25 – Uang

Ini adalah firman suci Tuhan Yang Maha Esa.
Kita tidak tertarik dengan kata-kata manusia.
Bagi siapa pun yang mengasihi Tuhan... inilah yang Tuhan katakan tentang: Uang.

3 Ayat Paling Signifikan

"Janganlah kamu menghimpunkan harta benda bagi dirimu di atas bumi, yaitu di tempat gegat dan karat yang membinasakan, dan pencuri yang memecah rumah atau mencuri, melainkan himpunkanlah harta benda bagi dirimu di surga, yaitu di tempat yang tiada gegat dan karat membinasakan, dan tiada pencuri memecah rumah atau mencuri. Karena barang di mana ada hartamu, di situlah juga hatimu.

Adapun ibadat itu sungguhlah besar labanya, jikalau disertai dengan hati yang senang; karena kita sudah membawa satu pun tidak ke dalam dunia ini, sebab itu satu pun tidak juga boleh kita bawa ke luar. Tetapi sedang ada pada kita makanan atau pakaian, biarlah kita berpada dengan itu. Tetapi orang yang berkehendakkan menjadi kaya itu jatuh ke dalam pencobaan dan jerat dan banyak keinginan yang bodoh dan yang mendatangkan bencana, yang menenggelamkan manusia ke dalam kerusakan dan kebinasaan. Karena tamak akan uang itulah akar segala jenis kejahatan; maka ada orang, yang merebutnya itu, telah tersesat daripada iman, sehingga menikamkan banyak duka cita ke dalam dirinya.

Lalu Yesus memandang sekeliling, serta berkata kepada murid-murid-Nya, "Alangkah sukarnya bagi orang yang kaya masuk ke dalam kerajaan Allah!" Maka tercengang-cenganglah murid-murid-Nya oleh sebab perkataan itu. Tetapi kata-Nya lagi pula kepada mereka itu, "Hai anak-anak-Ku, alangkah sukarnya masuk ke dalam kerajaan Allah bagi orang yang berharapkan harta bendanya sahaja. Lebih mudahlah seekor unta masuk ke lubang jarum daripada seorang yang kaya masuk ke dalam kerajaan Allah." Tetapi makin sangat tercenganglah mereka itu serta kata seorang kepada seorang, "Kalau begitu, siapakah akan beroleh selamat?" Lalu Yesus memandang mereka itu serta kata-Nya, "Kepada manusia perkara itu mustahil, tetapi bukannya kepada Allah; karena kepada Allah segala sesuatu ada di dalam kuasa-Nya."

Setiap Ayat Dalam Urutan Kanonik – 384 bagian

Maka sekali peristiwa, pada kesudahan tahun, dibawa oleh Kain akan hasil tanah akan persembahan kepada Tuhan. Maka oleh Habelpun dibawa akan kambing-kambingnya yang sulung serta dengan tambunnya. Maka berkenanlah Tuhan akan Habel dengan persembahannya, tetapi akan Kain dengan persembahannya tiada Allah berkenan. Lalu marahlah sangat Kain itu serta mukanyapun tunduklah.

Maka adalah Abram itu amat kaya dengan binatang dan perak dan emas.

Maka tiadalah termuat tanah itu akan mereka itu diam bersama-sama, karena hidup-hidupan mereka itu terlalu banyak, maka oleh sebab itulah tiada boleh mereka itu diam bersama-sama.

Maka segala puji bagi Allah taala, yang telah menyerahkan segala musuhmu kepada tanganmu. Maka dipersembahkan Abram kepadanya dalam sepuluh asa dari pada segala harta bendanya.

Maka telah diberi Tuhan banyak berkat akan tuan hamba, sampai tuan hamba telah menjadi seorang besar, diberikan Allah kepadanya beberapa lembu kambing dan emas perak dan beberapa orang hamba sahaya dan beberapa ekor unta dan keledai.

Lalu dikeluarkanlah oleh hamba itu beberapa benda perak, dan benda emas dan beberapa persalin, diberikannyalah kepada Ribkah, dan lagi pula beberapa benda yang indah-indah diberikannya kepada saudaranya laki-laki dan kepada ibunya.

Hata, maka Ishakpun menabur biji dalam tanah itu, maka pada setahun itu juga diperolehnya seratus kali ganda; demikianlah diberkati Tuhan akan dia. Maka orang itupun menjadi besar, makin lama makin lebih bertambah besarnya, sehingga iapun menjadi tersangat besar. Maka adalah padanya perolehan kambing dan perolehan lembu dan hamba sahayapun banyak, sehingga dengkilah orang-orang Filistin akan dia.

maka batu ini, yang telah kudirikan akan suatu tanda itu, menjadi sebuah bait Allah, maka aku akan mempersembahkan kepada-Mu dalam sepuluh asa dari pada segala sesuatu, yang Engkau karuniakan kepadaku.

Maka demikianlah dikumpulkan Yusuf akan gandum yang seperti pasir di laut banyaknya, sehingga berhentilah orang dari pada membilang dia, karena tiada tepermanai banyaknya.

Hata, apabila bala kelaparan telah datang atas segala negeri itu, maka dibukakan oleh Yusuf akan segala gedung yang ada isinya, lalu dijualnyalah kepada segala orang Mesir, karena sangat besarlah bala kelaparan itu dalam negeri Mesir. Maka dari pada segala negeri datanglah orang ke Mesir mendapatkan Yusuf, hendak membeli gandum, karena sangat besarlah bala kelaparan dalam segala negeri itu.

Maka dipeliharakanlah Yusuf akan bapanya dan segala saudaranya dan segala isi rumah bapanya dengan makanan, sehingga sampai segala anak-anaknyapun.

Maka makananpun tiadalah dalam negeri itu, karena amat besarlah bala kelaparan, sehingga gemeletaklah segala orang isi negeri Mesir dan negeri Kanaan dari sebab kelaparan. Maka dikumpulkanlah oleh Yusuf segala uang yang terdapat dalam negeri Mesir dan dalam negeri Kanaan, yaitu uang pembayar gandum yang dibeli oleh mereka itu, maka oleh Yusuf dibawa masuk akan segala uang itu ke dalam istana Firaun. Setelah habislah uang dalam negeri Mesir dan negeri Kanaan, maka datanglah segala orang Mesir menghadap Yusuf, lalu sembahnya: Tuanku beri apalah akan patik sekalian makanan; mengapa gerangan patik akan mati di hadapan tuanku, karena segala uang sudah habis? Maka sahut Yusuf: Bawalah binatangmu, maka aku memberikan kamu gandum ganti binatangmu, jikalau tiada uang. Maka dibawa oleh mereka itu akan binatangnya kepada Yusuf, lalu diberi Yusuf akan mereka itu makanan ganti kuda dan ganti kambing domba dan lembu dan keledai; dipeliharakannya mereka itu dengan makanan pada tahun itu juga karena segala binatangnya. Maka setelah habislah tahun itu, pada tahun yang lain datanglah mereka itu kepadanya serta sembahnya: Bahwa tiadalah boleh patik menyembunyikan dari pada tuanku, tegal tiada lagi uang dan segala lembu kambing dan binatang tanggungpun telah menjadi tuanku punya, bahwa suatupun tiada tinggal lagi di hadapan tuanku, melainkan badan patik dan tanah patik sekalian. Mengapa patik sekalian akan mati di hadapan mata tuanku, baik patik baik tanah patik? Tuanku beli apalah diri patik dan tanah patik dengan makanan, maka patik dan tanah patik akan menjadi milik Firaun; tuanku beri apalah benih, supaya patik sekalian hidup, jangan patik mati, dan tanah patikpun jangan menjadi tandus. Demikianlah dibeli Yusuf segala tanah Mesir itu akan Firaun, karena orang Mesir masing-masing menjualkan bendangnya, oleh sebab bala kelaparan itu tersangat besar atas mereka itu; maka demikianlah tanah itupun menjadi milik Firaun. Setelah itu dipindahkannyalah orang banyak itu dari pada sebuah negeri kepada sebuah negeri, dari pada suatu ujung perhinggaan tanah Mesir sampai kepada ujung yang lain.

Karena masing-masing orang perempuan akan meminta kepada orang sekampungnya atau kepada orang setangganya serba benda perak dan serba benda emas dan pakaian, maka ia itu akan ditanggungkan olehmu di atas bahu anak-anakmu laki-laki dan perempuan, sehingga kamu akan menjarahi negeri Mesir.

Maka firman Tuhan kepada Musa: Bahwa sesungguhnya Aku akan menghujani kamu dengan roti dari langit kelak, maka orang banyak itu akan keluar memungut dia pada sebilang hari sama banyaknya, yaitu supaya Aku mencobai mereka itu, kalau mereka itu akan berjalan menurut hukum-Ku atau tidak. Maka akan jadi kelak pada hari yang keenam hendaklah mereka itu bermasak-masak akan barang yang telah dibawanya masuk, maka ia itu akan dua kali banyaknya dari pada yang dikumpulkannya sehari-hari.

Maka kata Musa kepada mereka itu: Seorangpun jangan tinggalkan sisanya sampai pagi. Tetapi tiada mereka itu menurut kata Musa, karena adalah beberapa orang yang tinggalkan juga sisanya sampai pagi, lalu jadilah berulat dan baunyapun busuklah; maka sebab itu sangat marahlah Musa akan mereka itu.

Jangan kamu mencuri.

Jangan kamu ingin akan rumah samamu manusia, jangan kamu ingin akan bini samamu manusia, atau akan hambanya laki-laki, atau akan sahayanya perempuan, atau akan lembunya, atau akan keledainya, atau akan barang apa-apa yang samamu manusia punya.

Sebab itu jangan kamu memperbuat berhala dari pada perak, dan jangan kamu memperbuat berhala dari pada emas di hadapan Aku.

Barangsiapa yang mencuri orang, entah sudah dijualnya, entah orang itu terdapat lagi dalam tangannya, ia itu takkan jangan mati dibunuh juga.

Jikalau seorang menaruh uangnya atau barang-barangnya kepada kawannya akan disimpan, maka ia itu dicuri dari dalam rumah orang itu, jikalau pencuri didapati, tak akan jangan digantinya dua kali banyaknya. Jikalau tiada didapati akan pencuri itu, hendaklah orang yang empunya rumah itu dibawa menghadap hakim, supaya diperiksa kalau-kalau dibubuhnya tangannya kepada barang yang milik kawannya.

Jikalau kamu memberi pinjam uang kepada umat-Ku, yaitu kepada orang miskin yang di antara kamu, maka jangan kamu menjadi baginya seperti penagih utang yang keras, dan jangan ambil bunga dari padanya.

Suruhlah segala bani Israel mengambilkan Aku suatu persembahan tatangan. Maka dari pada segala orang yang datang dengan ridla hatinya hendaklah kauambilkan Aku persembahan tatangan itu.

Ambillah dari pada barang yang ada padamu akan persembahan tatangan bagi Tuhan, masing-masing orang yang ridla hatinya hendaklah membawa dia akan persembahan tatangan bagi Tuhan, yaitu emas atau perak atau tembaga,

Maka datanglah baik orang laki-laki baik orang perempuan, semua dengan ridla hatinya, dibawanya akan gelang dan subang dan cincin dan kerungsang, semuanya perhiasan emas, demikianpun segala orang laki-laki yang mempersembahkan suatu persembahan timangan dari pada emas kepada Tuhan.

Lalu berkata mereka itu dengan Musa, katanya: Orang itu membawa terlalu banyak, lebih dari pada yang dipakai akan pekerjaan yang disuruh Tuhan kami perbuat. Maka disuruh Musa berseru-seru di antara orang banyak itu, katanya: Baik orang laki-laki baik orang perempuan, jangan lagi susah akan membawa persembahan tatangan kepada tempat yang suci itu! Maka demikianlah orang banyak itu ditahani dari pada membawa akan dia lagi. Karena telah cukuplah ramuan bagi segala pekerjaan yang hendak diperbuat, bahkan, adalah lebih.

Jikalau barang seorang sudah berbuat dosa dan telah melawan Tuhan dengan melangkahkan perintah-Nya, sebab bersangkallah ia kepada samanya manusia akan barang petaruh, atau barang yang diserahkan kepada tangannya, atau akan barang rampasan, atau akan barang yang diambilnya dengan gagah dari pada samanya manusia; atau telah didapatnya barang yang hilang, lalu ia bersangkal serta dengan bersumpah dusta, atau barang dosa apapun baik yang perinya demikian, yang dibuat orang itu;

Maka apabila kamu menuai hasil tanahmu, jangan kamu menuai habis-habis segala ujung tanahmu dan jangan kamu memungut barang yang ketinggalan dari pada penuaianmu itu. Jangan kamu memetik buah-buah anggurmu sampai pada kedua kalinya dan buah-buah yang telah luruh itu jangan kamu pungut, melainkan hendaklah kamu membiarkan dia bagi orang yang papa dan yang dagang: Bahwa Akulah Tuhan, Allahmu! Jangan kamu mencuri, dan jangan kamu berdusta, dan jangan kamu menipu seorang akan seorang.

Jangan kamu menganiayakan samamu manusia, atau merampas barang-barangnya, dan uang pembayar upah orang upahanmu jangan bermalam sertamu sampai pagi hari.

Jangan kamu merugikan orang dalam hukum dengan ukuran atau dengan timbangan atau dengan sukatan. Maka hendaklah kamu menaruh akan neraca yang betul dan akan buah timbangan yang betul dan akan efa yang betul dan akan hin yang betul: Bahwa Akulah Tuhan, Allahmu, yang telah menghantar akan kamu ke luar dari negeri Mesir.

Maka apabila kamu menuai hasil tanahmu, jangan kamu menuai habis-habis akan segala ujung bendangmu, dan jangan kamu memungut barang yang tinggal dari pada penuaianmu, melainkan tinggalkanlah ia bagi orang miskin dan orang dagang: Bahwa Akulah Tuhan, Allahmu!

Enam tahun lamanya hendaklah kamu menaburi bendangmu dan enam tahun lamanya hendaklah kamu merancung pokok anggurmu serta mengumpulkan hasilnya. Tetapi pada tahun yang ketujuh akan ada sabat perhentian yang suci bagi tanah itu, yaitu sabat Tuhan, maka jangan kamu menaburi bendangmu atau merancung pokok anggurmu. Maka barang yang tumbuh sendirinya pada perhumaanmu itu jangan kamu tuai dan buah pokok anggurmu, yang tiada dirancung itu, jangan kamu kerat; maka hendaklah ia itu tahun perhentian yang suci bagi tanah itu.

Dan lagi hendaklah kamu membilang tujuh tahun sabat, yaitu tujuh kali tujuh tahun, jadi jumlah segala tahun itu empat puluh sembilan tahun banyaknya. Setelah itu maka pada bulan yang ketujuh dan pada sepuluh hari bulan itu hendaklah kamu meniupkan nafiri bunyi-bunyian itu keliling, yaitu pada hari gafirat itu hendaklah kamu meniupkan nafiri keliling dalam segala negerimu. Maka tahun yang kelima puluh itu hendaklah kamu sucikan dan berseru-serukan kemerdekaan dalam negeri itu bagi segala orang isinya; maka hendaklah ia itu menjadi suatu tahun yobel bagi kamu; tak akan jangan masing-masing kamu kembalilah kepada miliknya dan masing-masingpun kembalilah kepada isi rumahnya. Maka tahun yang kelima puluh itu menjadi bagi kamu tahun yobel, sebab itu jangan kamu menaburi biji-bijian, dan jangan menuai barang yang tumbuh sendirinya, dan jangan kamu memetik buah pokok anggurnya yang tiada dirancung. Karena ia itulah tahun yobel dan sucilah ia itu bagi kamu; barang hasil bendang yang tumbuh sendirinya itu hendaklah kamu makan.

Maka jikalau saudaramu telah menjadi miskin dan tangannya gementar sertamu, maka hendaklah kamu memegang akan dia, jikalau ia orang dagang atau orang menumpang sekalipun, supaya iapun boleh hidup sertamu.

Maka janganlah kamu mengambil dari padanya bunga atau laba yang terlalu, melainkan takutlah kamu akan Allahmu, supaya saudaramupun boleh hidup sertamu. Jangan kamu memberikan uangmu kepadanya dengan makan bunga, dan makananmupun jangan kamu berikan kepadanya dengan mengambil untung.

Maka segala perpuluhan hasil tanah, baik dari pada biji-bijian di bendang baik buah-buah segala pokok, ia itu Tuhan punya, dan sucilah ia itu bagi Tuhan.

Dan lagi firman Tuhan kepada Harun: Dari pada tanah mereka itu tiada engkau beroleh pusaka dan suatu bahagianpun tidak kauperoleh di antaranya; bahwa Akulah bahagianmu dan pusakamu di antara segala bani Israel. Bahwa sesungguhnya kepada anak-anak Lewi telah Kukaruniakan segala perpuluhan dalam Israel akan pusakanya karena pekerjaan yang dikerjakannya, yaitu pekerjaan kemah perhimpunan.

Dan lagi berfirman Tuhan kepada Musa demikian: Hendaklah engkau mengatakan inipun kepada segala orang Lewi: Apabila kamu mengambil perpuluhan itu dari pada bani Israel, yang telah Kukaruniakan kepadamu akan bahagian pusaka, maka hendaklah kamu mengambil dari padanya dalam sepuluh asa dari pada segala perpuluhan akan persembahan tatangan kepada Tuhan. Maka itu akan dibilang bagi persembahan tatanganmu, seperti gandum dari pada pelubur dan seperti kelimpahan apitanmu anggur. Maka demikian hendaklah kamupun menatang suatu persembahan tatangan bagi Tuhan dari pada segala perpuluhanmu, yang kamu ambil dari pada bani Israel, maka persembahan tatangan bagi Tuhan dari pada sekalian ini hendaklah kamu berikan kepada Harun, yang imam. Maka dari pada segala pemberianmu hendaklah kamu menatang segenap persembahan tatangan Tuhan; dari pada segala yang terutama di antaranya, yang dapat dipakai akan suatu bahagian yang suci.

Mengapa maka nama bapa hamba dibuang dari antara bangsanya, sedang tiada ia beranak laki-laki? Berikan apalah hamba barang milik pusaka di antara segala saudara bapa hamba. Maka oleh Musa disampaikanlah perkara mereka itu ke hadapan hadirat Tuhan. Lalu berfirmanlah Tuhan kepada Musa demikian: Bahwa benarlah sembah anak-anak perempuan Zelafead; tak akan jangan engkau memberikan mereka itu barang milik pusaka di antara segala saudara bapanya, dan pusaka bapanya hendaklah kaupulangkan kepada mereka itu. Dan katakanlah ini kepada segala bani Israel: Jikalau barang seorang mati tiada beranak laki-laki, maka hendaklah kamu memulangkan pusakanya kepada anaknya perempuan. Maka jikalau tiada ia beranak perempuanpun, maka hendaklah kamu memberikan pusakanya kepada saudaranya laki-laki. Jikalau tiada ia bersaudara laki-lakipun, maka hendaklah kamu memberikan barang pusakanya kepada saudara laki-laki bapanya. Jikalau bapanyapun tiada bersaudara laki-laki, maka hendaklah kamu memberikan pusakanya kepada orang kaum keluarganya yang terhampir kepadanya, supaya ia itu mempusakainya. Maka inilah menjadi bagi segala bani Israel suatu hukum undang-undang setuju dengan firman Tuhan yang kepada Musa.

Maka sebab itu hamba sekalian ini membawa suatu persembahan kepada Tuhan, masing-masing akan barang yang telah dapat ke tangannya dari pada benda-benda emas, baik gelang atau pontoh baik cincin atau subang atau dokoh, hendak mengadakan gafirat atas jiwa hamba di hadapan hadirat Tuhan.

dan supaya jangan bahagian pusaka suatu suku pulang kepada suku yang lain, karena tiap-tiap suku bani Israel akan memeliharakan bahagian pusakanya dengan tiada dikurangkan adanya.

Janganlah kamu mencuri.

Dan janganlah kamu ingin akan bini samamu manusia, janganlah kamu ingin akan rumah samamu manusia, atau akan bendangnya, atau akan hambanya laki-laki, atau hambanya perempuan, atau lembunya, atau keledainya, atau akan barang sesuatu yang samamu manusia punya.

suatu tanah tempat kamu akan makan roti tiada dengan hemat-hemat dan tiada kamu akan kekurangan barang sesuatu, yaitu suatu tanah yang batunya besi dan dari dalam gunung-gunungnya kamu akan menggali tembaga.

Supaya jangan, apabila kamu sudah makan dan sudah menjadi kenyang dan sudah membangunkan rumah yang baik dan sudah mengeduduki dia, dan lembu dan dombamupun sudah diperbanyakkan dan kamu sudah beroleh banyak emas perak dan segala harta benda, kemudian hatimu bermegah-megah dan kamupun melupakan Tuhan, Allahmu, yang telah menghantar akan kamu keluar dari negeri Mesir, yaitu dari dalam tempat perhambaan itu, dan yang telah memimpin kamu di padang Tiah yang besar dan hebat, yaitu tempat ular naga dan kalajengking, tempat kekeringan sebab tiada air dan yang telah memancarkan air bagimu dari pada bukit batu yang keras sekali. Dan yang di padang Tiah telah memberi makan akan kamu manna, yang tiada dikenal oleh nenek moyangmu, hendak merendahkan hatimu dan mencobai akan kamu, supaya pada akhir dibuat-Nya baik akan kamu. Dan jangan kamu berkata dalam hatimu demikian: Bahwa dengan kuasaku sendiri dan dengan kuat tanganku sendiri aku telah beroleh akan segala harta ini. Melainkan hendaklah selalu kamu ingat akan Tuhan, Allahmu, bahwa Ia juga yang telah mengaruniakan kuasa kepadamu akan beroleh harta itu, maka ia itu supaya disampaikan-Nya barang yang telah dijanji-Nya kepada nenek moyangmu pakai sumpah, seperti yang ada sekarang ini.

Karena Tuhan, Allahmu, itulah Allah atas segala dewata dan Tuhan atas segala tuan, Allah yang mahabesar dan mahakuasa, yang patut dihormati dan yang tiada memandang akan muka orang dan yang tiada menerima hadiah, dan yang membenarkan hal perkara anak piatu dan perempuan janda, dan yang mengasihi akan orang dagang, hendak mengaruniakan kepadanya makanan dan pakaian.

