30 – Pengangkatan
Ini adalah firman suci Tuhan Yang Maha Esa.
Kita tidak tertarik dengan kata-kata manusia.
Bagi siapa pun yang mengasihi Tuhan... inilah yang Tuhan katakan tentang: Pengangkatan.
Ini adalah firman suci Tuhan Yang Maha Esa.
Kita tidak tertarik dengan kata-kata manusia.
Bagi siapa pun yang mengasihi Tuhan... inilah yang Tuhan katakan tentang: Pengangkatan.
Maka sejurus kemudian daripada ketika sengsara itu, matahari akan dikelamkan, dan bulan juga tiada akan bercahaya, dan segala bintang di langit akan gugur, dan segala kuat kuasa yang di langit itu pun akan berguncang-gancing. Setelah itu kelak kelihatan tanda Anak manusia di langit; maka segala bangsa manusia yang di bumi akan meratap, lalu mereka itu akan memandang Anak manusia datang di atas awan dari langit, dengan kuasa dan kemuliaan yang besar. Maka Ia pun akan menyuruhkan malaekat-Nya meniup sangkakala yang besar bunyinya, dan akan menghimpunkan sekalian orang-Nya yang terpilih daripada keempat penjuru alam, yaitu dari tepi langit sampai ke tepinya yang lain.
”Karena Tuhan sendiri akan turun dari surga dengan suatu sorak, dengan suara penghulu malaekat, dan dengan bunyi sangkakala Allah; maka segala orang yang telah mati di dalam Kristus akan bangkit dahulu, kemudian kita yang sedang hidup, yang telah tertinggal ini, akan diambil ke dalam awan bersama-sama dengan mereka itu menghadap Tuhan di dalam awang-awangan; demikianlah kelak kita senantiasa bersama-sama dengan Tuhan.
”Adapun akan hal kedatangan Tuhan kita Yesus Kristus, dan akan hal kita akan berhimpun bersama-sama dengan Dia, kami mintalah kamu, hai saudara-saudaraku, jangan lekas pikiranmu bingung dan gentar, baik tentang karunia roh baik tentang perkataan atau tentang surat, yang dikatakan datang daripada kami, seolah-olah Hari Tuhan sudah tiba. Jangan kamu tertipu oleh seorang jua pun dengan barang sesuatu daya, karena tiada akan jadi kelak sebelum orang banyak berpaling daripada iman itu dahulu, dan dinyatakan kelak si Orang yang mengamalkan dosa itu, yaitu anak jahanam, yang melawan, dan meninggikan dirinya mengatas segala sesuatu yang dianggap seperti Allah dan yang disembah, sehingga ia bertegak di dalam Bait Allah serta menyatakan dirinya ialah Allah.
”Maka Aku akan mengadakan perseteruan antaramu dengan perempuan ini, dan antara benihmu dengan benihnya; maka ia akan meremukkan kepalamu dan engkaupun akan mematukkan tumitnya.
”Karena tahulah aku bahwa Penebusku itu hidup dan Iapun yang kemudian akan bangkit dari atas duli; dan setelah sudah hancur luluh kulit tubuhku ini, maka dari dalam badanku juga aku akan memandang Allah; yang kupandang kelak bagi diriku, dan matakupun akan melihat Dia, bukan yang lain. Hai, bagaimana rindu hatiku di dalam dadaku ini!
”Maka akan jadi pada hari yang terkemudian bahwa bukit kaabah Tuhan ditetapkan di atas kemuncak segala gunung dan ditinggikan terlebih dari pada segala bukit, maka segala bangsapun akan berkerumun kepadanya. Maka beberapa berapa bangsa akan berjalan, serta katanya: Marilah kita naik ke bukit Tuhan, ke bait Allah Yakub, supaya diajar-Nya kita akan hal segala jalan-Nya, dan dapat kita menjalani dia, karena dari dalam Sion juga akan terbit hukum dan firman Tuhan dari dalam Yeruzalem. Maka Iapun akan menjadi hakim di antara segala bangsa dan memutuskan hukum bangsa yang besar-besar; mereka itu akan menempa pedang-pedangnya, diperbuatkannya penggali, dan pendahannya diperbuatkannya sabit, maka bangsa tiada lagi akan menghunus pedang hendak melawan bangsa, dan tiada lagi orang belajar perang.
”Pergilah kamu masuk ke dalam bukit batu, sembunyikanlah dirimu dalam abu, dari karena hebat Tuhan dan dari karena kemuliaan kebesaran-Nya. Segala mata orang yang tinggi itu akan direndahkan dan segala sombong orang laki-laki akan ditundukkan, maka pada hari itu hanya Tuhan jua akan tertinggi. Karena satu hari sudah ditentukan oleh Tuhan serwa sekalian alam bagi segala orang yang jemawa dan tinggi dan bagi segala orang yang mengatas-ataskan dirinya, supaya mereka itu direndahkan. Dan bagi segala pohon araz di Libanon, yang besar lagi dengan tinggi-tingginya, dan bagi segala pohon jati di Bazan, dan bagi segala gunung yang tinggi-tinggi dan bagi segala bukit yang besar-besar, dan bagi segala menara yang tinggi-tinggi dan bagi segala pagar tembok yang teguh-teguh, dan bagi segala kapal dari Tarsis dan bagi segala patung yang indah-indah. Maka pada hari itu segala kebesaran manusia akan ditundukkan dan segala ketinggian orang laki-laki akan direndahkan, maka pada hari itu hanya Tuhan sendiri juga akan mahatinggi. Maka segala berhalapun akan hilang sama sekali. Maka pada hari itu orang akan masuk ke dalam gua-gua di gunung dan ke dalam lobang-lobang di tanah, dari karena hebat Tuhan dan dari karena kemuliaan kebesarannya, apabila Ia bangkit berdiri akan mengejutkan segala isi bumi. Maka pada hari itu juga tiap-tiap orang akan membuang segala berhala emas dan segala berhala perak, yang telah diperbuatnya akan menyembah sujud kepadanya, dan dicampakkannya kepada dandam dan kelelawar, sambil lari masuk ke dalam celah, celah bukit batu dan ke dalam gua-gua di gunung, dari karena hebat Tuhan dan dari karena kemuliaan kebesaran-Nya, apabila Ia bangkit berdiri akan mengejutkan segala isi bumi.
”Apabila Tuhan sudah membasuhkan anak-anak perempuan Sion dari pada kotornya, dan sudah membuang segala utang darah orang isi Yeruzalem dari tengahnya oleh Roh hukum dan oleh Roh penunuan. Pada masa itu akan dijadikan oleh Tuhan sebuah awan berasap pada siang dan suatu cahaya api bernyala-nyala pada malam atas tiap-tiap rumah di bukit Sion; bahkan, atas segala sesuatu yang mulia itu akan ada tudungan.
”Maka kebesaran pemerintahannya dan selamatnya akan tiada berkesudahan; maka takhta Daud serta kerajaannya akan ditetapkannya dan diteguhkannya dengan kebenaran dan keadilan dari pada sekarang sampai selama-lamanya! Maka gairah Tuhan serwa sekalian alam akan melakukan perkara itu. Bermula, maka telah disuruhkan Tuhan suatu firman akan hal Yakub, maka ia itu sudah jatuh di antara orang Israel.
”Baiklah kamu bertangis-tangisan karena hari Tuhan adalah hampir; adapun ia datang itu seperti kebinasaan dari pada Yang Mahakuasa. Maka sebab itu lemahlah segala tangan dan hancurlah hati segala manusia; mereka itu akan terkejut; kesukaran dan kesakitan datang atas mereka itu; mereka itu akan meranggut seperti seorang perempuan yang sakit beranak; seorang memandang akan seorang dengan tercengang-cengang dan muka mereka itu merah seperti nyala api. Bahwasanya hari Tuhan datang dengan bengis dan geram, dan murka yang sangat akan menjadikan negeri itu sunyi, dan akan menumpas segala orang yang berdosa dari dalamnya. Karena segala bintang di langit dan segala gugus bintangpun tiada akan bercahayakan terangnya; mataharipun dikelamkan pada ketika terbitnya, dan bulanpun tiada akan bersinarkan terangnya. Karena Aku akan membalas kejahatannya kepada segala isi dunia dan kesalahannya kepada segala orang fasik, dan Aku akan memutuskan congkak orang sombong dan merendahkan jemawa orang lalim! Maka akan Kujadikan bahwa mahal seorang laki-laki dari pada emas pajal, dan mahal seorang manusia dari pada emas tua yang dari Ofir. Tambahan pula Aku akan menggentarkan langit, dan bumipun akan bergempa dan berpindah dari pada tempatnya, oleh karena geram Tuhan serwa sekalian alam dan oleh karena hari kehangatan murka-Nya.
”Maka maut akan ditelannya dengan kemenangan dan air matapun akan disapu Tuhan Hua dari pada muka segala orang dan dijauhkan-Nya kecelaan dari pada umat-Nya di atas seluruh muka bumi; karena demikianlah firman Tuhan!
”Karena murka Tuhan berlakulah atas segala orang kafir dan geram-Nya atas segala tentara mereka itu; telah dikaramkan-Nya mereka itu; telah diserahkan-Nya mereka itu akan dibantai. Maka orangnya yang sudah dibunuh itu tercampak berkaparan dan bau bangkainyapun naik dan segala bukitpun lunaklah oleh darahnya. Pada masa itu segala tentara langitpun taram-temaramlah, dan segala langitpun akan tergulung seperti sehelai surat, dan segala tentaranyapun akan luruh seperti daun luruh dari pada pokok anggur dan seperti buah luruh dari pada pokok ara. Bahwa pedang-Ku sudah menjadi mabuk di dalam sorga, bahwasanya ia itu turun kepada Edom akan menghukumkan suatu bangsa yang telah Kukaramkan. Bahwa penuhlah pedang Tuhan dengan darah, berlumurlah ia itu dengan lemak dan dengan darah anak-anak domba dan anak-anak kambing dan dengan lemak buah punggung kambing jantan! Karena di Bozra adalah bagi Tuhan suatu korban sembelihan dan suatu pembantaian yang besar di tanah Edom. Lagipun beberapa seladang dibawa turun serta mereka itu dan beberapa lembu muda dan lembu jantan, sehingga mabuklah bumi dengan darahnya dan tanahpun dibaja dengan lemaknya. Karena hari tulah dari pada Tuhan telah sampai, yaitu tahun pembalasan akan menghukumkan perkara Sion. Pada masa itu anak-anak sungai mereka itu berubah airnya menjadi gala-gala dan tanahnyapun menjadi belerang, bahkan, tanahnya akan seperti damar yang bernyala-nyala. Ia itu tiada dipadamkan baik siang baik malam, melainkan asapnya naik kekal sampai selama-lamanya, dari pada gilir orang datang kepada gilir orang ia itu dibinasakan, dan dari pada zaman datang kepada zaman seorang perjalananpun tiada lalu dari sana.
”Berpalinglah dirimu kepada-Ku, supaya terpeliharalah kamu, hai segala ujung bumi! Karena Akulah Allah, tiadalah lain lagi. Bahwa sudah Aku bersumpah demi diri-Ku, dari pada mulut-Ku sudah keluar barang yang benar, sepatah katapun tiada akan Kumungkir, yaitu; segala lutut akan sujud kepada-Ku dan segala lidahpun akan bersumpah demi Aku!
”Yang dari pada mulanya memberitahu barang yang datang kemudian, dan dari pada awal zaman barang yang belum jadi, serta firman-Ku: Bahwa takdir-Ku akan jadi dan Akupun akan berbuat segala kehendak-Ku.
”Adalah bunyi suara pengawalmu; mereka itu mengangkat suaranya dan bersorak bersama-sama, karena mata dengan mata mereka itu melihat Tuhan kembali kepada Sion.
”Karena sesungguhnya Aku menjadikan langit yang baharu dan bumi yang baharu; maka tiada peringatan lagi akan segala perkara yang dahulu itu, dan tiada ia itu akan terbit dalam hati.
”Karena seperti langit yang baharu dan bumi yang baharu, yang akan Kujadikan itu, kekal di hadapan hadirat-Ku, demikianpun benihmu dan namamu akan kekal, demikianlah firman Tuhan.
”Aduh, bagaimana hebat hari itu, belum pernah ada sebagainya; bahwa inilah masa kepicikan bagi Yakub! kendatilah begitu, iapun akan dilepaskan juga dari padanya,
”Karena demikianlah firman Tuhan Hua: Bahwasanya Aku, bahkan, Aku sendiri akan bertanya akan hal kambing-Ku, dan Aku mencahari dia. Seperti seorang gembala memeriksa kawan kambingnya pada hari ia di tengah-tengah kambingnya yang tercerai-berai, demikianpun Aku akan memeriksa kawan kambing-Ku dan melepaskan dia dari pada segala tempat ia tercerai-berai kepadanya pada hari berkabut dan gelap-gulita. Dan Kuhantarkan mereka itu kelak dari pada segala bangsa dan Kuhimpunkan mereka itu dari dalam segala negeri dan Kubawa akan mereka itu ke dalam negerinya dan Kugembalakan mereka itu di atas gunung-gunung Israel dan pada tepi segala sungai dan pada segala jajahan negeri orang.
”Sebab itu bernubuatlah engkau dan katakanlah kepadanya: Demikianlah firman Tuhan Hua: Bahwasanya Aku akan membukakan segala kuburmu dan membawa naik akan kamu dari dalam kuburmu, hai segala umat-Ku! dan Kubawa akan kamu kelak ke dalam negeri Israel. Pada masa itu akan diketahui olehmu bahwa Aku ini Tuhan, apabila Aku membukakan segala kuburmu dan membawa naik akan kamu dari dalam kuburmu, hai segala umat-Ku!
”Tetapi adalah Allah di dalam sorga, yang boleh menyatakan segala rahasia dan memberitahu kepada tuanku Nebukadnezar barang yang akan jadi pada kemudian hari; adapun mimpi tuanku dan segala khayal yang tuanku lihat pada peraduan tuanku inilah dia:
”Ya tuanku! dalam tuanku melihat itu tiba-tiba adalah suatu patung besar, maka sempurnalah patung itu lagi amat indah-indah, adalah ia itu terdiri di hadapan tuanku dengan sangat hebat rupanya. Maka kepala patung itu dari pada emas tua, dadanya dan lengannya dari pada perak, perutnya dan pahanya dari pada tembaga. Paha belalangnya dari pada besi dan kakinya separuh dari pada besi dan separuh dari pada tanah liat. Maka dalam tuanku merenung-renung kepadanya tiba-tiba gugurlah sebuah batu gunung tiada dengan tolongan tangan, lalu menimpa patung itu pada kakinya yang dari pada besi bercampur tanah liat, dihancurkannya akan dia. Maka pada masa itu serempak sekali dihancurkan besi dan tanah liat dan tembaga dan perak dan emas, semuanya itu jadi seperti sekam yang di tempat pengirik gandum pada musim kemarau; maka diterbangkan angin akan dia, sehingga tiada di dapati lagi akan tempatnya; maka batu gunung yang sudah menghancurluluhkan patung itu, ia itu jadi sebuah gunung besar yang memenuhi seluruh bumi.
”Maka ia itulah mimpi tuanku; sekarang patik hendak menceriterakan kepada tuanku tabirnya. Ya tuanku! bahwa tuanku juga raja di atas segala raja; karena Allah yang di sorga sudah mengaruniakan kepada tuanku suatu kerajaan yang luas lagi dengan kuatnya serta kemuliaannya. Maka barang di mana duduk manusia dan barang di mana ada binatang di tanah atau unggas di udara, sekalian itu sudah diserahkan-Nya kepada tangan tuanku dan ditaklukkan-Nya kepada pemerintah tuanku; bahwa tuanku juga kepala yang dari pada emas itu! Maka kemudian dari pada tuanku akan terbit sebuah kerajaan yang lain, yang kurang mulia dari pada kerajaan tuanku, lalu sebuah kerajaan pula, yaitu yang ketiga, yang dari pada tembaga, dan yang akan memerintahkan seluruh bumi.
”Maka kerajaan yang keempat itu akan keras seperti besi, maka tegal segala sesuatu dipecahkan dan dihancurkan oleh besi, maka kerajaan itu juga akan memecahkan dan menghancurluluhkan semuanya. Maka adapun tuanku sudah melihat kaki dan jari-jari kaki separuh dari pada tanah liat penjunan, separuh dari pada besi, maka kerajaan itu akan terbahagi-bahagi dan dalamnya akan ada kuat besi; itulah artinya tuanku sudah melihat besi bercampur dengan tanah liat. Dan adapun jari kaki itu separuh dari pada besi dan separuh dari pada tanah liat, artinya kerajaan itu akan separuh keras dan separuh rapuh. Adapun tuanku melihat besi bercampur tanah liat itu, artinya; mereka itu akan bercampur juga oleh kawin seorang dengan seorang, tetapi tiada dapat dipersatukan, seperti besipun tiada dapat dipersatukan dengan tanah liat.
”Maka pada zaman raja-raja itu oleh Allah yang di sorga akan diadakan sebuah kerajaan yang pada selama-lamanya tiada dapat dibinasakan, maka kerajaan itu tiada akan diserahkan kepada salah suatu bangsa yang lain, dan ia itupun akan menghancurkan dan meniadakan segala kerajaan itu, tetapi ia sendiri akan kekal sampai selama-lamanya. Maka itulah sebabnya tuanku sudah melihat sebuah batu gunung gugur sendirinya dengan tiada tolongan tangan, lalu dihancurluluhkannya besi dan tembaga dan tanah liat dan perak dan emas. Bahwa Allah taala sudah memaklumkan kepada tuanku, barang yang akan jadi pada kemudian hari; bahwa sesungguhnya inilah mimpi tuanku dan tentulah tabirnya.
”Maka jawab Daniel, katanya: Bahwa kulihat dalam khayal pada malam, sesungguhnya turunlah keempat angin dari langit menimpa lautan besar. Maka empat ekor binatang yang besar-besar naiklah dari dalam laut, seekor berlainan dengan seekor. Yang pertama itu seperti singa dan ia bersayap seperti burung nasar; maka kulihat sampai tercabutlah segala bulu sayapnya, lalu diangkat dari atas bumi dan didirikan dengan kakinya seperti manusia dan diberikan kepadanya hati manusia. Maka sesungguhnya binatang yang kedua itu lain rupanya, adalah ia itu seperti beruang dan berdirilah ia pada sebelah satu, dan adalah tiga tulang rusuk dalam mulutnya di antara giginya, maka kata oranglah kepadanya demikian: Bangkitlah engkau berdiri, makanlah olehmu daging banyak! Kemudian dari pada itu kulihat bahwasanya adalah pula seekor binatang lain, seperti harimau kumbang rupanya, dan padanya adalah empat sayap burung pada belakangnya dan lagi ia berkepala empat; maka diberikan kepadanya pemerintahan. Kemudian dari pada itu kulihat dalam khayal pada malam bahwa sesungguhnya binatang yang keempat itu amat hebat dan teguh sendi-sendinya dan amat sangat kuat giginya dari pada besi amat besar; maka makanlah ia dan iapun menghancurkan dan sisanya dipijak-pijaknya dengan kakinya; maka berlainan ia dengan segala binatang yang dahulu dari padanya, dan adalah sepuluh tanduk padanya. Maka sementara aku mengamat-amati segala tanduk itu, heran, maka tumbuhlah sebatang tanduk yang kecil di tengah-tengahnya, olehnya juga tiga tanduk dari pada yang dahulu itu tercabut; maka sesungguhnya pada tanduk sebatang itu adalah mata seperti mata manusia dan suatu mulut, yang mengatakan perkara besar-besar.
”Maka dalam antara kulihat ini, adalah tertaruh beberapa arasy dan Yang tiada berkesudahan harinya itu bersemayamlah, maka pakaian-Nya putih seperti salju dan rambut kepala-Nya seperti bulu kambing domba yang amat peresih, dan arasy-Nya bunga-bunga api dan jenteranyapun api bernyala-nyala. Maka suatu sungai api mengalirlah dan berpecah-pecahlah di hadapan-Nya, dan beribu-ribu berkhidmat kepada-Nya dan berlaksa-laksa menghadap hadirat-Nya; maka majelis hukumpun lalu duduklah dan segala suratpun dibukakanlah.
”Maka pada masa itu kulihat-lihat apakah akan jadi dari bunyi perkataan besar-besar yang dikatakan oleh tanduk itu; maka sementara kulihat itu binatang itupun dibunuh dan tubuhnya dibinasakan, dan diserahkan akan dibakar habis dengan api. Maka adapun bahagian binatang yang tinggal itu, dilalukan juga pemerintahannya, maka diberikan juga kepadanya kelanjutan umurnya sampai kepada masa dan ketika.
”Maka kulihat dalam khayal pada malam bahwasanya adalah Satu yang seperti anak manusia, datang dengan awan-awan yang di langit, lalu ia datang kepada Yang tiada berkesudahan harinya, dan iapun dihampirkan kepada hadirat-Nya. Maka dikaruniakan kepadanya pemerintahan dan kemuliaan dan kerajaan itu, maka segala bangsa dan kaum dan orang yang berbagai-bagai bahasanyapun berkhidmat kepadanya; maka pemerintahannya kekal dan kerajaannyapun tiada terbinasakan.
”Adapun binatang yang amat besar ini, yang empat ekor bilangannya, ia itu empat orang raja yang akan berbangkit dari dalam bumi. Kemudian dari pada itu segala kesucian Allah taala akan menerima kerajaan dan mempunyai kerajaan itu kekal sampai selama-lamanya, bahkan, sampai selama-lamanya.
