01 – Alkitab

Ini adalah firman suci Tuhan Yang Maha Esa.
Kita tidak tertarik dengan kata-kata manusia.
Bagi siapa pun yang mengasihi Tuhan... inilah yang Tuhan katakan tentang: Alkitab.

3 Ayat Paling Signifikan

Adapun tiap-tiap kitab yang diwahyukan Allah berfaedah bagi pelajaran, bagi hal menyatakan yang salah, bagi hal membaiki yang rusak, dan bagi hal mengajarkan jalan yang benar,

Karena sesungguhnya Aku berkata kepadamu, sehingga langit dan bumi lenyap, satu noktah atau satu titik pun sekali-kali tiada akan lenyap daripada hukum Taurat itu sampai semuanya telah jadi.

Siapa yang membuang Aku dan tiada menerima perkataan-Ku, ia ada Satu yang menghukumkan dia. Maka perkataan yang Aku katakan, itulah yang akan menghukumkan dia pada hari kiamat.

Setiap Ayat Dalam Urutan Kanonik – 343 bagian

Maka dilihat Allah akan terang itu baiklah adanya, lalu diceraikan Allah terang itu dengan gelap.

Sebermula, maka ular itu terlebih cerdik dari pada segala binatang di atas bumi yang telah dijadikan Tuhan Allah. Maka kata ular kepada perempuan itu: Barangkali firman Allah begini: Jangan kamu makan buah-buah segala pohon yang dalam taman ini?

Maka dilihat Tuhan kejahatan manusia itu terlampau banyak di atas bumi dan pada sediakala segala akal pikiran hatinya jahat semata-mata.

Bahwa Tuhanlah panglima perang, Yehuwa itulah namanya!

Maka datanglah Musa memberitahu segala firman dan hukum Tuhan akan orang banyak itu, lalu mereka itu sekalianpun menyahut dengan suara jua, katanya: Akan segala hukum ini, yang firman Tuhan, kami akan turut. Maka oleh Musa disuratkanlah segala firman Tuhan, lalu bangunlah ia pagi-pagi, diperbuatnya sebuah mezbah pada kaki bukit itu dengan dua belas batang tiang batu seturut bilangan kedua belas suku bangsa Israel.

Bahwa Allah itu bukan manusia yang berdusta; bukannya Ia anak manusia yang bersesalan adanya! Masakan Ia berfirman lalu tiada disampaikannya, atau berfirman lalu tiada diadakannya!

Maka janganlah kamu tambahkan sesuatu kepada perkataan pesanku ini dan jangan kamu mengurangkan dia, melainkan peliharakanlah segala hukum Tuhan, Allahmu, yang pesanku kepadamu.

Bahwa sesungguhnya aku telah mengajarkan kamu segala hukum dan undang-undang, seperti Tuhan, Allahku, telah berfirman kepadaku, supaya kamu berbuat kebenaran dalam negeri yang kamu tuju hendak mempusakai dia. Maka sebab itu hendaklah kamu memeliharakan dia dan berbuat akan dia, karena ia itu menjadi bagimu akan budi dan hikmat kepada pemandangan segala bangsa; apabila didengarnya akan segala hukum ini, maka akan katanya demikian: Bahwasanya bangsa yang besar ini, ia itu suatu bangsa yang budiman dan bijaksana.

Pada hari tatkala kamu menghadap hadirat Tuhan, Allahmu, di Horeb, pada masa firman Tuhan kepadaku demikian: Himpunkanlah orang banyak itu kepada-Ku, supaya Aku memberi mereka itu mendengar segala firman-Ku, yang hendak diperhatikannya, supaya mereka itu takut akan Daku pada segala hari mereka itu hidup di atas bumi, dan supaya diajarkannya akan anak-anaknyapun.

Karena Tuhan, Allahmu, itu suatu api yang membinasakan, yaitu suatu Allah yang cemburuan adanya.

Maka sekarangpun ingatlah kamu baik-baik, supaya kamu perbuat seperti firman Tuhan, Allahmu, kepadamu, dan jangan menyimpang dari padanya ke kiri atau ke kanan.

Hendaklah kamu mengasihi akan Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segala kuatmu. Maka hendaklah dalam hatimu segala firman, yang kusuruh kepadamu pada hari ini. Dan hendaklah kamu mengajarkan dia akan anak-anakmu, dan berkata-katalah kamu akan halnya apabila kamu duduk dalam rumahmu atau apabila kamu berjalan di luar atau apabila kamu membaringkan dirimu hendak tidur atau apabila kamu bangun dari pada tidurmu. Dan hendaklah kamu mengikatkan dia pada tanganmu akan suatu tanda alamat dan hendaklah ia itu bagimu akan patam antara kedua belah matamu. Dan hendaklah kamu menyuratkan dia pada jenang rumahmu dan pada segala pintumu.

Maka sebab itu telah direndahkan-Nya hatimu, disuruh-Nya dahulu kamu berlapar, lalu diberi-Nya akan kamu makan manna, yang tiada kamu kenal dan yang tiada dikenal oleh nenek moyangmupun, hendak diberi-Nya tahu kamu, bahwa adapun hidup manusia itu bukan bergantung kepada makanan sahaja, melainkan hidup manusia itu bergantung kepada segala firman yang terbit dari pada Tuhan.

Maka hendaklah kamu memeliharakan segala firman Tuhan, Allahmu, supaya kamu berjalan pada jalan-Nya dan takut akan Dia;

Dan lagi firman Tuhan kepadaku: Aku telah melihat bahwa bangsa ini bangsa yang tegar tengkuknya!

Maka sekarangpun, hai Israel, apakah yang dituntut Tuhan, Allahmu, kepadamu, melainkan kamu takut akan Tuhan, Allahmu, dan kamu menjalani segala jalannya dan kamu mengasihi akan Dia dan berbuat bakti kepada Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu, dan kamu memeliharakan segala firman Tuhan dan segala hukum undang-undang-Nya, yang kupesan kepadamu pada hari ini akan baikmu.

Maka sebab itu hendaklah kamu mengasihi akan Tuhan, Allahmu, dan melakukan kebaktian kepada-Nya dan segala hukum-Nya dan syarat-Nya dan undang-undang-Nya pada segala hari.

Melainkan hendaklah kamu memperhatikan segala firman-Ku ini dan masukkanlah dia ke dalam hatimu dan ikatkanlah dia pada tanganmu akan tanda dan jadikanlah dia patam di tengah-tengah kedua belah matamu, dan ajarkanlah dia kepada anak-anakmu dengan berkata-kata akan halnya apabila kamu duduk dalam rumahmu dan apabila kamu berjalan di luar, dan apabila kamu hendak berbaring dan apabila kamu bangun pula. Maka hendaklah kamu menyuratkan dia pada jenang rumahmu dan pada segala pintumu,

Bahwa sesungguhnya pada hari ini juga aku menghadapkan kepadamu berkat dan kutuk: berkat, jikalau kamu hendak mendengar akan segala hukum Tuhan, Allahmu, yang kupesan kepadamu; dan kutuk, jikalau kamu tiada mau dengar akan segala hukum Tuhan, Allahmu, dan kamu menyimpang dari pada jalan yang kupesan kepadamu sekarang, sehingga kamu menurut akan dewa-dewa yang tiada kamu kenal akan dia.

Maka segala firman yang kupesan akan kamu sekarang, hendaklah kamu peliharakan dan menurut akan dia; janganlah ia itu kamu tambahi atau kurangi.

Sebermula, maka apabila di antara kamu bangunlah seorang nabi atau pemimpi, maka diberikannya akan kamu suatu tanda atau mujizat, lalu jadilah tanda atau mujizat yang telah dijanjinya kepadamu sambil katanya: Mari kita menurut dewa-dewa, yang tiada kamu kenal dahulu, dan kita berbuat bakti kepadanya! janganlah kamu dengar akan kata nabi atau pemimpi itu, karena kamu dicobai oleh Tuhan, Allahmu, hendak diketahui-Nya kalau sungguh-sungguh kamu mengasihi akan Tuhan, Allahmu, dengan segenap jiwamu. Maka hendaklah kamu turut akan Tuhan, Allahmu, serta takut akan Dia dan memeliharakan firman-Nya dan mendengar akan bunyi suara-Nya dan berbuat bakti kepada-Nya dan bersangkut paut kepada-Nya!

Maka surat itu hendaklah selalu padanya dan hendaklah ia membaca dia pada segala hari umur hidupnya, supaya ia belajar takut akan Tuhan, Allahnya dengan dipeliharakannya segala perkataan hukum ini dan segala undang-undang ini dan diturutnya akan dia.

Maka pada hari ini juga firman Tuhan, Allahmu, kepadamu menurut segala hukum ini dan segala undang-undang ini, serta dengan yakin juga kamu melakukan dia dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu.

Kutuklah orang yang tiada membenarkan segala firman taurat ini dengan melakukan dia! Maka segenap orang banyak itu akan menyahut: Amin!

Maka akan jadi kelak, jikalau dengan yakin kamu dengar akan bunyi suara Tuhan, Allahmu, serta kamu menurut dengan rajin segala firman-Nya, yang kupesan kepadamu pada hari ini, niscaya kamu akan diangkat oleh Tuhan, Allahmu, tinggi dari pada segala bangsa yang di atas bumi.

Tetapi akan jadi kelak, jikalau tiada kamu mau dengar akan bunyi suara Tuhan, Allahmu, supaya kamu melakukan dengan yakin segala hukum-Nya dan undang-undang-Nya yang kupesan kepadamu sekarang, maka segala kutuk ini akan datang atas kamu dan akan terkena kepadamu:

Adapun akan segala perkara yang tersembunyi, ia itu bagi Tuhan, Allah kita, tetapi segala perkara yang telah dinyatakan itu bagi kitalah dan bagi anak-anak kita sampai selama-lamanya, supaya kita melakukan segala firman taurat ini.

Jikalau sahaja kamu mendengar akan bunyi suara Tuhan, Allahmu, dengan melakukan segala hukum-Nya dan undang-undang-Nya, yang tersurat dalam kitab taurat ini, jikalau kamu bertobat kepada Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu.

Bahwa pada hari ini juga aku mengambil langit dan bumi akan saksi atas kamu, dari hal aku telah menghadapkan kepada matamu baik kehidupan baik kematian baik berkat baik kutuk! Maka sebab itu pilihlah olehmu akan kehidupan itu, supaya boleh kamu hidup, yaitu baik kamu baik segala anak buahmu,

Maka sebab itu panggillah kamu berhimpun orang banyak itu, baik laki-laki baik perempuan baik segala anak-anak baik orang dagang yang dalam negerimu, supaya didengarnya dan diperolehnya pengajaran, dan supaya mereka itu takut akan Tuhan, Allahmu, serta dilakukannya dengan rajin segala firman taurat ini,

Ambillah olehmu akan kitab taurat ini, letakkanlah dia pada sisi tabut perjanjian Tuhan, Allahmu, supaya di sanalah ia itu akan saksi atas kamu. Karena telah Kuketahui akan degilmu dan tegar tengkukmu! bahwa sesungguhnya sedang lagi hidup aku dan lagi aku serta kamu, maka kamu telah mendurhaka kepada Tuhan, istimewa pula kemudian dari pada matiku.

Janganlah isi kitab taurat ini lalu dari pada mulutmu, melainkan perhatikanlah dia pada siang dan malam, supaya dengan yakin engkau melakukan dirimu setuju dengan segala yang tersebut di dalamnya, karena begitu engkau akan memperuntungkan segala jalanmu dan begitu engkau akan menjadi bijaksana.

Sahaja hendaklah kamu takut akan Tuhan dan berbuat bakti kepada-Nya dengan segala setia dan tulus hatimu; karena lihatlah olehmu bagaimana besar perkara yang telah diadakan-Nya kepadamu.

Maka kata Semuel: Berkenankah Tuhan akan persembahan bakaran dan akan korban sembelihan, seperti Iapun berkenan akan menurut firman Tuhan? Bahwasanya menurut itu baik dari pada korban dan memperhatikan itu baik dari pada lemak domba jantan! Karena degil itulah dosa hobatan dan angkara itulah menyembah dewa-dewa dan kebaktian kepada berhala adanya. Maka tegal engkau sudah menolak akan firman Tuhan, sebab itu Tuhanpun menolak akan dikau, supaya jangan lagi engkau raja. Lalu kata Saul kepada Semuel: Bahwa aku telah berdosa, sebab melangkahkan firman Tuhan dan katamupun, karena takutlah aku akan segala rakyat itu dan aku turutlah kata mereka itu.

Karena telah kuturut segala jalan Tuhan, dan tiada aku menyimpang dengan khianat dari pada Allahku. Melainkan segala hukum-Nya adalah selalu di hadapanku dan segala firman-Nyapun tiada kutolak dari padaku.

Tetapi tiada mereka itu mau dengar, melainkan ditegarkannya tengkuknya, seperti tengkuk segala nenek moyangnya, yang tiada percaya akan Tuhan, Allahnya;

Pergilah kamu bertanyakan Tuhan karena aku dan karena segala orang yang lagi tinggal di dalam negeri Israel dan Yehuda, akan hal bunyi kitab yang terdapat itu, karena besarlah kehangatan murka Tuhan yang dicurahkan kepada kita, sebab nenek moyang kita tiada memeliharakan firman Tuhan akan berbuat segala sesuatu yang tersurat di dalam kitab ini.

Tetapi diolok-olok mereka itu akan utusan Allah itu dan dicelakannya segala perkataannya dan ditertawakannya segala nabinya, sehingga kehangatan murka Tuhan bertambah-tambah begitu, sampai ia itu tiada terpadamkan lagi.

Karena Ezrapun sudah membetulkan hatinya akan menyelidik taurat Tuhan hendak melakukan dia dan akan mengajarkan orang Israel segala syariat dan syarat.

