akan langit dan langitpun mendengar akan bumi,

Bahwa sudah diberinya tahu kepadamu, hai manusia, mana yang baik; maka apa gerangan dituntut Tuhan dari padamu, melainkan berbuat insaf dan suka akan kemurahan dan berjalan serta Allahmu dengan hati yang rendah!

Caharilah Tuhan, hai kamu sekalian di dalam negeri yang lembut hatimu, dan yang lagi melakukan hukum-Nya! Usahakanlah kebenaran, usahakanlah rendah hati, mudah-mudahan kamu dilindungkan pada hari murka Tuhan.

Bahwa Tuhan, Allahmu, adalah di tengah-tengahmu, suatu Pahlawan yang akan menang; dengan sepenuh-penuh kesukaan-Nya Iapun akan bergemar akan dikau; dengan kasih-Nya Iapun akan berdiam dirinya dan dengan tempik sorak Iapun bersukacita akan dikau.

Demikianlah firman Tuhan serwa sekalian alam: Jadilah setiawan dan adil dalam memutuskan hukum dan lakukanlah kebajikan dan kemurahan seorang akan seorang. Dan jangan kamu menganiayakan perempuan janda atau anak piatu atau orang dagang atau orang miskin, dan jangan kamu mereka jahat dalam hatimu seorang akan seorang.

"Berbahagialah segala orang yang rendah hatinya, karena mereka itu yang empunya kerajaan surga. Berbahagialah segala orang yang berdukacita, karena mereka itu akan dihiburkan. Berbahagialah segala orang yang lembut hatinya, karena mereka itu akan mewarisi bumi. Berbahagialah segala orang yang lapar dan dahaga akan kebenaran, karena mereka itu akan dijamu sehingga kenyang. Berbahagialah segala orang yang menaruh kasihan, karena mereka itu akan beroleh rahmat. Berbahagialah segala orang yang suci hatinya, karena mereka itu akan memandang Allah. Berbahagialah segala orang yang mendamaikan orang, karena mereka itu akan disebut anak-anak Allah. Berbahagialah segala orang yang teraniaya oleh sebab kebenaran, karena mereka itu yang empunya kerajaan surga. Berbahagialah kamu apabila orang mencela kamu dan menganiaya kamu serta mengumpat kamu dengan dusta oleh sebab Aku. Bersukacitalah kamu sambil bersukaria, sebab besarlah pahalamu di surga; karena sedemikian itu juga segala nabi yang dahulu daripada kamu terkena aniaya."

Tetapi Aku berkata kepadamu, bahwa tiap-tiap orang yang marah akan saudaranya, ia akan terkena hukum; dan barangsiapa yang berkata kepada saudaranya: Hai jahil! ia akan dihukumkan oleh majelis besar; dan barangsiapa yang berkata: Hai gila! ia akan terkena hukum masuk api neraka. Sebab itu, jikalau engkau hendak mempersembahkan persembahanmu di tempat korban, dan di sana engkau teringat, bahwa saudaramu ada sakit hati kepadamu, maka tinggalkanlah persembahanmu pada tempat korban itu, baliklah engkau berdamai dahulu dengan saudaramu, lalu kembalilah pula mempersembahkan persembahanmu.

Kamu sudah mendengar perkataan demikian: Mata ganti mata, dan gigi ganti gigi; tetapi Aku ini berkata kepadamu: Jangan melawan orang yang jahat, melainkan barangsiapa yang menampar pipi kananmu, berilah kepadanya pipi yang sebelah lagi. Dan jikalau seorang hendak mendakwa engkau, lalu mengambil bajumu, biarlah ia mengambil jubahmu juga. Dan lagi barangsiapa yang memaksa engkau berjalan satu mil jauhnya, pergilah sertanya dua kali ganda. Berilah kepada orang yang meminta kepadamu, jangan menolak kehendak orang yang hendak meminjam daripadamu.

Kamu sudah mendengar perkataan demikian: Hendaklah engkau mengasihi temanmu, dan membenci seterumu. Tetapi Aku ini berkata kepadamu: Kasihilah akan seterumu, dan doakan orang yang menganiayakan kamu, supaya kamu menjadi anak-anak Bapamu yang di surga; karena Ia menerbitkan matahari-Nya bagi orang yang jahat dan yang baik, dan Ia menurunkan hujan ke atas orang yang benar dan yang tiada benar. Karena jikalau kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah pahalamu? Bukankah pemungut cukai pun memperbuat demikian? Dan jikalau kamu memberi salam kepada saudaramu sahaja, apakah lebihnya perbuatan kamu daripada orang lain? Bukankah orang kafir pun memperbuat demikian itu? Sebab itu hendaklah kamu ini sempurna, sama seperti Bapamu yang di surga sempurna adanya."

"Ingatlah baik-baik: Jangan kamu berbuat segala ibadatmu di hadapan orang hendak menunjukkan kepada mereka itu; jikalau demikian, tiadalah kamu mendapat pahala daripada Bapamu yang di surga. Sebab itu, apabila engkau memberi sedekah, jangan engkau memasyhurkan hal itu di mana-mana, seperti yang diperbuat oleh orang munafik di dalam rumah sembahyang dan sepanjang jalan, supaya mereka itu dipuji orang. Dengan sesungguhnya Aku berkata kepadamu, tiadalah pahalanya lagi bagi mereka itu. Tetapi engkau ini, apabila memberi sedekah, janganlah diketahui oleh tangan kirimu akan barang yang diperbuat oleh tangan kananmu, supaya sedekahmu itu tiada kelihatan; maka Bapamu yang nampak barang yang tiada kelihatan, Ialah akan membalas kepadamu.

Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, tak dapat tiada Bapamu yang di surga akan mengampuni kesalahan kamu pun. Tetapi jikalau tiada kamu mengampuni kesalahan orang, niscaya Bapamu pun tiada akan mengampuni kesalahan kamu.

Tiada dapat seorang jua pun bertuankan dua orang; karena tak dapat tiada seorang dibencinya dan seorang dikasihinya kelak, atau ia berpegang pada seorang dan meringankan yang lain. Tiadalah dapat kamu bertuhankan Allah bersama-sama dengan Mammon."

"Janganlah kamu menuduh orang, supaya jangan kamu dituduh. Karena dengan tuduhan yang kamu menuduh, kamu akan dituduh pula, dan dengan ukuran yang kamu mengukur, kamu akan diukurkan juga. Apakah sebabnya engkau memandang selumbar yang di dalam mata saudaramu itu, tetapi balok yang di dalam matamu sendiri tiada engkau sadar? Bagaimana boleh engkau mengatakan kepada saudaramu: Biarlah aku mengeluarkan selumbar itu dari dalam matamu, sedang ada balok di dalam matamu sendiri? Hai munafik! Keluarkanlah dahulu balok itu dari dalam matamu sendiri, kemudian baharulah engkau nampak terang akan mengeluarkan selumbar dari dalam mata saudaramu itu.

Sebab itu barang apa pun yang kamu suka orang akan berbuat padamu, sedemikian juga hendaklah kamu berbuat kepadanya; karena inilah hukum Taurat dan kitab nabi-nabi."

Marilah kepada-Ku, hai kamu sekalian yang berlelah dan yang menanggung berat. Aku ini akan memberi sentosa kepadamu. Tanggunglah kuk Aku, dan belajarlah kepada-Ku; karena Aku lembut dan rendah hati; maka kamu akan mendapat sentosa bagi jiwamu. Karena kuk Aku senang rasanya, dan tanggungan Aku ringan adanya."

serta berkata, "Sesungguhnya Aku berkata kepadamu, jikalau tiada kamu berbalik menjadi seperti kanak-kanak, sekali-kali tiada kamu masuk ke dalam kerajaan surga. Sebab itu, barangsiapa yang merendahkan dirinya seperti kanak-kanak ini, ialah yang terlebih besar di dalam kerajaan surga.

Bagaimanakah sangkamu? Jikalau pada seorang ada domba seratus ekor, lalu sesat seekor daripadanya itu, bukankah yang sembilan puluh sembilan ekor itu ditinggalkannya di atas gunung, lalu pergi sambil mencari seekor yang sesat itu? Dan kalau-kalau kiranya didapatinya, sesungguhnya Aku berkata kepadamu, bersukacitalah ia atas seekor itu lebih daripada sukacitanya atas sembilan puluh sembilan yang tiada sesat itu. Demikian juga Bapa-Ku yang di surga bukan kehendak-Nya, supaya binasa satu orang daripada yang kecil ini.

Jikalau saudaramu bersalah kepadamu, pergilah engkau menasehatkan dia di antara engkau dengan dia sendiri; jikalau ia menurut nasehatmu, sudahlah engkau mendapat balik saudaramu itu.

Setelah itu Petrus pun menghampiri Yesus serta berkata, "Ya Tuhan, berapa kalikah saudara hamba yang bersalah kepada hamba, patut hamba mengampuni dia? Sehingga sampai tujuh kalikah?" Maka kata Yesus kepadanya, "Bukannya Aku berkata kepadamu: Sehingga sampai tujuh kali, melainkan sehingga sampai tujuh puluh kali tujuh.

Hormatkanlah ibu bapamu, dan lagi: Hendaklah engkau mengasihi sesamamu manusia seperti dirimu sendiri."

Maka kata Yesus kepadanya, "Jikalau engkau hendak menjadi sempurna pergilah engkau, jualkan barang apa yang ada padamu, dan sedekahkanlah kepada orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di surga; dan marilah mengikut Aku."

Demikianlah orang yang terakhir itu akan menjadi yang mula-mula, dan yang mula-mula itu akan menjadi yang terakhir."

Tetapi bukannya demikian di antara kamu, melainkan barangsiapa yang hendak menjadi besar di antara kamu, ialah patut menjadi pelayanmu; dan barangsiapa yang hendak menjadi kepala di antara kamu, ialah patut menjadi hamba kepada kamu sekalian. Seperti Anak manusia pun bukannya datang supaya dilayani, melainkan supaya melayani dan memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi orang banyak."

Maka kata Yesus kepadanya, "Hendaklah engkau mengasihi Allah Tuhanmu dengan sebulat-bulat hatimu, dan dengan segenap jiwamu, dan dengan sepenuh akal budimu. Inilah hukum yang besar dan yang terutama. Dan hukum yang kedua bersama dengan itu, demikian: Hendaklah engkau mengasihi sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.

Tetapi yang terlebih besar di antara kamu, hendak menjadi hamba kepada kamu. Barangsiapa yang meninggikan dirinya, ia itu akan direndahkan; dan barangsiapa yang merendahkan dirinya, ia itu akan ditinggikan.

Kemudian Raja itu pun kelak bertitahlah kepada mereka itu yang di sebelah kanan-Nya: Marilah, hai kamu yang diberkati oleh Bapa-Ku, memiliki warisan, yaitu kerajaan yang disediakan bagimu daripada awal kejadian alam. Karena pada masa Aku lapar, kamu memberi Aku makan; Aku dahaga, kamu memberi Aku minum; Aku seorang keluaran, kamu menyambut Aku; Aku bertelanjang, kamu memakaikan Aku dengan pakaian; Aku sakit, kamu melawati Aku; Aku di dalam penjara, kamu datang berjumpa Aku. Lalu menyahutlah kelak segala orang yang benar, serta berkata kepada-Nya: Ya Tuhan, masa manakah kami nampak Tuhan lapar, lalu kami memberi makan? atau dahaga, lalu kami memberi minum? Atau masa manakah kami nampak Tuhan seorang keluaran, lalu kami menyambut Tuhan? atau bertelanjang, lalu kami memakaikan dengan pakaian? Atau masa manakah kami nampak Tuhan sakit, atau di dalam penjara, lalu kami melawati Tuhan? Maka Raja itu akan menjawab, serta bersabda kepada mereka itu: Sesungguhnya Aku berkata kepadamu, bahwa barang sebagaimana yang kamu sudah berbuat kepada seorang-orang saudara-Ku yang terlebih hina ini, itulah perbuatan kamu kepada-Ku.