”Maka rindulah aku hendak mengetahui ketentuan akan binatang yang keempat itu, yang berlainan dengan sekaliannya, dan yang amat hebat dan bergigi besi dan berkuku tembaga, dan yang makan dan menghancurkan dan memijak-mijak sisanya dengan kakinya. Dan akan sepuluh tanduk yang pada kepalanya dan sebatang tanduk yang tumbuh, sehingga dari pada yang dahulu itu gugur tiga batang, yaitu akan tanduk yang bermata dan bermulut yang mengatakan perkara besar-besar dan yang rupanya jadi besar dari pada segala temannya. Maka akan tanduk itu telah kulihat ia berperang dengan mereka sekalian yang suci, dan dialahkannya. Sampai datang Yang tiada berkesudahan harinya, dan Ia membenarkan hal segala kesucian Allah taala, maka masanya sudah datang, apabila kerajaan itu diberikan kepada mereka yang suci itu akan miliknya.
”Lalu katanya demikian: Bahwa binatang yang keempat itulah kerajaan yang keempat, yang akan ada di atas bumi dan yang akan berlainan dengan segala kerajaan, maka ia itu akan makan habis akan segenap isi bumi dan memijak-mijak dia, dan menghancurkan dia. Maka adapun sepuluh tanduk itu, dari pada kerajaan satu itu akan berbangkit sepuluh orang raja dan kemudian dari padanya akan berbangkit seorang yang berlainan dengan sekaliannya dan ia akan merendahkan tiga orang raja. Maka ia akan mengatakan beberapa perkataan lawan Allah taala dan dianiayakannya segala umat kesucian Yang Mahatinggi itu dengan bengis dan disengajakannya mengubahkan segala masa dan hukum, dan mereka itu akan diserahkan kepada tangannya sampai satu masa dan dua masa dan setengah masa. Kemudian majelis hukum akan duduk dan dilalukan oranglah kerajaannya akan dibinasakan dan akan dirusakkan sampai kepada kesudahan. Pada masa itu kerajaan dan pemerintahan dan kuasa segala kerajaan yang di bawah segala langit itu akan dikaruniakan kepada segala umat kesucian Yang Mahatinggi, maka kerajaannya itu akan suatu kerajaan yang kekal dan segala pertuanan akan berkhidmat kepadanya dan menurut hukumnya!
”Maka dari pada sepucuknya terbilah sepucuk tanduk yang kecil, ia itupun jadi amat sangat besar ke selatan dan ke timur dan ke sebelah tanah yang permai. Maka bertambahlah besar ia sampai ke tentara yang di langit, dan dari pada tentara itu, yaitu dari pada segala bintang, digugurkannya beberapa buah ke bumi, lalu dipijak-pijaknya. Bahkan, dibesarkannya dirinya sampai kepada Penghulu tentara itu dan dilalukannya akan persembahan yang senantiasa dan dirobohkannya tempat kedudukan kesucian-Nya. Maka tentara itu diserahkan kepada kebinasaan serta dengan persembahan yang senantiasa itu oleh perbuatan khianat, dan diempaskannya kebenaran itu ke bumi dan dalam segala yang dibuatnya itu beruntunglah ia. Maka pada masa itu kudengar seorang suci berkata-kata, dan orang suci itupun berkata dengan seorang lain, yang bertanya: Sampai berapa lama akan ada khayal itu akan hal persembahan yang senantiasa dan segala khianat yang membinasakan, dan akan hal tempat suci dan tentara itu diserahkan akan dipijak-pijak? Maka sahutnya kepadaku: Sampai dua ribu tiga ratus kali pagi dan petang, kemudian tempat suci itu akan dibaiki pula.
”Maka sesungguhnya pada masa aku ini, Daniel, melihat khayal itu, rindulah aku hendak mengetahui artinya: Heran, maka di hadapanku adalah berdiri satu, yang serupa dengan orang laki-laki. Maka kudengar bunyi suara manusia seperti datang dari seberang sungai Ulai, yang berseru, katanya: Hai Jibrail! artikanlah olehmu khayal itu kepada orang ini. Maka datanglah ia berdiri pada sisiku; serta ia datang maka terkejutlah aku, lalu aku sujud, maka katanya kepadaku: Perhatikanlah baik-baik, hai anak Adam! karena khayal ini akan hal akhir zaman. Maka sementara ia berkata kepadaku pingsanlah aku dan terjerumuslah aku dengan mukaku ke bumi, tetapi dijamahnya akan daku, didirikannya aku pula dengan kakiku. Maka katanya: Bahwa aku hendak memberitahu engkau barang yang akan jadi pada akhir kehangatan murka ini, karena pada masa yang tertentu akan datang kesudahannya.
”pada kesudahan kerajaan-kerajaan itu, apabila segala khianat itu meliputi, maka akan bangkit berdiri seorang raja yang keras mukanya dan seperti penerka perbuatannya. Maka kuasanya akan bertambah-tambah, tetapi bukan dengan kuat dirinya sendiri, dan akan dinyatakannya kuasanya dalam membinasakan, dan dalam segala perbuatannya iapun akan beruntung, dan akan dibinasakannya orang-orang yang berkuasa, jikalau umat yang suci itu sekalipun. Dan oleh cerdiknya akan beruntung juga segala tipu yang dikenakannya, lalu ia akan mengatas-ataskan dirinya dalam hatinya dan dibinasakannya beberapa berapa orang yang dalam hal selamat sentosa, dan iapun akan mendurhaka kepada Raja segala raja, tetapi iapun akan dipecahkan tiada dengan tanga. Maka adapun khayal akan pagi dan petang itu, barang yang telah dikatakan akan halnya itu benarlah adanya, tetapi hendaklah engkau ini meteraikan khayal ini karena kurang lagi beberapa berapa hari.
”Bahwa tujuh puluh sabat sudah ditentukan bagi bangsamu dan bagi negerimu yang suci itu akan menutup segala kesalahan dan akan memeteraikan segala dosa dan akan menghapuskan segala kejahatan dan akan mengadakan suatu kebenaran yang kekal, dan akan memeteraikan khayal dan segala nabi dan akan menyirami yang mahasuci itu dengan masuh. Dan lagi ketahuilah olehmu dan hendaklah engkau mengerti, bahwa dari pada keluar firman akan balik kembali dan membangunkan pula Yeruzalem sampai kepada Almasih, Penghulu itu, akan ada tujuh sabat dan enam puluh dua sabat; bahwa negeri itu akan dibaiki dan dibangunkan pula dengan halaman dan kota bentengnya, jikalau pada masa kepicikan sekalipun. Maka kemudian dari pada enam puluh dua sabat Almasih itu akan dihapuskan, tetapi bukan karena dirinya sendiri, maka bangsa seorang raja, yang datang itu, akan membinasakan negeri dan tempat suci itu, dan kesudahannya akan dengan air bah yang meliputi; maka dahulu dari pada kesudahan itu akan ada perang dan kerusakan yang tiada terbaiki lagi. Maka pada sabat satu itu akan dinyatakan perjanjian itu kepada beberapa berapa orang dengan kemuliaannya, dan setengah sabat itu akan memperhentikan korban sembelihan dan persembahan makanan; dan di atas bumbungan kaabah akan terdiri alamat kerusakan yang haram sampai semuanya sudah ditumpas, dan suatu kerusakan yang tiada terbaiki lagi itu sudah dicurahakan kepada si pembinasa itu.
”Maka sekarang aku sudah datang memberitahu engkau barang yang akan berlaku atas bangsamu pada akhir zaman, karena khayal ini akan beberapa berapa hari lagi.
”Maka hati kedua orang raja itu akan sefakat hendak berbuat jahat dan pada meja satu jua keduanya akan berkata-kata dusta; tetapi tiada ia itu akan beruntung karena ia itu akan berkesudahan pada masa yang tertentu. Kemudian iapun akan kembali ke dalam negerinya dengan amat banyak harta benda dan hatinyapun akan melawan perjanjian yang suci; setelah sudah dibuatnya itu, kembalilah ia kelak ke dalam negerinya.
”Maka apabila sampailah masa yang tertentu itu iapun akan berangkat pula ke Selatan, tetapi pada belakang kali ini tiada akan seperti dahulu; karena akan datang kapal dari negeri Khitim, lalu segala beraninya akan lenyap, dan iapun akan kembali; tetapi dipuaskannya kelak amarahnya akan perjanjian yang suci itu, akan dilakukannya itu dan diberinya telinga akan kata orang yang meninggalkan perjanjian yang suci itu. Maka beberapa penggagah dari antara orangnya akan menajiskan tempat yang suci dan kota itu dengan sengajanya, dan diperhentikannya persembahan yang sehari-hari itu dan didirikannya barang kebencian yang membinasakan itu. Maka kepada orang yang khianat akan perjanjian itu iapun akan pura-pura dengan perkataan pembujuk; tetapi segala umat yang mengetahui akan Allahnya itupun akan mengambil berani dan lagi bertetap hatinya. Maka segala penghulu bangsa itu akan mengajar banyak orang, tetapi mereka itu akan rebah mati dimakan pedang dan nyala api dan dibuang dan dijarahi beberapa hari lamanya. Maka apabila mereka itu hendak dijatuhkan orang demikian, mereka itu akan ditolong dengan pertolongan yang sedikit; maka banyak orang akan berpaut pada mereka itu pada masa yang sangat kepicikan.
”Maka jikalau rebah mati beberapa penghulunya, ia itu supaya mereka itu diuji dan disucikan dan diputihkan olehnya sampai kepada masa kesudahan; karena ini juga bagi masa yang tertentu.
”Demikianlah raja itu akan berbuat barang kehendaknya dan mengatas-ataskan dirinya dan membesarkan dirinya atas segala ilah dan barang yang bukan-bukan akan dikatakannya lawan Allah yang di atas segala ilah; maka iapun akan beruntung sampai genaplah sudah murka itu, karena barang yang telah ditentukan itu akan disampaikan juga. Maka tiada juga diindahkannya segala ilah nenek moyangnya atau kehendak orang perempuan, bahkan, barang ilahpun tiada diindahkannya, sebab di atas-ataskannya dirinya kelak dari pada, segala sesuatu. maka iapun akan menyuruh berbuat bakti kepada dewa kota benteng akan ganti Tuhan, kepada suatu dewa yang tiada diketahi oleh nenek moyangnya iapun akan berbuat bakti dengan membawa emas dan perak dan permata yang indah-indah dan pelbagai harta benda. Maka iapun akan membuat tempat tamasya bagi dewa yang lain itu, dan disebutkannya dengan namanya; barangsiapa yang mengaku akan dia, ia itu akan diberinya banyak hormat dan pemerintahan atas banyak orang dan dibahagikannya kepada mereka itu tanah akan upahnya.
”Maka apabila masa kesudahan sudah sampai bahwa raja dari Selatan itu akan mengikat perang lawan dia, dan raja dari Utarapun mendatangi dia dengan beberapa rata dan orang berkendaraan dan beberapa buah kapal, dan akan menyerang dan meliputi beberapa negeri dan diliputinya dengan air bah. Pada masa itupun akan datang ke dalam negeri yang indah-indah itu dan dijatuhkannya orang berlaksa-laksa, tetapi inipun akan dilepaskan dari pada tangannya, yaitu Edom dan Moab dan ibu negeri bani Ammon. Dan dicapainya dengan tangannya kepada beberapa buah negeri, dan negeri Mesirpun tiada akan luput. Dan diperintahkannya kelak segala harta benda emas perak yang tertaruh, dan segala sesuatu yang kegemaran negeri Mesir dan segala orang Libi dan Kusyipun akan menurut kesan kakinya. Maka kabar-kabar dari sebelah timur dan dari sebelah utara akan mengejutkan dia, sebab itu iapun akan keluar dengan amat besar amarahnya hendak membinasakan dan menumpas banyak orang. Tetapi sebab didirikannya kemah kerajaannya di antara kedua laut hampir dengan bukit tempat kesucian yang mulia itu, sebab itu iapun akan sampai kepada kesudahannya, sehingga seorang penolongpun tiada padanya.
”Hata, maka pada masa itu akan bangkit berdiri Mikhael, penghulu besar itu, yang memeliharakan perkara segala bani bangsamu; setelah sudah ada suatu masa kesukaran, begitu besar belum pernah ada dahulu, dari pada jadi suatu bangsa datang kepada hari ini; tetapi pada masa itu bangsamu akan diluputkan, yaitu mereka itu sekalian yang didapati tersurat namanya di dalam Kitab itu. Maka banyaklah orang dari pada mereka yang tidur dalam lebu bumi itu akan bangun pula, setengah kepada hidup yang kekal, setengah kepada kehinaan dan kecelaan yang kekal. Maka segala penghulu akan gemerlap seperti terang cuaca di langit, dan mereka yang membenarkan banyak orang itupun akan seperti segala bintang kekal selama-lamanya! Tetapi akan dikau, hai Daniel! tutuplah olehmu segala perkataan ini dan meteraikanlah kitab ini sampai kepada masa kesudahan; maka pada masa itu banyak orang akan menyelidik dia, dan pengetahuannyapun akan dipertambahkan.
”Arakian, maka kemudian dari pada itu kulihatlah, yaitu aku ini, Daniel, bahwa sesungguhnya adalah lagi berdiri dua orang yang lain, seorang pada tepi sungai seberang sini dan seorang pada tepi sungai seberapa sana; maka seorangnya berkata keapda orang yang berpakaikan kain khasah dan yang berdiri di atas air sungai itu: Berapa lama lagi kesudahan segala ajaib ini? Lalu kudengar orang yang berpakaikan kain khasah dan yang di atas air sungai itu serta diangkatnya tangan kiri kanannya arah ke langit maka bersumpahlah ia demi Dia yang hidup selama-lamanya, bahwa kemudian dari pada masa yang tertentu dan dua masa dan setengah masa, setelah selesailah sudah ia dari pada menolak umat yang suci itu, segala perkara ini akan digenapi.
”Setelah kudengar itu maka tiada aku mengerti dia, lalu kataku: Ya Tuan! apa gerangan akan kesudahan segala perkara ini? Tetapi sahutnya: Pergilah, hai Daniel! karena segala perkara ini tertutup dan termeterai sampai kepada masa kesudahan. Supaya banyak orang disucikan dan diputihkan dan dibersihkan, supaya segala orang fasik berbuat fusuk dan tiada bertobat dari pada fusuknya, dan orang yang berbudi itu berlaku dengan budinya.
”Maka adapun masa persembahan yang sehari-hari itu dijauhkan dan alamat kerusakan itu didirikan, yaitu akan seribu dua ratus sembilan puluh hari. Berbahagialah ia yang bernanti-nanti dan yang sampai kepada seribu tiga ratus tiga puluh lima hari. Tetapi engkau, hai Daniel! pergilah kepada ajalmu dan berhentilah, dan hendaklah engkau sedia akan menerima untungmu pada akhir zaman.
”Karena Aku akan lalukan dari pada mulutnya segala nama Baal, sehingga tiada lagi orang teringat akan namanya!
”Tiuplah olehmu nafiri di Sion dan bersoraklah di atas bukit kesucian-Ku; hendaklah segala orang isi negeri gementar, karena datanglah hari Tuhan, karena hampirlah ia. Yaitu suatu hari yang gelap-gulita, suatu hari yang berawan-awan dan kegelapan malam! Maka seperti fajar merekah meliputi gunung-gunung, demikianlah suatu bangsa yang besar dan kuat, sebagainya belum pernah ada dari awal zaman, dan tiada pula akan ada pada kemudian hari selagi ada peridaran bumi ini! Di hadapannya adalah suatu api makan selalu dan di belakangnya nyala api menghanguskan; di hadapan mereka itu adalah tanah seperti tanah Eden dan di belakangnya adalah gurun kebinasaan, sehingga satupun tiada dapat luput dari padanya. Seperti rupa kuda, demikianlah rupanya dan seperti orang berkuda, demikianlah pantasnya. Seperti bunyi beberapa rata di atas kemuncak gunung-gunung, demikianlah bunyi lompat mereka itu; seperti keretak bunyi nyala api apabila dimakannya jerami; seperti suatu bangsa kuat yang lengkap akan berperang. Dari hadapannya segala bangsa akan dalam penyakit dan muka segala orangpun suramlah cahayanya. Seperti orang hulubalang mereka itu berlari-larian datang; seperti orang perang mereka itu menaiki dewala; masing-masingnya tampil ke hadapan pada jalannya dan tiada mereka itu menyimpang dari pada jalannya. Tiada mereka itu menyesakkan seorang akan seorang, masing-masingnya langsung pada jalannya sendiri; bahkan, mereka itu menempuh kepada tombak yang teradak, maka tiada pecah ikatan perangnya. Mereka itu berpusing ke sana ke mari dalam negeri dan berjalan di atas dewala; mereka itu naik ke dalam rumah-rumah dan masuk dari pada tingkap selaku orang pencuri. Dari sebab itu bergempalah bumi dan gentarlah segala langit; matahari dan bulanpun jadilah hitam, dan segala bintangpun padamlah cahayanya. Maka dinyaringkanlah Tuhan bunyi suara-Nya di hadapan tentara-Nya; bagaimana amat besar tentara-Nya itu, bagaimana kuat Ia dalam melakukan firman-Nya! Bahkan, besarlah hari Tuhan dan amat sangat hebat; entah siapa dapat menderita dia itu?
”Maka kemudian dari pada itu akan jadi, bahwa Aku mencurahkan Roh-Ku kepada segala manusia, maka anak-anakmu laki-laki dan perempuan akan bernubuat dan orang tua-tuamu akan bermimpi, dan orang terunamu akan melihat beberapa khayal; bahkan, kepada hamba laki-laki dan perempuan juga akan Kucurahkan Roh-Ku pada hari itu.
”Dan Aku akan mengadakan beberapa tanda ajaib di langit dan di atas bumi, darah dan api dan beberapa tiang asap. Maka matahari akan berubah menjadi gelap dan bumipun menjadi darah dahulu dari pada datang hari Tuhan yang besar dan hebat itu! Maka akan jadi, bahwa barangsiapa yang akan menyebut nama Tuhan ia itu akan terpelihara; karena di atas bukit Sion dan di Yeruzalem orang akan dapat luput, setuju dengan firman Tuhan; demikianpun segala orang yang tinggal, yang akan dipanggil oleh Tuhan.
”Suruhkanlah penyabit, karena segala buah-buahnya sudah masak; marilah, pijaklah apitan anggur, karena penuhlah ia, dan segala tempat air anggurpun sebaklah! Besarlah, besarlah juga kejahatan mereka itu. Berkelompok-kelompok mereka itu terhantar di lembah gulung pengirikan, karena hampirlah hari Tuhan di lembah gulung pengirikan itu. Bahwa matahari dan bulan menjadi gelap dan cahaya segala bintangpun padamlah! Karena Tuhanpun menderu dari dalam Sion, dinyaringkan-Nyalah suara-Nya dari dalam Yeruzalem, sehingga tergoncanglah langit dan bumi; tetapi bagi umat-Nya Tuhan juga akan suatu perlindungan dan akan kuat bagi bani Israel.
”Maka akan diketahui olehmu kelak, bahwa Aku ini Tuhan, Allahmu, yang diam di Sion, di atas bukit kesucian-Ku, dan Yeruzalempun bagi-Ku akan tempat kesucian-Ku, dan orang keluaranpun tiada lagi akan memijak-mijak dia. Maka akan jadi pada hari itu juga, bahwa segala gunung meniriskan air anggur manis dan segala bukitpun mengalirkan air susu, dan segala sungai Yehuda akan berkelimpahan airnya dan sebuah mata air akan berpancar dari dalam rumah Tuhan akan membasahkan lembah Sitim. Maka Mesir akan kebinasaan dan Edompun akan jadi gurun yang sunyi senyap, oleh karena penggagahan yang dilakukannya atas bani Yehuda, yang di tanahnya mereka itu sudah menumpahkan darah yang suci dari pada salah. Tetapi Yehuda akan kekal pada selama-lamanya dan Yeruzalempun tetap turun-temurun. Dan Aku akan membalas darahnya, yang belum Kubalas, dan Tuhanpun akan diam di Sion!
”Tetapi pada hari yang terkemudian akan jadi bahwa bukit rumah Tuhan akan ditetapkan di atas kemuncak segala gunung, dan iapun akan ditinggikan dari pada segala bukit, dan segala bangsapun akan berkerumun kepadanya. Dan beberapa berapa bangsa kafir akan pergi serta katanya: Mari kita berjalan naik ke bukit Tuhan dan ke rumah Allah Yakub, supaya diajar-Nya kita akan hal jalan-jalan-Nya, supaya boleh kita berjalan pada lorong-lorongnya; karena dari pada Sion akan terbit hukum, dan firman Tuhanpun dari dalam Yeruzalem. Maka Iapun akan menghukumkan di antara bangsa yang besar-besar dan memutuskan hukum atas beberapa bangsa yang besar dan amat jauh tempatnya; maka mereka itu akan menempa segala pedangnya menjadi penggali dan segala pendahannya menjadi sabit; bahwa bangsa tiada akan menghunus pedang akan melawan bangsa dan tiada lagi mereka itu belajar berperang. Melainkan mereka itu akan duduk masing-masing di bawah pokok anggurnya dan di bawah pokok aranya, dan seorangpun tiada yang akan mengejutkan mereka itu; bahwa inilah firman yang terbit dari pada mulut Tuhan semesta alam sekalian.
