12 – Amoralitas Seksual

Ini adalah firman suci Tuhan Yang Maha Esa.
Kita tidak tertarik dengan kata-kata manusia.
Bagi siapa pun yang mengasihi Tuhan... inilah yang Tuhan katakan tentang: Amoralitas Seksual.

3 Ayat Paling Signifikan

Tetapi Aku ini berkata kepadamu, bahwa tiap-tiap orang yang memandang seorang perempuan serta bergerak syahwatnya, sudahlah ia berzinah dengan dia di dalam hatinya.

Tetapi segala orang yang milik Kristus Yesus itu sudah menyalibkan hawa nafsunya dengan segala cita-cita dan keinginannya.

Aku berkata kepadamu: Barangsiapa yang menceraikan bininya, kecuali sebab hal zinah, lalu berbinikan orang lain, ialah berzinah. Dan barangsiapa yang berbinikan perempuan yang sudah diceraikan demikian, ia pun berzinah juga."

Setiap Ayat Dalam Urutan Kanonik – 177 bagian

Maka sebab itulah tak dapat tiada orang akan meninggalkan ibu bapanya dan berdamping pada isterinya, maka keduanya itu menjadi sedaging jua adanya.

Lalu firman Tuhan: Tegal seru dari pada Sodom dan Gomorah amat besar dan sebab dosa mereka itu terlalu jahat adanya, maka turunlah Aku sekarang pergi melihat kalau mereka itu telah berbuat semuanya seperti serunya, yang telah sampai kepada-Ku itu; jikalau tidak, maka Aku akan mengetahuinya. Maka kedua orang itupun memalingkan mukanya dari sana, lalu berjalan menuju ke Sodom, tetapi Ibrahim tinggal lagi berdiri di hadapan hadirat Tuhan. Maka datanglah Ibrahim hampir sambil menyembah, katanya: Masakan Tuhan hendak membinasakan orang benar itu bersama-sama dengan orang jahat. Barangkali ada lima puluh orang yang benar dalam negeri itu, masakan Tuhan hendak membinasakan mereka itu juga dengan tiada disayangkan tempat itu tersebab oleh lima puluh orang benar yang di dalamnya. Jauhlah kiranya dari pada Tuhan berbuat perkara yang demikian, yaitu membunuh orang yang benar itu bersama-sama dengan orang yang jahat, seolah-olah orang yang benar itu disamakan dengan orang yang jahat adanya. Jauhlah itu dari pada Tuhan. Masakan Hakim segenap bumi ini tiada membenarkan mana yang benar! Maka firman Tuhan: Jikalau kiranya Kudapati akan lima puluh orang yang benar dalam negeri Sodom itu, maka karena mereka itulah niscaya Kupeliharakan kelak segenap tempat itu. Maka sembah Ibrahim pula: sesungguhnya keadaan hamba lebu tanah dan abu, maka hamba telah memberanikan diri hamba hendak berkata-kata dengan Tuhan: Barangkali pada lima puluh orang yang benar itu ada kurang lima, masakan Tuhan menumpas juga negeri itu dari sebab kurang lima orang. Maka firman Tuhan: Jikalau Kudapati akan empat puluh lima dalamnya, maka tiada Aku membinasakan tempat itu. Maka sembah Ibrahim pula: Barangkali ada empat puluh orang yang benar di sana. Maka firman Tuhan: Karena sebab orang empat puluh itu maka tiada Aku akan membinasakan dia. Lalu sembah Ibrahim: Jangan apalah Tuhan murka akan sembah hamba ini: Barangkali ada di sana tiga puluh orang yang benar. Maka firman Tuhan: Jikalau Kudapati akan tiga puluh orang disana, maka tiada Aku membinasakan dia. Lalu sembah Ibrahim: Sesungguhnya hamba telah memberanikan diri hamba hendak berkata-kata dengan Tuhan: Barangkali ada di sana dua puluh orang yang benar. Maka firman Tuhan: Karena sebab dua puluh orang itulah maka tiada Aku membinasakan dia. Dan lagi pula sembah Ibrahim: Jangan apalah Tuhan murka akan sembah hamba lagi sekali ini sahaja: Barangkali di sana sepuluh orang yang benar. Maka firman Tuhan: Karena sebab sepuluh orang itulah maka tiada Aku akan membinasakan dia.

Maka sampailah kedua orang malaekat itu ke Sodom pada petang hari; maka pada masa itu Lutpun ada duduk di pintu negeri Sodom. Serta terlihatlah Lut akan mereka itu, maka bangkitlah ia berdiri, lalu pergi mendapatkan mereka itu, maka sujudlah ia sampai mukanya ke bumi, sambil sembahnya: Baiklah sekarang tuan singgah apalah ke rumah hamba dan bermalamlah di sana, biar kaki tuan dibasuh, maka esok pagi-pagi hari kelak bolehlah tuan berjalan pula menurut jalan tuan. Maka sahut mereka itu: Tidak, melainkan kami hendak bermalam di luar ini. Maka berturut-turut dibujuknya mereka itu, sehingga mereka itu singgah kepadanya dan masuk ke dalam rumahnya, lalu dijamunya akan mereka itu, diperbuatkannyalah roti yang tiada beragi. Maka mereka itupun makanlah. Maka sebelum mereka itu berbaring hendak tidur, datanglah segala orang isi negeri, yaitu segala orang Sodom, tua muda segenap bangsa dari pada segala pihak mengepung berkeliling rumah itu. Lalu berserulah mereka itu akan Lut, serta katanya kepadanya: Di manakah orang yang telah datang kepadamu itu malam ini? Bawalah akan dia ke luar, supaya kami berbuat kehendak kami akan dia. Maka keluarlah Lut dari pada pintu rumah hendak mendapatkan mereka itu, maka dirapatkannya daun pintunya, lalu katanya: Hai saudaraku, janganlah kamu berbuat jahat begitu. Bahwasanya adalah padaku dua orang anakku perempuan, yang belum mengetahui laki-laki; biarlah kiranya kuantarkan dia ke luar kepadamu, maka perbuatlah olehmu akan dia bagaimana baik kepada pemandangan mata kamu, asal jangan kamu berbuat barang sesuatu akan orang laki-laki itu, karena sebab hendak melindungkan dirinya mereka itu telah datang ke bawah pernaungan atap rumahku. Maka kata orang itu: Marilah engkau! Dan lagi katanya: Ia ini seorang dagang yang datang menumpang di sini, maka ia hendak menjadi hakim juga; sekarang kami hendak berbuat jahat akan dikau terlebih dari pada akan mereka itu! Lalu ditempuh oleh mereka itu akan orang itu, yaitu akan Lut, dan mereka itupun datanglah hampir hendak memecahkan pintu. Tetapi kedua orang itupun mengulurkan tangannya, ditariknya Lut masuk ke dalam rumah, lalu pintupun dikuncikannya. Maka dipalu oleh keduanya akan segala orang yang di pintu rumah itu dari pada kecil dan besar dengan mengaburkan matanya, sehingga penatlah mereka itu hendak mendapat pintu.

Maka kata kedua orang itu kepada Lut: Jikalau padamu di sini ada lagi menantu atau anakmu laki-laki atau anakmu perempuan atau segala orang yang engkau punya dalam negeri ini, bawalah akan dia ke luar dari tempat ini; karena kami hendak membinasakan negeri ini, sebab telah besarlah serunya di hadapan hadirat Tuhan, dan Tuhanpun telah menyuruhkan kami akan membinasakan dia. Maka keluarlah Lut, lalu berkata-kata ia dengan menantunya yang hendak kawin dengan anak-anaknya perempuan, katanya: Bangunlah kamu, keluarlah dari dalam tempat ini, karena Tuhan hendak membinasakan negeri ini. Tetapi pada sangka menantunya Lut hendak membuat olok-olok akan dia. Maka apabila menyingsinglah fajar diajak-ajaklah oleh kedua orang malaekat itu akan Lut, katanya: Bangunlah engkau, bawalah anak binimu dan kedua orang anakmu perempuan, yang dengan engkau di sini, supaya engkaupun jangan binasa dalam celaka negeri ini. Tetapi berlambat-lambat juga ia, lalu oleh kedua orang itupun dipeganglah tanganya dan tangan bininya dan tangan kedua anaknya, sebab hendak dikasihani juga oleh Tuhan akan dia, lalu dihantarnya akan dia ke luar, dibawanya akan dia ke luar negeri itu. Hata, setelah sudah dihantarnya akan mereka ke luar, lalu katanya: Lari lepaskanlah nyawamu: janganlah kamu menoleh ke belakang dan janganlah berhenti di seluruh padang ini: larilah kamu ke gunung, supaya kamupun jangan binasa.

Setelah itu maka diturunkan oleh Tuhan atas Sodom dan Gomorah hujan belerang dan api dari pada Tuhan, yaitu dari langit.

Maka bini Lut itu menoleh ke belakang, lalu jadilah ia sebatang tiang garam.

Tetapi datanglah Allah kepada Abimelekh dalam mimpi pada malam, firman-Nya kepadanya: Bahwa sesungguhnya engkau akan mati kelak, karena sebab perempuan yang telah kauambil itu, ia itu bini orang.

Maka terlihatlah oleh Sikhem bin Hemor, orang Hewi, raja negeri itu, akan dia, lalu dilarikannyalah dan berseketiduranlah dengan dia, digagahinya akan dia.

Maka apabila datanglah anak-anak Yakub dari padang dan didengarnya hal itu, maka sakit hatilah mereka itu serta marahlah ia sangat, sebab Sikhem telah membuat suatu perkara bodoh dalam Israel, yaitu dipercabulnya anak Yakub, yang sekali-kali tiada patut diperbuatnya.

Maka Hemor dan Sikhem anaknya itupun dibunuhnyalah dengan mata pedang dan diambilnyalah Dinah dari dalam rumah Sikhem, lalu keluarlah mereka itu pulang. Setelah sudah segala orang itu dibunuh, maka datanglah segala anak laki-laki Yakub menjarah rayah dalam negeri itu sebab saudara mereka itu telah dipercabul oranglah.

Maka sahut mereka itu: Patutkah dibuatnya akan saudara kami seperti akan seorang sundal?

Maka apabila dilihat oleh Yehuda akan dia, disangkakannya ia seorang perempuan sundal, sebab ditudungkannya mukanya. Maka singgahlah Yehuda kepada perempuan itu serta katanya: Marilah engkau, biarlah aku berseketiduran dengan dikau. Maka tiada diketahuinya akan perempuan itu menantunya. Lalu sahut perempuan itu: Apakah hendak kauberikan daku, supaya engkau beseketiduran dengan aku? Maka katanya: Nanti kukirim seekor anak kambing dari pada kawan kambing itu. Maka sahut perempuan itu: Baik, jikalau engkau memberi petaruh sampai engkau mengirimkan dia. Maka bertanyalah Yehuda: Apakah petaruh yang patut kuberikan dikau? Maka sahutnya: Berikanlah cincin meteraimu dan cindaimu dan tongkat yang ada pada tanganmu itu. Maka diberikannyalah kepadanya, lalu iapun berseketiduranlah dengan dia, setelah itu mengandunglah ia. Maka berbangkitlah perempuan itu, lalu pergi serta disingkapkannya kain tudungnya, dipakainya pakaian jandanya pula. Maka dikirimkanlah oleh Yehuda anak kambing itu dengan sahabatnya, orang Adulami itu, disuruhnya menebus petaruhnya dari pada tangan perempuan itu, tetapi tiada didapatinya akan dia. Kemudian bertanyalah ia akan orang-orang di tempat itu, katanya: Di manakah perempuan sundal, yang telah duduk di tempat mata air kembar pada sisi jalan itu? Maka sahut mereka itu: Di sini tiada perempuan sundal. Maka kembalilah ia kepada Yehuda, serta katanya: Tiada kudapati akan dia; dan lagi kata orang di tempat itu: Di sini tiada perempuan sundal. Maka kata Yehuda: Biar diambilnya bagi dirinya, asal jangan kita mendapat malu. Bahwasanya aku sudah mengirimkan kambing ini kepadanya, tetapi tiada kaudapati akan dia. Kalakian, maka adalah kira-kira tiga bulan kemudian dari pada itu dikabarkan oranglah kepada Yehuda, mengatakan: Adapun Tamar, menantumu itu, telah berkendak, dan lagi sesungguhnya mengandunglah ia dengan zinahnya. Maka kata Yehuda: Bawalah dia ke mari, supaya dibakar habis akan dia. Sementara dibawa oranglah akan dia, maka disuruh perempuan itu akan orang pergi mendapatkan mentuanya serta mengatakan: Adapun hal aku mengandung ini, yaitu dengan orang yang empunya barang-barang ini. Maka kata pula perempuan itu: Periksalah kiranya siapakah yang empunya cincin meterai dan cindai dan tongkat ini? Maka mengakulah Yehuda serta katanya: Bahwa perempuan ini terlebih benar dari pada aku, oleh sebab tiada kuberikan dia kepada anakku si Syela itu. Maka tiada ia berseketiduran dengan dia lagi.