Kemudian Raja itu pun akan bertitah kepada mereka itu yang di sebelah kiri-Nya: Undurlah dari hadapan-Ku, hai laknat, masuklah ke dalam api neraka yang kekal, yang disediakan bagi Iblis dan segala pesuruhnya. Karena pada masa Aku lapar, tiada kamu memberi Aku makan; Aku dahaga, tiada kamu memberi Aku minum; Aku seorang keluaran, tiada kamu menyambut Aku; Aku bertelanjang, tiada kamu memakaikan Aku dengan pakaian; Aku sakit dan di dalam penjara, tiada kamu melawati Aku; lalu mereka itu pun akan menyahut, katanya: Ya Tuhan, masa manakah kami nampak Tuhan lapar dan dahaga, atau seorang keluaran, atau bertelanjang, atau sakit, atau di dalam penjara, dan tiada kami melayani Tuhan? Kemudian Raja itu akan menjawab, serta bersabda kepada mereka itu: Sesungguhnya Aku berkata kepadamu, bahwa barang sebagaimana yang tiada kamu perbuat kepada seorang daripada orang yang terlebih hina ini, maka tiada juga perbuatan kamu kepada-Ku.

maka datanglah kepada-Nya seorang perempuan, yang membawa suatu buli-buli berisi minyak wangi yang mahal harganya, lalu dicurahkannya di atas kepala Yesus, pada waktu Ia duduk makan.

Maka berjalanlah Ia ke hadapan sedikit, lalu sujudlah Ia berdoa, kata-Nya, "Ya Bapa-Ku, jikalau boleh, biarlah kiranya cawan ini lepas daripada-Ku; tetapi di dalam itu pun bukannya kehendak-Ku, melainkan kehendak-Mu juga."

Maka duduklah Yesus, lalu memanggil kedua belas murid itu, serta berkata kepada mereka itu, "Jikalau seorang hendak menjadi yang pertama, haruslah ia menjadi yang akhir daripada sekalian, dan pelayan orang sekalian."

Tetapi bukannya demikian di antara kamu, melainkan barangsiapa, yang hendak menjadi besar di antara kamu, ialah patut menjadi pelayanmu. Dan barangsiapa di antara kamu yang hendak menjadi kepala, ialah patut menjadi hamba kepada sekalian. Karena Anak manusia pun bukannya datang supaya dilayani, melainkan supaya melayani dan memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi orang banyak."

Apabila kamu berdiri berdoa, ampunilah jikalau kamu menaruh barang pengaduan atas seorang jua pun, supaya Bapamu yang di surga juga boleh mengampuni kelak segala kesalahanmu. Tetapi jikalau tiada kamu ampuni, maka Bapamu juga yang di surga tiada akan mengampuni segala kesalahanmu."

maka hendaklah engkau mengasihi Allah Tuhanmu dengan sebulat-bulat hatimu, dan dengan segenap jiwamu, dan dengan sepenuh akal-budimu, dan dengan segala kuatmu. Dan yang kedua inilah: Hendaklah engkau mengasihi sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Maka tiadalah hukum lain, yang lebih besar daripada kedua hukum ini." Lalu kata ahli Taurat itu kepada-Nya, "Ya Guru, amat benarlah segala kata Guru, bahwa Allah itu Esa adanya, dan tiada yang lain, melainkan Allah; dan hal mengasihi Tuhan dengan sebulat-bulat hati, dan dengan sepenuh akal-budi, dan dengan segenap jiwa, dan dengan segala kuat, dan lagi mengasihi sesama manusia seperti diri sendiri, itulah terutama daripada segala korban bakaran dan persembahan sembelihan."

Tatkala Yesus di Baitani di dalam rumah Simon yang kena bala zaraat, maka sedang Ia duduk makan, datanglah seorang perempuan membawa suatu buli-buli pualam berisi minyak narwastu jati dan mahal harganya, maka dibukanya buli-buli itu, lalu dicurahkannya di atas kepala Yesus.

Maka ia menjawab serta berkata kepada mereka itu, "Orang yang menaruh dua helai baju, hendaklah memberi sehelai kepada orang yang tiada; dan orang yang menaruh makanan, hendaklah ia berbuat demikian juga."

Tetapi kepada kamu ini yang mendengar, Aku berkata demikian: Kasihilah seterumu, dan perbuatlah baik kepada orang yang membenci kamu; mintalah berkat bagi orang yang mengutuki kamu; dan doakan orang yang mencercai kamu. Kepada orang yang menampar pipimu sebelah, berilah juga kepadanya pipi yang sebelah lagi; dan orang yang mengambil jubahmu, jangan ditegahkan mengambil bajumu lagi. Berilah kepada tiap-tiap orang yang meminta kepadamu; dan daripada orang yang mengambil barang-barangmu, jangan dituntut kembali. Maka sama seperti kamu suka orang akan berbuat padamu sedemikian itu juga hendaklah kamu berbuat kepadanya.

Dan jikalau kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah pahalamu? Karena orang yang berdosa pun mengasihi orang yang mengasihi dia. Dan jikalau kamu berbuat baik kepada orang yang berbuat baik kepadamu, apakah juga pahalamu? Karena orang berdosa pun berbuat sedemikian itu juga. Dan jikalau kamu meminjamkan kepada orang yang kamu berharap akan menerima kembali daripadanya, apakah pula pahalamu? Karena orang yang berdosa itu pun meminjamkan kepada orang berdosa, akan menerima kembali sebanyak itu juga.

Tetapi hendaklah kamu mengasihi seterumu, dan berbuat baik, dan memberi pinjam dengan tiada berharap akan menerima balik; maka berpahala besarlah kamu kelak, dan kamu akan menjadi anak-anak Yang Mahatinggi, karena Ialah murah kepada orang yang tiada syukur dan yang jahat. Hendaklah kamu berpengasihan sama seperti Bapamu juga berpengasihan. Dan janganlah kamu menuduh orang, niscaya kamu pun tiada akan dituduh; dan jangan menyalahkan orang, niscaya kamu pun tiada akan disalahkan; lepaskanlah, niscaya kamu pun akan dilepaskan. Berilah, niscaya kepada kamu pun akan diberi: Suatu sukatan yang betul, ditekan-tekan, dan digoncang-goncang sehingga melembak, akan diberi orang kepada ribaanmu, karena dengan sukatan yang kamu menyukat, akan disukatkan pula kepada kamu."

Di dalam negeri itu adalah seorang perempuan berdosa; apabila diketahuinya bahwa Yesus tengah duduk makan di dalam rumah orang Parisi itu, maka dibawanya suatu buli-buli berisi minyak wangi. Maka berdirilah perempuan itu di belakang, dekat kaki Yesus sambil menangis, lalu mulailah ia membasahkan kaki-Nya dengan air matanya dan menyapu dengan rambutnya, lalu diciumnya kaki-Nya itu, serta diurapinya dengan minyak wangi.

"Adalah dua orang yang berutang kepada seorang yang meminjamkan uang; maka yang seorang berutang lima ratus dinar, dan yang lain lima puluh. Maka sebab pada mereka itu tiada pembayarnya, dilepaskannya kedua-duanya daripada utang. Sekarang yang manakah daripada dua orang itu akan terlebih mengasihi dia?" Maka sahut Simon, katanya, "Hamba sangka, orang yang dilepaskannya daripada utang yang terlebih banyak itu." Maka kata Yesus kepadanya, "Betullah sangkamu itu." Lalu berpalinglah Ia kepada perempuan itu serta berkata kepada Simon, "Engkau nampakkah perempuan ini? Bahwa Aku masuk ke rumahmu, tiada engkau memberi air akan pembasuh kaki-Ku, tetapi ia membasahkan kaki-Ku dengan air matanya, dan menyapu dengan rambutnya. Tiada engkau mencium Aku, tetapi perempuan ini semenjak Aku masuk tiada berhenti mencium kaki-Ku. Tiada engkau mengurapi kepala-Ku; tetapi perempuan ini mengurapi kaki-Ku dengan minyak wangi. Oleh sebab itu Aku berkata kepadamu, bahwa dosanya yang banyak itu diampunilah, karena kasihnya amat sangat; tetapi kepada orang yang diampuni sedikit, kasihnya juga sedikit."

Maka jawabnya serta berkata, "Hendaklah engkau mengasihi Allah Tuhanmu dengan sebulat-bulat hatimu, dan dengan segenap jiwamu, dan dengan segala kuatmu, dan dengan sepenuh akal budimu, dan sesamamu manusia seperti dirimu sendiri."

Maka ujar Yesus sambil kata-Nya, "Bahwa adalah seorang yang turun dari Yeruzalem ke Yerikho; maka jatuhlah ia ke tangan penyamun, yang merampas pakaiannya serta memukul dia, lalu pergi meninggalkan dia hampir mati. Kebetulan turunlah dengan jalan itu juga seorang imam; apabila dilihatnya dia, maka menyimpanglah ia melintas dia. Sedemikianpun seorang suku bangsa Lewi, apabila sampai ke tempat itu serta terpandang akan dia, maka menyimpanglah ia melintas dia. Tetapi seorang Samaria, yang sedang berjalan datang ke tempat ia terhantar; apabila terpandang akan dia, maka jatuhlah kasihannya, lalu ia menghampiri dia serta membebatkan lukanya, sambil menuang minyak dan air anggur ke atasnya; setelah itu ia pun menaikkan dia ke atas keledainya sendiri, lalu membawa dia ke rumah tumpangan, serta membela dia. Pada keesokan harinya dikeluarkannya dua dinar, diberikannya kepada tuan rumah tumpangan itu sambil katanya: Belakanlah dia, dan barang apa yang engkau belanjakan lebih daripada itu aku ganti, apabila aku datang kembali. Dari antara tiga orang itu yang manakah pada sangkamu, yang menjadi sesama manusia pada orang yang jatuh ke tangan penyamun?" Maka katanya, "Ialah yang menaruh belas kasihan kepadanya." Maka kata Yesus kepadanya, "Pergilah, dan engkau perbuatlah sedemikian itu juga."

"Apabila engkau dijemput orang kepada perjamuan kawin, jangan duduk pada tempat yang di atas, sebab barangkali ada dijemputnya orang yang lebih dihormati daripada engkau, lalu orang yang sudah menjemput engkau dan dia, datang sambil berkata kepada engkau: Berilah tempat itu kepada orang ini; lalu dengan malu sahaja engkau akan duduk pada tempat yang di bawah sekali. Melainkan apabila engkau dijemput orang, pergilah engkau duduk di tempat yang di bawah sekali, supaya apabila orang, yang menjemput engkau, datang, berkata kepada engkau: Hai Sahabat silakanlah naik ke atas lagi; baharulah engkau beroleh kemegahan di hadapan sekalian orang yang duduk makan bersama-sama dengan engkau. Karena tiap-tiap orang, yang meninggikan dirinya, ia itu akan direndahkan, dan barangsiapa yang merendahkan dirinya, ia itu akan ditinggikan."

Maka berkatalah juga Yesus kepada orang yang menjemput Dia, "Apabila engkau membuat perjamuan tengah hari atau malam, jangan dipanggil sahabatmu atau saudaramu atau kaum keluargamu, atau orang sekampungmu yang kaya-kaya; supaya jangan mereka itu dapat membalas jemputanmu. Melainkan apabila engkau membuat perjamuan, jemputlah orang yang miskin, dan kudung, dan timpang, dan buta; maka berbahagialah engkau kelak, sebab tiada apa hendak dibalaskannya kepada engkau; karena engkau dibalas pada hari kebangkitan orang benar."