”Bahwa hari besar Tuhan sudah hadir; telah hampirlah Ia dan sengajakan datang; amat pahitlah akan teriak pada hari Tuhan itu, dan orang pahlawan sekalipun akan berteriak dengan kepahitan! Bahwa hari itu akan hari kehangatan murka, suatu hari kepicikan dan ketakutan, suatu hari penggagahan dan kebinasaan, suatu hari gelap gulita, suatu hari yang berawan-awan dan kegelapan malam. Suatu hari bunyi nafiri dan tempik sorak perang kepada segala kota benteng dan kepada segala bangun-bangun yang tinggi. Pada hari itu Aku akan menakuti manusia, sehingga mereka itu berjalan keliling seperti orang buta, sebab mereka itu sudah berdosa kepada Tuhan, dan darah mereka itu akan tertumpah seperti lebu dan dagingnyapun seperti tahi. Baik emasnya baik peraknya tiada dapat meluputkan mereka itu pada hari kehangatan murka Tuhan, melainkan oleh api gairah-Nya akan dimakan habis akan seluruh tanah ini; karena diadakan-Nya kelak kesudahan, bahkan, kesudahan yang segera pada segala orang penduduk tanah ini!
”Sebab itu nantikanlah Aku, demikianlah firman Tuhan, pada hari Aku bangkit akan menyerang; karena sudah tentu dalam hukum-Ku Aku hendak menghimpunkan segala bangsa dan mengumpulkan segala kerajaan akan mencurahkan kepada mereka itu murka-Ku dan segala kehangatan amarah-Ku, karena segenap tanah ini akan dimakan habis oleh api gairah-Ku!
”Tetapi pada masa itu Aku akan mengaruniakan kepada segala bangsa lidah yang suci; supaya mereka itu sekalian menyebut nama Tuhan, dan supaya mereka itu berbuat bakti kepada-Nya dengan sama sebahu.
”Dengan sama peri seperti tatkala Aku berjanji dengan kamu, tatkala kamu keluar dari Mesir, maka Roh-Ku akan ada di tengah-tengah kamu senantiasa; janganlah kamu takut. Karena demikianlah firman Tuhan serwa sekalian alam: Sekali lagi, seketika juga adanya, maka Aku akan menggentarkan segala langit dan bumi dan laut dan darat. Bahkan, Aku akan menggentarkan segala bangsa, maka mereka itu akan datang kepada kegemaran segala bangsa, dan Aku akan memenuhi rumah ini dengan kemuliaan, demikianlah firman Tuhan serwa sekalian alam. Aku yang empunya segala perak; Aku yang empunya segala emas; demikianlah firman Tuhan serwa sekalian alam!
”Bahwasanya akan datang hari, yang ditentukan oleh Tuhan, apabila jarahanmu dibahagi-bahagi di tengah-tengahmu. Karena Aku akan menghimpunkan segala bangsa akan berperang dengan Yeruzalem, maka negeri itu akan dialahkan, dan segala rumahnya dijarahi, dan segala perempuan digagahi, dan setengah orang isi negeri akan dibawa keluar dengan tertawan, tetapi yang lagi tinggal dari pada orang banyak itu tiada akan ditumpas. Pada masa itu Tuhan akan keluar, lalu berperang dengan segala bangsa itu, seperti pada hari Ia berperang, pada hari peperangan.
”Maka pada hari itu kakinya akan berjejak pada Bukit Zaitun, yang pada sebelah timur Yeruzalem, dan Bukit Zaitun itu akan terbelah dua ke timur dan ke barat, sehingga jadi lembah yang amat besar; maka setengah bukit itu akan lalu ke utara dan setengahnya ke selatan. Pada masa itu kamu akan lari ke lembah bukit itu, karena panjang lembah bukit itu sampai ke Azal; adapun larimu itu seperti tatkala kamu lari dari pada gempa bumi pada zaman Uzia, raja Yehuda, karena Tuhan, Allahku, akan datang dan segala orang sucipun serta-Nya. Maka akan jadi pada hari itu, bahwa tiada lagi terang cuaca langit akan digelapkan. Bahkan, ia itu akan suatu hari yang esa, ketahuan kepada Tuhan, dan yang bukan siang bukan malam; tetapi datang pada masa petang, maka jadi terang. Maka pada hari itu juga akan jadi, bahwa beberapa air hidup akan mengalir dari dalam Yeruzalem, setengahnya ke laut timur dan setengahnya ke laut barat; maka ia itu akan mengalir baik pada musim panas baik pada musim sejuk.
”Maka Tuhan akan Raja atas seluruh bumi; dan pada hari itu Tuhan akan esa, dan nama-Nyapun esa!
”Maka seluruh tanah ini keliling akan seperti padang dari Geba sampai ke Rimon, pada sebelah selatan Yeruzalem; maka negeri itu akan ditinggikan dan diduduki pada tempatnya, dari pintu Benyamin sampai kepada tempat pintu yang pertama, sampai ke pintu penjuru, dan dari menara Hananiel sampai kepada apitan anggur baginda. Di mana-mana akan duduk orang dan akan tiada lagi barang laknat, dan orang isi Yeruzalem akan duduk dengan selamat sentosa. Maka dengan bala ini kelak dipalu Tuhan akan segala bangsa yang lagi hendak berperang dengan Yeruzalem; daging tubuhnya akan hilang sementara lagi mereka itu berdiri dengan kakinya, dan matanyapun akan habis di dalam lekuknya, dan lidahnyapun akan hancur di dalam mulutnya. Maka akan jadi pada hari itu, bahwa diadakan Tuhan suatu huru-hara besar di antara mereka itu, sehingga seorang mencapai tangan seorang dan masing-masing menaikkan tangannya akan melawan kawannya. Dan lagi segenap orang Yehudapun akan berperang di dalam Yeruzalem; dan dibawa oranglah ke dalamnya akan kekayaan segala bangsa yang keliling, emas, perak dan pakaian amat banyak. Maka segala kuda dan bagal dan unta dan keledai dan binatang lain, yang di dalam tempat tentara itu, semuanya itu akan kena sama bala.
”Lalu akan jadi, bahwa segala orang yang lagi tinggal dari pada segala bangsa yang sudah menyerang Yeruzalem itu akan datang ke sana pada sebilang tahun akan menyembah sujud kepada Raja, yaitu Tuhan serwa sekalian alam, dan akan memegang masa raya pondok daun-daunan. Maka akan jadi, bahwa dari pada segala bangsa yang di atas bumi, barangsiapa yang tiada pergi ke Yeruzalem akan menyembah sujud kepada Raja, yaitu Tuhan serwa sekalian alam, maka kepada orang itu tiada akan turun hujan. Dan jikalau bangsa Mesir tiada pergi atau datang, jikalau tiada dibuatnya itu, mereka itu akan kena sama bala yang didatangkan Tuhan atas segala bangsa lain yang tiada pergi memegang masa raya pondok daun-daunan. Demikianlah akan jadi siksa dosa orang Mesir dan siksa dosa segala bangsa itu, jikalau tiada mereka itu pergi memegang masa raya pondok daun-daunan.
”Pada hari itu akan tersurat pada pakaian segala kuda demikian: Kesucian Tuhan! Dan segala periuk di dalam rumah Tuhan itu akan seperti segala bokor percikan di hadapan mezbah. Bahkan, segala periuk yang di dalam Yeruzalem dan di tanah Yehuda itu akan suci bagi Tuhan serwa sekalian alam; dan barangsiapa yang mempersembahkan korban itu akan mengambil dia akan menanak di dalamnya; dan pada hari itu juga tiada akan ada lagi seorang orang Kanani di dalam rumah Tuhan serwa sekalian alam!
”Tetapi siapa gerangan akan menderita hari kedatangan-Nya? Dan siapa tahan berdiri, apabila kelihatanlah Ia? Karena Iapun seperti api pandai emas dan seperti sabun benara! Maka Iapun akan duduk menghalusi dan mempersihkan perak dan mempersihkan segala bani Lewi, sambil menjauhkan dari padanya segala sanga seperti dari pada emas dan perak, supaya dapat dipersembahkannya persembahan kepada Tuhan dengan kebenaran.
”dan ladang itu, ialah dunia ini; dan benih yang baik itu, ialah anak-anak kerajaan itu; dan lalang itu, ialah anak si Jahat. Dan seteru yang menabur lalang itu, ialah Iblis; dan musim menuai, ialah kesudahan alam; dan orang yang menuai itu, ialah segala malaekat. Maka sama seperti lalang itu dikumpulkan dan dibakar habis dengan api, sedemikianlah akan jadi pada kesudahan alam. Maka Anak manusia akan menyuruhkan segala malaekat-Nya, lalu malaekat itu akan mengumpulkan dari dalam kerajaan-Nya segala penggoda dan sekalian orang yang durhaka. Lalu dibuangkan-Nya ke dalam dapur yang berapi; di sanalah kelak tangisan dan kertak gigi. Pada masa itu segala orang yang benar akan bercahaya seperti matahari di dalam kerajaan Bapanya. Siapa yang bertelinga, hendaklah ia mendengar."
”"Dan lagi pula kerajaan surga itu seumpama pukat, yang dilabuhkan orang di laut dan yang mengumpulkan berjenis-jenis ikan. Setelah penuh, ditarik orang naik ke pantai, lalu mereka itu duduk memilih, yaitu yang baik ditaruhnya di dalam bekasnya, tetapi yang tiada baik itu dibuangkannya. Demikianlah akan jadi pada kesudahan alam: Segala malaekat akan keluar mengasingkan orang jahat dari antara orang yang benar. Lalu membuangkan mereka itu ke dalam dapur yang berapi; di sanalah kelak tangisan dan kertak gigi.
”Tetapi jawab-Nya serta berkata kepada mereka itu, "Apabila petang hari kamu berkata: Cuaca baik, karena merah langit. Dan pada pagi hari katamu: Hari ini hendak ribut, karena langit merah serta redup. Sungguhpun rupa langit itu kamu tahu membedakan, tetapi tanda ajaib zaman ini tiada kamu ketahui.
”Karena Anak manusia akan datang dengan kemuliaan Bapa-Nya beserta dengan segala malaekat-Nya; pada masa itu Ia akan membalas kepada tiap-tiap orang menurut perbuatannya. Dengan sesungguhnya Aku berkata kepadamu: Ada beberapa orang yang berdiri di sini, yang tiada akan merasai mati, sebelum dilihatnya Anak manusia datang dengan kerajaan-Nya."
”Maka kata Yesus kepada mereka itu, "Sesungguhnya Aku berkata kepadamu, bahwa pada masa kejadian alam yang baharu, apabila Anak manusia kelak duduk di atas takhta kemuliaan-Nya, maka kamu ini pun, yang sudah mengikut Aku, akan duduk juga di atas dua belas takhta serta menghakimkan dua belas suku bangsa bani Israel.
”Tatkala Ia duduk di atas Bukit Zaitun, maka murid-murid itu datang kepada-Nya ketika sama sendiri, serta berkata, "Nyatakanlah kiranya kepada kami, masa manakah perkara ini berlaku kelak, dan apakah alamat kedatangan-Mu dan kesudahan alam ini?" Maka jawab Yesus serta berkata kepada mereka itu, "Ingatlah baik-baik, jangan barang seorang menyesatkan kamu. Karena banyak orang akan datang dengan nama-Ku, katanya: Aku inilah Kristus! maka mereka itu menyesatkan banyak orang. Maka kamu akan mendengar dari hal peperangan dan kabar peperangan; ingatlah, jangan kamu terkejut; karena tak dapat tiada segala perkara ini akan berlaku, tetapi itu pun belum sampai kepada kesudahan itu. Karena bangsa akan berbangkit melawan bangsa, dan kerajaan melawan kerajaan; maka akan jadi bala kelaparan dan gempa bumi sini sana. Tetapi semuanya itu hanya permulaan sengsara.
”Pada masa itu kamu akan diserahkan orang akan disengsarakan, dan kamu akan dibunuh orang; dan kamu akan dibenci oleh segala bangsa sebab nama-Ku. Dan kemudian daripada itu banyaklah orang menaruh syak, lalu seorang akan menyerahkan seorang yang lain, dan seorang akan membenci seorang yang lain. Maka banyak nabi palsu akan terbit kelak, dan akan menyesatkan beberapa banyak orang. Dan sebab makin bertambah dosa, maka kasih orang banyak tawarlah kelak. Tetapi barangsiapa yang bertekun sampai ke akhir, ialah akan diselamatkan. Maka Injil kerajaan ini akan dimasyhurkan di dalam seluruh dunia ini akan menjadi suatu kesaksian bagi segala bangsa; kemudian daripada itu, baharulah tiba kesudahan itu.
”Sebab itu, apabila kamu melihat kebencian yang mendatangkan kebinasaan itu terdiri di tempat kudus, seperti yang disabdakan oleh Nabi Daniel (siapa yang membaca, camkanlah hal itu), pada ketika itu orang yang di tanah Yudea hendaklah lari ke gunung; dan orang yang di atas sotoh rumah, janganlah turun ke bawah dan membawa ke luar apa-apa yang di dalam rumahnya; dan lagi orang yang di ladangnya, janganlah pulang mengambil pakaiannya. Wai bagi segala perempuan yang mengandung dan yang menyusui anaknya pada masa itu! Hendaklah kamu berdoa, minta pelarianmu itu janganlah berlaku pada musim dingin atau hari Sabbat. Karena pada ketika itu akan timbul sengsara yang besar, seperti yang demikian belum pernah berlaku daripada awal kejadian alam sehingga sampai sekarang ini, dan kemudian daripada itu juga tiada akan jadi pula. Dan jikalau sekiranya tiada disingkatkan masanya, niscaya tiadalah seorang pun yang selamat; tetapi karena sebab sekalian orang yang terpilih, disingkatkan masa itu.
”Jikalau pada ketika itu ada seorang berkata kepadamu: Tengok, inilah Kristus! Atau: Itulah Kristus! Janganlah kamu percaya. Karena beberapa Kristus palsu dan nabi palsu akan terbit, serta mengadakan pekerjaan yang ganjil sekali dan perbuatan yang heran, supaya menyesatkan, jikalau boleh, orang yang terpilih itu juga. Perhatikanlah, Aku sudah mengatakan itu kepadamu terlebih dahulu. Sebab itu, jikalau kata orang kepadamu: Tengok, Ia ada di padang belantara; janganlah kamu pergi ke sana; atau: Tengok, Ia ada di dalam bilik; janganlah kamu percaya. Karena seperti kilat memancar dari timur, dan bercahaya sampai ke barat, demikian juga kedatangan Anak manusia. Karena barang di mana ada bangkai, di situlah juga berkerumun burung nazar.
”Maka sejurus kemudian daripada ketika sengsara itu, matahari akan dikelamkan, dan bulan juga tiada akan bercahaya, dan segala bintang di langit akan gugur, dan segala kuat kuasa yang di langit itu pun akan berguncang-gancing. Setelah itu kelak kelihatan tanda Anak manusia di langit; maka segala bangsa manusia yang di bumi akan meratap, lalu mereka itu akan memandang Anak manusia datang di atas awan dari langit, dengan kuasa dan kemuliaan yang besar. Maka Ia pun akan menyuruhkan malaekat-Nya meniup sangkakala yang besar bunyinya, dan akan menghimpunkan sekalian orang-Nya yang terpilih daripada keempat penjuru alam, yaitu dari tepi langit sampai ke tepinya yang lain.
”Ambillah ibaratnya daripada pohon ara: Pada ketika carangnya lembut dan daunnya bertunas, memang kamu ketahui, bahwa musim panas sudah hampir. Demikian juga kamu: Pada masa kamu nampak segala sesuatu itu jadi, ketahuilah olehmu, bahwa hal itu sudah dekat di muka pintu. Dengan sesungguhnya Aku berkata kepadamu, bahwa bangsa ini tiada akan lenyap, sebelum segala perkara itu jadi. Maka langit dan bumi akan lenyap, tetapi perkataan-Ku kekal. Tetapi akan hari dan ketikanya tiada diketahui oleh seorang jua pun, meskipun malaekat yang di surga atau Anak itu, melainkan hanya Bapa sahaja. Maka sebagaimana keadaan pada zaman Nuh itu, demikian juga hal kedatangan Anak manusia. Karena sama juga seperti pada zaman yang dahulu daripada air bah, orang makan minum dan kawin serta mengawinkan, sampai kepada hari Nuh masuk ke dalam bahtera, dan tiadalah mereka itu sadar, sehingga tiba air bah itu melenyapkan sekaliannya, demikian juga hal kedatangan Anak manusia itu.
”Pada masa itu baharulah ada dua orang di ladang, maka seorang akan dibawa, dan seorang ditinggalkan. Dan lagi ada dua orang perempuan mengisar pada kisaran, itu pun seorang akan dibawa, dan seorang ditinggalkan. Sebab itu berjaga-jagalah kamu, karena tiada kamu ketahui, pada hari yang mana Tuhanmu akan tiba. Tetapi perkara ini kamu ketahui: Bahwa jikalau tuan rumah sudah mengetahui pada waktu yang mana pencuri datang, tak dapat tiada berjaga-jagalah ia dan tiada dibiarkannya rumahnya dipecah. Oleh sebab itu hendaklah kamu juga bersedia; karena Anak manusia akan tiba pada suatu saat yang tiada kamu sangka-sangka.
”Siapakah kelak hamba yang setiawan dan budiman, yang ditetapkan oleh tuannya atas isi rumahnya akan memberi makanan kepadanya pada waktu yang tertentu? Berbahagialah hamba itu, yang apabila tuannya tiba, didapatinya sedang berbuat demikian. Sesungguhnya Aku berkata kepadamu, ia akan menetapkan dia atas segala sesuatu miliknya. Tetapi jikalau hamba yang jahat itu berpikir di dalam hatinya: Tuanku lambat lagi datang; lalu dimulainya memukul teman-temannya, serta makan minum dengan orang pemabuk, maka tuan hamba itu akan tiba pada suatu hari yang tiada disangkakannya, dan pada saat yang tiada diketahuinya, lalu menyesah dia teramat sangat, sambil menetapkan bahagiannya bersama-sama dengan orang munafik; maka di sanalah kelak tangisan dan kertak gigi."
”"Pada ketika itu kerajaan surga kelak seumpama sepuluh anak dara, yang membawa pelitanya, lalu keluar hendak mengelu-elukan pengantin laki-laki. Maka dari antara mereka itu ada lima orang yang bodoh, dan lima orang yang berakal. Karena yang bodoh itu tiada membawa minyak, hanyalah pelitanya. Tetapi yang berakal itu membawa minyak di dalam bekasnya beserta dengan pelitanya. Maka pada ketika pengantin itu terlambat datang, mengantuklah mereka itu sekalian, lalu tertidur. Sekonyong-konyong pada tengah malam kedengaranlah seruan: Tengok, pengantin itu datang! Keluarlah kamu mengelu-elukan dia. Lalu bangunlah sekalian anak dara itu serta menyediakan pelita masing-masing. Maka kata yang bodoh itu kepada yang berakal: Berilah kami minyakmu, karena pelita kami hendak padam. Tetapi sahut yang berakal itu, katanya: Barangkali tiada cukup untuk kami dengan kamu; baiklah kamu pergi kepada orang berjual, belilah untuk dirimu sendiri. Sepeninggal mereka itu pergi membeli minyak, maka tibalah pengantin itu, dan anak dara yang bersedia itu pun masuklah mengiringkan pengantin itu kepada perjamuan kawin; maka pintu pun terkuncilah. Kemudian daripada itu datang pula anak dara yang lain itu sambil berkata: Ya Tuan, ya Tuan, bukakanlah kiranya kami pintu. Tetapi ia menjawab serta berkata: Sesungguhnya aku berkata kepadamu: Tiada aku kenal kamu. Sebab itu hendaklah kamu berjaga-jaga, karena tiada kamu ketahui akan hari atau waktunya."
”"Apabila Anak manusia datang kelak dengan kemuliaan-Nya, dan segala malaekat-Nya pun serta-Nya, lalu Ia akan duduk di atas takhta kemuliaan-Nya; maka sekalian bangsa manusia pun akan dihimpunkan di hadapan-Nya, dan Ia akan mengasingkan mereka itu seorang daripada seorang, sama seperti gembala mengasingkan domba daripada kambing. Lalu dihimpunkan-Nya domba itu di sebelah kanan-Nya, tetapi kambing itu di sebelah kiri-Nya.
”Kemudian Raja itu pun kelak bertitahlah kepada mereka itu yang di sebelah kanan-Nya: Marilah, hai kamu yang diberkati oleh Bapa-Ku, memiliki warisan, yaitu kerajaan yang disediakan bagimu daripada awal kejadian alam. Karena pada masa Aku lapar, kamu memberi Aku makan; Aku dahaga, kamu memberi Aku minum; Aku seorang keluaran, kamu menyambut Aku; Aku bertelanjang, kamu memakaikan Aku dengan pakaian; Aku sakit, kamu melawati Aku; Aku di dalam penjara, kamu datang berjumpa Aku. Lalu menyahutlah kelak segala orang yang benar, serta berkata kepada-Nya: Ya Tuhan, masa manakah kami nampak Tuhan lapar, lalu kami memberi makan? atau dahaga, lalu kami memberi minum? Atau masa manakah kami nampak Tuhan seorang keluaran, lalu kami menyambut Tuhan? atau bertelanjang, lalu kami memakaikan dengan pakaian? Atau masa manakah kami nampak Tuhan sakit, atau di dalam penjara, lalu kami melawati Tuhan? Maka Raja itu akan menjawab, serta bersabda kepada mereka itu: Sesungguhnya Aku berkata kepadamu, bahwa barang sebagaimana yang kamu sudah berbuat kepada seorang-orang saudara-Ku yang terlebih hina ini, itulah perbuatan kamu kepada-Ku.