Maka berhimpunlah kepadaku segala orang yang gentar akan firman Allah orang Israel sebab salah orang yang dipindahkan itu, tetapi duduklah juga aku termangu-mangu sampai kepada waktu persembahan pada petang hari.

Maka sesungguhnya katanya kepada Allah: Hendaklah Engkau jauh dari pada kami, karena kami tiada suka tahu akan jalanmu.

Tiada pernah aku menyebelahkan firman yang terbit pada-Nya, melainkan sudah kutaruh akan segala kata lidah-Nya terlebih dari pada kutaruh akan penghidupanku.

Lalu disahutlah Tuhan kepada Ayub dari dalam taufan, firman-Nya: Siapakah dia, yang menggelapkan bicara dengan perkataan yang tiada disertai pengetahuan? Sekarangpun ikatlah pinggangmu seperti seorang laki-laki, karena Aku hendak bertanyakan dikau; sahutlah akan Daku. Di manakah engkau tatkala Aku mengalaskan bumi? Berilah tahu itu jikalau kiranya cukup akalmu.

melainkan yang suka akan hukum Tuhan dan yang memikirkan hukum itu baik siang baik malam;

Maka firman Tuhan: Sebab kesukaran orang yang teraniaya, dan sebab pengeluh orang yang papa Aku hendak bangkit sekarang, dan Aku mengadakan keluasan bagi orang yang dihembus oleh mereka itu. Adapun segala firman Tuhan itulah perkataan yang suci adanya, seperti perak yang tersudi dalam kui tembikar dan yang disucikan tujuh kali.

Bahwa dibalas Tuhan akan daku sekadar kebenaranku, dan dianugerahinya aku sekadar kesucian tanganku.

Bahkan, dengan Engkau juga berani aku memecahkan suatu pasukan, dan dengan Allahku juga aku melompat pagar tembok.

Maka terbitlah ia dari pada ujung langit dan peridarannya sampai kepada ujungnya, maka barang suatupun tiada terlindung dari pada panasnya! Bahwa taurat Tuhan itulah sempurna dan ia itu menyegarkan hati; kesaksian Tuhan itulah tentu dan mendatangkan budi kepada orang yang bodoh. Maka segala firman Tuhan itu betul dan menyukakan hati, bahwa hukum Tuhan itu suci dan ia itu menerangkan mata. Maka takut akan Tuhan itu suci adanya dan kekal selama-lamanya; segala hukum Tuhan itu benar dan adil semata-mata. Maka terutamalah ia dari pada emas, bahkan, dari pada banyak emas halus, dan terlebih manis dari pada air madu dan dari pada titisan sarang lebah adanya.

Karena kemurahan-Mu adalah di hadapan mataku dan aku berjalan selalu menurut kebenaran-Mu.

Maka suara Tuhan itu dengan kuat; suara Tuhan itu dengan hebat.

Keluarkanlah aku dari dalam jaring yang telah disembunyikannya dari padaku, karena Engkau juga kuatku!

Bahwa Aku akan memberi nasehat kepadamu serta mengajar engkau akan jalan yang patut kaujalani; bahwa Aku akan membicarakan halmu dan mata-Ku menyertai akan dikau. Maka janganlah kamu seperti kuda atau bagal yang tiada berakal, yang mulutnya dikenakan kang dan tali kang, supaya jangan ia dekat kepadamu.

Takutlah akan Tuhan, hai seluruh bumi! gentarlah akan Dia, hai segala isi dunia!

Tetapi bicara Tuhan tetap selama-lamanya dan kasad hati-Nya tetap turun-temurun.

Marilah, hai anak-anak! dengarlah akan perkataanku, maka aku hendak mengajar kamu dari hal takut akan Tuhan.

Maka tiada Engkau menghendaki korban sembelihan dan persembahan dan persembahan makanan, melainkan Engkau telah menindik telingaku. Bahwa korban bakaran dan korban karena dosa tiada Engkau kehendaki! Lalu kataku: Bahwa sesungguhnya aku datang; maka dalam gulungan alkitab adalah tersurat akan halku. Aku suka berbuat kehendak-Mu, ya Allahku! dan hukum-Mu adalah di dalam dadaku. Bahwa aku memasyhurkan kebenaran dalam perhimpunan yang besar; sesungguhnya tiada aku menahani bibirku, ya Tuhan! Engkau juga yang mengetahuinya.

Tetapi firman Allah kepada orang fasik itu demikian: Apakah usahnya engkau mengatakan syariat-Ku dan engkau mengambil perjanjian-Ku pada lidahmu. Sedang engkau benci akan pengajaran dan membuangkan segala firman-Ku ke belakangmu.

Berilah aku mendengar pula kesukaan dan kegemaran; biarlah segar pula segala tulang, yang telah Kauhancurkan.

Hanya margasatwa adalah duduk dalamnya; tetapi Engkau telah menyediakan dia oleh kebajikan-Mu bagi orang yang teraniaya, ya Allah!

Maka tiada mereka itu memeliharakan perjanjian Allah, dan engganlah mereka itu menurut jalan taurat-Nya.

Bahwa Akulah Tuhan, Allahmu, yang telah menghantar akan kamu keluar dari negeri Mesir; ngangakanlah mulutmu, maka Aku akan memenuhi dia. Tetapi umat-Ku tiada mau dengar akan suara-Ku, dan Israelpun tiada suka akan Daku. Maka sebab itu Aku sudah menyerahkan dia kepada kehendak hatinya, sehingga mereka itu melakukan dirinya menurut bicaranya sendiri. Hai, jikalau kiranya umat-Ku telah mendengar akan Daku! jikalau kiranya Israel telah menurut jalan-jalan-Ku! maka dengan segera juga Aku sudah merendahkan musuhnya, dan membalikkan tangan-Ku kepada segala lawannya.

Ajarkan apalah akan daku jalan-Mu, ya Tuhan! maka aku akan berjalan menurut kebenaran-Mu; tetapkanlah hatiku dalam takut akan nama-Mu.

Karena siapakah dalam sorga dapat dibanding dengan Tuhan? dan siapakah dapat disamakan dengan Tuhan di antara segala anak orang yang berkuasa?

Maka didatangkan-Nya kegelapan dan diadakan-Nya kelam kabut, sehingga tiada lagi mereka itu membantahi firman-Nya.

sebab mereka itu telah mendurhaka akan hukum Allah dan dicelakannya takdir Allah taala, sehingga direndahkan-Nya hati mereka itu oleh kesukaran dan seorangpun tiada menolong tatkala mereka itu tergelincir;

Disuruhkan-Nya firman-Nya serta disembuhkan-Nya mereka itu dan dilepaskan-Nya mereka itu dari pada kebinasaannya.

Bahwa segala perbuatan tangan-Nya itu setia dan benar dan segala firman-Nyapun kekal adanya. Ia itu tiada dapat diubahkan sampai selama-lamanya, dan lagi ia itu didirikan atas setia dan kebajikan.

Bahwa takut akan Tuhan itulah permulaan segala hikmat; barangsiapa yang menuntut dia ia itu berbudi dengan sebenarnya, maka kepujian-Nya kekal selama-lamanya.

Haleluyah! Berbahagialah orang yang takut akan Tuhan, dan yang amat suka akan segala firman-Nya.

Adapun berlindung kepada Tuhan itu terutama dari pada harap pada manusia. Dan berlindung kepada Tuhan itu terutama dari pada harap pada raja-raja.

Berbahagialah segala orang yang jalannya betul dan yang melakukan dirinya setuju dengan hukum Tuhan.

Lalu tiada aku beroleh malu, apabila aku memperhatikan segala hukum-Mu.

Dengan apa gerangan orang muda akan memeliharakan jalannya suci dari pada salah? Jikalau dipatutkannya dengan firman-Mu.

Bahwa aku mencahari akan Dikau dengan segenap hatiku; jangan apalah Engkau beri aku sesat dari pada hukum-hukum-Mu.

Maka segala firman-Mu telah kutaruh dalam hatiku, supaya jangan aku berdosa kepada-Mu.

Maka dengan lidahku aku telah memasyhurkan segala hukum firman-Mu.

Celikkanlah mataku supaya dapat kupandang akan segala ajaib taurat-Mu.

Bahwa hancurlah hatiku oleh rindu akan hukum-Mu pada segala masa dan ketika.

Maka Engkau juga menghardik akan segala orang sombong, orang laknat yang sesat dari pada hukum-Mu.

Jauhkanlah dari padaku jalan orang culas, dan karuniakanlah kepadaku kasih akan taurat-Mu.

Maka telah kupilih akan jalan kebenaran, dan hukum-hukum-Mu telah kutaruh selalu di hadapanku.

Jadikanlah aku berbudi, supaya aku menurut taurat-Mu serta memeliharakan dia dengan segenap hatiku.

Maka aku akan memeliharakan torat-Mu senantiasa, kekal pada selama-lamanya.

Dan aku bersukacita akan segala hukum-Mu, yang kukasihi akan dia.

Kesesakan yang melemaskan itu datanglah atasku karena sebab segala orang fasik, yang meninggalkan taurat-Mu.

Bahwa aku bersegera dengan tiada berlambatan akan memeliharakan segala hukum-Mu.

Baiklah padaku aku telah teraniaya, supaya belajarlah aku akan segala syariat-Mu.

Bahwa taurat yang telah terbit dari pada mulut-Mu itu bagiku terlebih baik dari pada uang emas atau perak beribu-ribu.

Bahwa firman-Mu, ya Tuhan! tetap berdiri pada selama-lamanya dalam segala langit.

Bagaimana besar kasihku akan taurat-Mu; pada segala hari aku memikirkan dia.

Bagaimana sedap segala firman-Mu kepada langitan mulutku, terlebih dari pada air lebah kepada lidahku.

Maka dari pada firman-Mu aku beroleh hikmat, maka sebab itu bencilah aku akan segala jalan penipu.

Bahwa firman-Mu itu seolah-olah pelita bagi kakiku dan seperti suluh pada jalanku.

Maka aku telah mencenderungkan hatiku kepada syariat-Mu, hendak melakukan dia selama-lamanya sampai kepada kesudahan.

Undurlah dari padaku, hai kamu orang yang berbuat jahat, supaya dapat aku memeliharakan hukum-hukum Allahku.

Maka Engkau juga membuang segala orang yang menolak akan segala syariat-Mu; dan sia-sialah segala tipu mereka itu.

Maka ketikanya telah sampai bagi Tuhan akan melakukan hukuman-Nya, karena mereka itu telah merombak taurat-Mu.

Bahwa air mata berlinang-linang dari pada mataku seperti pancaran; sebab tiada mereka itu memeliharakan taurat-Mu.

Maka gairahku telah menghanguskan daku, sebab segala lawanku melupakan firman-Mu.

Kendatilah aku ini kecil dan hina, maka tiada kulupakan firman-Mu.

Adapun kebenaran-Mu itulah keadilan sampai selama-lamanya dan taurat-Mu itulah kebenaran belaka.

Maka mataku mendahului segala waktu jaga pada malam, hendak memandang akan segala janji-Mu.

Maka jumlah segala firman-Mu itulah kebenaran, dan kekallah selama-lamanya hukum keadilan-Mu.

Bahwa raja-raja telah mengusir aku dengan tiada semena-mena, tetapi gentarlah hatiku akan firman-Mu.

Maka sukacitalah hatiku akan janji-Mu, seperti orang yang beroleh jarahan banyak.

Ya Tuhan! rindulah hatiku akan selamat-Mu, dan taurat-Mu itulah segala kesukaanku.

Maka sujudlah aku di hadapan maligai kesucian-Mu sambil memuji nama-Mu, karena sebab kemurahan-Mu dan kebenaran-Mu; karena lebih dari pada segala kepujian-Mu Engkau telah membesarkan firman-Mu.

Bahwa takut akan Tuhan itulah permulaan segala pengetahuan, maka orang bodoh itu benci akan hikmat dan pengajaran.

Berapa lamakah, hai orang bodoh! kamu suka akan kebodohan, dan orang pengolok itu suka akan olok-olok dan orang ahmak itu benci akan pengetahuan?

Maka itu sebab mereka itu telah benci akan pengetahuan dan tiada disukainya takut akan Tuhan. Dan tiada mereka itu mau menerima nasihatku dan dicelakannya tegurku. Maka sebab itulah mereka itu akan makan kelak buah-buah jalannya serta mengenyangkan dirinya dengan daya upayanya.

serta memberi telinga yang mendengar akan hikmat; jikalau engkau mencenderungkan hatimu kepada akal budi; jikalau engkau berseru-seru minta pengetahuan serta menyaringkan suaramu minta akal budi; jikalau engkau mencahari dia seperti perak dan menyelidik dia seperti mata benda yang tersembunyi; maka engkau kelak mengerti hal takut akan Tuhan serta mendapat pengetahuan akan Allah.

Janganlah kiranya sifat kemurahan dan setia itu meninggalkan dikau, melainkan kalungkanlah dia pada lehermu, dan suratkanlah dia pada loh hatimu.

Haraplah pada Tuhan dengan segenap hatimu, dan jangan engkau bersandar kepada akalmu.

Tuntutlah akan hikmat, tuntutlah akan akal budi; jangan engkau lupa dan jangan undur dari pada perkataan lidahku. Janganlah engkau meninggalkan dia, maka ia itu akan memeliharakan dikau; kasihlah akan dia, maka ia itu akan menyelamatkan dikau.

Hai anakku! perhatikanlah segala perkataanku dan cenderungkanlah telingamu kepada pengajaranku. Janganlah ia itu tercerai dari pada matamu, dan taruhlah akan dia dalam hatimu betul-betul.

Biarlah matamu memandang betul ke muka, dan kelopak matamupun menuju betul ke hadapanmu. Timbang-menimbanglah akan pelangkah kakimu, maka engkau akan berjalan dengan jejakan yang tetap. Janganlah menyimpang ke kanan atau ke kiri, melainkan jauhkanlah kakimu dari pada jahat.