Maka sekali peristiwa kemudian dari pada segala perkara ini, bahwa isteri tuannya jatuhlah mata kepada Yusuf, lalu katanya: Seketiduranlah kiranya engkau dengan aku. Tetapi engganlah Yusuf sambil katanya kepada isteri tuannya itu: Bahwasanya tuan sahaya tiada turut mengetahui akan barang apapun baik yang di dalam rumah, melainkan segala sesuatu yang padanya itu telah diserahkannya ke tangan sahaya. Di dalam rumah ini seorangpun tiada besar dari pada sahaya dan tiada dijauhkan tuan dari pada sahaya barang sesuatu, melainkan encik jua, sebab enciklah isterinya; manakah boleh sahaya berbuat jahat yang besar ini serta berdosa kepada Allah? Maka demikianlah perihalnya perempuan itu berkata-kata kepada Yusuf daripada sehari datang kepada sehari, tiada juga didengarnya akan dia padahal berseketiduran atau menurut kehendaknya. Maka sekali peristiwa, pada suatu hari masuklah Yusuf ke dalam rumah hendak mengerjakan pekerjaannya, maka dari pada segala orang isi rumah itu seorangpun tiada sertanya di sana. Maka dicapailah oleh perempuan itu akan dia pada jubahnya sambil katanya: Seketiduranlah kiranya dengan aku. Tetapi dilucutkan oleh Yusuf jubahnya, yang tinggal di tangan perempuan itu, lalu larilah ia ke luar.

Demi dilihat oleh perempuan itu Yusuf telah meninggalkan jubahnya dalam tangannya dan ia sudah lari ke luar, maka dipanggilnya akan segala orang isi rumahnya, lalu katanya pada mereka itu: Coba pikir, dibawanya masuk kepada kita orang Ibrani ini hendak memberi malu akan kita, karena datanglah ia mendapatkan aku hendak berseketiduran dengan aku, tetapi berteriaklah aku dengan suara yang nyaring; serta didengarnya kenyaringan suaraku sambil berteriak, maka ditinggalkannya jubahnya padaku, lalu larilah ia ke luar. Maka ditaruhlah oleh perempuan itu akan jubah Yusuf itu pada sisinya sampai pulang tuannya. Maka dikatakannyalah kepadanya segala perkataan itu, demikian katanya: Adapun hamba Ibrani, yang telah kaubawa masuk kepada kami, ia itu telah datang hendak memberi malu akan daku. Serta aku berteriak dengan nyaring suaraku, ditinggalkannya jubahnya padaku, lalu larilah ia ke luar. Setelah didengar oleh tuan Yusuf akan segala perkataan isterinya, yang dikatakannya kepadanya, katanya: Demikianlah hambamu telah berbuat akan daku, maka bernyala-nyala amarahnya. Maka oleh tuannya diambil akan Yusuf, lalu dimasukkannya ke dalam penjara, tempat raja punya orang yang terbelenggupun dipenjarakan; maka adalah Yusuf di sana dalam penjara.

Jangan kamu berbuat zinah.

Jangan kamu ingin akan rumah samamu manusia, jangan kamu ingin akan bini samamu manusia, atau akan hambanya laki-laki, atau akan sahayanya perempuan, atau akan lembunya, atau akan keledainya, atau akan barang apa-apa yang samamu manusia punya.

Barangsiapa yang berseketiduran dengan binatang, tak akan jangan orang itu mati dibunuh.

Seorangpun jangan menghampiri seorang sanak saudaranya hendak kawin dengan dia: Bahwa Akulah Tuhan! Jangan kamu kawin dengan ibumu kemudian dari pada mati bapamu, karena ialah ibumu; jangan kamu kawin dengan dia. Jangan kamu kawin dengan bini bapamu, karena ialah seketiduran dengan bapamu. Jangan kamu kawin dengan saudaramu perempuan ia itu anak bapamu atau anak ibumu, baik ia diperanakkan di dalam rumah atau diperanakkan di luar rumah, jangan kamu kawin dengan dia. Jangan kamu kawin dengan cucumu perempuan yang dari pada sebelah anakmu laki-laki atau dari sebelah anakmu perempuan, karena ialah dari pada ketiduranmu sendiri. Jangan kamu kawin dengan anak perempuan bini bapamu, yang diperanakkan bagi bapamu, karena ialah saudaramu perempuan, jangan kamu kawin dengan dia. Jangan kamu kawin dengan saudara perempuan bapamu, karena sedarah daging juga ia dengan bapamu. Jangan kamu kawin dengan saudara perempuan ibumu, karena sedarah daging juga ia dengan ibumu. Jangan kamu mencemarkan tempat tidur saudara laki-laki bapamu, sebab kawin dengan bininya, karena ialah mamakmu. Jangan kamu kawin dengan menantumu perempuan, karena ialah bini anakmu, jangan kamu kawin dengan dia. Jangan kamu kawin dengan bini saudaramu, sebab telah seketiduran ia dengan saudaramu. Jangan kamu kawin dengan seorang perempuan serta dengan anaknyapun sekali; jangan kamu mengambil cucunya dari sebelah anaknya laki-laki atau dari sebelah anaknya perempuan akan binimu, karena ialah sedarah daging dengan kamu, maka haramlah perbuatan yang demikian. Maka jangan kamu mengambil seorang perempuan dan saudaranya perempuan itupun sertanya akan binimu, sehingga kamu adakan cemburuan, sebab bersetubuh dengan seorang pada sisi seorangnya selagi hidupnya.

Maka jangan kamu bersetubuh dengan seorang perempuan pada masa cemar kainnya. Dan jangan kamu bersetubuh dengan bini samamu manusia, sehingga kamu menjadi najis dengan dia. Maka jangan kamu menyerahkan seorang dari pada benihmu akan dipersembahkan kepada Molekh, dan jangan kamu menghinakan nama Allahmu: Bahwa Akulah Tuhan! Jangan kamu berbaring dengan seorang laki-laki cara perempuan, karena ia itulah suatu perkara yang keji. Dan lagi jangan kamu menajiskan dirimu oleh berbaring dengan binatang, dan seorang perempuanpun jangan berbaring dengan binatang karena ia itulah suatu perkara yang amat keji adanya.

Jangan kamu menghinakan anakmu perempuan dengan menaruh akan dia bagaikan sundal, supaya negeri itu jangan dipenuhi dengan persundalan dan perbuatan yang keji.

Maka jikalau seorang laki-laki telah berbuat zinah dengan bini orang, sebab telah ia berbuat zinah dengan bini orang itu, tak akan jangan keduanya mati dibunuh, baik laki-laki baik perempuan yang berbuat zinah itu. Maka jikalau seorang telah berseketiduran dengan bini bapanya dan telah mencemarkan tempat tidur bapanya, tak akan jangan keduanya mati dibunuh, maka darahnya tertanggunglah atasnya. Demikianpun jikalau seorang telah berseketiduran dengan bini anaknya, tak akan jangan keduanya mati dibunuh, sebab telah diperbuatnya suatu perkara yang keji, maka darahnya tertanggunglah atasnya. Maka jikalau seorang laki-laki telah berseketiduran dengan seorang laki-laki, yaitu cara perempuan, maka keduanya telah berbuat suatu perkara yang keji, tak akan jangan ia mati dibunuh dan darahnya tertanggunglah atasnya. Maka jikalau seorang telah mengambil seorang perempuan dan emaknyapun sertanya akan bininya, ia itulah perbuatan yang keji, tak akan jangan dibakar habis akan ketiganya dengan api, supaya jangan ada perbuatan yang keji di antara kamu. Demikianpun jikalau seorang laki-laki telah berseketiduran dengan binatang, tak akan jangan orang itu mati dibunuh dan binatang itupun dipalu sampai mati. Demikianpun jikalau seorang perempuan telah menghampiri binatang hendak memuaskan nafsunya, maka hendaklah kamu membunuh perempuan itu dan binatang itupun sertanya; tak akan jangan keduanya mati dibunuh, maka darahnya tertanggunglah atasnya!

Maka jikalau seorang telah berbinikan saudaranya perempuan, baik ia anak bapanya atau anak ibunya, dan mereka itu telah berseketiduran, ia itulah sumbang adanya, mereka itu akan ditumpas di hadapan mata segala bani bangsanya, sebab telah dicemarkannya saudaranya perempuan, maka salahnya tertanggunglah atasnya. Maka jikalau seorang telah berbaring dengan seorang perempuan yang cemar kainnya dan telah bersetubuh dengan dia, dan perempuan itupun ridla akan dia, maka keduanya akan ditumpas dari antara bangsanya. Dan lagi jangan kamu berseketiduran dengan saudara perempuan ibumu atau dengan saudara perempuan bapamu, karena demikian orang menghinakan daging darahnya sendiri, keduanya akan menanggung salahnya. Maka jikalau seorang telah berseketiduran dengan mamaknya perempuan, ia itu telah mencemarkan tempat tiduran mamaknya laki-laki; keduanya akan menanggung dosanya dan mereka itu akan mati bulus. Maka jikalau seorang telah mengambil bini saudaranya laki-laki, ia itulah sumbang adanya, dan ia telah mencemarkan tempat tidur saudaranya, maka mereka itu akan tinggal bulus.

Jangan mereka itu berbinikan seorang perempuan sundal atau yang telah membuang dirinya, dan lagi jangan diperbinikannya seorang perempuan yang telah dibuang oleh lakinya, karena imam itu suci bagi Tuhan. Maka hendaklah kamu membilangkan dia suci, sebab dipersembahkannya santapan Allahmu; maka sucilah Aku, Tuhan, yang menyucikan kamu. Maka sebab itu apabila seorang anak perempuan imam menjadi seorang sundal, maka dihinakannya, bapanya, tak akan jangan perempuan itu dibakar habis dengan api.

Jangan diambilnya seorang perempuan janda, atau yang terbuang, atau sundal yang hina, melainkan seorang anak dara dari pada bangsanya sendiri hendaklah diambilnya akan bininya.

Katakanlah olehmu kepada segala bani Israel ini: Barangsiapa orang laki-laki yang bininya telah menyimpang dari padanya dan telah khianat akan dia, sehingga seorang laki-laki telah berbaring dengan dia dan berseketiduran dengan dia, tetapi tersembunyilah perkara itu dari pada mata lakinya dan telah dicemarkannya dirinya dengan sembunyi-sembunyi, sehingga tiadalah saksi atasnya dan salahnyapun tiada kedapatan,

Maka inilah hukum gairat, jikalau seorang perempuan di bawah kuasa lakinya telah menyimpang dan telah mencemarkan dirinya,

Maka sesungguhnya, datanglah seorang dari pada bani Israel, dibawanya kepada saudaranya akan seorang perempuan Midiani di hadapan mata Musa dan di hadapan mata segenap sidang bani Israel, sementara mereka itu bertangis-tangisan di hadapan pintu kemah perhimpunan.