”Kemudian Raja itu pun akan bertitah kepada mereka itu yang di sebelah kiri-Nya: Undurlah dari hadapan-Ku, hai laknat, masuklah ke dalam api neraka yang kekal, yang disediakan bagi Iblis dan segala pesuruhnya. Karena pada masa Aku lapar, tiada kamu memberi Aku makan; Aku dahaga, tiada kamu memberi Aku minum; Aku seorang keluaran, tiada kamu menyambut Aku; Aku bertelanjang, tiada kamu memakaikan Aku dengan pakaian; Aku sakit dan di dalam penjara, tiada kamu melawati Aku; lalu mereka itu pun akan menyahut, katanya: Ya Tuhan, masa manakah kami nampak Tuhan lapar dan dahaga, atau seorang keluaran, atau bertelanjang, atau sakit, atau di dalam penjara, dan tiada kami melayani Tuhan? Kemudian Raja itu akan menjawab, serta bersabda kepada mereka itu: Sesungguhnya Aku berkata kepadamu, bahwa barang sebagaimana yang tiada kamu perbuat kepada seorang daripada orang yang terlebih hina ini, maka tiada juga perbuatan kamu kepada-Ku. Maka mereka itu akan pergi masuk ke dalam sengsara yang kekal; tetapi orang yang benar itu ke dalam hidup yang kekal."
”Maka kata Yesus kepadanya, "Seperti kata Tuan. Tetapi Aku berkata kepadamu, daripada sekarang ini kamu akan nampak Anak manusia duduk di sebelah kanan Kodrat, serta datang di atas awan dari langit."
”Sebab itu barangsiapa yang malu mengaku Aku dan perkataan-Ku di antara bangsa yang berzinah dan berdosa ini, maka Anak manusia itu pun kelak malulah mengaku dia, apabila Ia datang dengan kemuliaan Bapa-Nya beserta dengan segala malaekat-Nya yang kudus."
”Maka berkatalah Yesus kepada mereka itu, "Sesungguhnya Aku berkata kepadamu: Adalah beberapa orang yang berdiri di sini, yang tiada akan merasai mati sebelum dilihatnya kerajaan Allah datang dengan kuasa."
”"Nyatakanlah kiranya kepada kami, bilakah segala perkara itu akan berlaku kelak? Dan apakah alamatnya, apabila semuanya itu hampir jadi kelak?" Maka jawab-Nya kepada mereka itu, serta mulai berkata demikian, "Ingatlah baik-baik, jangan kamu disesatkan orang. Karena banyak orang akan datang dengan nama-Ku, katanya: Aku inilah Kristus! Maka mereka itu akan menyesatkan banyak orang. Apabila kamu mendengar dari hal peperangan dan kabar peperangan, jangan kamu terkejut, karena tak dapat tiada segala perkara itu akan berlaku, tetapi itu pun belum sampai kepada kesudahannya itu. Karena bangsa akan berbangkit melawan bangsa dan kerajaan melawan kerajaan; maka akan jadi gempa bumi sini sana, dan lagi bala kelaparan dan huru-hara pun akan jadi, maka itulah permulaan segala kesusahan.
”Tetapi kamu jagalah dirimu sendiri, karena mereka itu akan menyerahkan kamu kepada beberapa majelis, dan di dalam segala rumah sembahyang kamu akan disesah, dan lagi kamu akan dibawa menghadap pemerintah dan raja-raja oleh sebab Aku, yaitu akan menjadi suatu kesaksian pada mereka itu. Maka tak dapat tiada Injil itu akan dimasyhurkan dahulu kepada sekalian bangsa. Tetapi apabila kamu dibawa oleh mereka itu ke hadapan tempat bicara serta diserahkan, janganlah dahulu kamu kuatir akan barang yang hendak kamu katakan, melainkan barang yang dikaruniakan kepadamu pada ketika itulah kamu katakan, karena bukannya kamu ini yang berkata-kata, melainkan Rohulkudus. Maka saudara akan menyerahkan nyawa saudaranya sampai mati dibunuh, dan bapa akan menyerahkan nyawa anaknya; dan anak-anak itu akan mendurhaka kepada ibu bapanya, lalu membunuh dia. Maka kamu akan dibenci oleh sekalian orang, karena sebab nama-Ku; tetapi barangsiapa yang bertekun sampai ke akhir, ialah akan diselamatkan.
”Apabila kamu melihat kebencian yang mendatangkan kebinasaan itu terdiri di tempat yang tiada patut (siapa yang membaca, camkanlah hal itu), pada ketika itu orang yang di tanah Yudea, hendaklah lari ke gunung. Dan orang yang di atas sotoh rumah, janganlah turun ke bawah atau masuk membawa ke luar apa-apa dari dalam rumahnya; dan orang yang di ladangnya, janganlah pulang mengambil pakaiannya. Tetapi, wai atas segala perempuan yang mengandung dan yang menyusui anak pada masa itu. Hendaklah kamu berdoa, supaya pelarianmu itu jangan berlaku pada musim dingin; karena segala hari itu pun akan timbul sengsara, seperti yang demikian belum pernah berlaku daripada awal kejadian alam, yang dijadikan Allah, sampai sekarang ini, dan sekali-kali tiada akan jadi kelak. Dan jikalau sekiranya masa itu tiada disingkatkan oleh Tuhan, niscaya tiada seorang pun selamat; tetapi karena sebab segala orang pilihan yang telah dipilih-Nya, disingkatkan-Nyalah segala hari itu.
”Dan lagi jikalau pada waktu itu barang seorang berkata kepadamu: Tengoklah, inilah Kristus! Atau: Itulah Kristus! Janganlah kamu percaya itu! Karena beberapa Kristus palsu dan nabi palsu akan terbit, serta mengadakan pekerjaan yang ganjil dan perbuatan yang heran supaya menyesatkan, jikalau boleh, orang yang terpilih itu juga. Tetapi kamu ini, perhatikanlah! Sudah Kuingatkan semuanya kepadamu terlebih dahulu.
”Tetapi pada masa itu, kemudian daripada sengsara itu, matahari akan dikelamkan, dan bulan pun tiada akan memberi cahayanya. Dan segala bintang di langit akan gugur, dan segala kuat kuasa yang di langit itu pun akan bergoncang-gancing. Lalu mereka itu kelak tampak Anak manusia datang di dalam awan dengan kuasa yang besar dan dengan kemuliaan. Kemudian Ia akan menyuruhkan segala malaekat-Nya akan menghimpunkan sekalian orang yang terpilih itu daripada keempat penjuru alam, yaitu dari ujung bumi sampai ke ujung langit.
”Ambillah ibaratnya daripada pohon ara. Pada ketika carangnya lembut, dan daunnya bertunas, memang kamu ketahui, bahwa musim panas sudah hampir. Demikian juga hal kamu ini, pada masa kamu nampak segala sesuatu itu jadi, ketahuilah olehmu, bahwa hal itu sudah dekat di muka pintu. Sesungguhnya Aku berkata kepadamu, bahwa bangsa ini tiada akan lenyap, sebelum segala perkara itu jadi. Sesungguhnya langit dan bumi akan lenyap, tetapi perkataan-Ku kekal. Tetapi akan harinya atau ketikanya itu tiada diketahui oleh seorang jua pun, baik segala malaekat yang di surga pun tidak, atau Anak itu pun tidak, hanyalah Bapa sahaja. Ingatlah baik-baik, berjagalah dan berdoalah, karena tiada kamu mengetahui, bilakah waktunya itu. Adalah hal itu seumpama seorang yang pergi ke luar negerinya, yang meninggalkan rumahnya dan yang memberi kuasa kepada segala hambanya serta menentukan pekerjaannya masing-masing, lalu berpesan kepada penunggu pintu, supaya berjaga-jaga. Sebab itu berjagalah kamu, karena tiada kamu mengetahui, bilakah tuan rumah itu tiba kelak, entahkan pada petangkah, atau tengah malamkah, atau ketika ayam berkokok, atau pagi harikah? Supaya jangan tiba-tiba ia datang, serta mendapati kamu tertidur. Barang yang Aku katakan kepada kamu, itu juga Aku katakan kepada sekalian orang, yaitu: Berjaga-jagalah!"
”Maka jawab Yesus, "Akulah Dia; maka kamu akan memandang Anak manusia duduk di sebelah kanan Yang Mahakuasa, serta datang dengan awan dari langit."
”Karena barangsiapa yang malu mengaku Aku dan perkataan-Ku, maka Anak manusia itu pun malu mengaku dia, apabila Ia datang kelak dengan kemuliaan-Nya sendiri dan dengan kemuliaan Bapa-Nya dengan kemuliaan segala malaekat-Nya yang kudus. Dengan sesungguhnya Aku berkata kepadamu: Ada beberapa orang yang berdiri di sini, yang tiada akan merasai mati sebelum dilihatnya kerajaan Allah."
”"Hendaklah pinggangmu berikat dan pelitamu menyala; dan hendaklah kamu seumpama orang, yang menunggu tuannya apabila ia kembali daripada perjamuan kawin; supaya apabila ia datang serta mengetuk pintu, mereka itu boleh dengan segeranya membukakan pintu baginya. Berbahagialah segala hamba, yang didapati oleh tuannya sedang berjaga ketika ia tiba; sesungguhnya Aku berkata kepadamu, bahwa tuan itu pun akan mengikat pinggangnya sendiri, serta mempersilakan mereka itu duduk makan, lalu datang melayani mereka itu. Jikalau ia tiba pada waktu jaga yang kedua atau yang ketiga, serta didapatinya mereka itu ada demikian juga, maka berbahagialah hamba-hamba itu. Tetapi ini kamu ketahui: Bahwa jikalau tuan rumah itu sudah mengetahui pada waktu yang mana pencuri datang, tak dapat tiada berjaga-jagalah ia, dan tiada dibiarkannya rumahnya dipecah. Oleh sebab itu hendaklah kamu juga bersedia; karena Anak manusia akan tiba pada suatu saat yang tiada kamu sangka-sangka."
”Berbahagialah hamba, yang didapati oleh tuannya sedang berbuat demikian ketika ia tiba itu. Dengan sesungguhnya Aku berkata kepadamu, ia akan menetapkan dia atas segala sesuatu miliknya. Tetapi jikalau hamba itu akan berkata di dalam hatinya: Tuanku lambat lagi datang; lalu mulai memukul hamba laki-laki dan perempuan, serta makan dan minum sampai mabuk, maka tuan hamba itu akan tiba pada suatu hari yang tiada disangkakannya, dan pada saat yang tiada diketahuinya, lalu menyesah dia teramat sangat, sambil menetapkan bahagiannya bersama-sama dengan orang kafir. Adapun hamba yang sudah mengetahui kehendak tuannya, pada halnya tiada ia bersiap atau melakukan kehendak tuannya itu, ia akan disesah amat sangat.
”Dan lagi pula berkata Yesus kepada orang banyak, "Apabila kamu nampak suatu awan naik di sebelah barat, dengan segera kamu berkata: Hujan akan turun; maka berlaku demikian. Dan apabila angin selatan bertiup, maka katamu: Hari akan panas terik; maka berlakulah demikian. Hai munafik, maka bumi dan langit kamu tahu menyatakan, dan bagaimanakah yang tiada kamu tahu menyatakan keadaan zaman ini?
”Maka kata-Nya kepada murid-murid itu, "Bahwa ada harinya kelak apabila kamu ingin hendak memandang satu daripada hari Anak manusia itu, tetapi tiada kamu dapat. Maka orang akan berkata kepadamu: Tengoklah di situ! Tengoklah di sini! Janganlah kamu pergi atau mengikut! Karena seperti kilat yang berkilat daripada satu ujung langit kepada ujung yang lain, demikian juga keadaan Anak manusia pada hari-Nya itu.
”Tetapi dahulu daripada itu tak dapat tiada Ia merasai banyak sengsara, dan ditolak oleh bangsa ini. Dan sebagaimana yang berlaku pada zaman Nuh, demikian juga akan berlaku pada zaman Anak manusia. Orang makan minum, kawin dan dikawinkan sampai kepada hari Nuh masuk ke dalam bahtera, lalu air pun bahlah membinasakan sekaliannya. Demikian juga seperti yang berlaku pada zaman Lut: Orang makan, minum, membeli, menjual, menanam, dan mendirikan bangunan; tetapi pada hari Lut keluar dari Sodom itu, turunlah hujan api dan belerang dari langit membinasakan sekaliannya; sebagai itu juga kelak berlaku pada hari Anak manusia dinyatakan.
”Pada hari itu barangsiapa yang di atas sotoh rumah dan hartanya di dalam rumah, janganlah ia turun ke bawah membawa ke luar harta itu, dan siapa yang ada di ladangnya pun janganlah pulang. Ingatlah akan bini Lut itu. Barangsiapa yang mencari jalan hendak memeliharakan nyawanya, ia akan kehilangan nyawa; dan siapa yang kehilangan nyawanya, ia akan menyelamatkan nyawa.
”Aku berkata kepadamu: Pada malam itu juga kelak ada dua orang di atas satu tempat tidur; maka seorang akan dibawa, dan seorang ditinggalkan. Dan lagi ada dua orang akan mengisar bersama-sama, itu pun seorang akan dibawa, dan seorang ditinggalkan. Dan ada dua orang di ladang, maka seorang akan dibawa, dan seorang ditinggalkan." Maka sahut mereka itu serta berkata kepada-Nya, "Di manakah, ya Tuhan?" Maka kata Yesus kepadanya, "Barang di mana ada bangkai, di situlah juga berkerumun burung nasar."
”Tiadakah Allah kelak membenarkan hal orang-orang pilihan-Nya yang menyeru Dia siang malam, meskipun dengan lambatnya kepada mereka itu? Bahkan, Aku berkata kepadamu: Dengan segeranya Ia akan membenarkan hal mereka itu. Tetapi entahkan Anak manusia jumpa iman di atas bumi ini, apabila Ia datang kelak?"
”Lalu kata-Nya kepada mereka itu, "Bahwa bangsa akan berbangkit melawan bangsa, dan kerajaan melawan kerajaan, dan akan jadi gempa bumi yang besar, dan sini sana bala kelaparan dan sampar, dan kelihatan hal yang memberi dahsyat serta tanda ajaib yang besar-besar dari langit.
”Tetapi terlebih dahulu daripada segala perkara itu, orang akan mendatangkan tangannya ke atasmu dan menganiayakan kamu, sehingga kamu diserahkan ke dalam segala rumah sembahyang dan ke dalam penjara, serta dibawa menghadap raja dan pemerintah, oleh sebab nama-Ku. Maka akibatnya, kamu menaikkan saksi bagi-Ku. Sebab itu tetapkanlah di dalam hatimu, jangan mempersediakan jawabmu terlebih dahulu. Karena Aku ini memberi lidah kepadamu dan hikmat, yang tiada dapat dilawani atau dibantahi oleh segala lawanmu. Kamu diserahkan juga oleh ibu bapamu, dan oleh saudara-saudaramu dan kaum keluargamu serta sahabat-sahabatmu, dan beberapa dari antara kamu akan dibunuh orang. Maka kamu akan dibenci oleh sekalian orang sebab nama-Ku. Tetapi sehelai rambut kepalamu pun tiada akan binasa. Dengan tekunmu kamu akan beroleh nyawamu.
”Tetapi apabila kamu nampak Yeruzalem dilengkungi oleh laskar, lalu kamu ketahui, bahwa kebinasaannya sudah dekat. Pada masa itu hendaklah orang yang di tanah Yudea lari ke gunung, dan orang yang di dalam negeri itu hendaklah ke luar, dan orang yang di luar negeri itu jangan masuk ke dalamnya. Karena itulah hari tuntutan bela, supaya semuanya yang tersurat itu dapat disampaikan. Wai segala perempuan yang mengandung dan yang menyusui anaknya pada masa itu! Karena pada ketika itu akan timbul suatu kesusahan yang besar ke atas tanah itu dan murka ke atas kaum ini, maka mereka itu akan jatuh oleh sebab mata pedang dan dibawa menjadi tawanan segala bangsa; dan Yeruzalem akan dipijak-pijak oleh orang kafir, sehingga genap segala zaman orang kafir itu.
”Dan akan ada beberapa tanda ajaib pada matahari dan bulan dan bintang-bintang; dan di atas bumi kesusahan pada segala bangsa berkacau-bilau, sebab menderu mendesah laut dan gelombang. Maka orang pun rebah mati kelak, sebab ketakutan dan sebab menantikan segala perkara yang akan berlaku ke atas bumi ini; karena segala kuat kuasa langit itu pun akan berguncang-gancing. Lalu mereka itu akan memandang Anak manusia datang di dalam awan, dengan kuasa dan kemuliaan yang besar. Tetapi apabila segala perkara ini mulai berlaku, tegaklah kamu serta menengadah, karena kelepasan bagimu sudah dekat."
”Maka dikatakan-Nya kepada mereka itu suatu perumpamaan, "Tengoklah pohon ara dan segala pohon lain! Apabila kamu melihat pohon itu baharu bertunas, kamu sendiri ketahui bahwa musim panas sudah hampir. Demikian juga hal kamu ini pada masa kamu nampak segala sesuatu itu jadi, ketahuilah olehmu bahwa kerajaan Allah sudah dekat. Dengan sesungguhnya Aku berkata kepadamu, bahwa bangsa ini tiada akan lenyap sebelum segala perkara itu jadi. Maka langit dan bumi akan lenyap, tetapi perkataan-Ku kekal. Jagalah dirimu, supaya hatimu jangan ditakluk oleh gelojoh dan mabuk dan percintaan kehidupan ini, sehingga dengan tiada disangka-sangka hari itu terentang ke atasmu seperti jerat. Karena demikianlah kelak datangnya ke atas sekalian orang yang diam di seluruh muka bumi. Tetapi berjaga-jagalah senantiasa serta berdoa, supaya kamu kuat melepaskan diri daripada segala sesuatu yang akan jadi itu, dan tahan menghadap Anak manusia."
”Sesungguh-sungguhnya Aku berkata kepadamu, bahwa ketikanya akan datang dan sekarang ini ada juga, bahwa segala orang mati akan mendengar suara Anak Allah dan orang yang mendengar itu akan hidup. Karena sama seperti Bapa itu menaruh hidup di dalam diri-Nya, demikian juga dikaruniakan-Nya kepada Anak itu menaruh hidup di dalam diri-Nya. Dan lagi diberi-Nya kuasa kepada-Nya akan melakukan hukuman, sebab Ia itulah Anak manusia adanya. Jangan kamu heran akan hal itu, karena datang ketikanya apabila sekalian orang yang di dalam kubur akan mendengar suara-Nya, lalu mereka itu akan keluar; yaitu segala orang yang sudah berbuat baik akan bangkit kepada hidup yang kekal, dan segala orang yang sudah berbuat jahat akan bangkit menerima hukuman.
”Di dalam rumah Bapa-Ku adalah banyak tempat kediaman; jikalau tiada demikian, niscaya sudah Aku katakan kepadamu; karena Aku pergi menyediakan tempat bagimu. Dan jikalau Aku pergi serta sudah menyediakan tempat bagimu itu, Aku akan kembali lalu menyambut kamu datang kepada-Ku, supaya di tempat Aku ini ada, di situ juga kamu ada.
”Setelah sudah Ia bersabda demikian, maka terangkatlah Ia sedang mereka itu memandang Dia, dan suatu awan meraibkan Dia daripada penglihatan mereka itu. Maka sedang mereka itu lagi menatap Dia ketika naik ke langit itu, tiba-tiba terdirilah dua orang dekat mereka itu berpakaian putih, yang berkata, "Hai kamu orang Galilea, apakah sebabnya kamu berdiri menatap ke langit? Adapun Yesus yang dinaikkan ke surga dari hadapan kamu itu, begitu juga akan turun pula seperti kamu lihat Ia pergi ke surga itu."
”Karena menurut pendapatku, bahwa sengsara yang pada zaman ini tiada berpadan jikalau dibandingkan dengan kemuliaan yang akan dinyatakan kepada kita. Karena dengan pengharapan yang sangat rindu ternanti-nantilah segala makhluk akan kenyataan anak-anak Allah.
”Karena adalah tersurat: Demi hidup-Ku ini firman Tuhan, bahwa tiap-tiap lutut akan bertelut kepada-Ku, dan tiap-tiap lidah akan mengaku kepada Allah.
”Maka Allah, yang pohon sejahtera itu, akan meremukkan Iblis itu dengan segeranya di bawah tapak kakimu. Maka anugerah Tuhan kita Yesus adalah kiranya beserta dengan kamu!
”Jikalau barang seorang mendirikan rumah emas, perak, batu yang indah-indah, kayu, rumput kering, atau jerami di atas alasan itu, maka pekerjaan masing-masing itu ketaralah kelak. Karena Hari itu akan menerangkan halnya, sebab dinyatakan itu dengan api; maka api itu sendiri akan menguji jenis pekerjaan masing-masing itu. Jikalau pekerjaan barang seorang tinggal tetap, yang dibangunkannya di atas alasan itu, niscaya diperolehnya pahala kelak. Jikalau pekerjaan seorang terbakar, niscaya rugilah ia. Maka ia sendiri akan selamat, tetapi seolah-olah orang yang menerusi api.
