24 – Keluarga

Ini adalah firman suci Tuhan Yang Maha Esa.
Kita tidak tertarik dengan kata-kata manusia.
Bagi siapa pun yang mengasihi Tuhan... inilah yang Tuhan katakan tentang: Keluarga.

3 Ayat Paling Signifikan

Maka hendaklah dalam hatimu segala firman, yang kusuruh kepadamu pada hari ini. Dan hendaklah kamu mengajarkan dia akan anak-anakmu, dan berkata-katalah kamu akan halnya apabila kamu duduk dalam rumahmu atau apabila kamu berjalan di luar atau apabila kamu membaringkan dirimu hendak tidur atau apabila kamu bangun dari pada tidurmu.

Itulah sebabnya seorang meninggalkan ibu bapanya serta berdamping dengan isterinya, dan keduanya itu akan menjadi sedaging adanya. Rahasia ini besar, tetapi aku kiaskan di sini kepada Kristus dan sidang jemaat itu. Tetapi hendaklah kamu masing-masing pun mengasihi isteri sendiri, seperti diri sendiri; biarlah isteri itu ingat, supaya ia menghormatkan suaminya.

Hai anak-anak, turutlah perintah ibu bapamu di dalam Tuhan, karena itulah yang sebenarnya. Hormatkanlah ibu bapamu (maka itulah hukum yang pertama dengan suatu perjanjian), supaya jadi baik padamu, dan engkau hidup lama di dalam dunia ini. Hai segala bapa, jangan kamu menggusari anak-anakmu, melainkan peliharalah mereka itu dengan pengajaran yang sopan dan nasehat Tuhan.

Setiap Ayat Dalam Urutan Kanonik – 302 bagian

Maka dijadikan Allah akan manusia itu atas petanya, yaitu atas peta Allah dijadikannya ia, maka dijadikannya mereka itu laki-laki dan perempuan. Maka diberkati Allah akan keduanya serta firman-Nya kepadanya: Berbiaklah, dan bertambah-tambahlah kamu, dan penuhilah olehmu akan bumi itu dan taklukkanlah dia, dan perintahkanlah segala ikan yang di dalam laut dan segala unggas yang di udara dan segala binatang yang menjalar di atas bumi.

Dan lagi berfirmanlah Tuhan Allah demikian: Tiada baik manusia itu seorang orangnya, bahwa Aku hendak memperbuat akan dia seorang penolong yang sejodoh dengan dia. Karena setelah dijadikan Tuhan Allah akan segala binatang yang di atas bumi dan segala unggas yang di udara dari pada tanah, maka didatangkannya sekaliannya itu kepada Adam, hendak melihat bagaimana dinamai Adam akan dia, maka sebagaimana dinamai Adam akan segala nyawa yang hidup itu, begitu juga akan jadi namanya. Lalu dinamai oleh Adam akan segala binatang yang jinak dan akan segala unggas yang di udara dan akan segala margasatwa, akan tetapi bagi manusia tiada didapatinya akan seorang penolong yang sejodoh dengan dia.

Maka didatangkan Tuhan Allah atas Adam itu tidur yang lelap, lalu tertidurlah ia. Maka diambil Allah sebilah tulang rusuknya, lalu ditutupkan-Nya pula tempat itu dengan daging. Maka dari pada tulang yang telah dikeluarkan-Nya dari dalam Adam itu diperbuat Tuhan seorang perempuan, lalu dibawa-Nya akan dia kepada Adam. Maka kata Adam: Bahwa sekarang tulang ini dari pada tulangku dan daging ini dari pada dagingku; maka ia akan dinamai perempuan, sebab ia telah dikeluarkan dari dalam orang laki-laki adanya.

Maka sebab itulah tak dapat tiada orang akan meninggalkan ibu bapanya dan berdamping pada isterinya, maka keduanya itu menjadi sedaging jua adanya. Hata, maka keduanyapun bertelanjang tubuhnya, baik Adam baik Hawa, maka tiada malu ia.

Maka sahut Adam: Adapun perempuan yang telah Tuhan karuniakan kepadaku itu, ia itu memberikan daku buah pohon itu, lalu kumakan. Maka firman Tuhan Allah kepada perempuan itu: Apakah ini yang telah kauperbuat? Maka sahut perempuan itu: Si ular itu menipukan daku, lalu aku makan.

Maka Aku akan mengadakan perseteruan antaramu dengan perempuan ini, dan antara benihmu dengan benihnya; maka ia akan meremukkan kepalamu dan engkaupun akan mematukkan tumitnya. Maka firman Tuhan kepada perempuan itu: Bahwa Aku akan menambahi sangat kesusahanmu pada masa engkau mengandung, maka dengan kesusahanpun engkau akan beranak, dan engkau akan takluk kepada lakimu dan iapun akan memerintahkan dikau. Lalu firman Allah kepada Adam: Bahwa sebab telah engkau mendengar akan kata binimu serta sudah makan buah pohon, yang telah Kupesan kepadamu jangan engkau makan dia, maka terkutuklah bumi itu karena sebab engkau, maka dengan kesusahan engkau akan makan hasilnya seumur hidupmu.

Hata, maka dipanggil Adam akan bininya itu Hawa, sebab ialah ibu segala orang yang hidup.

Sebermula, maka bersetubuhlah Adam dengan bininya, yaitu Hawa, maka hamillah ia, lalu beranaklah ia akan Kain, maka katanya: Aku telah beroleh seorang laki-laki dari pada Tuhan. Kemudian dari pada itu diperanakkannya Habel, adik Kain. Maka Habel itu menjadi seorang gembala kambing dan Kain itu menjadi peladang. Maka sekali peristiwa, pada kesudahan tahun, dibawa oleh Kain akan hasil tanah akan persembahan kepada Tuhan. Maka oleh Habelpun dibawa akan kambing-kambingnya yang sulung serta dengan tambunnya. Maka berkenanlah Tuhan akan Habel dengan persembahannya, tetapi akan Kain dengan persembahannya tiada Allah berkenan. Lalu marahlah sangat Kain itu serta mukanyapun tunduklah. Maka firman Tuhan kepada Kain: Mengapa engkau marah dan mukamu tunduk? Jikalau engkau berbuat baik, bukankah akan ada tengadah? Dan jikalau engkau tiada berbuat baik, maka dosa itu ada sedia di muka pintu. Bukankah kehendaknya akan dikau, dan engkaupun memerintahkan dia? Lalu Kainpun berkata-kata dengan Habel, adiknya; maka pada sekali peristiwa, tatkala mereka itu di padang, berbangkitlah Kain lawan Habel, adiknya lalu dibunuhnya. Maka firman Tuhan kepada Kain: Di mana Habel, adikmu itu? Maka sahutnya: Tiada aku tahu. Akukah penunggu adikku? Maka firman Tuhan: Apa yang telah kaubuat? Bahwa suara darah adikmu itu berseru kepada-Ku dari bumi. Maka sekarang terkutuklah engkau di atas bumi, yang telah mengangakan mulutnya akan menerima darah adikmu itu dari pada tanganmu.

Bahwa inilah surat anak cucu Adam. Maka pada hari dijadikan Allah akan manusia, dijadikannya atas teladan Allah. Dan dijadikannya dia laki-laki dan perempuan, lalu diberkatinya dan dinamainya manusia pada hari yang dijadikannya itu.

Maka Adam telah hidup seratus tiga puluh tahun lamanya, lalu beranaklah ia laki-laki seorang yang serupa dan seteladan dengan dia, maka dinamainya akan dia Set. Kemudian dari pada Adam beranak Set itu adalah umurnya delapan ratus tahun, maka beranaklah ia beberapa laki-laki dan perempuan. Maka panjang umur Adam itu sekalian sembilan ratus tiga puluh tahun, lalu matilah ia.

Maka tatkala banyak manusia itu makin bertambah-tambah di atas bumi dan telah diperanakkannya beberapa anak perempuan,

Hata, maka kemudian dari pada itu berfirmanlah Tuhan kepada Nuh: Masuklah engkau serta segala isi rumahmupun ke dalam bahtera, karena engkaulah yang Kulihat benar di hadapan hadirat-Ku di antara segala orang zaman ini.

Maka diberkati Allah akan Nuh serta anak-anaknya; maka firman Tuhan kepadanya: Berbiaklah kamu dan bertambah-tambahlah dan ramaikanlah bumi itu.

Sebermula, maka Tuhan telah berfirman kepada Abram demikian: Keluarlah engkau dari negerimu dan dari pada kaum keluargamu dan dari dalam rumah bapamu, pergilah ke negeri yang akan Kutunjuk kepadamu kelak. Maka Aku akan menjadikan dikau satu bangsa yang besar dan Aku akan memberkati engkau dan membesarkan namamu; maka hendaklah engkau menjadi suatu berkat. Maka Aku akan memberi berkat kepada barangsiapa yang memberkati akan dikau, dan Aku akan memberi laknat kepada barangsiapa yang melaknatkan dikau; maka dari dalammu juga segala bangsa yang di atas bumi akan beroleh berkat.

Akan Daku, bahwa sesungguhnya perjanjian-Ku adalah dengan dikau, maka engkau akan menjadi bapanya beberapa banyak bangsa. Maka namamupun tiada disebut orang lagi Abram, melainkan namamu akan menjadi Ibrahim, karena engkau telah Kujadikan bapanya beberapa banyak bangsa. Maka Aku akan membiakkan dikau terlalu amat dan Aku akan menjadikan beberapa bangsa dari padamu, dan raja-rajapun akan berpancar dari padamu. Maka Aku akan meneguhkan perjanjian-Ku antara Aku dengan dikau dan dengan anak cucumu kemudian dari padamu dengan bangsanya, yaitu suatu perjanjian yang kekal, bahwa Aku menjadi Allah bagimu dan bagi segala anak cucumu yang kemudian dari padamu itu.

Dan lagi firman Allah kepada Ibrahim: Maka akan hal Sarai, isterimu itu, jangan lagi engkau panggil namanya Sarai, melainkan Sarah itulah akan namanya. Karena Aku akan memberi berkat kepadanya serta dari padanya juga Aku akan menganugerahkan seorang anak laki-laki kepadamu; bahkan, Aku akan memberi berkat kepadanya, sehingga ia akan jadi asal beberapa bangsa, dan raja-raja beberapa bangsapun akan berpancaran dari padanya. Maka pada masa itu sujudlah Ibrahim dengan mukanya sampai ke bumi sambil tertawa, lalu berkata ia dalam hatinya: Bolehkah jadi kanak-kanak bagi seorang yang sudah seratus tahun umurnya? Bolehkah Sarah, yang sudah sembilan puluh tahun umurnya itu, lagi beranak?

Karena telah Kupilih akan dia, supaya disuruhnya anak-anaknya serta isi rumahnya yang kemudian dari padanya itu memeliharakan jalan Tuhan serta melakukan kebenaran dan keadilan, supaya disampaikan Tuhan kepada Ibrahim barang yang telah dijanjinya kepadanya.

Hata, maka disampaikan Tuhan kepada Sarah barang yang telah dijanji-Nya serta dibuat Tuhan akan dia setuju dengan firman-Nya; karena Sarahpun mengandunglah, lalu beranaklah ia laki-laki seorang bagi Ibrahim pada masa tuanya, yaitu pada ketika yang telah ditentukan Allah kepadanya. Maka dinamailah oleh Ibrahim akan anaknya, yang telah diperanakkan oleh Sarah baginya itu, Ishak.

Maka dibawalah oleh Ishak akan Ribkah itu ke dalam kemah Sarah, bundanya, lalu diambilnya Ribkah akan isterinya, dan dikasihinyalah akan dia. Maka demikianlah Ishakpun terhibur kemudian dari pada kematian bundanya.

Maka anak buahmupun akan menjadi seperti lebu tanah banyaknya dan engkaupun akan merambak ke timur dan ke barat, ke utara dan ke selatan, maka dalammu dan dalam benihmu segala bangsa di bumi akan beroleh berkat.

Maka Yakubpun birahilah akan Rakhel, sebab itu katanya kepada Laban: Biarlah aku memperhambakan diriku kepadamu tujuh tahun lamanya karena Rakhel, anakmu yang bungsu itu. Maka kata Laban: Baik aku berikan dia kepadamu dari pada kuberikan kepada orang lain; tinggallah engkau dengan aku. Maka Yakubpun memperhambakanlah dirinya tujuh tahun lamanya oleh karena Rakhel, maka pada perasaannya tujuh tahun itulah seperti sedikit hari jua, oleh sebab birahinya akan dia.

Hata, tatkala dilihat oleh Rakhel akan hal tiada ia beranak bagi Yakub itu, maka cemburuanlah Rakhel akan abangnya, lalu katanya kepada Yakub: Berikan apalah akan daku anak; jikalau tidak, maka matilah aku ini. Maka marahlah Yakub akan Rakhel, serta katanya: Aku ini ganti Allahkah, yang menahankan dikau dari pada berbuah rahimmu?

Maka firman Tuhan kepada Yakub: Pulanglah engkau ke negeri nenek moyangmu dan kepada kaum keluargamu, maka Aku menyertai akan dikau.

Lalu kata Yakub kepada orang-orang isi rumahnya dan kepada segala bangsa yang sertanya: Buanglah segala berhala orang helat yang ada di antara kamu, dan sucikanlah diri kamu dan tukarkanlah segala pakaian kamu.

Hata, pada ketika itu tiada lagi Yusuf dapat menahankan dirinya di hadapan segala orang yang hampir kepadanya, maka berserulah ia: Suruhlah sekalian orang keluar dari sini. Maka seorangpun tiada sertanya tatkala Yusuf menyatakan dirinya kepada segala saudaranya. Maka menangislah ia dengan nyaring suaranya, sehingga kedengaranlah bunyinya kepada orang Mesir dan kepada orang isi istana Firaunpun. Maka kata Yusuf kepada segala saudaranya: Aku ini Yusuf! Adakah bapaku lagi hidup? Maka tiada tersahut oleh saudara-saudaranya, karena terkejutlah mereka itu di hadapannya.

Maka oleh Yusufpun disediakanlah ratanya, lalu naiklah ia ke Gosyen pergi bertemu dengan Israel, bapanya. Serta berjumpa dengan dia Yusufpun memeluklah lehernya dan menangislah lekat pada lehernya beberapa lamanya.

Maka Yusufpun menyediakan tempat duduk bagi bapanya dan segala saudaranya dan diberikannyalah mereka itu milik dalam negeri Mesir tanah yang terbaik, yaitu tanah Ramesis, setuju dengan titah Firaun. Maka dipeliharakanlah Yusuf akan bapanya dan segala saudaranya dan segala isi rumah bapanya dengan makanan, sehingga sampai segala anak-anaknyapun.

Jangan kamu menyembah sujud atau berbuat bakti kepadanya, karena Akulah Tuhan, Allahmu, Allah yang cemburuan adanya, yang membalas durhaka segala bapa sampai kepada anak-anaknya dan kepada gilir yang ketiga dan yang keempatpun dari pada segala orang yang membenci akan Daku;

Berilah hormat akan bapamu dan akan ibumu, supaya dilanjutkan umurmu dalam negeri yang dianugerahkan Tuhan, Allahmu, kepadamu.

Barangsiapa yang sudah memalu bapanya atau ibunya, ia itu tak dapat tiada mati dibunuh juga.

Jangan kamu menganiaya akan seorang perempuan yang janda, atau akan seorang anak piatu.

Yang memeliharakan kemurahan-Nya bagi orang beribu-ribu dan yang mengampuni segala durhaka dan kesalahan dan dosa; yang sekali-kali tiada mengirakan suci dari pada salah segala orang jahat, melainkan yang membalas durhaka segala bapa kepada anak cucu cicitnya sampai kepada gilir yang ketiga dan yang keempat!

Maka jikalau kiranya kamu mengambil anak perempuan mereka itu akan bini anakmu laki-laki, niscaya anaknya perempuan itu akan berkendak mengikut berhalanya dan diadakannya pula bahwa anakmu laki-lakipun berkendak mengikut berhala mereka itu.

Maka hendaklah masing-masing orang memberi hormat akan ibu bapanya dan memeliharakan sabat-Ku: Bahwa Akulah Tuhan, Allahmu!

Jangan dalam hatimu ada dengki akan saudaramu, melainkan hendaklah kamu menegur samamu manusia dengan nyata-nyata, maka tiada salah tertanggung atasmu karena sebabnya.

Jikalau barang seorang, siapapun baik, telah mengutuki bapanya atau ibunya, maka tak akan jangan orang itu mati dibunuh, sebab telah dikutukinya bapanya atau ibunya, maka darahnya tertanggunglah atasnya.

Jangan mereka itu berbinikan seorang perempuan sundal atau yang telah membuang dirinya, dan lagi jangan diperbinikannya seorang perempuan yang telah dibuang oleh lakinya, karena imam itu suci bagi Tuhan.

Maka hendaklah diperbinikannya seorang yang lagi anak dara adanya. Jangan diambilnya seorang perempuan janda, atau yang terbuang, atau sundal yang hina, melainkan seorang anak dara dari pada bangsanya sendiri hendaklah diambilnya akan bininya.