Karena hukum itu suatu pelita dan perintah itu suatu terang adanya, maka nasihat dan pengajaran itulah jalan yang menuju kehidupan.

Adapun peri takut akan Tuhan, ia itu membenci akan kejahatan, akan congkak dan kemegahan dan segala jalan yang jahat; maka sebab itu bencilah aku akan mulut yang mengadakan bencana.

Janganlah menegur akan orang pengolok-olok itu, supaya jangan dibencinya akan dikau, melainkan tegurkanlah orang yang berbudi, niscaya dikasihinya akan dikau kelak.

Bahwa takut akan Tuhan itulah permulaan hikmat dan pengetahuan orang suci itulah akal budi.

Maka takut akan Tuhan itulah pancaran selamat, yaitu jauh dari pada jerat maut.

Alangkah baiknya mendapat hikmat dari pada mendapat emas, dan baiknya mendapat akal dari pada memilih perak.

Janganlah engkau berkata-kata, sehingga kedengaranlah katamu kepada orang bodoh, karena dicelakannya kelak budi perkataanmu.

Orang yang memalingkan telinganya dan tiada mau mendengar akan hukum, jikalau doanya sekalipun maka menjadi suatu kebencian.

Segala firman Allah itu amat suci adanya, maka Ialah laksana perisai bagi segala orang yang berpaut kepada-Nya. Jangan apalah engkau menambahi firman-Nya dengan barang sesuatu, supaya jangan dihukumkan-Nya engkau dan didapati-Nya akan dikau seorang pembohong.

Maka kesudahan segala perkara yang didengar ia ini: Takutlah akan Allah dan peliharakanlah segala firman-Nya, karena itulah patut kepada segala manusia.

Maka sebab itu, seperti jilat api makan habis akan jerami dan nyala apipun menghabiskan merang, demikianpun akar mereka itu dimakan makin habis dan bunganyapun akan beterbangan seperti duli; karena telah dibuangnya akan taurat Tuhan serwa sekalian alam dan dicelakannya firman Yang Mahasuci orang Israel.

Maka firman-Nya: Pergilah engkau; katakanlah olehmu kepada bangsa ini: Dengarlah dengan pendengaranmu, tetapi jangan kamu mengerti; lihatlah dengan penglihatanmu, tetapi jangan kamu mengetahui!

Akan taurat dan assyahadat, barangsiapa yang berkata-kata tiada setuju dengan perkataan itu, sekali-kali tiada akan terbit fajar baginya.

Maka sekarangpun marilah, ukirlah ini pada sekeping papan loh bagi mereka itu dan suratkanlah ini di dalam sebuah kitab, supaya itu tinggal sampai selama-lamanya. Karena inilah suatu bangsa bantahan, anak-anak yang dusta, anak-anak yang enggan mendengar akan taurat Tuhan. Katanya kepada segala pelihat: Janganlah kamu melihat; dan kepada segala nabi: Janganlah kamu katakan kepada kami barang yang benar, hendaklah kamu bernubuat akan kami barang yang kami suka, dan katakanlah kepada kami barang yang bohong! Lalulah kamu dari pada jalan, simpanglah dari pada lorong; jauhkanlah Yang Mahasuci orang Israel itu dari hadapan kami! Maka sebab itu demikianlah firman Yang Mahasuci orang Israel: Tegal kamu membuang firman ini, dan kamu harap akan penganiaya dan putar balik, dan kamu bersandar kepadanya, sebab itu kesalahan ini menjadi bagimu akan suatu belah dari atas sampai ke bawah pada pagar tembok yang tinggi, yang melentur keluar, dan yang kerobohannya akan jadi dengan segera pada sesaat juga;

Bahwa rumput itu layulah dan bunga itupun gugurlah, tetapi firman Allah kita kekal sampai selama-lamanya.

Siapa gerangan telah percaya akan kabar kami, dan kepada siapa tangan Tuhan dinyatakan?

Karena kepikiran-Ku itu bukan kepikiranmu, dan jalanmu itu bukan jalan-Ku, demikianlah firman Tuhan. Melainkan seperti tinggi langit dari pada bumi, demikianpun tinggi jalan-Ku dari pada jalanmu dan kepikiran-Ku dari pada kepikiranmu.

demikianpun perihal firman-Ku, yang terbit dari pada mulut-Ku, ia itu tiada akan kembali kepada-Ku dengan hampa, melainkan akan dilakukannya barang yang Kukehendaki dan ia itupun akan beruntung dalam segala sesuatu yang Kusuruhkan dia kepadanya.

Apabila kamu berseru, baiklah kebanyakan berhalamu menolong kamu! tetapi semuanya itu akan diterbangkan oleh angin, semuanya itu hilanglah di dalam uap. Tetapi barangsiapa yang harap pada-Ku itu akan memusakai bumi dan beroleh bukit kesucian-Ku akan miliknya pusaka.

Akan Daku, inilah perjanjian-Ku dengan mereka itu, demikianlah firman Tuhan: Bahwa Roh-Ku yang padamu dan segala firman-Ku yang sudah Kububuh dalam mulutmu, ia itu tiada akan lalu dari pada mulutmu atau dari pada mulut anak-anakmu, atau dari pada mulut cucu cicitmu dari pada sekarang sampai selama-lamanya, demikianlah firman Tuhan.

Bukankah segala perkara itu perbuatang tangan-Ku juga adanya tatkala semesta alam Kujadikan? demikianlah firman Tuhan; tetapi Aku juga menilik kepada orang yang berdukacita hatinya dan yang termangu-mangu dan yang gentar akan firman-Ku.

Maka sebab itu Aku juga suka akan pembalasan perbuatan mereka itu dan barang yang ditakutinya itu Kudatangkan kelak atasnya; sebab sudah Aku berseru, tetapi seorangpun tiada yang menyahut, sudah Aku berfirman, tetapi tiada mereka itu mendengar, melainkan dibuatnya barang yang jahat kepada pemandangan-Ku dan disukainya akan barang yang tiada Kukehendaki! Dengarlah olehmu akan firman Tuhan, hai kamu yang gentar akan firman-Nya! Adapun saudara-saudaramu, yang benci akan dikau dan yang membuang engkau karena sebab nama-Ku itu, kendatilah mereka itu berkata demikian: Yaitu supaya Tuhan dipermuliakan! Niscaya Tuhan kelihatan kelak akan kesukaan kamu, tetapi mereka itu akan malu.

Ya Tuhan, bukankah mata-Mu menilik akan yang benar? Bahwa sudah Kausesah mereka itu, tetapi tiada mereka itu merasai sakitnya; sudah Kauhabiskan setengahnya, tetapi tiada mereka itu menerima pengajaran; mereka itu sudah mengeraskan mukanya terlebih dari pada batu bukit dan engganlah mereka itu bertobat. Maka kataku: Tentu orang hina dina juga maka kelakuannya bodoh begitu, sebab tiada diketahuinya akan jalan Tuhan dan akan hukum Allahnya.

Dengarlah olehmu, hai bumi! bahwa celaka yang Kudatangkan atas negeri ini, ia itu hasil segala kepikiran mereka itu sendiri; karena tiada diindahkannya segala firman-Ku dan dibuangnya akan hukum-Ku.

melainkan perkara ini juga sudah Kupesan kepada mereka itu, firman-Ku: Dengarlah olehmu akan firman-Ku, maka Aku ini bagimu akan Allah dan kamupun bagi-Ku akan umat; hendaklah kamu menurut segala jalan yang Kupesan kepadamu, supaya selamat sentosalah kamu. Tetapi tiada mereka itu mau dengar atau memberi telinga, melainkan diturutnya segala niat dan kehendak hati mereka itu yang jahat; mereka itu sudah undur bukannya mara.

Patutlah malu dan terkejut segala orang alim itu, karena sudah didapati akan budi mereka itu, bahwasanya mereka itu sudah membuangkan firman Tuhan, entah hikmat apa boleh ada padanya?

Maka jikalau engganlah kamu mendengar akan inipun, maka hatiku akan menangis pada tempat-tempat sembunyi sebab congkakmu itu, iapun akan menangis tersedih-sedih dan air matapun akan berlinang-linang dari pada mataku, apabila kawan domba Tuhan dipindahkan dengan tertawan kelak.

Pada masa itu aku mendapat firman-Mu, maka sudah kukecap nikmatnya, dan firman-Mu bagiku akan kesukaan dan kegemaran hatiku, karena nama-Mu sudah disebut atasku, ya Tuhan, Allah serwa sekalian alam!

Demikianlah firman Tuhan: Kutuklah orang yang harap pada manusia dan yang menaruh daging akan lengannya, dan yang hatinya undur dari pada Tuhan!

Tetapi tiada mereka itu mau dengar, dan tiada dicenderungkannya telinganya, melainkan ditegarkannya tengkuknya, sehingga tiada didengarnya dan tiada diterimanya pengajaran.

Bahwa demikianlah firman Tuhan serwa sekalian alam, Allah orang Israel: Bahwasanya Aku mendatangkan kelak atas negeri ini dan atas segala negerinya segala jahat yang sudah Aku berfirman akan halnya; karena mereka itu sudah menegarkan tengkuknya, sehingga tiada didengarnya akan firman-Ku.

Demikianlah firman Tuhan serwa sekalian alam: Janganlah kamu dengar akan perkataan segala nabi yang bernubuat kepadamu, karena barang yang diberinya tahu kepadamu itu sia-sia belaka, mereka itu mengatakan barang yang terbit dari dalam hatinya sendiri, bukan yang terbit dari pada mulut Tuhan.

Bukankah firman-Ku juga seperti api? demikianlah firman Tuhan, dan seperti godam yang menghancurluluhkan batu besi?

Demikianpun sudah disuruhkan Tuhan kepadamu segala hamba-Nya, yaitu segala nabi-nabi, disuruhkan-Nya dari pada pagi-pagi, tetapi tiada juga kamu dengar atau mencenderungkan telingamu akan mendengar.

Sebab itu katakanlah kepada mereka itu: Demikianlah firman Tuhan: Jikalau tiada kamu mau dengar akan Daku, akan berjalan menurut taurat-Ku, yang telah Kukaruniakan di hadapan kamu, serta enggan mendengar akan kata hamba-Ku, yaitu segala nabi-nabi, yang Kusuruhkan kepadamu, yaitu Kusuruhkan dari pagi-pagi, tetapi tiada kamu mau dengar; niscaya rumah ini Kujadikan kelak seperti Silo, dan negeri inipun Kujadikan akan kutuk bagi segala bangsa yang di atas bumi.

Sekarangpun betulkanlah jalanmu dan segala perbuatanmu, dan dengarlah akan firman Tuhan, Allahmu, maka Tuhan kelak bersesal akan jahat yang telah dikatakan-Nya atas kamu.

Karena demikianlah firman Tuhan serwa sekalian alam, Allah orang Israel: Jangan kamu ditipu oleh segala nabimu dan segala petenungmu, yang di antara kamu, dan jangan kamu dengar akan pemimpimu yang kamu suruh bermimpi; karena mereka itu bernubuat dusta kepadamu dengan nama-Ku; tiada Kusuruhkan mereka itu, demikianlah firman Tuhan.

Bahwa sesungguhnya hari akan datang, demikianlah firman Tuhan, apabila Aku mendirikan perjanjian baharu dengan orang isi rumah Israel dan dengan orang isi rumah Yehuda; bukan seperti perjanjian yang sudah Kudirikan dengan nenek moyangnya, tatkala Aku memegang tangannya akan menghantar mereka itu keluar dari negeri Mesir, maka perjanjian-Ku itu sudah dirombaknya, sebab itu Kutolak akan mereka itu. Maka inilah perjanjian yang akan Kubuat dengan orang isi rumah Israel kemudian dari pada hari ini, demikianlah firman Tuhan: Bahwa Aku akan memberikan hukum-Ku di dalam hatinya, maka Akulah baginya akan Allah, dan mereka itupun bagi-Ku akan umat. Dan tiada lagi mereka itu akan mengajar seorang akan seorang dan saudara akan saudara, katanya: Hendaklah engkau mengenal akan Tuhan! karena mereka itu sekalian akan mengenal Aku dari pada besar dan kecil, demikianlah firman Tuhan, karena Aku akan mengampuni segala kejahatannya dan tiada Aku ingat lagi akan segala dosanya.

Mengapa maka katamu ini: Bahwa jalan Tuhan tiada betul adanya! Dengarlah olehmu, hai bangsa Israel! Bolehkah jalan-Ku tiada betul? bukankah istimewa pula segala jalan kamu tiada betul?

Dan hendaklah diajarkannya segala umat-Ku bedanya antara yang suci dengan yang tiada suci, dan bedanya antara yang tahir dengan yang najis adanya.

Bahwa umat-Ku dibinasakan sebab mereka itu tiada berpengetahuan, melainkan kamu sudah mencelakan pengetahuan, sehingga Kutolak akan kamu, supaya jangan kamu melakukan imamat bagi-Ku; tegal kamu sudah melupakan hukum Allahmu, maka Aku juga melupakan anak-anakmu.

Wai baginya, karena mereka itu sudah sesat dari pada-Ku! Kebinasaan atasnya, karena mereka itu sudah mendurhaka kepada-Ku! Boleh juga Aku menolong mereka itu, tetapi mereka itu berkata dusta kepada-Ku.

Bahwasanya hari akan datang kelak, demikianlah firman Tuhan Hua, apabila Aku mendatangkan bala kelaparan ke dalam negeri; ia itu bukannya lapar akan roti dan bukannya dahaga akan air, melainkan akan mendengar segala firman Tuhan.