Dan ke sana juga hendaklah kamu membawa akan segala korban bakaranmu dan segala korban sembelihanmu dan segala persembahanmu dalam sepuluh asa, dan segala persembahan tatangan tanganmu dan segala nazarmu dan segala persembahanmu dari ridla hati dan segala anak sulung lembu dan dombamu.

Maka pada masa itu akan ada suatu tempat yang dipilih oleh Tuhan, Allahmu, hendak mendudukkan namanya di situ, maka ke sanapun hendaklah kamu membawa akan segala yang telah kupesan kepadamu, baik korban bakaranmu baik korban sembelihanmu atau persembahanmu dalam sepuluh asa dan persembahan tatanganmu dan segala barang pilihan dari pada nazarmu, yang akan kamu bernazar kepada Tuhan.

Maka dalam negeri kedudukanmu tak boleh kamu makan dalam sepuluh asa dari pada gandummu atau dari pada air anggurmu atau dari pada minyakmu atau dari lembu dombamu yang mula jadi, demikianpun jangan barang yang telah kamu pernazarkan atau persembahan dari ridla hatimu atau persembahan tatangan tanganmu.

Maka dengan sungguh-sungguh hendaklah kamu mempersembahkan asa dalam sepuluh dari pada segala hasil tanah yang telah kamu taburi, yaitu dari pada segala yang tumbuh di tanahmu pada sebilang tahun. Maka di hadapan hadirat Tuhan, Allahmu, pada tempat yang kelak dipilihnya akan menetapkan namanya di sana, hendaklah kamu makan segala perpuluhan gandummu dan air anggurmu dan minyakmu dan anak-anak sulung lembumu dan dombamu, supaya kamu belajar takut akan Tuhan, Allahmu, pada segala hari.

Maka pada kesudahan tiap-tiap tujuh tahun hendaklah kamu memberi kelepasan. Maka demikianlah perihal kelepasan itu: tiap-tiap orang piutang, yang telah memberi pinjam kepada kawannya, itu hendaklah melepaskan dia; jangan ditagihnya utang kawannya atau saudaranya, sedang sudah diuar-uarkan orang kelepasan karena Tuhan. Maka akan orang dagang boleh kamu tagih, tetapi barang yang telah kamu beri pinjam kepada saudaramu, ia itu hendak dilepaskan oleh tanganmu.

Karena Tuhan, Allahmu, akan memberkati kamu, seperti yang telah Ia berfirman kepadamu; maka kamu akan memberi pinjam kepada beberapa bangsa, tetapi kamu sendiri tiada usah pinjam, maka kamu akan memerintahkan beberapa bangsa, tetapi mereka itu tiada akan memerintahkan kamu.

Maka apabila di antara kamu adalah seorang miskin, yaitu dari pada segala saudaramu yang duduk sebelah dalam pintu gerbangmu, dalam negeri yang dikaruniakan Tuhan, Allahmu, kepadamu kelak, maka janganlah kamu keras hati atau mengatup tangan dari pada saudaramu yang miskin itu. Melainkan hendaklah kamu membuka tanganmu kepadanya dengan murahnya, dan berilah pinjam akan dia dengan limpahnya, yang cukup akan kekurangannya, seberapa banyak iapun berhajat.

Peliharakanlah dirimu dari pada terbit ke pikiran jahat dalam hatimu, sehingga kamu berkata demikian: Bahwa hampirlah tahun yang ketujuh, yaitu tahun kelepasan; lalu matamu mengerling kepada saudaramu yang miskin itu dan tiada kamu memberi akan dia, sehingga iapun berseru akan halmu kepada Tuhan dan ia itu menjadi dosa padamu! Tak akan jangan dengan murah kamu memberi akan dia, dan jangan picik hatimu apabila kamu memberi akan dia, karena sebab perbuatan murah yang demikian diberkati Tuhan, Allahmu, akan kamu kelak dalam segala pekerjaanmu dan dalam segala pegangan tanganmu. Maka supaya orang miskin itu jangan hilang dari tengah negeri itu, sebab itu pesanku kepadamu demikian: Hendaklah dengan kemurahan kamu membukakan tanganmu kepada saudaramu, kepada orang yang duduk dalam negerimu dengan kesukaran dan kepapaannya.

Lalu hendaklah kamu memegang masa raya jumaat itu bagi Tuhan, Allahmu, maka barang yang akan kamu persembahkan itu hendaklah persembahan tanganmu dengan ridla hati, sekadar telah diberkati Tuhan, Allahmu, akan kamu.

Masing-masing sekadar perolehan tangannya, sekadar berkat yang dikaruniakan Tuhan, Allahmu, kepadamu.

Dan lagi jangan ditaruhnya bagi dirinya banyak orang perempuan, supaya hatinya jangan disimpangkan, dan jangan ditaruhnya bagi dirinya banyak emas perak.

Tetapi tiada diperolehnya bahagian pusaka di antara segala saudaranya, karena Tuhanlah bahagiannya pusaka, seperti firman Tuhan kepadanya.

Jangan kamu menggingsirkan perhinggaan tanah kawanmu, yang telah ditentukan oleh nenek moyang dalam bahagian pusaka yang akan kamu peroleh dalam negeri yang dikaruniakan Tuhan, Allahmu, kepadamu akan milik pusaka.

Maka tak boleh kamu mengambil bunga dari pada saudaramu, baik bunga uang baik bunga makanan baik bunga barang sesuatu yang dapat makan bunga. Maka dari pada orang lain bangsa boleh kamu mengambil bunga, tetapi dari pada saudaramu tak boleh kamu mengambil dia, supaya diberkati Tuhan, Allahmu, akan kamu dalam segala perkara pegangan tanganmu dalam negeri yang kamu tuju sekarang hendak mengambil dia akan bahagianmu pusaka.

Maka jikalau didapati akan orang mencuri seorang dari pada segala saudaranya, yaitu dari pada bani Israel, dijadikannya hamba dan dijualnya akan dia, tak akan jangan orang pencuri itu mati dibunuh, dan kamupun membuang yang jahat itu dari tengahmu.

Maka apabila kamu sudah memungut buah pokok anggurmu, janganlah berulang kamu memungut buahnya karena ia itulah bahagian orang dagang dan anak piatu dan perempuan janda.

Lalu dibawa-Nya akan kami ke tempat ini, dikaruniakan-Nya tanah ini kepada kami, yaitu suatu tanah yang berkelimpahan air susu dan madu. Maka sekarang, bahwasanya hamba telah membawa hulu hasil tanah ini, yang dikaruniakan Tuhan kepada hamba. Lalu hendaklah kamu meletakkan dia di hadapan hadirat Tuhan, Allahmu, dan hendaklah kamu menyembah sujud di hadapan hadirat Tuhan, Allahmu. Maka hendaklah kamu bersuka-sukaan dari karena segala kebajikan yang dikaruniakan Tuhan, Allahmu, akan kamu dan akan isi rumahmu, baik kamu baik orang dagang yang di antara kamu.

Maka apabila selesailah kamu dari pada membawa segala perpuluhan hasilmu pada tahun yang ketiga, yaitu tahun perpuluhan, maka hendaklah kamu memberi akan orang Lewi dan akan orang dagang dan akan anak piatu dan akan perempuan janda, supaya mereka itupun dapat makan dalam negerimu dan jadi kenyang. Maka hendaklah katamu di hadapan hadirat Tuhan, Allahmu: Bahwa hamba telah mengambil barang yang suci itu dari dalam rumah, dan lagi hamba telah memberikan dia kepada orang Lewi dan kepada orang dagang dan kepada anak piatu dan kepada perempuan janda, setuju dengan segala firman-Mu yang telah Kausuruh akan hamba, maka dari pada segala firman-Mu satupun tiada hamba lalui atau hamba lalaikan.

Maka Tuhanpun akan melimpahkan kamu dengan kebajikan, baik dalam buah perutmu baik dalam hasil binatangmu baik dalam hasil tanahmu dalam negeri yang telah dijanji Tuhan, Allahmu, kepada nenek moyangmu pakai sumpah hendak dikaruniakan-Nya kepada kamu. Maka Tuhanpun akan membukai kamu perbendaharaan kebajikan-Nya, yaitu langit, hendak dikaruniakan-Nya hujan kepada tanahmu pada musimnya, dan diberkati-Nya akan segala pekerjaan tanganmu, maka kamu akan memberi pinjam kepada beberapa berapa bangsa, tetapi kamupun tiada minta pinjam.

Maka segala emas perak dan segala benda dari pada tembaga dan besi itu akan suci bagi Tuhan, hendaklah ia itu masuk ke dalam perbendaharaan Tuhan.

Tetapi kepada suku Lewi tiada diberikan Musa bahagian tanah, sebab Tuhan, Allah Israel, itulah bahagian pusaka mereka itu, seperti firman-Nya kepadanya.

Tuhan jua yang menjadikan miskin dan yang menjadikan kaya; Tuhan jua yang merendahkan dan yang meninggikan. Orang yang hina diangkat-Nya dari dalam abu, dan orang miskin dibangkitkan-Nya dari dalam lebu, supaya didudukkan-Nya mereka itu dengan raja-raja dan diberi-Nya akan dia mempusakai kursi kemuliaan, karena segala alas bumi itu Tuhan punya, dan Tuhan juga yang telah membangunkan bumi di atasnya.

Arakian, maka disuruhkan Tuhan akan Natan pergi menghadap Daud, maka pergilah ia menghadap baginda, lalu sembahnya: Dalam sebuah negeri anu adalah dua orang, seorang yang kaya, seorang yang miskin. Maka pada orang kaya itu adalah amat banyak lembu dan kambing domba. Tetapi orang miskin itu tiada empunya melainkan hanya seekor anak domba yang telah dibelinya dan dipeliharakannya, sehingga ia itu menjadi besar bersama-sama dengan dia dan dengan anak-anaknyapun, maka ia itupun makanlah dari pada makanannya dan minumlah dari pada cawannya, dan tidurlah pada ribaannya dan adalah ia itu baginya seperti seorang anaknya. Hata, maka datanglah seorang perjalanan singgah kepada orang kaya itu, maka disayangkan orang kaya itu akan kambing domba dan lembunya sendiri, tiada ia mau mengambil dia akan disediakan bagi perjalanan yang telah singgah kepadanya itu, melainkan diambilnya akan anak domba orang miskin itu, disediakannya bagi orang yang telah singgah kepadanya. Maka berbangkitlah murka Daud akan orang itu, serta titahnya kepada Natan: Demi Tuhan yang hidup, orang yang telah berbuat demikian itulah akan mati dibunuh! Tak akan jangan diberinya ganti anak domba itu empat kali ganda, sebab telah diperbuatnya perkara yang demikian dan sebab tiada ia menaruh kasihan.

Tetapi titah baginda kepada Arauna: Jangan begitu, melainkan aku hendak membeli dia juga dari padamu dengan harganya, karena tiada aku mau mempersembahkan korban bakaran kepada Tuhan, Allahku, dengan cuma-cuma. Maka dibeli Daud tempat mengirik dan lembu itu dengan lima puluh syikal perak. Lalu didirikan Daud di sana sebuah mezbah akan Tuhan dan dipersembahkannya korban bakaran dan korban syukur; demikianlah diadakan gafirat atas isi negeri itu di hadapan Tuhan dan bala itupun dilalukan dari pada orang Israel.

Maka disalut Sulaiman sebelah dalam tempat itu dengan emas tempawan dan dibubuhnya perkakasan rantai emas di muka tempat firman, yang sudah disalutnya dengan emas itu. Demikianlah segenap tempat itu disalut dengan emas pada segala pihaknya, dan segenap mezbah, yang hampir dengan tempat firman itupun disalutnya dengan emas.

Dan lagi dasar tempat itupun disalutnya dengan emas, baik tempat yang di dalam itu baik yang di luarnya.

Dan lagi diperbuat oleh raja Sulaiman akan segala serba lain yang patut dalam rumah Tuhan, yaitu akan meja keemasan dan akan meja tempat roti tunjukan; dan akan kaki pelita lima buah pada sebelah kanan dan lima buah pada sebelah kiri di hadapan tempat firman, semuanya dari pada emas tua, demikianpun karangan bunganya dan segala pelitanya dan sepit-sepitnya dari pada emas belaka; dan lagi segala cerana dan sepit dan bokor dan mangkok dan pedupaan dari pada emas tua; demikianpun segala sekeri pintu rumah sebelah dalam, tempat yang mahasuci, dan sekeri pintu bait kesucian itupun dari pada emas juga.

Adapun berat segala emas yang dibawa masuk kepada raja Sulaiman dalam setahun, ia itu enam ratus enam puluh enam talenta emas.

Demikianpun segala bekas minuman baginda raja Sulaiman dari pada emas dan segala serba istana di rimba Libanonpun dari pada emas tua, satu juapun tiada yang dari pada perak, karena pada zaman raja Sulaiman perak itu tiada diindahkan orang. Karena pada baginda adalah kapal dari Tarsis di laut serta dengan kapal Hiram, maka tiap-tiap tiga tahun sekali masuklah segala kapal dari Tarsis itu, muatannya emas dan perak dan gading dan beberapa kera dan burung merak. Demikianlah baginda raja Sulaiman menjadi besar dari pada segala raja yang di atas bumi, baik dengan kekayaan baik dengan hikmat.

Maka sementara perempuan itu pergi hendak mengambil dia, berserulah Elia pula kepadanya, katanya: Ambil apalah akan daku sesuap apampun pada tanganmu! Tetapi sahut perempuan itu: Demi Tuhan, Allahmu, yang hidup itu, sebuah apampun tiada padaku melainkan tepung hanya segenggam dalam periuk dan minyak hanya sedikit dalam buli-buli! bahwasanya aku sudah memungut barang sedikit kayu api ini, dan sekarang aku pergi hendak menyediakan dia akan diriku dan akan anakku laki-laki itu, supaya kedua kami makan, lalu mati. Maka kata Elia kepadanya: Janganlah engkau takut; pergi juga dan perbuatlah seperti katamu itu, tetapi perbuatlah akan daku dahulu sebuah apam kecil dari padanya, dan bawalah akan dia keluar kepadaku di sini, setelah itu, maka bolehlah engkau menyediakan sesuatu akan dirimu dan akan anakmu. Karena demikianlah firman Tuhan, Allah orang Israel itu: Bahwa tepung yang di dalam periuk itu tiada akan habis dan minyak yang di dalam buli-buli itupun tiada akan kurang sampai kepada hari apabila Tuhan akan menurunkan hujan kepada bumi. Hata, maka pergilah perempuan itu, dibuatnya seperti kata Elia itu, maka mereka itupun makanlah, baik ia baik perempuan itu serta dengan segala orang isi rumahnya, genap setahun lamanya. Adapun tepung yang di dalam periuk itu tiada habis dan minyak yang di dalam buli-buli itupun tiada kurang, setuju dengan firman Tuhan yang telah dikatakan-Nya dengan lidah Elia itu.

Maka kata Elisa kepadanya: Apakah boleh kuperbuat karena engkau? Berilah tahu aku barang apa yang di dalam rumahmu. Maka sahutnya: Satupun tiada pada sahaya dalam rumah melainkan sebuah buli-buli berisi minyak. Maka kata Elisa: Pergilah engkau minta beberapa bejana dari luar, yaitu bekas yang hampa dari pada segala orang sekampungmu; jangan kauambil sedikit. Lalu masuklah ke dalam rumah, kancingkanlah pintu di belakang engkau dan di belakang anak-anakmu, setelah itu tuanglah ke dalam segala bekas itu, mana yang penuh sebelahkanlah. Hata, maka perempuan itupun meninggalkan dia, lalu dikancingkannyalah pintu di belakangnya dan di belakang anak-anaknya, yang mengunjuk bekas itu kepadanya, maka perempuan itupun menuanglah. Setelah sudah penuh segala bekas itu, maka katanya kepada anaknya: Unjuklah lagi sebuah bekas kepadaku; tetapi sahut anak itu: Tiada lagi bekas. Maka minyaknyapun berhentilah. Maka pergilah perempuan itu memberitahu hal itu kepada aziz Allah, lalu katanya: Pergilah engkau, juallah minyak itu, bayarlah hutangmu, dan lebihnya jadikanlah penghidupanmu dan penghidupan anak-anakmu.

Maka diberikan raja Hizkia segala perak yang terdapat dalam rumah Tuhan dan dalam perbendaharaan istana baginda. Maka pada masa itu dikerat raja Hizkia segala emas dari pada pintu kaabah Tuhan dan dari pada tiang-tiang yang telah disalut oleh Hizkia, raja orang Yehuda, lalu diberikannya kepada raja Asyur.

Dan dibawanya keluar dari sana akan segala mata benda rumah Tuhan dan segala mata benda istana baginda dan dikeratnya segala perhiasan emas, perbuatan Sulaiman, raja orang Israel, dalam kaabah Tuhan, yaitu setuju dengan firman Tuhan. Dan dibawanya dengan tertawan segenap orang isi Yeruzalem serta dengan segala penghulu dan orang hartawan, sepuluh ribu orang dibawanya dengan tertawan, demikianpun segala tukang kayu dan tukang besi; seorangpun tiada tinggal melainkan orang hina dina belaka di antara segala rakyat negeri itu.

Maka Yabez itupun meminta doa kepada Allah orang Israel, sembahnya: Jikalau kiranya selalu Engkau memberkati aku, dan Engkau meluaskan perhinggaan negeriku dan tanganmupun menyertai aku dan Engkau memeliharakan daku kelak dari pada dipersakiti oleh jahat, niscaya Engkau akan jadi Allahku! Maka disampaikanlah Allah barang yang telah dipintanya itu.

Lagi segala orang yang dekat-dekat sampai ke Isakhar dan Zebulon dan Naftalipun membawa makanan termuat di atas keledai dan unta dan bagal dan lembu, yaitu makanan dari pada tepung dan anjir beberapa gumpal dan zabib beberapa gumpal dan air anggur dan minyak dan lembu dan kambing domba terlalu banyak, karena adalah kesukaan di antara segala orang Israel.

Bahwasanya di tengah-tengah kesukaranku sudah kusediakan bagi rumah Tuhan emas seratus ribu talenta dan perak sejuta talenta dan tembaga dan besi tiada tertimbangkan beratnya, kerena sangat banyak adanya; lagipun sudah kusediakan kayu dan batu, maka hendaklah engkau menambahi dia pula.

Bahwa sekuat-kuatku aku sudah menyediakan bakal bait Allahku, yaitu emas akan barang yang keemasan dan perak akan barang yang dari pada perak dan tembaga akan barang yang dari pada tembaga dan besi akan barang yang dari pada besi dan kayu akan barang yang dari pada kayu adanya, dan lagi batu unam dan pelbagai permata yang indah-indah akan ditatahkan atau akan gemilang pada barang sujian dan batu marmar amat banyak. Tambahan pula, tegal bait Allahku itulah kegemaranku, maka kuberikan lagi segala benda emas dan perak yang padaku, lain dari pada segala bakal yang telah kusediakan akan bait kesucian itu,

Dipersembahkannya akan perbuatan bait-Ullah emas lima ribu talenta sepuluh ribu dirham, dan perak sepuluh ribu talenta, dan tembaga delapan belas ribu talenta, dan besi seratus ribu talenta banyaknya. Maka kepada barangsiapa didapati akan permata intan, dipersembahkannya akan perbendaharaan rumah Tuhan dalam pegangan Yehiel, orang Gersoni itu. Maka bersukacitalah hati orang banyak itu oleh karena persembahan mereka itu dengan keridlaan hatinya, karena dengan hati yang tulus dan dengan segala keridlaan dipersembahkannya kepada Tuhan, dan lagi baginda raja Daudpun amat besar sukacita hatinya.

Maka segala kekayaan dan kemuliaan dari padamu juga datangnya dan Engkaupun memerintahkan semesta sekalian, dan di dalam tanganmu adalah kuasa akan membesarkan dan akan menguatkan segala seuatu.

Karena siapa gerangan aku ini, dan apa gerangan bangsaku ini, maka kami beroleh kuat akan mempersembahkan dengan keridlaan hati kami persembahan yang demikian ini? karena dari pada-Mu juga semuanya itu, dan adapun kami mempersembahkan ini, ia itu dari pada tangan-Mu juga asalnya.

Ya Tuhan, Allah kami! adapun segala kelimpahan ini, yang sudah kami sediakan akan membuat sebuah rumah bagi nama kesucian-Mu itu, ia itu semuanya dari pada tanganmu juga asalnya dan Engkau juga yang mempunyai dia.

Maka firman Allah kepada Sulaiman: Tegal kehendak hatimu demikian, dan tiada engkau minta kekayaan dan harta benda atau kemuliaan atau jiwa segala pembencimu atau umur panjang, melainkan engkau menghendaki hikmat dan pengetahuan bagi dirimu, supaya engkau dapat memerintahkan segala umat-Ku, yang telah Kujadikan dikau akan rajanya, maka sebab itu hikmat dan pengetahuan telah dikaruniakan kepadamu, dan lagi Aku menganugerahi engkau kelak dengan kekayaan dan harta benda dan kemuliaan, sebagainya belum pernah ada pada barang seorang dari pada segala raja-raja yang dahulu dari padamu, dan tiada akan ada pada orang yang kemudian dari padamupun.

Maka dilimpahkan baginda emas dan perak di Yeruzalem seperti batu banyaknya dan pohon kayu arazpun dilimpahkannya seperti pokok ara hutan yang di tanah datar.

Maka titah baginda kepada orang banyak, kepada segala orang isi Yeruzalem, disuruhnya mereka itu memberikan bahagian segala imam dan orang Lewi, supaya tetaplah mereka itu dalam melakukan hukum Tuhan. Serta masyhurlah titah itu, maka dibawa oleh bani Israel akan banyak hulu hasil gandum dan air anggur dan minyak dan air madu dan hulu segala hasil tanah, dan lagi dalam sepuluh asa dari pada segala sesuatu dihantarkannya amat banyak.