Janganlah kamu berbuat zina.

Dan janganlah kamu ingin akan bini samamu manusia, janganlah kamu ingin akan rumah samamu manusia, atau akan bendangnya, atau akan hambanya laki-laki, atau hambanya perempuan, atau lembunya, atau keledainya, atau akan barang sesuatu yang samamu manusia punya.

Bahwa pakaian laki-laki tak boleh dikenakan kepada perempuan dan orang laki-lakipun tak boleh berpakaikan pakaian perempuan, karena barangsiapa yang berbuat demikian, ia itu kebencian kepada Tuhan, Allahmu.

Tetapi jikalau nyata ketuduhan itu benar adanya dan tiada didapatinya akan bekas bikir pada anak dara itu, maka hendaklah dibawanya akan anak dara itu keluar ke pintu rumah bapanya, lalu orang-orang negerinya hendaklah melontari dia dengan batu sampai ia mati, karena telah diperbuatnya suatu perkara yang bodoh di tengah Israel dengan berkendak selagi ia dalam rumah bapanya, maka demikian patutlah kamu membuang yang jahat itu dari tengahmu.

Maka jikalau kiranya didapati akan seorang tengah berseketiduran dengan bini orang, tak akan jangan keduanya mati dibunuh, baik orang laki-laki yang berseketiduran dengan perempuan itu baik perempuan itu; demikian patutlah kamu membuang yang jahat itu dari tengah Israel.

Maka jikalau seorang anak dara, yang lagi bikir itu, bertunangan dengan seorang laki-laki, maka didapati orang lain akan dia dalam negeri, lalu berseketiduran dengan dia, maka keduanya hendaklah kamu bawa keluar ke pintu negeri, dan lontari dia dengan batu sampai mati; adapun anak dara itu sebab tiada ia berteriak meskipun ia di dalam negeri, dan orang laki-laki itu sebab telah digagahinya bini kawannya; maka demikian patutlah kamu membuang yang jahat itu dari tengahmu.

Tetapi jikalau didapati orang laki-laki akan anak dara yang bertunangan itu pada masa ia di ladang, lalu digagahinya akan dia dan berseketiduranlah ia dengan dia, maka hanya orang laki-laki yang berseketiduran dengan dia itu patut mati dibunuh. Tetapi akan anak dara itu satupun jangan kamu pengapakan dia karena pada anak dara itu tiada salah yang patut ia mati dibunuh, karena seperti seorang laki-laki melawan kawannya dan membunuh akan dia, demikianlah perihal perbuatan ini; karena telah didapatinya akan dia di ladang, dan anak dara yang bertunangan itupun telah berteriak, tetapi seorangpun tiada yang menolong akan dia.

Maka jikalau didapati seorang laki-laki akan perempuan muda yang lagi anak dara dan tiada bertunangan, lalu ditangkapnya akan dia dan berseketiduranlah ia dengan dia, maka didapati akan keduanya, maka hendaklah orang laki-laki yang telah berseketiduran dengan dia itu memberi lima puluh keping perak kepada bapa anak dara itu, lalu ia menjadi bininya, maka sebab telah digagahinya akan dia tiada boleh dibuangnya akan dia seumur hidupnya.

Barang seorang laki-lakipun jangan mengambil bini bapanya, tak boleh disingkapkannya punca selimut bapanya.

Seorang anak harampun jangan masuk ke dalam sidang umat Tuhan, jikalau anak cucunya sampai kesepuluh gilir sekalipun tiada juga boleh masuk ke dalam sidang umat Tuhan.

Maka di antara segala anak perempuan Israel tak boleh ada seorang sundal, dan di antara segala anak laki-laki Israelpun tak boleh ada seorang zindik. Maka dalam bait Tuhan, Allahmu, tak boleh dibawa masuk akan upah orang sundal atau akan harga anjing yang dari pada nazar, karena keduanya sama kebencian kepada Tuhan adanya.

Kutuklah orang yang berseketiduran dengan bini bapanya, karena telah disingkapkannya punca selimut bapanya! Maka segenap orang banyak itu akan menyahut: Amin!

Kutuklah orang yang berseketiduran dengan binatang! Maka segenap orang banyak itu akan menyahut: Amin!

Kutuklah orang yang berseketiduran dengan saudaranya perempuan yang sebapa atau yang seibu dengan dia! Maka segenap orang banyak itu akan menyahut: Amin!

Kutuklah orang yang berseketiduran dengan mentuanya perempuan! Maka segenap orang banyak itu akan menyahut: Amin!

Hata, maka pergilah Simson ke Gaza, dilihatnya di sana seorang perempuan jalang, lalu masuklah ia kepadanya.

Sebermula, maka pada zaman itu juga, yaitu pada masa tiadalah raja pada orang Israel, bahwa pada sekali peristiwa seorang-orang Lewi yang duduk menumpang seperti orang dagang pada jajahan pegunungan Efrayim, itu mengambil seorang perempuan dari Betlehem-Yehuda akan gundiknya. Maka gundiknya itupun khianat akan dia dan meninggalkan dia, lalu pulang ke rumah bapanya, yang di Betlehem-Yehuda, maka adalah ia di sana beberapa hari, yaitu empat bulan lamanya.

Arakian, maka sementara mereka itu menyedapkan hatinya, sesungguhnya datanglah orang isi negeri itu, yang sangat jahat adanya, mengepung rumah orang itu, lalu mengetok-ngetok pintu, maka kata mereka itu kepada orang tua yang punya rumah: Bawalah keluar akan orang laki-laki yang telah masuk ke dalam rumahmu, supaya kami ketahui akan dia. Maka orang yang punya rumah itu keluar mendapatkan mereka itu, lalu katanya: Janganlah, hai saudaraku! jangan kamu berbuat jahat ini, sedang orang itu telah masuk ke dalam rumahku; janganlah kiranya kamu berbuat perkara yang keji ini. Bahwasanya anakku, yang lagi anak dara, dan gundik orang itu hendak kubawa ke luar sekarang, biarlah kamu menggagahi akan dia dan berbuat akan dia barang apapun yang baik pada sangkamu, hanya akan orang laki-laki itu jangan kamu berbuat perkara yang keji begitu. Tetapi orang itu tiada mau dengar akan katanya; lalu diambil orang itu akan gundiknya, dibawanya akan dia ke luar kepada mereka itu, maka digagahi oranglah akan dia dan dipercabuli oranglah akan dia semalam-malaman itu sampai pagi hari dan pada waktu fajar dilepaskannya ia pergi. Maka pada pagi hari datanglah perempuan itu, lalu rebah terjerumus di hadapan pintu rumah orang itu, yaitu tempat tuannya ada menumpang, maka haripun sianglah. Maka pada pagi hari setelah sudah bangun tuannya, dibukakannya pintu rumah, lalu keluar hendak berjalan, maka sesungguhnya perempuan itu, yaitu gundiknya, terhantar di hadapan pintu rumah dan kedua belah tangannyapun terletak pada ambang pintu. Maka kata tuannya kepadanya: Bangunlah engkau, marilah kita berjalan; tetapi tiadalah sahutnya. Maka diangkatnya akan dia ke atas keledainya, lalu orang itupun berjalanlah pergi ke tempatnya. Setelah sudah ia pulang ke dalam rumahnya diambilnya akan pisau, dipegangnya mayat gundiknya itu, dipenggalnya akan dia dengan segala tulangnya dua belas penggal, lalu dikirimkannyalah penggal-penggal itu kepada segala jajahan negeri Israel. Maka sesungguhnya barangsiapa yang melihat dia, ia itu berkata begini: Belum pernah jadi dan belum pernah kelihatan yang demikian dari pada zaman bani Israel ke luar dari negeri Mesir sampai kepada hari ini. Perhatikanlah kamu perkara ini, bicarakanlah dia dan bermusyawaratlah!

Maka kami hendak mengambil sepuluh orang dalam seratus dari pada segala suku bangsa Israel, dan seratus orang dalam seribu dan seribu orang dalam selaksa akan mencahari bekal bagi orang banyak ini, supaya apabila sampailah mereka itu sekalian ke Gibea-Benyamin, dapat dibalasnya kepadanya segala jahat yang telah diperbuatnya di antara orang Israel. Demikianlah peri dikerahkanlah segala orang laki-laki Israel kepada negeri itu, sekaliannya berhubung seperti orang satu jua adanya.

Arakian, maka Eli sudah terlalu tua, maka kedengaranlah kabar kepadanya akan segala perbuatan kedua anaknya laki-laki pada segenap orang Israel, dan lagi mereka itu berbaring juga dengan segala perempuan yang datang berkerumun kepada pintu kemah perhimpunan.

Maka sekali peristiwa pada waktu petang hari bangunlah Daud dari atas peraduannya, lalu berjalan pergi datang di atas sotoh istana baginda, tiba-tiba terlihatlah baginda dari atas sotoh itu akan seorang perempuan tengah mandi; adapun perempuan itu sangat elok parasnya. Maka disuruhkan Daud bertanyakan hal perempuan itu, lalu sembah oranglah: Bahwasanya inilah Batsyeba, anak Eliam, bini Uria, orang Heti itu. Maka disuruhkan Daud akan orang pergi menjemput dia; setelah sudah ia masuk menghadap baginda, maka bersetubuhlah baginda dengan dia (adapun perempuan itu baharu ia menyucikan dirinya dari pada kain cemarnya). Setelah itu maka pulanglah perempuan itu ke rumahnya. Maka mengandunglah perempuan itu, lalu disuruhnya memberitahu hal itu kepada Daud, sembahnya: Bahwa patik ini ada mengandung.

Mengapa gerangan engkau sudah mempermudahkan firman Tuhan dengan berbuat barang yang jahat kepada pemandangan-Nya? Bahwa engkau sudah membunuh Uria, orang Heti itu, dengan pedang dan bininya telah kauambil akan isterimu; bahkan engkau sudah membunuh Uria itu dengan pedang bani Ammon! Maka sekarang pedang itu tiada akan undur dari pada isi rumahmu sampai selama-lamanya, yaitu sebab engkau sudah menghinakan Daku dan sudah mengambil bini Uria, orang Heti itu, akan isterimu. Dan lagi firman Tuhan demikian: Bahwasanya Aku akan menerbitkan jahat atasmu kelak dari dalam isi istanamu, dan Aku akan mengambil isterimu di hadapan matamu dan memberikan dia kepada kawanmu, maka ia itu akan bersetubuh dengan dia di hadapan matahari ini. Adapun engkau sudah berbuat perkara itu sembunyi-sembunyi, tetapi Aku akan mengadakan perkara itu kelak di hadapan segenap orang Israel dan di hadapan matahari.

Setelah sudah dibawanya akan dia hampir kepadanya, supaya iapun makan, maka dipegang Amnon akan dia sambil katanya: Marilah adinda berseketiduran dengan kakanda ini! Tetapi sahutnya kepadanya: Jangan begitu, hai kakanda! janganlah gagahi akan adinda, karena tiada patut perbuatan yang demikian di antara orang Israel, janganlah kiranya kakanda buat honar ini. Karena akan adinda ini, ke mana gerangan adinda membawa malunya? bahkan, kakanda sendiripun akan menjadi kelak seperti salah seorang dari pada segala ahmak yang di antara orang Israel. Baiklah kakanda mempersembahkan juga kehendak kakanda kepada baginda, niscaya tiada adinda ditahaninya dari pada kakanda. Tetapi Amnon tiada mau dengar akan katanya, maka sebab lebih kuat ia, digagahinya akan dia, lalu berseketiduranlah dengan dia.