”Oleh yang demikian janganlah kamu memutuskan barang sesuatu hal dahulu daripada waktunya, sehingga datang Tuhan, yang akan menerangkan barang yang tersembunyi di dalam gelap, dan akan menyatakan segala kasad hati orang. Pada masa itulah masing-masing akan beroleh kepujian daripada Allah.
”akan menyerahkan orang semacam itu kepada Iblis untuk membinasakan tubuhnya, supaya rohnya terselamat di dalam Hari Tuhan itu. Maka hal memegahkan dirimu itu tiada baik. Tiadakah kamu ketahui bahwa ragi yang sedikit itu mengkhamirkan segenap gumpal tepung itu?
”Tetapi inilah kukatakan, hai saudara-saudaraku, bahwa daging dan darah tiada dapat mewarisi kerajaan Allah; dan keadaan yang akan binasa tiada mewarisi keadaan yang tiada akan binasa. Ingatlah, aku menyatakan kepadamu suatu rahasia: Bahwa bukan sekalian kita ini akan mati, tetapi kita sekalian akan diubahkan, di dalam sesaat, di dalam sekejap mata pada bunyi sangkakala yang akhir; karena sangkakala akan berbunyi, dan segala orang mati akan dibangkitkan dengan keadaan yang tiada akan binasa, dan kita ini akan diubahkan.
”supaya dengan nama Yesus itu akan bertelut segala lutut, daripada yang di surga dan yang di atas bumi dan yang di bawah bumi, dan segala lidah mengaku bahwa Yesus Kristus itu Tuhan, kepada kemuliaan Allah, yaitu Bapa.
”Apabila Kristus, yang menjadi hayat kita, akan dinyatakan kelak, lalu kamu pun akan dinyatakan beserta dengan Dia di dalam kemuliaan.
”dan menantikan kedatangan anak-Nya dari surga, yang sudah dibangkitkan-Nya dari antara orang mati, yaitu Yesus yang melepaskan kita daripada kemurkaan yang akan datang kelak.
”Maka kami tiada suka, hai saudara-saudaraku, yang kamu tiada mengetahui dari hal orang mati, supaya jangan kamu berdukacita sama seperti orang-orang lain yang tiada menaruh harap. Karena jikalau kita percaya bahwa Yesus sudah mati dan bangkit pula, demikianlah juga orang yang mati di dalam iman kepada Yesus itu akan dibawa Allah beserta-Nya. Karena kami mengatakan demikian ini kepadamu dengan firman Tuhan, bahwa kita yang sedang hidup ini dan yang tertinggal hingga kepada kedatangan Tuhan, tiada akan mendahului orang yang sudah mati.
”Karena Tuhan sendiri akan turun dari surga dengan suatu sorak, dengan suara penghulu malaekat, dan dengan bunyi sangkakala Allah; maka segala orang yang telah mati di dalam Kristus akan bangkit dahulu, kemudian kita yang sedang hidup, yang telah tertinggal ini, akan diambil ke dalam awan bersama-sama dengan mereka itu menghadap Tuhan di dalam awang-awangan; demikianlah kelak kita senantiasa bersama-sama dengan Tuhan.
”Tetapi dari hal segala masa dan ketika itu, hai saudara-saudaraku, tak usahlah disuratkan kepadamu. Karena kamu sendiri mengetahui dengan secukupnya bahwa Hari Tuhan itu datang seperti pencuri pada malam. Apabila orang berkata, "Sejahtera dan selamat," maka tiba-tiba datang kebinasaan ke atas mereka itu, seperti kesakitan beranak atas perempuan yang hamil; maka sekali-kali tiada mereka itu akan dapat melepaskan diri. Tetapi kamu ini, hai saudara-saudaraku, tiadalah di dalam gelap, sehingga Hari itu menimpa kamu seperti seorang pencuri.
”Karena Allah menguntukkan kita bukannya akan ditimpa murka, melainkan akan beroleh selamat oleh Tuhan kita Yesus Kristus, yang sudah mati karena kita, sehingga baik kita jaga baik kita tidur, kita hidup bersama-sama dengan Dia.
”sehingga kami sendiri megah akan hal kamu di dalam segala sidang jemaat Allah, sebab tekun dan imanmu di dalam segala aniaya dan kesusahan yang kamu tanggung. Itulah menjadi suatu tanda hukuman Allah yang adil, bahwa kamu dihisabkan berlayak bagi kerajaan Allah, maka karena itulah juga kamu merasai sengsara; sedangkan pada pemandangan Allah menjadi adil membalaskan kesusahan kepada orang yang menyusahkan kamu, dan kepada kamu yang disusahkan itu membalaskan kesenangan beserta dengan kami, pada masa Tuhan Yesus itu dinyatakan dari surga dengan segala bala tentara malaekat-Nya, dengan api yang bernyala, membalas atas segala orang yang tiada mengaku Allah, dan atas segala orang yang tiada mau menurut Injil Tuhan kita Yesus. Maka mereka itu akan terkena siksa kebinasaan yang kekal, dijauhkan dari hadirat Allah dan dari kemuliaan kodrat-Nya, pada masa Ia akan datang kelak supaya dipermuliakan di dalam segala orang suci-Nya, dan menjadi suatu ajaib pada Hari itu kepada segala orang yang percaya, karena kesaksian kami kepadamu itu dipercayai.
”Adapun akan hal kedatangan Tuhan kita Yesus Kristus, dan akan hal kita akan berhimpun bersama-sama dengan Dia, kami mintalah kamu, hai saudara-saudaraku, jangan lekas pikiranmu bingung dan gentar, baik tentang karunia roh baik tentang perkataan atau tentang surat, yang dikatakan datang daripada kami, seolah-olah Hari Tuhan sudah tiba. Jangan kamu tertipu oleh seorang jua pun dengan barang sesuatu daya, karena tiada akan jadi kelak sebelum orang banyak berpaling daripada iman itu dahulu, dan dinyatakan kelak si Orang yang mengamalkan dosa itu, yaitu anak jahanam, yang melawan, dan meninggikan dirinya mengatas segala sesuatu yang dianggap seperti Allah dan yang disembah, sehingga ia bertegak di dalam Bait Allah serta menyatakan dirinya ialah Allah.
”Tiadakah kamu ingat bahwa pada masa aku sedang beserta dengan kamu sudah aku katakan segala perkara itu kepadamu? Sekarang ini kamu mengetahui apa yang menahankan dia lagi, supaya ia boleh dinyatakan pada masa yang tertentu baginya. Karena rahasia durhaka itu sedia telah bekerja: hanya ia, yang menahankan lagi hingga sekarang ini, wajib dilenyapkan terlebih dahulu. Barulah si Durhaka itu akan dinyatakan kelak, yang akan dijahanamkan oleh Tuhan Yesus dengan nafas mulut-Nya, dan dilenyapkannya dengan cahaya kedatangan-Nya. Adapun kedatangan si Durhaka itu menurut gerak Iblis, dengan segala kuasa dan tanda ajaib dan mujizat yang palsu, dan dengan segala semu daya kejahatan bagi orang-orang yang akan binasa, sebab mereka itu tiada menaruh kasih akan yang benar supaya mereka itu selamat. Maka itulah sebabnya didatangkan Allah ke atasnya suatu kuasa yang menyesatkan, supaya mereka itu percaya akan yang dusta, supaya sekalian yang tiada percaya akan yang benar dan yang berkenan akan yang jahat itu dihukumkan.
”supaya engkau memeliharakan hukum itu dengan tiada bercacat dan dengan tiada bercela, sehingga kelihatan Tuhan kita Yesus Kristus; maka hal itu akan ditunjukkan pada masanya oleh Mahakuasa yang Esa dan Pohon selamat, yaitu Raja atas sekalian raja, dan Tuan atas segala yang dipertuan, Yang hanya mempunyai zat yang tiada mati, dan mendiami terang yang tiada terhampiri; Yang tiada pernah dilihat atau dapat dilihat orang, maka bagi-Nyalah kemuliaan dan kuasa yang kekal. Amin.
”Perhatikanlah! Pada akhir zaman akan datang kelak suatu masa yang sukar. Karena segala orang akan mengasihi dirinya sendiri, dan tamak akan uang, membesarkan dirinya, congkak, mengumat orang, durhaka kepada ibu bapanya, tiada syukur, fasik, tiada berpengasihan, tiada mau berdamai, menfitnahkan orang, tiada memerintahkan dirinya, garang, tiada gemar akan baik, pembelot, angkara, sombong, melebihkan kesukaan daripada mengasihi Allah, yang merupakan dirinya seperti orang beribadat, tetapi kuasa ibadat itu telah ditolakkannya, maka daripada orang itu palingkanlah dirimu.
”Maka di hadirat Allah dan Kristus Yesus, yang akan menjadi hakim segala orang yang hidup dan yang sudah mati, dan demi kedatangan-Nya dan kerajaan-Nya, aku berpesan kepadamu dengan sesungguhnya: Hendaklah engkau memberitakan Firman itu, hendaklah engkau bersedia, baik pada masa senang atau tiada senang; nyatakanlah salah orang, tegurkanlah, nasehatkanlah dengan panjang sabar dan dengan pengajaran. Karena masanya akan datang kelak manakala orang tiada tahan akan pengajaran yang benar; tetapi sebab gatal telinganya hendak mendengar, maka dihimpunkannya guru-guru bagi dirinya menurut hawa nafsunya sendiri, dipalingkannya telinganya daripada yang benar, lalu menyimpang kepada segala ceritera bohong. Tetapi hendaklah engkau ini beringat di dalam segala perkara, tanggunglah kesukaran, kerjakanlah pekerjaan guru Injil, lakukanlah kewajibanmu dengan secukupnya.
”pada akhirnya makota kebenaran telah tersedia bagiku yang akan dikaruniakan kepadaku pada Hari itu oleh Tuhan, yaitu hakim yang adil itu; dan bukan kepadaku sahaja, melainkan juga kepada sekalian orang yang telah sangat gemar akan kedatangan-Nya.
”serta menantikan pengharapan yang berkat dan kenyataan kemuliaan yang Mahabesar dan Juruselamat kita Kristus Yesus,
”Dan lagi: Engkaulah, ya Tuhan, yang pada mulanya membubuh alas bumi ini, dan langit itu pun perbuatan tangan-Mu; maka sekaliannya itu akan binasa, tetapi Engkaulah yang kekal; sekaliannya itu akan menjadi buruk seperti kain baju, dan seperti selimut Engkau akan menggulung dia, dan seperti suatu kain baju sekaliannya itu berubah; tetapi Engkaulah, yang tiada berubah, dan tahun-Mu tiada berkesudahan.
”Sebab itu, wajiblah bahwa peta-peta segala perkara yang di surga itu disucikan dengan yang demikian tetapi segala perkara yang samawi itu juga disucikan dengan korban yang terlebih baik daripada sekaliannya itu. Karena Kristus itu sudah masuk bukannya ke dalam tempat kudus perbuatan tangan, yang hanya menjadi suatu teladan tempat kudus yang sebenarnya itu; melainkan ke dalam surga yang benar, maksudnya sekarang Ia menghadap hadirat Allah karena kita. Bukannya supaya Ia mempersembahkan diri-Nya kerapkali, seperti imam besar pada tiap-tiap tahun masuk ke dalam tempat kudus dengan darah yang bukan darahnya sendiri. Karena jikalau begitu tak dapat tiada kerapkali Ia merasai sengsara daripada masa dunia ini dijadikan. Tetapi sekarang ini, pada akhir zaman, Ia sekali juga sudah menjadi nyata akan melenyapkan dosa dengan keadaan mengorbankan diri-Nya sendiri. Sedangkan manusia telah tentu satu kali akan mati, dan kemudian daripada itu datang hukuman, demikianlah juga Kristus, sesudah satu kali dipersembahkan akan menanggung dosa orang banyak, maka pada kali yang kedua kelak, dengan tiada menanggung dosa, Ia akan kelihatan kepada segala orang yang menantikan Dia, akan menyelamatkan mereka itu.
”Janganlah kita undur daripada berhimpun bersama-sama, sebagaimana biasa setengah orang berbuat, melainkan bernasehat-nasehatlah sama sendiri, maka itu pun makin lebih, sebab kamu lihat Hari itu telah hampir.
”Maka ada beberapa perempuan mendapat balik orangnya hidup daripada mati; yang lain disengsarakan, maka tiada mereka itu mau menerima kelepasannya, supaya memperoleh kebangkitan yang lebih baik;
”Hai kamu orang kaya, pergilah kamu menangis dan meraung sebab segala siksa yang akan datang ke atasmu. Maka kekayaanmu sudah binasa, dan pakaianmu sudah dimakan gegat. Emas perakmu sudah berkarat dan karatnya akan naik saksi atasmu, dan memakan dagingmu sebagaimana api. Kamu sudah menghimpunkan harta pada akhir zaman.
”Sebab itu, hai saudara-saudaraku, bersabarlah kamu sehingga sampai kepada Hari kedatangan Tuhan. Tengoklah, orang dusun menanti hasil yang berharga keluar daripada bumi dengan sabar, sehingga ditimpa hujan pada musim bah dan pada musim kemarau. Bersabarlah juga kamu, tetapkanlah hatimu, karena kedatangan Tuhan itu telah hampir.
”Pertama sekali ingatlah bahwa pada akhir zaman akan datang kelak beberapa pengolok dengan olok-oloknya, yang melakukan dirinya menurut hawa nafsu sendiri, sambil berkata, "Manakah kedatangan-Nya yang dijanjikan-Nya itu? Karena daripada masa nenek moyang kita mati, maka segala sesuatu serupa sebagaimana daripada mula kejadian alam." Karena dengan sengaja mereka itu melupakan yang sebenarnya sudah ada segala langit dari dahulu kala, dan bumi pun dijadikan daripada air di tengah-tengah air oleh firman Allah. Dengan jalan itu dunia, yang ada pada masa itu, sudah binasa diliputi oleh air bah. Tetapi segala langit yang ada ini serta bumi ini ditaruhkan untuk api oleh firman itu juga, tersedia sehingga hari hukuman dan kebinasaan segala orang fasik.
”Tetapi perkara yang satu ini jangan kamu lupakan, hai segala kekasihku, bahwa satu hari kepada Tuhan sama seperti seribu tahun, dan seribu tahun sama seperti satu hari. Maka Tuhan tiada berlambatan di dalam hal perjanjian itu sebagaimana ada beberapa orang yang membilangkan hal itu lambat, melainkan panjang sabar akan kamu, tiada Ia gemar akan seorang pun binasa, melainkan sehingga sekaliannya sampai kepada tobat.
”Tetapi Hari Tuhan itu akan tiba kelak seperti pencuri; lalu segala langit itu akan lenyap dengan bunyi yang sangat dahsyat, dan segala anasir akan terbakar lalu hancur, dan bumi serta segala perbuatan yang ada di dalamnya akan dihanguskan. Oleh sebab segala perkara itu akan binasa kelak atas peri yang demikian, bagaimanakah patut kamu melakukan dirimu di dalam kehidupan yang suci dan beribadat? Sambil menantikan dan menyegerakan kedatangan Hari Allah itu, yang menyebabkan segala langit akan terbakar lalu binasa, dan segala anasir akan terbakar lalu cair. Tetapi menurut seperti janji Tuhan, kita menantikan langit yang baharu dan suatu bumi yang baharu, yang berisi kebenaran.
”Maka dunia ini lenyap, demikian juga keinginan duniawi; tetapi orang yang melakukan kehendak Allah kekal selama-lamanya. Hai anak-anakku, akhir zaman telah sampai; dan sebagaimana yang sudah kamu dengar bahwa si Dajal akan datang kelak, maka sekarang ini pun ada banyak "Dajal"; dengan jalan itu kita mengetahui bahwa inilah akhir zaman. Maka orang-orang itu sudah keluar dari antara kita, tetapi mereka itu bukannya asal daripada kita; karena jikalau mereka itu daripada kita asalnya, tak dapat tiada bertekunlah mereka itu beserta dengan kita; tetapi mereka itu sudah keluar pergi supaya nyata bahwa orang-orang itu bukan semuanya daripada kita asalnya.
”Hai segala kekasihku, janganlah percaya akan sebarang roh, melainkan ujilah segala roh itu, kalau-kalau daripada Allah datangnya; karena banyak nabi palsu sudah keluar ke seluruh dunia. Dengan yang demikian dapatlah kamu mengenal Roh Allah, yaitu tiap-tiap roh, yang mengaku bahwa Yesus Kristus sudah datang dengan keadaan manusia, itu daripada Allah; dan tiap-tiap roh, yang tiada mengaku Yesus itu, bukanlah daripada Allah, melainkan inilah roh si Dajal, yang telah kamu dengar yang akan datang, dan sekarang ini sudah ada di dalam dunia. Hai anak-anakku, kamu ini daripada Allah, dan telah mengalahkan mereka itu, karena terlebih besarlah Ia yang ada di dalam kamu daripada dia yang ada di dalam dunia. Mereka itu daripada dunia; sebab itulah mereka itu berkata-kata cara dunia, dan dunia ini menurut dia. Kita ini daripada Allah; dan orang yang mengenal Allah ialah mendengarkan kita; maka orang yang bukan daripada Allah tiadalah ia mendengarkan kita. Dengan yang demikian dapatlah kita mengenal roh yang benar dan roh yang sesat itu.
”Karena banyak orang penyesat sudah keluar ke seluruh dunia, yang tiada mengaku bahwa Yesus Kristus sudah datang dengan keadaan manusia. Inilah penyesat dan si Dajal. Ingatlah akan dirimu, supaya jangan kamu kehilangan barang yang telah kita kerjakan, melainkan supaya kamu mendapat pahalamu dengan secukupnya. Barangsiapa yang melangkah, dan tiada tinggal tetap di dalam pengajaran Kristus, tiadalah mempunyai Allah. Tetapi orang yang tinggal tetap di dalam pengajaran itu, orang itulah mempunyai baik Bapa itu, baik Anak itu. Jikalau barang seorang datang kepadamu dan membawa pengajaran lain daripada itu, janganlah kamu terima dia masuk ke dalam rumahmu, dan jangan memberi salam kepadanya. Karena barangsiapa yang memberi salam kepadanya, ia itu sama bersalah di dalam perbuatannya yang jahat itu.
”Maka atas mereka itu juga Henokh, keturunan yang ketujuh daripada Adam, sudah bernubuat, katanya, "Tengoklah, Tuhan telah datang dengan berpuluh-puluh ribu orang sucinya, hendak memutuskan hukum-Nya atas orang sekalian, dan hendak menjatuhkan hukum ke atas segala orang fasik di dalam hal segala perbuatannya yang fasik itu, yang telah dilakukannya dengan fasiknya, dan di dalam hal segala kekerasan yang dikatakan oleh orang berdosa yang fasik ke atas-Nya."
”Bahwa inilah wahyu daripada Yesus Kristus, yang dianugerahkan Allah kepada-Nya, supaya ditunjukkan-Nya kepada hamba-Nya perkara-perkara yang tak dapat tiada akan jadi dengan segeranya; maka disuruhkan-Nya malaekat-Nya memberitahu dia kepada hamba-Nya, yaitu Yahya,
”Tengoklah, Ia datang dengan awan, dan Ia akan kelihatan kepada tiap-tiap mata, demikian juga kepada orang yang menikam Dia; maka segala bangsa di dunia ini akan memandang Dia serta meratap. Bahkan, Amin.
”Maka oleh sebab engkau sudah memeliharakan pengajaran-Ku dari hal sabar itu, Aku pun akan memeliharakan engkau daripada masa pencobaan yang akan datang ke atas segala isi dunia, supaya mencoba segala orang yang duduk di bumi. Dengan segera Aku datang; berpeganglah kepada barang yang ada padamu, supaya jangan barang seorang mengambil makotamu. Maka orang yang menang, hendak Kujadikan dia suatu tiang di dalam rumah Tuhan-Ku, dan sekali-kali tiada ia akan keluar dari situ; dan Aku akan menyuratkan kepadanya nama Tuhan-Ku dan nama negeri Tuhan-Ku, yaitu Yeruzalem yang baharu yang turun dari surga daripada Tuhan-Ku itu, dan lagi nama-Ku yang baharu itu.
”Aku tahu segala perbuatanmu; engkau itu sejuk pun tidak, hangat pun tidak. Aku suka jikalau engkau sejuk atau hangat. Oleh sebab engkau begitu suam, dan hangat pun tidak, sejuk pun tidak, maka Aku hendak meludahkan engkau dari dalam mulut-Ku. Dengan sebab katamu: Aku kaya dan sudahlah aku beroleh kekayaan dan satu pun tiada kekurangan padaku, padahal tiada engkau mengetahui bahwa engkaulah orang malang, dan yang tiada terkasihan, dan miskin, dan buta, dan bertelanjang, sebab itu Aku ikhtiarkan engkau membeli kepada-Ku emas yang sudah beruji dengan api supaya engkau kaya; dan pakaian putih, supaya engkau berkain, dan jangan ketara malu keadaanmu yang bertelanjang, dan lagi celak-mencelak matamu supaya engkau boleh nampak. Maka seberapa banyak orang yang Kukasihi, Aku tegur dan ajar; sebab itu berusahalah serta bertobat.
”Kemudian daripada itu aku tampak suatu pintu terbuka di surga, maka suara yang mula-mula kudengar itu seperti bunyi sangkakala bertutur kepadaku, katanya, "Naiklah ke mari, Aku menunjukkan kepadamu barang yang tak dapat tiada akan jadi kemudian kelak."