Tetapi engganlah mereka itu mendengar, dan dihadapkannya bahunya akan melawan dan ditumpatkannya telinganya, sebab tiada mereka itu mau mendengar. Dan dikeraskannya hatinya seperti batu intan, supaya jangan didengarnya akan hukum dan segala firman yang disampaikan Tuhan serwa sekalian alam kepadanya oleh Roh-Nya dan oleh segala nabi yang dahulu itu; maka sebab itu berbangkitlah kehangatan murka dari pada pihak Tuhan serwa sekalian alam. Maka telah jadi juga seperti mereka itu tiada mau dengar pada masa dipanggil akan dia, begitu Akupun tiada mau dengar pada masa mereka itu berseru-seru, demikianlah firman Tuhan serwa sekalian alam!

Tetapi jawab-Nya serta berkata, "Telah tersurat: Bahwa bukannya dengan roti sahaja manusia akan hidup, melainkan dengan tiap-tiap firman yang keluar daripada mulut Allah."

"Janganlah kamu sangkakan Aku datang hendak merombak hukum Taurat atau kitab nabi-nabi; bukannya Aku datang hendak merombak, melainkan hendak menggenapkan. Karena sesungguhnya Aku berkata kepadamu, sehingga langit dan bumi lenyap, satu noktah atau satu titik pun sekali-kali tiada akan lenyap daripada hukum Taurat itu sampai semuanya telah jadi. Sebab barangsiapa yang merombak satu hukum yang terkecil di antara segala hukum ini, dan mengajar demikian kepada orang, ialah yang akan disebut terkecil di dalam kerajaan surga; tetapi barangsiapa yang menurut hukum dan mengajarkan dia, ialah yang akan disebut besar di dalam kerajaan surga.

Tiada dapat seorang jua pun bertuankan dua orang; karena tak dapat tiada seorang dibencinya dan seorang dikasihinya kelak, atau ia berpegang pada seorang dan meringankan yang lain. Tiadalah dapat kamu bertuhankan Allah bersama-sama dengan Mammon."

"Masuklah kamu daripada pintu yang sempit; karena luaslah pintu dan lebarlah jalan yang membawa kepada kebinasaan, dan banyaklah orang yang masuk daripadanya. Karena sempitlah pintu dan sesaklah jalan yang membawa kepada hidup, dan hanya sedikit orang yang mendapat dia.

Bukannya tiap-tiap orang yang menyeru Aku, Tuhan, Tuhan, akan masuk ke dalam kerajaan surga; hanyalah orang yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di surga. Pada hari itu kelak banyaklah orang yang akan berkata kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah dengan nama Tuhan kami mengajar, dan dengan nama Tuhan kami membuangkan setan, dan dengan nama Tuhan kami mengadakan banyak mujizat? Pada ketika itu Aku akan berkata kepada mereka itu dengan nyata: Bahwa tiada pernah Aku mengenal kamu; undurlah daripada-Ku, hai kamu yang mengerjakan jahat.

Sebab itu barangsiapa yang mendengar segala perkataan-Ku ini serta menurut dia, ialah diumpamakan dengan seorang yang bijak, yang mendirikan rumahnya di atas batu; maka turunlah hujan lebat dan air pun bahlah, serta angin kencang bertiup dan menempuh rumah itu; tetapi tiada ia roboh, karena ia beralaskan batu. Dan lagi, barangsiapa yang mendengar segala perkataan-Ku ini, tetapi tiada menurut dia, ialah diumpamakan dengan seorang yang bodoh, yang mendirikan rumahnya di atas pasir; maka turunlah hujan lebat dan air pun bahlah, serta angin kencang bertiup dan menempuh rumah itu; lalu robohlah ia, maka sangatlah besar robohnya itu."

Maka barangsiapa yang tiada menerima kamu atau tiada mendengar perkataanmu, apabila kamu keluar dari rumah atau negeri itu, kebaskanlah debu kakimu. Dengan sesungguhnya Aku berkata kepadamu, bahwa pada hari kiamat terlebih ringan siksa tanah Sodom dan Gomorah daripada siksa negeri itu.

Sebab itu, tiap-tiap orang yang mengaku Aku di hadapan manusia, maka Aku ini juga akan mengaku dia di hadirat Bapa-Ku yang di surga. Tetapi barangsiapa yang menyangkal Aku di hadapan manusia, maka Aku ini juga akan menyangkal dia di hadirat Bapa-Ku yang di surga.

Siapa yang mengasihi bapanya atau ibunya lebih daripada-Ku, tiada ia berlayak kepada-Ku dan siapa yang mengasihi anaknya laki-laki atau anaknya yang perempuan lebih daripada-Ku, tiada ia berlayak kepada-Ku. Dan barangsiapa yang tiada menanggung salibnya serta mengikut Aku, tiada ia berlayak kepada-Ku. Siapa yang memeliharakan nyawanya, ia akan kehilangan nyawa; dan siapa yang kehilangan nyawanya oleh sebab Aku, ialah akan mendapat nyawa. Siapa yang menyambut kamu, ialah menyambut Aku, dan siapa yang menyambut Aku, ialah menyambut Dia, yang menyuruh Aku.

Maka jawab Yesus sambil berkata kepada mereka itu, "Bahwa kepada kamu diberi karunia mengetahui segala rahasia kerajaan surga, tetapi kepada mereka itu tiada dikaruniakan.

Oleh sebab itu Aku bertutur kepada mereka itu dengan perumpamaan, karena mereka itu melihat dengan tiada melihat, dan mendengar dengan tiada mendengar atau mengerti. Demikian disampaikanlah bagi mereka itu sabda Nabi Yesaya, bunyinya: Bahwa dengan pendengar kamu akan mendengar, tetapi sekali-kali tiada kamu akan mengerti. Dan dengan penglihat kamu akan melihat, tetapi sekali-kali tiada kamu nampak. Karena kaum ini sudah keras hati, dan pendengarnya pun berat, dan matanya sudah dikejamkannya, supaya jangan sekali-kali mereka itu nampak dengan matanya, dan mendengar dengan telinganya, dan mengerti dengan hatinya, dan bertobat pula, lalu Aku pun menyembuhkan mereka itu. Tetapi berbahagialah mata kamu sebab nampak, dan telinga kamu sebab mendengar. Karena sesungguhnya Aku berkata kepadamu: Bahwa banyaklah nabi dan orang benar sudah rindu hendak melihat segala perkara yang kamu lihat ini, maka tiada mereka itu dapat melihatnya; dan hendak mendengar segala perkara yang kamu dengar, tiada juga mereka itu dapat mendengarnya. Sebab itu dengarlah oleh kamu pengertian perumpamaan orang yang menabur benih itu! Bahwa apabila orang mendengar Perkataan kerajaan itu dan tiada ia mengerti, maka datanglah si Jahat merebut barang yang tertabur di dalam hatinya itu; inilah dia yang tertabur di tepi jalan. Tetapi yang tertabur di tempat berbatu-batu, itulah orang yang mendengar Perkataan itu, lalu segeralah menyambut dia dengan sukacitanya; tetapi tiadalah ia berakar di dalam dirinya, hanyalah bertahan seketika sahaja. Lalu apabila datang kesusahan atau aniaya oleh sebab Perkataan itu, sebentar itu juga kecil hati mereka itu. Maka yang tertabur di tengah semak duri itu, ialah orang yang mendengar Perkataan itu, tetapi bantutlah Perkataan itu oleh sebab percintaan dunia ini beserta segala tipu daya kekayaannya, sehingga tiada berbuah. Maka yang tertabur di tanah yang baik itu, ialah orang yang mendengar Perkataan itu serta mengerti dia; lalu berbuahlah ia sungguh-sungguh, sehingga mengeluarkan buah, ada yang seratus, ada yang enam puluh, ada yang tiga puluh kali gandanya."

Maka jawab Yesus, kata-Nya, "Sesuatu tanaman, yang tiada ditanam oleh Bapa-Ku yang di surga, ialah akan dicabut.

Maka jawab Yesus serta berkata kepada mereka itu, "Kamu sesat, sebab tiada mengetahui isi Alkitab atau kuasa Allah.

Maka kata Yesus kepadanya, "Hendaklah engkau mengasihi Allah Tuhanmu dengan sebulat-bulat hatimu, dan dengan segenap jiwamu, dan dengan sepenuh akal budimu. Inilah hukum yang besar dan yang terutama. Dan hukum yang kedua bersama dengan itu, demikian: Hendaklah engkau mengasihi sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Pada kedua hukum ini bergantung segenap kitab Taurat dan kitab segala nabi."

Maka Injil kerajaan ini akan dimasyhurkan di dalam seluruh dunia ini akan menjadi suatu kesaksian bagi segala bangsa; kemudian daripada itu, baharulah tiba kesudahan itu.

Maka langit dan bumi akan lenyap, tetapi perkataan-Ku kekal.

Maka Yesus menghampiri mereka itu, lalu bertutur kepada mereka itu, sabda-Nya, "Bahwa segala kuasa dikaruniakan kepada-Ku. Baik di surga baik di atas bumi ini.

Setelah Yahya itu sudah tertangkap, datanglah Yesus ke tanah Galilea memasyhurkan Injil Allah, serta berkata, "Waktunya sudah sampai, kerajaan Allah sudah dekat. Bertobatlah kamu dan percayalah akan Injil itu."

Maka berkatalah Ia kepada mereka itu, "Kepada kamu diberi karunia mengetahui rahasia kerajaan Allah, tetapi kepada sekalian orang yang di luar itu, diberitahu segala perkara ini dengan perumpamaan, supaya mereka itu melihat dengan matanya, tetapi tiada nampak, dan mendengar dengan telinganya, tetapi tiada mengerti, supaya jangan mereka itu akan bertobat, lalu beroleh keampunan dosa." Maka berkatalah Yesus kepada mereka itu, "Tiadakah kamu mengetahui arti perumpamaan ini? Dan bagaimanakah kamu dapat mengerti perumpamaan yang lain? Adapun penabur itu, ialah yang menabur Perkataan. Maka inilah yang di tepi jalan, di tempat Perkataan itu ditabur, yaitu apabila mereka itu mendengar, maka dengan seketika itu juga datanglah Iblis mengambil Perkataan, yang tertabur di dalam hatinya. Demikian pula, yang ditabur pada tempat yang berbatu-batu, yaitu apabila mereka itu mendengar Perkataan itu, segeralah disambutnya dengan bersukacita hatinya. Tetapi tiadalah ia berakar di dalam dirinya, hanyalah bertahan seketika sahaja, lalu apabila datang kesusahan atau aniaya oleh sebab Perkataan itu, sebentar itu juga kecillah hati mereka itu. Maka yang ditabur di tengah semak duri itu pula, ialah orang yang sudah mendengar Perkataan itu, lalu masuk ke dalam hatinya segala percintaan dunia ini beserta segala tipu daya kekayaan dan keinginan akan berbagai-bagai perkara yang lain sambil membantutkan Perkataan itu, sehingga tiada ia berbuah. Tetapi inilah, yang ditabur pada tanah yang baik, yaitu orang yang mendengar Perkataan itu serta menerima dia, lalu berbuahlah ia, ada yang tiga puluh ganda, ada yang enam puluh, ada yang seratus kali gandanya."

Tetapi Yesus dengan tiada memberatkan perkataan yang dikatakan itu, lalu berkata kepada penghulu itu, "Jangan takut, percayalah!"

Demikianlah kamu meniadakan firman Allah oleh adat istiadat orang tua-tuamu yang sudah kamu tentukan, dan banyak perkara yang sebagai itu kamu perbuat."

Maka dipanggil-Nya segala orang banyak itu serta dengan murid-murid-Nya, lalu berkata kepada mereka itu, "Barangsiapa yang hendak menurut Aku, haruslah ia menyangkali dirinya serta mengangkat salibnya lalu mengikut Aku, karena barangsiapa, yang hendak memeliharakan nyawanya, ia akan kehilangan nyawa; tetapi barangsiapa yang kehilangan nyawanya oleh karena Aku dan karena Injil, ialah akan memeliharakan nyawa. Karena apakah untungnya kepada seorang, jikalau ia beroleh segenap dunia itu, tetapi jiwanya binasa? Atau apakah yang patut diberi orang akan menebus jiwanya? Sebab itu barangsiapa yang malu mengaku Aku dan perkataan-Ku di antara bangsa yang berzinah dan berdosa ini, maka Anak manusia itu pun kelak malulah mengaku dia, apabila Ia datang dengan kemuliaan Bapa-Nya beserta dengan segala malaekat-Nya yang kudus."

Maka jawab Yesus serta berkata kepada mereka itu, "Bukankah di dalam hal ini kamu sesat, sebab tiada kamu mengetahui akan isi Alkitab dan akan kuasa Allah?

Maka tak dapat tiada Injil itu akan dimasyhurkan dahulu kepada sekalian bangsa.

Sesungguhnya langit dan bumi akan lenyap, tetapi perkataan-Ku kekal.

Lalu bersabdalah Yesus kepada mereka itu, "Pergilah kamu ke seluruh bumi, beritakanlah Injil itu kepada sekalian alam. Barangsiapa yang percaya dan yang dibaptiskan, ialah akan diselamatkan, tetapi barangsiapa yang tiada percaya itu, ialah akan dihukumkan.

Maka segala orang itu pun pergilah, serta memberitakan di mana-mana, maka Tuhan membantu mereka itu, dan meneguhkan firman itu dengan sekalian tanda ajaib yang mengiringi dia.

Maka suatu pedang akan menembuskan jiwamu sendiri, -- supaya ketara pikiran hati orang banyak."

Maka jawab Yesus kepadanya, "Adalah tersurat: Bahwa bukannya dengan roti sahaja manusia akan hidup."

Maka sangat heranlah mereka itu akan pengajaran-Nya itu, karena perkataan-Nya itu dengan kuasa.

