32 – Kemartiran
Ini adalah firman suci Tuhan Yang Maha Esa.
Kita tidak tertarik dengan kata-kata manusia.
Bagi siapa pun yang mengasihi Tuhan... inilah yang Tuhan katakan tentang: Kemartiran.
Ini adalah firman suci Tuhan Yang Maha Esa.
Kita tidak tertarik dengan kata-kata manusia.
Bagi siapa pun yang mengasihi Tuhan... inilah yang Tuhan katakan tentang: Kemartiran.
Sesungguh-sungguhnya Aku berkata kepadamu: Jikalau sebiji gandum tiada jatuh ke tanah dan mati, tinggallah ia sebiji juga; tetapi jikalau ia mati, ia berbuah banyak. Siapa yang mengasihi nyawanya, ia akan kehilangan nyawa, dan siapa yang membenci nyawanya di dalam dunia ini, ia akan menaruh nyawa bagi hidup yang kekal. Jikalau barang seorang bertaat kepada-Ku, hendaklah ia mengikut Aku, dan di tempat Aku ini ada, di situ hamba-Ku juga akan ada. Jikalau barang seorang bertaat kepada-Ku, ialah dimuliakan oleh Bapa.
”Maka kamu akan ditolakkan orang daripada rumah sembahyang, bahkan, waktunya akan datang kelak, bahwa barangsiapa yang membunuh kamu itu akan bersangka ia berbuat bakti kepada Allah. Segala perkara itu akan diperbuat oleh mereka itu, sebab tiada dikenalnya Bapa atau Aku." "Tetapi semuanya ini sudah Kukatakan kepadamu, supaya apabila waktunya sampai kelak kamu boleh ingat, bahwa Aku ini sudah mengatakan demikian kepadamu. Segala perkara ini belum Kukatakan kepadamu dari mulanya, karena Aku ada lagi bersama-sama dengan kamu.
”Tatkala Anak domba itu membuka meterai yang kelima itu, aku tampak di bawah tempat persembahan itu segala jiwa orang yang telah terkena bunuh karena firman Allah dan karena kesaksian yang dipegang oleh mereka itu; maka berteriaklah mereka itu dengan suara besar, katanya, "Berapa lamakah lagi, ya Tuhan yang kudus dan yang benar, Engkau tiada menghukumkan dan membelakan darah kami ke atas segala orang yang duduk di bumi itu?" Maka kepada masing-masing dikaruniakanlah sehelai jubah putih, dan dikatakan kepada mereka itu bahwa haruslah mereka itu bersabar di dalam sedikit masa, sehingga genap bilangan segala orang yang sertanya menjadi hamba, yaitu saudara-saudaranya yang akan dibunuh kelak sama seperti mereka itu juga.
”Maka sekali peristiwa, pada kesudahan tahun, dibawa oleh Kain akan hasil tanah akan persembahan kepada Tuhan. Maka oleh Habelpun dibawa akan kambing-kambingnya yang sulung serta dengan tambunnya. Maka berkenanlah Tuhan akan Habel dengan persembahannya, tetapi akan Kain dengan persembahannya tiada Allah berkenan. Lalu marahlah sangat Kain itu serta mukanyapun tunduklah. Maka firman Tuhan kepada Kain: Mengapa engkau marah dan mukamu tunduk? Jikalau engkau berbuat baik, bukankah akan ada tengadah? Dan jikalau engkau tiada berbuat baik, maka dosa itu ada sedia di muka pintu. Bukankah kehendaknya akan dikau, dan engkaupun memerintahkan dia? Lalu Kainpun berkata-kata dengan Habel, adiknya; maka pada sekali peristiwa, tatkala mereka itu di padang, berbangkitlah Kain lawan Habel, adiknya lalu dibunuhnya. Maka firman Tuhan kepada Kain: Di mana Habel, adikmu itu? Maka sahutnya: Tiada aku tahu. Akukah penunggu adikku? Maka firman Tuhan: Apa yang telah kaubuat? Bahwa suara darah adikmu itu berseru kepada-Ku dari bumi.
”Hata, maka pada sekali peristiwa, yaitu kemudian dari pada segala perkara yang tersebut itu, maka dicobai Allah akan Ibrahim, firman-Nya kepadanya: Hai Ibrahim! Maka sembahnya: Sahaya, Tuhan! Lalu firman Tuhan: Ambillah olehmu akan anakmu yang tunggal itu, yaitu Ishak, yang kaukasihi, bawalah akan dia ke tanah Moria dan persembahkanlah dia di sana akan korban bakaran di atas sebuah bukit, yang akan kutunjuk kepadamu kelak. Maka bangunlah Ibrahim pagi-pagi hari, dipelanakannya keledainya, lalu dibawanya sertanya akan dua orang hambanya dan akan Ishak anaknyapun dan dibelahnya kayu akan korban bakaran, lalu berangkatlah ia berjalan ke tempat yang telah dikatakan Allah kepadanya. Maka pada hari yang ketiga Ibrahimpun mengangkatlah matanya, lalu dilihatnya tempat itu dari jauh. Maka kata Ibrahim kepada hambanya: Tinggallah kamu serta dengan keledai itu di sini, maka aku dan budak ini hendak ke sana; setelah sudah kami meminta doa, kami akan balik kepadamu. Maka oleh Ibrahim diambil akan kayu korban bakaran itu, ditanggungkannya kepada Ishak, anaknya, dan pada tangannya sendiri dipegangnya sepotong api dan sebilah pisau, lalu berjalanlah keduanya bersama-sama. Maka kata Ishak kepada Ibrahim, bapanya: Ya bapaku! Maka sahut Ibrahim: Ada apa, hai anakku? Maka kata Ishak: Tengok, inilah apinya dan kayunya, tetapi di manakah anak kambingnya, yang hendak dibuat korban bakaran itu? Maka sahut Ibrahim: Hai anakku! Allah juga yang akan mengadakan bagi dirinya suatu anak domba akan korban bakaran itu. Maka berjalanlah keduanya bersama-sama. Lalu sampailah mereka itu ke tempat yang telah dikatakan Allah kepadanya, maka di sana diperbuatlah oleh Ibrahim sebuah mezbah, diaturkannyalah kayu, lalu diikatkannya Ishak, anaknya, diletakkannya di atas mezbah, di atas kayu itu. Maka diulurkan Ibrahim tangannya, diambilnya pisau hendak menyembelih anaknya. Tetapi datanglah seru Malaekat Tuhan kepadanya dari langit mengatakan: Hai Ibrahim! Ibrahim! Maka sahutnya: Sahaya Tuhan! Maka kata Malaekat itu: Janganlah engkau mendatangkan tanganmu kepada budak itu, dan jangan dipengapakan dia, karena sekarang kuketahuilah akan hal engkau takut akan Allah, sedang anakmu, yaitu anakmu yang tunggal itu, tiada kautahankan dari pada-Ku. Maka Ibrahimpun mengangkatkan matanya, dilihatnya bahwasanya di belakangnya adalah seekor domba jantan tersangkut dengan tanduknya dalam belukar, maka Ibrahimpun pergi mengambil domba itu, lalu dipersembahkannya, menjadi korban bakaran akan ganti anaknya.
”Maka hendaklah diambil olehmu seekor anak domba yang tiada celanya, yaitu jantan yang setahun umurnya, maka dari pada segala domba atau dari pada segala kambing hendaklah kamu ambil akan dia.
”Jangan kamu membunuh.
”Bukankah firman-Ku kepadamu ini: Hendaklah engkau perwira dan perkasa, dan jangan engkau gentar dan ngeri, karena Tuhan, Allahmu, adalah sertamu di mana-mana tempat yang akan kautuju itu!
”Lalu titah baginda kepada segala biduandanya yang berdiri sertanya: Baliklah kamu; bunuhlah segala imam Tuhan itu, sebab mereka itu juga sefakat dengan Daud, dan sebab diketahuinya akan hal larinya, maka tiada diberinya tahu aku. Tetapi engganlah segala hamba baginda itu mengangkat tangannya akan menyerbu kepada segala imam Tuhan itu. Lalu titah baginda kepada Dowej: Baliklah engkau dan serbulah akan segala imam itu! Maka baliklah Dowej, orang Edom itu, diserbunya akan segala imam itu, dibunuhnya pada hari itu juga delapan puluh lima orang laki-laki, yang berpakaikan jubah putih. Dan lagi dibunuhnya segala orang isi Nob, negeri imam itu, dengan mata pedang, dari pada laki-laki dan perempuan, dari pada budak-budak dan anak-anak penyusu, bahkan, segala lembu dan keledai dan kambingpun dibunuhnya dengan mata pedang.
”karena tatkala dibinasakan Izebel segala nabi Tuhan, diambil Obaja akan seratus orang nabi, disembunyikannya mereka itu, lima puluh orang bersama-sama dalam sebuah gua dan dipeliharakannya mereka itu dengan roti dan air.
”Maka sahutnya: Bahwa aku sudah mencemburukan sangat perkara Tuhan, Allah serwa sekalian alam, karena segala bani Israel telah meninggalkan perjanjian-Mu dan dirombaknya segala mezbah-Mu dan dibunuhnya segala nabi-Mu dengan pedang, maka aku tinggal seorangku jua dan mereka itupun menuntut nyawaku hendak diambilnya.
”Bertanya-tanyalah akan Tuhan dan akan kuasa-Nya dan caharilah hadirat-Nya selalu.
”Maka Roh Allahpun datanglah atas Zakharya bin Yoyada, imam itu, yang berdiri lebih tinggi dari pada orang banyak, lalu katanya kepada mereka itu: Demikian inilah firman Allah: Mengapa kamu melalui segala hukum Tuhan? Maka sebab itu tiada kamu akan selamat, tegal kamu sudah meninggalkan Tuhan, maka Tuhanpun akan meninggalkan kamu kelak. Maka pada masa itu berkerumunlah mereka itu kepadanya, lalu dilontarinya akan dia dengan batu menurut titah baginda, yaitu di sebelah dalam pagar halaman rumah Tuhan.
”Tetapi mereka itu sudah menjadi degil dan sudah mendurhaka kepada-Mu dan sudah membuang Taurat-Mu ke belakangnya dan dibunuhnya akan nabi-nabi-Mu, yang sudah naik saksi atasnya hendak dikembalikannya mereka itu kepada-Mu; demikianlah dibuat mereka itu hujat besar akan Dikau.
”Maka pada masa itu bangkitlah Ayub berdiri, dikoyak-koyakkannya baju selimutnya dan dicukurnya rambut kepalanya, lalu sujudlah ia dan meminta doa, katanya: Bahwa dengan telanjangku juga sudah aku keluar dari dalam rahim ibuku, dan dengan telanjang juga aku akan kembali ke dalamnya. Bahwa Tuhan yang sudah mengaruniakan dia, Tuhan juga mengambil dia pula, segala puji bagi nama Tuhan!
”Bahwasanya Ia akan membunuh aku kelak, dan aku putus harap; sahaja biarlah aku membenarkan kelakuanku di hadapan-Nya.
”Karena tahulah aku bahwa Penebusku itu hidup dan Iapun yang kemudian akan bangkit dari atas duli; dan setelah sudah hancur luluh kulit tubuhku ini, maka dari dalam badanku juga aku akan memandang Allah; yang kupandang kelak bagi diriku, dan matakupun akan melihat Dia, bukan yang lain. Hai, bagaimana rindu hatiku di dalam dadaku ini!
”Maka Ia juga mengetahui akan jalan yang padaku; jikalau dicobainya akan daku, niscaya aku keluar seperti emas. Kakiku sudah berjalan selalu pada kesan-Nya, aku sudah menurut jalan-Nya dengan tiada menyimpang.
”Apakah sebabnya maka gempar orang kafir itu; mengapa maka bangsa-bangsa itu mereka perkara yang sia-sia? Bahwa segala raja di atas bumi telah berbangkit dan segala penghulupun bermusyawarat bersama-sama hendak melawan Tuhan dan melawan Masih-Nya, katanya: Mari kita memutuskan ikat-ikatannya dan membuangkan tali-talinya dari pada kita. Bahwa yang duduk di sorga itu akan tertawa dan Tuhan akan mengolok-olokkan mereka itu!
”Salahkan apalah mereka itu, ya Allah! batalkanlah bicara mereka itu, halaukanlah mereka itu karena sebab kebanyakan pelanggarannya, karena mereka itu telah mendurhaka kepada-Mu.
”Maka pada sedekala aku melihat Tuhan di hadapanku, sebab adalah Ia pada kananku, maka tiada aku akan tergelincuh. Sebab itu hatiku bersukacita dan jiwakupun bergemar, dan lagi tubuhkupun akan tidur dengan senangnya. Karena tiada Engkau akan meninggalkan jiwaku dalam alam barzakh dan tiada Engkau membiarkan kesucian-Mu itu menjadi busuk. Maka Engkau memberitahu aku jalan yang menuju kehidupan; kekenyangan dengan sukacita adalah di hadapan hadirat-Mu dan kesedapan pada kanan-Mu sampai selama-lamanya!
”Tetapi aku akan memandang hadirat-Mu dengan kebenaran, dan apabila aku bangun kelak aku akan dikenyangkan dengan peta-Mu.
”Disegarkan-Nya jiwaku dan dihantar-Nya aku pada jalan kebenaran karena nama-Nya. Jikalau aku berjalan dalam lembah bayang-bayang maut sekalipun, tiada juga aku takut bahaya, karena Engkau juga menyertai aku, bahwa batang-Mu dan tongkat-Mu ada menghiburkan daku.
”Mazmur Daud. Pada masa orang jahat dan segala lawanku dan segala musuhku datang menempuh aku hendak makan dagingku, maka mereka itu sendiri terantuk lalu jatuh. Jikalau suatu tentara mengepungi aku sekalipun, maka tiada akan takut hatiku; jikalau berbangkit suatu ikat peperangan lawan aku sekalipun, maka haraplah juga aku akan yang demikian. Bahwa satu perkara telah kupohonkan dari pada Tuhan, maka itulah akan kucahari, yaitu supaya boleh aku duduk dalam rumah Tuhan pada segala hari umur hidupku, akan memandang keindahan Tuhan dan menyelidik dia dalam kaabah-Nya. Karena pada masa yang jahat ditaruh-Nya akan daku dalam pondok-Nya, dan disembunyikan-Nya aku di belakang tirai kemah-Nya, dan dinaikan-Nya aku di atas gunung batu.
”Bersuka-sukaanlah kamu bagi Tuhan dan tamasyalah kamu, hai segala orang yang benar, dan nyanyilah dengan ramai-ramai, hai segala orang yang tulus hatimu!
”Bahwa orang fasik itu mencahari daya upaya akan melawan orang yang benar serta dikernyutkannya giginya akan dia. Tetapi Tuhan tertawakan dia, karena dilihat-Nya harinya akan datang kelak. Maka orang fasik itu menghunus pedang dan meregangkan tali busurnya hendak membunuh orang yang teraniaya dan yang tiada dapat melawan, dan ia hendak membantai orang yang berjalan dengan tulus hatinya. Tetapi pedangnya akan masuk ke dalam hatinya sendiri dan busurnyapun akan dipatahkan.
”masakan tiada Allah memeriksainya? karena diketahui-Nya akan segala rahasia hati.
”Suatu nyanyian pada Alamot, bagi biduan besar di antara bani Korah. Bahwa Allah itu bagi kami suatu perlindungan dan kuat adanya; maka telah didapati akan Dia penolong besar dalam kesukaran.
”Pandanglah baik-baik akan segala kota bentengnya, dan amat-amatilah segala maligainya, supaya dapat kamu menceriterakan halnya kepada bangsa yang kemudian. Karena Allah inilah Allah kami kekal selama-lamanya, maka Ia juga akan memimpin kami sampai kepada mati.
”Lembutlah mulutnya dari pada minyak sapi, tetapi hatinya bantahan juga; perkataannya lebih lembut dari pada minyak, tetapi ia itu bagaikan pedang yang terhunus adanya.
”Bahwasanya mereka itu muntahkan barang yang dalam mulutnya, adalah pedang pada bibirnya; tiada diindahkannya jikalau kedengaran kepada orang. Tetapi Engkau, ya Tuhan! Engkau akan tertawakan mereka itu; Engkau akan mengolokkan segala orang kafir itu. Akan tolongannya, bahkan, akan Dikau juga aku bernanti-nanti, karena Allah itulah perlindunganku yang tinggi.
”Bahwa jiwaku seolah-olah dikenyangkan dengan kesedapan yang indah-indah, mulutku serta dengan bibirnyapun bersorak-sorak dan menyanyi dengan bergemar, apabila aku terkenang akan Dikau di atas katilku dan semalam-malaman aku berpikir-pikir akan Dikau. Karena Engkau telah menjadi penolongku, maka di bawah naung sayap-Mu aku akan menyanyi dengan sukacita. Maka jiwaku bersangkut paut kepada Engkau, dan tangan-Mu kanan menyokong aku.
”Seperti lesap asap demikianpun Engkau akan melesapkan mereka itu, dan seperti lilin hancur meleleh di atas api, demikianpun orang fasik binasa di hadapan hadirat Allah. Tetapi orang yang benar itu akan bersukacita; mereka itu akan melompat-lompat dari kesukaan di hadapan hadirat Allah dengan sukacita dan tamasya.
”Maka sebab itu senantiasa aku hendak hampir dengan Dikau, maka Engkau juga yang memegang tanganku kanan. Maka dengan bicara-Mu Engkau akan memimpin aku, kemudian kelak Engkau akan menyambut aku kepada kemuliaan. Siapakah kiranya ada padaku dalam sorga? maka lain dari pada Engkau tiada kukehendaki barang sesuatu di atas bumi. Remaklah tewas tubuhku dan hatikupun, bahwa Allah juga gunung batu hatiku dan bahagianku yang kekal selama-lamanya.
”Bahwa adalat dan hukum itulah alas arasy-Mu adanya, maka kemurahan dan kebenaran itu mendahului hadirat-Mu. Berbahagialah segala umat yang mengetahui akan bunyi nafiri, ya Tuhan! mereka itu akan berjalan dalam terang yang dari hadirat-Mu.
”Adapun barangsiapa yang duduk dalam perlindungan Allah taala, ia itu akan bermalam di bawah naung Yang Mahakuasa.
”Karena besarlah kemurahan-Mu di atas segala langit dan kebenaran-Mu sampai di awan-awan yang di angkasa.
”Tuhanpun memeliharakan segala orang yang tulus hatinya; maka sudah putus harapku, tetapi Ia telah menolong aku. Kembalilah engkau, hai jiwaku! kepada kesenanganmu, karena Tuhan telah berbuat baik akan dikau. Maka Engkau, ya Tuhan! telah melepaskan jiwaku dari pada maut, dan mataku dari pada air mata, dan kakikupun dari pada kesentuhan. Maka sekarang aku akan berjalan kelak di hadapan hadirat Tuhan dalam negeri orang hidup.