Maka bangkitlah ia, lalu pergi kepada bapanya. Tetapi sedang ia lagi jauh, bapanya sudah nampak dia, lalu jatuhlah kasihannya, serta berlarilah bapanya memeluk lehernya sambil mencium dia. Maka kata anaknya kepadanya: Ya Bapa, sahaya sudah berbuat dosa kepada surga dan Bapa, tiadalah lagi sahaya berlayak disebut anak Bapa. Tetapi berkatalah bapa itu kepada hambanya: Bawalah dengan segeranya jubah yang elok sekali, pakaikan kepadanya, dan kenakanlah sebentuk cincin ke jarinya, dan kasut di kakinya. Dan bawalah anak lembu yang tambun, sembelihkan, biar kita makan dan bersukaria, karena anakku ini sudah mati, dan hidup balik; ia sudah hilang, dan dapat balik. Maka mulailah mereka itu bersukaria.

Tiada seorang hamba dapat bertuankan dua orang, karena tak dapat tiada seorang dibencinya dan yang lain itu dikasihinya kelak; atau ia berpegang pada seorang, dan meringankan yang lain. Tiadalah dapat kamu bertuhankan Allah bersama-sama dengan Mammon."

Jikalau ia bersalah kepadamu tujuh kali sehari, dan tujuh kali pula balik kepadamu dengan katanya: Aku menyesal, hendaklah engkau mengampuni dia!"

Maka Aku berkata kepadamu: Orang ini pulang ke rumahnya dibenarkan Allah, lain sekali daripada orang Parisi itu; karena tiap-tiap orang yang meninggikan dirinya akan direndahkan; tetapi yang merendahkan dirinya akan ditinggikan."

Maka berdirilah Zakheus serta berkata kepada Tuhan, "Sesungguhnya setengah daripada harta hamba, ya Tuhan, hamba sedekahkan kepada orang miskin, dan jikalau hamba sudah memperdayakan harta orang, hamba mengembalikan empat kali ganda."

Lalu kata Yesus, "Dengan sesungguhnya Aku berkata kepadamu, bahwa janda yang miskin ini sudah memasukkan lebih daripada sekaliannya. Karena sekalian orang itu sudah memasukkan uang derma daripada kemewahannya, tetapi perempuan ini telah memasukkan daripada kekurangannya semua yang ada padanya, yaitu segenap kehidupannya."

Tetapi kamu ini jangan jadi demikian, melainkan yang terlebih besar di antara kamu, patut menjadi seperti yang terlebih muda, dan yang memerintah, patut menjadi seperti yang melayan. Karena siapakah yang lebih besar, orang yang duduk makankah, atau yang melayankah? Bukankah orang yang duduk makan itu? Tetapi Aku inilah ada di antara kamu seperti orang yang melayani.

Maka kata Petrus kepada-Nya, "Ya Tuhan, jikalau beserta Tuhan, rela hatiku masuk ke dalam penjara, atau mati sekalipun."

Maka berdoalah Yesus, kata-Nya, "Ya Bapa, ampunilah kiranya mereka itu, karena tiada diketahuinya apa yang diperbuatnya." Lalu mereka itu berbahagi-bahagi pakaian-Nya dengan membuang undi.

Karena demikianlah Allah mengasihi isi dunia ini, sehingga dikaruniakan-Nya Anak-Nya yang tunggal itu, supaya barangsiapa yang percaya akan Dia jangan binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. Karena Allah menyuruhkan Anak-Nya ke dalam dunia ini, bukannya sebab hendak menghukumkan dunia itu, melainkan supaya dunia ini diselamatkan oleh-Nya.

Patutlah Ia makin bertambah, dan berkata-kata dari hal bumi, tetapi aku ini makin kurang.

Oleh sebab itulah Bapa mengasihi Aku, karena Aku ini menyerahkan nyawa-Ku, supaya boleh Aku terima kembali.

Maka menangislah Yesus. Lalu kata orang Yahudi itu, "Tengoklah, bagaimana Ia kasih akan dia!"

Lalu diambil oleh Maryam sekati minyak narwastu jati yang mahal harganya, diurapinya kaki Yesus serta disapunya kaki-Nya itu dengan rambutnya. Maka semerbaklah bau minyak narwastu itu memenuhi rumah itu.

Maka dahulu daripada hari raya Pasah itu, diketahui oleh Yesus bahwa waktunya sudah sampai yang Ia wajib keluar daripada dunia ini kepada Bapa. Sedangkan Ia sudah mengasihi segala orang-Nya di dalam dunia ini, maka dikasihi-Nya juga mereka itu sampai kepada kesudahannya.

Setelah itu Ia menuang air ke dalam sebuah bokor, lalu mulai membasuh kaki murid-murid-Nya dan menyapu dengan kain yang terikat dipinggang-Nya itu.

Jikalau Aku, Tuhan dan Guru, sudah membasuh kakimu, patutlah kamu juga membasuh kaki sama sendiri. Karena Aku sudah memberi teladan kepada kamu, supaya kamu juga berbuat sama seperti Aku perbuat kepadamu. Sesungguh-sungguhnya Aku berkata kepadamu: Seorang hamba tiadalah lebih besar daripada tuannya, dan seorang pesuruh pun tiadalah lebih besar daripada yang menyuruh dia. Jikalau kamu mengetahui segala perkara ini, berbahagialah kamu jikalau kamu melakukan dia.

Seorang dari antara murid-murid Yesus, yaitu yang dikasihi oleh Yesus, bersandar di sebelah kanan-Nya.

Suatu hukum yang baharu Aku beri kepada kamu, yaitu: Hendaklah kamu berkasih-kasih sama sendiri sama seperti Aku mengasihi kamu, supaya kamu juga berkasih-kasih sama sendiri. Dengan hal ini sekalian orang akan mengetahui bahwa kamu murid-murid-Ku, yaitu jikalau kamu menaruh kasih sama sendiri."

Jikalau kamu mengasihi Aku, turutlah segala hukum-Ku.

Siapa yang memeliharakan hukum-Ku serta menurut dia, ia itulah mengasihi Aku; dan siapa yang mengasihi Aku, ia pun akan dikasihi oleh Bapa-Ku, dan Aku juga akan mengasihi dia sambil menyatakan diri-Ku kepadanya."

Maka jawab Yesus serta berkata kepadanya, "Jikalau barang seorang mengasihi Aku, ia akan menurut perkataan-Ku, maka Bapa-Ku itu mengasihi dia, dan Kami akan datang kepadanya dan akan diam bersama-sama dengan dia. Siapa yang tiada mengasihi Aku, tiada juga ia menurut perkataan-Ku; dan perkataan yang kamu dengar itu bukan perkataan-Ku, melainkan firman Bapa itu, yang menyuruh Aku.

"Sebagaimana Bapa sudah mengasihi Aku, demikian juga Aku sudah mengasihi kamu; tetaplah kamu di dalam kasih-Ku itu. Jikalau kamu menurut segala hukum-Ku, niscaya kamu akan tetap di dalam kasih-Ku, sama seperti Aku sudah menurut segala hukum Bapa-Ku dan tetaplah di dalam kasih-Nya. Maka segala perkara ini Aku katakan kepadamu, supaya kesukaan-Ku tetaplah di dalam kamu, dan kesukaanmu pun sempurnalah. Inilah hukum-Ku, yaitu hendaklah kamu berkasih-kasih sama sendiri sama seperti Aku sudah mengasihi kamu. Pada seorang pun tiada kasih yang lebih daripada ini, yaitu sehingga ia menyerahkan nyawanya karena segala sahabatnya. Kamu inilah sahabat-Ku, jikalau kamu berbuat barang yang Aku pesankan kepada kamu. Tiadalah lagi Aku memanggil kamu hamba; karena seorang hamba tiada mengetahui yang diperbuat oleh tuannya; tetapi Aku sudah memanggil kamu sahabat, oleh sebab segala perkara Aku dengar daripada Bapa-Ku, itulah Aku beritahu kepadamu.

Inilah Aku berpesan kepadamu, supaya kamu berkasih-kasih sama sendiri."

karena Bapa sendiri mengasihi kamu oleh sebab kamu ini mengasihi Aku, dan sebab kamu sudah percaya, bahwa Aku ini datang daripada Allah.

Aku di dalam mereka itu, dan Engkau di dalam Aku, supaya mereka itu sempurna di dalam satu persekutuan; supaya isi dunia ini mengetahui bahwa Engkau yang menyuruh Aku serta mengasihi mereka itu sama seperti Engkau mengasihi Aku.

Dan Aku sudah memberitahu nama-Mu kepada mereka itu dan Aku akan memasyhurkan pula, supaya kasih yang seperti Engkau kasih akan Daku itu tetap di dalam mereka itu, dan Aku pun tetap di dalam mereka itu juga."

Setelah mereka itu makan, bertanyalah Yesus kepada Simon Petrus, "Hai Simon, anak Yahya, adakah engkau mengasihi Aku lebih daripada orang-orang ini?" Lalu sembah Petrus, "Ya Tuhan, bahwa Tuhan juga sedia mengetahui yang hamba ini mengasihi Tuhan." Maka sabda Yesus kepadanya, "Peliharakanlah segala anak domba-Ku." Maka bertanyalah Ia lagi kepadanya pada kali yang kedua, "Hai Simon, anak Yahya, adakah engkau mengasihi Aku?" Maka sembah Petrus kepada-Nya, "Ya Tuhan, bahwa Tuhan juga sedia mengetahui yang hamba ini mengasihi Tuhan." Maka sabda Yesus kepadanya, "Gembalakanlah segala domba-Ku." Lalu Ia bertanya kepadanya pada kali yang ketiga, "Hai Simon, anak Yahya, adakah engkau mengasihi Aku?" Lalu Petrus pun berdukacitalah, oleh sebab sudah tiga kali Ia bertanya kepadanya, "Adakah engkau mengasihi Aku?" Maka sembah Petrus kepada-Nya, "Ya Tuhan, bahwa segala sesuatu ada di dalam pengetahuan Tuhan, dan Tuhan juga mengetahui yang hamba ini mengasihi Tuhan." Lalu bersabdalah Yesus kepadanya, "Peliharakanlah segala domba-Ku.

Maka sekalian orang yang percaya itu adalah bersama-sama, dan segala milik itu dipunyainya bersama-sama. Maka dijualkannya harta bendanya, dan dibahagi-bahagikannya di antara sekalian orang sekadar kekurangan masing-masing. Maka sehari-hari dengan tekunnya mereka itu masuk Bait Allah dengan sehati, serta memecahkan roti di dalam rumahnya, lalu makan dengan syukur dan tulus hatinya,

Maka seorang pun tiada yang berkekurangan di antara mereka itu, karena seberapa banyak orang yang mempunyai tanah atau rumah, sudah menjual semuanya itu, lalu membawa harga barang yang terjual itu, serta mempersembahkan di kaki rasul-rasul itu, maka dibahagi-bahagilah kepada tiap-tiap orang sekadar kekurangan masing-masing.

Lalu mereka itu merajam Stepanus tatkala ia tengah berseru dengan katanya, "Ya Tuhan Yesus, terimalah rohku." Maka bertelutlah ia sambil berseru dengan nyaring suaranya, "Ya Tuhan, janganlah kiranya dosa ini ditanggungkan ke atas mereka itu!" Lepas ia berkata demikian, maka matilah ia.

Adapun nas yang dibacanya di dalam kitab itu, demikian bunyinya: Bahwa Ia dibawa seperti seekor domba akan disembelih, dan seperti seekor anak domba bisu di hadapan penggunting, demikianlah tiada Ia membuka mulutnya, maka di dalam hal Ia dihinakan itu, hukum yang adil tiada dilakukan ke atasnya; maka siapa dapat menceriterakan bangsa zamannya itu? Karena nyawanya diambil daripada bumi ini.

