04 – Penciptaan
Ini adalah firman suci Tuhan Yang Maha Esa.
Kita tidak tertarik dengan kata-kata manusia.
Bagi siapa pun yang mengasihi Tuhan... inilah yang Tuhan katakan tentang: Penciptaan.
Ini adalah firman suci Tuhan Yang Maha Esa.
Kita tidak tertarik dengan kata-kata manusia.
Bagi siapa pun yang mengasihi Tuhan... inilah yang Tuhan katakan tentang: Penciptaan.
Bahwa pada mula pertama dijadikan Allah akan langit dan bumi.
”Tetapi Allah mengaruniai dia suatu tubuh sebagaimana kehendak-Nya, dan kepada tiap-tiap jenis benih tubuhnya sendiri. Maka bukannya segala yang bernyawa itu sejenis, melainkan manusia lain jenis, binatang lain jenis, burung lain jenis, ikan lain jenis.
”Karena semenjak awal kejadian alam segala sifat-Nya yang tiada kelihatan, yaitu kodrat dan zat ilahiat-Nya yang kekal itu, dapat dipandang terang dengan akal di dalam yang dijadikan, supaya mereka itu tiada dapat mendalihkan dirinya;
”Bahwa pada mula pertama dijadikan Allah akan langit dan bumi. Maka bumi itu lagi campur baur adanya, yaitu suatu hal yang ketutupan kelam kabut; maka Roh Allah berlayang-layang di atas muka air itu. Maka firman Allah: Hendaklah ada terang. Lalu terangpun jadilah. Maka dilihat Allah akan terang itu baiklah adanya, lalu diceraikan Allah terang itu dengan gelap. Maka dinamai Allah akan terang itu siang dan akan gelap itu malam. Setelah petang dan pagi, maka itulah hari yang pertama.
”Maka firman Allah: Hendaklah ada suatu bentangan pada sama tengah air itu, supaya diceraikannya air dengan air. Maka dijadikan Allah akan bentangan itu serta diceraikannyalah air yang di bawah bentangan itu dengan air yang di atas bentangan; maka jadilah demikian. Lalu dinamai Allah akan bentangan itu langit. Setelah petang dan pagi, maka itulah hari yang kedua.
”Maka firman Allah: Hendaklah segala air yang di bawah langit itu berhimpun kepada satu tempat, supaya kelihatan yang kekeringan itu; maka jadilah demikian. Lalu dinamai Allah akan yang kekeringan itu darat, dan akan perhimpunan segala air itu dinamainya laut; maka dilihat Allah itu baiklah adanya. Maka firman Allah: Hendaklah bumi itu menumbuhkan rumput dan pokok yang berbiji dan pohon yang berbuah-buah dengan tabiatnya, yang berbiji dalamnya di atas bumi itu; maka jadilah demikian, yaitu ditumbuhkan bumi akan rumput dan pokok yang berbiji dengan tabiatnya dan pohon-pohon yang berbuah-buah, yang berbiji dalamnya dengan tabiatnya; maka dilihat Allah itu baiklah adanya. Setelah petang dan pagi, maka itulah hari yang ketiga.
”Maka firman Allah; Hendaklah ada beberapa benda terang dalam bentangan langit, supaya diceraikannya siang dengan malam dan menjadi tanda dan ketentuan masa dan hari dan tahun, dan supaya ia itu menjadi benda terang pada bentangan langit akan menerangkan bumi; maka jadilah demikian. Maka dijadikan Allah akan kedua benda terang yang besar itu, yaitu terang yang besar itu akan memerintahkan siang dan terang yang kecil itu akan memerintahkan malam, dan lagi segala bintangpun. Maka ditaruh Allah akan dia dalam bentangan langit akan memberi terang di atas bumi, dan akan memerintahkan siang dan malam, dan akan menceraikan terang itu dengan gelap; maka dilihat Allah itu baiklah adanya. Setelah petang dan pagi, maka itulah hari yang keempat.
”Maka firman Allah: Hendaklah dalam segala air itu menggeriak beberapa kejadian yang bernyawa dan yang sulur-menyulur, dan hendaklah ada unggas terbang di atas bumi, dalam bentangan langit. Maka dijadikan Allah akan ikan raya yang besar-besar dan segala binatang sulur-menyulur, yang menggeriak dalam air itu tiap-tiap dengan tabiatnya, dan segala unggas yang bersayap dengan tabiatnya; maka dilihat Allah itu baiklah adanya. Maka diberkati Allah akan dia, firman-Nya: Jadilah biak dan bertambah-tambahlah kamu dan ramaikanlah air yang di dalam laut itu dan hendaklah segala unggas itupun bertambah-tambah di atas bumi. Setelah petang dan pagi, maka itulah hari yang kelima.
”Maka firman Allah: Hendaklah bumi itu mengeluarkan kejadian yang hidup dengan tabiatnya, yaitu dari pada binatang yang jinak dan yang menjalar dan yang liar, tiap-tiap dengan tabiatnya; maka jadilah demikian. Maka dijadikan Allah akan segala binatang yang liar di atas bumi itu dengan tabiatnya, dan segala binatang yang jinakpun dengan tabiatnya, dan segala binatang yang menjalar di atas bumipun dengan tabiatnya; maka dilihat Allah itu baiklah adanya.