Arakian, maka dalam antara itu ramailah berseru segala rakyat dan bini-bini mereka itu dari sebab saudara mereka itu, orang Yahudi. Karena adalah setengah orang berkata demikian: Bahwa anak-anak laki-laki dan perempuan kami, sekalian kami ini banyak adanya, maka sebab itu kami sudah membeli utang gandum, supaya kami boleh makan dan hidup. Dan kata setengah orang pula: Bahwa kami sudah menggadaikan segala bendang kami dan kebun anggur kami dan rumah kami, supaya pada masa bala kelaparan ini boleh kami membeli utang gandum. Dan lagi adalah setengah orang berkata demikian: Bahwa kami sudah menggadaikan bendang kami dan kebun anggur kami, supaya beroleh uang akan membayar upeti kepada raja. Kendatilah daging darah kamipun seperti daging darah saudara kami juga dan anak laki-laki kamipun seperti anak laki-laki mereka itu; bahwasanya kami merendahkan anak kami laki-laki dan perempuan akan hamba beli, bahkan, dari pada anak perempuan kami adalah beberapa orang dalam kuasa orang lain, maka tiada kami dapat menebus dia, dan orang lain pula memeganglah segala bendang dan kebun anggur kami. Demi kudengar seru mereka itu dan segala perkataan ini, maka sangatlah amarahku; maka berpikirlah aku dalam hatiku, lalu aku menggusar segala orang bangsawan dan yang penghulu, serta kataku kepadanya: Bahwa kamu sudah mengambil bunga, masing-masing dari pada saudaranya! Hata, maka aku memerintahkan suatu majelis bicara atas mereka itu. Maka kataku kepadanya: Bahwa segala saudara kami orang Yahudi yang telah dijual kepada orang kafir itu, ia itu sudah kami tebus sekadar kuat kami, manakan boleh kamu menjual saudaramu, melainkan tak akan jangan mereka itu dijual kepada kami juga. Maka diamlah mereka itu, tiada terkata-kata lagi. Lalu kataku: Bahwa tiada baik perbuatanmu itu! Tiadakah kamu mau berjalan dengan takut akan Allah kita, kendatilah karena sebab pencuca orang kafir, yaitu musuh kita? Bahwa aku dan segala saudaraku dan segala hambakupun mengutangi mereka itu uang dan gandum, baiklah kita melepaskan utangnya itu. Maka sebab itu sekarang juga kembalikanlah olehmu kepada mereka itu segala bendangnya dan kebun anggurnya dan kebun pokok zaitnya dan rumah-rumahnya, dan lagi dalam seratus satu dari pada segala uang, dan gandum, dan air anggur, dan minyak, yang sudah kamu tagih kepadanya. Maka sahut mereka itu: Bahwa kami akan mengembalikan dia dan tiada menagih sesuatu kepadanya; kamipun akan berbuat seperti katamu itu. Maka kupanggil segala imam, lalu kusuruh mereka itu bersumpah, supaya diperbuatnya menurut kata ini. Dan lagi kubebaskan dada bajuku sambil kataku: Demikianlah dikebaskan Allah kelak segala orang yang tiada menyampaikan janji ini, yaitu dari pada rumahnya dan dari pada segala harta bendanya, supaya terkebas dan hampa adanya. Maka sahut segenap perhimpunan itu: Amin! dan dipujinya Tuhan, maka orang banyak itupun menurutlah kata ini.

Dan lagi kamipun membuang undi di antara segala imam dan orang Lewi dan orang banyak itu atas pembawaan kayu api yang patut dibawa orang masuk ke dalam bait Allah kami, menurut isi rumah bapa-bapa kami, pada masa yang tertentu dari pada setahun datang kepada setahun, akan dibakar di atas mezbah Tuhan, Allah kami, seperti tersurat dalam taurat adanya. Dan lagi dari pada setahun datang kepada setahun kami akan membawa segala hasil tanah kami dan buah bungaran dan segala pokokpun ke dalam rumah Tuhan. Dan segala sulung anak laki-laki kami, dan sulung segala binatang kami, seperti tersurat dalam taurat, dan kamipun akan membawa segala sulung lembu kami dan kambing domba kami ke dalam bait Allah kami, kepada segala imam yang berkhidmat di dalam bait Allah kami. Dan kamipun akan membawa segala hulu adonan kami dan segala persembahan tatangan kami dan buah bungaran segala pokok air anggur dan minyak kepada segala imam ke dalam bilik-bilik bait Allah kami, dan dalam sepuluh asa dari pada segala hasil tanah kami kepada orang Lewi, dan orang Lewi sendiripun akan memungut dalam sepuluh asa pada segala negeri perhumaan kami; dan akan ada seorang imam, seorang bani Harun, serta dengan orang Lewi, apabila orang Lewi itu memungut dalam sepuluh asa, dan segala orang Lewi itu akan membawa dalam sepuluh asa dari pada segala perpuluhan itu ke dalam bait Allah kami, ke dalam bilik-bilik gedung perbendaharaan. Karena ke dalam bilik-bilik itu patutlah segala bani Israel dan bani Lewipun membawa masuk persembahan tatangan dari pada gandum dan air anggur dan minyak, sebab di sana adalah segala perkakasan yang suci dan segala imam yang berkhidmat dan segala penunggu pintu dan segala biduan; dan jangan kami meninggalkan bait Allah kami.

sudah memperbuat akan dia sebuah bilik yang besar pada tempat yang dahulu dibawa orang masuk ke dalamnya akan persembahan makanan dan bau-bauan dan segala perkakasan yang terpakai kepadanya itu dan dalam sepuluh asa dari pada segala gandum dan air anggur dan minyak, yang ditentukan bagi segala orang Lewi dan biduan dan penunggu pintu dan lagi persembahan tatangan segala imam.

Maka segenap segala orang Yehuda lalu membawa dalam sepuluh asa dari pada segala gandum dan air anggur dan minyak ke dalam gedung perbendaharaan itu.

Adapun segala binatang yang padanya itu kambing domba tujuh ribu ekor dan unta tiga ribu ekor dan lembu lima ratus pasang dan keledai betina lima ratus ekor dan lagi amat banyak sahayanya, sehingga orang itu besar dari pada segala bani Masyrik adanya. Maka pergilah segala anaknya laki-laki itu membuat perjamuan, masing-masing dalam rumahnya dan pada harinya, disuruhkannya orang menjemput ketiga saudaranya perempuan akan makan dan minum sertanya.

katanya: Bahwa dengan telanjangku juga sudah aku keluar dari dalam rahim ibuku, dan dengan telanjang juga aku akan kembali ke dalamnya. Bahwa Tuhan yang sudah mengaruniakan dia, Tuhan juga mengambil dia pula, segala puji bagi nama Tuhan!

Barang yang sudah ditelannya itu akan dimuntahkannya kembali, Allah juga yang akan mengeluarkan dia dari dalam perutnya.

Sebab sudah dianiayakannya orang miskin dan dirampasinya, dan sudah dijarahnya rumah dan tiada dibangunkannya pula.

Maka mereka itu menghabiskan segala harinya dalam barang yang baik, dan dalam sesaat jua mereka itu turun ke dalam alam barzakh.

Karena engkau sudah mengambil gadai dari pada saudara-saudaramu dengan tiada semena-mena, dan pakaian orang telanjang sudah kautanggalkan. Akan orang yang lelah tiada engkau beri minum dan dari pada orang yang berlapar engkau sudah menahankan roti.

Maka Yang Mahakuasa akan menjadi emasmu, dan jadi bagimu seperti perak bertimbun-timbun.

Mereka itu memindahkan juga perhinggaan tanahnya, dan merampas kawan kambing domba lalu digembalakannya. Keledai anak piatu dihalaukannya, dan lembu perempuan janda diambilnya akan gadai. Disuruhnya orang miskin menyimpang dari pada jalan; segala orang isi negeri yang lemah itu menyembunyikan dirinya dari padanya. Mereka itu seperti keledai hutan di gurun, yang keluar pagi hari akan mencahari makan; maka padang itu memberi makan akan dia dan akan anak-anaknyapun. Di padang mereka itu menyabit makanannya dan dipetiknya buah yang ketinggalan di dalam kebun anggur si penganiaya itu. Mereka itu bermalam dengan telanjang dan tiada padanya barang tudungan pada musim dingin. Mereka itu dibasahkan oleh hujan di gunung, dan sebab tiada perlindungannya, dipeluknya akan batu bukit. Anak piatu disentaknya dari pada susu ibunya dan barang yang lagi tinggal pada orang miskin itu diambilnya akan gadai. Orang telanjang disuruhnya pergi dengan tiada berbaju, dan yang sudah memikul berkas-berkas gandumnya disuruhnya pergi dengan lapar.

Bukannya demikian, melainkan selalu aku sudah takut akan siksa yang dari pada Allah, dan kuketahuilah akan lemahku di hadapan Yang Mahatinggi. Jikalau kiranya sudah kutaruh harapku pada emas, atau kataku kepada emas tua: Engkaulah pengharapanku; jikalau kiranya aku sudah bergemar akan kebesaran kekayaanku, dan akan segala harta benda perolehan tanganku;

Yang tiada memandang muka orang besar-besar dan tiada membedakan antara orang kaya dengan orang miskin, karena sekalian mereka itu perbuatan tangan-Nya juga.

Setelah sudah dipinta Ayub doa akan sahabatnya, dibalas Tuhan baik akan dia sekadar segala kerugiannya, dan pada segala yang dahulu Ayub punya itu ditambahkan Tuhan dua kali ganda.

Maka di seluruh tanah itu tiada didapati akan perempuan yang elok seperti anak Ayub itu, maka bapanya memberikan dia bahagian pusaka di antara segala saudaranya laki-laki.

Pintalah olehmu pada-Ku, maka Aku akan mengaruniakan segala bangsa akan bahagianmu pusaka dan segala ujung bumi akan milikmu!

Orang jahat itu akan turun ke dalam neraka, yaitu segala orang kafir yang melupakan Allah.

Karena orang fasik itu bermegah-megah oleh kehendak hatinya; bahwa dipujinya akan orang yang kikir dan dihujatnya akan Tuhan.

Maka tiada ia menjalankan uangnya dengan makan bunga dan tiada ia makan suap akan melawan orang yang tiada bersalah. Maka barangsiapa yang memeliharakan segala perkara ini, pada selama-lamanya tiada ia akan tergelincuh.

Bahwa Tuhanlah bahagianku pusaka dan pialaku; Engkau telah mengaruniai aku dengan suatu milik yang luas. Maka tali pengukur telah jatuh bagiku pada tempat-tempat yang permai, dan suatu pusaka yang indah-indah telah menjadi bahagianku.

Mazmur Daud.

Takutlah akan Tuhan, hai segala orangnya yang suci, karena tiada barang kekurangan pada orang yang takut akan Dia.

Segala yang padaku akan berkata demikian: Ya Tuhan! siapakah seperti Engkau, yang melepaskan orang lemah dari pada tangan orang yang kuat dari padanya, dan orang yang papa dan miskin dari pada orang yang merampas dia.

Haraplah pada Tuhan dan buatlah baik, diamlah di atas bumi dan peliharakanlah dirimu dengan setia. Dan bersukacitalah kamu akan Tuhan, maka Iapun akan mengaruniakan kepadamu kelak kehendak hatimu.

Dahulu aku muda, kemudian jadi tua, tetapi tiada pernah kulihat orang yang benar itu ditinggalkan atau anak cucunya meminta sedekah. Maka sepanjang hari ia menaruh sayang dan memberi pinjam, maka anak cucunyapun keberkatan.

Maka segala orang yang benar itu akan mempusakai tanah itu, dan mendiami dia sampai selama-lamanya.

Biarlah bersukacita dan tamasya karena Engkau segala orang yang mencahari Engkau; biarlah segala orang yang suka akan selamat yang dari padamu itu berkata selalu demikian: Hendaklah Tuhan diperbesarkan kiranya. Sesungguhpun aku teraniaya dan miskin, tetapi Tuhan juga yang menilik akan daku! Bahwa Engkaulah penolongku dan penebusku; ya Allahku! jangan apalah Engkau berlambatan!

Mazmur Daud bagi biduan besar. Berbahagialah orang yang berlaku dengan akal budi akan orang yang miskin; bahwa Tuhan akan meluputkan dia pada hari kesukaran.

Mengapa gerangan aku akan takut pada hari kesukaran, apabila jahat itu mengelilingi aku pada segala langkahku? Adapun akan orang yang harap pada hartanya dan yang bermegah-megah akan banyak kekayaannya, bahwa dari pada mereka itu seorangpun tiada dapat menebus saudaranya; tiada dapat dipersembahkannya kepada Allah harga tebusannya

Tetapi Allah juga akan merobohkan dikau kelak pada selama-lamanya; Iapun akan mencabut dan membantun engkau dari dalam kemahmu, bahkan, Iapun akan mencabut engkau dari dalam negeri segala orang hidup. -- Selah.

Bahwa sesungguhnya orang hina itu sia-sia adanya dan orang yang mulia itupun dusta; jikalau kiranya bersama-sama mereka itu ditimbang dengan neraca, niscaya terlebih ringan dari pada sia-sia adanya.

Karena iapun akan memeliharakan orang miskin yang berseru, dan lagi orang papa dan yang tiada padanya seorang penolong. Maka akan disayangkannya orang papa dan miskin serta dipeliharakannya orang yang kekurangan.

Benarkanlah hal orang miskin dan anak piatu; benarkanlah orang yang teraniaya lagi papa; lepaskanlah kiranya orang papa dan miskin; sentakkanlah dia dari dalam tangan orang jahat.

Karena satu hari dalam halaman-Mu itu baik dari pada seribu hari pada tempat lain; maka terlebih baik aku duduk di bendul rumah Allahku dari pada diam di dalam kemah orang jahat.

Apabila Tuhan sudah membangunkan pula akan Sion dan kelihatanlah Ia dengan kemuliaan-Nya.

Dalam rumahnya akan ada kelimpahan dan kekayaan, maka kebenarannya itu kekal selama-lamanya.

Baiklah orang yang mengasihani orang dan memberi pinjam; maka iapun mematutkan segala hal ihwalnya dengan bijaksana.

yang mengangkat akan orang hina dari dalam lebu, dan yang meninggikan orang miskin dari dalam abu. Hendak mendudukkan dia bersama-sama dengan penghulu umat-Nya.

Adapun segala berhala mereka itu dari pada perak atau emas, ia itu perbuatan tangan manusia adanya.

Maka Tuhan akan memperbanyakkan berkat-Nya atas kamu, yaitu atas kamu dan atas anak-anakmupun. Keberkatanlah kiranya kamu sekalian bagi Tuhan, yang telah menjadikan langit dan bumi.

Apakah dapat kupersembahkan kepada Tuhan akan membalas segala kebajikan-Nya akan daku?

Maka segala kejadian menengadah kepada-Mu, maka Engkau mengaruniakan makanannya pada waktunya. Bahwa Engkau juga membukakan tangan-Mu serta mengenyangkan segala sesuatu yang hidup sekadar keridlaan-Mu.

Maka demikianlah jalan barangsiapa yang loba akan barang yang haram, karena ia itu menangkap akan jiwa orang yang menaruh akan dia.

jikalau engkau mencahari dia seperti perak dan menyelidik dia seperti mata benda yang tersembunyi; maka engkau kelak mengerti hal takut akan Tuhan serta mendapat pengetahuan akan Allah.

Hormatilah akan Tuhan dengan mempersembahkan kepada-Nya dari pada segala hartamu dan dari pada hulu segala hasilmu. Demikianlah kelak segala peluburmu akan penuh-penuh sampai berkelimpahan dan segala apitanmu akan penuh-penuh dengan air anggur muda sampai mumbung.

Berbahagialah orang yang mendapat hikmat, dan manusia yang mendapat pengetahuan. Karena perniagaanya itu terlebih baik dari pada berniagakan perak dan hasilnyapun terlebih baik dari pada emas tua. Maka terlebih indah adanya dari pada menikam dan segala yang dikehendaki olehmu itu tiada dapat dibanding dengan dia.

Janganlah engkau menahani barang dari pada orang yang empunya dia, jikalau dalam kuasa tanganmu sekalipun akan berbuat demikian. Janganlah engkau berkata kepada samamu manusia demikian: Pergilah engkau dan datang pula, esok hari akan kuberi, jikalau ada padamu sekarang ini.

Hai anakku! jikalau kiranya engkau telah menjadi pengaku samamu manusia, jikalau kiranya engkau telah bertampar tangan karena orang lain; sesungguhnya engkau telah terjerat oleh perkataan mulutmu, dan engkau telah tertangkap oleh perkataan lidahmu. Perbuatlah ini, hai anakku; lepaskanlah kiranya dirimu, sebab engkau sudah jatuh ke tangan samamu manusia; pergilah, rajinkanlah dirimu, serta memaksa akan samamu manusia. Janganlah beri matamu mengantuk atau kelopak matamu tidur; lepaskanlah dirimu seperti kijang dari pada tangan pemburu dan seperti burung dari pada tangan pemikat.

Tak akan jangan orang pencuri dihukum juga, jikalau ia telah mencuri hendak mengenyangkan perut sebab laparnya sekalipun. Jikalau didapati akan dia, tak akan jangan dipulangkannya kembali tujuh kali ganda, dan patutlah diberikannya segala isi rumahnya akan gantinya.

Kekayaan dan kemuliaan adalah dengan aku, dan lagi harta benda yang indah-indah, yang diperoleh dengan patut. Bahwa buah-buahku itu terlebih baik dari pada emas tua dan dari pada emas tempawan, dan hasilku itu terutama dari pada perak pilihan. Maka aku mengajar orang berjalan pada jalan kebenaran, pada tengah-tengah jalan keadilan; demikianlah aku mengaruniai orang yang suka akan daku dengan barang yang tetap kekal akan pusakanya, dan akupun memenuhi perbendaharaannya.

Adapun harta benda yang jahat itu satupun tiada keuntungannya, tetapi kebenaran itu melepaskan dari pada kematian. Tiada diberi Tuhan bahwa nyawa orang benar itu kelaparan, tetapi harta orang jahat itu dibuangkan-Nya. Barangsiapa yang bekerja dengan tangan malas, ialah akan kepapaan kelak, tetapi tangan orang rajin itu menjadikan kaya. Adapun orang yang mengumpulkan hasil pada musim panas, ialah anak yang berbudi, tetapi orang yang tidur pada musim menuai, ialah anak yang memberi malu.

Bahwa harta orang kaya itu baginya akan kubu yang teguh, dan kepapaan orang miskin itu baginya akan kebinasaan.

Adapun lidah orang yang benar itu seperti perak yang suci, tetapi hati orang jahat sedikit jua gunanya. Bahwa lidah orang yang benar itu dapat memeliharakan orang banyak, tetapi orang bodoh itu mati sebab kurang akal budinya. Bahwa berkat Tuhan juga yang menjadikan kaya, dan tiada disertainya dengan kedukaan.

Bahwa neraca yang salah itu kebencian pada Tuhan, tetapi batu timbangan yang betul itulah kesukaannya.

Barangsiapa yang telah menjadi pengaku akan orang dagang, adalah ia itu selalu dalam hal ketakutan; tetapi orang yang benci akan bertampar tangan itu senanglah ia. Seorang bini yang sedap manis itu beroleh hormat, seperti seorang gagah berani beroleh harta.

Adalah orang yang menghambur, maka diperolehnya makin banyak; adalah orang yang menahankan hartanya, tetapi makin kepapaanlah ia. Bahwa hati yang murah itu akan dikaruniai dengan banyak, dan barangsiapa yang mendirus, ia itu akan disirami dengan kelimpahan. Barangsiapa yang menahankan beras, ia itu kelak akan kena kutuk orang banyak; tetapi berkat akan turun kelak atas kepala orang yang menjual berasnya. Barangsiapa yang bangun pagi-pagi akan berbuat baik, ia itu menuntut keridlaan, tetapi orang yang menuntut jahat itu, jahatpun akan berlaku atasnya. Barangsiapa yang harap pada kekayaannya, ia itu akan jatuh kelak, tetapi segala orang yang benar itu akan bertunas seperti pokok muda-muda.

Bahwa hati si pemalas itu ingin, maka satupun tiada, tetapi hati orang rajin itu dikenyangkan baik-baik.

Adalah orang yang membuat dirinya kaya, maka satupun tiada padanya, dan adalah pula orang yang membuat dirinya miskin, maka padanya adalah banyak harta benda. Bahwa tebusan nyawa orang ia itu kekayaannya, tetapi orang miskin tiada mendengarkan nista.

Bahwa kekayaan yang diperoleh dengan sia-sia, itu kelak akan dihabiskan, tetapi orang yang mengumpulkan dengan lelah tangannya itu akan menambahkan dia.

Orang yang baik itu akan meninggalkan pusaka kepada anak cucu cicitnya, tetapi harta benda orang yang berdosa itu telah tertaruh bagi orang yang benar.

Barangsiapa yang menjadi miskin, ia itu dibenci jikalau oleh sahabatnya sekalipun, tetapi banyaklah segala sahabat orang kaya. Barangsiapa yang mencelakan kawannya, ia itu berbuat dosa besar, tetapi yang tetap kasihnya akan dia dalam hal kerendahannya, ia itu beroleh berkat selamat. Bahwa orang yang berniat jahat, ia itu mengembara seorang-orangnya, tetapi kasih dan percaya adalah bagi orang yang berbuat baik. Dengan usaha yang tiada tahu malas sampailah orang kepada perkara yang besar-besar, tetapi kemegahan yang sia-sia itu satupun tiada gunanya.

Barangsiapa yang menganiayakan orang miskin, ia itu mencela akan Tuhan, yang telah menjadikan dia, tetapi orang yang mangsihankan dia, ia itu menghormat akan Tuhan.

Dalam rumah orang yang benar adalah mata benda yang besar, tetapi dalam hasil orang jahat adalah buih yang mengacau.

Sedikit harta yang disertakan takut akan Tuhan itu terlebih baik dari pada mata benda yang besar di sertakan percintaan. Makanan sayur-sayur belaka, tetapi disertakan kasih, itu terlebih baik dari pada lembu tambun yang disertakan dengki.

Barangsiapa yang gelojoh akan laba yang keji itu membongkar rumahnya sendiri, tetapi orang yang benci akan pemberian itu selamatlah ia kelak.

Perolehan sedikit tetapi dengan kebenaran itu terlebih baik dari pada banyak hasil yang dengan tiada patut.

Alangkah baiknya mendapat hikmat dari pada mendapat emas, dan baiknya mendapat akal dari pada memilih perak.