”Maka aku tampak di dalam tangan kanan Dia, yang duduk di atas arasy itu, ada sebuah kitab, yang bertulis luar dalamnya, dan bermeterai dengan tujuh meterai. Dan aku tampak pula seorang malaekat yang gagah memberitakan dengan suara besar, katanya, "Siapakah berlayak membuka kitab itu dan mengoyakkan meterainya?" Maka baik di surga, baik di bumi, atau di bawah bumi, seorang pun tiada yang cakap membuka kitab itu atau memandangnya. Maka sangatlah aku menangis oleh sebab tiada seorang pun didapati yang berlayak membuka kitab itu atau memandangnya. Maka ada seorang dari antara segala ketua-ketua itu berkata kepadaku, "Janganlah menangis; tengoklah, Singa yang daripada suku bangsa Yehuda, yaitu Akar Daud itu, sudah beroleh kemenangan sehingga membuka kitab dan ketujuh meterainya itu." Maka aku tampak di tengah-tengah arasy, di antara keempat zat yang hidup, dan di tengah segala ketua-ketua itu terdirilah seekor anak domba seperti sudah tersembelih rupanya, yang bertanduk tujuh, dan bermata tujuh, yaitu ketujuh Roh Allah, yang sudah disuruhkan ke seluruh bumi ini. Maka datanglah Anak domba itu mengambil kitab itu daripada tangan kanan Dia yang duduk di atas arasy itu. Setelah diambil-Nya kitab itu, maka sujudlah keempat zat yang hidup dan kedua puluh empat ketua itu di hadapan Anak domba itu, masing-masing sedang memegang kecapi dan bokor emas penuh dengan kemenyan, yaitu segala doa orang-orang suci. Maka menyanyilah mereka itu suatu nyanyian yang baharu, bunyinya, "Berlayaklah Engkau mengambil kitab itu dan membuka meterainya; karena Engkau sudah tersembelih, lalu dengan darah-Mu Engkau menebus (orang) bagi Allah daripada tiap-tiap suku dan bahasa dan kaum dan bangsa, dan Engkau telah menjadikan mereka itu bagi Tuhan kita suatu kerajaan, dan imam-imam; lalu mereka itu memerintah di atas bumi."
”Maka aku tampak, dan aku dengar suara malaekat yang banyak sekeliling arasy dan segala zat yang hidup dan segala ketua itu; maka banyaknya itu beribu-ribu laksa, yang mengatakan dengan suara besar, "Berlayak Anak domba yang tersembelih itu menerima kuasa, dan kekayaan, dan hikmat, dan kekuatan, dan hormat, dan kemuliaan, dan puji." Maka aku dengar pula tiap-tiap makhluk yang di surga, dan yang di atas bumi, dan yang di bawah bumi, dan yang di laut, dan segala yang di dalamnya itu mengatakan, "Bagi Dia yang duduk di atas arasy, dan bagi Anak domba itu adalah puji dan kehormatan dan kemuliaan dan kuasa selama-lamanya." Maka keempat zat yang hidup itu mengatakan, "Amin." Dan segala ketua itu sujudlah menyembah.
”Maka aku tampak bagaimana Anak domba itu membuka satu dari antara ketujuh meterai itu, lalu aku dengar satu dari antara keempat zat yang hidup itu berkata seperti bunyi guruh, "Marilah." Maka aku tampak adalah seekor kuda putih, dan orang yang duduk di atasnya itu ada berpanah; maka suatu makota pun dikaruniakanlah kepadanya, lalu keluarlah ia dengan tanda kemenangan dan supaya ia menang lagi.
”Tatkala Anak domba itu membuka meterai yang kedua itu, aku dengar zat yang hidup yang kedua itu berkata, "Marilah." Dan keluar pula seekor kuda lain, yang merah menyala; maka kepada orang yang duduk di atasnya itu dikaruniakan kuasa mengambil perdamaian dari bumi sehingga orang berbunuh-bunuhan; dan sebilah pedang yang besar dikaruniakanlah kepadanya.
”Tatkala Anak domba itu membuka meterai yang ketiga itu, aku dengar zat yang hidup yang ketiga itu berkata, "Marilah." Dan aku tampak adalah seekor kuda hitam, dan orang yang duduk di atasnya itu ada neraca di tangannya; dan aku dengar bunyi seperti suara di tengah-tengah keempat zat yang hidup itu mengatakan, "Secupak gandum sedinar harganya, dan jelai tiga cupak sedinar harganya. Tetapi minyak dengan air anggur itu janganlah engkau rusakkan."
”Tatkala Anak domba itu membuka meterai yang keempat itu, aku dengar suara zat yang hidup yang keempat itu berkata, "Marilah." Maka aku tampak adalah seekor kuda kelabu, dan orang yang duduk di atasnya itu Maut namanya, dan alam maut itu pun mengikut sertanya; maka kepada keduanya itu dikaruniakan kuasa atas seperempat bumi akan membunuh dengan pedang dan dengan kelaparan dan dengan maut, dan dengan binatang buas-buas di bumi.
”Tatkala Anak domba itu membuka meterai yang kelima itu, aku tampak di bawah tempat persembahan itu segala jiwa orang yang telah terkena bunuh karena firman Allah dan karena kesaksian yang dipegang oleh mereka itu; maka berteriaklah mereka itu dengan suara besar, katanya, "Berapa lamakah lagi, ya Tuhan yang kudus dan yang benar, Engkau tiada menghukumkan dan membelakan darah kami ke atas segala orang yang duduk di bumi itu?" Maka kepada masing-masing dikaruniakanlah sehelai jubah putih, dan dikatakan kepada mereka itu bahwa haruslah mereka itu bersabar di dalam sedikit masa, sehingga genap bilangan segala orang yang sertanya menjadi hamba, yaitu saudara-saudaranya yang akan dibunuh kelak sama seperti mereka itu juga.
”Maka aku tampak tatkala Anak domba itu membuka meterai yang keenam itu, bahwa jadilah gempa bumi besar, dan matahari pun menjadi hitam seperti suatu kain kabungan daripada rambut, dan bulan semata-mata menjadi seperti darah, dan segala bintang di langit sudah gugur ke bumi, seperti pohon ara yang meluruhkan buah buruknya tatkala digoncang oleh angin yang besar. Dan langit itu pun hilanglah seperti surat yang digulung, dan tiap-tiap gunung dan pulau sudah berubah ke luar daripada tempatnya. Dan segala raja di bumi dan orang besar-besar, dan panglima, dan orang kaya-kaya, dan yang berkuasa, dan tiap-tiap orang, baik hamba baik merdeka, sekaliannya bersembunyi di dalam segala gua dan di celah-celah batu gunung, serta berkata kepada gunung-gunung dan batu-batu itu, "Timpalah kami, lindungkanlah kami daripada wajah Dia yang duduk di atas arasy itu, dan daripada murka Anak domba itu: Karena Hari yang besar, yaitu Hari murkanya itu sudah tiba dan siapakah yang dapat menahan?"
”Kemudian daripada itu aku tampak empat malaekat terdiri pada keempat penjuru alam, memegang keempat mata angin, supaya jangan angin bertiup di bumi atau di laut atau di atas sesuatu pohon kayu. Maka aku tampak pula ada seorang malaekat lain naik daripada matahari hidup, memegang meterai Allah yang hidup itu; maka malaekat itu pun berteriaklah dengan suara besar kepada keempat malaekat itu, yang sudah dikaruniakan kuasa merusakkan bumi dan laut itu, katanya, "Janganlah merusakkan bumi atau laut atau pohon-pohon kayu, sehingga kami memeteraikan segala hamba Allah pada dahinya."
”Maka aku dengar banyaknya segala orang yang sudah bermeterai itu, jumlahnya seratus empat puluh empat ribu yang sudah bermeterai daripada segala suku bangsa bani Israel: yaitu daripada suku Yehuda sudah bermeterai dua belas ribu; daripada suku Rubin dua belas ribu; daripada suku Gad dua belas ribu; daripada suku Asyir dua belas ribu; daripada suku Naftali dua belas ribu; daripada suku Manasye dua belas ribu; daripada suku Simeon dua belas ribu; daripada suku Lewi dua belas ribu; daripada suku Isakhar dua belas ribu; daripada suku Zebulon dua belas ribu; daripada suku Yusuf dua belas ribu; daripada suku Benyamin sudah bermeterai dua belas ribu.
”Kemudian daripada itu aku tampak ada suatu perhimpunan besar, yang tiada seorang pun dapat menghitung, yaitu daripada segala bangsa dan segala suku dan segala kaum dan segala bahasa, berdirilah sekaliannya di hadapan arasy dan di hadapan Anak domba itu, berjubah putih, dan pelepah kurma di dalam tangannya; maka mereka itu berseru-serulah dengan suara besar, katanya, "Selamat bagi Tuhan kami yang duduk di atas arasy itu, dan bagi Anak domba itu." Segala malaekat itu pun berdirilah sekeliling arasy dan sekeliling segala ketua dan keempat zat yang hidup itu, lalu sujud di hadapan arasy serta menyembah Allah, katanya, "Amin; bahwa segala puji, dan kemuliaan, dan hikmat, dan ucapan syukur, dan hormat, dan kuasa, dan kekuatan bagi Tuhan kami, sampai selama-lamanya. Amin." Maka seorang dari antara ketua-ketua itu bertanya serta berkata kepadaku, "Orang-orang yang berjubah putih ini, siapakah mereka itu dan dari manakah mereka itu datangnya?" Lalu kataku kepadanya, "Tuan juga yang mengetahuinya." Maka katanya kepadaku, "Inilah orang-orang yang datang ke luar daripada kesusahan besar itu, dan mereka itu sudah membasuh jubahnya dan memutihkan dengan darah Anak domba itu. Maka itulah sebabnya mereka itu ada di hadapan arasy Allah, dan mereka itu beribadat kepada-Nya siang malam di dalam rumah-Nya; dan Ia yang duduk di atas arasy itu akan membentangkan kemah-Nya menaungi mereka itu. Maka tiada mereka itu akan lapar atau dahaga lagi, dan tiada mereka itu dipukul oleh panas matahari atau barang sesuatu yang hangat, karena Anak domba yang di tengah arasy itu akan menjadi gembala mereka itu, dan akan membawa mereka itu kepada segala mata air hayat; maka Allah pun akan menyapukan segala air mata daripada mata mereka itu."
”Tatkala Anak domba itu membuka meterai yang ketujuh itu, sunyi-senyaplah di dalam surga ada kira-kira setengah jam lamanya. Maka aku tampak ketujuh malaekat yang berdiri di hadirat Allah itu, maka dikaruniakanlah kepada mereka itu tujuh sangkakala. Maka datanglah seorang malaekat yang lain serta berdiri di sisi tempat persembahan itu, sambil memegang perukupan emas, maka dikaruniakanlah kepadanya beberapa banyak kemenyan, supaya ia dapat mempersembahkan dia itu bersama-sama dengan doa segala orang suci di atas tempat persembahan emas yang di hadapan arasy itu. Maka asap kemenyan bersama-sama dengan doa segala orang suci itu naiklah ke hadirat Allah dari tangan malaekat itu. Maka malaekat itu pun mengambil perukupan itu, serta mengisi itu dengan api dari tempat persembahan itu, sambil mencampakkan ke bumi; lalu jadilah beberapa bunyi guruh dan beberapa suara dan kilat, dan gempa bumi. Maka ketujuh malaekat yang memegang ketujuh sangkakala itu bersedialah hendak meniup.
”Maka malaekat yang pertama itu meniup sangkakalanya, lalu turunlah hujan batu dan api bercampur dengan darah, maka sekaliannya itu dicurahkan ke bumi. Lalu hanguslah sepertiga bumi itu, dan hanguslah sepertiga segala pohon kayu, dan hanguslah segala rumput yang hijau itu.
”Maka malaekat yang kedua itu pun meniup sangkakalanya, maka jadilah seolah-olah sebuah gunung besar menyala dengan api, dicampakkan ke laut; maka laut itu sepertiganya menjadi darah; dan matilah sepertiga daripada segala makhluk yang bernyawa di laut itu; dan binasalah sepertiga daripada segala kapal.
”Maka malaekat yang ketiga itu pun meniup sangkakalanya, lalu gugurlah dari langit sebuah bintang besar, yang menyala seperti suluh, maka bintang itu menimpa sepertiga daripada segala sungai dan segala mata air. Adapun nama bintang itu Afsantin, maka sepertiga daripada segala air pun menjadi Afsantin; lalu banyaklah orang yang mati karena air itu, oleh sebab air itu sudah menjadi pahit.
”Maka malaekat yang keempat itu pun meniup sangkakalanya, lalu disiksakan sepertiga matahari, dan sepertiga bulan, dan sepertiga segala bintang, supaya gelaplah sepertiganya itu, dan supaya tiada terang sepertiga daripada siang hari, dan malam pun demikianlah juga. Maka aku tampak serta aku dengar seekor burung nasar terbang di tengah langit mengatakan dengan suara besar, "Wai, wai, wai atas segala orang yang duduk di atas bumi dari sebab bunyi sangkakala yang lain lagi, yaitu daripada ketiga malaekat yang akan meniupnya kelak."
”Maka malaekat yang kelima itu pun meniup sangkakalanya, lalu aku tampak sebuah bintang yang sudah gugur dari langit ke bumi; maka dikaruniakanlah kepadanya anak kunci pintu lubang yang tiada terduga dalamnya. Maka ia pun membuka pintu lubang yang tiada terduga dalamnya itu, lalu naik asap keluar dari lubang itu, seperti asap daripada tanur yang besar, sehingga matahari dan udara gelap dari sebab asap lubang itu. Kemudian keluarlah daripada asap itu belalang ke atas bumi, maka dikaruniakanlah kuasa kepadanya seperti kuasa kalajengking yang di bumi ini. Maka dikatakan kepadanya bahwa tiada boleh ia merusakkan rumput yang di bumi, atau barang tumbuh-tumbuhan, atau barang pohon kayu, melainkan hanya manusia yang tiada bermeterai Allah di dahinya. Maka dipesankan kepadanya, supaya jangan membunuh mereka itu, hanya menyiksakan lima bulan lamanya. Adapun siksanya itu seperti siksa tatkala orang disengat kalajengking. Pada masa itu kelak orang akan mencari mati, tetapi tiada dapat; maka suka mereka itu akan mati, tetapi mati itu lari daripada mereka itu. Adapun rupa belalang itu seperti rupa kuda yang bersedia hendak berperang, maka di kepalanya ada seperti makota yang serupa dengan emas, dan mukanya seperti muka manusia. Dan ia ada berambut seperti rambut perempuan, dan giginya seperti gigi singa. Dan dadanya seperti baju besi, dan bunyi sayapnya seperti bunyi angkatan perang yang berkuda banyak berlari-lari hendak berperang. Dan ia ada berekor seperti ekor kalajengking lagi bersengat, dan di dalam ekornya itu ada kuasanya menyakiti orang lima bulan lamanya. Maka ia berajakan malaekat lubang yang tiada terduga dalamnya, namanya di dalam bahasa Ibrani Abbaddon, dan di dalam bahasa Gerika Apollion namanya. Adapun bala yang pertama itu sudah lepas. Tengoklah yang akan datang lagi dua bala kemudian daripada itu.
”Maka malaekat yang keenam itu pun meniup sangkakalanya, lalu aku dengar suatu suara keluar dari keempat tanduk tempat persembahan emas yang di hadirat Allah itu, mengatakan kepada malaekat yang keenam yang memegang sangkakala itu, "Lepaskanlah keempat malaekat yang terikat dekat sungai yang besar, yaitu Sungai Ferat." Maka dilepaskanlah keempat malaekat yang memang sudah bersedia karena jam dan hari dan bulan dan tahun itu, supaya mereka itu membunuh sepertiga daripada segala manusia. Adapun banyaknya segala tentara yang berkuda itu dua laksa-laksa, sudah kudengar jumlahnya itu. Maka menurut penglihatanku segala kuda dan segala orang yang menunggang kuda itu rupanya demikian: Mereka itu berbaju besi yang merah seperti api, dan biru tua, dan warna belerang; dan kepala kuda itu seperti kepala singa, dan daripada mulutnya keluar api dan asap dan belerang. Maka dari sebab ketiga bala itu sepertiga daripada segala manusia mati dibunuh dengan api dan asap dan belerang yang keluar dari dalam mulutnya. Karena kuasa segala kuda itu ada di dalam mulutnya dan di dalam ekornya: Karena ekornya itu serupa ular, yaitu berkepala, dan dengan itu ia menyakiti. Dan segala manusia yang lain yang tiada dibunuh dengan segala bala ini, berpaling pun tidak daripada segala perbuatan tangannya, melainkan senantiasa menyembah segala setan dan segala berhala emas, perak, tembaga, batu, atau kayu, yang tiada dapat melihat atau mendengar ataupun berjalan. Maka belum juga mereka itu mau bertobat daripada membunuh orang, atau daripada hobatannya, atau zinahnya, atau curinya.
”Maka aku tampak seorang malaekat lain yang gagah, turun dari langit, berjubahkan awan, dan pelangi di atas kepalanya, dan mukanya seperti matahari, dan kakinya seperti tiang daripada api, dan di tangannya ada sebuah kitab kecil yang terbuka; maka kaki kanannya berpijak di laut, dan kaki kiri di darat; maka berteriaklah ia dengan suara besar seperti bunyi singa menikas, dan tatkala ia berteriak, ketujuh guruh pun membunyikan bunyi masing-masing. Tatkala ketujuh guruh sudah berbunyi itu, sedang aku hendak menyuratkan, lalu aku dengar suatu suara dari langit, katanya, "Meteraikanlah barang apa yang ketujuh guruh itu sudah mengatakan dan jangan dituliskan." Adapun malaekat yang sudah kutampak berpijak di laut dan di darat mengangkatkan tangan kanannya arah ke langit, serta bersumpah demi Allah yang hidup selama-lamanya, dan yang menjadikan langit dengan segala isinya, dan bumi dengan segala isinya, dan laut dengan segala isinya, bahwa tiada akan ada tempohnya lagi; tetapi pada masa suara malaekat yang ketujuh itu, apabila ia hendak meniup sangkakalanya, baharulah rahasia Allah genap, menurut seperti kabar kesukaan yang diberitakan kepada segala hamba-Nya, yaitu nabi-nabi.
”Adapun suara yang sudah kudengar dari langit itu, bertutur lagi kepadaku, serta katanya, "Pergilah, ambil kitab yang terbuka di tangan malaekat yang berpijak di laut dan di darat." Lalu pergilah aku kepada malaekat itu sambil berkata kepadanya, "Berilah kiranya aku kitab kecil itu." Maka katanya kepadaku, "Ambillah dan makanlah semuanya, dan ia akan memahitkan perutmu, tetapi di dalam mulutmu berasa manis seperti air madu." Maka kuambillah kitab yang kecil daripada tangan malaekat itu, lalu kumakan semuanya; maka di mulutku manisnya seperti air madu, dan sesudah kumakan, perutku berasa pahit. Lalu dikatakan kepadaku, "Hendaklah engkau bernubuat pula dari hal beberapa kaum dan beberapa bangsa dan berbagai-bagai bahasa serta beberapa raja."
”Maka diberikan kepadaku sejenis buluh pengukur yang seperti tongkat rupanya dengan katanya, "Bangkitlah, dan ukurlah Bait Allah, dan tempat korban dan segala orang yang sembahyang di dalamnya itu; dan biarkanlah halaman yang di luar Bait Allah itu, jangan diukur dia, karena sudah diberikan kepada orang kafir, dan negeri yang kudus itu akan dipijaknya empat puluh dua bulan lamanya." "Maka Aku akan memberi kedua orang saksiku bernubuat seribu dua ratus enam puluh hari lamanya, berkainkan kain guni." Maka itulah yang diumpamakan kedua pohon zaitun dan kedua kaki dian yang tegak di hadirat Tuhan yang empunya bumi itu. Dan jikalau barang seorang hendak merusakkan keduanya itu, api keluar dari dalam mulutnya memakan segala seterunya; dan jikalau barang seorang hendak merusakkan keduanya itu, maka tak dapat tiada ia akan mati atas peri demikian. Maka keduanya itu ada berkuasa mengunci langit, supaya jangan turun hujan selama keduanya bernubuat itu; dan keduanya itu berkuasa atas segala air menjadikan dia darah, dan menimpa bumi dengan segala jenis bala seberapa kali dikehendakinya.
”Apabila kesaksiannya itu sudah disempurnakannya, lalu binatang buas yang keluar dari dalam lubang yang tiada terduga itu akan memerangi keduanya, dan mengalahkan dia, serta membunuh dia. Adapun mayatnya itu bergelimpang di jalan negeri besar, yang dengan kiasan disebut Sodom dan Mesir, di situlah juga Tuhannya tersalib. Maka beberapa banyak orang dari antara segala kaum dan suku dan bahasa dan bangsa pun memandang mayatnya itu tengah empat hari lamanya, dan tiada mereka itu meluluskan mayatnya ditaruh di dalam kubur. Dan segala orang yang duduk di atas bumi ini bersukacita atasnya dan bersukaria, dan berhadiah-hadiahan sama sendiri, sebab kedua orang nabi itu sudah menyiksakan segala orang yang duduk di atas bumi ini.