”Maka firman Allah: Baiklah Kita menjadikan manusia atas peta dan atas teladan Kita, supaya diperintahkannya segala ikan yang di dalam laut dan segala unggas yang di udara dan segala binatang yang jinak dan seisi bumi dan segala binatang pelata yang menjalar di tanah. Maka dijadikan Allah akan manusia itu atas petanya, yaitu atas peta Allah dijadikannya ia, maka dijadikannya mereka itu laki-laki dan perempuan. Maka diberkati Allah akan keduanya serta firman-Nya kepadanya: Berbiaklah, dan bertambah-tambahlah kamu, dan penuhilah olehmu akan bumi itu dan taklukkanlah dia, dan perintahkanlah segala ikan yang di dalam laut dan segala unggas yang di udara dan segala binatang yang menjalar di atas bumi. Lagi firman Allah: Bahwa sesungguhnya Aku telah memberikan kamu segala tumbuh-tumbuhan yang berbiji-biji di atas seluruh muka bumi dan segala pohon yang berbuah dengan berbiji itu akan makananmu, tetapi akan segala binatang liar yang di bumi dan segala unggas yang di udara dan segala binatang yang menjalar di atas bumi, yang ada nyawa hidup dalamnya, maka Aku mengaruniakan segala tumbuh-tumbuhan yang hijau akan makanannya; maka jadilah demikian. Maka dilihat Allah akan tiap-tiap sesuatu yang dijadikan-Nya itu, sesungguhnya amat baiklah adanya. Setelah petang dan pagi, maka itulah hari yang keenam.
”Demikianlah sudah dijadikan langit dan bumi serta dengan segala isinya. Maka pada hari yang ketujuh setelah sudah disampaikan Allah pekerjaan-Nya, yang telah diperbuat-Nya itu, maka berhentilah Ia pada hari yang ketujuh itu dari pada pekerjaan-Nya, yang telah diperbuat-Nya. Maka diberkati Allah akan hari yang ketujuh itu serta disucikannya, karena dalamnya telah Ia berhenti dari pada pekerjaan-Nya, yang telah diperbuat-Nya, akan menyempurnakan dia.
”Maka demikianlah asalnya langit dan bumi pada masa ia itu dijadikan, tatkala diperbuat Tuhan Allah akan langit dan bumi: pada masa itulah belum ada tumbuh-tumbuhan di atas bumi dan tiada pokok bertunas di padang, karena belum lagi diturunkan Tuhan Allah hujan kepada bumi dan belum ada orang akan membelakan tanah itu; melainkan naiklah uap dari bumi serta membasahkan segala tanah itu. Maka dirupakan Tuhan Allah akan manusia itu dari pada lebu tanah dihembuskan-Nya nafas hidup ke lubang hidungnya; demikianlah manusia itu menjadi suatu nyawa yang hidup adanya. Maka diperbuat Tuhan Allah pula suatu taman dalam Eden, di sebelah timur, maka di sanalah ditaruh-Nya akan manusia, yang telah dirupakan-Nya itu.
”Bahwa inilah surat anak cucu Adam. Maka pada hari dijadikan Allah akan manusia, dijadikannya atas teladan Allah. Dan dijadikannya dia laki-laki dan perempuan, lalu diberkatinya dan dinamainya manusia pada hari yang dijadikannya itu. Maka Adam telah hidup seratus tiga puluh tahun lamanya, lalu beranaklah ia laki-laki seorang yang serupa dan seteladan dengan dia, maka dinamainya akan dia Set.
”Karena dalam enam hari lamanya telah dijadikan Tuhan akan langit dan bumi dan laut, dengan segala isinya, maka berhentilah Tuhan pada hari yang ketujuh, sebab itulah diberkati Tuhan akan hari sabat itu dan disucikannya dia.
”Maka sabat itulah menjadi suatu tanda di antara Aku dengan segala bani Israel sampai selama-lamanya, maka ia itu sebab Tuhanpun telah menjadikan langit dan bumi dalam enam hari lamanya dan Tuhan telah berhenti pada hari yang ketujuh serta disenangkannya diri-Nya.
”Tetapi, sesungguh-sungguhnya Aku ini hidup, seluruh bumi akan dipenuhi dengan kemuliaan Tuhan.
”Maka bertanyakanlah juga zaman-zaman dahulukala, yang dahulu dari pada kamu, yaitu dari pada hari tatkala dijadikan Allah akan manusia di atas bumi, dan dari pada ujung langit kepada ujung langit yang lain, jikalau pernah jadi sesuatu perkara yang seperti perkara besar ini, atau jikalau kedengaran barang sesuatu yang sebagainya;
”Bahwa sesungguhnya Tuhan, Allahmu, yang empunya langit dan lagi langit yang di atas segala langit dan bumi dan segala isinya.