”Bahwa amat indahlah kepada pemandangan Tuhan matinya segala kekasih-Nya.
”Hendaklah segala kekasih-Nya berbangkit rawan hatinya dari karena kemuliaan itu, dan memuji-muji di atas petidurannya.
”Haraplah pada Tuhan dengan segenap hatimu, dan jangan engkau bersandar kepada akalmu.
”Bahwa terutamalah nama yang baik dari pada minyak bau-bauan yang indah, dan baiklah hari orang mati dari pada hari jadinya.
”Maka maut akan ditelannya dengan kemenangan dan air matapun akan disapu Tuhan Hua dari pada muka segala orang dan dijauhkan-Nya kecelaan dari pada umat-Nya di atas seluruh muka bumi; karena demikianlah firman Tuhan!
”Segala orang-Mu yang sudah mati itu akan hidup pula, lagi mayatku, semuanya itu akan bangkit! Bangunlah dan bersorak-soraklah, hai kamu sekalian yang duduk dalam abu! karena embunmu seperti embun pada sayur-sayuran, maka tanahpun akan mengeluarkan pula segala orang yang sudah mati.
”Maka segala orang tebusan Tuhan akan berjalan pergi datang ke Sion dengan bertempik sorak dan kesukaan yang kekal akan ada di atas kepalanya; mereka itu akan mendapat kesukaan dan keramaian, tetapi segala kedukaan dan pengeluh sudah terbang.
”Bertempik soraklah, hai segala langit; hendaklah engkau tamasya, hai bumi! biarlah segala gunung bersorak dengan nyaring suaranya, karena Tuhan juga yang menghiburkan segala umat-Nya dan dikasihani-Nya akan segala hamba-Nya yang teraniaya.
”Bahwa aku membiarkan belakangku kepada orang yang menyesah aku, dan pipiku kepada orang yang mencabut bulu janggutku, dan tiada aku melindungkan mukaku dari pada dinista dan diludahi. Tetapi Tuhan Hua menolong aku, sebab itu tiada aku kena aib, sebab itu juga aku jadikan mukaku seolah-olah batu besi, karena kuketahui, bahwa tiada aku akan dipermalukan.
”Demikianpun segala orang tebusan Tuhan akan kembali serta sampai ke Sion dengan bersorak-sorak, dan kesukaan yang kekal akan ada di atas kepalanya; keramaian dan kesukaan menjadi pendapatan mereka itu dan dukacita dan keluh kesah akan terbang dari padanya.
”Bahwa ia dicelakan dan terhina di antara segala manusia, seorang yang kena sengsara dan yang biasa dalam kesukaran; seperti seorang yang dari padanya juga ditudungi oranglah mukanya, demikianlah ia dicelakan, maka kitapun tiada mengindahkan dia. Sebenarnya ditanggungnya segala kelemahan kita dan diangkutnya segala penyakit kita, tetapi pada sangka kita bahwa disengsarakan dan dipalu dan direndahkan Allah akan dia. Tetapi ia sudah kena luka karena sebab segala kesalahan kita, dan iapun dihancurkan karena sebab segala kejahatan kita; bahwa siksa yang mengadakan selamat bagi kita itu berlaku atas dia dan oleh segala bilurnya kitapun disembuhkan. Bahwa sesatlah kita sekalian seperti domba, masing-masing kita balik kepada jalannya sendiri, tetapi segala kejahatan kita ditempuhkan Tuhan kepadanya. Apabila ia itu ditagih maka iapun disengsarakan, tetapi tiada dibukakannya mulutnya; seperti seekor anak domba ia dihantar akan dibantai dan seperti seekor kambing biri-biri kelu di hadapan orang yang mengguntingi bulunya, demikianpun tiada dibukakannya mulutnya. Bahwa iapun diangkat dari dalam kepicikan dan dari dalam pehukuman, maka di antara segala orang zamannya siapakah memperhatikannya, bahwa ia dikerat dari negeri orang yang hidup; karena sebab kesalahan segala umat-Ku maka bala itu sudah berlaku atasnya. Bahwa ditentukan oranglah kuburnya di antara segala orang fasik, tetapi dalam hal matinya adalah ia di antara orang kaya-kaya, karena iapun tiada berbuat dosa, dan tipupun tiada terdapat dari pada mulutnya. Tetapi adalah kehendak Tuhan juga menghancurkan dia dan mempersakiti dia. Apabila sudah diserahkannya nyawanya akan korban karena salah, iapun akan melihat benih dan melanjutkan umur, maka keridlaan Tuhanpun akan beruntung oleh tangannya. Karena sebab kesukaran jiwanya iapun akan melihatnya dan hatinya akan berpuas; dengan pengajarannya juga hamba-Ku yang benar itu akan membenarkan banyak orang, karena akan ditanggungnya segala dosa mereka itu. Maka sebab itu Aku akan mengaruniakan kepadanya suatu bahagian dari pada orang banyak dan diambilnya akan dirinya orang-orang yang berkuasa seolah-olah barang jarahan, sebab sudah dicurahkannya nyawanya ke dalam maut dan iapun dibilang dengan orang durhaka dan sudah ditanggungnya dosa orang banyak dan sudah dipintanya doa akan orang durhaka.
”Karena dengan kesukaan kamu akan keluar dan dengan selamat juga kamu akan dipimpin; bahwa segala gunung dan bukit akan bertempik sorak dan menyanyi ramai-ramai di hadapan kamu dan segala pohon kayu di padangpun akan bertepuk-tepuk tangan.
”Bahwa orang yang benar itu binasalah, maka seorangpun tiada yang memperhatikannya; orang yang baikpun dipungut habis-habis, maka seorangpun tiada yang mencamkan hal itu; tetapi orang yang benar itu dipungut habis-habis dahulu dari pada datang jahat itu. Dengan selamat juga ia pergi; mereka itu berhentikan lelahnya di atas tempat tidurnya, yaitu tiap-tiap orang yang sudah berjalan dengan tulus hatinya.
”Dan akan mengangkat segala orang Sion yang berdukacita, dan akan memberikan mereka itu perhiasan akan ganti abu dan minyak kesukaan akan ganti kedukaan dan pakaian indah-indah akan ganti hati yang picik; supaya mereka itu disebut pohon beraksa kebenaran, suatu tanaman Tuhan, sipaya Iapun dipermuliakan.
”Bahwa amat sukacitalah hatiku akan Tuhan; hatikupun bergemar akan Allahku, karena sudah dikenakan-Nya kepadaku pakaian selamat dan diselubung-Nya aku dengan selimut kebenaran, seperti seorang mempelai laki-laki menghiasi dirinya dengan destar dan seorang mempelai perempuan menghiasi dirinya dengan selengkap permata.
”Dalam segala kepicikan mereka itu Iapun kepicikan sertanya, dan Malakalhadirat-Nya sudah memeliharakan mereka itu; sekadar kasih-Nya dan sayang-Nya sudah ditebus-Nya mereka itu, dan diangkat-Nya dan ditanggung-Nya mereka itu pada segala hari dari pada jaman dahulukala.
”Maka adalah beberapa orang Yahudi yang telah tuanku angkat akan pemerintah atas benua Babil, yaitu Saredakh dan Mesakh dan Abed-nego, ya tuanku! orang itu tiada juga menurut titah tuanku, tiada dibuatnya ibadat kepada dewata tuanku dan tiada mereka itu menyembah patung keemasan, yang telah tuanku dirikan itu. Maka titah baginda raja Nebukadnezar dengan kehangatan murkanya dan sangat geramnya, disuruhkannya orang membawa akan Saderakh dan Mesakh dan Abed-nego menghadap kepadanya. Hata, maka dibawa oranglah akan ketiga orang itu menghadap baginda. Maka sahut nebukadnezar, titahnya kepada mereka itu: Adakah dengan sengaja, hai Saderakh, Mesakh dan Abed-nego, maka tiada kamu berbuat bakti kepada dewaku, dan tiada kamu menyembah patung keemasan yang telah kudirikan itu? Atau sekarang sediakah juga kamu hendak menyembah sujud kepada patung yang telah kuperbuat itu, apabila kamu mendengar bunyi nafiri, bangsi, kecapi, harbab, serdam, nobat dan segala bunyi-bunyian; karena jikalau tiada kamu menyembah kepadanya, niscaya pada ketika itu juga kamu akan dicampak ke dalam dapur api yang bernyala-nyala, maka ilah manakah yang dapat melepaskan kamu dari pada tanganku?
”Maka sahut Saderakh dan Mesakh dan Abed-nego, sembahnya kepada baginda raja Nebukadnezar: Tiada berguna jikalau patik mempersembahkan kepada tuanku mula kasad patik ini. Jikalau sudah tentu perkara itu atas patik, maka Allah patik, yang patik berbuat ibadat kepada-Nya, itu juga sampai kuasa-Nya akan melepaskan patik dari dalam dapur api yang bernyala-nyala, dan dari pada tangan tuankupun dapat dilepaskan-Nya patik ini! Jikalau kiranya tiada, maka maklumlah kepada tuanku juga, bahwa sekali-kali tiada patik akan berbuat ibadat kepada dewa tuanku dan tiada patik akan menyembah kepada patung keemasan yang telah tuanku dirikan itu.
”Maka pada masa itu penuhlah raja Nebukadnezar dengan kehangatan murka dan berubahlah air mukanya akan Saredakh dan Mesakh dan Abed-nego, serta titahnya: Hendaklah orang menghangatkan dapur itu tujuh kali lebih panas dari pada biasa dihangatkan dia. Maka dititahkannya beberapa orang yang sangat kuat dari antara orang perangnya mengikat Saderakh dan Mesakh dan Abed-nego dan mencampakkan dia ke dalam dapur api yang bernyala-nyala itu. Lalu ketiga orang itu diikat serta dengan jubahnya dan seluarnya dan destarnya dan segala pakainnya yang lain dan dicampak ke dalam dapur api yang bernyala-nyala. Maka tegal titah baginda sangat keras dan dapurpun sudah dihangatkan amat sangat, sebab itu segala orang yang sudah mengangkat Saderakh dan Mesakh dan Abed-nego itu dibunuh oleh nyala api itu. Tetapi ketiga orang itu, Saderakh dan Mesakh dan Abed-nego, dengan ikatannya jatuhlah di tengah-tengah dapur api yang bernyala-nyala.
”Maka tercengang-cenganglah baginda raja Nebukadnezar, lalu bangkit berdiri dengan segera sambil titahnya kepada segala menterinya: Bukankah kita suruh buang tiga orang juga ke dalam api itu dengan terikat? Maka sahut mereka itu, sembahnya: Benarlah seperti titah tuanku! Maka titah baginda: Bahwasanya aku melihat orang empat dengan terurai pengikatnya berjalan di tengah-tengah api, dan barang marabahayapun tiada padanya, dan rupa seorang, yang keempat itu, seperti anak dewata juga. Lalu baginda raja Nebukadnezarpun menghampirilah pintu dapur api yang bernyala-nyala sambil titahnya: Hai Saderakh, Mesakh dan Abed-nego, hamba Allah taala! keluarlah, marilah kamu! Lalu keluarlah Saderakh, Mesakh dan Abed-nego dari tengah-tengah api. Sudah itu, maka berhimpunlah segala pangeran dan demang, adipati, dan segala menteri raja, hendak melihat orang itu, karena api tiada berkuasa atas tubuhnya, rambut kepalanyapun tiada hangus dan pakaiannyapun tiada berubah, bahkan, bau sangit apipun tiada terkena kepadanya. Maka titah raja nebukadnezar: Segala puji bagi Allahnya Saderakh, Mesakh dan Abed-nego! yang sudah menyuruhkan malaekat-Nya dan sudah meluputkan hamba-hamba-Nya yang telah harap pada-Nya dan tiada mau menurut titah raja, melainkan telah diserahkannya tubuhnya akan tiada berbuat ibadat atau menyembah kepada dewata, melainkan kepada Allahnya juga.
”Maka sebab itu dimeteraikan bagnda raja Darius akan suratan dan firman itu. Tetapi akan Daniel, jikalau diketahuinya akan hal surat itu sudah dimeteraikan oleh baginda sekalipun, masuklah juga ia ke dalam rumahnya, yang pada alayatnya adalah tingkap-tingkap terbuka ke kiblat Yeruzalem dan pada sehari tiga kali bertelutlah ia dan meminta doa dan mengucap syukur kepada Allahnya, seperti biasa dibuatnya dahulu. Lalu menyergaplah orang itu akan Daniel, didapatinya akan dia dalam meminta doa dan memohon-mohon di hadapan hadirat Allahnya. Maka datanglah mereka itu hampir, lalu bersembah kepada baginda akan hal firman baginda itu, sembahnya: Bukankah sudah tuanku meteraikan firman, bunyinya, bahwa barangsiapa yang akan meminta barang sesuatu kepada dewa atau manusia dalam tiga puluh hari ini, melainkan kepada tuanku, niscaya orang itu dicampak ke dalam keleburan singa? Maka sahut baginda, titahnya: Sudah tentulah perkara itu seperti hukum orang Medi dan Farsi, yang tiada terubahkan! Maka ujar mereka itu kepada baginda, sembahnya: Bahwa Daniel, seorang dari pada mereka sekalian yang sudah dipindahkan dari Yehuda dengan tertawan, itu tiada mengindahkan titah tuanku, atau akan firman yang telah tuanku meteraikan, melainkan pada sehari tiga kali ia meminta doa. Demi didengar baginda sembah ini, maka amarahlah baginda akan dirinya, ditentukannya dalam hatinya hendak meluputkan Daniel juga, bahkan, sampai waktu masuk matahari bagindapun mencahari upaya hendak meluputkan Daniel.
”Lalu orang itu mendedasi baginda, sembahnya kepada baginda: Ya tuanku, maklumlah kepada tuanku, inilah suatu hukum orang Medi dan Farsi, bahwa suatu titah dan firman seperti yang telah dimeteraikan oleh tuanku, itu tiada terubahkan lagi. Maka bertitah baginda, lalu dibawa oranglah akan Daniel, dicampakkannya ke dalam keleburan singa sementera baginda bertitah kepada Daniel demikian: Bahwa Allahmu, yang engkau berbuat bakti kepadanya dengan segala tulus hatimu, Ia juga hendaklah kiranya meluputkan dikau! Kemudian dibawa oranglah akan sebuah batu, dibubuhnya pada mulut keleburan itu dan dimeteraikan baginda akan dia dengan cincinnya dan dengan cincin segala menterinya, supaya karena sebab Daniel itu satupun tiada dilainkan. Setelah itu maka pulanglah baginda ke istananya, lalu berbaring dengan tiada santap barang santapan dan dengan tiada dipetik bunyi-bunyian di hadapannya dan antuknyapun lenyaplah dari padanya. Maka pada waktu fajar, pagi-pagi sekali, bangunlah baginda, lalu dengan segera pergilah baginda ke keleburan singa itu. Serta sampailah baginda ke keleburan singa itu, berserulah baginda kepada Daniel dengan amat merdu bunyi suaranya, katanya kepada Daniel: Hai Daniel! hamba Allah yang hidup, adapun Allahmu, yang engkau berbuat bakti kepada-Nya dengan segala tulus hatimu, dapatkah Ia melepaskan dikau juga dari pada segala singa itu? Maka sembah Daniel kepada baginda: Daulat tuanku! Bahwa Allah patik juga sudah menyuruhkan malaekat-Nya, yang mengatupkan mulut segala singa itu, supaya jangan diusiknya akan patik, sebab telah didapati akan patik tiada bersalah di hadapan-Nya dan lagi akan tuankupun tiada patik berbuat barang sesuatu yang salah!
”Maka ia akan mengatakan beberapa perkataan lawan Allah taala dan dianiayakannya segala umat kesucian Yang Mahatinggi itu dengan bengis dan disengajakannya mengubahkan segala masa dan hukum, dan mereka itu akan diserahkan kepada tangannya sampai satu masa dan dua masa dan setengah masa.
”Hata, maka pada masa itu akan bangkit berdiri Mikhael, penghulu besar itu, yang memeliharakan perkara segala bani bangsamu; setelah sudah ada suatu masa kesukaran, begitu besar belum pernah ada dahulu, dari pada jadi suatu bangsa datang kepada hari ini; tetapi pada masa itu bangsamu akan diluputkan, yaitu mereka itu sekalian yang didapati tersurat namanya di dalam Kitab itu. Maka banyaklah orang dari pada mereka yang tidur dalam lebu bumi itu akan bangun pula, setengah kepada hidup yang kekal, setengah kepada kehinaan dan kecelaan yang kekal. Maka segala penghulu akan gemerlap seperti terang cuaca di langit, dan mereka yang membenarkan banyak orang itupun akan seperti segala bintang kekal selama-lamanya!
”Bahwa Tuhan itu baik dan suatu perlindungan pada masa kepicikan; diketahui-Nya akan mereka sekalian yang harap pada-Nya.
”maka aku juga akan berbangkit rawan hatiku akan Tuhan dan hatiku kelak bersukacita akan Allah, pohon selamatku!
”Berbahagialah segala orang yang teraniaya oleh sebab kebenaran, karena mereka itu yang empunya kerajaan surga. Berbahagialah kamu apabila orang mencela kamu dan menganiaya kamu serta mengumpat kamu dengan dusta oleh sebab Aku. Bersukacitalah kamu sambil bersukaria, sebab besarlah pahalamu di surga; karena sedemikian itu juga segala nabi yang dahulu daripada kamu terkena aniaya."
”Tetapi Aku ini berkata kepadamu: Kasihilah akan seterumu, dan doakan orang yang menganiayakan kamu,
”"Janganlah kamu menghimpunkan harta benda bagi dirimu di atas bumi, yaitu di tempat gegat dan karat yang membinasakan, dan pencuri yang memecah rumah atau mencuri, melainkan himpunkanlah harta benda bagi dirimu di surga, yaitu di tempat yang tiada gegat dan karat membinasakan, dan tiada pencuri memecah rumah atau mencuri.
”Tetapi berjaga-jagalah dirimu daripada orang, karena mereka itu akan menyerahkan kamu kepada beberapa majelis, dan kamu akan disesah oleh mereka itu di dalam segala rumah sembahyang mereka itu. Dan lagi, kamu akan dibawa menghadap pemerintah dan raja-raja oleh sebab Aku, yaitu akan menjadi suatu kesaksian pada mereka itu dan pada segala orang kafir pun. Tetapi apabila kamu diserahkan oleh mereka itu, janganlah kamu bimbang akan hal bagaimana atau apa yang hendak kamu katakan kelak; karena pada ketika itu juga akan dikaruniakan kepadamu barang yang wajib kamu katakan. Karena bukannya kamu sendiri yang berkata-kata, melainkan Roh Bapamu yang berkata di dalam dirimu.