Di dalam segala sesuatu sudah aku menunjukkan kamu teladan bagaimana yang patut kamu usahakan menolong orang yang lemah, dan mengingat perkataan Tuhan Yesus, seperti yang dikatakan-Nya sendiri: Bahwa terlebih berkat memberi daripada menerima."

dan pengharapan itu tiada mempermalukan, sebab kasih Allah sudah dicurahkan rata ke dalam hati kita oleh Rohulkudus yang dikaruniakan kepada kita. Karena tatkala kita lagi lemah, maka Kristus pun matilah karena orang fasik, pada masa yang tetap. Karena jarang sangat seorang mau mati karena orang yang benar. Barangkali karena orang yang baik ada juga orang yang berani mati. Tetapi Allah sudah menyatakan kasih-Nya kepada kita di dalam hal Kristus telah mati karena kita, tatkala kita ditaklukkan oleh dosa. Sedangkan sekarang kita dibenarkan oleh darah-Nya, maka terlebih lagi kita akan beroleh selamat daripada kemurkaan, dengan jalan Dia. Karena jikalau kita, tatkala lagi seteru Allah, diperdamaikan dengan Allah oleh sebab kematian Anak-Nya, maka terlebih pula kita, sesudah diperdamaikan itu, akan beroleh selamat oleh sebab hidup-Nya.

Siapakah yang dapat menceraikan kita daripada kasih Kristus? Kesukarankah atau sengsarakah, atau aniayakah, atau kelaparankah, atau keadaan bertelanjangkah, atau marabahayakah, atau pedangkah? Seperti yang tersurat: Bahwa karena sebab Engkaulah kami dimatikan berhari-hari; maka kami dihisabkan seperti domba yang akan disembelih. Tetapi di dalam segala perkara itu kita sangat menang oleh sebab Dia yang mengasihi kita.

Karena aku yakin, bahwa baik maut atau hidup, baik malaekat atau penguasa, baik hal yang ada sekarang ini atau yang akan datang, atau sesuatu kuat kuasa, baik tinggi atau dalam, atau barang makhluk yang lain pun, tiada dapat menceraikan kita daripada kasih Allah, yang di dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.

Karena oleh sebab anugerah yang dikaruniakan kepadaku, maka aku berkata kepada tiap-tiap orang yang ada di antara kamu: Janganlah menyangkakan dirinya berlebih-lebih daripada sangka yang patut, melainkan hendaklah ia menyangka dengan pikiran yang sempurna, sekadar bahagian iman yang dibahagikan Allah kepada masing-masing.

Hendaklah kasih itu dengan tulus ikhlas. Bencilah akan yang jahat; berpautlah kepada yang baik, maka di dalam berkasih-kasihan dengan saudara-saudara, hendaklah kamu bersayang-sayang satu dengan yang lain; hendaklah seorang mendahului seorang di dalam hal memberi hormat. Maka di dalam usaha jangan lengai; hendaklah bersungguh-sungguh di dalam roh, beribadat kepada Tuhan, sambil bersukacita di dalam pengharapan, bersabar di dalam sengsara dan bertekun di dalam doa. Tolonglah mencukupkan kekurangan orang suci; gemarlah memberi pertumpangan.

Pintakanlah berkat bagi orang yang menganiaya kamu; pintakanlah berkat dan jangan melaknatkan orang. Bersukacitalah dengan orang yang bersukacita; dan menangislah dengan orang yang menangis. Hendaklah kamu sehati seorang dengan yang lain. Janganlah mencita-cita perkara-perkara yang tinggi, melainkan tunduklah kepada yang rendah. Jangan bersangka dirimu pandai. Jangan membalas kejahatan orang dengan kejahatan. Pikirkanlah barang yang baik di dalam pemandangan orang sekalian. Jikalau boleh, dengan seboleh-bolehnya daripada pihak kamu, hendaklah kamu berdamai dengan orang sekalian.

Hai kekasihku, janganlah kamu sendiri membalas, melainkan berilah keluasan kepada kemurkaan, karena adalah tersurat: Bahwa kepada Akulah ada pembalasan; Aku ini akan membalaskan, kata firman Tuhan. Melainkan jikalau seterumu lapar, berilah dia makan; jikalau ia dahaga, berilah dia minum. Karena dengan perbuatan yang demikian kelak engkau akan menimbunkan bara api atas kepalanya. Janganlah engkau ditewaskan oleh kejahatan, melainkan tewaskanlah kejahatan itu dengan kebajikan.

Janganlah kamu berutang barang apa kepada seorang jua pun, melainkan berkasih-kasihan sama sendirimu. Karena siapa yang mengasihi orang, ialah yang sudah melakukan syariat Taurat. Karena firman ini: Janganlah engkau berzinah, janganlah engkau membunuh, janganlah engkau mencuri, janganlah engkau tamak, dan barang sesuatu penyuruhan yang lain itu pun sudah terkumpul di dalam perkataan ini, yaitu: Hendaklah engkau mengasihi sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Maka kasih itu tiada mengerjakan kejahatan atas sesama manusia. Oleh sebab itu kasih itu menjadi jalan melakukan syariat Taurat itu.

Adapun orang yang lemah imannya itu kamu sambutlah, tetapi bukannya dengan maksud berbalah-balah di dalam hal yang waham.

Tetapi engkau ini, apakah sebabnya engkau menyalahkan saudaramu? Atau engkau, apakah sebabnya engkau memudahkan saudaramu pula? Karena kita sekalian kelak akan menghadap kursi pengadilan Allah. Karena adalah tersurat: Demi hidup-Ku ini firman Tuhan, bahwa tiap-tiap lutut akan bertelut kepada-Ku, dan tiap-tiap lidah akan mengaku kepada Allah. Oleh yang demikian, maka masing-masing kita wajib akan memberi kira-kira kelak dari hal dirinya sendiri kepada Allah.

Sebab itu, biarlah jangan kita lagi bertuduh-tuduhan sama sendiri, melainkan terlebih baik kamu memutuskan ini: Bahwa jangan seorang memberi syak atau sakit hati kepada saudara itu. Maka aku tahu dan yakin di dalam Tuhan Yesus, bahwa suatu pun tiada yang najis sendiri, melainkan kepada orang yang menyangkakan apa-apa najis, maka kepadanyalah najis. Karena jikalau saudaramu berdukacita oleh sebab makananmu itu, maka bukannya lagi engkau menurut jalan kasih. Janganlah membinasakan dia oleh sebab makananmu itu, sebab karena dia itu Kristus sudah mati.

Sebab itu biarlah kita menuntut barang yang mendatangkan sejahtera dan meneguhkan iman kita di antara sama sendiri.

Maka wajiblah kita yang kuat ini menanggung kelemahan orang yang lemah, dan jangan kita menyukakan diri kita sendiri. Biarlah masing-masing kita menyukakan sama-sama manusia di dalam hal yang baik akan meneguhkan iman. Karena Kristus pun tiada menyukakan diri-Nya sendiri, melainkan seperti yang tersurat: Bahwa segala cela orang, yang mencela Engkau, sudah menimpa aku. Karena seberapa banyak hal yang tersurat terdahulu itu, sudah disuratkan akan menjadi pengajaran bagi kita, supaya kita menaruh harap dari sebab sabar dan dari sebab penghiburan, yang daripada Alkitab. Maka Allah, yang pohon segala sabar dan penghiburan itu, mengaruniai kamu apalah kiranya menjadi sehati sama sendirimu, menurut teladan Kristus Yesus, supaya dengan sehati dan semulut kamu memuliakan Allah, yaitu Bapa Tuhan kita Yesus Kristus. Sebab itu, hendaklah kamu bersambut-sambutan sama sendirimu, sama juga seperti Kristus sudah menyambut kamu kepada kemuliaan Allah.

Hendaklah kamu bersalam-salaman sama sendirimu dengan kucup yang kudus. Maka salam sekalian sidang jemaat Kristus kepada kamu.

Aku minta kamu, hai saudara-saudaraku, akan memperhatikan segala orang yang mendatangkan perselisihan dan waham bersalahan dengan pengajaran yang kamu pelajari. Hendaklah kamu menyimpang daripada mereka itu. Karena orang yang semacam ini bukannya bertuhankan Tuhan kita, yaitu Kristus, melainkan bertuhankan perutnya sendiri; dan dengan perkataan yang manis dan elok mereka itu memperdayakan orang yang tulus hati.

melainkan seperti yang tersurat: Barang yang mata tiada tampak, dan telinga tiada mendengar, dan yang tiada timbul di dalam hati manusia, itulah yang disediakan Allah bagi orang yang mengasihi Dia.

Dengan sebenarnya hal itu memang menjadi cela kepadamu, bahwa kamu mendakwa sama sendirimu. Apakah sebabnya tiada kamu rela beralah? Apakah sebabnya tiada kamu rela tertipu?

Menjawab segala pertanyaan di dalam suratmu itu, maka baiklah laki-laki jangan menyentuh perempuan, akan tetapi dari sebab zinah, maka hendaklah tiap-tiap laki-laki beristerikan isterinya sendiri, dan tiap-tiap perempuan bersuamikan suaminya sendiri. Hendaklah suami itu menggenapkan kewajibannya kepada isterinya, demikianlah juga isteri itu kepada suaminya. Maka isteri itu tiada berkuasa atas tubuhnya sendiri, melainkan suami itu. Demikian juga suami itu tiada berkuasa atas tubuhnya sendiri, melainkan isteri itu. Janganlah bertahar-tahar sama sendirimu, kecuali dengan izin masing-masing untuk seketika lamanya, supaya kamu sempat berdoa dan kemudian bersama-sama pula, supaya jangan kamu dicobai oleh Iblis, oleh sebab kamu tiada dapat menahan dirimu.

Karena meskipun aku merdeka daripada orang sekalian, maka aku telah memperhambakan diriku untuk sekalian orang, supaya aku beroleh lebih banyak orang.

Biarlah tiada seorang pun mencari faedahnya sendiri, melainkan faedah orang lain.

Janganlah kamu mendatangkan syak, baik kepada orang Yahudi, baik kepada orang Gerika, atau kepada sidang jemaat Allah, sebagaimana aku juga menyukakan orang sekalian di dalam segala perkara, bukannya dengan mencari faedahku sendiri, melainkan faedah orang banyak, supaya mereka itu beroleh selamat.

supaya jangan ada penceraian di dalam tubuh itu, melainkan segala anggota itu tolong-menolong satu dengan yang lain. Dan jikalau satu anggota itu merasai sakit, segala anggota itu pun sama merasai sakit; dan jikalau satu anggota dipermuliakan, segala anggota itu pun sama bersukacita.

Jikalau aku berkata-kata dengan segala bahasa manusia dan malaekat sekalipun, tetapi aku tiada menaruh kasih, niscaya aku sudah menjadi seperti gong yang berbunyi, atau genta yang gemerincing. Dan jikalau aku dapat karunia bernubuat, dan aku mengetahui segala rahasia dan segala marifat, dan jikalau aku menaruh iman yang sempurna, sehingga dapat aku memindahkan segala gunung sekalipun, tetapi aku tiada menaruh kasih, niscaya aku bukan suatu apa pun. Jikalau aku sedekahkan segala hartaku menjamu orang miskin, dan jikalau aku serahkan tubuhku dibakar, tetapi aku tiada menaruh kasih, niscaya satu pun tiada berfaedah kepadaku. Adapun kasih itu panjang sabar dan penyayang; kasih itu tiada dengki; kasih itu tiada memegahkan dirinya, tiada sombong; tiada melakukan yang tiada senonoh, tiada mencari keuntungan dirinya sahaja; tiada pemarah; tiada menyimpan kesalahan orang; tiada gemar akan lalim, melainkan bersukacita dengan yang benar. Maka ia tahan menanggung segala sesuatu, dan percaya akan segala sesuatu, dan harap akan segala sesuatu, dan sabar akan segala sesuatu. Maka kasih itu tiada berkesudahan; tetapi nubuat itu akan ditiadakan, dan segala karunia lidah itu akan berhenti, dan segala marifat akan ditiadakan.