”Orang yang hina diangkat-Nya dari dalam abu, dan orang miskin dibangkitkan-Nya dari dalam lebu, supaya didudukkan-Nya mereka itu dengan raja-raja dan diberi-Nya akan dia mempusakai kursi kemuliaan, karena segala alas bumi itu Tuhan punya, dan Tuhan juga yang telah membangunkan bumi di atasnya.
”Maka pada masa itu kelihatanlah segala tubir laut dan segala alas bumipun terhantar dengan telanjangnya oleh hardik Tuhan dan oleh penghembus nafas hidung-Nya.
”Dan raja Hizkiapun meminta doa di hadapan hadirat Tuhan, sembahnya: Ya Tuhan, Allah orang Israel, yang bersemayam di antara kerubiun! Engkaulah Allah dengan sebenarnya, hanya Engkau jua Tuhan atas segala kerajaan yang di atas bumi, Engkau juga yang sudah menjadikan langit dan bumi.
”Bagimu, ya Tuhan, adalah segala kebesaran dan segala kuasa dan segala kemuliaan dan segala kesempurnaan dan segala subuhat, bahkan, segala sesuatu yang di dalam langit dan di atas bumi, Engkau juga, ya Tuhan! mempunyai kerajaan dan kebesaran atas segala sesuatu yang bergelar kepala.
”Ya Tuhan, Engkau juga yang benar! Engkau juga yang sudah menjadikan langit, bahkan, langit di atas segala langit serta dengan segala tentaranya dan bumi dengan segala sesuatu yang di atasnya dan lautan dengan segala isinya, dan Engkau juga menghidupkan sekaliannya dan tentara segala langitpun menyembah sujud kepadamu.
”Ialah menggerakkan bumi dari pada tempatnya, sehingga segala tiangnya bergoncang-goncang. Ialah berfirman kepada matahari, maka tiada ia terbit; dan Ia memeteraikan segala bintang; Ialah membentangkan langit sendirinya, dan Iapun berjalan pada ombak-ombak laut; Ialah yang sudah menjadikan bintang Biduk dan bintang Aljabar dan bintang Kartika dan segala tempat terbumi pada langit selatan; Ialah yang mengadakan perkara besar-besar yang tiada terselidik dan perbuatan ajaib yang tiada tepermanai.
”Bahwasanya bertanyalah juga kepada segala binatang, sekalian itu akan mengajar kamu, dan kepada segala unggas yang di udara, ia itu kelak memberitahu kepadamu. Balikkanlah katamu kepada bumi, ia juga kelak mengajar kamu, dan segala ikan di lautpun akan menyatakan dia kepadamu. Siapa gerangan di antara segala kejadiannya yang tiada tahu, bahwa tangan Tuhan juga sudah menjadikan semesta alam sekalian. Di dalam tangannya adalah nyawa segala sesuatu yang hidup dan nafas segala anak Adampun.
”Bahwa dibentangkan-Nya utara itu di atas tempat yang hampa, dan digantungkan-Nya bumi ini kepada tiada sesuatu. Bahwa diikat-Nya air itu di dalam awan-awannya, maka tiada juga awan-awan itu berpecah-pecah. Ditudung-Nya akan hadirat kursi-Nya, dihamparkan-Nya awan-awan di hadapan-Nya. Bahwa Ia sudah mereka suatu sipat bulat di atas muka segala air, sampai kepada tempat terang bertemu dengan gelap. Bahwa segala tiang langit itu tergoncang-goncang dan tercengang-cenganglah oleh bunyi guruh-Nya.
”Bahwa Roh Allah juga yang sudah menjadikan daku, nafas Allah juga yang sudah menghidupkan daku.
”Lalu disahutlah Tuhan kepada Ayub dari dalam taufan, firman-Nya: Siapakah dia, yang menggelapkan bicara dengan perkataan yang tiada disertai pengetahuan? Sekarangpun ikatlah pinggangmu seperti seorang laki-laki, karena Aku hendak bertanyakan dikau; sahutlah akan Daku. Di manakah engkau tatkala Aku mengalaskan bumi? Berilah tahu itu jikalau kiranya cukup akalmu. Siapa sudah menentukan ukurannya? karena engkau mengetahuinya! atau siapa sudah membentangkan tali sipat di atasnya? Berapa dalam masuklah tiang-tiangnya? Siapa gerangan sudah membubuh batu penjurunya, tatkala segala bintang fajar ramai-ramai menyanyi dan segala anak Allahpun bersorak-sorak? Siapakah sudah menutup laut dengan pintu, tatkala ia naik dan keluar dari dalam rahim? tatkala Aku menjadikan awan-awan baginya akan pakaian dan kegelapan akan barut; tatkala Aku menggariskan perhinggaannya dan Kububuh padanya kancing dan pintu, sambil firman-Ku: Boleh engkau sampai di sini, tetapi jangan jauh lagi! di sini juga habislah gelora segala gelombangmu.