Sebermula, maka birahilah baginda raja Sulaiman akan beberapa orang perempuan lain bangsa, kecuali akan anak Firaun birahilah baginda akan perempuan Moabi dan Ammoni dan Edomi dan Zidoni dan Heti; dari pada segala bangsa yang telah dipesan oleh Tuhan kepada bani Israel akan halnya demikian: Tak boleh kamu masuk kepadanya dan tak boleh mereka itupun masuk kepadamu, supaya jangan dicenderungkannya hati kamu kepada dewa-dewanya; maka akan perempuan yang begitu birahilah raja Sulaiman. Maka adalah pada baginda tujuh ratus orang isteri, semuanya anak raja-raja, dan tiga ratus gundik, maka segala isterinya itu menyesatkan hati baginda. Karena sesungguhnya pada masa raja Sulaiman sudah tua, dicenderungkan hati baginda oleh segala isterinya kepada dewa-dewa, sehingga tiada lagi tulus hati baginda dengan Tuhan, Allahnya, seperti hati raja Daud, ayahanda baginda. Karena berjalanlah raja Sulaiman menurut Astoret, berhala orang Sidoni, dan Milkhom kehinaan orang Ammoni. Demikianlah diperbuat raja Sulaiman barang yang jahat kepada pemandangan Tuhan, dan tiada baginda tetap dalam mengikut Tuhan seperti raja Daud, ayahanda baginda.

Dan lagi orang zindikpun adalah di dalam negeri, dan kelakuan mereka itu menurut segala kejahatan orang kafir, yang telah dihalaukan Tuhan dari tanah miliknya di hadapan orang Israel.

Karena dinyahkannya segala orang zindik itu dari dalam negeri, dan dibuangnya segala berhala tahi yang telah diperbuat oleh nenek moyangnya.

Adapun barang yang lagi tinggal dari pada segala kisah raja Yosafat dan segala kuasa yang diperolehnya, dan segala peri hal ia melakukan perang, bukankah ia itu tersebut dalam kitab tawarikh raja-raja Yehuda?

Tambahan pula dirobohkan segala bilik orang zindik yang pada rumah Tuhan, tempat orang perempuan biasa bertenun kemah bagi dewa hutan-hutan itu.

Bahwa aku sudah berjanji dengan mataku, supaya jangan kupandang anak dara;

supaya dilepaskannya dikau dari pada perempuan jalang, dari pada perempuan yang tiada ketahuan, yang membujuk-bujuk dengan perkataannya, yang telah meninggalkan taulannya pada masa mudanya serta melupakan perjanjian Allahnya,

Bahwasanya lidah perempuan jalang itu bertitik-titik air madu dan langitan mulutnyapun terlebih licin dari pada minyak. Tetapi akhirnya pahit seperti empedu dan tajam seperti pedang jembiah;

Betapa gerangan, hai anakku! engkau membuang dirimu kepada perempuan jalang, serta meriba akan orang yang tiada ketahuan?

Maka demikianlah engkau dipeliharakan dari pada perempuan jalang dan dari pada lidah pembujuk orang yang tiada ketahuan. Janganlah kiranya engkau ingin dalam hatimu akan keelokan perempuan itu, dan jangan dibingungkannya akan dikau dengan bermain-main mata. Karena oleh seorang sundal masuklah orang dalam hal kekurangan makan, dan bini orang lain menghambat akan jiwa orang yang amat indah. Bolehkah orang mengambil api dalam kandungannya, maka tiada hangus kain bajunya? Bolehkah orang berjalan di atas bara api, maka tiada hangus kakinya? Demikian perihal orang yang mencabuli bini orang lain, barangsiapa yang menjamah akan dia, niscaya tiada ia dibilang suci dari pada salah.

Tetapi orang yang berbuat zinah dengan bini orang, ia itu gila; barangsiapa yang berbuat demikian, ia itu membinasakan nyawanya sendiri.

supaya dipeliharakannya dikau dari pada perempuan jalang, dari pada orang yang tiada ketahuan, yang membujuk dengan perkataannya. Karena sekali peristiwa kutengok dari tingkap rumahku, dari belakang kisi-kisinya, maka kulihat di antara segala orang yang tiada berpelajaran dan kudapati di antara segala orang muda-muda akan seorang yang kurang akal; adalah ia berjalan pada lorong hampir dengan penjuru rumah perempuan itu, dan iapun lalu-lalang pada lorong tentang rumahnya, dari pada waktu samar muka sampai malam hari, sampai sudah menjadi malam gelap gulita. Lalu bertemulah ia dengan seorang perempuan yang berpakaikan perhiasan sundal dan hatinya pandai menipu.

Demikian dibujuknya akan dia dengan pelbagai tipunya, dan diajaknya dengan perkataan mulutnya yang manis-manis. Sebentar lagi maka diikutnya akan perempuan itu, seperti lembu yang hendak dibantai dan seperti rusa masuk ke dalam jaring pemburu, ke tempat anak panah makan terus di limpanya, dan seperti burung bersegera-segera mendapatkan jerat dan tiada diketahuinya bahwa disengajakannya matinya. Maka sekarangpun, hai anak-anakku! dengarlah kiranya olehmu akan daku dan perhatikanlah perkataan mulutku. Janganlah singgah hatimu kepada jalan perempuan itu, janganlah kamu hanyut kepada lorong-lorongnya; karena banyaklah orang yang mati dibinasakan olehnya, dan amat banyak bilangan orang yang telah dibunuhnya. Bahwa dalam rumahnya adalah jalan ke neraka, yang membawa turun ke dalam bilik-bilik maut.

Bahwa kebenaran orang-orang saleh itu meluputkan mereka itu, tetapi orang nakal terkena oleh perangkapnya sendiri.

Mulut perempuan jalang itu seperti telaga yang dalam, maka orang yang dibenci Tuhan kelak akan jatuh ke dalamnya.

karena seorang perempuan sundal itu laksana parit yang dalam, dan seorang perempuan jalang seperti perigi yang sempit. Maka iapun mengendap-endap seperti penyamun, dan diperbanyakkannya orang khianat di antara segala laki-laki.

Barangsiapa yang suka akan hikmat itu menyukakan hati bapanya, tetapi orang yang beramah-ramahan dengan perempuan jalang itu memboroskan harta banyak.

Adapun hal perempuan berzinah, ia itu demikianlah adanya: maka iapun makan lalu disapunya mulutnya sambil katanya: Tiada aku berbuat jahat!

Maka kudapati akan suatu perkara yang pahit dari pada maut, yaitu seorang perempuan yang hatinya seperti jaring dan jerat, dan tangannyapun seperti tali pengikat; barangsiapa yang baik di hadapan hadirat Allah, ia itu luput dari padanya, tetapi orang yang berdosa kelak akan ditangkap olehnya.

Aduh! bagaimana negeri yang setiawan itu sudah berubah menjadi sundal? bahwa dahulu ia penuh dengan perkara yang benar dan keadilan selalu menumpang di dalamnya, maka sekarang ia itu sarang pembunuh juga adanya.

Tetapi kamu, hendaklah ke mari, hai anak-anak petenung perempuan! kamu benih yang bermukah dan berzinah!

Maka kata orang: Jikalau seorang laki sudah membuang bininya, dan setelah ditinggalkannya dia ia menjadi bini orang lain, adakah lakinya yang dahulu itu kembali kepadanya? bukankah negeri dinajiskan sangat oleh yang demikian? Maka sungguhpun engkau sudah berbuat zinah dengan banyak kendak, hendaklah juga engkau kembali kepada-Ku, demikianlah firman Tuhan! Hendaklah matamu melihat ke atas, kepada segala bukit, di mana gerangan engkau tiada dipercabuli? Pada sisi jalan-jalan engkau sudah duduk mengintai akan mereka itu, seperti seorang bedui di padang belantara, maka engkau sudah menajiskan negeri dengan segala zinahmu dan dengan segala kejahatanmu. Maka sebab itu sudah ditahani akan segala titik hujan dan hujan akhirpun tiada datang; tetapi mukamu tebal seperti muka sundal, dan engkau enggan akan malu.

Arakian, maka firman Tuhan kepadaku pada zaman raja Yosia: Sudahkah engkau melihat barang yang telah dibuat oleh Israel, perempuan terbalik itu? Bahwa ia sudah pergi ke atas segala bukit yang tinggi dan ke bawah segala pohon yang hijau, lalu berbuat zinah di sana. Maka kemudian dari pada dibuatnya segala perkara itu firman-Ku juga kepadanya: Hendaklah engkau kembali kepada-Ku! tetapi tiada juga ia kembali. Maka ia itu dilihat oleh Yehuda, saudaranya yang khianat itu. Maka Kulihat, apabila sudah Kubuang Israel dan sudah Kuberikan surat talak kepadanya, karena sebab segala zinah yang dibuatnya, maka Yehuda, saudaranya yang khianat itu, tiada juga takut, melainkan pergilah ia juga lalu berbuat zinah.

Bahwasanya, seperti seorang bini meninggalkan lakinya dengan khianatnya, demikianpun kamu sudah meninggalkan Daku dengan khianatmu, hai orang isi rumah Israel! beginilah firman Tuhan.

Bagaimana Aku boleh mengampuni ini kepadamu? bahwa anak-anakmu meninggalkan Daku dan bersumpah demi dia yang bukan ilah adanya; setelah sudah Kukenyangkan mereka itu dibuatnya zinah serta berkerumun dalam rumah panjang. Mereka itu lezat seperti kuda jantan yang tambun, masing-masingnya ingin akan bini kawannya.

Bolehkah kamu mencuri dan membunuh dan berbuat zinah dan bersumpah dusta dan membakar dupa bagi Baal dan menurut dewa-dewa, yang tiada kamu ketahui akan dia,

Bahwa segala zinahmu dan segala keinginanmu dan persundalanmu yang keji di atas segala bukit dan pada segala padang, segala perbuatanmu yang kebencian itu sudah Kulihat. Wai bagimu, hai Yeruzalem! berapa lama lagi sebelum engkau menjadi tahir?

tetapi pada segala nabi Yeruzalem Kulihat barang yang keji sangat, mereka itu berbuat zinah dan berlaku dengan culas hatinya, dan dikuatkannya tangan segala orang yang berbuat jahat, sehingga tiada mereka itu bertobat masing-masing dari pada kejahatannya, melainkan mereka itu sekalian bagi-Ku seperti Sodom dan segala orang isinya seperti Gomorah!

sebab telah dibuatnya perkara bodoh di antara orang Israel dan dibuatnya zinah dengan bini kawannya, dan dikatakannya dengan nama-Ku barang yang dusta, yang bukan firman-Ku kepadanya; karena Aku yang mengetahuinya dan yang menjadi saksinya, demikianlah firman Tuhan.

Mereka itu sudah menggagahi segala perempuan di Sion dan segala anak dara di dalam negeri-negeri Yehuda.

Tetapi engkau sudah harap pada keelokanmu, dan sudah berbuat zinah dengan membuang namamu, dan sudah mencurahkan zinahmu bagi barangsiapa yang berjalan lalu, baginya juga adalah segala keelokanmu. Maka dari pada pakaianmu sudah kauambil akan membuat bagimu panggung pancawarna, lalu engkau berbuat zinah di atasnya; maka belum pernah didengar dan belum pernah dibuat barang yang sebagainya. Maka segala permata perhiasanmu dan emas dan perak, yang telah Kukaruniakan kepadamu itu, telah kauambil, dan dari padanya sudah kauperbuat patung laki-laki akan dirimu, lalu engkaupun berkendak dengan dia.

Maka engkau sudah mengambil anak-anakmu laki-laki dan perempuan, yang telah kauperanakkan bagi-Ku, kau persembahkan dia kepadanya akan dimakan habis; sedikitkah hal segala zinahmu itu? Bahkan, anak-anak-Ku sudah kaubantai dan kauserahkan dia akan berjalan terus dari pada api baginya. Maka dalam antara segala perbuatanmu yang keji dan segala zinahmu itu sekali-kali tiada engkau ingat akan masa mudamu, tatkala engkau telanjang bugil dan bergelumang dengan darahmu!