Maka inilah hukum gairat, jikalau seorang perempuan di bawah kuasa lakinya telah menyimpang dan telah mencemarkan dirinya, atau jikalau nafsu gairat telah berlaku atas seorang laki-laki dan cemburuanlah ia akan bininya; hendaklah dihadapkannya bininya itu kepada hadirat Tuhan dan diperbuat imam akan dia setuju dengan segala hukum ini. Maka dalam itupun yang laki itu suci dari pada salah, tetapi yang bini itu akan menanggung salahnya.

Bahwa benarlah sembah anak-anak perempuan Zelafead; tak akan jangan engkau memberikan mereka itu barang milik pusaka di antara segala saudara bapanya, dan pusaka bapanya hendaklah kaupulangkan kepada mereka itu. Dan katakanlah ini kepada segala bani Israel: Jikalau barang seorang mati tiada beranak laki-laki, maka hendaklah kamu memulangkan pusakanya kepada anaknya perempuan. Maka jikalau tiada ia beranak perempuanpun, maka hendaklah kamu memberikan pusakanya kepada saudaranya laki-laki. Jikalau tiada ia bersaudara laki-lakipun, maka hendaklah kamu memberikan barang pusakanya kepada saudara laki-laki bapanya. Jikalau bapanyapun tiada bersaudara laki-laki, maka hendaklah kamu memberikan pusakanya kepada orang kaum keluarganya yang terhampir kepadanya, supaya ia itu mempusakainya. Maka inilah menjadi bagi segala bani Israel suatu hukum undang-undang setuju dengan firman Tuhan yang kepada Musa.

Maka inilah firman Tuhan akan hal anak-anak perempuan Zelafead, bunyinya: Hendaklah mereka itu menjadi bini barangsiapa yang baik kepada pemandangannya, tetapi hendaklah mereka itu menjadi bini orang yang dari pada suku bangsa bapanya sahaja. Begitu pusaka bani Israel itu tiada akan pindah dari pada suatu suku kepada suatu suku yang lain, melainkan hendaklah bani Israel masing-masing memeliharakan bahagian pusaka suku bapanya dengan tiada dikurangkan adanya. Maka mulai dari pada sekarang tiap-tiap anak perempuan yang beroleh bahagian pusaka di antara segala suku bani Israel, ia itu hendaklah menjadi bini seorang yang dari pada suku bangsa bapanya sahaja, supaya dapat bani Israel mempusakai masing-masing akan bahagian pusaka bapanya, dan supaya jangan bahagian pusaka suatu suku pulang kepada suku yang lain, karena tiap-tiap suku bani Israel akan memeliharakan bahagian pusakanya dengan tiada dikurangkan adanya.

Maka sebab itu ingatlah baik-baik dan peliharakanlah dirimu sangat dari pada melupakan segala perkara yang telah dilihat oleh matamu, dan janganlah ia itu lepas dari pada hatimu seumur hidupmu, maka hendaklah kamu memberitahu dia kepada anak-anakmu dan kepada cucu cicitmu. Pada hari tatkala kamu menghadap hadirat Tuhan, Allahmu, di Horeb, pada masa firman Tuhan kepadaku demikian: Himpunkanlah orang banyak itu kepada-Ku, supaya Aku memberi mereka itu mendengar segala firman-Ku, yang hendak diperhatikannya, supaya mereka itu takut akan Daku pada segala hari mereka itu hidup di atas bumi, dan supaya diajarkannya akan anak-anaknyapun.

Hormatilah ibu bapamu, seperti firman Tuhan, Allahmu, kepadamu, supaya umurmu dilanjutkan dan selamatlah kamu dalam negeri yang dikaruniakan Tuhan, Allahmu, kepadamu.

Maka hendaklah dalam hatimu segala firman, yang kusuruh kepadamu pada hari ini. Dan hendaklah kamu mengajarkan dia akan anak-anakmu, dan berkata-katalah kamu akan halnya apabila kamu duduk dalam rumahmu atau apabila kamu berjalan di luar atau apabila kamu membaringkan dirimu hendak tidur atau apabila kamu bangun dari pada tidurmu.

Dan lagi jangan kamu bersanak saudara dengan mereka itu, jangan anakmu perempuan kamu berikan kepada anak mereka itu laki-laki, dan anak mereka itu perempuan jangan kamu ambil akan bini anakmu laki-laki. Karena mereka itu kelak akan mengundurkan anakmu dari belakang Aku, sehingga ia berbuat bakti kepada dewata, maka begitulah murka Tuhan akan bernyala-nyala kelak kepadamu dan dibinasakannya kamu dengan segeranya.

dan yang membenarkan hal perkara anak piatu dan perempuan janda, dan yang mengasihi akan orang dagang, hendak mengaruniakan kepadanya makanan dan pakaian.

dan ajarkanlah dia kepada anak-anakmu dengan berkata-kata akan halnya apabila kamu duduk dalam rumahmu dan apabila kamu berjalan di luar, dan apabila kamu hendak berbaring dan apabila kamu bangun pula.

Maka peliharakanlah dan dengarlah kiranya akan segala firman ini, yang kupesan akan kamu sekarang, supaya selamatlah kamu dan anak-anakmupun kemudian dari padamu sampai selama-lamanya, jikalau kamu berbuat perkara yang baik dan yang benar kepada pemandangan Tuhan, Allahmu.

Maka hendaklah kamu bersuka-sukaan pada masa rayamu itu, baik kamu baik anakmu laki-laki dan perempuan baik hamba sahayamu dan orang Lewi, dan orang dagang dan anak piatu dan perempuan janda yang duduk sebelah dalam pintu gerbangmu.

Dan lagi jangan ditaruhnya bagi dirinya banyak orang perempuan, supaya hatinya jangan disimpangkan, dan jangan ditaruhnya bagi dirinya banyak emas perak.

Dan mana orang yang bertunangan dengan seorang perempuan dan belum diambilnya akan bininya, baiklah ia balik pulang ke rumahnya, supaya jangan ia mati dalam peperangan dan seorang lain mengambil perempuan itu akan bininya.

Maka jikalau pada seorang laki-laki adalah dua orang bininya, seorang yang dikasihi, seorang yang dibenci, maka keduanya, yang dikasihi dan yang dibencipun, beranak laki-laki baginya, dan anak laki-laki yang sulung itu dari pada bini yang dibenci, bahwasanya apabila diberikannya pusaka akan anak-anaknya dari pada barang yang ada padanya, tak boleh diangkatnya anak sulung akan anak dari pada bini yang dikasihinya di hadapan anak dari pada bini yang dibenci, yang anak sulung betul adanya; melainkan hendaklah diakunya akan dia anak sulung, jikalau ia anak dari pada bini yang dibenci sekalipun, dan hendaklah diberinya akan dia dua kali banyaknya dari pada segala yang terdapat padanya, karena ialah hulu kuatnya dan ia juga yang empunya hak kesulungan.

Maka jikalau pada barang seorang ada anak laki-laki yang nakal dan durhaka, yang tiada mau dengar akan kata bapanya atau akan kata ibunya, maka telah disiksakannya akan dia tiada juga ia mau dengar, maka hendaklah ditangkap ibu bapanya akan dia, dibawanya akan dia keluar menghadap segala tua-tua negeri dan ke pintu gerbang tempat itu. Maka hendaklah mereka itu berkata kepada tua-tua negerinya demikian: Bahwa anak kami ini nakal dan durhaka, tiada mau dengar akan kata kami, maka ialah pendemap dan pemabuk. Pada masa itu hendaklah segala orang isi negerinya melontari dia dengan batu sampai matilah ia; demikian hendaklah kamu membuang yang jahat itu dari tengahmu, supaya kedengaranlah ia itu kepada segala orang Israel dan ketakutanlah mereka itu.

Bermula, maka apabila seorang laki-laki telah mengambil seorang bini dan telah berseketiduran dengan dia, lalu dibencinya akan dia, dan dikata-katakannya beberapa perkara jahat akan dia dan dibusukkannya namanya di luar, katanya: Bahwa aku telah mengambil orang ini akan biniku, lalu berseketiduranlah aku dengan dia, maka tiada kudapati bikirnya padanya; maka hendaklah ibu bapa anak dara itu membawa sertanya akan bekas bikir anak dara itu, lalu pergi menghadap segala tua-tua negeri dalam pintu gerbang. Maka bapa anak dara itu hendaklah berkata kepada segala tua-tua itu demikian: Bahwa hamba telah memberikan anak hamba kepada orang ini akan bininya, lalu dibencinya akan dia; bahwasanya dikata-katakannya beberapa perkara jahat akan dia, katanya: Aku tiada mendapat bikir anakmu ini. Maka tengoklah, ia inilah bekas bikir anak hamba, sambil dihamparkannya kain itu di hadapan segala tua-tua negeri. Maka oleh tua-tua negeri hendaklah diambil akan orang laki-laki itu, lalu disiksakannya akan dia, dan dikenakannya denda seratus keping perak, ia itu diberikan kepada bapa anak dara itu, sebab telah dibusukkannya nama seorang anak dara Israel di luar, maka kekal juga ia bininya, tiada boleh dibuangnya akan dia seumur hidupnya. Tetapi jikalau nyata ketuduhan itu benar adanya dan tiada didapatinya akan bekas bikir pada anak dara itu, maka hendaklah dibawanya akan anak dara itu keluar ke pintu rumah bapanya, lalu orang-orang negerinya hendaklah melontari dia dengan batu sampai ia mati, karena telah diperbuatnya suatu perkara yang bodoh di tengah Israel dengan berkendak selagi ia dalam rumah bapanya, maka demikian patutlah kamu membuang yang jahat itu dari tengahmu. Maka jikalau kiranya didapati akan seorang tengah berseketiduran dengan bini orang, tak akan jangan keduanya mati dibunuh, baik orang laki-laki yang berseketiduran dengan perempuan itu baik perempuan itu; demikian patutlah kamu membuang yang jahat itu dari tengah Israel.

Seorang anak harampun jangan masuk ke dalam sidang umat Tuhan, jikalau anak cucunya sampai kesepuluh gilir sekalipun tiada juga boleh masuk ke dalam sidang umat Tuhan.

Bermula, maka apabila seorang laki-laki telah mengambil bini dan telah kawin dengan dia, bahwa sesungguhnya jikalau tiada ia berkenan akan dia, sebab didapatinya akan barang sesuatu kecelaan padanya, maka hendaklah disuratkannya akan dia surat talak, diberikannya kepada tangannya, lalu disuruhnya akan dia keluar dari dalam rumahnya. Maka jikalau ia telah keluar dari rumahnya, lalu pergi menjadi bini orang lain, dan orang inipun benci akan dia, disuratkannya akan dia surat talak dan diberikannya surat itu kepada tangannya, lalu disuruhnya ia keluar dari rumahnya, atau kalau orang laki-laki yang kemudian ini mati setelah sudah diambilnya perempuan itu akan bininya, maka tak boleh lakinya yang pertama, yang telah menyuruhkan dia pergi, itu mengambil dia kembali akan bininya, setelah sudah dibiarkannya ia dicemarkan, karena perkara itulah suatu kebencian di hadapan hadirat Tuhan, dan jangan kamu menanggungkan dosa pada negeri yang dikaruniakan Tuhan, Allahmu, kepadamu akan bahagian pusaka.

Maka apabila barang seorang baharu juga mengambil bini, janganlah ia keluar serta dengan balatentara, dan barang tanggungan lainpun jangan ditanggungkan atasnya, melainkan hendaklah ia bebas juga dalam rumahnya setahun lamanya, supaya bersuka-sukaanlah ia dengan bini, yang telah diambilnya itu.

Kutuklah orang yang menghinakan bapanya atau ibunya! Maka segenap orang banyak itu akan menyahut: Amin!

Kutuklah orang yang menggagahi hak orang dagang dan anak piatu dan perempuan janda! Maka segenap orang banyak itu akan menyahut: Amin!

Adapun akan segala perkara yang tersembunyi, ia itu bagi Tuhan, Allah kita, tetapi segala perkara yang telah dinyatakan itu bagi kitalah dan bagi anak-anak kita sampai selama-lamanya, supaya kita melakukan segala firman taurat ini.

Maka sebab itu panggillah kamu berhimpun orang banyak itu, baik laki-laki baik perempuan baik segala anak-anak baik orang dagang yang dalam negerimu, supaya didengarnya dan diperolehnya pengajaran, dan supaya mereka itu takut akan Tuhan, Allahmu, serta dilakukannya dengan rajin segala firman taurat ini, dan supaya anak-anak mereka itu, yang belum tahu akan barang sesuatu, dapat mendengarnya dan beroleh pengajaran, supaya kamu takut akan Tuhan, Allahmu, pada segala hari kamu hidup dalam negeri yang kamu tuju sekarang dengan menyeberang Yarden hendak mengambil dia akan milik pusaka.

Maka sekarang berjanjilah dengan aku pakai sumpah demi Tuhan, tegal aku sudah berbuat kebajikan akan kamu, bahwa kamupun akan berbuat kebajikan akan orang isi rumah bapaku, dan berikanlah kiranya akan daku suatu tanda amanat, bahwa kamu akan menghidupi ibu bapaku dan saudaraku laki-laki dan perempuan serta dengan segala sesuatu yang ada padanya dan kamupun akan melepaskan jiwa kami dari pada mati.

Maka sebab itu pada pagi-pagi hari hendaklah kamu datang hampir sekadar segala sukumu, maka hendaklah suku yang ditunjuk Tuhan kelak datang hampir sekadar bangsa-bangsanya, dan bangsa yang ditunjuk Tuhan kelak hendaklah datang hampir sekadar orang isi rumah-rumahnya dan orang isi rumah yang ditunjuk Tuhan kelak hendaklah datang hampir sekadar segala orangnya laki-laki.

Karena jikalau kiranya kamu berundur-unduran dan berdamping dengan sisa bangsa-bangsa ini, yang lagi tinggal sertamu, dan kamu kawin dengan mereka itu dan berjinak-jinakkan dengan mereka itu, dan mereka itupun dengan kamu, ketahuilah olehmu, bahwa sesungguhnya Tuhan Allahmupun tiada akan lagi menghalaukan bangsa-bangsa ini di hadapanmu dari pada tempatnya, melainkan mereka itu kelak menjadi bagimu akan jerat dan akan jaring dan akan cemuk pada pinggangmu dan akan duri pada matamu, sehingga binasalah kamu dalam negeri yang baik, yang telah dikaruniakan Tuhan, Allahmu, kepadamu itu.

Maka jikalau pada sangkamu tak baik beribadat kepada Tuhan, baiklah sekarang kamu pilih kepada siapa kamu hendak berbuat bakti, jikalau dewa-dewa yang dahulu disembah oleh nenek moyangmu di seberang sungai atau berhala orang Amori, yang sekarang kamu mengeduduki tanahnya, tetapi adapun akan daku dan orang isi rumahku, kami hendak beribadat kepada Tuhan jua!

Maka pada masa itu segala bani Israelpun undur dari sana masing-masing kepada sukunya dan kepada bangsanya, dan mereka itu sekalianpun keluar dari sana masing-masing kepada miliknya pusaka.

Tetapi sahut Rut: Janganlah kiranya paksakan daku, sehingga aku meninggalkan dikau dan undur dari padamu lalu pulang, karena ke manapun baik engkau pergi, aku juga hendak ke sana, dan barang di manapun baik engkau bermalam, aku juga hendak bermalam di sana; bahwa bangsamu itulah bangsaku dan Allahmu itulah Allahku!

dan lagi Rut, orang Moabi, yaitu bini Makhlonpun aku terima akan biniku, supaya kuterbitkan nama orang yang mati itu atas bahagiannya pusaka, asal jangan nama orang yang mati itu diparangkan dari antara segala saudaranya dan dari dalam pintu negerinya; bahwa pada hari ini juga kamu sekalianpun menjadi saksi!

Maka kata Elkana, lakinya: Hai Hanna, mengapa engkau menangis? apa sebab engkau tiada mau makan? dan karena apa susah hatimu? Bukankah aku ini bagimu terlebih baik dari pada anak laki-laki sepuluh orang?

Maka bernazarlah ia, katanya: Ya Tuhan serwa sekalian alam! jikalau kiranya sekali jua Engkau menilik akan kesukaran hamba-Mu ini dan Engkau ingat akan daku dan tiada melupakan hamba-Mu, melainkan Engkau mengaruniai hamba-Mu dengan seorang anak laki-laki, niscaya aku mempersembahkan dia kelak kepada Tuhan pada segala hari umur hidupnya dan pisau cukurpun tiada akan terkena kepada kepalanya.

Maka sahaya sudah meminta budak ini, dan Tuhan telah mengaruniakan barang yang telah sahaya pinta kepadanya. Maka sebab itu sahayapun menyerahkan dia kepada Tuhan sepanjang umur hidupnya, karena ia telah dipinta kepada Tuhan. Hata, maka mereka itupun menyembah sujudlah kepada Tuhan.

Arakian, maka anak laki-laki Eli itu orang jahat adanya, tiada ia mengetahui akan Tuhan.

Tetapi Semuel berkhidmat juga di hadapan hadirat Tuhan, maka ia lagi budak yang berpakaikan baju putih dari pada kain khasah.

Maka Semuel, orang muda itu, makin besar makin ia berkenan, baik kepada Tuhan baik kepada manusia.

Maka Aku menjadi baginya akan bapa dan iapun menjadi bagi-Ku akan anak, maka apabila ia bersalah, Aku menyiksakan dia kelak dengan cemeti manusia dan dengan bala anak-anak Adam.