”Segala bukit menjadi tempat makannya; di sana segala margasatwa bermain-main kelilingnya. Bahwa di bawah pokok-pokok seroja berbaringlah ia, dan di tempat sunyi yang berbuluh dan berlumpur. Pokok seroja itu menaungi dia dengan bayang-bayangnya, dan kelilingnya adalah pokok teruntum.
”Dari dalam mulut budak-budak dan anak-anak yang menyusu telah Kausediakan puji, karena sebab segala lawan-Mu dan sebab hendak membinasakan seteru dan orang yang menaruh dendam.
”Maka dilepaskan-Nya anak panah-Nya ke mana-mana, halilintar sabung-menyabung yang diempas-empaskan-Nya.
”Mazmur Daud bagi biduan besar.
”Barang suatu bahasapun tiada dan barang perkataanpun tiada, yang dalamnya belum kedengaran suaranya.
”Mazmur Daud. Karena telah dialaskan-Nya di atas laut dan diteguhkan-Nya di atas sungai besar.
”Dengan firman Tuhan telah jadi segala langit, dan segala tentara-Nyapun telah jadi dengan hawa mulut-Nya.
”Maka Engkau sudah membinasakan Rahab seperti seorang yang telah luka, dan Engkau telah memecahkan segala musuh-Mu dengan lengan kodrat-Mu. Bahwa Engkaulah yang empunya langit, dan Engkaupun yang empunya bumi, maka Engkau yang telah mengalaskan dunia serta dengan sepenuh-penuh isinya.
”Maka dahulu dari pada segala gunung dijadikan, dahulu dari pada bumi dan dunia menerbitkan barang sesuatu, bahkan, dari pada kekal datang kepada kekal Engkau juga Allah.
”Ia yang empunya laut, karena telah dijadikannya, dan segala daratpun telah diadakan oleh tangan-Nya. Marilah kita menyembah sujud serta bertelut di hadapan Tuhan, yang telah menjadikan kita.
”Maka sembahku: Ya Allahku! jangan apalah Engkau menyingkapkan daku pada pertengahan umur hidupku; maka segala tahun-Mu itu dari pada zaman datang kepada zaman. Maka pada purbakala Engkau telah mengalaskan bumi ini dan segala langitpun perbuatan tangan-Mu adanya;
”Pujilah akan Tuhan, hai jiwaku! Ya Tuhan, Allahku! Engkaulah amat besar; Engkaulah berpakaikan kehormatan dan kemuliaan. Maka diselubungkan-Nya diri-Nya dengan terang seperti dengan selimut dan dibentangkan-Nya langitpun seperti kelambu. Dialaskan-Nya alayat-Nya dalam air, dan dijadikan-Nya awan-awan akan rata-Nya, dan Iapun berjalan-jalan di atas sayap angin. Dijadikan-Nya angin akan pesuruhan-Nya dan halilintar yang bernyalapun akan hamba-Nya. Maka telah dialaskan-Nya bumi di atas alasannya, sehingga tiada boleh ia bergerak sampai selama-lamanya.
”Bagaimana besarlah segala perbuatan-Mu, ya Tuhan! Engkau telah menjadikan sekaliannya itu dengan hikmat, maka bumipun penuhlah dengan mata benda-Mu. Adapun laut, yang besar dan tiada terukur luasnya, maka dalamnya adalah binatang sulur-suluran tiada tepermanai banyaknya, dari pada binatang kecil dan besar.
”Maka besarlah segala perbuatan Tuhan; barangsiapa yang suka akan dia, ia itupun menyelidik dia.
”Keberkatanlah kiranya kamu sekalian bagi Tuhan, yang telah menjadikan langit dan bumi. Adapun langit itu, maka Tuhan juga yang empunya dia, tetapi bumi ini telah dikaruniakan-Nya kepada segala anak Adam.
”Maka inilah hari yang telah diadakan oleh Tuhan; marilah kita bersuka-sukaan dan tamasya padanya.
”Maka penolongku itu dari pada pihak Tuhan, yang telah menjadikan langit dan bumi.
”Bahwa pertolongan kami itulah dengan nama Tuhan, yang telah menjadikan langit dan bumi.
”Maka diperbuat Tuhan akan segala sesuatu yang di kehendaki-Nya, baik dalam langit baik di atas bumi baik di dalam segala laut dan di dalam segala tubir.
”Akan Dia, yang telah menjadikan segala petala langit itu oleh hikmat-Nya, karena kemurahan-Nya itu kekal selama-lamanya. Akan Dia, yang telah mengalaskan bumi itu dalam air, karena kemurahan-Nya itu kekal selama-lamanya. Akan Dia, yang telah menjadikan segala benda terang yang besar-besar, karena kemurahan-Nya itu kekal selama-lamanya. Yaitu matahari akan memerintahkan siang, karena kemurahan-Nya itu kekal selama-lamanya. Dan bulan dan segala bintang akan memerintahkan malam, karena kemurahan-Nya itu kekal selama-lamanya.
