27 – Penderitaan
Ini adalah firman suci Tuhan Yang Maha Esa.
Kita tidak tertarik dengan kata-kata manusia.
Bagi siapa pun yang mengasihi Tuhan... inilah yang Tuhan katakan tentang: Penderitaan.
Ini adalah firman suci Tuhan Yang Maha Esa.
Kita tidak tertarik dengan kata-kata manusia.
Bagi siapa pun yang mengasihi Tuhan... inilah yang Tuhan katakan tentang: Penderitaan.
Maka pada masa itu kata bininya kepadanya: Lagikah engkau bertetap dalam tulus hatimu? hujatlah olehmu akan Allah lalu matilah! Tetapi sahutnya kepadanya: Katamu ini seperti kata perempuan yang sangat gila; masakan kita menerima dari pada Allah barang yang baik dan tiada kita menerima yang jahatpun? Maka dalam sekalian ini tiada Ayub berdosa dengan lidahnya.
”Maka kami disesakkan di dalam segala sesuatu, tetapi tiada terapit; kami bimbang hati, tetapi tiada putus harap; kami terkena aniaya, tetapi tiada ditinggalkan, kami diempaskan, tetapi tiada binasa. Senantiasa kami menanggung sengsara kematian Yesus di dalam tubuh kami di mana-mana kami pergi, supaya kehidupan Yesus itu juga dinyatakan kepada tubuh kami. Karena kami yang hidup ini senantiasa terserah kepada maut dari sebab Yesus, supaya kehidupan Yesus itu juga dinyatakan kepada tubuh kita yang akan mati itu. Dengan demikian maut itu bekerja di dalam kami, tetapi hidup itu di dalam kamu.
”Sebab itu tiada kami tawar hati, karena meskipun keadaan kami yang lahir ini dibinasakan, tetapi keadaan yang batin kami itu dibaharui sehari-hari. Karena kesukaran kami yang ringan seketika lamanya itu, mengerjakan berlimpah-limpah bagi kami suatu kemuliaan kekal yang penuh, karena kami tiada memandang barang yang kelihatan itu, melainkan yang tiada kelihatan, sebab barang yang kelihatan itu sementara sahaja; tetapi barang yang tiada kelihatan itu kekal adanya.
”tetapi buah pohon pengetahuan akan hal baik dan jahat itu janganlah engkau makan, karena pada hari engkau makan dari padanya engkau akan mati.
”Maka firman Tuhan kepada perempuan itu: Bahwa Aku akan menambahi sangat kesusahanmu pada masa engkau mengandung, maka dengan kesusahanpun engkau akan beranak, dan engkau akan takluk kepada lakimu dan iapun akan memerintahkan dikau. Lalu firman Allah kepada Adam: Bahwa sebab telah engkau mendengar akan kata binimu serta sudah makan buah pohon, yang telah Kupesan kepadamu jangan engkau makan dia, maka terkutuklah bumi itu karena sebab engkau, maka dengan kesusahan engkau akan makan hasilnya seumur hidupmu. Maka bumi itu akan menumbuhkan bagimu duri dan onak, dan sayur-sayuran di ladang akan menjadi makananmu. Maka dengan berpeluh mukamu engkau akan makan rezekimu sehingga engkau kembali pula kepada tanah, karena dari padanya engkau telah diambil; bahwa abulah adamu, maka kepada abupun engkau akan kembali juga.
”Maka firman Tuhan: Bahwa sesungguhnya telah Kulihat segala aniaya yang berlaku atas umat-Ku, yang di Mesir itu, serta Kudengar tangis mereka itu dari karena segala pengerahnya, bahkan, Aku mengetahui segala sengsaranya. Maka sebab itu telah Aku turun hendak melepaskan mereka itu dari pada tangan orang Mesir dan membawa mereka itu keluar dari pada negeri ini kepada sebuah negeri yang baik dan luas, kepada sebuah negeri yang berkelimpahan air susu dan madu, ke tempat kedudukan orang Heti dan orang Amori dan orang Ferizi dan orang Hewi dan orang Yebuzi. Maka sekarang, sesungguhnya tangis bani Israel itu telah sampai ke hadirat-Ku dan lagi telah Kulihat segala aniaya orang Mesir akan mereka itu.
”Bahwa Tuhan juga kelak berperang akan ganti kamu, dan kamu ini akan berdiam diri jua.
”Maka firman-Nya: Jikalau dengan sungguh-sungguh kamu dengarkan firman Tuhan, Allahmu, dan kamu berbuat barang yang benar kepada pemandangan-Nya dan kamu beri telinga akan segala hukum-Nya dan memeliharakan segala syariat-Nya, maka dari pada segala bala yang telah Kuletakkan pada negeri Mesir itu, satu balapun tiada hendak Kuletakkan pada kamu, karena Akulah Tuhan, tabibmu!
”Jikalau kiranya kamu menganiaya akan dia sedikit jua, dan mereka itu berseru kepada-Ku, niscaya Kudengar seruannya kelak;
”Maka hendaklah kamu berbuat bakti kepada Tuhan, Allahmu, maka Iapun akan memberkati rotimu dan airmu, dan segala penyakit akan Kulalukan kelak dari antara kamu.
”Maka jikalau saudaramu telah menjadi miskin dan tangannya gementar sertamu, maka hendaklah kamu memegang akan dia, jikalau ia orang dagang atau orang menumpang sekalipun, supaya iapun boleh hidup sertamu.
”Maka Aku akan memberi sejahtera dalam negeri itu, sehingga kamu akan berbaring dengan tiada dikejutkan oleh barang seorang, dan Aku akan melalukan segala binatang yang buas dari pada negerimu dan pedangpun tiada akan menerusi negerimu.
”jikalau kamu membuang firman-Ku dengan cuca dan jikalau hatimu jemu akan perintah-Ku dan tiada kamu menurut segala hukum-Ku hendak meniadakan perjanjian-Ku, maka demikianlah Akupun berbuat akan kamu kelak, dan Aku akan mendatangi kamu dengan peri yang hebat, dengan bala seni dan demam panas, yang menghancurkan mata dan meletihkan nyawa; maka cuma-cuma kamu akan menabur biji-bijianmu, karena musuhmu kelak makan habis akan dia. Maka Aku akan memalingkan wajah-Ku melawan kamu, sehingga kamu dialahkan oleh segala musuhmu, dan segala pembencimu akan memerintahi kamu, dan kamu akan lari, apabila seorangpun tiada yang mengejar.
”Apabila kamu dalam kesukaran dan segala perkara ini datang atas kamu, maka pada kemudian hari kamu akan kembali kepada Tuhan, Allahmu, serta mendengar akan bunyi suara-Nya. Maka tegal Tuhan, Allahmu, itu Allah yang rahmani, sebab itu tiada ditinggalkan-Nya kamu dan tiada dibinasakan-Nya kamu dan tiada dilupakan-Nya perjanjian yang telah dijanji-Nya kepada nenek moyang kamu pakai sumpah.
”Maka Tuhanpun akan menjauhkan segala penyakit dari pada kamu, dan dari pada segala bala Mesir, yang kamu ketahui itu, satupun tiada didatangkan-Nya atas kamu, melainkan didatangkan-Nya kelak atas segala orang yang benci akan kamu.
”Bahwa dalam empat puluh tahun ini pakaianmu tiada menjadi buruk pada tubuhmu dan kakimupun tiada bengkak. Maka sebab itu hendaklah kamu mengaku dalam hatimu, bahwa seperti seorang bapa mengajar anaknya begitulah telah diajar Tuhan, Allahmu, akan kamupun. Maka hendaklah kamu memeliharakan segala firman Tuhan, Allahmu, supaya kamu berjalan pada jalan-Nya dan takut akan Dia;
”dan yang membenarkan hal perkara anak piatu dan perempuan janda, dan yang mengasihi akan orang dagang, hendak mengaruniakan kepadanya makanan dan pakaian.
”Bahwa sesungguhnya pada hari ini juga aku menghadapkan kepadamu berkat dan kutuk: berkat, jikalau kamu hendak mendengar akan segala hukum Tuhan, Allahmu, yang kupesan kepadamu; dan kutuk, jikalau kamu tiada mau dengar akan segala hukum Tuhan, Allahmu, dan kamu menyimpang dari pada jalan yang kupesan kepadamu sekarang, sehingga kamu menurut akan dewa-dewa yang tiada kamu kenal akan dia.
”Maka apabila kamu keluar hendak berperang dengan musuhmu dan kelihatanlah kepadamu kuda dan rata dan rakyat yang kuat dari pada kamu, jangan kamu takut akan dia, karena Tuhan, Allahmu, adalah sertamu, yaitu yang telah menghantar akan kamu keluar dari negeri Mesir.
”Maka akan jadi kelak, jikalau dengan yakin kamu dengar akan bunyi suara Tuhan, Allahmu, serta kamu menurut dengan rajin segala firman-Nya, yang kupesan kepadamu pada hari ini, niscaya kamu akan diangkat oleh Tuhan, Allahmu, tinggi dari pada segala bangsa yang di atas bumi.
”Bahwa pada hari ini juga aku mengambil langit dan bumi akan saksi atas kamu, dari hal aku telah menghadapkan kepada matamu baik kehidupan baik kematian baik berkat baik kutuk! Maka sebab itu pilihlah olehmu akan kehidupan itu, supaya boleh kamu hidup, yaitu baik kamu baik segala anak buahmu, sambil mengasihi akan Tuhan, Allahmu, sambil mendengar akan bunyi suara-Nya, sambil bersangkut paut kepada-Nya; karena Ialah kehidupanmu dan panjang umurmu; supaya kekallah kamu dalam negeri yang telah dijanji Tuhan kepada nenek moyangmu Ibrahim, Ishak dan Yakub pakai sumpah hendak dikaruniakannya kepada mereka itu.
”Hendaklah kamu perwira dan perkasa; janganlah kamu takut atau terkejut di hadapan mereka itu, karena Tuhan, Allahmu, juga yang berjalan serta dengan kamu, tiada dibiarkannya kamu dan tiada ditinggalkannya kamu.
”Karena Tuhan juga yang akan berjalan di hadapanmu dan menyertai akan dikau; maka tiada dibiarkan-Nya dan tiada ditinggalkan-Nya akan dikau; janganlah engkau takut dan janganlah engkau terkejut.
”Sekarang lihatlah olehmu bahwa Akulah, bahkan, Akulah DIA, dan lagi dewa-dewapun tiada serta-Ku! Aku ini yang mematikan dan Aku yang menghidupkan! Aku yang melukakan dan Akupun yang menyembuhkan! maka seorangpun tiada yang dapat melepaskan dari pada tangan-Ku!
”Bukankah firman-Ku kepadamu ini: Hendaklah engkau perwira dan perkasa, dan jangan engkau gentar dan ngeri, karena Tuhan, Allahmu, adalah sertamu di mana-mana tempat yang akan kautuju itu!
”Maka kata Yusak kepadanya: Janganlah kamu takut atau gentar, melainkan hendaklah kamu perwira dan perkasa, karena demikianlah peri perbuatan Tuhan kelak akan segala musuh yang kamu perangi ini.
”Bahwa Tuhan jua yang mematikan dan yang menghidupkan, Tuhan jua yang menurunkan ke dalam alam barzakh dan yang menaikkan orang pula. Tuhan jua yang menjadikan miskin dan yang menjadikan kaya; Tuhan jua yang merendahkan dan yang meninggikan. Orang yang hina diangkat-Nya dari dalam abu, dan orang miskin dibangkitkan-Nya dari dalam lebu, supaya didudukkan-Nya mereka itu dengan raja-raja dan diberi-Nya akan dia mempusakai kursi kemuliaan, karena segala alas bumi itu Tuhan punya, dan Tuhan juga yang telah membangunkan bumi di atasnya.
”Lalu didirikan Daud di sana sebuah mezbah akan Tuhan dan dipersembahkannya korban bakaran dan korban syukur; demikianlah diadakan gafirat atas isi negeri itu di hadapan Tuhan dan bala itupun dilalukan dari pada orang Israel.
”Bermula, maka pada masa itu juga jatuhlah Hizkia sakit payah hampir akan mati, maka datanglah nabi Yesaya bin Amoz menghadap baginda serta katanya: Demikian ini firman Tuhan: Berwasiatlah engkau kepada orang isi istanamu, karena engkau akan mati kelak, tiada hidup lagi. Setelah itu maka bagindapun memalingkan wajahnya ke sebelah dinding, lalu meminta doa kepada Tuhan, sembahnya: Ya Tuhan, hendaklah kiranya Engkau ingat akan hal aku sudah berjalan di hadapan hadirat-Mu dengan segala benar dan sempurna hatiku, dan sudah kuperbuat barang yang benar kepada pemandangan-Mu. Maka baginda Hizkiapun menangislah tersedih-sedih. Hata, maka belum sudah Yesaya keluar dari pada pagar halaman yang tengah itu, tiba-tiba datanglah firman Tuhan kepadanya, bunyinya: Baliklah engkau, katakan kepada Hizkia, penganjur umat-Ku: Demikianlah firman Tuhan, Allah moyangmu Daud: Sudah Kudengar permintaan doamu dan sudah Kulihat segala air matamu; bahwasanya Aku akan menyembuhkan dikau kelak, maka selang tiga hari engkau kelak naik akan masuk ke dalam rumah Tuhan; dan Aku akan menambahi lanjut umurmu dengan lima belas tahun, dan Aku akan melepaskan dikau kelak dari pada tangan raja benua Asyur, demikianpun negeri ini dan Aku akan memeliharakan negeri ini oleh karena kehendak-Ku dan karena sebab hamba-Ku Daud.
”Pujilah akan nama kesucian-Nya, hendaklah bersukacita hatinya segala mereka yang mencahari Tuhan itu. Bertanya-tanyalah akan Tuhan dan akan kuasa-Nya dan caharilah hadirat-Nya selalu. Ingatlah kamu akan segala perkara ajaib yang telah diperbuat-Nya, akan segala tanda alamat-Nya, dan akan keputusan hukum yang terbit dari pada Mulut-Nya.
”dan umat-Ku, yang tersebut nama-Ku atasnya, itu merendahkan dirinya dan meminta doa dan mencahari hadirat-Ku dan bertobat dari pada jalannya yang jahat itu, maka Aku juga mendengar dari dalam sorga dan mengampuni dosanya dan menyembuhkan negerinya. Maka mata-Ku akan terbuka dan telinga-Kupun mendengar akan permintaan doa di tempat ini;
”Bahwa serta dengan dia adalah lengan daging jua, tetapi serta dengan kita adalah Tuhan, Allah kita, akan menolong kita dan akan melakukan segala perang kita! Maka percayalah orang banyak itu akan segala titah Yehizkia, raja Yehuda itu.
”Tiba-tiba datanglah seorang suruhan kepada Ayub, mengatakan: Bahwa segala lembu adalah dalam menenggala dan segala keledai betinapun mencahari makan pada sisinya, lalu orang Sabaipun datang melanggar dan merampas dia, dibunuhnya akan segala hamba dengan mata pedang, hanya hamba seorang jua luput akan memberitahu tuan. Sementara orang ini lagi berkata-kata, tiba-tiba datanglah seorang lain, mengatakan: Bahwa api dari pada Allah sudah turun dari langit dan oleh kehangatannya sudah dimakannya habis akan segala kambing domba dan segala hamba, sehingga hanya hamba seorang jua luput akan memberitahu tuan. Sementara orang ini lagi berkata-kata, tiba-tiba datanglah seorang lain pula, mengatakan: Bahwa orang Kasdim itu sudah menaruh tiga pasukan, dilanggarnya akan segala unta dan dirampasnya dan dibunuhnya akan segala hamba itu dengan mata pedang, hanya hamba seorang jua luput akan memberitahu tuan. Sementara orang ini lagi berkata-kata, tiba-tiba datanglah seorang lain pula, mengatakan: Bahwa segala anak tuan laki-laki dan perempuan adalah duduk makan dan minum air anggur di dalam rumah abangnya yang sulung. Maka sesungguhnya datanglah taufan dari sebelah padang belantara menempuh kepada keempat penjuru rumah itu, sehingga ia itu roboh menimpa segala orang muda-muda itu, matilah semuanya, hanya hamba seorang jua luput akan memberitahu tuan. Maka pada masa itu bangkitlah Ayub berdiri, dikoyak-koyakkannya baju selimutnya dan dicukurnya rambut kepalanya, lalu sujudlah ia dan meminta doa,
”katanya: Bahwa dengan telanjangku juga sudah aku keluar dari dalam rahim ibuku, dan dengan telanjang juga aku akan kembali ke dalamnya. Bahwa Tuhan yang sudah mengaruniakan dia, Tuhan juga mengambil dia pula, segala puji bagi nama Tuhan!
”Maka sahut syaitan kepada Tuhan, sembahnya: Bahwa kulit akan ganti kulit dan segala yang pada manusia itu akan diberikannya karena nyawanya. Sesungguhnya jikalau kiranya sekarang Engkau mengedangkan tangan-Mu dan menjamah akan daging dan tulangnya, masakan tiada dihujatnya akan Dikau di hadapan hadirat-Mu. Maka firman Tuhan kepada syaitan: Bahwasanya adalah ia dalam kuasa tanganmu; sahaja sayangkanlah nyawanya. Hata, maka syaitanpun keluarlah dari hadapan hadirat Tuhan, lalu diadakannya pada Ayub puru yang bisa, yaitu dari pada batok kepalanya sampai kepada telapak kakinya. Maka diambil Ayub sekeping tembikar akan menggaruk-garuk dirinya dengan dia, dan duduklah ia di atas timbunan abu.
”Maka pada masa itu kata bininya kepadanya: Lagikah engkau bertetap dalam tulus hatimu? hujatlah olehmu akan Allah lalu matilah! Tetapi sahutnya kepadanya: Katamu ini seperti kata perempuan yang sangat gila; masakan kita menerima dari pada Allah barang yang baik dan tiada kita menerima yang jahatpun? Maka dalam sekalian ini tiada Ayub berdosa dengan lidahnya.
”Arakian, setelah kedengaranlah kepada ketiga orang sahabat Ayub peri segala bala yang telah berlaku atasnya, maka datanglah mereka itu masing-masing dari pada tempatnya, yaitu Elifaz, orang Temani, dan Bildad, orang Suhi, dan Zofar, orang Naamati, maka ketiganyapun sefakatlah hendak pergi melawat dan menghiburkan Ayub. Maka apabila diangkatnya matanya dari jauh, tiada dikenalnya akan dia, lalu dinyaringkannya suaranya serta menangis dan dikoyak-koyaknya masing-masing akan baju selimutnya dan dihamburkannya abu ke atas kepalanya arah ke langit. Maka duduklah mereka itu sertanya di tanah tujuh hari tujuh malam lamanya, maka seorangpun tiada mengatakan kepadanya barang sepatah kata juapun, karena dilihatnya sangat besarlah kesukarannya itu.
”Bahwa sesungguhnya berbahagialah kiranya orang yang diajar oleh Allah, sebab itu janganlah engkau mengejikan sesah pengajaran Allah yang Mahakuasa itu; karena Ia melukakan dan Iapun membebat, Ia menyesah dan tangan-Nyapun menyembuhkan pula.
”Hanya penghiburan ini jua yang tinggal padaku, dan ia itu menjadi kesukaanku dalam kesukaran ini, jikalau tiada ia sayang akan daku, maka tiada pernah aku mungkir hukum Yang Mahasuci! Apa gerangan kuatku, maka aku boleh harap lagi? apakah akan ajalku, maka aku hendak melanjutkan umurku lagi?
”Bahwa orang yang akan pingsan itu dikasihani juga oleh sahabatnya, jikalau sudah ditinggalkannya takut akan Allah yang Mahakuasa sekalipun.
”Bahwa tubuhku berlumurkan ulat dan lebu tanah; kulit tubuhkupun terbelah-belah lagi busuk rupanya dari karena segala purunya.
”Iapun lagi dapat memenuhi mulutmu dengan tertawa dan lidahmu dengan tempik sorak.
”Bahwa penatlah diriku dari pada hidup, sebab itu aku hendak melanjutkan pengaduhku, aku hendak berkata-kata dengan kepahitan hatiku.
”Engkau akan melupakan segala kesukaranmu ini; hanya engkau teringat akan dia seperti akan air bah yang sudah lalu. Kemudian esok hari akan terbit atasmu terang terlebih dari pada tengah hari, dan kegelapan yang sekarang ini berubah menjadi seperti terbit fajar. Engkau akan penuh dengan percaya dan harap; engkau akan memandang berkeliling dan berhenti dengan senang; engkau akan berbaring dan seorangpun tiada mengejutkan dikau, dan banyak orang akan memperkenangkan mukamu.
”Karena sesungguhnya kamulah pereka dusta, kamu sekalian tabib yang tiada berguna.
”Bahwasanya Ia akan membunuh aku kelak, dan aku putus harap; sahaja biarlah aku membenarkan kelakuanku di hadapan-Nya.
”Pada seorang yang seperti kayu busuk lagi rapuh dan seperti kain yang sudah dimakan gegat.
”Tetapi daging tubuhnya merasai sakit dan nyawa di dalamnya berdukacita adanya.
”Segala tulangku lekat pada kulit tubuhku, dan terlepaslah aku dengan kulit gigiku.
”Karena tahulah aku bahwa Penebusku itu hidup dan Iapun yang kemudian akan bangkit dari atas duli; dan setelah sudah hancur luluh kulit tubuhku ini, maka dari dalam badanku juga aku akan memandang Allah;
”Maka sebab itu sekarang nyawaku mencucurkan dirinya di dalam aku, dan hari kesukaran sudah menangkap aku. Pada malam tulang-tulangku ditebuk dalam segenap tubuhku dan segala bala yang mengikil akupun tiada berhenti.
”Segala isi perutku seperti mendidih dengan tiada berhentinya, beberapa hari kesukaran sudah menempuh aku. Bahwa aku berjalan dengan hitamku, tetapi bukannya dari pada panas matahari; di dalam perhimpunan orang akupun bangkit berdiri lalu berteriak. Aku sudah menjadi saudara kepada ular naga dan taulan burung unta. Kulitku sudah menjadi hitam pada segenap tubuhku, dan segala tulangkupun dimakan oleh api yang di dalamnya.
”Lalu dari sebab segala penyakit yang menambatkan dia pada petidurannya, dan dari sebab segala tulangnya seolah-olah dicerai-ceraikan, jemulah orang itu jikalau akan roti sekalipun, dan hatinyapun mual akan segala makanan yang sedap-sedap. Daging tubuhnya makin kurus kelihatannya, dan tulang-tulangnyapun menjangkir dengan tiada rupanya. Maka nyawanya hampir kepada kebinasaan dan jiwanya kepada mati yang tertentu.
”Sudahkah ia bersembah kepada Allah demikian: Bahwa aku sudah disiksa, maka tiada aku berdosa pula; tunjuk apalah kepadaku barang yang tiada tahu kulihat; jikalau kiranya aku akan membuat dia pula.
”Setelah sudah dipinta Ayub doa akan sahabatnya, dibalas Tuhan baik akan dia sekadar segala kerugiannya, dan pada segala yang dahulu Ayub punya itu ditambahkan Tuhan dua kali ganda. Dan lagi datanglah segala saudaranya laki-laki dan perempuan dan segala kekenalannya yang dahulu itu melawat akan dia, lalu makanlah sehidangan di dalam rumahnya, dibujuknya dan dihiburkannya ia, dari sebab segala jahat yang telah dilakukan Tuhan atasnya, maka masing-masing mereka itu memberi akan dia sekesita dan sebuah teparam emas.
”Bahwa segala raja di atas bumi telah berbangkit dan segala penghulupun bermusyawarat bersama-sama hendak melawan Tuhan dan melawan Masih-Nya, katanya: Mari kita memutuskan ikat-ikatannya dan membuangkan tali-talinya dari pada kita. Bahwa yang duduk di sorga itu akan tertawa dan Tuhan akan mengolok-olokkan mereka itu!
”Banyak orang yang berkata akan halku: Tiadalah baginya pertolongan dari pada Allah. -- Selah. Tetapi, ya Tuhan, Engkau juga perisai yang menudungi aku; Engkaulah kemuliaanku dan yang meninggikan kepalaku. Dengan nyaring suaraku telah aku berseru kepada Tuhan, dan disahut-Nya akan daku dari atas bukit kesucian-Nya. -- Selah. Bahwa aku berbaring tidur, lalu jaga pula, karena Tuhan telah menguatkan daku.
”Bahwa telah Kaukaruniakan kesukaan dalam hatiku terlebih dari pada kesukaan mereka itu pada masa gandumnya dan air anggurnya bertambah-tambah banyaknya. Dengan selamat aku berbaring lalu tidur, karena Engkau juga, ya Tuhan! mendudukkan aku dengan sentosa.
”Ya Tuhan, jangan kiranya Engkau menghardikkan daku dengan amarah-Mu dan jangan menyiksakan daku dengan murka-Mu! Kasihankanlah kiranya aku, ya Tuhan! karena lemah keadaanku; sembuhkanlah aku, ya Tuhan! karena gemetarlah segala tulangku. Bahkan, hatiku sudah terkejut sangat, maka berapa lamakah Engkau, ya Tuhan!
”Maka Ia sendiri juga akan menghukumkan dunia dengan adilnya dan mengira-ngirai segala bangsa itu dengan sebenarnya. Maka Tuhan akan tempat perlindungan yang tinggi bagi segala orang yang teraniaya, suatu tempat perlindungan yang tinggi pada segala masa kepicikan.
”Karena ingatlah Ia akan menuntut bela segala penumpahan darah, dan tiada Ia lupa akan seru orang yang teraniaya.
”Sesungguhnya Engkau melihat dia! Bahkan, Engkau melihat segala susah dan kesukaran itu; Engkau akan mengambil dia kepada hatimu; kepadamu juga orang miskin menaruhkan dirinya, karena Engkau memang penolong anak piatu.
”Berapa lama, ya Tuhan? Engkau melupakan daku? berapa lama Engkau menyembunyikan hadirat-Mu dari padaku? Berapa lama kiranya aku menaruh pikiran dalam hatiku dan kedukaan dalam batinku pada sebilang hari? Berapa lama seteruku mengataskan dirinya dari padaku?
”Maka pada sedekala aku melihat Tuhan di hadapanku, sebab adalah Ia pada kananku, maka tiada aku akan tergelincuh. Sebab itu hatiku bersukacita dan jiwakupun bergemar, dan lagi tubuhkupun akan tidur dengan senangnya. Karena tiada Engkau akan meninggalkan jiwaku dalam alam barzakh dan tiada Engkau membiarkan kesucian-Mu itu menjadi busuk. Maka Engkau memberitahu aku jalan yang menuju kehidupan; kekenyangan dengan sukacita adalah di hadapan hadirat-Mu dan kesedapan pada kanan-Mu sampai selama-lamanya!
”Peliharakanlah aku seperti akan biji mata-Mu; lindungkanlah kiranya aku di bawah naung sayap-Mu, dari pada orang fasik, yang hendak membinasakan daku, dan dari pada seteru, yang hendak menghancurkan daku
”Bagi biduan besar suatu mazmur Daud, hamba Tuhan, yang telah menyanyikan bagi Tuhan segala perkataan nyanyian ini pada masa telah dilepaskan Tuhan akan dia dari pada tangan segala seterunya dan lagi dari pada tangan Saulpun. Maka katanya: Dengan sungguh-sungguh hati aku mengasihi akan Dikau, ya Tuhan! yang kuatku! Bahwa Tuhan juga gunung batuku dan kota bentengku dan penolongku, yaitu Allahku dan gunung batuku; aku percaya akan Dia, yang perisaiku dan tanduk selamatku dan tempat perlindunganku yang tinggi. Bahwa aku telah berseru kepada Tuhan, yang patut dipuji-puji, maka aku dilepaskan dari pada segala seteruku. Beberapa ombak maut telah mengelilingi aku dan sebab orang Belial mengejutkan aku. Beberapa tali neraka telah menyesakkan daku dan jerat maut telah kulihat di hadapanku.
”Hai kamu sekalian yang takut akan Tuhan, pujilah akan Dia; hai segala bani Yakub, muliakanlah Dia, serta hormatilah akan Dia, hai segala bani Israel!
”Mazmur Daud. Dibaringkan-Nya aku pada tempat yang banyak rumputnya, dan dihantar-Nya aku perlahan-lahan kepada air yang tenang sekali. Disegarkan-Nya jiwaku dan dihantar-Nya aku pada jalan kebenaran karena nama-Nya. Jikalau aku berjalan dalam lembah bayang-bayang maut sekalipun, tiada juga aku takut bahaya, karena Engkau juga menyertai aku, bahwa batang-Mu dan tongkat-Mu ada menghiburkan daku. Maka Engkau menyajikan hidangan di hadapanku tentang segala seteruku; dan Engkau menyirami kepalaku dengan minyak, dan memumbungkan pialakupun. Maka sesungguhnya kebajikan dan kemurahan akan mengikut aku pada segala hari umur hidupku, maka aku akan masuk selalu ke dalam bait Tuhan sampai selama-lamanya.
”Palingkanlah kiranya diri-Mu kepadaku dan sayangkanlah aku, karena aku dalam kesunyian dan kesukaran. Segala kepicikan hatiku telah meluaskan dirinya; keluarkanlah kiranya aku dari dalam kesesakanku. Tilik apalah akan daku dalam hal berkesusahan dan berkesukaran, dan ampunilah kiranya segala dosaku.
”Mazmur Daud. Pada masa orang jahat dan segala lawanku dan segala musuhku datang menempuh aku hendak makan dagingku, maka mereka itu sendiri terantuk lalu jatuh. Jikalau suatu tentara mengepungi aku sekalipun, maka tiada akan takut hatiku; jikalau berbangkit suatu ikat peperangan lawan aku sekalipun, maka haraplah juga aku akan yang demikian. Bahwa satu perkara telah kupohonkan dari pada Tuhan, maka itulah akan kucahari, yaitu supaya boleh aku duduk dalam rumah Tuhan pada segala hari umur hidupku, akan memandang keindahan Tuhan dan menyelidik dia dalam kaabah-Nya. Karena pada masa yang jahat ditaruh-Nya akan daku dalam pondok-Nya, dan disembunyikan-Nya aku di belakang tirai kemah-Nya, dan dinaikan-Nya aku di atas gunung batu.
”Karena bapaku dan ibuku telah meninggalkan daku, tetapi Tuhan akan menyambut aku.
”Bahwa Tuhan itu kuatku dan perisaiku, pada-Nya haraplah hatiku, maka aku sudah ditolong! Sebab itu berbangkitlah sukacita dalam hatiku dan aku memuji-muji akan Dia dengan nyanyiku.
”Bahwa aku hendak memuliakan Dikau, ya Tuhan! sebab Engkau telah menarik aku naik dari tempat yang dalam, dan tiada Engkau membiarkan seteruku bergemar akan daku. Ya Tuhan, Allahku! aku telah berseru kepadamu, maka Engkau menyembuhkan daku. Ya Tuhan! Engkau sudah menaikkan jiwaku dari dalam kubur; Engkau telah menghidupi aku, sehingga tiada aku turun ke dalam liang lahat. Nyanyikanlah mazmur bagi Tuhan, hal segala kekasih-Nya! dan pujilah akan peringatan kesucian-Nya.
”Maka kepada-Mu, ya Tuhan! aku sudah berseru dan kepada Tuhan aku sudah meminta doa; apakah untungnya darahku dan turunku ke dalam kubur? Bolehkah lebu itu memuji Engkau? bolehkah ia itu memasyhurkan kebenaran-Mu? Dengarlah kiranya, ya Tuhan! kasihankanlah aku, ya Tuhan! jadilah penolong akan daku! Bahwa Engkau telah menukarkan ratapku dengan kesukaan dan ramai padaku; Engkau telah menanggalkan kain perkabunganku dan mengikatkan pinggangku dengan kesukaan. Yaitu supaya aku memuliakan Dikau serta menyanyikan mazmur dengan tiada berkeputusan, ya Tuhan, Allahku! aku hendak memuji-muji Engkau pada selama-lamanya!