Bahwa sesuap nasi yang kering, asal disertai kesenangan hati, itu terlebih baik dari pada rumah penuh dengan binatang sembelihan yang tambun-tambun, tetapi disertai perbantahan. Seorang hamba yang berbudi itu akan memerintahkan kelak anak yang mendatangkan malu, dan iapun akan beroleh bahagian pusaka di antara segala saudara-saudara. Bahwa kui adalah bagi perak dan dapurpun bagi emas, tetapi Tuhan yang menguji akan segala hati.

Barangsiapa yang suka berjanji dengan bertampar tangan dan menjadi pengaku kepada samanya manusia, ia itu kurang akal adanya.

Bahwa orang miskin berkata dengan memohon-mohon, tetapi orang kaya menyahut dengan kasar.

Barangsiapa yang mengasihani orang miskin, ia itu memberi pinjam kepada Tuhan, maka Tuhanpun akan membalas kebajikannya.

Bahwa orang pemalas tiada mau membajak sebab takut akan sejuk, maka sebab itu ia akan minta sedekah pada musim menuai, satupun tiada dapat.

Bahwa dua macam batu timbangan dan dua macam takaran, keduanya itu sama kebencian kepada Tuhan.

Kendatilah roti tipu daya itu manis rasanya, kemudian kelak mulut dipenuhi dengan batu kelikir.

Jikalau pusaka pada mulanya disegerakan, maka pada akhirnya tiada ia itu keberkatan.

Bahwa hemat-hemat orang rajin menjadikan kelimpahan, tetapi orang yang gopoh-gopoh itu mengadakan hanya sedikit jua. Barangsiapa yang hendak mengumpulkan harta dengan lidah penipu, ia itu seperti uap yang dikejar oleh orang yang menuju maut.

Barangsiapa yang menyumbat telinganya akan tangis orang miskin, maka iapun kelak akan berteriak, tetapi tiada yang mendengar akan suaranya.

Orang yang suka menjamu-jamu, ia itu menjadi miskin, dan orang yang suka akan air anggur dan minyak-minyak, ia itu tiada boleh menjadi kaya. Orang fasik menjadi tebusan bagi orang yang benar, dan orang khianat bagi orang yang tulus hatinya. Terlebih baik orang duduk di padang tekukur dari pada duduk serumah dengan bini yang bantahan dan pemarah. Jikalau dalam rumah orang yang berbudi adalah harta benda yang indah-indah dan minyak sekalipun, maka seorang bodoh juga memboroskan dia.

Bahwa keinginan orang pemalas menyebabkan matinya kelak, yaitu makin ditahaninya tangannya dari pada pekerjaan. Orang gelojoh itu ingin pada sepanjang hari, tetapi orang yang benar itu suka memberi dan tiada disayangkannya hartanya.

Bahwa nama yang baik itu terlebih baik dari pada kekayaan besar, dan pengasihan itu terlebih baik dari pada emas dan perak. Orang kaya dan miskin bertemu seorang dengan seorang, maka telah dijadikan Tuhan akan mereka itu sekalian.

Orang kaya memerintah orang miskin, dan yang berutang menjadi hamba kepada orang yang mengutangi. Barangsiapa yang menabur jahat, ia itu akan menuai celaka, maka hilanglah tongkat geramnya. Orang yang baik matanya itu akan diberkati, karena telah diberikannya dari pada rezekinya kepada orang-orang miskin.

Barangsiapa yang menganiayakan orang miskin, ia itu menjadikan dia kaya; dan orang yang memberi hadiah akan orang kaya, ia itu membawa akan dia kepada kepapaan.

Janganlah rampas harta orang miskin, sebab miskinlah ia, dan jangan memijak orang papa dalam hukum. Karena Tuhan juga akan membicarakan halnya serta membinasakan segala orang yang membinasakan mereka itu.

Janganlah engkau masuk bilangan orang yang berjanji dengan bertampar tangan, dan yang mengaku utang orang lain. Kalau-kalau tiada padamu yang dibuat pembayar utang, maka diambil orang akan tilam yang di bawah tubuhmu.

Janganlah engkau berlelah hendak menjadi kaya, jikalau kiranya engkau berakal, maka tinggalkanlah akan dia. Masakan engkau mengamat-amati barang yang satupun tiada, bahwasanya ia itu bersayap kelak dan terbang ke langit seperti burung nasar.

karena seorang pemabuk dan gelojoh akan kepapaan kelak, dan suka mengantuk itu mengenakan pakaian compang-camping kepada orang.

Bahwa dengan hikmat boleh sebuah rumah dibangunkan dan dengan akal budi ia itu diteguhkan; maka dengan pengetahuan bilik-biliknyapun dipenuhi dengan harta benda yang indah-indah dan sedap.

Bahwa tidur sedikit lagi, mengantuk sedikit lagi, lipat tangan sedikit lagi sambil berbaring, demikianlah kelak datang kepapaanmu seperti seorang penyamun dan kekuranganmupun seperti seorang yang bersenjata.

Perkataan yang dikenakan dengan sepertinya itu laksana buah kasturi keemasan dalam rantang perak adanya.

Jikalau musuhmu berlapar berikanlah dia roti akan dimakan, jikalau ia berdahaga, berikanlah air akan diminum olehnya; karena dalam berbuat demikian engkau menimbunkan bara api di atas kepalanya, maka Tuhan akan membalasnya kepadamu kelak.

karena tiadalah kekayaan yang kekal adanya, dan tiada makota yang tetap kepada orang turun-temurun.

Orang miskin yang melakukan dirinya dengan tulus hati itu terlebih baik dari pada orang yang bengkang-bengkok jalannya, jikalau ia kaya sekalipun. Orang yang melakukan hukum itulah seorang anak yang berbudi, tetapi orang yang bertaulan dengan orang perlente itu memberi malu akan bapanya. Orang yang menambahi hartanya dengan rubiah dan laba yang keji, ia itu mengumpulkan dia bagi orang yang menaruh kasihan akan orang miskin.

Seorang kaya sangka akan dirinya pandai, tetapi orang papa yang berakal itu menyelidik akan dia.

Barangsiapa yang mengusahakan bendangnya itu akan dikenyangkan dengan makanan, tetapi orang yang menuntut peri malas itu kelak dikenyangkan dengan kepapaan. Orang yang amat setiawan adanya itu berkelimpahan berkat, tetapi orang yang dengan segera hendak menjadi kaya itu tiada terlepas dari pada salah. Pandang muka orang dalam hukum itu tak baik, karena dari sebab sesuap nasi orang akan bersalah kelak. Orang yang dengan segera hendak menjadi kaya itu jahatlah matanya, tiada ia melihat kepapaan datang atasnya kelak. Orang yang menegurkan orang, pada kesudahan ia mendapat hormat kelak, terlebih dari pada orang yang mengangkat-angkat dengan mulutnya. Barangsiapa yang merampas harta benda ibu bapanya serta katanya: Tiada salah! maka orang itu sama dengan penyamun.

Orang yang memberi kepada orang miskin ia itu tiada akan merasai kekurangan, tetapi orang yang mengejamkam matanya itu akan kena banyak laknat kelak.

Orang benar itu memperhatikan hal perkara orang miskin, tetapi orang jahat tiada peduli akan dia.

Barangsiapa yang membahagi-bahagi dengan pencuri ia itu benci akan dirinya; terdengarlah ia akan sumpah, tetapi tiada diberitahunya.

Jauhkanlah kiranya dari padaku segala sia-sia dan bohong; jangan apalah berikan daku kepapaan atau kekayaan, melainkan peliharakanlah aku dengan rezeki yang cukup; lamun jangan dengan mewahku aku menyangkal akan Dikau sambil kataku: Siapakah Tuhan itu? atau jangan dari sebab kepapaanku aku mulai mencuri dan menghujat akan nama Allahku.

Bukakanlah mulutmu serta berbicaralah dengan adil dan benarkanlah hal orang yang miskin lagi teraniaya. Siapakah yang boleh mendapat seorang bini yang berbudi? maka adalah harganya amat lebih besar dari pada harga menikam.

Maka dibukakannya tangannya selalu kepada orang miskin, dan diunjuknya tangannya kepada orang yang kekurangan.

Bahwa sudah kubuat akan diriku beberapa perbuatan yang besar-besar, dan sudah kubuat akan diriku beberapa buah rumah, dan sudah kutanami akan diriku beberapa kebun anggur. Dan sudah kubuat akan diriku beberapa kebun dan taman, dalamnya telah kutanam beberapa macam pokok yang berbagai-bagai buahnya. Dan sudah kubuat akan diriku beberapa kolam dan saluran air, akan mendiris dengan dia hutan, yang menumbuhkan pohon kayu yang hijau. Bahwa sudah kuperoleh beberapa orang hamba dan sahaya, dan beberapa anak emaspun adalah padaku, dan lagi adalah padaku perolehan lembu dan kambing domba amat banyak, terlebih dari pada segala orang yang dahulu dari padaku di Yeruzalem. Lagipun sudah kukumpulkan akan diriku emas dan perak dan beberapa mata benda dari pada raja-raja segala negeri, dan sudah kuangkat bagi diriku akan beberapa biduan laki-laki dan perempuan dan kegemaran segala anak Adam, yaitu banyak orang perempuan yang elok parasnya. Maka akupun makin besar dan makin kaya, terlebih dari pada segala orang yang dahulu dari padaku di Yeruzalem; dan lagi akal budikupun tetaplah sertaku. Barang sesuatu yang dikehendaki mataku itu tiada kutahankan dari padanya, dan tiada kutegahkan hatiku dari pada barang sesuatu kesukaan; bahkan, hatiku bersukacita akan segala perbuatanku; maka hanya inilah bahagianku dari pada segala usahaku. Karena apabila aku menoleh kepada segala perbuatanku, yang telah kuperbuat dengan tanganku, dan kepada segala pekerjaan yang telah kukerjakan dengan tekun itu, maka sesungguhnya semuanya itu sia-sialah adanya dan kepenatan hati, tiadalah faedah dalamnya di bawah langit.

Barang di mana bertambah-tambah harta, di sanapun bertambah-tambah orang yang makan dia; maka apakah faedahnya kepada orang yang empunya dia, melainkan penglihatan matanya juga?

Bahwa sesungguhnya ini lagi suatu kejahatan yang menyebabkan sakit hati, yaitu dalam segala perkara seperti orang telah datang, demikianpun ia akan pergi. Maka apakah faedahnya jikalau ia sudah menyusahkan dirinya dengan angin?

Karena tiada ia akan ingat banyak-banyak akan segala hari umur hidupnya, sebab didengar Allah akan dia dalam kesukaan hatinya.

yaitu orang yang dikaruniai Allah dengan kekayaan dan harta benda dan kemuliaan, sehingga satupun tiada kurang padanya dari pada segala kehendak hatinya, tetapi tiada dianugerahkan Allah kepadanya kuasa akan makan dari padanya, melainkan orang lain juga makan habis akan dia. Maka ini lagi suatu perkara yang sia-sia adanya dan yang menyakiti hati.

Bahwa perjamuan dijadikan akan tertawa, dan air anggur akan menyukakan hati orang yang hidup, maka uang itu menanggung semuanya.

Taburkanlah biji-bijianmu pada pagi hari dan jangan engkau lepaskan tanganmu dari padanya pada petang, karena tiada kauketahui mana yang betul, entah ini, entah itu, atau keduanya sama baik adanya.

Penuhlah negerinya dengan emas dan perak, dan tiada berkesudahan segala harta bendanya, dan lagi penuhlah negerinya dengan kuda, dan tiada berkeputusan segala kenaikannya. Dan lagi penuhlah negerinya dengan berhala. Bahwa mereka itu menyembah sujud kepada perbuatan tangannya sendiri dan kepada barang yang telah diperbuatnya dengan jarinya.

hendak menjauhkan orang miskin dari pada hukum, dan hendak menjadikan rampasan akan hak segala orang di antara umat-Ku yang tak dapat melawan, supaya segala janda perempuan akan jarahannya dan segala anak piatupun akan rampasannya!

Tetapi orang dermawan itu membicarakan kebajikan dan tetaplah ia dalam melakukan kemurahan.

Hai kamu sekalian yang berdahaga! marilah kepada air, dan kamu yang tiada beruang, marilah, belilah dan makanlah, bahkan, marilah, belilah air anggur dan air susu dengan tiada uang dan dengan tiada harga! Mengapa kamu membelanjakan uang karena barang yang bukan makanan dan kelelahanmu karena barang yang tiada dapat mengenyangkan? Dengarlah akan Daku dengan yakin, makanlah barang yang baik dan biarlah hatimu menyedapkan dirinya dengan kelimpahan itu.

Bukankah inilah: Bahwa kamu membahagi-bahagi makananmu kepada orang yang berlapar dan memberi tumpangan dalam rumahmu kepada orang miskin dan yang terbuang; apabila kamu melihat seorang yang telanjang kamu menudungi dia dan tiada kamu menyembunyikan dirimu dari pada orang yang sedaging darah dengan kamu?

Dan kamu memberikan kepada orang yang berlapar barang yang kamu ingin sendiri dan kamu mengenyangkan jiwa yang kepicikan; pada masa itu terangmu akan terbit dari dalam gelap dan malam berubah bagimu menjadi siang hari.

Pada masa itu engkau akan kedatangan takut bercampur sukacita, maka hatimu akan bimbang dan meluaskan dirinya oleh kesukaan, apabila kekayaan segala laut dicurahkan atas kamu dan harta benda segala orang kafirpun datang kepadamu. Bahwa kawan-kawan unta akan menudungi muka tanahmu, yaitu unta yang pantas dari Midian dan Hefa; maka dari Syebapun datanglah sekaliannya sambil membawakan emas dan kemenyan, sambil memasyhurkan kepujian Tuhan.

Akan ganti tembaga Aku membawa emas kelak dan akan ganti besi Aku membawa perak dan akan ganti kayupun tembaga dan akan ganti batupun besi; maka Aku akan menjadikan segala penghulumu orang saleh dan segala pemerintahmu orang adil.

Sebab itu apakah hendak kauperbuat? engkau yang hampir akan binasa! jikalau engkau berpakaikan kain ungu, jikalau engkau menghiasi dirimu dengan pelbagai benda keemasan, jikalau engkau menyapukan matamu dengan celak sekalipun, cuma-cuma juga engkau menghiasi dirimu begitu, segala kendak mencelakan dikau, mereka itu juga menuntut jiwamu.

Segala harta bendamu Kuberikan akan jarahan dengan tiada harganya, maka ia itu sebab segala dosamu pada segala tepi tanahmu.

Hai engkau yang duduk di tempat air banyak dan yang menaruh banyak harta benda, bahwa kesudahanmu sudah sampai dan perhinggaan kekikiranmupun.

Segenap bangsanya berkeluh kesah sambil mencahari makan; barang yang indah-indah padanya diberikannya akan beroleh makan akan menyedapkan hatinya! Ya Tuhan! lihatlah kiranya dan pandanglah akan daku bagaimana kehinaan aku.

Peraknya dicampakkannya kepada jalan, dan emaspun baginya akan kecemaran; bahwa emas dan peraknyapun tiada dapat membantu mereka itu pada hari kehangatan murka Tuhan; mereka itu tiada dapat memuaskan laparnya atau mengenyangkan perutnya, karena ia itulah kesentuhan yang menjatuhkan mereka itu ke dalam jahat.

Bahwasanya inilah salah Sodom, adikmu itu; jemawa dan kekenyangan makan dan alpa; selamat sentosalah menjadi bahagiannya dan bahagian anak-anaknyapun, tetapi tiada dikuatkannya tangan orang yang kesukaran dan miskin; maka mereka itu makin sombong dan dibuatnya barang yang keji di hadapan hadirat-Ku; setelah Kulihat hal itu maka Kubuanglah mereka itu.

dan tiada menganiayakan orang, dan ia memulangkan barang gadaian kepada orang yang berutang, dan tiada ia merampas barang rampasan dan ia memberi dari pada makanannya kepada orang yang berlapar dan menudungi orang telanjang dengan pakaian; dan tiada ia mengambil rubiah dan tiada menerima laba yang terlalu banyak, dan ia menahankan tangannya dari pada aniaya dan ia melakukan yang benar dan setia di antara orang dengan orang; dan ia menjalani segala syariat-Ku dan memeliharakan segala hukum-Ku sambil berlaku dengan setia, maka benarlah orang itu, niscaya iapun akan hidup, demikianlah firman Tuhan Hua!

dan ia menganiayakan orang papa dan miskin, dan merampas barang rampasan dan tiada mengembalikan barang gadai dan ia menengadah kepada berhala tahi, dan berbuat barang yang keji, dan makan rubiah dan menerima laba yang keji; bolehkah ia hidup? Sekali-kali tiada ia akan hidup, sebab diperbuatnya segala perkara yang keji itu, niscaya iapun akan mati dibunuh dan darahnyapun tertanggunglah atasnya!

Dan di antaramu orang makan suap akan menumpahkan darah; engkau suka mengambil rubiah dan laba yang keji dan mengisap darah samamu manusia, tetapi akan Daku engkau lupa; demikianlah firman Tuhan Hua!

Bahwa segala anak bumi itu menganiaya dengan gagahnya dan merampas dengan gelojohnya dan disengsarakannya orang miskin dan papa dan dianiayakannya orang dagang dengan tiada semena-mena. Maka di antaranya Kucahari akan seorang yang membangunkan pagar tembok, dan yang berdiri di celah pagar di hadapan hadirat-Ku akan baiknya negeri itu, supaya jangan Aku membinasakan dia, tetapi akan seorangpun tiada Kudapati.

Dengan kepandaianmu dan dengan akalmu juga engkau beroleh akan segala kekayaan itu dan mendapat emas dan perak itu dalam khazanahmu, dengan kebesaran budimu dalam berniaga telah kauperbanyakkan hartamu selalu, sehingga boleh juga hatimu membesarkan dirinya sebab hartamu itu. Maka sebab itu demikianlah firman Tuhan Hua: Tegal engkau sangkakan budimu seperti budi Allah, sebab itu sesungguhnya Aku kelak mendatangkan atasmu beberapa bangsa yang keras dan bengis, maka ia itu akan menghunus pedangnya lawan segala keelokan budimu serta mereka itu akan menghinakan cahayamu.

Dan engkau akan berkata demikian: Bahwa aku hendak berangkat mendatangi sebuah negeri yang terbuka, aku hendak menyerang orang yang alpa, yang duduk dengan sentosa; segala rumah mereka itu tiada berpagar tembok dan tiada padanya barang kancing atau pintu. Aku hendak merampas dan menjarah rayahkan barang-barangnya dan memegang dengan tanganku segala timbunan batu yang diduduki dan suatu bangsa yang sudah dihimpunkan dari antara segala orang kafir dan yang menaruh lembu kambing dan harta benda dan yang duduk di tengah-tengah negeri itu. Bahwa Syeba dan Dedan dan segala saudagar Tarsis dan segala penyamun, kawannya itu, akan berkata kepadamu: Datang engkau akan menjarah rayahkah? sudah engkau mengerahkan segala tentaramu hendak merampas barang-barangkah? hendak membawa lalu akan emas perak dan mengambil akan lembu kambing dan harta dan menjarah banyak barang-barang?

Maka dalam santap air anggur itu bertitahlah Belsyazar: Hendaklah orang membawa akan segala bejana emas perak yang telah dikeluarkan oleh Nebukadnezar, ayahanda baginda, dari dalam kaabah yang di Yeruzalem, supaya dari padanya boleh diminum oleh baginda dan oleh segala menteri dan isteri dan gundik baginda. Hata, maka dibawa oranglah akan segala bejana emas yang telah dikeluarkannya dari dalam kaabah bait-Ullah di Yeruzalem, lalu minumlah dari padanya baik baginda baik segala menterinya dan isterinya dan gundiknya. Maka diminumnya air anggur itu dan dipuji-pujinya segala berhala yang dari pada emas, perak, tembaga, besi, kayu dan batu adanya.

Makin mereka itu bertambah-tambah banyaknya, makin mereka itu berdosa kepada-Ku; maka sebab itu Aku mengubahkan kelak kemuliaannya menjadi kehinaan.

Maka sebab itu hendaklah engkau bertobat kepada Allahmu; peliharakanlah olehmu kebajikan dan kebenaran dan haraplah senantiasa pada Allahmu. Maka Efrayim itu seorang orang Kanani, pada tangannya adalah neraca penipu, dan berbuat aniaya itulah kesukaannya.

Maka Aku akan memberi kepadamu gantinya hasil segala tahun yang sudah dimakan habis oleh belalang dan keridik dan riang-riang dan sentadu, yaitu tentara-Ku besar yang telah Kusuruhkan kepadamu. Maka kamu akan makan dengan limpah dan sampai kenyang dan kamu akan memuji-muji nama Tuhan, Allahmu, yang sudah mengadakan beberapa ajaib bagi kamu, maka umat-Kupun tiada akan dipermalukan sampai selama-lamanya!

Maka sebab kamu memijak-mijak orang miskin dan mengambil hadiah dari pada orang yang tiada bersalah, jikalau kamu membuat rumah dari pada batu pahat sekalipun, tiada juga kamu akan duduk di dalamnya; jikalau kamu sudah menanam pokok anggur yang amat indah-indah sekalipun, tiada juga kamu akan minum air anggurnya! Karena Kuketahui bagaimana besar segala kejahatanmu dan bagaimana amat banyak segala dosamu; kamu yang memijak-mijak orang yang benar dan menerima suap dan kamu enggan membenarkan hal orang miskin di dalam pintu gerbang.

Dengarlah olehmu ini, hai kamu yang menelan orang miskin, dan yang hendak membinasakan segala orang papa yang di dalam negeri! Katamu: Bila gerangan lalu masaraya bulan baharu, supaya boleh kita menjual gandum, akan hari Sabatpun, supaya boleh kita membukakan segala pelubur kita dengan mengecilkan efa dan membesarkan syikal dan menipu dengan neraca yang salah, supaya boleh kita menjual orang miskin karena uang dan orang papapun karena kasut sepasang, dan ganti gandum kita menjual sekam.

Jikalau mereka itu menghendaki bendang, maka dirampasnya, atau rumah, maka diambilnya; demikianlah dirampasnya rumah dari pada tuannya rumah dengan gagah dan harta benda dari pada orang yang empunya dia.