”Maka Engkau juga telah merupakan segala sesuatu yang di dalam aku dan telah menggubah akan daku dalam rahim ibuku. Bahwa aku memuji akan Dikau, sebab aku telah terkarang dengan kemuliaan dan ajaib; sesungguhnya ajaiblah segala perbuatan-Mu, maka jiwaku mengetahuinya baik-baik.
”yang telah menjadikan langit dan bumi, dan laut serta dengan segala isinya; dan yang menaruh setia sampai selama-lamanya.
”Maka dibilang-Nya banyak segala bintang dan dipanggil-Nya akan nama tiap-tiapnya.
”Bahwa dengan hikmatpun Tuhan telah mengalaskan bumi, dan dengan pengetahuan telah dilengkapkannya segala langit.
”Bahwa Tuhan telah menaruh aku akan permulaan jalannya, dahulu dari pada segala perbuatannya yang mula-mula. Bahwa aku telah dilantik dari selama-lamanya, yaitu dahulu dari pada bumi ini jadi. Sebelum lagi ada tubir laut aku telah jadi, sebelum ada mata air yang mengandung sarat dengan air. Dahulu dari pada segala gunung diperalaskan dan dahulu dari pada segala bukitpun aku telah jadi. Sebelum lagi bumi itu dijadikan, atau padang atau lebu tanah. Tatkala dilengkapkan-Nya segala langit aku telah ada, tatkala disipatkan-Nya bulatan di atas muka tubir. Tatkala ditentukan-Nya awan-awan di atas dan tatkala diteguhkan-Nya segala mata air di lubuk. Tatkala ditentukan-Nya segala perhinggaan laut, supaya airnya jangan melalui hukum-Nya; tatkala ditetapkan-Nya segala bumi ini, tatkala itu adalah aku serta dengan Dia seperti anak pemeliharaan-Nya, dan pada tiap-tiap hari aku menjadi kesukaan-Nya dan aku bermain-main senantiasa di hadapan hadirat-Nya. Dan aku bermain dalam dunia di atas bumi-Nya dan kesukaanku telah ada dengan anak-anak Adam.
”Telinga yang mendengar dan mata yang melihat, keduanya itu telah dijadikan oleh Tuhan.
”Maka berserulah seorang kepada seorang, katanya: Suci, suci, sucilah Tuhan serwa sekalian alam, maka segenap bumi penuhlah dengan kemuliaan-Nya!
”Maka jahat atau rugi sekali-kali akan tiada di atas segenap gunungku yang suci itu, karena bumi akan penuh dengan pengetahuan dari Tuhan seperti airpun menudungi tubir laut.
”Hai kamu yang terbalik hatimu! seolah-olah penjunan dibilang seperti tanah liat! seolah-olah perbuatan itu berkata akan hal tukangnya: Tiada diperbuatnya aku; atau barang yang dirupakan itu berkata akan hal orang yang merupakan dia: Tiada ia tahu pekerjaannya.
”Ya Tuhan serwa sekalian alam, ya Allah orang Israel, yang bersemayam di antara kerubiun! Engkaulah Allah dengan sebenarnya, hanya Engkau jua atas segala kerajaan yang di dalam dunia; Engkau juga yang sudah menjadikan langit dan bumi.
”Bermula, siapa gerangan sudah menyukat segala air dengan genggamnya dan siapa gerangan sudah mengukur langit dengan jengkal tangannya? Siapa sudah menjangka segala lebu duli yang di atas bumi dan menimbang segala gunung dengan dacing dan segala bukit dengan neraca.
”Tiadakah kamu tahu? Tiadakah kamu dengar? Tiadakah dimaklumkan kepadamu dari pada mula asal? Tiadakah kamu ingat akan segala alas bumi? Bahwa Ia juga yang bersemayam di atas bulat bumi dan segala orang isinya seperti belalang jua adanya; bahwa Ia juga yang membentangkan segala langit seperti sehelai kain, dihamparkan-Nya seperti kemah tempat kedudukan!
”Hendaklah matamu menengadah ke atas serta melihat: Siapakah Dia yang sudah menjadikan semesta sekalian itu? Siapakah Dia yang menghadirkan tentara-Nya dengan bilangan-Nya? Yang memanggil sekaliannya itu dengan nama-namanya? dari kebesaran kuasa-Nya dan sangat kuatnya maka satu juapun tiada kurang.
”Tiadakah engkau mengetahuinya? Belumkah engkau mendengarnya, bahwa Tuhan itulah Allah yang kekal, Khalik segala ujung bumi, yang tiada tahu penat atau lemah, dan lagi tiada terduga hikmat-Nya.
”Demikianlah firman Allah, Tuhan, yang sudah menjadikan dan membentangkan segala langit, yang sudah menghamparkan bumi dengan segala yang tumbuh dari padanya; yang mengaruniakan nafas kepada segala bangsa yang duduk di atasnya, dan nyawa kepada mereka itu sekalian yang berjalan padanya:
”Tiap-tiap orang yang tersebut dengan nama-Ku, yang sudah Kujadikan akan hormat-Ku, yang sudah Kurupakan dan yang sudah Kulengkap.