”Ya Tuhan! pada-Mu juga aku berlindung, janganlah kiranya beri aku dipermalukan pada selama-lamanya; luputkanlah aku oleh kebenaran-Mu. Berilah telinga akan pintaku, tolonglah akan daku dengan segera; jadilah bagiku akan gunung batu perlindungan, akan kota benteng, supaya aku terpelihara dalamnya.
”Maka tiada Engkau menyerahkan aku kepada tangan seteru, melainkan Engkau telah menjejakkan kakiku pada tempat yang luas. Kasihankanlah akan daku, ya Tuhan! karena aku dalam kesusahan; dari karena dukacita telah terkeratlah mataku dan jiwaku dan perutkupun. Karena umur hidupku hilang dalam percintaan dan segala tahunku dalam keluh kesah, bahwa kuatku sudah menjadi lemah oleh salahku, dan tulang-tulangkupun sudah terkerat. Dari karena segala lawanku aku telah menjadi kecelaan belaka bagi orang sekampungku dan suatu ngeri bagi kenal-kenalanku; barangsiapa yang di luar memandang akan daku yaitu lari jauh dari padaku.
”Tetapi aku percaya akan Dikau, ya Tuhan! serta kataku: Bahwa Engkau juga Allahku!
”Sementara aku lagi berdiam diriku maka tulang-tulangku menjadi tua dalam peraungku pada segenap hari. Karena pada siang dan malam tangan-Mu beratlah menekan aku dan airku telah kekeringanlah seperti pada musim kemarau adanya. -- Selah.
”Bahwa sesungguhnya mata Tuhan ada menilik akan orang yang takut akan Dia dan yang harap pada kemurahan-Nya, hendak Ia merebut mereka itu dari pada maut dan menghidupkan mereka itu pada masa bala kelaparan.
”Bahwa malaekat Tuhan berpasukan mengelilingi segala orang yang takut akan Dia, dan dipeliharakan-Nya mereka itu.
”Karena mata Tuhan ada memandang kepada segala orang yang benar dan telinga-Nyapun terbuka kepada doanya. Tetapi wajah-Nya Tuhan ada melawan segala orang yang berbuat jahat, hendak dikerat-Nya peringatan akan mereka itu dari atas bumi. Jikalau orang yang benar itu berseru, maka didengar Tuhan akan dia dan dilepaskan-Nya dari pada segala kepicikannya. Maka Tuhan itu hampirlah pada segala orang yang hancur hatinya, dan akan orang yang luluh lantak hatinyapun ditolong-Nya. Maka banyaklah untung malang orang yang benar, tetapi dari pada sekalian itu dilepaskan Tuhan ia. Maka dipeliharakan-Nya segala tulangnya, dan sebatang tulangnyapun tiada akan dipatahkan.
”Adapun akan daku, pada masa mereka itu sakit aku berpakaikan kain karung dan aku memenatkan hatiku dengan berpuasa, dan doakupun kembalilah ke dalam dadaku. Maka kelakuanku seolah-olah karena seorang saudaraku atau sahabatku dan aku tunduk berpakaikan serba hitam seolah-olah berkabung akan seorang ibu.
”Bahwa adalat-Mu itu seperti gunung yang terbesar adanya dan hukum-hukum-Mu seperti lautan yang tiada berhingga; maka Engkau juga, ya Tuhan! memeliharakan segala manusia dan segala binatang. Bagaimana indahnya kemurahan-Mu, ya Allah! sebab itulah anak-anak Adam berlindung di bawah naung sayap-Mu. Maka Engkau memberi makan kepada mereka itu dengan kelimpahan dari pada lemak rumah-Mu, dan Engkau memberi minum kepada mereka itu dari pada pancaran kesedapan-Mu.
”Tetapi Tuhan tertawakan dia, karena dilihat-Nya harinya akan datang kelak. Maka orang fasik itu menghunus pedang dan meregangkan tali busurnya hendak membunuh orang yang teraniaya dan yang tiada dapat melawan, dan ia hendak membantai orang yang berjalan dengan tulus hatinya. Tetapi pedangnya akan masuk ke dalam hatinya sendiri dan busurnyapun akan dipatahkan.
”Ingatlah akan orang yang tulus hatinya dan pandanglah akan orang yang betul, karena pada akhir kelak orang itu akan selamat adanya.
”Karena dalam sekali anak panah-Mu itu telah masuk ke dalam aku, dan tangan-Mupun telah turun menekan aku. Satupun tiada lagi sehat pada tubuhku dari sebab murka-Mu; tiada lagi senang bagi tulang-tulangku dari sebab dosaku. Karena segala salahku meliputi kepalaku, ia itu telah menjadi terlalu berat padaku seperti suatu tanggungan yang berat adanya. Bahwa segala lukaku telah menjadi busuk dan bernanah oleh karena bebalku. Maka aku terbungkuk serta berjalan dengan menunduk diriku dan berpakaikan pakaian perkabungan sepanjang hariku. Maka isi perutku penuh dengan bisa dan pada tubuhku satupun tiada yang sehat. Maka adalah aku ini letih lesu dan luluh lantak terlalu sangat, dan aku meraung dan mengerik dari kesusahan hatiku. Ya Tuhan! segala rinduku adalah di hadapan hadirat-Mu dan pengeluhkupun tiada tersembunyi dari pada-Mu.
”Maka adalah aku kelu, tiada aku akan membukakan mulutku, karena Engkau juga yang telah mengadakannya! Angkatlah kiranya bala-Mu itu dari padaku, karena pingsanlah aku oleh tekan tangan-Mu. Jikalau Engkau mengajari seorang dengan hardik oleh karena kesalahannya, maka Engkau membinasakan segala keelokannya seperti dimakan gegat; bahwasanya tiap-tiap manusia sia-sia jua adanya. -- Selah.
”Bahwa aku telah menantikan Tuhan dengan sabarku, maka Iapun telah mencenderungkan diri-Nya kepadaku serta mendengar akan seruku. Maka telah dinaikkan-Nya aku dari dalam telaga yang hebat, dari pada becek dan lumpur, didirikan-Nya kakiku di atas gunung batu, dan jalanku telah ditetapkan-Nya.
”Maka hukum-hukum-Mu tiada kusembunyikan dalam hatiku; melainkan aku memasyhurkan setia-Mu dan selamat-Mu, dan tiada aku menyembunyikan keridlaan-Mu dan setia-Mu dari pada perhimpunan yang besar itu.
”Tuhan akan memeliharakan dan menghidupkan dia; maka iapun akan selamat di atas bumi dan sekali-kali tiada Engkau menyerahkan dia kepada kehendak seterunya. Bahwa Tuhan akan menghiburkan dia pada masa ia berbaring sakit; sementara ia sakit Tuhanpun mengubahkan rupa segenap tempat tidurnya.
”Jikalau aku terkenang akan hal itu maka tercucurlah hatiku dalam dadaku, sebab aku sudah biasa berjalan di antara orang banyak serta pergi bersama-sama ke bait-Ullah, dengan bunyi nyanyian dan puji-pujian di antara kebanyakan orang yang berhari raya! Apa sebab engkau tunduk dirimu, hai jiwaku? dan gundah begitu dalam aku? Haraplah engkau pada Allah, karena aku lagi akan memuji Dia, oleh karena segala pertolongan yang dari pada hadirat-Nya.
”supaya aku sampai kepada mezbah Allah dan kepada Allah yang kesukaanku dan kegemaranku, dan aku memuji akan Dikau dengan kecapi, ya Allah! ya Allahku! Apa sebab engkau tunduk dirimu, hai jiwaku! dan gundah begitu dalam aku? Haraplah pada Allah; karena aku lagi akan memuji Dia; bahwa Ialah pertolonganku yang sempurna dan Allahku!
”Suatu nyanyian pada Alamot, bagi biduan besar di antara bani Korah. Bahwa Allah itu bagi kami suatu perlindungan dan kuat adanya; maka telah didapati akan Dia penolong besar dalam kesukaran.
”yang memperhentikan perang sampai ke ujung bumi, dan yang memecahkan busur dan mematahkan tombak dan yang membakar habis akan segala rata itu dengan api. Diamlah dan ketahuilah olehmu bahwa Aku ini Allah; maka Aku akan dibesarkan di antara segala orang kafir; Aku akan dibesarkan di atas seluruh muka bumi. Bahwa Tuhan serwa sekalian alam adalah menyertai akan kami, maka Allah Yakub bagi kami akan perlindungan yang tinggi. -- Selah!
”Pandanglah baik-baik akan segala kota bentengnya, dan amat-amatilah segala maligainya, supaya dapat kamu menceriterakan halnya kepada bangsa yang kemudian. Karena Allah inilah Allah kami kekal selama-lamanya, maka Ia juga akan memimpin kami sampai kepada mati.
”Maka berserulah kepadaku pada masa kepicikan, bahwa Aku akan meluputkan dikau, dan engkau akan menghormati Aku.
”Bahwa sesungguhnya Engkau menghendaki kebenaran dalam batin, dan dalam sembunyian Engkau menyatakan hikmat kepadaku.
”Ya Tuhan! bukakanlah bibirku pula, maka lidahku akan memasyhurkan kepujian-Mu.
”Maka engkau suka segala perkataan yang membinasakan dan akan lidah yang khianat. Tetapi Allah juga akan merobohkan dikau kelak pada selama-lamanya; Iapun akan mencabut dan membantun engkau dari dalam kemahmu, bahkan, Iapun akan mencabut engkau dari dalam negeri segala orang hidup. -- Selah.
”Pada pagi dan petang dan pada tengah hari aku mengaduh dan berseru dengan nyaring, maka Iapun akan mendengar suaraku kelak.
”Lembutlah mulutnya dari pada minyak sapi, tetapi hatinya bantahan juga; perkataannya lebih lembut dari pada minyak, tetapi ia itu bagaikan pedang yang terhunus adanya.
”Pada sebilang hari orang pengintai hendak membinasakan daku, dan banyak lawanku, ya Tuhan yang Mahatinggi! Tetapi pada masa ketakutanku haraplah aku pada-Mu. Maka pada Allah juga aku memuji-muji firman-Nya; aku percaya akan Allah, maka tiada aku akan takut, apa gerangan manusia boleh mengapakan daku? Pada sebilang hari mereka itu memutarbalikkan perkataanku, dan segala pikirannya itu hendak menjahatkan daku.
”Manakan boleh mereka itu terlepas oleh sebab kejahatannya. Campakkanlah bangsa itu dengan murka-Mu, ya Allah!
”Pada Allah aku akan memuji-muji firman-Nya; pada Tuhan aku akan memuji-muji firman-Nya. Bahwa aku percaya akan Allah, tiada aku takut. Apa gerangan boleh dipengapakan manusia akan daku? Ya Allah! aku telah bernazar kepada-Mu; maka kepada-Mu juga aku akan menyampaikan korban syukur. Karena Engkau telah melepaskan jiwaku dari pada maut, bahkan, kakikupun dari pada terantuk, supaya boleh aku berjalan di hadapan hadirat Allah dalam terang orang hidup.
”Surat peringatan Daud bagi biduan besar, pada Altasyet, pada masa ia telah lari dari hadapan Saul ke dalam gua.
”Bahwasanya mereka itu muntahkan barang yang dalam mulutnya, adalah pedang pada bibirnya; tiada diindahkannya jikalau kedengaran kepada orang. Tetapi Engkau, ya Tuhan! Engkau akan tertawakan mereka itu; Engkau akan mengolokkan segala orang kafir itu.
”biarlah mereka itu mengembara demikian akan mencahari makan dan biarlah mereka itu bermalam dengan belum dikenyangkan. Tetapi aku akan menyebut kepujian-Mu dalam nyanyiku dan pada tiap-tiap pagi aku akan bersorak-sorak akan kemurahan-Mu, sebab Engkau telah menjadi bagiku akan tempat yang tinggi dan perlindungan pada tiap hari aku dalam kepicikan. Akan dikau, ya Kuatku! aku akan bermazmur, karena Allah bagiku akan perlindungan yang tinggi. Ialah Allah kemurahanku!
”Mazmur Daud bagi biduan besar, pada Nejinot. Ya Allah! dengar apalah akan seruku dan perhatikanlah permintaan doaku. Maka dari pada ujung tanah aku berseru kepada-Mu sebab sebaklah hatiku; hantarlah akan daku ke atas gunung batu yang terlalu tinggi bagiku. Karena Engkaulah akan perlindungan bagiku, akan menara yang teguh di hadapan musuh.
”Mazmur Daud bagi biduan besar, pada Yeduton. Bahwasanya hatiku berdiam dirinya di hadapan Allah, maka dari pada Tuhan adalah selamatku.
”Maka sahaja mereka itu berbicara akan menolakkan dia dari pada ketinggiannya; mereka itu berkenan akan dusta, dengan mulutnya mereka itu memberkati, tetapi dengan hatinya mereka itu mengutuki. -- Selah! Tetapi engkau, hai jiwaku! berdiamlah dirimu bagi Allah, karena dari pada-Nya juga adalah pengharapanku. Sesungguhnya Ialah gunung batuku dan pohon selamatku dan perlindunganku yang tinggi; maka tiada aku akan tergelincuh. Dalam Allah juga selamatku dan kemuliaanku, dan Allahpun gunung batu kuatku dan perlindunganku.
”Mazmur Daud tatkala ia di padang belantara Yehuda. Ya Allah! Engkaulah Allahku! pada dini hari aku mencahari Engkau, bahwa jiwaku berdahaga akan Dikau dan tubuhkupun rindu akan Dikau pada suatu tanah yang kering lagi dengan matinya sebab tiada berair. Bahwasanya telah aku melihat Engkau dalam tempat kesucian-Mu, serta kupandang akan kuasa dan kemuliaan-Mu. Karena kemurahan-Mu itu terlebih baik dari pada hidup; bahwa lidahku memuji-muji Engkau. Demikianpun aku memuji Engkau seumur hidupku, maka dengan nama-Mu aku menadahkan tanganku. Bahwa jiwaku seolah-olah dikenyangkan dengan kesedapan yang indah-indah, mulutku serta dengan bibirnyapun bersorak-sorak dan menyanyi dengan bergemar, apabila aku terkenang akan Dikau di atas katilku dan semalam-malaman aku berpikir-pikir akan Dikau. Karena Engkau telah menjadi penolongku, maka di bawah naung sayap-Mu aku akan menyanyi dengan sukacita.
”Nyanyilah bagi Allah; bermazmurlah akan nama-Nya; sediakanlah jalan bagi-Nya yang berkendaraan pada padang yang rata, karena nama-Nya itu Tuhan, dan berlompatlah kamu dengan sukacita di hadapan hadirat-Nya. Ialah bapa segala anak piatu dan hakim segala perempuan janda, yaitu Allah dalam kedudukan-Nya yang suci.
”Maka sebab itu sedang sudah sampai masa tuaku dan putih ubanku, jangan apalah Engkau meninggalkan daku, ya Allah! supaya aku memberitahu kuat-Mu kepada bangsa ini dan kuasa-Mu kepada anak cucunya. Maka kebenaran-Mu, ya Allah! itu amat tinggi; ya Allah! Engkau yang telah berbuat perkara yang besar-besar! siapa gerangan menyamai Engkau? Bahwa Engkau yang telah menunjuk kepadaku beberapa kepicikan dan bala, Engkau akan menghidupkan aku pula dan menaikkan aku pula dari dalam keleburan. Bahwa Engkau akan memperbanyakkan kebesaranku serta mengelilingi aku dengan penghiburan-Mu. Lagipun aku ini akan memuji Engkau dengan dandi sebab segala setia-Mu, ya Allahku! dan aku akan bermain kecapi bagi-Mu, ya Kesucian Israel! Bahwa bibirku akan bersorak-sorak sementara aku bermazmur kepada-Mu, dan jiwakupun yang telah Kautebus.
”Maka sebab itu senantiasa aku hendak hampir dengan Dikau, maka Engkau juga yang memegang tanganku kanan. Maka dengan bicara-Mu Engkau akan memimpin aku, kemudian kelak Engkau akan menyambut aku kepada kemuliaan. Siapakah kiranya ada padaku dalam sorga? maka lain dari pada Engkau tiada kukehendaki barang sesuatu di atas bumi. Remaklah tewas tubuhku dan hatikupun, bahwa Allah juga gunung batu hatiku dan bahagianku yang kekal selama-lamanya.
”Benarkanlah hal orang miskin dan anak piatu; benarkanlah orang yang teraniaya lagi papa;
”Bagaimana sedap manis segala tempat kedudukan-Mu, ya Tuhan serwa sekalian alam! Bahwa hatiku ingin dan asyik dan rindu akan halaman Tuhan; badan dan jiwakupun bersorak kepada Allah yang hidup. Sesungguhnya burung pipit mendapat rumah dan burung layang-layangpun satu sarang akan dirinya, akan ditaruh anak-anaknya di dalamnya, yaitu hampir dengan mezbah-Mu, ya Tuhan serwa sekalian alam! ya Rajaku dan Allahku!
”Maka pada masa kepicikan aku berseru kepada-Mu, karena Engkau menyahuti aku.
”Karena besarlah kemurahan-Mu atas aku, dan Engkau telah merebut jiwaku dari pada kuasa alam barzakh.
”Berapa lamakah, ya Tuhan! Engkau lagi menyembunyikan diri-Mu! dan kehangatan murka-Mu menghanguskan seperti api? Ingatlah kiranya bagaimana singkat umur hidupku; mengapa gerangan Engkau telah menjadikan segala anak Adam bagi yang sia-sia?
”Doa Musa, khalil Allah. Ya Tuhan! Engkau juga suatu perlindungan bagi kami dari pada zaman datang kepada zaman.
”Adapun barangsiapa yang duduk dalam perlindungan Allah taala, ia itu akan bermalam di bawah naung Yang Mahakuasa. Bahwa sembahku kepada Tuhan: Engkaulah perlindunganku dan kubuku dan Allahku, yang aku harap pada-Nya. Sesungguhnya Iapun akan melepaskan dikau dari pada jerat orang pemburu dan dari pada bala sampar yang amat membinasakan. Maka Iapun akan menudungi engkau dengan sayap-Nya, dan di bawah kepak-Nya engkau akan berlindung; maka kebenaran-Nya itu bagimu akan perisai dan selukung. Bahwa tiada usah engkau takut akan hebat malam dan akan anak panah yang terbang pada siang; akan bala sampar yang beridar-idar dalam kegelapan, atau akan marabahaya yang membinasakan pada waktu tengah hari. Seribu orang akan jatuh pada sisi-Mu, dan selaksa orang pada kanan-Mu, maka kepada-Mu tiada ia itu akan sampai.
”Sesungguhnya Engkaulah perlindunganku, ya Tuhan! Bahwa Engkau sudah mengambil Allah taala akan tempatmu berlindung; maka barang kejahatanpun tiada akan mengenai engkau dan barang balapun tiada akan hampir kepada tempat kediaman-Mu; karena Iapun akan berfirman kepada malaekat-Nya dari halmu, supaya dipeliharakannya dikau pada segala jalanmu. Maka mereka itu akan menatang engkau di atas tangan-Nya, supaya jangan terantuk kakimu kepada batu. Maka engkau akan memijak-mijak singa ganas dan ular bisa, dan engkau akan melanyakkan singa yang garang dan ular naga di bawah kakimu. Maka oleh sebab ia rindu akan Daku, maka Aku akan meluputkan dia, dan Aku menaruhkan dia pada tempat yang tinggi, oleh sebab diketahuinya anak nama-Ku. Apabila ia berseru kepada-Ku, maka Aku akan menyahut kepadanya: Dalam hal kepicikannya Aku akan menyertai dia, dan membantu dia, dan Aku akan mempermuliakan dia. Maka Aku akan memuaskan dia dengan lanjut umur, dan menunjukkan kepadanya selamat-Ku.
”Pada masa pikir-pikiranku bertambah-tambah dalam hatiku, lalu segala penghiburan-Mu mepersenangkan hatiku.
”Tetapi Tuhan telah bagiku akan suatu tempat yang tinggi, dan Allahku akan gunung batu perlindunganku.
”Mazmur puji-pujian. -- Pujilah akan Tuhan, hai isi segenap bumi. Perbuatlah bakti kepada Tuhan dengan sukacita hatimu, marilah kepada hadirat-Nya dengan menyanyi ramai-ramai. Ketahuilah olehmu bahwa Tuhan itulah Allah, maka Ia telah menjadikan kami dan kamipun milik-Nya dan umat-Nya dan domba yang digembalakan-Nya. Masuklah kamu dari pada pintu gerbang-Nya dengan puji-pujian, ke dalam pagar halaman-Nya dengan nyanyian; pujilah akan Dia dan besarkanlah nama-Nya. Karena Tuhan itu baiklah dan kemurahan-Nya kekal selama-lamanya dan setia-Nya pun teguh kepada orang turun-temurun.
”Permintaan doa orang yang dalam hal kesukaran dan terlampau susahnya, yang mencucurkan pengaduhannya di hadapan hadirat Tuhan. Ya Tuhan! dengar apalah akan doaku, dan biarlah seruku sampai kepada-Mu. Janganlah kiranya Engkau menyembunyikan hadirat-Mu dari padaku; cenderungkanlah telinga-Mu kepadaku pada masa kepicikanku, dan dengarlah dengan segera akan daku apabila aku berseru. Karena segala hari hidupku lenyaplah seperti asap, dan segala tulangku kekeringanlah seperti bara api. Hatiku sudah layu seperti rumput yang telah kena panas terik; maka tiada aku ingat makan.
”dari karena murka-Mu dan amarah-Mu yang amat sangat; karena Engkau telah mengangkat akan daku, lalu Engkau membuangkan daku pula. Bahwa hari umur hidupku seperti bayang-bayang yang senget, dan aku ini menjadi kering seperti rumput.
”Mazmur Daud. -- Pujilah akan Tuhan, hai jiwaku! dan akan nama-Nya yang suci itu, hai segala sesuatu yang di dalam aku! Pujilah akan Tuhan, hai jiwaku! dan jangan engkau melupakan suatu kebajikan-Nya. Yang mengampuni segala salahmu, dan yang menyembuhkan segala penyakitmu. Yang menebus jiwamu dari pada kebinasaan serta memakotai engkau dengan kemurahan dan beberapa rahmat.
”Karena diketahuinya akan kita apa macam perbuatan, dan teringatlah Ia akan keadaan kita abu jua. Karena umur hidup manusia itu seperti rumput adanya, dan seperti pokok bunga di padang, demikianpun berbungalah ia. Serta angin lalu dari atasnya tiada ia lagi dan tempatnyapun tiada mengetahui akan dia lagi. Tetapi kemurahan Tuhan itu dari selama-lamanya sampai selama-lamanya atas segala orang yang takut akan Dia, dan setianyapun adalah dengan anak cucu cicit mereka itu.
”Maka kerapkali diluputkannya mereka itu, tetapi mereka itu memahitkan hatinya dengan bicaranya, dan habis termakan mereka itu oleh kesalahannya. Kendatilah demikian, apabila dilihat-Nya pula kepicikan mereka itu dan didengar-Nya keluh kesah mereka itu. Maka diingat-Nya akan perjanjian-Nya karena baik mereka itu, dan bersesallah Ia sekadar kebesaran kemurahan-Nya. Lalu dinyatakan-Nya rahmat-Nya atas mereka itu di hadapan segala orang yang telah menawani mereka itu.
”Sambil berlapar dan berdahaga, sehingga pingsanlah hati di dalamnya. Tetapi serta mereka itu berseru kepada Tuhan dalam hal kepicikannya, maka dilepaskan-Nya mereka itu dari pada segala kesukarannya.
”sebab telah dipuaskan-Nya hati yang berdahaga, dan dipenuhi-Nya hati yang berlapar itu dengan kebajikan. Maka orang yang duduk dalam gelap dan dalam bayang-bayang maut, tersepit dengan aniaya dan belenggu besi, sebab mereka itu telah mendurhaka akan hukum Allah dan dicelakannya takdir Allah taala, sehingga direndahkan-Nya hati mereka itu oleh kesukaran dan seorangpun tiada menolong tatkala mereka itu tergelincir; tetapi serta mereka itu berseru kepada Tuhan dalam hal kepicikannya, maka dilepaskan-Nya mereka itu dari pada segala kesukarannya, dikeluarkan-Nya mereka itu dari dalam gelap dan bayang-bayang maut dan dipecahkan-Nya belenggu mereka itu.
”Maka orang bebal, yang telah kena kesukaran dari karena kesalahannya dan dari karena kejahatannya, hatinya jemu akan segala makanan dan hampirlah ia kepada pintu maut. Tetapi serta mereka itu berseru kepada Tuhan dalam hal kepicikannya, maka dikeluarkan-Nya mereka itu dari dalam segala kesukarannya. Disuruhkan-Nya firman-Nya serta disembuhkan-Nya mereka itu dan dilepaskan-Nya mereka itu dari pada kebinasaannya.
”Kembalilah engkau, hai jiwaku! kepada kesenanganmu, karena Tuhan telah berbuat baik akan dikau. Maka Engkau, ya Tuhan! telah melepaskan jiwaku dari pada maut, dan mataku dari pada air mata, dan kakikupun dari pada kesentuhan. Maka sekarang aku akan berjalan kelak di hadapan hadirat Tuhan dalam negeri orang hidup.
”Bahwa amat indahlah kepada pemandangan Tuhan matinya segala kekasih-Nya.
”Maka dalam hal kesukaran aku telah berseru kepada Tuhan, maka Tuhanpun telah mendengar akan daku, dan diberi-Nya kepadaku keluasan. Bahwa Tuhan adalah menyertai aku, maka tiada aku akan takut; apa gerangan manusia pengapakan daku?
”Adapun berlindung kepada Tuhan itu terutama dari pada harap pada manusia. Dan berlindung kepada Tuhan itu terutama dari pada harap pada raja-raja.
”Maka tiada aku akan mati, melainkan hidup, dan akupun akan menceriterakan segala perbuatan Tuhan.
”Sungguhpun Tuhan telah menyiksakan daku sangat, tetapi tiada diserahkan-Nya aku kepada maut.
”Bahwa jiwaku lekat pada abu; hidupkan kiranya aku setuju dengan firman-Mu.
”Bahwa hancurlah hatiku oleh dukacita; tegapkanlah aku setuju dengan firman-Mu.
”Bahwa inilah penghiburan bagiku dalam hal kesukaranku, bahwa firman-Mu adalah menghidupkan daku.
”Maka dahulu dari pada aku teraniaya sesatlah aku, tetapi sekarang aku memeliharakan firman-Mu.
”Baiklah padaku aku telah teraniaya, supaya belajarlah aku akan segala syariat-Mu.
”Maka kuketahui, ya Tuhan! akan segala keputusan hukum-Mu itu benar adanya, dan lagi sebab setiawanlah Engkau maka Engkau telah menyiksakan daku. Sahaja biarlah kemurahan-Mu menghiburkan daku, setuju dengan barang yang telah Kaujanji kepada hamba-Mu. Biarlah segala rahmat-Mu berlaku atasku, supaya hiduplah aku, karena taurat-Mu itulah segala kesukaan hatiku.
”Jikalau kiranya taurat-Mu bukan segala kesukaanku, niscaya lamalah sudah karam aku dalam kesukaranku. Maka selama-lamanya tiada aku akan melupakan hukum-hukum-Mu, karena olehnya juga Engkau telah menghidupkan daku.
”Jikalau kiranya aku sangat teraniaya, ya Tuhan! hidupkan apalah aku setuju dengan janji-Mu.
”Pada masa aku dalam hal kepicikan dan ketakutan maka adalah kesukaanku akan segala hukum-Mu.
”Maka penolongku itu dari pada pihak Tuhan, yang telah menjadikan langit dan bumi.
”Maka Tuhan akan memeliharakan dikau dari pada segala jahat, Iapun akan memeliharakan jiwamu. Dan Tuhanpun menunggui keluar masukmu dari pada sekarang sampai selama-lamanya.
”Orang yang menabur biji-bijian sambil berlinang-linang air matanya, ia itu akan menuai kelak sambil bersorak-sorak. Orang yang mengandung biji-bijian yang hendak ditaburkan itu, ia itupun berjalan sambil menangis, tetapi sesungguhnya ia akan kembali kelak sambil bersorak-sorak, sambil memikul berkas-berkasnya.
”Bahwa aku menantikan Tuhan, jiwaku menantikan Dia dan aku harap akan firman-Nya. Maka jiwaku menantikan Tuhan terlebih dari pada orang pengawal menantikan terbit fajar, bahkan, dari pada orang pengawal akan dini hari.
”Mazmur Daud bagi biduan besar. Ya Tuhan! lepaskanlah kiranya aku dari pada orang jahat; lindungkanlah aku dari pada orang yang gagah adanya. Yang berpikir-pikirkan banyak jahat dalam hatinya dan yang berhimpun pada tiap-tiap hari hendak berperang.
”Adapun orang yang bercabang lidahnya, ia itu tiada akan ditetapkan di atas bumi; maka orang yang penganiayapun dikejar oleh kejahatannya sendiri sampai habis-habis binasalah ia.
”Karangan Daud, suatu doa tatkala ia dalam gua. Bahwa kepada Tuhan juga berserulah aku dengan nyaring suaraku, dan kepada Tuhan juga aku meminta doa dengan yakin. Bahwa aku mencurahkan pengaduhanku di hadapan hadirat-Nya, dan aku memaklumkam kepada-Nya kepicikanku. Pada masa hatiku hancurlah dalam aku, maka Engkau juga mengetahui akan jalanku; bahwa sembunyi-sembunyi mereka itu telah memasang jerat pada jalan yang hendak kuturut. Jikalau aku menoleh ke kanan, bahwasanya seorangpun tiada yang mengenal aku, perlindunganpun tiada bagiku, dan seorangpun tiada yang memperhatikan halku. Maka kepadamulah aku berseru, ya Tuhan! dan akan Dikau kataku: Engkau juga perlindunganku dan bahagianku dalam benua orang hidup. Tiliklah kiranya akan tangisku, karena aku telah sangat direndahkan; lepaskan apalah aku dari pada segala orang yang mengejar aku, karena mereka itu kuat dari padaku. Keluarkanlah kiranya aku dari dalam penjara, supaya aku memuji nama-Mu; sesungguhnya segala orang yang benar akan mengelilingi aku apabila Engkau sudah membalas baik kepadaku.
”Bahwa aku menadahkan tanganku kepada-Mu, maka jiwaku di hadapan-Mu seperti tanah yang ringkai. -- Selah. Segeralah menyahuti aku, ya Tuhan! nyawaku hendak pingsan, jangan apalah Engkau menyembunyikan hadirat-Mu dari padaku, melainkan aku menjadi sama dengan orang yang turun ke dalam kubur.
”Tuhanpun adalah hampir kepada segala orang yang berseru kepadanya, yaitu segala orang yang berseru kepadanya dengan sebenarnya. Maka diturutnya kehendak orang yang takut akan Dia, didengar-Nya tangis mereka itu dan ditolong-Nya akan dia. Bahwa Tuhanpun memeliharakan segala orang yang kasih akan Dia, tetapi segala orang fasik dibinasakan-Nya. Maka lidahku akan mengucap kepujian Tuhan dan segala kejadianpun akan memuji nama-Nya yang suci kekal sampai selama-lamanya.
”Yang membenarkan hal orang yang teraniaya serta memberi makan akan orang yang berlapar; bahwa Tuhan menguraikan rantai orang tawanan. Tuhanpun mencelikkan mata orang buta, Tuhan menegakkan orang yang tertunduk, dan dikasihi-Nya akan segala orang yang benar. Maka Tuhan memeliharakan orang dagang, ditetapkan-Nya anak piatu dan janda perempuan, tetapi dibongkar-bangkir-Nya jalan segala orang fasik.
”Dan disembunyikan-Nya orang yang hancur hatinya, dan dibebat-Nya lukanya.