Apakah sebabnya kamu memanggil Aku: Tuhan, Tuhan! tetapi tiada kamu perbuat menurut perkataan-Ku? Tiap-tiap orang yang datang kepada-Ku dan mendengar perkataan-Ku serta menurut, maka Aku hendak menyatakan kepadamu seumpama siapa ia, yaitu seumpama seorang yang mendirikan sebuah rumah, dan yang menggali sehingga dalam, lalu ditaruhnya alasan di atas batu; maka apabila tiba air bah serta arus menempuh rumah itu, tiadalah dapat menggerakkan dia, karena perbuatannya kukuh. Tetapi orang yang mendengar dengan tiada menurut, ialah seumpama seorang, yang mendirikan sebuah rumah di atas tanah dengan tiada beralasan; maka arus pun menempuh rumah itu, lalu segera robohlah, maka besarlah kerusakan rumah itu."

Maka Yesus pun berkatalah, "Bahwa kepada kamu diberi karunia mengetahui rahasia kerajaan Allah, tetapi kepada orang lain itu dengan perumpamaan, supaya dengan melihat jangan mereka itu nampak, dan dengan mendengar jangan mereka itu mengerti. Maka inilah arti perumpamaan itu: Adapun benih itulah Perkataan Allah. Maka yang di tepi jalan itu, ialah orang yang mendengar, kemudian datanglah Iblis mengambil Perkataan itu dari dalam hatinya, supaya jangan mereka itu percaya dan diselamatkan. Dan yang di atas batu itu, ialah orang, serta mendengar, menyambut Perkataan itu dengan sukacita; maka orang itu tiada berakar; mereka itu percaya untuk seketika sahaja, dan pada masa pencobaan undurlah mereka itu. Maka yang jatuh di tengah-tengah semak duri itu, ialah orang yang sudah mendengar, dan serta berjalan dibantutkan oleh kuatir dan kekayaan dan kesukaan dunia ini, maka tiadalah mengeluarkan buah dengan sempurnanya. Tetapi yang di tanah yang baik itu, ialah orang, yang sesudahnya mendengar Perkataan itu, berpegang teguh di dalam hati yang tulus dan baik, lalu mengeluarkan buah dengan bertekun.

Tetapi jawab-Nya serta berkata kepada mereka itu, "Adapun ibu-Ku dan saudara-Ku, ialah, yang mendengar firman Allah serta menurut."

Maka kata-Nya kepada sekalian orang, "Jikalau barangsiapa hendak mengikut Aku, haruslah ia menyangkali dirinya serta menanggung salibnya tiap-tiap hari, lalu mengikut Aku. Karena barangsiapa yang hendak memeliharakan nyawanya, ia akan kehilangan nyawa; tetapi barangsiapa yang kehilangan nyawanya oleh karena Aku, ialah akan memeliharakan nyawa. Apakah untungnya kepada seorang, jikalau ia beroleh segenap dunia ini, tetapi dirinya sendiri hilang atau binasa? Karena barangsiapa yang malu mengaku Aku dan perkataan-Ku, maka Anak manusia itu pun malu mengaku dia, apabila Ia datang kelak dengan kemuliaan-Nya sendiri dan dengan kemuliaan Bapa-Nya dengan kemuliaan segala malaekat-Nya yang kudus.

Maka kata Yesus kepada seorang lain, "Ikutlah Aku." Tetapi kata orang itu, "Izinkanlah hamba pergi dahulu menguburkan bapa hamba." Tetapi kata Yesus kepadanya, "Biarlah orang mati menguburkan orangnya yang mati; tetapi engkau ini, pergilah memasyhurkan kerajaan Allah." Maka kata seorang yang lain pula, "Hamba hendak mengikut Tuhan; tetapi izinkanlah hamba pulang memberi selamat tinggal kepada seisi rumah hamba." Maka kata Yesus kepadanya, "Tiadalah seorang pun yang berpegang kepada tenggala serta menoleh ke belakang, berlayak bagi kerajaan Allah."

Tetapi kata Yesus, "Bahkan, berbahagialah orang yang mendengar firman Allah serta memegangnya."

Maka berkatalah seorang kepada-Nya, "Ya Tuhan, sedikitkah sahaja orang yang beroleh selamat?" Maka kata-Nya kepada mereka itu, "Usahakanlah dirimu masuk daripada pintu yang sempit; karena Aku berkata kepadamu: Banyaklah orang yang ingin masuk, tetapi tiada dapat.

"Jikalau barang seorang datang kepada-Ku dan tiada membenci bapanya, dan ibu, dan bini, dan anak, dan saudara laki-laki, dan saudara yang perempuan, bahkan, nyawanya sendiri pun, tiada dapat ia menjadi murid-Ku. Barangsiapa yang tiada menanggung salibnya serta mengikut Aku, tiada dapat ia menjadi murid-Ku.

Adapun hukum Taurat dan surat segala nabi tetap sehingga sampai pada zaman Yahya; kemudian daripada itu dimasyhurkan kerajaan Allah, dan tiap-tiap orang berebut-rebut masuk ke dalamnya. Tetapi lebih mudah langit dan bumi ini lenyap daripada hilang satu noktah Taurat.

Tetapi kata Ibrahim: Mereka itu ada kitab Musa dan nabi-nabi, hendaklah diturutnya. Maka katanya: Bukannya demikian, ya Bapaku Ibrahim, melainkan jikalau kiranya seorang daripada orang mati pergi kepada mereka itu, niscaya mereka itu akan bertobat. Tetapi kata Ibrahim: Jikalau mereka itu tiada mau mendengar akan Musa dan nabi-nabi itu, tiada juga mereka itu akan yakin, jikalau seorang bangkit dari antara orang mati sekalipun."

Maka langit dan bumi akan lenyap, tetapi perkataan-Ku kekal.

Maka kata Yesus kepada mereka itu, "Hai orang bodoh, dan yang berhati bantut akan mempercayai segala sesuatu yang disabdakan oleh nabi-nabi itu!

Maka mulai daripada Musa dan segala nabi-nabi diartikannya kepada mereka itu dari dalam segenap Alkitab akan barang yang tersurat tentang diri-Nya sendiri.

Maka bersabdalah Ia kepada mereka itu, "Inilah perkataan-Ku yang sudah Kukatakan kepadamu, tatkala Aku lagi bersama-sama dengan kamu: Bahwa tak dapat tiada akan disampaikan hal-Ku di dalam Taurat Musa dan kitab nabi-nabi dan Zabur itu." Lalu dibukakan-Nya akal mereka itu, supaya mengerti Alkitab,

Maka pada awal pertama adalah Firman, dan Firman itu bersama-sama dengan Allah, dan Firman itulah juga Allah.

Karena Taurat sudah diberi oleh Musa, tetapi anugerah dan kebenaran sudah didatangkan oleh Yesus Kristus.

Tatkala Ia sudah bangkit dari antara orang mati, baharulah teringat murid-murid-Nya bahwa Ia sudah mengatakan ini; maka percayalah mereka itu akan Alkitab dan akan perkataan yang telah dikatakan oleh Yesus itu.

Jikalau Aku sudah mengatakan kepadamu perkara dunia maka tiada kamu percaya, masakan dapat kamu percaya jikalau Aku mengatakan kepadamu perkara surga?

Karena demikianlah Allah mengasihi isi dunia ini, sehingga dikaruniakan-Nya Anak-Nya yang tunggal itu, supaya barangsiapa yang percaya akan Dia jangan binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. Karena Allah menyuruhkan Anak-Nya ke dalam dunia ini, bukannya sebab hendak menghukumkan dunia itu, melainkan supaya dunia ini diselamatkan oleh-Nya. Barangsiapa yang percaya akan Dia, tiadalah ia dihukumkan, tetapi orang yang tiada percaya itu memang sudah dihukumkan, sebab tiada ia percaya akan nama Anak Allah yang tunggal itu.

Karena Ialah, yang disuruhkan oleh Allah mengatakan firman Allah, sebab Allah mengaruniakan Roh dengan tiada berhingga.

Barangsiapa yang percaya akan Anak itu, ia beroleh hidup yang kekal; tetapi barangsiapa yang mendurhaka kepada Anak itu, ia pun tiada akan nampak hidup, melainkan murka Allah tinggal di atasnya."

Allah itu Roh adanya; maka orang yang menyembah Dia, wajiblah menyembah dengan roh dan kebenaran."

Sesungguh-sungguhnya Aku berkata kepadamu: Barangsiapa yang mendengar perkataan-Ku serta percaya akan Yang menyuruhkan Aku, ia itu beroleh hidup yang kekal, dan tiada masuk ke dalam hukuman, melainkan ia sudah berpindah daripada mati kepada hidup. Sesungguh-sungguhnya Aku berkata kepadamu, bahwa ketikanya akan datang dan sekarang ini ada juga, bahwa segala orang mati akan mendengar suara Anak Allah dan orang yang mendengar itu akan hidup.

dan firman-Nya pun tiada kamu pegang tetap di dalam hatimu; karena akan Dia, yang disuruh-Nya itu pun, kamu tiada percaya. Kamu menyelidiki isi Alkitab, karena pada sangkamu di dalamnya itu kamu beroleh hidup yang kekal; maka kitab itu juga menyaksikan dari hal-Ku;

Roh itulah yang menghidupkan, tubuh suatu pun tiada gunanya. Adapun perkataan yang Aku katakan kepadamu, itulah roh dan hidup adanya.

Sebab itu Aku sudah berkata kepadamu, bahwa kamu akan mati di dalam dosamu, karena jikalau kamu tiada percaya bahwa Aku inilah Dia, maka kamu akan mati di dalam dosamu."

Lalu kata Yesus kepada orang Yahudi yang percaya akan Dia, "Jikalau kamu ini berpegang teguh pada perkataan-Ku, baharulah dengan sesungguhnya kamu menjadi murid-Ku; dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itulah akan memerdekakan kamu."

Apakah sebabnya tiada kamu mengerti akan peribahasa-Ku? Memang sebab kamu tiada dapat mendengar perkataan-Ku ini. Kamu ini daripada bapamu Iblis, dan segala hawa nafsu bapamu itulah yang kamu turut. Ialah pembunuh manusia dari mulanya, tiada ia berdiri di atas yang benar, oleh karena kebenaran tidak ada di dalamnya. Jikalau ia mengatakan bohong, maka ia mengatakan menurut tabiatnya sendiri, karena ia pembohong dan bapa pembohong. Tetapi Aku ini, sebab mengatakan yang benar itu, maka tiadalah kamu percaya akan Daku. Siapakah di antara kamu dapat menyalahkan Aku tentang dosa? Jikalau Aku mengatakan yang benar, apakah sebabnya tiada kamu percaya akan Daku? Barangsiapa yang daripada Allah, ia juga mendengar akan firman Allah. Itulah sebabnya kamu tiada mendengar firman itu, karena kamu bukan daripada Allah."

Sesungguh-sungguhnya, Aku berkata kepadamu, jikalau barang seorang menurut perkataan-Ku, tiada ia akan nampak maut selama-lamanya."

Tetapi kamu ini tiada percaya, karena kamu bukan masuk bilangan domba-Ku. Segala domba-Ku mendengar akan suara-Ku, dan Aku kenal dia, dan sekaliannya pun mengikut Aku,

Jikalau kepada orang-orang yang sudah disampaikan firman Allah itu dipanggil alihah, (maka isi Alkitab itu tiada dapat dibatalkan),

Siapa yang mengasihi nyawanya, ia akan kehilangan nyawa, dan siapa yang membenci nyawanya di dalam dunia ini, ia akan menaruh nyawa bagi hidup yang kekal. Jikalau barang seorang bertaat kepada-Ku, hendaklah ia mengikut Aku, dan di tempat Aku ini ada, di situ hamba-Ku juga akan ada. Jikalau barang seorang bertaat kepada-Ku, ialah dimuliakan oleh Bapa.

Sungguhpun banyak tanda ajaib diperbuat oleh Yesus di hadapan mereka itu, tetapi tiada juga mereka itu percaya akan Dia, supaya sampailah sabda Nabi Yesaya yang telah disabdakannya: Ya Tuhan, siapakah yang sudah percaya akan kabar kami? Dan kepada siapakah tangan Tuhan sudah dinyatakan? Oleh sebab itulah tiada dapat mereka itu percaya, karena sabda Nabi Yesaya pula: Allah membutakan mata mereka itu, dan mengeraskan hatinya, supaya jangan mereka itu nampak dengan matanya atau mengerti dengan hatinya, atau bertobat, maka Aku menyembuhkan mereka itu. Inilah yang disabdakan oleh Nabi Yesaya sebab ia sudah melihat kemuliaan-Nya, dan bersabda dari hal-Nya. Meskipun demikian, maka banyaklah dari antara segala penghulu yang percaya akan Dia, tetapi oleh sebab orang Parisi tiada mereka itu mengaku, supaya jangan mereka itu dibuang dari rumah sembahyang. Karena mereka itu suka akan kemuliaan dari manusia lebih daripada kemuliaan dari Allah.

Siapa yang membuang Aku dan tiada menerima perkataan-Ku, ia ada Satu yang menghukumkan dia. Maka perkataan yang Aku katakan, itulah yang akan menghukumkan dia pada hari kiamat.

Karena Aku ini sudah berkata-kata bukannya dengan kehendak-Ku sendiri, melainkan Bapa yang menyuruh Aku, Ia telah memberi Aku suatu pesan, apa yang patut Kukatakan, dan apa yang patut Kututurkan. Dan Aku tahu bahwa pesan-Nya itulah hidup yang kekal. Sebab itu barang yang Aku ini katakan, maka sebagaimana Bapa itu telah berfirman kepada-Ku, begitulah Aku katakan."

Maka kata Yesus kepadanya, "Aku inilah Jalan dan Kebenaran dan Hidup; seorang pun tiada sampai kepada Bapa, kecuali dengan Aku.

Jikalau kamu mengasihi Aku, turutlah segala hukum-Ku.

Siapa yang memeliharakan hukum-Ku serta menurut dia, ia itulah mengasihi Aku; dan siapa yang mengasihi Aku, ia pun akan dikasihi oleh Bapa-Ku, dan Aku juga akan mengasihi dia sambil menyatakan diri-Ku kepadanya."