”Maka saudara akan menyerahkan nyawa saudaranya sampai mati dibunuh, dan bapa akan menyerahkan nyawa anaknya. Dan anak-anak itu akan mendurhaka kepada ibu bapanya, serta membunuh dia. Maka kamu akan dibenci oleh sekalian orang sebab nama-Ku, tetapi orang yang bertekun sampai ke akhir, ialah akan diselamatkan. Apabila kamu dianiayakan oleh orang di dalam sebuah negeri, larilah ke negeri yang lain, karena dengan sesungguhnya Aku berkata kepadamu, bahwa tiada habis kamu menjalani segala negeri Israel, sebelum datang Anak manusia.
”Janganlah kamu takut akan orang yang membunuh tubuh, dan yang tiada berkuasa mematikan jiwa; tetapi yang terutama sekali hendaklah kamu takuti Dia, yang berkuasa membinasakan baik tubuh atau jiwa di dalam neraka.
”Dan barangsiapa yang tiada menanggung salibnya serta mengikut Aku, tiada ia berlayak kepada-Ku. Siapa yang memeliharakan nyawanya, ia akan kehilangan nyawa; dan siapa yang kehilangan nyawanya oleh sebab Aku, ialah akan mendapat nyawa.
”Marilah kepada-Ku, hai kamu sekalian yang berlelah dan yang menanggung berat. Aku ini akan memberi sentosa kepadamu. Tanggunglah kuk Aku, dan belajarlah kepada-Ku; karena Aku lembut dan rendah hati; maka kamu akan mendapat sentosa bagi jiwamu. Karena kuk Aku senang rasanya, dan tanggungan Aku ringan adanya."
”Maka keluarlah orang Parisi hendak melawan Yesus serta berunding, peri bagaimana mereka itu dapat membunuh Dia.
”Tetapi yang tertabur di tempat berbatu-batu, itulah orang yang mendengar Perkataan itu, lalu segeralah menyambut dia dengan sukacitanya; tetapi tiadalah ia berakar di dalam dirinya, hanyalah bertahan seketika sahaja. Lalu apabila datang kesusahan atau aniaya oleh sebab Perkataan itu, sebentar itu juga kecil hati mereka itu.
”"Adapun kerajaan surga itu seumpama mata benda yang tersembunyi di dalam tanah, yang didapati oleh orang, lalu disembunyikannya pula; maka sebab sukacitanya pergilah ia menjualkan segala sesuatu yang ada padanya, lalu dibelinya tanah itu. Dan lagi kerajaan surga itu seumpama seorang saudagar yang mencari mutiara yang elok. Apabila didapatinya sebiji mutiara yang mahal harganya, pergilah ia menjualkan segala sesuatu yang ada padanya, lalu dibelinya mutiara itu."
”Lalu bersabdalah baginda kepada segala hambanya, "Inilah Yahya Pembaptis; ia sudah bangkit dari antara orang mati, dan itulah sebabnya dapat memperbuat segala mujizat ini." Adapun Herodes itu sudah menangkap Yahya, lalu diikatnya dia, dan dimasukkannya ke dalam penjara oleh sebab Herodiah, isteri Pilipus, saudaranya itu; karena Yahya telah berkata kepada Herodes, "Haramlah bagimu beristerikan dia." Maka Herodes hendak membunuh dia, tetapi takut pula ia akan orang banyak, karena mereka itu menilik Yahya itu seorang nabi. Tetapi pada perjamuan hari lahir Herodes, menarilah anak Herodiah yang perempuan itu di tengah orang, serta menyukakan hati baginda. Oleh sebab itu bersumpah janjilah Herodes akan memberi padanya barang apa yang dipintanya. Maka anak perempuan itu telah diasut oleh bundanya, sebab itu katanya, "Berilah kepada patik kepala Yahya Pembaptis di sini di dalam sebuah dulang." Maka berdukacitalah hati baginda, tetapi oleh sebab sumpah itu, dan lagi oleh sebab segala orang yang duduk santap sehidangan dengan dia, dititahkannya berikan juga. Lalu disuruhkannya orang pergi memancung kepala Yahya di dalam penjara. Maka kepala itu pun dibawa oranglah di dalam sebuah dulang, dan diberikan kepada anak perempuan itu, maka ia pun membawa kepada bundanya. Maka datanglah murid-murid Yahya mengambil mayatnya, lalu menguburkan dia; maka pergilah mereka itu memberi tahu kepada Yesus.
”Daripada masa itu mulailah Yesus menyatakan kepada murid-murid-Nya, bahwa Ia wajib pergi ke Yeruzalem, lalu merasai banyak sengsara daripada orang tua-tua, dan daripada kepala imam dan ahli Taurat, sehingga dibunuh, kemudian Ia bangkit pula pada hari yang ketiga.
”Setelah itu berkata Yesus kepada murid-murid-Nya, "Jikalau barangsiapa hendak mengikut Aku, haruslah ia menyangkali dirinya serta menanggung salibnya, lalu mengikut Aku. Karena barangsiapa yang hendak memeliharakan nyawanya, ia akan kehilangan nyawa; tetapi barangsiapa yang kehilangan nyawanya oleh karena Aku, ialah akan mendapat nyawa.
”Lalu sahut Petrus serta berkata kepada-Nya, "Kami ini sudah meninggalkan semuanya serta mengikut Rabbi. Apakah kelak kami akan peroleh?"
”"Bahwa kita ini pergi naik ke Yeruzalem, dan Anak manusia itu akan diserahkan ke tangan kepala imam dan ahli Taurat, maka mereka itu akan menghukumkan Dia mati. Lalu menyerahkan Dia ke tangan orang kafir, supaya Ia diolok-olokkannya dan disesahnya, serta disalibkannya, dan pada hari yang ketiga Ia akan bangkit pula."
”"Dengarlah suatu perumpamaan yang lain: Bahwa adalah seorang tuan rumah membuka kebun anggur, dipagarnya sekeliling, dan digalinya tempat apitan anggur, dan didirikannya suatu bangun-bangun, lalu disewakannya kebun itu kepada beberapa orang dusun, serta pergi ke negeri yang lain. Apabila hampir musim buah, maka disuruhkannya segala hambanya kepada orang dusun itu akan menerima buahnya. Orang dusun itu pun memegangkan hamba-hambanya, yang seorang dipukulnya, dan seorang dibunuhnya, dan seorang lagi dirajamnya. Lalu disuruhkan oleh tuan itu pula hamba yang lain, lebih banyak daripada yang mula-mula itu; maka diperbuat oleh orang dusun ke atasnya seperti yang dahulu. Pada akhirnya disuruhkannya kepada mereka itu anaknya laki-laki, katanya: Tak dapat tiada orang dusun itu akan menghormatkan anakku ini. Tetapi apabila orang dusun itu melihat anaknya itu, lalu berkatalah mereka itu sama sendirinya: Inilah warisnya; marilah kita membunuh dia, dan mengambil warisannya. Maka mereka itu pun memegangkan dia serta mencampakkan ke luar dari dalam kebun anggur itu, lalu membunuh dia.
”Sebab itu ingatlah, bahwa Aku ini akan menyuruhkan kepadamu beberapa nabi dan orang budiman dan ahli Taurat. Maka separuhnya akan kamu bunuh dan kamu salibkan, dan separuhnya lagi akan kamu sesah di dalam rumah sembahyang dan menghambat dari sebuah negeri ke sebuah negeri. Supaya tertanggunglah atas kamu segala darah orang benar yang tumpah di atas bumi, yaitu daripada darah Habel yang benar sehingga sampai kepada darah Zakaria anak Barakia, yang telah kamu bunuh di antara Rumah Allah dengan tempat korban.
”Pada masa itu kamu akan diserahkan orang akan disengsarakan, dan kamu akan dibunuh orang; dan kamu akan dibenci oleh segala bangsa sebab nama-Ku. Dan kemudian daripada itu banyaklah orang menaruh syak, lalu seorang akan menyerahkan seorang yang lain, dan seorang akan membenci seorang yang lain.
”Tetapi barangsiapa yang bertekun sampai ke akhir, ialah akan diselamatkan.
”Karena pada ketika itu akan timbul sengsara yang besar, seperti yang demikian belum pernah berlaku daripada awal kejadian alam sehingga sampai sekarang ini, dan kemudian daripada itu juga tiada akan jadi pula. Dan jikalau sekiranya tiada disingkatkan masanya, niscaya tiadalah seorang pun yang selamat; tetapi karena sebab sekalian orang yang terpilih, disingkatkan masa itu.
”lalu berpakatlah mereka itu sama sendirinya hendak menangkap Yesus dengan muslihat, supaya membunuh Dia.
”Maka kata Petrus kepada-Nya, "Biarpun hamba mati bersama-sama dengan Tuhan, sekali-kali tiada hamba akan menyangkali Tuhan." Demikian juga kata sekalian murid itu pun.
”Maka kepala-kepala imam dan segala orang Majelis Bicara itu pun mencari kesaksian dusta ke atas Yesus, supaya mereka itu dapat membunuh Dia;
”Lalu mereka itu meludahi muka-Nya, serta meninju Dia; dan ada yang menampar Dia,
”Setelah hari siang, maka segala kepala imam dan orang tua-tua kaum pun berundinglah atas hal Yesus, supaya dibunuhkan Dia. Maka diikatnya Dia serta dibawa pergi, lalu diserahkannya kepada Pilatus, yaitu wakil pemerintah.
”Setelah itu dilepaskannya Barabbas bagi mereka itu, tetapi Yesus disesahnya, serta diserahkannya, supaya disalibkan.
”Maka mereka itu pun meludahi Dia, serta mengambil buluh itu memalu kepala-Nya. Setelah diolok-olokkannya, maka disentaknya pula jubah itu, dikenakannya pakaian-Nya sendiri, lalu membawa Dia pergi, supaya disalibkan.
”Setelah disalibkannya Yesus, maka mereka itu pun berbahagi pakaian-Nya dengan membuang undi.
”Demikian pula, yang ditabur pada tempat yang berbatu-batu, yaitu apabila mereka itu mendengar Perkataan itu, segeralah disambutnya dengan bersukacita hatinya. Tetapi tiadalah ia berakar di dalam dirinya, hanyalah bertahan seketika sahaja, lalu apabila datang kesusahan atau aniaya oleh sebab Perkataan itu, sebentar itu juga kecillah hati mereka itu.
”Maka kedengaranlah kabar Yesus kepada Baginda Herodes, karena sudah termasyhur nama Yesus, dan kata orang, "Yahya Pembaptis sudah bangkit pula dari antara orang mati, itulah sebabnya dapat bergerak segala khasiat di dalam-Nya." Maka ada orang berkata, "Inilah Elias"; ada pula yang berkata, "Inilah seorang nabi, sama seperti barang seorang dari antara segala nabi." Tetapi tatkala Herodes mendengar hal itu, sabdanya, "Yahya inilah yang kupenggalkan kepalanya, ia bangkit pula." Karena Herodes sendiri sudah menyuruhkan orang menangkap Yahya, lalu diikatnya dia di dalam penjara oleh sebab Herodiah, isteri Pilipus, saudaranya itu, karena Herodes sudah beristerikan dia. Karena Yahya telah berkata kepada Herodes, "Haramlah bagimu mengambil isteri saudaramu." Maka Herodiah menaruh dendam akan Yahya hendak membunuh dia, tetapi tiada boleh; karena Herodes takut akan Yahya, sebab diketahuinya: Ialah seorang yang benar lagi suci, maka selalu dijagainya dia; dan apabila ia mendengar Yahya, sangatlah serba salah hatinya, dan ia suka mendengarkan dia. Maka apabila sampai kepada suatu hari yang baik (yaitu pada hari lahir Herodes) diadakannya suatu perjamuan bagi segala pegawai yang besar-besar dan panglimanya dan orang yang bangsawan di negeri Galilea. Tatkala itu anak perempuan Herodiah sendiri masuk serta menari, maka disukakannya hati Herodes dengan segala orang yang duduk santap sehidangan dengan dia. Maka bertitahlah baginda kepada anak perempuan itu, "Pintalah kepadaku barang kehendakmu, aku akan memberi kepadamu." Lalu bersumpah-janjilah Herodes kepadanya, sabdanya, "Barang apa pun yang engkau pinta kepadaku, aku beri kepadamu, walau setengah kerajaanku ini sekalipun." Maka keluarlah anak perempuan itu, lalu bertanya kepada bundanya, "Apakah yang hendak kupinta?" Maka jawab bundanya, "Pintalah kepala Yahya Pembaptis." Maka sebentar itu juga masuklah ia dengan gopoh-gopoh menghadap baginda serta meminta, katanya, "Patik kehendaki, supaya Tuanku sekarang juga berikan kepala Yahya Pembaptis di dalam sebuah dulang kepada patik ini." Maka baginda pun terlalu bersusah hati; akan tetapi oleh sebab sumpahnya sendiri, dan lagi oleh sebab segala orang yang duduk santap sehidangan dengan dia, tiada ia mau menolakkan permintaannya. Sebentar itu juga baginda menyuruhkan seorang biduanda serta bertitah padanya akan mengambil kepala Yahya. Maka orang itu pun pergilah memancung kepala Yahya di dalam penjara. Lalu dibawanya kepala itu di dalam sebuah dulang, dan diberikannya kepada anak perempuan itu; maka anak perempuan itu pun memberikan dia pula kepada bundanya. Setelah kedengaran hal itu kepada murid-murid Yahya, datanglah mereka itu mengambil mayatnya, lalu ditaruhkannya di dalam kubur.
”Maka mulailah Yesus mengajar murid-murid-Nya, bahwa wajib Anak manusia itu akan merasai banyak sengsara, dan ditolak oleh segala orang tua-tua dan kepala-kepala imam dan ahli Taurat sehingga dibunuh oleh mereka itu, lalu Ia akan bangkit pula kemudian daripada tiga hari lamanya.
”Maka dipanggil-Nya segala orang banyak itu serta dengan murid-murid-Nya, lalu berkata kepada mereka itu, "Barangsiapa yang hendak menurut Aku, haruslah ia menyangkali dirinya serta mengangkat salibnya lalu mengikut Aku, karena barangsiapa, yang hendak memeliharakan nyawanya, ia akan kehilangan nyawa; tetapi barangsiapa yang kehilangan nyawanya oleh karena Aku dan karena Injil, ialah akan memeliharakan nyawa.
”Karena Ia mengajar murid-murid-Nya, serta berkata kepada mereka itu, "Anak manusia itu akan diserahkan ke tangan orang, lalu orang-orang itu akan membunuh Dia. Setelah Ia dibunuh oleh mereka itu, maka pada hari yang ketiga Ia akan bangkit pula."
”kata-Nya, "Sekarang kita naik ke Yeruzalem, dan Anak manusia akan diserahkan ke tangan kepala-kepala imam dan segala ahli Taurat, maka mereka itu akan menghukumkan Dia mati dibunuh, dan akan menyerahkan Dia ke tangan orang kafir. Lalu mereka itu mengolok-olokkan Dia dan meludahi Dia, serta menyesah dan membunuh Dia, tetapi pada hari yang ketiga Ia akan bangkit pula."
”Maka mulailah Yesus bertutur kepada mereka itu dengan perumpamaan, "Adalah seorang membuka kebun anggur, dipagarnya sekeliling, dan digalinya tempat apitan anggur, dan didirikannya suatu bangun-bangun, lalu disewakannya kepada beberapa orang dusun serta berangkat ke negeri yang lain. Maka pada musimnya disuruhkannya seorang hambanya kepada orang dusun itu, supaya ia dapat menerima hasil kebun anggur itu daripada tangan orang dusun itu. Lalu orang dusun itu memegangkan dia, memalu dan menghalaukan dia dengan hampanya. Dan lagi ia menyuruhkan kepada mereka itu seorang hamba yang lain, maka hamba itu pun dilukakan oleh mereka itu di kepalanya serta dipermalukan. Lagi pula ia menyuruh orang lain, maka orang itu pun dibunuh oleh mereka itu, dan banyaklah orang lain lagi disuruhnya, maka orang-orang itu pun separuh dipukul, dan separuh dibunuh oleh mereka itu. Adalah lagi padanya seorang, yaitu anaknya laki-laki yang dikasihinya, maka pada akhirnya ia menyuruhkan dia kepada mereka itu, sebab pikirannya: Tentu mereka itu menghormatkan anakku ini. Tetapi kata orang-orang dusun itu sama sendiri: Inilah warisnya; mari, biarlah kita membunuh dia, dan pusaka itu menjadi hak kita. Lalu dipegangkannya dia, dan dibunuhnya, serta dibuangkannya ke luar kebun anggur itu.
”Tetapi kamu jagalah dirimu sendiri, karena mereka itu akan menyerahkan kamu kepada beberapa majelis, dan di dalam segala rumah sembahyang kamu akan disesah, dan lagi kamu akan dibawa menghadap pemerintah dan raja-raja oleh sebab Aku, yaitu akan menjadi suatu kesaksian pada mereka itu. Maka tak dapat tiada Injil itu akan dimasyhurkan dahulu kepada sekalian bangsa. Tetapi apabila kamu dibawa oleh mereka itu ke hadapan tempat bicara serta diserahkan, janganlah dahulu kamu kuatir akan barang yang hendak kamu katakan, melainkan barang yang dikaruniakan kepadamu pada ketika itulah kamu katakan, karena bukannya kamu ini yang berkata-kata, melainkan Rohulkudus. Maka saudara akan menyerahkan nyawa saudaranya sampai mati dibunuh, dan bapa akan menyerahkan nyawa anaknya; dan anak-anak itu akan mendurhaka kepada ibu bapanya, lalu membunuh dia. Maka kamu akan dibenci oleh sekalian orang, karena sebab nama-Ku; tetapi barangsiapa yang bertekun sampai ke akhir, ialah akan diselamatkan.
”Adalah lagi dua hari dahulu daripada hari raya Pasah dan roti yang tiada beragi; maka segala kepala imam dan ahli Taurat mencari daya upaya hendak menangkap Yesus dengan muslihat, dan membunuh Dia.
”Tetapi makin sangat lagi Petrus berkata, "Biarpun hamba mati bersama-sama dengan Tuhan, sekali-kali tiada juga hamba akan menyangkali Tuhan." Sedemikian juga kata mereka itu sekalian.
”Maka segala kepala imam dan segenap Majelis mencari kesaksian melawan Yesus hendak membunuh Dia; tetapi tiada dapat.
”Kamu sudah mendengar hujat-Nya itu. Apakah bicaramu?" Lalu mereka itu sekalian menyalahkan Dia patut mati dibunuh. Maka mulailah beberapa orang meludahi Yesus serta menudungi muka-Nya, dan meninju Dia, serta berkata kepada-Nya, "Bernubuatlah!" Maka segala hamba itu pun menampar muka-Nya.