Sebermula, maka birahilah baginda raja Sulaiman akan beberapa orang perempuan lain bangsa, kecuali akan anak Firaun birahilah baginda akan perempuan Moabi dan Ammoni dan Edomi dan Zidoni dan Heti; dari pada segala bangsa yang telah dipesan oleh Tuhan kepada bani Israel akan halnya demikian: Tak boleh kamu masuk kepadanya dan tak boleh mereka itupun masuk kepadamu, supaya jangan dicenderungkannya hati kamu kepada dewa-dewanya; maka akan perempuan yang begitu birahilah raja Sulaiman. Maka adalah pada baginda tujuh ratus orang isteri, semuanya anak raja-raja, dan tiga ratus gundik, maka segala isterinya itu menyesatkan hati baginda. Karena sesungguhnya pada masa raja Sulaiman sudah tua, dicenderungkan hati baginda oleh segala isterinya kepada dewa-dewa, sehingga tiada lagi tulus hati baginda dengan Tuhan, Allahnya, seperti hati raja Daud, ayahanda baginda.

Maka sebab itu janganlah kamu berikan anak-anakmu perempuan kepada anak-anak mereka itu laki-laki, dan jangan ambil anak-anak perempuan mereka itu akan bini anak-anakmu laki-laki, dan jangan kamu sengajakan selamat dan baik mereka itu sampai selama-lamanya, supaya boleh kamu menjadi kuat dan makan baiknya tanah itu dan boleh memberi dia akan barang pusaka kepada anak-anakmu sampai selama-lamanya.

Maka berbangkitlah imam Ezra, lalu katanya kepada mereka itu: Bahwa sangatlah besar salah kamu, sebab kamu berbinikan perempuan helat dan begitu kamu menambahi pula utang orang Israel. Tetapi sekarang hendaklah kamu mengaku dosa di hadapan Tuhan, Allah nenek moyangmu, dan perbuatlah olehmu setuju dengan kehendaknya, dan jauhkanlah dirimu dari pada segala bangsa negeri ini dan dari pada perempuan helat itu. Maka sahut segenap sidang itu serta katanya dengan nyaring suaranya: Seperti katamu itu, maka atas kami juga berbuat demikian;

Maka pada masa itu kata bininya kepadanya: Lagikah engkau bertetap dalam tulus hatimu? hujatlah olehmu akan Allah lalu matilah! Tetapi sahutnya kepadanya: Katamu ini seperti kata perempuan yang sangat gila; masakan kita menerima dari pada Allah barang yang baik dan tiada kita menerima yang jahatpun? Maka dalam sekalian ini tiada Ayub berdosa dengan lidahnya.

Ya Tuhan! ya Tuhan kami! bagaimana mulia nama-Mu di atas seluruh muka bumi! Maka Engkau telah menaruh kemuliaan-Mu di atas segala langit.

hendak membenarkan hal anak piatu dan orang yang teraniaya, supaya jangan manusia di atas bumi berkanjang dalam menggagahi orang.

Ia telah memulangkan halnya kepada Tuhan; biarlah dilepaskannya akan dia, jikalau kiranya Ia berkenan akan dia. Maka Engkau juga yang telah mengeluarkan daku dari dalam rahim dan yang memberi aku harap tatkala aku lagi mengisap susu ibuku.

Karena bapaku dan ibuku telah meninggalkan daku, tetapi Tuhan akan menyambut aku.

Dahulu aku muda, kemudian jadi tua, tetapi tiada pernah kulihat orang yang benar itu ditinggalkan atau anak cucunya meminta sedekah. Maka sepanjang hari ia menaruh sayang dan memberi pinjam, maka anak cucunyapun keberkatan.

Karena telah kuketahui akan salahku dan dosaku adalah senantiasa di hadapanku. Pada-Mu, bahkan, pada-Mu sendiri juga aku telah berdosa dan telah kuperbuat barang yang jahat kepada pemandangan-Mu; maka Engkau dibenarkan dalam firman-Mu dan Engkau menang apabila Engkau disalahkan.

Nyanyilah bagi Allah; bermazmurlah akan nama-Nya; sediakanlah jalan bagi-Nya yang berkendaraan pada padang yang rata, karena nama-Nya itu Tuhan, dan berlompatlah kamu dengan sukacita di hadapan hadirat-Nya. Ialah bapa segala anak piatu dan hakim segala perempuan janda, yaitu Allah dalam kedudukan-Nya yang suci.

Aku membuka mulutku hendak mengatakan misal, dan aku hendak mengeluarkan beberapa rahasia dari dahulukala, yang telah kami dengar dan kami ketahui dan yang diceriterakan oleh nenek moyang kami kepada kami. Maka tiada kami hendak menyembunyikan dia dari pada anak-anaknya atau dari pada bangsa yang kemudian, sambil mengabarkan segala kepujian Tuhan serta kodrat-Nya dan segala ajaib yang telah dibuat-Nya. Karena telah didirikan-Nyalah suatu kesaksian dalam Yakub dan ditaruh-Nya akan suatu taurat dalam Israel, maka disuruh-Nya nenek moyang kami memberitahu dia pula kepada anak-anaknya. Supaya bangsa yang datang kemudian kelak mengetahuinya, yaitu segala anak yang lagi akan jadi, yang akan berdiri dan menceriterakan dia pula kepada anak-anaknya. Dan supaya mereka itu menaruh harapnya pada Allah dan jangan dilupakannya perbuatan Allah, melainkan dipeliharakannya segala hukum-Nya. Dan supaya jangan mereka itu menjadi seperti nenek moyangnya, yaitu suatu bangsa yang bantahan dan durhaka, suatu bangsa yang tiada menetapkan hatinya dan batinnyapun tiada bersetia dengan Allah.

Benarkanlah hal orang miskin dan anak piatu; benarkanlah orang yang teraniaya lagi papa;

Seperti seorang bapa menaruh belas kasihan akan anak-anaknya, demikianpun Tuhan menaruh belas kasihan akan segala orang yang takut akan Dia.

Tetapi kemurahan Tuhan itu dari selama-lamanya sampai selama-lamanya atas segala orang yang takut akan Dia, dan setianyapun adalah dengan anak cucu cicit mereka itu.

Hai kamu, benih Ibrahim, hamba-Nya! hai bani Yakub, pilihan-Nya! Bahwa Ialah Tuhan, Allah kita; maka pada seluruh bumi berlaku hukum-hukum-Nya. Maka pada selama-lamanya Iapun ingat akan perjanjian-Nya dan akan firman yang telah diberikan-Nya, sampai kepada gilir orang yang beribu-ribu;

Yang mendudukkan orang mandul itu di antara orang isi rumah, menjadi ibu beberapa anak dengan sukacita hatinya: Haleluyah!

Maka Tuhan akan memperbanyakkan berkat-Nya atas kamu, yaitu atas kamu dan atas anak-anakmupun.

Bahwasanya anak-anak itulah bahagian pusaka dari pada Tuhan, dan perihal baik itulah suatu anugerah adanya. Seperti anak panah dalam tangan seorang pahlawan, demikianpun adanya anak-anak laki-laki kemudaan. Berbahagialah orang yang penuh tarkasnya dengan dia, yang tiada beroleh malu apabila mereka itu berbantah-bantah dengan seterunya dalam pintu gerbang.

Maka binimu akan seperti pokok anggur yang berbuah pada sebelah dalam rumahmu, dan anak-anakmu seperti pokok-pokok zait keliling mejamu.

Dan engkau akan melihat anak cucumu. Biarlah kiranya selamat atas Israel!

Nyanyian Hamaalot, dari Daud. -- Lihat apalah, bagaimana baiknya dan bagaimana manisnya, apabila orang yang bersaudara itu lagi duduk bersama-sama!

Maka Engkau juga telah merupakan segala sesuatu yang di dalam aku dan telah menggubah akan daku dalam rahim ibuku. Bahwa aku memuji akan Dikau, sebab aku telah terkarang dengan kemuliaan dan ajaib; sesungguhnya ajaiblah segala perbuatan-Mu, maka jiwaku mengetahuinya baik-baik. Bahwa tulang-tulangku tiada terlindung dari pada-Mu tatkala aku diadakan dalam sembunyian dan aku dipersujikan dalam tempat bumi yang terkebawah. Tatkala mata-Mu melihat gumpalku yang belum berupa, maka segala perkara ini telah tersurat dalam kitab-Mu dan segala haripun yang lagi akan datang, yang sesuatu dari padanyapun belum ada.

Segala orang teruna dan anak dara, orang tua dan muda sekaliannya. Hendaklah mereka itu memuji nama Tuhan, karena hanya nama Tuhan itu amat tinggi adanya, dan kemuliaan-Nya adalah di atas langit dan bumi.

Hai anakku! dengarlah akan pengajaran bapamu dan jangan kautinggalkan pesan ibumu.

Hai anakku! janganlah engkau membuang akan pengajaran Tuhan dan jangan engkau menjadi syak akan siksa-Nya; karena disiksa Tuhan akan barangsiapa yang dikasihi-Nya, seperti seorang bapa akan anak yang disukainya.

Dengarlah, hai anak-anak! akan pengajaran seorang bapa, dan bertekunlah kamu akan mendapat akal budi. Karena aku memberi pengajaran yang baik kepadamu; janganlah kamu meninggalkan hukumku. Akan daku, maka aku seorang anak bapaku yang lembut, lagi anak kekasih kepada pemandangan ibuku. Maka diajarlah bapaku akan daku, katanya: Perhatikanlah olehmu segala perkataanku; turutlah akan nasihatku, supaya engkau selamat.

Dengarlah, hai anakku! dan terimalah perkataanku, maka umur hidupmu akan dilanjutkan kelak. Bahwa aku mengajar engkau akan jalan hikmat, aku memimpin akan dikau pada jalan yang betul.

Hai anakku! perhatikanlah segala perkataanku dan cenderungkanlah telingamu kepada pengajaranku. Janganlah ia itu tercerai dari pada matamu, dan taruhlah akan dia dalam hatimu betul-betul. Karena ia itu selamat bagi segala orang yang mendapat dia, dan lagi obat yang baik kepada segenap tubuhnya. Peliharakanlah hatimu terlebih dari pada segala yang patut dipeliharakan, karena dari dalamnya terpancarlah segala mata air hidup.

Berkatlah kiranya atas pancaranmu, dan bersukacitalah engkau akan bini yang pada masa mudamu. Biarlah ia bagimu seperti rusa betina yang manis dan seperti kijang yang cantik, biarlah gurau sendanya memabuki engkau selalu, dan berkembaralah senantiasa dalam kasihnya.

Hai anakku! peliharakanlah hukum bapamu dan janganlah engkau meninggalkan pesan ibumu.

Bahwa inilah amsal Sulaiman. Adapun seorang anak yang bebudi, ia itu menyukakan hati bapanya, tetapi anak yang bodoh itu medukacitakan hati ibunya.

Barangsiapa yang mengharukan isi rumahnya, ia itu kelak akan mempusakai angin, dan orang yang bodoh itu kelak akan menjadi hamba kepada orang yang berbudi.

Seorang bini yang baik budi ia itu seolah-olah makota lakinya, tetapi bini yang mendatangkan malu, ia itu seperti bisa dalam tulang-tulangnya.

Bahwa seorang anak yang berbudi itu menurut pengajaran bapanya, tetapi seorang angkara tiada suka mendengar tegur.

Orang yang baik itu akan meninggalkan pusaka kepada anak cucu cicitnya, tetapi harta benda orang yang berdosa itu telah tertaruh bagi orang yang benar.

Barangsiapa yang menahankan rotan, ia itu benci akan anaknya, tetapi orang yang mengasihi akan anaknya itu mengajari dia pada masa mudanya.

Bahwa seorang perempuan yang berbudi itu membangunkan rumahnya, tetapi seorang perempuan yang bodoh membongkar dia dengan kedua belah tangannya.

Seorang bodoh benci akan pengajaran bapanya, tetapi orang yang mengindahkan tegur itu menunjukkan dirinya bijaksana.

Anak yang berbudi menyukakan hati bapanya, tetapi seorang ahmak menghinakan ibunya.

Seorang hamba yang berbudi itu akan memerintahkan kelak anak yang mendatangkan malu, dan iapun akan beroleh bahagian pusaka di antara segala saudara-saudara.

Bahwa anak cucu cicit menjadi makota orang tua-tua, maka kemuliaan anak-anak ia itulah bapa-bapanya.

Barangsiapa yang menaruh kasih pada sediakala, ia itulah seorang sahabat; maka seorang saudara menjadi bagi hal kesukaran.

Seorang anak bodoh menjadi kedukaan kepada bapanya, dan kepahitan kepada ibunya, yang telah memperanakkan dia.

Barangsiapa yang telah mendapat bini, ia itu mendapat benda yang baik dan iapun beroleh keridlaan dari pada Tuhan.

Bahwa seorang anak jahat itu seperti suatu telaga kesukaran bagi ibu bapanya dan bini yang bantahanpun seperti bocoran yang bertitik-titik selalu. Rumah dan harta benda itulah pusaka orang tua-tua, tetapi seorang bini yang berakal budi itulah karunia Tuhan.

Ajarilah anakmu, maka boleh engkau lagi menaruh harap; masakan engkau menghendaki matinya.

Orang yang memboroskan harta bapanya atau yang menghalaukan ibunya, ia itu seorang anak yang mendatangkan malu dan yang mengadakan kecelaan.

Orang yang benar itu melakukan dirinya dengan tulus hatinya; berbahagialah kiranya segala anak-anaknya kemudian kelak.

Jikalau budak sekalipun, maka suka ia berpura-pura dalam perbuatannya, seolah-olah semuanya betul dan benar barang yang diperbuatnya itu.

Barangsiapa yang mengutuki bapanya atau ibunya, maka suluhnya akan terpadam kelak, sehingga menjadi gelap gulita.

Jikalau pusaka pada mulanya disegerakan, maka pada akhirnya tiada ia itu keberkatan.

Terlebih baik duduk di penjuru sotoh rumah dari pada duduk serumah dengan bini yang bantahan.

Terlebih baik orang duduk di padang tekukur dari pada duduk serumah dengan bini yang bantahan dan pemarah.

Ajarkanlah seorang budak segala permulaan jalannya yang patut, maka pada masa tuanya tiada ia akan undur dari padanya.

Jikalau hati budak bersangkut dengan bodoh, tak akan jangan sesah rotan menceraikan dia dari padanya.

Janganlah tahankan pengajaran dari pada anakmu, jikalau engkau memukul akan dia, dengan rotan, maka tiada ia akan mati, melainkan apabila engkau memukul akan dia, barangkali engkau melepaskan nyawanya dari pada neraka. Hai anakku! jikalau hatimu berbudi, niscaya bersukacitalah hatiku, bahkan, hatiku, dan segala sesuatu yang dalam aku akan bergemar apabila engkau kelak mengatakan perkara yang betul-betul.

Dengarlah olehmu akan kata bapamu, yang telah menjadikan dikau, dan jangan engkau mencelakan ibumu pada masa tuanya. Belilah akan benar dan jangan jualkan dia, atau budi, atau pengajaran, atau pengetahuan. Bahwa bapa orang benar akan bersukacita, dan yang telah beroleh akan seorang anak yang berbudi, ia itu kelak bergemar akan dia; maka sebab itu hendaklah engkau menyukakan ibu bapamu, supaya orang tuamu merasai kesukaan yang demikian. Hai anakku! serahkanlah hatimu kepadaku, dan biarlah matamu memandang baik-baik kepada jalanku;

Terlebih baik duduk di penjuru sotoh rumah dari pada duduk serumah dengan seorang bini yang bantahan, jikalau berjamu orang sekalipun.

Bocor yang bertitik-titik selalu pada masa hujan deras, ia itu sama dengan seorang bini yang bantahan.

Orang yang melakukan hukum itulah seorang anak yang berbudi, tetapi orang yang bertaulan dengan orang perlente itu memberi malu akan bapanya.

Barangsiapa yang merampas harta benda ibu bapanya serta katanya: Tiada salah! maka orang itu sama dengan penyamun.

Rotan dan pengajaran mendatangkan akal budi, tetapi anak yang dibiarkan saja mendatangkan malu kepada ibunya.

Ajarilah anakmu, maka iapun akan menjadikan kesenanganmu, bahkan, iapun akan mendatangkan kesukaan kepada hatimu.

Adalah suatu bangsa yang menistakan bapanya dan tiada memberi berkat akan ibunya; suatu bangsa yang sangka akan dirinya suci, tetapi tiada dibasuhkan kecemarannya; suatu bangsa, hai betapa besar matanya dan terangkat kelopak matanya!

Adapun orang yang mengolok-olok akan bapanya dan enggan menurut kata ibunya, maka gagak dari tepi sungai akan mematuk matanya dan anak burung nasar akan makan dia.

Ketiga perkara ini terlalu ajaib kepadaku, bahkan, empat perkara yang tiada kuketahui. Yaitu jalan burung nasar di udara dan jalan ular di atas batu gunung dan jalan kapal di tengah-tengah laut dan jalan seorang laki-laki dengan anak dara.

Apa, hai anakku, dan apa, hai anak rahimku, dan apa, hai anak nazarku! Janganlah engkau menyerahkan kuatmu kepada perempuan dan jangan pula jalanmu kepada mereka yang membinasakan raja-raja.