Bukankah sekalian itu akan mengangkat suatu perbahasaan akan halnya dan membuat beberapa ibarat akan dia, serta katanya: Wai bagi orang yang menambah-nambahkan barang yang bukan dia punya! Berapa lama, maka adalah ia seperti orang yang menenggelamkan dirinya dalam utang. Bukankah sekonyong-konyong akan berbangkit segala orang piutangmu dan berjaga segala pengusikmu, lalu engkau dijarahi olehnya?

Sebab itu maka harta benda mereka itu akan jadi rampasan dan segala rumah mereka itu akan kebinasaan; bahwa dibangunkannya rumah, tetapi tiada mereka itu akan duduk dalamnya; ditanamnya pokok anggur, tetapi tiada mereka itu akan minum air anggurnya.

Baik emasnya baik peraknya tiada dapat meluputkan mereka itu pada hari kehangatan murka Tuhan, melainkan oleh api gairah-Nya akan dimakan habis akan seluruh tanah ini; karena diadakan-Nya kelak kesudahan, bahkan, kesudahan yang segera pada segala orang penduduk tanah ini!

Bahkan, Aku akan menggentarkan segala bangsa, maka mereka itu akan datang kepada kegemaran segala bangsa, dan Aku akan memenuhi rumah ini dengan kemuliaan, demikianlah firman Tuhan serwa sekalian alam.

Maka kataku kepadanya: Jikalau baik kepada pemandanganmu, berikanlah aku upahku, dan jikalau tidak, biarkanlah juga! Maka ditimbangnya upahku tiga puluh keping perak. Maka firman Tuhan kepadaku: Campakkanlah dia bagi penjunan! Indah sekali upah yang dinilaikannya aku; maka kuambil akan tiga puluh keping perak itu, kucampaklah ke dalam rumah Tuhan bagi penjunan.

Bolehkah manusia menipu Allah? Maka kamu hendak menipu Aku! Jikalau katamu: Dengan apa gerangan kami hendak menipu Engkau? Yaitu dengan segala perpuluhan dan persembahan tatangan! Bahwa laknat, bahkan, laknat itu kamu datangkan atas dirimu, hai segenap bangsa ini, sebab kamu hendak menipu Aku! Bawalah olehmu akan segala perpuluhanmu ke dalam perbendaharaan rumah-Ku, supaya adalah makanan dalam rumah-Ku; dan cobailah akan Daku dengan demikian, kalau-kalau tiada Aku membukai akan kamu segala pintu langit dan mencurahkan kepadamu berkat yang tiada sempat kamu taruh; demikianlah firman Tuhan serwa sekalian alam!

Maka masuklah mereka itu ke dalam rumah itu, lalu dilihatnya kanak-kanak itu dengan Maryam, ibunya; maka sujudlah mereka itu menyembah Dia, dibukakannya segala tempat peremasannya, serta dipersembahkannya beberapa persembahan, yaitu: emas dan kemenyan dan mur.

"Berbahagialah segala orang yang rendah hatinya, karena mereka itu yang empunya kerajaan surga.

Berbahagialah segala orang yang lapar dan dahaga akan kebenaran, karena mereka itu akan dijamu sehingga kenyang.

Dan jikalau seorang hendak mendakwa engkau, lalu mengambil bajumu, biarlah ia mengambil jubahmu juga. Dan lagi barangsiapa yang memaksa engkau berjalan satu mil jauhnya, pergilah sertanya dua kali ganda. Berilah kepada orang yang meminta kepadamu, jangan menolak kehendak orang yang hendak meminjam daripadamu.

"Ingatlah baik-baik: Jangan kamu berbuat segala ibadatmu di hadapan orang hendak menunjukkan kepada mereka itu; jikalau demikian, tiadalah kamu mendapat pahala daripada Bapamu yang di surga. Sebab itu, apabila engkau memberi sedekah, jangan engkau memasyhurkan hal itu di mana-mana, seperti yang diperbuat oleh orang munafik di dalam rumah sembahyang dan sepanjang jalan, supaya mereka itu dipuji orang. Dengan sesungguhnya Aku berkata kepadamu, tiadalah pahalanya lagi bagi mereka itu. Tetapi engkau ini, apabila memberi sedekah, janganlah diketahui oleh tangan kirimu akan barang yang diperbuat oleh tangan kananmu, supaya sedekahmu itu tiada kelihatan; maka Bapamu yang nampak barang yang tiada kelihatan, Ialah akan membalas kepadamu.

Berilah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya. Dan ampunilah kiranya kepada kami segala kesalahan kami, seperti kami ini sudah mengampuni orang yang berkesalahan kepada kami.

"Janganlah kamu menghimpunkan harta benda bagi dirimu di atas bumi, yaitu di tempat gegat dan karat yang membinasakan, dan pencuri yang memecah rumah atau mencuri, melainkan himpunkanlah harta benda bagi dirimu di surga, yaitu di tempat yang tiada gegat dan karat membinasakan, dan tiada pencuri memecah rumah atau mencuri. Karena barang di mana ada hartamu, di situlah juga hatimu.

Tiada dapat seorang jua pun bertuankan dua orang; karena tak dapat tiada seorang dibencinya dan seorang dikasihinya kelak, atau ia berpegang pada seorang dan meringankan yang lain. Tiadalah dapat kamu bertuhankan Allah bersama-sama dengan Mammon."

"Sebab itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kamu kuatir akan hal nyawamu, yaitu apakah yang hendak kamu makan atau minum, atau dari hal tubuhmu, apakah yang hendak kamu pakai. Bukankah nyawa itu lebih daripada makanan, dan tubuh itu lebih daripada pakaian? Tengoklah burung di udara, tiada ia menabur benih dan tiada ia menuai, atau menghimpunkan bekal ke dalam lumbung, maka Bapamu yang di surga juga memeliharakan dia. Bukankah kamu terlebih daripada segala burung itu? Siapakah di antara kamu dengan kuatirnya dapat melanjutkan umurnya barang sedikit pun? Dan lagi apakah sebabnya kamu menaruh kuatir tentang pakaianmu? Perhatikanlah bunga bakung di padang, bagaimana tumbuhnya; tiada ia bekerja, dan tiadalah pula ia memintal benang. Aku berkata kepadamu: Meskipun Sulaiman dengan segala kemuliaannya, tiada ia dihiasi seperti salah satu daripada segala kuntum bunga itu. Jikalau sedemikian Allah menghiasi rumput di padang, yang ada pada hari ini dan esoknya dibuangkan ke dalam dapur api, apatah lagi Ia melebihkan kamu, hai orang yang kurang percaya? Sebab itu janganlah kamu kuatir, mengatakan: Apakah yang hendak kami makan? atau: Apakah yang hendak kami minum? atau: Apakah yang hendak kami pakai? Karena semuanya ini dituntut oleh orang kafir, padahal Bapamu yang di surga terlebih mengetahui segala perkara itu perlu bagi kamu. Tetapi carilah dahulu kerajaan Allah serta kebenaran-Nya, maka sekaliannya itu juga akan ditambahkan kepadamu. Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hal esok hari; karena esok hari itu ada kuatirnya sendiri. Cukuplah tiap-tiap hari ada dengan kesusahannya sendiri."

Pintalah, maka akan diberi kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketuklah pintu, maka pintu akan dibukakan bagimu. Karena tiap-tiap orang yang meminta, ialah menerima; dan yang mencari, ialah mendapat; dan yang mengetuk pintu, baginyalah pintu akan dibukakan.

Sebab itu, jikalau kamu yang jahat sekalipun tahu juga memberi pemberian yang baik kepada anakmu, apatah lagi Bapamu yang di surga akan memberi barang yang baik kepada orang yang memohonkan daripada-Nya?

Maka kata Yesus kepadanya, "Bagi serigala ada lubangnya, dan bagi segala burung pun ada sarangnya, tetapi Anak manusia tiada bertempat hendak membaringkan kepala-Nya."

Dan jangan kamu membawa emas atau perak atau tembaga di dalam ikat pinggangmu; atau barang tempat bekal bagi perjalanan, atau dua helai baju, atau kasut, atau tongkat pun; karena tiap-tiap orang yang bekerja, patut mendapat makanannya.

Dan barangsiapa yang memberi minum, meskipun secawan air sejuk sahaja, kepada seorang daripada yang kecil ini, sebab murid namanya, sesungguhnya Aku berkata kepadamu, sekali-kali tiada akan hilang pahalanya."

Dan ada pula separuh jatuh di tanah yang baik, sehingga mengeluarkan buah, ada yang seratus, ada yang enam puluh, ada yang tiga puluh kali ganda banyaknya.

Maka yang tertabur di tengah semak duri itu, ialah orang yang mendengar Perkataan itu, tetapi bantutlah Perkataan itu oleh sebab percintaan dunia ini beserta segala tipu daya kekayaannya, sehingga tiada berbuah. Maka yang tertabur di tanah yang baik itu, ialah orang yang mendengar Perkataan itu serta mengerti dia; lalu berbuahlah ia sungguh-sungguh, sehingga mengeluarkan buah, ada yang seratus, ada yang enam puluh, ada yang tiga puluh kali gandanya."

"Adapun kerajaan surga itu seumpama mata benda yang tersembunyi di dalam tanah, yang didapati oleh orang, lalu disembunyikannya pula; maka sebab sukacitanya pergilah ia menjualkan segala sesuatu yang ada padanya, lalu dibelinya tanah itu. Dan lagi kerajaan surga itu seumpama seorang saudagar yang mencari mutiara yang elok. Apabila didapatinya sebiji mutiara yang mahal harganya, pergilah ia menjualkan segala sesuatu yang ada padanya, lalu dibelinya mutiara itu."

Apakah untungnya kepada seorang, jikalau ia beroleh segenap dunia ini, tetapi jiwanya binasa? Atau apakah yang patut diberi orang akan menebus jiwanya?

Apabila mereka itu sampai ke Kapernaum, datanglah orang pemungut uang yang dua dirham itu kepada Petrus, serta berkata, "Tiadakah guru kamu membayar uang yang dua dirham itu?" Maka kata Petrus, "Bayar." Setelah Petrus masuk ke dalam rumah, maka Yesus pun mendahului dia bertutur, kata-Nya, "Hai Simon, apakah sangkamu? Raja-raja di dunia ini memungut cukai atau hasil dari siapakah? Daripada segala anaknyakah, atau daripada orang keluarankah?" Maka sahutnya, "Daripada orang keluaranlah." Lalu kata Yesus kepadanya, "Jikalau demikian, bebaslah segala anak itu. Tetapi supaya jangan kita menyakitkan hati mereka itu, pergilah engkau ke tasik mengail, dan ambillah ikan yang mula-mula timbul; dan apabila engkau membuka mulutnya, engkau akan mendapat sekeping uang empat dirham; ambillah uang itu, lalu berikan kepada mereka itu bagi Aku dan bagi engkau pun."

Sebab itulah kerajaan surga diumpamakan dengan seorang raja, yang hendak menjelaskan kira-kira dengan segala hambanya. Apabila dimulainya menjelaskan kira-kira itu, dibawa oranglah kepadanya seorang yang berutang uang selaksa talenta. Tetapi sebab tiada padanya pembayar itu, diperintahkan oleh tuannya, bahwa ia dijualkan bersama-sama dengan anak bininya, dan segala sesuatu yang ada padanya menjadi pembayar utangnya itu. Maka sujudlah hamba itu menyembah dia, katanya: Sabarlah karena hamba, hamba akan membayar semuanya kepada Tuan. Maka kasihanlah tuan yang empunya hamba itu, lalu melepaskan dia, dan utangnya itu pun dihalalkannya. Tetapi apabila hamba itu keluar, bertemulah ia dengan seorang kawannya yang berutang padanya seratus dinar; maka dipegangkannya dia serta dicekikkannya lehernya, katanya: Bayarlah utangmu kepadaku. Lalu sujudlah kawannya itu, meminta kepadanya sambil berkata: Sabarlah karena sahaya, tentu sahaya membayar padamu. Tetapi tiadalah ia mau, hanyalah ia pergi membuangkan kawannya itu ke dalam penjara, sehingga dijelaskannya utang itu. Apabila dilihat oleh segala kawannya barang yang berlaku itu, berdukacitalah mereka itu amat sangat, lalu pergi menyatakan kepada tuannya segala hal itu. Kemudian dipanggil oleh tuannya hamba itu, lalu katanya kepadanya: Hai hamba yang jahat, bahwa semua utangmu itu sudah kuhalalkan sebab engkau meminta kepadaku. Bukankah patut engkau pun mengasihani kawanmu sama seperti aku sudah mengasihani engkau? Maka marahlah tuannya itu, lalu diserahkannya dia kepada penunggu penjara, sehingga dibayarnya semua utangnya itu. Demikian juga Bapa-Ku yang di surga akan memperbuat padamu, jikalau tiada kamu mengampuni kesalahan saudara masing-masing, dengan sungguh-sungguh hatimu."

Maka kata Yesus kepadanya, "Jikalau engkau hendak menjadi sempurna pergilah engkau, jualkan barang apa yang ada padamu, dan sedekahkanlah kepada orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di surga; dan marilah mengikut Aku." Tetapi apabila didengar oleh orang muda perkataan ini, pergilah ia dengan dukacitanya, karena ia berharta banyak.

Maka kata Yesus kepada murid-murid-Nya, "Sesungguhnya Aku berkata kepadamu, bahwa sukarlah seorang yang kaya masuk ke dalam kerajaan surga. Dan lagi pula Aku berkata kepadamu: Lebih mudahlah seekor unta masuk ke lubang jarum daripada seorang yang kaya masuk ke dalam kerajaan Allah." Setelah didengar oleh murid-murid itu yang demikian, tercenganglah mereka itu amat sangat, lalu katanya, "Kalau begitu, siapakah akan beroleh selamat?" Maka sambil memandang mereka itu berkatalah Ia, "Kepada manusia perkara ini mustahil, tetapi kepada Allah tiada ada perkara yang mustahil."

Lalu sahut Petrus serta berkata kepada-Nya, "Kami ini sudah meninggalkan semuanya serta mengikut Rabbi. Apakah kelak kami akan peroleh?" Maka kata Yesus kepada mereka itu, "Sesungguhnya Aku berkata kepadamu, bahwa pada masa kejadian alam yang baharu, apabila Anak manusia kelak duduk di atas takhta kemuliaan-Nya, maka kamu ini pun, yang sudah mengikut Aku, akan duduk juga di atas dua belas takhta serta menghakimkan dua belas suku bangsa bani Israel. Dan barangsiapa yang sudah meninggalkan rumah, atau saudaranya laki-laki, atau saudaranya yang perempuan, atau bapanya atau ibunya atau anak-anaknya, atau tanahnya, sebab karena nama-Ku, ia itu akan beroleh seratus kali ganda, serta mewarisi hidup yang kekal.

"Karena kerajaan surga itu adalah seumpama seorang tuan rumah, yang keluar pada pagi-pagi hari hendak mengupah orang bekerja di dalam kebun anggurnya. Setelah ia bersetuju dengan orang upahan akan sedinar sehari, disuruhnya mereka itu masuk ke kebunnya itu. Maka keluarlah ia sekira-kira pukul sembilan pagi, maka dilihatnya pula orang lain terdiri-diri di pasar dengan sia-sia. Lalu katanya kepada mereka itu: Pergilah kamu pun ke kebun anggur itu, dan barang apa yang patut aku berikan kepadamu. Lalu orang itu pun pergilah. Kemudian pergi pula tuan itu ke luar sekira-kira pukul dua belas, dan pukul tiga petang, maka diperbuatnyalah demikian juga. Serta tuan itu keluar lagi sekira-kira pukul lima petang, didapatinya orang lain pula terdiri-diri sahaja, lalu katanya kepada mereka itu: Apakah sebabnya kamu berdiri di sini dengan sia-sia sehari suntuk? Maka kata mereka itu kepadanya: Oleh sebab seorang pun tiada mengupah kami. Lalu berkatalah ia kepadanya: Pergilah kamu juga ke kebun anggur itu. Setelah malam hari, maka kata tuan yang empunya kebun anggur itu kepada mandurnya: Panggillah orang yang bekerja itu, bayarlah upahnya, mulai daripada orang yang terakhir masuk sampai kepada yang mula-mula. Apabila datang orang yang baharu masuk pada pukul lima petang, tiap-tiap orang itu menerima satu dinar. Apabila datang orang yang mula-mula itu, disangkakannya akan menerima lebih; tetapi tiap-tiap orang itu pun menerima satu dinar. Setelah diterimanya, maka bersungut-sungutlah mereka itu kepada tuan rumah itu, katanya: Bahwa orang yang terakhir ini bekerja hanya sejam sahaja lamanya, maka Tuan menyamakan dia dengan kami, yang sudah menanggung keberatan dan kepanasan sehari suntuk. Tetapi jawab tuan itu kepada seorang dari antara mereka itu: Hai sahabat, tiada aku membuat salah padamu, bukankah engkau bersetuju dengan aku satu dinar? Ambillah bahagianmu, dan pergilah; maka kepada orang yang terakhir ini, aku hendak memberi sama banyak dengan engkau pun. Tiadakah boleh aku berbuat sekehendakku atas milikku sendiri? Atau jahatkah pemandanganmu oleh sebab aku ini baik? Demikianlah orang yang terakhir itu akan menjadi yang mula-mula, dan yang mula-mula itu akan menjadi yang terakhir."

Maka masuklah Yesus ke dalam Bait Allah, lalu mengusir segala orang yang berjual beli di dalam Bait Allah, diterbalikkan-Nya meja-meja orang yang menukar uang, dan kursi orang yang menjual burung merpati, serta berkata kepada mereka itu, "Telah tersurat: Bahwa Rumah-Ku akan disebut rumah tempat berdoa; tetapi kamu ini menjadikan dia gua penyamun."

Sebab itu katakanlah kepada kami, apakah pikir Tuan? Patutkah membayar uang upeti kepada Kaisar atau tiada?" Tetapi sebab Yesus mengetahui kejahatan mereka itu, lalu kata-Nya, "Hai orang munafik, apakah sebabnya kamu mencobai Aku? Tunjukkanlah kepada-Ku uang upeti itu." Maka dibawanya kepada-Nya satu dinar. Maka kata Yesus kepada mereka itu, "Rupa siapakah ini dan cap siapakah ini?" Maka sahut mereka itu, "Kaisar punya." Lalu kata Yesus kepada mereka itu, "Kalau begitu, bayarlah kepada Kaisar barang yang Kaisar punya, dan kepada Allah barang yang Allah punya."

Wai bagi kamu, hai ahli Taurat dan orang Parisi, orang munafik! Karena kamu membayar sepersepuluh daripada selasih dan adas manis dan jintan, tetapi hal ihwal yang terlebih wajib di dalam Taurat, seperti keadilan dan belas kasihan dan setiawan, kamu tinggalkan. Inilah yang patut diperbuat, dan yang lain itu pun jangan ditinggalkan.

"Karena hal itu sama seperti seorang yang hendak pergi ke tanah yang lain; maka dipanggilnya segala hambanya yang khas, lalu diserahkannya miliknya kepadanya. Maka ada seorang yang diberinya lima talenta, ada seorang yang diberi dua, dan ada seorang pula yang diberi satu; masing-masing menurut kadarnya. Lalu berangkatlah tuan itu ke tanah lain. Maka orang yang menerima lima talenta itu, segeralah pergi menjalankan modalnya, sehingga memperoleh keuntungan lima talenta. Demikian juga orang yang menerima dua talenta, memperoleh keuntungan dua talenta. Tetapi orang yang menerima satu talenta itu pergi menggali lobang di tanah, menyembunyikan uang tuannya itu. Setelah beberapa lama kemudian daripada itu, maka tibalah tuan segala hamba itu memeriksai kira-kira mereka itu. Maka datanglah orang yang menerima lima talenta itu menghadap, serta membawa keuntungan yang lima talenta itu, katanya: Ya Tuanku, lima talenta Tuan serahkan kepada hamba; tengoklah kiranya hamba dapat keuntungan lima talenta. Maka kata tuannya kepadanya: Sabaslah, hai hamba yang baik dan setiawan, atas yang sedikit pun engkau setia; aku akan menetapkan engkau atas hal ikhwal yang banyak. Masuklah engkau ke dalam kesukaan tuanmu. Maka datanglah pula orang yang menerima dua talenta itu menghadap, serta berkata: Ya Tuanku, dua talenta Tuan serahkan kepada hamba; tengoklah kiranya hamba dapat keuntungan dua talenta. Maka kata tuannya kepadanya: Sabaslah, hai hamba yang baik dan setiawan, dengan yang sedikit pun engkau setia; aku akan menetapkan engkau atas hal ikhwal yang banyak. Masuklah engkau ke dalam kesukaan tuanmu. Maka orang yang telah menerima satu talenta itu pun datang menghadap, serta berkata: Ya Tuan, hamba mengetahui, bahwa Tuanlah seorang bengis, yang menuai di tempat Tuan tiada menabur dan mengumpulkan di tempat Tuan tiada menghambur; sebab itu takutlah hamba, lalu pergi menyembunyikan talenta Tuan di dalam tanah. Tengok, inilah yang Tuan punya. Maka jawab tuannya, serta berkata kepadanya: Hai hamba yang jahat dan malas, sudah engkau ketahui, bahwa aku menuai di tempat yang tiada aku tabur dan mengumpulkan di tempat yang tiada aku hamburkan; sebab itu, wajiblah engkau menyerahkan uangku kepada orang yang menjalankan uang, supaya apabila aku datang kelak, boleh aku mendapat uangku kembali beserta dengan bunganya. Sebab itu ambillah daripadanya talenta itu, berikanlah kepada orang yang menaruh sepuluh talenta itu. Karena barangsiapa yang mempunyai barang sesuatu, kepadanya akan diberi lagi, dan ia akan beroleh dengan limpahnya; tetapi barangsiapa yang tiada mempunyai sesuatu itu, maka daripadanya juga akan diambil barang yang ada padanya; maka hamba yang tiada berguna itu, buangkanlah ke dalam gelap yang di luar; di sanalah kelak tangisan dan kertak gigi."