”Maka berteriaklah pula mereka itu, "Salibkanlah Dia!" Lalu kata Pilatus kepada mereka itu, "Kejahatan apakah yang dilakukan-Nya?" Maka makin sangatlah mereka itu berteriak, "Salibkanlah Dia!" Maka oleh sebab Pilatus hendak menyenangkan hati orang banyak itu, dilepaskannyalah Barabbas bagi mereka itu, lalu disesahnya Yesus, serta diserahkannya akan disalibkan.
”Setelah sudah mereka itu mengolok-olokkan Dia, maka mereka itu pun menanggalkan daripada-Nya jubah ungu itu, serta mengenakan pula pakaian-Nya sendiri, lalu membawa Dia ke luar, supaya Ia disalibkan oleh mereka itu.
”Maka disalibkannya Dia, lalu dibahagikannya pakaian-Nya dengan membuang undi atasnya, supaya ditentukan bahagian masing-masing. Maka pada pukul sembilan pagi disalibkannya Dia.
”Tetapi berserulah Yesus dengan suara besar, lalu putuslah nyawa-Nya.
”dan rohku bersukaria akan Allah Juruselamatku.
”Berbahagialah kamu apabila orang membenci kamu, dan apabila orang mengasingkan kamu, dan mencela serta menghinakan nama kamu seolah-olah jahat, oleh sebab Anak manusia. Hendaklah kamu bersukacita melompat-lompat pada hari itu; karena sesungguhnya besar pahalamu di surga; sebab sedemikian itu juga diperbuat oleh orang tua-tuamu ke atas nabi-nabi.
”Tetapi kepada kamu ini yang mendengar, Aku berkata demikian: Kasihilah seterumu, dan perbuatlah baik kepada orang yang membenci kamu; mintalah berkat bagi orang yang mengutuki kamu; dan doakan orang yang mencercai kamu.
”Tetapi hendaklah kamu mengasihi seterumu, dan berbuat baik, dan memberi pinjam dengan tiada berharap akan menerima balik; maka berpahala besarlah kamu kelak, dan kamu akan menjadi anak-anak Yang Mahatinggi, karena Ialah murah kepada orang yang tiada syukur dan yang jahat.
”Maka kedengaranlah kepada Herodes, raja seperempat negeri, segala hal yang sudah jadi itu; maka bimbanglah ia sebab ada separuh orang mengatakan: Yahya sudah bangkit dari antara orang mati; dan ada juga separuh orang mengatakan: Elias sudah kelihatan; dan ada pula yang lain mengatakan, bahwa seorang dari antara nabi-nabi dahulu kala sudah bangkit. Maka kata Herodes, "Bahwa Yahya itu sudah kupancung kepalanya; tetapi siapakah gerangan orang ini, yang dari hal-Nya kudengar demikian?" Lalu dicarinya jalan hendak melihat Dia.
”kata-Nya, "Bahwa wajib Anak manusia merasai banyak sengsara, dan ditolak oleh orang tua-tua dan kepala-kepala imam serta ahli Taurat, sehingga dibunuh, kemudian Ia bangkit pula pada hari yang ketiga."
”Maka kata-Nya kepada sekalian orang, "Jikalau barangsiapa hendak mengikut Aku, haruslah ia menyangkali dirinya serta menanggung salibnya tiap-tiap hari, lalu mengikut Aku. Karena barangsiapa yang hendak memeliharakan nyawanya, ia akan kehilangan nyawa; tetapi barangsiapa yang kehilangan nyawanya oleh karena Aku, ialah akan memeliharakan nyawa.
”Wai kamu! Karena kamu memperbuat kubur nabi-nabi, tetapi orang tua-tuamu membunuh dia. Oleh yang demikian kamulah saksi yang memperkenankan perbuatan orang tua-tuamu itu, karena mereka itu yang membunuh dia, tetapi kamu yang memperbuat kuburnya. Sebab itu juga hikmat Allah telah berfirman: Bahwa Aku menyuruhkan kepada mereka itu beberapa nabi dan rasul, maka separuhnya akan dibunuh, dan separuhnya akan dianiaya oleh mereka itu. Supaya dituntut kembali darah sekalian nabi yang ditumpahkan semenjak awal kejadian alam daripada bangsa ini, yaitu mulai daripada darah Habel sampai kepada darah Zakaria yang telah dibunuh di antara tempat korban dengan Rumah Allah; bahkan, Aku berkata kepadamu, bahwa daripada bangsa ini akan dituntut kembali semuanya itu.
”Maka Aku berkata kepadamu, hai sahabat-Ku: Janganlah kamu takut akan orang yang membunuh tubuh, dan kemudian suatu pun tiada dapat diperbuatnya lagi. Tetapi Aku hendak menyatakan kepadamu akan siapa yang patut kamu takut, yaitu takutlah akan Dia, yang sesudah Ia membunuh, berkuasa membuangkan ke dalam neraka, bahkan, Aku berkata kepadamu: Hendaklah kamu takuti Dia.
”Janganlah takut, hai sekawan domba yang kecil ini, karena itulah kesukaan Bapamu mengaruniai kamu kerajaan itu. Jualkanlah barang yang ada padamu dan sedekahkanlah; perbuatlah akan dirimu pundi-pundi yang tiada akan buruk, suatu harta yang tiada berkesudahan di surga, yaitu di tempat pencuri tiada masuk, dan yang tiada gegat membinasakan.
”"Jikalau barang seorang datang kepada-Ku dan tiada membenci bapanya, dan ibu, dan bini, dan anak, dan saudara laki-laki, dan saudara yang perempuan, bahkan, nyawanya sendiri pun, tiada dapat ia menjadi murid-Ku. Barangsiapa yang tiada menanggung salibnya serta mengikut Aku, tiada dapat ia menjadi murid-Ku.
”Sedemikian juga barangsiapa di antara kamu, yang tiada meninggalkan segala sesuatu yang dipunyainya, tiada dapat menjadi murid-Ku.
”Barangsiapa yang mencari jalan hendak memeliharakan nyawanya, ia akan kehilangan nyawa; dan siapa yang kehilangan nyawanya, ia akan menyelamatkan nyawa.
”Karena Ia akan diserahkan ke tangan orang kafir, dan Ia diolok-olokkan, dan dinistakan, serta diludahi orang; dan mereka itu pun menyesah lalu membunuh Dia, maka pada hari yang ketiga Ia akan bangkit pula."
”Maka mulailah Ia mengatakan perumpamaan ini kepada kaum itu, "Bahwa adalah seorang yang membuka kebun anggur; kemudian disewakannya kepada beberapa orang dusun, serta pergi beberapa lamanya ke negeri yang lain. Maka pada musim anggur disuruhkannya seorang hambanya kepada orang dusun itu, supaya mereka itu menyerahkan kepadanya sebahagian daripada buah kebun anggur itu. Tetapi orang dusun itu memalu dia serta mengusir pergi dengan tangan kosong. Lalu disuruhkannya pula seorang hambanya yang lain; maka hamba itu pun dipalunya dan dinistakannya sambil diusirnya pergi dengan tangan kosong juga. Kemudian disuruhkannya hambanya yang ketiga; tetapi hamba itu pula dilukakannya, lalu ditolakkannya ke luar. Maka kata tuan kebun anggur itu: Apakah pula hendak kuperbuat lagi? Baik kusuruhkan anakku yang kukasihi; barangkali mereka itu akan menghormatkan dia. Tetapi apabila orang dusun itu melihat anaknya itu, maka berbicaralah mereka itu sama sendirinya, katanya: Inilah warisnya; marilah kita membunuh dia, supaya pusakanya menjadi hak kita. Lalu dicampakkannya dia ke luar kebun anggur itu dan dibunuhnya. Apakah sekarang akan diperbuat oleh tuan kebun anggur ke atas orang dusun itu?
”tetapi orang yang dihisabkan berlayak akan masuk akhirat dan mendapat kebangkitan dari antara orang mati itu, tiadalah kawin atau dikawinkan; karena tiada mereka itu dapat mati balik lagi; karena keadaannya itu serupa dengan malaekat; dan mereka itulah anak Allah dari sebab anak kebangkitan itu.
”Tetapi terlebih dahulu daripada segala perkara itu, orang akan mendatangkan tangannya ke atasmu dan menganiayakan kamu, sehingga kamu diserahkan ke dalam segala rumah sembahyang dan ke dalam penjara, serta dibawa menghadap raja dan pemerintah, oleh sebab nama-Ku. Maka akibatnya, kamu menaikkan saksi bagi-Ku. Sebab itu tetapkanlah di dalam hatimu, jangan mempersediakan jawabmu terlebih dahulu. Karena Aku ini memberi lidah kepadamu dan hikmat, yang tiada dapat dilawani atau dibantahi oleh segala lawanmu. Kamu diserahkan juga oleh ibu bapamu, dan oleh saudara-saudaramu dan kaum keluargamu serta sahabat-sahabatmu, dan beberapa dari antara kamu akan dibunuh orang. Maka kamu akan dibenci oleh sekalian orang sebab nama-Ku.
”Dengan tekunmu kamu akan beroleh nyawamu.
”dan kepala-kepala imam dan ahli Taurat mencari daya, bagaimana hendak membunuh Yesus; karena mereka itu takut akan kaum itu.
”Tetapi kamulah yang bertekun bersama-sama dengan Aku di dalam segala pencobaan atas-Ku;
”Maka kata Petrus kepada-Nya, "Ya Tuhan, jikalau beserta Tuhan, rela hatiku masuk ke dalam penjara, atau mati sekalipun."
”Maka segala orang yang memegang Yesus itu, mengolok-olokkan sambil memalu Dia. Kemudian mereka itu pun menudungi muka Yesus, lalu bertanya kepada-Nya, katanya, "Nubuatkanlah, siapa yang memukul Engkau?"
”Tetapi berteriaklah mereka itu, katanya, "Salibkanlah, salibkan Dia!" Maka pada ketiga kalinya Pilatus bertanya kepada mereka itu, "Kejahatan apakah yang dilakukan oleh orang ini? Suatu pun tiada kesalahan kudapati yang patut Ia mati dibunuh; sebab itu aku akan menyesah Dia, lalu melepaskan Dia." Tetapi makin sangat mereka itu berkeras dengan nyaring suaranya meminta Ia disalibkan. Maka menanglah serunya itu.
”Setelah sampai ke tempat yang bernama Tengkorak, di situlah Ia disalibkan oleh mereka itu bersama-sama dengan kedua orang jahat itu pun, seorang di sebelah kanan dan seorang di sebelah kiri-Nya. Maka berdoalah Yesus, kata-Nya, "Ya Bapa, ampunilah kiranya mereka itu, karena tiada diketahuinya apa yang diperbuatnya." Lalu mereka itu berbahagi-bahagi pakaian-Nya dengan membuang undi.
”Maka kata Yesus kepadanya, "Dengan sesungguhnya Aku berkata kepadamu: Hari ini juga engkau bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus."
”Maka berserulah Yesus dengan suara besar, kata-Nya, "Ya Bapa, ke dalam tangan-Mu Aku serahkan roh-Ku." Setelah dikatakan-Nya demikian, maka putuslah nyawa-Nya.
”dan bagaimana kepala-kepala imam dan penghulu-penghulu kita telah menyerahkan Dia akan dihukumkan mati, lalu disalibkannya Dia.
”Sesungguh-sungguhnya Aku berkata kepadamu: Barangsiapa yang mendengar perkataan-Ku serta percaya akan Yang menyuruhkan Aku, ia itu beroleh hidup yang kekal, dan tiada masuk ke dalam hukuman, melainkan ia sudah berpindah daripada mati kepada hidup. Sesungguh-sungguhnya Aku berkata kepadamu, bahwa ketikanya akan datang dan sekarang ini ada juga, bahwa segala orang mati akan mendengar suara Anak Allah dan orang yang mendengar itu akan hidup.
”Jangan kamu heran akan hal itu, karena datang ketikanya apabila sekalian orang yang di dalam kubur akan mendengar suara-Nya, lalu mereka itu akan keluar; yaitu segala orang yang sudah berbuat baik akan bangkit kepada hidup yang kekal, dan segala orang yang sudah berbuat jahat akan bangkit menerima hukuman.
”Inilah Roti yang turun dari surga, supaya orang makan daripadanya dan tiada mati. Aku inilah Roti yang hidup, yang turun dari surga; jikalau barang seorang pun makan daripada Roti ini, ia akan hidup selama-lamanya, dan roti yang Aku akan berikan itu, ia itu tubuh-Ku, karena kehidupan isi dunia ini."
”Tiadakah Musa memberi Taurat kepadamu? Maka seorang pun tiada daripada kamu yang melakukan Taurat itu. Apakah sebabnya kamu mencari jalan hendak membunuh Aku?"
”Sesungguh-sungguhnya, Aku berkata kepadamu, jikalau barang seorang menurut perkataan-Ku, tiada ia akan nampak maut selama-lamanya."
”Akulah Gembala yang baik; maka gembala yang baik itu menyerahkan nyawa-Nya ganti segala domba itu.
”sebagaimana Bapa kenal Aku, dan Aku pun kenal Bapa; maka Aku menyerahkan nyawa-Ku karena segala domba itu. Ada lagi pada-Ku domba lain, yang bukan masuk kandang domba ini; maka sekalian itu juga wajib Aku bawa, dan domba-domba itu kelak mendengar akan suara-Ku, lalu akan menjadi sekawan, dan gembala seorang sahaja. Oleh sebab itulah Bapa mengasihi Aku, karena Aku ini menyerahkan nyawa-Ku, supaya boleh Aku terima kembali. Seorang pun tiada mengambil dia daripada-Ku, tetapi Aku ini menyerahkan dia dengan rela hati-Ku. Aku berkuasa menyerahkan dia dan berkuasa pula mengambil dia kembali; kuasa ini Aku terima daripada Bapa-Ku."
”Maka kata Yesus kepadanya, "Aku inilah Kebangkitan dan Hidup; siapa yang percaya akan Daku, walaupun sudah mati, ia akan hidup; dan barangsiapa yang hidup serta percaya akan Daku tiadalah ia akan mati selama-lamanya. Engkau percayakah ini?"
”Maka daripada hari itu juga mereka itu bermupakat hendak membunuh Yesus.
”Maka berpakatlah segala kepala imam, supaya membunuh Lazarus juga,
”Sesungguh-sungguhnya Aku berkata kepadamu: Jikalau sebiji gandum tiada jatuh ke tanah dan mati, tinggallah ia sebiji juga; tetapi jikalau ia mati, ia berbuah banyak. Siapa yang mengasihi nyawanya, ia akan kehilangan nyawa, dan siapa yang membenci nyawanya di dalam dunia ini, ia akan menaruh nyawa bagi hidup yang kekal. Jikalau barang seorang bertaat kepada-Ku, hendaklah ia mengikut Aku, dan di tempat Aku ini ada, di situ hamba-Ku juga akan ada. Jikalau barang seorang bertaat kepada-Ku, ialah dimuliakan oleh Bapa.
”Maka kata Petrus kepada-Nya, "Ya Tuhan, apakah sebabnya hamba tiada dapat mengikut Tuhan sekarang ini? Hamba hendak menyerahkan nyawa hamba karena Tuhan."
”Pada seorang pun tiada kasih yang lebih daripada ini, yaitu sehingga ia menyerahkan nyawanya karena segala sahabatnya.
”"Jikalau isi dunia ini membenci kamu, ketahuilah olehmu, bahwa ia sudah membenci Aku dahulu daripada kamu. Jikalau kamu daripada dunia ini, maka dunia ini patut mengasihi haknya sendiri, tetapi sebab kamu bukan daripada dunia ini, melainkan Aku ini sudah memilih kamu daripada dunia, itulah sebabnya dunia ini membenci kamu. Ingatlah kamu akan perkataan yang Aku katakan kepadamu itu: Seorang hamba tiada lebih besar daripada tuannya. Jikalau mereka itu menganiayakan Aku, niscaya mereka itu akan menganiayakan kamu juga; jikalau mereka itu menurut perkataan-Ku, maka perkataan kamu pun akan diturutnya. Tetapi segala perkara itu akan diperbuatnya kepada kamu oleh karena nama-Ku; sebab mereka itu tiada kenal Dia yang menyuruh Aku.
”Maka kamu akan ditolakkan orang daripada rumah sembahyang, bahkan, waktunya akan datang kelak, bahwa barangsiapa yang membunuh kamu itu akan bersangka ia berbuat bakti kepada Allah. Segala perkara itu akan diperbuat oleh mereka itu, sebab tiada dikenalnya Bapa atau Aku." "Tetapi semuanya ini sudah Kukatakan kepadamu, supaya apabila waktunya sampai kelak kamu boleh ingat, bahwa Aku ini sudah mengatakan demikian kepadamu. Segala perkara ini belum Kukatakan kepadamu dari mulanya, karena Aku ada lagi bersama-sama dengan kamu.
”Demikian kamu pun berdukacita sekarang ini; tetapi Aku akan melihat kamu pula, lalu hatimu sukacita kelak, dan seorang pun tiada dapat mengambil kesukaanmu itu daripadamu.
”Segala perkara ini telah Kukatakan kepadamu, supaya di dalam Aku kamu sentosa. Di dalam dunia ini kamu merasai sengsara; tetapi tetapkanlah hatimu: Bahwa Aku ini sudah mengalahkan dunia ini."
”Aku ini sudah menyampaikan firman-Mu kepada mereka itu; maka isi dunia ini benci akan mereka itu, oleh sebab mereka itu bukan daripada dunia ini, seperti Aku juga bukan daripada dunia ini.
”Setelah itu Pilatus pun mengambil Yesus, lalu menyesah Dia. Maka segala laskar menganyamkan daripada duri suatu makota serta membubuhkan di atas kepala-Nya, dan dipakaikannya kepada-Nya jubah ungu; lalu datanglah mereka itu kepada-Nya serta berkata, "Daulat Raja orang Yahudi!" serta ditampar-tamparnya muka-Nya.
”Serta segala kepala imam dan segala hamba pun nampak Dia, berteriaklah mereka itu sekalian sambil katanya, "Salibkanlah, salibkanlah Dia!" Maka kata Pilatus kepada mereka itu, "Kamu ambillah Dia, dan salibkanlah Dia! Karena aku ini tiada mendapat salah pada-Nya."
”Maka sahut Yesus, "Suatu pun tiadalah Tuan berkuasa atas Aku, jikalau sekiranya tiada diberi kepada Tuan dari atas; oleh sebab itu orang yang menyerahkan Aku kepada Tuan, ialah lebih besar dosanya."