Dengan yang demikian tinggallah iman, dan pengharapan, dan kasih, ketiga perkara ini, tetapi di dalam ketiganya itu yang terlebih besar, ialah kasih.

Hambatlah olehmu kasih itu; dan lagi usahakanlah dirimu akan beroleh segala karunia yang rohani, tetapi terlebih pula supaya kamu bernubuat.

Biarlah segala perbuatan kamu dengan kasih.

Karena kasih Kristus itu menggerakkan hati kami, sebab kami yakin, bahwa Seorang telah mati karena orang sekalian, itulah sebabnya sekaliannya telah mati. Dan Ia telah mati karena orang sekalian, supaya orang yang lagi hidup itu jangan lagi hidup bagi dirinya sendiri, melainkan bagi Dia itu, yang telah mati dan bangkit pula karena mereka itu.

Melainkan di dalam segala perkara, kami menyatakan diri kami sendiri menjadi hamba Allah, dengan banyak sabar, di dalam sengsara, di dalam kesukaran, di dalam ketakutan, dengan kena sesah, dengan kena penjara, dengan kena berbagai-bagai huru-hara, dengan berlelah, dengan berjaga, dengan puasa; dengan kesucian, dengan pengenalan, dengan panjang hati, dengan kemurahan, di dalam Rohulkudus, dengan kasih yang tulus ikhlas, dengan pemberitaan yang benar, dengan kuat kuasa Allah, dengan senjata kebenaran di tangan kiri dan kanan, dengan kemuliaan dan kehinaan, dengan umpat dan puji; laksana penipu, tetapi juga benar; laksana tiada berkenal, tetapi berkenal juga; seperti mati, tetapi sesungguhnya kami hidup; dengan disiksa, tetapi tiada mati; laksana dukacita, tetapi senantiasa bersukacita; seperti orang miskin, tetapi mengayakan banyak orang; dengan tiada berkepunyaan, tetapi mempunyai sekaliannya.

Sedang mereka itu di dalam percobaan yang sangat susah, maka kesukaan mereka itu, beserta dengan kepapaannya yang amat sangat telah mencurahkan kemurahan mereka itu yang berlebih-lebih. Karena menurut kadarnya (aku menyaksikan), bahkan, terlebih daripada kadar, mereka itu sudah memberi dengan kerelaannya, serta meminta kami dengan teramat sangat akan anugerah itu boleh menurut melayani orang-orang suci itu. Maka ini bukannya seperti yang kami sudah harap, melainkan mereka itu dahulu menyerahkan diri kepada Tuhan, lalu kepada kami menurut kehendak Allah,

Maka oleh sebab kamu mewah di dalam segala sesuatu, yaitu iman dan pemberitaan dan makrifat dan segala usaha dan kasihmu kepada kami, sudikanlah kamu melimpahkan di dalam kebajikan ini juga. Bukannya aku mengatakan ini seperti perintah, melainkan dengan menyatakan usaha orang lain bagi menguji ikhlas kasihmu. Karena kamu mengetahui anugerah Tuhan kita Yesus Kristus bahwa Ia, walaupun kaya, tetapi menjadi papa karena sebab kamu, supaya kamu ini dengan jalan kepapaannya itu menjadi kaya.

Karena jikalau ada kehendak hati, itulah yang diperkenankan menurut kadar masing-masing, bukannya barang yang tiada padanya.

Sebab itu tunjukkanlah tanda kasihmu kepada mereka itu di hadapan segala sidang jemaat itu, dan kemegahan kami atas pihak kamu.

Biarlah masing-masing memberi menurut kerelaan hatinya, jangan dengan duka atau paksa. Karena Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita.

Adapun aku ini, Paulus sendiri, menasehatkan kamu dengan lemah lembut dan kemurahan Kristus, aku yang, jikalau berhadap agaknya "merendahkan diri", tetapi jikalau berjauhan "berani sangat" kepadamu.

Maka itulah sebabnya segala kelemahan dan kecelaan dan kesukaran dan aniaya dan kesempitan menjadi kesukaanku karena Kristus. Sebab apabila aku lemah, pada masa itulah aku kuat.

Pada akhirnya, hai saudara-saudaraku, bersukacitalah, biarlah kamu sempurna, hendaklah kamu bernasehat-nasehat, hendaklah kamu bersehati, hendaklah kamu berdamai. Maka Allah pohon kasih dan perdamaian akan menyertai kamu kelak. Hendaklah kamu bersalam-salaman sama sendirimu dengan kucup yang kudus. Segala orang suci itu berkirim salam kepadamu.

- - -

Maka tiada lagi orang Yahudi atau orang Gerika, tiada lagi abdi atau orang merdeka, tiada lagi laki-laki atau perempuan; karena kamu ini sekalian menjadi satu di dalam Kristus Yesus.

Karena di dalam Kristus Yesus hal bersunat atau tiada bersunat satu pun tiada berfaedah, melainkan iman yang bekerja oleh sebab kasih.

Karena kamu ini, hai saudara-saudaraku, sudah dipanggil kepada kemerdekaan; tetapi kemerdekaan itu janganlah dipakai menurut hawa nafsu, melainkan oleh kasih perhambakanlah dirimu sama sendiri. Karena segenap Taurat itu telah diringkaskan dengan sepatah kata, yaitu: Hendaklah engkau mengasihi sesamamu manusia, seperti dirimu sendiri. Tetapi jikalau kamu bergigit-gigit dan bertelan-telan sama sendiri, ingatlah baik-baik supaya jangan kamu terbinasa sama sendiri.

Maka perbuatan menurut hawa nafsu itu telah nyata, yaitu zinah, kecemaran, percabulan, menyembah berhala, hobatan, perseteruan, perkelahian, cemburuan, kemarahan, perlawanan, perceraian, bidat, dengki, mabuk, berlazat-lazat dan sebagainya. Maka akan hal segala perkara itu lagi aku berkata kepadamu, seperti yang dahulu sudah kukatakan kepadamu, bahwa orang yang mengamalkan segala perkara yang demikian itu tiada akan mewarisi kerajaan Allah.

Tetapi buah-buahan Roh, ialah kasih, sukacita, perdamaian, panjang hati, kemurahan, kebaikan, setiawan, lemah lembut, tahan nafsu. Maka tiada ada hukum yang melarangkan yang demikian.

Hai saudara-saudaraku, jikalau seorang kedapatan di dalam barang sesuatu kesalahan, hendaklah kamu, yang rohani itu, membaikkan orang yang demikian, dengan roh yang lemah lembut sambil memperhatikan dirimu sendiri, supaya jangan engkau juga kena pencobaan. Bertolong-tolonganlah menanggung beban sama sendiri, maka demikianlah kamu menggenapkan hukum Kristus.

Karena jikalau barang seorang menyangkakan dirinya indah padahal ia bukannya indah, ialah menipu dirinya sendiri. Tetapi hendaklah masing-masing menguji perbuatannya sendiri, baharulah boleh ia megah akan hal dirinya sahaja, dan bukannya memegahkan diri di hadapan orang lain.

Janganlah kita jemu akan berbuat baik; karena kita akan menuai pada masanya, jikalau tiada kita letih. Sebab itu, sedang ada kesempatan pada kita, biarlah kita berbuat baik kepada orang sekalian, terutama sekali kepada segala saudara yang sama-sama beriman.

sebagaimana yang Ia memilih kita di dalam Kristus itu sebelum dunia ini dijadikan, supaya kita suci dan tiada bercela di hadapan Tuhan,

Sebab itu aku pun, setelah mendengar akan iman kamu kepada Tuhan Yesus dan akan kasihmu kepada segala orang suci itu, tiada berhenti daripada mengucapkan syukur karena kamu, sambil menyebut kamu di dalam doaku,

Tetapi Allah yang kaya dengan rahmat-Nya, maka sebab besar kasih-Nya yang dilimpahkan-Nya kepada kita, tatkala kita mati oleh sebab kesalahan kita, sudah menghidupkan kita beserta dengan Kristus (maka dari sebab anugerah-Nya kamu diselamatkan),

Karena kita ini perbuatan Dia, dijadikan di dalam Kristus Yesus akan membuat kebajikan, yang disediakan Allah terdahulu, supaya kita melakukan sekaliannya itu.

supaya Kristus diam di dalam hatimu oleh iman, dan kamu berakar dan beralas di dalam kasih, supaya kamu dapat mengerti dengan segala orang suci itu berapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya, dan lagi mengetahui kasih Kristus yang melebihi makrifat, supaya kamu dipenuhi dengan segala kelimpahan Allah.

Maka itulah sebabnya aku ini, Paulus, yang terbelenggu karena Tuhan, minta kamu melakukan dirimu berpadan dengan panggilan yang kamu sudah dipanggil itu, dengan segala kerendahan hati dan lemah lembut serta dengan panjang hati, menaruh sabar sama sendiri dengan kasih, sambil berusaha memeliharakan persatuan roh dengan perhubungan sejahtera;

Biarlah orang yang sudah mencuri itu jangan mencuri lagi, melainkan terlebih baik ia berlelah dengan tangannya mengerjakan barang yang halal, supaya boleh ia membahagi apa-apa kepada orang yang berkekurangan. Jangan mengeluarkan perkataan yang busuk daripada mulutmu, melainkan barang apa yang baik akan meneguhkan iman sebagaimana yang perlu, supaya ia itu memberi berkat kepada orang yang mendengarnya. Dan jangan kamu mendukakan Roh Allah yang kudus, yang di dalamnya itu kamu sudah dimeteraikan sehingga hari penebusan. Biarlah segala kepahitan, dan gusar dan marah dan gaduh dan umpat dibuang beserta dengan segala kejahatan. Hendaklah kamu murah hati di antara sama sendiri, dan lembut hati, sambil bermaaf-maafan sama sendiri, sebagaimana Allah juga di dalam Kristus sudah mengampuni kamu.

Sebab itu hendaklah kamu menjadi penurut teladan Allah, seperti anak-anak yang dikasihi-Nya, dan berjalanlah di dalam kasih, sebagaimana Kristus juga sudah mengasihi kamu dan sudah menyerahkan diri-Nya karena kita menjadi suatu persembahan dan korban yang berbau harum kepada Allah.

sambil menaklukkan dirimu kepada sama sendiri dengan takut akan Yesus Kristus.

Hai segala suami, kasihlah akan isterimu, seperti Kristus juga sudah mengasihi sidang jemaat, dan menyerahkan diri-Nya karenanya,

Demikian juga patut segala suami itu mengasihi isterinya, seperti mengasihi tubuhnya sendiri. Maka orang yang mengasihi isterinya, ialah mengasihi dirinya sendiri. Karena tiada seorang pernah membenci tubuhnya sendiri, melainkan membela dan memeliharakan dia, sebagaimana Kristus juga dengan sidang jemaat itu, karena kita ini anggota tubuh-Nya.

Itulah sebabnya seorang meninggalkan ibu bapanya serta berdamping dengan isterinya, dan keduanya itu akan menjadi sedaging adanya. Rahasia ini besar, tetapi aku kiaskan di sini kepada Kristus dan sidang jemaat itu. Tetapi hendaklah kamu masing-masing pun mengasihi isteri sendiri, seperti diri sendiri; biarlah isteri itu ingat, supaya ia menghormatkan suaminya.