Siapakah yang boleh mendapat seorang bini yang berbudi? maka adalah harganya amat lebih besar dari pada harga menikam. Bahwa hati lakinya boleh harap padanya, sehingga tiada ia kekurangan barang-barang yang baik. Bahwa bininya berbuat baik akan dia, bukannya jahat, seumur hidupnya. Maka ia mencari bulu kambing dan rami, dikerjakannya dengan tangannya sendiri serta dengan sukahatinya. Maka adalah ia seperti kapal saudagar, didatangkannya bekalnya dari jauh. Maka bangunlah ia sebelum fajar, lalu diberinya makan akan orang isi rumahnya dan pekerjaan yang tentu kepada segala dayang-dayangnya. Maka iapun menghendaki suatu bendang, lalu diperolehnya juga; maka dengan hasil tangannya ditanaminya sebuah kebun anggur. Maka diikatnya pinggangnya dengan kuat dan dikuatkannya lengannya. Maka dirasainya peri manis perniagaannya dan pada malam tiada terpadam pelitanya. Maka dicapainya dengan tangannya kepada kisi-kisi dan tapak tangannyapun ada memegang rahat. Maka dibukakannya tangannya selalu kepada orang miskin, dan diunjuknya tangannya kepada orang yang kekurangan. Maka tiada ia takut akan musim hujan salju, karena segenap isi rumahnya berpakaikan pakaian lapis dua. Maka diperbuatnya bagi dirinya perhiasan permadani, dan pakaiannya dari pada kain halus yang ungu warnanya. Maka lakinya dikenal orang dalam pintu gerbang, apabila ia duduk serta dengan segala tua-tua negeri. Maka diperbuat oleh perempuan itu kain khasah lalu dijualnya dan dibawanya masuk akan ikat-ikat pinggang kepada saudagar. Patut dan sopan menjadi pakaiannya, dan iapun bergemar akan hari yang kemudian. Maka dibukakannya mulutnya dengan akal budi dan pengajaran kemurahan adalah pada lidahnya. Maka diamat-amatinya kelakuan segala isi rumahnya, dan tiada ia makan rezeki dengan malas. Bahwa anak-anaknya naik pangkat serta memuji dia sebab selamatnya dan lakinyapun memuji dia katanya: Banyaklah anak perempuan yang telah baik dan berbudi kelakuannya, tetapi engkaulah meliputi akan mereka itu sekalian. Adapun peri cantik itu penipu adanya dan keelokan itu sia-sia, tetapi seorang bini yang takut akan Tuhan itu akan dipuji-puji. Berikanlah kepadanya dari pada hasil tangannya sendiri, dan biarlah pekerjaannya sendiri memuji akan dia di pintu gerbang.

Bahwa orang dua baik dari pada seorang orang, karena sedaplah bagi mereka itu hasil pekerjaannya. Maka jikalau jatuh, seorang dapat membangkitkan seorangnya; tetapi wai bagi dia yang seorang orang sahaja apabila ia jatuh, karena tiada jodohnya akan membangkitkan dia pula. Demikianpun jikalau dua orang berbaring bersama-sama, maka tubuh keduanya bersuhu adanya, tetapi ia yang seorang orang bagaimana gerangan diberinya bersuhu tubuhnya. Maka jikalau kiranya seorang orang dapat dialahkan, dua orang akan berdiri tetap juga dan tali yang tiga lembar itu tak suang-suang putus.

Hendaklah engkau hidup bersenang-senang dengan bini yang kaukasihi pada segala hari umur hidupmu yang sia-sia adanya, yang telah dikaruniakan Allah kepadamu di bawah langit ini, segala harimu yang sia-sia itu, karena ia itulah bahagianmu dari pada hidup ini dan dari pada segala pekerjaan yang kaukerjakan di bawah langit.

Sebagaimana tiada kauketahui angin akan turut jalan mana dan bagaimana kandungan di dalam rahim seorang perempuan yang mengandung, begitu juga tiada dapat kauketahui akan perbuatan Allah, yang menjadikan sekaliannya.

Ingatlah olehmu akan Khalikmu pada masa mudamu, dahulu dari pada datang hari yang jahat dan tahun apabila katamu kelak: Tiada aku suka akan dia.

Keluarlah kamu, hai segala puteri Yeruzalem! pandanglah olehmu akan baginda raja Sulaiman berpakaikan makota, yang dikenakan kepada kepalanya oleh bunda baginda pada hari baginda naik mempelai, pada hari kesukaan hati baginda.

Maka sebab itu diberikan Tuhan sendiri suatu tanda alamat kepadamu kelak: Bahwasanya anak dara itu akan mengandung dan beranakkan laki-laki seorang dan dinamainya akan dia Imanuel.

Maka kebesaran pemerintahannya dan selamatnya akan tiada berkesudahan; maka takhta Daud serta kerajaannya akan ditetapkannya dan diteguhkannya dengan kebenaran dan keadilan dari pada sekarang sampai selama-lamanya! Maka gairah Tuhan serwa sekalian alam akan melakukan perkara itu.

Seperti seorang perempuan yang mengandung apabila hampir ketikanya akan beranak ia menyakiti dan berteriak dalam sakitnya, demikianlah hal kamipun, ya Tuhan! dari sebab murka-Mu. Bahwa kamipun telah mengandung, kamipun menyakiti, tetapi seolah-olah kami beranak angin; bahwa selamatpun tiada berlaku atas negeri dan seorang isi duniapun tiada jadi.

Melainkan orang yang hidup, bahkan, yang hidup itu memuji-muji Engkau, seperti kuperbuat sekarang ini: Bahwa bapa akan memaklumkan kebenaran-Mu kepada segala anak-anaknya.

Dengarlah olehmu akan daku, hai segala pulau! berilah telinga, hai segala bangsa yang jauh-jauh! Bahwa aku sudah dipanggil oleh Tuhan dari pada kandungan, dan dari pada rahim ibuku sudah disebutnya namaku.

Bolehkah seorang perempuan melupakan anak penyusunya, sehingga tiada disayangkannya anak buah perutnya? Maka jikalau kiranya ia boleh melupakan dia sekalipun, niscaya tiada juga Aku melupakan dikau!

Karena Khalikmu itulah suamimu, Tuhan serwa sekalian alam itulah nama-Nya, dan Yang Mahasuci orang Israel itulah Penebusmu; maka disebut akan Dia kelak Allah semesta alam sekalian. Karena dipanggil Tuhan akan dikau, seperti akan seorang yang ditinggalkan dan yang berdukacita hatinya; kendatilah engkau juga isterinya pada masa mudanya, jikalau engkau sudah dibuang sekalipun; demikianlah firman Allahmu!

Maka segala anakmu akan diajar oleh Tuhan dan besarlah kelak selamat segala anakmu.

Bahwa amat sukacitalah hatiku akan Tuhan; hatikupun bergemar akan Allahku, karena sudah dikenakan-Nya kepadaku pakaian selamat dan diselubung-Nya aku dengan selimut kebenaran, seperti seorang mempelai laki-laki menghiasi dirinya dengan destar dan seorang mempelai perempuan menghiasi dirinya dengan selengkap permata.

Karena seperti seorang teruna beristerikan seorang anak dara demikianpun engkau akan diperisterikan oleh Dia, yang menyembuhkan dikau, dan seperti seorang mempelai laki-laki bergemar akan mempelai perempuan, demikianpun Allahmu kelak bergemar akan dikau.

Seperti orang menghiburkan ibunya, demikian Aku akan menghiburkan kamu; bahkan, di Yeruzalem kamu akan dihiburkan.

Dahulu dari pada Aku merupakan dikau di dalam kandungan, Aku sudah mengenal engkau dan sebelum engkau keluar dari dalam rahim, sudah Kusucikan dikau dan Kuangkat engkau akan nabi bagi bangsa-bangsa itu.

Maka kata orang: Jikalau seorang laki sudah membuang bininya, dan setelah ditinggalkannya dia ia menjadi bini orang lain, adakah lakinya yang dahulu itu kembali kepadanya? bukankah negeri dinajiskan sangat oleh yang demikian? Maka sungguhpun engkau sudah berbuat zinah dengan banyak kendak, hendaklah juga engkau kembali kepada-Ku, demikianlah firman Tuhan!

Maka Kulihat, apabila sudah Kubuang Israel dan sudah Kuberikan surat talak kepadanya, karena sebab segala zinah yang dibuatnya, maka Yehuda, saudaranya yang khianat itu, tiada juga takut, melainkan pergilah ia juga lalu berbuat zinah.

Hendaklah kamu bertobat, hai anak-anak yang terbalik! demikianlah firman Tuhan, karena jikalau kamu sudah Kubuang sekalipun, niscaya Kuangkat akan kamu pula, seorang dari pada isi sebuah negeri dan dua orang dari pada sesuku bangsa, dan Kuhantar akan kamu ke Sion.

jikalau tiada kamu menganiaya akan orang dagang dan anak piatu dan perempuan janda dan tiada menumpahkan darah orang yang tiada bersalah di tempat ini, dan tiada kamu menurut dewa-dewa akan jahat dirimu sendiri, maka Aku akan memberi kelak kamu duduk selama-lamanya dengan sentosa di tempat ini, di tanah yang Kukaruniakan nenek moyangmu.

ambillah seorang bini dan beranaklah laki-laki dan perempuan, ambilkanlah bini akan anakmu laki-laki dan berikanlah anakmu perempuan kepada laki-laki, supaya mereka itu beranak laki-laki dan perempuan dan kamu bertambah-tambah banyak di sana dan janganlah susut bilangan kamu;

Tegal tiada engkau ingat akan masa mudamu dan engkau sudah menyusahkan Daku selalu dengan segala perkara ini, sebab itu sesungguhnya Akupun akan membalas jalanmu kepada kepalamu, demikianlah firman Tuhan Hua, dan engkau tiada akan menambahi pula perbuatanmu yang keji itu dengan kejahatan lain lagi. Bahwasanya segala orang yang biasa pakai perbahasaan itu akan memakai perbahasaan ini akan halmu: Seperti si emak begitulah anaknya!

Orang yang berbuat dosa, ia itu juga akan mati; maka anak tiada akan menanggung kesalahan bapanya, dan bapapun tiada akan menanggung kesalahan anaknya; kebenaran orang yang benar akan tertanggung atasnya dan kejahatan orang fasikpun akan tertanggung atasnya.

Maka firman-Ku kepada segala anak-anaknya di padang Tiah itu: Janganlah kamu turut segala syariat bapa-bapamu, dan jangan turut segala adanya dan jangan cemarkan dirimu dengan berhala tahi mereka itu.

Di dalammu juga dihinakannya ibu bapa dan dianiayakannya orang dagang dan disengsarakannya anak piatu dan perempuan janda!

Dan tak boleh diambilnya perempuan janda atau yang terbuang itu akan bininya, melainkan hendaklah diperbinikannya anak dara dari pada benih bangsa Israel, tetapi jikalau perempuan janda itu dahulu bini seorang imam, boleh juga diambilnya akan bininya.

Dan Aku akan bertunangan dengan dikau dengan setia yang benar, dan engkaupun akan mengetahui akan Tuhan. Maka akan jadi pada hari itu juga, demikianlah firman Tuhan, bahwa Aku akan mendengar, yaitu Aku mendengar akan langit dan langitpun mendengar akan bumi,

Ceriterakanlah hal itu kepada anak-anakmu dan hendaklah anak-anakmupun menceriterakan dia kepada anak-anaknya dan anak-anak mereka itu pula kepada gilir orang yang lain.

Hendaklah orang berkabung seperti pengantin muda yang berpakaikan kain perkabungan karena tunangan pada masa mudanya.

Maka kemudian dari pada itu akan jadi, bahwa Aku mencurahkan Roh-Ku kepada segala manusia, maka anak-anakmu laki-laki dan perempuan akan bernubuat dan orang tua-tuamu akan bermimpi, dan orang terunamu akan melihat beberapa khayal;

Bolehkah dua orang berjalan bersama-sama, jikalau tiada seorang serta dengan seorang.

Karena anak laki-laki menghinakan bapanya, dan anak perempuan mendurhaka kepada ibunya dan menantu perempuanpun kepada mentuanya perempuan, dan orang isi rumahnya juga menjadi seterunya.

Demikianlah firman Tuhan serwa sekalian alam: Jadilah setiawan dan adil dalam memutuskan hukum dan lakukanlah kebajikan dan kemurahan seorang akan seorang. Dan jangan kamu menganiayakan perempuan janda atau anak piatu atau orang dagang atau orang miskin, dan jangan kamu mereka jahat dalam hatimu seorang akan seorang.

Maka katamu lagi: Mengapa itu? Yaitu sebab Tuhan itulah saksi antara engkau dengan binimu pada masa mudamu, kepadanya engkau sudah khianat, yaitu kepada dia, yang sobatmu, dan isteri perjanjianmu. Maka bukankah yang satu itu sudah berbuat demikian, pada masa tubuhnya lagi kuat? Tetapi apakah dituntut oleh yang satu itu? Yaitu satu benih dari pada Allah! Sebab itu, ingatlah baik-baik, jangan kamu pakai kuatmu akan berbuat khianat kepada bini masa mudamu. Karena bencilah Aku akan talak, demikianlah firman Tuhan, Allah orang Israel, dan akan memberi malu kepada bini yang sopan, demikianlah firman Tuhan serwa sekalian alam! Sebab itu, ingatlah baik-baik, jangan kamu pakai kuatmu akan berbuat khianat!

Maka iapun akan membalikkan hati bapa-bapa kepada anak-anaknya dan hati anak-anak itu kepada bapanya, supaya jangan Aku datang dan Kupalu bumi dengan karam!

Bahwa inilah silsilah Yesus Kristus, yaitu anak Daud, anak Ibrahim. Maka Ibrahim memperanakkan Ishak; dan Ishak memperanakkan Yakub; dan Yakub memperanakkan Yehuda serta adik-beradik; maka Yehuda dengan Tamar memperanakkan Pares dan Zarah; dan Pares memperanakkan Ezrom; dan Ezrom memperanakkan Aram; maka Aram memperanakkan Aminadab; dan Aminadab memperanakkan Nahsyun; dan Nahsyun memperanakkan Salmun; maka Salmun dengan Rahab memperanakkan Boaz; dan Boaz memperanakkan Obed dengan isterinya bernama Rut; dan Obed memperanakkan Isai. Dan Isai memperanakkan Baginda Daud. Maka Daud dengan bekas isteri Uria memperanakkan Sulaiman; maka Sulaiman memperanakkan Rehabiam; dan Rehabiam memperanakkan Abia; dan Abia memperanakkan Asa; dan Asa memperanakkan Yosapat; dan Yosapat memperanakkan Yoram; dan Yoram memperanakkan Uzia; dan Uzia memperanakkan Yotam; dan Yotam memperanakkan Ahaz; dan Ahaz memperanakkan Hizkia; dan Hizkia memperanakkan Manasye; dan Manasye memperanakkan Amun; dan Amun memperanakkan Yosia; dan Yosia memperanakkan Yekhonya dan adik-beradik, pada masa dibuang ke Babil. Kemudian dari pada masa dibuang ke Babil itu, maka Yekhonya pun memperanakkan Syaaltiel; dan Syaaltiel memperanakkan Zarubabil; dan Zarubabil memperanakkan Abihud; dan Abihud memperanakkan Elyakim; dan Elyakim memperanakkan Azur; maka Azur memperanakkan Saduk; dan Saduk memperanakkan Akhim; dan Akhim memperanakkan Elihud; dan Elihud memperanakkan Eliazar; dan Eliazar memperanakkan Mattan; dan Mattan memperanakkan Yakub; dan Yakub memperanakkan Yusuf, yaitu suami Maryam; ialah yang melahirkan Yesus, yang disebut Kristus.

Adapun sekalian keturunan daripada Ibrahim sampai kepada zaman Daud, jadi empat belas keturunan; dan dari zaman Daud sampai kepada masa dibuang ke Babil, itu pun empat belas keturunan; dan daripada masa dibuang ke Babil sampai kepada masa Kristus, itu pula empat belas keturunan.

Adapun kelahiran Yesus Kristus demikian halnya: Tatkala Maryam, yaitu ibunya, bertunangan dengan Yusuf, sebelum keduanya bersetubuh, maka nyatalah Maryam itu hamil daripada Rohulkudus. Maka Yusuf, suaminya itu, oleh sebab ia seorang yang lurus hati, dan tiada hendak memberi malu kepadanya dengan nyata, bermaksudlah ia akan menceraikan dia dengan senyap. Tetapi sedang ia berpikir demikian, kelihatanlah padanya di dalam mimpi seorang malaekat Tuhan, yang berkata, "Hai Yusuf, anak Daud, janganlah engkau kuatir menerima Maryam itu menjadi isterimu, karena kandungannya itu terbitnya daripada Rohulkudus. Maka ia akan beranakkan seorang anak laki-laki, dan hendaklah engkau menamakan Dia Yesus, karena Ialah yang akan melepaskan kaumnya daripada segala dosanya." Maka sekaliannya itu berlaku, supaya sampailah barang yang difirmankan oleh Tuhan dengan lidah nabi, bunyinya: Sesungguhnya anak dara itu akan mengandung dan beranakkan seorang anak laki-laki, dan disebut orang namanya: Immanuel, yang diterjemahkan artinya, Allah beserta kita. Maka bangunlah Yusuf daripada tidurnya, diperbuatnyalah sebagaimana pesan malaekat Tuhan kepadanya, lalu diterimanya Maryam isterinya. Maka tiadalah Yusuf bersetubuh dengan Maryam sehingga Maryam melahirkan seorang anak laki-laki, lalu diberinya nama kepada-Nya Yesus.