”Tetapi berteriaklah mereka itu, katanya, "Buanglah, buanglah Dia! Salibkanlah Dia!" Maka kata Pilatus kepada mereka itu, "Rajamu itu patutkah aku salibkan?" Maka sahut segala kepala imam, "Tiadalah pada kami raja lain daripada baginda Kaisar juga." Lalu Pilatus menyerahkan Yesus kepada mereka itu, supaya Ia disalibkan. Maka mereka itu pun mengambil Yesus; lalu keluarlah Ia memikul kayu salib-Nya sendiri menuju ke tempat yang bernama Tempat Tengkorak, yaitu dengan bahasa Ibrani disebut Golgota. Di situlah mereka itu mensalibkan Dia beserta dengan dua orang lain pada sebelah-menyebelah, tetapi Yesus di tengah-tengah.
”Setelah Yesus mengecap cuka itu, maka kata-Nya, "Sudahlah genap!" Lalu Ia menundukkan kepala-Nya, serta menyerahkan roh-Nya.
”Sesungguh-sungguhnya Aku berkata kepadamu: Tatkala engkau muda, engkau sendiri mengikat pinggangmu, lalu pergi barang ke mana-mana kehendak hatimu; tetapi apabila engkau sudah tua kelak, engkau akan mengulurkan tanganmu, lalu seorang lain akan mengikatkan pinggangmu, dan membawa engkau barang ke mana yang tiada engkau suka." Demikian sabda-Nya akan menyatakan dengan perihal mati yang manakah Petrus akan mempermuliakan Allah kelak. Setelah sudah dikatakan-Nya ini, lalu bersabdalah Ia kepada Petrus, "Ikutlah Aku."
”Lalu bersabda Yesus kepadanya, "Jikalau Kukehendaki orang ini tinggal sehingga Aku datang, apakah kena-mengena dengan engkau? Engkau ikutlah Aku." Semenjak itu masyhurlah perkataan ini di antara segala saudara: Bahwa murid itu tiada mati kelak; tetapi bukan demikian sabda Yesus, bahwa murid itu tiada akan mati, melainkan: Jikalau Kukehendaki orang ini tinggal sehingga Aku datang, apakah kena-mengena dengan engkau?
”maka Dialah, yang diserahkan menurut niat azali dan pengetahuan Allah, telah kamu salibkan, dan kamu bunuh dengan tangan orang kafir. Ia itu juga yang dibangkitkan pula oleh Allah tatkala dilenyapkan-Nya sengsara maut, karena mustahil Ia ditakluk oleh maut.
”lalu menangkap rasul-rasul itu serta menutup di dalam penjara negeri.
”Setelah sudah mereka itu mendengar perkataan ini, maka sangatlah geram hatinya serta bermaksud hendak membunuh rasul-rasul itu.
”lalu dipanggilnya segala rasul itu serta disesahnya sambil melarang mereka itu berkata-kata dengan nama Yesus; kemudian dilepaskannya mereka itu. Maka rasul-rasul itu pun pergilah dari hadapan Majelis itu dengan sukacitanya sebab dibilangkan berlayak menanggung kecelaan karena nama Yesus.
”Hai kamu yang keras tengkuk, dan yang tiada bersunat hati dan telinga, senantiasa kamu menghalangi Rohulkudus. Sebagaimana nenek moyangmu, demikianlah kamu juga. Manakah nabi yang tiada dianiayakan oleh nenek moyangmu itu? Mereka itu juga membunuh segala orang yang menelah dari hal kedatangan Orang Yang Benar itu, yaitu yang sekarang kamu serahkan, dan kamu bunuh. Kamulah yang sudah menerima Taurat, yang disampaikan oleh malaekat, tetapi tiada kamu turut." Apabila mereka itu mendengar yang demikian, geramlah hatinya dan dikertakkannya giginya kepadanya. Tetapi Stepanus, yang penuh dengan Rohulkudus, menengadah ke langit serta nampak kemuliaan Allah, dan Yesus berdiri di sebelah kanan Allah, lalu katanya, "Tengok, aku nampak langit terbuka, dan Anak manusia berdiri di sebelah kanan Allah."
”Tetapi berteriaklah mereka itu dengan nyaring suaranya, sambil menutup telinganya, lalu menerkam dia dengan sepakat, dan membuangkan ke luar negeri sambil merajam dia. Maka segala saksi itu pun meletakkan pakaian masing-masing di kaki seorang muda yang bernama Saul. Lalu mereka itu merajam Stepanus tatkala ia tengah berseru dengan katanya, "Ya Tuhan Yesus, terimalah rohku." Maka bertelutlah ia sambil berseru dengan nyaring suaranya, "Ya Tuhan, janganlah kiranya dosa ini ditanggungkan ke atas mereka itu!" Lepas ia berkata demikian, maka matilah ia.
”Maka Saul pun berkenanlah akan hal Stepanus mati dibunuh itu. Maka pada hari itu datanglah aniaya yang besar ke atas sidang jemaat yang di Yeruzalem, lalu berpecah-belahlah mereka itu sekalian ke segenap tanah Yudea dan Samaria, kecuali rasul-rasul sahaja. Maka adalah beberapa orang yang beribadat menguburkan mayat Stepanus, dan meratapkan dia amat sangat. Tetapi Saul itu membinasakan sidang jemaat itu sambil melanggar masuk ke dalam tiap-tiap rumah, serta menghela orang, baik laki-laki baik perempuan, diserahkannya ke dalam penjara.
”Adapun nas yang dibacanya di dalam kitab itu, demikian bunyinya: Bahwa Ia dibawa seperti seekor domba akan disembelih, dan seperti seekor anak domba bisu di hadapan penggunting, demikianlah tiada Ia membuka mulutnya, maka di dalam hal Ia dihinakan itu, hukum yang adil tiada dilakukan ke atasnya; maka siapa dapat menceriterakan bangsa zamannya itu? Karena nyawanya diambil daripada bumi ini.
”Maka Saul yang sedang menyemburkan ugut dan bunuhannya ke atas murid-murid Tuhan itu, sudah pergi kepada Imam Besar, meminta daripadanya beberapa pucuk surat kuasa hendak membawa ke rumah sembahyang di negeri Damsyik, supaya jikalau dijumpainya orang yang menurut jalan agama itu, baik laki-laki baik perempuan, dibawanya berikat ke Yeruzalem. Sedang ia berjalan dekat dengan Damsyik, tiba-tiba memancarlah suatu cahaya dari langit sekeliling dia; maka rebahlah ia ke tanah, lalu didengarnya suatu suara yang mengatakan kepadanya, "Saul, Saul, apakah sebabnya engkau aniayakan Aku?" Maka sahutnya, "Siapakah Engkau, ya Tuhan?" Maka Ia pun bersabda, "Akulah Yesus, yang engkau aniayakan.
”Setelah beberapa hari lamanya, maka bermupakatlah orang Yahudi hendak membunuh dia. Tetapi muslihat mereka itu ketahuanlah kepada Saul. Maka mereka itu pun menunggui segala pintu gerbang siang malam, supaya dapat membunuh dia;
”Maka ia pun bertutur dan berbalah-balah dengan orang Yahudi peranakan Gerika; tetapi mereka itu pun mencari akal hendak membunuh dia.
”Pada masa itu juga Baginda Herodes menyuruh aniayakan beberapa orang sidang jemaat. Maka dibunuhnya Yakub, saudara Yahya, dengan pedang. Apabila dilihatnya bahwa perbuatan itu memperkenankan orang Yahudi, langsunglah ia memegangkan Petrus, yaitu pada hari raya roti yang tiada beragi. Setelah sudah ditangkapnya dia, maka dimasukkannya ke dalam penjara, serta diserahkannya kepada enam belas laskar menjagai dia empat-empat orang bergilir-gilir, maksudnya menghadapkan dia kepada kaum itu kemudian daripada Pasah.
”Maka tatkala orang kafir dan orang Yahudi pun bersama-sama dengan penghulunya bersepakat hendak menganiayakan dan merajam kedua rasul itu, dan keduanya itu pun dapat mengetahui hal itu, lalu lari ke negeri Listera dan Derbe di tanah Likaonia dan daerah jajahannya sekeliling.
”sambil menetapkan hati murid-murid dan menyuruh bertekun di dalam iman dengan katanya, bahwa tak dapat tiada kita masuk kerajaan Allah dengan menanggung beberapa banyak sengsara.
”yaitu orang yang telah menyerahkan nyawanya karena nama Tuhan kita Yesus Kristus.
”Maka orang banyak itu pun berbangkit melawan mereka itu; lalu penghulu negeri itu pun mengoyakkan pakaian mereka itu serta menghukumkan membalun mereka itu dengan galah. Apabila orang itu sudah membalun mereka itu beberapa liang, maka orang itu pun membuangkan mereka itu ke dalam penjara, serta berperintah kepada ketua penjara menjaga mereka itu dengan secukupnya. Maka ia pun setelah sudah menerima perintah yang demikian, lalu memasukkan mereka itu ke dalam penjara tempat yang di dalam sekali, dan memasungkan kakinya dengan kayu pasung.
”Maka daripada satu sahaja Ia menjadikan segala bangsa manusia akan mendiami seluruh muka bumi, setelah ditentukannya perhinggaan yang tetap, dan sempadan tempat kediamannya, supaya mereka itu mencari Allah, mudah-mudahan mereka itu terabakan Dia dan jumpa Dia, meskipun Ia tiada jauh daripada kita masing-masing. Karena di dalam Dia juga kita hidup dan bergerak dan ada, seperti yang dikatakan oleh beberapa pengarang syairmu: Karena kita pun benih daripada-Nya juga.
”Sekarang ketahuilah: Aku ini terikat di dalam Roh pergi ke Yeruzalem, tiadalah aku ketahui apa yang akan berlaku ke atasku di situ, hanyalah Rohulkudus itu menyaksikan aku dari sebuah ke sebuah negeri, menyatakan bahwa pengikat dan sengsara menantikan aku. Tetapi sekali-kali tiada aku mengindahkan nyawaku berharga kepada diriku, asalkan dapat aku menyempurnakan jalan tanggunganku dan jawatan, yang aku telah peroleh daripada Tuhan Yesus, yaitu hendak menyaksikan Injil dari hal anugerah Allah.
”Lalu jawab Paulus, "Apakah gunanya kamu menangis dan menghancurkan hatiku? Karena aku ini rela bukannya diikat sahaja, melainkan mati juga di Yeruzalem karena sebab nama Tuhan Yesus." Sedang ia tiada dapat dinasehatkan, maka kami pun berhentilah sambil berkata, "Kehendak Tuhan jadilah."
”Tatkala mereka itu hendak membunuh dia, maka sampailah kabar kepada panglima laskar, bahwa segenap Yeruzalem di dalam huru-hara.
”Aku sudah menganiayakan orang yang menurut jalan agama ini sehingga membunuh, mengikat dan menyerahkan orang ke dalam penjara, baik laki-laki baik perempuan. Dan lagi Imam Besar juga dapat menyaksikan halku, serta segenap Majelis orang tua-tua pun; daripada mereka itu juga aku terima beberapa pucuk surat kiriman untuk saudara-saudara itu, lalu pergi ke Damsyik hendak membawa juga orang yang di sana berikat ke Yeruzalem, supaya disiksakan.
”Maka kataku: Ya Tuhan, mereka itu sendiri mengetahui bahwa orang yang percaya akan Tuhan sudah kupenjarakan dan kusesah di dalam segala rumah sembahyang. Dan tatkala darah Stepanus, yaitu saksimu, ditumpahkan, aku ada juga berdiri dekat serta memperkenankan, dan menunggu pakaian orang yang membunuh dia.
”Setelah siang hari maka orang Yahudi itu pun bersepakatlah menjunjung sumpah mengatakan, bahwa tiada mereka itu mau makan atau minum sehingga sampai Paulus dibunuhnya. Maka banyaknya mereka itu lebih daripada empat puluh orang yang bersepakat dengan sumpah itu. Sekalian orang itu pun pergilah kepada kepala-kepala imam dan orang tua-tua, serta berkata, "Kami sudah menjunjung sumpah yang besar, bahwa suatu pun tiada kami mau makan sebelum kami membunuh Paulus. Oleh sebab itu sekarang hendaklah kamu dengan Majelis itu menyatakan kepada panglima laskar itu, supaya ia membawa dia turun kepada kamu, seolah-olah kamu bermaksud hendak menyelidiki perkaranya dengan lebih tertibnya. Tetapi kami ini sudah sedia akan membunuh dia sebelum ia datang dekat."
”Dengan sesungguhnya patik ini sudah bersangka sendiri, bahwa wajib patik melakukan beberapa banyak perseteruan lawan nama Yesus orang Nazaret itu. Maka itu pun sudah juga patik perbuat di Yeruzalem, yaitu setelah patik mendapat kuasa daripada kepala-kepala imam, lalu patik kurungkan beberapa banyak orang suci di dalam penjara, dan tatkala mereka itu dibunuh patik pun menyukakannya. Dan kerapkali patik siksakan mereka itu di dalam segala rumah sembahyang itu, dan memaksa mereka itu menghujat, dan sebab tersangat geram akan mereka itu, patik hambat walaupun sampai di negeri asing.
”Oleh sebab segala perkara itulah, maka orang Yahudi itu memegangkan patik di dalam Bait Allah mencoba membunuh patik.
”yaitu hidup yang kekal untuk orang yang mencari kemuliaan dan kehormatan dan peri yang tiada berkebinasaan di dalam berbuat baik dengan tekunnya;
”Tetapi bukannya itu sahaja, melainkan juga kita bermegah-megah di dalam kesukaran, sebab mengetahui, bahwa kesukaran itu mendatangkan sabar,
”Karena tatkala kita lagi lemah, maka Kristus pun matilah karena orang fasik, pada masa yang tetap. Karena jarang sangat seorang mau mati karena orang yang benar. Barangkali karena orang yang baik ada juga orang yang berani mati. Tetapi Allah sudah menyatakan kasih-Nya kepada kita di dalam hal Kristus telah mati karena kita, tatkala kita ditaklukkan oleh dosa. Sedangkan sekarang kita dibenarkan oleh darah-Nya, maka terlebih lagi kita akan beroleh selamat daripada kemurkaan, dengan jalan Dia. Karena jikalau kita, tatkala lagi seteru Allah, diperdamaikan dengan Allah oleh sebab kematian Anak-Nya, maka terlebih pula kita, sesudah diperdamaikan itu, akan beroleh selamat oleh sebab hidup-Nya.
”Atau tiadakah kamu ketahui bahwa seberapa banyak kita yang dibaptiskan ke dalam Kristus Yesus itu, telah dibaptiskan ke dalam maut-Nya? Demikianlah kita dikuburkan serta-Nya oleh baptisan itu ke dalam maut, supaya sebagaimana Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, sedemikian itu juga kita ini pun dapat berjalan di dalam suatu hidup yang baharu. Karena jikalau kita sudah menjadi satu dengan Dia, dengan mengambil bahagian di dalam hal mati-Nya, begitu juga kita menjadi satu dengan Dia di dalam hal kebangkitan-Nya, sedang mengetahui hal ini: Bahwa tabiat kita yang lama sudah disalibkan serta-Nya, supaya diri dosa dilenyapkan, jangan kita diperhambakan lagi oleh dosa; karena orang yang sudah mati itu, sudah dilepaskan daripada dosa.
”Tetapi jikalau kita sudah mati dengan Kristus, yakinlah kita bahwa kita akan hidup juga dengan Dia; sebab kita mengetahui, bahwa Kristus yang sudah dibangkitkan dari antara orang mati itu, tiada mati lagi; maka maut itu pun tiada lagi memegang kuasa atas-Nya. Karena akan hal mati-Nya itu, maka matilah Ia sekali sahaja untuk dosa, tetapi akan hal hidup-Nya itu, hiduplah Ia untuk Allah. Demikianlah juga kamu wajib menghisabkan dirimu mati lepas daripada dosa, tetapi hidup bagi Allah di dalam Kristus Yesus.
”karena jikalau kamu hidup menurut tabiat duniawi, maka kamu akan mati kelak; tetapi jikalau dengan Roh itu kamu mematikan perbuatan tubuh itu, maka kamu akan hidup kelak. Karena seberapa banyak orang yang dipimpin oleh Roh Allah, maka itulah anak-anak Allah.
”Tetapi jikalau anak-anak, maka warislah juga, yaitu waris Allah, dan sewaris dengan Kristus, jikalau kita sama merasa sengsara dengan Dia, supaya sama juga kita dipermuliakan. Karena menurut pendapatku, bahwa sengsara yang pada zaman ini tiada berpadan jikalau dibandingkan dengan kemuliaan yang akan dinyatakan kepada kita.
”Karena kita ketahui, bahwa segenap makhluk itu sama mengerang dan sama merasa kesakitan beranak sampai sekarang ini. Dan bukannya itu sahaja, melainkan kita sendiri pun yang beroleh buah sulung Roh itu, bahkan, kita ini sendiri juga mengerang pada batinnya dengan menanti-nanti hal menjadi anak angkat, yaitu tebus tubuh kita.
”Tetapi kita mengetahui, bahwa segala sesuatu bekerja bersama-sama mendatangkan kebajikan bagi orang yang mengasihi Allah, yaitu bagi orang yang dipanggil menurut kehendak Allah. Karena orang yang dikenal-Nya terdahulu, ia itu juga ditetapkan-Nya terdahulu akan menjadi serupa dengan teladan Anak-Nya, supaya Ia itu menjadi anak sulung di antara beberapa banyak saudara. Dan orang-orang yang ditetapkan-Nya terdahulu, mereka itulah juga dipanggil-Nya, dan orang-orang yang dipanggil-Nya itu, mereka itulah juga dibenarkan-Nya, dan orang-orang, yang dibenarkan-Nya itu, mereka itulah juga dipermuliakan-Nya.
”Sekarang apakah hendak kita katakan atas segala hal itu? Jikalau Allah memihak kita, siapakah lawan kita? Maka Ia yang tiada menahan Anak-Nya sendiri, hanya menyerahkan Dia karena kita sekalian, masakan Ia itu tiada juga mengaruniakan serta-Nya segala sesuatu bagi kita?
”Siapakah yang dapat menceraikan kita daripada kasih Kristus? Kesukarankah atau sengsarakah, atau aniayakah, atau kelaparankah, atau keadaan bertelanjangkah, atau marabahayakah, atau pedangkah? Seperti yang tersurat: Bahwa karena sebab Engkaulah kami dimatikan berhari-hari; maka kami dihisabkan seperti domba yang akan disembelih. Tetapi di dalam segala perkara itu kita sangat menang oleh sebab Dia yang mengasihi kita. Karena aku yakin, bahwa baik maut atau hidup, baik malaekat atau penguasa, baik hal yang ada sekarang ini atau yang akan datang, atau sesuatu kuat kuasa, baik tinggi atau dalam, atau barang makhluk yang lain pun, tiada dapat menceraikan kita daripada kasih Allah, yang di dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.