”Haraplah pada Tuhan dengan segenap hatimu, dan jangan engkau bersandar kepada akalmu. Ketahuilah akan dia pada segala jalanmu, maka Iapun akan meratakan jalanmu. Janganlah engkau pandang pandai akan dirimu, melainkan takutlah akan Tuhan dan jauhkanlah dirimu dari pada yang jahat. Maka ia itu akan menjadikan sehat tubuhmu dan sumsum pada tulang-tulangmu.
”Percintaan dalam hati orang itu menindih akan dia, tetapi perkataan yang baik dapat mempersenangkan hatinya.
”Hati yang bersukacita memaniskan muka, tetapi percintaan dalam hati menindihkan nyawa.
”Hati yang bersukacita itu akan membaiki obat, tetapi hati yang berdukacita itu mengeringkan tulang.
”Nama Tuhan itu laksana bangun-bangun yang teguh, bahwa orang yang benar itu lari ke sana, dan iapun dimasukkan ke dalam tempat perlindungan yang tinggi.
”Bahwa keberanian membantu orang dalam menanggung sengsara, tetapi hati yang murung siapa gerangan dapat menghiburkan dia?
”Mati dan hidup adalah dalam kuasa lidah, dan barangsiapa yang suka akan dia itu kelak akan makan buah-buahnya.
”Jikalau pada masa kesukaran tawarlah hatimu, maka kuasamupun akan lemah adanya. Tolonglah akan orang yang tertangkap akan dibunuh, yaitu akan orang yang berhuyung-huyung kepada persembelihan; jikalau kiranya engkau menjauhkan dirimu dari padanya,
”Berikanlah minuman yang keras kepada orang yang putus asa, dan air anggur kepada orang yang sangat berdukacita hatinya. Biarlah ia minum serta melupakan celakanya dan tiada ia teringat lagi akan kesukarannya. Bukakanlah mulutmu karena orang kelu, dan karena perkara segala anak kebinasaan.
”Bermula bagi segala sesuatu adalah masa yang tertentu dan bagi segala maksud adalah ketikanya di bawah langit. Adalah masa akan diperanakkan dan masa akan mati, adalah masa akan bertanam dan masa akan mencabut barang yang tertanam itu; adalah masa akan melukakan dan masa akan menyembuhkan; adalah masa akan merombak dan masa akan membangunkan; adalah masa akan menangis dan masa akan tertawa; adalah masa akan meratap dan masa akan menari;
”Bahwa terutamalah nama yang baik dari pada minyak bau-bauan yang indah, dan baiklah hari orang mati dari pada hari jadinya. Baiklah masuk ke dalam rumah perkabungan dari pada masuk ke dalam rumah perjamuan, karena di dalam rumah perkabungan itulah kesudahan segala manusia dan orang yang hidup itu memperhatikannya. Baiklah dukacita dari pada tertawa, karena muram muka membaiki hati. Bahwa hati orang alim itu adalah di dalam rumah perkabungan, tetapi hati orang jahil adalah di dalam rumah kesukaan.
”Pada hari untung yang baik terimalah olehmu akan yang baik, tetapi ingatlah juga akan hari yang jahat, karena keduanya sudah dijodohkan Allah begitu teguh, sehingga satupun tiada dapat diketahui orang dari pada barang yang berlaku atasnya kemudian kelak.
”Apa guna kamu lagi disesah? niscaya kamu akan bertambah murtad; segenap kepala itu sakit dan segenap hatipun letih lesu. Dari pada telapakan kaki datang ke kepala satupun tiada padanya yang lagi baik, melainkan luka dan bilur dan bisul belaka, yang tiada terpacul dan tiada terbebat dan tiada terobatkan dengan minyak.
”Bahwa isi segenap bumi akan bersentosa dan senang, mereka itu menyaringkan suaranya dan bersorak-sorak.
”Demikianlah orang Mesir akan dipalu sangat oleh Tuhan, tetapi lalu disembuhkan pula, dan mereka itu akan bertobat kepada Tuhan, dan didengar Tuhan kelak akan permintaan doa mereka itu dan disembuhkan-Nya mereka itu.
”Maka pinggangku penuhlah dengan sakit payah, sebab perkara yang akan jadi kelak; beberapa penyakit yang pedih terkenalah kepadaku seperti penyakit orang perempuan yang hendak beranak; aku mengerutkan diriku dari sebab mendengar dan aku gementar dari sebab melihat dia.
”Sekarang negeri itu muramlah dan layulah; tanahpun kekeringanlah dan matilah; segala orang besar-besar di antara bangsa negeri itupun lemahlah. Maka tanah itupun dicemarkan oleh segala orang penduduknya; karena mereka itu sudah melangkah segala hukum dan diubahkannya segala adat dan ditiadakannya perjanjian yang kekal itu. Maka sebab itu negeri itu dimakan habis oleh laknat, karena segala orang isinyapun bersalah; dan sebab itu segala orang isi negeri itu dihanguskan oleh nyala murka, sehingga sedikit jua orang yang tinggal dalamnya.
”Karena Engkaulah suatu perlindungan bagi orang miskin, suatu tempat perlindungan bagi orang papa pada masa ia dalam ketakutan; suatu perlindungan dari pada air bah, suatu pernaungan dari pada panas; karena kehangatan amarah orang lalim itu seperti air bah menempuh pagar batu;
”Maka maut akan ditelannya dengan kemenangan dan air matapun akan disapu Tuhan Hua dari pada muka segala orang dan dijauhkan-Nya kecelaan dari pada umat-Nya di atas seluruh muka bumi; karena demikianlah firman Tuhan!
”Inilah maksud yang tertentu, bahwa Engkau akan memeliharakan segala selamat bagi kami, karena orang sudah harap pada-Mu. Haraplah pada Tuhan sampai selama-lamanya, karena Tuhan Hua itulah bukit batu yang kekal.
”Ya Tuhan! Engkau akan mengadakan selamat bagi kami, karena Engkau juga yang sudah membenarkan segala perkara kami.
”Kendatilah demikian, Tuhan juga bernanti-nanti hendak mengasihankan kamu dan Iapun akan bangkit juga, supaya disayangi-Nya akan kamu, karena Tuhan itulah Allah yang berbuat insaf; berbahagialah segala orang yang menantikan Dia! Hai bangsa Sion yang duduk di Yeruzalem! tiada lagi kamu akan menangis; niscaya dikasihankan-Nya kamu pada masa bunyi serumu; demi didengarnya maka disahut-Nya kepadamu. Bahwasanya Tuhan juga sudah memberi kepadamu roti kesukaran dan air kesakitan; tetapi tiada usah lagi segala gurumu menyembunyikan dirinya, melainkan matamu juga akan memandang kepada guru-gurumu; dan telingamupun akan mendengarkan segala perkataan pemimpinmu, yang berkata demikian: Inilah jalannya; hendaklah kamu menjalani dia, apabila kamu hendak menyimpang ke kiri atau ke kanan.
”Kuatkanlah kiranya tangan yang capik dan teguhkanlah lutut yang gemetar. Katakanlah olehmu kepada orang yang takut hatinya: Pertetapkanlah hatimu, jangan engkau takut! Bahwa sesungguhnya Allah kamu, pembalas itu, datang dan tulah dari pada Allahpun; Ia akan datang serta menebus kamu. Pada masa itu orang buta akan dicelikkan matanya dan telinga orang tulipun akan dibukakan. Pada masa itu orang timpang akan melompat seperti rusa dan lidah orang kelu akan bersorak-sorak, apabila air berpancar di padang belantara dan sungai-sungaipun di gurun.
”Maka di sana akan ada suatu jalan rata, suatu jalan raya yang disebut jalan suci, seorang najispun tiada akan lalu dari padanya! maka Ia sendiri juga akan berjalan di hadapan mereka itu, sehingga orang bodoh sekalipun tiada akan sesat. Di sana tiada akan ada singa, dan binatang yang ganaspun tiada akan sampai ke sana, maka barang sesuatupun tiada didapati di sana, apabila orang yang sudah ditebus itu menjalani dia. Maka segala orang tebusan Tuhan akan berjalan pergi datang ke Sion dengan bertempik sorak dan kesukaan yang kekal akan ada di atas kepalanya; mereka itu akan mendapat kesukaan dan keramaian, tetapi segala kedukaan dan pengeluh sudah terbang.
”Sebermula: Hiburkanlah, hiburkanlah segala umat-Ku! demikianlah firman Allahmu. Berkatalah akan membujuk hati orang isi Yeruzalem. Seru-serukanlah akan dia bahwa habislah peperangannya dan sudah diampuni segala kesalahannya, bahwa ia sudah beroleh dari pada tangan Tuhan dua kali ganda karena segala dosanya.
”Maka Iapun akan membawa kawan kambing-Nya seperti seorang gembala, dihimpunkan-Nyalah kelak segala anak kambing ke dalam pangku lengan-Nya dan ditaruh-Nya akan dia pada ribaan-Nya, demikianpun yang lagi menyusui anaknya akan dibawa-Nya dengan perlahan-perlahan.
”Tiadakah engkau mengetahuinya? Belumkah engkau mendengarnya, bahwa Tuhan itulah Allah yang kekal, Khalik segala ujung bumi, yang tiada tahu penat atau lemah, dan lagi tiada terduga hikmat-Nya. Ia juga yang mengaruniakan kuat kepada orang yang penat dan ditambahinya kuat kepada orang yang tiada bergaya lagi. Bahwa orang muda boleh menjadi penat dan lemah dan orang terunapun boleh tergelincuh dan jatuh, tetapi orang yang harap pada Tuhan itu kelak membaharui kuatnya dan terbang naik dengan sayap seperti burung nasar; bahwa mereka itu berlari-lari dan tiada tahu penat; mereka itu berjalan-jalan dan tiada tahu lemah.
”Janganlah takut, karena Akulah sertamu! jangalah engkau bimbang, karena Akulah Allahmu; Aku menguatkan dikau, lagi Aku menolong engkau, lagi Aku memapah engkau dengan tangan kanan kebenaran-Ku.
”Adapun orang yang teraniaya dan papa itu mencahari air, tetapi airpun tiada, dan lidah mereka itu lekatlah oleh dahaga; bahwa Aku, Tuhan, kelak mendengar akan mereka itu, Aku, Allah orang Israel, tiada meninggalkan mereka itu!
”Maka sekarang; demikianlah firman Tuhan, yang sudah menjadikan dikau, hai Yakub! dan yang sudah merupakan dikau, hai Israel! janganlah engkau takut, karena Akulah Penebusmu; bahwa Aku sudah memanggil engkau dengan namamu, dan engkau juga milik-Ku. Apabila engkau mengarung air, Aku akan sertamu, atau menyeberang sungai, tiada ia itu meliputi engkau, apabila engkau berjalan terus dari pada api, tiada engkau akan dimakan olehnya dan nyala apipun tiada akan menghanguskan dikau.
”yang mengadakan terang dan menjadikan gelap, yang mengadakan selamat dan menjadikan jahat, bahwa Aku ini Tuhan, yang membuat segala perkara ini.
”Maka sampai kepada masa tuamu Akulah Dia juga, dan pada masa rambutmu putih Aku lagi mendukung kamu. Bahwa Aku sudah membuat dia dan Akupun akan mendukung kamu dan mengangkat kamu dan Akupun akan meluputkan kamu.
”Bahwasanya Aku sudah membersihkan dikau, tetapi tiada keluar perak, pada masa Aku mencobai engkau di dalam kui kesukaran.
”Tiada mereka itu akan berlapar atau berdahaga dan panas terik atau panas mataharipun tiada akan menyakiti mereka itu, karena mereka itu akan dipimpin oleh Murahimnya, yang membawa akan mereka itu dengan perlahan-perlahan kepada pancaran air.
”Bertempik soraklah, hai segala langit; hendaklah engkau tamasya, hai bumi! biarlah segala gunung bersorak dengan nyaring suaranya, karena Tuhan juga yang menghiburkan segala umat-Nya dan dikasihani-Nya akan segala hamba-Nya yang teraniaya.
”Bahwasanya Aku sudah mencacahkan tandamu pada kedua tapak tangan-Ku, maka pagar tembokmu adalah selalu di hadapan-Ku.
”Karena Tuhan akan menghiburkan Sion dan Iapun akan menghiburkan segala tempatnya yang sudah dirusakkan itu, dan dijadikan-Nya padang tekukurnya seperti Eden dan hutannya seperti taman Tuhan; kesukaan dan keramai-ramaian akan terdapat dalamnya, demikianpun puji-pujian dan nyanyi-nyanyian!
”Demikianpun segala orang tebusan Tuhan akan kembali serta sampai ke Sion dengan bersorak-sorak, dan kesukaan yang kekal akan ada di atas kepalanya; keramaian dan kesukaan menjadi pendapatan mereka itu dan dukacita dan keluh kesah akan terbang dari padanya. Bahwa Aku, bahkan, Aku juga yang menghiburkan kamu; apakah engkau, maka engkau takut akan manusia yang mati kelak? dan akan anak Adam yang seperti rumput adanya?
”Siapa gerangan telah percaya akan kabar kami, dan kepada siapa tangan Tuhan dinyatakan? Karena ia telah tumbuh di hadapan hadirat-Nya seperti taruk muda, seperti sebuah akar dari pada tanah yang kering; maka tiadalah padanya barang keelokan atau kemuliaan, sehingga kita pandang akan dia, dan tiada pula rupanya, sehingga kita rindu akan dia. Bahwa ia dicelakan dan terhina di antara segala manusia, seorang yang kena sengsara dan yang biasa dalam kesukaran; seperti seorang yang dari padanya juga ditudungi oranglah mukanya, demikianlah ia dicelakan, maka kitapun tiada mengindahkan dia. Sebenarnya ditanggungnya segala kelemahan kita dan diangkutnya segala penyakit kita, tetapi pada sangka kita bahwa disengsarakan dan dipalu dan direndahkan Allah akan dia. Tetapi ia sudah kena luka karena sebab segala kesalahan kita, dan iapun dihancurkan karena sebab segala kejahatan kita; bahwa siksa yang mengadakan selamat bagi kita itu berlaku atas dia dan oleh segala bilurnya kitapun disembuhkan. Bahwa sesatlah kita sekalian seperti domba, masing-masing kita balik kepada jalannya sendiri, tetapi segala kejahatan kita ditempuhkan Tuhan kepadanya. Apabila ia itu ditagih maka iapun disengsarakan, tetapi tiada dibukakannya mulutnya; seperti seekor anak domba ia dihantar akan dibantai dan seperti seekor kambing biri-biri kelu di hadapan orang yang mengguntingi bulunya, demikianpun tiada dibukakannya mulutnya. Bahwa iapun diangkat dari dalam kepicikan dan dari dalam pehukuman, maka di antara segala orang zamannya siapakah memperhatikannya, bahwa ia dikerat dari negeri orang yang hidup; karena sebab kesalahan segala umat-Ku maka bala itu sudah berlaku atasnya. Bahwa ditentukan oranglah kuburnya di antara segala orang fasik, tetapi dalam hal matinya adalah ia di antara orang kaya-kaya, karena iapun tiada berbuat dosa, dan tipupun tiada terdapat dari pada mulutnya. Tetapi adalah kehendak Tuhan juga menghancurkan dia dan mempersakiti dia. Apabila sudah diserahkannya nyawanya akan korban karena salah, iapun akan melihat benih dan melanjutkan umur, maka keridlaan Tuhanpun akan beruntung oleh tangannya. Karena sebab kesukaran jiwanya iapun akan melihatnya dan hatinya akan berpuas; dengan pengajarannya juga hamba-Ku yang benar itu akan membenarkan banyak orang, karena akan ditanggungnya segala dosa mereka itu. Maka sebab itu Aku akan mengaruniakan kepadanya suatu bahagian dari pada orang banyak dan diambilnya akan dirinya orang-orang yang berkuasa seolah-olah barang jarahan, sebab sudah dicurahkannya nyawanya ke dalam maut dan iapun dibilang dengan orang durhaka dan sudah ditanggungnya dosa orang banyak dan sudah dipintanya doa akan orang durhaka.
”Janganlah takut, karena tiada engkau akan dipermalukan; janganlah berbera mukamu, karena tiada engkau akan kena aib, melainkan engkau kelak terlupa akan kehinaan hal mudamu dan tiada teringat pula akan kecelaan hal engkau lagi janda.
”Maka oleh kebenaran juga engkau akan ditetapkan, dan engkau akan jauh dari pada aniaya, karena tiada engkau akan takut, dan engkau akan jauh dari pada kegentaran, karena tiada ia itu akan menghampiri engkau.
”tetapi segala senjata yang diperbuat akan melawan dikau, ia itu tiada akan beruntung dan segala lidah orang yang berbangkit dalam hukum akan melawan dikau, ia itu akan dihukumkan olehmu; maka inilah bahagian pusaka segala hamba Tuhan, dan kebenaran mereka itu asal dari pada-Ku juga; demikianlah firman Tuhan!
”Karena dengan kesukaan kamu akan keluar dan dengan selamat juga kamu akan dipimpin; bahwa segala gunung dan bukit akan bertempik sorak dan menyanyi ramai-ramai di hadapan kamu dan segala pohon kayu di padangpun akan bertepuk-tepuk tangan.
”Dengan selamat juga ia pergi; mereka itu berhentikan lelahnya di atas tempat tidurnya, yaitu tiap-tiap orang yang sudah berjalan dengan tulus hatinya.
”Karena demikianlah firman Yang Mahatinggi dan Yang Mahamulia, yang mengediami tempat yang kekal, dan sucilah nama-Nya: Sungguhpun Aku mengediami tempat yang tinggi dan suci, tetapi Aku diam juga serta dengan orang yang hancur dan rendah hatinya, supaya Aku menghidupkan hati orang yang rendah dan supaya Aku menghidupkan hati orang yang hancur.
”Bahwa Aku sudah melihat jalan-jalannya, maka Aku akan menyembuhkan mereka itu dan Aku akan memimpin mereka itu dan kepada mereka itu yang berdukacita Aku mengaruniakan penghiburan dengan amat limpahnya. Bahwa Aku menjadikan puji-pujian lidah; selamat, selamat kiranya bagi orang yang jauh dan bagi orang yang hampir, demikianlah firman Tuhan, apabila Aku sudah menyembuhkan mereka itu.
”Adakah puasa begini macam yang Kukehendaki, bahwa manusia mempersakiti jiwanya barang sehari lamanya, dan ditunduknya kepalanya selaku kercut dan dikenakannya kepada tubuhnya kain karung dan abu? Bolehkah yang demikian kamu katakan puasa dan hari yang memperkenankan Tuhan? Bukankah inilah puasa yang Kukehendaki, yaitu kamu membukakan segala simpulan kejahatan dan menguraikan segala tali kuk dan menyuruhkan pergi dengan merdeka segala orang yang teraniaya dan kamu memecahkan segala kuk? Bukankah inilah: Bahwa kamu membahagi-bahagi makananmu kepada orang yang berlapar dan memberi tumpangan dalam rumahmu kepada orang miskin dan yang terbuang; apabila kamu melihat seorang yang telanjang kamu menudungi dia dan tiada kamu menyembunyikan dirimu dari pada orang yang sedaging darah dengan kamu?
”Pada masa itu terangmu akan merekah seperti fajar dan kesembuhanmu akan tumbuh dengan segeranya; pada masa itu kebenaranmu akan berjalan di hadapanmu dan kemuliaan Tuhan pengiringmu. Pada masa itu kamu akan berseru dan Tuhanpun akan menyahut; apabila kamu menangis, lalu firman Tuhan kelak demikian: Aku adalah hadir. Jikalau kiranya kamu membuang dari antara kamu segala aniaya dan petunjuk jari dan perkataan yang mencelakan. Dan kamu memberikan kepada orang yang berlapar barang yang kamu ingin sendiri dan kamu mengenyangkan jiwa yang kepicikan; pada masa itu terangmu akan terbit dari dalam gelap dan malam berubah bagimu menjadi siang hari. Maka Tuhanpun akan memimpin kamu selalu dan dikenyangkannya jiwamu, jikalau di tanah yang kering sekalipun, dan dikuatkannya segala tulangmu dan kamu akan jadi seperti taman yang didirus dan seperti pancaran air yang tiada tahu kekeringan.
”Bahwa Roh Tuhan Hua adalah padaku, sebab telah dilantik Tuhan akan daku, supaya aku membawa kabar selamat kepada orang yang teraniaya; disuruhnya aku mengobati orang yang pecah hatinya, dan berseru-seru kelepasan bagi orang yang tertawan dan kebukaan penjara bagi orang yang terbelenggu. Dan akan berseru-serukan tahun kesenangan Tuhan dan hari pembalasan Allah kita, dan akan menghiburkan segala orang yang berdukacita hatinya. Dan akan mengangkat segala orang Sion yang berdukacita, dan akan memberikan mereka itu perhiasan akan ganti abu dan minyak kesukaan akan ganti kedukaan dan pakaian indah-indah akan ganti hati yang picik; supaya mereka itu disebut pohon beraksa kebenaran, suatu tanaman Tuhan, sipaya Iapun dipermuliakan.
”Dalam segala kepicikan mereka itu Iapun kepicikan sertanya, dan Malakalhadirat-Nya sudah memeliharakan mereka itu; sekadar kasih-Nya dan sayang-Nya sudah ditebus-Nya mereka itu, dan diangkat-Nya dan ditanggung-Nya mereka itu pada segala hari dari pada jaman dahulukala.
”Karena sesungguhnya Aku menjadikan langit yang baharu dan bumi yang baharu; maka tiada peringatan lagi akan segala perkara yang dahulu itu, dan tiada ia itu akan terbit dalam hati. Bahkan, hendaklah kamu bergemar dan bersukacita sampai selama-lamanya akan barang yang Kujadikan kelak, karena sesungguhnya Aku akan mengadakan kesukaan bagi Yeruzalem dan kegemaran bagi segala orang isinya, dan hati-Ku sendiripun bersukacita akan Yeruzalem kelak dan bergemar akan segala umat-Ku; maka di dalamnya tiada akan kedengaran lagi bunyi tangis atau bunyi teriak.
”Seperti orang menghiburkan ibunya, demikian Aku akan menghiburkan kamu; bahkan, di Yeruzalem kamu akan dihiburkan.
”Berkatlah atas orang yang percaya kepada Tuhan dan yang menaruh harapnya pada Tuhan! Karena adalah ia seperti sebatang pohon kayu yang tertanam pada tepi air dan yang merambatkan akarnya pada tepi sungai; maka tiada dirasainya apabila datang panas terik, melainkan daunnya tinggal hijau juga, tiada diindahkannya jikalau kering setahun lamanya dan tiada ia berhenti dari pada berbuah.
”Ya Tuhan, sembuhkan apalah aku, maka aku akan sembuh; peliharakan apalah aku, maka aku akan terpeliharalah, karena engkau juga kepujianku!
”Karena Aku ini amat mengetahui akan segala maksud yang Kutaruh akan kamu, demikianlah firman Tuhan, yaitu maksud akan hal selamat dan bukan akan barang sesuatu yang jahat, supaya pada akhirnya Aku mengaruniakan kepadamu barang yang kamu harap itu. Pada masa itu kamu akan berseru-seru kepada-Ku dan meminta doa kepada-Ku dengan yakin, dan Akupun mendengar akan kamu kelak. Maka kamu akan mencahari dan mendapat Aku, apabila kamu bertanya akan Daku dengan segenap hatimu.
”Karena Aku kelak mengadakan sehat bagimu dan menyembuhkan dikau dari pada segala penyakitmu, demikianlah firman Tuhan, sebab dinamai orang akan dikau: si Kebuangan, yaitu Sion, yang seorangpun tiada peduli akan dia.
”Karena dengan kelimpahan Aku akan memberi minum kepada orang yang letih lesu, dan Aku akan menyukakan hati segala orang yang berdukacita. Kemudian dari pada itu jagalah aku dari pada tidurku serta kulihat keliling, maka tidurku telah sedap bagiku!)
”Bahwa sesungguhnya Aku akan membaiki dan menyembuhkan dan memberi sehat kepadanya dan menunjuk kepadanya kelimpahan selamat sentosa yang tiada berkesudahan.
”Ingatlah kiranya akan kesukaranku dan sengsaraku; semuanya itu hia dan empedu belaka. Hatiku ingat akan hal itu baik-baik, maka tertunduklah hatiku di dalam aku.
”Bahwa karena sebab segala kemurahan Tuhan, maka tiada kita dibinasakan sama sekali, dan segala rahmat-Nyapun tiada berkeputusan adanya. Pada tiap-tiap pagi adalah ia itu baharu, dan besarlah setia-Mu! Hendaklah kata hatiku: Tuhan juga bahagianku; sebab itu haraplah aku pada-Nya. Baiklah Tuhan kepada barangsiapa yang menantikan Dia, dan kepada hati yang mencahari Dia. Baiklah orang harap akan selamat dari pada Tuhan dengan berdiam diri.
”melainkan setelah sudah memberi dukacita, dikasihankan-Nya pula dengan sebesar-besar kemurahan-Nya. Karena adapun disiksakan-Nya atau didukacitakan-Nya anak-anak manusia itu bukan dengan sukahati-Nya.
”Engkau telah hadir pada masa aku berseru-seru kepada-Mu! maka firman-Mu: Janganlah engkau takut! Ya Tuhan! Engkau juga sudah membantu aku dalam acaraku; Engkau juga sudah menebus nyawaku!
”Kulit tubuh kami sudah jadi hitam seperti dapur dari karena kesangatan lapar.
”Aku akan menggembalakan mereka itu pada tempat yang banyak rumputnya, dan kandangnya akan di atas gunung Israel yang tinggi-tinggi; di sana mereka itu akan berbaring dalam kandang yang baik dan makan rumput di tempat yang gemuk-gemuk di atas gunung-gunung Israel. Bahwa Aku sendiri akan menggembalakan kambing-Ku dan Aku akan memberi tempat ia berbaring, demikianlah firman Tuhan Hua! Maka yang sesat itu akan Kucahari, dan yang terhalau itu akan Kubawa balik, dan yang luka itu akan Kubebat, dan yang lemah itu akan Kukuatkan, dan yang gemuk dan kuat itu akan Kujauhkan; bahwa Aku akan menggembalakan dia dengan sepertinya.
”Maka titah raja nebukadnezar: Segala puji bagi Allahnya Saderakh, Mesakh dan Abed-nego! yang sudah menyuruhkan malaekat-Nya dan sudah meluputkan hamba-hamba-Nya yang telah harap pada-Nya dan tiada mau menurut titah raja, melainkan telah diserahkannya tubuhnya akan tiada berbuat ibadat atau menyembah kepada dewata, melainkan kepada Allahnya juga.
”Maka sembah Daniel kepada baginda: Daulat tuanku! Bahwa Allah patik juga sudah menyuruhkan malaekat-Nya, yang mengatupkan mulut segala singa itu, supaya jangan diusiknya akan patik, sebab telah didapati akan patik tiada bersalah di hadapan-Nya dan lagi akan tuankupun tiada patik berbuat barang sesuatu yang salah!
”Bahwa aku ini memberi titah, dalam segenap hukumat kerajaanku hendaklah orang gentar dan takut akan Allahnya Daniel, karena Ialah Allah yang hidup, dan yang kekal pada selama-lamanya, dan kerajaan-Nyapun tiada berubah dan pemerintahan-Nyapun tiada berkesudahan adanya!
”Mari kita bertobat kepada Tuhan, karena Ia yang sudah mencarik-carik kita, Iapun akan menyembuhkan kita, dan yang sudah menyesah kita, Iapun akan membebat kita. Maka kemudian dari pada dua hari akan dihidupkan-Nya kita pula, pada hari yang ketiga akan dibangkitkan-Nya kita, supaya hiduplah kita di hadapan hadirat-Nya.
”Dari pada kuasa neraka dapat Kuluputkan dia dan dari pada kematian dapat Kutebus dia. Hai maut! di manakah bisamu? hai neraka! di manakah kebinasaanmu? Bahwa sesal itu terlindung dari pada mata-Ku.
”Maka Aku akan memberi kepadamu gantinya hasil segala tahun yang sudah dimakan habis oleh belalang dan keridik dan riang-riang dan sentadu, yaitu tentara-Ku besar yang telah Kusuruhkan kepadamu. Maka kamu akan makan dengan limpah dan sampai kenyang dan kamu akan memuji-muji nama Tuhan, Allahmu, yang sudah mengadakan beberapa ajaib bagi kamu, maka umat-Kupun tiada akan dipermalukan sampai selama-lamanya!
”katanya: Bahwa berserulah aku kepada Tuhan dalam hal kepicikanku, lalu sahutlah Ia kepadaku; menangislah aku di dalam perut kubur itu, lalu Engkau mendengar akan bunyi suaraku!
”Bahwa Tuhan, Allahmu, adalah di tengah-tengahmu, suatu Pahlawan yang akan menang; dengan sepenuh-penuh kesukaan-Nya Iapun akan bergemar akan dikau; dengan kasih-Nya Iapun akan berdiam dirinya dan dengan tempik sorak Iapun bersukacita akan dikau.
”Akan tetapi bagi kamu yang takut akan nama-Ku akan terbit matahari kebenaran dan di bawah kepaknya akan ada penyembuhan; maka kamu akan keluar dan beramai-ramai seperti anak-anak lembu yang tambun.
”Kemudian daripada itu, setelah Herodes mengerti bahwa ia diakali oleh orang majus itu, maka terlalulah murka baginda; lalu dititahkannya orang pergi membunuh sekalian kanak-kanak laki-laki yang ada di negeri Bethlehem dan di dalam segala daerah jajahannya yang berumur daripada dua tahun ke bawah, menurut ketika yang diselidikinya dengan teliti daripada orang majus itu. Tatkala itu sampailah barang yang disabdakan oleh Nabi Yermia, bunyinya: Adalah suatu suara telah kedengaran di negeri Rama, yang menangis dan meratap amat sangat, yaitu Rahel menangiskan anak-anaknya, tiadalah ia mau dihiburkan, sebab anaknya sudah hilang.
”Maka berjalanlah Yesus mengelilingi seluruh tanah Galilea sambil mengajar di dalam segala rumah sembahyang mereka itu, serta memberitakan Injil dari hal kerajaan Allah, dan menyembuhkan segala penyakit, dan melenyapkan segala aib tubuh orang di antara kaum itu. Maka pecahlah kabar dari hal Dia di seluruh benua Syam; lalu dibawa oranglah kepada-Nya sekalian orang yang sakit, yang ditimpa oleh berbagai-bagai penyakit dan sengsara, dan orang yang dirasuk setan, dan orang gila babi dan orang tepok; lalu disembuhkan-Nya mereka itu.
”"Berbahagialah segala orang yang rendah hatinya, karena mereka itu yang empunya kerajaan surga. Berbahagialah segala orang yang berdukacita, karena mereka itu akan dihiburkan.
”Berbahagialah segala orang yang teraniaya oleh sebab kebenaran, karena mereka itu yang empunya kerajaan surga. Berbahagialah kamu apabila orang mencela kamu dan menganiaya kamu serta mengumpat kamu dengan dusta oleh sebab Aku. Bersukacitalah kamu sambil bersukaria, sebab besarlah pahalamu di surga; karena sedemikian itu juga segala nabi yang dahulu daripada kamu terkena aniaya."