Hai anak-anak, turutlah perintah ibu bapamu di dalam Tuhan, karena itulah yang sebenarnya. Hormatkanlah ibu bapamu (maka itulah hukum yang pertama dengan suatu perjanjian), supaya jadi baik padamu, dan engkau hidup lama di dalam dunia ini. Hai segala bapa, jangan kamu menggusari anak-anakmu, melainkan peliharalah mereka itu dengan pengajaran yang sopan dan nasehat Tuhan. Hai segala hamba, hendaklah kamu menurut perintah orang yang menjadi tuanmu di dalam perkara dunia, dengan takut dan gentar, serta tulus hatimu seperti kepada Kristus,

Sejahteralah kiranya atas saudara-saudara itu, dan kasih dengan iman daripada Allah Bapa, dan Tuhan Yesus Kristus; dan anugerah Allah menyertai kiranya orang sekalian yang mengasihi Tuhan kita Yesus Kristus dengan kasih yang tiada berkebinasaan.

Sebab Allah menjadi saksiku betapa aku rindu akan kamu sekalian dengan pengasihan Kristus Yesus. Dan inilah kudoakan, supaya kasihmu makin banyak bertambah-tambah dengan pengenalan dan segala pengertian, sehingga kamu dapat menguji yang mana terutama, supaya kamu menjadi suci dan tiada bersalah sehingga sampai kepada Hari Kristus,

Sebab itu jikalau di dalam Kristus ada nasehat, jikalau ada penghiburan kasih, jikalau ada persekutuan Roh, jikalau ada pengasihan dan belas kasihan, kamu genapkanlah kesukaanku, supaya kamu bersehati, dan menaruh sama kasih, menjadi sejiwa dan sepikir. Satu pun jangan dilakukan dengan berlawan-lawanan atau dengan sombong, melainkan dengan rendah hati, masing-masing menyangkakan orang lain ada lebih daripada dirinya sendiri. Jangan seseorang memikirkan dirinya sendiri sahaja, melainkan hal orang lain juga.

Taruhlah di dalam hatimu ingatan ini yang sudah ada di dalam Kristus Yesus, yang, walaupun Ia dengan keadaan Allah, tiada mengirakan hal itu sebagai suatu keuntungan menjadi setara dengan Allah, melainkan menghampakan diri-Nya menjadi hamba di dalam keadaan sama dengan manusia, dan kelihatan di dalam sikap seperti manusia; Ia sudah merendahkan diri-Nya dan taat sehingga sampai kepada maut, yaitu mati tersalib.

Oleh yang demikian, hai saudara-saudaraku yang kukasihi dan kurindui itu, dan yang menjadi kesukaanku dan makotaku, maka atas peri demikian hendaklah kamu tetap di dalam Tuhan, hai kekasihku.

Kami ucapkan syukur kepada Allah, yaitu Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, dengan mendoakan kamu senantiasa, sebab mendengarkan imanmu akan Kristus Yesus dan kasihmu kepada segala orang suci itu,

Sekarang aku berasa sukacita di dalam sengsara yang kutanggung karena kamu, dan menggenapkan di dalam diriku jumlah sengsara Kristus karena tubuh-Nya, yaitu sidang jemaat.

supaya hati mereka itu hibur, berhubung bersama-sama di dalam kasih, sampai datang kepada segala kekayaan akal yang mengerti dengan secukupnya, sehingga dapat mengetahui rahasia Allah, yaitu Kristus.

Tetapi sekarang hendaklah kamu pun meninggalkan segala perkara ini: kemarahan, geram, kejahatan, umpat, perkataan keji yang keluar daripada mulutmu. Jangan seorang bercakap bohong kepada yang lain, sedang kamu sudah menanggalkan perangai yang lama itu dengan segala kelakuannya, dan bertabiatkan perangai yang baharu, yang lagi dibaharui sehingga datang kepada makrifat menurut teladan (Allah) yang menjadikan dia. Di dalam hal itu tiada lagi orang Gerika atau orang Yahudi, sunat atau tiada bersunat, Barbar atau Tartar, abdi atau orang merdeka, melainkan Kristus itulah semua dan di dalam semuanya.

Sebab itu sebagaimana orang pilihan Allah lagi kudus dan dikasihi-Nya, hendaklah kamu bersalut dengan belas kasihan, kemurahan, rendah hati, lemah lembut, panjang hati; bersabar-sabar seorang dengan seorang dan bermaaf-maafan sama sendiri, jikalau barang seorang menaruh sakit hati pada yang lain. Sebagaimana Tuhan sudah mengampuni kamu, demikianlah juga kamu pun. Tetapi yang terutama daripada sekaliannya itu kasih, yang menjadi pengikat kesempurnaan. Biarlah sentosa yang daripada Kristus memerintah di dalam hati kamu, maka kepada hal itu juga kamu sudah dipanggil di dalam tubuh yang Satu; dan hendaklah kamu syukur. Biarlah perkataan Kristus itu diam di dalam dirimu dengan limpahnya. Dengan segala hikmat ajar-mengajar dan nasehat-menasehatkan sama sendiri, dengan mazmur dan puji-pujian dan nyanyian rohani menyanyilah dengan syukur kepada Allah di dalam hatimu. Dan barang apa yang kamu perbuat baik dengan perkataan atau pekerjaan, hendaklah sekaliannya itu dengan nama Tuhan Yesus, sambil mengucap syukur kepada Allah, yaitu Bapa oleh-Nya itu.

Hai segala isteri orang, hendaklah kamu tunduk kepada suamimu, sebagaimana yang perpatutan di dalam Tuhan. Hai segala suami, kasihilah isterimu, janganlah kamu kasar akan dia. Hai anak-anak, turutlah perintah ibu bapamu di dalam segala perkara, karena itulah yang berkenan kepada Tuhan. Hai segala bapa, janganlah kamu menyakiti hati anak-anakmu, supaya jangan tawar hatinya.

Hai segala hamba orang, di dalam segala sesuatu hendaklah kamu menurut perintah orang yang menjadi tuanmu di dalam perkara dunia, bukannya dengan berpura-pura seperti hendak menyukakan orang, melainkan dengan tulus hati serta dengan takut akan Tuhan. Barang apa yang kamu perbuat, perbuatlah bersungguh-sungguh, sebagaimana kepada Tuhan dan jangan seperti kepada manusia,

Hendaklah kamu melakukan dirimu dengan bijaksana kepada orang luar, dengan tiada membuangkan waktu. Hendaklah senantiasa perkataanmu itu berkat, dimasinkan dengan garam, supaya dapat kamu mengetahui bagaimana kamu memberi jawab kepada tiap-tiap orang.

Dan Tuhanlah kiranya membuat kamu bertambah-tambah dan limpah di dalam kasih kepada sama sendiri dan kepada orang sekalian, sebagaimana kasih kami kepada kamu, supaya Ia meneguhkan hatimu di dalam keadaan yang suci dengan tiada bercacat cela di hadirat Allah, yaitu Bapa kita, pada masa kedatangan Tuhan kita Yesus beserta dengan segala orang suci-Nya.

Adapun hal kasih di antara saudara dengan saudaramu itu, tak usahlah disuratkan kepadamu, karena kamu sendiri telah diajari oleh Allah berkasih-kasihan sama sendiri. Karena dengan sebenarnya kamu ada berbuat demikian kepada segala saudara di seluruh Makedonia. Tetapi kami mengingatkan kamu, hai saudara-saudaraku, supaya kasihmu makin bertambah-tambah,

Oleh sebab itu nasehatkanlah sama sendirimu, dan teguhkanlah seorang dengan seorang, seperti yang kamu berbuat juga. Hai saudara-saudaraku, kami mintalah kamu menghormatkan orang-orang yang berlelah di antara kamu, dan yang mengepalai kamu di dalam Tuhan, dan yang memberi kamu nasehat; dan hendaklah kamu mengindahkan mereka itu teramat sangat dengan kasih oleh sebab kerjanya. Berdamailah di antara sama sendirimu. Hai saudara-saudaraku, kami minta kamu nasehatkan orang yang tiada menurut perintah, kuatkan orang yang tawar hati, tolong orang yang lemah, sabarlah akan orang sekalian. Ingat baik-baik, jangan seorang pun membalas kejahatan dengan kejahatan kepada seorang jua pun, melainkan senantiasa menuju kebajikan kepada sama sendirimu dan bagi orang sekalian.

Maka patutlah kami senantiasa ucapkan syukur kepada Allah karena kamu, hai saudara-saudaraku, sebagaimana layak juga oleh sebab imanmu makin bertambah-tambah, dan peri kasih di antara sama sendirimu berlimpah-limpah kepada masing-masing kamu sekalian, sehingga kami sendiri megah akan hal kamu di dalam segala sidang jemaat Allah, sebab tekun dan imanmu di dalam segala aniaya dan kesusahan yang kamu tanggung. Itulah menjadi suatu tanda hukuman Allah yang adil, bahwa kamu dihisabkan berlayak bagi kerajaan Allah, maka karena itulah juga kamu merasai sengsara;

Maka ditujukan Tuhan kiranya hatimu kepada kasih Allah dan sabar Kristus itu.

Maka tujuan amaran itu kasih yang terbit daripada hati yang jernih dan daripada perasaan yang baik dan daripada iman yang sungguh;

Tetapi anugerah Tuhan kita sudah teramat sangat limpah beserta dengan iman dan kasih yang di dalam Kristus Yesus.

Biarlah jangan seorang pun mempermudahkan engkau sebab engkau muda, melainkan hendaklah engkau menjadi suatu teladan bagi segala orang yang beriman, baik di dalam pertuturan baik kelakuan baik kasih baik iman atau kesucian.

Tetapi jikalau barang seorang tiada memeliharakan kaum keluarganya, istimewa pula orang isi rumahnya, maka ia telah menyangkal iman, dan lebih jahat ia daripada orang yang tiada beriman.

Tetapi engkau ini, hai hamba Allah, larikan dirimu daripada segala perkara itu, dan tuntut olehmu kebenaran, ibadat, iman, kasih, sabar dan hati yang lemah lembut.

Syukurlah aku kepada Allah, yang aku beribadat kepada-Nya dengan perasaan hati yang suci menurut sebagaimana teladan nenek moyangku, bahwa dengan tiada berkeputusan aku ingat engkau di dalam segala doaku siang dan malam, sebab mengenangi air matamu sehingga aku rindu hendak berjumpa dengan engkau, supaya penuh sukaku;

Sebab Allah sudah mengaruniai kita bukannya suatu roh penakut, melainkan roh kuasa dan kasih dan memerintahkan diri. Sebab itu janganlah malu tentang hal mengaku Tuhan kita, dan jangan malu sebab aku yang terbelenggu karena Tuhan, melainkan hendaklah engkau bersama-sama merasai sengsara karena Injil menurut kuasa Allah,

Seorang hamba Tuhan tiada patut berkelahi, melainkan manis dan lemah lembut kepada orang sekalian, pandai mengajar orang, dan sabar atas kesukaran, dengan lemah lembut menegur ajar segala lawannya, mudah-mudahan Allah mengaruniakan mereka itu hal bertobat, sehingga sampai kepada pengenalan dari hal yang benar,

Karena segala orang akan mengasihi dirinya sendiri, dan tamak akan uang, membesarkan dirinya, congkak, mengumat orang, durhaka kepada ibu bapanya, tiada syukur, fasik, tiada berpengasihan, tiada mau berdamai, menfitnahkan orang, tiada memerintahkan dirinya, garang, tiada gemar akan baik, pembelot, angkara, sombong, melebihkan kesukaan daripada mengasihi Allah, yang merupakan dirinya seperti orang beribadat, tetapi kuasa ibadat itu telah ditolakkannya, maka daripada orang itu palingkanlah dirimu.