”Ya Tuhan, nabi-nabi-Mu sudah dibunuh oleh mereka itu, dan segala tempat korban-Mu sudah dibongkarnya; maka aku tinggal seorang diri sahaja, dan mereka itu menuntut nyawaku. Tetapi apakah yang diwahyukan kepadanya? Aku ada lagi tinggal bagi diri-Ku tujuh ribu orang laki-laki yang tiada bertelut kepada Baal. Demikianlah pada masa ini pun ada lagi sisa menurut pilihan anugerah.
”Sebab itu, hai saudara-saudaraku, aku mintalah kamu, oleh sebab segala rahmat Allah, mempersembahkan tubuhmu menjadi korban yang hidup lagi kudus dan yang berkenan kepada Allah, maka itulah ibadatmu yang patut. Dan janganlah kamu menurut teladan orang dunia ini, melainkan ubahkanlah rupamu dengan pembaharuan hatimu, supaya kamu dapat mengenal apa kehendak Allah, yaitu akan hal yang baik dan yang berkenan dan yang sempurna.
”sambil bersukacita di dalam pengharapan, bersabar di dalam sengsara dan bertekun di dalam doa. Tolonglah mencukupkan kekurangan orang suci; gemarlah memberi pertumpangan. Pintakanlah berkat bagi orang yang menganiaya kamu; pintakanlah berkat dan jangan melaknatkan orang.
”Jikalau boleh, dengan seboleh-bolehnya daripada pihak kamu, hendaklah kamu berdamai dengan orang sekalian. Hai kekasihku, janganlah kamu sendiri membalas, melainkan berilah keluasan kepada kemurkaan, karena adalah tersurat: Bahwa kepada Akulah ada pembalasan; Aku ini akan membalaskan, kata firman Tuhan. Melainkan jikalau seterumu lapar, berilah dia makan; jikalau ia dahaga, berilah dia minum. Karena dengan perbuatan yang demikian kelak engkau akan menimbunkan bara api atas kepalanya.
”Hendaklah tiap-tiap orang menaklukkan dirinya ke bawah segala kuasa yang di atasnya itu. Karena tiada kuasa melainkan daripada Allah; maka segala kuasa yang ada itu ditetapkan oleh Allah. Sebab itu barangsiapa yang melawan kuasa itu, ialah melanggar peraturan Allah; tetapi orang yang melanggar itu akan menerima hukuman ke atas dirinya sendiri. Karena segala pemerintah bukannya mendatangkan takut atas perbuatan yang baik, melainkan atas perbuatan yang jahat. Maukah tidak engkau takut akan kuasa itu? Lakukanlah kebajikan, maka engkau akan menerima kepujian daripadanya. Karena ialah hamba Allah yang mendatangkan kebajikan kepadamu. Tetapi jikalau engkau melakukan kejahatan, hendaklah engkau berasa takut, karena bukannya sia-sia dipegangnya pedang itu, sebab ialah hamba Allah, penyampaikan kemurkaan-Nya atas barangsiapa yang melakukan kejahatan.
”Karena jikalau kita hidup, kita hidup bagi Tuhan, atau jikalau kita mati, kita mati bagi Tuhan. Sebab itu jikalau kita hidup atau mati sekalipun, kita ini milik Tuhan. Karena bagi maksud inilah Kristus telah mati dan hidup balik, supaya Ia memerintah menjadi Tuhan atas orang yang sudah mati dan yang hidup.
”melainkan kami mengatakan hikmat Allah yang sudah dirahasiakan dan yang tersembunyi, dan yang sudah ditetapkan Allah terlebih dahulu daripada dunia ini untuk kemuliaan kita, yang tiada dikenal oleh seorang pun daripada raja-raja dunia ini. Karena jikalau mereka itu sudah mengenal dia, niscaya tiadalah mereka itu menyalibkan Tuhan, pohon segala kemuliaan itu, melainkan seperti yang tersurat: Barang yang mata tiada tampak, dan telinga tiada mendengar, dan yang tiada timbul di dalam hati manusia, itulah yang disediakan Allah bagi orang yang mengasihi Dia.
”Tiadakah kamu ketahui bahwa kamu rumah Allah, dan Roh Allah diam di dalam kamu?
”Karena aku sangka, bahwa Allah telah menjadikan kami ini rasul-rasul yang terlebih hina seperti orang yang dihukumkan sampai mati. Karena kami menjadi suatu tamasya kepada isi dunia ini, baik kepada malaekat, baik kepada manusia pun.
”Maka sehingga sampai kepada waktu ini kami menderita lapar, dan dahaga, dan kekurangan pakaian, dan terkena sesah, dan tiada bertempat tetap, dan berlelah-lelah bekerja dengan tangan kami sendiri. Maka hamun orang, kami balas dengan berkat, aniaya orang, kami deritakan, cerca orang, kami balas dengan perkataan yang manis. Maka kami menjadi seperti sampah dunia ini dan sampah sarap di dalam pemandangan orang sekalian, sehingga sampai sekarang ini.
”Atau tiadakah kamu mengetahui bahwa tubuhmu itulah rumah Rohulkudus yang diam di dalammu itu, yang telah kamu peroleh daripada Allah, dan bukan kamu milikmu sendiri? Karena kamu sudah dibeli dengan harga tunai. Sebab itu hendaklah kamu memuliakan Allah dengan tubuhmu.
”Karena seberapa banyak kali kamu makan roti ini dan minum daripada cawan ini, kamu memberitakan kematian Tuhan hingga Ia datang.
”Jikalau aku sedekahkan segala hartaku menjamu orang miskin, dan jikalau aku serahkan tubuhku dibakar, tetapi aku tiada menaruh kasih, niscaya satu pun tiada berfaedah kepadaku. Adapun kasih itu panjang sabar dan penyayang; kasih itu tiada dengki; kasih itu tiada memegahkan dirinya, tiada sombong; tiada melakukan yang tiada senonoh, tiada mencari keuntungan dirinya sahaja; tiada pemarah; tiada menyimpan kesalahan orang; tiada gemar akan lalim, melainkan bersukacita dengan yang benar. Maka ia tahan menanggung segala sesuatu, dan percaya akan segala sesuatu, dan harap akan segala sesuatu, dan sabar akan segala sesuatu.
”Tetapi sesungguhnya Kristus sudah dibangkitkan dari antara orang mati, menjadi buah sulung di antara segala orang yang sudah mati.
”Adapun musuh yang akhir sekali yang dilenyapkan, yaitu maut.
”Setiap-tiap hari aku menahan mati, hai saudara-saudaraku, demi kemegahanku dari hal kamu yang ada padaku di dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.
”Hai orang bodoh! Barang yang engkau ini taburkan, tiada diberi hidup sebelum mati.
”Demikianlah juga kebangkitan orang mati. Adalah ditaburkan dengan peri kebinasaan, dibangkitkan dengan peri tiada kebinasaan; ditaburkan dengan kehinaan, dibangkitkan dengan kemuliaan; ditaburkan dengan kelemahan, dibangkitkan dengan kuasa; ditaburkan tubuh nafsani, dibangkitkan tubuh rohani. Jikalau ada tubuh nafsani, adalah juga tubuh rohani.
”Karena tak dapat tiada keadaan yang akan binasa ini akan memakai keadaan yang tiada akan binasa, dan peri yang akan mati ini tak dapat tiada akan memakai peri yang tiada akan mati. Tetapi apabila keadaan yang akan binasa ini sudah memakai keadaan yang tiada akan binasa, dan peri yang akan mati ini sudah memakai peri yang tiada akan mati, baharulah akan sampai kelak perkataan yang tersurat ini: Bahwa maut sudah ditelan di dalam kemenangan. Hai maut, di manakah kemenanganmu? Hai maut, di manakah sengatmu?
”Segala puji bagi Allah, Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, yaitu Bapa pohon segala rahmat, dan Allah pohon segala penghiburan, yang menghiburkan kita di dalam segala kesukaran kita, supaya dapat kita menghiburkan orang yang di dalam barang sesuatu kesusahan, dengan penghiburan yang kami ini pun telah dihiburkan oleh Allah. Karena sebagaimana sengsara Kristus limpah kepada kami, demikianlah juga penghiburan kami limpah oleh sebab Kristus itu. Tetapi jikalau kami kena sengsara, yaitu karena penghiburan dan keselamatan kamu, dan juga jikalau kami dihiburkan, yaitu karena penghiburan bagimu, yang bekerja di dalam hal kamu menderitakan dengan sabar segala sengsara semacam itu yang kami rasai juga. Maka pengharapan kami untuk kamu telah tetap, sebab mengetahui, bahwa sebagaimana kamu masuk bahagian di dalam segala sengsara itu, demikianlah juga kamu masuk bahagian penghiburan itu.
”Karena tiada kami kehendaki, hai saudara-saudaraku, bahwa kamu tiada mengetahui hal kesukaran yang sudah menimpa kami di tanah Asia: Bahwa sudah ditanggungkan atas kami teramat sangat berat, jauh lebih daripada kekuatan kami, sehingga nyaris putus harap kami akan hidup lagi. Bahkan, kami sendiri menetapkan di dalam diri kami itulah hukum mati, supaya jangan kami harap akan diri kami sendiri, melainkan akan Allah yang membangkitkan orang mati; yang telah melepaskan kami daripada kematian yang sebegitu besar itu, dan yang akan melepaskan kami kelak. Maka kepada-Nyalah kami menaruh harap, bahwa Ia akan melepaskan kami lagi,
”Tetapi benda yang mulia ini ada pada kami di dalam bekas yang daripada tanah, supaya kelebihan kuasanya nyata asal daripada Allah dan bukanlah daripada kami sendiri. Maka kami disesakkan di dalam segala sesuatu, tetapi tiada terapit; kami bimbang hati, tetapi tiada putus harap; kami terkena aniaya, tetapi tiada ditinggalkan, kami diempaskan, tetapi tiada binasa. Senantiasa kami menanggung sengsara kematian Yesus di dalam tubuh kami di mana-mana kami pergi, supaya kehidupan Yesus itu juga dinyatakan kepada tubuh kami. Karena kami yang hidup ini senantiasa terserah kepada maut dari sebab Yesus, supaya kehidupan Yesus itu juga dinyatakan kepada tubuh kita yang akan mati itu. Dengan demikian maut itu bekerja di dalam kami, tetapi hidup itu di dalam kamu.
”Sebab itu tiada kami tawar hati, karena meskipun keadaan kami yang lahir ini dibinasakan, tetapi keadaan yang batin kami itu dibaharui sehari-hari. Karena kesukaran kami yang ringan seketika lamanya itu, mengerjakan berlimpah-limpah bagi kami suatu kemuliaan kekal yang penuh, karena kami tiada memandang barang yang kelihatan itu, melainkan yang tiada kelihatan, sebab barang yang kelihatan itu sementara sahaja; tetapi barang yang tiada kelihatan itu kekal adanya.
”Karena kami mengetahui bahwa jikalau kemah tempat kami diam di dalam dunia ini dirobohkan, kami beroleh sebuah rumah daripada Allah, yaitu suatu tempat kediaman, bukan diperbuat dengan tangan, hanya kekal di surga. Karena itulah sebabnya kami mengeluh di sini serta rindu hendak bersalut dengan rumah kami yang dari surga itu. Jikalau kami bersalut, tiadalah kami didapati bertelanjang. Karena selagi kami di dalam kemah ini, kami mengeluh sebab berat tanggungan, karena tiada kami suka ditelanjangkan, melainkan disalutkan, supaya yang akan mati itu diliputi oleh hidup. Maka yang menyediakan kami kepada hal itu, ialah Allah, yang sudah mengaruniakan kita cengkeram Roh.
”Oleh yang demikian senantiasalah kami menetapkan hati kami sebab mengetahui, bahwa selagi kami diam di dalam tubuh ini, maka kami berjauhan dengan Tuhan. Karena perjalanan kami dengan iman, bukannya dengan penglihatan. Tetapi kami tetap hati dan terlebih suka kami bercerai dengan tubuh, lalu diam beserta dengan Tuhan. Oleh sebab itu juga kami berusaha, baik kami diam di dalamnya baik kami diam di luarnya, menjadi berkenan kepada-Nya.
”Karena kasih Kristus itu menggerakkan hati kami, sebab kami yakin, bahwa Seorang telah mati karena orang sekalian, itulah sebabnya sekaliannya telah mati. Dan Ia telah mati karena orang sekalian, supaya orang yang lagi hidup itu jangan lagi hidup bagi dirinya sendiri, melainkan bagi Dia itu, yang telah mati dan bangkit pula karena mereka itu.
”Oleh sebab itu daripada sekarang ini tiada kami mengenal seorang juapun atas peri manusianya. Meskipun kami sudah mengenal Kristus atas peri manusianya, tetapi sekarang ini tiada lagi kami mengenal Dia seperti yang demikian. Sebab itulah jikalau barang seorang hidup di dalam Kristus, maka ialah kejadian yang baharu; maka perkara-perkara yang lama itu sudah lenyap, bahkan, yang baharu sudah terbit.
”Di dalam barang sesuatu pun tiada kami mendatangkan syak, supaya jangan pekerjaan kami dicela. Melainkan di dalam segala perkara, kami menyatakan diri kami sendiri menjadi hamba Allah, dengan banyak sabar, di dalam sengsara, di dalam kesukaran, di dalam ketakutan, dengan kena sesah, dengan kena penjara, dengan kena berbagai-bagai huru-hara, dengan berlelah, dengan berjaga, dengan puasa; dengan kesucian, dengan pengenalan, dengan panjang hati, dengan kemurahan, di dalam Rohulkudus, dengan kasih yang tulus ikhlas, dengan pemberitaan yang benar, dengan kuat kuasa Allah, dengan senjata kebenaran di tangan kiri dan kanan, dengan kemuliaan dan kehinaan, dengan umpat dan puji; laksana penipu, tetapi juga benar; laksana tiada berkenal, tetapi berkenal juga; seperti mati, tetapi sesungguhnya kami hidup; dengan disiksa, tetapi tiada mati; laksana dukacita, tetapi senantiasa bersukacita; seperti orang miskin, tetapi mengayakan banyak orang; dengan tiada berkepunyaan, tetapi mempunyai sekaliannya.
”Aku berkata demikian, bukannya hendak menyalahkan kamu, karena dahulu sudah kukatakan, bahwa kamu itu di dalam hati kami akan mati bersama-sama dan hidup bersama-sama. Besarlah yakinku kepadamu, dan sangatlah megah aku akan kamu. Penuhlah aku dengan penghiburan, dan aku sarat dengan sukacita di dalam segala kesukaran kami.
”Sedang mereka itu di dalam percobaan yang sangat susah, maka kesukaan mereka itu, beserta dengan kepapaannya yang amat sangat telah mencurahkan kemurahan mereka itu yang berlebih-lebih.
”Pesuruh Kristuskah mereka itu? (aku berkata seperti orang yang sudah hilang akal), aku ini lebih lagi. Di dalam kelelahan terlebih banyak, di dalam penjara berlebih-lebih, disesah terlampau sangat, kerapkali di dalam bahaya maut. Daripada orang Yahudi lima kali aku menerima sesah, tiap-tiap kali empat puluh kurang satu; tiga kali aku dicemuk, sekali aku dirajam, tiga kali karam kapal, sehari semalam aku hanyut di laut, banyak kali di dalam perjalanan, di dalam beberapa bahaya sungai, di dalam beberapa bahaya penyamun, di dalam beberapa bahaya daripada bangsaku, di dalam beberapa bahaya daripada orang kafir, di dalam beberapa bahaya negeri, di dalam beberapa bahaya di padang belantara, di dalam beberapa bahaya di laut, di dalam beberapa bahaya di antara saudara-saudara yang munafik, di dalam kelelahan dan kesusahan, kerapkali berjaga, di dalam kelaparan dan dahaga, kerapkali di dalam puasa dengan kedinginan dan bertelanjang. Dan lagi (lain daripada segala perkara itu, yang tiada termasuk di dalam hal ini) yang menimpa aku setiap hari, yaitu susah akan hal segala sidang jemaat.
”dan oleh sebab menilik segala kelebihan wahyu yang teramat sangat. (Sebab itu) supaya jangan aku membesarkan diriku, maka aku telah diberi suatu duri menikam ke dalam tubuhku, yaitu suatu pesuruh Iblis, yang menggocoh aku, supaya jangan aku membesarkan diriku. Di dalam hal ini sudah tiga kali aku memohon kepada Tuhan, supaya hal itu terlepas daripadaku. Maka firman-Nya kepadaku, "Padalah bagimu anugerah-Ku, karena kuasa-Ku disempurnakan di dalam kelemahan." Sebab itu dengan terlebih suka aku bermegah-megah di dalam segala kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun ke atasku. Maka itulah sebabnya segala kelemahan dan kecelaan dan kesukaran dan aniaya dan kesempitan menjadi kesukaanku karena Kristus. Sebab apabila aku lemah, pada masa itulah aku kuat.
”Karena kamu sudah mendengar hal kehidupanku yang dahulu di dalam agama Yahudi, bahwa aku terlampau sangat menganiayakan sidang jemaat Allah serta membinasakan dia,
”Adapun hidupku ini bukannya aku lagi, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku; tetapi hidup yang sekarang aku hidup di dalam tubuh ini, aku hidup di dalam iman kepada Anak Allah, yang mengasihi aku dan yang menyerahkan diri-Nya karena aku.
”Tetapi sama seperti pada masa itu orang yang diperanakkan atas perihal manusia yang memang itu sudah menganiayakan dia yang diperanakkan atas peri rohani, demikianlah juga sekarang ini.
”Tetapi segala orang yang milik Kristus Yesus itu sudah menyalibkan hawa nafsunya dengan segala cita-cita dan keinginannya.
”Karena barangsiapa yang menabur di dalam hawa nafsunya itu akan menuai kebinasaan daripada hawa nafsunya; tetapi barangsiapa yang menabur di dalam Roh itu, akan menuai hidup yang kekal daripada Roh itu.
”Tetapi dijauhkanlah aku daripada bermegah-megah, kecuali dari hal salib Tuhan kita Yesus Kristus, maka oleh sebabnya juga dunia ini tersalib bagiku, dan aku pun tersalib bagi dunia.