”Tetapi Aku ini berkata kepadamu: Kasihilah akan seterumu, dan doakan orang yang menganiayakan kamu,
”"Sebab itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kamu kuatir akan hal nyawamu, yaitu apakah yang hendak kamu makan atau minum, atau dari hal tubuhmu, apakah yang hendak kamu pakai. Bukankah nyawa itu lebih daripada makanan, dan tubuh itu lebih daripada pakaian? Tengoklah burung di udara, tiada ia menabur benih dan tiada ia menuai, atau menghimpunkan bekal ke dalam lumbung, maka Bapamu yang di surga juga memeliharakan dia. Bukankah kamu terlebih daripada segala burung itu? Siapakah di antara kamu dengan kuatirnya dapat melanjutkan umurnya barang sedikit pun? Dan lagi apakah sebabnya kamu menaruh kuatir tentang pakaianmu? Perhatikanlah bunga bakung di padang, bagaimana tumbuhnya; tiada ia bekerja, dan tiadalah pula ia memintal benang. Aku berkata kepadamu: Meskipun Sulaiman dengan segala kemuliaannya, tiada ia dihiasi seperti salah satu daripada segala kuntum bunga itu. Jikalau sedemikian Allah menghiasi rumput di padang, yang ada pada hari ini dan esoknya dibuangkan ke dalam dapur api, apatah lagi Ia melebihkan kamu, hai orang yang kurang percaya? Sebab itu janganlah kamu kuatir, mengatakan: Apakah yang hendak kami makan? atau: Apakah yang hendak kami minum? atau: Apakah yang hendak kami pakai? Karena semuanya ini dituntut oleh orang kafir, padahal Bapamu yang di surga terlebih mengetahui segala perkara itu perlu bagi kamu. Tetapi carilah dahulu kerajaan Allah serta kebenaran-Nya, maka sekaliannya itu juga akan ditambahkan kepadamu. Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hal esok hari; karena esok hari itu ada kuatirnya sendiri. Cukuplah tiap-tiap hari ada dengan kesusahannya sendiri."
”Pintalah, maka akan diberi kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketuklah pintu, maka pintu akan dibukakan bagimu. Karena tiap-tiap orang yang meminta, ialah menerima; dan yang mencari, ialah mendapat; dan yang mengetuk pintu, baginyalah pintu akan dibukakan.
”Maka datanglah seorang yang kena bala zaraat sujud menyembah Dia sambil katanya, "Ya Tuhan, jikalau kiranya Tuhan kehendaki, niscaya Tuhan dapat mentahirkan hamba." Lalu Yesus mengulurkan tangan-Nya serta menjamah dia, kata-Nya, "Aku kehendaki, tahirlah engkau!" Maka seketika itu juga bala zaraatnya pun lenyaplah.
”Setelah Ia masuk ke negeri Kapernaum, datanglah kepada-Nya seorang penghulu laskar, memohon kepada-Nya, sambil berkata, "Ya Tuhan, budak sahaya terbaring di rumah dengan sakit tepok, dan teramat sangat sengsaranya." Maka kata Yesus kepadanya, "Aku akan datang menyembuhkan dia." Tetapi sahut penghulu itu, katanya, "Ya Tuhan, sahaya tiada layak, bahwa Tuhan masuk ke dalam rumah sahaya; hanya katakanlah sepatah kata sahaja, niscaya budak sahaya akan sembuh. Karena sahaya ini pun seorang yang di bawah perintah, dan ada di bawah perintah sahaya pula beberapa laskar. Jikalau sahaya berkata kepada seorang daripadanya: Pergilah, ia pun pergi; dan kepada yang lain pula: Marilah, ia pun datang; dan kepada hamba sahaya: Buatlah itu, maka dibuatnyalah." Apabila didengar oleh Yesus demikian, heranlah Ia sambil berkata kepada orang yang mengikut Dia, "Dengan sesungguhnya Aku berkata kepadamu: Di antara orang Israel pun belum pernah Aku melihat iman yang seteguh ini. Dan lagi Aku berkata kepadamu, bahwa banyaklah orang akan datang dari sebelah timur dan barat, dan duduk bersama-sama dengan Ibrahim dan Ishak dan Yakub di dalam kerajaan surga; tetapi anak buah kerajaan itu akan dibuangkan ke dalam gelap yang di luar, di sanalah kelak tangisan dan kertak gigi." Lalu kata Yesus kepada penghulu itu, "Pulanglah engkau, sama seperti yang engkau percaya menjadilah bagimu." Maka budak itu pun sembuhlah pada ketika itu juga.
”Maka datanglah Yesus ke dalam rumah Petrus, dilihatnya mak mentua Petrus terbaring demam. Maka dijamah-Nya tangannya, lalu hilanglah demamnya itu; maka perempuan itu pun bangunlah, lalu melayani Dia.
”Setelah petang hari, maka dibawa oranglah kepada-Nya beberapa banyak orang yang dirasuk setan, maka dibuangkan-Nya setan itu dengan sepatah kata, dan disembuhkan-Nya segala orang yang sakit itu, supaya sampailah sabda Nabi Yesaya, demikian bunyinya: Bahwa Ialah mengambil segala kelemahan kita, dan menanggung segala kesakitan kita.
”Maka sekonyong-konyong turunlah angin ribut yang besar ke tasik itu, sehingga perahu itu ditimbus ombak; akan tetapi Yesus ada tidur juga. Maka datanglah murid-murid-Nya membangunkan Dia, katanya, "Ya Tuhan, tolonglah, binasa kami!" Maka berkatalah Ia kepada mereka itu, "Apakah sebabnya kamu takut, hai kamu yang kurang percaya?" Lalu bangunlah Ia sambil melarang angin dan ombak itu; maka jadilah teduh sekali.
”Setelah Ia sampai ke seberang, di tanah Gadara, maka bertemulah dengan Dia dua orang yang dirasuk setan, yang datang daripada kubur-kubur dengan amat sangat garangnya, sehingga seorang pun tiada dapat lalu pada jalan itu. Maka berteriaklah kedua-duanya, katanya, "Apakah perkara kami kena-mengena dengan Engkau, hai Anak Allah? Adakah Engkau datang ke mari ini hendak menyiksakan kami dahulu daripada masanya?" Maka tiada berapa jauh daripada mereka itu adalah sekawan babi yang banyak sedang mencari makan. Maka segala setan itu pun meminta kepada Yesus katanya, "Jikalau Engkau mau membuangkan kami, suruhlah kami masuk ke dalam kawanan babi itu." Maka kata-Nya kepada setan itu, "Pergilah!" Lalu keluarlah segala setan itu serta masuk ke dalam babi sekawan itu, maka terjunlah semua babi itu dari tempat curam ke dalam tasik, lalu matilah lemas di dalam air.
”Maka dibawa oranglah kepada-Nya seorang yang sakit tepok, terbaring di atas tempat tidurnya; apabila dilihat oleh Yesus akan percaya mereka itu, maka kata-Nya kepada orang yang sakit tepok itu, "Tetapkanlah hatimu, hai anak-Ku, dosamu sudah diampuni." Maka adalah di situ beberapa orang ahli Taurat yang berpikir-pikir di dalam hatinya, "Bahwa orang ini menghujat." Serta diketahui oleh Yesus akan segala pikiran hati mereka itu, lalu kata-Nya, "Apakah sebabnya kamu berpikir jahat di dalam hatimu? Yang manakah lebih mudah, mengatakan: Dosamu sudah diampunikah? atau mengatakan: Bangunlah berjalan? Tetapi supaya kamu mengetahui bahwa Anak manusia di dalam dunia ini berkuasa akan mengampuni dosa" (maka kata-Nya kepada orang yang sakit tepok itu,) "Bangunlah engkau, angkat tempat tidurmu, pulanglah ke rumahmu." Maka bangunlah ia, lalu pulang ke rumahnya.
”Serta didengar oleh Yesus perkataan ini, maka berkatalah Ia kepada mereka itu, "Orang yang sehat itu tiada perlukan tabib, hanyalah orang yang sakit.
”Maka adalah seorang perempuan, yang berpenyakit bulan sudah dua belas tahun lamanya, datang dari belakang menjamah kaki jubah Yesus. Karena ia berkata di dalam hatinya, "Jikalau hamba menjamah jubah-Nya sahaja, niscaya hamba akan sembuh." Maka berpalinglah Yesus, serta melihat dia, kata-Nya, "Tetapkanlah hatimu, hai anak-Ku, imanmu sudah menyembuhkan dikau." Maka pulihlah perempuan itu daripada ketika itu juga.
”Setelah tiba Yesus di rumah penghulu itu, dan melihat segala peniup bangsi dan banyak orang yang riuh rendah, lalu kata-Nya, "Undurlah kamu, budak perempuan ini bukannya mati, hanya tidur." Maka mereka itu pun mentertawakan Dia. Tetapi apabila orang banyak itu sudah diusir ke luar, masuklah Ia, lalu memegang tangannya, maka bangunlah budak perempuan itu.
”Apabila Yesus berjalan dari sana, adalah pula dua orang buta mengikut Dia sambil berseru dengan nyaring, "Ya, Anak Daud, kasihankanlah kami." Setelah Ia sampai ke rumah, orang-orang buta itu pun datang menghadap Dia, lalu berkatalah Yesus kepada mereka itu, "Adakah kamu percaya, bahwa Aku berkuasa berbuat perkara ini?" Maka kata kedua-duanya, "Kami percaya, ya Tuhan!" Lalu dijamah-Nya mata mereka itu sambil berkata, "Sama seperti yang kamu percaya menjadilah bagi kamu." Maka celiklah mata kedua-duanya itu, lalu Yesus pun berpesanlah sangat-sangat, kata-Nya, "Ingat baik-baik, jangan seorang pun mengetahui perkara ini."
”Apabila mereka itu keluar, dibawa oranglah pula kepada Yesus seorang kelu yang dirasuk setan. Setelah dibuangkan-Nya setan itu, bertutur-tuturlah orang kelu itu. Maka heranlah orang banyak itu sambil kata-Nya, "Belum pernah kelihatan barang yang demikian itu di antara orang Israel."
”Maka berjalanlah Yesus mengelilingi segala negeri dan kampung, serta mengajar di dalam segala rumah sembahyang mereka itu, sambil mengabarkan Injil dari hal kerajaan Allah, dan menyembuhkan segala penyakit, dan melenyapkan segala aib tubuh orang.
”Maka Yesus memanggil kedua belas murid-Nya, lalu diberi-Nya kuasa kepada mereka itu atas segala setan, akan membuangkan dia, dan menyembuhkan segala penyakit, dan melenyapkan segala aib tubuh orang.
”Sembuhkanlah orang yang sakit, hidupkanlah orang yang mati, tahirkanlah orang yang kena bala zaraat dan buangkanlah segala setan. Karena dengan percuma kamu dapat, berikanlah juga dengan percuma.
”Janganlah kamu takut akan orang yang membunuh tubuh, dan yang tiada berkuasa mematikan jiwa; tetapi yang terutama sekali hendaklah kamu takuti Dia, yang berkuasa membinasakan baik tubuh atau jiwa di dalam neraka. Bukankah burung pipit dijual orang dua ekor seduit? Tetapi seekor pun tiada jatuh ke tanah, jikalau tiada dengan kehendak Bapamu. Maka rambut di atas kepalamu juga semuanya sudah terhitung. Oleh yang demikian, janganlah kamu takut; karena kamu ini terlebih indah daripada burung pipit yang banyak itu.
”Siapa yang memeliharakan nyawanya, ia akan kehilangan nyawa; dan siapa yang kehilangan nyawanya oleh sebab Aku, ialah akan mendapat nyawa.
”yaitu orang buta celik matanya, dan orang timpang berjalan betul, dan orang yang kena bala zaraat ditahirkan, dan orang tuli mendengar, dan orang mati dihidupkan, dan Injil dikabarkan kepada orang miskin.
”Marilah kepada-Ku, hai kamu sekalian yang berlelah dan yang menanggung berat. Aku ini akan memberi sentosa kepadamu. Tanggunglah kuk Aku, dan belajarlah kepada-Ku; karena Aku lembut dan rendah hati; maka kamu akan mendapat sentosa bagi jiwamu. Karena kuk Aku senang rasanya, dan tanggungan Aku ringan adanya."
”Di sana adalah seorang yang mati tangan sebelah; maka supaya dapat menyalahkan Dia bertanyalah mereka itu kepada Yesus, "Halalkah menyembuhkan orang pada hari Sabbat?" Tetapi berkatalah Ia kepada mereka itu, "Jikalau barang seorang di antara kamu menaruh seekor domba, yang jatuh ke dalam telaga buta pada hari Sabbat, tiadakah dicapainya dan ditariknya keluar akan dia? Apatah lagi manusia, yang terlebih indah daripada seekor domba? Sebab itu halal juga berbuat baik pada hari Sabbat." Lalu kata Yesus kepada orang itu, "Kedangkanlah tanganmu!" Maka dikedangkannya, lalu sembuhlah tangan itu, menjadi baik pula sama seperti tangannya yang sebelah lagi.
”Tetapi serta diketahui oleh Yesus akan hal itu, undurlah Ia dari sana; maka banyaklah orang mengikut Dia, lalu Ia menyembuhkan sekaliannya,
”Tatkala itu dibawa oranglah kepada Yesus seorang yang dirasuk setan, yang buta dan kelu; maka disembuhkan-Nya dia, sehingga orang yang kelu itu bertutur serta nampak.
”Tetapi yang tertabur di tempat berbatu-batu, itulah orang yang mendengar Perkataan itu, lalu segeralah menyambut dia dengan sukacitanya; tetapi tiadalah ia berakar di dalam dirinya, hanyalah bertahan seketika sahaja. Lalu apabila datang kesusahan atau aniaya oleh sebab Perkataan itu, sebentar itu juga kecil hati mereka itu.
”Maka Yesus pun sampailah, lalu dilihat-Nya orang teramat banyak; maka jatuhlah kasihan-Nya akan mereka itu, lalu disembuhkan-Nya segala orang sakit.
”Apabila orang isi negeri itu kenal Yesus, mereka itu pun menyuruhkan orang pergi ke segenap negeri yang berkeliling, lalu dibawa oranglah kepada-Nya segala orang yang sakit; maka mereka itu pun meminta kepada-Nya supaya boleh menjamah kaki jubah-Nya sahaja. Maka seberapa orang yang menjamah Dia itu pun sembuhlah.
”Maka adalah seorang perempuan Kanani datang dari jajahan itu, serta berteriak, katanya, "Ya Tuhan, ya Anak Daud, kasihankanlah hamba; karena anak hamba yang perempuan dirasuk setan terlalu sangat." Tetapi sepatah kata pun tiada dijawab oleh Yesus kepada perempuan itu. Maka datanglah murid-murid-Nya meminta kepada-Nya, serta berkata, "Suruhlah perempuan itu pergi, karena ia berteriak-teriak di belakang kita." Maka jawab Yesus, kata-Nya, "Tiadalah Aku disuruhkan kepada yang lain hanya kepada segala domba yang sesat dari antara bani Israel." Maka datanglah perempuan itu sujud menyembah Dia, katanya, "Ya Tuhan, tolonglah hamba!" Tetapi jawab Yesus, kata-Nya, "Tiada patut diambil roti dari anak-anak, lalu mencampakkan kepada anjing." Maka kata perempuan itu, "Benarlah, ya Tuhan, tetapi anjing itu pun makan segala remah-remah, yang jatuh dari atas meja tuannya." Lalu jawab Yesus, serta berkata kepadanya, "Hai perempuan, besarlah imanmu; jadilah bagimu sama seperti engkau kehendaki." Maka sembuhlah anaknya yang perempuan itu pada ketika itu juga.
”Maka banyaklah orang datang kepada-Nya membawa orang timpang, dan orang kudung, dan orang buta, dan orang kelu, dan banyak orang lain-lain pun, lalu meletakkan mereka itu di kaki Yesus. Maka disembuhkan-Nya mereka itu, sehingga orang banyak itu heran, melihat orang kelu berkata-kata, dan orang kudung sembuh, dan orang timpang berjalan betul, dan orang buta melihat; lalu dipermuliakannya Tuhan orang Israel.
”Apabila mereka itu sampai kepada orang banyak, maka datanglah seorang bertelut di hadapan Yesus, sambil berkata, "Ya Tuhan, kasihankanlah anak hamba yang laki-laki, karena ia gila babi, lagi amat sangat sengsaranya; karena kerapkali ia jatuh ke dalam api dan kerapkali ke dalam air, maka hamba sudah membawa dia kepada murid-murid Tuhan, tetapi mereka itu tiada dapat menyembuhkan dia." Maka jawab Yesus, kata-Nya, "Hai bangsa yang tiada percaya dan yang sesat ini, berapa lamakah lagi Aku beserta dengan kamu? Dan berapa lamakah lagi Aku sabar akan kamu? Bawalah dia kepada-Ku!" Lalu Yesus pun menengking dia, sehingga keluarlah setan itu daripadanya; maka budak itu pun pulihlah pada ketika itu juga.
”Maka kata Yesus kepada mereka itu, "Oleh sebab kurang imanmu, karena dengan sesungguhnya Aku berkata kepadamu: Jikalau kamu menaruh iman sebesar biji sesawi, maka kamu berani mengatakan pada gunung ini: Pindahlah engkau dari sini ke sana, niscaya berpindahlah ia kelak; bahkan, tiada barang sesuatu pun yang mustahil padamu.
”Sebab itu, jikalau tanganmu atau kakimu mendatangkan kesalahan padamu, keratlah dia, buangkan daripadamu, karena lebih baik engkau masuk ke dalam hidup dengan kudung atau timpang daripada engkau dibuangkan ke dalam api yang kekal dengan bertangan dua atau berkaki dua. Dan jikalau matamu mendatangkan kesalahan padamu, koreklah dia dan buangkan daripadamu, karena lebih baik engkau masuk ke dalam hidup dengan sebelah mata sahaja daripada engkau dibuangkan ke dalam api neraka dengan kedua belah matamu.
”Demikian juga Bapa-Ku yang di surga bukan kehendak-Nya, supaya binasa satu orang daripada yang kecil ini.
”Maka adalah dua orang buta duduk di tepi jalan; serta didengarnya bahwa Yesus ada lalu, berseru-serulah keduanya, katanya, "Ya Tuhan, ya Anak Daud, kasihankanlah kami." Maka orang banyak itu menengking mereka itu menyuruh diam, tetapi makin kuat keduanya berseru, katanya, "Ya Tuhan, ya Anak Daud, kasihankanlah kami!" Maka berdirilah Yesus, serta memanggil keduanya itu, lalu berkata, "Apakah yang kamu suka Aku perbuat padamu?" Maka kata mereka itu kepada-Nya, "Ya Tuhan, mohonlah mata kami dicelikkan." Maka kasihanlah Yesus akan mereka itu, lalu menjamah matanya; maka seketika itu juga nampak pula mereka itu, lalu mengikut Dia.
”Maka orang buta dan orang timpang pun datang kepada-Nya di dalam Bait Allah, lalu disembuhkan-Nya mereka itu.
”Maka jawab Yesus serta berkata kepada mereka itu, "Sesungguhnya Aku berkata kepadamu, jikalau kamu menaruh iman dan tiada bimbang, maka bukannya sahaja kamu dapat melakukan perbuatan seperti yang dilakukan atas pohon ara ini, melainkan jikalau kamu berkata kepada bukit ini: Terangkatlah engkau dan terbuang ke dalam laut, tak dapat tiada akan jadi kelak. Dan barang apa pun yang kamu pinta di dalam doamu, jikalau dengan yakin, niscaya kamu akan beroleh."
”Pada masa itu kamu akan diserahkan orang akan disengsarakan, dan kamu akan dibunuh orang; dan kamu akan dibenci oleh segala bangsa sebab nama-Ku. Dan kemudian daripada itu banyaklah orang menaruh syak, lalu seorang akan menyerahkan seorang yang lain, dan seorang akan membenci seorang yang lain. Maka banyak nabi palsu akan terbit kelak, dan akan menyesatkan beberapa banyak orang. Dan sebab makin bertambah dosa, maka kasih orang banyak tawarlah kelak. Tetapi barangsiapa yang bertekun sampai ke akhir, ialah akan diselamatkan.
”Karena pada ketika itu akan timbul sengsara yang besar, seperti yang demikian belum pernah berlaku daripada awal kejadian alam sehingga sampai sekarang ini, dan kemudian daripada itu juga tiada akan jadi pula. Dan jikalau sekiranya tiada disingkatkan masanya, niscaya tiadalah seorang pun yang selamat; tetapi karena sebab sekalian orang yang terpilih, disingkatkan masa itu.
”Aku bertelanjang, kamu memakaikan Aku dengan pakaian; Aku sakit, kamu melawati Aku; Aku di dalam penjara, kamu datang berjumpa Aku.
”Maka kata Petrus kepada-Nya, "Biarpun hamba mati bersama-sama dengan Tuhan, sekali-kali tiada hamba akan menyangkali Tuhan." Demikian juga kata sekalian murid itu pun.
”Maka dibawa-Nya Petrus dan kedua anak Zabdi serta-Nya, lalu Ia mulai berdukacita sehingga sangat susah hati. Kemudian kata Yesus kepada mereka itu, "Hati-Ku amat sangat berdukacita, hampir mati rasa-Ku; tinggallah kamu di sini dan berjagalah serta-Ku." Maka berjalanlah Ia ke hadapan sedikit, lalu sujudlah Ia berdoa, kata-Nya, "Ya Bapa-Ku, jikalau boleh, biarlah kiranya cawan ini lepas daripada-Ku; tetapi di dalam itu pun bukannya kehendak-Ku, melainkan kehendak-Mu juga."
”Setelah itu dilepaskannya Barabbas bagi mereka itu, tetapi Yesus disesahnya, serta diserahkannya, supaya disalibkan.
”Setelah disalibkannya Yesus, maka mereka itu pun berbahagi pakaian-Nya dengan membuang undi.
”Maka sekira-kira pukul tiga itu berserulah Yesus dengan suara yang nyaring, kata-Nya, "Eli, Eli, lama sabakhtani!" Artinya, "Ya Tuhan-Ku, ya Tuhan-Ku, apakah sebabnya Engkau meninggalkan Aku?"
”Pada waktu itu adalah di dalam rumah sembahyang itu seorang yang dirasuk setan, maka berteriaklah ia, katanya, "Hai, Yesus, orang Nazaret, apakah kena-mengena kami dengan Engkau? Engkau datang mau membinasakan kami, aku tahu siapa Engkau ini, yaitu Yang Kudus datang daripada Allah." Maka Yesus menengking dia, kata-Nya, "Diam! Keluarlah engkau daripada orang ini!" Maka setan itu sangat mengharu orang itu, sambil menjerit dengan nyaring suaranya, lalu keluar daripadanya.
”Adalah mak mentua Simon terbaring demam di sana, maka segeralah mereka itu memberitahu akan halnya kepada Yesus. Maka datanglah Yesus memegang tangannya serta membangunkan dia, lalu hilanglah demamnya, maka perempuan itu pun melayani mereka itu sekalian.
”Setelah sudah petang hari, pada waktu matahari masuk, dibawa mereka itulah kepada-Nya segala orang sakit serta orang yang dirasuk setan. Maka seisi negeri itu pun berhimpunlah di muka pintu. Lalu disembuhkan-Nya banyak orang yang kena sakit berbagai-bagai penyakitnya dan setan pun banyak dibuangkan-Nya, maka tiada diizinkan-Nya setan itu berkata-kata, karena setan itu mengenal Dia.
”Lalu Ia pergi mengajar di dalam segala rumah sembahyang mereka itu di seluruh tanah Galilea serta membuangkan setan. Maka datanglah kepada Yesus seorang yang kena bala zaraat memohon sambil bertelut ke hadapan-Nya, katanya, "Jikalau kiranya Rabbi kehendaki, niscaya Rabbi dapat mentahirkan hamba." Maka tergeraklah hati-Nya dengan kasihan, lalu diulurkan-Nya tangan-Nya, dijamah-Nya dia serta berkata kepadanya, "Aku kehendaki, jadilah engkau tahir!" Seketika itu juga lenyaplah bala zaraat daripada orang itu, lalu tahirlah ia.
”Maka datanglah orang membawa ke hadapan-Nya seorang sakit tepok, diusung oleh empat orang. Tetapi sebab mereka itu tiada dapat menghampiri Yesus karena orang banyak itu, maka dibukakannyalah atap yang di tempat-Nya itu; setelah dipecahkannya, lalu tempat orang sakit tepok itu berbaring diulurkannya ke bawah. Serta dilihat oleh Yesus akan percaya mereka itu, maka kata-Nya kepada orang sakit tepok itu, "Hai, anak-Ku, dosamu sudah diampuni." Adalah juga duduk di sana beberapa orang ahli Taurat yang berpikir-pikir di dalam hatinya: Apakah sebabnya orang ini berkata demikian? Ia menghujat! Siapakah dapat mengampuni dosa, kecuali Satu sahaja, yaitu Allah. Pada ketika itu juga diketahui oleh Yesus di dalam hati-Nya, bahwa mereka itu berpikir-pikir demikian di dalam dirinya, lalu berkatalah Ia kepada mereka itu, "Apakah sebabnya hati kamu berbalah-balah? Yang manakah lebih mudah, mengatakan kepada orang sakit tepok ini: Dosamu sudah diampunikah, atau mengatakan: Bangunlah engkau, angkat tempat tidurmu itu, lalu berjalan? Tetapi supaya kamu mengetahui, bahwa Anak manusia di dalam dunia ini berkuasa mengampuni dosa," maka kata-Nya kepada orang yang sakit tepok itu, "Aku ini berkata kepadamu, bangunlah engkau, angkat tempat tidurmu itu, pulanglah ke rumahmu!" Pada ketika itu juga bangunlah ia, diangkatnya tempat tidurnya itu, lalu pergi ke luar di hadapan orang sekalian itu, sehingga sekaliannya itu pun tercengang-cenganglah serta memuliakan Allah, katanya, "Wah, belum pernah kami melihat yang demikian ini!"
”Apabila Yesus mendengar perkataan ini, maka berkatalah Ia kepada mereka itu, "Orang yang sehat itu tiada perlukan tabib, hanyalah orang yang sakit. Bukanlah Aku ini datang memanggil orang yang benar, melainkan orang yang berdosa."
”Maka masuklah pula Yesus ke dalam rumah sembahyang, maka adalah di situ seorang yang mati tangan sebelah. Maka orang pun mengintai Dia, kalau-kalau Ia menyembuhkan orang itu pada hari Sabbat, supaya dapat menyalahkan Dia. Maka kata Yesus kepada orang yang mati tangan sebelah itu, "Berdirilah engkau di tengah-tengah." Lalu kata-Nya kepada mereka itu sekalian, "Patutkah pada hari Sabbat berbuat baik atau berbuat jahat? Menyelamatkan nyawa atau membunuh?" Maka diamlah mereka itu. Lalu Yesus memandang sekeliling kepada mereka itu dengan marah sambil berdukacita, sebab keras hati mereka itu, lalu kata-Nya kepada orang sakit itu, "Kedangkanlah tanganmu!" Maka dikedangkannya, lalu sembuhlah tangannya itu.
”Karena banyak orang sudah disembuhkan-Nya, sehingga seberapa orang pun yang ditimpa barang penyakit datang mendesak-desakkan Dia, hendak menjamah Dia sahaja. Maka segala orang yang dirasuk setan itu pun, apabila dilihatnya akan Yesus, mereka itu meniarap ke hadapan-Nya sambil berteriak, katanya, "Engkaulah Anak Allah."
”Maka ditetapkan-Nya dua belas orang, supaya mereka itu bersama-sama dengan Dia, dan supaya mereka itu disuruh-Nya pergi mengajar orang, dan lagi akan beroleh kuasa membuangkan setan.
”Demikian pula, yang ditabur pada tempat yang berbatu-batu, yaitu apabila mereka itu mendengar Perkataan itu, segeralah disambutnya dengan bersukacita hatinya. Tetapi tiadalah ia berakar di dalam dirinya, hanyalah bertahan seketika sahaja, lalu apabila datang kesusahan atau aniaya oleh sebab Perkataan itu, sebentar itu juga kecillah hati mereka itu.
”Maka tiba-tiba turunlah angin ribut yang besar, lalu gelombangnya pun menempuh masuk ke dalam perahu, sehingga hampir penuh dengan air. Maka Ia sendiri ada di buritan sedang tidur di atas bantal, lalu mereka itu membangunkan Dia, katanya, "Ya, Guru! Tiadakah Tuan peduli kita ini binasa?" Maka bangunlah Ia, lalu melarang angin itu serta berkata kepada tasik itu, "Diam, teduhlah engkau!" Maka berhentilah angin itu, lalu teduh benar-benarlah. Maka berkatalah Yesus kepada mereka itu, "Apakah sebabnya kamu begitu takut? Belumkah kamu percaya?"
”Setelah Yesus turun dari perahu, sebentar itu juga bertemulah dengan Dia seorang, yang datang daripada kubur-kubur dan yang dirasuk setan, yaitu seorang yang bertempat di kubur-kubur orang; maka seorang pun tiada dapat mengikat dia, walau dengan rantai sekalipun. Karena kerap kali sudah ia dirantaikan kakinya dan dibelenggu, tetapi segala rantai itu diputuskannya belaka, dan belenggu kakinya itu pun dihancurkannya, maka seorang pun tiada ada kekuatan memerintah dia. Maka senantiasa, siang malam adalah ia di kubur-kubur dan di bukit-bukit, berteriak serta menyiksakan dirinya dengan batu. Akan tetapi, setelah dilihatnya Yesus dari jauh, berlarilah ia datang menyembah Dia, sambil berseru dengan nyaring suaranya, katanya, "Apakah perkara aku kena-mengena dengan Engkau hai Yesus, Anak Allah Yang Mahatinggi! Aku menuntut sumpah-Mu demi Allah, jangan Engkau menyiksakan aku!" Karena sudah dikatakan Yesus kepadanya, "Hai, setan, keluarlah engkau daripada orang ini." Maka bertanyalah Ia kepadanya, "Siapakah namamu?" Maka sahutnya, "Legion, itulah namaku, karena kami banyak." Lalu ia meminta amat sangat kepada Yesus, supaya jangan disuruh-Nya pergi keluar dari negeri itu. Maka adalah di sana pada bukit itu babi sekawan besar sedang mencari makan. Maka segala setan itu pun meminta Yesus, katanya, "Suruhkanlah kami masuk ke dalam kawan babi itu!" Maka diluluskan-Nyalah, lalu keluarlah segala setan itu serta masuk ke dalam sekawan babi itu, maka semua babi itu terjunlah dari lereng bukit yang curam ke dalam tasik, sekira-kira dua ribu ekor banyaknya, lalu matilah lemas di dalam air.
”Maka adalah seorang perempuan yang berpenyakit bulan, sudah dua belas tahun lamanya, yaitu yang sudah kena banyak susah daripada banyak tabib, dan karena itu pun sudah menghabiskan segala miliknya dengan tiada berfaedah, melainkan makin lama makin bertambah payah sakitnya itu. Setelah didengarnya akan hal Yesus, maka masuklah ia ke dalam orang banyak itu dari belakang, lalu menjamah jubah-Nya, karena katanya, "Jikalau hamba menjamah jubah-Nya sahaja, niscaya sembuhlah hamba ini." Maka seketika itu juga terhentilah lelehan darahnya itu, lalu dirasainya pada tubuhnya, bahwa sembuhlah ia daripada penyakitnya itu.
”Di dalam Ia sedang berkata-kata, datanglah beberapa orang dari rumah penghulu itu berkata, "Anak Tuan sudah mati; apa sebabnya lagi Tuan menyusahkan Guru?" Tetapi Yesus dengan tiada memberatkan perkataan yang dikatakan itu, lalu berkata kepada penghulu itu, "Jangan takut, percayalah!" Maka tiada diberi-Nya barang seorang pun mengikut Dia, hanyalah Petrus dan Yakub, dan Yahya, saudara Yakub itu. Lalu tibalah mereka itu di rumah penghulu itu, maka dilihat oleh Yesus huru-hara itu, dan orang yang menangis dan meratap terlalu sangat. Setelah Ia masuk, maka kata-Nya kepada mereka itu, "Apakah sebabnya kamu bergaduh dan menangis? Budak ini bukan mati, hanya tidur sahaja." Maka mereka itu mentertawakan Dia. Tetapi setelah disuruh-Nya sekalian orang itu keluar, maka dibawa-Nya bapa budak itu dan ibunya dan orang-orang yang serta-Nya itu, lalu masuk ke dalam tempat budak itu. Maka dipegang-Nya tangan budak itu serta berkata kepadanya, "Talita kumi!" yang diterjemahkan artinya, "Hai budak perempuan, Aku berkata kepadamu, bangunlah!" Maka seketika itu juga budak itu pun bangunlah, lalu berjalan; karena umurnya sudah sampai dua belas tahun. Maka tercengang-cenganglah mereka itu sekalian serta heran terlalu sangat.