Maka jawab Yesus serta berkata kepadanya, "Jikalau barang seorang mengasihi Aku, ia akan menurut perkataan-Ku, maka Bapa-Ku itu mengasihi dia, dan Kami akan datang kepadanya dan akan diam bersama-sama dengan dia. Siapa yang tiada mengasihi Aku, tiada juga ia menurut perkataan-Ku; dan perkataan yang kamu dengar itu bukan perkataan-Ku, melainkan firman Bapa itu, yang menyuruh Aku.

Jikalau kamu tetap di dalam Aku, dan perkataan-Ku tetap di dalam kamu, pintalah barang apa yang kamu kehendaki, itu akan dikaruniakan kepadamu kelak.

Akan tetapi apabila Ia sudah datang, yaitu Roh kebenaran, maka Ia pun akan membawa kamu kepada segala kebenaran; karena tiada Ia berkata-kata dengan kehendak-Nya sendiri, melainkan barang yang didengar-Nya itu juga akan dikatakan-Nya; dan dikabarkan-Nya kepadamu segala perkara yang akan datang.

Aku ini sudah menyampaikan firman-Mu kepada mereka itu; maka isi dunia ini benci akan mereka itu, oleh sebab mereka itu bukan daripada dunia ini, seperti Aku juga bukan daripada dunia ini.

Kuduskanlah mereka itu di dalam kebenaran; firman-Mu itulah kebenaran.

Lalu kata Pilatus kepada-Nya, "Engkau seorang rajakah juga?" Maka sahut Yesus, "Benar seperti kata Tuan bahwa Aku ini seorang raja. Itulah sebabnya Aku telah lahir, dan inilah sebabnya Aku telah datang ke dalam dunia ini, supaya Aku menyaksikan kebenaran. Barangsiapa yang gemar akan kebenaran itu, ia mendengar akan suara-Ku."

Tetapi sahut Petrus dan rasul-rasul itu serta berkata, "Wajiblah orang menurut Allah terlebih daripada manusia.

Maka Paulus dan Barnabas pun berkata-kata dengan beraninya, katanya, "Wajiblah firman Allah itu dikatakan terlebih dahulu kepada kamu, tetapi sedang kamu menolakkan dia dan mengirakan dirimu sendiri tiada berlayak bagi hidup yang kekal, maka berpalinglah kami kepada orang kafir.

Maka orang yang di situ lebih baik daripada orang yang di Tesalonika itu, karena orang-orang ini telah menerima firman itu dengan sukacitanya serta sehari-hari menyelidiki isi Alkitab kalau sungguh hal itu demikian.

Tetapi apabila setengah orang mengeraskan hatinya dan ingkar, serta mencerca jalan itu di hadapan orang banyak, maka undurlah ia daripada mereka itu, lalu mengasingkan murid-murid itu. Maka pada tiap-tiap hari ia berbicara di dalam sekolah Tiranus.

Maka aku ini ketahui bahwa sepeninggal aku kelak masuk di antara kamu beberapa serigala yang ganas, yang tiada menyayangkan kawan itu; maka dari antara kamu sendiri pun akan berbangkit beberapa orang yang memberi pengajaran salah, menarik hati murid-murid itu mengikut dia. Sebab itu berjagalah, dan ingatlah bahwa tiga tahun lamanya siang malam tiadalah aku berhenti-henti, menasehatkan tiap-tiap orang dengan air mataku.

sabda-Nya: Pergilah engkau kepada kaum ini, lalu katakan: Bahwa dengan pendengar kamu akan mendengar, tetapi sekali-kali tiada kamu akan mengerti. Dan dengan penglihat kamu akan melihat, tetapi sekali-kali tiada kamu nampak, karena kaum ini sudah keras hati, dan pendengarnya pun berat, dan matanya sudah dikejamkannya, supaya jangan sekali-kali ia nampak dengan matanya, dan mendengar dengan telinganya, dan mengerti dengan hatinya, dan bertobat pula, lalu Aku pun menyembuhkan dia.

Daripada Paulus, hamba Kristus Yesus, yang dipanggil menjadi rasul, dan diasingkan untuk memberitakan Injil Allah, (yang dijanjikan Allah terdahulu dengan mulut nabi-nabi-Nya di dalam kitab-kitab yang kudus,)

Karena tiadalah aku berasa malu mengaku Injil itu; karena ia itulah suatu kuasa Allah yang mendatangkan selamat kepada tiap-tiap orang yang percaya, terutama sekali kepada orang Yahudi, dan kepada orang Gerika juga. Karena di dalamnya itu kebenaran Allah dinyatakan daripada iman kepada iman, seperti yang telah tersurat: Bahwa orang benar itu akan hidup oleh sebab iman. Karena murka Allah dinyatakan dari surga atas segala keadaan fasik dan kelaliman orang, yang menimbuskan kebenaran dengan kelaliman, sebab barang yang dapat diketahui dari hal Allah telah termaklum kepada mereka itu, karena Allah sudah menyatakan kepada mereka itu. Karena semenjak awal kejadian alam segala sifat-Nya yang tiada kelihatan, yaitu kodrat dan zat ilahiat-Nya yang kekal itu, dapat dipandang terang dengan akal di dalam yang dijadikan, supaya mereka itu tiada dapat mendalihkan dirinya; karena sungguhpun mereka itu mengenal Allah, tetapi mereka itu tiada memuliakan Dia seperti Allah atau mengucap syukur kepada-Nya, melainkan mereka itu sudah menjadi sia-sia di dalam pikirannya, dan hati mereka itu yang bebal itu menjadi gelap. Dengan mengaku dirinya bijak, maka mereka itu menjadi bodoh,

Jikalau demikian, apakah kelebihan orang Yahudi? Atau apakah faedahnya sunat itu? Banyaklah di dalam berbagai-bagai peri. Pertama-tama sebab segala firman Allah sudah diamanatkan kepada mereka itu. Karena apakah halnya? Jikalau beberapa orang menjadi tiada beriman, dapatkah ketiadaan iman mereka itu membatalkan setiawan Allah? Sekali-kali tidak, melainkan Allah itu benar, tetapi segala manusia pembohong, seperti yang tersurat ini: Supaya Engkau nyata benar di dalam firman-Mu, dan menang apabila Engkau disalahkan orang.

seperti yang tersurat demikian ini: Bahwa tiadalah seorang yang benar, bahkan, seorang pun tiada, tiadalah seorang yang berakal, tiadalah seorang yang menuntut akan Allah;

Jikalau begitu, adakah kami membatalkan Taurat oleh sebab iman itu? Sekali-kali tidak, melainkan kami meneguhkan Taurat.

tetapi sekarang kita sudah terlepas daripada hukum Taurat itu, sedang kita sudah mati lepas daripada hukum itu, yang di dalamnya kita terpegang, sehingga kita berbuat ibadat baharu yang rohani, bukannya ibadat lama yang menurut sebagaimana rukun sahaja.

Jadi, hukum Taurat itu kudus, dan penyuruhan itu pun kudus serta adil dan sempurna.

Mengucap syukurlah aku kepada Allah oleh Yesus Kristus Tuhan kita! Oleh yang demikian, maka aku ini sendiri dengan hati mengikut hukum Allah, tetapi dengan tabiat duniawi takluk ke bawah hukum dosa.

Karena pikiran tabiat duniawi itulah perseteruan dengan Allah, sebab tiada takluk ke bawah hukum Allah, bahkan, tiada dapat juga.

Dan bagaimanakah mereka itu hendak memberitakan, jikalau tiada disuruh? Seperti yang tersurat: Alangkah eloknya segala tapak kaki orang yang membawa kabar kesukaan dari hal yang baik. Tetapi bukan sekaliannya menurut Injil itu. Karena sabda Yesaya demikian: Ya Tuhan, siapakah yang percaya akan berita kami? Oleh yang demikian nyatalah iman itu datang daripada berita, tetapi berita itu atas sabda Kristus.

sebagaimana yang tersurat: Bahwa Allah memberi kepada mereka itu suatu roh penidur, dan mata yang tiada mau melihat, dan telinga yang tiada mau mendengar, hingga kepada hari ini.

Karena seberapa banyak hal yang tersurat terdahulu itu, sudah disuratkan akan menjadi pengajaran bagi kita, supaya kita menaruh harap dari sebab sabar dan dari sebab penghiburan, yang daripada Alkitab.

Aku minta kamu, hai saudara-saudaraku, akan memperhatikan segala orang yang mendatangkan perselisihan dan waham bersalahan dengan pengajaran yang kamu pelajari. Hendaklah kamu menyimpang daripada mereka itu. Karena orang yang semacam ini bukannya bertuhankan Tuhan kita, yaitu Kristus, melainkan bertuhankan perutnya sendiri; dan dengan perkataan yang manis dan elok mereka itu memperdayakan orang yang tulus hati.

Karena pengajaran dari hal salib itu menjadi kebodohan kepada segala orang yang menuju kebinasaan; tetapi kepada kita yang menuju keselamatan itulah menjadi kuasa Allah.

Adapun hikmat itu kami katakan di antara orang yang sempurna. Tetapi bukannya hikmat dunia ini, dan bukannya hikmat raja-raja dunia ini, yang ditiadakan kelak, melainkan kami mengatakan hikmat Allah yang sudah dirahasiakan dan yang tersembunyi, dan yang sudah ditetapkan Allah terlebih dahulu daripada dunia ini untuk kemuliaan kita,

Maka barang yang kami katakan itu pun bukannya dengan pengajaran manusia, melainkan dengan pengajaran Roh, sambil membandingkan barang rohani dengan rohani. Tetapi orang duniawi tiada menerima barang yang daripada Roh Allah itu, karena perkara itu menjadi kebodohan kepadanya, dan tiada dapat mengenalnya, sebab perkara itu diselidik dengan peri rohani. Tetapi orang yang rohani itu menyelidiki segala perkara, maka ia sendiri tiada diselidik oleh seorang jua pun.

Maka sunat itu suatu pun tiada apa-apa, dan hal yang tiada bersunat itu suatu pun tiada apa-apa; melainkan menjunjung hukum Allah.

Maka aku menyatakan kepada kamu, hai saudara-saudaraku, akan Injil yang aku beritakan kepada kamu, dan yang telah kamu terima itu, dan yang di dalamnya juga kamu berdiri tetap, dan olehnya juga kamu beroleh selamat, asal kamu berpegang teguh kepada perkataan yang kuberitakan kepada kamu, kecuali imanmu itu sia-sia.

Jikalau barang seorang tiada mengasihi Tuhan itu, biarlah ia terlaknat. Maranata! (artinya Tuhan kami, datanglah!)

Karena kami menjadi suatu bau harum Kristus kepada Allah di antara segala orang yang akan diselamatkan dan yang akan dibinasakan, yaitu kepada orang yang akan dibinasakan, kami menjadi suatu bau maut menuju mati; tetapi kepada orang yang akan diselamatkan, suatu bau hayat menuju hidup. Siapakah yang lengkap bagi hal yang demikian?

Ialah juga menjadikan kami pandai menjadi pesuruh perjanjian baharu, bukan pula menurut seperti huruf, melainkan menurut Roh; karena huruf itu mematikan, tetapi Roh itu menghidupkan. Tetapi jikalau jawatan yang membawa maut dengan tulisan yang terukir pada loh batu itu telah datang dengan kemuliaannya, sehingga bani Israel tiada dapat merenung muka Musa oleh sebab (cahaya) kemuliaan mukanya, yaitu (cahaya) kemuliaan yang akan lenyap, bukankah jawatan Roh itu terlebih kemuliaannya? Karena jikalau jawatan yang mendatangkan hukum itu menaruh kemuliaan, apatah lagi jawatan yang mendatangkan kebenaran melimpah dengan kemuliaan.

tetapi kami sudah membuangkan segala perkara tersembunyi yang mendatangkan malu, dan tiada kami melakukan diri dengan tipu daya atau memutarkan firman Allah, melainkan dengan menyatakan yang benar itu kami mengenalkan diri kami kepada perasaan hati orang sekalian di hadirat Allah. Akan tetapi jikalau Injil kami terlindung, maka terlindunglah ia kepada orang yang akan binasa, yang telah dibutakan oleh penghulu dunia mata hati orang yang tiada percaya itu, supaya jangan mereka itu diterangi oleh cahaya Injil kemuliaan Kristus, yaitu bayang-bayang Allah.

Akan tetapi aku takut kalau-kalau jadi seperti ular memperdayakan Hawa dengan tipu dayanya, demikianlah juga rusaklah pikiranmu dan renggang daripada tulus ikhlas dan kesucian yang menuju kepada Kristus.

Karena orang yang semacam itu rasul-rasul palsu, yang bekerja dengan tipu daya, dan yang merupakan dirinya seolah-olah rasul-rasul Kristus. Maka tiadalah ajaib perkara itu, karena Iblis sendiri pun merupakan dirinya seperti malaekat yang suci.

Karena tiada boleh kami melakukan apa-apa lawan yang benar, melainkan menurut yang benar.

Aku heran bahwa kamu sebegitu lekas berpaling daripada Dia, yang memanggil kamu di dalam anugerah Kristus kepada suatu Injil yang berlainan, padahal yang lain itu bukannya Injil; tetapi ada setengah orang yang mengharukan kamu dan yang hendak menyungsangkan Injil Kristus. Tetapi jikalau kami ini atau seorang malaekat dari surga sekalipun akan memberitakan kepadamu Injil lain daripada yang telah kami beritakan kepadamu, biarlah ia terlaknat. Sebagaimana yang telah kami katakan dahulu, sekarang pun kukatakan pula, bahwa jikalau barang seorang memberitakan Injil kepadamu lain daripada yang telah kamu terima itu, biarlah ia terlaknat.