Pada hulu segala jalan sudah kauperbuat panggung akan dirimu, dan keelokanmu sudah kaujadikan suatu kekejian, pada masa dengan berkangkang kaki engkau membujuk segala orang yang lalu, dan engkau memperbanyakkan zinahmu. Pada masa itu engkaupun berbuat zinah dengan orang Mesir, yang duduk dekat dengan dikau, dan yang umbang tubuhnya, dan engkaupun memperbanyakkan zinahmu hendak membangkitkan murka-Ku. Maka sesungguhnya sebab itu Kukedangkan tangan-Ku kepadamu dan Kukurungkan musaramu, dan Kuserahkan dikau kepada kehendak segala orang yang benci akan dikau, yaitu kepada anak perempuan Filistin, yang sudah malu dari karena jalanmu yang keji itu. Tetapi lalu engkau berbuat zinah dengan bani Asyur, sebab tiada engkau terpuaskan; bahkan, setelah sudah engkau berbuat zinah dengan mereka itu, tiada juga engkau puas. Melainkan engkau sudah memperbanyakkan zinahmu dari pada negeri Kanaan sampai ke benua Kasdim, lalu engkau belum puas juga.

Bagaimana lemah hatimu, demikianlah firman Tuhan Hua, maka engkau membuat segala perkara itu, yaitu perbuatan perempuan sundal yang bukan kepalang. Bahwa engkau sudah membuat rumah panjang pada siku segala lorong dan panggungpun pada segala jalan dan bukannya engkau seperti seorang sundal yang minta hadiah, melainkan seperti orang bermukah, yang menerima orang lain pada masa ia lagi dengan lakinya. Bahwa kepada segala orang sundal diberi upah, tetapi engkau juga yang memberi hadiah kepada segala kendakmu dan engkau memberi upah kepadanya, apabila dari mana-mana mereka itu datang mendapatkan dikau akan berbuat zinah dengan dikau. Begitulah engkau menjadi sampah segala perempuan dengan zinahmu itu; karena tiada engkau diikut orang hendak berbuat zinah, tetapi tegal engkau sendiri memberi upah dan bukan diberi upah kepadamu, maka engkau juga sudah menjadi sampah!

Maka sebab itu, hai sundal, dengarlah olehmu firman Tuhan! Demikianlah firman Tuhan Hua: Tegal bisamu sudah tertumpah dan kemaluanmu sudah ditelanjangkan dalam berbuat zinah dengan segala kendakmu dan dengan segala berhala tahi kekejianmu, dan karena darah segala anakmu yang telah kaupersembahkan kepadanya, sebab sekalian itu sesungguhnya Aku menghimpunkan kelak segala kendakmu, kepadanya engkau sudah menyerahkan dirimu, baik yang tetap kaukasihi baik yang kaubenci itu, bahkan, Kuhimpunkan mereka itu sekalian lawan engkau berkeliling dan Aku akan menelanjangkan dikau sehingga dilihatnya ketelanjanganmu. Dan Aku akan menghukumkan dikau atas peri hukum segala perempuan yang bermukah dan yang menumpahkan darah, dan Aku menyerahkan dikau kepada darah kehangatan murka dan cemburuan.

Dan dibakarnya segala rumahmu habis dengan api dan dihukumkannya engkau di hadapan mata beberapa berapa orang perempuan! Demikianlah Aku akan menyudahkan segala zinahmu dan tiada lagi engkau akan memberikan upah sundal. Demikianlah Aku akan memuaskan kehangatan murka-Ku akan dikau, supaya cemburuan-Ku lalu dari padamu, dan Aku akan berdiam diri-Ku dan tiada menaruh murka lagi. Tegal tiada engkau ingat akan masa mudamu dan engkau sudah menyusahkan Daku selalu dengan segala perkara ini, sebab itu sesungguhnya Akupun akan membalas jalanmu kepada kepalamu, demikianlah firman Tuhan Hua, dan engkau tiada akan menambahi pula perbuatanmu yang keji itu dengan kejahatan lain lagi.

Di dalammu telah ada pengumpat dan pengasut akan menumpahkan darah, dan di dalammupun orang makan di atas gunung-gunung, dan dibuatnya beberapa berapa perkara yang keji di dalammu juga. Di dalammu sudah ditelanjangkannya kemaluan bapanya dan digagahinya perempuan yang cemar kainnya, dan dibuatnya perkara yang keji dengan bini kawannya dan orang lain sudah menajiskan menantunya perempuan dengan tiada malu; dan orang lain pula di antaramu sudah menggagahi saudaranya sendiri, yang sebapa dengan dia.

Dan lagi datanglah firman Tuhan kepadaku, bunyinya: Hai anak Adam! adalah dua orang perempuan, anak seibu juga; ia itu berbuat zinah di Mesir; pada masa mudanya ia berbuat zinah itu, di sanalah susunya dijamah, dan di sanapun mata susunya dipermainkan. Adapun nama perempuan itu Oholah yang tua, dan Oholibah nama adiknya; maka keduanyapun menjadi Aku punya dan diperanakkannya laki-laki dan perempuan; adapun arti namanya maka Samaria itulah Oholah dan Yeruzalem itu Oholibah. Maka Oholah itu berbuat zinah pada masa ia lagi serta-Ku, dan berahilah ia akan segala kekasihnya, akan orang Asyur yang dekat itu; yang berpakaikan warna biru laut, yaitu penghulu dan pemerintah, semuanya orang teruna yang amat elok, serta mengendarai kuda. Demikianlah ia berbuat zinah dengan mereka itu, semuanya bani Asyur yang pilihan, dan dengan segala orang-orang diberahikannya, dan dicemarkannya dirinya dengan segala berhala tahi mereka itu. Dan lagi tiada ditinggalkan zinahnya dengan Mesir, yang sudah berseketiduran dengan dia pada masa mudanya, dan yang sudah menjamah mata susunya pada masa ia lagi anak dara, dan yang sudah melimpahkan zinahnya dengan dia. Maka sebab itu Aku menyerahkan dia kepada tangan segala kendaknya, kepada tangan bani Asyur, yang diberahikannya. Maka mereka itu menelanjangkan dia dan dirampasnya anak-anaknya laki-laki dan perempuan, dibunuhnya dengan pedang; maka masyhurlah namanya di antara segala orang perempuan setelah sudah diputuskan hukum atasnya. Demi dilihat Oholibah, adiknya, akan hal itu, dibuangnya dirinya terlebih pula dari pada kakaknya, dan iapun berbuat zinah yang terlebih jahat dari pada segala zinah kakaknya. Maka berasyiklah ia akan bani Asyur, akan segala penghulu dan pemerintah yang dekat, yang berpakaikan perhiasan dengan sempurna, dan yang mengendarai kuda, semuanya orang teruna yang amat elok. Maka kulihat bagaimana dicemarkannya dirinya, bagaimana keduanya sejalan jua. Bahkan, dibuatnya zinah yang lagi lebih jahat, karena demi dilihatnya tulisan orang laki-laki pada dinding, yaitu peta orang Kasdim tertulis dengan sedelinggam, berpakaian pengikat pada pinggangnya dan destar panca warna pada kepalanya, semuanya serupa dengan panglima perang, seperti orang Babiloni yang di Kasdim, tempat jadinya; maka asyiklah ia akan mereka itu hanya oleh melihat petanya juga, lalu utusanlah ia kepadanya ke benua Kasdim itu. Maka datanglah bani Babil kepadanya hendak berbuat zinah, dicemarkannya dia dengan zinahnya, tetapi setelah sudah ia berbuat zinah dengan mereka itu, maka jemulah juga hatinya akan mereka itu. Demi dibuatnya zinahnya begitu dengan nyata-nyata dan dengan tiada malu, maka jemulah hatiku akan dia, seperti sudah jemu hatiku akan kakaknya. Tetapi diperbanyakkannya juga zinahnya dengan terkenangkan masa mudanya, tatkala ia berbuat zinah di Mesir. Maka asyiklah ia terlebih dari pada segala gundik mereka itu, yang dagingnya seperti daging keledai dan cemarnya seperti cemar kuda. Demikian dilakukannya semula segala perbuatan keji yang telah dibuatnya pada masa mudanya, tatkala orang Mesir itu menjamah mata susunya pada masa mudanya.

Demikianlah Aku mengadakan kesudahan segala perbuatanmu yang keji dan segala zinahmu, mulanya dari tanah Mesir, maka engkau tiada lagi akan menengadah kepadanya dan tiada lagi engkau terkenangkan Mesir itu. Karena demikianlah firman Tuhan Hua: Bahwasanya Aku menyerahkan dikau kelak kepada tangan orang yang kaubenci, dan kepada tangan orang yang hatimu jemu akan dia. Maka mereka itu akan berlaku kepadamu dengan benci dan merampas segala hasil pekerjaanmu, dan meninggalkan dikau dengan telanjang bugilmu, maka engkau akan dipermalukan termata-mata dengan segala perbuatanmu yang keji dan segala zinahmu itu. Maka segala perkara itu akan berlaku atasmu, sebab engkau sudah mengikut orang kafir dengan berbuat zinah, sehingga engkau mencemarkan dirimu dengan segala berhala tahinya.

Maka sebab itu, demikianlah firman Tuhan Hua: Tegal engkau sudah melupakan Daku dan sudah membuang Aku di belakangmu, baiklah sekarang engkaupun menanggung siksa segala perbuatanmu yang keji dan segala zinahmu itu. Dan lagi firman Tuhan kepadaku: Hai, anak Adam! engkau hendak membenarkankah hak Oholah dan Oholibah itu? Jangan; melainkan beritahulah kepadanya segala perbuatannya yang keji itu: Bahwa mereka itu sudah berbuat zinah dan adalah darah pada tangannya; bahkan, apabila dibuatnya zinah dengan berhala tahinya, dijalankannya juga anaknya, yang telah diperanakkannya bagi Aku, terus dari pada api akan dimakan, hendak memberi hormat kepada berhala itu. Dan lagi inipun dibuatnya kepada-Ku: Pada hari itu juga dinajiskannya tempat kesucian-Ku dan dihinakannya segala sabat-Ku. Karena setelah sudah dibantainya anak-anaknya akan memberi hormat kepada berhala tahinya, pada hari itu juga masuklah mereka itu ke dalam tempat kesucian-Ku hendak menajiskan dia! maka demikianlah perbuatannya di tengah-tengah rumah-Ku!

Tambahan pula, setelah sudah engkau utusan kepada orang yang akan datang dari jauh, kepadanya seorang utusan sudah disuruhkan, dan sesungguhnya mereka itu sudah datang, karenanya engkau sudah bersiram dirimu dan bercelak matamu dan menghiasi dirimu dengan benda yang indah-indah; pada masa itu adalah engkau duduk di atas gerai yang mulia dan suatu mejapun tersedia di hadapanmu, dan bau-bauan-Ku dan minyak-Ku yang harum itu sudah kauletak di atasnya. Tatkala gemuruh di sana kurang damai, diambilnya pula akan beberapa orang dari pada orang kebanyakan, yaitu peminum air anggur dari padang, yang membubuh gelang pada tangannya dan makota yang mulia pada kepalanya. Lalu kata-Ku akan hal sundal yang tua itu: Dengan diakah orang hendak lagi berbuat zinah? Dengan diakah? Tetapi masuklah juga orang kepadanya seperti orang masuk kepada perempuan yang sundal adanya, begitulah orang masuk kepada Oholah dan Oholibah, kedua perempuan yang hina itu. Maka sebab itu orang yang adil kelak akan memutuskan hukum atasnya, yaitu hukum atas segala perempuan yang berbuat zinah dan hukum atas segala orang yang menumpahkan darah, karena keduanya orang berzinah adanya dan darahpun adalah pada tangannya.