”Maka di sana tiadalah Ia mengadakan barang sesuatu mujizat pun, melainkan ada sedikit orang sakit yang disembuhkan-Nya dengan meletakkan tangan ke atas mereka itu.
”Maka mereka itu membuangkan beberapa setan dan mengurapi beberapa banyak orang sakit dengan minyak, serta menyembuhkan mereka itu.
”lalu bersegeralah mereka itu berjalan seluruh tanah yang sekeliling, serta mulai membawa segala orang sakit di atas tempat baringnya, yaitu ke tempat yang didengarnya ada Yesus. Dan barang di mana juga Ia masuk, baik kampung baik negeri ataupun dusun, orang membawa segala orang sakit ke pasar negerinya, serta memohonkan izin daripada Yesus, kalau-kalau boleh menjamah kaki jubah-Nya sahaja; maka seberapa orang yang menjamah Dia itu pun sembuhlah.
”Karena dengan segera kedengaran kabar Yesus kepada seorang perempuan, yang anaknya yang perempuan dirasuk setan, lalu datang serta sujud pada kaki-Nya. Adapun perempuan itu seorang orang Gerika, bangsa Siro Puniki. Maka ia meminta Yesus membuangkan setan itu dari dalam anaknya. Tetapi kata-Nya kepada perempuan itu, "Biarlah anak-anak dikenyangkan dahulu, karena tiada patut diambil roti dari anak-anak, lalu mencampakkan kepada anjing." Maka sahut perempuan itu, serta berkata kepada-Nya, "Benarlah, ya Rabbi, tetapi anjing yang di bawah meja itu pun makan segala remah-remah anak-anak itu." Lalu kata Yesus kepadanya, "Oleh karena katamu ini pergilah engkau; sudahlah keluar setan itu dari dalam anakmu." Setelah perempuan itu sampai ke rumahnya, didapatinya demikian, yaitu budak itu berbaring di atas tempat tidur, dan setan itu pun sudah keluar.
”Maka dibawa oranglah kepada-Nya seorang tuli yang gagap, lalu dipintanya Yesus meletakkan tangan ke atasnya. Maka diasingkan-Nya orang itu daripada orang banyak itu, lalu dimasukkan-Nya jari-Nya ke dalam telinganya; kemudian Ia meludah serta menjamah lidahnya. Sambil menengadah ke langit Ia mengeluh serta berkata kepada orang itu, "Eppata," artinya: Terbukalah! Seketika itu juga terbukalah telinganya dan terurailah ikatan lidahnya, lalu ia berkata-kata betul. Maka dipesankan-Nya kepada mereka itu, supaya hal itu jangan dikatakan kepada seorang jua pun, tetapi makin Ia melarangkan, makin sangat mereka itu memasyhurkan perkara itu. Maka tercengang-cenganglah mereka itu terlalu sangat, katanya, "Segala perbuatan-Nya baik adanya. Ia membuat orang tuli itu mendengar, dan orang kelu itu berkata-kata."
”Maka datanglah mereka itu ke negeri Baitsaida. Maka dibawa oranglah kepada Yesus seorang buta, dipinta-Nya menjamah orang itu. Maka Yesus pun memegang tangan orang buta itu, lalu memimpin dia ke luar dusun. Setelah diludahi-Nya mata orang itu, Ia pun meletakkan tangan-Nya ke atas orang itu, serta bertanya kepadanya, "Adakah engkau nampak apa-apa?" Maka menengoklah Ia sambil berkata, "Hamba nampak orang, karena hamba nampak mereka itu seperti pohon kayu berjalan." Kemudian pula diletakkan-Nya tangan-Nya pada matanya, lalu nampaklah ia baik-baik sehingga pulihlah ia, dan dapat melihat sekaliannya dengan terang.
”Maka seorang dari antara orang banyak itu menyahut kepada-Nya, "Ya Guru, hamba sudah bawa kepada Guru anak hamba laki-laki yang gila babi. Barang di mana sahaja setan itu merasuk dia, ia dipontang-pantingkannya, sehingga berbuihlah mulutnya serta kertak giginya, dan lagi makin kuruslah ia. Dan hamba sudah berkata kepada murid-murid Tuan, supaya mereka itu membuangkan setan itu, tetapi tiadalah cakap mereka itu." Maka jawab Yesus kepada mereka itu, kata-Nya, "Hai bangsa yang tiada percaya ini! Berapa lamakah lagi Aku beserta dengan kamu? Dan berapa lamakah harus Aku sabar akan kamu? Bawalah dia kepada-Ku!" Maka dibawanya budak itu kepada-Nya. Apabila setan itu memandang Yesus, maka seketika itu juga setan itu membanting-bantingkan budak itu, sehingga rebahlah ia ke tanah dan berguling-guling dengan berbuih-buih mulutnya. Lalu Yesus bertanya kepada bapa budak itu, "Berapa lama sudah jadi demikian padanya?" Maka katanya, "Dari kecil. Dan kerap kali dicampakkannya ke dalam api dan ke dalam air, hendak dibunuhnya. Sebab itu kalau Tuhan boleh menolong dia, kasihanilah kami dan tolonglah kami." Tetapi sahut Yesus kepadanya, "Bagaimana: Kalau boleh? Segala perkara boleh jadi bagi orang yang percaya." Maka berteriaklah bapa budak itu sambil menangis, katanya, "Ya Tuhan, hamba percaya, tolonglah akan iman hamba yang kurang." Serta dilihat oleh Yesus akan orang banyak berkerumun di tempat itu, maka ditengking-Nya setan itu serta berkata kepadanya, "Hai setan yang kelu dan tuli, Aku suruhkan engkau keluar daripadanya, dan jangan engkau masuk pula ke dalamnya." Lalu keluarlah setan itu sambil berteriak dan membanting-bantingkan dia terlalu sangat, maka budak itu kelihatan seperti orang mati, sehingga kebanyakan orang berkata, "Sudah mati ia." Tetapi Yesus memegang tangannya serta mengangkat dia, lalu bangunlah ia.
”Dan jikalau tanganmu mendatangkan kesalahan padamu, keratlah dia; sebab lebih baik engkau masuk dengan tangan sebelah sahaja ke dalam hidup kekal, daripada engkau masuk dengan berdua belah tangan ke dalam jahanam, yaitu ke dalam api yang tiada terpadamkan, di tempat ulatnya pun tiada mati, dan apinya juga tiada terpadam. Dan jikalau kakimu mendatangkan kesalahan padamu, keratlah dia; karena lebih baik engkau masuk dengan kaki sebelah sahaja ke dalam hidup kekal, daripada engkau dibuangkan dengan berdua belah kaki ke dalam jahanam. Dan lagi, jikalau matamu mendatangkan kesalahan padamu, buanglah dia, sebab lebih baik engkau masuk dengan mata sebelah sahaja ke dalam kerajaan Allah, daripada engkau dibuangkan dengan kedua belah matamu ke dalam jahanam, di tempat ulatnya pun tiada mati, dan apinya juga tiada terpadam.
”Maka tibalah mereka itu di Yerikho. Apabila Yesus keluar dari Yerikho dengan murid-murid-Nya dan amat banyak orang serta-Nya, adalah anak Timeus bernama Bartimeus yang buta, duduk di tepi jalan, meminta sedekah. Setelah didengarnya bahwa itulah Yesus, orang Nazaret, mulailah ia berseru-seru, katanya, "Ya Yesus, Anak Daud, kasihankanlah hamba!" Maka banyak orang menengking dia, menyuruh diam, tetapi makin sangat ia berseru, "Ya Anak Daud, kasihankanlah hamba ini!" Maka berdirilah Yesus serta berkata, "Panggillah dia." Lalu mereka itu pun memanggil orang buta itu, katanya, "Pertetapkanlah hatimu; bangunlah, Ia memanggil engkau." Maka ditinggalkannya selimutnya, lalu bangkit berdiri serta datang kepada Yesus. Maka sahut Yesus serta berkata kepadanya, "Apakah engkau suka yang Aku ini akan perbuat bagimu?" Maka kata orang buta itu kepada-Nya, "Ya Guru, mohonlah hamba dapat melihat." Maka kata Yesus kepadanya, "Pergilah engkau, imanmu sudah memulihkan engkau." Seketika itu juga ia menerima penglihatannya, lalu mengikut Yesus sepanjang jalan.
”Maka jawab Yesus serta berkata kepada mereka itu, "Percayalah akan Allah. Sesungguhnya Aku berkata kepadamu, barangsiapa yang akan berkata kepada gunung ini: Terangkatlah engkau dan tercampaklah ke dalam laut! Dan tiada bimbang di dalam hatinya, melainkan yakin, bahwa perkataannya jadi kelak, niscaya jadilah baginya. Sebab itu Aku berkata kepadamu: Barang apa yang kamu pohonkan dan pinta, jikalau kamu yakin seolah-olah sudah kamu terima, niscaya kamu akan beroleh.
”Tetapi kamu jagalah dirimu sendiri, karena mereka itu akan menyerahkan kamu kepada beberapa majelis, dan di dalam segala rumah sembahyang kamu akan disesah, dan lagi kamu akan dibawa menghadap pemerintah dan raja-raja oleh sebab Aku, yaitu akan menjadi suatu kesaksian pada mereka itu. Maka tak dapat tiada Injil itu akan dimasyhurkan dahulu kepada sekalian bangsa. Tetapi apabila kamu dibawa oleh mereka itu ke hadapan tempat bicara serta diserahkan, janganlah dahulu kamu kuatir akan barang yang hendak kamu katakan, melainkan barang yang dikaruniakan kepadamu pada ketika itulah kamu katakan, karena bukannya kamu ini yang berkata-kata, melainkan Rohulkudus. Maka saudara akan menyerahkan nyawa saudaranya sampai mati dibunuh, dan bapa akan menyerahkan nyawa anaknya; dan anak-anak itu akan mendurhaka kepada ibu bapanya, lalu membunuh dia. Maka kamu akan dibenci oleh sekalian orang, karena sebab nama-Ku; tetapi barangsiapa yang bertekun sampai ke akhir, ialah akan diselamatkan.
”Tetapi makin sangat lagi Petrus berkata, "Biarpun hamba mati bersama-sama dengan Tuhan, sekali-kali tiada juga hamba akan menyangkali Tuhan." Sedemikian juga kata mereka itu sekalian.
”Lalu dibawa-Nya Petrus dan Yakub dan Yahya serta-Nya, maka Ia ditimpa oleh ketakutan yang amat besar, dan makin sangat Ia susah hati. Maka kata-Nya kepada mereka itu, "Hati-Ku amat sangat berdukacita, hampir mati rasa-Ku, tinggallah kamu di sini, berjagalah." Maka berjalanlah Ia ke hadapan sedikit, lalu sujud ke tanah, serta berdoa, jikalau boleh kiranya ketika itu akan terlepas daripada-Nya. Maka kata-Nya, "Abba, ya Bapa, segala sesuatu ada di dalam kuasa-Mu, biarlah kiranya cawan ini lepas daripada-Ku, tetapi di dalam itu pun bukannya kehendak-Ku, melainkan kehendak-Mu sahaja jadi."
”Maka oleh sebab Pilatus hendak menyenangkan hati orang banyak itu, dilepaskannyalah Barabbas bagi mereka itu, lalu disesahnya Yesus, serta diserahkannya akan disalibkan.
”Maka disalibkannya Dia, lalu dibahagikannya pakaian-Nya dengan membuang undi atasnya, supaya ditentukan bahagian masing-masing. Maka pada pukul sembilan pagi disalibkannya Dia.
”Maka pada jam pukul tiga, berserulah Yesus dengan nyaring suara-Nya, kata-Nya, "Eloi, Eloi, lama sabakhtani?" Yang diterjemahkan artinya, "Ya Tuhan-Ku, ya Tuhan-Ku, apakah sebabnya Engkau meninggalkan Aku?"
”Maka segala tanda ini akan menyertai orang yang percaya itu: Bahwa atas nama-Ku mereka itu akan membuangkan setan dan mereka itu akan berkata-kata dengan berbagai-bagai bahasa; mereka itu akan mengangkat ular, maka jikalau mereka itu minum barang yang membawa mati, tiadalah hal itu akan memberi bahaya kepada mereka itu; maka mereka itu akan meletakkan tangannya ke atas orang sakit, lalu orang itu pun akan sembuh."
”Roh Tuhan ada di atas-Ku, sebab Ia sudah mengurapi Aku, akan memberitakan kabar kesukaan kepada orang miskin, dan menyuruhkan Aku mengabarkan kebebasan bagi orang yang tertawan, dan menyembuhkan penglihatan orang buta, melepaskan orang yang tertindih,
”Adalah di dalam rumah sembahyang itu seorang yang dirasuk setan, maka berteriaklah ia dengan nyaring suaranya, katanya, "Ah, apakah kena-mengena kami dengan Engkau, hai Yesus orang Nazaret? Engkau datang mau membinasakan kamikah? Aku tahu siapa Engkau ini, yaitu Yang Kudus datang daripada Allah." Lalu Yesus menengking dia, kata-Nya, "Diam, keluarlah engkau daripada orang ini!" Maka setan itu pun menghempaskan orang itu di tengah-tengah orang banyak, lalu keluarlah setan itu dari dalamnya dengan tiada menyakiti dia. Maka tercengang-cenganglah mereka itu sekalian serta bertutur-tutur sama sendirinya, katanya, "Wah! Perkataan apakah ini? Karena dengan kuat kuasa diperintah-Nya setan itu sehingga keluar!"
”Maka bangkitlah Ia keluar dari dalam rumah sembahyang itu masuk ke dalam rumah Simon. Maka mak mentua Simon itu tengah demam sangat, lalu orang meminta Yesus menolong dia. Maka berdirilah Ia di sisinya melarangkan demam itu, lalu demam itu pun hilanglah; maka sekejap itu juga ia bangkit melayani mereka itu.
”Apabila matahari masuk, maka segala orang, yang ada padanya orang sakit dengan berbagai-bagai penyakit, membawa orang sakit itu kepada-Nya; maka Ia pun meletakkan tangan ke atas tiap-tiap orang itu, serta menyembuhkan dia.
”Maka berlakulah tatkala Ia di dalam sebuah negeri, bahwa adalah seorang yang kena bala zaraat dengan dahsyatnya; apabila dilihatnya Yesus, maka sujudlah orang itu serta memohonkan kepada-Nya, katanya, "Ya Tuhan, jikalau kiranya Tuhan kehendaki, niscaya Tuhan dapat mentahirkan hamba." Lalu Yesus pun mengulurkan tangan-Nya serta menjamah dia, kata-Nya, "Aku kehendaki, tahirlah engkau!" Seketika itu juga bala zaraat itu pun lenyaplah.
”Tetapi makin masyhurlah kabar-Nya; lalu berkerumunlah sekalian orang banyak itu, hendak mendengar Dia, dan meminta sembuhkan penyakit mereka itu.
”Tatkala Yesus mengajar pada suatu hari, adalah orang Parisi dan ahli Taurat duduk di situ, yang datang dari tiap-tiap kampung di tanah Galilea dan Yudea, dan dari Yeruzalem; maka kuasa daripada Tuhan telah ada kepada-Nya sehingga Ia menyembuhkan orang. Maka ada pula orang mengusung seorang yang sakit tepok di atas usungan; maka dicarinya jalan hendak membawa masuk dan meletakkan dia di hadapan Yesus. Tetapi sebab mereka itu tiada lulus membawa orang itu masuk karena orang bersesak, naiklah mereka itu ke atas atap rumah, lalu diulurkannya ke bawah usungan dari celah atap genting itu ke tengah-tengah di hadapan Yesus. Setelah Yesus nampak percaya mereka itu, berkatalah Ia, "Hai manusia, dosamu sudah diampuni." Maka ahli Taurat dan orang Parisi mulai berbicara, katanya, "Siapakah orang ini yang mengatakan hujat itu? Siapakah dapat mengampuni dosa kecuali Satu sahaja, yaitu Allah?" Tetapi sebab Yesus mengetahui pikiran mereka itu, maka Ia pun menjawablah serta berkata kepada mereka itu, "Apakah kamu berbicara di dalam hatimu? Yang manakah lebih mudah mengatakan: Dosamu sudah diampunikah, atau mengatakan: Bangunlah berjalan? Tetapi supaya kamu mengetahui, bahwa Anak manusia ada kuasa di dalam dunia ini mengampuni dosa," maka kata-Nya kepada orang yang sakit tepok itu, "Aku berkata kepadamu, bangunlah engkau, angkat tempat tidurmu, pulanglah ke rumahmu." Seketika itu juga bangunlah ia di hadapan mereka itu, lalu diangkatnya tempat tidur yang di atasnya ia berbaring itu, langsung berjalan pulang ke rumahnya serta memuliakan Allah.
”Maka Yesus pun menjawab serta berkata kepada mereka itu, "Orang yang sehat itu tiada perlukan tabib, hanyalah orang yang sakit. Bukannya Aku datang memanggil orang yang benar, melainkan orang yang berdosa, supaya bertobat."
”Pada suatu hari Sabbat yang lain, masuklah Yesus ke dalam rumah sembahyang, serta mengajar; maka adalah di sana seorang yang mati tangan kanannya. Maka ahli Taurat dan orang Parisi pun mengintai, kalau-kalau Ia menyembuhkan orang pada hari Sabbat, supaya dapat menyalahkan Dia. Tetapi Ia sendiri mengetahui pikiran mereka itu, lalu berkatalah Ia kepada orang yang mati tangan itu, "Bangunlah engkau berdiri di tengah-tengah." Maka bangkitlah ia berdiri di tengah. Maka berkata pula Yesus kepada mereka itu, "Aku hendak bertanya kepadamu: Halalkah pada hari Sabbat berbuat baik atau berbuat jahat menyelamatkan nyawa atau membunuh?" Maka Yesus memandang sekeliling kepada mereka itu, lalu kata-Nya kepada orang itu, "Kedangkanlah tanganmu!" Maka dikedangkannya, lalu sembuhlah tangannya;
”Maka turunlah Yesus bersama-sama dengan mereka itu, lalu berdiri pada tempat yang rata, beserta dengan beberapa banyak murid-murid-Nya, dan terlalu banyak orang dari seluruh tanah Yudea dan dari Yeruzalem, dan dari pantai laut dekat Tsur dan Sidon, yang datang hendak mendengar Dia dan meminta sembuhkan penyakit mereka itu, dan orang yang dirasuk setan itu pun disembuhkan-Nya. Dan segala orang banyak pun bermaksud hendak menjamah Dia, sebab ada khasiat keluar daripada-Nya, sehingga disembuhkan-Nya mereka itu sekalian.
”Berbahagialah kamu yang lapar sekarang ini; karena kamu akan dikenyangkan. Berbahagialah kamu yang menangis sekarang ini; karena kamu akan tertawa kelak. Berbahagialah kamu apabila orang membenci kamu, dan apabila orang mengasingkan kamu, dan mencela serta menghinakan nama kamu seolah-olah jahat, oleh sebab Anak manusia. Hendaklah kamu bersukacita melompat-lompat pada hari itu; karena sesungguhnya besar pahalamu di surga; sebab sedemikian itu juga diperbuat oleh orang tua-tuamu ke atas nabi-nabi.
”Maka adalah seorang hamba penghulu laskar, yang amat disayangi oleh tuannya, sakit payah hampir mati. Setelah didengar oleh penghulu laskar itu dari hal Yesus, maka disuruhnya kepada-Nya orang tua-tua Yahudi, meminta Dia datang menyembuhkan hambanya. Apabila mereka itu sampai kepada Yesus, lalu dipintanya sangat-sangat kepada-Nya, serta berkata, "Layaklah ia ditolong Tuan, karena ia mengasihi bangsa kita, dan ialah yang mendirikan rumah sembahyang kita." Maka Yesus pun pergilah bersama-sama dengan mereka itu. Apabila mereka itu sudah dekat dengan rumah itu, maka disuruhkan oleh penghulu laskar beberapa sahabatnya pula kepada-Nya, mengatakan, "Ya Tuhan, janganlah bersusah, karena sahaya tiada layak dilawati oleh Tuhan ke dalam rumah sahaya; sebab itu rasanya, sahaya sendiri tiadalah berlayak datang kepada Tuhan, hanya katakanlah sepatah kata sahaja, niscaya hamba sahaya akan sembuh. Karena sahaya ini pun seorang yang di bawah perintah, dan di bawah perintah sahaya pula ada beberapa laskar; jikalau sahaya berkata kepada seorangnya: Pergilah, ia pun pergi; dan kepada yang lain pula: Marilah, ia pun datang; dan kepada hamba sahaya: Buatlah itu, maka dibuatnyalah." Apabila didengar oleh Yesus demikian, heranlah Ia akan dia; lalu berpaling kepada orang banyak yang mengikut Dia, kata-Nya, "Aku berkata kepadamu, di antara orang Israel sekalipun belum pernah Aku melihat iman yang sebegitu besar." Setelah pesuruh itu kembali ke rumah itu, lalu didapatinya hamba itu sudah sembuh.
”Apabila Ia mendekati pintu negeri itu, adalah seorang mati diusung ke luar, yaitu anak maknya yang laki-laki tunggal; maka mak itu janda; dan ada pula banyak orang negeri itu beserta dengan dia. Serta Tuhan melihat perempuan itu, jatuhlah kasihan-Nya akan dia, lalu kata-Nya, "Janganlah engkau menangis." Maka dihampiri-Nya dan dijamah-Nya usungan itu, lalu orang yang mengusung itu pun berdirilah. Maka kata Yesus, "Hai orang muda! Aku berkata kepadamu: Bangkitlah!" Maka orang yang mati itu pun bangkitlah duduk, lalu mulai berkata-kata; kemudian diserahkannya kepada maknya.
”Pada ketika itu juga Yesus menyembuhkan banyak orang yang kena penyakit, dan bala dan setan, dan mengaruniakan penglihatan kepada banyak orang buta. Maka jawab Yesus serta berkata kepadanya, "Pergilah kamu, kabarkan kepada Yahya barang yang kamu tampak dan dengar; yaitu, orang buta celik matanya, orang timpang berjalan betul, orang yang kena bala zaraat ditahirkan, orang tuli sudah mendengar, orang mati dihidupkan, dan Injil diberitakan kepada orang miskin,
”dan beberapa perempuan yang sudah disembuhkan-Nya daripada dirasuk setan dan berbagai-bagai kesakitan, yaitu Maryam yang disebut Magdalena, yang sudah keluar tujuh setan dari dalamnya,
”Tetapi sementara mereka itu berlayar, tertidurlah Ia, lalu turunlah angin ribut ke tasik itu, memenuhi perahu itu dengan air, sehingga nyaris bahaya. Maka datanglah mereka itu mendapatkan Yesus, serta membangunkan Dia, katanya, "Ya Rabbi, ya Rabbi, binasalah kita!" Maka bangunlah Ia sambil melarang angin dan gelombang itu; lalu berhentilah, menjadi teduh. Maka kata-Nya kepada mereka itu, "Di manakah imanmu?" Maka takutlah mereka itu serta heran sambil berkata seorang kepada seorang, "Siapakah Ia ini, yang memerintah angin dan air, sehingga menurut Dia?"
”Maka berlayarlah mereka itu sampai ke tanah orang Gerasa, yang berseberangan dengan Galilea. Setelah Ia naik ke darat, maka bertemulah dengan Dia seorang dari negeri itu, yang dirasuk setan; maka telah beberapa lama orang itu tiada berkain, dan tiada diam di dalam rumah, melainkan di kubur-kubur. Serta dilihatnya Yesus, maka berteriaklah ia serta sujud di hadapan-Nya sambil berkata dengan suara yang nyaring, "Apakah perkara aku kena-mengena dengan Engkau, hai Yesus, Anak Allah Yang Mahatinggi; aku minta, janganlah Engkau menyiksakan aku." (Katanya begitu) sebab Yesus menyuruh setan itu keluar daripada orang itu; karena kerapkali setan itu mengharu dia; maka ia dirantai dan dibelenggu serta dikawal oranglah; tetapi segala rantai itu habis diputuskannya, lalu ia dihalaukan oleh setan itu ke tempat sunyi. Maka bertanyalah Yesus kepadanya, "Siapakah namamu?" Maka katanya, "Legion," karena banyaklah setan yang masuk ke dalamnya. Maka segala setan itu meminta Yesus supaya jangan disuruhkan-Nya masuk ke tempat yang tiada terduga dalamnya. Maka adalah di sana sekawan babi yang banyak sedang mencari makan di bukit; lalu setan itu pun meminta Yesus, supaya dibiarkannya masuk ke dalam babi itu; maka dibiarkan-Nyalah. Maka keluarlah setan itu daripada orang itu serta masuk ke dalam babi; maka terjunlah sekawan babi itu dari tempat yang curam ke dalam tasik, lalu mati lemas.
”Adalah seorang perempuan yang berpenyakit bulan sudah dua belas tahun lamanya, maka walaupun dihabiskannya hartanya kepada tabib, tetapi tiada dapat disembuhkan oleh seorang jua pun. Maka datanglah perempuan itu dari belakang menjamah kaki jubah Yesus; maka seketika itu juga terhentilah lelehan darahnya.
”Di dalam Ia sedang berkata-kata, datanglah seorang dari rumah penghulu rumah sembahyang itu, katanya, "Anak Tuan sudah mati, janganlah menyusahkan Guru." Tetapi Yesus yang mendengar itu, menjawab kepadanya, "Jangan takut, percayalah sahaja, maka ia akan sembuh." Setelah Ia tiba di rumah itu, maka tiada diberi-Nya seorang pun masuk serta-Nya, melainkan Petrus dan Yahya dan Yakub dan bapa budak itu dengan ibunya. Maka orang-orang pun semuanya menangis dan meratapkan dia; tetapi kata Yesus, "Jangan menangis; bukannya ia mati, melainkan tidur." Maka mereka itu pun mentertawakan Dia, karena diketahuinya, bahwa ia sudah mati. Tetapi Yesus memegang tangan budak itu, lalu berseru, kata-Nya, "Hai anak perempuan, bangunlah!" Maka rohnya pun kembalilah pula, lalu bangunlah ia dengan segera; maka Yesus menyuruh memberi budak itu makan.
”Maka Yesus memanggil kedua belas murid-Nya, lalu diberi-Nya kuat kuasa atas segala setan, dan akan menyembuhkan berbagai-bagai penyakit. Maka disuruhkan-Nya mereka itu mengabarkan kerajaan Allah dan menyembuhkan orang sakit.
”Maka keluarlah mereka itu pergi ke seluruh kampung sambil memberitakan kabar kesukaan dan menyembuhkan orang sana sini.
”Tetapi sedang orang banyak mengetahui akan hal itu, lalu mereka itu mengikut Dia; maka Yesus pun menyambut mereka itu, serta bertutur kepadanya dari hal kerajaan Allah sambil menyembuhkan orang yang berlayak disembuhkan.
”Di antara orang banyak itu adalah seorang berseru, katanya, "Ya Guru, hamba mohonkanlah kiranya Tuan menengokkan anak hamba; karena ialah anak hamba yang tunggal. Ada suatu setan merasuk dia, tiba-tiba budak itu berteriak, dan setan itu menggoncang dia sehingga berbuih mulutnya, dan jarang ditinggalkannya dia, sehingga dirusakkannya belaka. Dan hamba sudah minta murid-murid Tuan membuangkan setan itu, tetapi tiada dapat." Maka jawab Yesus, kata-Nya, "Hai bangsa yang tiada percaya dan yang sesat ini, berapa lamakah lagi Aku beserta dengan kamu dan sabar akan kamu? Bawalah anakmu itu ke mari." Sementara ia lagi di jalan, maka ia dipontang-pantingkan oleh setan itu ke bawah, dan digoncangkannya amat sangat. Tetapi Yesus pun menengking setan itu, lalu memulihkan budak itu; maka diserahkan-Nya balik kepada bapanya.
”dan sembuhkanlah orang sakit di situ, serta katakan kepadanya: Kerajaan Allah sudah dekat dengan kamu.
”Ingatlah, Aku memberi kamu kuasa memijak ular dan kalajengking, dan kuasa atas segala kekuatan musuh; maka suatu pun tiada yang memberi bahaya kepadamu.
”Maka ujar Yesus sambil kata-Nya, "Bahwa adalah seorang yang turun dari Yeruzalem ke Yerikho; maka jatuhlah ia ke tangan penyamun, yang merampas pakaiannya serta memukul dia, lalu pergi meninggalkan dia hampir mati. Kebetulan turunlah dengan jalan itu juga seorang imam; apabila dilihatnya dia, maka menyimpanglah ia melintas dia. Sedemikianpun seorang suku bangsa Lewi, apabila sampai ke tempat itu serta terpandang akan dia, maka menyimpanglah ia melintas dia. Tetapi seorang Samaria, yang sedang berjalan datang ke tempat ia terhantar; apabila terpandang akan dia, maka jatuhlah kasihannya, lalu ia menghampiri dia serta membebatkan lukanya, sambil menuang minyak dan air anggur ke atasnya; setelah itu ia pun menaikkan dia ke atas keledainya sendiri, lalu membawa dia ke rumah tumpangan, serta membela dia.
”Pada suatu hari Yesus sedang membuangkan suatu setan yang kelu. Tatkala setan itu sudah keluar, maka orang kelu itu pun berkata-kata, lalu heranlah orang banyak.
”Bukankah burung pipit dijual orang lima ekor dua duit? Maka pada pemandangan Allah seekor pun tiada terlupa. Bahkan lagi rambut di kepalamu semuanya sudah terhitung. Janganlah kamu takut: Kamu terlebih indah daripada burung pipit yang banyak itu.
”Maka kata Yesus kepada murid-murid-Nya, "Sebab itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kamu kuatir akan hal nyawamu, yaitu apa yang hendak kamu makan; atau dari hal tubuhmu, apa yang hendak kamu pakai. Karena nyawa itu lebih daripada makanan, dan tubuh itu lebih daripada pakaian. Perhatikanlah hal burung gagak, tiada ia menabur benih atau menuai, dan tiada padanya tempat bekal atau lumbung, maka Allah juga memeliharakan dia, apatah lagi lebihnya kamu daripada burung-burung itu! Siapakah di antara kamu dengan kuatirnya dapat melanjutkan umurnya barang sedikit pun? Jikalau yang sedikit ini pun tiada dapat kamu perbuat, apakah sebabnya kamu kuatir akan lain-lain itu? Perhatikanlah hal bunga bakung, bagaimana tumbuhnya; tiada ia memintal benang, dan tiadalah pula ia bertenun; maka Aku berkata kepadamu: Meskipun Sulaiman dengan segala kemuliaannya, tiada ia dihiasi seperti salah satu daripada kuntum bunga itu. Jikalau sedemikian Allah menghiasi rumput di padang, yang ada pada hari ini dan esoknya dibuangkan ke dalam dapur api, apatah lagi Ia melebihkan kamu, hai orang yang kurang percaya. Demikian kamu ini, janganlah mencari barang apa yang hendak kamu makan, dan yang hendak kamu minum, janganlah kamu bimbang. Karena semuanya ini dituntut oleh orang kafir di dalam dunia ini; tetapi Bapamu terlebih mengetahui akan hal itu perlu bagi kamu. Tetapi carilah kerajaan-Nya, maka sekaliannya itu ditambahkan kepadamu. Janganlah takut, hai sekawan domba yang kecil ini, karena itulah kesukaan Bapamu mengaruniai kamu kerajaan itu.
”Jualkanlah barang yang ada padamu dan sedekahkanlah; perbuatlah akan dirimu pundi-pundi yang tiada akan buruk, suatu harta yang tiada berkesudahan di surga, yaitu di tempat pencuri tiada masuk, dan yang tiada gegat membinasakan. Karena barang di mana ada hartamu, di situlah juga hatimu."