Maka seketika pun tiada kami takluk kepada mereka itu, supaya kebenaran Injil itu tinggal tetap kepadamu.

Karena seberapa banyak orang yang keadaannya melakukan syariat Taurat, ada di bawah kutuk; karena ada tersurat: Bahwa terkutuklah tiap-tiap orang yang tiada tekun berbuat segala sesuatu yang tersurat di dalam kitab Taurat.

Maka Kristus sudah menebus kita daripada kutuk Taurat itu dengan menjadi suatu kutuk karena kita, karena ada tersurat: Bahwa terkutuklah tiap-tiap orang yang tergantung pada kayu, supaya berkat Ibrahim sampai kepada orang kafir di dalam Yesus Kristus, dan supaya kita menerima Roh yang dijanjikan itu oleh sebab iman.

Segala perjanjian itu dijanjikan Allah kepada Ibrahim dan kepada benihnya. Maka bukannya firman itu: Dan kepada segala benihnya, seolah-olah kepada orang banyak, melainkan seolah-olah kepada Satu: Dan kepada benihmu, maka Ialah Kristus.

Dengan hal yang demikian syariat Taurat itu sudah menjadi suatu pelatih yang membawa kita kepada Kristus, supaya kita dibenarkan oleh sebab iman.

Aku menjadi seterumukah, sebab mengatakan barang yang benar kepadamu?

supaya Allah Tuhan kita Yesus Kristus, yaitu Bapa pohon segala kemuliaan, mengaruniakan kepadamu Roh hikmat dan kenyataan dengan pengenalan akan Dia, dan menerangkan mata hatimu, sehingga kamu dapat mengetahui apa pengharapan panggilan Allah, dan bagaimana limpahnya kemuliaan warisan-Nya di antara orang-orang suci;

supaya jangan lagi kita menjadi kanak-kanak, beralun-alun seperti gelombang, dan ditiup oleh segala jenis angin pengajaran, dengan semu daya manusia dan cerdiknya, yang membawa kepada segala akal yang sesat,

supaya Ia menguduskan sidang itu setelah disucikan-Nya dengan baptisan air oleh firman Allah,

Dan sambutlah ketopong keselamatan, dan pedang Roh, yaitu firman Allah,

Dan inilah kudoakan, supaya kasihmu makin banyak bertambah-tambah dengan pengenalan dan segala pengertian, sehingga kamu dapat menguji yang mana terutama, supaya kamu menjadi suci dan tiada bersalah sehingga sampai kepada Hari Kristus,

sambil menjunjung firman yang memberi hidup itu, supaya aku megah pada Hari Kristus, sebab aku tiada melakukan yang sia-sia dan tiada berusaha dengan sia-sia.

asal kamu tekun di dalam iman, dengan tetap dan teguh, apatah lagi tiada kamu berpaling daripada pengharapan yang di dalam Injil, yang sudah kamu dengar, dan yang sudah diberitakan kepada sekalian makhluk yang di bawah langit, dan yang aku ini, Paulus, sudah menjadi pelayan-Nya.

Ingatlah baik-baik, supaya jangan seorang dapat menawan kamu dengan ilmu filsafat dan tipu daya yang tiada berguna, menurut pengajaran manusia dan menurut alif-ba-ta dunia, bukannya menurut Kristus,

sambil mendoakan kami juga, supaya Allah membukakan kami suatu pintu bagi pemberitaan Injil, akan berkata-kata dari hal rahasia Kristus, yang menyebabkan juga aku terbelenggu,

Maka kamu ini sudah menjadi penurut teladan kami dan teladan Tuhan; meskipun di dalam beberapa sengsara, kamu sudah menerima firman itu dengan kesukaan yang datang daripada Rohulkudus,

sungguhpun dahulu kami merasa kesusahan dan siksa di Pilipi, sebagaimana yang kamu ketahui, tetapi di dalam Tuhan kita makin berani kami memberitakan Injil Allah kepadamu di dalam perlawanan yang amat sangat.

Maka itulah sebabnya kami ini pun mengucapkan syukur kepada Allah dengan tiada berkeputusan, sebab tatkala kamu sudah menerima firman Allah daripada pemberitaan kami, lalu kamu menyambut firman itu, bukannya seperti perkataan manusia, melainkan seperti sungguh perkataan Allah, yang bekerja di dalam kamu juga yang beriman.

dan kepada kamu yang disusahkan itu membalaskan kesenangan beserta dengan kami, pada masa Tuhan Yesus itu dinyatakan dari surga dengan segala bala tentara malaekat-Nya, dengan api yang bernyala, membalas atas segala orang yang tiada mengaku Allah, dan atas segala orang yang tiada mau menurut Injil Tuhan kita Yesus. Maka mereka itu akan terkena siksa kebinasaan yang kekal, dijauhkan dari hadirat Allah dan dari kemuliaan kodrat-Nya,

Barulah si Durhaka itu akan dinyatakan kelak, yang akan dijahanamkan oleh Tuhan Yesus dengan nafas mulut-Nya, dan dilenyapkannya dengan cahaya kedatangan-Nya. Adapun kedatangan si Durhaka itu menurut gerak Iblis, dengan segala kuasa dan tanda ajaib dan mujizat yang palsu, dan dengan segala semu daya kejahatan bagi orang-orang yang akan binasa, sebab mereka itu tiada menaruh kasih akan yang benar supaya mereka itu selamat. Maka itulah sebabnya didatangkan Allah ke atasnya suatu kuasa yang menyesatkan, supaya mereka itu percaya akan yang dusta, supaya sekalian yang tiada percaya akan yang benar dan yang berkenan akan yang jahat itu dihukumkan.

Tetapi kita mengetahui bahwa syariat Taurat itu baik, jikalau orang menjalankan dia dengan sepatutnya, serta menaruh insaf bahwa hukum itu diadakan bukannya bagi orang yang benar, melainkan bagi orang fasik dan yang tiada mau diperintahkan, bagi orang yang tiada beragama dan orang yang penuh dengan dosa, bagi orang yang najis dan yang mencela, bagi orang yang membunuh bapanya dan yang membunuh ibunya, dan bagi segala pembunuh, bagi orang yang berzinah dan orang semburit, dan yang mencuri orang, dan yang membuat dusta dan yang bersumpah dusta, dan barang apa pun yang bersalahan dengan pengajaran yang benar itu, menurut seperti bunyi Injil yang memberitakan kemuliaan Allah yang terpuji, maka itulah yang diamanatkan kepadaku.

Maka itulah yang baik dan diperkenan pada pemandangan Juruselamat kita Allah, yang berkehendakkan sekalian manusia beroleh selamat dan sampai kepada pengenalan dari hal yang benar.

tetapi jikalau aku terlambat, maka dapatlah engkau mengetahui bagaimana orang patut melakukan dirinya di dalam Rumah Allah, yaitu sidang Allah yang hidup, suatu tiang dan alas dari hal yang benar.

Tetapi Roh itu berkata dengan nyata, bahwa pada akhir zaman beberapa orang akan gugur daripada iman, sebab berpaling kepada penguasa, yang menyesatkan orang, dan kepada beberapa pengajaran setan-setan,

Jikalau engkau ingatkan segala perkara itu kepada saudara-saudara kita, niscaya engkaulah akan menjadi hamba yang baik kepada Kristus Yesus, mahir di dalam pengajaran iman dan dengan segala pengajaran yang baik yang telah engkau turut dengan taatnya.

Bertekunlah engkau di dalam hal membacakan, dan menasehatkan, dan mengajar, sehingga aku datang.

Ingatlah akan dirimu dan akan pengajaranmu; bertekunlah di dalam hal ini, karena di dalam mengerjakan ini engkau akan selamat, baik dirimu sendiri baik orang yang mendengar engkau.

Sebab itu janganlah malu tentang hal mengaku Tuhan kita, dan jangan malu sebab aku yang terbelenggu karena Tuhan, melainkan hendaklah engkau bersama-sama merasai sengsara karena Injil menurut kuasa Allah,

dan jikalau tahan kita menderita, kita akan memerintah serta-Nya; jikalau kita menyangkal Dia, maka Ia pun akan menyangkal kita;

Berusahalah engkau memperhadapkan dirimu benar kepada Allah sama seperti seorang hamba yang tiada bermalu, dan yang menjalankan perkataan dari hal yang benar itu dengan sebenarnya.

Seorang hamba Tuhan tiada patut berkelahi, melainkan manis dan lemah lembut kepada orang sekalian, pandai mengajar orang, dan sabar atas kesukaran, dengan lemah lembut menegur ajar segala lawannya, mudah-mudahan Allah mengaruniakan mereka itu hal bertobat, sehingga sampai kepada pengenalan dari hal yang benar,

yang senantiasa belajar, tetapi tiada pernah sampai kepada pengenalan akan yang benar.

dan lagi dari kecil engkau sudah mengenal akan kitab yang kudus, yang boleh memberi kepadamu akal mendatangkan selamat oleh iman akan Kristus Yesus. Adapun tiap-tiap kitab yang diwahyukan Allah berfaedah bagi pelajaran, bagi hal menyatakan yang salah, bagi hal membaiki yang rusak, dan bagi hal mengajarkan jalan yang benar, supaya hamba Allah itu sempurna, terlengkap bagi segala perbuatan yang baik.

Hendaklah engkau memberitakan Firman itu, hendaklah engkau bersedia, baik pada masa senang atau tiada senang; nyatakanlah salah orang, tegurkanlah, nasehatkanlah dengan panjang sabar dan dengan pengajaran. Karena masanya akan datang kelak manakala orang tiada tahan akan pengajaran yang benar; tetapi sebab gatal telinganya hendak mendengar, maka dihimpunkannya guru-guru bagi dirinya menurut hawa nafsunya sendiri, dipalingkannya telinganya daripada yang benar, lalu menyimpang kepada segala ceritera bohong.

berpaut kepada perkataan yang sungguh menurut pengajaran itu, supaya dapat ia menasehatkan orang di dalam pengajaran yang benar itu, dan menempelak orang yang melawan.

Maka benarlah kesaksian itu. Sebab itu tempelakkanlah mereka itu dengan keras, supaya mereka itu menjadi sempurna di dalam iman,

Tetapi hendaklah engkau ini mengatakan barang yang berpatutan dengan pengajaran yang benar, yaitu:

Sebab itu patutlah kita terlebih lagi ingat akan segala perkara yang sudah kedengaran itu, supaya jangan kita boleh hanyut. Karena jikalau firman yang difirmankan Allah dengan lidah malaekat-Nya itu sudah nyata tetap, dan tiap-tiap kesalahan dan durhaka itu ada balasannya dengan adil, bagaimanakah dapat kita terlepas jikalau kita ini melalaikan keselamatan yang sebegitu besar? yang mula-mula diberitakan Tuhan, lalu disungguhkan kepada kita oleh segala orang yang sudah mendengarnya;

Sebab itu seperti firman Rohulkudus itu, "Pada hari ini, jikalau kamu mendengar suara-Nya, janganlah kamu mengeraskan hatimu seperti pada masa Penggusaran, pada hari pencobaan di padang belantara itu, di tempat segala nenek moyangmu mencobai dengan menguji Aku, dan sudah nampak segala perbuatan-Ku empat puluh tahun lamanya. Itulah sebabnya Aku murka akan orang zaman ini, serta berfirman: Bahwa hati mereka itu selalu sesat, tetapi mereka itu tiada mengenal segala jalan-Ku; sebab itu Aku telah bersumpah dengan murka-Ku: Bahwa sekali-kali tiada mereka itu akan masuk perhentian-Ku." Ingatlah baik-baik, hai saudara-saudaraku, jangan seorang pun daripada kamu berhati jahat dengan tiada beriman sehingga berpaling daripada Allah yang hidup itu;

Karena kabar kesukaan sudah diberitakan kepada kita, sama seperti kepada mereka itu juga; tetapi berita yang kedengaran itu tiada mendatangkan faedah kepada mereka itu, sebab tiada disertai oleh iman bagi orang yang mendengar itu. Karena kita yang sudah beriman ini masuk perhentian itu, sebagaimana yang Ia telah berfirman, "Seperti Aku telah bersumpah dengan murka-Ku: Bahwa sekali-kali tiada mereka itu akan masuk perhentian-Ku" walaupun segala perbuatan itu sudah lengkap daripada masa kejadian dunia.

Karena firman Allah itu hidup dan berkuasa, dan lebih tajam daripada pedang bermata dua, dan makan dalam sehingga menceraikan nyawa dan roh, serta sendi dan sumsum, dan tahu menyelidik segala ingatan dan niat hati. Maka tiada suatu makhluk pun yang tersamar kepada-Nya, melainkan nyata dan terbuka segala sesuatu kepada pemandangan Allah, yang harus kita memberi jawab kepada-Nya.

Karena orang-orang, yang sekali sudah diterangkan hatinya, dan sudah merasa-rasa karunia yang dari surga itu, dan sudah sama beroleh bahagian daripada Rohulkudus, dan yang sudah masuk hati firman Allah yang baik itu, beserta dengan segala kuat kuasa zaman yang akan datang, lalu berpaling, masakan orang itu dibaharukan balik kepada tobat, oleh sebab mereka itu sendiri sudah menyalibkan Anak Allah, serta diberi malu dengan nyata-nyata.

Karena inilah Perjanjian yang hendak Kujanjikan kepada segala isi rumah Israel kemudian daripada masa itu, firman Tuhan; maka Aku akan memasukkan hukum-hukum-Ku ke dalam ingatan mereka itu, dan di dalam hati mereka itu juga akan Kusuratkan itu, dan Aku akan menjadi Tuhan kepada mereka itu, dan mereka itu akan menjadi kaum kepada-Ku.