”Demikianlah firman Tuhan, yaitu Penebusmu, yang sudah merupakan dikau dari pada rahim ibumu: Bahwa Akulah Tuhan, yang membuat sekalian ini, Aku sendiri yang membentang akan segala langit, Aku sendiri juga yang menghamparkan bumi.
”Demikianlah firman Tuhan, Yang Mahasuci orang Israel dan Khaliknya: Masakan orang bertanyakan Daku dari perkara yang patut akan jadi! masakan diberinya perintah kepada-Ku akan hal anak-anakku dan akan perbuatan tangan-Ku! Bahwa Aku sudah menjadikan bumi dan sudah mengadakan segala manusia yang di atasnya: Akulah Dia, maka tangan-Ku sudah membentangkan segala langit dan Aku juga yang memerintahkan segala tentaranya.
”Karena demikianlah firman Tuhan, yang telah menjadikan segala langit, yaitu Allah yang sudah merupakan bumi dan yang menjadikan dia; ditetapkannya dan dijadikannya akan dia, bukan supaya ia itu tinggal sunyi senyap, melainkan dirupakannya akan diduduki. Bahwa Akulah Tuhan dan tiadalah yang lain.
”Dengarlah olehmu akan Daku, hai Yakub, hai Israel, yang telah Kupanggil! Hanya Aku ini yang ada, Aku yang pertama, Akupun yang terkemudian. Lagipun tangan-Ku sudah mengalaskan bumi dan tangan kanan-Ku sudah membentangkan segala langit, tatkala Kupanggil akan dia semuanyapun hadirlah.
”Maka engkau melupakan Tuhan, yang sudah menjadikan dikau, yang sudah membentangkan segala langit dan mengalaskan bumi, dan dari pada sehari datang kepada sehari engkau takut akan si penganiaya, apabila ia bersedia hendak membinasakan. Maka di mana gerangan geram si penganiaya itu?
”Maka sekarangpun, ya Tuhan! Engkau juga Bapa kami; bahwa kami ini tanah liat dan Engkaulah penjunan kami; maka kami sekalianpun perbuatan tangan-Mu.
”Maka firman Tuhan demikian: Bahwa langit itulah arasyku dan bumipun alas kaki-Ku; apa macam rumah hendak kamu perbuatkan Daku? atau tempat manakah akan perhentianku? Bukankah segala perkara itu perbuatang tangan-Ku juga adanya tatkala semesta alam Kujadikan? demikianlah firman Tuhan; tetapi Aku juga menilik kepada orang yang berdukacita hatinya dan yang termangu-mangu dan yang gentar akan firman-Ku.
”Tetapi Tuhan itulah Allah yang benar, Ialah Allah yang hidup dan Raja pada selama-lamanya! Oleh kehangatan murka-Nya bergempalah bumi dan barang suatu bangsapun tiada dapat menderita murka-Nya. Demikian hendaklah katamu kepada mereka itu: Adapun segala dewata, yang tiada tahu menjadikan langit dan bumi, ia itu akan hilang dari atas bumi dan dari bawah langit ini.) Tuhan yang sudah menjadikan bumi oleh kuasa-Nya, dan yang sudah melengkap semesta alam sekalian oleh hikmat-Nya dan yang sudah membentangkan langit oleh pengetahuan-Nya.
”Bahwa Aku sudah menjadikan bumi dan segala manusia dan binatang yang di atas bumi itu oleh mahakuasa-Ku dan oleh lengan-Ku yang terkedang, dan Kukaruniakan dia kepada barangsiapa yang berkenan kepada pemandangan-Ku.
”Ya Tuhan Hua! bahwasanya Engkau juga sudah menjadikan langit dan bumi oleh mahakuasa-Mu dan oleh lengan-Mu yang terkedang, sesuatupun tiada yang mustahil kepada-Mu.
”Tuhan yang sudah menjadikan bumi oleh kuasa-Nya dan yang sudah mengadakan semesta alam sekalian oleh hikmat-Nya dan yang sudah membentangkan langit oleh pengetahuan-Nya;
”Adapun yang menjadikan bintang Kartika dan bintang Ed Jabar, dan yang mengubahkan bayang-bayang maut sehingga menjadi pagi hari dan yang menggelapkan siang seperti malam, dan yang memanggil naik segala air laut, lalu dicucurkannya di atas seluruh muka bumi, ia itu Hua nama-Nya.
”Tuhan yang membuat alayatnya di dalam segala langit dan mengalaskan segala lengkungnya di atas bumi, dan yang memanggil naik air laut, lalu mencucurkan dia ke atas muka bumi; bahwa Tuhan itulah nama-Nya!
”Maka sahutnya kepada mereka itu: Adapun aku ini orang Ibrani dan berbaktilah aku kepada Tuhan, Allah segala langit, yang sudah menjadikan darat dan laut.
”Karena bumi itu akan dipenuhi dengan pengetahuan akan kemuliaan Tuhan seperti air menudungi tubir laut.