”maka kelihatanlah seorang perempuan yang dirasuk setan sehingga lemah sudah delapan belas tahun lamanya, sampai bungkuk belakangnya, dan tiada dapat lagi menegakkan dirinya. Apabila Yesus nampak dia, lalu Ia memanggil perempuan itu serta berkata kepadanya, "Hai perempuan, terlepaslah engkau daripada penyakit lemahmu itu." Lalu diletakkan-Nya tangan-Nya atas perempuan itu; maka sebentar itu juga betullah belakangnya itu, lalu ia memuliakan Allah.
”Akan tetapi perempuan ini, seorang anak Ibrahim, yang diikat oleh setan, wah, sudah delapan belas tahun lamanya, tiadakah patut ia dilepaskan daripada pengikat ini pada hari Sabbat?"
”Maka kata Yesus kepada mereka itu, "Pergilah kamu katakan kepada si serigala itu: Sesungguhnya Aku membuang setan, dan menyembuhkan orang pada hari ini dan besok, dan pada hari yang ketiga Aku menyudahkan pekerjaan-Ku.
”Maka adalah di hadapan-Nya seorang yang sakit basal air. Maka Yesus pun bertanyalah kepada orang fakih dan orang Parisi, kata-Nya, "Halalkah menyembuhkan orang pada hari Sabbat, atau tiada?" Tetapi mereka itu diam sahaja. Maka dipegang-Nya orang sakit itu, serta disembuhkan-Nya dia, lalu disuruh-Nya pulang.
”Melainkan apabila engkau membuat perjamuan, jemputlah orang yang miskin, dan kudung, dan timpang, dan buta;
”"Adalah seorang orang kaya; maka ia memakai pakaian ungu dan kain halus, serta hidup bersuka-suka dengan kemewahannya tiap-tiap hari. Tetapi ada pula seorang peminta sedekah, bernama Lazarus, terbaring di muka pintu orang kaya itu katup dengan pekung; dan sedang ingin hendak mengenyangkan dirinya dengan remah yang jatuh dari atas meja orang kaya itu. Maka anjing pun datang menjilat pekungnya. Maka tiada berapa lama matilah si peminta sedekah itu, lalu dibawa oleh malaekat ke atas pangku Ibrahim. Dan orang kaya itu pun matilah juga, lalu dikuburkan. Maka dengan sengsaranya di dalam alam maut, ia pun menengadahlah, lalu terpandanglah Ibrahim dari jauh dan Lazarus di atas pangkunya. Maka berserulah ia, katanya: Ya Bapaku Ibrahim, kasihankanlah hamba dan suruhlah kiranya Lazarus datang, supaya dicelupkannya ujung jarinya ke dalam air, dan menyejukkan lidah hamba; karena hamba merasa sengsara di dalam nyala api ini. Tetapi kata Ibrahim: Hai anakku, ingatlah, engkau sudah menerima kesenanganmu pada masa hidupmu, tetapi Lazarus itu sudah menerima kecelakaannya; sekarang di sini ia dihiburkan, tetapi engkau disengsarakan. Tambahan pula, di antara kamu dengan kami ada suatu selang yang besar, supaya orang yang dari sini hendak pergi ke sana tiada dapat, dan orang dari sana pun tiada dapat menyeberang kepada kami. Maka kata orang itu: Jikalau demikian, hamba sembahlah, kiranya Bapa menyuruhkan dia ke rumah bapa hamba; karena hamba ada lagi lima saudara laki-laki; kiranya ia menyatakan kepada mereka itu keadaan hamba, supaya jangan mereka itu juga termasuk ke tempat sengsara ini. Tetapi kata Ibrahim: Mereka itu ada kitab Musa dan nabi-nabi, hendaklah diturutnya. Maka katanya: Bukannya demikian, ya Bapaku Ibrahim, melainkan jikalau kiranya seorang daripada orang mati pergi kepada mereka itu, niscaya mereka itu akan bertobat. Tetapi kata Ibrahim: Jikalau mereka itu tiada mau mendengar akan Musa dan nabi-nabi itu, tiada juga mereka itu akan yakin, jikalau seorang bangkit dari antara orang mati sekalipun."
”Serta masuk ke dalam sebuah kampung, Ia dijumpai oleh sepuluh orang yang kena bala zaraat, yang terdiri dari jauh. Maka mereka itu pun berteriak, katanya, "Ya Yesus, ya Rabbi, kasihankanlah kami!" Apabila Yesus nampak mereka itu, lalu berkatalah Ia kepada mereka itu, "Pergilah kamu tunjukkan dirimu kepada imam-imam." Maka sambil berjalan, mereka itu pun tahirlah. Maka seorang daripada mereka itu, tatkala ia nampak dirinya sembuh, berbaliklah ia sambil memuliakan Allah dengan nyaring suaranya;
”Barangsiapa yang mencari jalan hendak memeliharakan nyawanya, ia akan kehilangan nyawa; dan siapa yang kehilangan nyawanya, ia akan menyelamatkan nyawa.
”Tatkala Ia datang dekat Yerikho, adalah seorang buta duduk di tepi jalan meminta sedekah. Serta didengarnya orang banyak lalu, maka ia pun bertanya, "Apakah ini?" Maka jawab orang kepadanya, bahwa Yesus orang Nazaret lalu. Maka berseru-serulah ia, katanya, "Ya Yesus, Anak Daud, kasihankanlah hamba." Maka orang yang berjalan dahulu itu menengking dia, menyuruh diam, tetapi makin kuat ia berseru, "Ya Anak Daud, kasihankanlah hamba." Maka berdirilah Yesus serta menyuruh orang membawa dia kepada-Nya. Setelah ia datang dekat, lalu Yesus menanya dia, "Apakah yang engkau suka Aku perbuat padamu?" Maka ia pun berkata, "Ya Tuhan, mohonlah hamba dapat melihat." Maka kata Yesus kepadanya, "Melihatlah pula engkau! Imanmu sudah memulihkan engkau." Seketika itu juga nampak pula ia, lalu mengikut Dia sambil memuliakan Allah. Maka segenap kaum, yang melihat hal itu pun, memuji-muji Allah.
”Karena Anak manusia datang hendak mencari dan menyelamatkan yang sesat."
”karena tiada mereka itu dapat mati balik lagi; karena keadaannya itu serupa dengan malaekat; dan mereka itulah anak Allah dari sebab anak kebangkitan itu.
”Tetapi terlebih dahulu daripada segala perkara itu, orang akan mendatangkan tangannya ke atasmu dan menganiayakan kamu, sehingga kamu diserahkan ke dalam segala rumah sembahyang dan ke dalam penjara, serta dibawa menghadap raja dan pemerintah, oleh sebab nama-Ku. Maka akibatnya, kamu menaikkan saksi bagi-Ku. Sebab itu tetapkanlah di dalam hatimu, jangan mempersediakan jawabmu terlebih dahulu. Karena Aku ini memberi lidah kepadamu dan hikmat, yang tiada dapat dilawani atau dibantahi oleh segala lawanmu. Kamu diserahkan juga oleh ibu bapamu, dan oleh saudara-saudaramu dan kaum keluargamu serta sahabat-sahabatmu, dan beberapa dari antara kamu akan dibunuh orang. Maka kamu akan dibenci oleh sekalian orang sebab nama-Ku. Tetapi sehelai rambut kepalamu pun tiada akan binasa.
”Tetapi kamulah yang bertekun bersama-sama dengan Aku di dalam segala pencobaan atas-Ku;
”"Hai Simon, Simon! Tengoklah Iblis sangat meminta kamu, hendak menampi kamu seperti gandum. Tetapi Aku ini mendoakan engkau, supaya imanmu jangan gugur; dan jikalau engkau bertobat, sokonglah saudara-saudaramu." Maka kata Petrus kepada-Nya, "Ya Tuhan, jikalau beserta Tuhan, rela hatiku masuk ke dalam penjara, atau mati sekalipun."
”Maka di dalam ketakutan yang amat sangat, makin bersungguh-sungguh hati Ia berdoa, sehingga peluh-Nya menjadi seperti darah menitik ke bumi.
”Setelah sampai ke tempat yang bernama Tengkorak, di situlah Ia disalibkan oleh mereka itu bersama-sama dengan kedua orang jahat itu pun, seorang di sebelah kanan dan seorang di sebelah kiri-Nya. Maka berdoalah Yesus, kata-Nya, "Ya Bapa, ampunilah kiranya mereka itu, karena tiada diketahuinya apa yang diperbuatnya." Lalu mereka itu berbahagi-bahagi pakaian-Nya dengan membuang undi.
”Maka kata Yesus kepadanya, "Dengan sesungguhnya Aku berkata kepadamu: Hari ini juga engkau bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus."
”Maka berserulah Yesus dengan suara besar, kata-Nya, "Ya Bapa, ke dalam tangan-Mu Aku serahkan roh-Ku." Setelah dikatakan-Nya demikian, maka putuslah nyawa-Nya.
”Karena demikianlah Allah mengasihi isi dunia ini, sehingga dikaruniakan-Nya Anak-Nya yang tunggal itu, supaya barangsiapa yang percaya akan Dia jangan binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.
”Maka datanglah Ia sekali lagi ke negeri Kana di tanah Galilea, yaitu di tempat air dijadikan-Nya anggur itu. Maka adalah seorang pegawai raja, yang anaknya laki-laki sakit di Kapernaum. Setelah didengarnya bahwa Yesus sudah datang dari tanah Yudea ke Galilea, pergilah ia mendapatkan Yesus, dipintanya datang menyembuhkan anaknya itu, karena ia tengah hendak mati. Lalu kata Yesus kepadanya, "Jikalau tiada kamu nampak tanda ajaib dan mujizat, tiadalah kamu percaya." Maka kata pegawai raja itu kepada-Nya, "Ya Tuhan, marilah sebelum anakku mati." Maka kata Yesus kepadanya, "Pergilah engkau, anakmu itu hidup." Maka percayalah orang itu akan perkataan yang dikatakan oleh Yesus kepadanya, lalu pergilah ia. Tetapi sedang ia lagi berjalan, bertemulah ia dengan hamba-hambanya, yang membawa kabar mengatakan bahwa anaknya itu sudah hidup. Maka bertanyalah ia kepada mereka itu pukul berapa ia sudah segar. Maka katanya kepadanya, "Kemarin pukul satu hilanglah demamnya." Lalu diketahuilah oleh bapa budak itu, bahwa pada jam itu juga Yesus sudah berkata kepadanya, "Anakmu itu hidup," maka ia sendiri pun beserta dengan segala isi rumahnya percayalah.
”Di serambi itu adalah terhantar amat banyak orang sakit, yaitu orang buta dan timpang dan lumpuh, sekaliannya menantikan air kolam itu berkocak. Karena terkadang-kadang turunlah seorang malaekat ke dalam kolam itu serta mengocakkan airnya; maka barangsiapa yang terlebih dahulu turun ke dalam kolam itu, sesudahnya berkocak air itu, ia pun sembuhlah dari barang sesuatu penyakit apa pun, yang diidapinya. Maka adalah di sana seorang yang sakit sudah tiga puluh delapan tahun lamanya. Apabila dilihat oleh Yesus akan dia terhantar, serta diketahui-Nya, bahwa sudah sekian lama ia sakit, berkatalah Ia kepadanya, "Maukah engkau jadi sembuh?" Maka sahut orang sakit itu kepada-Nya, "Ya Tuhan, hamba tiada ada orang yang membawa hamba masuk ke dalam kolam ini apabila airnya berkocak, tetapi sementara hamba datang, sudah orang lain turun mendahului hamba." Lalu kata Yesus kepadanya, "Bangkitlah engkau, angkat tempat tidurmu dan berjalan." Maka seketika itu juga sembuhlah orang itu, lalu ia mengangkat tempat tidurnya serta berjalan. Adapun hari itu, yaitu hari Sabbat.
”Kemudian daripada itu berjumpa Yesus dengan dia di dalam Bait Allah, lalu berkata kepadanya, "Perhatikanlah baik-baik engkau sudah sembuh; jangan berbuat dosa lagi, supaya jangan engkau kena barang yang lebih dahsyat pula."
”Maka amatlah banyak orang mengikut Dia, sebab melihat segala tanda ajaib yang diperbuat-Nya pada orang sakit.
”Maka kata Yesus kepada mereka itu, "Aku inilah Roti Hidup itu. Siapa yang datang kepada-Ku, tiadalah ia akan lapar lagi, dan siapa yang percaya akan Daku, tiadalah ia akan dahaga lagi. Aku sudah berkata kepadamu: Kamu sudah nampak Aku, tetapi tiada kamu percaya. Segala sesuatu yang Bapa karuniakan kepada-Ku, itulah juga akan datang kepada-Ku, dan orang yang datang kepada-Ku, sekali-kali tiada Aku akan menolak dia.
”Maka bertuturlah Yesus pula kepada mereka itu sambil berkata, "Aku inilah terang dunia. Siapa yang mengikut Aku, tiada akan berjalan di dalam gelap, melainkan akan beroleh terang hidup itu."
”Tatkala Ia lalu, dilihat-Nya seorang yang buta dari mula jadinya. Lalu murid-murid-Nya bertanya kepada-Nya, katanya, "Ya Rabbi, siapakah yang berbuat dosa: Orang inikah atau ibu bapanyakah, sehingga ia buta dari mula jadinya?" Maka jawab Yesus, "Bukan orang ini berbuat dosa; dan bukan orang tuanya, melainkan supaya kekayaan Allah dinyatakan padanya. Selagi hari siang wajiblah kita mengerjakan pekerjaan Allah, yang menyuruhkan Aku. Karena malam akan datang, apabila seorang pun tiada dapat bekerja. Selama Aku di dalam dunia ini. Akulah terang dunia." Setelah Ia berkata demikian, lalu Ia berludah ke tanah, serta membuat tanah itu lembik dengan ludah-Nya, disapukan-Nya tanah lembik itu kepada mata orang buta itu, sambil berkata kepadanya, "Pergilah engkau basuh di kolam Siloam!" yang diterjemahkan artinya: Suruhan. Maka pergilah ia membasuh, lalu kembalilah ia dengan celik matanya.
”Semenjak awal dunia ini belum pernah kedengaran halnya orang mencelikkan mata manusia, yang buta dari mula jadinya.
”Adapun pencuri itu datang hanya akan mencuri dan membunuh dan membinasakan, Aku ini datang supaya domba itu memperoleh kehidupan dengan berkelimpahan. Akulah Gembala yang baik; maka gembala yang baik itu menyerahkan nyawa-Nya ganti segala domba itu.
”dan Aku memberikan kepadanya hidup yang kekal, maka sekali-kali tiada domba-domba itu akan binasa selama-lamanya, dan seorang pun tiada dapat merampas dia dari dalam tangan-Ku. Maka Bapa-Ku, yang menyerahkan dia kepada-Ku, adalah lebih besar daripada sekalian; maka seorang pun tiada dapat merampas dia dari dalam tangan Bapa-Ku.
”Maka kata Yesus kepadanya, "Aku inilah Kebangkitan dan Hidup; siapa yang percaya akan Daku, walaupun sudah mati, ia akan hidup; dan barangsiapa yang hidup serta percaya akan Daku tiadalah ia akan mati selama-lamanya. Engkau percayakah ini?"
”Setelah sampai Maryam ke tempat Yesus ada, serta nampak Dia, maka sujudlah ia pada kaki-Nya sambil berkata kepada-Nya, "Ya Rabbi, jikalau Rabbi ada di sini, tiadalah mati saudara hamba itu." Setelah Yesus nampak Maryam menangis, dan segala orang Yahudi yang datang sertanya itu pun menangis bersama-sama, tergeraklah hati-Nya dengan sangat iba rasa-Nya, serta kata-Nya, "Di manakah kamu taruhkan dia?" Maka kata mereka itu kepada-Nya, "Ya Rabbi, marilah lihat." Maka menangislah Yesus. Lalu kata orang Yahudi itu, "Tengoklah, bagaimana Ia kasih akan dia!"
”Lalu kata Yesus, "Undurkan batu ini." Maka kata Marta, saudara orang yang mati itu, "Ya Rabbi, sekarang ia berbau busuk, karena sudah empat hari lamanya." Maka kata Yesus kepada perempuan itu, "Bukankah Aku berkata kepadamu, jikalau engkau percaya kelak, engkau akan nampak kemuliaan Allah?" Lalu mereka itu mengundurkan batu itu. Maka menengadahlah Yesus serta berkata, "Ya Bapa, Aku ucapkan syukur kepada-Mu sebab Engkau mendengar akan Daku. Maka Aku sudah mengetahui bahwa Engkau selalu mendengar akan Daku, tetapi oleh sebab orang banyak yang berdiri sekeliling inilah Kukatakan, supaya mereka itu sekalian kelak percaya bahwa Engkaulah yang menyuruhkan Aku." Setelah Ia berkata demikian, berserulah Ia dengan suara yang kuat, kata-Nya, "Hai Lazarus, marilah keluar!" Lalu keluarlah orang yang sudah mati itu, terikat kaki tangannya dengan kain kapan, dan mukanya pun berbalut dengan sapu tangan. Maka kata Yesus kepada mereka itu, "Lepaskan, biar dia pergi."
”"Janganlah diberi hatimu terharu; percayalah akan Allah, dan percayalah akan Daku juga! Di dalam rumah Bapa-Ku adalah banyak tempat kediaman; jikalau tiada demikian, niscaya sudah Aku katakan kepadamu; karena Aku pergi menyediakan tempat bagimu.
”Dan barang apa pun yang kamu pinta atas nama-Ku, itulah Aku buatkan kelak, supaya Bapa dipermuliakan di dalam Anak. Jikalau kamu minta kepada-Ku barang sesuatu atas nama-Ku, aku ini akan membuatkan dia.
”Sejahtera Aku tinggalkan padamu, bahkan, sejahtera-Ku sendiri Aku berikan kepadamu, bukan seperti diberi oleh dunia ini Aku berikan kepadamu. Janganlah susah hatimu dan jangan takut.
”Jikalau kamu tetap di dalam Aku, dan perkataan-Ku tetap di dalam kamu, pintalah barang apa yang kamu kehendaki, itu akan dikaruniakan kepadamu kelak. Di dalam hal inilah Bapa-Ku dipermuliakan, yaitu kalau kamu berbuah lebat, serta menjadi murid-murid Aku."
”Maka segala perkara ini Aku katakan kepadamu, supaya kesukaan-Ku tetaplah di dalam kamu, dan kesukaanmu pun sempurnalah.
”Demikian kamu pun berdukacita sekarang ini; tetapi Aku akan melihat kamu pula, lalu hatimu sukacita kelak, dan seorang pun tiada dapat mengambil kesukaanmu itu daripadamu. Dan pada hari itu suatu pun tiada kamu akan bertanya lagi kepada-Ku. Sesungguh-sungguhnya Aku berkata kepadamu, jikalau kamu meminta barang sesuatu kepada Bapa, Ia kelak mengaruniakan kepadamu dengan nama-Ku. Sampai sekarang ini belum pernah kamu meminta barang apa pun dengan nama-Ku. Pintalah, maka kamu akan mendapat supaya kesukaanmu sempurna adanya.
”Segala perkara ini telah Kukatakan kepadamu, supaya di dalam Aku kamu sentosa. Di dalam dunia ini kamu merasai sengsara; tetapi tetapkanlah hatimu: Bahwa Aku ini sudah mengalahkan dunia ini."
”Setelah itu Pilatus pun mengambil Yesus, lalu menyesah Dia.
”Lalu Pilatus menyerahkan Yesus kepada mereka itu, supaya Ia disalibkan. Maka mereka itu pun mengambil Yesus; lalu keluarlah Ia memikul kayu salib-Nya sendiri menuju ke tempat yang bernama Tempat Tengkorak, yaitu dengan bahasa Ibrani disebut Golgota. Di situlah mereka itu mensalibkan Dia beserta dengan dua orang lain pada sebelah-menyebelah, tetapi Yesus di tengah-tengah.
”Setelah Yesus mengecap cuka itu, maka kata-Nya, "Sudahlah genap!" Lalu Ia menundukkan kepala-Nya, serta menyerahkan roh-Nya.
”Dan ada pula nas Alkitab mengatakan: Mereka itu akan memandang Dia, yang telah ditikamnya.
”Maka akan jadi kelak, barangsiapa yang menyeru nama Tuhan, ialah yang selamat.
”Sebab itulah hatiku suka, dan lidahku bersorak; bahkan, tubuhku juga diam atas pengharapan, karena tiada Engkau akan membiarkan jiwaku di dalam alam maut, dan tiada Engkau beri Orang kudus-Mu kena binasa. Karena Engkau sudah memberitahu aku jalan hidup, dan Engkau akan memenuhi aku dengan kesukaan menghadap wajah-Mu.
”Maka kata Petrus, "Emas perak tidak ada padaku, tetapi apa yang ada padaku, itulah aku berikan kepadamu, yaitu: Dengan nama Yesus Kristus, orang Nazaret itu, berjalanlah!" Lalu Petrus pun memegang tangan kanannya dan menegakkan dia; maka seketika itu juga kuatlah kakinya dan mata kakinya. Maka melompatlah ia, lalu berdiri, dan berjalan; kemudian masuklah ia beserta dengan keduanya itu ke dalam Bait Allah, sambil berjalan dan melompat-lompat dan memuji Allah. Maka segenap kaum itu nampak dia berjalan-jalan dan memuji-muji Allah,
”sehingga orang sakit pun dibawa orang ke luar ke jalan, diletakkannya di atas tempat tidur dan balai-balai, supaya apabila Petrus lalu, sekurang-kurangnya terkena bayangnya kepada barang seorang dari antara mereka itu. Maka banyak orang dari negeri yang sekeliling Yeruzalem itu pun berhimpun juga membawa orang sakit dan orang yang dirasuk setan; maka sekaliannya itu pun disembuhkannya pula.
”Tetapi Imam Besar itu berdirilah beserta dengan sekalian orangnya, yaitu mazhab orang Saduki, maka hatinya teramatlah dengki, lalu menangkap rasul-rasul itu serta menutup di dalam penjara negeri. Tetapi seorang malaekat Tuhan membukakan pintu penjara itu pada malamnya, lalu mengeluarkan mereka itu serta berkata, "Pergilah kamu berdiri di dalam Bait Allah mengatakan kepada kaum itu akan segala perkataan dari hal Hidup itu."
”Maka rasul-rasul itu pun pergilah dari hadapan Majelis itu dengan sukacitanya sebab dibilangkan berlayak menanggung kecelaan karena nama Yesus.
”Tetapi Saul itu membinasakan sidang jemaat itu sambil melanggar masuk ke dalam tiap-tiap rumah, serta menghela orang, baik laki-laki baik perempuan, diserahkannya ke dalam penjara. Maka sekalian orang yang berpecah-belah itu pun sambil berjalan, memberitakan kabar kesukaan.
”Maka orang banyak itu pun sepakat memperhatikan barang yang dikatakan oleh Pilipus sementara mereka itu mendengar dan melihat segala tanda ajaib yang diperbuatnya itu. Karena dari dalam banyak orang yang dirasuk setan, segala setan itu sudah keluar sambil berteriak dengan nyaring suaranya; dan banyak pula orang tepok dan timpang dipulihkannya. Maka amatlah besar kesukaan di dalam negeri itu.
”dari hal Yesus, orang Nazaret itu, bagaimana Allah sudah mengurapi Dia dengan Rohulkudus dan kuasa, yang berjalan sekeliling berbuat kebajikan, dan menyembuhkan sekalian orang yang dikuasai oleh Iblis; sebab Allah beserta dengan Dia.
”Setelah sudah ditangkapnya dia, maka dimasukkannya ke dalam penjara, serta diserahkannya kepada enam belas laskar menjagai dia empat-empat orang bergilir-gilir, maksudnya menghadapkan dia kepada kaum itu kemudian daripada Pasah. Maka oleh sebab itu terkurunglah Petrus di dalam penjara, tetapi sidang jemaat itu mendoakan dia kepada Allah dengan bersungguh-sungguh. Apabila Herodes hendak membawa dia ke luar, maka pada malam itu juga, sedang Petrus tidur di antara dua laskar terbelenggu dengan dua rantai, dan lagi ada beberapa orang jaga di muka pintu sedang menjaga penjara itu, tiba-tiba terdirilah seorang malaekat Tuhan di situ, dan suatu cahaya bersinar di dalam bilik itu; lalu ditepuknya rusuk Petrus, sambil mengejutkan dia, katanya, "Bangunlah segera!" Maka gugurlah belenggunya daripada tangannya. Maka kata malaekat itu kepadanya, "Ikatlah pinggangmu, pakailah kasutmu!" Lalu diperbuatnyalah demikian. Maka katanya kepadanya, "Pakailah pakaianmu, ikutlah aku!" Maka Petrus pun keluar mengikut dia, tetapi tiada diketahuinya akan perbuatan malaekat itu sungguh, melainkan pada sangkanya sudah nampak suatu penglihatan sahaja. Setelah sudah dilaluinya kawal yang pertama dan yang kedua itu, maka sampailah keduanya itu ke pintu besi yang menuju ke negeri; maka terbukalah pintu itu sendiri kepada mereka itu, lalu mereka itu keluar serta melalui satu lorong, maka dengan sekonyong-konyong gaiblah malaekat itu daripadanya.
”sambil menetapkan hati murid-murid dan menyuruh bertekun di dalam iman dengan katanya, bahwa tak dapat tiada kita masuk kerajaan Allah dengan menanggung beberapa banyak sengsara.
”Maka orang banyak itu pun berbangkit melawan mereka itu; lalu penghulu negeri itu pun mengoyakkan pakaian mereka itu serta menghukumkan membalun mereka itu dengan galah. Apabila orang itu sudah membalun mereka itu beberapa liang, maka orang itu pun membuangkan mereka itu ke dalam penjara, serta berperintah kepada ketua penjara menjaga mereka itu dengan secukupnya.
”Maka ia pun setelah sudah menerima perintah yang demikian, lalu memasukkan mereka itu ke dalam penjara tempat yang di dalam sekali, dan memasungkan kakinya dengan kayu pasung. Tetapi tatkala hampir tengah malam, Paulus dan Silas pun berdoalah sambil menyanyikan puji-pujian bagi Allah, maka segala orang yang terpenjara itu pun sedang mendengar mereka itu. Maka dengan sekonyong-konyong timbullah suatu gempa bumi yang besar sehingga berguncang kaki tembok penjara itu. Dengan seketika itu juga terbukalah segala pintu, dan belenggu sekalian orang itu pun terlucutlah. Maka ketua penjara itu terkejut daripada tidurnya dan terpandangkan pintu-pintu penjara itu terbuka, maka dihunusnya pedangnya hendak membunuh dirinya, karena pada sangkanya orang yang terpenjara itu sudah lari. Maka Paulus pun berteriaklah dengan nyaring suaranya, katanya, "Jangan membinasakan dirimu, karena kami sekalian ada di sini." Lalu ketua penjara itu meminta beberapa suluh serta berlari menggeletar masuk dan sujud di hadapan Paulus dan Silas itu. Kemudian dibawanya keduanya itu ke luar, lalu berkata, "Ya Tuan-tuan, apakah wajib hamba perbuat supaya beroleh selamat?"
”Maka Allah mengadakan beberapa mujizat yang luar biasa dengan tangan Paulus, sehingga saputangan dan kain bekas tubuhnya pun sudah dibawa orang kepada orang yang sakit itu, lalu penyakit itu pun hilanglah daripada mereka itu, dan segala setan pun keluarlah.
”sambil beribadat kepada Tuhan dengan kerendahan hati dan dengan air mata, serta dengan beberapa pencobaan daripada pakatan orang Yahudi yang berlaku atasku;
”Sekarang ketahuilah: Aku ini terikat di dalam Roh pergi ke Yeruzalem, tiadalah aku ketahui apa yang akan berlaku ke atasku di situ, hanyalah Rohulkudus itu menyaksikan aku dari sebuah ke sebuah negeri, menyatakan bahwa pengikat dan sengsara menantikan aku. Tetapi sekali-kali tiada aku mengindahkan nyawaku berharga kepada diriku, asalkan dapat aku menyempurnakan jalan tanggunganku dan jawatan, yang aku telah peroleh daripada Tuhan Yesus, yaitu hendak menyaksikan Injil dari hal anugerah Allah.
”Di dalam segala sesuatu sudah aku menunjukkan kamu teladan bagaimana yang patut kamu usahakan menolong orang yang lemah, dan mengingat perkataan Tuhan Yesus, seperti yang dikatakan-Nya sendiri: Bahwa terlebih berkat memberi daripada menerima."
”Lalu jawab Paulus, "Apakah gunanya kamu menangis dan menghancurkan hatiku? Karena aku ini rela bukannya diikat sahaja, melainkan mati juga di Yeruzalem karena sebab nama Tuhan Yesus." Sedang ia tiada dapat dinasehatkan, maka kami pun berhentilah sambil berkata, "Kehendak Tuhan jadilah."
”Maka adalah bapa Pubelius terbaring demam dan ceretkan darah; maka masuklah Paulus kepadanya, lalu berdoa sambil meletakkan tangan ke atasnya menyembuhkan dia. Setelah itu, maka orang lain-lain yang ada berpenyakit di pulau itu pun datanglah serta disembuhkannya.
”Tetapi bukannya itu sahaja, melainkan juga kita bermegah-megah di dalam kesukaran, sebab mengetahui, bahwa kesukaran itu mendatangkan sabar, dan sabar itu mendatangkan hati yang teguh, dan hati yang teguh itu mendatangkan pengharapan, dan pengharapan itu tiada mempermalukan, sebab kasih Allah sudah dicurahkan rata ke dalam hati kita oleh Rohulkudus yang dikaruniakan kepada kita.
”Tetapi Allah sudah menyatakan kasih-Nya kepada kita di dalam hal Kristus telah mati karena kita, tatkala kita ditaklukkan oleh dosa. Sedangkan sekarang kita dibenarkan oleh darah-Nya, maka terlebih lagi kita akan beroleh selamat daripada kemurkaan, dengan jalan Dia. Karena jikalau kita, tatkala lagi seteru Allah, diperdamaikan dengan Allah oleh sebab kematian Anak-Nya, maka terlebih pula kita, sesudah diperdamaikan itu, akan beroleh selamat oleh sebab hidup-Nya. Bukannya demikian sahaja, melainkan kita bermegah-megah pula akan Allah oleh sebab Tuhan kita Yesus Kristus, yang oleh-Nya sekarang ini kita memperoleh perdamaian.
”Sebab itu, sebagaimana oleh sebab seorang maka dosa sudah masuk ke dalam dunia ini, dan maut oleh sebab dosa, dan atas peri demikian maut itu menimpa sekalian manusia, maka karena itulah sekaliannya berbuat dosa,
”Atau tiadakah kamu ketahui bahwa seberapa banyak kita yang dibaptiskan ke dalam Kristus Yesus itu, telah dibaptiskan ke dalam maut-Nya? Demikianlah kita dikuburkan serta-Nya oleh baptisan itu ke dalam maut, supaya sebagaimana Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, sedemikian itu juga kita ini pun dapat berjalan di dalam suatu hidup yang baharu. Karena jikalau kita sudah menjadi satu dengan Dia, dengan mengambil bahagian di dalam hal mati-Nya, begitu juga kita menjadi satu dengan Dia di dalam hal kebangkitan-Nya, sedang mengetahui hal ini: Bahwa tabiat kita yang lama sudah disalibkan serta-Nya, supaya diri dosa dilenyapkan, jangan kita diperhambakan lagi oleh dosa; karena orang yang sudah mati itu, sudah dilepaskan daripada dosa.