Tetapi engkau ini sudah menurut pengajaranku, dan kelakuanku, dan tujuanku, dan imanku, dan panjang sabarku, dan kasihku, dan tekunku,

Tetapi hendaklah engkau ini mengatakan barang yang berpatutan dengan pengajaran yang benar, yaitu: Segala orang tua wajiblah menahan diri, dan sopan, memerintahkan dirinya, dan menjadi sempurna di dalam iman dan kasih dan sabar; demikianlah juga segala perempuan tua wajiblah berkelakuan seperti yang patut bagi orang yang saleh, jangan menfitnahkan orang, jangan menjadi hamba kepada air anggur, melainkan menjadi guru perkara kebajikan, supaya mereka itu mengajar perempuan yang muda-muda itu mengasihi suaminya, dan menyayangi anak-anaknya, dan memerintahkan dirinya, dan menjadi suci, dan rajin memeliharakan rumah tangga, dan baik hatinya, dan tunduk kepada suaminya, supaya jangan menjadi suatu hujat kepada Firman Allah. Demikian juga nasehatkanlah segala orang laki-laki yang muda-muda memerintahkan dirinya; maka di dalam segala sesuatu hendaklah engkau sendiri menunjukkan suatu teladan segala perbuatan yang baik; dan di dalam pengajaranmu tunjukkanlah tulus dan sopan, dan beritakanlah berita yang benar, yang tiada dapat disalahkan, supaya orang pihak lawan kita berasa malu sebab tiada dapat menjahatkan kita.

Ingatkanlah mereka itu supaya mereka itu menaklukkan dirinya kepada segala kuasa dan pemerintah, dan taat, dan sedia akan tiap-tiap pekerjaan yang baik; jangan mengumpat orang, jangan berbantah-bantah, melainkan hendaklah manis lakunya, serta menunjukkan hati yang sehabis-habis lembut kepada orang sekalian; karena kita pun dahulu jahil, tiada taat, sesat, menjadi hamba kepada berbagai-bagai hawa nafsu dan kesukaan dunia, hidup di dalam kejahatan dan dengki, dan kebencian, dan berbenci-bencian satu kepada yang lain. Tetapi tatkala itu sudah nyata kemurahan Juruselamat kita Allah dan kasih-Nya akan manusia, yang sudah menyelamatkan kita bukannya dari sebab perbuatan yang kita perbuat di dalam kebenaran, melainkan menurut rahmatnya dengan baptisan yang mengadakan kejadian yang baharu, dan dengan keadaan baharu yang dikerjakan oleh Rohulkudus,

Aku ucapkan syukur senantiasa kepada Tuhanku, sambil menyebutkan engkau di dalam segala doaku. Sebab aku mendengar dari hal kasihmu dan dari hal yakinmu kepada Tuhan Yesus dan kepada segala orang suci,

Karena aku sudah sangat sukacita dan hibur dari karena kasihmu, sebab hati orang suci sudah engkau segarkan, ya saudaraku. Sebab itu, walaupun di dalam Kristus sangat besar yakinku menyuruh engkau berbuat barang yang patut, tetapi oleh sebab kasih maka terlebih suka aku meminta kepadamu, yaitu aku ini, Paulus, orang yang tua, dan sekarang lagi terbelenggu karena Kristus Yesus,

Karena bukannya Allah tiada adil, sehingga Ia lupa akan perbuatanmu dan kasihmu yang sudah kamu tunjukkan terhadap nama-Nya di dalam hal kamu sudah melayani orang-orang suci itu dan sekarang ini pun melayan.

karena Aku akan berpengasihan atas kesalahannya, dan dosa-dosanya itu pun akan Kuluputkan daripada ingatan-Ku."

dan biarlah kita hirau-menghiraukan sama sendiri akan membangkitkan kasih dan perbuatan yang baik. Janganlah kita undur daripada berhimpun bersama-sama, sebagaimana biasa setengah orang berbuat, melainkan bernasehat-nasehatlah sama sendiri, maka itu pun makin lebih, sebab kamu lihat Hari itu telah hampir.

karena orang yang dikasihi oleh Tuhan itu diajari-Nya, dan tiap-tiap anak yang diterima-Nya itu dipukul-Nya. Adapun barang yang kamu deritakan itu menjadi pengajaran bagimu; maka Allah melakukan ke atas kamu serupa dilakukan-Nya ke atas anak-anak-Nya; karena anak siapakah gerangan yang tiada diajari oleh bapanya? Tetapi jikalau kamu tiada diajari, padahal semua orang mendapat bahagian itu, maka kamu anak haram, bukannya anak halal. Dan lagi kita sudah ada bapa darah daging yang mengajar kita, serta kita sudah memberi hormat kepadanya; bukankah terlebih patut kita menaklukkan diri kepada Bapa segala roh itu sehingga beroleh hidup?

Biarlah tetap kasihmu kepada saudara-saudara. Janganlah kamu lupa akan memberi tumpangan kepada orang, karena dengan perbuatan yang demikian orang sudah memberi tumpangan kepada malaekat dengan tiada setahunya. Ingatlah akan orang yang terbelenggu, seolah-olah kamu yang terbelenggu sertanya, dan akan orang yang terkena aniaya, seolah-olah tubuhmu pun terkena aniaya.

Dan jangan kamu lalai daripada berbuat kebajikan serta menunjukkan murah hati, karena korban yang sedemikian itulah Allah sangat berkenan.

Tetapi biarlah saudara yang rendah memegahkan dirinya di dalam hal ia ditinggikan;

Kamu pun mengetahui yang demikian, hai saudara-saudara yang kukasihi. Tetapi biarlah tiap-tiap orang pantas mendengar, lambat berkata-kata, lambat marah. Karena amarah manusia itu bukannya mengerjakan yang benar kepada Allah. Sebab itu sambil membuangkan segala najis dan kejahatan yang melimpah itu, terimalah dengan lemah lembut pengajaran yang sudah tertanam di dalam kamu, yang berkuasa menyelamatkan jiwamu.

Jikalau barang seorang menyangkakan dirinya beribadat, tetapi tiada menahan lidahnya melainkan menipu dirinya, maka ibadat orang itu sia-sialah.

Karena jikalau masuk ke dalam rumah sembahyangmu seorang yang bercincin emas berpakaian indah, dan di situ masuk juga seorang miskin yang berpakaian buruk; lalu kamu indahkan orang yang berpakaian indah itu sambil berkata, "Silakanlah Tuan duduk di sini di tempat yang baik," dan kepada orang yang miskin itu kamu berkata, "Berdirilah engkau di situ, atau duduk pada alas kakiku"; bukankah kamu sudah membuat perbedaan di dalam hatimu, dan menjadi hakim dengan pikiran yang jahat? Dengarlah, hai saudara-saudara yang kukasihi, bukankah Allah memilih orang yang miskin kepada dunia menjadi kaya dengan iman, dan waris kerajaan yang telah dijanjikan kepada segala orang yang mengasihi Dia? Tetapi kamu ini sudah menghinakan orang miskin. Bukankah segala orang kaya menganiayakan kamu, dan menghela kamu ke dalam mahkamat?

Akan tetapi jikalau kamu menurut hukum kerajaan, sebagaimana nas Alkitab: Hendaklah engkau mengasihi sesamamu manusia seperti dirimu sendiri, maka baik juga perbuatanmu itu; tetapi jikalau kamu menilik atas rupa orang, kamu berbuat dosa, dan kamu dihukumkan oleh hukum itu menjadi orang melanggar hukum.

Karena hukuman tiada mengasihani orang yang tiada menunjukkan kasihan. Maka kasihan itu mengatas hukuman.

Jikalau ada saudara-saudara laki-laki atau saudara yang perempuan tiada cukup makan pakai sehari-hari, lalu berkata seorang dari antara kamu kepadanya, "Selamat jalan, hangatlah kiranya dirimu, dan makan sehingga kenyang"; tetapi tiada kamu memberi kepadanya barang yang patut bagi tubuhnya, maka apakah faedahnya? Demikianlah juga iman, jikalau tiada disertai perbuatan, matilah ia sendiri.

Demikianlah juga lidah, suatu anggota yang kecil, tetapi sangatlah ia membesarkan dirinya. Tengoklah berapa besarnya hutan dibakar oleh api yang kecil. Adapun lidah itu suatu api; maka di antara segala anggota kita lidah itulah suatu dunia kejahatan, maka ialah yang mencacatkan segenap tubuh dan menghanguskan segala gerakan hidup kita, sedang ia sendiri dihanguskan oleh api neraka.

Siapakah di antara kamu yang bijak dan berpengetahuan? Biarlah ia menunjukkan segala perbuatannya daripada kelakuan yang baik, dengan kebijakan yang lemah lembut. Tetapi jikalau ada kamu menaruh perasaan yang dengki sangat dan perbantahan di dalam hatimu, janganlah meninggikan diri dan janganlah mendusta dengan melawan yang benar.

Karena barang di mana ada perasaan yang dengki dan perbantahan, di situlah huru-hara dan segala perbuatan yang jahat. Tetapi kebijakan yang dari atas itu pertama-tama suci, kemudian suka berdamai, manis lakunya, seturut, penuh dengan belas kasihan dan buah-buahan yang baik, dengan tiada syak, dan dengan tiada munafik. Maka buah-buahannya, yaitu kebenaran, ditaburkan dengan perdamaian oleh segala orang yang mengerjakan perdamaian.

Dari manakah datang peperangan, dan dari manakah datang perkelahian di antara kamu? Bukankah datangnya daripada segala hawa nafsumu yang berlawan-lawanan di dalam segala anggotamu? Kamu menaruh keinginan, tetapi tiada beroleh. Kamu bunuh dan berdengki, tetapi tiada memperoleh; kamu berkelahi dan berperang, tetapi tiada beroleh, sebab tiada kamu minta; maka kamu minta, tetapi tiada beroleh, sebab salah permintaanmu, yaitu sebab kamu hendak menghabiskan menurut hawa nafsumu.

Tetapi Ia mengaruniakan anugerah yang lebih banyak. Maka itulah sebabnya kata nas Alkitab: Allah melawan orang sombong, tetapi Ia mengaruniakan anugerah kepada orang yang rendah hati. Serahkanlah dirimu kepada Allah, tetapi lawanlah Iblis, maka Iblis itu akan lari kelak daripadamu. Hampirilah Allah, maka Ia akan menghampiri kamu. Bersihkanlah tanganmu, hai orang-orang berdosa; dan sucikanlah hatimu, hai orang-orang yang bercabang hati. Rasalah susah hati dan meratap serta menangis; biarlah tertawamu menjadi ratap, dan kesukaanmu menjadi kedukaan. Hendaklah kamu merendahkan diri di hadirat Tuhan, maka Ia akan meninggikan kamu kelak. Hai saudara-saudaraku, jangan seorang mencela orang. Adapun orang yang mencela saudaranya atau menyalahkan saudaranya, ialah mencela hukum serta menyalahkan hukum. Tetapi jikalau engkau menyalahkan hukum itu, bukannya engkau penurut hukum itu, melainkan hakimnya.

Sebab itu, jikalau orang yang tahu berbuat baik, pada halnya tiada diperbuatnya, maka menjadi dosalah baginya.

Bersabarlah juga kamu, tetapkanlah hatimu, karena kedatangan Tuhan itu telah hampir. Hai saudara-saudaraku, jangan bersungut sama sendiri, supaya jangan kamu terkena hukum. Ingatlah, bahwa hakim ada berdiri di muka pintu. Hai saudara-saudaraku, ambillah teladan kesusahan dan sabar segala nabi, yang sudah bersabda dengan nama Tuhan.

Oleh sebab itu, hendaklah kamu masing-masing mengaku-akui dosamu di antara sama sendiri dan mendoa-doakan sama sendirimu, supaya kamu selamat. Adapun doa orang yang benar, dengan bersungguh-sungguh hati itu besar khasiatnya.

Sedangkan kamu sudah menyucikan jiwamu di dalam taatmu kepada yang benar, sehingga kamu kasih dengan tulusnya akan segala saudara, maka hendaklah kamu berkasih-kasihan sama sendirimu dengan bersungguh-sungguh hati,

Sebab itu buangkanlah segala kejahatan dan segala tipu daya dan munafik dan dengki dan segala umpat, seperti kanak-kanak yang baharu jadi hendaklah kamu ingin akan susu yang jati, yang tiada bercampur, supaya dengan dia itu kamu subur menuju keselamatan.