”Maka itulah sebabnya aku ini, Paulus, yang terbelenggu karena Kristus Yesus oleh sebab kamu orang kafir asalnya,
”Sebab itu aku pinta, supaya jangan kamu tawar hati di dalam kesukaranku karena kamu, yang menjadi kemuliaan bagimu. Maka itulah sebabnya aku bertelut sambil memohonkan kepada Bapa itu,
”Maka itulah sebabnya aku ini, Paulus, yang terbelenggu karena Tuhan, minta kamu melakukan dirimu berpadan dengan panggilan yang kamu sudah dipanggil itu, dengan segala kerendahan hati dan lemah lembut serta dengan panjang hati, menaruh sabar sama sendiri dengan kasih,
”dan berjalanlah di dalam kasih, sebagaimana Kristus juga sudah mengasihi kamu dan sudah menyerahkan diri-Nya karena kita menjadi suatu persembahan dan korban yang berbau harum kepada Allah.
”Aku suka kamu mengetahui, hai saudara-saudaraku, bahwa segala perkara yang sudah berlaku atasku itu sudah jadi semata-mata kepada kemajuan berita Injil, sehingga segala hal aku terbelenggu itu menjadi nyata karena Kristus kepada sekalian laskar istana dan orang lain-lain, dan kebanyakan saudara-saudara beroleh pengharapan kepada Tuhan oleh sebab belengguku itu, lalu makin lebih berani mengucapkan firman Allah dengan tiada takut.
”seperti yang kunantikan dengan rindu dan yang kuharap bahwa di dalam suatu pun tiada aku menjadi malu, melainkan dengan segala keluasan hati, seperti sediakala, maka demikian juga sekarang pun, Kristus itu dimuliakan di dalam tubuhku, baik dengan hidup atau mati.
”Karena kepadaku hidup itu Kristus, dan mati itu untung. Tetapi jikalau aku hidup di dalam tubuh ini, menjadi manfaat bagi pekerjaanku, maka tiadalah kutahu apa, yang kupilih; aku bimbang di antara keduanya itu, aku ingin hendak pergi dan diam beserta dengan Kristus, karena itulah yang teramat baik;
”dengan tiada digentarkan oleh lawanmu di dalam barang sesuatu hal, yang nyata bagi mereka itu menjadi tanda kebinasaan, tetapi bagi kamu selamat, yaitu daripada Allah. Karena kepada kamu ini sudah dianugerahkan oleh karena Kristus bukan sahaja percaya akan Dia, melainkan menderita sengsara juga karena Dia,
”Ia sudah merendahkan diri-Nya dan taat sehingga sampai kepada maut, yaitu mati tersalib.
”Tetapi meskipun darahku ditumpahkan menjadi persembahan cucuran ke atas imanmu yang sebagai korban dan ibadat, maka sukacita juga aku dan bersukacita dengan kamu sekalian,
”Karena oleh sebab pekerjaan Kristus sudah hampir ia mati, membuang nyawanya, akan mencukupkan barang yang kurang di dalam hal kamu melayani aku.
”karena kita ini sunat yang betul, kita yang beribadat kepada Allah dengan Roh dan yang memegahkan dari sebab Kristus Yesus, dan tiada berharap akan perkara yang lahir,
”Tetapi barang apa yang dahulu menjadi untung kepadaku, itu juga kubilangkan menjadi rugi oleh karena Kristus. Bahkan, segala sesuatu pun kubilangkan menjadi rugi dibanding dengan kemuliaan makrifat akan Kristus Yesus Tuhanku itu, karena sebab Dialah aku deritakan kerugian segala sesuatu, dan semuanya kubilangkan menjadi sampah, supaya Kristus menjadi keuntunganku, dan aku nyata di dalam Dia, bukannya dengan menaruh kebenaran sendiri yang daripada syariat Taurat, melainkan dengan kebenaran yang terbit oleh sebab iman akan Kristus, yaitu kebenaran yang daripada Allah oleh sebab iman, supaya dapat aku mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya dan persekutuan di dalam sengsara-Nya, akan menjadi serupa dengan Dia di dalam hal mati-Nya, kalau-kalau aku dapat sampai kepada kebangkitan dari antara orang mati itu.
”Tetapi tanah air kita ada di surga, dari sana juga kita menantikan Juruselamat, yaitu Tuhan Yesus Kristus, yang akan mengubahkan rupa tubuh kita yang hina ini menjadi serupa dengan tubuh-Nya yang mulia itu, menurut seperti kuat kuasa-Nya yang dapat menaklukkan segala sesuatu kepada diri-Nya.
”Bersukacitalah kamu di dalam Tuhan senantiasa, dan lagi sekali aku mengatakan: Bersukacitalah kamu.
”Jangan kamu kuatir akan barang sesuatu hal, melainkan di dalam tiap-tiap sesuatu biarlah segala kehendakmu dinyatakan kepada Allah dengan doa dan permintaan serta dengan mengucap syukur. Dan sejahtera Allah yang melebihi segala akal itu akan mengawali hatimu dan pikiranmu di dalam Kristus Yesus.
”Sekarang aku berasa sukacita di dalam sengsara yang kutanggung karena kamu, dan menggenapkan di dalam diriku jumlah sengsara Kristus karena tubuh-Nya, yaitu sidang jemaat.
”Sebab itu jikalau kamu sudah dibangkitkan beserta dengan Kristus, carilah perkara yang di atas, di mana Kristus ada, duduk-Nya di sebelah kanan Allah. Tetapkanlah pikiranmu di dalam perkara yang di atas, jangan di dalam perkara yang di bumi. Karena kamu sudah mati, dan hidupmu ada terselindung beserta dengan Kristus di dalam Allah. Apabila Kristus, yang menjadi hayat kita, akan dinyatakan kelak, lalu kamu pun akan dinyatakan beserta dengan Dia di dalam kemuliaan. Padamkanlah segala nafsu duniawi, yaitu zinah, najis, hawa nafsu, keinginan yang jahat, dan lagi tamak yang serupa dengan penyembah berhala;
”sedangkan kamu mengetahui, bahwa daripada Tuhan kamu akan menerima warisan itu menjadi balasan bagimu. Karena kamu menjadi hamba kepada Tuhan Kristus.
”Maka kamu ini sudah menjadi penurut teladan kami dan teladan Tuhan; meskipun di dalam beberapa sengsara, kamu sudah menerima firman itu dengan kesukaan yang datang daripada Rohulkudus,
”yang sudah membunuh Tuhan Yesus dan juga beberapa nabi, dan sudah menghambat kami ke luar. Maka mereka itu tiada menyukakan Allah dan melawan segala manusia,
”supaya jangan seorang pun bergoyang di dalam segala kesusahan ini. Karena kamu sendiri mengetahui bahwa bagi hal inilah kita telah ditetapkan. Karena tatkala kami bersama-sama dengan kamu, sudah kami katakan kepadamu terlebih dahulu bahwa kita akan merasai susah, sebagaimana yang sudah jadi dan kamu pun mengetahui.
”Maka kami tiada suka, hai saudara-saudaraku, yang kamu tiada mengetahui dari hal orang mati, supaya jangan kamu berdukacita sama seperti orang-orang lain yang tiada menaruh harap. Karena jikalau kita percaya bahwa Yesus sudah mati dan bangkit pula, demikianlah juga orang yang mati di dalam iman kepada Yesus itu akan dibawa Allah beserta-Nya. Karena kami mengatakan demikian ini kepadamu dengan firman Tuhan, bahwa kita yang sedang hidup ini dan yang tertinggal hingga kepada kedatangan Tuhan, tiada akan mendahului orang yang sudah mati.
”yang sudah mati karena kita, sehingga baik kita jaga baik kita tidur, kita hidup bersama-sama dengan Dia.
”Hendaklah kamu bersukacita senantiasa; dan berdoa dengan tiada berkeputusan; dan ucapkanlah syukur di dalam segala sesuatu, karena inilah kehendak Allah di dalam Kristus Yesus kepada kamu.
”sehingga kami sendiri megah akan hal kamu di dalam segala sidang jemaat Allah, sebab tekun dan imanmu di dalam segala aniaya dan kesusahan yang kamu tanggung. Itulah menjadi suatu tanda hukuman Allah yang adil, bahwa kamu dihisabkan berlayak bagi kerajaan Allah, maka karena itulah juga kamu merasai sengsara; sedangkan pada pemandangan Allah menjadi adil membalaskan kesusahan kepada orang yang menyusahkan kamu, dan kepada kamu yang disusahkan itu membalaskan kesenangan beserta dengan kami, pada masa Tuhan Yesus itu dinyatakan dari surga dengan segala bala tentara malaekat-Nya, dengan api yang bernyala, membalas atas segala orang yang tiada mengaku Allah, dan atas segala orang yang tiada mau menurut Injil Tuhan kita Yesus. Maka mereka itu akan terkena siksa kebinasaan yang kekal, dijauhkan dari hadirat Allah dan dari kemuliaan kodrat-Nya, pada masa Ia akan datang kelak supaya dipermuliakan di dalam segala orang suci-Nya, dan menjadi suatu ajaib pada Hari itu kepada segala orang yang percaya, karena kesaksian kami kepadamu itu dipercayai.
”sambil membubuh bagi dirinya alas yang baik hingga kepada masa yang akan datang, supaya mereka itu mencapai hidup yang sungguh itu.
”Sebab Allah sudah mengaruniai kita bukannya suatu roh penakut, melainkan roh kuasa dan kasih dan memerintahkan diri. Sebab itu janganlah malu tentang hal mengaku Tuhan kita, dan jangan malu sebab aku yang terbelenggu karena Tuhan, melainkan hendaklah engkau bersama-sama merasai sengsara karena Injil menurut kuasa Allah, yang sudah menyelamatkan kita, dan memanggil kita dengan panggilan yang kudus, bukannya menurut kadar perbuatan kita, melainkan menurut maksud-Nya sendiri dan anugerah yang dikaruniakan kepada kita di dalam Kristus Yesus dahulu daripada zaman yang azali, tetapi sekarang telah nyata oleh kedatangan Juruselamat kita Kristus Yesus, yang sudah melenyapkan maut, dan menimbulkan hidup dan peri yang tiada berkebinasaan dengan Injil,
”Maka itulah sebabnya aku menderitakan segala perkara ini. Tetapi tiada juga aku malu, karena aku tahu kepada siapa yang sudah kupercayai, dan yakinlah aku bahwa Ia berkuasa akan memeliharakan petaruhanku hingga kepada Hari itu.
”Hendaklah engkau sama-sama menderita sengsara dengan aku seperti seorang laskar Kristus Yesus yang baik. Maka tiada seorang laskar pun yang sedang berperang itu mengusutkan hatinya dengan perkaranya sendiri, supaya ia menyukakan yang sudah mengerah dia menjadi laskar.
”Ingatlah akan Yesus Kristus keturunan Daud, sudah bangkit dari antara orang mati, sama seperti Injil yang aku beritakan itu; maka oleh sebab hal itulah aku menanggung sengsara, sehingga terbelenggu, seolah-olah orang durjana, tetapi firman Allah bukannya terbelenggu. Itulah sebabnya aku deritakan segala sesuatu oleh karena segala orang yang terpilih, supaya mereka itu pun beroleh selamat yang di dalam Kristus Yesus beserta dengan kemuliaan yang kekal. Maka inilah perkataan yang sungguh, "Bahwa jikalau kita sudah mati serta-Nya, kita akan hidup serta-Nya juga; dan jikalau tahan kita menderita, kita akan memerintah serta-Nya; jikalau kita menyangkal Dia, maka Ia pun akan menyangkal kita;
”Tetapi engkau ini sudah menurut pengajaranku, dan kelakuanku, dan tujuanku, dan imanku, dan panjang sabarku, dan kasihku, dan tekunku, dan segala aniaya dan sengsara yang berbagai-bagai sudah menimpa aku di Antiokhia, dan di Ikonium, dan di Listera. Alangkah banyaknya aniaya sudah aku kena, tetapi daripada sekalian itu Tuhan sudah melepaskan aku! Bahkan, segala orang yang hendak hidup beribadat kepada Allah di dalam Kristus Yesus akan terkena aniaya.
”Tetapi hendaklah engkau ini beringat di dalam segala perkara, tanggunglah kesukaran, kerjakanlah pekerjaan guru Injil, lakukanlah kewajibanmu dengan secukupnya. Karena aku telah sedia dipersembahkan, dan masa ajalku sudah sampai. Aku telah berusaha dengan bersungguh-sungguh di dalam peperangan iman, aku telah menyempurnakan usahaku, aku telah memeliharakan iman; pada akhirnya makota kebenaran telah tersedia bagiku yang akan dikaruniakan kepadaku pada Hari itu oleh Tuhan, yaitu hakim yang adil itu; dan bukan kepadaku sahaja, melainkan juga kepada sekalian orang yang telah sangat gemar akan kedatangan-Nya.
”Daripada Paulus, seorang yang terbelenggu karena Kristus Yesus, serta Timotius, saudara itu, datang kepada Pilemon yang kami kasihi, dan yang menjadi teman kami di dalam pekerjaan,
”tetapi oleh sebab kasih maka terlebih suka aku meminta kepadamu, yaitu aku ini, Paulus, orang yang tua, dan sekarang lagi terbelenggu karena Kristus Yesus,
”Tetapi kita menengok Dia yang seketika lamanya telah dijadikan sedikit rendah daripada segala malaekat itu, yaitu Yesus, yang dikenakan makota kemuliaan dan kehormatan, oleh sebab sengsara mautnya, sehingga dengan anugerah Allah Ia merasai mati karena segala manusia. Karena sudah patut kepada Allah, yang karena-Nya dan oleh-Nya juga ada segala sesuatu, supaya Ia, yang membawa beberapa banyak anak kepada kemuliaan, menyempurnakan Penganjur keselamatan mereka itu dengan banyak sengsara.
”Sebab itu, sedang anak-anak itu sama-sama ada berdaging dan berdarah, maka Ia pun demikian juga keadaan-Nya, supaya dengan maut itu ditiadakan-Nya dia, yang memegang kuasa maut, yaitu Iblis. Dan supaya dilepaskan-Nya seberapa banyak orang yang oleh sebab takut akan maut itu tertawan seumur hidupnya di dalam perhambaan.
”Jikalau begitu, tetaplah suatu Masa Perhentian bagi kaum Allah. Karena orang yang sudah masuk ke dalam perhentian-Nya itu telah berhenti sendiri daripada pekerjaannya, sama seperti sudah diperbuat Allah. Sebab itu, hendaklah kita mengusahakan diri masuk ke dalam perhentian itu, supaya jangan seorang pun jatuh, seperti teladan durhaka itu.
”Maka Ia pun, tatkala di dalam keadaan manusia, sudah mempersembahkan doa dan permintaan kepada Yang Berkuasa menyelamatkan Dia daripada maut, dengan teriak yang kuat, dan dengan air mata-Nya, maka doa-Nya dikabulkan dari sebab ketakutan-Nya akan Allah; sungguhpun Ia Anak, tetapi sudahlah Ia belajar taat dengan segala sesuatu yang dirasai-Nya itu, maka setelah Ia disempurnakan, baharulah Ia menjadi pohon selamat yang kekal bagi segala orang yang bertaat kepada-Nya,
”Tetapi ingatlah akan masa yang dahulu itu, tatkala hatimu sudah diterangkan, lalu kamu menderita azab sengsara dengan perlawanan yang amat sangat; dan separuhnya kamu menjadi suatu tamasya orang dengan segala nista atau aniaya, dan separuhnya terbabit dengan orang yang terkena seperti yang demikian itu. Karena kamu sudah menunjukkan kasihan atas orang yang terpenjara, dan dengan rela juga kamu kabulkan milikmu menjadi rampasan, sebab mengetahui bahwa kamu sendiri ada milik yang terlebih baik, lagi kekal. Sebab itu janganlah kamu menghilangkan harap percayamu yang mendatangkan pahala yang besar.
”Di dalam iman juga sekaliannya itu sudah mati dengan tiada sempat menerima perjanjian itu, tetapi menurut imannya tampak sekaliannya itu serta menyambut dari jauh, sambil mengaku dirinya orang dagang dan penumpang di dalam dunia ini. Karena orang yang berkata demikian itu menyatakan bahwa negeri sendiri yang dicarinya. Dan jikalau sungguh mereka itu sudah ingat akan negeri yang dari mana mereka itu datang, maka tak dapat tiada mereka itu sudah ada kesempatan akan kembali. Tetapi yang sebenarnya mereka itu ingin akan sebuah negeri yang lebih baik, yaitu yang samawi; itulah sebabnya Allah tiada berasa malu akan mereka itu, disebutkan Tuhan mereka itu, karena Ia sudah menyediakan sebuah negeri bagi mereka itu.
”maka relalah ia teraniaya bersama-sama dengan kaum Allah daripada menyukakan kesukaan yang berdosa seketika lamanya; karena pada pemandangannya kecelaan dari hal Kristus itu lebih besar harganya daripada segala kekayaan Mesir, sebab ia memandang kepada pahala. Dari sebab iman juga ia meninggalkan tanah Mesir dengan tiada takut akan murka raja itu, karena tetaplah ia seolah-olah ia nampak Yang tiada kelihatan.
”Dan apakah lagi yang hendak kukatakan? Karena waktuku suntuk jikalau aku menceriterakan hal Gideon, dan Barak, dan Simson, dan Yepta, dan Daud, dan Semuel, dan segala nabi itu, maka dari sebab iman juga mereka itu sudah menewaskan beberapa kerajaan, melakukan perbuatan yang benar, beroleh segala perjanjian, menutup mulut singa, memadamkan kuasa api, melepaskan diri daripada mata pedang, dan daripada lemah sudah menjadi kuat, dan makin gagah di dalam peperangan, dan mengundurkan segala bala tentara musuh sehingga lari. Maka ada beberapa perempuan mendapat balik orangnya hidup daripada mati; yang lain disengsarakan, maka tiada mereka itu mau menerima kelepasannya, supaya memperoleh kebangkitan yang lebih baik; maka orang lain pula terkena pencobaan dengan olok-olok dan sesah, dan lagi belenggu dan penjara; dan dirajam, dan digergaji, dan dicobai, dan mati dibunuh dengan pedang, mengembara dengan berpakaiankan kulit domba dan kulit kambing, maka berkekurangan mereka itu, dan dianiayakan dan disiksakan, (sebenarnya tiada layak isi dunia ini akan mereka itu), maka mereka itu mengembara di padang belantara dan segala gunung, dan gua dan lubang-lubang tanah.