”Tetapi jikalau kita sudah mati dengan Kristus, yakinlah kita bahwa kita akan hidup juga dengan Dia; sebab kita mengetahui, bahwa Kristus yang sudah dibangkitkan dari antara orang mati itu, tiada mati lagi; maka maut itu pun tiada lagi memegang kuasa atas-Nya. Karena akan hal mati-Nya itu, maka matilah Ia sekali sahaja untuk dosa, tetapi akan hal hidup-Nya itu, hiduplah Ia untuk Allah. Demikianlah juga kamu wajib menghisabkan dirimu mati lepas daripada dosa, tetapi hidup bagi Allah di dalam Kristus Yesus. Sebab itu janganlah dosa itu memerintah di dalam dirimu yang fana, sehingga kamu menurut hawa nafsunya, dan janganlah kamu serahkan anggotamu kepada dosa menjadi alat kejahatan, melainkan serahkanlah dirimu kepada Allah, seperti orang mati balik hidup, dan anggotamu itu kepada Allah menjadi alat kebenaran.
”Apakah faedah yang sudah kamu peroleh di dalam perkara-perkara yang kamu berasa malu sekarang ini? Karena kesudahannya itu maut. Tetapi sekarang, setelah kamu merdeka daripada dosa, dan menjadi hamba kepada Allah, maka kamu beroleh buah-buahan yang menuju kesucian, dan kesudahannya itu hidup yang kekal.
”Karena upah dosa itu maut, tetapi karunia Allah itu hidup yang kekal di dalam Kristus Yesus Tuhan kita.
”Wah, aku orang yang celaka ini! Siapakah gerangan akan melepaskan aku keluar dari dalam tubuh maut ini?
”Maka oleh sebab itu sekarang tiadalah lagi hukuman ke atas orang yang di dalam Kristus Yesus. Karena hukum Roh yang mengaruniakan hidup di dalam Kristus Yesus sudah memerdekakan aku daripada hukum dosa dan maut itu. Karena barang yang tiada boleh diperbuat oleh hukum Taurat, sebab lemah oleh karena tabiat manusia itu, diperbuat oleh Allah yang menyuruhkan Anak-Nya sendiri di dalam rupa manusia yang berdosa, yaitu sebab karena dosa itu, dengan menjatuhkan hukum ke atas dosa di dalam tabiat manusia, supaya syarat hukum Taurat itu dapat disempurnakan di dalam diri kita, yang tiada menurut kehendak tabiat duniawi, melainkan menurut kehendak Roh. Karena orang yang menurut tabiat duniawi, memikirkan hal dunia itu, tetapi orang yang menurut Roh itu, memikirkan hal rohani itu. Karena pikiran tabiat duniawi itulah maut; tetapi pikiran rohani itulah hidup lagi sentosa. Karena pikiran tabiat duniawi itulah perseteruan dengan Allah, sebab tiada takluk ke bawah hukum Allah, bahkan, tiada dapat juga. Maka orang yang di dalam tabiat duniawi itu, tiada dapat memperkenankan Allah.
”Tetapi kamu ini bukannya di dalam tabiat duniawi, melainkan di dalam Roh, yaitu jikalau Roh Allah ada diam di dalam dirimu. Jikalau barang seorang tiada menaruh Roh Kristus, bukannya ia milik Kristus. Tetapi jikalau Kristus ada di dalam dirimu, maka tubuh itu memang mati sebab dosa, tetapi Roh itu hidup oleh sebab kebenaran. Tetapi jikalau Roh Dia, Yang membangkitkan Yesus dari antara orang mati itu, diam di dalam dirimu, maka Ia itu, Yang membangkitkan Kristus Yesus dari antara orang mati itu, akan menghidupkan juga tubuh kamu yang fana itu dengan Roh-Nya yang diam di dalam dirimu.
”Oleh yang demikian, hai saudara-saudaraku, kita ini terutang bukannya kepada tabiat duniawi akan hidup menurut tabiat duniawi itu, karena jikalau kamu hidup menurut tabiat duniawi, maka kamu akan mati kelak; tetapi jikalau dengan Roh itu kamu mematikan perbuatan tubuh itu, maka kamu akan hidup kelak. Karena seberapa banyak orang yang dipimpin oleh Roh Allah, maka itulah anak-anak Allah. Karena bukannya kamu menerima roh perhambaan pula akan takut, melainkan kamu sudah menerima Roh menjadi anak angkat, yang di dalamnya kita menyeru, "Abba, ya Bapa." Maka Roh itu sendiri menyaksikan beserta dengan roh kita, bahwa kita ini anak-anak Allah. Tetapi jikalau anak-anak, maka warislah juga, yaitu waris Allah, dan sewaris dengan Kristus, jikalau kita sama merasa sengsara dengan Dia, supaya sama juga kita dipermuliakan.
”Karena menurut pendapatku, bahwa sengsara yang pada zaman ini tiada berpadan jikalau dibandingkan dengan kemuliaan yang akan dinyatakan kepada kita. Karena dengan pengharapan yang sangat rindu ternanti-nantilah segala makhluk akan kenyataan anak-anak Allah. Karena segala makhluk sudah ditaklukkan kepada yang sia-sia, bukannya dengan kehendaknya sendiri, melainkan dengan kehendak Dia yang menaklukkan mereka itu, tetapi dengan pengharapan, bahwa pada akhirnya segala makhluk itu sendiri juga akan dimerdekakan daripada perhambaan kebinasaan, masuk kepada kemerdekaan kemuliaan anak-anak Allah. Karena kita ketahui, bahwa segenap makhluk itu sama mengerang dan sama merasa kesakitan beranak sampai sekarang ini. Dan bukannya itu sahaja, melainkan kita sendiri pun yang beroleh buah sulung Roh itu, bahkan, kita ini sendiri juga mengerang pada batinnya dengan menanti-nanti hal menjadi anak angkat, yaitu tebus tubuh kita. Karena atas pengharapan sahaja kita sudah beroleh selamat; tetapi pengharapan yang kelihatan itu bukannya pengharapan, karena barang yang dilihat orang, apakah sebabnya lagi diharapkan? Tetapi jikalau kita berharap akan barang yang tiada tampak kepada kita, maka dengan sabarnya kita menantikan dia.
”Demikian juga Roh itu pun menolong pada kelemahan kita. Karena tiada kita tahu akan barang yang hendak kita pohonkan dengan sepatutnya; melainkan Roh itu sendiri memohonkan karena kita dengan keluh kesah, yang tiada terkatakan. Dan Tuhan, yang menyelidiki hati manusia, mengetahui apa maksud Roh itu, sebab Roh itu memohonkan karena segala orang suci, menurut kehendak Allah.
”Tetapi kita mengetahui, bahwa segala sesuatu bekerja bersama-sama mendatangkan kebajikan bagi orang yang mengasihi Allah, yaitu bagi orang yang dipanggil menurut kehendak Allah. Karena orang yang dikenal-Nya terdahulu, ia itu juga ditetapkan-Nya terdahulu akan menjadi serupa dengan teladan Anak-Nya, supaya Ia itu menjadi anak sulung di antara beberapa banyak saudara. Dan orang-orang yang ditetapkan-Nya terdahulu, mereka itulah juga dipanggil-Nya, dan orang-orang yang dipanggil-Nya itu, mereka itulah juga dibenarkan-Nya, dan orang-orang, yang dibenarkan-Nya itu, mereka itulah juga dipermuliakan-Nya.
”Sekarang apakah hendak kita katakan atas segala hal itu? Jikalau Allah memihak kita, siapakah lawan kita? Maka Ia yang tiada menahan Anak-Nya sendiri, hanya menyerahkan Dia karena kita sekalian, masakan Ia itu tiada juga mengaruniakan serta-Nya segala sesuatu bagi kita? Siapakah akan mengadukan orang pilihan Allah? Maka Allah yang membenarkan. Siapakah yang menjatuhkan hukum? Kristus Yesus itulah, yang sudah mati, bahkan, yang dihidupkan pula, dan yang ada di sebelah kanan Allah, dan yang memohonkan karena kita.
”Siapakah yang dapat menceraikan kita daripada kasih Kristus? Kesukarankah atau sengsarakah, atau aniayakah, atau kelaparankah, atau keadaan bertelanjangkah, atau marabahayakah, atau pedangkah? Seperti yang tersurat: Bahwa karena sebab Engkaulah kami dimatikan berhari-hari; maka kami dihisabkan seperti domba yang akan disembelih.
”Tetapi di dalam segala perkara itu kita sangat menang oleh sebab Dia yang mengasihi kita. Karena aku yakin, bahwa baik maut atau hidup, baik malaekat atau penguasa, baik hal yang ada sekarang ini atau yang akan datang, atau sesuatu kuat kuasa, baik tinggi atau dalam, atau barang makhluk yang lain pun, tiada dapat menceraikan kita daripada kasih Allah, yang di dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.
”Maka dengan nama Kristus aku mengatakan kebenaran, tiada aku berdusta, (dan perasaan hatiku pun menyaksikan beserta dengan aku di dalam Rohulkudus), bahwa aku sangat duka cita dan susah yang tiada berkeputusan di dalam hatiku. Karena aku sendiri rela terlaknat dijauhkan daripada Kristus karena saudara-saudaraku, keluargaku yang sedaging sedarah,
”seperti yang tersurat: Tengoklah, Aku meletakkan di dalam Sion sebuah batu antukan dan sebuah batu syak, maka barangsiapa yang percaya akan Dia, tiada akan diaibkan.
”Karena nas Alkitab mengatakan: Bahwa tiap-tiap orang yang percaya akan Dia tiada diaibkan kelak. Sebab tiadalah perbedaannya antara orang Yahudi dengan orang Gerika. Karena Tuhan itulah juga Tuhan bagi sekalian, murah kepada sekalian yang menyeru Dia. Karena tiap-tiap orang, yang menyeru nama Tuhan, akan selamat.
”Sebab itu, hai saudara-saudaraku, aku mintalah kamu, oleh sebab segala rahmat Allah, mempersembahkan tubuhmu menjadi korban yang hidup lagi kudus dan yang berkenan kepada Allah, maka itulah ibadatmu yang patut.
”sambil bersukacita di dalam pengharapan, bersabar di dalam sengsara dan bertekun di dalam doa. Tolonglah mencukupkan kekurangan orang suci; gemarlah memberi pertumpangan. Pintakanlah berkat bagi orang yang menganiaya kamu; pintakanlah berkat dan jangan melaknatkan orang. Bersukacitalah dengan orang yang bersukacita; dan menangislah dengan orang yang menangis.
”Karena jikalau kita hidup, kita hidup bagi Tuhan, atau jikalau kita mati, kita mati bagi Tuhan. Sebab itu jikalau kita hidup atau mati sekalipun, kita ini milik Tuhan. Karena bagi maksud inilah Kristus telah mati dan hidup balik, supaya Ia memerintah menjadi Tuhan atas orang yang sudah mati dan yang hidup.
”Kiranya Allah, yang pohon pengharapan itu, memenuhi kamu dengan segala kesukaan dan sentosa di dalam iman, supaya makin kayalah kamu di dalam pengharapan itu oleh sebab kuat kuasa Rohulkudus.
”Maka kepada orang yang lemah aku menjadi seperti orang lemah, supaya aku memperoleh orang yang lemah. Maka kepada orang sekalian aku sudah menjadi segala sesuatu, supaya boleh dengan seboleh-bolehnya aku dapat menyelamatkan beberapa orang.
”Tetapi jikalau kita dihukumkan, maka kita disiksa oleh Tuhan, supaya jangan kita akan terkena hukum bersama-sama dengan dunia ini.
”supaya jangan ada penceraian di dalam tubuh itu, melainkan segala anggota itu tolong-menolong satu dengan yang lain. Dan jikalau satu anggota itu merasai sakit, segala anggota itu pun sama merasai sakit; dan jikalau satu anggota dipermuliakan, segala anggota itu pun sama bersukacita.
”karena Allah Ialah Tuhan sejahtera, bukannya kusut. Maka seperti di dalam segala sidang jemaat orang suci,
”Karena sama seperti di dalam Adam mati segala manusia, begitu juga di dalam Kristus sekaliannya akan dihidupkan.
”Adapun musuh yang akhir sekali yang dilenyapkan, yaitu maut.
”Karena tak dapat tiada keadaan yang akan binasa ini akan memakai keadaan yang tiada akan binasa, dan peri yang akan mati ini tak dapat tiada akan memakai peri yang tiada akan mati. Tetapi apabila keadaan yang akan binasa ini sudah memakai keadaan yang tiada akan binasa, dan peri yang akan mati ini sudah memakai peri yang tiada akan mati, baharulah akan sampai kelak perkataan yang tersurat ini: Bahwa maut sudah ditelan di dalam kemenangan. Hai maut, di manakah kemenanganmu? Hai maut, di manakah sengatmu?
”Segala puji bagi Allah, Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, yaitu Bapa pohon segala rahmat, dan Allah pohon segala penghiburan, yang menghiburkan kita di dalam segala kesukaran kita, supaya dapat kita menghiburkan orang yang di dalam barang sesuatu kesusahan, dengan penghiburan yang kami ini pun telah dihiburkan oleh Allah. Karena sebagaimana sengsara Kristus limpah kepada kami, demikianlah juga penghiburan kami limpah oleh sebab Kristus itu. Tetapi jikalau kami kena sengsara, yaitu karena penghiburan dan keselamatan kamu, dan juga jikalau kami dihiburkan, yaitu karena penghiburan bagimu, yang bekerja di dalam hal kamu menderitakan dengan sabar segala sengsara semacam itu yang kami rasai juga. Maka pengharapan kami untuk kamu telah tetap, sebab mengetahui, bahwa sebagaimana kamu masuk bahagian di dalam segala sengsara itu, demikianlah juga kamu masuk bahagian penghiburan itu.
”Karena tiada kami kehendaki, hai saudara-saudaraku, bahwa kamu tiada mengetahui hal kesukaran yang sudah menimpa kami di tanah Asia: Bahwa sudah ditanggungkan atas kami teramat sangat berat, jauh lebih daripada kekuatan kami, sehingga nyaris putus harap kami akan hidup lagi. Bahkan, kami sendiri menetapkan di dalam diri kami itulah hukum mati, supaya jangan kami harap akan diri kami sendiri, melainkan akan Allah yang membangkitkan orang mati; yang telah melepaskan kami daripada kematian yang sebegitu besar itu, dan yang akan melepaskan kami kelak. Maka kepada-Nyalah kami menaruh harap, bahwa Ia akan melepaskan kami lagi,
”Tetapi benda yang mulia ini ada pada kami di dalam bekas yang daripada tanah, supaya kelebihan kuasanya nyata asal daripada Allah dan bukanlah daripada kami sendiri. Maka kami disesakkan di dalam segala sesuatu, tetapi tiada terapit; kami bimbang hati, tetapi tiada putus harap; kami terkena aniaya, tetapi tiada ditinggalkan, kami diempaskan, tetapi tiada binasa. Senantiasa kami menanggung sengsara kematian Yesus di dalam tubuh kami di mana-mana kami pergi, supaya kehidupan Yesus itu juga dinyatakan kepada tubuh kami. Karena kami yang hidup ini senantiasa terserah kepada maut dari sebab Yesus, supaya kehidupan Yesus itu juga dinyatakan kepada tubuh kita yang akan mati itu. Dengan demikian maut itu bekerja di dalam kami, tetapi hidup itu di dalam kamu.
”Sebab itu tiada kami tawar hati, karena meskipun keadaan kami yang lahir ini dibinasakan, tetapi keadaan yang batin kami itu dibaharui sehari-hari. Karena kesukaran kami yang ringan seketika lamanya itu, mengerjakan berlimpah-limpah bagi kami suatu kemuliaan kekal yang penuh, karena kami tiada memandang barang yang kelihatan itu, melainkan yang tiada kelihatan, sebab barang yang kelihatan itu sementara sahaja; tetapi barang yang tiada kelihatan itu kekal adanya.
”Karena kami mengetahui bahwa jikalau kemah tempat kami diam di dalam dunia ini dirobohkan, kami beroleh sebuah rumah daripada Allah, yaitu suatu tempat kediaman, bukan diperbuat dengan tangan, hanya kekal di surga. Karena itulah sebabnya kami mengeluh di sini serta rindu hendak bersalut dengan rumah kami yang dari surga itu.
”Oleh yang demikian senantiasalah kami menetapkan hati kami sebab mengetahui, bahwa selagi kami diam di dalam tubuh ini, maka kami berjauhan dengan Tuhan. Karena perjalanan kami dengan iman, bukannya dengan penglihatan. Tetapi kami tetap hati dan terlebih suka kami bercerai dengan tubuh, lalu diam beserta dengan Tuhan.
”Karena kasih Kristus itu menggerakkan hati kami, sebab kami yakin, bahwa Seorang telah mati karena orang sekalian, itulah sebabnya sekaliannya telah mati. Dan Ia telah mati karena orang sekalian, supaya orang yang lagi hidup itu jangan lagi hidup bagi dirinya sendiri, melainkan bagi Dia itu, yang telah mati dan bangkit pula karena mereka itu. Oleh sebab itu daripada sekarang ini tiada kami mengenal seorang juapun atas peri manusianya. Meskipun kami sudah mengenal Kristus atas peri manusianya, tetapi sekarang ini tiada lagi kami mengenal Dia seperti yang demikian.
”Sebab itulah jikalau barang seorang hidup di dalam Kristus, maka ialah kejadian yang baharu; maka perkara-perkara yang lama itu sudah lenyap, bahkan, yang baharu sudah terbit.
”Melainkan di dalam segala perkara, kami menyatakan diri kami sendiri menjadi hamba Allah, dengan banyak sabar, di dalam sengsara, di dalam kesukaran, di dalam ketakutan, dengan kena sesah, dengan kena penjara, dengan kena berbagai-bagai huru-hara, dengan berlelah, dengan berjaga, dengan puasa; dengan kesucian, dengan pengenalan, dengan panjang hati, dengan kemurahan, di dalam Rohulkudus, dengan kasih yang tulus ikhlas,
”laksana tiada berkenal, tetapi berkenal juga; seperti mati, tetapi sesungguhnya kami hidup; dengan disiksa, tetapi tiada mati; laksana dukacita, tetapi senantiasa bersukacita; seperti orang miskin, tetapi mengayakan banyak orang; dengan tiada berkepunyaan, tetapi mempunyai sekaliannya.
”Aku berkata demikian, bukannya hendak menyalahkan kamu, karena dahulu sudah kukatakan, bahwa kamu itu di dalam hati kami akan mati bersama-sama dan hidup bersama-sama. Besarlah yakinku kepadamu, dan sangatlah megah aku akan kamu. Penuhlah aku dengan penghiburan, dan aku sarat dengan sukacita di dalam segala kesukaran kami.
”Karena tatkala kami tiba di Makedonia, maka diri kami tiadalah juga terlepas, melainkan disusahkan di dalam segala sesuatu, yaitu dari luar perkelahian, dari dalam ketakutan. Tetapi Allah, yang menghiburkan orang yang rendah hati, itu juga menghiburkan kami dengan kedatangan Titus;
”Karena dukacita yang menurut kehendak Allah mengerjakan tobat menuju selamat, yang tiada mengadakan sesal; tetapi dukacita dunia ini membawa kepada maut. Karena perhatikanlah perkara itu juga, yang kamu berdukacita itu menurut kehendak Allah, betapa besarnya usaha yang dikerjakan-Nya di dalam kamu, dan lagi jawab dan gusar dan ketakutan dan kerinduan dan kerajinan dan pembalasan. Di dalam segala sesuatu itu kamu sudah menyatakan dirimu suci di dalam perkara itu.
”Sedang mereka itu di dalam percobaan yang sangat susah, maka kesukaan mereka itu, beserta dengan kepapaannya yang amat sangat telah mencurahkan kemurahan mereka itu yang berlebih-lebih.
”Maka Allah berkuasa mencurahkan segala anugerah-Nya berlimpah-limpah ke atas kamu, supaya kamu dengan senantiasa ada berkecukupan di dalam segala sesuatu, dan boleh melimpah di dalam berbagai-bagai kebajikan, sebagaimana yang tersurat: Bahwa Ia ada menghamburkan, dan Ia ada memberi kepada orang miskin; maka kebenaran-Nya kekal selama-lamanya. Tetapi Tuhan yang mengaruniakan benih kepada penabur, dan roti untuk makanan, Ialah juga akan mengaruniakan dan memperbanyakkan taburanmu dan melebatkan buah-buahan kebajikan kamu, sehingga kamu kaya di dalam segala sesuatu melakukan segala kemurahan, yang membangkitkan syukur kepada Allah oleh kami.
”Pesuruh Kristuskah mereka itu? (aku berkata seperti orang yang sudah hilang akal), aku ini lebih lagi. Di dalam kelelahan terlebih banyak, di dalam penjara berlebih-lebih, disesah terlampau sangat, kerapkali di dalam bahaya maut. Daripada orang Yahudi lima kali aku menerima sesah, tiap-tiap kali empat puluh kurang satu; tiga kali aku dicemuk, sekali aku dirajam, tiga kali karam kapal, sehari semalam aku hanyut di laut, banyak kali di dalam perjalanan, di dalam beberapa bahaya sungai, di dalam beberapa bahaya penyamun, di dalam beberapa bahaya daripada bangsaku, di dalam beberapa bahaya daripada orang kafir, di dalam beberapa bahaya negeri, di dalam beberapa bahaya di padang belantara, di dalam beberapa bahaya di laut, di dalam beberapa bahaya di antara saudara-saudara yang munafik, di dalam kelelahan dan kesusahan, kerapkali berjaga, di dalam kelaparan dan dahaga, kerapkali di dalam puasa dengan kedinginan dan bertelanjang. Dan lagi (lain daripada segala perkara itu, yang tiada termasuk di dalam hal ini) yang menimpa aku setiap hari, yaitu susah akan hal segala sidang jemaat. Siapakah yang lemah, yang aku tiada sama berasa lemah? Siapakah yang disyakkan hatinya, yang aku ini tiada hancur hati? Jikalau tak boleh tidak aku bermegah-megah, maka aku akan memegahkan atas hal kelemahanku.
”Maka bagi pihak orang yang tersebut itulah aku bermegah-megah, tetapi bagi pihak aku sendiri tiada aku memegahkan, kecuali akan segala kelemahanku.
”dan oleh sebab menilik segala kelebihan wahyu yang teramat sangat. (Sebab itu) supaya jangan aku membesarkan diriku, maka aku telah diberi suatu duri menikam ke dalam tubuhku, yaitu suatu pesuruh Iblis, yang menggocoh aku, supaya jangan aku membesarkan diriku. Di dalam hal ini sudah tiga kali aku memohon kepada Tuhan, supaya hal itu terlepas daripadaku. Maka firman-Nya kepadaku, "Padalah bagimu anugerah-Ku, karena kuasa-Ku disempurnakan di dalam kelemahan." Sebab itu dengan terlebih suka aku bermegah-megah di dalam segala kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun ke atasku. Maka itulah sebabnya segala kelemahan dan kecelaan dan kesukaran dan aniaya dan kesempitan menjadi kesukaanku karena Kristus. Sebab apabila aku lemah, pada masa itulah aku kuat.
”Maka tiada lagi orang Yahudi atau orang Gerika, tiada lagi abdi atau orang merdeka, tiada lagi laki-laki atau perempuan; karena kamu ini sekalian menjadi satu di dalam Kristus Yesus. Tetapi jikalau kamu jadi milik Kristus, kamulah benih Ibrahim, yaitu waris setuju dengan perjanjian itu.
”Tetapi buah-buahan Roh, ialah kasih, sukacita, perdamaian, panjang hati, kemurahan, kebaikan, setiawan,
”Bertolong-tolonganlah menanggung beban sama sendiri, maka demikianlah kamu menggenapkan hukum Kristus.
”dan di dalam Kristus Yesus Ia sudah membangkitkan dan mendudukkan kita beserta dengan Kristus itu di surga,
”Maka itulah sebabnya aku ini, Paulus, yang terbelenggu karena Kristus Yesus oleh sebab kamu orang kafir asalnya,
”Maka itulah sebabnya aku ini, Paulus, yang terbelenggu karena Tuhan, minta kamu melakukan dirimu berpadan dengan panggilan yang kamu sudah dipanggil itu, dengan segala kerendahan hati dan lemah lembut serta dengan panjang hati, menaruh sabar sama sendiri dengan kasih,
”Karena kita bergumul, bukannya dengan manusia, melainkan dengan segala penguasa dan kuasa, dan penghulu dunia yang memerintahkan kegelapan, dan segala kuasa roh yang jahat di udara. Sebab itu peganglah selengkap senjata Allah, supaya dapat kamu bertahan pada hari yang malang dan berdiri tetap, sesudah kamu melakukan segala sesuatu.
”dengan segala doa dan permintaan. Berdoalah tiap-tiap waktu dengan Roh sambil berjaga-jaga di dalam hal itu dengan segala usaha dan permintaan karena sekalian orang suci itu, dan karena aku pun, supaya aku dikaruniai perkataan di dalam hal membuka mulutku akan memberitakan rahasia Injil itu dengan berani hati. Karena Injil itulah aku menjadi utusan yang terbelenggu, supaya di dalam hal Injil itu dapat aku berkata-kata dengan berani, seperti yang patut aku berkata.
”Karena kepadaku hidup itu Kristus, dan mati itu untung. Tetapi jikalau aku hidup di dalam tubuh ini, menjadi manfaat bagi pekerjaanku, maka tiadalah kutahu apa, yang kupilih; aku bimbang di antara keduanya itu, aku ingin hendak pergi dan diam beserta dengan Kristus, karena itulah yang teramat baik;
”Karena kepada kamu ini sudah dianugerahkan oleh karena Kristus bukan sahaja percaya akan Dia, melainkan menderita sengsara juga karena Dia,
”Karena dengan sesungguhnya ia sudah sakit hampir mati, tetapi Allah mengasihani dia, bukannya akan dia sahaja, melainkan akan daku pun, supaya jangan dukacitaku bertambah-tambah.
”karena kita ini sunat yang betul, kita yang beribadat kepada Allah dengan Roh dan yang memegahkan dari sebab Kristus Yesus, dan tiada berharap akan perkara yang lahir,
”supaya dapat aku mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya dan persekutuan di dalam sengsara-Nya, akan menjadi serupa dengan Dia di dalam hal mati-Nya,
”Tetapi tanah air kita ada di surga, dari sana juga kita menantikan Juruselamat, yaitu Tuhan Yesus Kristus, yang akan mengubahkan rupa tubuh kita yang hina ini menjadi serupa dengan tubuh-Nya yang mulia itu, menurut seperti kuat kuasa-Nya yang dapat menaklukkan segala sesuatu kepada diri-Nya.
”Bersukacitalah kamu di dalam Tuhan senantiasa, dan lagi sekali aku mengatakan: Bersukacitalah kamu. Biarlah lembut hatimu diketahui oleh orang sekalian. Maka Tuhan ada dekat. Jangan kamu kuatir akan barang sesuatu hal, melainkan di dalam tiap-tiap sesuatu biarlah segala kehendakmu dinyatakan kepada Allah dengan doa dan permintaan serta dengan mengucap syukur. Dan sejahtera Allah yang melebihi segala akal itu akan mengawali hatimu dan pikiranmu di dalam Kristus Yesus.
”Aku tahu berhemat-hemat, dan aku tahu juga bermewah-mewah; di dalam tiap-tiap hal dan di dalam segala sesuatu aku sudah paham, baik di dalam hal kenyang atau lapar, baik di dalam hal mewah atau kekurangan. Segala sesuatu aku cakap menanggung di dalam Dia yang menguatkan aku. Tetapi kamu sudah berbuat baik dengan mengambil bahagian di dalam kesusahanku.
”Maka Tuhanku akan mencukupkan segala kekuranganmu menurut kekayaan-Nya dengan kemuliaan-Nya di dalam Kristus Yesus.
”Kiranya kamu menjadi kuat dengan segala kekuatan menurut seperti kuasa kemuliaan-Nya kepada segala hal sabar dan panjang hati, serta dengan sukacita mengucap syukur kepada Bapa, yang menjadikan kamu berlayak akan beroleh bahagian warisan orang-orang suci di tempat terang itu. Maka Ialah yang sudah melepaskan kita daripada kuasa gelap, dan memindahkan kita ke dalam kerajaan Anak yang dikasihi-Nya,
”Sekarang aku berasa sukacita di dalam sengsara yang kutanggung karena kamu, dan menggenapkan di dalam diriku jumlah sengsara Kristus karena tubuh-Nya, yaitu sidang jemaat.
”Sebab itu jikalau kamu sudah dibangkitkan beserta dengan Kristus, carilah perkara yang di atas, di mana Kristus ada, duduk-Nya di sebelah kanan Allah. Tetapkanlah pikiranmu di dalam perkara yang di atas, jangan di dalam perkara yang di bumi. Karena kamu sudah mati, dan hidupmu ada terselindung beserta dengan Kristus di dalam Allah. Apabila Kristus, yang menjadi hayat kita, akan dinyatakan kelak, lalu kamu pun akan dinyatakan beserta dengan Dia di dalam kemuliaan.
”Biarlah sentosa yang daripada Kristus memerintah di dalam hati kamu, maka kepada hal itu juga kamu sudah dipanggil di dalam tubuh yang Satu; dan hendaklah kamu syukur.
”sungguhpun dahulu kami merasa kesusahan dan siksa di Pilipi, sebagaimana yang kamu ketahui, tetapi di dalam Tuhan kita makin berani kami memberitakan Injil Allah kepadamu di dalam perlawanan yang amat sangat.
”supaya jangan seorang pun bergoyang di dalam segala kesusahan ini. Karena kamu sendiri mengetahui bahwa bagi hal inilah kita telah ditetapkan. Karena tatkala kami bersama-sama dengan kamu, sudah kami katakan kepadamu terlebih dahulu bahwa kita akan merasai susah, sebagaimana yang sudah jadi dan kamu pun mengetahui. Maka itulah sebabnya, tatkala aku ini pun tiada tertahan lagi rindunya, lalu mengutus supaya dapat mengetahui imanmu, sebab takut kamu sudah dicobai oleh si pencoba itu, sehingga menjadi sia-sia kelelahan kami.
”Maka kami tiada suka, hai saudara-saudaraku, yang kamu tiada mengetahui dari hal orang mati, supaya jangan kamu berdukacita sama seperti orang-orang lain yang tiada menaruh harap. Karena jikalau kita percaya bahwa Yesus sudah mati dan bangkit pula, demikianlah juga orang yang mati di dalam iman kepada Yesus itu akan dibawa Allah beserta-Nya. Karena kami mengatakan demikian ini kepadamu dengan firman Tuhan, bahwa kita yang sedang hidup ini dan yang tertinggal hingga kepada kedatangan Tuhan, tiada akan mendahului orang yang sudah mati.
”Hendaklah kamu bersukacita senantiasa; dan berdoa dengan tiada berkeputusan; dan ucapkanlah syukur di dalam segala sesuatu, karena inilah kehendak Allah di dalam Kristus Yesus kepada kamu.
”Maka Allah sendiri, yang pohon sejahtera itu, menguduskan kiranya kamu dengan sempurnanya; dan segenap roh dan nyawa dan tubuh kamu terpelihara dengan tiada bercacat cela pada masa kedatangan Tuhan kita Yesus Kristus. Maka Allah yang memanggil kamu itu setia, dan Ialah juga akan menyempurnakan itu.
”sehingga kami sendiri megah akan hal kamu di dalam segala sidang jemaat Allah, sebab tekun dan imanmu di dalam segala aniaya dan kesusahan yang kamu tanggung. Itulah menjadi suatu tanda hukuman Allah yang adil, bahwa kamu dihisabkan berlayak bagi kerajaan Allah, maka karena itulah juga kamu merasai sengsara; sedangkan pada pemandangan Allah menjadi adil membalaskan kesusahan kepada orang yang menyusahkan kamu, dan kepada kamu yang disusahkan itu membalaskan kesenangan beserta dengan kami, pada masa Tuhan Yesus itu dinyatakan dari surga dengan segala bala tentara malaekat-Nya,
”Maka Tuhan kita Yesus Kristus sendiri beserta Allah, yaitu Bapa kita, yang sudah mengasihi kita dan mengaruniakan penghiburan yang kekal dan pengharapan yang baik oleh sebab anugerah-Nya, menghiburkan kiranya hatimu dan meneguhkan di dalam tiap-tiap pekerjaan dan perkataan yang baik.