Maka masuklah mereka itu ke dalam rumah itu, lalu dilihatnya kanak-kanak itu dengan Maryam, ibunya; maka sujudlah mereka itu menyembah Dia, dibukakannya segala tempat peremasannya, serta dipersembahkannya beberapa persembahan, yaitu: emas dan kemenyan dan mur.

Tetapi Aku berkata kepadamu, bahwa tiap-tiap orang yang marah akan saudaranya, ia akan terkena hukum; dan barangsiapa yang berkata kepada saudaranya: Hai jahil! ia akan dihukumkan oleh majelis besar; dan barangsiapa yang berkata: Hai gila! ia akan terkena hukum masuk api neraka. Sebab itu, jikalau engkau hendak mempersembahkan persembahanmu di tempat korban, dan di sana engkau teringat, bahwa saudaramu ada sakit hati kepadamu, maka tinggalkanlah persembahanmu pada tempat korban itu, baliklah engkau berdamai dahulu dengan saudaramu, lalu kembalilah pula mempersembahkan persembahanmu.

Dan lagi dikatakan: Bahwa barangsiapa yang menceraikan bininya, hendaklah ia memberi surat talak kepadanya. Tetapi Aku ini berkata kepadamu: Barangsiapa yang menceraikan bininya lain daripada sebab berzinah, ialah menjadi pohon yang sebab perempuan itu berzinah; dan barangsiapa yang berbinikan perempuan yang diceraikan demikian, ia pun berzinah juga.

Siapakah di antara kamu, jikalau anaknya meminta roti, memberi batu kepadanya? Atau jikalau ia meminta ikan, diberinya ular? Sebab itu, jikalau kamu yang jahat sekalipun tahu juga memberi pemberian yang baik kepada anakmu, apatah lagi Bapamu yang di surga akan memberi barang yang baik kepada orang yang memohonkan daripada-Nya?

Janganlah kamu sangkakan Aku datang membawa keamanan di atas bumi ini. Bukannya Aku datang membawa keamanan, melainkan pedang. Karena Aku datang menceraikan orang dengan bapanya, dan anak yang perempuan dengan ibunya, dan menantu yang perempuan dengan mak mentuanya; dan orang yang serumahnya masing-masing akan menjadi seterunya. Siapa yang mengasihi bapanya atau ibunya lebih daripada-Ku, tiada ia berlayak kepada-Ku dan siapa yang mengasihi anaknya laki-laki atau anaknya yang perempuan lebih daripada-Ku, tiada ia berlayak kepada-Ku.

Maka oleh sebab Yesus mengetahui pikiran mereka itu, berkatalah Ia kepada mereka itu, "Bahwa tiap-tiap kerajaan yang berlawan-lawan sama sendiri, binasa kelak; dan tiap-tiap negeri atau rumah yang berlawan-lawan sama sendiri, tiada akan kekal adanya.

Sedang Yesus lagi bertutur dengan orang banyak itu, kelihatanlah ibu-Nya dan saudara-saudara-Nya berdiri di luar hendak bertutur dengan Dia. Maka kata seorang kepada-Nya, "Tengoklah, ibu dan saudara Tuan berdiri di luar, hendak bertutur dengan Tuan." Maka jawab Yesus kepada orang yang berkata demikian itu, "Siapakah ibu-Ku? dan siapakah saudara-saudara-Ku?" Lalu diulurkan-Nya tangan-Nya kepada murid-murid-Nya sambil berkata, "Tengok, inilah ibu-Ku dan saudara-saudara-Ku! Karena barangsiapa yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di surga, ialah saudara-Ku laki-laki, dan saudara-Ku yang perempuan, dan ibu-Ku adanya."

Bukankah Ia ini anak tukang kayu? Dan bukankah ibu-Nya bernama Maryam, dan saudara-saudara-Nya Yakub, dan Yusuf, dan Simon, dan Yudas? Dan lagi saudara-Nya yang perempuan itu pun bukankah semuanya ada di antara kita di sini? Dari manakah Ia ini beroleh segala perkara itu?" Maka mereka itu menaruh syak akan Dia. Tetapi kata Yesus kepada mereka itu, "Seorang nabi bukannya tiada berhormat, kecuali di dalam negerinya dan di dalam rumahnya sendiri."

Karena Allah telah berfirman: Hormatilah ibu bapamu! dan lagi: Siapa yang mencerca bapanya atau ibunya, ialah akan mati dibunuh. Tetapi kata kamu ini: Barangsiapa yang berkata kepada bapanya atau ibunya, bahwa barang yang patut menjadi faedahmu daripadaku itulah kupersembahkan kepada Allah; maka tiada wajib orang itu memberi hormat kepada bapanya atau ibunya lagi. Demikianlah kamu meniadakan firman Allah oleh sebab adat istiadat orang tua-tua kamu.

Maka dipanggil oleh Yesus seorang kanak-kanak, didirikan-Nya di tengah-tengah mereka itu, serta berkata, "Sesungguhnya Aku berkata kepadamu, jikalau tiada kamu berbalik menjadi seperti kanak-kanak, sekali-kali tiada kamu masuk ke dalam kerajaan surga. Sebab itu, barangsiapa yang merendahkan dirinya seperti kanak-kanak ini, ialah yang terlebih besar di dalam kerajaan surga. Dan barangsiapa yang menyambut seorang kanak-kanak seperti yang demikian ini atas nama-Ku, ialah menyambut Aku. Tetapi barangsiapa yang mendatangkan kesalahan kepada barang seorang daripada kanak-kanak yang percaya akan Daku ini, maka lebih baik padanya, jikalau sebuah batu kisaran digantungkan pada lehernya, lalu ia ditenggelamkan di tengah-tengah laut.

Ingatlah baik-baik, janganlah kamu menghinakan barang seorang daripada kanak-kanak yang kecil ini; karena Aku berkata kepadamu, bahwa segala malaekat mereka itu yang di surga senantiasa memandang wajah Bapa-Ku yang di surga.

Jikalau saudaramu bersalah kepadamu, pergilah engkau menasehatkan dia di antara engkau dengan dia sendiri; jikalau ia menurut nasehatmu, sudahlah engkau mendapat balik saudaramu itu.

Setelah itu Petrus pun menghampiri Yesus serta berkata, "Ya Tuhan, berapa kalikah saudara hamba yang bersalah kepada hamba, patut hamba mengampuni dia? Sehingga sampai tujuh kalikah?" Maka kata Yesus kepadanya, "Bukannya Aku berkata kepadamu: Sehingga sampai tujuh kali, melainkan sehingga sampai tujuh puluh kali tujuh.

Maka datanglah orang Parisi kepada-Nya hendak mencobai Dia, serta bertanya kepada-Nya, "Halalkah orang menceraikan bininya karena tiap-tiap sebab?" Maka jawab Yesus, kata-Nya, "Tiadakah kamu membaca, bahwa Ia yang menjadikan manusia pada mulanya menjadikan laki-laki dan perempuan, lalu berfirman: Karena sebab itu hendaklah orang meninggalkan ibu bapanya, dan berdamping dengan bininya; lalu keduanya itu menjadi sedarah-daging? Sehingga mereka itu bukannya lagi dua orang, melainkan sedarah-daging adanya. Sebab itu, yang telah dijodohkan oleh Allah, janganlah diceraikan oleh manusia." Maka kata mereka itu kepada-Nya, "Kalau begitu, apakah sebabnya Musa menyuruh memberi surat talak serta menceraikan dia?" Maka kata Yesus kepada mereka itu, "Oleh sebab keras hatimu Musa meluluskan kamu menceraikan binimu; tetapi pada mulanya bukan demikian adanya. Aku berkata kepadamu: Barangsiapa yang menceraikan bininya, kecuali sebab hal zinah, lalu berbinikan orang lain, ialah berzinah. Dan barangsiapa yang berbinikan perempuan yang sudah diceraikan demikian, ia pun berzinah juga." Maka kata murid-murid itu kepada-Nya, "Jikalau demikian ini perihal laki dengan bini, tiada berfaedah kawin."

Tatkala itu adalah orang membawa kanak-kanak kepada Yesus, supaya Ia meletakkan tangan ke atasnya dan mendoakan, tetapi murid-murid-Nya menengking orang itu. Tetapi kata Yesus, "Biarkanlah kanak-kanak itu, jangan dilarangkan mereka itu datang kepada-Ku, karena orang yang sama seperti inilah yang empunya kerajaan surga."

Dan barangsiapa yang sudah meninggalkan rumah, atau saudaranya laki-laki, atau saudaranya yang perempuan, atau bapanya atau ibunya atau anak-anaknya, atau tanahnya, sebab karena nama-Ku, ia itu akan beroleh seratus kali ganda, serta mewarisi hidup yang kekal.

serta berkata kepada Yesus, "Adakah Engkau dengar apa kata budak-budak ini?" Maka kata Yesus kepada mereka itu, "Bahkan, tetapi belum pernahkah kamu membaca: Bahwa dari mulut kanak-kanak dan budak-budak yang menyusu pun Tuhan sudah menyempurnakan puji-pujian?"

"Bahwa kerajaan surga itu diumpamakan dengan seorang raja, yang membuat perjamuan kawin bagi puteranya, lalu menyuruhkan hamba-hambanya memanggil orang jemputan pada perjamuan kawin itu, tetapi tiadalah mereka itu mau datang. Maka disuruhkannya pula hamba yang lain, titahnya: Katakanlah kepada orang jemputan itu: Ingatlah, perjamuanku sudah aku sediakan, maka lembu-lembuku dan binatang yang tambun sudah bersembelih, dan semuanya sudah sedia; datanglah kepada perjamuan kawin.

Sebab itu pergilah kamu ke simpang-simpang jalan, dan seberapa banyak orang yang kamu berjumpa, jemputlah kepada perjamuan kawin itu. Maka hamba itu pun keluarlah ke jalan-jalan, dihimpunkannya sekalian orang yang dijumpainya, yaitu yang jahat dan yang baik. Maka penuhlah tempat perjamuan kawin itu dengan orang yang dijamu. Maka masuklah raja itu hendak melihati orang yang dijamu itu, lalu dilihatnya di situ seorang yang tiada memakai pakaian perjamuan kawin. Maka bertitahlah ia kepadanya: Hai tolan, bagaimanakah engkau masuk ke mari dengan tiada memakai pakaian perjamuan kawin? Maka kebenganglah orang itu.

Pada hari itu juga datanglah kepada-Nya beberapa orang Saduki, yang mengatakan, bahwa tiadalah kiamat, lalu mereka itu menyoal Dia, katanya, "Ya Guru, Musa berpesan kepada kita, jikalau mati seorang, tetapi tiada beranak, hendaklah saudaranya memperisterikan bininya itu akan menerbitkan benih bagi saudaranya. Adalah dengan kami tujuh orang bersaudara laki-laki; maka yang pertama itu berbini lalu mati; dan sebab tiada beranak, tinggallah bininya bagi saudaranya. Sedemikian juga yang kedua dan yang ketiga pun, sampai yang ketujuh itu. Kemudian daripada sekaliannya, matilah pula perempuan itu. Pada hari kiamat kelak perempuan itu jadi bini sipakah dari antara ketujuh orang itu? Karena semuanya telah memperbinikan dia." Maka jawab Yesus serta berkata kepada mereka itu, "Kamu sesat, sebab tiada mengetahui isi Alkitab atau kuasa Allah. Karena pada hari kiamat kelak tiadalah orang kawin, dan tiada orang dikawinkan, melainkan keadaannya itu seperti malaekat yang di surga. Tetapi akan hal kebangkitan orang mati itu, belumkah kamu membaca barang yang difirmankan oleh Allah kepadamu, demikian: Aku inilah Tuhan Ibrahim, dan Tuhan Ishak, dan Tuhan Yakub? Karena Allah itu bukannya Tuhan orang mati, melainkan Tuhan orang hidup."

Dan janganlah kamu memanggil Bapa akan barang seorang pun di dalam dunia ini, karena Satu sahaja Bapa kamu, yaitu yang ada di surga.

Karena sama juga seperti pada zaman yang dahulu daripada air bah, orang makan minum dan kawin serta mengawinkan, sampai kepada hari Nuh masuk ke dalam bahtera,

"Pada ketika itu kerajaan surga kelak seumpama sepuluh anak dara, yang membawa pelitanya, lalu keluar hendak mengelu-elukan pengantin laki-laki.

dan Yakub anak Zabdi, dan Yahya saudara Yakub; keduanya itu digelar-Nya Buanergis, artinya, anak-anak guruh.

Dan jikalau seisi rumah tangga berlawan-lawan sama sendiri, tiadalah boleh isi rumah itu berdiri.

Maka datanglah ibu Yesus dan saudara-saudara-Nya, berdiri di luar serta menyuruhkan orang memanggil Dia. Maka orang banyak pun duduklah berkeliling Dia, maka kata beberapa orang kepada-Nya, "Tengoklah, ibu dan saudara Tuan berdiri di luar mencari Tuan!" Maka jawab-Nya kepada mereka itu, kata-Nya, "Siapakah ibu-Ku dan siapakah saudara-saudara-Ku?" Lalu Ia menoleh memandangi sekalian orang yang keliling-Nya, sambil berkata, "Tengok, inilah ibu-Ku dan saudara-saudara-Ku! Karena barangsiapa yang melakukan kehendak Allah, ialah saudara-Ku laki-laki, dan saudara-Ku yang perempuan dan ibu-Ku adanya."

Bukankah orang ini tukang kayu, anak Maryam, dan saudara Yakub dan Yoses dan Yudas dan Simon? Dan bukankah saudara-Nya yang perempuan pun ada di antara kita di sini?" Maka mereka itu menaruh syak akan Yesus. Tetapi kata Yesus kepada mereka itu, "Seorang nabi bukannya tiada berhormat, kecuali di dalam negerinya sendiri dan di antara sanak-saudaranya dan di dalam isi rumahnya."

Karena Musa berkata: Hormatilah ibu bapamu, dan: Barangsiapa yang mencerca bapanya atau ibunya, ialah akan mati dibunuh. Tetapi kamu ini berkata: Baiklah, jika seorang berkata kepada bapanya atau ibunya: Korban, (artinya persembahan kepada Allah) itulah barang yang patut menjadi faedahmu daripadaku, maka tiada kamu beri ia berbuat barang sesuatu lagi bagi bapanya atau ibunya. Demikianlah kamu meniadakan firman Allah oleh adat istiadat orang tua-tuamu yang sudah kamu tentukan, dan banyak perkara yang sebagai itu kamu perbuat."

Lalu Ia mengambil seorang kanak-kanak, serta mendirikan dia di tengah-tengah mereka itu. Setelah dipeluk-Nya dia, kata-Nya lagi kepada mereka itu, "Barangsiapa yang menyambut seorang kanak-kanak seperti yang demikian ini atas nama-Ku, maka ialah menyambut Aku; dan barangsiapa juga yang menyambut Aku ini, sebenarnya bukan ia menyambut Aku, melainkan Dia, yang sudah menyuruhkan Aku."

Barangsiapa yang mendatangkan kesalahan kepada seorang jua pun daripada kanak-kanak yang percaya akan Daku ini, maka lebih baik padanya, jikalau pada lehernya dikenakan sebuah batu kisaran, lalu ia dicampakkan ke dalam laut.

Maka datanglah beberapa orang Parisi hendak mencobai Dia, serta bertanya kepada-Nya, "Halalkah seorang menceraikan bininya?" Tetapi jawab-Nya kepada mereka itu, "Apakah yang dipesan oleh Musa kepadamu?" Maka kata mereka itu, "Musa meluluskan orang membuat surat talak, lalu menceraikan dia." Maka kata Yesus kepada mereka itu, "Memang oleh sebab keras hatimu disuratkannya hukum ini bagimu. Akan tetapi daripada awal kejadian alam, Allah menjadikan mereka itu laki-laki dan perempuan. Karena sebab itu hendaklah orang meninggalkan bapanya dan ibunya, dan berdamping dengan bininya, lalu keduanya itu menjadi sedarah-daging, sehingga mereka itu bukannya lagi dua orang, melainkan sedaging juga adanya. Sebab itu, barang yang telah dijodohkan oleh Allah, janganlah diceraikan oleh manusia." Maka ketika Ia telah tiba di rumah, bertanyalah murid-murid-Nya pula kepada-Nya akan hal itu. Maka kata Yesus kepada mereka itu, "Barangsiapa yang menceraikan bininya, lalu berbinikan orang lain, ialah berbuat zinah terhadap bininya yang dahulu itu. Dan jikalau seorang perempuan menceraikan lakinya, lalu berlakikan orang lain, ia pun berbuat zinah."