Demikianlah Aku akan memperhentikan segala perkara yang keji di dalam negeri itu, supaya segala orang perempuan belajar jangan menurut perbuatanmu yang keji itu. Demikianlah segala perbuatanmu yang keji itu dipulangkan kepadamu kelak, dan kamu akan menanggung segala dosa berhala tahimu, maka akan diketahui olehmu bahwa Aku ini Tuhan Hua!

Permulaan firman Tuhan yang disampaikannya oleh Hosea. Maka firman Tuhan kepada Hosea demikian: Pergilah engkau, ambillah akan dirimu seorang perempuan sundal dan anak-anak sundal, karena orang isi negeri itu sangat berbuat zinah dan undur dari pada Tuhan.

Asal jangan Aku mengupaskan pakaiannya sampai ia telanjang dan Kutaruh akan dia seperti pada hari jadinya; asal jangan Kujadikan dia akan tanah pasir dan Kutaruh ia akan tanah yang kering dan Kubiarkan ia mati oleh dahaga. Dan tiada Kusayangkan anak-anaknya sebab mereka itu anak sundal adanya. Sungguh ibu mereka itu orang sundal juga dan yang memperanakkan mereka itu amat jahatlah kelakuannya; karena katanya demikian: Aku hendak mengikut segala kendakku! mereka itu juga yang memberi akan daku roti dan air dan bulu kambing dan kain khasah dan minyak dan penawar. Maka sebab itu sesungguhnya Aku akan memagari jalanmu dengan duri dan menyekat dia dengan ranjau, sehingga tiada lagi ia boleh mendapat jalannya.

Sumpah dan dusta dan pembunuhan dan curi dan zinahpun meliputi, dan penumpahan darahpun menggantikan penumpahan darah.

Bahwa umat-Ku bertanyakan kayunya dan tongkatnya patutlah memberi tahu kepadanya, karena nafsu persundalan sudah membujuk mereka itu, sehingga dengan berzinah mereka itu sudah undur dari pada Allahnya. Di atas kemuncak segala gunung mereka itu mempersembahkan korban; di atas segala bukit mereka itu membakar dupa, di bawah pohon jati dan pohon hawar dan pohon balut, sebab baik naungnya; sebab itu berkendaklah segala anakmu perempuan dan segala menantumu perempuanpun berbuatlah zinah. Bahwa tiada boleh Aku membalas kepada anakmu perempuan sebab persundalannya, atau kepada menantumu perempuan sebab zinahnya, tegal kamu sendiri bercerai akan bercampur dengan orang sundal dan mempersembahkan korban bersama-sama dengan perempuan jalang yang terjahat. Bahwa suatu bangsa yang tiada berpengetahuan demikian itu menyengajakan kebinasaan dirinya.

Bahwa Aku mengenal Efrayim dan Israelpun tiada terlindung dari padaku; biarlah sekarang, hai Efrayim, engkau berkendak juga, hai Israel! engkau mencemarkan dirimu. Mereka itu tiada mematutkan perbuatannya akan bertobat kepada Allahnya; bukan, melainkan suatu nafsu persundalan adalah di antara mereka itu dan tiada diketahuinya akan Tuhan.

Jangan engkau bersukacita demikian, hai Israel, dengan berlompat-lompat seperti segala bangsa, karena engkau sudah undur dari pada Allahmu dengan berbuat zinah, engkau sudah menghendaki upah zinah di atas segala tempat pengirik gandum.

dan dibuangnya undi atas umat-Ku dan diberinya seorang budak laki-laki karena seorang sundal dan dijualnya seorang anak dara karena air anggur secawan!

Bahwa sudah penuhlah takaran zinah perempuan sundal yang amat elok parasnya, yang pandai bermain mata, yang sudah menjual beberapa bangsa dengan zinahnya dan beberapa kaum dengan main matanya.

Maka katamu lagi: Mengapa itu? Yaitu sebab Tuhan itulah saksi antara engkau dengan binimu pada masa mudamu, kepadanya engkau sudah khianat, yaitu kepada dia, yang sobatmu, dan isteri perjanjianmu. Maka bukankah yang satu itu sudah berbuat demikian, pada masa tubuhnya lagi kuat? Tetapi apakah dituntut oleh yang satu itu? Yaitu satu benih dari pada Allah! Sebab itu, ingatlah baik-baik, jangan kamu pakai kuatmu akan berbuat khianat kepada bini masa mudamu. Karena bencilah Aku akan talak, demikianlah firman Tuhan, Allah orang Israel, dan akan memberi malu kepada bini yang sopan, demikianlah firman Tuhan serwa sekalian alam! Sebab itu, ingatlah baik-baik, jangan kamu pakai kuatmu akan berbuat khianat!

Maka pada masa itu Aku akan menghampiri kamu hendak berhukum, dan dengan segera Aku akan memutuskan hukum atas segala tukang sulap dan atas orang yang berbuat zinah, dan atas orang yang bersumpah dusta dan atas orang yang dengan gagahnya menahani upah orang upahan, dan yang menganiayakan perempuan janda dan anak piatu dan orang dagang, dan yang tiada takut akan Daku, demikianlah firman Tuhan serwa sekalian alam.

Kamu sudah mendengar perkataan demikian: Janganlah engkau berzinah. Tetapi Aku ini berkata kepadamu, bahwa tiap-tiap orang yang memandang seorang perempuan serta bergerak syahwatnya, sudahlah ia berzinah dengan dia di dalam hatinya.

Tetapi Aku ini berkata kepadamu: Barangsiapa yang menceraikan bininya lain daripada sebab berzinah, ialah menjadi pohon yang sebab perempuan itu berzinah; dan barangsiapa yang berbinikan perempuan yang diceraikan demikian, ia pun berzinah juga.

Karena dari dalam hati itu pun keluar pikiran yang jahat, bunuhan, zinah, persundalan, pencurian, saksi dusta, hujat;

Aku berkata kepadamu: Barangsiapa yang menceraikan bininya, kecuali sebab hal zinah, lalu berbinikan orang lain, ialah berzinah. Dan barangsiapa yang berbinikan perempuan yang sudah diceraikan demikian, ia pun berzinah juga."

Berjagalah dan berdoalah, supaya jangan kamu kena pencobaan; sungguhpun hati berkehendak, tetapi tubuh lemah."

Karena dari dalam, yaitu dari dalam hati orang, keluar pikiran yang jahat, zinah, curi, bunuhan, permukahan, kekikiran, kejahatan, tipu, hawa nafsu jahat, mata jahat, hujat, congkak, kebodohan. Segala perkara yang jahat ini keluar dari dalam hati, dan menajiskan orang."

Maka kata Yesus kepada mereka itu, "Barangsiapa yang menceraikan bininya, lalu berbinikan orang lain, ialah berbuat zinah terhadap bininya yang dahulu itu. Dan jikalau seorang perempuan menceraikan lakinya, lalu berlakikan orang lain, ia pun berbuat zinah."

Memang engkau tahu akan hukum Allah, yaitu: Jangan engkau membunuh, jangan engkau berzinah, jangan engkau mencuri, jangan engkau menjadi saksi dusta, jangan engkau menipu orang, dan lagi, hormatkanlah ibu bapamu."

Maka barangsiapa yang menceraikan bininya, lalu berbinikan lain orang, ialah berzinah; dan siapa yang berbinikan perempuan yang diceraikan oleh lakinya, maka ia pun berzinah juga."

Memang engkau tahu akan hukum Allah: Jangan engkau berzinah, jangan engkau membunuh, jangan engkau mencuri, jangan engkau menjadi saksi dusta, hormatkanlah ibu bapamu."

Adalah ahli Taurat dan orang Parisi pun membawa seorang perempuan yang ditangkap tengah berbuat zinah, didirikannya di tengah-tengah, serta berkata kepada Yesus, "Ya Guru, perempuan ini didapati tengah berbuat zinah. Di dalam Taurat dipesan oleh Musa akan merajam perempuan yang demikian. Apakah kata Guru dari halnya?" Maka mereka itu mengatakan ini hendak mencobai Dia, supaya didapatinya jalan mengadukan Dia. Tetapi Yesus tunduk melukis tanah dengan jari-Nya. Maka sebab berulang-ulang mereka itu bertanya juga, tegaklah Ia serta berkata kepada mereka itu, "Siapa di antara kamu yang tiada berdosa, hendaklah ia dahulu melempar batu kepada perempuan ini." Lalu tunduk pula Ia lagi melukis tanah itu. Setelah mereka itu mendengar kata yang demikian, keluarlah mereka itu seorang lepas seorang, mulai daripada yang tua-tua sampai kepada yang akhir; maka tinggallah Yesus seorang diri-Nya dan perempuan itu berdiri di tengah-tengah. Apabila Yesus tegak, tiada dilihat-Nya seorang pun kecuali perempuan itu, lalu berkatalah Ia kepadanya, "Hai perempuan, di manakah mereka itu? Tiadakah seorang pun yang menyalahkan engkau?" Maka kata perempuan itu, "Seorang pun tiada, ya Rabbi." Lalu kata Yesus kepadanya, "Kalau demikian Aku ini pun tiada mau menghukumkan engkau; pergilah engkau, dan daripada sekarang ini jangan berbuat dosa lagi."

melainkan menyurat kepada mereka itu, supaya mereka itu menjauhkan dirinya daripada najis berhala, daripada zinah, daripada binatang yang mati darah tertahan, dan daripada darah.

yaitu menjauhkan dirimu daripada makanan yang dipersembahkan kepada berhala, dan daripada darah dan binatang yang mati darah tertahan, dan daripada zinah. Jikalau kamu menjaga dirimu sendiri daripada segala perkara ini, sabaslah kamu. Sejahteralah kamu."

Tetapi akan hal orang kafir yang percaya itu, kami sudah berkirim surat memberi keputusan, supaya mereka itu menjauhkan dirinya daripada makanan yang dipersembahkan kepada berhala, dan daripada darah, dan daripada binatang yang mati darah tertahan, dan daripada zinah."

Sebab itu Allah membiarkan mereka itu di dalam segala keinginan hatinya kepada kecemaran akan menajiskan tubuhnya di antara sama sendirinya; sebab mereka itu menukarkan kebenaran Allah dengan dusta, dan menyembah sambil beribadat kepada makhluk ganti kepada Khalik yang dipuji selama-lamanya. Amin. Itulah sebabnya Allah menyerahkan mereka itu kepada segala hawa nafsu yang keji, karena perempuannya mengubahkan adat yang lazim kepada adat yang bersalahan; demikian juga laki-laki meninggalkan adat yang lazim dengan perempuan serta menyala-nyala di dalam syahwatnya seorang kepada seorang, yaitu laki-laki dengan laki-laki melakukan perbuatan yang keji, serta memperoleh di dalam dirinya pembalasan yang berpadan dengan dosa yang sesat itu.

Maka sebab mereka itu enggan berpegangkan Allah di dalam marifatnya, maka mereka itu diserahkan Allah kepada angan-angan yang keji, sehingga melakukan barang yang tiada senonoh, penuh dengan segala kelaliman, kejahatan, loba, dendam, sarat dengan kedengkian, perbunuhan, perkelahian, tipu daya, khianat, penghasut,

meskipun mereka itu mengetahui hukum Allah, bahwa orang yang melakukan demikian itu padan dengan mati, tetapi bukannya mereka itu melakukan demikian sahaja, melainkan memperkenankan pula orang-orang yang memperbuat sedemikian itu.

Sebab itu janganlah dosa itu memerintah di dalam dirimu yang fana, sehingga kamu menurut hawa nafsunya, dan janganlah kamu serahkan anggotamu kepada dosa menjadi alat kejahatan, melainkan serahkanlah dirimu kepada Allah, seperti orang mati balik hidup, dan anggotamu itu kepada Allah menjadi alat kebenaran.

(Aku berkata cara manusia oleh sebab kelemahan tabiat diri kamu), karena sama seperti dahulu kamu menyerahkan anggotamu menjadi hamba kepada kecemaran dan fasik yang mengerjakan fasik, demikian juga sekarang kamu menyerahkan anggotamu menjadi hamba kepada kebenaran yang mengerjakan kesucian.