”Bahwa inilah firman Tuhan akan hal Israel. Maka berfirmanlah Tuhan, yang membentangkan langit dan mengalaskan bumi dan yang menjadikan nyawa di dalam batin manusia.
”Akan tetapi daripada awal kejadian alam, Allah menjadikan mereka itu laki-laki dan perempuan.
”anak Enos, anak Set, anak Adam, anak Allah.
”Maka pada awal pertama adalah Firman, dan Firman itu bersama-sama dengan Allah, dan Firman itulah juga Allah. Adalah Ia pada mulanya beserta dengan Allah. Segala sesuatu dijadikan oleh-Nya, maka jikalau tidak ada Ia, tiadalah juga barang sesuatu yang telah jadi.
”Ia telah ada di dalam dunia dan dunia ini dijadikan-Nya, tetapi dunia itu tiada mengenal Dia.
”Setelah dikecap oleh kepala perjamuan akan air yang sudah jadi anggur itu (tiada diketahuinya, dari mana datangnya, tetapi ketahuanlah pada segala pelayan, yang mencedokkan air itu), maka kepala perjamuan itu pun memanggil mempelai laki-laki, lalu katanya kepadanya, "Biasanya tiap-tiap orang menjamukan dahulu air anggur yang baik, dan setelah puas orang minum, baharu dijamukannya yang kurang baik; tetapi Tuan menyimpan air anggur yang baik sampai sekarang."
”Bahwa surga itulah arasy-Ku, dan bumi itulah alas kaki-Ku. Apakah jenis rumah hendak kamu bangunkan bagi-Ku? firman Tuhan, atau apakah tempat perhentian-Ku?
”katanya, "Hai Tuan-tuan, apakah sebabnya kamu berbuat segala perkara ini? Kami ini pun manusia juga serupa dengan kamu dan memberitakan kepada kamu kabar kesukaan, supaya kamu berpaling daripada barang yang sia-sia ini kepada Allah yang hidup, yang menjadikan langit dan bumi dan laut dengan segala isinya.
”Maka Allah, yang menjadikan dunia dengan segala isinya, Ialah, yang menjadi Tuhan langit dan bumi, tiada mendiami rumah-rumah berhala yang diperbuat dengan tangan, dan tiada pula Ia berkehendak dilayani dengan tangan manusia, seolah-olah Ia ada kekurangan apa-apa, karena Ia sendiri mengaruniai sekaliannya hidup dan nafas dan segala sesuatu itu. Maka daripada satu sahaja Ia menjadikan segala bangsa manusia akan mendiami seluruh muka bumi, setelah ditentukannya perhinggaan yang tetap, dan sempadan tempat kediamannya, supaya mereka itu mencari Allah, mudah-mudahan mereka itu terabakan Dia dan jumpa Dia, meskipun Ia tiada jauh daripada kita masing-masing. Karena di dalam Dia juga kita hidup dan bergerak dan ada, seperti yang dikatakan oleh beberapa pengarang syairmu: Karena kita pun benih daripada-Nya juga.
”Karena semenjak awal kejadian alam segala sifat-Nya yang tiada kelihatan, yaitu kodrat dan zat ilahiat-Nya yang kekal itu, dapat dipandang terang dengan akal di dalam yang dijadikan, supaya mereka itu tiada dapat mendalihkan dirinya;
”(seperti yang tersurat: Bahwa Aku sudah menjadikan engkau bapa kepada beberapa banyak bangsa), di hadapan Yang dipercayainya, yaitu Allah yang menghidupkan orang mati, dan menyebutkan barang yang tidak ada sama seperti sudah ada.
”Sebab itu, sebagaimana oleh sebab seorang maka dosa sudah masuk ke dalam dunia ini, dan maut oleh sebab dosa, dan atas peri demikian maut itu menimpa sekalian manusia, maka karena itulah sekaliannya berbuat dosa,
”Karena dengan pengharapan yang sangat rindu ternanti-nantilah segala makhluk akan kenyataan anak-anak Allah. Karena segala makhluk sudah ditaklukkan kepada yang sia-sia, bukannya dengan kehendaknya sendiri, melainkan dengan kehendak Dia yang menaklukkan mereka itu, tetapi dengan pengharapan, bahwa pada akhirnya segala makhluk itu sendiri juga akan dimerdekakan daripada perhambaan kebinasaan, masuk kepada kemerdekaan kemuliaan anak-anak Allah. Karena kita ketahui, bahwa segenap makhluk itu sama mengerang dan sama merasa kesakitan beranak sampai sekarang ini.
”Karena dari pada-Nya dan oleh-Nya dan kepada-Nya ada segala sesuatu. Kepada-Nyalah kemuliaan itu selama-lamanya! Amin.
”tetapi kepada kita ada Satu sahaja, yaitu Allah Bapa, maka segala sesuatu daripada Dialah asalnya, dan kita menuju Dia, dan Tuhan pun Satu juga, yaitu Yesus Kristus, oleh sebab-Nyalah ada segala sesuatu, dan kita pun ada oleh sebab-Nya.