”Kemudian daripada tengah empat hari itu, masuklah ke dalam keduanya nafas nyawa daripada Allah, lalu bangkitlah ia berdiri; maka datanglah ketakutan yang besar ke atas segala orang yang nampak keduanya itu. Maka orang-orang itu sudah mendengar suatu suara besar dari langit yang berkata kepada keduanya, "Naiklah ke mari." Lalu naiklah keduanya itu ke langit di dalam awan, dan segala seterunya pun nampak dia. Pada ketika itu juga jadilah gempa bumi yang besar, sehingga robohlah sepersepuluh negeri itu; maka matilah di dalam gempa bumi itu tujuh ribu orang, dan yang tinggal lagi itu ketakutanlah sambil memuliakan Allah yang di surga. Adapun bala yang kedua itu sudah lepas; tengoklah bala yang ketiga itu datang dengan segeranya.
”Maka malaekat yang ketujuh itu pun meniup sangkakalanya, lalu kedengaranlah beberapa suara besar di surga mengatakan, "Kerajaan dunia ini menjadi kerajaan Tuhan kita, dan kerajaan Kristusnya, maka Ia akan memerintah kelak selama-lamanya." Lalu kedua puluh empat ketua yang duduk di kursinya di hadirat Allah itu sujud menyembah Allah, serta berkata, "Kami ucapkan syukur kepada-Mu, ya Allah, Tuhan Yang Mahakuasa, Yang ada, dan Yang sudah sedia ada, karena Engkau telah melakukan kodrat-Mu yang besar itu, dan Engkau telah memerintah! Segala orang kafir itu sudah naik marahnya, tetapi murka-Mu sudah sampai, dan ketika orang mati dihukumkan, dan sudah sampai ketika memberi pahala segala hamba-Mu, yaitu nabi-nabi dan orang-orang suci dan orang yang takut akan nama-Mu, baik kecil baik besar; dan lagi sudah sampai ketika membinasakan segala orang yang merusakkan bumi ini." Maka terbukalah Rumah Allah yang di surga, lalu kelihatanlah tabut Perjanjian Allah di dalam Rumah-Nya itu; maka jadilah beberapa kilat dan suara dan guruh dan gempa bumi dan hujan batu yang lebat.
”Maka kelihatanlah di langit suatu alamat yang besar, yaitu seorang perempuan bersalut dengan matahari, dan bulan ada di bawah kakinya, dan di kepalanya bermakotakan dua belas bintang. Adalah ia itu mengandung dan berteriak sebab sakit dan sengsara hendak beranak. Maka kelihatanlah suatu alamat yang lain pula di langit, yaitu ada seekor naga besar yang merah menyala, berkepala tujuh, dan bertanduk sepuluh, dan di kepalanya bermakota tujuh; dan ekornya menyeret sepertiga daripada segala bintang di langit, lalu dicampakkannya ke bumi. Maka berdirilah naga itu di hadapan perempuan yang sedang hendak beranak itu, supaya apabila ia sudah beranak, naga itu dapat melulur anaknya itu. Lalu ia memperanakkan seorang anak laki-laki, yang akan memerintah segala bangsa dengan tongkat besi; maka anaknya itu pun disambar, dibawa kepada Allah dan kepada arasy-Nya. Maka perempuan itu pun larilah ke padang belantara; di situ ada suatu tempat disediakan Allah baginya, supaya ia dipeliharakan di situ seribu dua ratus enam puluh hari lamanya.
”Maka jadilah suatu peperangan di surga, yaitu Mikhail serta segala malaekatnya berperang dengan naga itu; dan naga serta segala tentaranya pun berperanglah; maka naga dan tentaranya itu tiada menang, dan tempatnya pun sudah hilang di surga. Maka tercampaklah naga besar itu, yaitu ular tua, yang dinamakan Iblis dan Syaitan itu, yang menyesatkan segala isi dunia; bahkan, ia sudah tercampak ke bumi, dan segala tentaranya itu pun sudah tercampak juga beserta dengan dia. Maka aku dengar pula suatu suara yang besar di surga, mengatakan, "Sekarang sampailah keselamatan dan kodrat dan kerajaan Tuhan kita, dan kuasa Kristusnya itu; karena sudah tercampak ke bawah Penuduh segala saudara kita, yang menuduh mereka itu di hadirat Tuhan kita itu siang malam. Sekaliannya itu sudah mengalahkan dia oleh sebab darah Anak domba itu, dan oleh sebab perkataan kesaksian mereka itu; dan mereka itu tiada menyayangi nyawanya, walaupun sampai mati. Sebab itu bersoraklah, hai surga, dan segala yang duduk di dalamnya. Wai bagi bumi dan laut, karena Iblis sudah turun kepadamu dengan besar kemarahannya, sebab mengetahui bahwa ketikanya sudah singkat."
”Apabila naga itu melihat bahwa dirinya sudah tercampak ke bumi, ia pun menghambat perempuan yang memperanakkan Anak laki-laki itu. Maka dikaruniakanlah kepada perempuan itu kedua sayap burung nasar yang besar itu, supaya ia dapat terbang ke padang belantara kepada tempatnya, yaitu tempat ia dipeliharakan di dalam satu masa dan dua masa dan setengah masa lamanya, jauh daripada mata ular itu. Maka ular itu pun menyemburkan air seperti suatu sungai dari dalam mulutnya dari belakang perempuan itu, supaya ia dihanyutkan oleh air sungai itu. Tetapi bumi itu sudah menolong perempuan itu dengan mengangakan mulutnya serta menelan air sungai yang disemburkan oleh naga dari dalam mulutnya itu. Maka naiklah marah naga akan perempuan itu, lalu pergi memerangi benih perempuan itu yang lagi tinggal, yaitu segala orang yang menurut hukum-hukum Allah serta berpegang kepada kesaksian Yesus itu. Lalu berdirilah ia di atas pantai laut.
”Maka aku tampak pula seekor binatang buas ke luar dari dalam laut, yang bertanduk sepuluh dan berkepala tujuh, dan di atas tanduknya itu bermakota sepuluh, dan di kepalanya beberapa nama hujat. Adapun binatang yang kutampak itu rupanya seperti harimau kumbang, dan kakinya seperti kaki beruang, dan mulutnya seperti mulut singa. Maka naga itu memberi dia kekuatannya sendiri, dan takhtanya, dan kuasa yang besar. Maka aku tampak satu daripada kepalanya itu rupanya seperti luka yang membawa mati; tetapi luka parahnya itu sudahlah sembuh, dan segala isi dunia pun heranlah akan binatang itu, lalu mengikut dia, sambil menyembah naga itu, oleh sebab ia sudah memberi kuasa kepada binatang itu; maka binatang itu pun disembahnya juga serta berkata, "Siapakah yang sama dengan binatang ini? Dan siapakah yang dapat melawan dia?" Maka binatang itu diberilah suatu mulut penuh dengan tekebur dan hujat; maka ia pun diberi kuasa melakukan yang demikian empat puluh dua bulan lamanya. Lalu ia membuka mulutnya menghujat Allah, menghujat nama-Nya dan kemah-Nya, serta segala yang mendiami surga itu;
”dan ia pun diluluskan membuka peperangan dengan segala orang suci dan menewaskan dia, dan diberi kuasa atas tiap-tiap suku dan kaum dan bahasa dan bangsa. Maka sekalian yang diam di bumi ini akan menyembah dia, yaitu yang namanya tiada tersurat di dalam kitab hayat Anak domba yang tersembelih, daripada asas dunia ini. Barangsiapa yang bertelinga, hendaklah ia mendengar. Barangsiapa yang membawa orang ke dalam tawanan, ia sendiri tak dapat tiada masuk ke dalam tawanan; barangsiapa yang membunuh orang dengan pedang, ia sendiri tak dapat tiada akan dibunuh dengan pedang. Di dalam hal inilah patut bagi segala orang suci menunjukkan sabar dan iman.
”Maka aku tampak seekor binatang buas yang lain keluar dari dalam bumi yang bertanduk dua, seperti tanduk Anak domba; maka ia bertutur seperti seekor naga; dan ia melakukan segala kuasa binatang yang pertama itu di hadapannya, dan dunia ini dengan segala yang diam di dalamnya disuruhnya menyembah binatang yang pertama itu, yang sudah sembuh luka parahnya itu, serta mengadakan tanda ajaib yang besar-besar, sehingga menurunkan api dari langit ke bumi di hadapan manusia pun. Maka ia menyesatkan segala yang diam di dunia ini dengan jalan berbagai-bagai tanda ajaib yang diberi kuasa kepadanya melakukan di hadapan binatang itu. Maka ia menyuruhkan isi dunia membuat patung bagi binatang yang sudah kena luka pedang tetapi hidup. Maka ia pun diberi kuasa memberi nafas kepada patung binatang itu, supaya patung binatang itu berkata-kata, dan membuat seberapa banyak orang yang tiada menyembah patung binatang itu supaya dibunuh,
”dan ia membuat sekalian orang, kecil besar, kaya miskin, merdeka atau hamba, supaya semuanya itu diberi suatu tanda di tangan kanannya atau di dahinya; dan seorang pun tiada boleh berjual beli melainkan orang yang ada padanya tanda itu, yaitu nama binatang itu atau angka bilangan huruf namanya itu. Maka inilah "hikmat". Biarlah orang yang mengerti, menghitung bilangan angka binatang itu; karena itulah bilangan angka manusia. Adapun jumlahnya itu enam ratus enam puluh enam.
”Maka tiba-tiba aku tampak Anak domba itu berdiri di atas Gunung Sion, dan beserta dengan Dia ada seratus empat puluh empat ribu orang yang tertulis nama Anak domba dan nama Bapa-Nya itu di dahinya. Maka kudengar suatu suara dari langit, seperti bunyi banyak air menderu dan seperti bunyi guruh yang besar. Adapun suara yang kudengar itu seperti bunyi orang pemetik kecapi memetik kecapinya, maka mereka itu menyanyi suatu nyanyian baharu di hadapan arasy itu, dan di hadapan keempat zat yang hidup dan segala ketua itu; dan seorang pun tiada dapat belajar nyanyian itu, hanya keseratus empat puluh empat ribu orang, yang ditebus dari bumi. Inilah orang yang belum menajiskan dirinya dengan perempuan, karena mereka itu teruna; dan inilah orang yang mengikut Anak domba itu barang ke mana Ia pergi. Maka orang ini sudah ditebus dari antara manusia menjadi buah sulung bagi Allah dan bagi Anak domba itu, dan di dalam mulutnya tiada didapati dusta, dan tiada bercacat cela.
”Maka aku tampak seorang malaekat yang lain terbang di tengah langit, dan padanya ada Injil yang kekal hendak diberitakannya kepada segala orang yang duduk di bumi ini, yaitu kepada tiap-tiap bangsa dan suku dan bahasa dan kaum, sambil katanya dengan suara besar, "Takutlah akan Allah dan hormatilah Dia, karena ketika hukuman-Nya sudah sampai, dan sembahlah Dia yang menjadikan langit dan bumi serta laut dan segala mata air." Maka ada yang lain lagi, yaitu malaekat yang kedua mengikut dia, serta berkata, "Sudahlah roboh, sudahlah roboh negeri Babil yang besar, yang memberi segala bangsa minum air anggur yang menaikkan hawa nafsu zinahnya."
”Maka ada yang lain pula, yaitu malaekat yang ketiga mengikut keduanya itu, serta berkata dengan suara besar, "Jikalau barang seorang menyembah binatang itu dengan patungnya, serta menerima tanda di dahinya atau di tangannya, maka ia juga akan minum kelak daripada air anggur, yaitu murka Allah yang tersedia dengan tiada bercampur di dalam cawan murka-Nya itu; dan ia akan disiksakan dengan api dan belerang, di hadirat segala malaekat yang kudus, dan di hadirat Anak domba itu, dan asap siksanya itu naiklah ke atas selama-lamanya; maka mereka itu tiada berhenti merasa siksa siang malam, yaitu segala orang yang menyembah binatang dan menyembah patungnya itu dan yang menerima tanda namanya itu. Di dalam hal inilah patut bagi segala orang suci menunjukkan sabar, yaitu bagi orang yang menurut segala hukum Allah dan iman akan Yesus."
”Maka kudengar suatu suara dari langit berkata, "Suratkanlah seperti yang demikian ini: Berbahagialah segala orang yang sudah mati, yaitu mati di dalam Tuhan daripada sekarang ini. Bahkan, kata Roh itu, mereka itu akan berhenti daripada segala kelelahannya; karena segala perbuatannya mengikut menyertai mereka itu."
”Maka aku tampak adalah suatu awan putih, dan di atas awan itu duduk seorang, rupanya seperti Anak manusia, bermakota emas di kepala-Nya dan di dalam tangan-Nya ada sebilah sabit yang tajam. Maka keluarlah pula seorang malaekat yang lain dari dalam Rumah Allah, yang menyeru dengan suara besar kepada orang yang duduk di atas awan itu, katanya, "Sampaikanlah sabitmu dan hendaklah menuai, karena musim menuai sudah sampai, sebab tuaian bumi itu sudah sangat masak." Lalu orang yang duduk di atas awan itu pun menyembatkan sabitnya ke bumi, lalu bumi itu pun dituailah.
”Maka keluarlah seorang malaekat yang lain lagi dari dalam Rumah Allah yang di surga; ia juga ada memegang sebilah sabit yang tajam. Maka keluarlah pula dari tempat persembahan seorang malaekat yang lain, yaitu yang berkuasa atas api, sambil bersuara dengan suara besar kepada dia yang memegang sabit yang tajam itu, katanya, "Sabitkanlah sabitmu yang tajam itu, kumpulkanlah segala gugusan anggur bumi, karena buahnya sudah cukup masak." Lalu malaekat itu menyembatkan sabitnya itu ke bumi, serta mengumpulkan buah anggur bumi itu, sambil mencampakkan dia ke dalam irikan yang besar, yaitu murka Allah; dan buah anggur itu diirik orang di luar negeri; maka darah pun mengalirlah dari dalam irikan itu setinggi kang di mulut kuda, sejauh seribu enam ratus setadi.
”Maka aku tampak pula di langit suatu alamat yang lain, yang besar lagi ajaib, yaitu tujuh malaekat yang memegang tujuh bala yang akhir; karena dengan dialah penyudah murka Allah.
”Lalu aku tampak seakan-akan laut kaca bercampur api, dan segala orang yang sudah menewaskan binatang itu dan patungnya dan angka bilangan namanya itu, berdiri di tepi laut kaca memegang segala kecapi Allah, sambil menyanyikan nyanyian Musa hamba Allah itu, dan nyanyian Anak domba itu, katanya, "Besar dan ajaiblah segala perbuatan-Mu, ya Allah, Tuhan Yang Mahakuasa; maka adil dan benarlah segala jalan-Mu, ya Raja segala bangsa. Siapakah yang tiada takut, ya Tuhan, dan yang tiada memuliakan nama-Mu? Karena hanyalah Engkau yang kudus. Maka segala bangsa akan menghadap dan menyembah Engkau, oleh sebab segala keadilan-Mu telah nyata."
”Kemudian daripada itu aku tampak Rumah Allah, yaitu kemah kesaksian yang di surga itu, terbuka, lalu keluarlah dari dalam Rumah Allah itu ketujuh malaekat yang memegang ketujuh bala itu, berkainkan kain kasa bersih yang bercahaya, dan bergetangdadakan cindai daripada emas. Maka satu daripada keempat zat yang hidup itu mengunjukkan kepada ketujuh malaekat itu tujuh buah bokor emas, penuh dengan murka Allah yang hidup selama-lamanya. Maka Rumah Allah itu dipenuhilah dengan asap daripada kemuliaan Allah, dan daripada kodrat-Nya; dan seorang pun tiada dapat masuk ke Rumah Allah itu hingga genap ketujuh bala yang daripada ketujuh malaekat itu.
”Maka aku dengar pula suatu suara besar dari dalam Rumah Allah itu berkata kepada ketujuh malaekat itu, "Pergilah kamu dan curahkan ketujuh bokor murka Allah itu ke bumi."
”Maka malaekat yang pertama itu pun pergilah, lalu mencurahkan bokornya ke bumi; maka ia itu menjadi suatu penyakit pekung yang busuk dan bisa ke atas segala orang yang ada bertanda binatang itu dan yang menyembah patungnya itu.
”Maka malaekat yang kedua itu pun mencurahkan bokornya ke dalam laut; maka laut itu pun berubah menjadi darah, seperti darah orang mati, dan segala yang hidup bernyawa sudah mati, yaitu segala yang ada di laut.
”Maka malaekat yang ketiga itu pun mencurahkan bokornya ke dalam segala sungai dan segala mata air; maka sekaliannya itu pun berubah menjadi darah. Lalu aku dengar malaekat segala air itu mengatakan, "Adillah Engkau, Yang ada, dan Yang sudah sedia ada, dan Yang kudus, oleh sebab Engkau sudah menjatuhkan hukum yang demikian, karena orang-orang itu sudah menumpahkan darah segala orang suci dan nabi-nabi, dan Engkau telah memberi mereka itu minum darah. Hal itu berpadanlah dengan perbuatan mereka itu." Maka aku dengar dari tempat persembahan itu, mengatakan, "Bahkan, ya Allah, Tuhan Yang Mahakuasa, adil dan benarlah segala hukuman-Mu itu."
”Maka malaekat yang keempat itu pun mencurahkan bokornya ke atas matahari, lalu matahari itu beroleh kuasa menghanguskan segala manusia dengan api; maka segala manusia itu pun hanguslah dengan hangat yang amat sangat, lalu mereka itu menghujat nama Allah yang berkuasa atas segala bala itu; tiada pula mereka itu bertobat sehingga memberi hormat kepada-Nya.
”Maka malaekat yang kelima itu pun mencurahkan bokornya ke atas takhta binatang itu, maka kerajaannya itu pun gelaplah, lalu mereka itu menggigit-gigit lidahnya masing-masing sebab sakit, serta menghujat Allah yang di surga sebab sakitnya dan pekungnya itu; maka tiada juga mereka itu bertobat daripada perbuatannya itu.
”Maka malaekat yang keenam itu pun mencurahkan bokornya ke dalam sungai yang besar, yaitu Sungai Ferat, maka airnya itu pun keringlah, supaya sedia jalan bagi raja-raja yang dari sebelah matahari hidup itu.
”Maka aku tampak keluar dari mulut naga dan dari mulut binatang dan dari mulut nabi palsu itu, tiga roh yang najis, serupa katak; karena ketiganya itu roh setan-setan yang mengadakan beberapa ajaib, yang pergi mendapatkan segala raja-raja seluruh dunia hendak menghimpunkan mereka itu melawan pada hari yang besar itu, yaitu Hari Allah Yang Mahakuasa. "Ingatlah olehmu, Aku datang seperti seorang pencuri; maka berbahagialah orang yang berjaga-jaga sambil memeliharakan pakaiannya, supaya jangan ia berjalan bertelanjang dan orang nampak kemaluannya." Maka roh setan-setan itu pun menghimpunkan segala raja-raja itu berhimpun ke tempat yang disebut dengan bahasa Ibrani Harmagedon.
”Maka malaekat yang ketujuh itu pun mencurahkan bokornya ke atas udara, lalu kedengaranlah suatu suara besar dari dalam Rumah Allah, daripada arasy itu, berkata, "Semuanya sudah genap." Maka sabung-menyabunglah kilat, dan kedengaranlah beberapa suara dan guruh, dan gempa bumi pun jadilah teramat sangat, seperti yang tiada pernah jadi semenjak manusia ada di bumi ini, yaitu gempa bumi yang sedemikian dan yang sebesar itu. Maka negeri yang besar itu pun pecahlah belah tiga, dan segala negeri orang kafir itu pun robohlah, dan negeri Babil yang besar itu tiada dilupakan di hadirat Allah, sehingga ia diberi cawan air anggur, yaitu murka-Nya yang hangat itu. Segala pulau pun lenyaplah, dan gunung-gunung pun tiada terjumpa lagi. Maka turunlah hujan batu lebat menimpa manusia, berat ketulnya lebih kurang setalenta, maka manusia itu pun menghujat Allah dari sebab bala hujan batu itu, karena tersangatlah besar bala itu.
”Maka datanglah seorang daripada ketujuh malaekat, yang membawa ketujuh bokor itu, bertutur dengan aku, katanya, "Marilah ke mari, aku hendak menunjukkan kepadamu hukuman atas sundal besar yang duduk pada air yang banyak; dengan dialah segala raja di bumi telah bersundal, dan segala isi dunia pun mabuk dengan air anggur persundalannya itu." Maka ia membawa rohku ke padang belantara, lalu aku nampak seorang perempuan duduk di atas seekor binatang merah kirmizi, yang katup dengan nama hujat, dan yang berkepala tujuh dan bertanduk sepuluh. Adapun perempuan itu berkain ungu dan merah kirmizi warnanya, dan memakai emas dan permata serta berbagai-bagai mutiara, dan di dalam tangannya ada suatu cawan emas yang penuh dengan segala haram dan najis persundalannya itu; dan di dahinya ada tertulis suatu nama, yaitu rahasia, "Babil yang besar, ibu segala sundal dan segala haram yang di bumi." Maka aku tampak perempuan itu mabuk darah, yaitu darah segala orang suci dan darah segala saksi Yesus itu. Maka heranlah aku melihat dia dengan heran yang amat sangat. Lalu kata malaekat itu kepadaku, "Apakah sebabnya engkau heran? Aku akan mengatakan kepadamu rahasia perempuan itu, dan rahasia binatang yang membawa dia, yang berkepala tujuh dan bertanduk sepuluh itu.