”Oleh sebab itu, sedangkan kita dilingkungi dengan sebegitu banyak orang yang menyaksikan seperti awan rupanya, maka hendaklah kita membuangkan tiap-tiap pikulan yang berat, dan dosa yang mudah menjerat kita, dan biarlah kita berlari dengan tekun di dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita,
”serta memandang kepada Yesus, yang mengadakan dan menyempurnakan iman. Maka Ia pun, karena kesukaan yang menanti Dia sudah menderita sengsara salib dengan tiada mengindahkan malunya, lalu duduk di sebelah kanan arasy Allah. Oleh sebab itu timbangkanlah Dia, yang sudah menderitakan segala perkataan orang berdosa yang mengatas melawan Dia, supaya jangan kamu jemu dengan tawar hatimu. Maka kamu belum lagi melawan sehingga berdarah di dalam hal berlawan dengan dosa,
”Sebab itulah Yesus pun, supaya dapat menguduskan kaum itu dengan darah-Nya sendiri, sudah menderita sengsara di luar pintu gerbang. Dengan hal yang demikian biarlah kita keluar menghadap Dia di luar tempat segala kemah itu, serta menanggung kecelaan-Nya. Karena di sini kita tiada mempunyai sebuah negeri yang kekal, melainkan kita cari negeri yang akan datang.
”Hai saudara-saudaraku, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan, sifatkanlah semuanya itu kesukaan sahaja, oleh sebab mengetahui, bahwa ujian imanmu itu mengerjakan tekun. Biarlah tekun itu bekerja dengan sempurnanya, supaya kamu jadi sempurna dan cukup lengkap, dan tiada berkekurangan di dalam sesuatu apa pun.
”Berbahagialah orang yang sabar menanggung pencobaan, karena sesudah ia tahan uji, ia akan menerima kelak makota hidup, yang dijanjikan Allah kepada segala orang yang mengasihi Dia.
”Hai saudara-saudaraku, ambillah teladan kesusahan dan sabar segala nabi, yang sudah bersabda dengan nama Tuhan. Ingatlah, bahwa orang yang bersabar itu kita bilangkan berbahagia; maka kamu telah mendengar akan sabar Ayub, dan kamu sudah nampak kesudahan perbuatan Tuhan, bahwa sangatlah kasihan dan rahmat Tuhan adanya.
”akan mendapat warisan yang tiada akan binasa dan tiada bercacat dan tiada akan layu, tersimpan di dalam surga bagi kamu, yang dengan kuasa Allah terpelihara dari sebab iman menuju kepada keselamatan yang sedia akan dinyatakan pada akhir zaman.
”maka Ialah kamu hampiri, yaitu batu yang hidup, sungguhpun dibuang oleh manusia, tetapi pada pemandangan Allah terpilih, lagi indah, maka hendaklah kamu pun, seperti batu yang hidup, dibangunkan menjadi sebuah rumah yang rohani dan imamat yang kudus, supaya mempersembahkan korban rohani, yang berkenan kepada Allah oleh sebab Yesus Kristus.
”Karena bagi maksud inilah kamu sudah dipanggil; sebab Kristus sudah menanggung sengsara juga karena kamu, ditinggalkan-Nya suatu teladan bagimu, supaya kamu mengikut kesan-Nya. Ialah yang tiada berbuat dosa, tiada pula didapati tipu daya dari dalam mulut-Nya; tatkala Ia kena nista, tiada membalas dengan nista, dan tatkala Ia kena sengsara, tiada mengugut, melainkan menyerahkan diri-Nya kepada Allah yang menghakimkan dengan adilnya.
”Tetapi jikalau kamu terkena sengsara oleh sebab hal yang benar, kamu berbahagia; dan ugut orang janganlah kamu takut, dan jangan kamu terkejut.
”Sebab Kristus pun sudah sekali merasai mati karena dosa-dosa orang, yaitu Orang benar karena orang-orang yang tiada benar, supaya Ia membawa kita kepada Allah; sungguhpun Ia mati dibunuh di dalam tubuh, tetapi hidup di dalam roh.
”Hai kekasihku, janganlah kamu heran akan hal api pencobaan di antara kamu, yang akan datang ke atasmu menguji kamu, seolah-olah suatu perkara yang ajaib berlaku atasmu, melainkan oleh sebab kamu beroleh bahagian di dalam sengsara Kristus, bersukacitalah kamu; supaya pada masa kelihatan kemuliaan-Nya kelak kamu akan bersukacita dan bersukaria. Jikalau kamu terkena cela karena nama Kristus berbahagialah kamu, karena Roh kemuliaan, yaitu Roh Allah diam di atas kamu.
”tetapi jikalau barang seorang terkena sengsara oleh sebab ia orang Kristen, janganlah ia malu, melainkan dengan nama itu hendaklah ia memuliakan Allah.
”Sebab itu hendaklah segala orang yang merasai sengsara menurut seperti kehendak Allah menyerahkan jiwanya kepada Khalik yang setiawan, sambil melakukan yang benar.
”Dan apabila kelihatan kelak Penghulu gembala itu, maka kamu akan beroleh makota kemuliaan yang tiada akan layu.
”Sebab itu hendaklah kamu merendahkan dirimu ke bawah tangan Allah Yang Mahakuasa itu, supaya Ia meninggikan kamu pada masanya; serahkanlah segala kuatirmu kepada-Nya, karena Ialah yang memperdulikan kamu. Hendaklah kamu beringat, hendaklah kamu berjaga-jaga; adapun Iblis, seterumu itu, seperti singa yang mengaum berjalan-jalan mencari siapa yang dapat dilulurnya. Lawanlah dia dengan imanmu yang teguh, sebab mengetahui bahwa segala sengsara yang semacam itu juga ada berlaku di atas segala saudaramu yang di dalam seluruh dunia ini. Maka Allah, pohon segala anugerah, yang sudah memanggil kamu masuk kemuliaan-Nya yang kekal itu di dalam Kristus, sesudahnya kamu merasai sengsara di dalam sedikit masa, sendiri akan menjadikan kamu sempurna dan tetap dan kuat dan beralas.
”bukannya seperti Kain, yang berasal daripada si Jahat, membunuh saudaranya. Apakah sebabnya ia membunuh dia? Sebab segala perbuatannya jahat, dan perbuatan saudaranya itu benar adanya.
”Hai saudara-saudaraku, janganlah heran, jikalau dunia ini membenci kamu. Maka kita ini mengetahui bahwa kita telah lepas daripada mati menuju hidup, karena kita mengasihi segala saudara. Maka orang yang tiada mengasihi, tinggallah di dalam maut. Barangsiapa yang membenci saudaranya, ialah seorang pembunuh; dan kamu mengetahui bahwa kepada seorang pembunuh tiada ada hidup yang kekal di dalam dirinya. Dengan yang demikian kita sudah mengetahui kasih yang benar, oleh sebab Ia sudah menyerahkan nyawa-Nya karena kita; maka patutlah kita pun menyerahkan nyawa kita karena segala saudara.
”Hai anak-anakku, kamu ini daripada Allah, dan telah mengalahkan mereka itu, karena terlebih besarlah Ia yang ada di dalam kamu daripada dia yang ada di dalam dunia.
”Karena barang apa pun yang berasal daripada Allah mengalahkan dunia; maka inilah kemenangan yang mengalahkan dunia, yaitu iman kita. Siapakah dia yang mengalahkan dunia ini, melainkan hanya orang yang percaya bahwa Yesus itu Anak Allah?
”Tengoklah, Ia datang dengan awan, dan Ia akan kelihatan kepada tiap-tiap mata, demikian juga kepada orang yang menikam Dia; maka segala bangsa di dunia ini akan memandang Dia serta meratap. Bahkan, Amin. "Aku inilah Alif dan Ya," demikianlah firman Allah Tuhan itu, Yang ada, dan Yang sudah sedia ada, dan Yang akan datang kelak, yaitu Yang Mahakuasa.
”dan yang hidup. Aku sudah mati, maka tengoklah, sekarang Aku hidup selama-lamanya, serta ada pada-Ku anak kunci maut dan alam maut.
”Barangsiapa yang bertelinga, hendaklah ia mendengar kata Roh itu kepada segala sidang jemaat. Maka kepada orang yang menang, kepadanyalah Aku akan memberi makan buah pohon hayat yang di dalam Firdaus Allah."
”"Suratkanlah kepada malaekat sidang jemaat yang di Smirna seperti yang demikian: Inilah sabda daripada Dia yang awal dan yang akhir, yang sudah mati, lalu hidup balik: Aku tahu kesusahanmu dan kepapaanmu (tetapi engkau kaya), dan Aku tahu hujat daripada orang-orang yang mengatakan dirinya orang Yahudi, tetapi bukan, melainkan suatu jemaat Iblis. Janganlah engkau takut akan segala kesusahan yang akan engkau rasai kelak. Tengoklah, Iblis itu hendak memasukkan setengah daripada kamu ke dalam penjara, supaya kamu dicobai; dan kamu mendapat kesusahan kelak sepuluh hari lamanya. Biarlah engkau setia sehingga mati, dan Aku akan memberi engkau makota hayat itu.
”Barangsiapa yang bertelinga, hendaklah ia mendengar kata Roh itu kepada segala sidang jemaat. Maka orang yang menang, sekali-kali tiada akan terkena bahaya maut yang kedua itu."
”Aku tahu di mana engkau diam, yaitu di tempat Iblis bertakhta. Engkau berpegang kepada nama-Ku dan tiada menyangkal iman kepada-Ku, walaupun di dalam masa Antipas, saksi-Ku yang setia itu, yang sudah dibunuh di hadapan kamu, di tempat Iblis diam.
”Barangsiapa yang bertelinga, hendaklah ia mendengar kata Roh kepada segala sidang jemaat. Maka kepada orang yang menang, kepadanyalah Aku akan memberi Manna yang tersembunyi itu, dan Aku akan memberi kepadanya suatu batu putih dan pada batu itu tersurat suatu nama baharu, yang tiada diketahui oleh seorang pun, melainkan oleh orang yang menerima dia."
”Maka orang yang menang, dan yang memeliharakan segala pekerjaan-Ku hingga kesudahannya, maka Aku memberi dia kuasa atas segala orang kafir; dan ia akan memerintah mereka itu dengan tongkat besi, seperti periuk belanga tanah pun diremukkan orang, yaitu dengan kuasa, sebagaimana Kuperoleh daripada Bapa-Ku; dan Aku akan memberi dia bintang fajar itu. Barangsiapa yang bertelinga, hendaklah ia mendengar kata Roh kepada segala sidang jemaat."
”Maka orang yang menang akan dipakaikan dengan pakaian putih dan sekali-kali tiada Aku akan menghapuskan namanya dari dalam kitab hayat, dan Aku akan mengakui namanya di hadapan Bapa-Ku dan di hadapan segala malaekat-Nya. Barangsiapa yang bertelinga, hendaklah ia mendengar kata Roh kepada segala sidang jemaat."
”Maka orang yang menang, hendak Kujadikan dia suatu tiang di dalam rumah Tuhan-Ku, dan sekali-kali tiada ia akan keluar dari situ; dan Aku akan menyuratkan kepadanya nama Tuhan-Ku dan nama negeri Tuhan-Ku, yaitu Yeruzalem yang baharu yang turun dari surga daripada Tuhan-Ku itu, dan lagi nama-Ku yang baharu itu. Barangsiapa yang bertelinga, hendaklah ia mendengar kata Roh kepada segala sidang jemaat."
”Maka orang yang menang, Aku memberi dia duduk dengan Aku di atas arasy-Ku, sebagaimana Aku juga menang serta duduk dengan Bapa-Ku di atas arasy-Nya. Barangsiapa yang bertelinga, hendaklah ia mendengar kata Roh kepada segala sidang jemaat."
”Tatkala Anak domba itu membuka meterai yang kelima itu, aku tampak di bawah tempat persembahan itu segala jiwa orang yang telah terkena bunuh karena firman Allah dan karena kesaksian yang dipegang oleh mereka itu; maka berteriaklah mereka itu dengan suara besar, katanya, "Berapa lamakah lagi, ya Tuhan yang kudus dan yang benar, Engkau tiada menghukumkan dan membelakan darah kami ke atas segala orang yang duduk di bumi itu?" Maka kepada masing-masing dikaruniakanlah sehelai jubah putih, dan dikatakan kepada mereka itu bahwa haruslah mereka itu bersabar di dalam sedikit masa, sehingga genap bilangan segala orang yang sertanya menjadi hamba, yaitu saudara-saudaranya yang akan dibunuh kelak sama seperti mereka itu juga.
”Kemudian daripada itu aku tampak ada suatu perhimpunan besar, yang tiada seorang pun dapat menghitung, yaitu daripada segala bangsa dan segala suku dan segala kaum dan segala bahasa, berdirilah sekaliannya di hadapan arasy dan di hadapan Anak domba itu, berjubah putih, dan pelepah kurma di dalam tangannya;
”Maka seorang dari antara ketua-ketua itu bertanya serta berkata kepadaku, "Orang-orang yang berjubah putih ini, siapakah mereka itu dan dari manakah mereka itu datangnya?" Lalu kataku kepadanya, "Tuan juga yang mengetahuinya." Maka katanya kepadaku, "Inilah orang-orang yang datang ke luar daripada kesusahan besar itu, dan mereka itu sudah membasuh jubahnya dan memutihkan dengan darah Anak domba itu. Maka itulah sebabnya mereka itu ada di hadapan arasy Allah, dan mereka itu beribadat kepada-Nya siang malam di dalam rumah-Nya; dan Ia yang duduk di atas arasy itu akan membentangkan kemah-Nya menaungi mereka itu. Maka tiada mereka itu akan lapar atau dahaga lagi, dan tiada mereka itu dipukul oleh panas matahari atau barang sesuatu yang hangat, karena Anak domba yang di tengah arasy itu akan menjadi gembala mereka itu, dan akan membawa mereka itu kepada segala mata air hayat; maka Allah pun akan menyapukan segala air mata daripada mata mereka itu."
”Segala orang kafir itu sudah naik marahnya, tetapi murka-Mu sudah sampai, dan ketika orang mati dihukumkan, dan sudah sampai ketika memberi pahala segala hamba-Mu, yaitu nabi-nabi dan orang-orang suci dan orang yang takut akan nama-Mu, baik kecil baik besar; dan lagi sudah sampai ketika membinasakan segala orang yang merusakkan bumi ini."
”Sekaliannya itu sudah mengalahkan dia oleh sebab darah Anak domba itu, dan oleh sebab perkataan kesaksian mereka itu; dan mereka itu tiada menyayangi nyawanya, walaupun sampai mati.
”Maka naiklah marah naga akan perempuan itu, lalu pergi memerangi benih perempuan itu yang lagi tinggal, yaitu segala orang yang menurut hukum-hukum Allah serta berpegang kepada kesaksian Yesus itu. Lalu berdirilah ia di atas pantai laut.
”dan ia pun diluluskan membuka peperangan dengan segala orang suci dan menewaskan dia, dan diberi kuasa atas tiap-tiap suku dan kaum dan bahasa dan bangsa.
”Maka ia pun diberi kuasa memberi nafas kepada patung binatang itu, supaya patung binatang itu berkata-kata, dan membuat seberapa banyak orang yang tiada menyembah patung binatang itu supaya dibunuh, dan ia membuat sekalian orang, kecil besar, kaya miskin, merdeka atau hamba, supaya semuanya itu diberi suatu tanda di tangan kanannya atau di dahinya; dan seorang pun tiada boleh berjual beli melainkan orang yang ada padanya tanda itu, yaitu nama binatang itu atau angka bilangan huruf namanya itu. Maka inilah "hikmat". Biarlah orang yang mengerti, menghitung bilangan angka binatang itu; karena itulah bilangan angka manusia. Adapun jumlahnya itu enam ratus enam puluh enam.
”Di dalam hal inilah patut bagi segala orang suci menunjukkan sabar, yaitu bagi orang yang menurut segala hukum Allah dan iman akan Yesus." Maka kudengar suatu suara dari langit berkata, "Suratkanlah seperti yang demikian ini: Berbahagialah segala orang yang sudah mati, yaitu mati di dalam Tuhan daripada sekarang ini. Bahkan, kata Roh itu, mereka itu akan berhenti daripada segala kelelahannya; karena segala perbuatannya mengikut menyertai mereka itu."
”Maka aku tampak perempuan itu mabuk darah, yaitu darah segala orang suci dan darah segala saksi Yesus itu. Maka heranlah aku melihat dia dengan heran yang amat sangat.
”dan cahaya pelita sekali-kali tiada akan bercahaya lagi di dalammu, dan suara mempelai laki-laki dan mempelai perempuan pun sekali-kali tiada akan terdengar lagi di dalammu. Karena segala saudagarmu itu orang besar-besar di dunia; oleh sebab hobatanmu telah tersesat segala bangsa. Maka di dalamnya itu didapati darah segala nabi dan orang suci, dan darah segala orang yang dibunuh di atas bumi ini."
”dan Ia berjubah yang dipercik dengan darah, dan nama-Nya dikatakan, "Firman Allah." Maka segala tentara yang di surga mengiringkan Dia dengan menunggang kuda putih, berkainkan kain kasa putih lagi bersih.
”Maka aku tampaklah beberapa takhta, dan ada orang duduk di atasnya, maka kepada mereka itu diserahkan kuasa menghukumkan; dan lagi aku tampak segala nyawa orang yang dipancung kepalanya sebab menyaksikan Yesus dan firman Allah, dan yang tiada menyembah binatang itu atau patungnya, dan yang tiada bertanda di dahinya atau di tangannya. Maka mereka itu sekalian hidup balik dan memerintah beserta dengan Kristus seribu tahun lamanya. Tetapi segala orang mati yang lain itu tiada hidup balik sehingga genap seribu tahun itu; maka inilah kebangkitan yang pertama. Berbahagialah dan kuduslah orang, yang masuk bahagian di dalam kebangkitan yang pertama itu; maka mati yang kedua tiada berkuasa atas mereka itu, melainkan mereka itu menjadi imam kepada Allah dan kepada Kristus, dan akan memerintah beserta dengan Dia seribu tahun lamanya.
”dan Ia akan menyapukan segala air mata daripada matanya, maka tiadalah akan ada lagi maut, atau perkabungan, atau tangisan, atau kesakitan pun tiada akan ada lagi, karena segala perkara yang pertama sudah lenyap." Maka Ia yang duduk di atas arasy itu pun berfirman, "Tengoklah, Aku jadikan semuanya baharu." Dan lagi firman-Nya, "Suratkanlah, karena perkataan inilah tetap dan benar." Maka firman-Nya kepadaku, "Sudahlah genap; Aku inilah Alif dan Ya, yaitu Yang awal dan Yang akhir. Kepada orang yang dahaga kelak Aku akan memberi minum daripada mata air hayat dengan percuma.
”Maka orang yang menang itu kelak akan mewarisi segala perkara ini; maka Aku akan menjadi Tuhannya, dan ia akan menjadi anak kepada-Ku.
”Ingatlah, Aku datang kelak dengan segeranya, dan pahala daripada Aku ada menyertai Aku, supaya Aku akan membalas kepada tiap-tiap orang menurut seperti perbuatannya. Maka Aku inilah Alif dan Ya, Yang terdahulu dan Yang terkemudian, Yang awal dan Yang akhir.
”