Inilah perjanjian yang hendak Kuperbuat dengan mereka itu kemudian daripada masa itu, kata firman Tuhan: Maka Aku memasukkan hukum-hukum-Ku ke dalam hati mereka itu, dan menyuratkan dia ke dalam ingatan mereka itu;

Karena jikalau kita berbuat dosa dengan sengaja kemudian daripada kita telah beroleh pengenalan akan yang benar itu, maka tidak ada lagi korban karena dosa, melainkan ada dahsyat orang menantikan hukuman itu, dan ada suatu hangat api yang akan melulur segala yang melawan. Adapun orang yang menolakkan hukum Musa itu, mati dibunuh dengan tiada dikasihani, atas kesaksian dua tiga orang saksi; kamu pikirlah, betapa berat lagi siksa yang patut dikenakan atas orang yang sudah melanyakkan Anak Allah itu, dan yang membilangkan najis darah perjanjian yang dalamnya Ia dikuduskan itu, dan yang mengolok-olokkan Roh pohon anugerah itu.

Jikalau tiada beriman, mustahil diperkenan Allah; karena orang yang menghampiri Allah itu, wajiblah ia yakin bahwa Allah ada, dan lagi bahwa Ialah pemberi pahala kepada segala orang yang mencari Dia.

Ingatlah baik-baik, jangan kamu tolak Dia yang berfirman itu. Karena jikalau orang, yang sudah menolak Dia yang berfirman di dunia ini, tiada dapat melepaskan diri, apatah lagi kita ini jikalau kita berpaling daripada Dia, yang berfirman dari surga.

karena Tuhan kita itu seumpama api yang menghanguskan.

Jikalau ada orang di antara kamu yang kurang bijak, hendaklah ia memohonkan kepada Allah, yang mengaruniakan dengan murahnya kepada tiap-tiap orang dengan tiada membangkit-bangkitkan, niscaya dikaruniakan-Nya kelak kepadanya.

Sebab itu sambil membuangkan segala najis dan kejahatan yang melimpah itu, terimalah dengan lemah lembut pengajaran yang sudah tertanam di dalam kamu, yang berkuasa menyelamatkan jiwamu. Tetapi hendaklah kamu menjadi penurut pengajaran itu, bukannya orang yang mendengar sahaja dengan memperdayakan dirinya sendiri. Karena jikalau barang seorang menjadi orang yang mendengar pengajaran itu, tetapi tiada menurut, ialah seumpama orang yang memandang mukanya yang sebenar di dalam cermin; karena ia tampak dirinya dan pergi, langsung terlupa akan bagaimana rupanya itu.

Hai kamu yang disifatkan seperti orang berzinah, tiadakah kamu ketahui bahwa persahabatan dengan dunia ini, ialah perseteruan dengan Allah? Sebab itu barangsiapa yang mau bersahabat dengan dunia ini, ia itulah menjadi seteru Allah. Atau sia-siakah, pada sangkamu, yang dikatakan oleh kitab: Roh yang didudukkan-Nya di dalam kita gemar akan kedengkian? Tetapi Ia mengaruniakan anugerah yang lebih banyak. Maka itulah sebabnya kata nas Alkitab: Allah melawan orang sombong, tetapi Ia mengaruniakan anugerah kepada orang yang rendah hati. Serahkanlah dirimu kepada Allah, tetapi lawanlah Iblis, maka Iblis itu akan lari kelak daripadamu. Hampirilah Allah, maka Ia akan menghampiri kamu. Bersihkanlah tanganmu, hai orang-orang berdosa; dan sucikanlah hatimu, hai orang-orang yang bercabang hati. Rasalah susah hati dan meratap serta menangis; biarlah tertawamu menjadi ratap, dan kesukaanmu menjadi kedukaan. Hendaklah kamu merendahkan diri di hadirat Tuhan, maka Ia akan meninggikan kamu kelak.

Sedangkan kamu sudah menyucikan jiwamu di dalam taatmu kepada yang benar, sehingga kamu kasih dengan tulusnya akan segala saudara, maka hendaklah kamu berkasih-kasihan sama sendirimu dengan bersungguh-sungguh hati, karena kamu sudah diperanakkan pula, bukannya daripada benih yang akan binasa, melainkan yang tiada akan binasa, yaitu dengan firman Allah yang hidup dan kekal. Karena: Segala manusia seperti rumput, dan segala kemuliaannya seperti bunga rumput; maka rumput itu layu, dan bunganya luruh; tetapi firman Allah itu kekal selama-lamanya. Maka inilah kabar kesukaan yang diberitakan kepadamu.

seperti kanak-kanak yang baharu jadi hendaklah kamu ingin akan susu yang jati, yang tiada bercampur, supaya dengan dia itu kamu subur menuju keselamatan.

Sebab itu kepada kamu yang percaya menjadi suatu keindahan, tetapi kepada orang yang tiada percaya: Maka batu yang dibuang tukang-tukang itu, itulah juga sudah menjadi batu penjuru; dan: Suatu batu antukan dan sebuah batu syak; mereka itu terantuk oleh sebab tiada menurut firman Allah; maka yang demikian sudah ditentukan bagi mereka itu.

Karena sudah sampai waktunya hukuman mulai berlaku pada isi rumah Allah, tetapi jikalau pada kita ini mulanya, apakah kesudahannya segala orang yang tiada menurut Injil Allah itu?

Maka kami sendiri sudah mendengar suara ini turun dari langit tatkala kami ada beserta dengan Dia di atas gunung yang kudus itu. Maka ada pula kepada kita perkataan yang dinubuatkan menjadi lebih teguh, maka baik kamu perhatikan dia, seperti akan pelita yang bercahaya di dalam suatu tempat yang gelap, sehingga hari siang, dan bintang timur terbit bercahaya di dalam hatimu. Tetapi yang terutama sekali hendaklah kamu ingat perkara ini, yaitu tiada suatu nubuat di dalam Alkitab itu datang daripada akal orang sendiri, karena tiada pernah ada nubuat yang jadi dengan kehendak manusia, melainkan datangnya daripada Allah, diucapkan oleh orang yang digerakkan oleh Rohulkudus.

Tetapi dahulu ada juga beberapa nabi palsu di antara kaum itu, demikian pula di antara kamu akan ada kelak beberapa guru palsu, yang akan membawa pengajaran sesat dengan sulit, yang membinasakan orang, maka mereka itu menyangkali Tuhan yang telah menebus mereka itu, serta mendatangkan ke atas dirinya kebinasaan dengan segeranya. Maka banyak orang yang akan mengikut perbuatannya yang cabul; dan jalan yang benar itu akan dicela orang oleh sebab mereka itu. Dengan tamaknya kelak mereka itu akan mencari untung daripada kamu dengan perkataan munafik. Maka hukuman mereka itu yang dari dahulu itu tiada berlambatan akan jatuh ke atas dirinya, dan kebinasaannya tiada tidur.

Demikianlah di dalam segala surat kirimannya dikatakannya dari hal segala perkara itu. Di dalamnya itu ada juga beberapa perkara yang susah dimengerti, maka orang yang tiada berpelajaran dan yang tiada tetap itu memutarbalikkan sama seperti kitab-kitab yang lain itu, sehingga mendatangkan kebinasaan atas dirinya sendiri. Maka kamu ini, hai kekasihku, sedangkan kamu memang sudah mengetahui segala perkara itu, hendaklah kamu beringat, supaya jangan kamu sama terhanyut oleh sebab kesesatan segala orang jahat itu, lalu jatuh daripada keadaanmu yang teguh ini;

Dengan yang demikianlah kita mengetahui bahwa kita sudah mengenal Dia, jikalau kita menurut hukum-hukum-Nya. Maka orang yang berkata, "Aku kenal Dia," tetapi tiada menurut hukum-hukum-Nya, menjadi seorang pendusta, dan kebenaran itu tiada di dalam Dia. Tetapi barangsiapa yang menurut firman-Nya, sesungguhnya di dalam dialah kasih Allah menjadi sempurna. Dengan yang demikianlah kita mengetahui bahwa kita ada di dalam Dia. Maka orang yang mengatakan dirinya tinggal di dalam Dia, sepatutnyalah ia melakukan dirinya sama seperti Kristus sudah melakukan diri-Nya.

Hai segala kekasihku, janganlah percaya akan sebarang roh, melainkan ujilah segala roh itu, kalau-kalau daripada Allah datangnya; karena banyak nabi palsu sudah keluar ke seluruh dunia.

Kita ini daripada Allah; dan orang yang mengenal Allah ialah mendengarkan kita; maka orang yang bukan daripada Allah tiadalah ia mendengarkan kita. Dengan yang demikian dapatlah kita mengenal roh yang benar dan roh yang sesat itu.

Dengan inilah kita mengetahui, bahwa kita mengasihi segala Anak Allah, yaitu apabila kita mengasihi Allah sambil melakukan hukum-hukum-Nya,

Maka orang yang percaya akan Anak Allah ada kesaksian di dalam dirinya; maka orang yang tiada percaya akan Allah, menjadikan Dia pendusta, sebab orang itu tiada percaya akan kesaksian yang disaksikan Allah dari hal Anak-Nya.

Inilah kasih, yaitu melakukan diri kita menurut hukum-Nya. Maka inilah hukum itu sebagaimana yang sudah kamu dengar dari mulanya, yaitu hendaklah kamu berjalan di dalam kasih.

Barangsiapa yang melangkah, dan tiada tinggal tetap di dalam pengajaran Kristus, tiadalah mempunyai Allah. Tetapi orang yang tinggal tetap di dalam pengajaran itu, orang itulah mempunyai baik Bapa itu, baik Anak itu. Jikalau barang seorang datang kepadamu dan membawa pengajaran lain daripada itu, janganlah kamu terima dia masuk ke dalam rumahmu, dan jangan memberi salam kepadanya. Karena barangsiapa yang memberi salam kepadanya, ia itu sama bersalah di dalam perbuatannya yang jahat itu.

Tetapi aku suka hendak mengingatkan kamu, walaupun kamu mengetahui segala sesuatu itu dengan serta mertanya, bagaimana yang Tuhan, (sesudahnya menyelamatkan suatu kaum keluar dari negeri Mesir), kemudian daripada itu membinasakan mereka itu yang tiada beriman.

Maka Ia memegang di dalam tangan kanan-Nya tujuh bintang, dan terjulur dari dalam mulut-Nya sebilah pedang tajam bermata dua; dan wajah-Nya seperti matahari bercahaya terik.

Aku tahu segala perbuatanmu dan kelelahan dan sabarmu, dan Aku tahu bahwa engkau tiada boleh tahan segala orang jahat, tetapi engkau sudah mencoba orang-orang yang mengatakan dirinya rasul, tetapi bukan, dan sudah engkau dapati mereka itu pendusta;

Sebab itu, hendaklah bertobat. Jikalau tidak, Aku akan datang kepadamu dengan segeranya, lalu memerangi mereka itu dengan pedang yang di mulut-Ku ini.

Oleh sebab engkau begitu suam, dan hangat pun tidak, sejuk pun tidak, maka Aku hendak meludahkan engkau dari dalam mulut-Ku. Dengan sebab katamu: Aku kaya dan sudahlah aku beroleh kekayaan dan satu pun tiada kekurangan padaku, padahal tiada engkau mengetahui bahwa engkaulah orang malang, dan yang tiada terkasihan, dan miskin, dan buta, dan bertelanjang,

Maka naiklah marah naga akan perempuan itu, lalu pergi memerangi benih perempuan itu yang lagi tinggal, yaitu segala orang yang menurut hukum-hukum Allah serta berpegang kepada kesaksian Yesus itu. Lalu berdirilah ia di atas pantai laut.

Maka aku tampak seorang malaekat yang lain terbang di tengah langit, dan padanya ada Injil yang kekal hendak diberitakannya kepada segala orang yang duduk di bumi ini, yaitu kepada tiap-tiap bangsa dan suku dan bahasa dan kaum, sambil katanya dengan suara besar, "Takutlah akan Allah dan hormatilah Dia, karena ketika hukuman-Nya sudah sampai, dan sembahlah Dia yang menjadikan langit dan bumi serta laut dan segala mata air."

Siapakah yang tiada takut, ya Tuhan, dan yang tiada memuliakan nama-Mu? Karena hanyalah Engkau yang kudus. Maka segala bangsa akan menghadap dan menyembah Engkau, oleh sebab segala keadilan-Mu telah nyata."

Maka mata-Nya itu seperti nyala api, dan di kepala-Nya, ada makota banyak; maka ada suatu nama tertulis kepada-Nya yang tiada diketahui oleh seorang jua pun, melainkan Ia sendiri; dan Ia berjubah yang dipercik dengan darah, dan nama-Nya dikatakan, "Firman Allah."

Dan daripada mulut-Nya keluar sebilah pedang yang tajam, supaya dengan dia itu Ia boleh memarang segala orang kafir. Maka Ia pun akan memerintah mereka itu dengan tongkat besi, dan Ialah yang mengirik irikan anggur, yaitu kehangatan murka Allah Yang Mahakuasa.

dan segala orang lain itu mati dibunuh dengan pedang Dia yang duduk di atas kuda itu, yaitu pedang yang keluar daripada mulut-Nya. Maka segala burung itu pun kenyanglah dengan daging mereka itu.

Maka aku menyatakan kepada tiap-tiap orang yang mendengar perkataan nubuat di dalam kitab ini, bahwa jikalau barang seorang menambah apa-apa kepada perkataan itu, niscaya Allah akan menambah kepadanya berbagai-bagai bala yang tersurat di dalam kitab ini; dan jikalau barang seorang mengurangkan daripada perkataan di dalam kitab nubuat ini, niscaya Allah akan menghilangkan bahagiannya daripada pohon hayat dan daripada negeri yang kudus, yaitu yang tersurat di dalam kitab ini.

Indonesian - Indonesian - ID

ID'BSS - Bahasa Terjemahan Lama - 1958

This Bible is in the Public Domain.
https://www.biblesupersearch.com/bible-downloads/
Languages are made available to you by www.ipedge.net