Kemudian Raja itu pun kelak bertitahlah kepada mereka itu yang di sebelah kanan-Nya: Marilah, hai kamu yang diberkati oleh Bapa-Ku, memiliki warisan, yaitu kerajaan yang disediakan bagimu daripada awal kejadian alam. Karena pada masa Aku lapar, kamu memberi Aku makan; Aku dahaga, kamu memberi Aku minum; Aku seorang keluaran, kamu menyambut Aku; Aku bertelanjang, kamu memakaikan Aku dengan pakaian; Aku sakit, kamu melawati Aku; Aku di dalam penjara, kamu datang berjumpa Aku. Lalu menyahutlah kelak segala orang yang benar, serta berkata kepada-Nya: Ya Tuhan, masa manakah kami nampak Tuhan lapar, lalu kami memberi makan? atau dahaga, lalu kami memberi minum? Atau masa manakah kami nampak Tuhan seorang keluaran, lalu kami menyambut Tuhan? atau bertelanjang, lalu kami memakaikan dengan pakaian? Atau masa manakah kami nampak Tuhan sakit, atau di dalam penjara, lalu kami melawati Tuhan? Maka Raja itu akan menjawab, serta bersabda kepada mereka itu: Sesungguhnya Aku berkata kepadamu, bahwa barang sebagaimana yang kamu sudah berbuat kepada seorang-orang saudara-Ku yang terlebih hina ini, itulah perbuatan kamu kepada-Ku.

Kemudian Raja itu pun akan bertitah kepada mereka itu yang di sebelah kiri-Nya: Undurlah dari hadapan-Ku, hai laknat, masuklah ke dalam api neraka yang kekal, yang disediakan bagi Iblis dan segala pesuruhnya. Karena pada masa Aku lapar, tiada kamu memberi Aku makan; Aku dahaga, tiada kamu memberi Aku minum; Aku seorang keluaran, tiada kamu menyambut Aku; Aku bertelanjang, tiada kamu memakaikan Aku dengan pakaian; Aku sakit dan di dalam penjara, tiada kamu melawati Aku; lalu mereka itu pun akan menyahut, katanya: Ya Tuhan, masa manakah kami nampak Tuhan lapar dan dahaga, atau seorang keluaran, atau bertelanjang, atau sakit, atau di dalam penjara, dan tiada kami melayani Tuhan? Kemudian Raja itu akan menjawab, serta bersabda kepada mereka itu: Sesungguhnya Aku berkata kepadamu, bahwa barang sebagaimana yang tiada kamu perbuat kepada seorang daripada orang yang terlebih hina ini, maka tiada juga perbuatan kamu kepada-Ku.

maka datanglah kepada-Nya seorang perempuan, yang membawa suatu buli-buli berisi minyak wangi yang mahal harganya, lalu dicurahkannya di atas kepala Yesus, pada waktu Ia duduk makan. Setelah dilihat oleh murid-murid itu maka masing-masing pun sakit hatilah, serta berkata, "Apakah maksud keborosan itu? Karena minyak ini boleh laku dijual dengan mahal harganya, disedekahkan kepada orang miskin." Tetapi serta tampak hal itu kepada Yesus, lalu berkatalah Ia kepada mereka itu, "Apakah sebabnya kamu menyusahkan perempuan itu? Karena ia membuat suatu kebajikan kepada-Ku. Sebab orang miskin senantiasa bersama-sama dengan kamu, tetapi Aku ini tiada selalu bersama-sama dengan kamu.

serta berkata, "Apakah hendak kamu beri aku, jikalau aku menyerahkan Yesus kepadamu?" Maka mereka itu pun menimbangkan tiga puluh keping perak baginya. Daripada waktu itu Yudas mencari suatu ketika yang baik akan menyerahkan Dia kepada mereka itu.

Apabila dilihat oleh Yudas yang telah menyerahkan Yesus itu, bahwa sudah dijatuhkan hukum atas-Nya, maka menyesallah ia, lalu dipulangkannya balik perak yang tiga puluh keping itu kepada kepala imam dan orang tua-tua itu, katanya, "Aku berdosa, sebab menyerahkan darah orang yang tiada bersalah." Tetapi kata mereka itu, "Apakah kena-mengena dengan kami? Itu tanggungan engkaulah." Maka ia pun mencampakkan segala keping perak itu ke dalam Bait Allah itu serta berjalan, lalu pergi menggantung dirinya. Maka kepala imam itu pun memungut keping perak itu sambil berkata, "Tiada halal ditaruhkan uang ini ke dalam peti derma, karena itulah suatu harga darah." Lalu berpakatlah mereka itu membeli dengan uang itu sebidang tanah tukang periuk, akan menjadi tempat pekuburan orang keluaran. Itulah sebabnya tanah itu dinamakan Tanah Darah, hingga hari ini. Tatkala itu sampailah barang yang disabdakan oleh Nabi Yermia, bunyinya: Bahwa mereka itu mengambil ketiga puluh keping perak, yaitu harga orang yang ditaksirkan harga nilai bani Israel, serta memberikan itu menjadi pembayar harga sebidang tanah tukang periuk, seperti yang difirmankan oleh Tuhan kepadaku.

Dan ada pula separuh jatuh di tanah yang baik, sehingga dikeluarkannya buah, yang tumbuh dan makin bertambah-tambah buahnya, yaitu: Ada yang tiga puluh, ada yang enam puluh dan ada yang seratus kali gandanya."

Maka yang ditabur di tengah semak duri itu pula, ialah orang yang sudah mendengar Perkataan itu, lalu masuk ke dalam hatinya segala percintaan dunia ini beserta segala tipu daya kekayaan dan keinginan akan berbagai-bagai perkara yang lain sambil membantutkan Perkataan itu, sehingga tiada ia berbuah. Tetapi inilah, yang ditabur pada tanah yang baik, yaitu orang yang mendengar Perkataan itu serta menerima dia, lalu berbuahlah ia, ada yang tiga puluh ganda, ada yang enam puluh, ada yang seratus kali gandanya."

Tetapi jawab Yesus, kata-Nya, "Kamu berilah mereka itu makan." Maka kata murid-murid-Nya kepada-Nya, "Kamikah pergi membeli roti barang dua ratus dinar harganya akan memberi makan orang-orang ini?" Maka berkatalah Ia kepada murid-murid-Nya, "Berapa ketul roti ada padamu? Pergi lihat." Setelah diketahuinya, maka katanya, "Ada roti lima ketul, dan ikan dua ekor." Maka dikatakan-Nya kepada mereka itu menyuruh duduk orang sekalian itu bertumpuk-tumpuk di atas rumput hijau itu. Lalu duduklah mereka itu berkelompok, ada yang seratus, ada yang lima puluh banyaknya. Maka Yesus pun mengambil roti lima ketul dan ikan dua ekor itu, lalu menengadah ke langit serta memberi berkat, kemudian Ia memecahkan roti itu, dan memberikan kepada murid-murid-Nya, supaya mereka itu meletakkan di hadapan segala orang itu; demikian juga ikan yang dua ekor itu dibahagikan-Nya kepada orang sekalian. Maka makanlah sekaliannya sampai kenyang. Kemudian diangkat oranglah segala sisanya, dua belas bakul penuh, lain daripada sisa ikan itu. Adapun yang makan roti itu, yaitu lima ribu orang laki-laki banyaknya.

permukahan, kekikiran, kejahatan, tipu, hawa nafsu jahat, mata jahat, hujat, congkak, kebodohan. Segala perkara yang jahat ini keluar dari dalam hati, dan menajiskan orang."

karena barangsiapa, yang hendak memeliharakan nyawanya, ia akan kehilangan nyawa; tetapi barangsiapa yang kehilangan nyawanya oleh karena Aku dan karena Injil, ialah akan memeliharakan nyawa. Karena apakah untungnya kepada seorang, jikalau ia beroleh segenap dunia itu, tetapi jiwanya binasa? Atau apakah yang patut diberi orang akan menebus jiwanya?

Lalu Yesus memandang orang muda itu, dan Ia mengasihi dia, serta berkata kepadanya, "Hanya satu perkara lagi engkau kekurangan: Pergilah, jualkan barang apa yang ada padamu dan berikanlah kepada orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di surga, lalu marilah, dan ikutlah Aku." Tetapi berdukacitalah ia sebab perkataan itu, lalu pergi dengan susah hatinya, karena ia berharta banyak.

Lalu Yesus memandang sekeliling, serta berkata kepada murid-murid-Nya, "Alangkah sukarnya bagi orang yang kaya masuk ke dalam kerajaan Allah!" Maka tercengang-cenganglah murid-murid-Nya oleh sebab perkataan itu. Tetapi kata-Nya lagi pula kepada mereka itu, "Hai anak-anak-Ku, alangkah sukarnya masuk ke dalam kerajaan Allah bagi orang yang berharapkan harta bendanya sahaja. Lebih mudahlah seekor unta masuk ke lubang jarum daripada seorang yang kaya masuk ke dalam kerajaan Allah." Tetapi makin sangat tercenganglah mereka itu serta kata seorang kepada seorang, "Kalau begitu, siapakah akan beroleh selamat?" Lalu Yesus memandang mereka itu serta kata-Nya, "Kepada manusia perkara itu mustahil, tetapi bukannya kepada Allah; karena kepada Allah segala sesuatu ada di dalam kuasa-Nya."

Kemudian mulailah Petrus berkata kepada-Nya, "Kami ini sudah meninggalkan semuanya serta mengikut Rabbi." Maka kata Yesus, "Sesungguhnya Aku berkata kepadamu, tiadalah barang seorang pun yang sudah meninggalkan rumahnya, atau saudaranya yang laki-laki, atau saudaranya yang perempuan, atau ibunya, atau bapanya, atau anak-anaknya, atau tanahnya, karena sebab Aku dan sebab Injil, melainkan ia akan beroleh seratus kali ganda pada masa sekarang di dunia ini, yaitu rumah dan saudara laki-laki dan perempuan, dan ibu dan anak-anak, dan tanah, serta dengan aniaya, tetapi pada masa yang akan datang kelak ia beroleh hidup yang kekal.

Maka tibalah mereka itu di Yeruzalem. Setelah Yesus masuk ke dalam Bait Allah, mulailah Ia mengusir orang yang berjual beli di dalam Bait Allah itu, diterbalikkan-Nya meja-meja orang yang menukar uang, dan kursi orang yang menjual uang, dan kursi orang yang menjual burung merpati. Dan lagi tiada diberi-Nya seorang jua pun membawa barang suatu perkakas rumah menerusi Bait Allah. Lalu Ia mengajar, serta berkata kepada mereka itu, "Bukankah telah tersurat: Bahwa Rumah-Ku akan disebut rumah tempat berdoa bagi segala bangsa? Tetapi kamu sudah menjadikan dia gua orang penyamun."

Maka datanglah mereka itu kepada Yesus, lalu berkata kepada-Nya, "Ya Guru, kami tahu, bahwa Guru seorang yang benar, serta tiada mengindahkan seorang jua pun, karena Guru tiada menilik rupa orang, melainkan jalan Allah Tuan ajarkan dengan sebenarnya. Patutkah membayar uang upeti kepada Kaisar atau tiada? Harus kami beri atau tiadakah?" Tetapi sebab Ia mengetahui pura-pura mereka itu, lalu bertanya kepada mereka itu, "Apakah sebabnya kamu mencobai Aku? Bawalah suatu dinar kepada-Ku, supaya Kulihat." Maka dibawanyalah. Lalu kata Yesus kepada mereka itu, "Rupa siapakah ini dan cap siapakah ini?" Maka sahut mereka itu, "Kaisar punya." Maka kata Yesus kepada mereka itu, "Kalau begitu, bayarlah kepada Kaisar barang yang Kaisar punya, dan kepada Allah barang yang Allah punya." Maka heranlah mereka itu akan Dia.

Pada suatu hari duduklah Yesus bertentangan dengan peti derma, serta melihat peri orang banyak memasukkan uang ke dalam peti derma itu; maka beberapa orang yang kaya memasukkan banyak uang ke dalamnya. Maka datanglah juga seorang janda yang miskin, lalu dimasukkannya uang dua keping, yaitu seduit. Maka Yesus memanggil murid-murid-Nya, serta berkata kepada mereka itu, "Sesungguhnya Aku berkata kepadamu: Janda yang miskin ini sudah memberi lebih banyak daripada segala orang, yang memasukkan uang ke dalam peti derma itu. Karena sekalian orang itu sudah memasukkan uang daripada kemewahannya, tetapi perempuan ini telah memasukkan daripada kekurangannya semua yang ada padanya, yaitu segenap kehidupannya."

Tatkala Yesus di Baitani di dalam rumah Simon yang kena bala zaraat, maka sedang Ia duduk makan, datanglah seorang perempuan membawa suatu buli-buli pualam berisi minyak narwastu jati dan mahal harganya, maka dibukanya buli-buli itu, lalu dicurahkannya di atas kepala Yesus. Maka adalah beberapa orang gusar akan perkara itu, katanya, "Apakah sebabnya minyak narwastu itu diboroskan sahaja? Karena kalau dijual, niscaya harganya lebih tiga ratus dinar, dan dapat diberikan kepada orang miskin." Lalu mereka itu memarahi dia. Tetapi kata Yesus, "Biarkanlah dia; apakah sebabnya kamu menyusahkan dia? Ia membuat suatu kebajikan kepada-Ku. Sebab orang-orang miskin senantiasa bersama-sama dengan kamu, dan jikalau kamu sudi, dapatlah kamu berbuat baik kepada mereka itu, tetapi Aku ini tiada selalu bersama-sama dengan kamu.

Maka sukacitalah mereka itu mendengar hal itu, lalu berjanji memberi uang kepadanya. Maka Yudas pun mencari daya, bagaimana dapat menyerahkan Dia pada suatu ketika yang baik.

Maka ia menjawab serta berkata kepada mereka itu, "Orang yang menaruh dua helai baju, hendaklah memberi sehelai kepada orang yang tiada; dan orang yang menaruh makanan, hendaklah ia berbuat demikian juga."

Maka datanglah juga orang pemungut cukai minta dibaptiskan serta berkata kepadanya, "Ya Guru, apakah yang wajib kami perbuat?" Maka katanya kepada mereka itu, "Janganlah kamu menuntut lebih daripada barang yang ditetapkan kepadamu." Maka ada beberapa laskar pula menanya dia, katanya, "Apakah yang wajib kami ini perbuat?" Maka katanya kepada mereka itu, "Jangan kamu merampas, dan jangan kamu membawa aduan yang palsu ke atas barang seorang pun; melainkan padalah kamu dengan gajimu."

Setelah sudah Ia mengangkat mata-Nya kepada murid-murid-Nya, lalu berkatalah Ia, "Berbahagialah kamu yang miskin; karena kamulah yang empunya kerajaan Allah. Berbahagialah kamu yang lapar sekarang ini; karena kamu akan dikenyangkan. Berbahagialah kamu yang menangis sekarang ini; karena kamu akan tertawa kelak.

Tetapi, wai bagi kamu yang kaya, karena sudahlah dengan itu penghiburanmu. Wai bagi kamu, hai orang yang kenyang sekarang ini; karena kamu akan lapar kelak. Wai bagimu, yang tertawa sekarang ini; karena kamu akan berdukacita dan menangis.

Kepada orang yang menampar pipimu sebelah, berilah juga kepadanya pipi yang sebelah lagi; dan orang yang mengambil jubahmu, jangan ditegahkan mengambil bajumu lagi. Berilah kepada tiap-tiap orang yang meminta kepadamu; dan daripada orang yang mengambil barang-barangmu, jangan dituntut kembali.

Dan jikalau kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah pahalamu? Karena orang yang berdosa pun mengasihi orang yang mengasihi dia. Dan jikalau kamu berbuat baik kepada orang yang berbuat baik kepadamu, apakah juga pahalamu? Karena orang berdosa pun berbuat sedemikian itu juga.

Dan jikalau kamu meminjamkan kepada orang yang kamu berharap akan menerima kembali daripadanya, apakah pula pahalamu? Karena orang yang berdosa itu pun meminjamkan kepada orang berdosa, akan menerima kembali sebanyak itu juga. Tetapi hendaklah kamu mengasihi seterumu, dan berbuat baik, dan memberi pinjam dengan tiada berharap akan menerima balik; maka berpahala besarlah kamu kelak, dan kamu akan menjadi anak-anak Yang Mahatinggi, karena Ialah murah kepada orang yang tiada syukur dan yang jahat.

Berilah, niscaya kepada kamu pun akan diberi: Suatu sukatan yang betul, ditekan-tekan, dan digoncang-goncang sehingga melembak, akan diberi orang kepada ribaanmu, karena dengan sukatan yang kamu menyukat, akan disukatkan pula kepada kamu."

Maka ujar Yesus sambil kata-Nya, "Bahwa adalah seorang yang turun dari Yeruzalem ke Yerikho; maka jatuhlah ia ke tangan penyamun, yang merampas pakaiannya serta memukul dia, lalu pergi meninggalkan dia hampir mati.

Pada keesokan harinya dikeluarkannya dua dinar, diberikannya kepada tuan rumah tumpangan itu sambil katanya: Belakanlah dia, dan barang apa yang engkau belanjakan lebih daripada itu aku ganti, apabila aku datang kembali.

berilah kami tiap-tiap hari makanan kami yang secukupnya pada sehari;

Sebab itu, jikalau kamu, yang jahat sekalipun, tahu juga memberi pemberian yang baik kepada anakmu, apatah lagi Bapamu yang di surga akan memberi Rohulkudus kepada orang yang memohonkan daripada-Nya."

Tetapi sedekahkanlah barang yang di dalamnya itu, maka semuanya itu bersihlah bagimu. Wai kamu, hai orang Parisi! Karena kamu membayar sepersepuluh dari selasih dan inggu dan sayur-sayuran, pada halnya kamu melalui hukum dan kasih Allah. Inilah yang patut diperbuat, dan yang lain itu pun jangan ditinggalkan.

Adalah seorang dari antara orang banyak itu yang berkata kepada-Nya, "Ya Guru, suruhkanlah saudaraku berbahagi pusaka dengan hamba." Tetapi kata Yesus kepadanya, "Hai engkau, siapakah menjadikan Aku hakim atau pembahagi atas harta kamu?" Dan lagi kata-Nya kepada mereka itu, "Ingatlah baik-baik, jagalah dirimu daripada segala tamak, karena kehidupan orang bukannya bergantung kepada kelebihan hartanya."

Lalu Ia bertutur kepada mereka itu dengan perumpamaan, kata-Nya, "Adalah tanah seorang yang kaya mengeluarkan perolehan banyak. Maka berpikirlah ia di dalam hatinya, katanya: Apakah patut kuperbuat? Karena aku tiada bertempat hendak menyimpan segala hasil ladangku. Maka katanya: Bahwa inilah kuperbuat; hendak kurombak segala lumbungku, lalu membangunkan yang lebih besar, di situ aku hendak menyimpan semua gandum dan hartaku. Maka aku akan berkata kepada jiwaku: Hai jiwaku, engkau ada banyak harta tersimpan untuk beberapa tahun, senangkanlah dirimu, makan minum dan bersukacitalah. Tetapi firman Allah kepadanya: Hai bodoh, bahwa malam ini juga nyawamu akan dituntut daripadamu; maka barang yang engkau sudah sediakan itu menjadi hak siapakah? Demikianlah hal orang yang mengumpulkan harta bagi dirinya sendiri, tetapi tiada ia kaya kepada Allah."

Maka kata Yesus kepada murid-murid-Nya, "Sebab itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kamu kuatir akan hal nyawamu, yaitu apa yang hendak kamu makan; atau dari hal tubuhmu, apa yang hendak kamu pakai. Karena nyawa itu lebih daripada makanan, dan tubuh itu lebih daripada pakaian. Perhatikanlah hal burung gagak, tiada ia menabur benih atau menuai, dan tiada padanya tempat bekal atau lumbung, maka Allah juga memeliharakan dia, apatah lagi lebihnya kamu daripada burung-burung itu! Siapakah di antara kamu dengan kuatirnya dapat melanjutkan umurnya barang sedikit pun? Jikalau yang sedikit ini pun tiada dapat kamu perbuat, apakah sebabnya kamu kuatir akan lain-lain itu? Perhatikanlah hal bunga bakung, bagaimana tumbuhnya; tiada ia memintal benang, dan tiadalah pula ia bertenun; maka Aku berkata kepadamu: Meskipun Sulaiman dengan segala kemuliaannya, tiada ia dihiasi seperti salah satu daripada kuntum bunga itu. Jikalau sedemikian Allah menghiasi rumput di padang, yang ada pada hari ini dan esoknya dibuangkan ke dalam dapur api, apatah lagi Ia melebihkan kamu, hai orang yang kurang percaya. Demikian kamu ini, janganlah mencari barang apa yang hendak kamu makan, dan yang hendak kamu minum, janganlah kamu bimbang. Karena semuanya ini dituntut oleh orang kafir di dalam dunia ini; tetapi Bapamu terlebih mengetahui akan hal itu perlu bagi kamu. Tetapi carilah kerajaan-Nya, maka sekaliannya itu ditambahkan kepadamu.

Jualkanlah barang yang ada padamu dan sedekahkanlah; perbuatlah akan dirimu pundi-pundi yang tiada akan buruk, suatu harta yang tiada berkesudahan di surga, yaitu di tempat pencuri tiada masuk, dan yang tiada gegat membinasakan.

Karena barang di mana ada hartamu, di situlah juga hatimu."

Maka berkatalah juga Yesus kepada orang yang menjemput Dia, "Apabila engkau membuat perjamuan tengah hari atau malam, jangan dipanggil sahabatmu atau saudaramu atau kaum keluargamu, atau orang sekampungmu yang kaya-kaya; supaya jangan mereka itu dapat membalas jemputanmu. Melainkan apabila engkau membuat perjamuan, jemputlah orang yang miskin, dan kudung, dan timpang, dan buta; maka berbahagialah engkau kelak, sebab tiada apa hendak dibalaskannya kepada engkau; karena engkau dibalas pada hari kebangkitan orang benar."

Sedemikian juga barangsiapa di antara kamu, yang tiada meninggalkan segala sesuatu yang dipunyainya, tiada dapat menjadi murid-Ku.

"Atau perempuan manakah pula yang menaruh sepuluh keping uang perak, jikalau ia kehilangan sekeping, yang tiada memasang pelita serta menyapu rumah dan menyuluh dengan cermat sehingga dapat? Setelah didapatinya, maka dipanggilnya sahabatnya yang perempuan dan orang sekampungnya, katanya: Bersukacitalah kamu beserta dengan aku, karena aku telah mendapat uang perakku yang hilang itu. Maka Aku berkata kepadamu: Demikian juga jadi kesukaan di hadapan malaekat Allah sebab satu orang berdosa yang bertobat."