”Tetapi Allah mengaruniai dia suatu tubuh sebagaimana kehendak-Nya, dan kepada tiap-tiap jenis benih tubuhnya sendiri. Maka bukannya segala yang bernyawa itu sejenis, melainkan manusia lain jenis, binatang lain jenis, burung lain jenis, ikan lain jenis.
”Demikian juga ada tersurat: Bahwa manusia yang pertama, yaitu Adam, menjadi nyawa yang hidup. Maka Adam yang akhir itu menjadi roh yang menghidupkan. Tetapi bukan mula-mula menjadi yang rohani, melainkan yang nafsani, kemudian yang rohani itu. Maka manusia yang pertama itu berasal daripada bumi, yaitu tanah, manusia yang kedua itu berasal dari surga. Maka sebagaimana yang daripada bumi itu, demikianlah juga segala orang yang daripada bumi. Dan sebagaimana yang dari surga itu, demikianlah juga segala yang dari surga asalnya.
”Karena Allah yang sudah berfirman: Hendaklah terang itu bercahaya dari dalam gelap, Ialah juga bercahaya di dalam hati kami menerangkan orang dengan makrifat kemuliaan Allah di dalam wajah Kristus.
”dan akan menerangkan kepada orang sekalian bagaimana halnya menjalankan rahasia yang telah beberapa zaman lamanya tersembunyi di dalam Allah, yang menjadikan semesta sekalian,
”dan Ialah yang menjadi bayang Allah yang tiada kelihatan itu, yaitu Anak sulung yang terlebih dahulu daripada segala makhluk, karena di dalam Dia itu sudah dijadikan segala sesuatu yang di langit dan yang di bumi, yang kelihatan dan yang tiada kelihatan, baik singgasana, baik perintah, baik penguasa, baik kuasa; maka segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan bagi Dia; dan Ialah, yang terlebih dahulu daripada sekaliannya, dan segala sesuatu wujudnya ada di dalam Dia;
”maka berfirmanlah Ia pula pada akhirnya kepada kita di dalam Anak-Nya, yang ditetapkan-Nya menjadi waris segala sesuatu, oleh-Nya juga dijadikan-Nya sekalian alam. Maka Ialah menjadi cahaya kemuliaan Allah dan zat Allah yang kelihatan, serta Ia menanggung segala sesuatu dengan firman kuasa-Nya; dan setelah Ia membuat persucian segala dosa, maka duduklah Ia di sebelah kanan Yang Mahabesar di dalam ketinggian;
”Dan lagi: Engkaulah, ya Tuhan, yang pada mulanya membubuh alas bumi ini, dan langit itu pun perbuatan tangan-Mu;
”Karena tiap-tiap rumah itu dibangunkan oleh orang; tetapi yang membangunkan segala sesuatu, ialah Allah.
”Dengan iman kita mengetahui bahwa semesta alam ini sudah jadi oleh firman Allah, sehingga barang yang kelihatan bukannya dijadikan daripada barang yang kelihatan.
”Pertama sekali ingatlah bahwa pada akhir zaman akan datang kelak beberapa pengolok dengan olok-oloknya, yang melakukan dirinya menurut hawa nafsu sendiri, sambil berkata, "Manakah kedatangan-Nya yang dijanjikan-Nya itu? Karena daripada masa nenek moyang kita mati, maka segala sesuatu serupa sebagaimana daripada mula kejadian alam." Karena dengan sengaja mereka itu melupakan yang sebenarnya sudah ada segala langit dari dahulu kala, dan bumi pun dijadikan daripada air di tengah-tengah air oleh firman Allah. Dengan jalan itu dunia, yang ada pada masa itu, sudah binasa diliputi oleh air bah. Tetapi segala langit yang ada ini serta bumi ini ditaruhkan untuk api oleh firman itu juga, tersedia sehingga hari hukuman dan kebinasaan segala orang fasik. Tetapi perkara yang satu ini jangan kamu lupakan, hai segala kekasihku, bahwa satu hari kepada Tuhan sama seperti seribu tahun, dan seribu tahun sama seperti satu hari.
”"Ya Allah, Tuhan kami, berlayaklah Engkau memegang kemuliaan dan kehormatan dan kuasa; karena Engkaulah yang menjadikan segala sesuatu, dan dengan kehendak-Mu juga sekaliannya itu ada dan sudah dijadikan."
”serta bersumpah demi Allah yang hidup selama-lamanya, dan yang menjadikan langit dengan segala isinya, dan bumi dengan segala isinya, dan laut dengan segala isinya, bahwa tiada akan ada tempohnya lagi;
”Maka aku tampak seorang malaekat yang lain terbang di tengah langit, dan padanya ada Injil yang kekal hendak diberitakannya kepada segala orang yang duduk di bumi ini, yaitu kepada tiap-tiap bangsa dan suku dan bahasa dan kaum, sambil katanya dengan suara besar, "Takutlah akan Allah dan hormatilah Dia, karena ketika hukuman-Nya sudah sampai, dan sembahlah Dia yang menjadikan langit dan bumi serta laut dan segala mata air."
”