Sebab itu, jikalau perempuan itu berlakikan orang lain tatkala suaminya lagi hidup, maka ia dikata orang perempuan berzinah; tetapi jikalau suaminya itu mati, terlepaslah perempuan itu daripada hukum itu, sehingga bukanlah ia perempuan berzinah, walaupun berlakikan orang lain. Demikian juga, hai saudara-saudaraku, kamu ini pun dimatikan lepas daripada hukum Taurat itu oleh tubuh Kristus, supaya menjadi satu dengan yang lain, yaitu dengan Dia, yang sudah dibangkitkan dari antara orang mati, supaya kita mengeluarkan buah-buahan bagi Allah. Tatkala kita lagi hidup di dalam tabiat duniawi, maka segala hawa nafsu yang penuh dengan dosa, yang dibangkitkan oleh hukum Taurat itu, bekerjalah di dalam anggota kita akan mengeluarkan buah-buahan bagi maut,

akan tetapi aku tampak ada lain hukum di dalam anggotaku, yang berperang dengan hukum akalku, serta membawa aku ke dalam tawanan di bawah hukum dosa di dalam anggotaku.

Maka oleh sebab itu sekarang tiadalah lagi hukuman ke atas orang yang di dalam Kristus Yesus. Karena hukum Roh yang mengaruniakan hidup di dalam Kristus Yesus sudah memerdekakan aku daripada hukum dosa dan maut itu. Karena barang yang tiada boleh diperbuat oleh hukum Taurat, sebab lemah oleh karena tabiat manusia itu, diperbuat oleh Allah yang menyuruhkan Anak-Nya sendiri di dalam rupa manusia yang berdosa, yaitu sebab karena dosa itu, dengan menjatuhkan hukum ke atas dosa di dalam tabiat manusia, supaya syarat hukum Taurat itu dapat disempurnakan di dalam diri kita, yang tiada menurut kehendak tabiat duniawi, melainkan menurut kehendak Roh. Karena orang yang menurut tabiat duniawi, memikirkan hal dunia itu, tetapi orang yang menurut Roh itu, memikirkan hal rohani itu. Karena pikiran tabiat duniawi itulah maut; tetapi pikiran rohani itulah hidup lagi sentosa. Karena pikiran tabiat duniawi itulah perseteruan dengan Allah, sebab tiada takluk ke bawah hukum Allah, bahkan, tiada dapat juga. Maka orang yang di dalam tabiat duniawi itu, tiada dapat memperkenankan Allah.

Oleh yang demikian, hai saudara-saudaraku, kita ini terutang bukannya kepada tabiat duniawi akan hidup menurut tabiat duniawi itu, karena jikalau kamu hidup menurut tabiat duniawi, maka kamu akan mati kelak; tetapi jikalau dengan Roh itu kamu mematikan perbuatan tubuh itu, maka kamu akan hidup kelak.

Sebab itu, hai saudara-saudaraku, aku mintalah kamu, oleh sebab segala rahmat Allah, mempersembahkan tubuhmu menjadi korban yang hidup lagi kudus dan yang berkenan kepada Allah, maka itulah ibadatmu yang patut.

Karena firman ini: Janganlah engkau berzinah, janganlah engkau membunuh, janganlah engkau mencuri, janganlah engkau tamak, dan barang sesuatu penyuruhan yang lain itu pun sudah terkumpul di dalam perkataan ini, yaitu: Hendaklah engkau mengasihi sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.

Hendaklah kita berjalan dengan kelakuan yang senonoh, seperti yang patut pada siang hari; jangan dengan lazat dan mabuk, dan jangan dengan persundalan dan percabulan, dan jangan dengan perkelahian dan cemburuan. Melainkan hendaklah kamu bersalut dengan Yesus Kristus Tuhan itu, dan jangan melazatkan tabiat tubuhmu sehingga menguatkan hawa nafsu.

Dengan sesungguhnya kedengaranlah kabar bahwa ada zinah di antara kamu, bahkan, semacam zinah yang sedemikian itu tiadalah kedapatan, walaupun di antara orang kafir, sehingga seorang memperbinikan isteri bapanya.

Aku sudah menyuratkan kepadamu di dalam suratku minta jangan bercampur dengan orang yang berzinah; artinya: Jangan semata-mata bercampur dengan orang yang berzinah di dalam dunia ini atau orang tamak, atau pendaya, atau penyembah berhala. Jikalau demikian, tak dapat tiada kamu keluar dari dalam dunia. Tetapi sekarang aku menyuratkan kepadamu, jangan bercampur dengan orang yang dikatakan saudara, jikalau ia orang yang berzinah atau tamak, atau penyembah berhala, atau penghamun, atau pemabuk, atau pendaya; maka jangan kamu makan sehidang dengan orang sedemikian itu. Karena apakah wajibnya aku menghakimkan orang luar? Bukankah wajib kamu menghakimkan orang dalam? Tetapi orang luar itu, Allah yang menghakimkan. Maka jauhkanlah orang yang jahat itu dari antara kamu.

Tiadakah kamu mengetahui bahwa orang lalim tiada akan menjadi waris kerajaan Allah? Janganlah kamu tersesat. Orang berzinah, dan penyembah berhala, dan orang bermukah, dan orang semburit, dan orang yang berburit, dan pencuri, dan orang tamak, dan pemabuk, dan pencerca, dan pendaya, semuanya itu tiada akan menjadi waris kerajaan Allah. Dan semacam itulah ada setengah dari antara kamu dahulu, tetapi kamu sudah dibasuh, dan kamu telah dikuduskan, dan kamu telah dibenarkan dengan nama Tuhan Yesus Kristus dan dengan Roh Allah Tuhan kita.

"Adapun makanan itu bagi perut, dan perut itu bagi makanan," tetapi kedua-duanya itu akan dilenyapkan Allah. Tetapi tubuh itu bukannya untuk persundalan, melainkan bagi Tuhan, dan Tuhan itu bagi tubuh.

Tiadakah kamu mengetahui bahwa tubuhmu itu anggota Kristus? Patutkah sekarang aku membawa segala anggota Kristus itu menjadikan dia anggota perempuan sundal? Jangan sekali-kali. Atau tiadakah kamu mengetahui bahwa yang melekat kepada sundal menjadi setubuh? Karena firman Tuhan: Bahwa keduanya itu akan menjadi sedaging. Tetapi orang yang melekat kepada Tuhan menjadi satu roh. Larilah daripada zinah! Maka tiap-tiap dosa lain yang dilakukan orang, ia itu dari luar tubuh itu; tetapi orang yang bersundal itu, ialah berdosa kepada tubuhnya sendiri.

Menjawab segala pertanyaan di dalam suratmu itu, maka baiklah laki-laki jangan menyentuh perempuan, akan tetapi dari sebab zinah, maka hendaklah tiap-tiap laki-laki beristerikan isterinya sendiri, dan tiap-tiap perempuan bersuamikan suaminya sendiri. Hendaklah suami itu menggenapkan kewajibannya kepada isterinya, demikianlah juga isteri itu kepada suaminya. Maka isteri itu tiada berkuasa atas tubuhnya sendiri, melainkan suami itu. Demikian juga suami itu tiada berkuasa atas tubuhnya sendiri, melainkan isteri itu. Janganlah bertahar-tahar sama sendirimu, kecuali dengan izin masing-masing untuk seketika lamanya, supaya kamu sempat berdoa dan kemudian bersama-sama pula, supaya jangan kamu dicobai oleh Iblis, oleh sebab kamu tiada dapat menahan dirimu.

Tetapi jikalau mereka itu tiada dapat menahan dirinya, biarlah mereka itu kawin, karena lebih baik kawin daripada menyala berahinya.

Tetapi jikalau seorang menyangkakan tiada menjalankan dengan sepatutnya kepada anak perawannya di dalam hal ia sudah lepas daripada akil balig, maka jikalau disangkanya perlu mengawinkan dia, biarlah ia berbuat sekehendak hatinya. Tiadalah ia berbuat dosa, maka bolehlah mereka itu kawin.

Janganlah kita juga mengerjakan zinah, seperti yang dikerjakan oleh beberapa mereka itu, dan di dalam satu hari sudah rebah mati dua puluh tiga ribu orang.

Sebab itu siapa yang menyangkakan dirinya itu tegak, hendaklah ia beringat jangan ia jatuh. Karena hanya pencobaan yang lazim kepada manusia sudah berlaku atas kamu. Tetapi Allah itu setiawan, yang tiada membiarkan kamu dicobai lebih daripada kekuatanmu, melainkan dengan pencobaan itu Ia akan mengadakan suatu jalan kelepasan, supaya cakap kamu menahannya.

Karena tak dapat tiada kita sekalian akan jadi nyata di hadapan kursi pengadilan Kristus, supaya tiap-tiap orang menerima balasan, sebagaimana yang telah dilakukan oleh tubuh itu, baik atau jahat.

Sedang ada bagi kita perjanjian yang demikian, hai kekasihku, hendaklah kita bersuci daripada segala najis tubuh dan roh, serta menyempurnakan kesucian dengan takut akan Allah.

aku kuatir, apabila aku datang lagi, Tuhanku merendahkan aku di hadapan kamu, sehingga aku berdukacita akan banyak orang yang masa dahulu sudah berbuat dosa, dan belum lagi bertobat daripada kecemaran dan zinah dan percabulan yang dilakukan oleh mereka itu.

Tetapi demikian inilah kataku: Berjalanlah kamu dengan Roh, niscaya kehendak tabiat duniawi tiada akan kamu genapkan. Karena kehendak tabiat duniawi berlawan dengan Roh, dan kehendak Roh itu berlawan dengan tabiat duniawi, karena keduanya itu berlawanan, supaya jangan kamu lakukan barang yang kamu kehendaki. Tetapi jikalau kamu dipimpin oleh Roh, maka tiadalah kamu di bawah syariat Taurat. Maka perbuatan menurut hawa nafsu itu telah nyata, yaitu zinah, kecemaran, percabulan, menyembah berhala, hobatan, perseteruan, perkelahian, cemburuan, kemarahan, perlawanan, perceraian, bidat, dengki, mabuk, berlazat-lazat dan sebagainya. Maka akan hal segala perkara itu lagi aku berkata kepadamu, seperti yang dahulu sudah kukatakan kepadamu, bahwa orang yang mengamalkan segala perkara yang demikian itu tiada akan mewarisi kerajaan Allah.

Tetapi segala orang yang milik Kristus Yesus itu sudah menyalibkan hawa nafsunya dengan segala cita-cita dan keinginannya.

Janganlah kamu tersesat: Allah tiada boleh diolok-olokkan; karena barang yang ditabur orang, itu juga akan dituainya. Karena barangsiapa yang menabur di dalam hawa nafsunya itu akan menuai kebinasaan daripada hawa nafsunya; tetapi barangsiapa yang menabur di dalam Roh itu, akan menuai hidup yang kekal daripada Roh itu.

Maka di antara mereka itu kita sekalian ini pun dahulu menurut hawa nafsu tubuh kita, sambil melakukan kehendak tubuh dan ingatan itu, dan kita sudah berkeadaan anak-anak yang dimurkai sama seperti orang lain itu juga.

Maka sebab sudah hilang perasaan, mereka itu menyerahkan dirinya kepada percabulan, melakukan segala perbuatan yang cemar dengan lobanya.

Tetapi zinah dan segala perbuatan yang cemar atau tamak, jangan sampai disebut namanya pun di antara kamu, sebagaimana yang patut bagi orang suci. Demikian juga barang yang keji dan percakapan yang sia-sia dan jenaka, yaitu perkara yang tiada berlayak; melainkan lebih baik mengucap syukur. Karena ini kamu ketahui dengan sesungguhnya, bahwa tiada orang yang berzinah, atau orang yang cemar, atau orang yang tamak, yang menyembah berhala, beroleh warisan di dalam kerajaan Kristus dan Allah itu.