Pada suatu hari adalah orang membawa kanak-kanak kepada Yesus, supaya Ia menjamah kanak-kanak itu. Tetapi murid-murid-Nya menengking orang-orang yang membawa mereka itu. Serta Yesus nampak hal itu, maka marahlah Ia, serta berkata kepada mereka itu, "Biarkanlah kanak-kanak itu datang kepada-Ku, jangan dilarangkan mereka itu, karena orang yang sama seperti inilah yang empunya kerajaan Allah. Sesungguhnya Aku berkata kepadamu: Barangsiapa yang tiada menerima kerajaan Allah itu seperti seorang kanak-kanak, tiadalah ia akan masuk ke dalamnya." Setelah dipeluk-Nya kanak-kanak itu, diletakkan-Nya tangan-Nya di atasnya dan diberkati-Nya mereka itu.

Memang engkau tahu akan hukum Allah, yaitu: Jangan engkau membunuh, jangan engkau berzinah, jangan engkau mencuri, jangan engkau menjadi saksi dusta, jangan engkau menipu orang, dan lagi, hormatkanlah ibu bapamu."

Maka kata Yesus, "Sesungguhnya Aku berkata kepadamu, tiadalah barang seorang pun yang sudah meninggalkan rumahnya, atau saudaranya yang laki-laki, atau saudaranya yang perempuan, atau ibunya, atau bapanya, atau anak-anaknya, atau tanahnya, karena sebab Aku dan sebab Injil, melainkan ia akan beroleh seratus kali ganda pada masa sekarang di dunia ini, yaitu rumah dan saudara laki-laki dan perempuan, dan ibu dan anak-anak, dan tanah, serta dengan aniaya, tetapi pada masa yang akan datang kelak ia beroleh hidup yang kekal.

"Ya Guru, Musa telah menyuratkan hukum ini bagi kita, bahwa jikalau mati saudara seorang, serta ia meninggal bini, tetapi tiada beranak, hendaklah saudaranya mengambil bininya itu akan menerbitkan benih bagi saudaranya. Adalah orang bertujuh saudara. Maka yang pertama itu berbini, tetapi matilah ia dengan tiada beranak. Dan yang kedua pun mengambil perempuan itu, lalu mati dengan tiada beranak; dan yang ketiga itu pun demikian. Maka ketujuh-tujuhnya itu tiada meninggal anak; kemudian daripada sekaliannya, matilah pula perempuan itu. Pada hari kiamat kelak, perempuan itu jadi bini siapakah dari antara ketujuh orang itu? Karena ketujuhnya telah memperbinikan dia." Maka jawab Yesus serta berkata kepada mereka itu, "Bukankah di dalam hal ini kamu sesat, sebab tiada kamu mengetahui akan isi Alkitab dan akan kuasa Allah? Karena apabila mereka itu bangkit kelak dari antara orang mati, tiadalah mereka itu kawin atau dikawinkan, melainkan keadaan mereka itu seperti malaekat yang di surga. Tetapi akan hal orang mati dibangkitkan, tiadakah kamu membaca di dalam kitab Musa dari hal semak duri, bagaimana Allah sudah berfirman kepadanya demikian: Aku inilah Tuhan Ibrahim, dan Tuhan Ishak, dan Tuhan Yakub?

Maka saudara akan menyerahkan nyawa saudaranya sampai mati dibunuh, dan bapa akan menyerahkan nyawa anaknya; dan anak-anak itu akan mendurhaka kepada ibu bapanya, lalu membunuh dia.

Tetapi berkatalah malaekat itu kepadanya, "Janganlah takut, hai Zakaria, karena permohonanmu sudah diluluskan, dan isterimu Elisabet itu akan beranakkan bagimu seorang anak laki-laki, maka hendaklah engkau menamai dia Yahya. Dan akan jadi kesukaan dengan sukaria bagimu, serta banyak orang akan menyukakan kelahirannya. Karena ia akan menjadi besar kepada pemandangan Tuhan, dan tiada ia akan minum air anggur atau minuman yang keras; dan ia akan penuh dengan Rohulkudus daripada rahim ibunya. Maka ia akan mengembalikan banyak orang bani Israel kepada Allah, Tuhannya itu. Dan ialah yang akan berjalan di hadapan Tuhan dengan roh dan kuasa Elias, akan membalikkan hati segala bapa kepada anak-anaknya dan orang ingkar kepada perasaan hati orang yang benar; dan akan menyediakan suatu kaum yang lengkap bagi Tuhan."

Pada bulan yang keenam, maka malaekat Jibrail itu disuruhkan Allah ke sebuah negeri di Galilea, yang bernama Nazaret, kepada seorang perawan yang bertunangan dengan seorang laki-laki bernama Yusuf, keturunan Daud; maka nama perawan itu Maryam. Maka malaekat itu pun datanglah kepadanya, serta berkata, "Sejahteralah engkau, yang sudah beroleh anugerah! Tuhanlah beserta dengan engkau." Maka terkejutlah ia sebab katanya demikian, serta berpikir akan pengertian salam ini. Maka kata malaekat itu kepada Maryam, "Janganlah takut, hai Maryam! Karena engkau sudah beroleh anugerah Allah. Sesungguhnya engkau akan hamil, dan beranakkan seorang anak laki-laki, maka hendaklah engkau namakan Dia Yesus. Maka Ia akan menjadi besar, dan Ia akan dikatakan Anak Allah Yang Mahatinggi; maka Allah, Tuhan kita, akan mengaruniakan kepada-Nya takhta Daud, nenek moyang-Nya itu. Maka Ia pun akan menjadi raja atas benih Yakub selama-lamanya, dan kerajaan-Nya itu tiada berkesudahan." Lalu kata Maryam kepada malaekat itu, "Bagaimanakah perkara ini boleh jadi, karena hamba belum mengetahui laki-laki?" Maka jawab malaekat itu serta berkata kepadanya, "Bahwa Rohulkudus akan turun atasmu, dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau. Sebab itu juga Yang Kudus yang akan diperanakkan itu, kelak dikatakan Anak Allah.

Maka berlakulah tatkala Elisabet mendengar salam Maryam itu, meloncatlah kanak-kanak yang di dalam rahimnya itu, dan Elisabet pun penuh dengan Rohulkudus. Lalu ia pun berseru dengan nyaring suaranya, katanya, "Engkaulah yang berbahagia di antara sekalian perempuan, dan berbahagialah juga kandunganmu. Dari manakah jadi padaku, bahwa ibu Tuhanku datang berjumpa dengan aku? Karena sesungguhnya ketika tiba salammu itu ke telingaku, meloncatlah kanak-kanak itu di dalam rahimku dari sebab sukacitanya.

Demikian juga Yusuf keluar dari negeri Nazaret di jajahan Galilea ke negeri Daud yang bernama Betlehem, di jajahan Yudea, karena ia daripada suku dan keturunan Daud, supaya didaftarkan bersama-sama dengan Maryam tunangannya yang sedang hamil itu. Tatkala mereka itu di sana, Maryam pun genaplah bulannya akan bersalin. Lalu bersalinlah ia akan seorang anak laki-laki, yaitu anak yang sulung; maka dibedunginya dengan kain lampin, dan dibaringkannya di dalam palungan, karena tiada tempat bagi mereka itu di dalam rumah persinggahan.

Apabila genap delapan hari Ia bersunat, lalu disebut namanya Yesus, seperti yang dikatakan oleh malaekat, sebelum Ia dikandungkan di dalam rahim. Setelah sudah lepas pantang menurut Taurat Musa, maka dibawanya kanak-kanak itu ke Yeruzalem hendak menyerahkan Dia kepada Tuhan, seperti yang tersurat di dalam hukum Allah: Bahwa tiap-tiap anak sulung laki-laki yang mula-mula membuka rahim ibunya akan terserah kepada Allah,

Maka tercenganglah ibu bapa-Nya melihat Dia; lalu kata ibu-Nya kepada-Nya, "Hai anakku, apakah sebabnya Engkau berbuat demikian kepada kami? Tengoklah, bapa-Mu dengan aku mencari Engkau dengan bersusah payah." Maka berkatalah Ia kepada mereka itu, "Apakah sebabnya kamu mencari Aku? Tiadakah kamu ketahui, bahwa Aku wajib ada di dalam pekerjaan Bapa-Ku?" Tetapi ibu bapa-Nya tiada paham akan perkataan yang dikatakan-Nya itu. Maka pulanglah Ia sertanya, lalu tibalah di Nazaret; dan diturut-Nya perintahnya. Maka ibu-Nya menyimpan segala perkara itu di dalam hatinya.

Maka Yesus sendiri tatkala Ia mulai mengajar, umur-Nya sekira-kira tiga puluh tahun; maka pada sangka orang Ia itu anak Yusuf, anak Heli, anak Matat, anak Lewi, anak Malkhi, anak Yanna, anak Yusuf, anak Matatias, anak Amos, anak Nahun, anak Esli, anak Naggai, anak Maat, anak Matatias, anak Simai, anak Yusikh, anak Yuda, anak Yuana, anak Resa, anak Zorubabil, anak Syaaltiel, anak Neri, anak Malkhi, anak Adi, anak Kosam, anak Elmodam, anak Er, anak Yusa, anak Eliazar, anak Yorim, anak Matat, anak Lewi, anak Simeon, anak Yehuda, anak Yusuf, anak Yonan, anak Elyakim, anak Malia, anak Minna, anak Matata, anak Natan, anak Daud, anak Isai, anak Obed, anak Boaz, anak Sala, anak Nahsyun, anak Aminadab, anak Admin, anak Arni, anak Ezrom, anak Paris, anak Yehuda, anak Yakub, anak Ishak, anak Ibrahim, anak Tarah, anak Nahor, anak Sarukh, anak Ragau, anak Palik, anak Abir, anak Sala, anak Kainan, anak Arpaksad, anak Sem, anak Nuh, anak Lamekh, anak Metusalah, anak Enokh, anak Yarid, anak Mahlalel, anak Kainan, anak Enos, anak Set, anak Adam, anak Allah.

Maka datanglah kepada-Nya ibu dan saudara-saudara-Nya, tetapi mereka itu tiada dapat menghampiri Dia oleh sebab orang bersesak. Maka orang pun berkabar kepada-Nya dengan kata, "Ibu dan saudara Tuan berdiri di luar hendak berjumpa dengan Tuan." Tetapi jawab-Nya serta berkata kepada mereka itu, "Adapun ibu-Ku dan saudara-Ku, ialah, yang mendengar firman Allah serta menurut."

Bapa yang manakah di antara kamu, jikalau anaknya meminta roti, memberi batu kepadanya? Atau jikalau ia meminta ikan, diberinya ular? Atau jikalau ia meminta telur, diberinya kalajengking? Sebab itu, jikalau kamu, yang jahat sekalipun, tahu juga memberi pemberian yang baik kepada anakmu, apatah lagi Bapamu yang di surga akan memberi Rohulkudus kepada orang yang memohonkan daripada-Nya."

dan bapa melawan anaknya laki-laki, dan anak laki-laki melawan bapanya; ibu melawan anaknya yang perempuan, dan anak yang perempuan melawan ibunya; mak mentua melawan menantunya yang perempuan, dan menantu yang perempuan melawan mak mentua."

"Jikalau barang seorang datang kepada-Ku dan tiada membenci bapanya, dan ibu, dan bini, dan anak, dan saudara laki-laki, dan saudara yang perempuan, bahkan, nyawanya sendiri pun, tiada dapat ia menjadi murid-Ku. Barangsiapa yang tiada menanggung salibnya serta mengikut Aku, tiada dapat ia menjadi murid-Ku.

Maka kata Yesus, "Adalah seorang yang mempunyai dua anak laki-laki. Maka kata yang bungsu itu kepada bapanya: Ya Bapa, berilah aku bahagian harta yang jatuh kepadaku. Maka dibahagikannya harta kepada kedua-duanya. Tiada berapa lama kemudian daripada itu, maka anak yang bungsu itu pun mengemaskan sekaliannya, lalu pergi ke negeri yang jauh; maka di sanalah diboroskannya hartanya itu dengan kelakuan yang jahat. Setelah dihabiskannya kesemuanya, jadilah suatu bala kelaparan yang dahsyat di dalam negeri itu; maka ia pun mulai merasa kekurangan. Lalu pergilah ia memperhambakan dirinya kepada seorang daripada anak negeri itu; maka orang itu pun menyuruhkan dia ke ladangnya menjaga babinya. Maka inginlah ia akan mengisi perutnya dengan hampas kulit, makanan babi, tetapi tiada seorang pun memberikan kepadanya. Lalu sadarlah ia akan dirinya serta berkata: Berapa banyak orang gaji bapaku yang beroleh makanan dengan berlimpah-limpah, tetapi aku di sini binasa dengan kelaparan! Aku hendak bangkit pergi kepada bapaku dan berkata kepadanya: Ya Bapa, sahaya berbuat dosa terhadap surga dan Bapa; tiadalah lagi sahaya berlayak disebut anak Bapa; jadikanlah sahaya seperti seorang dari antara orang gaji Bapa. Maka bangkitlah ia, lalu pergi kepada bapanya. Tetapi sedang ia lagi jauh, bapanya sudah nampak dia, lalu jatuhlah kasihannya, serta berlarilah bapanya memeluk lehernya sambil mencium dia. Maka kata anaknya kepadanya: Ya Bapa, sahaya sudah berbuat dosa kepada surga dan Bapa, tiadalah lagi sahaya berlayak disebut anak Bapa. Tetapi berkatalah bapa itu kepada hambanya: Bawalah dengan segeranya jubah yang elok sekali, pakaikan kepadanya, dan kenakanlah sebentuk cincin ke jarinya, dan kasut di kakinya. Dan bawalah anak lembu yang tambun, sembelihkan, biar kita makan dan bersukaria, karena anakku ini sudah mati, dan hidup balik; ia sudah hilang, dan dapat balik. Maka mulailah mereka itu bersukaria.

Maka barangsiapa yang menceraikan bininya, lalu berbinikan lain orang, ialah berzinah; dan siapa yang berbinikan perempuan yang diceraikan oleh lakinya, maka ia pun berzinah juga."

Jagalah dirimu! Jikalau saudaramu bersalah, tegurkanlah dia; jikalau ia menyesal, ampunilah dia. Jikalau ia bersalah kepadamu tujuh kali sehari, dan tujuh kali pula balik kepadamu dengan katanya: Aku menyesal, hendaklah engkau mengampuni dia!"

Maka orang pun membawa juga kanak-kanak kepada Yesus, supaya dijamah-Nya; tetapi serta murid-murid-Nya melihat hal itu, lalu murid itu pun menengking mereka itu. Tetapi Yesus memanggil kanak-kanak itu datang kepada-Nya, sambil kata-Nya, "Biarkanlah kanak-kanak itu datang kepada-Ku, jangan dilarangkan mereka itu, karena orang yang sama seperti inilah yang empunya kerajaan Allah. Sesungguhnya Aku berkata kepadamu, barangsiapa yang tiada menyambut kerajaan Allah sama seperti kanak-kanak itu, tiadalah dapat masuk ke dalamnya."

Maka kata Yesus kepada mereka itu, "Sesungguhnya Aku berkata kepadamu, tiadalah seorang jua pun yang meninggalkan rumah, atau bini, atau sanak-saudara, atau ibu bapa, atau anak-anak sebab karena kerajaan Allah, yang tiada menerima pula banyak gandanya pada masa ini, dan di dalam akhirat hidup yang kekal."

Maka datanglah kepada Yesus beberapa orang Saduki, yang bersangkal dari hal kiamat, lalu menyoal Dia, serta berkata, "Ya Guru, Musa telah menyuratkan hukum ini bagi kita, bahwa jikalau saudara seorang yang berbini mati, tetapi tiada beranak, hendaklah saudaranya memperisterikan bininya itu akan menerbitkan benih bagi saudaranya. Adalah orang bertujuh saudara laki-laki, maka yang pertama itu berbini, lalu mati dengan tiada beranak; maka yang kedua, dan yang ketiga pun memperisterikan bini itu; maka demikianlah ketujuh-tujuhnya itu pun mati dengan tiada meninggalkan anak. Kemudian sekali matilah pula perempuan itu. Pada hari kiamat kelak perempuan itu jadi bini siapakah dari antara mereka itu? Karena ketujuhnya telah memperbinikan dia." Maka kata Yesus kepada mereka itu, "Anak-anak dunia ini kawin dan dikawinkan; tetapi orang yang dihisabkan berlayak akan masuk akhirat dan mendapat kebangkitan dari antara orang mati itu, tiadalah kawin atau dikawinkan;

Tetapi seberapa banyak orang yang menerima Dia, kepada mereka itulah diberi-Nya hak akan menjadi anak-anak Allah, yaitu kepada segala orang yang percaya akan nama-Nya; yang kejadian-Nya bukan daripada darah, dan bukan daripada tabiat tubuh, dan bukan daripada kehendak seorang laki-laki, melainkan daripada Allah.

Maka dua hari kemudian daripada itu ada suatu perjamuan kawin di negeri Kana, di tanah Galilea, dan ibu Yesus ada di sana.

Adapun orang yang empunya mempelai perempuan, itulah mempelai laki-laki; tetapi sahabat mempelai laki-laki yang berdiri dan mendengar dia, bersukacita sangat sebab mendengar suara mempelai laki-laki itu; sekarang ini kesukaanku sudah genap. Patutlah Ia makin bertambah, dan berkata-kata dari hal bumi, tetapi aku ini makin kurang.

Maka kata Yesus kepadanya, "Pergilah panggil lakimu, lalu datang ke mari." Maka sahut perempuan itu, katanya, "Hamba tiada berlaki." Maka kata Yesus kepadanya, "Benarlah katamu, hamba tiada berlaki; karena lima orang sudah jadi lakimu, dan yang sekarang ada padamu, itulah memang bukan lakimu. Benarlah katamu itu."