Maka kata Yesus, "Adalah seorang yang mempunyai dua anak laki-laki. Maka kata yang bungsu itu kepada bapanya: Ya Bapa, berilah aku bahagian harta yang jatuh kepadaku. Maka dibahagikannya harta kepada kedua-duanya. Tiada berapa lama kemudian daripada itu, maka anak yang bungsu itu pun mengemaskan sekaliannya, lalu pergi ke negeri yang jauh; maka di sanalah diboroskannya hartanya itu dengan kelakuan yang jahat. Setelah dihabiskannya kesemuanya, jadilah suatu bala kelaparan yang dahsyat di dalam negeri itu; maka ia pun mulai merasa kekurangan. Lalu pergilah ia memperhambakan dirinya kepada seorang daripada anak negeri itu; maka orang itu pun menyuruhkan dia ke ladangnya menjaga babinya. Maka inginlah ia akan mengisi perutnya dengan hampas kulit, makanan babi, tetapi tiada seorang pun memberikan kepadanya. Lalu sadarlah ia akan dirinya serta berkata: Berapa banyak orang gaji bapaku yang beroleh makanan dengan berlimpah-limpah, tetapi aku di sini binasa dengan kelaparan! Aku hendak bangkit pergi kepada bapaku dan berkata kepadanya: Ya Bapa, sahaya berbuat dosa terhadap surga dan Bapa; tiadalah lagi sahaya berlayak disebut anak Bapa; jadikanlah sahaya seperti seorang dari antara orang gaji Bapa. Maka bangkitlah ia, lalu pergi kepada bapanya. Tetapi sedang ia lagi jauh, bapanya sudah nampak dia, lalu jatuhlah kasihannya, serta berlarilah bapanya memeluk lehernya sambil mencium dia. Maka kata anaknya kepadanya: Ya Bapa, sahaya sudah berbuat dosa kepada surga dan Bapa, tiadalah lagi sahaya berlayak disebut anak Bapa. Tetapi berkatalah bapa itu kepada hambanya: Bawalah dengan segeranya jubah yang elok sekali, pakaikan kepadanya, dan kenakanlah sebentuk cincin ke jarinya, dan kasut di kakinya. Dan bawalah anak lembu yang tambun, sembelihkan, biar kita makan dan bersukaria, karena anakku ini sudah mati, dan hidup balik; ia sudah hilang, dan dapat balik. Maka mulailah mereka itu bersukaria.

Dan lagi berkatalah Ia pula kepada murid-murid-Nya, "Adalah seorang kaya yang menaruh seorang jurukunci; maka orang itu diadukan orang kepada tuannya sebab memboroskan harta benda tuannya. Maka tuan itu pun memanggil dia, serta berkata kepadanya: Apakah ini yang kudengar dari halmu? Serahkanlah kira-kira dari hal jawatanmu; karena tiada boleh lagi engkau menjadi jurukunci. Maka kata jurukunci di dalam hatinya: Apakah hendak kuperbuat? Karena tuanku memecat aku daripada jawatan jurukunci ini? Bahwa mencangkul aku tiada kuat, meminta sedekah aku malu. Aku tahu juga apa yang hendak kuperbuat, apabila aku dipecat daripada jawatan jurukunci ini, supaya dapat aku diterima kelak di dalam rumah orang. Maka dipanggilnya tiap-tiap orang berutang kepada tuannya, serta berkata kepada yang pertama: Berapa banyak engkau berutang kepada tuanku? Maka katanya: Minyak seratus tong. Lalu katanya kepadanya: Terimalah surat utangmu ini, duduk lekas, tuliskan lima puluh. Setelah itu berkatalah ia kepada yang lain: Engkau ini, berapa banyak utangmu? Maka katanya: Gandum seratus pikul. Maka katanya kepadanya: Terimalah surat utangmu ini, tuliskan delapan puluh. Maka tuan itu pun memuji jurukunci yang tiada setia itu, sebab hal itu dilakukannya dengan cerdiknya; karena anak-anak dunia ini terlebih cerdik di dalam pergaulannya daripada anak-anak cahaya. Maka Aku berkata kepadamu: Carilah sahabat bagi dirimu dengan Mammon yang lekat lalim, supaya apabila Mammon kelak hilang daripadamu, sahabat itu pun kelak menerima kamu di dalam tempat kediaman yang kekal.

Siapa yang setia dengan perkara yang terlebih kecil, ia setia juga dengan perkara yang besar, dan siapa yang tiada adil di dalam perkara yang terlebih kecil, ia tiada adil juga di dalam perkara yang besar. Sebab itu jikalau kamu tiada setia dengan Mammon yang lekat lalim itu, siapakah yang mempercayakan kamu di atas harta yang benar? Jikalau kamu tiada setia dengan hak orang lain, siapakah pula akan memberi kepadamu hak kamu sendiri?

Tiada seorang hamba dapat bertuankan dua orang, karena tak dapat tiada seorang dibencinya dan yang lain itu dikasihinya kelak; atau ia berpegang pada seorang, dan meringankan yang lain. Tiadalah dapat kamu bertuhankan Allah bersama-sama dengan Mammon." Apabila orang Parisi, yang memang loba akan uang, mendengar segala perkataan itu, lalu diolok-olokkannya Yesus.

"Adalah seorang orang kaya; maka ia memakai pakaian ungu dan kain halus, serta hidup bersuka-suka dengan kemewahannya tiap-tiap hari. Tetapi ada pula seorang peminta sedekah, bernama Lazarus, terbaring di muka pintu orang kaya itu katup dengan pekung; dan sedang ingin hendak mengenyangkan dirinya dengan remah yang jatuh dari atas meja orang kaya itu. Maka anjing pun datang menjilat pekungnya. Maka tiada berapa lama matilah si peminta sedekah itu, lalu dibawa oleh malaekat ke atas pangku Ibrahim. Dan orang kaya itu pun matilah juga, lalu dikuburkan. Maka dengan sengsaranya di dalam alam maut, ia pun menengadahlah, lalu terpandanglah Ibrahim dari jauh dan Lazarus di atas pangkunya. Maka berserulah ia, katanya: Ya Bapaku Ibrahim, kasihankanlah hamba dan suruhlah kiranya Lazarus datang, supaya dicelupkannya ujung jarinya ke dalam air, dan menyejukkan lidah hamba; karena hamba merasa sengsara di dalam nyala api ini. Tetapi kata Ibrahim: Hai anakku, ingatlah, engkau sudah menerima kesenanganmu pada masa hidupmu, tetapi Lazarus itu sudah menerima kecelakaannya; sekarang di sini ia dihiburkan, tetapi engkau disengsarakan. Tambahan pula, di antara kamu dengan kami ada suatu selang yang besar, supaya orang yang dari sini hendak pergi ke sana tiada dapat, dan orang dari sana pun tiada dapat menyeberang kepada kami. Maka kata orang itu: Jikalau demikian, hamba sembahlah, kiranya Bapa menyuruhkan dia ke rumah bapa hamba; karena hamba ada lagi lima saudara laki-laki; kiranya ia menyatakan kepada mereka itu keadaan hamba, supaya jangan mereka itu juga termasuk ke tempat sengsara ini. Tetapi kata Ibrahim: Mereka itu ada kitab Musa dan nabi-nabi, hendaklah diturutnya. Maka katanya: Bukannya demikian, ya Bapaku Ibrahim, melainkan jikalau kiranya seorang daripada orang mati pergi kepada mereka itu, niscaya mereka itu akan bertobat. Tetapi kata Ibrahim: Jikalau mereka itu tiada mau mendengar akan Musa dan nabi-nabi itu, tiada juga mereka itu akan yakin, jikalau seorang bangkit dari antara orang mati sekalipun."

Barangsiapa yang mencari jalan hendak memeliharakan nyawanya, ia akan kehilangan nyawa; dan siapa yang kehilangan nyawanya, ia akan menyelamatkan nyawa.

Aku puasa dua kali seminggu, dan aku membayar zakat sepersepuluh daripada segala kehasilanku.

Setelah didengar oleh Yesus, berkatalah Ia kepadanya, "Hanya satu perkara lagi engkau kekurangan: Jualkan barang apa yang ada padamu, dan sedekahkanlah kepada orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di surga; dan marilah mengikut Aku." Setelah didengarnya demikian, maka sangatlah dukacita hatinya, karena ia amat kaya.

Apabila Yesus nampak halnya itu, berkatalah Ia, "Alangkah sukarnya bagi orang yang kaya masuk ke dalam kerajaan Allah! Lebih mudahlah seekor unta masuk ke lubang jarum daripada seorang yang kaya masuk ke dalam kerajaan Allah." Maka orang yang mendengar itu pun berkatalah, "Kalau begitu, siapakah akan beroleh selamat?" Tetapi kata Yesus, "Barang yang mustahil kepada manusia, bukannya mustahil kepada Allah."

Maka kata Petrus, "Tengoklah, kami ini sudah meninggalkan milik kami serta mengikut Rabbi." Maka kata Yesus kepada mereka itu, "Sesungguhnya Aku berkata kepadamu, tiadalah seorang jua pun yang meninggalkan rumah, atau bini, atau sanak-saudara, atau ibu bapa, atau anak-anak sebab karena kerajaan Allah, yang tiada menerima pula banyak gandanya pada masa ini, dan di dalam akhirat hidup yang kekal."

Maka berdirilah Zakheus serta berkata kepada Tuhan, "Sesungguhnya setengah daripada harta hamba, ya Tuhan, hamba sedekahkan kepada orang miskin, dan jikalau hamba sudah memperdayakan harta orang, hamba mengembalikan empat kali ganda."

Sebab itu kata Yesus, "Adalah seorang orang bangsawan hendak berangkat ke negeri yang jauh akan menerima kerajaan bagi dirinya, lalu kembali. Maka dipanggilnya sepuluh orang hambanya, lalu diberinya kepada mereka itu sepuluh kati perak, serta berkata kepadanya: Berniagalah kamu sehingga aku pulang. Tetapi anak negerinya itu membenci dia, lalu menyuruh seorang utusan mengikut dia, mengatakan: Kami tiada mau orang ini menjadi raja kami. Tatkala ia kembali daripada menerima kerajaan itu, maka disuruhnya panggil segala hamba yang diberi uang perak itu datang kepadanya, supaya diketahuinya berapa pendapatan masing-masing di dalam perniagaan itu. Maka datanglah yang pertama itu menghadap, serta berkata: Ya Tuan, perak Tuan yang sekati itu menjadi sepuluh kati lebihnya. Maka kata tuan itu kepadanya: Sabaslah, hai hamba yang baik; oleh sebab engkau setia dengan yang sedikit, engkau diberi kuasa memerintah sepuluh buah negeri. Maka datanglah yang kedua menghadap, serta berkata: Ya Tuan, perak Tuan yang sekati itu sudah menjadi lima kati lebihnya. Maka berkatalah juga tuan kepada orang itu: Engkau pun ditetapkan memerintah lima buah negeri. Maka datanglah yang lain itu menghadap, katanya: Ya Tuan, inilah perak Tuan sekati itu, yang hamba menyimpan di dalam sapu tangan; sebab hamba takut akan Tuan, karena Tuan seorang yang keras hati; Tuan mengambil yang tiada Tuan taruh, dan menuai yang tiada Tuan tabur. Maka kata tuan itu kepadanya: Hai hamba yang jahat, dengan perkataanmu itu aku menghukumkan engkau. Sudahkah engkau ketahui, bahwa aku ini seorang yang keras hati, yang mengambil barang yang tiada kutaruh, dan menuai barang yang tiada kutabur? Apakah sebabnya tiada engkau taruhkan uang perakku itu di tempat orang menjalankan uang? Supaya apabila aku kembali dapat kuambil balik beserta dengan bunganya? Lalu ia berkata pula kepada orang yang berdiri di situ: Ambilkan daripadanya perak sekati itu, dan serahkan kepada orang yang menaruh sepuluh kati itu. Maka kata orang kepadanya: Ya Tuan, sudah ada padanya sepuluh kati. Maka Aku berkata kepadamu, barangsiapa yang mempunyai barang sesuatu, kepadanya akan diberi lagi, tetapi barangsiapa yang tiada mempunyai sesuatu itu, daripadanya juga diambil barang yang ada padanya.

Maka masuklah Yesus ke dalam Bait Allah, serta mulai mengusir segala orang yang berjual-jualan di situ, sambil berkata kepada mereka itu, "Adalah tersurat: Bahwa Rumah-Ku akan menjadi rumah tempat berdoa; tetapi kamu ini menjadikan dia gua penyamun."

Patutkah kami membayar uang upeti kepada Kaisar atau tiada?" Tetapi sebab Ia mengetahui muslihat mereka itu, lalu berkata kepada mereka itu, "Tunjukkanlah kepada-Ku suatu dinar. Rupa siapakah dan cap siapakah ini?" Maka sahut mereka itu, "Kaisar punya." Maka kata Yesus kepada mereka itu, "Kalau begitu, bayarlah kepada Kaisar barang yang Kaisar punya, dan kepada Allah barang yang Allah punya."

Maka Yesus pun mengangkat mata-Nya, lalu nampak orang yang kaya-kaya sedang memasukkan uang dermanya ke dalam peti derma. Maka dilihat-Nya pula seorang janda yang miskin memasukkan duit dua keping di situ. Lalu kata Yesus, "Dengan sesungguhnya Aku berkata kepadamu, bahwa janda yang miskin ini sudah memasukkan lebih daripada sekaliannya. Karena sekalian orang itu sudah memasukkan uang derma daripada kemewahannya, tetapi perempuan ini telah memasukkan daripada kekurangannya semua yang ada padanya, yaitu segenap kehidupannya."

Maka dijumpai-Nya di dalam Bait Allah beberapa orang menjual lembu dan domba dan burung merpati, dan beberapa orang penukar uang yang duduk di situ. Maka diperbuat-Nya suatu cemeti daripada tali, diusir-Nya sekalian orang dari dalam Bait Allah itu, dan juga segala domba dan lembu itu; dan lagi dicurahkan-Nya segala duit orang penukar uang, dan mejanya juga diterbalikkan-Nya. Maka kata-Nya kepada orang yang menjual burung merpati itu, "Bawalah segala barang ini dari sini, janganlah rumah Bapa-Ku ini kamu jadikan suatu tempat orang berjual beli." Maka teringatlah oleh murid-murid-Nya bahwa sudah tersurat: Gairah karena rumah-Mu kelak menghancurkan Aku.

Janganlah kamu bekerja karena makanan yang fana, melainkan karena makanan yang baka, yaitu yang akan diberi kepadamu oleh Anak manusia, karena Ialah yang dimeteraikan oleh Bapa itu, yaitu Allah."

Maka kata Yesus kepada mereka itu, "Aku inilah Roti Hidup itu. Siapa yang datang kepada-Ku, tiadalah ia akan lapar lagi, dan siapa yang percaya akan Daku, tiadalah ia akan dahaga lagi.

Adapun pencuri itu datang hanya akan mencuri dan membunuh dan membinasakan, Aku ini datang supaya domba itu memperoleh kehidupan dengan berkelimpahan. Akulah Gembala yang baik; maka gembala yang baik itu menyerahkan nyawa-Nya ganti segala domba itu.

Tetapi kata seorang murid-Nya, yaitu Yudas Iskariot, yang kemudian menyerahkan Dia, "Apakah sebabnya minyak ini tiada dijual dengan harga tiga ratus dinar, dan disedekahkan kepada orang miskin?" Maka Yudas berkata demikian itu, bukan sebab diindahkannya hal orang miskin, melainkan sebab ia pencuri, dan memegang pundi-pundi serta mengambil uang yang dimasukkan ke dalamnya. Maka kata Yesus, "Biarkanlah perempuan itu, minyak narwastu itu seolah-olah ditaruhnya bagi hari Aku dikuburkan. Karena orang miskin selalu ada padamu, tetapi Aku ini tiada selalu padamu."

Dan pada hari itu suatu pun tiada kamu akan bertanya lagi kepada-Ku. Sesungguh-sungguhnya Aku berkata kepadamu, jikalau kamu meminta barang sesuatu kepada Bapa, Ia kelak mengaruniakan kepadamu dengan nama-Ku. Sampai sekarang ini belum pernah kamu meminta barang apa pun dengan nama-Ku. Pintalah, maka kamu akan mendapat supaya kesukaanmu sempurna adanya.

Maka sekalian orang yang percaya itu adalah bersama-sama, dan segala milik itu dipunyainya bersama-sama. Maka dijualkannya harta bendanya, dan dibahagi-bahagikannya di antara sekalian orang sekadar kekurangan masing-masing. Maka sehari-hari dengan tekunnya mereka itu masuk Bait Allah dengan sehati, serta memecahkan roti di dalam rumahnya, lalu makan dengan syukur dan tulus hatinya,

Maka kata Petrus, "Emas perak tidak ada padaku, tetapi apa yang ada padaku, itulah aku berikan kepadamu, yaitu: Dengan nama Yesus Kristus, orang Nazaret itu, berjalanlah!"

Adapun orang banyak yang sudah percaya itu, hidup sehati sejiwa, dan tiada seorang pun mengatakan barang sesuatu yang dipunyainya itu miliknya sendiri, melainkan semuanya dipunyainya bersama-sama. Maka dengan kuasa yang besar rasul-rasul itu naik saksi tentang kebangkitan Tuhan Yesus, dan besarlah anugerah bagi mereka itu sekalian. Maka seorang pun tiada yang berkekurangan di antara mereka itu, karena seberapa banyak orang yang mempunyai tanah atau rumah, sudah menjual semuanya itu, lalu membawa harga barang yang terjual itu, serta mempersembahkan di kaki rasul-rasul itu, maka dibahagi-bahagilah kepada tiap-tiap orang sekadar kekurangan masing-masing.

Adapun Yusuf yang digelar oleh rasul-rasul itu Barnabas, (yang diterjemahkan artinya Anak Penghiburan) seorang Lewi asal dari negeri Kiperus, itu pun mempunyai sebidang tanah, maka dijualkannya dia, lalu dibawanya uang itu serta dipersembahkannya di kaki rasul-rasul juga.

Adalah seorang namanya Ananias dengan bininya Sapira menjualkan suatu miliknya; maka disebelahkannya sebahagian daripada harganya dengan setahu bininya itu, lalu dibawanya yang sebahagian lagi, dipersembahkannya di kaki segala rasul. Tetapi kata Petrus, "Hai Ananias, apakah sebabnya Iblis menumpati hatimu sehingga engkau berdusta kepada Rohulkudus, dan menyebelahkan harga sebidang tanah itu? Selagi belum dijual, bukankah milikmu sendiri? Dan setelah sudah terjual, bukankah harganya itu di dalam kuasamu? Apakah sebabnya engkau sudah merundingkan perbuatan ini di dalam hatimu? Bukannya engkau berdusta kepada manusia, melainkan kepada Allah."

Apabila dilihat oleh Simon, bahwa Rohulkudus itu dikaruniakan oleh sebab rasul-rasul meletakkan tangannya ke atas orang, maka diunjukkannya uang kepada keduanya, serta berkata, "Berilah kiranya aku juga kuasa itu, supaya ke atas barangsiapa yang aku letakkan tanganku, ialah beroleh Rohulkudus." Tetapi berkatalah Petrus kepadanya, "Binasa uangmu ini beserta dengan engkau, sebab sangkamu anugerah Allah dapat dibeli dengan uang.

Lalu murid-murid itu pun bersetujulah menurut kadar masing-masing mengirim pertolongan kepada sekalian saudara yang diam di tanah Yudea.

Maka tiadalah aku tamak akan perak atau emas atau pakaian orang. Maka kamu sendiri pun mengetahui bahwa tanganku ini sudah berusaha mencukupkan nafakah aku dan orang-orang yang beserta dengan aku. Di dalam segala sesuatu sudah aku menunjukkan kamu teladan bagaimana yang patut kamu usahakan menolong orang yang lemah, dan mengingat perkataan Tuhan Yesus, seperti yang dikatakan-Nya sendiri: Bahwa terlebih berkat memberi daripada menerima."

jikalau begitu, hai engkau yang mengajar orang lain, tiadakah engkau mengajar dirimu sendiri? Engkau yang mengajarkan bahwa jangan orang mencuri, tetapi engkau mencurikah?

Melainkan jikalau seterumu lapar, berilah dia makan; jikalau ia dahaga, berilah dia minum. Karena dengan perbuatan yang demikian kelak engkau akan menimbunkan bara api atas kepalanya.

Karena sebab itulah kamu membayar hasil juga; sebab ialah pegawai Allah yang senantiasa menjunjung pekerjaan itu. Bayarlah kepada orang sekalian barang yang kamu terutang, yaitu hasil kepada yang kamu terutang hasil, dan cukai kepada yang kamu terutang cukai. Takutlah akan orang yang kamu terutang takut, dan berilah hormat kepada yang kamu terutang hormat. Janganlah kamu berutang barang apa kepada seorang jua pun, melainkan berkasih-kasihan sama sendirimu. Karena siapa yang mengasihi orang, ialah yang sudah melakukan syariat Taurat. Karena firman ini: Janganlah engkau berzinah, janganlah engkau membunuh, janganlah engkau mencuri, janganlah engkau tamak, dan barang sesuatu penyuruhan yang lain itu pun sudah terkumpul di dalam perkataan ini, yaitu: Hendaklah engkau mengasihi sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.

Tiadakah kamu mengetahui bahwa orang lalim tiada akan menjadi waris kerajaan Allah? Janganlah kamu tersesat. Orang berzinah, dan penyembah berhala, dan orang bermukah, dan orang semburit, dan orang yang berburit, dan pencuri, dan orang tamak, dan pemabuk, dan pencerca, dan pendaya, semuanya itu tiada akan menjadi waris kerajaan Allah.

Jikalau aku sedekahkan segala hartaku menjamu orang miskin, dan jikalau aku serahkan tubuhku dibakar, tetapi aku tiada menaruh kasih, niscaya satu pun tiada berfaedah kepadaku.

Adapun akan hal mengumpulkan uang untuk orang suci itu, sebagaimana yang telah kupesankan kepada segala sidang jemaat di Galatia, demikian juga hendaklah kamu perbuat. Pada tiap-tiap hari Ahad, hendaklah kamu masing-masing menyimpankan uang di dalam persimpanannya sendiri atas kadarnya, supaya jangan pada masa aku datang, baharu hendak dikumpulkan.