Hormatkanlah sekalian orang. Kasihlah akan segala saudara. Takutilah akan Allah. Hormatkanlah raja. Hai segala hamba, takluklah kepada tuanmu dengan sehabis-habis hormat, bukan sahaja kepada yang baik dan manis lakunya, melainkan kepada yang bengis juga.

Karena bagi maksud inilah kamu sudah dipanggil; sebab Kristus sudah menanggung sengsara juga karena kamu, ditinggalkan-Nya suatu teladan bagimu, supaya kamu mengikut kesan-Nya. Ialah yang tiada berbuat dosa, tiada pula didapati tipu daya dari dalam mulut-Nya; tatkala Ia kena nista, tiada membalas dengan nista, dan tatkala Ia kena sengsara, tiada mengugut, melainkan menyerahkan diri-Nya kepada Allah yang menghakimkan dengan adilnya.

Pada akhirnya, hendaklah kamu sekalian sehati, dan berbelas kasihan, dan mengasihi segala saudara, dan penyayang, dan rendah hati; janganlah kamu membalas kejahatan dengan kejahatan atau membalas maki dengan maki, melainkan memintakan berkat, karena bagi yang demikian itu kamu sudah dipanggil, supaya kamu mendapat berkat akan menjadi warisanmu.

Maka yang terutama sekali, hendaklah kamu sangat berkasih-kasihan sama sendirimu, karena kasih itu menutup dosa yang banyak. Hendaklah kamu masing-masing bersambut-sambutan dengan tiada bersungut-sungut; maka sekadar karunia yang ada pada masing-masing, hendaklah melayani di antara kamu sendiri, seperti bendahari yang baik, yang berpegang atas berbagai-bagai anugerah Allah;

Sebagai lagi, hai kamu orang muda, hendaklah kamu tunduk kepada ketua-ketua itu, dan hendaklah kamu sekalian dengan hati yang rendah bertolong-tolongan sama sendirimu; karena Allah melawan orang sombong, tetapi Ia mengaruniakan anugerah kepada orang yang rendah hati. Sebab itu hendaklah kamu merendahkan dirimu ke bawah tangan Allah Yang Mahakuasa itu, supaya Ia meninggikan kamu pada masanya; serahkanlah segala kuatirmu kepada-Nya, karena Ialah yang memperdulikan kamu.

Hendaklah kamu bersalam-salaman sama sendirimu dengan kucup pengasihan. Sejahteralah kiranya kamu sekalian, yang ada di dalam Kristus.

Karena sebab yang demikian itu hendaklah kamu berusaha menambah imanmu dengan kebaikan yang ikhlas; dan kebaikanmu itu ditambah dengan pengetahuan; dan pengetahuanmu itu ditambah dengan kelakuan tertib; dan tertibmu itu ditambah dengan tekun; dan tekunmu itu ditambah dengan ibadat; dan ibadatmu itu ditambah dengan kasih akan segala saudara, dan kasihmu akan segala saudara itu ditambah dengan pengasihan.

Tetapi barangsiapa yang menurut firman-Nya, sesungguhnya di dalam dialah kasih Allah menjadi sempurna. Dengan yang demikianlah kita mengetahui bahwa kita ada di dalam Dia.

Barangsiapa yang mengatakan dirinya di dalam terang, tetapi membenci saudaranya, ialah di dalam gelap sampai sekarang ini. Maka orang yang mengasihi saudaranya itu, ia tinggal di dalam terang, dan di dalam orang itu tiadalah ada barang yang syak. Tetapi orang yang membenci saudaranya, ialah di dalam gelap dan berjalan gelap, dan tiada tentu tujuannya, karena matanya sudah digelapkan oleh gelap itu.

Janganlah kamu mengasihi dunia atau barang yang ada di dalam dunia. Jikalau barang seorang mengasihi dunia, maka kasih Bapa itu tiadalah ada di dalam dia.

Tengoklah, alangkah besarnya kasih yang dikaruniakan oleh Bapa kepada kita, sehingga kita dikatakan anak-anak Allah! Demikianlah hal kita. Maka inilah sebabnya dunia ini tiada mengenal kita, oleh sebab tiada dikenalnya Tuhan.

Karena inilah pesan yang sudah kamu dengar dari mulanya: Bahwa patut kita berkasih-kasihan sama sendiri;

Maka kita ini mengetahui bahwa kita telah lepas daripada mati menuju hidup, karena kita mengasihi segala saudara. Maka orang yang tiada mengasihi, tinggallah di dalam maut. Barangsiapa yang membenci saudaranya, ialah seorang pembunuh; dan kamu mengetahui bahwa kepada seorang pembunuh tiada ada hidup yang kekal di dalam dirinya. Dengan yang demikian kita sudah mengetahui kasih yang benar, oleh sebab Ia sudah menyerahkan nyawa-Nya karena kita; maka patutlah kita pun menyerahkan nyawa kita karena segala saudara. Tetapi barangsiapa ada berharta dunia dan tampak saudaranya di dalam kekurangan, lalu menutup pintu hatinya daripada orang itu, bagaimanakah boleh kasih Allah tinggal di dalamnya? Hai anak-anakku, jangan kita mengasihi dengan perkataan atau dengan lidah, melainkan dengan perbuatan dan dengan sesungguhnya.

Inilah hukum-Nya, yang wajib kita percaya akan nama anak-Nya Yesus Kristus, sambil berkasih-kasihan sama sendiri, sebagaimana Ia sudah mengaruniakan kita hukum.

Hai segala kekasihku, hendaklah kita berkasih-kasihan sama sendiri, karena kasih itu daripada Allah; dan barangsiapa yang menaruh kasih, ialah asalnya daripada Allah dan mengenal Allah, maka orang yang tiada menaruh kasih itu tiada mengenal Allah; karena Allah itu kasih adanya. Di dalam inilah kasih Allah itu sudah diberi nyata kepada kita, bahwa Allah sudah menyuruhkan anak-Nya yang tunggal ke dalam dunia ini, supaya dengan Dia itu kita boleh hidup. Di dalam hal inilah kasih, yaitu bukannya kita yang sudah mengasihi Allah, melainkan Allah yang sudah mengasihi kita, dan yang sudah menyuruhkan anak-Nya menjadi korban perdamaian karena segala dosa kita. Hai segala kekasihku, jikalau sebegitu Allah sudah mengasihi kita, maka kita pun patutlah berkasih-kasihan sama sendiri. Maka seorang pun belum pernah memandang Allah; jikalau kita berkasih-kasihan sama sendiri, Allah tinggal di dalam kita, dan kasih-Nya sempurnalah di dalam kita.

Dan kita ini sudah mengetahui dan sudah percaya akan kasih Allah kepada kita. Maka Allah itu kasih, dan orang yang tinggal di dalam kasih tinggal di dalam Allah, dan Allah tinggal di dalam dia. Di dalam inilah kasih itu sempurna di dalam kita, supaya kita beroleh keluasan hati pada Hari hukuman, karena sebagaimana Kristus di dalam kasih, sebegitu juga kita di dalam dunia ini. Di dalam kasih tidak ada ketakutan, tetapi kasih yang sempurna membuangkan ketakutan, karena ketakutan itu mendatangkan siksa, dan orang yang takut itu belum sempurna kasihnya. Maka kita menaruh kasih, oleh sebab Ia mula-mula mengasihi kita. Jikalau barang seorang berkata, "Aku mengasihi Allah," dan membenci saudaranya, maka orang itu pendusta, karena orang yang tiada mengasihi saudaranya yang ia tampak, tiadalah dapat ia mengasihi Allah yang belum ia tampak. Maka hukum ini telah kita dapat daripada-Nya, bahwa orang yang mengasihi Allah, hendaklah mengasihi saudaranya juga.

Barangsiapa yang percaya bahwa Yesus itu Kristus, maka orang itu berasal daripada Allah; dan barangsiapa yang mengasihi Allah, yang telah menjadikan dia, ia pun mengasihi orang yang berasal daripada-Nya. Dengan inilah kita mengetahui, bahwa kita mengasihi segala Anak Allah, yaitu apabila kita mengasihi Allah sambil melakukan hukum-hukum-Nya, karena inilah kasih akan Allah, yaitu menurut hukum-hukum-Nya; maka hukum-hukum-Nya itu bukannya berat.

Turunlah kiranya anugerah dan rahmat dan sentosa menyertai kita daripada Allah Bapa, dan daripada Yesus Kristus, Anak Bapa itu, di dalam kebenaran dan kasih.

Hai encik Sitti, bukannya seolah-olah hukum baharu yang kusuratkan bagimu, melainkan hukum yang sudah ada pada kita dari mulanya, sekarang aku mintalah engkau, supaya kita berkasih-kasihan sama sendiri. Inilah kasih, yaitu melakukan diri kita menurut hukum-Nya. Maka inilah hukum itu sebagaimana yang sudah kamu dengar dari mulanya, yaitu hendaklah kamu berjalan di dalam kasih.

Peliharakanlah dirimu di dalam kasih Allah, sambil menantikan rahmat Tuhan kita Yesus Kristus membawa kepada hidup yang kekal. Maka akan orang yang bimbang kasihankanlah, dan sentakkanlah mereka itu dari dalam api dan selamatkanlah mereka itu; dan kepada yang lain hendaklah kamu kasihan dengan berjaga-jaga, dengan membenci akan pakaiannya yang cemar dengan hawa nafsu.

dan daripada Yesus Kristus yang menjadi saksi yang setiawan, yaitu yang menjadi Sulung dari antara orang mati, dan yang menjadi Penghulu di atas segala raja di dunia ini. Maka bagi Dia yang mengasihi kita, dan yang sudah melepaskan kita daripada segala dosa dengan darah-Nya,

Tetapi Aku ada suatu hal ke atasmu, yaitu engkau sudah meninggalkan kasihmu yang mula-mula itu.

Aku tahu segala perbuatanmu, dan kasih dan iman dan layan dan sabarmu, dan segala perbuatanmu yang akhir itu terlebih daripada yang awal.

Maka seberapa banyak orang yang Kukasihi, Aku tegur dan ajar; sebab itu berusahalah serta bertobat.

Maka tiada mereka itu akan lapar atau dahaga lagi, dan tiada mereka itu dipukul oleh panas matahari atau barang sesuatu yang hangat, karena Anak domba yang di tengah arasy itu akan menjadi gembala mereka itu, dan akan membawa mereka itu kepada segala mata air hayat; maka Allah pun akan menyapukan segala air mata daripada mata mereka itu."

Maka aku tampak negeri yang kudus. Yeruzalem baharu, turun dari surga daripada Allah, lengkap seperti seorang pengantin perempuan terhias bagi suaminya.

dan Ia akan menyapukan segala air mata daripada matanya, maka tiadalah akan ada lagi maut, atau perkabungan, atau tangisan, atau kesakitan pun tiada akan ada lagi, karena segala perkara yang pertama sudah lenyap." Maka Ia yang duduk di atas arasy itu pun berfirman, "Tengoklah, Aku jadikan semuanya baharu." Dan lagi firman-Nya, "Suratkanlah, karena perkataan inilah tetap dan benar." Maka firman-Nya kepadaku, "Sudahlah genap; Aku inilah Alif dan Ya, yaitu Yang awal dan Yang akhir. Kepada orang yang dahaga kelak Aku akan memberi minum daripada mata air hayat dengan percuma. Maka orang yang menang itu kelak akan mewarisi segala perkara ini; maka Aku akan menjadi Tuhannya, dan ia akan menjadi anak kepada-Ku.

Indonesian - Indonesian - ID

ID'BSS - Bahasa Terjemahan Lama - 1958

This Bible is in the Public Domain.
https://www.biblesupersearch.com/bible-downloads/
Languages are made available to you by www.ipedge.net