”Adapun binatang yang engkau tampak itu dahulu ada, sekarang tidak; maka ia tengah hendak naik dari dalam lubang yang tiada terduga dalamnya itu, lalu masuk ke dalam kebinasaan. Segala orang di dunia, yang tiada tersurat namanya di dalam kitab hayat itu daripada asas dunia ini, akan menjadi heran apabila mereka itu melihat binatang, yang dahulu ada, dan sekarang tidak, dan yang akan datang lagi. Di sini perlu akal yang mengandung hikmat! Adapun ketujuh kepala itulah tujuh buah gunung, tempat perempuan itu duduk, dan itulah juga tujuh raja. Maka lima orang sudah jatuh, dan seorang ada lagi, dan yang lain itu belum datang; dan apabila ia datang kelak, tak dapat tiada ia tinggal sedikit masa lamanya. Adapun binatang yang dahulu ada dan yang sekarang tidak, ialah yang kedelapan, dan yang terhisab kepada ketujuhnya itu, dan ia juga masuk ke dalam kebinasaan. Dan kesepuluh tanduk yang engkau tampak itulah sepuluh orang raja yang belum menerima kerajaannya, tetapi mereka itu berkuasa seperti raja-raja bersama-sama dengan binatang itu sejam sahaja lamanya. Sekaliannya itu sepakat, lalu mereka itu menyerahkan kekuatannya dan kuasanya kepada binatang itu.
”Sekaliannya itu akan berperang melawan Anak domba itu, tetapi Anak domba itu akan menewaskan mereka itu; karena Ialah Tuan sekalian tuan, dan Raja atas segala raja; dan segala yang mengiringkan Dia itu pun menanglah, yaitu segala yang dipanggil dan yang terpilih, dan yang setia." Maka katanya kepadaku, "Adapun segala air yang engkau tampak di tempat perempuan sundal itu duduk, itulah beberapa kaum dan orang banyak dan segala bangsa dan bahasa. Maka kesepuluh tanduk dan binatang, yang engkau tampak itu, akan membenci perempuan sundal itu, lalu menjadikan dia sunyi dan bertelanjang, serta memakan dagingnya, dan membakar dia dengan api. Sebab Allah sudah menurunkan niat ke dalam hatinya akan melakukan kehendak Allah, lalu mereka itu menjadi sepakat, serta menyerahkan kerajaan mereka itu kepada binatang itu, sehingga firman Allah itu sampai. Adapun perempuan yang engkau tampak itulah negeri besar, yang memerintah segala raja-raja di bumi."
”Kemudian daripada itu aku tampak seorang malaekat yang lain turun dari langit, yang berkuasa besar, maka bumi itu diterangkan dengan kemuliaan malaekat itu. Maka bersuaralah ia dengan sekuat-kuat hati, katanya, "Sudahlah roboh, sudahlah roboh negeri Babil yang besar itu, dan telah jadi tempat kediaman segala setan, dan penjara tiap-tiap roh yang najis, dan suatu sangkaran tiap-tiap burung yang najis dan yang dibenci. Karena segala bangsa sudah mabuk dengan air anggur sundal itu yang menaikkan nafsu zinahnya, dan segala raja di bumi pun berzinahlah dengan dia, dan segala saudagar di bumi ini pun makin kaya dari sebab tersangat limpah kemewahannya."
”Lalu aku dengar suatu suara yang lain pula dari langit berkata, "Keluarlah daripadanya, hai kaumku, supaya jangan kamu terbabit di dalam segala dosanya, dan jangan kamu sama kena segala balanya; karena dosa-dosanya sudah bertimbun-timbun sampai ke langit, dan diingati Allah akan segala kejahatannya. Balaskanlah kepadanya seperti yang diperbuatnya, dan perbuatlah dua kali ganda daripada segala perbuatannya; maka di dalam cawan yang telah dicampurkannya, campurkanlah baginya dua kali ganda. Sebagaimana ia memegahkan dirinya serta hidup dengan lazat, sebanyak itulah juga hendaklah kamu beri dia sengsara dan ratap, karena ia berkata di dalam hatinya: Aku duduk seperti raja perempuan; bukannya aku janda, dan sekali-kali tiada aku akan meratap. Sebab itulah di dalam satu hari segala balanya akan datang, yaitu maut, dan ratap, dan kelaparan; maka ia akan dibakar dengan api; karena kuatlah Allah, Tuhan yang menghukumkan dia.
”Segala raja di dunia, yang sudah berzinah dan duduk dengan lazatnya bersama dengan dia, akan menangis dan meratapkan dia apabila mereka itu memandang asap api yang membakar dia, sambil berdiri dari jauh sebab takut akan sengsaranya, serta berkata: Wai, wai negeri Babil yang besar, negeri yang teguh itu! Di dalam satu jam sahaja lamanya hukuman atasmu sudah tiba. Dan segala saudagar di bumi akan menangis dan meratapkan dia, oleh sebab seorang pun tiada membeli dagangannya lagi, yaitu dagangan emas dan perak dan permata, dan berbagai-bagai mutiara, dan kain kasa, dan kain ungu, dan sutera, dan kain merah kirmizi, dan segala kayu yang harum baunya, dan segala bekas diperbuat dengan gading, dan segala bekas diperbuat dengan kayu yang berharga mahal, dan yang diperbuat dengan tembaga, dan besi, dan batu marmar, dan lagi kulit manis, dan minyak bau-bauan, dan kemenyan, dan mur, dan dupa, dan air anggur, dan minyak zaitun, dan tepung halus, dan gandum, dan lembu, dan domba, dan kuda, dan kenaikan, dan abdi, dan diri manusia. Maka buah-buahan, yang diingini oleh hatimu sudah lenyap daripadamu, dan segala yang sedap dan indah-indah itu sudah hilang daripadamu; sekali-kali tiada akan didapati lagi. Segala saudagar dagangan ini, yang sudah dikayakan olehnya, akan berdiri dari jauh sebab takut akan sengsaranya, sambil menangis dan meratap, katanya: Wai, wai negeri besar, yang berhias dengan kain kasa dan kain ungu dan kain merah kirmizi, dan bersalut dengan emas dan permata dan mutiara! Di dalam satu jam sahaja lamanya segala kekayaan yang sebegitu besar sudah binasa. Maka tiap-tiap nakhoda kapal, dan tiap-tiap orang pelayaran, dan segala anak perahu, dan seberapa orang yang pencahariannya di laut itu berdiri dari jauh, lalu berteriaklah mereka itu tatkala melihat asap api yang membakar dia, sambil berkata: Negeri manakah yang sama dengan negeri besar ini? Mereka itu menyiramkan debu ke atas kepalanya sendiri serta berteriak sambil menangis dan meratap, katanya: Wai, wai negeri besar, di dalamnyalah segala orang, yang berkapal di laut, sudah menjadi kaya dengan segala harta bendanya; maka di dalam satu jam sahaja lamanya ia sudah binasa. Hai isi surga, dan segala orang suci, dan rasul-rasul, dan nabi-nabi sorakkanlah dia! Karena Allah sudah menjatuhkan hukuman ke atasnya bagi kamu." Maka diangkatlah oleh seorang malaekat yang kuat sebuah batu yang seperti batu kisaran rupanya, lalu dicampakkannya ke laut sambil katanya, "Dengan suatu pelempar yang sedemikian inilah kelak Babil, negeri besar itu, akan tercampak, dan sekali-kali tiada kelihatan lagi. Dan bunyi orang yang bermain kecapi dan yang menyanyi dan yang meniup suling dan nafiri sekali-kali tiada akan terdengar lagi di dalammu, dan seorang yang berkepandaian di dalam sesuatu kepandaian sekali-kali tiada akan didapati lagi di dalammu, dan bunyi kisaran sekali-kali tiada akan terdengar lagi di dalammu,
”dan cahaya pelita sekali-kali tiada akan bercahaya lagi di dalammu, dan suara mempelai laki-laki dan mempelai perempuan pun sekali-kali tiada akan terdengar lagi di dalammu. Karena segala saudagarmu itu orang besar-besar di dunia; oleh sebab hobatanmu telah tersesat segala bangsa. Maka di dalamnya itu didapati darah segala nabi dan orang suci, dan darah segala orang yang dibunuh di atas bumi ini."
”Kemudian daripada itu aku dengar bunyi seperti suatu sebab segala hukumannya benar lagi adil; karena Ia telah menghukumkan sundal besar itu, yang merusakkan dunia dengan persundalannya itu, dan Ia telah membelakan darah segala hambanya atas sundal itu." Dan lagi kata mereka itu pada kedua kalinya, "Halleluyah! Bahkan, asapnya naik selama-lamanya." Maka kedua puluh empat ketua dan keempat zat yang hidup itu pun sujud menyembah Allah yang duduk di atas arasy itu sambil berkata, "Amin! Halleluyah!" Maka kedengaranlah suatu suara dari arasy itu berkata, "Pujilah Tuhan kita, hai kamu sekalian hamba-Nya yang takut akan Dia, baik kecil baik besar." Maka aku dengar seperti bunyi suara orang ramai, dan seperti bunyi banyak air menderu, dan seperti bunyi guruh yang besar berkata, "Halleluyah! Karena Tuhan kita, Allah Yang Mahakuasa, sungguh memerintah.
”Hendaklah kita bersukacita dan bersukaria, dan hendaklah kita memberi Dia hormat; karena ketika kawin Anak domba itu sudah tiba, dan isteri-Nya pun sudah bersedia. Maka dikaruniakanlah kepadanya supaya ia boleh menghiasi dirinya dengan kain kasa halus yang bercahaya dan bersih; karena kain kasa halus itulah ibarat segala kebajikan orang-orang suci itu." Lalu katanya kepadaku, "Suratkanlah demikian ini: Berbahagialah segala orang yang dijemput kepada perjamuan kawin Anak domba itu." Maka katanya kepadaku, "Inilah yang sebenar-benar perkataan Allah." Lalu sujudlah aku menyembah dia, tetapi katanya kepadaku, "Janganlah begitu! Aku pun hamba, sama dengan engkau juga, dan dengan segala saudaramu yang memegang kesaksian Yesus. Sembahlah Allah, karena kesaksian Yesus itulah roh nubuat."
”Maka aku tampak langit terbuka, lalu kelihatan seekor kuda putih, dan orang yang duduk di atasnya itu bernama Setiawan dan Benar, maka dengan keadilan Ia memutuskan hukum dan mengadakan peperangan. Maka mata-Nya itu seperti nyala api, dan di kepala-Nya, ada makota banyak; maka ada suatu nama tertulis kepada-Nya yang tiada diketahui oleh seorang jua pun, melainkan Ia sendiri; dan Ia berjubah yang dipercik dengan darah, dan nama-Nya dikatakan, "Firman Allah." Maka segala tentara yang di surga mengiringkan Dia dengan menunggang kuda putih, berkainkan kain kasa putih lagi bersih. Dan daripada mulut-Nya keluar sebilah pedang yang tajam, supaya dengan dia itu Ia boleh memarang segala orang kafir. Maka Ia pun akan memerintah mereka itu dengan tongkat besi, dan Ialah yang mengirik irikan anggur, yaitu kehangatan murka Allah Yang Mahakuasa. Pada jubah-Nya dan paha-Nya ada tertulis suatu nama, yaitu, "Raja atas segala raja, dan Tuan sekalian tuan."
”Maka aku tampak pula seorang malaekat berdiri di dalam matahari, lalu ia bertempik dengan suara besar sambil berkata kepada segala burung yang terbang di udara, "Marilah berhimpun kepada perjamuan Allah yang besar, supaya kamu boleh makan daging segala raja, dan daging panglima, dan daging orang yang gagah, dan daging segala kuda dan segala orang yang menunggang dia, dan daging sekalian orang, baik merdeka baik hamba, kecil dan besar."
”Maka aku tampak binatang itu dan segala raja di bumi dengan tentaranya berhimpun hendak berperang dengan Dia yang menunggang kuda itu, dan dengan tentaranya itu. Maka binatang itu pun tertangkaplah beserta dengan nabi palsu yang sudah mengadakan beberapa tanda ajaib di hadapannya. Dengan itu ia menyesatkan segala orang yang bertanda binatang itu, dan yang menyembah patungnya; maka keduanya itu dicampakkan hidup-hidup ke dalam laut api yang bernyala dengan belerang; dan segala orang lain itu mati dibunuh dengan pedang Dia yang duduk di atas kuda itu, yaitu pedang yang keluar daripada mulut-Nya. Maka segala burung itu pun kenyanglah dengan daging mereka itu.
”Maka aku tampak pula seorang malaekat turun dari langit memegang anak kunci pintu lubang yang tiada terduga dalamnya, dan suatu rantai besar di dalam tangannya; maka ia pun memegangkan naga itu, yaitu ular tua, yang menjadi Iblis dan Syaitan, dan merantaikan dia seribu tahun lamanya, dan mencampakkan dia ke dalam lubang yang tiada terduga dalamnya itu, lalu menutup lubang itu, dan membubuh meterai di atasnya, supaya tiada ia menyesatkan segala bangsa lagi, sehingga genap seribu tahun itu; kemudian daripada itu tak dapat tiada ia akan dilepaskan kelak sedikit masa lamanya.
”Maka aku tampaklah beberapa takhta, dan ada orang duduk di atasnya, maka kepada mereka itu diserahkan kuasa menghukumkan; dan lagi aku tampak segala nyawa orang yang dipancung kepalanya sebab menyaksikan Yesus dan firman Allah, dan yang tiada menyembah binatang itu atau patungnya, dan yang tiada bertanda di dahinya atau di tangannya. Maka mereka itu sekalian hidup balik dan memerintah beserta dengan Kristus seribu tahun lamanya. Tetapi segala orang mati yang lain itu tiada hidup balik sehingga genap seribu tahun itu; maka inilah kebangkitan yang pertama. Berbahagialah dan kuduslah orang, yang masuk bahagian di dalam kebangkitan yang pertama itu; maka mati yang kedua tiada berkuasa atas mereka itu, melainkan mereka itu menjadi imam kepada Allah dan kepada Kristus, dan akan memerintah beserta dengan Dia seribu tahun lamanya.
”Apabila genap seribu tahun itu, maka Iblis pun akan dilepaskan pula dari dalam belenggunya, lalu keluar hendak menyesatkan segala bangsa yang ada di dalam empat penjuru alam, seperti Yajuj wa Majuj, supaya menghimpunkan mereka itu akan berperang, maka banyaknya mereka itu seperti pasir di pantai laut. Maka mereka itu pun naiklah ke tanah yang luas, lalu mengepungi tempat bala tentara segala orang suci dan negeri yang dikasihinya itu, maka turunlah api dari langit menghanguskan mereka itu.
”Maka Iblis yang menyesatkan mereka itu tercampaklah ke dalam laut api dan belerang itu, di tempat binatang dan nabi palsu itu ada, maka mereka itu akan terkena siksa siang malam selama-lamanya.
”Maka aku tampak suatu arasy putih yang besar, dan Yang duduk di atasnya; daripada hadirat-Nyalah bumi dan langit itu lenyap, sehingga tempatnya pun tiada didapati lagi. Lalu aku tampak segala orang mati, besar kecil, berdiri di hadapan arasy itu, dan segala kitab pun dibukakanlah; dan dibukakan pula sebuah kitab yang lain, yaitu kitab hayat; maka segala orang yang mati itu dihukumkan menurut segala perbuatannya yang tersurat di dalam kitab-kitab itu. Lalu laut itu pun mengeluarkan segala orang yang sudah mati di dalamnya, dan maut serta alam maut itu pula mengeluarkan segala orang yang sudah mati di dalamnya; lalu mereka itu dihukumkan menurut perbuatan masing-masing. Maka maut dan alam maut itu pun dicampakkanlah ke dalam laut api itu; inilah mati yang kedua, yaitu laut api. Dan jikalau barang seorang tiada dijumpai namanya tersurat di dalam kitab hayat itu, maka ia pun dicampakkanlah ke dalam laut api itu.
”Maka aku tampak pula langit baharu dan bumi baharu; karena langit mula-mula dan bumi mula-mula itu sudah lenyap, dan laut pun tidak ada lagi. Maka aku tampak negeri yang kudus. Yeruzalem baharu, turun dari surga daripada Allah, lengkap seperti seorang pengantin perempuan terhias bagi suaminya.
”Maka aku dengar suatu suara besar daripada arasy itu mengatakan, "Ingatlah bahwa tempat kediaman Allah itu bersama-sama dengan manusia, dan Ia akan diam bersama-sama dengan mereka itu, dan mereka itu akan menjadi kaum-Nya, dan Allah sendiri akan beserta dengan mereka itu; dan Ia akan menyapukan segala air mata daripada matanya, maka tiadalah akan ada lagi maut, atau perkabungan, atau tangisan, atau kesakitan pun tiada akan ada lagi, karena segala perkara yang pertama sudah lenyap." Maka Ia yang duduk di atas arasy itu pun berfirman, "Tengoklah, Aku jadikan semuanya baharu." Dan lagi firman-Nya, "Suratkanlah, karena perkataan inilah tetap dan benar." Maka firman-Nya kepadaku, "Sudahlah genap; Aku inilah Alif dan Ya, yaitu Yang awal dan Yang akhir. Kepada orang yang dahaga kelak Aku akan memberi minum daripada mata air hayat dengan percuma. Maka orang yang menang itu kelak akan mewarisi segala perkara ini; maka Aku akan menjadi Tuhannya, dan ia akan menjadi anak kepada-Ku. Tetapi bagi orang yang penakut dan yang tiada beriman dan yang keji, dan segala pembunuh, dan orang yang berzinah, dan orang hobatan, dan yang menyembah berhala, dan segala pendusta, maka bahagiannya itu ada di dalam laut yang bernyala dengan api dan belerang, yaitu mati yang kedua." Maka datanglah seorang daripada ketujuh malaekat yang sudah memegang ketujuh bokor penuh dengan ketujuh bala yang akhir itu, lalu bertuturlah kepadaku, katanya, "Marilah aku akan menunjukkan kepadamu pengantin perempuan itu, yaitu isteri Anak domba itu."
”Lalu ia membawa rohku naik ke atas sebuah gunung yang besar lagi tinggi, serta menunjukkan kepadaku Yeruzalem, negeri yang kudus itu, turun dari surga daripada Allah, penuh dengan kemuliaan Allah. Maka cahayanya serupa seperti permata yang amat berharga, seperti permata yasib, jernih seperti hablur; maka ia berdewala besar lagi tinggi, dan berpintu gerbang dua belas; maka pada segala pintu gerbang itu dua belas malaekat, dan nama-nama pun tertulis kepada segala pintu itu, yaitu nama-nama kedua belas suku bangsa bani Israel; di sebelah timur tiga pintu gerbang, dan di sebelah utara tiga pintu gerbang, dan di sebelah selatan tiga pintu gerbang, dan di sebelah barat tiga pintu gerbang. Maka dewala negeri ada dua belas asas, dan berukir di atasnya itu dua belas nama daripada kedua belas rasul Anak domba itu. Adapun orang yang bertutur kepadaku itu ada memegang suatu pengukur, yaitu tongkat emas, mengukur negeri itu, dan pintunya dan dewalanya. Maka negeri itu empat persegi, dan panjangnya sama besar dengan lebarnya. Maka dengan pengukur itu diukurnya negeri itu, yaitu dua belas ribu setadi; maka panjangnya dan lebarnya dan tingginya sama adanya. Dan diukurnya pula dewala negeri itu seratus empat puluh empat hasta menurut ukuran manusia, yang menjadi ukuran bagi malaekat itu. Dewalanya itu diperbuat dengan permata yasib; dan negeri itu emas jati, seperti kaca yang jernih. Segala asas dewala negeri itu dihiasi dengan segala jenis permata; adapun asas yang pertama yasib, dan yang kedua nilam, dan yang ketiga akik putih, dan yang keempat zamrud, dan yang kelima batu unam, dan yang keenam akik merah, dan yang ketujuh piruz, dan yang kedelapan arzak, dan yang kesembilan yakut kuning, dan yang kesepuluh akik hijau, dan yang kesebelas pusparagam, dan yang kedua belas martais. Adapun kedua belas pintu gerbang itu dua belas butir mutiara, tiap-tiap pintu itu daripada sebutir mutiara. Dan jalan negeri itu emas jati, seperti kaca yang hening.
”Maka aku tampak tiada Rumah Allah di dalamnya, karena Allah, Tuhan Yang Mahakuasa, dan Anak domba itulah rumah-Nya. Maka negeri itu tiada berhajat akan matahari atau bulan bercahaya ke atasnya, karena kemuliaan Allah menerangi dia, dan Anak domba itulah pelitanya. Dan segala bangsa pun akan berjalan di dalam cahayanya, dan segala raja di bumi membawa kemuliaannya ke dalam negeri itu. Maka pintu gerbangnya sekali-kali tiada tertutup pada siang hari, karena malam tiada ada di sana kelak. Maka orang akan membawa ke dalamnya kemuliaan dan kehormatan segala bangsa, tetapi sekali-kali tiada akan masuk ke dalamnya barang apa yang najis, atau orang yang mengerjakan haram dan dusta, melainkan hanyalah orang yang tersurat namanya di dalam kitab hayat Anak domba itu.
”Ingatlah, Aku datang kelak dengan segeranya, dan pahala daripada Aku ada menyertai Aku, supaya Aku akan membalas kepada tiap-tiap orang menurut seperti perbuatannya.
”