Tetapi benda yang mulia ini ada pada kami di dalam bekas yang daripada tanah, supaya kelebihan kuasanya nyata asal daripada Allah dan bukanlah daripada kami sendiri.

karena kami tiada memandang barang yang kelihatan itu, melainkan yang tiada kelihatan, sebab barang yang kelihatan itu sementara sahaja; tetapi barang yang tiada kelihatan itu kekal adanya.

Karena kami mengetahui bahwa jikalau kemah tempat kami diam di dalam dunia ini dirobohkan, kami beroleh sebuah rumah daripada Allah, yaitu suatu tempat kediaman, bukan diperbuat dengan tangan, hanya kekal di surga.

Karena menurut kadarnya (aku menyaksikan), bahkan, terlebih daripada kadar, mereka itu sudah memberi dengan kerelaannya, serta meminta kami dengan teramat sangat akan anugerah itu boleh menurut melayani orang-orang suci itu. Maka ini bukannya seperti yang kami sudah harap, melainkan mereka itu dahulu menyerahkan diri kepada Tuhan, lalu kepada kami menurut kehendak Allah,

Karena kamu mengetahui anugerah Tuhan kita Yesus Kristus bahwa Ia, walaupun kaya, tetapi menjadi papa karena sebab kamu, supaya kamu ini dengan jalan kepapaannya itu menjadi kaya.

Karena jikalau ada kehendak hati, itulah yang diperkenankan menurut kadar masing-masing, bukannya barang yang tiada padanya. Karena bukannya supaya orang lain boleh jadi senang, dan kamu susah, melainkan sama berat. Pada masa ini kelebihan kamu boleh mencukupkan kekurangan mereka itu, supaya kelebihan mereka itu pula boleh mencukupkan kekurangan kamu, supaya menjadi sama berat, sebagaimana yang tersurat: Bahwa orang yang beroleh banyak itu tiada berlebih, dan yang beroleh sedikit tiada berkekurangan.

Sebab itu aku pikir perlu meminta saudara-saudara itu pergi kepada kamu dahulu, mempersediakan terdahulu kemurahan yang telah kamu janjikan itu, supaya tersedia yang termaklum itu seperti pemberian ikhlas dan bukannya pemberian dengan terpaksa.

Tetapi ingatlah perkataan ini: Orang yang menabur berdikit-dikit, ia akan menuai berdikit-dikit juga, dan orang yang menabur dengan lebihnya, ia akan menuai dengan lebihnya juga. Biarlah masing-masing memberi menurut kerelaan hatinya, jangan dengan duka atau paksa. Karena Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita. Maka Allah berkuasa mencurahkan segala anugerah-Nya berlimpah-limpah ke atas kamu, supaya kamu dengan senantiasa ada berkecukupan di dalam segala sesuatu, dan boleh melimpah di dalam berbagai-bagai kebajikan, sebagaimana yang tersurat: Bahwa Ia ada menghamburkan, dan Ia ada memberi kepada orang miskin; maka kebenaran-Nya kekal selama-lamanya.

Tetapi Tuhan yang mengaruniakan benih kepada penabur, dan roti untuk makanan, Ialah juga akan mengaruniakan dan memperbanyakkan taburanmu dan melebatkan buah-buahan kebajikan kamu, sehingga kamu kaya di dalam segala sesuatu melakukan segala kemurahan, yang membangkitkan syukur kepada Allah oleh kami. Karena pekerjaan kebajikan ini bukannya sahaja mencukupkan kekurangan orang suci, melainkan bertambah-tambah lagi dengan memperbanyakkan ucapan syukur kepada Allah. Dan oleh sebab nyata ketetapan kamu di dalam pekerjaan kebajikan ini, maka mereka itu memuliakan Allah karena sebab taat atas pengakuan kamu kepada Injil Kristus, dan karena sebab kemurahan pemberianmu kepada mereka itu dan kepada sekalian orang.

Hanya kehendak mereka itu supaya kami ingat akan orang-orang miskin itu, maka itulah barang yang aku memang rajin mengerjakannya.

Karena segenap Taurat itu telah diringkaskan dengan sepatah kata, yaitu: Hendaklah engkau mengasihi sesamamu manusia, seperti dirimu sendiri.

Janganlah kamu tersesat: Allah tiada boleh diolok-olokkan; karena barang yang ditabur orang, itu juga akan dituainya. Karena barangsiapa yang menabur di dalam hawa nafsunya itu akan menuai kebinasaan daripada hawa nafsunya; tetapi barangsiapa yang menabur di dalam Roh itu, akan menuai hidup yang kekal daripada Roh itu. Janganlah kita jemu akan berbuat baik; karena kita akan menuai pada masanya, jikalau tiada kita letih. Sebab itu, sedang ada kesempatan pada kita, biarlah kita berbuat baik kepada orang sekalian, terutama sekali kepada segala saudara yang sama-sama beriman.

Maka kepada aku ini, yang terlebih hina daripada segala orang suci, sudah dikaruniakan anugerah ini akan memberitakan kepada orang kafir kekayaan Kristus yang tiada terkira-kira itu,

Biarlah orang yang sudah mencuri itu jangan mencuri lagi, melainkan terlebih baik ia berlelah dengan tangannya mengerjakan barang yang halal, supaya boleh ia membahagi apa-apa kepada orang yang berkekurangan.

Jangan seseorang memikirkan dirinya sendiri sahaja, melainkan hal orang lain juga.

Tetapi barang apa yang dahulu menjadi untung kepadaku, itu juga kubilangkan menjadi rugi oleh karena Kristus. Bahkan, segala sesuatu pun kubilangkan menjadi rugi dibanding dengan kemuliaan makrifat akan Kristus Yesus Tuhanku itu, karena sebab Dialah aku deritakan kerugian segala sesuatu, dan semuanya kubilangkan menjadi sampah, supaya Kristus menjadi keuntunganku,

Bukannya aku berkata demikian sebab kekurangan, karena aku ini sudah belajar di dalam segala hal ihwal memadakan dengan barang yang ada padaku. Aku tahu berhemat-hemat, dan aku tahu juga bermewah-mewah; di dalam tiap-tiap hal dan di dalam segala sesuatu aku sudah paham, baik di dalam hal kenyang atau lapar, baik di dalam hal mewah atau kekurangan. Segala sesuatu aku cakap menanggung di dalam Dia yang menguatkan aku. Tetapi kamu sudah berbuat baik dengan mengambil bahagian di dalam kesusahanku. Maka kamu sendiri pun, hai orang Pilipi, mengetahui juga, bahwa pada permulaan pemberitaan Injil, tatkala aku sudah keluar dari Makedonia, satu sidang pun tiada masuk di dalam perkiraan beri-memberi dengan aku, melainkan kamu sahaja. Karena tatkala aku di Tesalonika sudah juga kamu berkirim beberapa kali bagi kekuranganku. Bukannya pemberian yang kucari, melainkan aku mencari buah-buahan yang melimpah kepada perkiraanmu. Aku sudah menerima sekaliannya itu, bahkan, lebih daripada secukupnya; maka aku telah sarat semenjak aku menerima daripada Epafroditus pemberian kamu, yaitu suatu bauan yang harum dan persembahan yang disukai dan diperkenan Allah. Maka Tuhanku akan mencukupkan segala kekuranganmu menurut kekayaan-Nya dengan kemuliaan-Nya di dalam Kristus Yesus.

Tetapkanlah pikiranmu di dalam perkara yang di atas, jangan di dalam perkara yang di bumi.

Hendaklah kamu bersukacita senantiasa; dan berdoa dengan tiada berkeputusan; dan ucapkanlah syukur di dalam segala sesuatu, karena inilah kehendak Allah di dalam Kristus Yesus kepada kamu.

Karena pada masa kami lagi beserta dengan kamu, berpesanlah kami kepadamu inilah: Jikalau barang seorang tiada mau bekerja, jangan ia makan.

Demikianlah juga segala perempuan menghiasi dirinya dengan memakai pakaian yang patut, serta dengan sopan dan siuman; bukannya dengan rambut beranyam dan emas atau mutiara atau pakaian yang berharga;

Tetapi jikalau barang seorang tiada memeliharakan kaum keluarganya, istimewa pula orang isi rumahnya, maka ia telah menyangkal iman, dan lebih jahat ia daripada orang yang tiada beriman.

Adapun ibadat itu sungguhlah besar labanya, jikalau disertai dengan hati yang senang; karena kita sudah membawa satu pun tidak ke dalam dunia ini, sebab itu satu pun tidak juga boleh kita bawa ke luar. Tetapi sedang ada pada kita makanan atau pakaian, biarlah kita berpada dengan itu. Tetapi orang yang berkehendakkan menjadi kaya itu jatuh ke dalam pencobaan dan jerat dan banyak keinginan yang bodoh dan yang mendatangkan bencana, yang menenggelamkan manusia ke dalam kerusakan dan kebinasaan. Karena tamak akan uang itulah akar segala jenis kejahatan; maka ada orang, yang merebutnya itu, telah tersesat daripada iman, sehingga menikamkan banyak duka cita ke dalam dirinya.

Pesankanlah kepada segala orang yang kaya di dalam alam ini, supaya jangan mereka itu tinggi hati, dan jangan harap kepada kekayaan yang tiada tetap itu, melainkan kepada Allah, yang mengaruniai kita segala sesuatu dengan limpahnya bagi menggunakan sekaliannya,

Karena segala orang akan mengasihi dirinya sendiri, dan tamak akan uang, membesarkan dirinya, congkak, mengumat orang, durhaka kepada ibu bapanya, tiada syukur, fasik,

Karena seorang gembala sidang itu sebagaimana wakil Allah tiada harus bercela; jangan ia beraja di hati, jangan lekas marah, jangan menjadi pemabuk atau orang perkelahian, jangan mencari laba yang keji;

Adapun Malkisedik itu, yaitu raja di Salem dan imam Allah taala, yang sudah berjumpa dengan Ibrahim tatkala Ibrahim kembali daripada menewaskan raja-raja, lalu diberkatinya Ibrahim, kepadanyalah juga Ibrahim sudah memberi bahagian sepuluh esa. Makna Malkisedik itu jikalau diterjemahkan, pertama-tama artinya raja keadilan, kemudian pula raja di Salem, yaitu raja damai: Yang tiada berbapa, dan tiada beribu, dan tiada bersilsilah, dan tiada berawal atau berkesudahan hidupnya, melainkan ia diserupakan dengan Anak Allah, maka kekallah ia Imam selama-lamanya. Perhatikanlah olehmu betapa besarnya orang itu yang kepadanya Ibrahim, nenek moyang kita, sudah memberi sepuluh esa daripada segala rampasannya. Segala orang daripada benih Lewi yang menerima jawatan imam itu beroleh hukum mengambil hasil di dalam sepuluh esa daripada kaum itu menurut seperti hukum Taurat, yaitu daripada saudara-saudara mereka itu, walaupun mereka itu sudah terpancar daripada pinggang Ibrahim, tetapi Malkisedik, yang tiada terhisab keturunannya dari antara mereka itu, sudah mengambil hasil di dalam sepuluh esa daripada Ibrahim, serta memberkati dia, yang beroleh segala perjanjian itu. Tetapi sekali-kali tiada dapat dibantahi bahwa orang yang kurang itu diberkati oleh orang yang lebih. Maka di sini yang menerima hasil di dalam sepuluh esa itu orang yang akan fana, tetapi di sana ada seorang yang disaksikan bahwa ia kekal. Maka boleh dikatakan bahwa dengan jalan Ibrahim itu Lewi yang menerima hasil sepuluh esa itu pun sudah membayar sepuluh esa itu, karena ia lagi di dalam pinggang bapanya tatkala Malkisedik berjumpa dengan dia.

Dari sebab iman juga Musa enggan dikatakan anak puteri Firaun tatkala ia sudah besar; maka relalah ia teraniaya bersama-sama dengan kaum Allah daripada menyukakan kesukaan yang berdosa seketika lamanya; karena pada pemandangannya kecelaan dari hal Kristus itu lebih besar harganya daripada segala kekayaan Mesir, sebab ia memandang kepada pahala.

Lepaskanlah dirimu daripada kasih akan uang, dan padakanlah dengan barang yang ada padamu; karena Tuhan sendiri sudah berfirman: Bahwa sekali-kali tiada Aku akan membiarkan engkau, dan sekali-kali tiada Aku meninggalkan engkau,

Dan jangan kamu lalai daripada berbuat kebajikan serta menunjukkan murah hati, karena korban yang sedemikian itulah Allah sangat berkenan.

Tetapi biarlah saudara yang rendah memegahkan dirinya di dalam hal ia ditinggikan; dan orang yang kaya di dalam hal ia direndahkan, karena seperti bunga rumput ia akan hilang kelak. Karena matahari itu terbit dengan panas terik, serta melayukan rumput itu dan bunganya luruh, dan keelokan rupanya pun hilanglah; demikianlah juga orang yang kaya itu pun layu pada segala perjalanannya.

Adapun tiap-tiap anugerah yang baik dan tiap-tiap karunia yang sempurna itu dari atas, turun daripada Bapa, pohon segala penerang dari langit, maka Ialah yang tiada berubah dan tiada berbayang perubahan-Nya.

Karena jikalau masuk ke dalam rumah sembahyangmu seorang yang bercincin emas berpakaian indah, dan di situ masuk juga seorang miskin yang berpakaian buruk; lalu kamu indahkan orang yang berpakaian indah itu sambil berkata, "Silakanlah Tuan duduk di sini di tempat yang baik," dan kepada orang yang miskin itu kamu berkata, "Berdirilah engkau di situ, atau duduk pada alas kakiku"; bukankah kamu sudah membuat perbedaan di dalam hatimu, dan menjadi hakim dengan pikiran yang jahat? Dengarlah, hai saudara-saudara yang kukasihi, bukankah Allah memilih orang yang miskin kepada dunia menjadi kaya dengan iman, dan waris kerajaan yang telah dijanjikan kepada segala orang yang mengasihi Dia? Tetapi kamu ini sudah menghinakan orang miskin. Bukankah segala orang kaya menganiayakan kamu, dan menghela kamu ke dalam mahkamat? Bukankah mereka itu yang menghujat nama yang mulia, yang disebutkan atas kamu itu?

Akan tetapi jikalau kamu menurut hukum kerajaan, sebagaimana nas Alkitab: Hendaklah engkau mengasihi sesamamu manusia seperti dirimu sendiri, maka baik juga perbuatanmu itu;

Hai saudara-saudaraku, apakah faedahnya jikalau orang mengatakan dirinya ada iman, tetapi tiada padanya perbuatan, dapatkah iman itu menyelamatkan dia? Jikalau ada saudara-saudara laki-laki atau saudara yang perempuan tiada cukup makan pakai sehari-hari, lalu berkata seorang dari antara kamu kepadanya, "Selamat jalan, hangatlah kiranya dirimu, dan makan sehingga kenyang"; tetapi tiada kamu memberi kepadanya barang yang patut bagi tubuhnya, maka apakah faedahnya? Demikianlah juga iman, jikalau tiada disertai perbuatan, matilah ia sendiri.

maka kamu minta, tetapi tiada beroleh, sebab salah permintaanmu, yaitu sebab kamu hendak menghabiskan menurut hawa nafsumu.

Hai kamu yang berkata, "Bahwa hari ini atau besoknya biarlah kita pergi ke negeri anu serta menahun di situ, dan berniaga dan mencari laba"; padahalnya kamu tiada mengetahui apa yang akan jadi besoknya. Bagaimanakah hidupmu itu? Karena kamu hanya suatu uap, yang kelihatan seketika sahaja lamanya, lalu lenyap. Melainkan patutlah kamu berkata, "Insya Allah, kita akan hidup membuat ini atau itu."

Hai kamu orang kaya, pergilah kamu menangis dan meraung sebab segala siksa yang akan datang ke atasmu. Maka kekayaanmu sudah binasa, dan pakaianmu sudah dimakan gegat. Emas perakmu sudah berkarat dan karatnya akan naik saksi atasmu, dan memakan dagingmu sebagaimana api. Kamu sudah menghimpunkan harta pada akhir zaman.

Tengoklah, upah orang yang berusaha menuai di ladangmu, yang kamu tahan dengan tipu daya itu, berteriak dan teriak orang yang menuai itu telah masuk ke dalam telinga Tuhan segala tentara. Kamu sudah hidup dengan kemewahan di dunia, dan mendapat kesukaan; kamu sudah memuaskan hatimu pada hari menyembelih.

supaya kesungguhan imanmu yang diuji itu (yang lebih indah daripada emas yang akan binasa walaupun berlebur uji dengan api) didapati mendatangkan puji dan kemuliaan serta kehormatan, pada masa Yesus Kristus kelihatan kelak,

sebab mengetahui bahwa kamu sudah ditebus daripada kehidupanmu yang sia-sia, yang turun-temurun daripada nenek moyangmu, bukan dengan barang yang akan binasa, seumpama dengan perak atau emas,

Janganlah kamu menghiasi dirimu yang lahir, dengan rambut yang beranyam, dan memakai barang emas, atau memakai pakaian yang indah-indah, melainkan sifat yang baik pada hatinya, itulah perhiasan yang tiada akan binasa, yaitu perangai yang lemah lembut dan pendiam, yang besar harganya di hadirat Allah.

Janganlah kamu mengasihi dunia atau barang yang ada di dalam dunia. Jikalau barang seorang mengasihi dunia, maka kasih Bapa itu tiadalah ada di dalam dia. Karena segala yang ada di dalam dunia, yang keinginan tubuh dan keinginan mata, dan hidup dengan jemawa itu bukannya daripada Bapa, melainkan daripada dunia. Maka dunia ini lenyap, demikian juga keinginan duniawi; tetapi orang yang melakukan kehendak Allah kekal selama-lamanya.

Tetapi barangsiapa ada berharta dunia dan tampak saudaranya di dalam kekurangan, lalu menutup pintu hatinya daripada orang itu, bagaimanakah boleh kasih Allah tinggal di dalamnya? Hai anak-anakku, jangan kita mengasihi dengan perkataan atau dengan lidah, melainkan dengan perbuatan dan dengan sesungguhnya.

Oleh sebab engkau begitu suam, dan hangat pun tidak, sejuk pun tidak, maka Aku hendak meludahkan engkau dari dalam mulut-Ku. Dengan sebab katamu: Aku kaya dan sudahlah aku beroleh kekayaan dan satu pun tiada kekurangan padaku, padahal tiada engkau mengetahui bahwa engkaulah orang malang, dan yang tiada terkasihan, dan miskin, dan buta, dan bertelanjang, sebab itu Aku ikhtiarkan engkau membeli kepada-Ku emas yang sudah beruji dengan api supaya engkau kaya; dan pakaian putih, supaya engkau berkain, dan jangan ketara malu keadaanmu yang bertelanjang, dan lagi celak-mencelak matamu supaya engkau boleh nampak.

dan aku dengar bunyi seperti suara di tengah-tengah keempat zat yang hidup itu mengatakan, "Secupak gandum sedinar harganya, dan jelai tiga cupak sedinar harganya. Tetapi minyak dengan air anggur itu janganlah engkau rusakkan."

Dan segala raja di bumi dan orang besar-besar, dan panglima, dan orang kaya-kaya, dan yang berkuasa, dan tiap-tiap orang, baik hamba baik merdeka, sekaliannya bersembunyi di dalam segala gua dan di celah-celah batu gunung, serta berkata kepada gunung-gunung dan batu-batu itu, "Timpalah kami, lindungkanlah kami daripada wajah Dia yang duduk di atas arasy itu, dan daripada murka Anak domba itu:

dan ia membuat sekalian orang, kecil besar, kaya miskin, merdeka atau hamba, supaya semuanya itu diberi suatu tanda di tangan kanannya atau di dahinya; dan seorang pun tiada boleh berjual beli melainkan orang yang ada padanya tanda itu, yaitu nama binatang itu atau angka bilangan huruf namanya itu.

Dan segala saudagar di bumi akan menangis dan meratapkan dia, oleh sebab seorang pun tiada membeli dagangannya lagi, yaitu dagangan emas dan perak dan permata, dan berbagai-bagai mutiara, dan kain kasa, dan kain ungu, dan sutera, dan kain merah kirmizi, dan segala kayu yang harum baunya, dan segala bekas diperbuat dengan gading, dan segala bekas diperbuat dengan kayu yang berharga mahal, dan yang diperbuat dengan tembaga, dan besi, dan batu marmar, dan lagi kulit manis, dan minyak bau-bauan, dan kemenyan, dan mur, dan dupa, dan air anggur, dan minyak zaitun, dan tepung halus, dan gandum, dan lembu, dan domba, dan kuda, dan kenaikan, dan abdi, dan diri manusia. Maka buah-buahan, yang diingini oleh hatimu sudah lenyap daripadamu, dan segala yang sedap dan indah-indah itu sudah hilang daripadamu; sekali-kali tiada akan didapati lagi.

Segala saudagar dagangan ini, yang sudah dikayakan olehnya, akan berdiri dari jauh sebab takut akan sengsaranya, sambil menangis dan meratap, katanya: Wai, wai negeri besar, yang berhias dengan kain kasa dan kain ungu dan kain merah kirmizi, dan bersalut dengan emas dan permata dan mutiara! Di dalam satu jam sahaja lamanya segala kekayaan yang sebegitu besar sudah binasa. Maka tiap-tiap nakhoda kapal, dan tiap-tiap orang pelayaran, dan segala anak perahu, dan seberapa orang yang pencahariannya di laut itu berdiri dari jauh,

Maka firman-Nya kepadaku, "Sudahlah genap; Aku inilah Alif dan Ya, yaitu Yang awal dan Yang akhir. Kepada orang yang dahaga kelak Aku akan memberi minum daripada mata air hayat dengan percuma.

Lalu Roh dan pengantin perempuan itu berkata, "Marilah!" Dan orang yang mendengar itu, biarlah ia berkata, "Marilah!" Dan orang yang dahaga, biarlah ia datang, dan barangsiapa yang berkehendak, biarlah ia mengambil air hayat itu dengan percuma.

Indonesian - Indonesian - ID

ID'BSS - Bahasa Terjemahan Lama - 1958

This Bible is in the Public Domain.
https://www.biblesupersearch.com/bible-downloads/
Languages are made available to you by www.ipedge.net