Padamkanlah segala nafsu duniawi, yaitu zinah, najis, hawa nafsu, keinginan yang jahat, dan lagi tamak yang serupa dengan penyembah berhala;

Karena demikian inilah kehendak Allah, yaitu hendaklah kamu menjadi suci; sebab itu wajiblah kamu menjauhkan dirimu daripada zinah; sehingga masing-masing kamu tahu memilih isteri sendiri di dalam hal yang kudus dan hormat, bukannya di dalam keinginan hawa nafsu, seperti orang kafir yang tiada mengenal Allah;

Karena Allah sudah memanggil kita bukannya karena melakukan yang najis, melainkan yang kudus. Oleh sebab itu orang yang menolak, bukannya menolakkan manusia, melainkan Allah, yang mengaruniakan Roh-Nya yang kudus kepada kamu.

serta menaruh insaf bahwa hukum itu diadakan bukannya bagi orang yang benar, melainkan bagi orang fasik dan yang tiada mau diperintahkan, bagi orang yang tiada beragama dan orang yang penuh dengan dosa, bagi orang yang najis dan yang mencela, bagi orang yang membunuh bapanya dan yang membunuh ibunya, dan bagi segala pembunuh, bagi orang yang berzinah dan orang semburit, dan yang mencuri orang, dan yang membuat dusta dan yang bersumpah dusta, dan barang apa pun yang bersalahan dengan pengajaran yang benar itu,

Tetapi larikanlah dirimu daripada segala keinginan orang muda-muda, dan tuntutlah olehmu kebenaran, iman, kasih, dan perdamaian, beserta dengan segala orang yang menyeru nama Tuhan dengan hati yang jernih.

Karena segala orang akan mengasihi dirinya sendiri, dan tamak akan uang, membesarkan dirinya, congkak, mengumat orang, durhaka kepada ibu bapanya, tiada syukur, fasik, tiada berpengasihan, tiada mau berdamai, menfitnahkan orang, tiada memerintahkan dirinya, garang, tiada gemar akan baik, pembelot, angkara, sombong, melebihkan kesukaan daripada mengasihi Allah, yang merupakan dirinya seperti orang beribadat, tetapi kuasa ibadat itu telah ditolakkannya, maka daripada orang itu palingkanlah dirimu. Karena di antara orang semacam itulah yang mencuri masuk ke dalam rumah, lalu melarikan perempuan yang bodoh-bodoh, yang sarat dengan dosanya, dipimpin oleh berbagai-bagai keinginannya,

dan yang mengajar kita supaya kita menolakkan keadaan yang fasik dan segala hawa nafsu dunia ini, lalu melakukan diri kita di dalam dunia ini dengan sopan, dan dengan adil, dan dengan ibadat,

dan jangan barang seorang berkendak, atau menjadi orang fasik, seperti Esaf, yang menukarkan hak menjadi anak sulung itu sebab sedikit makanan.

Hendaklah hal nikah itu diindahkan di antara orang sekalian, dan tempat tidur jangan jadi najis; karena orang berkendak dan orang berzinah akan disiksakan Allah kelak.

Berbahagialah orang yang sabar menanggung pencobaan, karena sesudah ia tahan uji, ia akan menerima kelak makota hidup, yang dijanjikan Allah kepada segala orang yang mengasihi Dia. Seorang pun jangan, apabila ia terkena pencobaan, berkata, "Bahwa aku terkena pencobaan Allah," karena Allah tiada tercoba dengan kejahatan, dan Ia sendiri tiada mencoba seorang jua pun; tetapi tiap-tiap orang terkena pencobaan apabila ia ditarik dan diperdayakan oleh hawa nafsunya sendiri. Kemudian hawa nafsu itu setelah sudah mengandung, lalu memperanakkan dosa, dan dosa itu setelah sudah cukup besarnya akan memperanakkan maut.

maka kamu minta, tetapi tiada beroleh, sebab salah permintaanmu, yaitu sebab kamu hendak menghabiskan menurut hawa nafsumu. Hai kamu yang disifatkan seperti orang berzinah, tiadakah kamu ketahui bahwa persahabatan dengan dunia ini, ialah perseteruan dengan Allah? Sebab itu barangsiapa yang mau bersahabat dengan dunia ini, ia itulah menjadi seteru Allah.

Sebagaimana anak-anak yang taat, janganlah kamu merupakan kehidupanmu menurut hawa nafsumu yang dahulu itu, tatkala kamu di dalam masa jahiliat,

Hai kekasihku, aku minta kepadamu seperti kepada orang musafir dan orang yang menumpang di dunia ini, hendaklah kamu menjauhkan dirimu daripada segala keinginan tabiat duniawi yang berperang dengan jiwa;

Sedangkan Kristus sudah merasai sengsara di dalam keadaan tubuh manusia, hendaklah kamu pun berperisaikan dengan niat yang serupa itu juga; karena orang yang merasai sengsara di dalam keadaan tubuh itu, berhenti daripada berbuat dosa, supaya sepanjang umurmu yang tinggal lagi, jangan kamu menurut segala keinginan manusia, melainkan kehendak Allah. Karena cukuplah sudah kamu berbuat seperti kehendak orang kafir pada masa yang telah lalu itu dengan melakukan dirimu di dalam percabulan, hawa nafsu, mabuk, lazat, minum tiada berhingga, menjadi penyembah berhala yang diharamkan itu.

Karena jikalau malaekat tatkala berbuat dosa tiada disayangkan Allah, melainkan dibuangkannya ke dalam neraka dan ditahankannya di dalam gua gelap sehingga dijatuhkannya hukum, dan jikalau tiada Ia menyayangkan orang dahulu kala itu, hanya memeliharakan Nuh, penganjur jalan yang benar, bersama-sama dengan tujuh orang lain, tatkala didatangkannya air bah ke atas dunia orang fasik itu; dan jikalau Ia telah menjadikan negeri Sodom dan Gomorah itu abu dan menghukumkan dia sehingga binasa, sambil menjadikan sekaliannya itu teladan bagi segala orang yang melakukan dirinya fasik, serta melepaskan Lut, orang benar itu, yang merasa susah oleh sebab kelakuan cabul orang-orang jahat itu, (karena tatkala orang benar itu duduk di antara mereka itu, oleh sebab memandang dan mendengar, maka susahlah jiwanya sehari-hari dengan perbuatan haram), jikalau begitu, sudah nyata bahwa Tuhan tahu melepaskan segala orang yang beribadat dari dalam pencobaan, dan tahu mengawali orang-orang yang tiada benar sehingga sampai kepada hari hukuman, supaya disiksakannya mereka itu, istimewa pula orang-orang yang melakukan dirinya menurut tabiat duniawi, di dalam hawa nafsu yang najis, dan menghinakan segala kuasa. Mereka itu berani dan beraja di hati, dan tiada gentar mengumpat segala yang mulia-mulia,

Maka mata mereka itu penuh dengan zinah; dan tiada mau berhenti daripada dosa, sambil mengumpan orang yang tiada tetap, dengan hati yang biasa tamak, anak-anak laknat;

Karena membesarkan diri dengan perkataan yang sia-sia, mereka itu mengumpan orang, yang baharu lepas daripada orang yang melakukan perbuatan yang sesat itu, dengan jalan menurut hawa nafsu dengan percabulannya.

Pertama sekali ingatlah bahwa pada akhir zaman akan datang kelak beberapa pengolok dengan olok-oloknya, yang melakukan dirinya menurut hawa nafsu sendiri,

Karena segala yang ada di dalam dunia, yang keinginan tubuh dan keinginan mata, dan hidup dengan jemawa itu bukannya daripada Bapa, melainkan daripada dunia. Maka dunia ini lenyap, demikian juga keinginan duniawi; tetapi orang yang melakukan kehendak Allah kekal selama-lamanya.

Karena ada beberapa orang merangkak masuk dengan sembunyi, yaitu orang yang dahulunya sudah tersedia hukumannya; orang fasik, yang mengubahkan anugerah Allah, Tuhan kita, kepada perkara melakukan percabulan, sambil menyangkal Penghulu dan Tuhan kita yang Esa, yaitu Yesus Kristus.

Dan segala malaekat yang tiada mengindahkan derajatnya, melainkan meninggalkan tempat kediamannya sendiri, ditahan-Nya di dalam belenggu yang kekal di dalam gelap hingga kepada Hari hukuman yang besar itu. Sebagaimana Sodom dan Gomorah dan segala negeri yang berdekatan dengan negeri itu, samalah juga seperti mereka itu telah menyerahkan diri kepada perbuatan zinah serta mengikut makhluk lain, menjadi suatu teladan dengan menanggung siksa api yang kekal. Meskipun demikian hukumannya, tetapi orang-orang yang termimpi-mimpi itu juga mencemarkan tubuhnya, dan mensifatkan segala kuasa itu kosong, serta mengeji segala yang mulia-mulia.

Tetapi Aku ada sedikit perkara ke atasmu, yaitu ada padamu orang-orang yang berpegang kepada pengajaran Bileam, yang sudah mengajar Balak menjerat bani Israel, sehingga mereka itu makan barang yang dipersembahkan kepada berhala, dan lagi berzinah.

Tetapi Aku ada suatu hal ke atasmu, yaitu engkau membiarkan perempuan bernama Izebel yang mengatakan dirinya nabiah, dan yang mengajar serta menyesatkan hamba-hamba-Ku berzinah dan makan barang yang dipersembahkan kepada berhala. Aku sudah memberi dia tempoh supaya ia sempat bertobat, tetapi ia tiada mau bertobat daripada zinahnya itu. Tengoklah, Aku akan menjatuhkan dia sakit ke atas tempat tidurnya, dan mereka itu yang berzinah dengan dia masuk ke dalam kesusahan yang besar, kecuali mereka itu bertobat daripada mengikut segala perbuatan perempuan itu.

Maka belum juga mereka itu mau bertobat daripada membunuh orang, atau daripada hobatannya, atau zinahnya, atau curinya.

Maka ada yang lain lagi, yaitu malaekat yang kedua mengikut dia, serta berkata, "Sudahlah roboh, sudahlah roboh negeri Babil yang besar, yang memberi segala bangsa minum air anggur yang menaikkan hawa nafsu zinahnya."

Maka datanglah seorang daripada ketujuh malaekat, yang membawa ketujuh bokor itu, bertutur dengan aku, katanya, "Marilah ke mari, aku hendak menunjukkan kepadamu hukuman atas sundal besar yang duduk pada air yang banyak; dengan dialah segala raja di bumi telah bersundal, dan segala isi dunia pun mabuk dengan air anggur persundalannya itu."

Karena segala bangsa sudah mabuk dengan air anggur sundal itu yang menaikkan nafsu zinahnya, dan segala raja di bumi pun berzinahlah dengan dia, dan segala saudagar di bumi ini pun makin kaya dari sebab tersangat limpah kemewahannya."

Segala raja di dunia, yang sudah berzinah dan duduk dengan lazatnya bersama dengan dia, akan menangis dan meratapkan dia apabila mereka itu memandang asap api yang membakar dia,

sebab segala hukumannya benar lagi adil; karena Ia telah menghukumkan sundal besar itu, yang merusakkan dunia dengan persundalannya itu, dan Ia telah membelakan darah segala hambanya atas sundal itu."

Tetapi bagi orang yang penakut dan yang tiada beriman dan yang keji, dan segala pembunuh, dan orang yang berzinah, dan orang hobatan, dan yang menyembah berhala, dan segala pendusta, maka bahagiannya itu ada di dalam laut yang bernyala dengan api dan belerang, yaitu mati yang kedua."

Indonesian - Indonesian - ID

ID'BSS - Bahasa Terjemahan Lama - 1958

This Bible is in the Public Domain.
https://www.biblesupersearch.com/bible-downloads/
Languages are made available to you by www.ipedge.net