Lalu diketahuilah oleh bapa budak itu, bahwa pada jam itu juga Yesus sudah berkata kepadanya, "Anakmu itu hidup," maka ia sendiri pun beserta dengan segala isi rumahnya percayalah.

Maka kata mereka itu, "Bukankah orang ini Yesus, anak Yusuf, yang ibu bapa-Nya kami kenal? Bagaimanakah orang ini dapat berkata: Aku ini turun dari surga?"

Tatkala Ia lalu, dilihat-Nya seorang yang buta dari mula jadinya. Lalu murid-murid-Nya bertanya kepada-Nya, katanya, "Ya Rabbi, siapakah yang berbuat dosa: Orang inikah atau ibu bapanyakah, sehingga ia buta dari mula jadinya?" Maka jawab Yesus, "Bukan orang ini berbuat dosa; dan bukan orang tuanya, melainkan supaya kekayaan Allah dinyatakan padanya.

Tiadalah Aku akan meninggalkan kamu piatu, Aku datang kepadamu kelak.

Apabila seorang perempuan sakit bersalin, berdukacitalah ia, sebab saatnya sudah sampai; tetapi apabila ia sudah melahirkan anak itu, tiada diingatnya lagi akan sengsara itu oleh sebab sukacita, karena ada seorang manusia lahir ke dalam dunia ini.

Maka dekat kayu salib Yesus berdirilah ibu-Nya dan saudara ibu-Nya yang perempuan, Maryam isteri Keleopas, dan Maryam Magdalena. Apabila Yesus melihat ibu-Nya dan murid yang dikasihi-Nya itu pun berdiri dekat, berkatalah Ia kepada ibu-Nya, "Hai perempuan, tengoklah anakmu!" Kemudian Ia berkata kepada murid itu, "Tengoklah ibumu!" Maka daripada ketika itu juga murid itu menyambut dia ke dalam rumahnya sendiri.

Maka mereka itu sekalian bertekun dengan sehati berdoa beserta dengan beberapa perempuan dan Maryam, ibu Yesus, dan dengan saudara-Nya.

Maka firman Allah: Bahwa akan berlaku kelak pada akhir zaman, Aku akan mencurahkan Roh-Ku ke atas segala manusia, sehingga anak-anakmu laki-laki dan perempuan akan bernubuat, dan orang muda-mudamu akan melihat beberapa penglihatan, dan orang tua-tuamu akan mimpi berbagai-bagai mimpi,

Karena bagi kamulah Perjanjian itu dan bagi anak-anakmu, dan bagi sekalian orang yang jauh-jauh, seberapa banyak yang akan dipanggil masuk oleh Allah, Tuhan itu."

Ia itu orang yang beribadat, lagi takut akan Allah, serta dengan segala isi rumahnya, yang memberi banyak sedekah kepada kaum, dan senantiasa berdoa kepada Allah.

ia akan mengatakan kepadamu perkataan yang menyebabkan engkau ini beserta dengan seisi rumahmu akan diselamatkan.

Setelah ia dibaptiskan serta dengan isi rumahnya, lalu diajaknya kami, katanya, "Jikalau pada sangka Tuan-tuan, hamba ini taat kepada Tuhan, marilah masuk tinggal di rumah hamba." Lalu dipaksanya kami.

Maka kata mereka itu, "Percayalah akan Tuhan Yesus, maka engkau akan beroleh selamat, yaitu engkau beserta dengan seisi rumah engkau." Lalu keduanya itu pun mengatakan firman Tuhan kepadanya dan kepada sekalian orang yang ada di dalam rumahnya. Pada waktu malam itu juga dibawanya mereka itu, lalu dibasuhnya bilurnya; maka seketika itu juga ia pun dibaptiskan bersama-sama dengan sekalian orangnya. Maka dibawanya keduanya itu naik ke dalam rumahnya, lalu diletakkannya hidangan di hadapan mereka itu, dan ia bersukacita dengan seisi rumahnya sebab ia telah percaya akan Allah.

Karena seorang perempuan yang bersuami terikat oleh hukum kepada suaminya selagi suami itu hidup; tetapi jikalau suami itu mati, terlepaslah perempuan itu daripada hukum suami. Sebab itu, jikalau perempuan itu berlakikan orang lain tatkala suaminya lagi hidup, maka ia dikata orang perempuan berzinah; tetapi jikalau suaminya itu mati, terlepaslah perempuan itu daripada hukum itu, sehingga bukanlah ia perempuan berzinah, walaupun berlakikan orang lain.

Karena seberapa banyak orang yang dipimpin oleh Roh Allah, maka itulah anak-anak Allah. Karena bukannya kamu menerima roh perhambaan pula akan takut, melainkan kamu sudah menerima Roh menjadi anak angkat, yang di dalamnya kita menyeru, "Abba, ya Bapa." Maka Roh itu sendiri menyaksikan beserta dengan roh kita, bahwa kita ini anak-anak Allah. Tetapi jikalau anak-anak, maka warislah juga, yaitu waris Allah, dan sewaris dengan Kristus, jikalau kita sama merasa sengsara dengan Dia, supaya sama juga kita dipermuliakan.

Karena dengan pengharapan yang sangat rindu ternanti-nantilah segala makhluk akan kenyataan anak-anak Allah. Karena segala makhluk sudah ditaklukkan kepada yang sia-sia, bukannya dengan kehendaknya sendiri, melainkan dengan kehendak Dia yang menaklukkan mereka itu, tetapi dengan pengharapan, bahwa pada akhirnya segala makhluk itu sendiri juga akan dimerdekakan daripada perhambaan kebinasaan, masuk kepada kemerdekaan kemuliaan anak-anak Allah. Karena kita ketahui, bahwa segenap makhluk itu sama mengerang dan sama merasa kesakitan beranak sampai sekarang ini.

Karena sama seperti kita menaruh di dalam satu tubuh banyak anggota, tetapi semua anggota itu bukannya memegang serupa pekerjaan, demikianlah juga kita yang banyak ini menjadi satu tubuh di dalam Kristus, tetapi masing-masing anggota beranggotakan yang lain.

Menjawab segala pertanyaan di dalam suratmu itu, maka baiklah laki-laki jangan menyentuh perempuan, akan tetapi dari sebab zinah, maka hendaklah tiap-tiap laki-laki beristerikan isterinya sendiri, dan tiap-tiap perempuan bersuamikan suaminya sendiri. Hendaklah suami itu menggenapkan kewajibannya kepada isterinya, demikianlah juga isteri itu kepada suaminya. Maka isteri itu tiada berkuasa atas tubuhnya sendiri, melainkan suami itu. Demikian juga suami itu tiada berkuasa atas tubuhnya sendiri, melainkan isteri itu. Janganlah bertahar-tahar sama sendirimu, kecuali dengan izin masing-masing untuk seketika lamanya, supaya kamu sempat berdoa dan kemudian bersama-sama pula, supaya jangan kamu dicobai oleh Iblis, oleh sebab kamu tiada dapat menahan dirimu. Tetapi inilah kukatakan bukannya perintah, melainkan timbangan hati sahaja. Maka aku suka, biarlah segala orang menjadi seperti aku ini, tetapi masing-masing beroleh karunia yang berbeda-beda daripada Allah, yaitu seorang begini, dan seorang begitu.

Tetapi kepada orang bujang dan kepada janda aku mengatakan, bahwa baiklah mereka itu hidup seperti aku ini. Tetapi jikalau mereka itu tiada dapat menahan dirinya, biarlah mereka itu kawin, karena lebih baik kawin daripada menyala berahinya. Tetapi kepada orang yang sudah kawin itu aku berpesan (yaitu bukannya aku ini melainkan Tuhan): Bahwa janganlah isteri itu undur daripada suaminya. (Tetapi jikalau ia sudah undur, maka hendaklah ia senantiasa bujang, atau rujuk kepada suaminya;) dan janganlah suami itu meninggalkan isterinya.

Maka kepada orang yang lain itu aku ini yang berkata (dan bukannya Tuhan): Bahwa jikalau barang seorang saudara beristeri yang tiada beriman, dan isteri itu suka diam bersama-sama dengan dia, maka janganlah suami itu meninggalkan dia. Dan perempuan yang bersuamikan suami yang tiada beriman, dan suami itu suka diam bersama-sama dengan dia, maka janganlah ia meninggalkan suami itu. Karena suami yang tiada beriman itu dikuduskan di dalam isterinya, dan isteri yang tiada beriman itu dikuduskan di dalam saudara itu. Jikalau tiada yang demikian, niscaya najislah anak-anakmu itu, tetapi sekarang kuduslah ia. Tetapi jikalau orang yang tiada beriman itu undur, biarlah ia undur. Maka saudara laki-laki atau saudara perempuan itu tiada terikat lagi di dalam hal yang demikian. Tetapi kamu telah dipanggil Allah hidup di dalam perdamaian. Hai isteri orang, bagaimanakah engkau mengetahui, kalau-kalau engkau akan menyelamatkan suamimu? Atau hai suami orang, bagaimanakah engkau mengetahui, kalau-kalau engkau akan menyelamatkan isterimu?

Tentang hal perawan, tiada padaku firman Tuhan, tetapi aku memberi ikhtiar seperti orang kepercayaan oleh karena rahmat Tuhan. Maka pada pemandanganku, baiklah hal yang demikian oleh sebab kesukaran yang pada masa ini, yaitu baiklah orang tinggal sebagaimana ia memang ada. Jikalau engkau terikat kepada isteri, janganlah menuntut kelepasan. Jikalau engkau terlepas daripada isteri, janganlah mencari isteri. Tetapi jikalau engkau kawin, tiadalah engkau berdosa, dan jikalau seorang perawan kawin, tiadalah ia berdosa. Tetapi orang yang sedemikian itu akan ditimpa oleh kesukaran dirinya. Maka aku ini sayangkan kamu. Maka inilah kataku, hai saudara-saudaraku, bahwa waktu sudah singkat. Sebab itu daripada masa ini biarlah orang yang beristeri itu menjadi seperti yang tiada beristeri;

Tetapi kehendak aku janganlah kamu kuatir. Maka orang yang tiada beristeri itu sangat ingat akan perkara daripada Tuhan, yaitu bagaimana ia dapat membuat Tuhan berkenan akan dia. Tetapi orang beristeri sangat ingat akan perkara dunia, yaitu bagaimana ia dapat membuat isterinya berkenan akan dia, dan hatinya bercabang dua. Maka perempuan yang tiada bersuami itu dan perawan sangat ingat akan perkara daripada Tuhan, supaya ia kudus, baik tubuh baik rohnya. Tetapi perempuan yang bersuami itu sangat ingat akan perkara dunia, yaitu bagaimana ia dapat membuat suaminya berkenan akan dia. Maka yang kukatakan ini berfaedah bagi kamu, bukannya aku hendak menjerat kamu, melainkan hendak menyempurnakan kamu, sehingga kamu bertekun kepada Tuhan dengan tiada kebimbangan.

Tetapi jikalau seorang menyangkakan tiada menjalankan dengan sepatutnya kepada anak perawannya di dalam hal ia sudah lepas daripada akil balig, maka jikalau disangkanya perlu mengawinkan dia, biarlah ia berbuat sekehendak hatinya. Tiadalah ia berbuat dosa, maka bolehlah mereka itu kawin. Tetapi siapa yang tetap hatinya dan dengan tiada terpaksa, melainkan ada kuasa atas kehendaknya sendiri, dan sudah menetapkan di dalam hatinya hendak memeliharakan anak perawannya itu, maka perbuatannya itu baik juga. Oleh yang demikian maka orang yang mengawinkan anak perawannya itu baik perbuatannya dan orang yang tiada mengawinkan dia itu, lebih baik perbuatannya. Maka seorang perempuan yang bersuami terikat selagi suaminya itu hidup; tetapi jikalau suami itu mati, maka bebaslah ia berkawin dengan barangsiapa yang diperkenannya, asal di dalam Tuhan sahaja. Tetapi pada pemandanganku, ia lebih senang jikalau ia tinggal sebagaimana memang ada. Maka pada pikiranku, bahwa aku juga ada Roh Allah.

Tetapi aku suka kamu mengetahui, bahwa kepala tiap-tiap laki-laki itu Kristus, dan kepala perempuan itu laki-laki, dan kepala Kristus itu Allah. Maka tiap-tiap laki-laki yang berdoa atau bernubuat dengan bertudung kepala, menghinakan kepalanya. Tetapi tiap-tiap perempuan yang berdoa atau bernubuat dengan tiada bertudung kepala, menghinakan kepalanya, karena ia sama seperti sudah dicukur rambutnya. Karena jikalau seorang perempuan tiada bertudung, biarlah rambutnya digunting juga. Tetapi jikalau menjadi suatu malu kepada perempuan itu digunting atau dicukur rambutnya, biarlah ia bertudung. Karena laki-laki itu tiada patut menudung kepalanya, sebab ia peta dan kemuliaan Allah; tetapi perempuan itu kemuliaan laki-laki. Karena laki-laki itu bukan asalnya daripada perempuan, melainkan perempuan itu asalnya daripada laki-laki. Dan laki-laki itu bukannya dijadikan karena perempuan, melainkan perempuan itu karena laki-laki. Sebab itulah perempuan itu wajib memakai di kepalanya suatu tanda ia takluk, oleh sebab segala malaekat. Walaupun demikian, di dalam Tuhan perempuan bergantung kepada laki-laki, sama seperti laki-laki bergantung kepada perempuan. Karena seperti perempuan itu asalnya daripada laki-laki, demikian pula laki-laki jadi daripada perempuan; tetapi sekaliannya daripada Allah. Kamu timbangkanlah sendiri: Adakah patut seorang perempuan berdoa kepada Allah dengan tiada bertudung? Tiadakah keadaan itu sendiri menyatakan kepada kamu, bahwa jikalau seorang laki-laki ada berambut panjang menjadi suatu kehinaan kepadanya? Tetapi jikalau perempuan ada berambut panjang, menjadi suatu kemuliaan kepadanya! Karena rambutnya itu dikaruniakan kepadanya untuk penudung. Tetapi jikalau barang seorang suka berbantah-bantah, maka kita ini tiada menaruh adat yang demikian dan segala sidang jemaat Allah pun tidak.

Adapun kasih itu panjang sabar dan penyayang; kasih itu tiada dengki; kasih itu tiada memegahkan dirinya, tiada sombong; tiada melakukan yang tiada senonoh, tiada mencari keuntungan dirinya sahaja; tiada pemarah; tiada menyimpan kesalahan orang; tiada gemar akan lalim, melainkan bersukacita dengan yang benar. Maka ia tahan menanggung segala sesuatu, dan percaya akan segala sesuatu, dan harap akan segala sesuatu, dan sabar akan segala sesuatu.

Tatkala aku lagi kanak-kanak, aku bertutur seperti kanak-kanak, dan berasa seperti kanak-kanak, dan berpikir seperti kanak-kanak; sekarang semenjak sudah menjadi orang akil balig, maka keadaan kanak-kanak itu sudah kutiadakan.

hendaklah segala perempuan berdiam dirinya di dalam sidang-sidang jemaat itu. Karena tiada diizinkan kepada mereka itu berkata-kata melainkan wajiblah mereka itu takluk, seperti kata Taurat juga. Jikalau mereka itu suka belajar apa-apa, biarlah mereka itu bertanya kepada suaminya sendiri di rumah, karena menjadi suatu aib bagi perempuan berkata-kata di dalam sidang jemaat. Daripada kamukah firman Allah itu sudah keluar? Atau kepada kamu sahajakah firman itu sudah sampai? Jikalau barang seorang menyangkakan dirinya nabi atau orang rohani, hendaklah ia mengetahui barang yang aku suratkan kepadamu itulah hukum Tuhan. Tetapi jikalau barang seorang tiada hendak mengetahuinya, biarlah ia tiada mengetahui.

Jangan kamu terkena kuk bersama orang yang tiada beriman; karena apakah persekutuan kebenaran dengan kejahatan? Atau bagaimanakah terang dengan gelap boleh berjodoh? Dan pakat apakah yang ada di antara Kristus dengan Belial? Atau apakah bahagian orang beriman dengan yang tiada beriman? Dan apakah perhubungan yang ada di antara rumah Allah dengan berhala? Karena kita inilah rumah Allah yang hidup, seperti firman Allah: Bahwa Aku akan diam dan bergerak di antara mereka itu, dan Aku akan menjadi Tuhan mereka itu, dan mereka itu akan menjadi umat-Ku. Sebab itu: Keluarlah kamu dari antara orang kafir, dan bercerailah kamu, kata firman Tuhan, dan jangan menyentuh barang yang najis; maka Aku akan menyambut kamu, dan menjadi Bapa bagimu, dan kamu akan menjadi bagi-Ku anak-anak laki-laki dan perempuan, kata firman Tuhan Yang Mahakuasa.

Karena aku cemburu kepada kamu dengan suatu cemburuan ilahi, sebab sudah aku tunangkan kamu dengan seorang laki-laki, hendak menghadapkan kamu seperti seorang perawan yang suci kepada Kristus.