”Maka Tuhan sendiri, yang pohon segala sejahtera, kiranya mengaruniakan kamu sejahtera senantiasa di dalam segala perkara. Maka Tuhan menyertai kiranya kamu sekalian.
”Jangan engkau minum air sahaja, melainkan minumlah anggur sedikit, karena perutmu dan kelemahanmu yang berulang-ulang itu.
”karena kita sudah membawa satu pun tidak ke dalam dunia ini, sebab itu satu pun tidak juga boleh kita bawa ke luar. Tetapi sedang ada pada kita makanan atau pakaian, biarlah kita berpada dengan itu.
”Sebab Allah sudah mengaruniai kita bukannya suatu roh penakut, melainkan roh kuasa dan kasih dan memerintahkan diri.
”Sebab itu janganlah malu tentang hal mengaku Tuhan kita, dan jangan malu sebab aku yang terbelenggu karena Tuhan, melainkan hendaklah engkau bersama-sama merasai sengsara karena Injil menurut kuasa Allah, yang sudah menyelamatkan kita, dan memanggil kita dengan panggilan yang kudus, bukannya menurut kadar perbuatan kita, melainkan menurut maksud-Nya sendiri dan anugerah yang dikaruniakan kepada kita di dalam Kristus Yesus dahulu daripada zaman yang azali, tetapi sekarang telah nyata oleh kedatangan Juruselamat kita Kristus Yesus, yang sudah melenyapkan maut, dan menimbulkan hidup dan peri yang tiada berkebinasaan dengan Injil, maka bagi hal itulah aku ini ditetapkan menjadi pemberita dan rasul dan guru. Maka itulah sebabnya aku menderitakan segala perkara ini. Tetapi tiada juga aku malu, karena aku tahu kepada siapa yang sudah kupercayai, dan yakinlah aku bahwa Ia berkuasa akan memeliharakan petaruhanku hingga kepada Hari itu.
”maka oleh sebab hal itulah aku menanggung sengsara, sehingga terbelenggu, seolah-olah orang durjana, tetapi firman Allah bukannya terbelenggu. Itulah sebabnya aku deritakan segala sesuatu oleh karena segala orang yang terpilih, supaya mereka itu pun beroleh selamat yang di dalam Kristus Yesus beserta dengan kemuliaan yang kekal. Maka inilah perkataan yang sungguh, "Bahwa jikalau kita sudah mati serta-Nya, kita akan hidup serta-Nya juga; dan jikalau tahan kita menderita, kita akan memerintah serta-Nya; jikalau kita menyangkal Dia, maka Ia pun akan menyangkal kita;
”Tetapi engkau ini sudah menurut pengajaranku, dan kelakuanku, dan tujuanku, dan imanku, dan panjang sabarku, dan kasihku, dan tekunku, dan segala aniaya dan sengsara yang berbagai-bagai sudah menimpa aku di Antiokhia, dan di Ikonium, dan di Listera. Alangkah banyaknya aniaya sudah aku kena, tetapi daripada sekalian itu Tuhan sudah melepaskan aku! Bahkan, segala orang yang hendak hidup beribadat kepada Allah di dalam Kristus Yesus akan terkena aniaya.
”Tetapi hendaklah engkau ini beringat di dalam segala perkara, tanggunglah kesukaran, kerjakanlah pekerjaan guru Injil, lakukanlah kewajibanmu dengan secukupnya.
”Karena aku telah sedia dipersembahkan, dan masa ajalku sudah sampai. Aku telah berusaha dengan bersungguh-sungguh di dalam peperangan iman, aku telah menyempurnakan usahaku, aku telah memeliharakan iman; pada akhirnya makota kebenaran telah tersedia bagiku yang akan dikaruniakan kepadaku pada Hari itu oleh Tuhan, yaitu hakim yang adil itu; dan bukan kepadaku sahaja, melainkan juga kepada sekalian orang yang telah sangat gemar akan kedatangan-Nya.
”Pada masa jawabku yang pertama tiada seorang pun menyebelah aku, melainkan sekaliannya meninggalkan aku; janganlah kiranya hal itu tertanggung di atas mereka itu. Akan tetapi Tuhan sudah menyertai aku sambil menguatkan aku, supaya berita Injil termasyhur oleh sebab aku, dan segala orang kafir dapat mendengarnya; maka terlepaslah aku daripada mulut singa itu. Tuhan akan melepaskan aku daripada tiap-tiap kebengisan dan akan menyelamatkan aku sehingga masuk ke dalam kerajaan-Nya yang di surga, maka bagi-Nyalah kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin.
”dengan pengharapan akan hidup yang kekal, yang sudah dijanjikan terlebih dahulu daripada zaman yang azali oleh Allah, yang mustahil bohong itu,
”Daripada Paulus, seorang yang terbelenggu karena Kristus Yesus, serta Timotius, saudara itu, datang kepada Pilemon yang kami kasihi, dan yang menjadi teman kami di dalam pekerjaan,
”tetapi oleh sebab kasih maka terlebih suka aku meminta kepadamu, yaitu aku ini, Paulus, orang yang tua, dan sekarang lagi terbelenggu karena Kristus Yesus,
”Sebab itu, sedang anak-anak itu sama-sama ada berdaging dan berdarah, maka Ia pun demikian juga keadaan-Nya, supaya dengan maut itu ditiadakan-Nya dia, yang memegang kuasa maut, yaitu Iblis. Dan supaya dilepaskan-Nya seberapa banyak orang yang oleh sebab takut akan maut itu tertawan seumur hidupnya di dalam perhambaan.
”Sedangkan Ia sendiri telah merasa sengsara tatkala terkena coba, dapatlah Ia menolong orang yang terkena coba itu.
”Sebab itu, sedang ada lagi tinggal perjanjian dari hal masuk perhentian-Nya itu, maka hendaklah kita takut supaya jangan kelak nyata barang seorang daripada kamu tertinggal di belakang. Karena kabar kesukaan sudah diberitakan kepada kita, sama seperti kepada mereka itu juga; tetapi berita yang kedengaran itu tiada mendatangkan faedah kepada mereka itu, sebab tiada disertai oleh iman bagi orang yang mendengar itu. Karena kita yang sudah beriman ini masuk perhentian itu, sebagaimana yang Ia telah berfirman, "Seperti Aku telah bersumpah dengan murka-Ku: Bahwa sekali-kali tiada mereka itu akan masuk perhentian-Ku" walaupun segala perbuatan itu sudah lengkap daripada masa kejadian dunia. Karena ada suatu nas yang telah difirmankan-Nya dari hal hari yang ketujuh demikian ini: Maka berhentilah Allah pada hari yang ketujuh daripada segala perbuatan-Nya; dan lagi, di sini pula: Bahwa sekali-kali tiada mereka itu akan masuk perhentian-Ku. Oleh sebab itu sedangkan ada tinggal setengah orang yang akan masuk perhentian itu, dan orang yang kepadanya kabar kesukaan sudah diberitakan terlebih dahulu itu tiada masuk sebab durhaka, maka lagi sekali ditentukan-Nya suatu hari, yaitu: "Hari ini", dengan firman-Nya di dalam kitab Daud kemudian berselang beberapa lama, seperti yang telah tersebut dahulu itu: Bahwa pada hari ini, jikalau kamu mendengar suara-Nya, janganlah kamu mengeraskan hatimu. Karena jikalau Yusak sudah membawa mereka itu masuk ke dalam perhentian, niscaya tiadalah Allah menyebutkan hari yang lain kemudian daripada itu. Jikalau begitu, tetaplah suatu Masa Perhentian bagi kaum Allah.
”Karena kita tidak ada Imam Besar yang tiada menaruh belas kasihan akan segala kelemahan kita, melainkan yang sudah terkena coba di dalam segala perkara sama seperti kita, dan lagi tiada berdosa. Sebab itu, biarlah kita menghampiri takhta anugerah Allah dengan keluasan hati, supaya kita beroleh rahmat, dan dapat anugerah menjadi pertolongan pada masanya.
”Maka Ia pun, tatkala di dalam keadaan manusia, sudah mempersembahkan doa dan permintaan kepada Yang Berkuasa menyelamatkan Dia daripada maut, dengan teriak yang kuat, dan dengan air mata-Nya, maka doa-Nya dikabulkan dari sebab ketakutan-Nya akan Allah; sungguhpun Ia Anak, tetapi sudahlah Ia belajar taat dengan segala sesuatu yang dirasai-Nya itu,
”Tetapi ingatlah akan masa yang dahulu itu, tatkala hatimu sudah diterangkan, lalu kamu menderita azab sengsara dengan perlawanan yang amat sangat; dan separuhnya kamu menjadi suatu tamasya orang dengan segala nista atau aniaya, dan separuhnya terbabit dengan orang yang terkena seperti yang demikian itu. Karena kamu sudah menunjukkan kasihan atas orang yang terpenjara, dan dengan rela juga kamu kabulkan milikmu menjadi rampasan, sebab mengetahui bahwa kamu sendiri ada milik yang terlebih baik, lagi kekal. Sebab itu janganlah kamu menghilangkan harap percayamu yang mendatangkan pahala yang besar. Karena tekun yang wajib bagimu, supaya setelah sudah melakukan kehendak Allah, kamu boleh memegang perjanjian itu. Karena hanya seketika sahaja lamanya maka Tuhan yang datang itu akan tiba kelak dengan tiada berlambatan. Tetapi orang-Ku yang benar akan hidup oleh sebab iman; dan jikalau ia undur, maka Roh-Ku tiada berkenan akan dia.
”Sebab itu juga daripada seorang, yang sama seperti mati, sudah terpancar beberapa banyak orang yang seperti bintang di langit dan seperti pasir di pantai laut yang tiada tepermanai banyaknya.
”Di dalam iman juga sekaliannya itu sudah mati dengan tiada sempat menerima perjanjian itu, tetapi menurut imannya tampak sekaliannya itu serta menyambut dari jauh, sambil mengaku dirinya orang dagang dan penumpang di dalam dunia ini.
”Dari sebab iman juga Musa enggan dikatakan anak puteri Firaun tatkala ia sudah besar; maka relalah ia teraniaya bersama-sama dengan kaum Allah daripada menyukakan kesukaan yang berdosa seketika lamanya; karena pada pemandangannya kecelaan dari hal Kristus itu lebih besar harganya daripada segala kekayaan Mesir, sebab ia memandang kepada pahala. Dari sebab iman juga ia meninggalkan tanah Mesir dengan tiada takut akan murka raja itu, karena tetaplah ia seolah-olah ia nampak Yang tiada kelihatan.
”Dan apakah lagi yang hendak kukatakan? Karena waktuku suntuk jikalau aku menceriterakan hal Gideon, dan Barak, dan Simson, dan Yepta, dan Daud, dan Semuel, dan segala nabi itu, maka dari sebab iman juga mereka itu sudah menewaskan beberapa kerajaan, melakukan perbuatan yang benar, beroleh segala perjanjian, menutup mulut singa, memadamkan kuasa api, melepaskan diri daripada mata pedang, dan daripada lemah sudah menjadi kuat, dan makin gagah di dalam peperangan, dan mengundurkan segala bala tentara musuh sehingga lari. Maka ada beberapa perempuan mendapat balik orangnya hidup daripada mati; yang lain disengsarakan, maka tiada mereka itu mau menerima kelepasannya, supaya memperoleh kebangkitan yang lebih baik; maka orang lain pula terkena pencobaan dengan olok-olok dan sesah, dan lagi belenggu dan penjara; dan dirajam, dan digergaji, dan dicobai, dan mati dibunuh dengan pedang, mengembara dengan berpakaiankan kulit domba dan kulit kambing, maka berkekurangan mereka itu, dan dianiayakan dan disiksakan, (sebenarnya tiada layak isi dunia ini akan mereka itu), maka mereka itu mengembara di padang belantara dan segala gunung, dan gua dan lubang-lubang tanah. Maka sekalian orang itu, walaupun sudah terpuji oleh sebab imannya, tetapi barang yang dijanji itu mereka itu tiada dapat. Karena Allah sudah menyediakan barang yang terlebih baik bagi kita, maksudnya supaya jangan mereka itu jadi sempurna dengan tiada kita.
”Oleh sebab itu, sedangkan kita dilingkungi dengan sebegitu banyak orang yang menyaksikan seperti awan rupanya, maka hendaklah kita membuangkan tiap-tiap pikulan yang berat, dan dosa yang mudah menjerat kita, dan biarlah kita berlari dengan tekun di dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita, serta memandang kepada Yesus, yang mengadakan dan menyempurnakan iman. Maka Ia pun, karena kesukaan yang menanti Dia sudah menderita sengsara salib dengan tiada mengindahkan malunya, lalu duduk di sebelah kanan arasy Allah. Oleh sebab itu timbangkanlah Dia, yang sudah menderitakan segala perkataan orang berdosa yang mengatas melawan Dia, supaya jangan kamu jemu dengan tawar hatimu.
”Maka kamu belum lagi melawan sehingga berdarah di dalam hal berlawan dengan dosa, dan kamu sudah lupa akan nasehat yang mengingatkan kamu seperti mengingatkan anak-anak, katanya: Hai anakku, janganlah engkau meringankan ajaran Tuhan, dan jangan tawar hati apabila engkau terkena hukuman-Nya; karena orang yang dikasihi oleh Tuhan itu diajari-Nya, dan tiap-tiap anak yang diterima-Nya itu dipukul-Nya. Adapun barang yang kamu deritakan itu menjadi pengajaran bagimu; maka Allah melakukan ke atas kamu serupa dilakukan-Nya ke atas anak-anak-Nya; karena anak siapakah gerangan yang tiada diajari oleh bapanya? Tetapi jikalau kamu tiada diajari, padahal semua orang mendapat bahagian itu, maka kamu anak haram, bukannya anak halal. Dan lagi kita sudah ada bapa darah daging yang mengajar kita, serta kita sudah memberi hormat kepadanya; bukankah terlebih patut kita menaklukkan diri kepada Bapa segala roh itu sehingga beroleh hidup? Karena mereka itu dengan sesungguhnya sudah mengajar kita di dalam sedikit masa sebagaimana yang tampak baik kepada mereka itu; tetapi Tuhan mengajar bagi faedah kita, supaya kita beroleh bahagian di dalam kekudusan-Nya. Adapun segala ajaran bagi sementara ini belum mendatangkan sukacita, melainkan duka cita; tetapi kemudian kelak dikeluarkannya kebenaran akan buahnya, yang mendatangkan sentosa kepada orang yang mahir dengan ajaran itu.
”Sebab itu angkatkanlah tangan yang lesu, dan lutut yang tepok; dan ratakanlah jalan kakimu, supaya yang timpang itu jangan terpelecok, melainkan biarlah sembuh.
”Ingatlah akan orang yang terbelenggu, seolah-olah kamu yang terbelenggu sertanya, dan akan orang yang terkena aniaya, seolah-olah tubuhmu pun terkena aniaya.
”Lepaskanlah dirimu daripada kasih akan uang, dan padakanlah dengan barang yang ada padamu; karena Tuhan sendiri sudah berfirman: Bahwa sekali-kali tiada Aku akan membiarkan engkau, dan sekali-kali tiada Aku meninggalkan engkau, sehingga dengan yakin kita dapat berkata: Bahwa Tuhanlah Penolong aku, tiadalah aku takut kelak. Apakah gerangan manusia boleh buat ke atasku?
”Sebab itulah Yesus pun, supaya dapat menguduskan kaum itu dengan darah-Nya sendiri, sudah menderita sengsara di luar pintu gerbang. Dengan hal yang demikian biarlah kita keluar menghadap Dia di luar tempat segala kemah itu, serta menanggung kecelaan-Nya. Karena di sini kita tiada mempunyai sebuah negeri yang kekal, melainkan kita cari negeri yang akan datang.
”Sebab itu dengan jalan Yesus itu hendaklah kita senantiasa mempersembahkan kepada Allah korban puji-pujian, yaitu buah-buahan bibir mulut yang mengaku nama-Nya. Dan jangan kamu lalai daripada berbuat kebajikan serta menunjukkan murah hati, karena korban yang sedemikian itulah Allah sangat berkenan.
”Hai saudara-saudaraku, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan, sifatkanlah semuanya itu kesukaan sahaja, oleh sebab mengetahui, bahwa ujian imanmu itu mengerjakan tekun. Biarlah tekun itu bekerja dengan sempurnanya, supaya kamu jadi sempurna dan cukup lengkap, dan tiada berkekurangan di dalam sesuatu apa pun.
”Berbahagialah orang yang sabar menanggung pencobaan, karena sesudah ia tahan uji, ia akan menerima kelak makota hidup, yang dijanjikan Allah kepada segala orang yang mengasihi Dia.
”Hai saudara-saudaraku, ambillah teladan kesusahan dan sabar segala nabi, yang sudah bersabda dengan nama Tuhan. Ingatlah, bahwa orang yang bersabar itu kita bilangkan berbahagia; maka kamu telah mendengar akan sabar Ayub, dan kamu sudah nampak kesudahan perbuatan Tuhan, bahwa sangatlah kasihan dan rahmat Tuhan adanya.
”Adakah barang seorang di antara kamu yang susah? Hendaklah ia berdoa. Adakah barang seorang yang senang hati? Hendaklah ia menyanyikan Mazmur. Adakah barang seorang di antara kamu yang sakit? Hendaklah ia memanggil ketua-ketua sidang jemaat, dan hendaklah mereka itu mendoakan dia, sambil mengurapi dia dengan minyak, dengan nama Tuhan. Maka doa yang disertai iman akan menyembuhkan orang sakit itu, dan Tuhan akan membangkitkan dia; dan jikalau ia sudah berbuat dosa, maka ia akan diampunkan dosanya. Oleh sebab itu, hendaklah kamu masing-masing mengaku-akui dosamu di antara sama sendiri dan mendoa-doakan sama sendirimu, supaya kamu selamat. Adapun doa orang yang benar, dengan bersungguh-sungguh hati itu besar khasiatnya.
”Di dalam hal ini kamu bersukacita, walaupun sementara sedikit masa, jikalau wajib, kamu menanggung duka cita di dalam berbagai-bagai pencobaan, supaya kesungguhan imanmu yang diuji itu (yang lebih indah daripada emas yang akan binasa walaupun berlebur uji dengan api) didapati mendatangkan puji dan kemuliaan serta kehormatan, pada masa Yesus Kristus kelihatan kelak,
”Karena itulah yang berkenan kepada Allah, jikalau dari sebab perasaan hati di hadirat Allah orang tahan menderita kesusahan dan sengsara dengan tiada semena-mena. Karena apakah kemegahannya, jikalau dengan sabar kamu tahan apabila kamu disiksakan dari sebab berbuat dosa? Tetapi jikalau dengan sabar kamu tahan sengsara dari sebab berbuat baik, maka itulah yang berkenan kepada Allah. Karena bagi maksud inilah kamu sudah dipanggil; sebab Kristus sudah menanggung sengsara juga karena kamu, ditinggalkan-Nya suatu teladan bagimu, supaya kamu mengikut kesan-Nya. Ialah yang tiada berbuat dosa, tiada pula didapati tipu daya dari dalam mulut-Nya; tatkala Ia kena nista, tiada membalas dengan nista, dan tatkala Ia kena sengsara, tiada mengugut, melainkan menyerahkan diri-Nya kepada Allah yang menghakimkan dengan adilnya. Ia sendiri sudah menanggung segala dosa kita di dalam tubuh-Nya di atas kayu salib, supaya kita dimatikan daripada dosa lalu hidup bagi hal yang benar; maka dari sebab bilur-Nya kamu sudah disembuhkan.
”Tetapi jikalau kamu terkena sengsara oleh sebab hal yang benar, kamu berbahagia; dan ugut orang janganlah kamu takut, dan jangan kamu terkejut.
”Karena lebih baik kamu menanggung sengsara (jikalau dengan kehendak Allah) sebab berbuat baik, daripada kamu menanggung sengsara sebab berbuat jahat. Sebab Kristus pun sudah sekali merasai mati karena dosa-dosa orang, yaitu Orang benar karena orang-orang yang tiada benar, supaya Ia membawa kita kepada Allah; sungguhpun Ia mati dibunuh di dalam tubuh, tetapi hidup di dalam roh.
”Sedangkan Kristus sudah merasai sengsara di dalam keadaan tubuh manusia, hendaklah kamu pun berperisaikan dengan niat yang serupa itu juga; karena orang yang merasai sengsara di dalam keadaan tubuh itu, berhenti daripada berbuat dosa,
”Hai kekasihku, janganlah kamu heran akan hal api pencobaan di antara kamu, yang akan datang ke atasmu menguji kamu, seolah-olah suatu perkara yang ajaib berlaku atasmu, melainkan oleh sebab kamu beroleh bahagian di dalam sengsara Kristus, bersukacitalah kamu; supaya pada masa kelihatan kemuliaan-Nya kelak kamu akan bersukacita dan bersukaria. Jikalau kamu terkena cela karena nama Kristus berbahagialah kamu, karena Roh kemuliaan, yaitu Roh Allah diam di atas kamu. Biarlah jangan barang seorang di antara kamu merasai sengsara sebagai seorang pembunuh atau pencuri atau seorang yang berbuat jahat, atau seorang yang masuk campur di dalam perkara orang lain; tetapi jikalau barang seorang terkena sengsara oleh sebab ia orang Kristen, janganlah ia malu, melainkan dengan nama itu hendaklah ia memuliakan Allah.
”Sebab itu hendaklah segala orang yang merasai sengsara menurut seperti kehendak Allah menyerahkan jiwanya kepada Khalik yang setiawan, sambil melakukan yang benar.
”Maka kepada segala ketua-ketua yang di antara kamu inilah nasehatku (karena aku sendiri pun ketua juga, dan sudah menjadi saksi dari hal segala sengsara Kristus, dan juga masuk bahagian kemuliaan yang akan menjadi nyata kelak):
”Sebab itu hendaklah kamu merendahkan dirimu ke bawah tangan Allah Yang Mahakuasa itu, supaya Ia meninggikan kamu pada masanya; serahkanlah segala kuatirmu kepada-Nya, karena Ialah yang memperdulikan kamu. Hendaklah kamu beringat, hendaklah kamu berjaga-jaga; adapun Iblis, seterumu itu, seperti singa yang mengaum berjalan-jalan mencari siapa yang dapat dilulurnya. Lawanlah dia dengan imanmu yang teguh, sebab mengetahui bahwa segala sengsara yang semacam itu juga ada berlaku di atas segala saudaramu yang di dalam seluruh dunia ini. Maka Allah, pohon segala anugerah, yang sudah memanggil kamu masuk kemuliaan-Nya yang kekal itu di dalam Kristus, sesudahnya kamu merasai sengsara di dalam sedikit masa, sendiri akan menjadikan kamu sempurna dan tetap dan kuat dan beralas.
”Sedangkan kuasa kodrat-Nya telah mengaruniakan kepada kita segala perkara yang berguna bagi hidup dan ibadat oleh sebab keadaan mengenal Dia yang memanggil kita dengan kemuliaan-Nya dan ketinggian-Nya,
”jikalau begitu, sudah nyata bahwa Tuhan tahu melepaskan segala orang yang beribadat dari dalam pencobaan, dan tahu mengawali orang-orang yang tiada benar sehingga sampai kepada hari hukuman, supaya disiksakannya mereka itu,
”Tetapi perkara yang satu ini jangan kamu lupakan, hai segala kekasihku, bahwa satu hari kepada Tuhan sama seperti seribu tahun, dan seribu tahun sama seperti satu hari. Maka Tuhan tiada berlambatan di dalam hal perjanjian itu sebagaimana ada beberapa orang yang membilangkan hal itu lambat, melainkan panjang sabar akan kamu, tiada Ia gemar akan seorang pun binasa, melainkan sehingga sekaliannya sampai kepada tobat.
”Hai anak-anakku, kamu ini daripada Allah, dan telah mengalahkan mereka itu, karena terlebih besarlah Ia yang ada di dalam kamu daripada dia yang ada di dalam dunia.
”Dan kita ini sudah mengetahui dan sudah percaya akan kasih Allah kepada kita. Maka Allah itu kasih, dan orang yang tinggal di dalam kasih tinggal di dalam Allah, dan Allah tinggal di dalam dia. Di dalam inilah kasih itu sempurna di dalam kita, supaya kita beroleh keluasan hati pada Hari hukuman, karena sebagaimana Kristus di dalam kasih, sebegitu juga kita di dalam dunia ini. Di dalam kasih tidak ada ketakutan, tetapi kasih yang sempurna membuangkan ketakutan, karena ketakutan itu mendatangkan siksa, dan orang yang takut itu belum sempurna kasihnya.
”Karena barang apa pun yang berasal daripada Allah mengalahkan dunia; maka inilah kemenangan yang mengalahkan dunia, yaitu iman kita. Siapakah dia yang mengalahkan dunia ini, melainkan hanya orang yang percaya bahwa Yesus itu Anak Allah?
”Maka inilah ketetapan hati kita terhadap Tuhan, yaitu jikalau kita memohonkan barang sesuatu menurut kehendak-Nya, Ia meluluskan permintaan kita. Dan jikalau kita tahu bahwa Ia meluluskan tentang barang apa yang kita pohonkan, maka tahulah kita bahwa kita telah memperoleh segala permintaan yang sudah kita pohonkan daripada-Nya.
”Hai kekasihku, aku berdoa supaya engkau selamat dan afiat di dalam segala sesuatu, sebagaimana jiwamu pun selamat.
”dan yang hidup. Aku sudah mati, maka tengoklah, sekarang Aku hidup selama-lamanya, serta ada pada-Ku anak kunci maut dan alam maut.
”Barangsiapa yang bertelinga, hendaklah ia mendengar kata Roh itu kepada segala sidang jemaat. Maka kepada orang yang menang, kepadanyalah Aku akan memberi makan buah pohon hayat yang di dalam Firdaus Allah."
”"Suratkanlah kepada malaekat sidang jemaat yang di Smirna seperti yang demikian: Inilah sabda daripada Dia yang awal dan yang akhir, yang sudah mati, lalu hidup balik: Aku tahu kesusahanmu dan kepapaanmu (tetapi engkau kaya), dan Aku tahu hujat daripada orang-orang yang mengatakan dirinya orang Yahudi, tetapi bukan, melainkan suatu jemaat Iblis. Janganlah engkau takut akan segala kesusahan yang akan engkau rasai kelak. Tengoklah, Iblis itu hendak memasukkan setengah daripada kamu ke dalam penjara, supaya kamu dicobai; dan kamu mendapat kesusahan kelak sepuluh hari lamanya. Biarlah engkau setia sehingga mati, dan Aku akan memberi engkau makota hayat itu.
”Barangsiapa yang bertelinga, hendaklah ia mendengar kata Roh itu kepada segala sidang jemaat. Maka orang yang menang, sekali-kali tiada akan terkena bahaya maut yang kedua itu."
”Barangsiapa yang bertelinga, hendaklah ia mendengar kata Roh kepada segala sidang jemaat. Maka kepada orang yang menang, kepadanyalah Aku akan memberi Manna yang tersembunyi itu, dan Aku akan memberi kepadanya suatu batu putih dan pada batu itu tersurat suatu nama baharu, yang tiada diketahui oleh seorang pun, melainkan oleh orang yang menerima dia."
”Maka orang yang menang, dan yang memeliharakan segala pekerjaan-Ku hingga kesudahannya, maka Aku memberi dia kuasa atas segala orang kafir; dan ia akan memerintah mereka itu dengan tongkat besi, seperti periuk belanga tanah pun diremukkan orang, yaitu dengan kuasa, sebagaimana Kuperoleh daripada Bapa-Ku; dan Aku akan memberi dia bintang fajar itu. Barangsiapa yang bertelinga, hendaklah ia mendengar kata Roh kepada segala sidang jemaat."
”Maka orang yang menang akan dipakaikan dengan pakaian putih dan sekali-kali tiada Aku akan menghapuskan namanya dari dalam kitab hayat, dan Aku akan mengakui namanya di hadapan Bapa-Ku dan di hadapan segala malaekat-Nya. Barangsiapa yang bertelinga, hendaklah ia mendengar kata Roh kepada segala sidang jemaat."
”Maka orang yang menang, hendak Kujadikan dia suatu tiang di dalam rumah Tuhan-Ku, dan sekali-kali tiada ia akan keluar dari situ; dan Aku akan menyuratkan kepadanya nama Tuhan-Ku dan nama negeri Tuhan-Ku, yaitu Yeruzalem yang baharu yang turun dari surga daripada Tuhan-Ku itu, dan lagi nama-Ku yang baharu itu. Barangsiapa yang bertelinga, hendaklah ia mendengar kata Roh kepada segala sidang jemaat."
”Maka orang yang menang, Aku memberi dia duduk dengan Aku di atas arasy-Ku, sebagaimana Aku juga menang serta duduk dengan Bapa-Ku di atas arasy-Nya. Barangsiapa yang bertelinga, hendaklah ia mendengar kata Roh kepada segala sidang jemaat."
”Lalu kataku kepadanya, "Tuan juga yang mengetahuinya." Maka katanya kepadaku, "Inilah orang-orang yang datang ke luar daripada kesusahan besar itu, dan mereka itu sudah membasuh jubahnya dan memutihkan dengan darah Anak domba itu. Maka itulah sebabnya mereka itu ada di hadapan arasy Allah, dan mereka itu beribadat kepada-Nya siang malam di dalam rumah-Nya; dan Ia yang duduk di atas arasy itu akan membentangkan kemah-Nya menaungi mereka itu. Maka tiada mereka itu akan lapar atau dahaga lagi, dan tiada mereka itu dipukul oleh panas matahari atau barang sesuatu yang hangat, karena Anak domba yang di tengah arasy itu akan menjadi gembala mereka itu, dan akan membawa mereka itu kepada segala mata air hayat; maka Allah pun akan menyapukan segala air mata daripada mata mereka itu."
”Sekaliannya itu sudah mengalahkan dia oleh sebab darah Anak domba itu, dan oleh sebab perkataan kesaksian mereka itu; dan mereka itu tiada menyayangi nyawanya, walaupun sampai mati.
”Di dalam hal inilah patut bagi segala orang suci menunjukkan sabar, yaitu bagi orang yang menurut segala hukum Allah dan iman akan Yesus." Maka kudengar suatu suara dari langit berkata, "Suratkanlah seperti yang demikian ini: Berbahagialah segala orang yang sudah mati, yaitu mati di dalam Tuhan daripada sekarang ini. Bahkan, kata Roh itu, mereka itu akan berhenti daripada segala kelelahannya; karena segala perbuatannya mengikut menyertai mereka itu."
”Maka di dalamnya itu didapati darah segala nabi dan orang suci, dan darah segala orang yang dibunuh di atas bumi ini."
”Maka aku tampaklah beberapa takhta, dan ada orang duduk di atasnya, maka kepada mereka itu diserahkan kuasa menghukumkan; dan lagi aku tampak segala nyawa orang yang dipancung kepalanya sebab menyaksikan Yesus dan firman Allah, dan yang tiada menyembah binatang itu atau patungnya, dan yang tiada bertanda di dahinya atau di tangannya. Maka mereka itu sekalian hidup balik dan memerintah beserta dengan Kristus seribu tahun lamanya.
”dan Ia akan menyapukan segala air mata daripada matanya, maka tiadalah akan ada lagi maut, atau perkabungan, atau tangisan, atau kesakitan pun tiada akan ada lagi, karena segala perkara yang pertama sudah lenyap." Maka Ia yang duduk di atas arasy itu pun berfirman, "Tengoklah, Aku jadikan semuanya baharu." Dan lagi firman-Nya, "Suratkanlah, karena perkataan inilah tetap dan benar." Maka firman-Nya kepadaku, "Sudahlah genap; Aku inilah Alif dan Ya, yaitu Yang awal dan Yang akhir. Kepada orang yang dahaga kelak Aku akan memberi minum daripada mata air hayat dengan percuma. Maka orang yang menang itu kelak akan mewarisi segala perkara ini; maka Aku akan menjadi Tuhannya, dan ia akan menjadi anak kepada-Ku.
”