Maka inilah aku mengatakan: Selama waris itu lagi kanak-kanak, suatu pun tiada ia berbeda dengan hamba, walaupun ia menjadi tuan atas sekaliannya. Tetapi ia di bawah perintah wakil dan pemelihara, sehingga sampai kepada masa yang ditetapkan dahulu oleh bapanya.

Adapun hal kamu menjadi anak-anak, maka Allah sudah menyuruhkan Roh Anak-Nya masuk ke dalam hati kita yang menyeru, "Abba, ya Bapa!" Dengan hal yang demikian bukan lagi engkau menjadi hamba, melainkan anak; dan jikalau anak, maka dijadikanlah juga waris oleh Allah.

supaya jangan lagi kita menjadi kanak-kanak, beralun-alun seperti gelombang, dan ditiup oleh segala jenis angin pengajaran, dengan semu daya manusia dan cerdiknya, yang membawa kepada segala akal yang sesat,

Hai segala isteri orang, hendaklah kamu tunduk kepada suamimu seperti kepada Tuhan, karena suami itu menjadi kepala kepada isteri, seperti Kristus juga menjadi kepala kepada sidang jemaat, maka Ialah yang menyelamatkan tubuh itu. Tetapi sebagaimana sidang jemaat itu takluk kepada Kristus, demikianlah juga segala isteri orang takluk kepada suaminya di dalam segala sesuatu. Hai segala suami, kasihlah akan isterimu, seperti Kristus juga sudah mengasihi sidang jemaat, dan menyerahkan diri-Nya karenanya, supaya Ia menguduskan sidang itu setelah disucikan-Nya dengan baptisan air oleh firman Allah, dan supaya Ia mendirikan sidang itu di hadapan-Nya sendiri dengan kemuliaan, dengan tiada cacat atau kerut atau barang sebagainya, melainkan supaya ia menjadi kudus dengan tiada bercela. Demikian juga patut segala suami itu mengasihi isterinya, seperti mengasihi tubuhnya sendiri. Maka orang yang mengasihi isterinya, ialah mengasihi dirinya sendiri. Karena tiada seorang pernah membenci tubuhnya sendiri, melainkan membela dan memeliharakan dia, sebagaimana Kristus juga dengan sidang jemaat itu, karena kita ini anggota tubuh-Nya. Itulah sebabnya seorang meninggalkan ibu bapanya serta berdamping dengan isterinya, dan keduanya itu akan menjadi sedaging adanya. Rahasia ini besar, tetapi aku kiaskan di sini kepada Kristus dan sidang jemaat itu. Tetapi hendaklah kamu masing-masing pun mengasihi isteri sendiri, seperti diri sendiri; biarlah isteri itu ingat, supaya ia menghormatkan suaminya.

Hai anak-anak, turutlah perintah ibu bapamu di dalam Tuhan, karena itulah yang sebenarnya. Hormatkanlah ibu bapamu (maka itulah hukum yang pertama dengan suatu perjanjian), supaya jadi baik padamu, dan engkau hidup lama di dalam dunia ini. Hai segala bapa, jangan kamu menggusari anak-anakmu, melainkan peliharalah mereka itu dengan pengajaran yang sopan dan nasehat Tuhan.

Hai segala isteri orang, hendaklah kamu tunduk kepada suamimu, sebagaimana yang perpatutan di dalam Tuhan. Hai segala suami, kasihilah isterimu, janganlah kamu kasar akan dia. Hai anak-anak, turutlah perintah ibu bapamu di dalam segala perkara, karena itulah yang berkenan kepada Tuhan. Hai segala bapa, janganlah kamu menyakiti hati anak-anakmu, supaya jangan tawar hatinya.

sungguhpun ada kuasa kepada kami menunjukkan kemuliaan kami sebab kami menjadi rasul-rasul Kristus, tetapi kami lemah lembut di antara kamu seperti seorang ibu mengasuh anak-anaknya sendiri.

Seperti yang kamu ketahui bagaimana kami menasehatkan kamu masing-masing, seperti seorang bapa akan anak-anaknya sendiri,

Demikianlah juga segala perempuan menghiasi dirinya dengan memakai pakaian yang patut, serta dengan sopan dan siuman; bukannya dengan rambut beranyam dan emas atau mutiara atau pakaian yang berharga; melainkan dengan perbuatan yang baik, seperti yang patut bagi perempuan yang hendak beribadat kepada Allah. Adapun perempuan itu hendaklah ia belajar dengan senyapnya, dan bersungguh-sungguh merendahkan dirinya. Tetapi tiada aku mengizinkan seorang perempuan mengajar atau memerintah atas laki-laki, melainkan hendaklah ia berdiam diri. Karena Adam sudah dijadikan dahulu, kemudian baharulah Hawa; maka bukannya Adam yang teperdaya, melainkan perempuan itu teperdaya, sehingga ia termasuk ke dalam kesalahan. Tetapi ia akan diselamatkan oleh sebab memperanakkan anak-anak, jikalau ia bertekun di dalam iman dan kasih dan kekudusan, serta dengan siuman.

Sebab itu hendaklah gembala sidang itu tiada bercela, yaitu menjadi suami seorang isteri sahaja, menahan diri, siuman, berkelakuan sopan, suka memberi tumpangan, tahu mengajar orang; bukannya pemabuk atau orang perkelahian, melainkan orang yang lembut hati, bukannya orang yang berbantah-bantah, dan bukannya orang ingin akan uang; melainkan yang memerintahkan isi rumahnya dengan sempurna, dan yang memeliharakan anak-anaknya bertaat kepadanya dengan sopan santunnya; jikalau barang seorang tiada tahu memerintahkan isi rumahnya sendiri, bagaimanakah dapat ia menjaga sidang jemaat Allah?

Demikian juga hendaklah segala isterinya itu menaruh sopan, jangan menfitnahkan orang, maka hendaklah mereka itu menahan diri, dan dipercayai di dalam segala perkara. Hendaklah pembela sidang itu menjadi suami seorang isteri sahaja, serta memerintahkan anak-anaknya dan isi rumahnya dengan sempurna.

Maka seorang tua-tua jangan engkau tengking, melainkan nasehatkan dia seperti kepada seorang bapa; dan akan orang muda-muda seperti kepada saudara; dan akan perempuan-perempuan tua seperti kepada ibu; dan akan yang muda itu seperti kepada saudara perempuan dengan sehabis-habis suci. Kasihankanlah segala perempuan janda yang janda betul. Tetapi jikalau barang seorang janda yang ada beranak cucu, hendaklah mereka itu belajar mula-mula membuat kebajikan kepada isi rumahnya sendiri, dan membalas kepada orang tuanya; karena inilah yang berkenan pada pemandangan Allah.

Tetapi jikalau barang seorang tiada memeliharakan kaum keluarganya, istimewa pula orang isi rumahnya, maka ia telah menyangkal iman, dan lebih jahat ia daripada orang yang tiada beriman.

Jangan didaftarkan nama perempuan janda yang di bawah umur enam puluh tahun. Maka hendaklah nyata, bahwa ia itu sudah bersuamikan seorang suami sahaja, dan yang ternama sebab perbuatan yang baik dengan sebab ia memeliharakan anak-anak, dan menyambut orang keluaran, dan membasuh kaki orang suci, dan menolong orang yang susah, dan berusaha di dalam segala kebajikan. Tetapi engganlah akan segala perempuan janda yang muda, karena apabila mereka itu berasa berahi bersalahan dengan Kristus, mereka itu pun inginlah hendak kawin, dan terkena hukum sebab mungkir akan janjinya yang dahulu itu. Dan lagi mereka itu belajar jadi malas, dan bertandang dari sebuah rumah ke sebuah rumah; tetapi mereka itu bukannya malas sahaja, melainkan menjadi pembawa mulut dan pengganggu orang juga, serta mengatakan perkara-perkara yang tiada patut dicakapkan. Sebab itu kehendakku bahwa segala janda yang muda itu berkawin dan beroleh anak-anak dan memeliharakan isi rumahnya, dan jangan memberi barang sebab kepada lawan kita untuk mengumpat, karena memang ada beberapa orang yang telah menyimpang mengikut Iblis. Jikalau barang seorang laki-laki atau perempuan yang beriman itu mempunyai janda, hendaklah ia menolong mereka itu dan jangan sidang jemaat itu terbeban, supaya dapat sidang itu menolong segala perempuan yang janda betul.

Tetapi hendaklah engkau ini tetap di dalam segala perkara yang telah engkau pelajari, dan yang telah engkau yakin, dengan mengingatkan siapa yang telah menjadi gurumu; dan lagi dari kecil engkau sudah mengenal akan kitab yang kudus, yang boleh memberi kepadamu akal mendatangkan selamat oleh iman akan Kristus Yesus.

yaitu barangsiapa yang tiada bercela, dan suami seorang isteri sahaja, dan anak-anaknya beriman dan tiada di dalam tuduhan percabulan, dan tiada durhaka.

supaya mereka itu mengajar perempuan yang muda-muda itu mengasihi suaminya, dan menyayangi anak-anaknya, dan memerintahkan dirinya, dan menjadi suci, dan rajin memeliharakan rumah tangga, dan baik hatinya, dan tunduk kepada suaminya, supaya jangan menjadi suatu hujat kepada Firman Allah.

sungguhpun Ia Anak, tetapi sudahlah Ia belajar taat dengan segala sesuatu yang dirasai-Nya itu,

Dari sebab iman juga Nuh mempersediakan sebuah bahtera akan menyelamatkan seisi rumahnya dengan berasa takut tatkala ia difirmankan Allah dari hal perkara-perkara yang belum kelihatan; maka menurut imannya itu ia menyalahkan isi dunia ini, serta mewarisi kebenaran yang menurut iman itu.

dan kamu sudah lupa akan nasehat yang mengingatkan kamu seperti mengingatkan anak-anak, katanya: Hai anakku, janganlah engkau meringankan ajaran Tuhan, dan jangan tawar hati apabila engkau terkena hukuman-Nya; karena orang yang dikasihi oleh Tuhan itu diajari-Nya, dan tiap-tiap anak yang diterima-Nya itu dipukul-Nya. Adapun barang yang kamu deritakan itu menjadi pengajaran bagimu; maka Allah melakukan ke atas kamu serupa dilakukan-Nya ke atas anak-anak-Nya; karena anak siapakah gerangan yang tiada diajari oleh bapanya? Tetapi jikalau kamu tiada diajari, padahal semua orang mendapat bahagian itu, maka kamu anak haram, bukannya anak halal. Dan lagi kita sudah ada bapa darah daging yang mengajar kita, serta kita sudah memberi hormat kepadanya; bukankah terlebih patut kita menaklukkan diri kepada Bapa segala roh itu sehingga beroleh hidup?

Hendaklah hal nikah itu diindahkan di antara orang sekalian, dan tempat tidur jangan jadi najis; karena orang berkendak dan orang berzinah akan disiksakan Allah kelak.

Adapun ibadat yang suci dan tiada bercacat di hadirat Allah, yaitu Bapa, inilah dia: Melawat yatim piatu dan janda-janda di dalam kesusahannya, dan memeliharakan diri daripada dunia ini dengan tiada bercela.

Jikalau ada saudara-saudara laki-laki atau saudara yang perempuan tiada cukup makan pakai sehari-hari, lalu berkata seorang dari antara kamu kepadanya, "Selamat jalan, hangatlah kiranya dirimu, dan makan sehingga kenyang"; tetapi tiada kamu memberi kepadanya barang yang patut bagi tubuhnya, maka apakah faedahnya? Demikianlah juga iman, jikalau tiada disertai perbuatan, matilah ia sendiri.

Demikian juga kamu, hai segala isteri orang, hendaklah kamu tunduk kepada suamimu sendiri sahaja, supaya jikalau ada yang melawan firman itu, boleh dialahkan oleh kelakuan isterinya, dengan tiada sepatah kata, apabila mereka itu memandang kelakuanmu yang suci dan yang disertai takut akan Allah. Janganlah kamu menghiasi dirimu yang lahir, dengan rambut yang beranyam, dan memakai barang emas, atau memakai pakaian yang indah-indah, melainkan sifat yang baik pada hatinya, itulah perhiasan yang tiada akan binasa, yaitu perangai yang lemah lembut dan pendiam, yang besar harganya di hadirat Allah. Karena demikian juga pada zaman dahulu kala segala perempuan yang kudus, yang menaruh harap akan Allah itu, menghiasi dirinya juga, sambil tunduk kepada suaminya sendiri sahaja, seperti Sarah telah menurut perintah Ibrahim dengan memanggil dia tuan. Adapun kamu ini sudah menjadi anak-anaknya, jikalau kamu berbuat baik, dengan tiada takut di dalam kewajibanmu. Demikianlah juga kamu, hai segala suami orang, hendaklah kamu duduk dengan isterimu dengan budi pekerti yang baik, sebab mereka itu pihak yang lebih lemah keadaannya, serta memberi hormat kepadanya, sebab kamu juga sama waris anugerah Allah, yaitu hidup, supaya doamu jangan tergendala. Pada akhirnya, hendaklah kamu sekalian sehati, dan berbelas kasihan, dan mengasihi segala saudara, dan penyayang, dan rendah hati;

Sebagai lagi, hai kamu orang muda, hendaklah kamu tunduk kepada ketua-ketua itu, dan hendaklah kamu sekalian dengan hati yang rendah bertolong-tolongan sama sendirimu; karena Allah melawan orang sombong, tetapi Ia mengaruniakan anugerah kepada orang yang rendah hati.

Maka kita ini mengetahui bahwa kita telah lepas daripada mati menuju hidup, karena kita mengasihi segala saudara. Maka orang yang tiada mengasihi, tinggallah di dalam maut. Barangsiapa yang membenci saudaranya, ialah seorang pembunuh; dan kamu mengetahui bahwa kepada seorang pembunuh tiada ada hidup yang kekal di dalam dirinya. Dengan yang demikian kita sudah mengetahui kasih yang benar, oleh sebab Ia sudah menyerahkan nyawa-Nya karena kita; maka patutlah kita pun menyerahkan nyawa kita karena segala saudara. Tetapi barangsiapa ada berharta dunia dan tampak saudaranya di dalam kekurangan, lalu menutup pintu hatinya daripada orang itu, bagaimanakah boleh kasih Allah tinggal di dalamnya?

Maka aku sangat bersukacita sebab telah kudapati beberapa orang anak-anakmu yang melakukan dirinya di dalam kebenaran, sebagaimana hukum yang sudah kita terima daripada Bapa itu.

Maka tiada padaku sukacita yang lebih besar daripada ini, mendengarkan anak-anakku berjalan di dalam kebenaran.

Maka kelihatanlah di langit suatu alamat yang besar, yaitu seorang perempuan bersalut dengan matahari, dan bulan ada di bawah kakinya, dan di kepalanya bermakotakan dua belas bintang. Adalah ia itu mengandung dan berteriak sebab sakit dan sengsara hendak beranak. Maka kelihatanlah suatu alamat yang lain pula di langit, yaitu ada seekor naga besar yang merah menyala, berkepala tujuh, dan bertanduk sepuluh, dan di kepalanya bermakota tujuh; dan ekornya menyeret sepertiga daripada segala bintang di langit, lalu dicampakkannya ke bumi. Maka berdirilah naga itu di hadapan perempuan yang sedang hendak beranak itu, supaya apabila ia sudah beranak, naga itu dapat melulur anaknya itu. Lalu ia memperanakkan seorang anak laki-laki, yang akan memerintah segala bangsa dengan tongkat besi; maka anaknya itu pun disambar, dibawa kepada Allah dan kepada arasy-Nya. Maka perempuan itu pun larilah ke padang belantara; di situ ada suatu tempat disediakan Allah baginya, supaya ia dipeliharakan di situ seribu dua ratus enam puluh hari lamanya.

Hendaklah kita bersukacita dan bersukaria, dan hendaklah kita memberi Dia hormat; karena ketika kawin Anak domba itu sudah tiba, dan isteri-Nya pun sudah bersedia. Maka dikaruniakanlah kepadanya supaya ia boleh menghiasi dirinya dengan kain kasa halus yang bercahaya dan bersih; karena kain kasa halus itulah ibarat segala kebajikan orang-orang suci itu." Lalu katanya kepadaku, "Suratkanlah demikian ini: Berbahagialah segala orang yang dijemput kepada perjamuan kawin Anak domba itu." Maka katanya kepadaku, "Inilah yang sebenar-benar perkataan Allah."

Maka aku tampak negeri yang kudus. Yeruzalem baharu, turun dari surga daripada Allah, lengkap seperti seorang pengantin perempuan terhias bagi suaminya.

Maka datanglah seorang daripada ketujuh malaekat yang sudah memegang ketujuh bokor penuh dengan ketujuh bala yang akhir itu, lalu bertuturlah kepadaku, katanya, "Marilah aku akan menunjukkan kepadamu pengantin perempuan itu, yaitu isteri Anak domba itu."

Lalu Roh dan pengantin perempuan itu berkata, "Marilah!" Dan orang yang mendengar itu, biarlah ia berkata, "Marilah!" Dan orang yang dahaga, biarlah ia datang, dan barangsiapa yang berkehendak, biarlah ia mengambil air hayat itu dengan percuma.

Indonesian - Indonesian - ID

ID'BSS - Bahasa Terjemahan Lama - 1958

This Bible is in the Public Domain.
https://www.biblesupersearch.com/bible-downloads/
Languages are made available to you by www.ipedge.net